• Tidak ada hasil yang ditemukan

tumbuh Kembang Anak pada Usia Pra Seko

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan " tumbuh Kembang Anak pada Usia Pra Seko"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS KELOMPOK 4

TUMBUH KEMBANG ANAK

USIA PRA SEKOLAH

 

RINA WAHYUNI 201133075

GUIDO S. TAMBA 201233042

SARA REHMALEMNA 201233102

MEI ROSENTA 201233103

EVI LUTVIANA 201233048

FERA. K 201233104

SUMARNO 201133074

M. AMI SUCIPTO 201233100

(2)

PENGERTIAN

Perkembangan :

Perkembangan (development) adalah

bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut

adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya.

(3)

PENGERTIAN

Anak usia pra sekolah adalah :

Anak yang berusia antara 3-6 tahun ( Wong, 2000), anak usia prasekolah memiliki

karakteristik tersendiri dalam segi

pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam hal pertumbuhan, Secara fisik anak pada

(4)

TEORI-TEORI PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH

Perkembangan kognitif (Piaget)

1. Tahap pra oprasional (umur 2-7 tahun) dengan perkembangan

kemampuan sebagai berikut anak belum mampu

mengoperasionalkan apa yang dipikirkan melalui tindakan dalam pikiran anak, perkembangan anak masih bersifat egosentrik

2. Tahun ketiga berada pada fase pereptual, anak cenderung

egosentrik dalam berfikir dan berperilaku, mulai memahami waktu, mengalami perbaikan konsep tentang ruang, dan mulai dapat memandang konsep dari perspektif yang berbeda.

3. Tahun keempat anak berada pada fase inisiatif, memahami

waktu lebih baik, menilai sesuatu menurut dimensinya, penilaian muncul berdasarkan persepsi, egosentris mulai

berkurang, kesadaran sosial lebih tinggi, mereka patuh kepada orang tua karena mempunyai batasan bukan karena memahami hal benar atau salah.

4. Pada akhir masa prasekolah anak sudah mampu memandang

perspektif orang lain dan mentoleransinya tetapi belum

(5)

TEORI-TEORI PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH

Perkembangan psikosexual anak (Freud)

1. Tahap oedipal/phalik terjadi pada umur 3-5 tahun

dengan perkembangan sebagai berikut kepuasan

pada anak terletak pada rangsangan autoerotic yaitu meraba-raba, merasakan kenikmatan dari beberapa daerah erogennya, suka pada lain jenis. Anak laki-laki cenderung suka pada ibunya dari pada ayahnya demikian sebaliknya anak perempuan senang pada ayahnya (Hidayat, Aziz Alimul, 2005).

2. Sedangkan menurut teori Sigmund Freud, anak mulai

mengenal perbedaan jenis kelamin perempuan dan laki-laki. Anak juga akan mengidentifikasi figur atau perilaku orang tua sehingga mempunyai

(6)

TEORI-TEORI PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH

Perkembangan psikososial anak (Erikson)

1. Tahap inisiatif, rasa bersalah terjadi pada umur 4-6

tahun (prasekolah) dengan perkembangan sebagai berikut anak akan memulai inisiatif dalam belajar mencari pengalaman baru secara aktif dalam

melakukan aktivitasnya, dan apabila pada tahap ini anak dilarang atau dicegah maka akan tumbuh

perasaan bersalah pada diri anak (Hidayat, Aziz Alimul, 2005).

2. Menurut Erikson pada usia (3-5 tahun) anak berada

pada fase inisiatif vs rasa bersalah. Pada masa ini, anak berkembang rasa ingin tahu (courius) dan daya imaginasinya, sehingga anak banyak bertanya

(7)

FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

PERKEMBANGAN

1. Faktor Intrinsik

 

Faktor instrinsik yang mempengaruhi kegagalan

berkembang terutama berkaitan dengan terjadinya penyakit pada anak, yaitu:

 Kelainan kromosom (misalnya sindroma Down dan

sindroma Turner)

 Kelainan pada sistem endokrin, misalnya kekurangan

hormon tiroid, kekurangan hormon pertumbuhan atau kekurangan hormon lainnya

 Kerusakan otak atau sistem saraf pusat yang bisa

menyebabkan kesulitan dalam pemberian makanan pada bayi dan menyebabkan keterlambatan pertumbuhan

 Kelainan pada sistem jantung dan pernafasan yang bisa

menyebabkan gangguan mekanisme penghantaran oksigen dan zat gizi ke seluruh tubuh

Anemia atau penyakit darah lainnya

 Kelainan pada sistem pencernaan yang bisa

menyebabkan malabsorbsi atau hilangnya enzim

(8)

FAKTOR- FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN

3. Faktor Pendukung

Faktor – faktor pendukung perkembangan anak, antara lain :

 Terpenuhi kebutuhan gizi pada anak tersebut

 Peran aktif orang tua  

 Lingkungan yang merangsang semua aspek

perkembangan anak

 Peran aktif anak

(9)

FASE-FASE PERKEMBANGAN PADA

ANAK PRA SEKOLAH

Menurut Hidayat, Aziz Alimul (2005), fase perkembangan anak dibagi menjadi :

 1) Perkembangan motorik kasar, diawali

dengan kemampuan untuk berdiri dengan satu kaki selama 1-5 detik, melompat dengan satu kaki, berjalan dengan tumit kejari kaki,

menjelajah, membuat posisi merangkak, dan berjalan dengan bantuan

 2) Perkembangan motorik halus mulai memiliki

(10)

FASE-FASE PERKEMBANGAN PADA

ANAK PRA SEKOLAH

 Pada perkembangan bahasa diawali mampu

menyebutkan hingga empat gambar, menyebutkan satu hingga dua warna,

menyebutkan kegunaan benda, menghitung, mengartikan dua kata, memahami arti

larangan, berespon terhadap panggilan dan orang-orang anggota keluarga terdekat

 Perkembangan adaptasi sosial dapat bermain

dengan permainan sederhana, menangis jika dimarahi, membuat permintaan sederhana dengan gaya tubuh, mengenali anggota

(11)

TUGAS PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH

Tugas-tugas perkembangan pada usia 0 sampai 6 tahun adalah sebagai berikut :

1. Belajar berjalan

2. Belajar memakan makanan padat

3. Belajar berbicara

4. Belajar buang air kecil dan buang air besar

5. Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin

6. Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis

7. Membentuk konsep-konsep (pengertian) sederhana

kenyataan sosial dan alam

8. Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang

tua, saudara / orang lain

9. Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk

(12)

TUGAS PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH Menurut Elizabeth Hurlock (1999) tugas-tugas

perkembangan anak usia 4 - 5 tahun adalah sebagai berikut:

1) Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan yang umum

2) Membangun sikap yang sehat mengenal diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh

3) Belajar menyesuaikan diri dengan teman seusianya

4) Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5) Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk

membaca, menulis dan berhitung

6) Mengembangkan penngertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari

7) Mengembangkan hati nurani, pengertian moral dan tingkatan nilai

(13)

TUGAS PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH

Suherman (2000) menjelaskan secara ringkas

tugas-tugas perkembangan anak usia 4 - 5 tahun sebagai berikut:

1.Berdiri dengan satu kaki (gerakan kasar)

2.Dapat mengancingkan baju (gerakan halus)

3.Dapat bercerita sederhana(bahasa bicara dan

kecerdasan)

4.Dapat mencuci tangan sendiri (bergaul dan

(14)

STIMULASI PERKEMBANGAN ANAK

USIA 4 – 5 TAHUN

Stimulasi yang diperlukan anak usia 4-5 tahun adalah :

 Gerakan kasar, dilakukan dengan memberi

kesempatan anak melakukan permainan yang melakukan ketangkasan dan

kelincahan.

 Gerakan halus, dirangsang misalnya dengan

membantu anak belajar menggambar.

 Bicara bahasa dan kecerdasan, misalnya

dengan membantu anak mengerti satu separuh dengan cara membagikan kue.

 Bergaul dan mandiri, dengan melatih anak

(15)

ASPEK – ASPEK PERKEMBANGAN

ANAK PRA SEKOLAH

Perkembangan fisik

 Proporsi tubuh juga berubah secara dramatis

seperti pada usia 3 tahun, rata-rata tingginya sekitar 80-90 cm dan beratnya sekitar 10-13 kg, sedangkan pada usia 5 tahun tingginya dapat mencapai 100-110 cm. Tulang  kakinya tumbuh dengan cepat dan tulang-tulang

semakin besar dan kuat, pertumbuhan gigi semakin komplit. Untuk perkembangan fisik anak sangat diperlukan gizi yang cukup

(16)

ASPEK – ASPEK PERKEMBANGAN

ANAK PRA SEKOLAH

Perkembangan Intelektual

 Menurut Piaget, perkembangan kognitif pada

usia ini berada pada periode preoperasional, yaitu tahapan dimana anak belum mampu menguasai operasi mental secara logis.

 Melalui kemampuan diatas, anak mampu

berimajinasi atau berfantasi tentang

(17)

ASPEK – ASPEK PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH

Perkembangan Emosional

 Pada usia 4 tahun, anak sudah mulai menyadari

akunya, bahwa akunya (dirinya) berbeda dengan Aku (orang lain atau benda). Kesadaran ini

diperoleh dari pengalaman bahwa tidak semua

keinginannya dapat dipenuhi orang lain. Bersamaan dengan itu berkembang pula perasaan harga diri

 Beberapa emosi umum yang berkembang pada

masa anak yaitu, takut (perasaan terancam),

cemas (takut karena khayalan), marah (perasaan

kecewa), cemburu (merasa tersisihkan),

kegembiraan (kebutuhan terpenuhi), kasih sayang

(menyenangi lingkungan), phobi (takut yang

(18)

ASPEK – ASPEK PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH

Perkembangan Bahasa

 Anak sudah mulai bisa menyusun kalimat tunggal yang sempurna.

 Anak sudah mampu memahami memahami tetang perbandingan.

 Anak banyak menanyakan tempat dan nama; apa, dimana, darimana, dsb.

 Anak sudah mulai menggunakan kata-kata berawalan dan berakhiran.

 Anak sudah menggunakan kalimat majemuk beserta anak kalimatnya.

 Tingkat berpikir anak sudah lebih maju

(19)

ASPEK – ASPEK PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH

Perkembangan Sosial

Pada usia anak pra-sekolah (terutama mulai usia 4 tahun), perkembangan sosial anak sudah tampak jelas, karena mereka sudah mulai aktif

berhubungan dengan teman sebayanya. Tanda-tanda perkembangan sosial pada tahap ini adalah

 Anak mulai mengetahui aturan-aturan

(lingkungan keluarga/lingkungan bermain).

 Sedikit-sedikit anak sudah mulai tunduk pada

peraturan.

 Anak makin menyadari akan kepentingan diri dan

kepentingan orang lain.

 Anak sudah bisa bersosialisasi (bermain) dengan

(20)

ASPEK – ASPEK PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH

Perkembangan Bermain

Usia anak pra-sekolah dapat dikatakan sebagai masa bermain, karena setiap waktunya diisi dengan kegiatan bermain. Terdapat beberapa macam permainan anak seperti;

Permainan fungsi (permainan gerak),ex:

meloncat-loncat, berlarian dsb.

Permainan fiksi, ex: kuda-kudaan,

perang-perangan dsb

Permainan reseptif atau apresiatif, ex:

mendengar cerita, dongeng dsb

Permainan konstruksi, ex: membuat kue dari

tanah, membuat rumah-rumahan dsb

(21)

ASPEK – ASPEK PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH

Perkembangan Kesadaran Beragama

Secara umum, kesadaran beragama pada usia ini ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut ;

 Sikap keagamaannya masih bersifat reseptif

(menerima) meski banyak bertanya.

 Pandangan keTuhanannya bersifat

anthropormorph (dipersonifikasikan).

 Penghayatan secara rohaniah masih superficial

(belum mendalam) meski telah ikut berpartisipasi dalam beribadah.

 Hal keTuhanan dipandang secara khayalan

(22)

Referensi

Dokumen terkait

Tidak hanya mempelajari aspek tumbuh kembang normal, orang tua juga perlu belajar bersikap secara positif terhadap anak khususnya usia 2 tahun yang mulai menunjukkan

dilampaui oleh anak laki--laki yang mulai tahun laki yang mulai tahun tersebut mengalami pacu tumbuh, sedangkan tersebut mengalami pacu tumbuh, sedangkan anak perempuan pacu tumbuh

Gambaran pengalaman guru mengajarkan pencegahan kekerasan seksual pada anak (KSA) usia pra sekolah dalam penelitian ini tampak pada tema-tema yang muncul sebagai temuan

(sedentary behaviour) pada anak. Upaya untuk melibatkan anak dengan teman sebayanya, dapat mengoptimalkan.. perkembangan psikososial pada anak pra sekolah. Anak yang

Konsep Tumbuh Kembang Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah Ciri-ciri Tumbuh Kembang Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak Pertumbuhan Fisik Perkembangan Motorik, Sosial dan

prasekolah Keluarga dapat mengetahui berbagai resiko yang berhubungan dengan anak prasekolah masalah kesehatan.

Antara usia "#- tahun mengalami perkembangan bahasa yang cepat secara umum, ditandai dengan kebanyakan anak usia " tahun dapat menyusun kalimat sederhana, namun cara

PERKEMBANGAN EMOSI ANAK USIA PRASEKOLAH 5 TAHUN 1 Anak mampu menggunakan kata-kata untuk menggambarkan perasaan yang kompleks seperti rasa bersalah dan kecemburuan 2 Anak menjadi