• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada bulan Juni 2017 di Kota Denpasar terjadi deflasi sebesar 0,01 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 125,57. Tingkat inflasi tahun kalender sebesar 2,01 persen. Tingkat inflasi tahun ke tahun (YoY) sebesar 4,05 persen.

 Deflasi terjadi karena adanya penurunaan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar 1,23 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami peningkatan indeks tercatat sebanyak enam kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau serta kelompok sandang masing-masing sebesar 0,56 persen; kelompok kesehatan 0,27 persen; kelompok perumahan; air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,26 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,13 persen; serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen.

 Dari deflasi pada Juni 2017 sebesar 0,01 persen, komponen inti/core mengalami inflasi pada Juni 2017 sebesar 0,18 persen dengan andil inflasi sebesar 0,11 persen, komponen harga diatur pemerintah/administrative inflasi sebesar 0,62 persen dengan andil inflasi sebesar 0,12 persen; sedangkan komponen bergejolak/volatile mengalami deflasi sebesar 1,34 persen dengan andil deflasi sebesar 0,24 persen.

 Komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi pada bulan Juni 2017 antara lain: bawang putih, cabai rawit, sawi hijau, daging ayam ras, cabai merah, nangka muda, dan telur ayam ras. Komoditas yang mengalami peningkatan harga selama bulan Juni 2017 antara lain: tarif listrik, rokok putih, nasi dengan lauk, tarif pulsa ponsel, tarif angkutan antar kota, jeruk, dan bawang merah.

 Dari 82 kota tercatat 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 4,48 persen dan inflasi terendah di Merauke sebesar 0,12 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Singaraja sebesar 0,64 persen dan terendah di Denpasar sebesar 0,01 persen.

 Jika diurutkan dari deflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-3 dari 3 kota yang mengalami deflasi.

No. 41/07/51/Th. XVII, 3 Juli 2017

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

JUNI 2017 KOTA DENPASAR DEFLASI 0,01 PERSEN

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pada bulan Juni 2017 di Kota Denpasar terjadi deflasi sebesar 0,01 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 125,57. Tingkat inflasi tahun kalender sebesar 2,01 persen. Tingkat inflasi tahun ke tahun (YoY) sebesar 4,05 persen.

Deflasi terjadi karena adanya penurunaan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar 1,23 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami peningkatan indeks tercatat sebanyak enam kelompok pengeluaran yaitu kelompok

(2)

makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau serta kelompok sandang masing-masing sebesar 0,56 persen; kelompok kesehatan 0,27 persen; kelompok perumahan; air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,26 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,13 persen; serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen.

Komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi pada bulan Juni 2017 antara lain: bawang putih, cabai rawit, sawi hijau, daging ayam ras, cabai merah, nangka muda, dan telur ayam ras. Komoditas yang mengalami peningkatan harga selama bulan Juni 2017 antara lain: tarif listrik, rokok putih, nasi dengan lauk, tarif pulsa ponsel, tarif angkutan antarkota, jeruk, dan bawang merah.

Deflasi pada bulan Juni 2017 disumbangkan oleh kelompok bahan makanan sebesar 0,24 persen. Sedangkan kelompok lainnya menyumbangkan inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,09 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,07 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen; kelompok sandang sebesar 0,03 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,01 persen.

Gambar 1

Perkembangan Inflasi Kota Denpasar Juni 2015 - Juni 2017

Tabel 1

Laju Inflasi Juni 2017, Tahun Kalender 2017, dan

Juni 2017 Terhadap Juni 2016 Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Denpasar

Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2016 IHK Juni 2017 Laju Inflasi Juni 2017 *) Laju Inflasi Tahun 2017 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Umum 123,10 125.57 -0.01 2.01 4.05 Bahan Makanan 135,41 135.50 -1.23 0.07 0.65

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 127,90 131.75 0.56 3.01 6.87 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 119,76 122.04 0.26 1.90 3.84

Sandang 113,09 113.86 0.56 0.68 1.18

Kesehatan 123,28 124.16 0.27 0.71 2.27

Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 118,58 118.94 0.13 0.30 3.16

Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 117,22 123.11 0.12 5.02 7.50 *) Persentase perubahan IHK Juni 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya

**) Persentase perubahan IHK Juni 2017 terhadap IHK bulan Desember 2016 ***) Persentase perubahan IHK Juni 2017 terhadap IHK bulan Juni 2016

0.14 0.39

(3)

Tabel 2

Sumbangan (Andil) Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Denpasar Juni 2017

Kelompok Pengeluaran Inflasi Andil

(1) (2)

Umum -0.01

1. Bahan Makanan -0.24

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0.09

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0.07

4. Sandang 0.03

5. Kesehatan 0.02

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0.01

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0.02

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender Juni 2017 sebesar 2,01 persen dan inflasi tahun ke tahun (YoY) Juni 2017 sebesar 4,05 persen. Tingkat inflasi/deflasi tahun kalender pada bulan Juni 2015 dan Juni 2016 masing-masing sebesar 0,84 persen dan 0,92 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (YoY) Juni 2015 dan Juni 2016 masing-masing sebesar 6,60 persen dan 2,78 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Year on Year, Kota Denpasar

Tahun 2015 2017 Inflasi 2015 2016 2017 (1) (2) (3) (4) 1. Juni 0,14 0,39 -0.01 2. Kumulatif Juni 0,84 0,92 2,01 3. Juni (Y o Y) 6,60 2,78 4,05 Gambar 2

Laju Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Denpasar Juni 2017

0.56 0.56 0.27 0.26 0.13 0.12 -1.23 -1.5 -1 -0.5 0 0.5 1

Makanan jadi,dll Sandang Kesehatan Perumahan

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Bahan Makanan

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Juni 2017 sebesar 135,50 dan bulan sebelumnya sebesar 137,19 sehingga mengalami deflasi sebesar 1,23 persen. Deflasi pada kelompok bahan makanan didorong oleh deflasi pada lima subkelompok pengeluaran yaitu: subkelompok bumbu-bumbuan 6,32 persen; subkelompok sayur-sayuran 2,96 persen; subkelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya 1,67 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya 1,60 persen; serta subkelompok lemak dan minyak 1,00 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi yaitu subkelompok bahan makanan lainnya sebesar 3,32 persen; subkelompok buah-buahan 1,63 persen; subkelompok ikan diawetkan 1,04 persen; subkelompok ikan segar sebesar 0,45 persen; serta subkelompok kacang-kacangan sebesar 0,02 persen. Satu subkelompok tidak mengalami perubahan indeks/tetap yaitu subkelompok padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya.

Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar pada kelompok ini adalah bawang putih 0,063 persen; cabai rawit 0,063 persen; sawi hijau 0,044 persen; daging ayam ras 0,043 persen; cabai merah 0,039 persen; dan nangka muda 0,026 persen. Sedangkan urutan komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar di kelompok ini adalah: jeruk 0,036 persen; bawang merah 0,021 persen; buncis 0,016 persen; ikan kembung 0,012 persen; kacang panjang 0,011 persen; dan rampela hati ayam 0,010 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,24 persen.

2.

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Juni 2017 adalah sebesar 131,75 dan bulan sebelumnya sebesar 131,01 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,56 persen. Dari tiga subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks (inflasi) yaitu subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 1,49 persen serta subkelompok makanan jadi sebesar 0,54 persen. Sedangkan subkelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami deflasi sebesar 0,11 persen.

Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi kelompok ini antara lain rokok putih 0,035 persen; nasi dengan lauk 0,030 persen; makanan ringan/snack 0,009 persen; dan rokok kretek filter sebesar 0,008 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain air kemasan 0,010 persen; biskuit 0,004 persen; wafer 0,003 persen; dan gula pasir 0,003 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,09 persen.

3.

Perumahan

,

Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada bulan Juni 2017 adalah 122,04 dan bulan sebelumnya 121,72 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,26 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 0,91 persen; subkelompok perlengkapan rumahtangga sebesar 0,20 persen; serta subkelompok penyelenggaraan rumahtangga sebesar 0,04 persen. Satu subkelompok mengalami deflasi yaitu subkelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,01 persen.

Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain tarif listrik 0,065 persen; sabun detergen bubuk/cair 0,002 persen; dan mesin cuci 0,002 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi adalah semen 0,001 persen; pembasmi nyamuk spray 0,001 persen; dan pipa

(5)

paralon sebesar 0,001 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,07 persen.

4.

Sandang

Indeks kelompok sandang pada bulan Juni 2017 adalah sebesar 113,86 dan bulan sebelumnya 113,23 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,56 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini semua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok barang pribadi dan sandang lain sebesar 1,55 persen; subkelompok sandang anak-anak sebesar 0,39 persen; subkelompok sandang wanita 0,25 persen; serta subkelompok sandang laki-laki sebesar 0,05 persen.

Komoditas utama yang memberikan sumbangan inflasi antara lain emas perhiasan 0,015 persen; seragam sekolah anak 0,005 persen; handuk sebesar 0,004 persen; dan pembalut wanita sebesar 0,002 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain celana panjang sersin sebesar 0,001 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,03 persen.

5.

Kesehatan

Indeks kelompok kesehatan pada bulan Juni 2017 adalah sebesar 124,16 dan pada bulan sebelumnya sebesar 123,82 atau mengalami inflasi sebesar 0,27 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika mengalami inflasi sebesar 0,63 persen serta subkelompok obat-obatan sebesar 0,14 persen. Sedangkan subkelompok jasa kesehatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas utama yang memberikan sumbangan inflasi antara lain sabun mandi sebesar 0,017 persen dan obat gosok 0,002 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah sikat gigi sebesar 0,002 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen.

6.

Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Juni 2017 adalah sebesar 118,94 dan pada bulan sebelumnya sebesar 118,79 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,13 persen. Dari lima subkelompok yang termasuk dalam kelompok ini, satu subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,93 persen. Sedangkan empat subkelompok lainnya yaitu subkelompok pendidikan; subkelompok kursus-kursus/pelatihan; subkelompok rekreasi, serta subkelompok olahraga tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah buku tulis bergaris sebesar 0,015 persen sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi adalah kertas HVS sebesar 0,005 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen.

7.

Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Indeks kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan Juni 2017 adalah sebesar 123,11 dan bulan sebelumnya sebesar 122,96 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,12 persen. Inflasi pada kelompok ini didorong oleh inflasi pada tiga subkelompok yaitu subkelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 0,45 persen; subkelompok sarana dan penunjang transpor sebesar 0,09 persen; serta subkelompok transpor sebesar 0,01 persen. Sedangkan subkelompok yang menahan laju inflasi adalah subkelompok jasa keuangan yang tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

(6)

Komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain tarif pulsa ponsel sebesar 0,019 persen; tarif angkutan antar kota 0,019 persen; dan accu 0,001 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen.

Tabel 4

Indeks Harga Konsumen, Tingkat Inflasi, dan Sumbangan Inflasi menurut Kelompok Pengeluaran Kota Denpasar Juni 2017 dan Mei 2017 (2012=100)

Kelompok/Subkelompok Indeks Mei 2017 Indeks Juni 2017 Perubahannya (%) Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4) (5) UMUM 125,58 125.57 -0.01 -0.0059 I. BAHAN MAKANAN 137,19 135.5 -1.23 -0.2440

a. Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasilnya 122,51 122.51 0.00 0.0001

b. Daging dan Hasil-hasilnya 143,49 141.19 -1.60 -0.0505

c. Ikan Segar 137,33 137.95 0.45 0.0041

d. Ikan Diawetkan 154,72 156.33 1.04 0.0072

e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 125,48 123.38 -1.67 -0.0432

f. Sayur-sayuran 143,10 138.86 -2.96 -0.0451

g. Kacang-kacangan 123,02 123.05 0.02 0.0002

h. Buah-buahan 157,90 160.47 1.63 0.0297

i. Bumbu-bumbuan 194,55 182.25 -6.32 -0.1409

j. Lemak dan Minyak 99,29 98.3 -1.00 -0.0081

k. Bahan Makanan Lainnya 124,56 128.69 3.32 0.0025

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK, DAN TEMBAKAU 131,01 131.75 0.56 0.0936

a. Makanan Jadi 123,24 123.9 0.54 0.0486

b. Minuman Tidak Beralkohol 131,10 130.96 -0.11 -0.0043

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 158,00 160.35 1.49 0.0493

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, DAN BAHAN BAKAR 121,72 122.04 0.26 0.0676

a. Biaya Tempat Tinggal 111,89 111.88 -0.01 -0.0017

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 154,33 155.74 0.91 0.0648

c. Perlengkapan Rumahtangga 101,96 102.16 0.20 0.0034 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 125,34 125.39 0.04 0.0011 IV. SANDANG 113,23 113.86 0.56 0.0281 a. Sandang Laki-Laki 111,99 112.05 0.05 0.0007 b. Sandang Wanita 116,53 116.82 0.25 0.0034 c. Sandang Anak-Anak 111,18 111.61 0.39 0.0047

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 113,20 114.96 1.55 0.0193

V. KESEHATAN 123,82 124.16 0.27 0.0163

a. Jasa Kesehatan 100,93 100.93 0.00 0.0000

b. Obat-obatan 138,35 138.55 0.14 0.0017

c. Jasa Perawatan Jasmani 130,28 130.28 0.00 0.0000

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 142,17 143.06 0.63 0.0146

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 118,79 118.94 0.13 0.0104

a. Pendidikan 130,36 130.36 0.00 0.0000

b. Kursus-kursus/Pelatihan 100,07 100.07 0.00 0.0000

c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 110,77 111.8 0.93 0.0104

d. Rekreasi 100,42 100.42 0.00 0.0000

e. Olahraga 112,27 112.27 0.00 0.0000

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA KEUANGAN 122,96 123.11 0.12 0.0221

a. Transpor 133,08 133.09 0.01 0.0012

b. Komunikasi dan Pengiriman 104,79 105.26 0.45 0.0192

c. Sarana dan Penunjang Transpor 116,90 117.01 0.09 0.0017

(7)

PERBANDINGAN INFLASI KOTA DENPASAR DENGAN KOTA LAIN

DI INDONESIA JUNI 2017

Dari 82 kota tercatat 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 4,48 persen dan inflasi terendah di Merauke sebesar 0,12 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Singaraja sebesar 0,64 persen dan terendah di Denpasar sebesar 0,01 persen.

Tabel 5

Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi/Deflasi 82 Kota Bulan Juni 2017

No Kota IHK (%) (1) (2) (3) (4) 1 SINGARAJA 136.45 -0.64 2 PEMATANG SIANTAR 132.71 -0.07 3 DENPASAR 125.57 -0.01 4 MERAUKE 135.57 0.12 5 PEKANBARU 130.24 0.15 6 BUKITTINGGI 125.77 0.20 7 MEDAN 132.05 0.24 8 MAUMERE 122.57 0.25 9 TEMBILAHAN 132.62 0.32 10 PADANG 134.01 0.34 11 SEMARANG 127.85 0.37 12 MALANG 130.36 0.37 13 SIBOLGA 131.92 0.38 14 SUMENEP 125.94 0.40 15 JEMBER 125.78 0.44 16 KEDIRI 126.06 0.44 17 JAMBI 127.85 0.46 18 TANJUNG PINANG 127.94 0.46 19 DKI JAKARTA 129.19 0.46 20 BANYUWANGI 125.07 0.47 21 MATARAM 127.03 0.47 22 MEULABOH 127.98 0.48 23 METRO 136.59 0.48 24 SURABAYA 129.57 0.52 25 TASIKMALAYA 127.89 0.53 26 BANDAR LAMPUNG 130.62 0.54 27 KUDUS 136.05 0.55 28 KUPANG 130.20 0.55 29 BENGKULU 138.10 0.58 30 YOGYAKARTA 126.64 0.61 31 BOGOR 129.95 0.63 32 MADIUN 127.53 0.68 33 SAMARINDA 132.45 0.68 34 TANGERANG 136.63 0.69 35 PROBOLINGGO 126.19 0.70 36 CILEGON 135.56 0.76 37 PALU 132.10 0.76 38 CIREBON 124.79 0.78 39 SAMPIT 130.88 0.79

(8)

...Lanjutan Tabel 5 No Kota IHK (%) (1) (2) (3) (4) 40 BANDA ACEH 122.21 0.81 41 SERANG 137.66 0.84 42 MAKASSAR 129.79 0.84 43 BUNGO 127.98 0.86 44 PALEMBANG 127.40 0.86 45 SURAKARTA 125.88 0.87 46 LHOKSEUMAWE 123.90 0.90 47 DUMAI 131.89 0.90 48 BEKASI 126.11 0.90 49 TEGAL 126.23 0.90 50 BANJARMASIN 129.78 0.93 51 DEPOK 128.34 0.97 52 PURWOKERTO 127.23 0.98 53 BIMA 131.82 0.98 54 BANDUNG 128.34 0.99 55 CILACAP 132.67 0.99 56 MAMUJU 128.92 0.99 57 LUBUKLINGGAU 127.33 1.00 58 SUKABUMI 129.26 1.02 59 PALANGKARAYA 127.44 1.02 60 JAYAPURA 131.07 1.02 61 SINGKAWANG 129.89 1.03 62 SORONG 128.92 1.03 63 PADANGSIDIMPUAN 127.60 1.09 64 BATAM 129.64 1.14 65 MANADO 128.77 1.15 66 PANGKAL PINANG 136.38 1.16 67 BULUKUMBA 134.85 1.23 68 PONTIANAK 139.95 1.28 69 TANJUNG 129.75 1.33 70 PARE-PARE 124.60 1.33 71 BALIKPAPAN 134.78 1.38 72 PALOPO 127.41 1.39 73 TERNATE 133.49 1.55 74 MANOKWARI 124.32 1.73 75 GORONTALO 126.14 1.82 76 TANJUNG PANDAN 139.08 1.83 77 WATAMPONE 126.06 1.83 78 TARAKAN 141.84 1.89 79 BAU-BAU 131.62 2.32 80 AMBON 129.63 2.91 81 KENDARI 128.17 3.58 82 TUAL 150.91 4.48

(9)

INFLASI MENURUT KOMPONEN PENGELUARAN JUNI 2017

Komponen inti/core mengalami inflasi pada Juni 2017 sebesar 0,18 persen dengan andil inflasi sebesar 0,11 persen, komponen harga diatur pemerintah/administrative inflasi sebesar 0,62 persen dengan andil inflasi sebesar 0,12 persen; sedangkan komponen bergejolak/volatile mengalami deflasi sebesar 1,34 persen dengan andil deflasi sebesar 0,24 persen.

Tabel 6

Tingkat Inflasi Juni 2017, Tahun Kalender 2017, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Komponen Kota Denpasar

Komponen IHK Mei 2017 IHK Juni 2017 Tingkat Inflasi Juni 2017 (%) Tingkat Inflasi Tahun Kalender 2017 (%) Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun (%) Andil InflasiJuni 2017 (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 125,58 125,57 -0,01 2,01 4,05 -0,01 1 Inti (core) 116,92 117,13 0,18 1,48 3,72 0,11

2 Harga Diatur Pemerintah (administrative) 150,44 151,37 0,62 6,13 11,00 0,12

(10)

Informasi lebih lanjut hubungi:

I Gede Nyoman Subadri, S.E.

Kepala Bidang Statistik Distribusi

BPS Provinsi Bali

Telepon: 0361-238159, Fax: 0361-238162

E-mail: [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional dan subjek penelitian sejumlah 36 orang guru dan karyawan SMA Negeri 1

 Melaksanakan administrasi aktiva tetap dan penyusutan.  Mereview harga pokok dan proyek-proyek di Galangan maupun Cabang.  Monitoring, menyiapkan dan melaporakan

Desa Umpanga Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali dengan keterlibatan masyarakat Desa Umpanga pada pengukuran kembali areal lokasi transmigrasi, pembukaan

Desain Perangkat Lunak (Lanjutan) Struktur Navigasi adalah alur dari suatu program yang merupakan rancangan hubungan (rantai kerja) dari beberapa area yang berbeda

Teori dan metode dari solusi masalah nilai awal untuk persamaan tersebut didapatkan sebagai suatu metode dari solusi masalah nilai awal untuk persamaan tersebut

Untuk melakukan perubahan atau editing, anda perhatikan barisan menu yang terdapat di sebelah kanan pada setiap materi yang telah kita upload.. Edit Title Move right Move

(a) Panel Pemeriksa diberikan 5 minit untuk berbincang tentang prestasi pelajar semasa peperiksaan (long case & short case). (b) Pada akhir perbincangan,

Penerimaan ganti rugi atas kerugian negara (tuntutan ganti rugi dan tuntutan bendaharawan). Penerimaan denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan pemerintah. Penerimaan