Periode post partum dibagi menjadi tiga
Periode post partum dibagi menjadi tiga
yaitu:
yaitu:
1.Immediately PP: berlangsung sampai
1.Immediately PP: berlangsung sampai
24 jam pertama PP
24 jam pertama PP
2. Early PP : berlangsung sampai
2. Early PP : berlangsung sampai
minggu pertama PP
minggu pertama PP
3. Late PP : berlangsung minggu ke 2-ke
3. Late PP : berlangsung minggu ke 2-ke
Periode post partum (peurperium)
Periode post partum (peurperium)
adalah jangka waktu 6 minggu,
adalah jangka waktu 6 minggu,
yang dimulai setelah kelahiran
yang dimulai setelah kelahiran
bayi sampai pemulihan kembali
bayi sampai pemulihan kembali
organ-organ reproduksi seperti
organ-organ reproduksi seperti
sebelum kehamilan
Banyak faktor yang mempengaruhi proses Banyak faktor yang mempengaruhi proses
pemulihan ini, termasuk tingkat energi, pemulihan ini, termasuk tingkat energi,
kenyamanan psikologis dan fisik, kesehatan kenyamanan psikologis dan fisik, kesehatan
bayi baru lahir, perawatan dan motivasi bayi baru lahir, perawatan dan motivasi
yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan
profesional, dimana pada periode ini lebih profesional, dimana pada periode ini lebih
ditekankan pada kesejahteraan ibu dan ditekankan pada kesejahteraan ibu dan respon dari bayinya. Untuk memberikan respon dari bayinya. Untuk memberikan
perawatan yang bermanfaat bagi ibu, bayi perawatan yang bermanfaat bagi ibu, bayi
dan keluarganya, perawat harus dan keluarganya, perawat harus
ADAPTASI PSIKOLOGIS
ADAPTASI PSIKOLOGIS
Reva Rubin (1977) membagi fase
Reva Rubin (1977) membagi fase
postpartum pada 3 fase, yaitu :
postpartum pada 3 fase, yaitu :
1.
1.
Taking In (berlangsung
Taking In (berlangsung
hari 1-2 POSTPARTUM)
hari 1-2 POSTPARTUM)
Waktu refleksi bagi ibu-ibu cenderung pasif, Waktu refleksi bagi ibu-ibu cenderung pasif,
membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi
kebutuhan sehari. Hal ini disebabkan karena ibu kebutuhan sehari. Hal ini disebabkan karena ibu
mengalami ketidak nyamanan fisik setelah persalinan, mengalami ketidak nyamanan fisik setelah persalinan,
seperti nyeri perineum, hemoroid, afterpain. Pada seperti nyeri perineum, hemoroid, afterpain. Pada
akhirnya ibu tidak mempunyai keinginan untuk akhirnya ibu tidak mempunyai keinginan untuk
merawat bayinya. Ibu masih fokus pada persalinan merawat bayinya. Ibu masih fokus pada persalinan
dan merasa kagum pada bayinya. Apakah benar bayi dan merasa kagum pada bayinya. Apakah benar bayi
tersebut adalah anaknya? Apakah persalinan telah tersebut adalah anaknya? Apakah persalinan telah
berakhir? Ibu membutuhkan istirahat untuk berakhir? Ibu membutuhkan istirahat untuk
memulihkan kekuatan fisiknya. Meminta ibu untuk memulihkan kekuatan fisiknya. Meminta ibu untuk
menceritakan pengalaman persalinan dapat menceritakan pengalaman persalinan dapat
2. Taking Hold 2-3 hari
2. Taking Hold 2-3 hari
post partum
post partum
Setelah melewati fase pasif, ibu memulai Setelah melewati fase pasif, ibu memulai
fase aktifnya, dimuali dengan memenuhi fase aktifnya, dimuali dengan memenuhi
kebutuhan sehari dan dapat mengambil kebutuhan sehari dan dapat mengambil keputusan. Selama fase taking hold, ibu keputusan. Selama fase taking hold, ibu
mulai tertarik merawat bayinya. Pada fase mulai tertarik merawat bayinya. Pada fase
ini ibu juga dapat diberikan pendidikan ini ibu juga dapat diberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan bayi dan kesehatan tentang perawatan bayi dan
mempraktekkan dengan pengawasan, mempraktekkan dengan pengawasan,
seperti mendukung kepala bayi, menyusui seperti mendukung kepala bayi, menyusui dengan benar, atau menyendawakan bayi. dengan benar, atau menyendawakan bayi. Reinforcement positif dapat diberikan pada Reinforcement positif dapat diberikan pada
3. Letting Go
3. Letting Go
Pada fase ketiga, ibu mulai mendefinisikan Pada fase ketiga, ibu mulai mendefinisikan
kembali perannya. Ibu mulai melepaskan kembali perannya. Ibu mulai melepaskan perannya yang dulu, dari mempersiapkan perannya yang dulu, dari mempersiapkan
kelahiran, menjadi ibu yang memiliki anak. kelahiran, menjadi ibu yang memiliki anak. Ibu menerima anak tanpa membandingkan Ibu menerima anak tanpa membandingkan
dengan harapan terhadap anak pada saat dengan harapan terhadap anak pada saat
menanti kelahiran. Ibu yang berhasil menanti kelahiran. Ibu yang berhasil
melewati fase ini akan mudah melakukan melewati fase ini akan mudah melakukan
Adaptasi lain yang secara
Adaptasi lain yang secara
psikologis dialami oleh ibu hamil
psikologis dialami oleh ibu hamil
AbandonmentAbandonment
Adalah perasaan tidak berarti dan dikesampingkan. Adalah perasaan tidak berarti dan dikesampingkan.
Sesaat setelah persalinan, ibu merasa menjadi Sesaat setelah persalinan, ibu merasa menjadi
pusat karena semua orang menanyakan keadaan pusat karena semua orang menanyakan keadaan
dan kesehatannya. Beberapa jam setelah itu, dan kesehatannya. Beberapa jam setelah itu,
perhatian orang-orang di sekitar mulai ke bayi dan perhatian orang-orang di sekitar mulai ke bayi dan
ibu merasa “cemburu” kepada bayi. Saat pulang ibu merasa “cemburu” kepada bayi. Saat pulang
kerumah, ayah akan merasakan hal yang sama kerumah, ayah akan merasakan hal yang sama
dengan ibu, karena istri akan lebih fokus pada bayi. dengan ibu, karena istri akan lebih fokus pada bayi. Perawat harus membicarakan hal ini pada ayah dan Perawat harus membicarakan hal ini pada ayah dan
ibu secara bersamaan, bagaimanapun juga peran ibu secara bersamaan, bagaimanapun juga peran
orang tua adalah sama dalam perawatan bayi. orang tua adalah sama dalam perawatan bayi.
Melakukan perawatan bayi secara bersamaan akan Melakukan perawatan bayi secara bersamaan akan
2. Disappointment
2. Disappointment
Adalah perasaan orang tua yang merasa Adalah perasaan orang tua yang merasa
kecewa terhadap kondisi bayi karena tidak kecewa terhadap kondisi bayi karena tidak sesuai yang diharapkan saat hamil. Orang sesuai yang diharapkan saat hamil. Orang
tua yang menginginkan bayi yang putih, tua yang menginginkan bayi yang putih, berambut keriting, dan selalu tersenyum berambut keriting, dan selalu tersenyum
akan merasa kecewa ketika mendapati akan merasa kecewa ketika mendapati
bayinya berkulit gelap, berambut tipis dan bayinya berkulit gelap, berambut tipis dan menangis terus. Perawat harus membantu menangis terus. Perawat harus membantu orang tua untuk dapat menerima bayinya, orang tua untuk dapat menerima bayinya, dengan menunjukkan kelebihan-kelebihan dengan menunjukkan kelebihan-kelebihan
bayi, seperti, sehat, mata yang bersinar dan bayi, seperti, sehat, mata yang bersinar dan
3. Pospartal Blues
3. Pospartal Blues
80% wanita post partum mengalami 80% wanita post partum mengalami
perasaan sedih yang tidak mengetahui perasaan sedih yang tidak mengetahui
alasan mengapa sedih. Ibu sering menangis alasan mengapa sedih. Ibu sering menangis
dan lebih sensitif. Pospartal blues juga dan lebih sensitif. Pospartal blues juga
dikenal sebagai baby blues. Kejadian ini dikenal sebagai baby blues. Kejadian ini
dapat disebabkan karena penurunan kadar dapat disebabkan karena penurunan kadar estrogen dan progesteron. Pada beberapa estrogen dan progesteron. Pada beberapa
wanita dapat disebabkan karena respon dari wanita dapat disebabkan karena respon dari
ketergantugan pada orang lain akibat ketergantugan pada orang lain akibat
kelelahan, jauh dari rumah dan kelelahan, jauh dari rumah dan
ADAPTASI FISIOLOGIS
ADAPTASI FISIOLOGIS
1.
1.
SISTEM REPRODUKSI
SISTEM REPRODUKSI
UTERUSUTERUS
1.
1. Proses InvolusiProses Involusi
Involusi adalah proses kembalinya uterus ke Involusi adalah proses kembalinya uterus ke kondisi sebelum kehamilan, yang dimulai
kondisi sebelum kehamilan, yang dimulai sesaat setelah pengeluaran plasenta
sesaat setelah pengeluaran plasenta
dengan kontraksi otot uterus. Dalam 12 jam dengan kontraksi otot uterus. Dalam 12 jam persalinan, tinggi fundus uteri kurang lebih persalinan, tinggi fundus uteri kurang lebih 1 cm di atas umbilicus dan turun 1-2 cm 1 cm di atas umbilicus dan turun 1-2 cm tiap harinya. 6 hari postpartum, fundus tiap harinya. 6 hari postpartum, fundus uteri setinggi pertengahan anatara
uteri setinggi pertengahan anatara umbilicus dan simfisis.
9 hari postpartum, uterus tidak teraba karena 9 hari postpartum, uterus tidak teraba karena
masuk ke rongga pelvis 1 – 2 minggu masuk ke rongga pelvis 1 – 2 minggu
postpartum, berat uterus berkisar antara postpartum, berat uterus berkisar antara
500-350 gr. Dan pada minggu ke 6 postpartum, 350 gr. Dan pada minggu ke 6 postpartum,
berat uterus antara 50-60 gr. Penurunan berat uterus antara 50-60 gr. Penurunan
hormon esterogen dan progesteron setelah hormon esterogen dan progesteron setelah
persalinan menyebabkan terjadinya autolisis persalinan menyebabkan terjadinya autolisis
pada jaringan uterus dalam proses pada jaringan uterus dalam proses
pengembalian ke kondisi sebelum hamil. pengembalian ke kondisi sebelum hamil.
2. Kontraksi Uterin 2. Kontraksi Uterin
Intensitas kontraksi uterin meningkat secara Intensitas kontraksi uterin meningkat secara
bermakna segera setelah persalinan bayi, bermakna segera setelah persalinan bayi,
yang merupakan respon untuk segera yang merupakan respon untuk segera
mengurangi jumlah volume intra uterin. mengurangi jumlah volume intra uterin.
Selama 1 sampai 2 jam pertama Selama 1 sampai 2 jam pertama
postpartum, aktivitas uterin menurun postpartum, aktivitas uterin menurun
dengan halus dan dengan progresif dan dengan halus dan dengan progresif dan
3. Afterpains 3. Afterpains
Relaksasi dan kontraksi secara bergantian Relaksasi dan kontraksi secara bergantian
dan periodik menyebabkan kram uterus dan periodik menyebabkan kram uterus yang tidak nyaman dan sisebut sebagai yang tidak nyaman dan sisebut sebagai
afterpains dan terjadi pada awal afterpains dan terjadi pada awal
postpartum. Afterpains lebih dirasakan postpartum. Afterpains lebih dirasakan
ibu-ibu yang melahirkan bayi yang besar, ibu yang melahirkan bayi yang besar,
gemeli atau hidramnion. Menyusui dan gemeli atau hidramnion. Menyusui dan
oksitosin injeksi dapat memperberat oksitosin injeksi dapat memperberat
afterpains karena menyebabkan kontraksi afterpains karena menyebabkan kontraksi
4. Tempat Perlekatan Plasenta 4. Tempat Perlekatan Plasenta
Segera setelah plasenta dan selaput amnion keluar, Segera setelah plasenta dan selaput amnion keluar,
terjadi vasokonstriksi dan trombosis untuk terjadi vasokonstriksi dan trombosis untuk
mencegah tempat perlekatan plasenta melebar. mencegah tempat perlekatan plasenta melebar.
Pertumbuhan endometrium menyebabkan Pertumbuhan endometrium menyebabkan
terlepasnya jaringan nekrotik dan mencegah terlepasnya jaringan nekrotik dan mencegah
timbulnya jaringan scar. Hal ini akan timbulnya jaringan scar. Hal ini akan
mempengaruhi tempat perlekatan plasenta pada mempengaruhi tempat perlekatan plasenta pada
kehamilan yang akan datang. Regenerasi kehamilan yang akan datang. Regenerasi
endometrium akan selesai pada minggu ke-3 endometrium akan selesai pada minggu ke-3
postpartum, sedangkan pada tempat plasenta akan postpartum, sedangkan pada tempat plasenta akan
5. Lokhea 5. Lokhea
Pengeluaran uterus setelah melahirkan Pengeluaran uterus setelah melahirkan
disebut sebagai lokhea. Pengeluaran disebut sebagai lokhea. Pengeluaran
lokhea meliputi 3 tahap yang lokhea meliputi 3 tahap yang
dikarakteristikkan dengan warna, jumlah dikarakteristikkan dengan warna, jumlah
dan waktu pengeluaran. dan waktu pengeluaran.
a. Lokhea Rubra a. Lokhea Rubra
Mengandung darah, sel desidua,
Mengandung darah, sel desidua, dan dan bekuan darah, berwarna merah menyala bekuan darah, berwarna merah menyala
berbau amis. Pada 2 jam setelah berbau amis. Pada 2 jam setelah
melahirkan, jumlah lokhea mungkin melahirkan, jumlah lokhea mungkin
seperti saat menstruasi. Hal ini seperti saat menstruasi. Hal ini
berlangsung sampai hari ke 3-4 berlangsung sampai hari ke 3-4
b. Lokhea Serosa b. Lokhea Serosa
Mengandung sisa darah, serum, dan Mengandung sisa darah, serum, dan
leukosit. Warna pink atau kecoklatan dan leukosit. Warna pink atau kecoklatan dan
berlangsung sampai hari ke-10 postpartum. berlangsung sampai hari ke-10 postpartum. c. Lokhea Alba
c. Lokhea Alba
Mengandung leukosit, desidua, sel epitel, Mengandung leukosit, desidua, sel epitel,
mucus, serum dan bakteri. Berwarna mucus, serum dan bakteri. Berwarna
kekuningan hingga putih dan berlangsung kekuningan hingga putih dan berlangsung
b. Cerviks
b. Cerviks
Cerviks kembali lembut segera setelah
Cerviks kembali lembut segera setelah
persalinan. Cerviks atas atau segmen
persalinan. Cerviks atas atau segmen
bawah uterus tampak edema, tipis dan
bawah uterus tampak edema, tipis dan
fragil selama beberapa hari setelah
fragil selama beberapa hari setelah
postpartum. Porsio mungkin menonjol
postpartum. Porsio mungkin menonjol
kearah vagina, tampak memar dengan
kearah vagina, tampak memar dengan
sedikit laserasi. Laktasi dapat
sedikit laserasi. Laktasi dapat
menghambat produksi mukosa cerviks
menghambat produksi mukosa cerviks
c. Vagina dan Perineum
c. Vagina dan Perineum
Kondisi vagina kembali seperti sebelum Kondisi vagina kembali seperti sebelum
kehamilan terjadi pada minggu ke 6-8 kehamilan terjadi pada minggu ke 6-8
postpartum. Rugae muncul kembali setelah postpartum. Rugae muncul kembali setelah
minggu ke 4 postpartum tetapi tidak mungkin minggu ke 4 postpartum tetapi tidak mungkin
kembali ke kondisi seperti saat sebelum kembali ke kondisi seperti saat sebelum
menikah. Penurunan estrogen juga menikah. Penurunan estrogen juga
menyebabkan produksi mukosa vagina menyebabkan produksi mukosa vagina
berkurang sehinga lubrikasi minimal mukosa berkurang sehinga lubrikasi minimal mukosa
kembali menebal setelah ovarium kembali kembali menebal setelah ovarium kembali
Pada ibu dengan luka episiotomi maka harus menjaga Pada ibu dengan luka episiotomi maka harus menjaga kebersihan daerah perineum minimal selama 2
kebersihan daerah perineum minimal selama 2 minggu postpartum. Proses penyembuhan luka minggu postpartum. Proses penyembuhan luka episiotomi sama dengan luka insisi pada tindakan episiotomi sama dengan luka insisi pada tindakan
bedah lainnya. Tanda-tanda infeksi menurut Davidson bedah lainnya. Tanda-tanda infeksi menurut Davidson (1974) yaitu (REEDA) harus selalu dipantau. Proses (1974) yaitu (REEDA) harus selalu dipantau. Proses penyembuhan akan terjadi setelah minggu 2 -3
penyembuhan akan terjadi setelah minggu 2 -3 postpartum.
postpartum.
Hemoroid juga dapat ditemukan pada ibu postpartum, Hemoroid juga dapat ditemukan pada ibu postpartum, terutama pada ibu yang mengedan kuat saat
terutama pada ibu yang mengedan kuat saat
2. Sistem Endokrin
2. Sistem Endokrin
a.
a.
Hormon Plasenta
Hormon Plasenta
Keadaan hormon plasenta menurun Keadaan hormon plasenta menurun
dengan cepat setelah persalinan seperti dengan cepat setelah persalinan seperti human plasenta laktogen (hPL), human human plasenta laktogen (hPL), human
corionik gonadotropin (hCG). Estrogen corionik gonadotropin (hCG). Estrogen
dan progesteron mencapai kadar dan progesteron mencapai kadar
terendah pada minggu pertama terendah pada minggu pertama
b. Hormon Hipofisis dan Fungsi Ovarium b. Hormon Hipofisis dan Fungsi Ovarium
Hormon prolaktin meningkat secara progresif Hormon prolaktin meningkat secara progresif
selama kehamilan dan setelah melahirkan akan selama kehamilan dan setelah melahirkan akan
tetap meningkat pada ibu menyusui. Kadar tetap meningkat pada ibu menyusui. Kadar
prolaktin akan ditentukan oleh lama dan frekuensi prolaktin akan ditentukan oleh lama dan frekuensi
menyusui, status nutrisi ibu, serta kekuatan bayi menyusui, status nutrisi ibu, serta kekuatan bayi
dalam menghisap. Penurunan kadar estrogen dan dalam menghisap. Penurunan kadar estrogen dan
progesteron juga menyebabkan kadar hormon progesteron juga menyebabkan kadar hormon
prolaktin meningkat. Pada ibu tidak menyusui kadar prolaktin meningkat. Pada ibu tidak menyusui kadar
prolaktin akan berkurang dan mencapai kadar prolaktin akan berkurang dan mencapai kadar
seperti sebelum kehamilan pada minggu ke 4-6 seperti sebelum kehamilan pada minggu ke 4-6
postpartum. postpartum.
Ovulasi pada ibu tidak menyusui terjadi pada hari Ovulasi pada ibu tidak menyusui terjadi pada hari
ke 27 setelah persalinan, denga rata-rata waktu ke 27 setelah persalinan, denga rata-rata waktu
70-75 hari. Pada ibu menyusui, menstruasi terjadi 75 hari. Pada ibu menyusui, menstruasi terjadi
pada minggu ke-17 postpartum. Ovulasi mungkin pada minggu ke-17 postpartum. Ovulasi mungkin
terjadi sebelum menstruasi pertama, sehingga terjadi sebelum menstruasi pertama, sehingga
3. Abdomen
3. Abdomen
Abdomen pada ibu postpartum akan
Abdomen pada ibu postpartum akan
kembali normal hampir seperti kondisi
kembali normal hampir seperti kondisi
sebelum hamil setelah minggu ke-6
sebelum hamil setelah minggu ke-6
postpartum. Striae mungkin masih
postpartum. Striae mungkin masih
ada. Pengembaliuan tonus otot
ada. Pengembaliuan tonus otot
dipengaruhi oleh tonus itu sendiri,
dipengaruhi oleh tonus itu sendiri,
latihan yang tepat, dan jumlah dari sel
latihan yang tepat, dan jumlah dari sel
lemak. Diaktasis rektus abdominis
lemak. Diaktasis rektus abdominis
4. Sistem Perkemihan
4. Sistem Perkemihan
Steroid yang tinggi selama kehamilan
Steroid yang tinggi selama kehamilan
menyebabkan fungsi ginjal menjadi
menyebabkan fungsi ginjal menjadi
meningkat. Setelah persalinan, kadar
meningkat. Setelah persalinan, kadar
steroid berkurang dan fungsi ginjal
steroid berkurang dan fungsi ginjal
juga menurun. Ginjal akan kembali
juga menurun. Ginjal akan kembali
normal seperti sebelum hamil setelah
normal seperti sebelum hamil setelah
a. Komponen Urin
a. Komponen Urin
BUN meninkat akibat autolisis pada
BUN meninkat akibat autolisis pada
proses involusi. Proteinuria + 1 normal
proses involusi. Proteinuria + 1 normal
karena pemecahan sel otot uterus
karena pemecahan sel otot uterus
selama 1 dan 2 postpartum. Ketonuria
selama 1 dan 2 postpartum. Ketonuria
terjadi pada ibu dengan persalinan
terjadi pada ibu dengan persalinan
b. Diuresis Postpartum
b. Diuresis Postpartum
Selama 12 jam postpartum, ibu mulai
Selama 12 jam postpartum, ibu mulai
kehilangan cairan yang bertumpuk di
kehilangan cairan yang bertumpuk di
ekstrasel selama kehamilan akibat dari
ekstrasel selama kehamilan akibat dari
penurunan kadar estrogen.
penurunan kadar estrogen.
Pengeluaran cairan dapat mengurangi
Pengeluaran cairan dapat mengurangi
berat badan ibu postpartum sebanyak
berat badan ibu postpartum sebanyak
c. Uretra dan Bladder
c. Uretra dan Bladder
Penekanan kepala bayi pada bladder saat Penekanan kepala bayi pada bladder saat
persalinan dapat menyebabkan penurunan persalinan dapat menyebabkan penurunan
sensitivitas syaraf destrusor terhadap volume sensitivitas syaraf destrusor terhadap volume
urin yang ada di bladder. Ditambah adanya urin yang ada di bladder. Ditambah adanya
laserasi di perineum dan episiotomi laserasi di perineum dan episiotomi
menyebabkan keinginan untuk berkemih menyebabkan keinginan untuk berkemih
menjadi menurun. Hal ini menyebabkan menjadi menurun. Hal ini menyebabkan
timbulnya distensi bladder yang dapat timbulnya distensi bladder yang dapat
menghambat turunnya uterus dan menghambat turunnya uterus dan
memudahkan timbulnya infeksi. Syaraf dan otot memudahkan timbulnya infeksi. Syaraf dan otot
dinding bladder akan kembali normal setelah dinding bladder akan kembali normal setelah
5. Sistem Gastrointestinal
5. Sistem Gastrointestinal
Nafsu makanNafsu makan
Ibu postpartum akan merasa kelaparan setelah Ibu postpartum akan merasa kelaparan setelah melahirkan karena energi yang dikeluarkan saat melahirkan karena energi yang dikeluarkan saat persalinan
persalinan
Buang air besarBuang air besar
BAB Spontan mungkin terjadi pada hari 2-3 BAB Spontan mungkin terjadi pada hari 2-3
postpartum. Keterlambatan ini disebabkan oleh postpartum. Keterlambatan ini disebabkan oleh
penurunan tonus otot kolon selama persalinan dan penurunan tonus otot kolon selama persalinan dan postpartum, diare, kekurangan makanan, atau
6. Payudara
6. Payudara
Ibu Menyusui
Ibu Menyusui
Saat mulai menyusui, massa berupa Saat mulai menyusui, massa berupa
kantong ASI dapat teraba di payudara, kantong ASI dapat teraba di payudara,
hanya berbeda dengan massa pada tumor hanya berbeda dengan massa pada tumor atau karsinoma, massa pada payudara ibu atau karsinoma, massa pada payudara ibu
menyusui berpindah-pindah dan tidak menyusui berpindah-pindah dan tidak
menetap. Sebelum proses menyusui menetap. Sebelum proses menyusui
dimulai, pengeluaran payudara berupa dimulai, pengeluaran payudara berupa
cairan kekuningan yang disebut kolostrum. cairan kekuningan yang disebut kolostrum.
Payudara tegang dapat terjadi setelah 48 Payudara tegang dapat terjadi setelah 48
jam menyusui dan gangguan putting jam menyusui dan gangguan putting
dapat terjadi, seperti pecah-ecah, dapat terjadi, seperti pecah-ecah,
7. Sistem kardiovaskuler
7. Sistem kardiovaskuler
a.
a. Volume DarahVolume Darah
Perubahan volume darah dipengaruhi oleh Perubahan volume darah dipengaruhi oleh
kehilangan darah saat persalinan dan kehilangan darah saat persalinan dan
pengeluaran edema fisiologi saat pengeluaran edema fisiologi saat
kehamilan. Volume darah yang bertambah kehamilan. Volume darah yang bertambah
(1000-1500 ml) selama kehamilan akan (1000-1500 ml) selama kehamilan akan berkurang sampai 2 minggu postpartum berkurang sampai 2 minggu postpartum
dan kembali ke kondisi sebelum kehamilan dan kembali ke kondisi sebelum kehamilan
b. Cardiac Output (CO)
b. Cardiac Output (CO)
CO akan meningkat dibanding saat
CO akan meningkat dibanding saat
kehamilan pada 30-60 menit setelah
kehamilan pada 30-60 menit setelah
persalinan. Hal ini disebabkan karena
persalinan. Hal ini disebabkan karena
adanya pemutusan sirkulasi
adanya pemutusan sirkulasi
uteroplasenta. Ini akan menurun cepat
uteroplasenta. Ini akan menurun cepat
pada minggu ke-2 postpartum dan
pada minggu ke-2 postpartum dan
kembali pada kondisi sebelum kehamilan
kembali pada kondisi sebelum kehamilan
c. Komponen Darah
c. Komponen Darah
Hemoglobin (Hb) dan Hematokrit (Ht)Hemoglobin (Hb) dan Hematokrit (Ht)
Selama 72 jam setelah persalinan, terdapat kehilangan
Selama 72 jam setelah persalinan, terdapat kehilangan
plasma dalam jumlah besar sehingga menyebabkan Hb dan
plasma dalam jumlah besar sehingga menyebabkan Hb dan
Ht meningkat hingga 7 hari setelah persalinan. Tidak terdapat
Ht meningkat hingga 7 hari setelah persalinan. Tidak terdapat
destruksi sel darau merah selama periode postpartum dan
destruksi sel darau merah selama periode postpartum dan
kadar sel darah merah akan kembali normal setelah minggu 8
kadar sel darah merah akan kembali normal setelah minggu 8
postpartum
postpartum
Sel Darah PutihSel Darah Putih
Leukosit normal pada ibu hamil adalah 12.000/mm
Leukosit normal pada ibu hamil adalah 12.000/mm3. 3. pada ibu pada ibu
postpartum, kadar leukosit bisa mencapai 20.000-25.000/mm
postpartum, kadar leukosit bisa mencapai 20.000-25.000/mm33
dan ini normal.
dan ini normal.
Faktor PembekuanFaktor Pembekuan
Faktor pembekuan dan fibrinogen akan meningkat selama
Faktor pembekuan dan fibrinogen akan meningkat selama
kehamilan dan masa postpartum. Jika ditambah dengan
kehamilan dan masa postpartum. Jika ditambah dengan
kerusakan pembuluh darah dan immobilisasi maka hal ini
d. Varicosites
d. Varicosites
Varicosites di ekstremitas dan anus,
Varicosites di ekstremitas dan anus,
kadang-kadang di vulva akan
kadang-kadang di vulva akan
8. Sistem Persyarafan
8. Sistem Persyarafan
Sakit kepala (headaches) saat
Sakit kepala (headaches) saat
postpartum dapat disebabkan oleh
postpartum dapat disebabkan oleh
beberapa hal, seperti : preeklamsi
beberapa hal, seperti : preeklamsi
(PIH), stress, kehilangan cairan
(PIH), stress, kehilangan cairan
serebrospinal saat dilakukan spinal
serebrospinal saat dilakukan spinal
anesthesi. Tergantung pada penyebab
anesthesi. Tergantung pada penyebab
dan tindakan, sakit kepala akan
dan tindakan, sakit kepala akan
berkurang pada hari ke 1-3
berkurang pada hari ke 1-3
9. Sistem Muskuloskeletal
9. Sistem Muskuloskeletal
Relaksasi sendi terutama pada sendi
Relaksasi sendi terutama pada sendi
panggul yang terjadi selama
panggul yang terjadi selama
persalinan kembali mendekat dan
persalinan kembali mendekat dan
10. Sistem integumen
10. Sistem integumen
Kleasma gravidarum biasanya
Kleasma gravidarum biasanya
menghilang pada akhir kehamilan.
menghilang pada akhir kehamilan.
Hiperpigmentasi pada areola dan linea
Hiperpigmentasi pada areola dan linea
nigra mungkin masih ada sampai
nigra mungkin masih ada sampai
setelah persalinan. Striae di payudara,
setelah persalinan. Striae di payudara,
abdomen dan tungkai mungkin
abdomen dan tungkai mungkin
Proses adaptasi menjadi orang tua
Proses adaptasi menjadi orang tua
mencakup:
mencakup:
-
Tanggung jawab terhadap peran baru
Tanggung jawab terhadap peran baru
-Sikap terhadap adanya peran baru
Sikap terhadap adanya peran baru
-
Penyesuaian hubungan dengan
Penyesuaian hubungan dengan
Secara biologik adaptasi ini dimulai sejak Secara biologik adaptasi ini dimulai sejak
pertemuan ovum dan sperma pertemuan ovum dan sperma
Pada periode pranatal ibu merupakan orang Pada periode pranatal ibu merupakan orang
utama yang memfasilitasi terciptanya utama yang memfasilitasi terciptanya
lingkungan sehingga janin dapat tumbuh lingkungan sehingga janin dapat tumbuh
dan berkembang dan berkembang
Proses parenting akan menyokong Proses parenting akan menyokong
kematangan seseorang kematangan seseorang
Menurut Steele and Pollack (1968) proses menjadi Menurut Steele and Pollack (1968) proses menjadi
orang tua mencakup: orang tua mencakup:
1.
1. Cognitif- motorik skillCognitif- motorik skill
Berkaitan dengan perawatan bayi seperti Berkaitan dengan perawatan bayi seperti
menyusui,menggendong,memakaikan baju dll. menyusui,menggendong,memakaikan baju dll. Kemampuan tersebut tidak timbul secara otomatis Kemampuan tersebut tidak timbul secara otomatis Dipengaruhi oleh budaya dan pengalaman individu, Dipengaruhi oleh budaya dan pengalaman individu,
sehingga beberapa ortu perlu belajar bagaimana sehingga beberapa ortu perlu belajar bagaimana pelaksanaan tugas perawatan bayi kepada :
pelaksanaan tugas perawatan bayi kepada :
2. Cognitif – afektif skliil
2. Cognitif – afektif skliil
Merupakan komponen Psikologik baik
Merupakan komponen Psikologik baik
ayah –ibu sebagai dasar menjadi ortu
ayah –ibu sebagai dasar menjadi ortu
Aspek kecintaan, menerima figur orang
Aspek kecintaan, menerima figur orang
tua mencakup sikap
tua mencakup sikap
kehalusan,kelembutan, kesadaran dan
kehalusan,kelembutan, kesadaran dan
Parental Attachment( kasih sayang
Parental Attachment( kasih sayang
orang tua)
orang tua)
-
Dimulai selama kehamilan, bersifat
Dimulai selama kehamilan, bersifat
terus menerus konstan dan konsisten
terus menerus konstan dan konsisten
-
Mercer (1982) Menjelaskan lima pre
Mercer (1982) Menjelaskan lima pre
kondisi yang mempengaruhi kasih
kondisi yang mempengaruhi kasih
1.
1. Kesehatan mental, emosi orang tua ( termasuk Kesehatan mental, emosi orang tua ( termasuk
kemampuan percaya terhadap orang lain) kemampuan percaya terhadap orang lain)
2.
2. Sistem suport dari lingkungan sosial, teman ortuSistem suport dari lingkungan sosial, teman ortu
3.
3. Kemampuan berkomunikasi dan merawat bayiKemampuan berkomunikasi dan merawat bayi
4.
4. Pendekatan dan kedekatan ortu terhadap bayiPendekatan dan kedekatan ortu terhadap bayi
5.
5. Kecocokan ortu bayi( status bayi,temperamen, Kecocokan ortu bayi( status bayi,temperamen,
Sensual Respon ( respon Yang memberi Sensual Respon ( respon Yang memberi
kepuasan) kepuasan) 1.
1. Touch ( raba )Touch ( raba )
Digunakan secara meluas oleh orang tua atau Digunakan secara meluas oleh orang tua atau
pengasuh sebagai cara untuk mengenal pengasuh sebagai cara untuk mengenal
dengan bayi sebagai anggota baru dengan bayi sebagai anggota baru -
jari-- jarijari-- jarijari-- merupakan alat raba yang merupakan alat raba yang sensitif
2.Eye to eye contack 2.Eye to eye contack
Membantu perkembangan
awal-Membantu perkembangan awal- membentuk membentuk
hubungan saling percaya hubungan saling percaya 3. Suara( Voice)
3. Suara( Voice)
Orang tua – bayi saling mengenal melalui suara Orang tua – bayi saling mengenal melalui suara 4. Bau ( odor )
4. Bau ( odor )
Ibu berkomentar terhadap bau bayinya yang unik Ibu berkomentar terhadap bau bayinya yang unik
Bayi belajar mengenal bau ibu terutam terhadap bau Bayi belajar mengenal bau ibu terutam terhadap bau
Kontak awal: Kontak awal:
- Sangat penting di dalam perkembangan Sangat penting di dalam perkembangan
hubungan di masa yang akan datang hubungan di masa yang akan datang
- Segera dilakukan pada jam- jam pertama Segera dilakukan pada jam- jam pertama
sesudah kelahiran sesudah kelahiran
- Keuntungan: - bagi ibu: meningkatkan Keuntungan: - bagi ibu: meningkatkan
kadar prolaktin dan oksitosin kadar prolaktin dan oksitosin
Bonding- Attachment Bonding- Attachment
- Hubungan ibu anak atas dasar kasih Hubungan ibu anak atas dasar kasih
sayang( bonding ) , keterikatan sayang( bonding ) , keterikatan
( attachment) ( attachment)
- Dapat melibatkan ayahDapat melibatkan ayah
- Pada kala (IV) sesudah kelahiran Pada kala (IV) sesudah kelahiran
merupakan waktu yang optimal untuk merupakan waktu yang optimal untuk
bonding bonding
- Timbul respon spesifik ketika pertama kali Timbul respon spesifik ketika pertama kali
Adaptasi ayah: Adaptasi ayah:
- Ayah mulai melibatkan diri terhadap Ayah mulai melibatkan diri terhadap
perawatan bayi perawatan bayi
- Ayah terpikat pada bayiAyah terpikat pada bayi
- Sering mengadakan kontak mata dengan Sering mengadakan kontak mata dengan
sentuhan atau kontak mata sentuhan atau kontak mata
- Merasa meningkat harga dirinyaMerasa meningkat harga dirinya - Mersa lebih matur, lebih tuaMersa lebih matur, lebih tua
Adaptasi Sibling: Adaptasi Sibling:
Memperkenalkan bayi pada keluarga Memperkenalkan bayi pada keluarga
Kakaknya Kakaknya
- Orang tua harus mampu membagi kasih Orang tua harus mampu membagi kasih
sayang perhatian pada semua anak sayang perhatian pada semua anak
- Reaksi cemburu sering sekali terjadi pada Reaksi cemburu sering sekali terjadi pada
kakanya, terutama jika bayi menyita waktu kakanya, terutama jika bayi menyita waktu
Cara adaptasi sibling: Cara adaptasi sibling: - Menjenguk ke RSMenjenguk ke RS - TeleponTelepon
- Waktu pulang: ayah dengan bayi, ibu Waktu pulang: ayah dengan bayi, ibu dengan sibling
dengan sibling
- Beri hadiah dari bayi untuk siblingBeri hadiah dari bayi untuk sibling
- Anjurkan pengunjung menegur siblingAnjurkan pengunjung menegur sibling - Sibling terlibat waktu perawatan bayiSibling terlibat waktu perawatan bayi
- Jangan mengurangi waktu kontak dengan Jangan mengurangi waktu kontak dengan sibling
Tugas Orang tua dalam mengurangi” Sibling Tugas Orang tua dalam mengurangi” Sibling
Rivalry” Rivalry”
- Upayakan anak yang besar atau sibling Upayakan anak yang besar atau sibling
mersa tetap dicintai dan diperhatikan mersa tetap dicintai dan diperhatikan
- Monitor prilaku sibling dari kemungkinan Monitor prilaku sibling dari kemungkinan
melakukan prilaku agresif melakukan prilaku agresif
- Atur waktu dan ruang dalam perawatan Atur waktu dan ruang dalam perawatan
anak anak
- Perkenalkan sibling dengan bayi sejak dalam Perkenalkan sibling dengan bayi sejak dalam