• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA PENINGKATAN HASIL TERNAK di TANAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "UPAYA PENINGKATAN HASIL TERNAK di TANAH"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

“UPAYA PENINGKATAN HASIL TERNAK di TANAH AIR”

DISUSUN OLEH:

Evan Orlando

Elifas Talebong

Frederik Moses Baan

(2)

I.PENDAHULUAN

Peternakan merupakan salah satu sumber makanan bagi manusia. Peternakan adalah sumber protein terbesar diseluruh dunia. Berbagai jenis hewan diternakan didunia. Hewan ternak diambil manfaat daging, susu, telur dan bahkan tenaganya. Indonesia sebagai Negara dengan bentang alam yang luas dan memiliki iklim tropis membuatnya kaya akan fauna atau hewan. Indonesia dengan sebagian besar penduduknya yang bekerja sektor pertanian menjadi hal yang mendukung Indonesia menjadi Negara dengan ekspor komoditas peternakan yang besar di dunia.

Kondisi peternakan di Indonesia saat ini masih dikatakan terbelakang, berbagai produk peternakan seperti susu, daging sapi dan domba masih sering di Impor dari Negara lainnya. Padahal Negara ini memiliki potensi untuk menjadi Negara dengan sektor

peternakan yang maju. Peternakan di Indonesia tidak mengalami banyak perkembangan disebabkan karena perilaku para pengusaha ternak rakyat ( perorangan) yang belum

mengetahui bagaimana cara untuk memperlakukan ternak dengan baik dan benar. Modal dan bibit ternak unggul juga menjadi masalah lain yang ada di peternak. Hal inilah yang membuat pemerintah mnyelanggarakan berbagai kebijakan yang bertujuan supaya kondisi peternakan di Indonesia dapat berkembang dengan baik sehingga kebutuhan protein dalam Negeri dapat terpenuhi, bahkan juga dapat dijadikan sebagai komoditas ekspor.

Peternakan merupakan seluruh kegiatan yang dilakukan untuk membudidayakan hewan (fauna) dengan tujuan untuk memperoleh manfaat dari hewan yang telah di ternak, manfaat yang diperoleh dapat berupa daging, susu, tenaga dan yang lainnya. Kegiatan yang dilakukan dalam peternakan dapat berupa pemeliharaan, pembesaran, atau

pengembangbiakkan. Peternakan juga menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

Komoditas peternakan juga dapat dijadikan sebagai bahan untuk mengukur

(3)

penduduk suatu negara, dari keduanya dapat disimpulkan bahwa jika konsumsi susu dan daging pada suatu Negara tinggi, maka penduduk di Negara tersebut juga sejahtera. Hal sebaliknya juga terjadi ketika konsumsi daging dan susu pada suatu Negara rendah, maka penduduk di Negara tersebut juga bisa dikatakan belum sejahtera dari segi ekonomi. Daging dan susu digunakan sebagai pengukur tingkat kesejahteraan penduduk Negara karena kedua hasil peternakan ini adalah sumber protein yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Jadi ketika penduduk di Negara tersebut sejahtera maka kebiasaan untuk hidup sehat dan

konsumsi makanan sehat juga sangat diperhatikan. Dan protein yang menjadi salah satu zat yang baik dan sangat dibutuhkan oleh manusia menjadi hal yang dicari oleh masyarakat dengan ekonomi yang telah sejahtera.

Kondisi Peternakan Di Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terkenal dengan keragaman flora dan fauna. Dengan kekayaan flora dan fauna yang sangat melimpah inilah yang menjadikan lebih dari separuh penduduk Indonesia bekerja dan menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Peternakan yang termasuk dalam sektor pertanian juga banyak

ditemukan di Indonesia. Para penduduk Indonesia saat ini telah banyak yang memilih profesi sebagai pemelihara ternak (peternak). Namun, kondisi peternakan di Indonesia saat ini masih belum bisa dikatakan maju. Komoditas peternakan di Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara lain. Contohnya saja peternakan sapi, peternakan sapi di Indonesia masih kalah dengan Negara tetangga Australia dan Selandia Baru (New Zealand). Bahkan Indonesia seringkali mengimpor sapi potong baik yang masih hidup maupun yang sudah disembelih. Padahal Indonesia yang kaya akan sumber daya hayati sangat mungkin bisa menjadi negara pengekspor hewan ternak termasuk juga sapi.

Penyebab terpuruknya sektor peternakan di Indonesia karena para peternak yang masih menggunakan cara tradisional dalam beternak hewan. Kondisi ini juga diperparah dengan tingkat pendidikan peternak yang masih rendah, hal ini menyebabkan para pemilik ternak sulit untuk menerima teknologi dan juga sistem yang lebih modern dalam bidang peternakan. Usaha pemerintah untuk memajukan peternakan di Indonesia juga sering terkendala karena kasus ini. Untuk itu kesadaran dari para peternak juga mutlak diperlukan untuk menerima kebijakan dari pemerintah. Peternak harus memanfaatkan dan menggunakan bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah dengan sebaik mungkin. Pelatihan dan

(4)

serta terstuktur yang telah dilakukan oleh pemerintah sebaiknya juga terapkan untuk

membuat peternakan di Negara ini menjadi lebih baik. Sebab, sistem beternak yang diberikan oleh pemerintah juga telah di uji berkali-kali dengan situasi dan kondisi alam di Indonesia, jika yang diberikan oleh pemerintah ada yang tidak sesuai pasti hanya sedikit saja dan juga tidak menyeluruh. Maka anda ketika terjadi hal yang semacam ini peternak hanya perlu memodifikasinya sedikit saja atau tidak menyeluruh.

(5)

II. PEMBAHASAN

UNGAS (AYAM)

1. Penanganan khusus pada anak dan induk

Tujuannya untuk mempercepat atau melipatgandakan perkembangbiakannya.

Penanganan khusus pada anak ayam adalah dengan melakukan penyapihan lebih awal. Anak ayam harus disapih pada umur 1 hari atau pada umur 1 bulan, karena pada saat umur 1 bulan anak ayam sudah dapat mencari makan sendiri.

Jika penyapihan dilakukan pada saat umur 1 hari, maka harus dipelihara dalam kandang khusus (box), diberi makanan bergizi dan pemanas (induk buatan) dan jangan lupa divaksinasi. Dengan penyapihan lebih awal ini seekor induk dapat berproduksi lebih banyak daripada dibiarkan mengasuh terus anaknya. Jika dibiarkan mengasuh terus anaknya, induk hanya akan berproduksi setiap 2-3 bulan sekali (4-6 kali dalam setahun). Penanganan pada anak ini nanti juga berguna untuk pengambilan bibit unggas.

Perlakuan khusus terhadap induk adalah perlakuan yang diberikan kepada induk yang disapih, baik dari telurnya maupun dari anak-anaknya. Induk yang disapih dengan anaknya atau yang telurnya diambil (tidak dibiarkan mengerami) ditangkap dan dimandikan setiap pagi hari selama 3-4 hari dan diberikan makanan yang lebih bergizi, bila perlu dikurung bersama pejantan. maksud perlakuan ini adalah untuk menurunkan suhu tubuhnya, yang pada saat mengerami telur atau saat mengasuh anaknya, suhu tubuh tinggi. Ini diperlukan untuk memberikan kehangatan baik pada telur yang dierami maupun anak yang diasuh.

Dengan menurunkan suhu tubuh maka sikap mengeram atau mengasuh anak akan berkurang bahkan hilang. Apalagi bila dirangsang dengan makanan bergizi dan pejantan, maka proses peneluran akan lebih cepat timbul. Biasanya induk yang diperlakukan demikian akan bertelur kembali setelah 7-10 hari dari saat perlakuan.

2. Manipulasi Iklim

(6)

rasionalisasi perkandangan. Menurut Austic dan Nesheim (1990), dalam pembuatannya kandang harus ditinjau dari tiga sudut pandang: (1) sebagai problem biologi, (2) sebagai problem teknik dan (3) sebagai problem ekonomi. Artinya, peternak harus mengetahui kondisi suhu, kelembaban dan pergerakan udara yang ideal untuk produksi telur dan laju pertumbuhan yang maksimum. Demikian juga konstruksi kandang yang baik agar kondisi di atas dapat dikontrol pada suatu flock dengan jumlah ayam tertentu, batas maksimum atau minimum masing-masing faktor tanpa mempengaruhi produksi secara berarti, serta biaya konstruksi kandang haruslah dalam batas kewajaran (Austic dan Nesheim, 1990).

Dari segi konstruksi, menurut Abbas (1992) manipulasi perbaikan kandang haruslah memperhatikan lokasi, lebar kandang, bahan dan sistem atap yang digunakan, tipe dan susunan cage, penyinaran dan ventilasi dalam kandang. Lebar kandang hendaknya 4-8 m dengan bagian samping yang terbuka dan panjang dapat disesuaikan. Pembatasan lebar 4-8 m dimaksudkan agar aerasi dan pertukaran udara dalam kandang menjadi lancar. Kandang yang terlalu lebar akan menyebabkan pertukaran O2, CO2 dan amoniak (yang tidak boleh lebih dari 25 ppm) akan menjadi sukar.

Banyak penyusunan cage dalam kandang tidak boleh melebihi tiga tingkat, karena menyebabkan aerasi akan menjadi jelek. Alasan efisiensi penggunaan ruang kandang tidaklah tepat (Abbas, 1992).Sistem ventilasi harus sangat diperhatikan sekali. Hal ini penting, agar aliran udara bertambah selama periode panas. Dengan bertambah cepatnya udara dalam kandang, suhu dalam kandang menjadi berkurang. Jika pergerakan aliran udara sedikit (60 feet/menit atau lebih), suhu kandang adalah 90ºF dan ayam akan merasakan panas sebesar itu pula. Tetapi bila aliran udara 300 feet/menit, maka ayam akan merasakan panas hanya sebesar 67ºF. Sebaiknya fan ventilasi disediakan dalam kandang (Bokhari, 1993).

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah atap kandang hendaklah dibuat dengan sistem monitor, sebab panas dalam kandang dapat keluar melalui monitornya. Sehubungan dengan daya refleksi, bahan kandang hendaklah menggunakan bahan-bahan yang mampu

(7)

Selain manipulasi iklim mikro, dapat juga dilakukan perbaikan manajemen pada saat lonjakan suhu tinggi. Penyesuaian dan perbaikan manajemen pada suhu lingkungan tinggi juga perlu mendapat perhatian, terutama menyangkut program vaksinasi , debeaking, litter, pemungutan telur, perbaikan kualitas air minum dengan selalu menyediakan air yang segar, pembuangan kotoran agar kadar amoniak tidak naik dan penambahan Ca dan P ekstra.

3. Vaksinasi Secara Teratur

Sudah umum diketahui bahwa penyakit merupakan momok utama penyebab kematian unggas. Penyakit ini biasanya terjadi pada saat pergantian musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Karena disebabkan oleh virus, satu-satunya cara untuk menghindarkan unggas dari serangan penyakit ini adalah dengan menciptakan kekebalan pada tubuhnya, denganmelakukan vaksinasi secara teratur.

Vaksinasi sebaiknya dilaksanakan dengan program 4 4 3 3, artinya unggas mulai divaksin pada umur 4 hari dengan cara tetes mata atau hidung memakai vaksin strain F. Setelah itu diulang kembali pada umur 4 minggu dengan cara tetes mata/hidung, tetapi bila memungkinkan untuk disuntik dapat saja dilakukan penyuntikan pada otot dada atau paha. Kemudian divaksin kembali (revaksinasi) pada umur 3 bulan dengan cara disuntik

menggunakan vaksin strain K dan diulang setiap 3 bulan sekali. Tanpa melaksanakan vaksinasi ND secara teratur, ayam kampung yang dipelihara tidak dapat hidup seperti yang diharapkan terutama pada anak-anaknya (antara 1-30 hari).

4. Makanan Tambahan

(8)

Hal lain yang dapat menyertai upaya untuk meningkatkan produktivitas ternak unggas antara lain adalah manipulasi bio-fisiologis melalui makanan. Tindakan tersebut dapat

berupa:

1. Melakukan Pemekatan Gizi Ransum.

Upaya manipulasi melalui “feed water balance” dimaksudkan guna menjaga keseimbangan gizi (feed intake) akibat naiknya konsumsi air minum karena suhu tinggi. Menurut de Andrade dkk dalam Abbas (1992), upaya pemekatan gizi sampai 25% lebih tinggi dan energi sampai 10% sangat efektif untuk mempertahankan performa ayam yang dipelihara pada suhu 31º C dibandingkan 26.7º C. Para peneliti di beberapa tempat di Indonesia hampir sepakat bahwa imbangan protein dan energi antara 18-18.5% dan energi metabolis 2800-2850 kkal/kg ransum dapat meningkatkan performa ayam petelur tipe medium. Sulitnya di Indonesia adalah pemekatan gizi akan meningkatkan biaya ransum, karena rendahnya mutu pakan Indonesia.

2. Suplementasi Vitamin dan Elektolit.

Suplementasi vitamin C ke dalam ransum terbukti dapat meningkatkan

performa ayam di Indonesia. Hal ini dimungkinkan karena peran vitamin C cukup menonjol dalam menekan sekresi hormon kortikosteron yang meningkat ketika ayam mengalami stres panas. Meskipun secara alami ayam mampu mensintesis vitamin C di dalam tubuhnya, namun dalam keadaan stres karena pengaruh lingkungan, ayam tidak mampu memproduksi vitamin C dalam jumlah yang mencukupi (Pardue dan Thaxton, 1986). Padahal untuk mengontrol produksi hormon kortikosteron yang berperan menjaga kesinambungan sumber energi melalui proses gluconeogenesis, dibutuhkan vitamin C dalam jumlah yang lebih besar (Bains, 1997b). Kortikosteron dan vitamin C secara tidak langsung berpengaruh terhadap proses imunitas. Pada keadaan stres, produksi kortikosteron meningkat yang akan

berpengaruh “cytotoxic”. Tersedianya vitamin C dalam jumlah cukup akan menekan produksi kortikosteron dalam plasma dan akan mencegah pengaruh cytotoxic (Seemann, 1991).

(9)

buruk terhadap proses kalsifikasi sehingga menyebabkan tekstur kerabang jelek (Bains, 1997b).

Beberapa hasil pene;litian memperliharkan, vitamin C dapat meningkatkan performa ayam. Shul’ga (1980) menemukan, pemberian vitamin C sebanyak 50 mg/kg ransum selama 10 hari akan menambah imunitas pada ayam setelah vaksinasi, meningkatkan resistensi terhadap infeksi, meningkatkan produksi telur dan mempertahankan daya tahan tubuh guna kelangsungan hidup pada temperatur tinggi. Sedangkan Orban dkk (1993) yang meneliti efek penambahan vitamin C dalam dosis besar menemukan, penambahan vitamin C 2000 dan 3000 ppm/kg ransum mampu meningkatkan berat telur sampai 5% di atas kontrol, begitu juga dengan jumlah kalsium dalam darah.

Penelitian lain juga juga membuktikan bahwa ayam-ayam yang didedah pada suhu dan kelembaban tinggi memerlukan suplementasi vitamin E, K, B2 dan biotin lebih tinggi daripada apa yang dilaporkan dalam informasi gizi unggas selama ini, terutama membantu peningkatan performa sehubungan dengan berjamurnya makanan di daerah lembab. Vitamin E penting diperhatikan sehubungan dengan mudahnya makanan menjadi tengik di Indonesia. Selain itu dapat juga penggunaan enzim baik sebagai feed suplement ataupun untuk memfermentasi bahan makanan /ransum guna meningkatkan efisiensi

penggunaannya. Sehubungan dengan naiknya intake air minum, maka penambahan elektrolit (Na, K dan Cl) perlu juga mendapat perhatian.

5. Pembuatan Kandang

(10)

SAPI

Saat ini, usaha ternak sapi potong yang paling menguntungkan adalah penggemukan. Memelihara sapi dari ukuran bakalan hingga ukuran siap untuk dipotong. Kebanyakan ternak sapi di Indonesia menitikberatkan pada usaha penggemukan. Jarang ada peternak yang menggeluti usaha pembibitan secara intensif. Usaha pembibitan sapi dianggap kurang menguntungkan secara ekonomi.

Jenis-jenis sapi potong

Berdasarkan sumbernya, terdapat tiga golongan sapi dalam usaha ternak sapi di Indonesia, yakni sapi lokal, sapi impor dan hasil silangannya. Berikut ini beberapa jenis sapi yang paling banyak beredar dan dibudidayakan di Indonesia:

a. Sapi ongole

Sapi ini berasal dari India, ternak sapi ongolecukup banyak di Indonesia. Terdapat dua jenis tipe sapi ongole yang populer yakni peranakan ongole (PO) dan sumba ongole (SO). Sapi ongole gampang dikenali. Warna kulitnya putih, disekitar kepala sedikit lebih gelap cenderung abu-abu. Postur tubuhnya agak panjang, leher sedikit pendek dan kaki terlihat panjang.

Sapi ongole mampu beradaptasi dengan baik di iklim tropis, oleh karena itu para peternak di Indonesia menyukainya. Hanya saja pertumbuhannya cenderung lambat. Sapi ini akan mencapai dewasa pada umur 4-5 tahun. Banyak peternak yang menyilangkan sapi ongole dengan jenis lain.

(11)

b. Sapi bali

Sapi bali memiliki warna tubuh coklat, warnanya akan semakin gelap dengan bertambahnya umur sapi. Sapi bali merupakan jenis sapi lokal yang paling banyak diternakkan di Indonesia. Disukai karena tekstur dagingnya yang lembut dan sedikit lemak. Ternak sapi bali sangat cocok untuk daerah tropis dengan ketinggian di bawah 100 meter dpl. Banyak dibudidayakan di daerah Bali, NTB, NTT dan Sulawesi.

c. Sapi impor

Dewasa ini, perkembangan teknologi peternakan memungkinkan sapi impor dari Amerika, Eropa, Australia yang mempunyai iklim sub tropis bisa dibudidayakan di Indonesia. Sapi-sapi tersebut memiliki keunggulan dalam ukuran tubuh dan pertumbuhan dagingnya. Beberapa yang paling terkenal diantaranya sapi limosin dari Perancis, sapi aberdeen angus dari Skotlandia, sapi simental dari Swiss, sapi brahman dan sapi brangus dari AS.

Salah satu jenis sapi pedaging impor.

Kandang sapi

Konstruksi kandang untuk ternak sapi potong sangat tergantung pada skala

peternakan dan ketersediaan dana. Namun secara umum, kandang sapi harus bisa melindungi sapi dari pengaruh iklim lokal dan perubahan cuaca. Perlu diingat suhu tubuh sapi berkisar 38-39oC. Terdapata tiga tipe kandang sapi, yakni kandang

dengan dinding terbuka, setengah terbuka dan dinding tertutup. Kandang sapi terbuka dan setengah terbuka biasanya diterapkan di dataran rendah yang panas tetapi tiupan anginnya tidak terlalu kencang. Kandang dengan dinding tertutup biasanya digunakan di daerah dingin yang berangin kencang, atau kandang yang diperuntukan bagi anakan sapi.

Selain ketentuan kandang di atas, hal lain yang perlu diperhatikan adalah

kelengkapan peralatan kandang untuk ternak sapi. Berikut beberapa diantaranya:

(12)

ember plastik tetapi yang tidak mudah pecah. Tempat makan dan minum harus dirancang dan ditempatkan sedemikian rupa agar sisa-sisa pakan tidak berceceran.

 Tempat tambat. Tambat sapi merupakan tonggak, tiang, atau palang untuk mengikatkan sapi agar tidak bergerak terlalu banyak. Tempat tambat ini bisa dibuat khusus atau disatukan dengan struktur kandang, yang penting harus kokoh.

 Peralatan kandang. Peralatan kandang yang dibutuhkan untuk ternak sapi

potong diantaranya sebagai berikut.

 Sekop. Berguna untuk mengaduk pakan dan membersihkan kotoran.

Sebaiknya gunakan dua sekop yang berbeda untuk keperluan ini.

 Garpu/garu. Garpu untuk mengaduk pakan dan membersihkan

kandang.

Ember. Untuk keperluan wadah minum dan sanitasi seperti memandikan sapi atau membersihkan kandang.

 Sapu lidi. Untuk membersihkan kandang.

 Selang. Sebagai sarana menyalurkan air dan sanitasi kandang.

 Sikat. Digunakan untuk memandikan sapi.

 Tali. Berguna untuk mengikat sapi ketika ditambatkan atau

memindahkan sapi.

Peratan perawatan kesehatan sapi. Alat suntik, vaksin dan obat-obatan lainnya.

Memilih bakalan

Bila kita ingin menjalankan usaha pembesaran, sebaiknya pilih sapi bakalan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

 Bila memungkinkan dapatkan bibit unggul yang memiliki silsilah jelas dan diketahui sifat-sifatnya.

 Tubuh pedet tidak cacat, kulitnya mulus tidak ditemukan parasit.  Mata cerah dan bersih, tidak ada kotoronnya dan berair.

 Pernapasan baik, tidak ada lendir keluar dari hidungnya.

 Kukunya baik, tidak ada bengkak, bila diraba tidak terasa panas.  Pada bagian dubur tidak terlihat ada bekas mencret.

(13)

Jenis pakan ternak sapi

 Pakan berserat. Bisa berupa hijaun seperti rumput-rumputan, leguminosa dan

tanaman lainnya. Limbah pertanian seperti jerami padi, jerami jagung, daun kacang tanah, pucuk tebu dan lain-lain.

 Konsentrat, atau biasa juga disebut bahan penguat. Terdiri dari biji-bijian,

umbi-umbian dan limbah pengolahan hasil pertanian lainnya.

 Pakan tambahan, biasanya berupa vitamin, mineral, enzim, antibiotik, urea

dan lain-lainnya.

Pemberian pakan

Pakan konsentrat untuk ternak sapi penggemukan bisa dibuat dari berbagai macam bahan, yang terpenting memiliki kadar protein 12% dan Total Digestible

Nutriens (TDN) atau jumlah zat dalam pakan yang bisa dicerna sebesar 60-70%. Jumlah pemberian pakan konsentrat 1-2% dari bobot tubuh sapi.

Sebaiknya berikan pakan konsentrat dalam bentuk kering. Hal ini berguna untuk merangsang keluarnya enzim dari ludah sapi yang berguna untuk memicu

pertumbuhan bakteri dalam rumen sapi. Pemberian pakan hijauan jumlahnya 10% dari bobot tubuh sapi. Pakan hijaun diberikan 2-3 jam setelah pemberian pakan konsentrat.

Kebutuhan pakan Takaran

Hijauan (rumput+legum) 10% bobot tubuh

Konsentrat 1-2% bobot tubuh

Garam 15-30 gram

Kalsium phospat (tepung tulang/kapur) 13-30 gram

Air Secukupnya

Perawatan umum

Seperti juga hewan ternak lainnya, ternak sapi potong membutuhkan perawatan rutin agar perkembangannya berjalan baik. Berikut ini perawatan yang harus dilakukan:

 Vaksinasi dan pemberian obat cacing.

 Bersihkan kotoran di kandang sapi setiap hari. Atau kalau memungkinkan

sehari 2 kali. Kebersihan kandang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan sapi, sehingga sapi selalu sehat tidak stres dan terhindar dari penyakit yang tidak perlu.

(14)

Selama ini usaha pembibitan sapi banyak dilakukan para peternak tradisional. Produktivitasnya kurang bisa diandalkan. Banyak dilakukan sebagai usaha sampingan atau tabungan keluarga. Sehingga Indonesia selalu kekurangan sapi bakalan. Untuk memenuhi kebutuhan itu, sapi bakalan banyak diimpor dari negara lain.

Sapi lokal yang biasa digemukkan termasuk ke dalam kategori ternak potong.

Sedangkan beberapa jenis sapi yang biasa digemukkan adalah sapi bali, sapi madura dan sapi PO.

Meskipun sudah dilakukan proses penggemukan, namun pertumbuhan sapi banyak tergantung kepada jenisnya, umurnya dan sistem perawatannya.

Masa penggemukan sapi biasanya berlangsung selama 4 – 12 bulan dengan bobot awal sapi sebelum digemukkan adalah sebesar 200 – 300 kg.

Proses penggemukan sapi dilakukan dengan perlakuan yang intensif dimana dalam kurun waktu tersebut diatas, berat akhir sapi dapat mencapai 400 – 600 kg.

PERAWATAN

Untuk memperbesar kemungkinan berhasilnya proses penggemukan sapi, sapi yang akan digemukkan harus berasal dari jenis yang sama, umur yang sama, kelamin yang sama dan berat badan yang sama.

Sapi harus berada dalam kondisi sehat, dimana hal ini dapat diketahui melalui pengamatan terhadap tingkah laku sapi dan uji laboratorium terhadap kotoran sapi.

Untuk mengeluarkan semua jenis parasit yang berada didalam perut sapi, setiap 2 bulan sekali sapi harus diberi obat cacing.

JUMLAH SAPI

Dalam proses ini, jumlah sapi yang akan digemukkan tidak dibatasi dalam jumlah tertentu, karena hal ini hanya dipengaruhi oleh kemampuan infrastruktur yang dimiliki oleh peternak sapi dan juga masalah ketersediaan sumber daya manusianya.

TIPE KANDANG

Beberapa hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan kandang adalah :

(15)

- Jika sapi yang akan digemukkan berjumlah lebih dari 10, maka jenis kandang yang digunakan adalah kandang ganda.

- Dalam sistem kandang tunggal, sapi ditempatkan ke dalam 1 baris atau berjajar satu dengan yang lainnya.

- Dalam sistem kandang ganda, sapi ditempatkan dengan cara saling berhadapan atau saling membelakangi satu sama lain.

- Lantai kandang harus terbuat dari semen dan dilapisi dengan kayu. - Luas kandang disesuaikan dengan jumlah sapi yang akan digemukkan.

- Kandang sapi harus dilengkapi dengan tempat ransum, tempat minum dan juga selokan.

PAKAN UNTUK SAPI

Selama menjalani proses penggemukan, sapi dapat diberi makanan berupa : - Makanan pokok : hijau – hijauan.

- Konsentrat untuk bahan penguat.

- Sumber nutrisi dan mineral pakan dapat diperoleh dari mollases blok.

- Untuk menjaga nafsu makan sapi supaya tetap tinggi, sapi harus dimandikan 1 kali dalam sehari.

KEBERSIHAN

Supaya sapi terhindar dari segala macam bentuk penyakit, beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah hal tersebut adalah :

- Membersihkan kandang setiap pagi.

- Kotoran sapi harus selalu dibuang ditempat khusus.

- Lantai kandang harus selalu dicuci dan dibebaskan dari genangan air.

KONTROL BERAT BADAN SAPI

(16)

KAMBING

Dengan menggunakan cara ternak kambing yang baik dan benar maka sebuah usaha ternak kambing akan berjalan dengan lancar dan juga hasil panennya akan lebih maksimal. Kambing adalah salah satu binatang jenis mamalia berkaki empat yang keberadaannya sangat banyak kita jumpai di segala wilayah Indonesia. Saat ini memang ternak kambing menjadi hal yang biasa terutama untuk yang tinggal di pedesaan, rata-rata para penduduk desa memang berprofesi sebagai petani dan peternak, dan pada umumnya mereka akan memelihara kambing, sapi, ayam, dan binatang ternak lainnya. Namun, para masyarakat desa tidak sadar akan besarnya peluang ternak kambing di Negara kita, saat ini daging kambing sangat laris di pasaran karena seiring dengan semakin banyaknya penduduk di Negara kita dan juga memang dagingnya yang memiliki rasa khas untuk di sate atau olahan masakan lainnya.

Cara Ternak Kambing Cepat Gemuk Dan Hasil Panen Maksimal

(17)

Dengan serius untuk menjalankan cara ternak kambing yang baik, maka sebenarnya peluang yang sangat istimewa untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah semakin terbuka lebar, ini yang saya analisa sebelum membuat artikel tentang hal ini. Dalam perawatannya, kambing ini sangat mudah untuk di budidayakan, ketahanan dari serangan penyakit dan juga biaya pakan yang minim menjadi peluang yang sangat menyedihkan jika kita lewati. Kambing memiliki tingkat perkembangbiakan yang sangat baik, dalam 7 bulan induk kambing sudah bisa di kawinkan lagi, dengan masa kehamilan sekitar 5-6 bulan, maka anak kambing akan terlahir. Pada umumnya 1 induk kambing akan beranak sekitar 1-4 ekor, jadi ini sangat bagus untuk kita kembangkan menjadi usaha ternak yang berpotensi.

Keuntungan dari cara beternak kambing yang tepat tentunya adalah maksimalnya pertumbuhan dan perkembangbiakan pada kambing. Dari hal itu juga masih banyak keuntungannya, yaitu dari hasil susu peras yang di hasilkan (jika ternak kambing etawa/susu), keuntungan lainnya adalah pupuk kandang yang bisa dijual atau di gunakan pupuk sendiri. Pupuk yang di hasilkan dari kotoran dan pembuangan sisa pakan dai ternak kambing sangat bagus untuk di gunakan sebagai pupuk organik. Jadi tunggu apalgi segera kita mulai untuk melakukan ternak kambing sendiri!!

Proses Reproduksi Kambing

Sebelum memulai untuk menjalankan usaha ternak kambing, maka sebaiknya yang perlu kita ketahui adalah bagaimana prosesnya. Kambing memang memiliki tingkat reproduksi yang tinggi, bahkan kambing ini dapat melahirkan 2 kali dalam satu tahun. Paling tidak kambing akan beranak 3 kali dalam masa 2 tahun, jadi betapa menggiurkan untuk memulai usaha ternak kambing tersebut, apalagi jika induk mampu beranak 3-4 ekor setiap melahirkan tentunya akan mempercepat perkembangan ternak kambing yang kita lakukan.

Kambing ini akan dewasa setelah berumur 6 bulan, dan kambing siap di kawinkan saat berumur 10-12 bulan. Dengan lama waktu birahi sekitar 24 – 45 jam, dengan siklus birahi yang berselang selama 17 – 21 hari, birahi kambing dapat di tandai dengan sifatnya yang gelisah, memiliki nafsu makan dan minum berkurang, selalu mengibaskan ekornya, kencing lebih sering, kemaluan akan bengkak dan basah.

Dalam ternak kambing, ratio jumlah pejantan dan betina adalah = 1 : 10, jika perkawinan sudah terbuahi maka lama waktu bunting adalah 144 – 156 hari (atau sekitar 5 bulan). Dan anak kambing akan di sapih setelah sekitar 3-4 bulan anak kambing terlahir.

Langkah Awal Cara Ternak Kambing Yang Benar

(18)

sampingan. Dibawah ini adalah langkah-langkah yang harus kita lakukan terlebih dahulu agar ternak kambing yang akan kita jalankan menjadi semakin mantab dan berimbas dengan maksimalnya hasil panen.

Persiapan Pembuatan Kandang Kambing

Untuk modal awal cara ternak kambing yang tepat, kandang ini adalah salah satu hal penting yang nantinya akan menunjang keberhasilan dari usaha ternak kambing yang akan kita jalankan. Kandang yang baik juga akan menimbulkan kenyamanan yang membuat kambing menjadi mudah gemuk dan berkembangbiak. Tingkat minimal kandang ini adalah bersih, memiliki sinar matahari yang cukup, tidak panas (teduh), dan penempatan kandang paling minim adalah berjarak 5 meter dari rumah. Hal ini ditakutkan akan berimbas bau kotoran campur urine kambing yang tidak sedap, ingat selain kambing kita sehat, kita juga lebih penting untuk lebih sehat. Di bawah ini adalah ukuran ideal kandang untuk memulai ternak kambing.

Kandang Cara Ternak Kambing Cepat Gemuk Dan Hasil Panen Maksimal

 Kandang untuk beranak untuk induk+dua anak : 120 cm x 120 cm /ekor  Kandang induk (baik yang hamil atau tidak hamil) untuk 1 ekor: 100 cm x 125 cm

(19)

 Kandang pejantan per ekornya adalah : 110 cm x 125 cm

 Kandang dara/dewasa (di siapkan sebagai kambing potong) per ekornya adalah : 100 cm x 125 cm

Persiapan Pemilihan Bibit Ternak Kambing

Dalam tahap ini tentunya kita sudah menentukan untuk melakukan ternak kambing dengan jenis tertentu, mengingat jenis kambing di Indonesia sangatlah banyak, bahkan sampai puluhan jenisnya di masing-masing wilayah. Dalam kasus ini, jika kita ingin ternak kambing sebagai kambing potong (pedaging) maka sebaiknya bibit yang kita siapkan adalah bibit jeniskambing kacang (jawa). Mengapa kambing ini, karena kambing ini sangatlah cepat untuk berkembangbiak, mudah gemuk, mudah adaptasi di semua lingkungan, lebih tahan penyakit, dan dagingnya paling diminati.

Jika kita ternak kambing dengan tujuan susu perah, maka bibit jenis kambing yang harus kita siapkan adalah jenis kambing etawa, kambing sangat bagus untuk menghasilkan susu.

Kambing etawa ini justru malah memiliki 2 opsi hasil panen, yaitu susu perah dan juga sebagai kambing potong/pedaging. Kambing etawa ini memiliki keunggulan tubuhnya yang berukuran yang besar, tentunya bobot daging yang di hasilkan juga lebih banyak daripada kambing jenis kacang/jawa. Baiklah, untuk menentukan bibit kambing sebagai induk dan pejantan yang baik harus memiliki kriteria seperti dibawah ini :

A. Kriteria Calon Induk Kambing Yang Ideal:

(20)

 Bentuk tubuhnya yang seimbang, memiliki dada yang dalam dan lebar, bentuk garis punggung dan

pinggangnya lurus, tulangan/tubuhnya besar dan tidak gemuk (sehat) bukan obesitas

 Berkaraktek jinak dan tidak galak

 Memiliki keempat kakinya yang lurus dan tumitnya tinggi.

 Memiliki jumlah gigi lengkap, mempunyai kriteria merumput dengan baik, dan rahang atas/bawah rata.

 Terlahir dari 2 pranakan/bahkan anak tunggal.

 Bentuk ambingnya simetris dan tidak menggantung atau memiliki puting 2 buah (bercabang).

B. Kriteria Calon Pejantan Kambing Yang Ideal:

Pejantan Untuk Cara Ternak Kambing Cepat Gemuk Dan Hasil Panen Maksimal

 Memiliki ukur tubuh yang besar dan panjang (tulangannya besar), sangat bagus jika memiliki bagian belakang yang lebih tinggi dan lebih besar, memiliki bentuk dada yang lebar, serta kambing tidak teralalu gemuk, perawakannya gagah, aktif dan tentunya memiliki nafsu kawin yang tinggi.

 Bentuk seluruh kakinya yang lurus serta kuat.  Di lahirkan dari 2 bersaudara atau tunggal.  Memiliki usia di antara 1,5 -3 tahun.

Cara Pemberian Pakan Ternak Kambing

Poin ini juga termasuk hal penting dalam cara ternak kambing yang baik dan benar, pakan juga salah satu masalah penting yang menunjang keberhasilan ternak kambing yang telah kita mulai. Sebenarnya dalam pemberian pakan ini sangatlah mudah, tidak seperti pemberian pakan pada ternak lainnya, karna kambing ini dapat memakan rumput/hijau-hijauan lainnya serta pakan tambahan yang nantinya akan menunjang agar kambing cepat gemuk dan juga berreproduksi dengan baik.

Pakan yang di berikan sebaiknya yang lebih mudah di dapatkan, tidak pakan yang harganya mahal agar bisa menekan seminimal mungkin pengeluaran untuk pakan. Namun pakan yang kita berikan haruslah mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang cukup untuk kebutuhan kambing setiap harinya. Pakan yang di berikan juga di anjurkan yang mudah di cerna, tidak beracun, dan di sukai kambing (lahap makannya). Kandungan pakan ini bisa kita dapatkan dengan memberinya hijauan seperti berbagai jenis rumput dan makan tambahan seperti konsentrat yang bisa di dapatkan dengan membelinya di toko pakan ternak terdekat.

Solusi lainnya untuk mengganti konsentrat agar kambing sehat dan gemuk adalah campuran dari beberapa bahan seberat 3kg (sebaiknya 1 ekor kambing setiap harinya di berikan dengan berat pakan tambahan 3 kg) yaitu ;ampas tahu 40%, bekatul 40%, dan racikan singkong 20%, pakan tambahan bisa di berikan pada siang hari (bukan pada saat memberi pakan hijau-hijauan).

(21)

sebutkan diatas, adalah paling bagus diberikan pakan tambahan dengan berat 3kg setiap harinya, pakan tambahan bisa di berikan pada saat siang hari.

Untuk indukan kambing yang sedang hamil, menyusui, atau pejantan yang sering di kawinkan, sebaiknya di berikan pakan penguat yang bisa di beli di toko pakan ternak terdekat. Jangan lupa untuk memberinya minum setiap harinya, pemberian minum paling bagus setelah memberikan pakan tambahan.

Cara Pengendalian Penyakit Pada Kambing

Sudah sering saya bilang bahwa kunci keberhasilan dalam usaha ini adalah dengan menjalankan cara ternak kambing yang baik dan benar, dengan terpenuhinya poin tersebut maka keberhasilan ternak kambing yang telah kita jalankan akan tercapai. Selain dari persiapan kandang yang baik dan pemberian pakan yang tepat, ada satu hal lagi yang penting yaitu, pengendalian penyakit!!

Dengan pencegahan terjadinya serangan penyakit pada kambing maka sebaiknya di cegah dengan melalui sanitasi kandang yang tepat dan pemberian makanan yang mencukupi gizi, serta vaksinansi. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah sebagai berikut ; cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis. Semua penyakit ini bisa di kendalikan dengan cara ternak kambing yang baik dan benar, dengan itu kambing akan lebih sehat dan terhindar dari penyakit. Jika ada kambing yang terserang penyakit, maka sebaiknya di lakukan pemisahan dan pengobatan.

Cara Panen Ternak Kambing

Panen kambing ini tentunya terbagi dua jenis, yaitu sebagai kambing pedaging (potong) atau sebagai kambing susu perah. Dalam hal ini tentunya harus di usahakan agar selalu meningkatkan nilai tambah hasil produksi ternak kambing yang kita jalankan yaitu mencakup daging, susu, kulit, tanduk, atau kotoran yang nantinya bisa di jadikan pupuk organik.

Untuk waktu yang tepat menjual kambing adalah di saat berat badan kambing sudah tidak dapat bertambah lagi (berat maksimal) agar nilai jualnya tinggi karena dagingnya juga banyak. Kambing di usia 1-1,5 tahun berat tubuhnya sudah tidak dapat bertambah lagi (kambing normal tidak kurus), jadi saat umur tersebut sangat ideal untuk menjualnya.

JANGKRIK

Jangkrik merupakan salah satu binatang liar yang banyak dibudidayakan untuk dijadikan pakan burung, ikan dan reptip. Banyaknya permintaan akan binatang ini membuat banyak orang melirik potensi dari budidaya jangkrik. Banyaknya minat untuk memelihara burung dan hewan

peliharaan lain menjadikan permintaan jangkrik meningkat. Oleh karena itu banyak yang bisa menghasilkan uang puluhan juta dari beternak

(22)

Mengenal Tentang Ternak Jangkrik

Mengenal Tentang Ternak Jangkrik Sumber Gambar: Alamtani.com

Untuk bisa ternak jangkrik dengan baik tentu Anda harus memiliki pengetahuan tentang binatang ini. Oleh karena itu sebelum kita

membahas tentang cara budidaya jangkrik, sebaiknya kita mengenal lebih jauh tentang jenis serta sifat dari binatang ini. Jangkrik memiliki nama ilmiah Gryllus Sp. Binatang ini termasuk ke dalam golongan Gryllidae. Menurut penelitian di dunia ini terdapat sekitar 1000 spesies jangkrik yang ada di daerah tropis.

Di Indonesia sendiri populasi jangkrik cukup banyak, tercatat ada sekitar 100 spesies jangkrik yang tersebar di berbagai wilayah. Sedangkan untuk jenis jangkrik yang banyak dibudidayakan adalah Gryllus

mitratus dan Gryllus testaclus. Tujuan dari ternak jangkrik adalah untuk

dijadikan pakan burung, tetapi ada beberapa orang yang memanfaatkan binatang ini sebagai hewan aduan.

Jangkrip merupakan jenis binatang herbivora. Di habitatnya serangga ini memakan daun-daunan muda seperti rumput dan tumbuhan tertentu. Sedangkan ketika dibudidayakan, jangkrik biasanya diberi makan sayuran hijau yang mengandung banyak air seperti bayam, sawi, mentimun,

selada dan juga daun pepaya. Berikut adalah langkah-langkah cara ternak jangkrik yang baik.

(23)

Gambar Kandang untuk Budidaya Jangkrik Sumber Gambar: sipendik.com

Langkah awal agar bisa melakukan budidaya pada

binatang ini tentu adalah membuatkan kandang

untuk jangkrik. Untuk membuat kandang jangkrik

cukup mudah, Anda bisa menggunakan bahan dari

kardus, triplek atau papan kayu. Kali ini, kita akan

praktek membuat kandang jangkrik sederhana yang

terbuat dari kayu dan kayu. Bentuk kandang untuk

ternak jangkrik kotak biasa seperti peti yang

terbuat dari papan atau triplek. Berikut adalah

langkah atau gambaran dari kandang jangkrik

sederhana.

 Kotak terbuat dari bahan papan atau triplek dengan tulang menggunakan kayu reng. Untuk ukuran kotak panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi sekitar 30-40 cm.

 Untuk sambungan bisa menggunakan lem kayu pada setiap sudut peti dan juga sambungan. Hal ini berfungsi untuk menjaga agar jangkrik yang baru menetas tidak keluar lewat celah sambungan.

 Agar kandang bisa dibuka tutup bagiannya atasnya gunakan engsel untuk pintu penutupnya.

 Untuk sisi muka dan belakang dibuat lubang ventilasi. Lubang ventilasi tersebut berukuran 50 x 7 cm, sedangkan untuk posisi lubangnya berada sekitar 10 cm dari atas. Ventilasi harus ditutup dengan kasa kawat ukuran kecil agar jangkrik kecil tidak kabur lewat lubang tersebut.

(24)

 Pada bagian dalam kandang, kira-kira 10 cm dari penutup atas diberikan isolasi plastik agar jangkrik tidak bisa merayap keluar.

 Pada ke empat sudut kotak diberi kaki dengan tinggi sekitar 10 cm. Setelah itu pada ke empat kaki tersebut ditaruh di atas mangkuk yang telah diisi air. Hal ini untuk mencegah agar tidak ada hama atau serangga lain yang masuk ke dalam kandang.

Bagi Anda yang memiliki ruang yang terbatas, bisa membuat kandang jangkrik secara bersusun agar bisa menghemat tempat dan lebih efesien. Sebaiknya kandang jangkrik diletakan di dalam ruangan dan terhindar dari sinar matahari langsung. Selain itu agar jangkrik bisa tumbuh secara maksimal sebaiknya kandang diletakan pada tempat yang tenang. Pilihlah tempat yang jauh dari aktivitas manusia serta memiliki angin yang cukup dan agag gelap.

Persiapan Bibit Jangkrik

Cara Ternak Jangkrik

Sumber Gambar:page-r.blogspot.com

Pada awal tulisan ini kami sempat menyinggung

bahwa jenis jangkrik yang biasa dibudidayakan

adalah jenis G. miratus dan G. testaclus. Bibit

jangkrik ini bisa Anda dapatkan di toko penjual

pakan hidup. Sebenarnya ada beberapa jenis

jangkrik lain yang bisa diternakan, tetapi memang

ada beberapa spesies yang sulit atau lambat dalam

perkembangbiakan.

(25)

Ciri-ciri indukan jangkrik yang baik untuk dibudidayakan:

1. Jangkrik memiliki sungut dan antena yang masih panjang, serta seluruh anggota badannya masih lengkap. Badan berwarna agag mengkilat serta masih bisa melompat dengan gesit dan jauh.

2. Hindari jangkrik yang bila dipegang mengeluarkan cairan baik dari dubur atau mulutnya.

3. Untuk indukan jangkrik jantan memiliki ciri derikan yang keras. Selain itu permukaan sayap dan punggungnya bergelombang agag kasar.

4. Untuk induk betina memiliki ovipositor pada ekornya, bagian ekor memiliki tiga bagian tengah yang merupakan ovipositor. Ukuranya besar.

5. Untuk membedakan jangkrik jantan dan betina yang paling mudah adalah dengan melihat ekornya. Jangkrik jantan biasanya hanya memiliki 2 helai ekor sedangkan jangkrik betina terlihat memiliki 3 ekor. Ekor bagian tengah adalah ovipositor.

Cara Ternak Jangkrik

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam beternak jangkrik adalah kondisi kandang. Kondisi kelembaban kandang serta jauhkan dari

binatang pengganggu. Pada musim kemarau kondisi kelembaban kandang harus selalu dijaga dengan cara menyemprotkan air secara berkala. Atau bisa juga dengan menggunakan kandang dengan karung goni basah.

(26)

Budidaya Jangkrik

Sumber Gambar:bp.blogspot.com

Cara Mengawinkan Jangkrik

Usahakan tempat untuk mengawinkan jangkrik

diletakan terpisah dengan tempat pembesaran

anakan jangkrik. Tempat yang bagus untuk

mengawinkan jangkrik adalah kandang yang mirip

dengan kondisi di alam. Dinding kandang bisa

dikasih tanah liat, semen putih serta daun-daun

kering seperti daun pisang, daun jati dan juga

potongan kayu kecil.

Harap diperhatikan, bahwa jangkrik yang dikawinkan harus berasal dari spesies yang sama. Karena bila indukan jantan dan betina berasal dari spesies yang berbeda tidak akan terjadi perkawinan. Untuk mengawinkan jangkrik bisa memasukan indukan betina dan jantan dalam satu kandang dengan perbandingan 10:2. Di dalam kandang tempat kawin, siapkan satu bak tanah atau pasir yang akan digunakan sebagai tempat jangkrik

bertelur. Jangkrik jantan akan mengelurkan suara derik secara terus

menerus selama masa perkawinan. Sedangkan jangkrik betina yang telah dibuahi akan bertelur dan biasanya telurnya akan diletakan di pasir atau tanah.

(27)

seperti sayuran bayam, kangkung, daun pepaya, sawi dan jenis sayuran hijau lain. Jaga kebersihan kandang ketika masa kawin dengan membuang pakan yang tersisa setiap hari. Jangan sampai pakan tersebut membusuk di dalam kandang. Ada beberapa peternak yang memiliki cara khusus untuk jangkrik yang sedang dikawinkan. Misalnya ketika kawin jangkrik akan diberi pakan campuran tepung ikan, bekatul, serta kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan. Serta penambahan beberapa vitamin. Berdasarkan pengalaman para peternak ketika masa kawin jangkrik yang diberikan ramuan khusus tersebut memiliki kualitas serta kuantitas telus yang lebih baik.

Cara Menetaskan Telur Jangkrik

Cara Penetasan Telur Jangkrik Sumber Gambar:budidayajangkrik.com

Lama telur jangkrik dari awal sampai menetas memerlukan waktu sekitar 7-10 hari, terhitung sejak perkawinan. Sekitar hari kelima setelah induk betina bertelur, pisahkan telur tersebut ke kandang yang lain. Hal ini untuk menjaga agar si induk tidak memakan telurnya sendiri. Pindahkan telur tersebut ke dalam kandang untuk penetasan telur sekaligus

digunakan sebagai pembesaran anakan jangkrik. Ciri-ciri telur yang telah dibuahi akan berubah warna dari bening menjadi lebih keruh. Setelah warna menjadi keruh biasanya sekitar 4-6 hari akan menetas menjadi jangkrik kecil.

(28)

Memberikan Pakan untuk Ternak Jangkrik

Salah satu kunci sukses dalam ternak jangkrik adalah pemberian pakan yang baik. Pemberian pakan untuk jangkrik biasanya dilakukan setelah jangkrik menetas. Untuk anakan jangkrik yang berumur 1-10 hari diberikan pakan ayam (voor), yang dibuat dari kacang kedelai, beras merah dan juga jagung kering yang telah digiling halus. Setelah lewat 10 hari, anakan jangkrik sudah bisa diberi pakan sayuran serta jagung muda. Untuk selanjutnya pakan biasa divariasikan dengan pemberian pakan singkong, ubi dan mentimun.

Merawat Budidaya Ternak Jangkrik Sumber Gambar:balebengong.ne

Menjaga Kondisi Kandang Jangkrik

Memberikan lingkungan yang baik akan berdampak

dengan kualitas jangkrik yang dihasilkan. Oleh

karena itu sangat penting untuk menjaga kandang

jangkrik agar selalu bersih dan higienis dan jauh

dari hama. Selain itu Kelembaban serta cahaya pada

kandang harus tetap diperhatikan, usahakan kondisi

kandang agar tetap gelap (sedikit cahaya). Yang

tidak kalah penting adalah tersedianya pakan yang

cukup agar jangkrik tidak menjadi kanibal dan

memangsa jangkrik yang lain.

Untuk menjaga kebersihan jangkrik, sisa pakan sayur harus selalu

(29)

adalah dengan cara melumuri kandang dengan lumpur setelah itu dijemur hingga kering.

Untuk mencegah hama masuk ke dalam kandang, selalu periksa cairan di mangkuk pada kaki kandang. Cairan bisa berupa air biasa atau minyak atau cairan lain yang berguna untuk mencegah binatang lain masuk ke kandang. Tambahkan air tersebut bila volumenya berkurang.

Tahapan Panen Ternak Jangkrik

Ada beberapa pilihan panen dalam ternak jangkrik, yaitu memanen telur jangkrik atau memanen jangkrik yang telah dewasa. Untuk telur jangkrik biasanya dijual dengan harga lebih mahal dibandingkan dengan harga jangkrik dewasa. Telur jangkrik biasanya dijual kepada petani yang ingin membudidayakan ternak jangkrik. Untuk pemanenan jangkrik bisa

dilakukan ketika jangkrik telah berusia 30 hari terhitung sejak jangkrik menetas.

(30)

KESIMPULAN

Gambar

Gambar Kandang untuk Budidaya Jangkrik

Referensi

Dokumen terkait

Pencacahan di lapangan harus menggunakan daftar HKD-2.1, setelah dikoreksi barulah perdesaan dan juga untuk penyusunan Indeks Harga Yang Dibayar Petani Kelompok N

Hal ini dikarenakan pada waktu perendaman 12 jam membran ESI CdCl3 - telah terkondisi dengan ion CdCl3 - dan kebutuhan air dalam membran untuk berdisosiasi telah

Menambah titik lain dan dihubungkan juga dengan 2 titik yang berdekatan sampai membentuk graf Piramida Prn 3.1.1 Pewarnaan Titik pada Graf Piramida Dalam pewarnaan titik pada

Tujuan utama dari operasi ini adalah guna menyisir sisa-sisa anggota Partai Komunis yang diduga tengah menghimpun kekuatan untuk melakukan counter terhadap peristiwa

Diversifikasi pangan Berbasis Tepung Mocaf. KWT Kenyo berkeinginan untuk melakukan diversifikasi pangan berbasis tepung mocaf sebagai bidang usahanya, namun mereka

Berdasarkan hasil analisis data dan pemba- hasan yang telah diurai, maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel PDRB di kota DIY pada tahun 2006-2012 dipengaruhi oleh Pena-

2.1.12 Dalam hal Penyedia Barang/Jasa yang sudah ditunjuk menjadi pemenang dalam Pelelangan Umum ini dan tidak bersedia menandatangani Surat Perjanjian atau menolak penunjukan PT

Kedua, penerimaan perilaku disfungsional mempunyai perbedaan dalam pengambilan audit judgment, artinya jika auditor menerima perilaku disfungsional maka audit judgment