• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peta Wacana Ekonomi dan Keuangan Islam d

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Peta Wacana Ekonomi dan Keuangan Islam d"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

PETA WACANA EKONOMI DAN KEUANGAN ISLAM DI DUNIA: SEBUAH SURVEI LITERATUR KONTEMPORER

Oleh: Dr. Euis Amalia, M.Ag.

Abstrak

Pertumbuhan industri perbankan dan keuangan syariah telah mendorong kalangan akademisi dan komunitas akademik untuk mengkaji, meneliti, menulis dan mempublikasikan pemikiran mereka dalam berbagai bentuk karya ilmiah. Beberapa karya ilmiah berupa artikel tentang ekonomi Islam, perbankan dan keuangan Islam telah dipublikasikan pada berbagai jurnal terstandar internasional, mereka diantaranya yaitu: M.A. Choudhury (7 artikel), H. Askari (6 artikel), S.M. Ghazanfar (6 artikel), T. Kuran (6 artikel), H. Houdhfar (5 artikel), H. Aydin (3 artikel), R. Wilson (3 artikel), A. Zaman (3 artikel), R. Kamla (2 artikel), Kassimi (2 artikel) dan M.U. Chapra (2 artikel). Studi ini merupakan kelanjutan dan melengkapi penelitian terdahulu yang masih bersifat parsial, normatif dan belum mengakomodasi tulisan terkini setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Penelitian berupa pemetaan literatur dari berbagai referensi berupa buku maupun tulisan yang dipublikasikan di jurnal terstandar internasional dan dapat diakses secara online. Untuk itu pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan beberapa sumber penyimpanan data daring (online). Untuk penelusuran wacana berbasis buku, penulis mengandalkan Google Book dan Google Schoolar. Sementara untuk penelusuran tulisan jurnal lebih lanjut, penulis menggunakan pusat data jurnal daring dari Scopus, J-Stor, dan Libgen.

Temuan penelitian ini berupa peta wacana pemikiran ekonomi, perbankan dan keuangan Islam dalam berbagai literature. Manfaat penelitian ini dapat dijadikan acuan (bench marking) untuk pengembangan wawasan, literatur, bahan ajar serta pengembangan keilmuan di bidang ekonomi, perbankan dan keuangan Islam. Secara praktis penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk inovasi produk dan pembuatan regulasi keuangan syariah yang responsive tehadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat.

Kata Kunci : Ekonomi Islam, Perbankan dan Keuangan Islam, Literatur Kontemporer, Data Daring (Online).

A. Pendahuluan

Perhatian tentang bunga dan usaha untuk mengembangkan model bank Islam serentak dilakukan di Timur Tengah pada tahun 1960an dan 1970an. Tujuan utama dari pendirian lembaga keuangan syariah ini adalah upaya kaum muslimin untuk menerapkan kehidupan ekonominya berlandaskan al Qur’an dan Hadis. Usaha awal dilakukan oleh Anwar Iqbal Qureshi1 pada tahun 1967 yang mendiskusikan tentang bank bebas bunga dalam artikelnya yang berjudul “Islam and The Theory of Interest” juga risalah yang ditulis oleh al Mawdudi tentang al Riba.2 Muhammad Uzair, seorang ekonom profesional, juga pioner dalam perumusan teori bank Islam telah menulis buku yang berjudul “A Groundwork for Interest Free Banking” yang oleh Muhammad Nejatullah Siddiqi disebut sebagai karya yang luar biasa. Perkembangan berikutnya, muncul

(2)

tulisan-tulisan para pemikir muslim seperti Baqir as Sadr (1973)3 dengan karyanya “Iqtishaduna yang secara khusus telah merumuskan tentang filosofi dan sistem ekonomi Islam, kemudian M. N. Siddiqi (1983)4 ekonom India (Pakistan), Ahmad Al Najjar (1985) dari Mesir, orang pertama yang melakukan eksperimen Bank Islam dengan menghasilkan bentuk komprehensif dari bank bebas bunga.

Pada tahun 80-90an tulisan tentang ekonomi Islam mulai berkembang, tidak sebatas bunga atau riba, tetapi juga dalam konteks pengembangan sistem bank Islam secara teori dan praktik. Di era ini karya-karya yang muncul banyak menjelaskan Ekonomi Islam sebagai sebuah disiplin ilmu tersendiri yang struktur dan kontournya lebih jelas.5 Beberapa karya ilmiah juga lahir dari para pemikir muslim yang tinggal di negara non muslim, mereka turut merespon perkembangan bank dan lembaga keuangan Islam diantaranya M. A. Choudhury6 melalui bukunya Contribution to Islamic Economic Theory mengatakan bahwa institusi keuangan dengan prinsip bagi hasil bermunculan di berbagai negara seperti Islamic Development Bank di Jeddah, Nasser Social Bank of Egypt, Dubai Islamic Bank, Faisal Islamic Bank of Sudan, Jordan Islamic Bank of Finance and Investment, Islamic Bank of Bahrain, National Investment Trust of Pakistan, Investment Corporation of Pakistan, Islamic Banking Sistem of Luxembourg, dan lain-lain. Lebih lanjut Choudhury menjelaskan bahwa industri keuangan syariah dengan prinsip bagi hasil ini berimplikasi positif pada masing-masing negara.

Berbagai literatur dan fakta di lapangan menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan perbankan dan keuangan Islam sangat pesat. Hal ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya negara-negara yang telah dan akan mengimplementasikan perbankan dan keuangan Islam. Data terakhir menunjukkan bahwa pertumbuhan aset bank Islam dunia hingga akhir tahun

3M. Baqir as Sadr, Iqtishaduna, Beirut: Dar al Fikr, 1973, Cet. Ke IV.

4M. Nejatullah Siddiqi, Islamic Economic Thought Recent Works on History of Economic Thought in Islam, a Survey Reading in Islamic Thought, Malaysia: Longman, 1992.

5Beberapa tokoh yang tercatat pada era ini antara lain: 1) MA Mannan (Islamic Economy: Teory and Practice, 1997); 2) Abul Hasan M Saeq dan Aidit Ghazali (Reading in Islamic Economic Thought, 1992); 3) Aidit Ghazali (Islamic Thinkers on Economics, Administration, and Transactions, 1991); 4) Hammad bin Abdurrahman al Janidal (Manahij al Bahitsin fi al Iqtishadi al Islamiy, 1406 H); 5) Baqir al Hasani dan Abbas Mirakhor (Essay on Iqtishad: Islamic Approach to Economic Problem, 1989); 6) Kursyid Ahmad (Studies in Islamic Economics, 1981); 7) Monzer Kahf (Ekonomi Islam: Telaah Analitik Terhadap Fungsi Sistem Ekonomi Islam, 1995); 8) M. Nejatullah Siddiqi (Islamic Economic Thought: Recent Works on History of Eonomic Thought in Islam, a Survey Reading in Islamic Thought, 1992); 9) M. Umer Chapra (The Future of Economics: an Islamic Perspective (2001), Islam dan Tantangan Ekonomi (2000), Reformasi Ekonomi Islam: Sebuah Solusi Perspektif Islam (2008)); 10) Syed Nawab Haider Naqvi (Islam, Economic and Society, 1994); 11) Ausaf Ahmad dan Kazim Raza Awan (Lectures on Islamic Economics, 1992); 12) Mohammed Aslam Hanef (Contemporary Islamic Economic Thought: A Selected Comparative Analysis, 1995).

(3)

2012 sebesar USD 1,5 triliun dan pada akhir tahun 2013 berkembang menjadi USD 1,8 triliun. Bank Islam mendominasi dari total aset lembaga keuangan Islam secara keseluruhan, yaitu sekitar 80% dengan tingkat pertumbuhan sebesar 17,04% setiap tahunnya. Jane Pollard dan Michel Sumers7 mengatakan bahwa trend yang sangat signifikan selama 15 tahun terakhir menunjukkan semakin cepatnya pertumbuhan perbankan dan keuangan Islam. Mishkin sebagaimana dikutip Muhammad Anwar8 mengatakan bahwa industri keuangan Islam berkontribusi besar pada produksi, efisiensi, dan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat. Hal inilah yang mendorong negara-negara di kawasan Asia Pasifik untuk mengembangkan dan mengimplementasikan perbankan dan keuangan Islam.

Beberapa negara di kawasan Asia Pasifik, seperti di Pakistan industri perbankan Islam tumbuh signifikan. Pakistan merupakan pelopor di bidang perbankan Islam. Pada awal Juli 1979, sistem bunga dihapuskan dari operasional tiga institusi: National Investment (Unit Trust), House Building Finance Cooperation, dan Mutual Funds of The Investment Cooperation of Pakistan. Pada 1979-80 pemerintah Pakistan mensosialisasi-kan skema pinjaman tanpa bunga kepada petani dan nelayan.9 Tahun 1985 pemerintah Pakistan mendeklarasikan bank tanpa bunga. Sejak saat itu profit sharing mulai diberlakukan di industri perbankan Pakistan.10 Lebih lanjut Azeem Sardar, et.al11 menjelaskan bahwa hinga tahun 2011 Pakistan sudah memiliki 18 perbankan Islam yang terdiri dari 5 Bank Umum Syariah dan 13 Unit Usaha Syariah.

Di Malaysia, perkembangan perbankan Islam diawali dengan berdirinya Bank Islam Malaysia Berhad tahun 1983, ini adalah bank Islam pertama di Asia Tenggara. Sejak saat itu perbankan Islam semakin tumbuh pesat di Malaysia. Di Singapura bank Islam dikembangkan oleh Monetary Authority of Singapura (MAS), bahkan belakangan Singapura berani mendeklarasikan diri sebagai pusat keuangan Islam di Asia Tenggara. Demikian juga China, Jepang, dan Austalia sebagai negara yang notabene mayoritas penduduknya non muslim saat ini

7Jane Pollard dan Michel Sumers, “Islamic Banking and Finance: Postcolonial Political Economy and the Decentring of Economic Geography,” Royal Geographical Society, Vol. 32, No. 3 (2007): 313-330.

8Muhammad Anwar, “ An Islamic Perspective on Capital Markets and Islamic Securities in Malaysia,” The Pakistan Development Review, Vol. 34, No. 4, Papers and Proceedings PART II Eleventh Annual General Meeting of the Pakistan Society of Development Economists Islamabad, April 18-21, 1995 (Winter 1995): 865-878.

9Syafii Antonio, Bank Syariah dari Teori ke Praktek, Jakarta: Gema Insani, 2001, hal. 22.

10Suleman Aziz Lodhi, et.al, “ Strategic Directions for Developing an Islamic Banking System,” The Pakistan Development Review, Vol. 44, No. 4, Papers and Proceedings PART II Twenty-first Annual General Meeting and Conference of the Pakistan Society of Development Economists Islamabad, December 19-21, 2005 (2005): 1003-1020.

(4)

sudah mulai mengembangkan bank dan keuangan Islam bahkan dari beberapa informasi disinyalir nasabahnya lebih banyak dari kalangan non muslim. Melihat fenomena ini, yang menarik untuk dikaji lebih lanjut adalah peraturan dan ketentuan yang diterapkan serta produk yang dikembangkan sehingga dapat diterima oleh semua kalangan.

Demikian juga di Indonesia, negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia ini perkembangan perbankan Islam diawali dengan berdirinya Bank Muamalat pada tahun 1992. Sejak saat itu hingga Maret 2015 tercatat Indonesia telah memiliki 12 bank Islam dan 22 Unit Usaha Syariah, serta lebih dari 2.784 kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kantor kas yang cukup besar dan tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia.12 Kebijakan dan regulasi yang responsif merupakan faktor pendukung bagi tumbuh kembangnya bank Islam di Indonesia dan juga di negara lain.

Tema ekonomi Islam, bank dan keuangan Islam tidak hanya wacana dan kajian informal saja yang marak di berbagai negara, tetapi sudah menjadi bahan pemikiran dan kajian formal yang menarik dan berkembang dalam berbagai literatur dan media lainnya di berbagai universitas dunia, baik dalam bentuk mata kuliah, peminatan/konsentrasi, program studi dan bahkan fakultas dan perguruan tinggi tersendiri. Studi formal bank dan keuangan Islam ini berdiri di beberapa universitas di Timur Tengah, Asia Pasifik, dan bahkan saat ini di Amerika dan Eropa terutama Inggris.13 Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Islam telah diakui sebagai sebuah disiplin ilmu yang berdiri sendiri dan berbeda dengan Ilmu Ekonomi Konvensional. Berangkat dari pemikiran tersebut tulisan ini akan memfokuskan pada penelaahan literatur setidaknya dalam kurun waktu 25 tahun terakhir dengan menggunakan beberapa kata kunci dan akses data daring atau media online. Targetnya adalah diperoleh peta literatur yang berkembang berdasarkan tahun, jumlah, nama penulis, afiliasi dan negara asal penulis. Dari data tersebut dapat dilihat posisi akademik dari berbagai institusi pendidikan dan berbagai negara di dunia dalam konteks penulisan pemiiran maupun hasil kajian di bidang ini. Komunitas akademik dan institusi pendidikan bidang ini begitu marak dengan animo dan antusiame luar biasa untuk mengkaji dan mengembangkan bidang ilmu ekonomi Islam, perbankan dan keuangan syariah namun apakah hal ini signifikan dengan produk karya tulia dan publikasi ilmiah yang dihasilkan

12Otoritas Jasa Keuangan, Statistik Perbankan Syariah, Maret 2015. Lihat juga Edi Suandi Hamid, Dinamika Ekonomi Indonesia, Yogyakarta: UII Press, 2012, hal. 147.

(5)

oleh para pemikir dan akademisi yang ada saat ini. Posisi berbagai negara termasuk Indonesia akan terlihat dalam hasil kajian ini untuk selanjutnya menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk peningkatan karya pemikiran atau artikel ilmiah di bidang ini.

B. Metode

Penelitian ini sepenuhnya berdasar pada riset kepustakaan. Agar lebih terukur, untuk menelusuri pemikiran-pemikiran yang berkembang dalam setiap disiplin ilmu penulis melakukan beberapa langkah.

Pertama, dibuat kata-kata kunci dari disiplin ilmu yang akan dikaji, untuk mempermudah penulisan. Misalnya dibuat sejumlah kata-kata kunci seperti berikut: Islamic Economics, Islamic Finance, Islamic Banking, dan Waqf.

Setelah dibuat kata-kata kunci, langkah kedua adalah dilakukan pemetaan dengan menggunakan beberapa sumber penyimpanan data daring (online). Untuk penelusuran wacana berbasis buku, penulis mengandalkan Google Book dan Google Schoolar. Kelebihan dua sumber data dari Google ini adalah banyak informasi penting yang dapat diperoleh dengan mudah, misalnya terkait jumlah kutipan satu karya serta keterkaitan karya tersebut dengan tulisan lain. Sementara untuk penelusuran tulisan jurnal lebih lanjut, penulis menggunakan pusat data jurnal daring dari Scopus, J-Stor, dan Libgen.

Langkah ketiga, karena tidak mungkin seluruh artikel akan dibaca satu persatu dan agar pencarian lebih terfokus maka, kajian akan ditujukan pada trend dan tema besar yang didiskusikan dalam katalog jurnal tersebut. Instrumen waktu tidak dijadikan batasan oleh peneliti agar perubahan atau perkembangan pemikiran yang diperoleh dari pencarianonline tersebut dapat diketahui dari tahun ke tahun.

C. Pemikiran Ekonomi, Bank, dan Keuangan Islam dalam Literatur

Berikut ini akan dipaparkan hasil penelusuran literatur dengan beberapa kata kunci: Ekonomi Islam (Islamic Economics), Perbankan Islam (Islamic Banking), Keuangan Islam (Islamic Finance). Penelusuran dilakukan dengan mengakses Scopus, Libgen dan J-Stor secara online.

1. Penelusuran dengan Kata Kunci: Ekonomi Islam (Islamic Economics) a. Akses melalui Scopus

(6)

ilmu tersebut. Sejak tahun 1972, para peminat ilmu ekonomi Islam yang menuangkan ide-ide besarnya ke dalam sebuah artikel terus meningkat pesat hingga tahun 2015.

Gambar 1: Grafik Perkembangan Jumlah Artikel tentang Ekonomi Islam

Dari Grafik 1 di atas diperoleh informasi bahwa jumlah artikel dengan kata kunci

Islamic Economics dalam Scopus dari tahun ke tahun trendnya terus meningkat. Tertinggi diperoleh pada tahun 2013 yaitu 61 artikel, walaupun pada tahun 2015 menurun menjadi 48 artikel. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu ekonomi Islam menjadi fenomena global yang menarik perhatian khalayak luas. Beberapa jurnal internasional telah mengakamodir wacana tentang ekonomi Islam ini, paling banyak adalah Journal of King Abdulaziz University yaitu sebanyak 33 artikel, kemudian Journal of Social Economics dan Journal of Global History, masing-masing sebanyak 11 artikel. Sisanya tersebar ke dalam beberapa jurnal lainnya yang angkanya tidak jauh berbeda. Ada sekitar 9 jurnal lainnya yang juga menampung artikel-artikel tentang ekonomi Islam.

(7)

Sementara itu, jika dilihat dari negara asal penulis tentang ekonomi Islam yang terdigital melalui index Scopus, temuan kami di luar dugaan karena dari 15 negara asal penulis, terbanyak justru bukan berasal dari negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam seperti Indonesia dan Malaysia atau negara yang berlandaskan hukum Islam sebagai landasan konstitusinya seperti Saudi Arabia, Iran atau dalam level Asia Tenggara adalah Brunei Darussalam, tetapi dari negara Amerika Serikat (81 artikel). Kemudian terbanyak kedua dari Malaysia (67 artikel), ketiga dari Inggris (47 artikel), disusul dari Iran, Saudi Arabia, Pakistan, Indonesia, Australia, China, India, Brunei Darussalam, Rusia, Austria, Jepang dan Vietnam. Dari Indonesia sebanyak 14 artikel.

Dengan melihat urutan di atas maka untuk level Asia, Indonesia masih di bawah Malaysia, Iran, Saudi Arabia dan Pakistan, tetapi masih lebih baik daripada China, India, Brunei Darussalam, Jepang dan Vietnam.

(8)

Dengan semakin

beragamnya negara asal penulis maka, semakin memperkaya khazanah pemikiran tentang Ekonomi Islam dengan perspektif kultur yang beragam. Munculnya ahli-ahli yang expert di bidang Ekonomi Islam ini menunjukkan bahwa pengembangan ilmu Ekonomi Islam pada trend yang positif karena semakin banyak teori-teori baru yang dapat dijadikan rujukan atau referensi. Sebagai contoh M.A. Choudhury (7 artikel), H. Askari (6 artikel), S.M. Ghazanfar (6 artikel), T. Kuran (6 artikel), H. Houdhfar (5 artikel), H. Aydin (3 artikel), R. Wilson (3 artikel), A. Zaman (3 artikel), R. Kamla (2 artikel), Kassimi (2 artikel) dan M.U. Chapra (2 artikel). Di Scopus, mereka semua masuk dalam kategori 12 penulis terbanyak dalam kajian Ekonomi Islam. Banyak pula penulis baru yang konsern dalam literatur Ekonomi Islam dan hal ini berarti masa depan keilmuan Ekonomi Islam semakin prospektif.

(9)

Jika

penelusuran dilanjutkan berdasarkan afiliasi lembaga dan negara tempat penerbitan jurnal-jurnal maka hasilnya dapat dilihat pada Gambar 5 di bawah ini:

Gambar 5: Diagram Jumlah Artikel dengan Kata Kunci Ekonomi Islam Berdasarkan Afiliasi Lembaga/Negara Penerbitan

(10)

jurnal) dan Universitas Hasyim Asyari (1 jurnal). Dalam hal ini, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terpaksa harus mengakui keunggulan UIN Bandung. Fakta atau temuan ini sangat menarik untuk dianalisis dalam penelitian ini untuk bahan evaluasi dan stimulus bagi seluruh stakholders di UIN Jakarta.

b. Akses melalui Libgen

Tabel 1: Daftar Penulis, Artikel dan Tahun (Kata Kunci: Ekonomi Islam) No

. Penulis Judul Artikel Tahun

1 Hossein Askari, Zamir Iqbal, Abbas Mirakhor

Introduction to Islamic Economics: Theory and Application

2015

2 Basheer A. Oshodi An Integral Approach to Development Economics: Islamic Finance in an African Context

2014

3 Masudul Alam Choudhury

Islamic Economics and Finance: An Epistemological Inquiry

2011

4 Maha-Hanaan Balala Islamic Finance and Law: Theory and Practice in a Globalized World (International Library of Economics)

5 Suad Joseph, Afsaneh Najmabadi, Julie Peteet, Seteney Shami,

Jacqueline Siapno

New issues in Islamic finance and

economics : progress and challenges [1 ed.]

2009

6 Ahmed

El-Ashker, Rodney Wilson Islamic Economics. A Short History (Themes in Islamic Studies) 2006

7 A. Thomas Interest in Islamic Economics: Understanding

Riba (Islamic Studies) [1 ed.]

2006

8 Mahmoud A. El-Gamal Islamic Finance: Law, Economics, and

Practice [1 ed.] 2006

9 Ahmed El-Ashker and

Rodney Wilson Islamic Economics: A Short History 2006

10 S.M. Ghazanfar Medieval Islamic Economic Thought: Filling the Great Gap in European Economics (Islamic Studies)

2003

11 Muhammad A Khan Islamic Economics and Finance: A Glossary (Routledge International Studies in Money and Banking, 23) [2 ed.]

(11)

No

Islamic Banking and Finance: New Perspectives on Profit Sharing and Risk

2002

13 Ehsan Ahmed Economic Growth and Human Resource

Development in an Islamic Perspective: Proceedings of the Fourth International Islamic Economics Seminar 1992

1993

14 Muhammad Nejatullah Siddiqi

Issues in Islamic Banking: Selected Papers (Islamic Economics Series)

1983

15 abu l-Abbās A mad ibn ḥ

Jābir al-Balādhuri, Ph. Kh. Hitti

STUDIES IN HISTORY, ECONOMICS AND PUBLIC LAW EDITED BY THE FACULTY Of POLITICAL SCIENCE OF COLUMBIA UNIVERSITY 68

The origins of the Islamic State: Being a translation from the Arabic accompanied with annotations, geographic and historical notes of the Kitāb futū al-buldān. Vol. Iḥ

1916

16 Waleed A.J. Addas Methodology of economics : secular vs Islamic

Pada penelusuran Libgen dengan kata kunci Islamic Economics total karya ilmiah sebanyak 16 artikel. Penulisan dimulai pada abad ke-20 yaitu pada tahun 1916 yang ditulis oleh Abu l-Abbās A mad ibn Jābir al-Balādhuri, Ph. Kh. Hitti ḥ dengan Judul: Studies in History, Economics and Public Law Edited by The Faculty of Political Science of Columbia University 68 The Origins of The Islamic State: Being a Translation from The Arabic Accompanied with Annotations, Geographic and Historical Notes of The Kitāb Futū al-ḥ Buldān (Vol. I). Jauh setelah itu muncul kembali pada tahun 1983 tulisan Muhammad Nejatullah Siddiqi dan sembilan tahun setelah itu muncul tulisan dengan judul Economic Growth and Human Resource Development in an Islamic Perspective: Proceedings of The Fourth International Islamic Economics, Seminar 1992 oleh Ehsan Ahmed.

(12)

2. Penelusuran dengan Kata Kunci: Perbankan Islam (Islamic Banking) a. Akses melalui Scopus

Hasil temuan dari penelusuran peta keilmuan dengan menggunakan kata kunci Perbankan Islam (Islamic Banking) melalui Indeks Scopus diperoleh beberapa fakta antara lain: jumlah penulis artikel dari tahun 1983 hingga tahun 2015 mengalami peningkatan secara signifikan. Jumlah totalnya mencapai 811 artikel. Fakta lain yang dapat dijelaskan adalah puncak peningkatan jumlah artikel terjadi pada tahun 2013, 2014 dan 2015 hingga mencapai tiga digit (Lihat Gambar 6). Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa pada tahun-tahun berikutnya, perkembangan literatur ekonomi Islam khususnya Perbankan Islam akan terus bertambah seiring dengan semakin banyaknya peminat terhadap kajian tersebut. Berkut di bawah ini adalah trend jumlah artikel berdasarkan tahun:

Gambar 6: Jumlah Artikel dengan Kata Kunci Perbankan Islam Berdasarkan Tahun Penerbitan

Jumlah artikel terbanyak pada tahun 2015 (130 artikel). Data yang dihasilkan dengan menggunaan kata kunci Islamic Banking ini berbeda dengan data yang dihasilkan dengan kata kunci Islamic Economics. Jika sebelumnya paling banyak terdapat satu jurnal dalam mengakamodir literatur ekonomi Islam maka, dengan kata kunci Islamic Banking jumlah artikel terdistribusi hampir merata pada setiap jenis jurnalnya. Ditemukan fakta bahwa dari 10 jurnal teratas, jumlah artikel pada setiap jurnal tidak jauh berbeda, yaitu: Arab Law Quarterly (16 artikel), Asian Social Science (14 artikel), Jurnal Pengurusan (14 artikel),

(13)

artikel), International Research Journal of Finance and Economics (11 artikel), Humanomics

(10 artikel), International Journal of Economics and Financial Issues (10 artikel), Marketing Intelligence and Planning (9 artikel), dan World Applied Sciences Journal (9 artikel) (Lihat Gambar 7).

Gambar 7: Grafik Perkembangan Jumlah Artikel Terbanyak Dengan Kata Kunci Perbankan Islam

pada 10 Jurnal Internasional

Sementara itu, dengan kata kunci Islamic Banking jika dilihat dari negara asal penulis yang terdigital melalui index Scopus ditemukan fakta bahwa 10 negara terbanyak penulisnya adalah: Malaysia, Inggris, Amerika Serikat, Australia, Pakistan, Indonesia, Saudi Arabia, Turki, Bangladesh dan India. Negara Asia masih mendominasi dalam hal ini. 10 besar di luar Asia, diduduki Inggris, Amerika Serikat, dan Australia, bahkan secara berurutan menduduki posisi ke-2, ke-3, dan ke-4.

Malaysia adalah negara dengan jumlah penulis terbanyak (275 penulis), disusul Inggris (96 penulis), Amerika Serikat (92 penulis) Australia (49 penulis), dan Pakistan (47 penulis). Indonesia berada di urutan ke-6 (35 penulis), masih lebih baik daripada Saudi Arabia (25 penulis), Turki (21 penulis), Bangladesh (11 penulis), India (9 penulis) dan Singapura (7 penulis) (Lihat Gambar 8).

(14)

Berdasarkan Negara Asal Penulis

Munculnya penulis-penulis dengan latar belakang kultur Barat dan Timur yang hampir berimbang ini akan semakin memperluas cakrawala pemikiran khususnya tentang Perbankan Islam.

(15)

Gambar 9: Diagram Jumlah Artikel dengan Kata Kunci Perbankan Islam Berdasarkan Penulis

Jika penelusuran dilanjutkan berdasarkan afiliasi lembaga dan negara tempat penerbitan jurnal-jurnal maka, di antara 13 institusi teratas, Malaysia adalah satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mendominiasi afiliasi tersebut dengan menempatkan 7 institusinya, yaitu: International Islamic University Malaysia (IIUM) (74 jurnal), University Kebangsaan Malaysia ( 44 jurnal), Universiti Teknologi MARA (31 jurnal), dan Universiti Putra Malaysia (24 jurnal), University Malaya ( 17 jurnal), Universiti Utara Malaysia (15 jurnal), Universiti Sains Islam Malaysia (14 jurnal), Universiti Teknologi Malaysia (13 jurnal) dan Universiti Sains Malaysia (12 jurnal). Ini semakin memperkokoh bahwa Malaysia adalah negara yang sangat konsern terhadap perkembangan ekonomi Islam. Sedangkan dari daratan Eropa hanya diwakii oleh University of Durham.

(16)

tidak ada satupun institusi tinggi keislaman seperti UIN/IAIN, STAIN dan lainnya yang masuk ke dalam radar afiliasi Islamic Banking. Berikut adalah diagram jumlah artikel Perbankan Islam berdasarkan afiliasi lembaga/negara penerbitan:

Gambar 10: Diagram Jumlah Artikel dengan Kata Kunci Perbankan Islam Berdasarkan Afiliasi Lembaga/Negara Penerbitan

b. Akses melalui Libgen

(17)

No. Penulis Judul Artikel Tahun

1 Yahia Abdul-Rahman Wiley Finance The Art of Islamic Banking and Finance: Tools and Techniques for Community-Based Banking [2nd Edition]

2014

2 Milena Valeva (auth.) Theoretische Grundlegung ethischer Bankbetriebslehre: Die Lehren aus dem Islamic Banking [1 ed.]

2012

3 Brian Kettell (auth.) Case Studies in Islamic Banking and Finance: Case Questions & Answers

2011

4 Brian Kettell(auth.) Introduction to Islamic Banking and Finance 2011 5 Amr Mohamed

el-Tiby Ahmed Islamic Banking: How to Manage Risk and Improve Profitability [1 ed.] 2011 6 Brian Kettell (auth.) The Islamic Banking and Finance

Workbook: Step-by-Step Exercises to Help You Master the Fundamentals of Islamic Banking and Finance

2011

7 Brian B. Kettell The Islamic Banking and Finance

Workbook: Step-by-Step Exercises to help you Master the Fundamentals of Islamic Banking and Finance [1 ed.]

2011

8 Angelo M. Venardos Current Issues in Islamic Banking and Finance: Resilience and Stability in the Present System

2010

9 M. Fahim Khan, Mario Porzio

Islamic Banking and Finance in the European Union: A Challenge (Studies in Islamic Finance, Accounting and

Governance)

2010

10 Yahia Abdul-Rahman The Art of Islamic Banking and Finance: Tools and Techniques for Community-Based Banking (Wiley Finance) [1 ed.]

2010

11 M. Kabir Hassan, Mervyn K. Lewis

Handbook of Islamic Banking (Elgar Original Reference)

2009

12 Toutounchian, Iraj Islamic money and banking : integrating

money in capital theory [1 ed.] 2009

13 Mohammad Mansoor

Khan, M. Ishaq Bhatti

Developments in Islamic Banking: The Case of Pakistan (Palgrave Macmillan Studies in Banking and Financial Institutions)

2008

14 Ioannis Akkizidis, Sunil Kumar Khandelwal

Palgrave Macmillan Finance and Capital Markets Series

Financial Risk Management for Islamic Banking and Finance [1st ed.]

(18)

No. Penulis Judul Artikel Tahun

15 M. Kabir Hassan,

Mervyn K. Lewis Elgar original reference Handbook of Islamic Banking 2007 16 Angelo M. Venardos Islamic Banking and Finance in South-east

Asia: Its Development And Future [2 ed.]

2006

17 Angelo M. Venardos Islamic Banking And Finance in South-east Asia: Its Development and Future (Asia-Pacific Business) (Asia-(Asia-Pacific Business) [2 ed.]

2006

18 Angelo M. Venardos Islamic Banking and Finance in South-East Asia: Its Development and Future

2005

19 Bill Maurer Mutual life, limited : Islamic banking, alternative currencies, lateral reason

2005

20 Munawar

Iqbal, Philip Molyneux

Thirty Years of Islamic Banking: History,

Performance and Prospects 2005

21 Aly Khorshid Islamic Insurance: A Modern Approach to

Islamic Banking (Islamic Studies) [1 ed. 2004 22 Muhammad A Khan Islamic Economics and Finance: A Glossary

(Routledge International Studies in Money and Banking, 23)

Islamic Banking and Finance: New Perspectives on Profit Sharing and Risk

2002

24 Muhammad Nejatullah Siddiqi

Issues in Islamic Banking: Selected Papers (Islamic Economics Series)

1983

25 Amr Mohamed El Tiby (auth.)

Islamic Banking: How to Manage Risk and Improve Profitability

26 Adekunle Okunoye Large-Scale Sustainable Information Systems Development in a Developing Country: The Making of an Islamic Banking Package

Setelah diteliti, total karya ilmiah dengan penelusuran Libgen dengan kata kunci

(19)

(2001-2015) ditemukan penulisan jauh lebih banyak lagi. Berikut dilihat dari tahun dengan jumlah penulisan diatas tiga buah yakni: tahun 2005 (3), 2010 (3), 2011 (5). Maka jumlah terbanyak penulisan yang ditemukan dengan kata kunci Islamic Banking yaitu pada tahun 2011 sebanyak 5 buah. Adapun penulisan terakhir dengan kata kunci yang sama yaitu pada tahun 2014 oleh Yahia Abdul-Rahman dengan judul The Art of Islamic Banking and Finance: Tools and Techniques for Community-Based Banking [2nd Edition]. Penulis yang paling banyak

3. Penelusuran dengan Kata Kunci: Keuangan Islam (Islamic Finance) a. Akses melalui Scopus

Hasil penelusuran peta keilmuan dengan menggunakan kata kunci Keuangan Islam (Islamic Finance) tidak berbeda jauh dengan kata kunci Perbankan Islam (Islamic Banking). Data 10 tahun terakhir dari 2006 sampai dengan 2015 jumlah artikel dengan akses Scopus ini terus mengalami peningkatan. Bahkan 3 tahun terakhir dari 2013 sampai dengan tahun 2015, jumlah artikel menembus angka yang cukup signifikan yaitu sekitar 100an artikel. Jumlah ini tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan menggunakan kata kunci Islamic Banking

dalam kisaran tahun yang sama. Sementara pada tahun 2000an ke bawah jumlah artikel tidak terlalu banyak (Lihat Gambar 11).

(20)

Grafik di atas menginformasikan bahwa dari tahun 1983 hingga tahun 2015 secara kumulatif ada sekitar 718 artikel. Jika dilihat per tahun maka, tampak bahwa jumlah artikel ada trend yang terus meningkat dan artikel terbanyak diperoleh pada tahun 2015 yakni sejumlah 117 artikel. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu ekonomi Islam dengan kata kunci Keuangan Islam pun menjadi perhatian khalayak luas.

Dari 10 jurnal internasional yang mengakamodir tentang pemikiran ekonomi Islam, jika dengan kata kunci Keuangan Islam (Islamic Finance) maka, jurnal yang paling banyak menampung adalah Arab Law Quarterly. Jurnal ini sejak tahun 1990 secara konsisten banyak menampung wacana dan pemikiran ekonomi Islam dan terbanyak dicapai pada tahun 2015 (26 artikel). Urutan kedua adalah Journal of King Abdulaziz University Islamic Economics

(24 artikel). Sisanya tersebar ke dalam beberapa jurnal lainnya yang angkanya tidak jauh berbeda: Thunderbird International Business Review (13 artikel), International Journal of Social Economics (11 artikel), Pacific Basin Finance Journal (10 artikel), Asian Social Science (10 artikel), Humanomics (9 artikel), Journal of Economic Behavior and Organization (8 artikel), Middle East Journal of Scientific Research (7 artikel), dan Journal of Business Ethics (7 artikel) (Lihat Gambar 12).

(21)

Berbeda dengan menggunakan kata kunci Islamic Economics, pada kata kunci Islamic Finance jika dilihat dari negara asal penulis yang terdigital melalui index Scopus ditemukan fakta bahwa pemerhati atau penulis tentang ilmu ekonomi Islam dari 15 negara, terbanyak berasal dari negara Malaysia (189 artikel), disusul secara berturut-turut: Amerika Serikat (116 artikel), Inggris (94 artikel), Australia (± 50 artikel), Pakistan (± 20 artikel), Kanada (± 15 artikel), Indonesia (12 artikel). Sedangkan India, Singapura, Bangladesh, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Hongkong, Jepang dan Cina masing-masing di bawah 5 artikel (Lihat Gambar 13).

Ada fenomena menarik yang dapat dijelaskan setelah kita membandingkan antara Gambar 8 dengan Gambar 13 di bawah ini, yaitu munculnya negara-negara yang sebelumnya tidak termasuk 15 negara seperti pada kata kunci Islamic Economics yaitu: Kanada, Singapura, Bangladesh, Korea Selatan dan Hong Kong. Fenomena menarik lainnya adalah, jika pada kata kunci Islamic Economics Australia pada posisi ke-8 maka, pada kata kunci Islamic Finance ini Australia pada posisi ke-4. Untuk Kanada, pada kata kunci Islamic Finance ini baru muncul dan langsung pada posisi ke-6, melewati Indonesia yang berada pada posisi ke-7. Cina, yang semula dengan kata kunci Islamic Economics berada pada posisi ke-9, terpuruk pada posisi ke-15 dengan kata kunci Islamic Finance. Beberapa negara yang semula ada di 15 besar dengan kata kunci Islamic Economics, hilang dengan kata kunci Islamic Finance ini adalah Iran, Saudi Arabia, Rusia, Austria, dan Vietnam.

Setelah membaca temuan seperti uraian di atas, hal-hal yang dapat dijelaskan adalah sebagai berikut: 1) tampaknya Australia, Kanada, Singapura, Bangladesh, Korea Selatan, dan Hong Kong lebih konsern terhadap bahasan tentang Islamic Finance; 2) sebaliknya, Iran, Saudi Arabia, Rusia, Austria, dan Vietnam kurang konsern terhadap bahasan tentang Islamic Finance; 3) Malaysia, Amerika Serikat dan Inggris tetap konsern, baik Islamic Economics maupun Islamic Finance, dan tetap terunggul; 4) Indonesia tetap pada posisi pertengahan, baik Islamic Economics maupun Islamic Finance.

Untuk level Asia, Indonesia lagi-lagi masih kalah dengan negara tetangganya yaitu Malaysia yang seringkali menempati negara asal penulis paling banyak. Namun, posisi Indonesia masih jauh lebih baik dengan India, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Hong Kong, Jepang dan China. Berikut ilustrasi dari negara asal penulis, yaitu:

(22)

11 penulis dengan jumlah artikel terbanyak dengan kata kunci Islamic Finance melalui penelusuran Scopus adalah: U.A. Oseni (10 artikel), M.K. Hassan (10 artikel), A. Mirakhor (9 artikel), D. Bassens (8 artikel), R. Wilson (7 artikel), M.A. Choudhury (7 artikel), A.C. Worthington (7 artikel), M. Kabir Hassan (6 artikel), R. Markom (6 artikel) , B. Derudder (5 artikel), dan M. Omar Farooq (3 artikel).

Banyak penulis baru yang konsern dalam literatur ekonomi Islam khususnya tentang Keuangan Islam ini. Dengan semakin banyaknya ahli-ahli tersebut maka semakin kaya dan semakin prospektif masa depan keilmuan ekonomi Islam.

Gambar 14: Diagram Jumlah Artikel dengan Kata Kunci Keuangan Islam Berdasarkan Penulis

(23)

Gambar 15: Diagram Jumlah Artikel dengan Kata Kunci Keuangan Islam Berdasarkan Afiliasi Lembaga/Negara Penerbitan

b. b. b. b. b. b. b. b. b. b. b. b. b. Akses melalui Libgen

(24)

No. Penulis Judul Artikel Tahun 1 Karim Ginena, Azhar

Hamid

Wiley Finance Series 2015

Foundations of Shari'ah Governance of Islamic Banks [1 ed.]

2 Hossein Askari, Zamir

Iqbal, Abbas Mirakhor Wiley FinanceIntroduction to Islamic Economics: Theory and 2015 Application [1 ed.]

6 Yahia Abdul-Rahman Wiley Finance 2014

The Art of Islamic Banking and Finance: Tools and Techniques for Community-Based Banking [2nd Edition]

7 REDmoney Wiley Finance 2014

The Islamic Finance Handbook: A Practitioner's Guide to the Global Markets [1 ed.]

8 Abbas Mirakhor,

Noureddine Krichene Introductory Mathematics and Statistics for IslamicFinance, + Website [1 ed.] 2014

9 Ahcene Lahsasna Wiley Finance 2014

Shari'ah Non-compliance Risk Management and Legal Documentations in Islamic Finance [1 ed.] 1118796802, 9781118796801

10 REDmoney Wiley Finance 2014

The Islamic Finance Handbook: A Practitioner's Guide to the Global Markets [1 ed.]

11 Basheer A. Oshodi Transformation and Innovation 2014

An Integral Approach to Development Economics: Islamic Finance in an African Context [New

Investing in Islamic funds : a practitioner's perspective

14 Rania Abdelfattah

Salem Edinburgh Guides to Islamic FinanceRisk Management for Islamic Banks 2013

(25)

No. Penulis Judul Artikel Tahun

Choudhury Contributions to Economic Analysis 291Islamic Economics and Finance: An 2011 Epistemological Inquiry

20 Jaseem Ahmed,

Harinder S. Kohli Islamic Finance: Writings of V. Sundararajan 2011

21 Brian Kettell (auth.) Case Studies in Islamic Banking and Finance: Case

Questions & Answers

2011

22 Brian Kettell(auth.) Introduction to Islamic Banking and Finance 2011

23 Zamir Iqbal, Abbas

Mirakhor (auth.) An Introduction to Islamic Finance: Theory and Practice, Second Edition 2011

24 Brian Kettell (auth.) The Islamic Banking and Finance Workbook:

Step-by-Step Exercises to Help You Master the Fundamentals of Islamic Banking and Finance

2011

25 Brian B. Kettell The Wiley Finance Series 2011

The Islamic Banking and Finance Workbook: Step-by-Step Exercises to help you Master the

Fundamentals of Islamic Banking and Finance [1 ed.]

26 Zamir Iqbal, Abbas

Mirakhor Wiley FinanceAn Introduction to Islamic Finance: Theory and 2011 Practice [2 ed.]

27 Amr Mohamed El

Tiby Ahmed

Wiley Finance 2011

Islamic Banking: How to Manage Risk and Improve Profitability [1 ed.]

28 Angelo M. Venardos Current Issues in Islamic Banking and Finance:

Resilience and Stability in the Present System 2010

29 Yahia Abdul-Rahman The Art of Islamic Banking and Finance: Tools and

Techniques for Community-Based Banking (Wiley Finance) [1 ed.]

2010

30 M. Fahim Khan,

Mario Porzio Islamic Banking and Finance in the European Union: A Challenge (Studies in Islamic Finance, Accounting and Governance)

2010

31 Bala Shanmugam,

Zaha Rina Zahari A Primer on Islamic Finance 2010

32 Leading Experts in

Islamic Finance: Qatar Financial Centre

Islamic Finance: Instruments and Markets 2010

33 Maha-Hanaan Balala International Library of Economics 2010

(26)

No. Penulis Judul Artikel Tahun 34 Hossein Askari, Zamir

Iqbal, Abbas Mirakhor (auth.)

Globalization and Islamic Finance: Convergence, Prospects, and Challenges

The Stability of Islamic Finance: Creating a Resilient Financial Environment for a Secure Future

37 Kettell, Brian Frequently Asked Questions in Islamic Finance [1 ed.]

2010

38 Kettell, Brian Islamic F inance in a N utshell: A G uide for N

on-specialists [1 ed.] 2010

39 Muhammad Al-Bashir

Muhammad Al-Amine Risk Management in Islamic Finance: An Analysis of Derivatives Instruments in Commodity Markets (Brill's Arab and Islamic Law)

2009

40 Aamir Rehman Gulf Capital and Islamic Finance: The Rise of the

New Global Players [1 ed.]

2009

41 Zafar Iqbal, Mervyn K. Lewis

An Islamic Perspective on Governance (New Horizons in Money and Finance)

2009

42 Hans Visser Islamic Finance: Principles and Practice 2009

43 Hossein Askari, Zamir

Iqbal, Abbas Mirakhor Wiley Finance 2009

Globalization and Islamic Finance: Convergence, Prospects and Challenges [1 ed.]

Roderick Millar Islamic Finance: A Guide for International Business and Investment 2008

47 Muhammad Ayub Understanding Islamic Finance (The Wiley

Finance Series) [1 ed.] 2008

48 Ioannis Akkizidis, Sunil Kumar Khandelwal

Palgrave Macmillan Finance and Capital Markets

Series 2008

Financial R isk M anagement for Islamic B anking and F inance [1st ed.]

49 Alexander von Pock

(auth.) Strategic Management in Islamic Finance [1 ed.] 2007

50 Alexander von Pock

(auth.)

Islamic Finance: The Regulatory Challenge 2007

51 Angelo M. Venardos Asia-Pacific Business 2006

(27)

No. Penulis Judul Artikel Tahun

52 Angelo M. Venardos Islamic Banking And Finance in South-east Asia:

Its Development And Future (Asia-Pacific Business) (Asia-Pacific Business) [2 ed.]

2006

53 Mansoor

Durrani, Grahame Boocock

Venture Capital, Islamic Finance and SMEs: Valuation, Structuring and Monitoring Practices in India

2006

54 Mahmoud A. El

Gamal

Islamic Finance: Law, Economics, and Practice [1 ed.]

2006

55 Angelo M. Venardos Islamic Banking and Finance in South-East Asia:

Its Development and Future

2005

56 Abdulkader Thomas, Stella Cox, Bryan Kraty

Structuring Islamic Finance Transactions [1st ed.] 2005

1843742136, 9781843742135

57 Muhammad A Khan Islamic Economics and Finance: A Glossary

(Routledge International Studies in Money and Banking, 23) [2 ed.]

Islamic Banking and Finance: New Perspectives on

Profit Sharing and Risk 2002

59 Ibrahim Warde Islamic Finance in the Global Economy 2000

60 Mills Islamic Finance - Theory and Practice 1999

61 DIFC Incorporated

LLP A Guide To Islamic Finance: In Or From The DIFC 1999

Pada penelusuran Libgen dengan kata kunci Islamic Finance total karya ilmiah sebanyak 61 buah. Penulisan pertama yang ditemukan pada penelusuran Libgen yaitu pada tahun 1999 oleh Mills dengan judul Islamic Finance - Theory and Practice. Penulisan terbanyak pada tahun 2010 (11 artikel), kedua pada tahun 2011 (9 artikel) dan ketiga pada tahun 2014 dan 2009, masing-masing sebanyak 7 artikel. Adapun jumlah karya ilmiah di atas 3 artikel ada pada tahun: 2006 (4 artikel), 2008 (3 artikel), 2013 (6 artikel), dan 2015 (4 artikel). Dengan melihat data di atas maka secara umum penulisan tentang Islamic Finance

dapat dikatakan cukup berkembang.

c. Akses melalui J-Stor

(28)

sangat bevariasinya penamaan kajian tentang Ekonomi Islam atau bervariasinya literatur yang digunakan dalam J-Stor ini sehingga untuk meningkatkan validitas data maka digunakan 4 kata kunci, antara lain: Islamic Economics, Islamic Finance, Islamic Banking

dan Islamic Microfinance.

Dalam kurun waktu kurang lebih 10 tahun yakni dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2015, ditemukan fakta bahwa sistem J-Stor juga banyak digunakan oleh para pemerhati dan penulis tentang Ekonomi Islam untuk mengemukakan pikiran dan gagasannya; ada sejumlah 19.348 literatur. Dalam perolehan data, kata kunci Islamic Economics berada pada urutan teratas dengan perolehan data sebanyak 9.683 literatur, diikuti dengan kata kunci Islamic Finance sebanyak 6.359 literatur, kemudian Islamic Banking sebanyak 3.062 literatur, dan terakhir Islamic Microfinance sebanyak 244 literatur.

Setelah diketahui bahwa kata kunci Ekonomi Islam paling banyak digunakan dalam literatur peta ekonomi Islam, kemudian penelusuran dilanjutkan dengan memetakan berdasarkan jenis literatur dari masing-masing kata kunci yang digunakan. Dari keempat kata kunci tersebut, jenis literatur dalam bentuk artikel di jurnal-jurnal masih lebih banyak dibandingkan dengan dalam bentuk buku. Total literatur dalam bentuk artikel di jurnal sebanyak 8.345 artikel, sedangkan literatur dalam bentuk buku sebanyak 7.585 buku. Bila jenis literatur ini dibandingkan antara bentuk jurnal dengan bentuk buku, perbedaan jumlahnya tidak terlalu signifikan, hanya berkisar seribuan saja. Hal ini menunjukkan bahwa baik jurnal maupun buku dalam peta ekonomi Islam sama-sama mengalami perkembangan yang baik. (Lihat Tabel 4).

Tabel 4: Data Peta Ilmu Ekonomi Islam melalui J-Stor untuk Seluruh Kata Kunci (Tahun 2006 – 2015)

Kata Kunci LiteraturJumlah Jenis Literatur

Jurnal Buku Lainnya

Islamic Economics 9.683 4.298 3.552 1.833

Islamic Finance 6.359 2.753 2.625 981

Islamic Banking 3.062 1.212 1.345 505

Islamic Microfinance 244 82 63 99

(29)

Selanjutnya untuk mengetahui trend perkembangan jumlah literatur masing-masing kata kunci, penelusuran berikutnya dilakukan pemetaan berdasarkan tahunnya untuk masing-masing kata kunci. Obyek penelusuran dibatasi pada rentang waktu 10 tahun terakhir yaitu dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2015. Adapun hasilnya dapat dilihat pada Tabel 5 di bawah ini.

Tabel 5: Data Jumlah Literatur Ilmu Ekonomi Islam melalui J-Stor

Pada masing-masing Kata Kunci menurut Tahun (Tahun 2006 – 2015)

Tahun

Jumlah Literatur untuk Kata Kunci: Islamic

Economics

Islamic Finance

Islamic Banking

Islamic Microfinance

2006 2.099 1.333 624 30

2007 2.147 1.455 705 35

2008 2.181 1.521 717 51

2009 2.225 1.464 697 67

2010 2.270 1.437 687 69

2011 1.942 1.221 578 65

2012 1.553 991 488 56

2013 1.429 936 510 47

2014 1.148 769 412 33

2015 915 633 296 16

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 16 berikut ini:

Gambar 16: Grafik Jumlah Literatur Ekonomi Islam melalui J-Stor

(30)

Dengan melihat grafik di atas diperoleh informasi bahwa jumlah literatur pada 10 tahun terakhir (2006 – 2015) menunjukkan trend menaik hingga titik balik pada tahun 2010, dimana trendnya terus menurun untuk keempat kata kunci. Fakta ini kurang begitu baik terhadap perkembangan ilmu ekonomi Islam yang tersimpan dalam sistem J-Stor.

Rekomendasi

(31)

Gambar

Gambar 1: Grafik Perkembangan Jumlah Artikel tentang Ekonomi Islam
Gambar 3:  Diagram Jumlah Artikel dengan Kata Kunci Ekonomi Islam                               Berdasarkan Negara Asal Penulis
Gambar 4:  Diagram Jumlah Artikel dengan Kata Kunci Ekonomi Islam                               Berdasarkan Penulis
Gambar 5:  Diagram Jumlah Artikel dengan Kata Kunci Ekonomi Islam
+7

Referensi

Dokumen terkait

bunga bank karena bunga saat ini tidak seperti riba pada era pra-Islam yang. mengandung eksplotasi bagi kaum lemah dan sudah ada undang-udang

Sekarang ini, umat Islam tidak bisa menghindari diri merekasendiri dari muamalah dengan bank konvensional yang menggunakan sistem bunga dalam semua aspek kehidupan, termasuk

Monzer Kahf (1981) mengembangkan pemikiran tentang Teori Konsumsi Islam dengan membuat asumsi : Islam dilaksanakan oleh masyarakat, zakat hukumnya wajib, tidak ada

Islam melarang setiap pembayaran bunga (riba) atas berbagai bentuk pinjaman. Ada perbedaan pendapat yang besar dikalangan ahli ekonomi, baik dari kalangan Islam

Dengan lebih dari 500 lembaga keuangan Islam di 75 negara, keuangan Islam telah meningkat dalam hal signifikansi dan fungsi sebagai sebuah pasar yang berkembang dalam

Secara prinsipil kajian ekonomi islam selalu mengedepankan asas keadilan, tolong – menolong, menghindari kezaliman, pengharaman riba (bunga), berprinsip proit and loss sharring

Dalam konteks pengkajian mereka saat itu, masyarakat eropa umumnya menganut teori geosentris, sama seperti teori yang berkembang pada masa Yunani dan Islam.. Namun

Makalah ini membahas tentang ekonomi makro Islam, terutama mengenai fiqih ekonomi makro, riba, dan