VISI, MISI DAN POKOK - POKOK KEBIJAKAN STRATEGIK
VISI
Dalam menyikapi visi daerah kabupaten bima bertitik tolak kepada 3 (tiga) hal, sebagai acuan yang jelas, yaitu didasari :
1. Kondisi Aktual
- Keadaan alam yang kering.
- Masih banyak lahan kritis, tandus , gundul
- Banyak lahan kritis tidak produktif.
2. Adanya Pengalaman sebelumnya, sering terjadi kerusuhan di berbagai tempat, baik bersifat masal/antar desa maupun dalam kapasitas sporadic.
3. Menentukan visi yang jelas dan tepat :
BIMA YANG DAMAI, AMAN DALAM SUASANA, DEMOKRATIS, SUBUR MAKMUR, RINDANG;
a. Bertitik tolak dari visi misi diatas, miisi pokok bagi siapapun Bupati/ Kepala Daerah yang memperoleh kepercaan Rakyat untuk meminpin Bima lima tahun kedepan, tentu akan meletakkan dasar dasar dam upaya-upaya konkrit untuk melaksanakan perbaikan alam khususnya terhadap lahan-lahan kering, gundul dan tandus dan kritis, baik secara berencana, bertahap, terpadu dan berkelanjutan “ intinya membiarkan lahan-lahan kering, kritis, gundul dan tandus semakin bertambah luas tanpa manfaat, itu beraryti bukan hanya kegagalan tetapi itu adalah suatu sikap tidak terpuji dan kesalahan yang luar biasa, justru sampai saat ini fakta kasat mata yang kita lihat masih perlu ditindak lanjuti dibeberapa tempat.
pada saatnya dan kedua upaya tanaman keras /agrobisnis juga akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan tentu cita-cita daerah dimasa depan akan positif sedangkan langkah tepat lain nya yang dapat memberikan banyak manfaat bagi amsyarakat dalam daerah Bima, selain melaksanakan upaya tanaman keras / agrobisnis. Perlu pula melaksanakan upaya
peternakan sapi,peternakan kambing,peternakan
ayam,meningkatkan tanaman semusim:jagung,kacang
kedelai,kacang tanah,padi,singkong/umbi-umbian dan bawang merah memperbaiki pola tambak udang,bandeng,serta tentu mencapai itu secara optimalisasi:-sumber daya alam yang tersedia
- Sumber daya manusianya
- Modal yang memadai
- Teknologi yang cukup sesuai kemampuan masyarakat dan
daerah
Karna kedepan aura daerah di mana masyarakat berkebudayaan bisnis industri dengan pembangunan yang berkelanjutan sehingga implikasi-implikasi positif lainnya dibidang kesehatan, pendidikan, social, budaya, hukum , agama, dan politik. Dengan sendirinya akan berperan aktif sejalan dengan pertumbuhan dan kemampuan daerah, karena menurut pendapat saya tidak ada misi pokok lain yang dapat dikedepankan bagi Kepala Daerah lima tahun. selain misi pokok yaitu! kembalinya ekosistim daerah pada kesinambungan hayatinya!, misi pokok ini harus merupakan sebuah gerakan pemberdaya’an bagi masyarakat yang bersifat, serentak, masal, dan kompak. Untuk itu perlu adanya kerangka dasar seperti perbaikan dan perubahan peratuaran-peraturan daerah sebagai penentuan kebijaksanasan srategis dengan skala prioritas, sehingga lima tahun kepemimpinan bupati/kepala daerah tersebut kerangka-kerangka itu sudah berjalan dalam realitas fsik di lapangan
b.misi pokok yang kedua adalah ’’adanya kebanggaan masyarakat bima sebagai insan-insan yang taat beragama ”melalui misi pokok yang kedua di harapkan adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang meliputi kualitas fsik (kesejahtera’an) dan kualitas non fsik berupa, moral, etika, dan spiritual. tanpa meningatkan kesejahtera’an yang memadai sulit dapat di harapkan adanya kualitas moral, etika, spiritual dan disiplin yang baik.
Dengan adanya visi dasar dan misi pokok tentu muncul harapan-harapan yang akan terjadi:
1. pertumbuhan dan pemeta’an.
2. singkronisasi dan keterpaduan pembangunan. 3. pertumbuhan perluasan sector unggulan.
5. pembangunan yang berkelanjutan yang dilakukan secara, simultan, sepadan dan integral.
apa yang saya tuangkan dalam visi dasar dan misi dasar tersebut di atas hanya beberapa aspek yang penting dan paling mendasar serta relefan,meskipun semua aspek tetap saya anggap penting dan harus di laksanakan,denga segala kerendahan hati saya menyadari bahwa pengalaman pengabdian kepamongan saya sepenuhnya berlangsung di daerah bima yang kondisinya sedikit banyak saya fahami,walaupun demikian saya harus belajar membangun daerah ini dan siap untuk terus belajar.
MASALAH POKOK DAN KEBIJAKSANAAN STRATEGIS A. PARADIGMA ENOVASI
- Paradigma Pertama
Penerapan UU NO: 32 tahun 2012 pemerintahan daerah sebagai pengganti UU NO: 23 tahun 1999,sangat di warnai oleh adanya paradigm enovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di masa depan dimana pengontrolan roda kepemerintahan dan pembuatan undang-undang (perda) eksekutif tidak boleh lagi bermimpi terus-menerus bahwa legislatif (dewan) tinggal mengetok palu untuk persetujuan,sebaliknya legilatif dengan mandat dari rakyat yang ada di pundaknya harus melaksanakan pembahasan kritis terhadap seluruh masalah yang di hadapi demi sebesar-besarnya kesejahtera’an masyarakat, karna itu daerah kabupaten bima yang sampai sa’at ini belum memiliki potensi unggulan sebagai sumber pembiaya’an pembangunan,harus berpacu denga waktu untuk mencari trobosan-trobosan baru,mengakses seoptimal mungkin setiap peluang dari potensi yang di miliki secara terbuka.oleh sebab itu fgure kepala daerah sedapat mungkin adalah sosok yang memiliki kreativitas tinggi di dukung oleh akses yang luas dan mapan,menjauhkan diri dari pola pikir dan ketergantunga yang cukup besar kepada pemerintah pusat.
- Paradigma berikutnya adalah penyelenggara’an pemerintah daerah
di era sa’at ini akan berlangsung dalm suasana yang demokratis,transparan(open managemen)di bawah control social yang ketat,karna itu birokrasi yang berbelit-belit,pelayanan yang lamban,arogansi aparat,kecendrungan melakukan praktek korupsi dan sejenisnya serta berbagai bentuk pemaksa’an kehendak kepada masyarakat,semua itu sudah harus di akhiri
- Paradigma selanjutnya adalah mengenai meningkatnya peran pada
pembanguna sesuai aspirasi day manfa’at dan kebutuha aktual masyarakat harus di perhatikan.kebiasa’an lama minta petunjuk,pengarahan dan sikap takut berbuat salah karna loyalitas yang berlebihan harus di akhiri dan harus diganti dengan pola kerja yang berdasarkan sistim,mekanisme dan ko’ordinasi kerja yang berjalan,dengan sendirinya sesuai rule of the game yang ada
- Paradigma-paradigma di atas sangat berpengaruh pada penetapan
hukum,kebijaksanan,perencana’an,program dan kegiata-kegiatan pembanguna.karena itu produk hukum yang tidsk sesuai lagi harus dig anti dengan produk-produk hukum yang mengakomodir semangat baru dan prinsip-prinsip pemerintahan yang transparan dan demokratis
B. MASALAH POKOK
Dalam meletakan kerangka-kerangka dasar pembangunan daerah kabupaten bima,setidaknya untuk kurun waktu lima tahun ke depan pada hemat saya terdapat sejumlah masalah pokok yang perlu memperoloeh perhatian serius.Karna itu bidang-bidang tersebut merupakan prioritas yang di anggap mempunyai daya ungkit besar bagi pembangunan bidan-bidang lainya,jadi bukan berarti masalah pembamgunan bidang-bidang lainya di abaikan.
C. KEBIJAKSANAAN STRATEGIS 1. Bidang Ekonomi
a. pembangunan ekonomi di titikberatkan pada pembangunan sector pertanian dengan preritas pada pembanguna agrobisnis tanaman produktif(mangga,jeruk,jambu metenangka dan lain-lain)pada semua lahan kritis,kering dan tandus di seluruh wilayah kecematan yang ditetapkan sebagai suatu gerakan masyarakat yang bersifat serentak,kompak dan massal
b. Pembangunan pertanian agrobisnis diarahkan sebagai alternatif utama pemecahan masalah fundamental daerah karna memiliki daya ungkit sangat besar guna mensuport pemecahan masalah dasar daerah,seperti masalah tenaga kerja,kesempatan berusaha,perubahan orientasi cara bertani,pemulihan ekologi dan ekosistim,serta secara tidak langsung dapat meredam tindakan anti social seperti pencurian,pemerasan,dan kenakalan remaja
c. Titik berat sector pertanian dengan intensifkasi tinggi dengan prioritas komoditas unggulan :
- tanaman pangan:jagung,kacang tanah,kacang kedelai.
- peternakan:sapi,kerbau,kambing,ayam.
- perikanan:mutiara,rumput laut,tambak,penangkapan di laut.
pengawetan ikan yang modern seperti cold strage/kamar pendingin yang member nilai tambah yang besar,sampai sa’at ini belum ada.
d. dalam rangka pemberdaya’an ekonomi di kembangkan semua serta ekonomi yang tersebar di pelosok-pelosok daerah serta memberikan dukungan konkrit pada kelompok-kelompok usaha masyarakat termasuk koperasi,kelompok tani,lsm serta potensi-potensi masyarakat lainnya
e. untuk mendukung kelancara aktivitas perdagangan dan menciptakan peluang-peluang bagi kelancaran arus barang dan jasa serta manusia dari dan ke kabupaten bima harus di tingkatkan serta dan prasarana perhubungan seperti dermaga,adanya bandara, dan terminal darat
f. Dalam mengatasi kekurangan air di upayakanuntuk membangun sebanyak mungkin waduk-waduk penampungan air hujan,secara bertahap pada cekungan-cekungan yang memungkinkan untuk itu.sejalan dengan itu mengusahakan reboisasi gunung-gunung serta membatasi secara ketat kegiatan penebangan hutan dengan dalih apapun,termasuk melarang masyarakat menebang pohon-pohon besar meskipun milikx sendiri
g. Menumbuh kembangkan iklim ekonomi yang adil untuk mengurangi jumlah masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan serta menjembatani berbagai kesenjangan social ekonomi dalam masyaraka.
h. Mencari terobosan-terobosan baru kreatif untuk meningkatkan pendapatan asli daerah(PAD)sumber-sumber pembiaya’an
pembangunan termasuk akses keperintah propinsi
NTB,pemerintahan pusat dan pihak-pihak lain dengan prinsip menguntungkan daerah.
i. Melaksanakan peneta’an kembali tanah-tanah masyarakat dan tanah-tanah Negara agar masyarakat memperoleh kepastian hukum kepemilikan atas tanah guna menghindari tumpang tindih,ketidak adilan, penyerobotan dan manipulasi pemilikan tanah yang sering terjadi dalam masyarakat.
2. BIDANG SOSIAL BUDAYA
a. Pengembangan sumber daya manusia secar fsik dan mental yang di arahkan untuk secara langsung mendukung dan berpartisipasi aktif di berbagai kegiatan pembangunan
b. meningkatkan ketebalan sy’ar kehidupan beragama guna meningkatkan derajat ketakwa’an kepada allah SWT,dalam mempertahankan salah satu kebanggaan masyarakat sebagai masyarakat yang agamais dan ta’at beribadah.
menyetop secara keras penyalahgunaan narkotika,miniman keras,obat-obatan terlarang dan pergaulan bebas,perjudian serta berbagai kegiatan tak tepuji di kalangan masyarakat terutama generasi muda melalui upaya penegakan hukum,keteladanan,penanaman nilai-nilai agama membentuk wadah-wadah ketrampilan dan kegiatan-kegiatan lainya secara nyata.
3. BIDANG POLITIK
a. Membangun suasana kehidupan bermasyarakat dan berbangsa yang demokratis,terbuka dalam mendorong tumbuhnya masyarakat madani dan equiliter
b. Mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat melalui perlindungan hak-hak politik,hak asasi manisia,kebebasan berpendapat dan berserikat sepanjang mengarah pada persatuan dan kesatuan bansa.
c. Membina dan membangun kerja sama yang mutualistis dengan partai-partai politik dengan sikap yang tidak memihak dengan landasan semangat pembaharuan ddi segala bidang demi kemajuan masyarakat
4. BIDANG HUKUM
a. Melakukan peninjauan kembali terhadap produk-produk hukum (PERDA) yang di pandang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan sa’at ini karena sudah tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat dari segi perubahan,keadilan,dan demokratisasi
b. Mempelopori upaya konkrit di kalangan masyarakat melaui lembag-lembga dan
c. aparat penegak hukum sejalan dengan itu di terapkan hukum tanpa pandang bulu di semua lapisan di kalangan masyarakat yang diawali dari tindakan disipli,kepatuhan dan keteladana aparat penegak hukum dan aparatur pemerintah daerah
d. Mewujudkan gerakan masyarakat patuh hukum dan disiplin yang dinamis(hidup)melalui penyuluhan hukum dan sebagainya
5. BIDANG PEMERINTAHAN
a. Mewujudkan peritah yang bersih dan berwibawa melalui penegakan disiplin,keteladanan termasuk pemberantasan KKN lembaga pemerintahan daerah dan level kepemimpinan dari atas kebawah.
c. Meningkatkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui pendidikan dan latihan guna mengantisipasi kebutuhan keahlian sesuai tuntutan perkembangan masyarakat.
RENCANA STRATEGIS DAN PROGRAM POKOK A. RENCANA STRATEGIS
1. Pengertian yang di maksud dengan rencana strategis(RENSTRA)di sinilah adalah pokok-pokok rencana pembangunan daerah kabupaten bima selam lima tahun kedepan yaitu periode 2015-2020 yang berisi aspek-aspek fundamental bagi perkembangan daerah yang di susun secara sistimatis dan untuk mudah renca strategis ini di sebut restra kabupaten bima 2015-2020
2. Tujuan restra:retra kabupaten bima 2015-2020 bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat dengan meletakkan dasar-dasarfundamental dan kerangka kerja sistimatis bagi pemerintahan daerah kabupaten bima dengan masyarakat dalam pemecahan masalah-masalah fundamental daerah serta meningkatkan citra dan eksistensi daerah kabupaten bima
3. Dasar-dasar penyusunan restra,restra kabupaten bima 2015-2020 yang komperehensif harus di susun berdasarkan data dan fakta actual permasalahan pokok yang di hadapin dan kondisi social ekonomi masyarakat bima.sedangkan yang dimuat disini adalah pokok-pokok pikiran dan kerangka-kerangka sistimatika restra kabupaten bima 2015-2020 ini,artinya belum di susun berdasarkan fakta dan data yang actual,sehingga natinya akan di tangani oleh sebuah tim kerja terpadu pemerintah daerah kabupaten bima yang di bentuk khusus
4. Sasaran pokok renstra kabupaten bima:
a. SASARAN FUNGSIONAL RENSTRA KABUPATEN BIMA 2015-2020 yaitu terlaksananya peletakan landasan-landasakonkrit baik peraturan,sikap social dan political will pemerintah daerah maupun konkrit fsik lapangan untuk terwujudnya citra daerah.tanpa usaha konkrit untuk membangun citra tersebut,maka hanya sebuah ungkapan manis berbaur politik belaka tanpa pemecahan konkrit dan bijasana ataslahan-lahan kritis,kering dan tandus.BIMA BANGKIT”hanyalah sebuah impian,malahan kedepan mungkin yang terterjadi BIMA YANG MEREDUP”
keadilan tanpa pandang bulu.Di bidang politik di utamakan pada tumbuhnya iklim dan suasana po,litik ynag demokratis dan terbuka.dan di bidang pemerintahan di utmakan
terwujudnya perintahan yang bersih dan
berwibawa,peningkatan pelayanan masyarakat serta peningkatan kinerja pemerintah daerah kabupaten bima
c. DESKRIPSI SASARAN RENSTRA KABUPATEN BIMA
sejalan dengan kebijaksanaan strategis yang di tetapkan dalam renstra kabupaten bima 2015-2020,dapat di tentukan 10 (sepuluh) sasaran output yang bersifat prioritas danstrategis di bawah ini sebagai berikut:
1. pengembangan agrobisnis tanaman keras di atas semua lahan kritis,kering,dan tandus
2. pembangunan waduk-waduk penampung air hujan pada tiap lokasi yang memungkinkan
3. Reoriantasi pola pertanian dan sikap mental petani 4. Pengembangan agro-industri dan agro-wisata
5. Pembinaan agama,moral,dan disiplin social
6. Pengembangan dan peningkatan sarana komunikasi dan informasi hingga ke pelosok-pelosok
7. Peningkatan kemampuan saranan perhubungan dan kelancaran arus barang,jasa,dan manusia
8. Penegakan hukum,sosialisasi dan perbakan hukum
9. Peningkatan kinerja aparatur dan lembaga pemerintah daerah
10. Pengembangan pemahaman sejarah dan budaya daerah
d. PEMBANGUNAN IBU KOTA KABUPATEN YANG JELAS DAN TETAP SESUAI HARAPAN MASYARAKAT KABUPATEN BIMA
B. PROGRAM POKOK
1. Pengembangan Agrobisnis Tanaman Keras Produktif di Atas Lahan Kritis,Kering,Tandus
a. Masalah Pokok
- tanah kritis,kering,dan tandus cukup luas dan tersebar di seluruh kecamatan
- kemampuan masyarakat petani,sangat terbatas baik skil
maupun modal kerja
- pengamanan tanaman jelas sulit,karena pagar laha belum ada
- sulitnya memperoleh air,termasuk untuk menyiram tanaman
- terbatasnya bibit,pupuk,alat pengolahan lahan
- gangguan ternak besar(sapi,kerbau,kuda)yang di lepas
secara liar
- beban yang dipikul oleh pemerintah daerah cukup besar dari segi pembiayan,pelaksanaan dan pengendalian kegiatan
- bahan pembuat pagar(kayu) terbatas
- sikap mental masyarakat bersifat agraris tradisional
- pemahaman masyarakat kurang memadai
b. Sasaran yang di capai
- terwujudnya keseimbangan ekologi dan eosistim
- meningkatkan kesuburan tanah dan penghijaun kawasan
- Terciptanya lapangan kerja dan lapangan usaha dalam
jumlah yang besar bagi masyarakat
- meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat
- meningkatkan penerima PAD
- meningatkan citraan dan kebanggaan daerah
- terdongkraknya pengembangan semua sector pembangunan
yang lain seperti:perdagangan,industry,dan pariwisata
- secara tidak langsung dapat meredam tindakan-tindakan anti
social dan mengurangi kecenderungan generasi muda untuk meninggalkan desanya untuk kekota besar untuk mencari kerja.
- Dalam jangka panjang menaikan citra daerah melalui trade
mark produk agribisnis,misalnya:mangga bima,jeruk bima,nangka bima,surkaya bima dan lain-lain. mengatur penggunaan dana kredit itu kepada masyarakat.
- Menetapkan kegiatan ini sebagai ”GERAKAN MASYARAKAT
YANG BERSIFAT MASSAL“ yang di motori oleh pemda
- Memberlakukan kembali tradisi”PAGAR UMUM”(Kuta Na’e)
secara gotong royong dengan tanggung jawab perawatan masing-masing pemilik lahan
- Mengusahakan kredit sarana kerja dari basis-basis industri
melalui kemitraan wilayah
- Mengusahakan pembibitan tanaman secara besar-besaran
dengan memanfaatkan seluruh usaha masyarakat dalam bidang BOLTIKULTURA.
- Memesan bibit tanaman melalui lembaga-lembaga
boltikultural dan pihak-pihak lain yang menyediakan bibit.
- Meningkatkan peran pekda tentang larangan melepaskan
ternak secara liar dengan sanksi yang berat.
- Mendidik sebanyak-banyaknya tenaga-tenaga muda
- Menghimpun para petani dalam kelompok kerja tani sesuai dengan domisili untuk memudahkan pembinaan.
- Mengarahkan petani untuk melakuka tumpang sari dengan
tanaman palawija yang cocok di sela-sela tanaman keras
- Memberikanbimbingan tekhnis secara terus-menerus kepada
para petani.
2. Pembangunan waduk-waduk penampung air hujan a. Masalah
- Memerluka biaya tidak sedikit,sedang dana pemda belum
memadai
- Jumlah situs yang memerlukan waduk cukup banyak.
- Terdapat lahan milik masyarakat yang harus di korbankan.
- Pelaksana harus kontraktor.
b. Sasaran yang di capai
- Pulihnya lahan sekitar waduk akibat resapan air.
- Teratasinya masalah kekurangan air terutama untuk usaha
pertanian.
- Meningkatnya acara masyarakat
- Terairinya banyak sawah dan kebun dam pela parado,dan
roka.
- Terciptanya lapangan usaha yang cukup banyak.
c. Kegiatan prioritas
- Mendata seluruh situs yang memungkinkan di bangun
waduk.
- Memotivasi masyarakat untuk melaksanakan kerja gotong
royong membangun waduk sepanjang yang dapat di jangkau
- Mengusahakan anggaran melalui proyek sektoral nasional
APBN
- Mengusahakan sumber-sumber dana melalui fasilitas kredit
dan bantuan-bantuan lain yang bersyarat lunak tidak mengikat serta masih dalam tanggung jawab pemda
3. Reorientasi Pola Pertanian dan Sikap Mental Petani a. Masalah
- sebagian besar petani masih mempertahankan cara-cara
dan pola bertani yang bersifat tradisional secara turun temurun
- adanya sikap mental berani yang sulit berubah
- hasil produksi pertanian masih rendah
- kualitas produksi kurang baik
- pengetahuan petani pada umumnya rendah,baik tehnis
maupun managerial
- peralatan yang di gunakan kurang memadai
- bimbinganpemda secara langsung belum optimal
Sasaran pokok yang di capai
- Tercapainya perubahan sikap mental para petani untuk
berorientasi pada usaha tani yang maju modern dan berakses pada proyek
- Meningkatan hasil produksi yang berarti kesrah petani dan pemerintah pemda
- Meningkatkan pengetahuan tehnis dan managerial para
petani dan serta masyarakat profnsi lainnya
- Meningkatnya hasil produksi,sehingga dapat bersaing di pasar
local dan nasiona b. Kegiatan Prioritas
- memberikan bimbingan tehnis yang memadai kepada para
petani,tentang pola pertanian modern
- membina kelompok-kelompok tani sesuai dengan cirri khas
usahanya masing-masing
- memberika bantuan modal dan usaha produksi kepada para
petani dengan fasilitas kredit bersyarat lunak
- membantu pemasaran hasil tani dalam tataniaga yang baik
- menetapkan standar mutu produk pertanian dan standar
bunga pajak serta menguntungkan petani
- membantu pemasaran hasil produksi
4. Pengembangan Agro-industri dan Industri masyarakat a. masalah pokok
- bila produksi melimpah maka harga anjlok,sehingga sangat
merugikan,bahkan dapat mematahkan semangat usaha para petani,dan pada sa’at-sa’at tertentu harga produk pertanian melambung tinggi
- belum ada atau berkurangnya jumlah industri pengolahan hasil pertanian menjadi belum jadi atau setngah jadi,misalnya pabrik saus bila produksi cabe dan tomat melimpah,pabrik setengah jadi tapioka,pabrik pengolahan bawang dan lain-lain
- kualitas produk industry keinginan masyarakat relative masih
rendah
- cara kerja masih bersifat tradisional tertentu murun(belum berorientasi pada kebutuhan pasar )
b. Sasaran pokok yang di capai
- tetap konsistennya semangat para petani meningkatkan
produksi
- meningkatnya hasil petani/pengrajin
- meningkatkan mutu dan jumlah produksi
- tersedianya kebutuhan masyarakat secara konsisten di
pasarkan dengan harga yang terjangkau
- tersedianya pabrik-pabrik pengolahan hasil pertanian pada
- meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemerintah daerah
c. Kegiatan Prioritas
- mengusahakan penelitia pabrik pengolahan hasil pertanian pada citra-citra produksi tertentu,melalui kemitraan dengan pihak-pihak lain secara professional
- membantu masyarakat/para petani dalam memasarkan hasil
produksi
- membangun kerja sama dengan pabrik-pabrik pengolahan
makanan seperti pabrik sari Indofood,untuk menampung bahan baku atau bahan setengah jadi dari petani dengan syarat kualaitas yang telah di tetapkan oleh mereka
5. Pembinaan Agama dan Bimbingan Rohani a. masalah pokok
- terdapat gejala makin dangkalnya penhayatan nilai-nilai
agama dan kurangnya bimbingan rohani di kalangan masyarakat,khususnya di kalangan generasi muda
- kesemarakan kehidupan beragama di masjid-masjid,
mushollah-mushollah dan rumah tinggal cenderung meredup
- tokoh-tokoh agama(ulama) sebgai panutan yang berwibawa
dan disegani berkurang
- kenakalan anak muda dalam dalam bentuk penyalah gunaan
narkoba,minuman keras,pergaulan bebas di luar batas NDRM,perjudian,pencurian,perkelahiran massal dan berbagai perilaku anti social lainnya telah merambah ke desa-desa dan dusun-dusun serta kampung-kampung
- semangat kekeluargaan,gotong royong,tenggang
rasa,kesetiakawanan social cenderung melemah di kalangan masyarakat
b. Sasaran pokok yang di capai
- terselenggaranya kembali kesemarahan kehidupan
beragama di kalangan masyarakat sebagai salah satu kebanggaan Dou Mbojo
- berfungsinya nilai-nilai agama dan jalannya bimbingan rohani
akan mengarahkan sikap dan perilaku masyarakat sehari-hari terutama kepada generasi muda
- meningkatnya pemehaman dan penghayatan nilai-nilai
agama serta meluasnya pembinaan bimbingan rohani di lingkungan masyarakat
- makin banyaknya tokoh-tokoh(ulama)panutan masyarakat
yang berwibawa dan di segani di masyarakat.
- berkurangnya atau kalau bisa terhapusnya berbagai bentuk