• Tidak ada hasil yang ditemukan

TREN PEMAKAIAN DAN PEMILIHAN MUSIK REMAJ

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TREN PEMAKAIAN DAN PEMILIHAN MUSIK REMAJ"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

TREN PEMAKAIAN DAN PEMILIHAN MUSIK BAGI REMAJA DAN ORANG DEWASA

(Music Through the Ages: Trends in Musical Engagement and Preferences From Adolescence Through Middle Adulthood)

Sumber:

Bonneville-Roussy, A., Rentfrow, P. J., Xu, M. K., & Potter, J. (2013). Music through the ages: Trends in musical engagement and preferences from adolescence through middle adulthood. Journal of Personality and Social Psychology, 105(4), 703-717. doi:10.1037/a0033770

Abstrak

Dua penelitian studi cross-sectional yang melibatkan lebih dari seperempat juta orang dilakukan untuk menyelidiki perbedaan dalam sikap dan pilihan (preferensi) musik dari rentang usia remaja sampai usia dewasa menengah (middle age). Studi satu menyelidiki tren usia dalam pemakaian musik (musical engagement). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) tingkat kepentingan terhadap musik menurun dikaitkan dengan tingkatan usia, tetapi orang dewasa masih menganggap bahwa musik itu penting, (b) secara signifikan anak muda lebih sering mendengarkan musik daripada orang dewasa setengah baya (middle-aged adults), dan (c) anak muda mendengarkan musik dalam berbagai konteks (variety context), sedangkan orang dewasa mendengarkan musik dalam konteks pribadi (private contexts). Studi ke dua mencoba memerikasa tren usia dalam memilih musik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Pemilihan musik dapat dikonseptualisasikan dalam bentuk lima model dimensi invarian (5 dimensional age-invariant model), (b) Adanya Penurunan dan peningkatan pemilihan musik tertentu (music-preference dimensions) dikaitkan dengan usia. (misalnya penurunan pemilihan musik yang bersifat kesukaan/intense, kesejamanan/contemporary oleh orang dewasa), dan peningkatan pemilihan musik lainnya, seperti dimensi musik bersahaja/Unpretentious, canggih/ Sophisticated), dan (c) kecenderungan usia dalam preferensi musik terkait erat dengan kepribadian. Tren usia normatif dalam pemilihani musik berhubungan dengan perubahan perkembangan pada perkembangan psikososial, kepribadian, dan persepsi pendengar. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan musik terkait dengan berbagai pengaruh perkembangan sepanjang rentang kehidupan.

Latar Belakang

(2)

Namun, individu yang mengalami transisi dari remaja ke dewasa, stabilitas konsep dirinya telah terbentuk (Harter, 2003), kemampuan untuk melawan tekanan teman sebaya semakin meningkat (Steinberg & Monahan, 2007), dan identitas diinvestasikan dalam peran sosial yang baru (misalnya menjadi pasangan, orang tua, karir profesional). Berkeluarga dan mengejar karir menjadikan pendukung identitas mereka. Tampaknya masuk akal untuk menyarankan bahwa peran-peran ini mengurangi fungsi musik dalam membentuk identitas bagi mereka. Temuan saat ini menunjukkan bahwa orang dewasa kemungkinan tidak memiliki banyak investasi psikologis dalam musik seperti anak muda; dan orang dewasa mendengarkan musik untuk sekedar relaksasi dan hiburan. Dengan cara ini, orang dewasa mungkin kurang mengandalkan musik sebagai sarana pengembangan identitas dan musik hanya digunakan sebagai rangsangan atau regulasi emosi.

Banyak bukti yang menunjukkan bahwa keterlibatan musik dan preferensiya memiliki dasar psikologis. Kerangka teoritis membimbing banyak penelitian ke daerah ini bahwa musik mencerminkan dan memperkuat kebutuhan psikologis, biologis, dan sosial masyarakat (Rentfrow, 2012). Karena hampir semua penelitian di bidang ini hanya bergantung pada anak muda, maka mustahil untuk mengetahui apakah musik menyajikan fungsi yang sama sepanjang rentang kehidupan. Apakah ada perbedaan dalam usia dengan keterlibatan dan preferensi musik?

Keterlibatan Musik

Musik merupakan sarana untuk penemuan diri (self dicovery), pengaturan diri, dan ekspresi diri bagi anak muda. Penelitian menunjukkan bahwa anak muda secara signifikan lebih memilih musik dari pada pakaian, film, buku, majalah, game komputer, TV, dan olahraga (Lonsdale&North, 2011; North, Hargreaves, & Hargreaves, 2004; Rentfrow& Gosling, 2003). Anak-anak muda mengaku mendengarkan musik untuk membangkitkan gairah dan regulasi emosi, menambah jaringan sosial, dan ekspresi diri (North et al, 2004;. Rentfrow & Gosling, 2003). Mereka juga mengakui bahwa mereka lebih serig mendengarkan musik dan dalam berbagai tempat, termasuk tempat publik, swasta, sosial, dan tempat sepi (North et al., 2004).

Hal ini belum memberikan penjelasan apakah musik terus memainkan peran penting sepanjang masa hidup seseorang. Hanya ada dua studi yang telah meneliti keterlibatan musik dalam kaitannya dengan usia, dan hasilnya tidak sepenuhnya konsisten. Lonsdale dan North (2011) melaporkan bahwa orang-orang yang berusia di atas tiga puluh tahun menganggap musik kurang penting dibandingkan dengan remaja, sedangkan Laukka (2007) mengamati bahwa orang dewasa yang berusia 65 tahun lebih mempertimbangkan musik daripada pada waktu sebelumnya dalam hidup mereka. Hasil dari kedua studi juga menunjukkan bahwa orang dewasa setengah baya dan yang lebih tua menggunakan musik untuk tujuan gairah dan regulasi emosi.

(3)

Preferensi Music

Satu dekade akhir ini telah menunjukan minat yang besar terhadap pertanyaan tentang perbedaan individu dalam preferensi musik (Boer dkk, Lam, 2011; Colley, 2008; George, Stickle, Rachid, & Wopnford, 2007; Rentfrow, Goldberg, & Levitin 2011; Rentfrow & Gosling, 2003; Rentfrow & McDonald, 2010; Schäfer & Sedlmeier, 2009; Zweigenhaft, 2008). Hasil dari investigasi tersebut terkumpul pada dua kesimpulan berikut: (a) Ada sebuah struktur laten yang mendasari preferensi musik dan (b) preferensi terkait dengan berbagai karakteristik psikologis. Studi tentang struktur preferensi musik menjelaskan bahwa perbedaan individu dalam pemilihan genre musik dapat dikonseptualisasikan dalam empat hingga enam dimensi preferensi musik. Dalam seri terbaru dari penelitian yang melibatkan berbagai genre musik, Rentfrow, Goldberg, dan Levitin (2011; Rentfrow et al, 2012) mengidentifikasi lima dimensi preferensi yang kuat, yaitu: labeled Mellow (Mellow), Unpretentious (bersahaja), Sophisticated (canggih), Intense, dan Contemporary (Kontemporer). Setiap dimensi terdiri dari beberapa genre musik umum (yaitu, kenyaringan, timbre) dan karakteristik psikologis ( misalnya, kompleksitas, afeksi ).

Penelitian tentang korelasi psikologis dengan preferensi musik menunjukkan bahwa preferensi berhubungan dengan kepribadian, nilai-nilai, dan kemampuan kognitif (Delsing, ter Bogt, Engels, & Meeus, 2008; Rentfrow, Goldberg, & Zilca, 2011; Rentfrow & Gosling, 2003 , 2006; Zweigenhaft, 2008). Sebagai contoh, preferensi untuk gaya musik yang canggih (klasik, opera, dan jazz) berhubungan positif terhadap Keterbukaan, imajinasi, nilai-nilai liberal, ekspresi seni, dan kemampuan verbal. Preferensi untuk musik intens (heavy metal dan punk) berhubungan positif terhadap Keterbukaan, mencari sensasi, dan impulsif. Preferensi untuk musik kontemporer juga (seperti pop, rap, dan tari) berhubungan positif dengan sosialisasi, orientasi status, dan daya tarik fisik.

Ada juga bukti bahwa preferensi musik dipengaruhi oleh konotasi sosial yang terkait dengan musik (Tarrant, North, & Hargreaves, 2002 ), karena orang-orang tertarik pada gaya musik dengan karakteristik sosial yang mencerminkan aspek identitas mereka. Sebagai contoh, studi pada stereotip musik bergenre (music-genre stereotypes) menunjukkan bahwa penggemar musik rock dan heavy metal dianggap agresif, patuh, dan mandiri, sedangkan penggemar musik klasik dianggap kaya, cerdas, dan canggih ( Rentfrow & Gosling , 2007; Rentfrow , McDonald , & Oldmeadow , 2009 ). Selain itu, studi preferensi musik di kalangan remaja menunjukkan bahwa individu mendengarkan gaya musik tertentu agar menjadi populer di kalangan teman-temannya dan untuk meningkatkan afiliasi kelompok (Bakagiannis & Tarrant, 2006; Boer et al., 2011; Tarrant et al., 2002). Selfhout, Branje, Bogt, dan Meeus (2009) menemukan bahwa pemilihani musik individu dari teman baik secara signifikan lebih mirip daripada orang asing.

Penelitian ini telah membentuk dasar psikologis untuk memahami preferensi musik. Namun, sebagian besar studi hanya dilakukan terhadap anak muda, jadi kita tidak tahu apakah karakteristik psikologis yang sama terkait dengan preferensi musik dapat digeneralisasi terhadap orang dewasa.

Usia

(4)

yang menujukan bahwa preferensi musik mengkristal pada masa dewasa awal dan tidak berubah sejak saat itu (Holbrook& Schindler, 1989; North & Hargreaves, 1995). Keterangan ini telah mendukung hipotesis dasar yang menunjukkan bahwa orang-orang melaporkan preferensi kuat untuk seniman musik populer yang mereka dengarkan selama masa mudanya daripada yang mereka lakukan untuk artis populer yang datang sebelum atau sesudahnya. Namun, penelitian ini mengandalkan sampel kecil, hanya terfokus pada preferensi untuk musik populer, dan sepenuhnya cross-sectional. Akibatnya, tidak jelas bagaimana preferensi untuk genre lain yang bervariasi menurut umurnya atau apakah varians dalam preferensi musik lebih besar pada masa remaja daripada dewasa tengah.

Sebagai alternatif preferensi musik bervariasi sepanjang masa dewasa. Memang, bukti dari berbagai studi perubahan normatif dalam kepribadian jelas menunjukkan bahwa neurotisisme relatif tinggi selama masa remaja dan menurun seiring bertambahnya usia, sedangkan kesadaran dan Keramahan lebih rendah selama masa remaja dan meningkat saat individu semakin tua (Allemand, Zimprich, & Hertzog, 2007; Lucas & Donnellan, 2011; Roberts, Walton, & Viechtbauer, 2006; Soto, John, Gosling, & Potter, 2011). Organisasi ini bersifat konvergen dengan "badai dan stres" masa remaja ketika anak muda berjuang untuk menemukan tempat mereka (Arnett, 1999), dan perubahan dalam sifat-sifat ini selama dewasa muda dan menengah tampaknya sesuai dengan periode membentuk hubungan intim dan mengejar karir. Dengan demikian, seperti perubahan normatif dalam kepribadian terjadi sepanjang masa hidup, tampaknya masuk akal untuk mengharapkan perubahan normative dan mungkin juga terjadi pada preferensi musik.

Penjelasan perubahan kepribadian menekankan dampak dari peran sosial usia, seperti pernikahan, keluarga, dan pekerjaan ( Roberts, Wood & Smith, 2005) , serta tantangan perkembangan psikososial ( Erikson, 1950, 1968). Sebagai contoh, Model kehidupan Erikson tentang rentang pembangunan berpendapat bahwa individu dihadapkan dengan tantangan untuk menyeimbangkan tuntutan konflik psikososial tertentu saat mereka kemajuan melalui tahap kehidupan yang berbeda. Tantangan selama masa remaja adalah untuk mengembangkan identitas yang koheren dan otonomi, dari masa remaja akhir sampai dewasa awal, tantangannya adalah untuk mengembangkan ikatan intim cinta dan persahabatan, dan sampai dewasa tengah dua tantangan besar dalam hidupnya adalah untuk mempertahankan hubungan intim dan untuk mengejar profesi . Mengingat bahwa individu menggunakan musik untuk ekspresi diri, regulasi gairah, dan ikatan sosial ( tugas-tugas yang lebih atau kurang menonjol pada tahap kehidupan yang berbeda ), dapat dibayangkan bahwa terjadi perubahan pemilihan musik dengan peran sosial dan tahap kehidupan yang dihadapi sepanjang hidup .

(5)

dunia nyata relevansi psikologi sosial - kepribadian, perkembangan, dan biologis utama dengan menggambarkan bagaimana konsep-konsep dasar dan teori-teori di bidang ini dapat menginformasikan pemahaman kita dari segi kehidupan sehari-hari yang penting bagi orang dari segala usia . Hanya dengan memperluas fokus penelitian kami dan mengadopsi perspektif multidisiplin bahwa kita akan mengembangkan pemahaman yang menyeluruh dan lengkap tentang peran musik melalui usia .

REFERENSI

Agrawal, Y., Platz, E. A., & Niparko, J. K. (2008). Prevalence of hearing loss and differences by demographic characteristics among US adults: Data from the National Health and Nutrition Examination Survey, 1999-2004. Archives of Internal Medicine, 168, 1522– 1530. doi:10.1001/archinte.168.14.1522

Allemand, M., Zimprich, D., & Hertzog, C. (2007). Cross-sectional age differences and longitudinal age changes of personality in middle adulthood and old age. Journal of Personality, 75, 323–358. doi:1.1111/j.1467-6494.2006.00441.x

Anari, M., Axelsson, A., Eliasson, A., & Magnusson, L. (1999). Hypersensitivity to sound. Scandinavian Audiology, 28, 219–230. doi:10.1080/010503999424653

Arnett, J. J. (1999). Adolescent storm and stress, reconsidered. American Psychologist, 54, 317–326. doi:10.1037/0003-066X.54.5.317

Bakagiannis, S., & Tarrant, M. (2006). Can music bring people together? Effects of shared musical preference on intergroup bias in adolescence. Scandinavian Journal of Psychology, 47, 129–136. doi:10.1111/j.1467-9450.2006.00500.x

Boer, D., Fischer, R., Strack, M., Bond, M. H., Lo, E., & Lam, J. (2011). How shared preferences in music create bonds between people. Personality and Social Psychology Bulletin, 37, 1159–1171. doi:1.1177/0146167211407521

Brant, L. J., & Fozard, L. J. (1990). Age changes in pure-tone hearing thresholds in a longitudinal study of normal human aging. Journal of the Acoustical Society of America, 88, 813–820. doi:10.1121/1.399731

Brown, T. A. (2006). Confirmatory factor analysis for applied research. New York, NY: Guilford Press.

Buss, D. M. (1987). Selection, evocation, and manipulation. Journal of Personality and Social Psychology, 53, 1214–1221. doi:10.1037/0022-3514.53.6.1214

Buus, S., & Florentine, M. (2002). Growth of loudness in listeners with cochlear hearing losses: Recruitment reconsidered. JARO-Journal of the Association for Research in Otolaryngology, 3, 120–139. doi:10.1007/s101620010084

Carstensen, L. L. (1992). Social and emotional patterns in adulthood: Support for socioemotional selectivity theory. Psychology and Aging, 7, 331–338. doi:1.1037/0882-7974.7.3.331

Chen, F. F. (2007). Sensitivity of goodness of fit indexes to lack of measurement invariance. Structural Equation Modeling: A Multidisciplinary Journal, 14, 464–504. doi:10.1080/10705510701301834

Colley, A. (2008). Young people’s musical taste: Relationship with gender and gender related traits. Journal of Applied Social Psychology, 38, 2039–2055. doi:10.1111/j.1559-1816.2008.00379.x

Delsing, M., ter Bogt, T., Engels, R., & Meeus, W. (2008). Adolescents’ music preferences and personality characteristics. European Journal of Personality, 22, 109–130. doi:1.1002/per.665

(6)

Frith, S. (1981). Sound effects. Youth leisure and the politics of rock ‘n’ roll. New York, NY: Pantheon.

George, D., Stickle, K., Rachid, F., & Wopnford, A. (2007). The association between types of music enjoyed and cognitive, behavioral, and personality factors of those who listen. Psychomusicology, 19, 32–56. doi:10.1037/h0094035

Gordon-Salant, S. (2005). Hearing loss and aging: New research findings and clinical implications. Journal of Rehabilitation Research and Development, 42(Suppl. 2), 9–24. doi:10.1682/JRRD.2005.01.0006

Gosling, S., Rentfrow, P., & Swann, W. (2003). A very brief measure of the Big-Five personality domains. Journal of Research in Personality, 37, 504–528. doi:10.1016/S0092-6566(03)00046-1

Harter, S. (1999). The construction of the self: A developmental perspective. New York, NY: Guilford Press.

Harter, S. (2003). The development of self-representations during childhood and adolescence. In M. Leary & J. Tangney (Eds.), Handbook of self and identity (pp. 610–642). New York, NY: Guilford Press.

Hartup, W. W. (1989). Social relationships and their developmental significance. American Psychologist, 44, 120–126. doi:10.1037/0003-066X.44.2.120

Hogan, R., & Roberts, B. W. (2004). A socioanalytic model of maturity. Journal of Career Assessment, 12, 207–217. doi:1.1177/1069072703255882

Holbrook, M. B., & Schindler, R. M. (1989). Some exploratory findings on the development of musical tastes. Journal of Consumer Research, 16, 119–124. doi:10.1086/209200 Hood, J. D., & Poole, J. P. (1966). Tolerable limit of loudness: Its clinical and physiological

significance. Journal of the Acoustical Society of America, 40, 47–54. doi:10.1121/1.1910062

Jöreskog, K. G. (1979). Statistical estimation of structural models in longitudinal investigations. In J. R. Nesselroade & B. Baltes (Eds.), Longitudinal research in the study of behavior and development (pp. 303–352). New York, NY: Academic Press. Keating, D. (2004). Cognitive and brain development. In R. Lerner & L. Steinberg (Eds.),

Handbook of adolescent psychology (pp. 45–84). New York, NY: Wiley.

Kuhn, D. (2006). Do cognitive changes accompany developments in the adolescent brain? Perspectives on Psychological Science, 1, 59–67. doi:10.1111/j.1745-6924.2006.t01-2-.x

Laukka, P. (2007). Uses of music and psychological well-being among the elderly. Journal of Happiness Studies, 8, 215–241. doi:10.1007/s10902-006-9024-3

Leek, M. R., Molis, M. R., Kubli, L. R., & Tufts, J. B. (2008). Enjoyment of music by elderly hearing-impaired listeners. Journal of the American Academy of Audiology, 19, 519– 526. doi:10.3766/jaaa.19.6.7

Lonsdale, A. J., & North, A. C. (2011). Why do we listen to music? A uses and gratifications analysis. British Journal of Psychology, 102, 108–134. doi:1.1348/000712610x506831 Lucas, R. E., & Donnellan, M. B. (2011). Personality development across the life span:

Longitudinal analyses with a national sample from Germany. Journal of Personality and Social Psychology, 101, 847–861. doi:1.1037/a0024298

Marsh, H. W., & Hau, K.-T. (1996). Assessing goodness of fit: Is parsimony always desirable? Journal of Experimental Education, 64, 364–390.

(7)

Marsh, H. W., Nagengast, N., & Morin, A. J. S. (2012). Measurement invariance of Big-Five factors over the life span: ESEM tests of gender, age, plasticity, maturity, and La Dolce Vita effects. Developmental Psychology. Advance online publication. doi:10.1037/a0026913

McAdams, D. P., & Olson, B. D. (2010). Personality development: Continuity and change over the life course. Annual Review of Psychology, 61, 517–542. doi:10.1146/annurev.psych.093008.100507

McClelland, G. H., & Judd, C. M. (1993). Statistical difficulties of detecting interactions and moderator effects. Psychological Bulletin, 114, 376–390. doi:10.1037/0033-2909.114.2.376

Morin, A. J. S., Marsh, H. W., & Nagengast, B. (2013). Exploratory structural equation modeling. In G. R. Hancock & R. O. Mueller (Eds.), Structural equation modeling: A second course (2nd ed., pp. 395–436). Charlotte, NC: Information Age Publishing. Muthén, L. K., & Muthén, B. O. (1998–2012). Mplus user’s guide. Los Angeles, CA: Author. North, A. C., & Hargreaves, D. J. (1995). Eminence in pop music. Popular Music and

Society, 19, 41–66. doi:1.1080/03007769508591606

North, A. C., Hargreaves, D. J., & Hargreaves, J. J. (2004). Uses of music in everyday life. Music Perception, 22, 41–77. doi:10.1525/mp.2004.22.1.41

Rentfrow, P. J. (2012). The role of music in everyday life: Current directions in the social psychology of music. Social and Personality Psychology Compass, 6, 402–416. doi:10.1111/j.1751-9004.2012.00434.x

Rentfrow, P. J., Goldberg, L. R., & Levitin, D. J. (2011). The structure of musical preferences: A five-factor model. Journal of Personality and Social Psychology, 100, 1139–1157. doi:1.1037/a0022406

Rentfrow, P. J., Goldberg, L. R., Stillwell, D. J., Kosinski, M., Gosling, S. D., & Levitin, D. L. (2012). The song remains the same: A replication and extension of the MUSIC model. Music Perception, 30, 161–185. doi:10.1525/mp.2012.30.2.161

Rentfrow, P. J., Goldberg, L. R., & Zilca, R. (2011). Listening, watching, and reading: The structure and correlates of entertainment preferences. Journal of Personality, 79, 223– 258. doi:1.1111/j.1467-6494.201.00662.x

Rentfrow, P. J., & Gosling, S. D. (2003). The do re mi’s of everyday life: The structure and personality correlates of music preferences. Journal of Personality and Social Psychology, 84, 1236–1256. doi:1.1037/0022-3514.84.6.1236

Rentfrow, P. J., & Gosling, S. D. (2006). Message in a ballad: The role of music preferences in interpersonal perception. Psychological Science, 17, 236–242. doi:1.1111/j.1467-928.2006.01691.x

Rentfrow, P. J., & Gosling, S. D. (2007). The content and validity of music-genre stereotypes among college students. Psychology of Music, 35, 306–326. doi:10.1177/0305735607070382

Rentfrow, P. J., & McDonald, J. A. (2010). Preference, personality, and emotions. In P. N. Juslin & J. Sloboda (Eds.), Handbook of music and emotions: Theory, research, applications (pp. 669–695). New York, NY: Oxford University Press.

Rentfrow, P. J., McDonald, J. A., & Oldmeadow, J. A. (2009). You are what you listen to: Young people’s stereotypes about music fans. Group Processes & Intergroup Relations, 12, 329–344. doi:10.1177/1368430209102845

(8)

Roberts, B. W., Wood, D., & Smith, J. L. (2005). Evaluating Five Factor Theory and social investment perspectives on personality trait development. Journal of Research in Personality, 39, 166–184. doi:10.1016/j.jrp.2004.08.002

Schäfer, T., & Sedlmeier, P. (2009). From the functions of music to music preference. Psychology of Music, 37, 279–300. doi:1.1177/0305735608097247

Selfhout, M. H. W., Branje, S. J. T., ter Bogt, T. F. M., & Meeus, W. H. J. (2009). The role of music preferences in early adolescents’ friendship formation and stability. Journal of Adolescence, 32, 95–107. doi:10.1016/j.adolescence.2007.11.004

Smith, D. (1989). Preferences for differentiated frequency loudness levels in older adult music listening. Journal of Music Therapy, 26, 18–29.

Soto, C. J., John, O. P., Gosling, S. D., & Potter, J. (2011). Age differences in personality traits from 10 to 65: Big five domains and facets in a large cross-sectional sample. Journal of Personality and Social Psychology, 100, 330–348. doi:1.1037/a0021717 Steinberg, L., & Monahan, K. C. (2007). Age differences in resistance to peer influence.

Developmental Psychology, 43, 1531–1543. doi:10.1037/0012-1649.43.6.1531

Tarrant, M., North, A. C., & Hargreaves, D. J. (2002). Youth identity and music. In R. A. R. Macdonald, D. J. Hargreaves, & D. Miell (Eds.), Musical identities (pp. 134–150). New York, NY: Oxford University Press.

Tekman, H. G., & Hortaçsu, N. (2002). Music and social identity: Stylistic identification as a response to musical style. International Journal of Psychology, 37, 277–285. doi:1.1080/00207590244000043

ter Bogt, T. F. M., Keijsers, L., & Meeus, W. H. J. (2013). Early adolescent music preferences and minor delinquency. Pediatrics, 131, e380–e389. doi:10.1542/peds.2012-0708 Tremblay, R. E. (1998). Testosterone, physical aggression, dominance, and physical

development in early adolescence. International Journal of Behavioral Development, 22, 753–777. doi:1.1080/016502598384153

Referensi

Dokumen terkait

Dari semua parameter yang diuji hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pen- ampungan semen pada pukul 06.00 menghasilkan kualitas semen segar domba garut tipe laga

Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui penerapan pembelajaran metode

Menguasai standar kompetensi dan kompetensi Memahami kompetensi dasar mata pelajaran yang Menganalisis penerapan makna pembukaan makna dasar mata pelajaran yang diampu diampu

Kenaikan aktifitas guru dari siklus I ke siklus II disebabkan karna guru terus berusaha untuk meningkatkan metode yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga siswa

Having created a desirable behavior for moving an object in Figure 1, Figure 2 shows how this can be incorporated into the main code segment for the creation of the Java 3D

Eddy O.S Hiariej, Beberapa Catatan Kritis Terhadap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, Makalah Disampaikan

Pengadaan bar ang/ jasa dilaksanakan secara elektr onik dengan mengakses aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektr onik (aplikasi SPSE) pada alamat w ebsite LPSE: http/ /

Sikap merupakan aspek yang berperan pada perilaku penanganan pertama diare balita, sikap negatif disebabkan ibu kurang wawasan sehingga meremehkan kejadian diare, ibu