I. Bab I: Karakter Kepemimpinan
Bagian ini membahas karakter penting seorang pemimpin dan solusi atas permasalahan kurangnya disiplin diri, khususnya terkait korupsi. Kemudian dibahas bagaimana mengembangkan diri untuk menjadi pemimpin serta bagaimana menilai karakter kepemimpinan dalam diri sendiri. Terakhir, dijelaskan karakteristik pemimpin yang berhati hangat.
1.1 Tiga Karakter Penting Seorang Pemimpin
Bab ini menjelaskan tiga karakter utama yang harus dimiliki seorang pemimpin: disiplin (terkait disiplin waktu dan kejujuran), kesabaran (untuk memahami karakter anggota tim), dan membangun kepercayaan (antara pemimpin dan anggota tim). Ketiga karakter ini dijelaskan secara rinci dengan contoh-contoh aplikatif dalam konteks organisasi dan kepemimpinan. Kejujuran dan disiplin diri menjadi sorotan utama, dikaitkan dengan pencegahan korupsi dan pentingnya integritas dalam kepemimpinan.
1.2 Permasalahan Kurangnya Disiplin Diri dan Solusinya
Bagian ini membahas fenomena kurangnya disiplin diri dalam menolak suap dan berpegang teguh pada tujuan, yang berdampak pada masalah korupsi yang belum terselesaikan. Analisis mendalam diberikan, menekankan akar masalah pada kurangnya pemahaman esensi pekerjaan sebagai ibadah dan orientasi jangka pendek. Solusi yang ditawarkan berfokus pada pembentukan karakter individu melalui kejujuran, dimulai dari hal-hal kecil, untuk menciptakan keluarga, masyarakat, dan akhirnya dunia yang jujur.
1.3 Mengembangkan Diri Menjadi Seorang Pemimpin
Bagian ini menjelaskan tujuh cara untuk mengembangkan diri menjadi pemimpin yang efektif, mencakup: bertanggung jawab atas pertumbuhan personal, membuat rencana pengembangan, mencari mentor, memperluas bacaan, introspeksi diri, mendengarkan kritik, dan belajar dari pengalaman orang lain. Setiap langkah dijelaskan secara singkat dan menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan dan mencari bimbingan dari mentor yang berpengalaman.
1.4 Menilai Karakter Kepemimpinan dalam Diri
Bagian ini membahas dua cara menilai karakter kepemimpinan: kesesuaian tindakan dengan ucapan (janji, harapan, visi, misi), dan mengerjakan tugas dengan bertanggung jawab meskipun tanpa pengawasan. Penjelasan diberikan tentang pentingnya integritas dan konsistensi antara kata dan perbuatan sebagai indikator karakter kepemimpinan sejati. Menekankan pentingnya tanggung jawab dan integritas sebagai dasar penilaian.
1.5 Karakteristik Pemimpin yang Berhati Hangat
Bagian ini menguraikan karakteristik pemimpin yang berhati hangat, meliputi: menyukai orang lain, menjadikan orang lain sebagai pusat perhatian, menunjukkan ketertarikan pada kehidupan orang lain, ekspresi senang saat bertemu, bahasa tubuh yang baik, suara antusias, kehati-hatian dalam menghindari dominasi, dan menghindari perilaku agresif. Menekankan pentingnya empati, komunikasi yang efektif, dan sikap yang ramah dalam kepemimpinan.
II. Bab II: Tanggung Jawab Kepemimpinan
Bab ini membahas bagaimana seorang pemimpin harus bersikap dalam menghadapi masalah yang berkaitan dengan prinsip dan kepentingan pribadi, bagaimana menghadapi kegagalan mencapai target, pentingnya penghargaan, perbedaan antara manajer dan pemimpin, enam gaya kepemimpinan efektif, dan tujuh cara untuk menjadi pemimpin yang mudah didekati.
2.1 Menghadapi Masalah yang Bertentangan dengan Prinsip Pribadi
Bagian ini membahas bagaimana pemimpin harus bertindak ketika menghadapi dilema etika atau konflik kepentingan. Dijelaskan pentingnya komunikasi aktif dengan bawahan untuk memahami situasi dan mencari solusi bersama melalui konsultasi dan problem-solving. Strategi win-win solution diusulkan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif.
2.2 Menghadapi Kegagalan Mencapai Target
Bagian ini menjelaskan langkah-langkah evaluasi diri yang harus dilakukan pemimpin ketika gagal mencapai target. Penekanan diberikan pada pentingnya team learning, shared vision, analisis akar masalah, dan pengembangan kemampuan pribadi untuk menemukan solusi yang lebih baik. Memberikan panduan praktis untuk pemimpin dalam menghadapi situasi yang menantang.
2.3 Pentingnya Penghargaan bagi Pemimpin
Bagian ini membahas pentingnya penghargaan (respect) dari tim sebagai hasil dari kepemimpinan yang efektif. Dipaparkan bahwa loyalitas dan dedikasi tim merupakan reward terbaik bagi seorang pemimpin yang berhasil mencapai target dan memotivasi anggotanya. Menekankan bahwa penghargaan yang bermakna berasal dari kinerja tim yang sukses.
2.4 Perbedaan Manajer dan Pemimpin
Bagian ini menjelaskan perbedaan mendasar antara manajer dan pemimpin. Manajer fokus pada perencanaan detail, menyelesaikan tugas, dan stabilitas jangka pendek, sementara pemimpin fokus pada penentuan arah, memimpin tim, menciptakan perubahan, dan visi jangka panjang. Perbedaan ini dijelaskan secara rinci dan mudah dipahami.
2.5 Enam Gaya Kepemimpinan Efektif
Bagian ini menjelaskan enam gaya kepemimpinan yang dapat menghasilkan hasil positif: coercive, authoritative, affiliative, democratic, pace-setting, dan coaching. Setiap gaya dijelaskan secara ringkas dengan karakteristik dan contoh aplikasinya. Memberikan wawasan bagi pembaca untuk memilih gaya kepemimpinan yang sesuai dengan konteks.
2.6 Tujuh Cara Menjadi Pemimpin yang Mudah Didekati
Bagian ini menguraikan tujuh cara untuk menjadi pemimpin yang mudah didekati (approachable), meliputi: meluangkan waktu, melakukan pendekatan, memperhatikan bahasa tubuh, tersenyum, berinteraksi di luar konteks pekerjaan, mendengarkan aktif, dan memberikan pujian yang tulus. Setiap langkah dijelaskan secara detail dan menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dan hubungan interpersonal yang baik.
III. Bab III A: Alasan Menjadi Pemimpin dan Unsur Kepemimpinan Diri
Bab ini membahas alasan yang benar dan salah dalam menjadi pemimpin, menjelaskan unsur-unsur kepemimpinan diri (menguasai gerakan, fokus, keyakinan, dan pilihan kata), cara mengubah fokus dalam memimpin diri, langkah-langkah membuat revolusi kepemimpinan, dan tipe komunikasi yang langsung mengarah ke otak.
3.1 Alasan yang Benar dan Salah Menjadi Pemimpin
Bagian ini mengidentifikasi alasan yang salah (uang, kekuasaan, gengsi) dan alasan yang benar (tujuan, orang lain, tanggung jawab) untuk menjadi pemimpin. Penjelasan rinci diberikan untuk setiap alasan, menekankan pentingnya motivasi intrinsik dan dampak positif yang dapat diberikan seorang pemimpin. Menekankan pentingnya kepemimpinan yang berorientasi pada tujuan dan melayani orang lain.
3.2 Unsur-Unsur Kepemimpinan Diri
Bagian ini menguraikan empat unsur penting dalam memimpin diri sendiri: menguasai gerakan, fokus, keyakinan, dan pilihan kata. Setiap unsur dijelaskan secara rinci dengan implikasi praktis bagi kepemimpinan. Menekankan pentingnya pengendalian diri, kejelasan tujuan, keyakinan diri, dan komunikasi yang efektif.
3.3 Mengubah Fokus dalam Memimpin Diri
Bagian ini menjelaskan bagaimana mengubah fokus diri dengan mengubah gerakan (dari pasif ke aktif), pertanyaan (negatif ke positif), dan bayangan (negatif ke positif). Menekankan pentingnya mindset positif dan mengubah persepsi terhadap kegagalan sebagai pembelajaran. Memberikan strategi praktis untuk mengubah pola pikir yang negatif menjadi positif.
3.4 Langkah-Langkah Membuat Revolusi Kepemimpinan
Bagian ini menjelaskan langkah-langkah membuat revolusi kepemimpinan, dimulai dari memimpin diri sendiri, membangun kepercayaan, memiliki visi yang jelas, bertanggung jawab, memiliki pikiran terbuka, menguasai komunikasi, dan menghibur (berempati). Menekankan pentingnya kepemimpinan yang holistik dan berdampak positif pada orang lain.
3.5 Tipe Komunikasi yang Langsung Mengarah ke Otak
Bagian ini menjelaskan tiga tipe komunikasi yang mengarah langsung ke otak: penglihatan, perasaan/gerak, dan pendengaran. Karakteristik setiap tipe dijelaskan dengan contoh-contoh kata-kata yang sering digunakan. Memberikan pemahaman tentang pentingnya menyesuaikan gaya komunikasi dengan tipe penerima pesan.
IV. Bab III: Strategi Kepemimpinan
Bab ini membahas perbedaan lingkungan makro dan mikro dalam manajemen strategis, peran pemimpin dalam penetapan strategi, langkah-langkah analisis faktor strategis, pengertian strategi kepemimpinan dan pentingnya dalam organisasi, hal-hal penting dalam membuat strategi kepemimpinan, contoh penerapan strategi kepemimpinan di rumah sakit.
4.1 Perbedaan Lingkungan Makro dan Mikro dalam Manajemen Strategis
Bagian ini menjelaskan perbedaan lingkungan makro (misalnya, manajemen pemerintahan) dan mikro (misalnya, manajemen perusahaan) dalam konteks manajemen strategis. Penjelasan difokuskan pada perbedaan subyek dan obyek manajemen, serta prinsip kerja (efektivitas vs efisiensi). Memberikan pemahaman yang mendalam tentang konteks lingkungan dalam perencanaan strategis.
4.2 Peran Pemimpin dalam Penetapan Strategi
Bagian ini menjelaskan peran pemimpin dalam penetapan strategi organisasi. Penjelasan menekankan pada sifat manajemen strategis sebagai proses pengambilan keputusan komprehensif yang melibatkan seluruh pihak dalam organisasi. Menekankan pentingnya kepemimpinan yang partisipatif dalam proses perencanaan strategis.
4.3 Langkah-Langkah Analisis Faktor Strategis
Bagian ini menjelaskan langkah-langkah analisis faktor strategis menggunakan pendekatan IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary). Penjelasan mencakup cara memberikan bobot dan rating pada masing-masing faktor, serta interpretasi hasil analisis. Memberikan panduan praktis untuk melakukan analisis SWOT yang sistematis.
4.4 Pengertian Strategi Kepemimpinan dan Pentingnya dalam Organisasi
Bagian ini menjelaskan pengertian strategi kepemimpinan sebagai langkah-langkah sistematis pemimpin dalam mencapai keunggulan kompetitif dan keberhasilan jangka panjang organisasi. Menekankan pentingnya perencanaan strategis dalam mencapai tujuan organisasi.
4.5 Hal-Hal Penting dalam Membuat Strategi Kepemimpinan
Bagian ini membahas pertanyaan-pertanyaan penting yang harus dijawab dalam mengembangkan strategi kepemimpinan, seperti: posisi saat ini, kesempatan untuk peningkatan, dan strategi organisasi. Penjelasan diberikan tentang pentingnya analisis SWOT dan perencanaan strategis jangka panjang (Renstra).
4.6 Contoh Penerapan Strategi Kepemimpinan Efektif di Rumah Sakit
Bagian ini memberikan contoh penerapan strategi kepemimpinan efektif di rumah sakit, yaitu strategi eco-efficiency. Penjelasan mencakup prinsip strategi ini dan contoh penerapannya di Gundersen Lutheran Hospital. Memberikan contoh konkrit implementasi strategi kepemimpinan dalam konteks organisasi.
V. Bab IV: Kepemimpinan dan Eksekusi
Bab ini membahas sifat-sifat kepemimpinan, pengertian kepemimpinan, memastikan eksekusi tugas yang kompeten dan tepat waktu, langkah-langkah pengambilan keputusan dalam situasi sulit, dampak pengambilan keputusan terburu-buru, dan karakteristik orang yang bertanggung jawab.
5.1 Sifat-Sifat Kepemimpinan
Bagian ini menguraikan beberapa sifat penting kepemimpinan, termasuk ketegasan dalam pengambilan keputusan, komitmen terhadap eksekusi, memperhatikan proses, kolaborasi, fokus pada prioritas, perekrutan yang tepat, merespon kinerja yang buruk, dan manajemen konflik. Menekankan pentingnya berbagai keterampilan dan sikap pemimpin dalam mencapai keberhasilan.
5.2 Pengertian Kepemimpinan
Bagian ini memberikan definisi singkat tentang kepemimpinan sebagai kemampuan menghadapi ketidakpastian, pengambilan keputusan sulit, dan pembelajaran berkelanjutan. Menekankan pentingnya adaptasi dan respon terhadap perubahan.
5.3 Memastikan Eksekusi Tugas yang Kompeten dan Tepat Waktu
Bagian ini membahas langkah-langkah memastikan eksekusi tugas yang kompeten dan tepat waktu, termasuk perekrutan yang tepat, pemahaman rencana kerja, dan pengawasan komitmen. Menekankan pentingnya proses yang sistematis dan peran pemimpin dalam memastikan akuntabilitas.
5.4 Langkah-Langkah Pengambilan Keputusan dalam Situasi Sulit
Bagian ini menguraikan langkah-langkah pengambilan keputusan dalam situasi sulit, meliputi: memastikan kewenangan, analisis, identifikasi pilihan, mencari bantuan ahli, mempertimbangkan waktu, dan mempertimbangkan prinsip etika. Menekankan pentingnya proses pengambilan keputusan yang sistematis dan terukur.
5.5 Dampak Pengambilan Keputusan Terburu-buru
Bagian ini menjelaskan dampak negatif dari pengambilan keputusan terburu-buru, termasuk hasil yang kurang baik, kerugian finansial, dan konsekuensi yang merugikan banyak pihak. Menekankan pentingnya mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari setiap keputusan.
5.6 Karakteristik Orang yang Bertanggung Jawab
Bagian ini menguraikan karakteristik orang yang bertanggung jawab, termasuk melihat kesempatan sebagai peluang, mendengarkan insting, ketekunan, dan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. Menekankan pentingnya proaktif dan resiliensi.
VI. Bab V: Kepemimpinan dan Perubahan
Bab ini membahas enam syarat membuat visi, hal penting dalam memulai proses perubahan, tiga komponen utama menjaga momentum perubahan, pengembangan dan perubahan pemimpin menuju visinya menurut Gary Yukl, mewujudkan visi, langkah-langkah mencari proses perubahan, dan kualitas pemimpin perubahan.
6.1 Enam Syarat Membuat Visi
Bagian ini menguraikan enam syarat penting dalam membuat visi yang efektif, mencakup: ringkas, menarik, keyakinan, realistis, adaptif, dan mudah dipahami. Menekankan pentingnya visi yang jelas, terukur, dan memotivasi.
6.2 Hal Penting dalam Memulai Proses Perubahan
Bagian ini menjelaskan hal-hal penting yang harus dilakukan saat memulai proses perubahan, meliputi: mengetahui alasan perubahan, menentukan tujuan, dan mempersiapkan perjalanan perubahan. Menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan pemahaman tujuan.
6.3 Tiga Komponen Utama Menjaga Momentum Perubahan
Bagian ini menguraikan tiga komponen utama untuk menjaga momentum perubahan: kemampuan, motivasi, dan fokus. Menekankan pentingnya kesiapan, motivasi yang tinggi, dan konsentrasi untuk mencapai keberhasilan.
6.4 Pengembangan dan Perubahan Pemimpin Menuju Visi (Teori Gary Yukl)
Bagian ini menjelaskan teori Gary Yukl tentang kepemimpinan dan visi, mencakup enam syarat membuat visi yang efektif. Menekankan pentingnya visi yang jelas dan terukur dalam proses kepemimpinan.
6.5 Mewujudkan Visi melalui Momentum Perubahan
Bagian ini menjelaskan bagaimana pemimpin dapat mewujudkan visinya melalui tiga komponen utama momentum perubahan: kemampuan, motivasi, dan fokus. Menekankan pentingnya adaptasi dan pemanfaatan kemampuan tim.
6.6 Langkah-Langkah Mencari Proses Perubahan
Bagian ini menjelaskan empat tahap dalam mencari proses perubahan: penolakan, resistensi, eksplorasi, dan komitmen. Menekankan pentingnya manajemen konflik dan kolaborasi dalam proses perubahan.
6.7 Kualitas Pemimpin Perubahan
Bagian ini menguraikan kualitas pemimpin perubahan, meliputi: visi, keyakinan, ketekunan, kecerdasan (SQ, EQ, IQ, AQ), kerendahan hati, dan sikap positif. Menekankan pentingnya berbagai kemampuan dan sikap pemimpin untuk mengelola perubahan yang efektif.
VII. Bab VI: Great Influence
Bab ini membahas pentingnya landasan dasar politik dalam pemberian great influence, lima tahapan bernegosiasi agar semua pihak menang, dan mengapa sebagian pemimpin hanya memberikan dampak kecil.
7.1 Pentingnya Landasan Politik dalam Great Influence
Bagian ini menjelaskan pentingnya pemahaman politik organisasi untuk menghasilkan dampak yang signifikan. Menekankan bahwa kurangnya pemahaman politik dapat membatasi pengaruh pemimpin, bahkan jika mereka bekerja dengan baik. Memberikan contoh konkrit tentang pentingnya pemahaman dinamika kekuasaan.
7.2 Lima Tahapan Bernegosiasi yang Menguntungkan Semua Pihak
Bagian ini menguraikan lima tahapan negosiasi yang efektif: perencanaan, proposal, debat, tawar-menawar, dan penutupan. Penjelasan diberikan tentang pentingnya persiapan, komunikasi yang efektif, dan kompromi yang saling menguntungkan. Memberikan panduan praktis untuk negosiasi yang efektif.
7.3 Mengapa Sebagian Pemimpin Hanya Memberikan Dampak Kecil
Bagian ini menjelaskan faktor utama mengapa beberapa pemimpin yang bekerja keras hanya menghasilkan dampak kecil, yaitu kurangnya kecerdasan politik dan pemahaman dinamika kekuasaan informal. Menekankan pentingnya kemampuan bernegosiasi dan mempengaruhi orang lain.
VIII. Bab VII: Membangun Tim yang Diberdayakan
Bab ini membahas pengertian membangun tim yang diberdayakan, apa yang harus dimiliki tim yang diberdayakan, pengertian teleconference dan bagaimana menjalankannya dengan baik.
8.1 Membangun Tim yang Diberdayakan
Bagian ini menjelaskan pengertian membangun tim yang diberdayakan sebagai upaya menciptakan tim yang mampu dan percaya diri dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada organisasi. Menekankan pentingnya kepercayaan dan kemandirian dalam tim yang diberdayakan.
8.2 Apa yang Harus Dimiliki Tim yang Diberdayakan
Bagian ini menguraikan enam hal penting yang harus dimiliki tim yang diberdayakan, meliputi: kekuatan pengambilan keputusan, akses informasi, akses sumber daya, kepercayaan untuk membuat perbedaan, akuntabilitas, dan kerjasama tim. Menekankan pentingnya pemberdayaan yang holistik.
8.3 Teleconference dan Cara Menjalankannya dengan Baik
Bagian ini menjelaskan pengertian teleconference dan tips untuk menjalankannya secara efektif, meliputi: penggunaan suara yang efektif, aturan, pengenalan diri, skala waktu, dan penutupan yang profesional. Menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dan terstruktur.
IX. Bab VII A: Kepemimpinan dalam Manajemen
Bab ini membahas perilaku pemimpin terhadap bawahan, hubungan antara tingkat kematangan bawahan dengan gaya kepemimpinan, dan konflik organisasi yang mempengaruhi kepemimpinan.
9.1 Perilaku Pemimpin terhadap Bawahan
Bagian ini menjelaskan dua perilaku dasar pemimpin terhadap bawahan: perilaku mengarahkan (komunikasi satu arah) dan perilaku mendukung (komunikasi dua arah). Menekankan pentingnya fleksibilitas dan adaptasi gaya kepemimpinan.
9.2 Hubungan Tingkat Kematangan Bawahan dengan Gaya Kepemimpinan
Bagian ini menjelaskan hubungan antara tingkat kematangan bawahan dengan gaya kepemimpinan yang tepat, meliputi: instruksi, konsultasi, partisipasi, dan delegasi. Menekankan pentingnya menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan tingkat kemampuan dan kemandirian bawahan.
9.3 Konflik Organisasi yang Mempengaruhi Kepemimpinan
Bagian ini membahas konflik antarpribadi dan intrapersonal dalam organisasi yang mempengaruhi kepemimpinan. Sumber konflik diidentifikasi, meliputi: ketidakseimbangan tujuan, sumber daya, status, dan persepsi. Menekankan pentingnya manajemen konflik yang efektif.
X. Bab VIII: Manajemen dan Kepemimpinan
Bab ini membahas perbedaan singkat manajemen dan kepemimpinan, tiga langkah perbaikan proses manajemen, dan hubungan kerangka starguide dalam pengembangan organisasi.
10.1 Perbedaan Manajemen dan Kepemimpinan
Bagian ini memberikan perbedaan singkat antara manajemen dan kepemimpinan. Kepemimpinan difokuskan pada inisiatif, perubahan, dan penghentian, sementara manajemen fokus pada proses mencapai tujuan melalui organisasi. Menekankan perbedaan peran dan fokus keduanya.
10.2 Tiga Langkah Perbaikan Proses Manajemen
Bagian ini menjelaskan tiga langkah perbaikan proses manajemen: perbaikan iklim organisasi, pemberdayaan SDM, dan penyederhanaan tugas. Menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam perbaikan manajemen.
10.3 Hubungan Kerangka Starguide dalam Pengembangan Organisasi
Bagian ini menjelaskan kerangka starguide (kemahiran pribadi, model mental, visi bersama, team learning, berpikir sistem) dan hubungannya dalam pengembangan organisasi. Menekankan pentingnya pendekatan holistik dan integrasi berbagai aspek dalam pengembangan organisasi.
XI. Bab IX: Kepemimpinan dalam Reformasi Kesehatan
Bab ini membahas implikasi desentralisasi dalam bidang kesehatan, hal-hal yang dapat dilakukan dalam menjalankan program perubahan kesehatan, dan strategi pelaksanaan program perubahan kesehatan.
11.1 Implikasi Desentralisasi dalam Bidang Kesehatan
Bagian ini membahas dampak positif dan negatif desentralisasi dalam bidang kesehatan. Desentralisasi dapat menjadi ancaman atau kesempatan, bergantung pada bagaimana kebijakan diimplementasikan. Menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan adaptasi terhadap kondisi lokal.
11.2 Hal yang Dapat Dilakukan dalam Menjalankan Program Perubahan Kesehatan
Bagian ini menguraikan hal-hal penting yang perlu dilakukan dalam menjalankan program perubahan kesehatan, meliputi: pengetahuan peraturan, analisis lingkungan, hubungan efektif, dan prioritas sektor kesehatan. Menekankan pentingnya berbagai keterampilan dan pengetahuan dalam pelaksanaan program.
11.3 Strategi Pelaksanaan Program Perubahan Kesehatan
Bagian ini menjelaskan strategi pelaksanaan program perubahan kesehatan, meliputi: presentasi isi program, panjang program, pendekatan program, dan penjadwalan. Menekankan pentingnya perencanaan yang detail dan adaptasi terhadap kondisi lapangan.
XII. Bab X: Tantangan Kepemimpinan Pendidikan Abad 21
Bab ini membahas tantangan kepemimpinan pendidikan di abad 21, perbedaan pembelajaran masa lalu dan sekarang, isu penting kepemimpinan abad 21.
12.1 Tantangan Kepemimpinan Pendidikan Abad 21
Bagian ini menjelaskan tantangan utama kepemimpinan pendidikan di abad 21, yaitu memberikan pembelajaran yang bermutu, relevan, dan bermanfaat bagi siswa agar mampu bersaing di dunia kerja. Menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman.
12.2 Perbedaan Pembelajaran Masa Lalu dan Sekarang
Bagian ini menjelaskan perbedaan pembelajaran masa lalu (pasif) dan sekarang (aktif, analitis, kreatif, reflektif). Menekankan pentingnya pembelajaran yang aktif dan berpusat pada siswa.
12.3 Isu Penting Kepemimpinan Abad 21
Bagian ini menguraikan isu penting kepemimpinan abad 21 dalam pendidikan, meliputi: kepemimpinan untuk pembelajaran, budaya kolaborasi, perubahan berkelanjutan, dan visi. Menekankan pentingnya kepemimpinan yang transformatif.
XIII. Bab XI: Kualitas Pemimpin Perubahan
Bab ini membahas kualitas pemimpin perubahan, Appreciative Inquiry, dan visi MDI 2005-2045.
13.1 Kualitas Pemimpin Perubahan
Bagian ini menjelaskan kualitas penting pemimpin perubahan, meliputi: visi, keyakinan, ketekunan, kecerdasan (SQ, EQ, IQ, AQ), kerendahan hati, dan sikap positif. Menekankan pentingnya kepemimpinan yang inspiratif dan berintegritas.
13.2 Appreciative Inquiry
Bagian ini menjelaskan Appreciative Inquiry yang dikembangkan David Cooperrider dan Suresh Srivastva, mencakup lima tahapan (Definition, Discovery, Dream, Design, Destiny). Menekankan pentingnya pendekatan positif dalam perubahan.
13.3 Visi MDI 2005-2045
Bagian ini menjelaskan visi MDI 2005-2045 untuk membangkitkan nusantara dan memimpin peradaban dunia melalui peningkatan SDM dan pengembangan potensi lokal. Menekankan pentingnya visi jangka panjang dalam pembangunan nasional.
XIV. Bab XII: Sukses dalam Perubahan
Bab ini membahas lima bidang kepemimpinan (kekuasaan, kompetensi, hubungan, imbalan, identitas) dan hal-hal yang perlu dilakukan pemimpin untuk sukses dalam melakukan perubahan berdasarkan ISO 9001-2008.
14.1 Lima Bidang Kepemimpinan untuk Sukses dalam Perubahan
Bagian ini membahas lima bidang kepemimpinan (kekuasaan, kompetensi, hubungan, imbalan, identitas) dan bagaimana masing-masing bidang harus dikelola untuk sukses dalam perubahan. Menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam kepemimpinan perubahan.
14.2 Hal-Hal yang Perlu Dilakukan Pemimpin untuk Sukses dalam Perubahan (berdasarkan ISO 9001-2008)
Bagian ini membahas hal-hal yang perlu dilakukan pemimpin untuk sukses dalam perubahan berdasarkan standar ISO 9001-2008 (bagian ini tidak lengkap dalam teks aslinya).