i
L A P O R A N
PENDIDIKAN SISTEM GANDA (PSG)
KLONING DATA MENGGUNAKAN SYMANTEC GHOST 11.5
DI PT. TELKOM PALANGKARAYA, KALIMANTAN TENGAH
Diajukan untuk melengkapi Persyaratan Menyelesaikan Pendidikan Pada Sekolah Menengah Kejuruan Telekomunikasi Sandhy Putra
Banjarbaru
Dibuat Oleh:
BAYU LINTANG ANDI ATMOJO NIS: 132095
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TELEKOMUNIKASI
SMK TELKOM SANDHY PUTRA BANJARBARU
ii
iii
iv
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadiran Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat mengerjakan laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang berjudul Kloning Data Menggunakan Symantec Ghost 11.5 di PT. Telkom Palangkaraya.
Maksud dan tujuan penyusunan laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini adalah untuk melengkapi persyaratan kelulusan tahun ajaran 2015/2016 di SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru.
Penyusunan laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini disusun berdasarkan data nyata yang diperoleh selama melakukan praktik kerja industri dan data yang diperoleh dari ajaran pembimbing lapangan dan staf yang ada di PT. Telkom Palangkaraya.
Pada penyusunan laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini penulis tidak dapat menyelesaikannya jika tanpa dukungan dan bimbingan dari orang-orang yang berkaitan. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberi waktu, kesehatan dan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini.
2. Kedua orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan dan doa selama penulis melaksanakan praktik kerja di PT. Telkom Palangkaraya. 3. Bapak Abdul Karim, S.H, M.Ikom selaku Kepala Sekolah Menengah Kejuruan
Telekomunikasi Sandhy Putra Banjarbaru.
4. Bapak Muhammad Husnul Ridho, S.Si selaku Ketua Pelaksana Pendidikan Sistem Ganda (PSG) SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru tahun ajaran 2015/2016.
v
6. Bapak Adwi Subagyo Wiyoto, S.P dan Ibu Niken Ratih Widyaningrum, S.Pd selaku pengantar dan penjemput daerah Kalimantan Tengah.
7. Bapak Rachman Fachriansyah, S.Kom selaku guru pembimbing Pendidikan Sistem Ganda (PSG) penulis di SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru tahun ajaran 2015/2016.
8. Seluruh guru SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru yang sudah rela memberikan pelajaran yang bermanfaat bagi penulis.
9. Bapak Ahmad Sulaiman, Bapak Muhammad Iqbal dan Bapak Dody selaku pembimbing lapangan penulis di PT. Telkom Palangkaraya.
10.Bapak Wardono, ST selaku koordinator IS/SISFO (Sistem Informasi) di PT. Telkom Palangkaraya.
11.Seluruh Office Boy, staf dan karyawan di PT. Telkom Palangkaraya.
12.Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penulis menyadari dalam penyusunan laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Namun penulis selalu menerima kritik dan saran agar kelak penulis dapat menyusun laporan yang lebih baik lagi.
Adapun harapan dari penulis mengenai laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini agar bermanfaat bagi banyak orang, khususnya bagi angkatan berikutnya di SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru sebagai refrensi dalam penyusunan laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
Palangkaraya, September 2015
vii
1. Pengertian Symantec Ghost ... 10
2. Sejarah Symantec Ghost ... 10
3. Fitur dan Kelebihan Symantec Ghost11.5 ... 12
4. Kekurangan Symantec Ghost 11.5 ... 13
BAB III HASIL PRAKTIK KERJA ... 14
A. Gambaran Umum PT. Telkom Palangkaraya ... 14
B. Pekerjaan yang dilakukan... 15
1. Persiapan Sebelum Melakukan Kloning... 15
2. Cara Melakukan Backup Partisi Menjadi Image File ... 16
3. Cara Melakukan Restore Data dari Image File ... 19
C. Prosedur Kerja ... 23
D.Permasalahan yang dihadapi ... 23
E. Pemecahan Masalah ... 24
BAB IV PENUTUP ... 25
A.Kesimpulan ... 25
B.Saran ... 25
1. Saran Bagi Tempat Magang ... 25
2. Saran Bagi Sekolah ... 25
DAFTAR PUSTAKA ... x
ix
DAFTAR LAMPIRAN
1. Surat Keterangan Magang 2. Jurnal Magang
1
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Tanpa kita sadari segala teknologi di sekitar kita terus berkembang dan terus maju. Dalam kehidupan ini kita tidak akan bisa lepas dari teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang. Semakin mudahnya sistem teknologi yang kita dapat pada zaman sekarang membuat hidup kita menjadi lebih mudah. Pada zaman dahulu semua berkas penting seperti dokumen kantor atau berkas lainnya masih dalam bentuk kertas dan cenderung memakan tempat, tapi pada zaman sekarang sudah ditemukannya komputer dan media penyimpanan yang bersifat magnetic, optic, atau online sehingga data-data yang penting dapat disimpan dalam bentuk virtual dan tidak memakan tempat. Kemudahan itu berkat kemajuan teknologi yang terus berkembang setiap waktu. Karena teknologi semakin maju maka pola pikir kita juga harus semakin maju. Kita harus cermat dalam menggunakan teknologi agar tidak merugikan diri kita dan orang di sekitar kita. Maka dari itu kita harus belajar untuk menggunakan teknologi tersebut dengan benar. Banyak cara bagi kita untuk belajar. Dari sekolah, buku, berita, bahkan dalam dunia kerja ada pelajaran yang bisa kita ambil dan manfaatkan.
B.
Tujuan
1. Tujuan Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
a. Memberikan pengalaman baru bagi siswa tentang dunia kerja. b. Melaksanakan tanggung jawab sesuai dengan keadaan yang ada. c. Memperkuat mental siswa dalam menjejaki dunia kerja kelak. d. Melatih kedisiplinan siswa dalam bekerja.
e. Membentuk kerja sama dengan orang lain dalam dunia kerja. f. Merubah sikap dan perilaku menjadi lebih baik.
g. Mengukur kemampuan siswa dalam menghadapi atau mengatasi masalah.
2. Tujuan Pembuatan Laporan
a. Untuk melengkapi persyaratan dalam uji kompetensi dan nilai Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
b. Sebagai bukti bahwa siswa telah menjalankan praktik kerja industri. c. Melaporkan segala kegiatan yang siswa lakukan pada saat menjalankan
praktik kerja industri.
d. Melatih siswa agar dapat membuat sebuah laporan yang baik dan benar.
C.
Batasan Masalah
3
D.
Metode
Metode-metode yang digunakan dalam memperoleh bahan dan materi untuk penyusunan laporan yaitu:
1. Metode Observasi
Metode observasi adalah metode awal yang biasa dipakai untuk pengumpulan data dalam pembuatan suatu laporan. Metode observasi yaitu melaksanakan pengamatan dan pencatatan data secara langsung terhadap objek yang diamati. Dengan metode ini kita mencoba memahami terlebih dahulu apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukan suatu pekerjaan tersebut.
2. Metode Praktikum
Metode ini dilakukan dengan cara mengambil bagian secara langsung dan merasakan bagaimana cara melakukan pekerjaan tersebut secara langsung. Dalam metode ini penulis diawasi dan dibimbing oleh pembimbing lapangan agar tidak terjadi kesalahan dalam melaksanakan praktik kerja.
3. Metode Wawancara
Metode yang memerlukan keberanian untuk bertanya demi mendapatkan jawaban yang tepat untuk masalah atau hal yang belum diketahui.
4. Metode Kepustakaan
E.
Manfaat Pendidikan Sistem Ganda
1. Manfaat Bagi Siswa
a. Memberikan pengalaman baru tentang permasalahan di dunia kerja. b. Melatih mental untuk berani bertanya atau berkomunikasi dengan
pembimbing lapangan maupun staf yang ada di kantor.
c. Mengembangkan jenis keterampilan yang dimiliki oleh siswa sesuai bidangnya.
d. Menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan. e. Melatih kerja sama dengan para staf atau peserta Pendidikan Sistem
Ganda (PSG) dari sekolah lain.
f. Membiasakan diri terhadap dunia kerja yang kelak siswa rasakan.
2. Manfaat Bagi Dunia Industri (DUDI)
a. Mempererat hubungan dan kerja sama antara perusahaan dengan Sekolah Menengah Kejuruan Telekomunikasi Sandhy Putra Banjarbaru. b. Membantu dunia industri dalam mengidentifikasi potensi dan
mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang telekomunikasi.
5
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
Backup
dan
Restore
1. Pengertian Backup
Backup dalam teknologi informasi adalah proses membuat data cadangan dengan cara menyalin (copy) atau menggandakan (kloning) data tersebut. Backup memiliki tujuan untuk memiliki salinan data agar ketika data tersebut terhapus atau mengalami kerusakan maka kita memiliki
backup dan bisa mengembalikan data tersebut.
2. Pengertian Restore
Restore dalam Bahasa Indonesia berarti mengembalikan. Restore
c. Backup Peningkatan (Incremental Backup)
Metode yang menyalin semua data yang berubah sejak terakhir kali melakukan full backup atau incremental backup. Dalam incremental backup ukuran hasil backup lebih kecil daripada differential backup. Keuntungan dari metode ini adalah waktu backup lebih singkat daripada
fullbackup, tapi waktu restore sangat lama. d. Backup Berbeda (Differential Backup)
Hampir sama dengan incremental backup tapi ukuran backup
lebih besar karena hanya menyalin semua data yang berubah sejak terakhir kali melakukan full backup.
e. Backup Cermin (Mirror Backup/Copy Backup)
Sama dengan full backup, tetapi data tidak dapat dipadatkan (compress) dan tidak dapat diakses menggunakan Windows Explorer. Metode yang satu ini adalah metode yang paling cepat bila dibandingkan dengan metode yang lain karena menyalin data, folder, dan sistem operasi ke media tujuan secara langsung. Tapi hal itu menyebabkan media penyimpanan harus cukup besar. (Wikipedia, 2014, Backup - Data repository models)
4. Jenis-jenis Media Backup
a. Magnetic Tape
Hampir sama dengan kaset audio atau kaset video pita yang menyimpan data dalam pita magnet panjang yang berputar dari titik awal hingga titik akhir.
7
b. Hard Disk
Hard disk adalah perangkat keras (hardware) komputer atau laptop yang bekerja secara sistematis yang berfungsi menjadi media penyimpanan data. Data-data yang tersimpan di hard disk bersifat
magnetic dan permanen. Meskipun komputer atau laptop dalam keadaan mati data yang ada tidak akan terhapus, kecuali user menghapusnya secara manual atau hard disk mengalami masalah seperti terkena virus atau bad sector.
Gambar 2.2Hard Disk
c. Optical Disc
Optical disc meliputi Compact Disc (CD), Digital Versatile Disc
(DVD) dan Blu-ray Disc. Optical disc merupakan sebuah penyimpanan data elektronik yang bisa ditulis (write) dan bisa dibaca (read). Cara kerja
optical disc yaitu menggunakan prinsip sinar laser yang disuntikan ke dalam bidang cakram yang mampu menyimpan data (optic).
f. Floppy Disk
Media penyimpanan yang bisa dikatakan memiliki ukuran penyimpanan data terkecil dan tidak dapat menyimpan data yang lebih besar dari 2 Megabytes (MB).
Gambar 2.4Floppy Disk
d. Solid State Storage
Solid State Storage (SSS) adalah salah satu media penyimpanan yang menggunakan Integrated Circuit (IC) yang dirakit sebagai memori untuk menyimpan data secara permanen. Solid State Storage (SSS)lebih dikenal sebagai Flash Memory, Universal Serial Bus (USB) Flash Drive, CompactFlash (CF), Memory Card, Memory Stick, Secure Digital Cards, dan semacamnya. Solid State Storage (SSS) memiliki waktu akses data yang singkat dan cepat (lower access time). Berbeda dengan hard disk yang berbunyi ketika beroperasi. Solid State Storage (SSS) tidak berbunyi sama sekali ketika beroperasi (silent operation). Memiliki kemudahan bisa dibawa kemana saja dan konsumsi listrik yang rendah.
9
e. Remote Backup Services
Media penyimpanan data yang tidak memiliki bentuk fisik nyata, namun berupa service atau layanan yang disediakan suatu perusahaan atau intansi secara online dan membutuhkan akses internet untuk melakukan penyimpanan data dengan media ini. Remote backup services
ini biasa dikenal dengan sebutan Cloud Storage. (Wikipedia, 2014, Backup
– Storage media)
5. Metode Manipulasi Data
Manipulasi data digunakan untuk mengoptimalkan proses backup. Beberapa manipulasi dapat meningkatkan kecepatan backup, kecepatan
restore, keamanan data dan penggunaan media penyimpanan. a. Kompresi (Compression)
Metode compression adalah metode memadatkan data agar hasil
backup jadi lebih kecil dan menghemat ruang penyimpanan data. Dalam metode manipulasi ini biasanya hasil backup dijadikan sebuah image file. b. Duplikasi (Duplication)
Dalam metode duplication data yang berada dalam suatu disk atau suatu media penyimpanan akan disalin semuanya ke media penyimpanan yang lain atau media penyimpanan yang berbeda.
c. Enkripsi (Encryption)
Suatu media penyimpanan yang dapat dipindah atau dibawa kemana saja (removable storage media) memungkinkan data dapat hilang atau dicuri. Dengan adanya metode manipulasi data berupa encryption
B.
Symantec Ghost 11.5
1. Pengertian Symantec Ghost
Symantec Ghost atau biasanya hanya disebut Ghost adalah suatu perangkat lunak yang dapat mengurangi biaya dan pengeluaran yang terkait dengan penginstallan perangkat lunak dan sistem operasi pada suatu komputer. Ghost sendiri adalah singkatan dari General Hardware-Oriented System Transfer.
Ghost dapat membuat manajemen PC (Personal Computer) dan penyebaran (deploy) menjadi lebih mudah dan lebih hemat biaya. Kegunaannya dalam memanajemen konfigurasi komputer dan user migrasi (pemindahan) menjelaskan Symantec Ghost sebagai solusi terbaik untuk melakukan manajemen PC (Personal Computer).
Dalam artian yang lebih sederhana SymantecGhost adalah perangkat lunak yang dapat mem-backup maupun me-restore semua data dan sistem operasi yang ada dalam suatu komputer ke komputer lain.
2. Sejarah Symantec Ghost
Murray Haszard mengembangkan Ghost pada tahun 1995 untuk
Binary Research di Auckland, New Zealand. Namun pengembangan Ghost
terhenti lalu diakuisisi oleh Symantec pada tahun 1998. Fungsi backup dan
restore telah digantikan oleh Symantec System Recovery (SSR), meskipun demikian teknologi GhostImaging masih dikembangkan dan tersedia sebagai bagian dari Symantec Ghost Solution Suite.
Setelah Symantec mengakuisisi, beberapa fungsi seperti terjemahan ke dalam Bahasa lain dipindah ke tempat lain. Tetapi pengembangan utama tetap berada di Auckland, New Zealand hingga Oktober 2009 dan pada suatu waktu berpindah ke India. Teknologi yang dikembangkan oleh 20/20 Software diintegrasikan ke Ghost setelah diakuisisi oleh Symantec pada bulan April tahun 2000.
11
2004, Norton Ghost 9.0 dirilis sebagai versi terbaru Ghost, yang didasarkan pada PowerQuest Drive Image versi 7, dan menyediakan Live Imaging dari sistem Windows.
Gambar 2.6 Murray Haszard
Versi pertama Ghost adalah Ghost 3.1 yang rilis pada tahun 1997 dan masih menggunakan real-mode DOS (Disk Operating System) dan text-based user interface atau Command Line Interface (CLI). Ghost mulai menggunakan
Graphical User Interface (GUI) pada Ghost 5.0 yang rilis pada tahun 1998.
Ghost mulai tersedia sebagai produk bebas (open source) pada Norton Ghost
2003 yang rilis pada 6 September 2002.
Ghost terus berkembang dan menciptakan versi baru dari Ghost. Segala fitur dari Ghost juga ikut berkembang mengikuti versinya. Versi terbaru dari Ghost adalah Symantec Ghost Solution Suite 3.0 atau bisa disebut
Symantec Ghost 12.0 yang diumumkan pada Maret 2015.
3. Fitur dan Kelebihan Symantec Ghost11.5
a. Menggunakan Graphical User Interface (GUI).
Gambar 2.7 Tampilan Ghost 11.5
b. Mendukung sistem operasi yang menggunakan 32-bit dan 64-bit.
c. Memiliki Standalone program yang dapat dieksekusi langsung dari
Windows dan juga dapat dieksekusi melalui media bootable. Standalone program ini memiliki nama ghost32.exe untuk sistem operasi 32-bit dan
ghost64.exe untuk sistem operasi 64-bit.
d. Dapat melakukan kloning dari disk ke disk, disk ke image file, partisi ke partisi, partisi ke image file, image file ke disk, dan image file ke partisi. e. Dapat melakukan pengecekan pada imagefile atau disk untuk mengetahui
kondisinya pada keadaan baik atau tidak.
f. Memiliki tiga jenis kompres, yaitu No compression, Fast, dan High.
g. Peer to peer yang dapat melakukan backup dan restore pada komputer dan memindahkan isi hard disk atau media lain ke komputer lain melalui jaringan LAN (Local Area Network).
h. Multicast dan Unicast yang dapat memudahkan proses backup dan restore
untuk banyak komputer dalam sekali waktu (deploy).
13
j. Memilki program Windows berupa Ghost Explorer yang dapat mencari muatan dari image file dan mengekstraknya.
Gambar 2.8 Tampilan Ghost Explorer
k. Memiliki program Windows berupa Symantec GhostCast Server yang dapat mengendalikan komputer yang terhubung dalam jaringan LAN
(Local Area Network) untuk membuat image file atau me-restore image
secara serentak.
Gambar 2.9 Tampilan Symantec GhostCast Server
4. Kekurangan Symantec Ghost 11.5
Ghost 11.5 hampir tidak memiliki kekurangan, tetapi pada saat melakukan kloning kedua komputer haruslah memiliki spesifikasi yang sama seperti mother board, Video Graphic Array (VGA) dan semacamnya. Jika spesifikasi tidak sama ada kemungkinan komputer tidak dapat melakukan
14
BAB III
HASIL PRAKTIK KERJA
A.
Gambaran Umum PT. Telkom Palangkaraya
Perseroan Terbatas (PT) Telekomunikasi Indonesia biasa disebut Telkom Indonesia adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia. Telkom merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sahamnya saat ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (52,47%), dan 47,53% dimiliki oleh Publik, Bank of New York, dan Investor dalam Negeri.
Perusahaan ini menyediakan berbagai layanan komunikasi lainnya termasuk interkoneksi jaringan telepon, multimedia data dan layanan terkait komunikasi internet, sewa transponder satelit, sirkit langganan, televisi berbayar dan layanan VoIP. Perusahaan yang memiliki visi menjadi perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommunication, Information, Media, Edutainment and Services (TIMES) di kawasan regional ini telah mendominasi lebih dari 60% pangsa pasar broadband Indonesia. Artinya Telkom sudah memiliki lebih dari 19 juta pelanggan broadband. Telkom memiliki kapasitas
gateway internet lebih dari 106,4 Gbps. Perusahaan ini selalu berusaha memastikan kecupukan gatewayinternet guna memenuhi kebutuhan konsumen baik dari fixed broadband maupun mobile broadband.
15
B.
Pekerjaan yang dilakukan
Di PT. Telkom Palangkaraya penulis melakukan berbagai macam pekerjaan yang sebagian pernah penulis rasakan ketika di sekolah. Pada bagian IS/SISFO (Sistem Informasi) penulis melakukan pekerjaan seperti perakitan PC (Personal Computer), diagnosa PC, installasi Operating System, installasi driver, installasi aplikasi, backup dan restore data (kloning), setting user, pembuatan kabel straight, setting router dan switch. Tidak hanya melakukan pekerjaan, penulis juga diberi pembelajaran cara melakukan pekerjaan tersebut. Pembelajaran dilakukan dengan cara praktik dan juga melalui teori.
Pekerjaan yang paling sering dilakukan pada bagian IS adalah melakukan backup dan restore data atau biasa disebut dengan kloning atau image. Image dilakukan apabila ada komputer atau laptop karyawan mengalami kerusakan atau ada beberapa setting yang seharusnya tak berubah mengalami perubahan. Kloning atau image belum pernah penulis pelajari di sekolah dan ketika melakukan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di PT. Telkom Palangkaraya penulis diajarkan terlebih dahulu cara melakukan image sebelum penulis bisa melakukan image tanpa pengawasan. Proses image sebenarnya mudah, akan tetapi jika tidak dilakukan dengan hati-hati maka akan ada data yang tidak ingin terhapus akan terhapus. Proses kloning atau image bisa berlangsung cepat atau lambat tergantung dari data yang dikloning atau di-image. Software yang digunakan untuk melakukan kloning adalah Symantec Ghost 11.5 yang sudah di-burn dalam sebuah Compact Disc (CD).
1. Persiapan Sebelum Melakukan Kloning
a. Dua komputer atau laptop yang memiliki spesifikasi yang sama.
b. Media bootable seperti Compact Disc (CD) yang sudah berisi Ghost 11.5. c. Optical disc drive external bila laptop atau komputer tidak memiliki
optical disc drive.
d. Hard disk external yang memiliki kapasitas lebih besar daripada kapasitas
2. Cara Melakukan Backup Partisi Menjadi Image File
a. Sambungkan hard disk external dan optical disc drive external ke komputer dan masukan Compact Disc (CD) yang sudah berisi Ghost 11.5. b. Restart komputer dan masuk ke bios. Cara masuk ke bios berbeda-beda
setiap komputer, biasanya F2, F10, atau Del.
c. Setelah berhasil masuk bios arahkan ke boot setting dan atur boot order. Atur CD-ROM Drives pada posisi paling atas menggunakan <+> dan <-> atau F5 dan F6 sesuai jenis bios. Jika sudah diatur tekan F10 untuk melakukan Save and Exit.
Gambar 3.1 Bios boot order
d. Komputer akan melakukan reboot dan akan masuk ke Ghost 11.5. Klik Ok ketika Ghost 11.5 sudah tampil.
e. Untuk backup partisi ke image file pilih Local, Partition, To Image.
17
f. Pilih drive yang akan di-backup menjadi image file lalu klik OK. Dalam pemilihan drive harus berhati-hati agar tidak memilih hard disk external
yang dijadikan sebagai media penyimpanan image file.
Gambar 3.3 Memilih disk yang akan dijadikan image file
g. Selanjutnya pilih partisi yang akan di-backup menjadi image file dan klik
OK. Pastikan partisi adalah partisi yang mengandung sistem operasi.
Gambar 3.4 Memilih partisi yang akan dijadikan image file
h. Selanjutnya adalah memilih lokasi untuk menaruh hasil image file. Klik tanda segitiga terbalik di sebelah kanan A: Local drive dan pilih drive yang akan dijadikan lokasi image file.
i. Beri nama image file pada kolom File name dan klik Save.
Gambar 3.6 Memberi nama untuk image file
j. Lalu akan muncul tiga pilihan compress. Pertama ada No yang berarti tidak melakukan pemadatan (compress) pada image file. Fast untuk melakukan pemadatan pada image file secara cepat. High memadatkan
image file dengan ukuran lebih kecil dari data asli dan memakan waktu yang banyak. Dalam kasus ini penulis memilih No agar proses backup
berjalan dengan cepat.
Gambar 3.7 Memilih jenis pemadatan (compress)
k. Selanjutnya akan muncul pertanyaan untuk melanjutkan proses backup. pilih Yes untuk melanjutkan proses backup.
19
l. Proses backup mulai berjalan. Lama proses backup tergantung dari besar data yang di-backup.
Gambar 3.9 Proses backup mulai berjalan
m. Proses backup data menjadi image file telah selesai dan klik Continue
maka Ghost akan kembali ke menu awal. Komputer dapat dimatikan (shutdown) jika proses backup telah selesai dengan menekan tombol
power pada komputer.
Gambar 3.10 Proses backup telah selesai
3. Cara Melakukan Restore Data dari Image File
a. Sambungkan hard disk external ke komputer dan masukan Compact Disc
b. Ghost11.5 akan tampil dan untuk melakukan restore dari image file pilih
Local, Patition, From Image.
Gambar 3.11Restore data dari image file
c. Pilih drive yang mengandung image file yang sudah dibuat sebelumnya.
Gambar 3.12 Memilih drive yang berisi image file
d. Pilih image file yang sudah dibuat sebelumnya dan klik Open.
21
e. Pilih asal partisi dari image file dan klik OK.
Gambar 3.14 Memilih partisi dari image file
f. Pilih drive yang akan ditimpa oleh image file lalu klik OK. Pastikan drive
yang dipilih bukanlah drive yang mengandung image file yang akan digunakan.
Gambar 3.15 Memilih drive untuk di-restore dengan image file
g. Selanjutnya pilih partisi yang akan ditimpa oleh image file lalu klik OK.
Gambar 3.16 Memilih partisi yang akan di-restore dengan image file
h. Muncul pertanyaan untuk melanjutkan proses restore atau tidak. Pilih Yes
untuk melanjutkan.
i. Proses restore mulai berjalan.
Gambar 3.18 Proses restore sedang berjalan
j. Jika proses restore sudah selesai maka akan muncul pertanyaan untuk melanjutkan penggunaan Ghost atau melakukan reset pada komputer. Pada tahap ini penulis memilih Reset Computer.
Gambar 3.19 Proses restore berhasil
23
C.
Prosedur Kerja
Dalam melakukan kloning data menggunakan Symantec Ghost di kantor Telkom Palangkaraya ada beberapa Standard Operating Procedure (SOP) yang diperlukan agar proses backup dan restore (kloning) berjalan dengan benar. Berikut adalah Standard Operating Procedure (SOP) yang diperlukan untuk melakukan kloning data:
1. Membutuhkan media bootable seperti Compact Disc (CD) yang sudah berisi
Symantec Ghost 11.5.
2. Hard disk external yang memiliki kapasitas yang cukup besar. 3. Komputer atau laptop utama yang akan dikloning.
4. Ketelitian dan harus berhati-hati dalam melakukan kloning. Karena jika tidak teliti maka bisa ada data yang tidak seharusnya terhapus jadi terhapus.
D.
Permasalahan yang dihadapi
Dalam melakukan kloning data di PT. Telkom Palangkaraya penulis hampir tidak mendapatkan masalah pada saat melakukan kloning, akan tetapi tetap saja ada beberapa error dan masalah yang didapat pada saat melakukan proses image. Berikut adalah beberapa masalah yang penulis dapatkan:
1. Mendapatkan pesan error berupa "NTFS Problem Detected (1969) Ghost has detected problems with an NTFS volume. We recommend that you quit Ghost and correct the problem by rebooting NT and running CHKDSK. Alternately, you may also continue normally."
2. Gagal bootingGhost.
E.
Pemecahan Masalah
1. Untuk masalah pertama adalah masalah pada NTFS (New Technology File System) volume sistem operasi Windows. Hal ini biasa terjadi akibat komputer tidak dimatikan (shutdown) dengan benar. Untuk mengatasi masalah ini penulis harus keluar dari Ghost lalu masuk ke Windows, menjalankan command prompt sebagai administrator dan mengetikkan
chkdsk lalu tekan enter. Biarkan operasi berjalan hingga selesai dan masuk kembali ke Ghost dan pesan error sudah tidak ada lagi.
2. Masalah kedua terjadi akibat boot device untuk CD-ROMboot dan USBdevice boot tidak dicentang. Pada beberapa bios mempunyai boot device yang perlu dicentang agar dapat boot dari device tersebut. Untuk pemecahan masalah ini penulis perlu masuk ke bios dan mengatur boot order dan mecentang boot device yang diperlukan dan tidak lupa untuk disimpan dengan menekan F10.
3. Masalah terakhir terjadi akibat dua komputer yang dikloning memiliki beberapa device yang berbeda. Meski memiliki tipe yang sama, tapi ada
25
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari laporan yang berjudul Kloning Data menggunakan Symantec Ghost 11.5 di PT. Telkom Palangkaraya yang telah penulis susun ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sangat bermanfaat untuk menambah wawasan siswa tentang dunia kerja dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk menerapkan ilmu yang mereka dapat di sekolah pada dunia kerja. 2. Dalam hal mengelola data pada komputer backup dan restore sangat
diperlukan untuk membuat cadangan pada data, sehingga apabila data asli terhapus atau mengalami kerusakan bisa dipulihkan dengan data cadangan yang sudah di-backup sebelumnya.
3. Ghost adalah salah satu perangkat lunak yang dapat melakukan backup dan
restore (kloning) data dari satu komputer ke komputer lain (deploy). Ghost
sendiri adalah singkatan dari General Hardware-Oriented System Transfer. 4. Dalam melakukan kloning kedua komputer harus memiliki spesifikasi yang
sama. Jika tidak, ada kemungkinan komputer tidak dapat masuk ke sistem operasi. Dan hati-hati dalam memilih drive yang akan dikloning.
B.
Saran
1. Saran Bagi Tempat Magang
a. Lebih mengawasi peserta Pendidika Sistem Ganda (PSG) ketika melakukan suatu pekerjaan, seperti kloning data menggunakan Ghost. b. Dalam melakukan deploy (penyebaran data) seharusnya menggunakan
fungsi multicast yang ada pada Ghost agar lebih menghemat waktu.
2. Saran Bagi Sekolah
x
DAFTAR PUSTAKA
_____, 2014, Backup - Data repository models, [online],
https://en.wikipedia.org/wiki/Backup#Data_repository_models, (diakses pada tanggal 19 Agustus 2015)
_____, 2014, Backup – Storage media, [online],
https://en.wikipedia.org/wiki/Backup#Storage_media, (diakses pada tanggal 19 Agustus 2015)
_____, 2014, Backup – Manipulation of data and dataset optimization, [online],
https://en.wikipedia.org/wiki/Backup#Manipulation_of_data_and_dataset_optimi
zation, (diakses pada tanggal 19 Agustus 2015)
_____, 2014, Ghost (software), [online],
https://en.wikipedia.org/wiki/Ghost_%28software%29, (diakses pada tanggal 24 Agustus 2015)
_____, 2014, Ghost (software) – History, [online],
https://en.wikipedia.org/wiki/Ghost_%28software%29#History, (diakses pada tanggal 24 Agustus 2015)
xi