1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa merupakan alat komunikasi yang berupa sistem lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna, yaitu hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dan objek atau konsep yang diwakili kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad, disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus. Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun lebih jauh bahwa bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosisolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi (Mulyati, 2015 : 2).
2
bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frasa, berbeda dengan morfologi yang membicarakan seluk beluk kata dan morfem.
Manusia dalam menggunakan bahasa memiliki beberapa tujuan atau maksud yang ingin disampaikan. Dalam menyampaikan tujuan atau maksud tersebut dapat dilakukan melalui dua cara yaitu secara lisan dan tulis. Bahasa lisan dalam penggunaanya disampaikan untuk berkomunikasi secara langsung maupun tidak langsung dengan lawan tutur. Wujud bahasa lisan yaitu berupa percakapan antar individu dalam aktivitas sehari-hari, pidato yang informasinya dapat didengar dengan telinga. Pada bahasa tulis, pemakaian bahasa ini disampaikan dalam wujud tulisan. Penutur menyampaikan tujuan atau maksud melalui media tulis yang bertujuan dilihat secara visual melalui mata untuk dipahami oleh pembacanya. Dengan media tersebut, pembaca memperoleh informasi yang disampaikan oleh penutur. Informasi tersebut disampaikan dalam wujud papan pengumuman, poster dan banner.
3
berupa sikap atau tindakan. Respon tersebut yang menjadi tujuan utama dari adanya bahasa tulis tersebut.
Ketika peneliti sedang menjenguk salah satu rekan yang dirawat di rumah sakit Tk III Wijayakusuma pada November 2014, peneliti melihat banner yang terpasang di depan rumah sakit yaitu “kawasan bebas asap rokok”. Kalimat pada banner tersebut merupakan bentuk imperatif yang berupa variasi kalimat imperatif kalimat berita. Kalimat pada banner tersebut termasuk bentuk imperatif karena kalimat tersebut dimaksudkan untuk memberitahukan atau menginformasikan kepada lawan bicaranya. Pemberitahuan tersebut memiliki tujuan agar lawan tutur memahami maksud dari penutur. Tujuan dari kalimat banner tersebut yaitu agar karyawan dan pengunjung rumah sakit tersebut agar tidak merokok di kawasan tersebut.
Di hari yang lain, peneliti kembali masuk ke dalam rumah sakit Tk III Wijayakusuma. Peneliti juga menemukan banner lain di tempat parkir yaitu “Helm harap dibawa masuk kehilangan bukan tanggung jawab pengelola”. Kalimat pada
banner tersebut merupakan bentuk imperatif yang berupa kalimat imperatif harapan. Kalimat pada banner tersebut termasuk kalimat imperatif harapan karena penutur mengharapkan pengunjung rumah sakit untuk membawa masuk helmnya karena jika terjadi kehilangan bukan tanggung jawab pengelola rumah sakit. Kalimat pada banner tersebut termasuk kalimat imperatif harapan ditandai dengan kata harap.
4
“dilarang merokok”. Kalimat tersebut terdapat di dinding tempat pendaftaran pasien di RSUD Banyumas. Kalimat tersebut merupakan kalimat imperatif larangan yang ditandai dengan kata dilarang. Pada kalimat tersebut penutur melarang pengunjung rumah sakit untuk merokok.
Fenomena lain juga peneliti temukan di RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo. Peneliti menemukan poster “kawasan bebas rokok” yang terdapat di dinding lorong ruang pasien RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo. Kalimat pada poster tersebut termasuk bentuk imperatif yang berupa variasi kalimat imperatif (kalimat berita). Pada kalimat tersebut penutur menginformasikan kepada pengunjung bahwa kawasan yang dimaksud tidak diperbolehkan untuk merokok. Berdasarkan beberapa fenomena tersebut peneliti berinisiatif untuk melakukan penelitian lebih mendalam pada banner dan poster yang memiliki kalimat imperatif yang terdapat di rumah sakit se-Kabupaten Banyumas.
Dari fasilitas banner dan poster yang peneliti temukan, peneliti menduga masih banyak banner dan poster yang mengandung kalimat imperatif yang terdapat di rumah sakit se-Kabupaten Banyumas. Penggunaan kalimat imperatif di fasilitas umum tersebut memiliki maksud serta tujuan tertentu yang ingin disampaikan oleh penutur. Maksud serta tujuan tersebut disampaikan dalam wujud bahasa tulis yaitu banner dan poster. Hal tersebut yang membuat peneliti tertarik untuk mengkaji kalimat imperatif
secara lebih mendalam pada banner dan poster di rumah sakit se-Kabupaten Banyumas tahun 2016. Dari latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengambil judul “Bentuk Imperatif pada Banner dan Poster di Rumah Sakit
5
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan tersebut, maka peneliti dapat merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bentuk imperatif apa sajakah yang terdapat pada banner di rumah sakit se-Kabupaten Banyumas tahun 2016?
2. Bentuk imperatif apa sajakah yang terdapat pada poster di rumah sakit se-Kabupaten Banyumas tahun 2016?
3. Variasi kalimat imperatif apa sajakah yang terdapat pada banner di rumah sakit se-Kabupaten Banyumas tahun 2016?
4. Variasi kalimat imperatif apa sajakah yang terdapat pada poster di rumah sakit se-Kabupaten Banyumas tahun 2016?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian haruslah jelas mengingat penelitian harus mempunyai tujuan tertentu dengan sasaran terasarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1. mendeskripsikan bentuk imperatif yang terdapat pada banner di rumah sakit
se-Kabupaten Banyumas tahun 2016.
2. mendeskripsikan bentuk imperatif yang terdapat pada poster di rumah sakit se-Kabupaten Banyumas tahun 2016.
3. mendeskripsikan variasi kalimat imperatif yang terdapat pada banner di rumah sakit se-Kabupaten Banyumas tahun 2016.
6
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak. Manfaat dari penelitian ini adalah manfaat secara teoris yang diharapkan penelitian ini dapat menambah daya tarik yang besar terhadap pembaca. Penelitian ini juga bermanfaat untuk mengembangkan ilmu bahasa, khususnya pada kajian pragmatik dan kajian sintaksis. Manfaat praktis dari penelitian ini adalah dapat dijadikan sebagai referensi atau pedoman untuk penelitian tentang bentuk imperatif dan variasi kalimat imperatif, dan implementasinya di dalam pembelajaran di sekolah khususnya SMP dan SMA. Uraian dari manfaat penelitian tersebut adalah sebagai berikut.
1. Manfaat Teoretis
Penelitian yang dilakukan mengenai bentuk imperatif yang terdapat pada banner dan poster di rumah sakit se-Kabupaten Banyumas tahun 2016 dapat memberikan pengetahuan kepada para pembaca. Penelitian ini juga dilakukan untuk memperluas pemahaman mengenai bentuk imperatif dan variasi kalimat imperatif pada banner dan poster di rumah sakit se-Kabupaten Banyumas karena bentuk imperatif dan variasi kalimat imperatif merupakan unsur penting dalam banner dan poster agar banner dan poster tersebut mempunyai daya tarik yang besar terhadap
pembaca. Penelitian ini juga bermanfaat untuk mengembangkan ilmu bahasa, khususnya pada kajian pragmatik dan kajian sintaksis.
2. Manfaat Praktis
7