Shibu lijack
Al-Mustaqbal Lihadzad Din
Al-Mustaqbal Lihadzad Din
IX. Rasmul Bayan
Rasmul Bayan
Islam sebagai
pedoman hidup
Islam adalah agama
fitrah
Islam adalah agama
yang seimbang
Berita gembira baik dari
Al-Qur’an maupun As-Sunnah.
Islam
Islam
=
=
Way Of Life
Islam Sebagai Way Of Life
Allah swt. sebagai Pencipta alam semesta dan segala
isinya, tidak mungkin mencelakakan ciptaan-Nya. Dalam
berbagai ayat disebutkan bahwa Allah
rabbul aalamiin
. Imam
Ibnul Jawzi dalam tafsirnya
Zaadul Masiir
mengatakan bahwa
kata “
ar-Rab
” mengandung tiga makna: (a) pemilik seperti
dikatakan
rabbud daar
(pemilik rumah) (a) pemelihara seperti
dikatakan
rabbusy syai’
(pemelihara sesuatu) (c) tuan yang
ditaati, seperti dikatakan dalam ayat:
fayasqi rabbahu khamra
(maka ia memberi tuannya minuman khamer). Semua makna
ini menunjukkan betapa Allah swt. akan menjaga kelestarian
ciptaan-Nya sampai pada saat yang Dia tentukan. Dan untuk
mewujudkan kelestarian ini, Allah telah meletakkan hukum
atau sistem mengatur perjalanan segala wujud di alam
Islam Sebagai Way Of Life
Khusus mengenai sistem yang mengatur
jalan hidup manusia Allah menyebutnya
dengan nama Al-Islam. Allah berfirman:
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi
Allah hanyalah Islam.”
(Ali Imran: 19).
Dalam ayat yang lain:
“Barangsiapa
mencari agama selain agama Islam, maka
sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)
dari padanya, dan dia di akhirat termasuk
Islam Sebagai Way Of Life
Ini menunjukkan bahwa hanya Islam
yang Allah akui sebagai jalan hidup
manusia. Tanpa Islam manusia akan
celaka. Sebab otak manusia yang Allah
ciptakan kapasitasnya bukan untuk
mengarang agama sendiri. Karenanya
agama apapaun karangan otak
Islam
Islam
Agama Fitrah
Islam Agama Fitrah
Lebih jauh, Allah menciptakan manusia dengan bekal fitrah yang sesuai dengan ajaran-Nya (baca: Islam).Islam Agama Fitrah
Karena itulah, sekalipun manusia berusaha menghancurkan Islam
sepanjang sejarah, Islam tidak akan pernah musnah. Dibanding
agama-agama lain, Islam adalah agama yang paling banyak dimusihi.
Allah berfriman:
”Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu,
menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan
Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan
bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka
Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan”
(Al-Anfal 36).
Dalam surat Ath Thariq 15:
”Sesungguhnya orang kafir itu
merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya”.
Di ayat lain:
”Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama)
Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap
menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci”
Islam Agama Fitrah
Tetapi Allah berjanji bahwa sampai kapanpun manusia tidak
akan pernah berhasil melakukan tindakan makarnya. Allah
berfirman:
”Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan
membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk
dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang
musyrik tidak menyukai”
(At-Taubah 33).
Islam
Islam Agama Kemanusiaan
Islam adalah agama yang sangat menghargai
kemanusiaan. Karenanya dalam Islam setiap prilaku
yang yang tidak manusiawi harus diperangi. Tidak
ada dalam Islam pembedaan antar sesama muslim
hanya karena perbedaan kulit atau ras. Pun tidak
ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan,
semua muslim adalah sama sederajat seperti
barisan gigi sisir. Duduk sama rendah, berdiri sama
tinggi. Hanya kwalitas ketaqwaan yang
membedakan di antara mereka. Artinya siapa yang
paling tinggi derajat ketakwaannya, dialah yang
Islam Agama Kemanusiaan
Dalam beribadah pun Islam melarang cara-cara beribadah yang tidak
manusiawi. Rasulullah saw. pernah suatu saat menegur tiga orang
sahabatnya yang masing-masing ingin melakukan ibadah dengan
cara tidak manusiawi: Yang pertama ingin menegakan shalat malam
dan tidak tidur, yang kedua, ingin berpuasa dan tidak berbuka dan
yang ketiga tidak ingin menikah. Lalu Rasulullah saw. dalam
tergurannya tersebut menyebutkan:
ِيّنِّمِ َّسْيَّلَّ َِيَّتّنِّس َيَّt َّبِّغَّ َيَّمَّ َّاَّسّنِا ََّجّوّزّتجّأَّو َّمَُّنَّأَّو َِيّلَّصّأَّو َِّّْي ّأَّو َّمُُّصّأَ َِيّنِّكَّا
”Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku juga tidur dan menikah.
Maka barangsiapa menolak sunnahku bukan termauk golonganku.”
(Ahmad).
Ini menunjukkan bahwa Rasulullah saw. memberikan contoh yang
manusiawi dalam beribadah. Dengan kata lain seperti yang dikatakan
Imam An nawawi
al iqtishaad fil ibadah
artinya tidak terlalu
menyepelekan dan tidak terlalu menyiksa diri di luar batas
Islam Agama Kemanusiaan
Syeikh Abul Hasan An Nadwi, seorang pemikir muslim dari India, menulis sebuah buku judulnya ” maadzaa khasiral aalam bin khthaathil muslimiin” (kerugian yang menimpa manusia karena keterpurukan umat Islam). Inimenunjukkan bahwa manusia tidak akn pernah menemukan kemanusiaanya selama tidak kembali kepada islam. Terbukti memang bahwa manusia tanpa Islam, benar-benar hidup dalam kebingungan.
Disebutkan dalam buku tersebut bahwa pada zaman jahiliah –sebelumdatangnya Islam- kaum wanita didzalimi. Mereka tidak mendapatkan hak-hak kemanusiaannya sama sekali. Tidak sedikit dari putri-putri mereka yang
dibunuh hidup-hidup. Jauh sebelum itu di Ramawi pada abad ke VI masehi manusia sungguh terpuruk dalam kebinatangan. Tontonan yang paling
menyenangkan pada waktu itu adalah pertarungan yang berdarah-darah dan bahkan tidak sedikit yang harus melayangkan nyawanya. Para gladiator diadu dengan sesama mereka, atau mereka dipaksa harus bertarung melawan
Islam
Islam Agama Yang Menegakkan Keseimbangan
Di dalam Islam manusia menemukan dirinya benar-benar
diperlakukan secara seimbang:
(A) Seimbang antara fisik dan ruhani. Artinya tidak seperti agama
lain yang cendrung menghilangkan makna keseimbangan ini.
Sebagian agama cendrung meletakkan manusia sebagai mahluk
ruhani saja, sehingga ia dilarang memenuhi kebutuhannya fisiknya,
seperti tidak boleh menikah dan lain sebagainya. Sebagian yang
lain cendrung menyikapi manusia sebagai mahluk fisik saja,
sehingga ia diajarkan menyembah materi, bukan menyembah Allah
yang ghaib. Tuhan mereka divisualisasaikan menjadi patung.
Hidup mereka bergelimang materi tanpa ada unsur ruhaninya
sama sekali. Islam tidak demikian. Islam meletakkan manusia
sebagai mahluk fisik dan ruhani sekaligus. Tidak ada dalam Islam
hak-hak kemanusiaan yang digerogoti. Semuanya, baik fisik
Islam Agama Yang Menegakkan Keseimbangan
Perhatikan Rasululllah saw. sebagai contoh yang paling
konkrit dalam hal ini. Ia berpuasa dan juga berbuka, ia juga
menikah dan mengurus istri-istrinya, pun ia juga shalat malam
dan tidur. Jadi tidak ada yang diabaikan dari hak-hak fisik dan
ruhani. Bahkan Rasulullah bersabda: ”Seorang mukmin yang
kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari pada seorang
mukmin yang lemah” (HR. Muslim no. 4816) Ini menunjukkan
perhatiannya kepada pentingnya pembinaan fisik, lalu dalam
hadits ketika menegaskan tetantang hakikat ihsan ia bersabda:
”hendaknya kau menyembah Allah sekan melihatNya, dan jika
tidak, ingatlah bahwa Ia melihamu” (HR. Muslim no 8). Ini
Islam Agama Yang Menegakkan Keseimbangan
Dalam kesempatan lain Rasulullah saw. pernah mengucapkan:
ًَث ّلّث ََّهّاَّق َّننُِّّّْنَِّتّمَيا َّكّلَّه ََّّلَّس ّو َّهيَّلَّt َّهّلَا ََّلَّص َّهّلَا َّلُّس ّ َّلَّق
“Celakalah
mutanath thi’uun
tiga kali.” (HR. Muslim no 2670).
Artinya celaka orang-orang yang berlebih-lebihan dalam
beribadah. Bahkan suatu saat ketika Aisyah memberitahukan
mengenai seorang wanita yang berlebih-lebihan dalam
menegakkan shalat, Rasulullah saw. segera menegurnya:
”hendaknya kau mengerjakan itu sebatas kemampuanmu, dan
Allah tidak akan pernah bosan (memberikan pahala yang
Islam Agama Yang Menegakkan Keseimbangan
(B) Seimbang antara dunia dan akhirat. Islam
mengajarkan bahwa manusia diciptakan bukan
untuk di dunia saja melainkan juga di akhirat.
Bahkan tujuan hidup manusia sebenarnya untuk
akhirat, Allah berfirman:
“Dan carilah pada apa
yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu
melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi
dan berbuat baiklah (kepada orang lain)
Jadi berdasarkan ini dunia hanyalah keperluan. Sebab kehidupan hakiki yangseharusnya manusia capai adalah akhirat, Allah berfirman: ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (Al-Ankabuut: 64).
Konsep keseimbangan ini tentu sangat berbeda dengan konsep materialisme yang hanya mengajarkan manusia menjadi mahluk materlistis. Sebab materialisme hanya membuat manusia menjadi seperti komoditi yang diperjual belikan, atau sepertimesin yang dipaksa harus bekerja siang dan malam tanpa ada kesempatan untuk ibadah dan berdzikir. Secara ruhani ia pasti akan mengalami kekeringan. Akibatnya ia akan menderita tidak hanya di dunia melainkan lebih dari itu di kahirat. Perhatikan Allah berfriman: ”Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka
sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan
menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta" (Thaha 124).
Dalam ayat yang lain Allah menggambarkan kesalapahaman orang-orang kafir yang hanya sibuk membangun dunia: ”Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” (Al-A’la 16-17).I
slam
Adanya Bisyaraat (kabar gembira)
Allah berfirman:
Musa berkata kepada kaumnya, ‘Minta
tolonglah kalian kepada Allah dan bersabarlah.
Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah;
dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya
dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik
adalah bagi orang-orang yang bertakwa"
(Al A’raf 128).
Ayat ini menunjukkan bahwa kemenangan akan
Adanya Bisyaraat (kabar gembira)
Rasulullah saw. dalam banyak kesempatan seringkali juga
memberikan bisyarat ini. Rasulullah bersabda: Sesungguhnya
Allah telah mengumpulkan untukku dunia, maka aku
menyaksikannya dari ujung timur dan barat, dan kerajaan umatku
akan melampaui timur dan barat seperti yang dikumpulkan
untukku, dan aku diberi dua kekayaan (emas dan perak atau
kekayaan dua kerajaan Romawi dan Persia) (HR. Muslim no.
Penutup
Seluruh yang kita sebutkan di atas, menjadi bukti nyata bahwa Islam adalah agama masa depan. Sampai kapanpun manusia tetap akanmembutuhkannya. Sebab ia adalah way of life, dan suara firahnya. Dengan Islam manusia akan memperlakukan dirinya sebagai manusia. Dan di saat yang sama ia akan bisa menajalani hidupnya secara seimbang di muka bumi. Lebih-lebih Allah dan Rasul-Nya telah menjanjikan bahwa Islam dan umatnya pasti akan menang. Dan Allah tidak pernah mengingkari janjiNya.
Tetapi semua ini tidak bisa dicapai dengan hanya mengkahyal. Islam adalah pedoman hidup, yang harus diamalkan. Umat Islam harus bergerak untuk mengamalkannya tidak hanya dipojok-pojok masjid melainkan harus merambah ke dataran kehidupan nyata denga segala dimensinya; politik, sosial, budaya, ekonomi dan lain sebagainya. Inilah Islam yang diyakini Rasulullah saw dan sahabat-sahabatnya. Perhatikan mereka tidak hanya duduk beribadah di masjid, melainkan terus bergerak menyebarkannya dan merealisakannya dalam kehidupan nyata, secara integral. Dan dengan upaya yang integral inilah, Islam dan umatnya benar-benar pernah mampumenalukkan dua kekuatan super power pada masanya: Romawi dan Persia.