• Tidak ada hasil yang ditemukan

01-Masa Depan Bersama Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "01-Masa Depan Bersama Islam"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

Shibu lijack

Al-Mustaqbal Lihadzad Din

Al-Mustaqbal Lihadzad Din

(2)

IX. Rasmul Bayan

(3)

Rasmul Bayan

Islam sebagai

pedoman hidup

Islam adalah agama

fitrah

Islam adalah agama

yang seimbang

Berita gembira baik dari

Al-Qur’an maupun As-Sunnah.

(4)

Islam

Islam

=

=

Way Of Life

(5)

Islam Sebagai Way Of Life

Allah swt. sebagai Pencipta alam semesta dan segala

isinya, tidak mungkin mencelakakan ciptaan-Nya. Dalam

berbagai ayat disebutkan bahwa Allah

rabbul aalamiin

. Imam

Ibnul Jawzi dalam tafsirnya

Zaadul Masiir

mengatakan bahwa

kata “

ar-Rab

” mengandung tiga makna: (a) pemilik seperti

dikatakan

rabbud daar

(pemilik rumah) (a) pemelihara seperti

dikatakan

rabbusy syai’

(pemelihara sesuatu) (c) tuan yang

ditaati, seperti dikatakan dalam ayat:

fayasqi rabbahu khamra

(maka ia memberi tuannya minuman khamer). Semua makna

ini menunjukkan betapa Allah swt. akan menjaga kelestarian

ciptaan-Nya sampai pada saat yang Dia tentukan. Dan untuk

mewujudkan kelestarian ini, Allah telah meletakkan hukum

atau sistem mengatur perjalanan segala wujud di alam

(6)

Islam Sebagai Way Of Life

Khusus mengenai sistem yang mengatur

jalan hidup manusia Allah menyebutnya

dengan nama Al-Islam. Allah berfirman:

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi

Allah hanyalah Islam.”

(Ali Imran: 19).

Dalam ayat yang lain:

“Barangsiapa

mencari agama selain agama Islam, maka

sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)

dari padanya, dan dia di akhirat termasuk

(7)

Islam Sebagai Way Of Life

Ini menunjukkan bahwa hanya Islam

yang Allah akui sebagai jalan hidup

manusia. Tanpa Islam manusia akan

celaka. Sebab otak manusia yang Allah

ciptakan kapasitasnya bukan untuk

mengarang agama sendiri. Karenanya

agama apapaun karangan otak

(8)

Islam

Islam

Agama Fitrah

(9)

Islam Agama Fitrah

Lebih jauh, Allah menciptakan manusia dengan bekal fitrah yang sesuai dengan ajaran-Nya (baca: Islam).

(10)

Islam Agama Fitrah

Karena itulah, sekalipun manusia berusaha menghancurkan Islam

sepanjang sejarah, Islam tidak akan pernah musnah. Dibanding

agama-agama lain, Islam adalah agama yang paling banyak dimusihi.

Allah berfriman:

”Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu,

menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan

Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan

bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka

Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan”

(Al-Anfal 36).

Dalam surat Ath Thariq 15:

”Sesungguhnya orang kafir itu

merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya”.

Di ayat lain:

”Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama)

Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap

menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci”

(11)

Islam Agama Fitrah

Tetapi Allah berjanji bahwa sampai kapanpun manusia tidak

akan pernah berhasil melakukan tindakan makarnya. Allah

berfirman:

”Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan

membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk

dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang

musyrik tidak menyukai”

(At-Taubah 33).

(12)

Islam

(13)

Islam Agama Kemanusiaan

Islam adalah agama yang sangat menghargai

kemanusiaan. Karenanya dalam Islam setiap prilaku

yang yang tidak manusiawi harus diperangi. Tidak

ada dalam Islam pembedaan antar sesama muslim

hanya karena perbedaan kulit atau ras. Pun tidak

ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan,

semua muslim adalah sama sederajat seperti

barisan gigi sisir. Duduk sama rendah, berdiri sama

tinggi. Hanya kwalitas ketaqwaan yang

membedakan di antara mereka. Artinya siapa yang

paling tinggi derajat ketakwaannya, dialah yang

(14)

Islam Agama Kemanusiaan

Dalam beribadah pun Islam melarang cara-cara beribadah yang tidak

manusiawi. Rasulullah saw. pernah suatu saat menegur tiga orang

sahabatnya yang masing-masing ingin melakukan ibadah dengan

cara tidak manusiawi: Yang pertama ingin menegakan shalat malam

dan tidak tidur, yang kedua, ingin berpuasa dan tidak berbuka dan

yang ketiga tidak ingin menikah. Lalu Rasulullah saw. dalam

tergurannya tersebut menyebutkan:

ِيّنِّمِ َّسْيَّلَّ َِيَّتّنِّس َيَّt َّبِّغَّ َيَّمَّ َّاَّسّنِا ََّجّوّزّتجّأَّو َّمَُّنَّأَّو َِيّلَّصّأَّو َِّّْي ّأَّو َّمُُّصّأَ َِيّنِّكَّا

”Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku juga tidur dan menikah.

Maka barangsiapa menolak sunnahku bukan termauk golonganku.”

(Ahmad).

Ini menunjukkan bahwa Rasulullah saw. memberikan contoh yang

manusiawi dalam beribadah. Dengan kata lain seperti yang dikatakan

Imam An nawawi

al iqtishaad fil ibadah

artinya tidak terlalu

menyepelekan dan tidak terlalu menyiksa diri di luar batas

(15)

Islam Agama Kemanusiaan

Syeikh Abul Hasan An Nadwi, seorang pemikir muslim dari India, menulis sebuah buku judulnya ” maadzaa khasiral aalam bin khthaathil muslimiin (kerugian yang menimpa manusia karena keterpurukan umat Islam). Ini

menunjukkan bahwa manusia tidak akn pernah menemukan kemanusiaanya selama tidak kembali kepada islam. Terbukti memang bahwa manusia tanpa Islam, benar-benar hidup dalam kebingungan.

Disebutkan dalam buku tersebut bahwa pada zaman jahiliah –sebelum

datangnya Islam- kaum wanita didzalimi. Mereka tidak mendapatkan hak-hak kemanusiaannya sama sekali. Tidak sedikit dari putri-putri mereka yang

dibunuh hidup-hidup. Jauh sebelum itu di Ramawi pada abad ke VI masehi manusia sungguh terpuruk dalam kebinatangan. Tontonan yang paling

menyenangkan pada waktu itu adalah pertarungan yang berdarah-darah dan bahkan tidak sedikit yang harus melayangkan nyawanya. Para gladiator diadu dengan sesama mereka, atau mereka dipaksa harus bertarung melawan

(16)

Islam

(17)

Islam Agama Yang Menegakkan Keseimbangan

Di dalam Islam manusia menemukan dirinya benar-benar

diperlakukan secara seimbang:

(A) Seimbang antara fisik dan ruhani. Artinya tidak seperti agama

lain yang cendrung menghilangkan makna keseimbangan ini.

Sebagian agama cendrung meletakkan manusia sebagai mahluk

ruhani saja, sehingga ia dilarang memenuhi kebutuhannya fisiknya,

seperti tidak boleh menikah dan lain sebagainya. Sebagian yang

lain cendrung menyikapi manusia sebagai mahluk fisik saja,

sehingga ia diajarkan menyembah materi, bukan menyembah Allah

yang ghaib. Tuhan mereka divisualisasaikan menjadi patung.

Hidup mereka bergelimang materi tanpa ada unsur ruhaninya

sama sekali. Islam tidak demikian. Islam meletakkan manusia

sebagai mahluk fisik dan ruhani sekaligus. Tidak ada dalam Islam

hak-hak kemanusiaan yang digerogoti. Semuanya, baik fisik

(18)

Islam Agama Yang Menegakkan Keseimbangan

Perhatikan Rasululllah saw. sebagai contoh yang paling

konkrit dalam hal ini. Ia berpuasa dan juga berbuka, ia juga

menikah dan mengurus istri-istrinya, pun ia juga shalat malam

dan tidur. Jadi tidak ada yang diabaikan dari hak-hak fisik dan

ruhani. Bahkan Rasulullah bersabda: ”Seorang mukmin yang

kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari pada seorang

mukmin yang lemah” (HR. Muslim no. 4816) Ini menunjukkan

perhatiannya kepada pentingnya pembinaan fisik, lalu dalam

hadits ketika menegaskan tetantang hakikat ihsan ia bersabda:

”hendaknya kau menyembah Allah sekan melihatNya, dan jika

tidak, ingatlah bahwa Ia melihamu” (HR. Muslim no 8). Ini

(19)

Islam Agama Yang Menegakkan Keseimbangan

Dalam kesempatan lain Rasulullah saw. pernah mengucapkan:

ًَث ّلّث ََّهّاَّق َّننُِّّّْنَِّتّمَيا َّكّلَّه ََّّلَّس ّو َّهيَّلَّt َّهّلَا ََّلَّص َّهّلَا َّلُّس ّ َّلَّق

“Celakalah

mutanath thi’uun

tiga kali.” (HR. Muslim no 2670).

Artinya celaka orang-orang yang berlebih-lebihan dalam

beribadah. Bahkan suatu saat ketika Aisyah memberitahukan

mengenai seorang wanita yang berlebih-lebihan dalam

menegakkan shalat, Rasulullah saw. segera menegurnya:

”hendaknya kau mengerjakan itu sebatas kemampuanmu, dan

Allah tidak akan pernah bosan (memberikan pahala yang

(20)

Islam Agama Yang Menegakkan Keseimbangan

(B) Seimbang antara dunia dan akhirat. Islam

mengajarkan bahwa manusia diciptakan bukan

untuk di dunia saja melainkan juga di akhirat.

Bahkan tujuan hidup manusia sebenarnya untuk

akhirat, Allah berfirman:

“Dan carilah pada apa

yang telah dianugerahkan Allah kepadamu

(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu

melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi

dan berbuat baiklah (kepada orang lain)

(21)

Jadi berdasarkan ini dunia hanyalah keperluan. Sebab kehidupan hakiki yang

seharusnya manusia capai adalah akhirat, Allah berfirman: ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (Al-Ankabuut: 64).

Konsep keseimbangan ini tentu sangat berbeda dengan konsep materialisme yang hanya mengajarkan manusia menjadi mahluk materlistis. Sebab materialisme hanya membuat manusia menjadi seperti komoditi yang diperjual belikan, atau seperti

mesin yang dipaksa harus bekerja siang dan malam tanpa ada kesempatan untuk ibadah dan berdzikir. Secara ruhani ia pasti akan mengalami kekeringan. Akibatnya ia akan menderita tidak hanya di dunia melainkan lebih dari itu di kahirat. Perhatikan Allah berfriman: ”Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka

sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan

menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta" (Thaha 124).

Dalam ayat yang lain Allah menggambarkan kesalapahaman orang-orang kafir yang hanya sibuk membangun dunia: ”Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” (Al-A’la 16-17).

(22)

I

slam

(23)

Adanya Bisyaraat (kabar gembira)

Allah berfirman:

Musa berkata kepada kaumnya, ‘Minta

tolonglah kalian kepada Allah dan bersabarlah.

Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah;

dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya

dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik

adalah bagi orang-orang yang bertakwa"

(Al A’raf 128).

Ayat ini menunjukkan bahwa kemenangan akan

(24)

Adanya Bisyaraat (kabar gembira)

Rasulullah saw. dalam banyak kesempatan seringkali juga

memberikan bisyarat ini. Rasulullah bersabda: Sesungguhnya

Allah telah mengumpulkan untukku dunia, maka aku

menyaksikannya dari ujung timur dan barat, dan kerajaan umatku

akan melampaui timur dan barat seperti yang dikumpulkan

untukku, dan aku diberi dua kekayaan (emas dan perak atau

kekayaan dua kerajaan Romawi dan Persia) (HR. Muslim no.

(25)

Penutup

Seluruh yang kita sebutkan di atas, menjadi bukti nyata bahwa Islam adalah agama masa depan. Sampai kapanpun manusia tetap akan

membutuhkannya. Sebab ia adalah way of life, dan suara firahnya. Dengan Islam manusia akan memperlakukan dirinya sebagai manusia. Dan di saat yang sama ia akan bisa menajalani hidupnya secara seimbang di muka bumi. Lebih-lebih Allah dan Rasul-Nya telah menjanjikan bahwa Islam dan umatnya pasti akan menang. Dan Allah tidak pernah mengingkari janjiNya.

Tetapi semua ini tidak bisa dicapai dengan hanya mengkahyal. Islam adalah pedoman hidup, yang harus diamalkan. Umat Islam harus bergerak untuk mengamalkannya tidak hanya dipojok-pojok masjid melainkan harus merambah ke dataran kehidupan nyata denga segala dimensinya; politik, sosial, budaya, ekonomi dan lain sebagainya. Inilah Islam yang diyakini Rasulullah saw dan sahabat-sahabatnya. Perhatikan mereka tidak hanya duduk beribadah di masjid, melainkan terus bergerak menyebarkannya dan merealisakannya dalam kehidupan nyata, secara integral. Dan dengan upaya yang integral inilah, Islam dan umatnya benar-benar pernah mampu

menalukkan dua kekuatan super power pada masanya: Romawi dan Persia.

Referensi

Dokumen terkait

Karena pada akhirnya roda kejayaan akan berhenti berputar tepat, pada saat Islam dan kaum muslimin berada di titik puncak, menjadi khairu ummah (ummat yang terbaik),

Konsep Pelestarian Lingkungan Hidup dalam pandangan Islam merupakan karunia dari Allah swt kepada manusia untuk digunakan sebagai kelangsungan hidup dan menjadikannya

dunia, dan Allah dalam budaya masyarakat Bantaeng yang telah berakulturasi dengan ajaran agama Islam. Penempatan nisan arca dan atau relief

❖ Maka, sebagai orang Islam, masyarakat Melayu berpegang kepada konsep tauhid iaitu mengEsakan Allah s.w.t tanpa menyamakan Dia dengan sesuatu yang lain dan hanya Allah s.w.t

Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan

Dari penegasan dapat disimpulkan bahwa hidup sesudah mati menurut Islam adalah suatu kehidupan baru yang pasti yang akan terjadi yang hanya Allah akan mengetahuinya setelah

ADA DUA MACAM JAWABAN JAWABAN ISLAM  Manusia diciptakan Allah  Hidup untuk beribadah kepada-Nya  Setelah mati akan hidup abadi di alam akherat: di sorga atau neraka  Tergantung

KANDUNGAN DAN MISI KEHADIRAN ISLAM Kandungan isi Ajaran Islam • Sebagai Agama Totalitas 2:208 • Manusia Sebagai Hamba Allah 51:56 • Manusia Sebagai Kholifah Allah 2:30 • Mengatur