• Tidak ada hasil yang ditemukan

: Dinas Perpustakaan Kota Makassar : Kartu Anggota Perpustakaan Smart Library Card

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan ": Dinas Perpustakaan Kota Makassar : Kartu Anggota Perpustakaan Smart Library Card"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

1

PROFIL INOVASI SMART LIBRARY CARD

Unit Kerja : Dinas Perpustakaan Kota Makassar

Nama Inovasi : Kartu Anggota Perpustakaan “Smart Library Card”

A. GAMBARAN UMUM

1. Kondisi Geografis

Kota Makassar mempunyai posisi strategis karena berada di persimpangan jalur lalu lintas dari arah selatan dan utara dalam propinsi di Sulawesi, dari wilayah kawasan Barat ke wilayah kawasan Timur Indonesia dan dari wilayah utara ke wilayah selatan Indonesia. Dengan kata lain, wilayah kota Makassar berada koordinat 119 derajat bujur timur dan 5,8 derajat lintang selatan dengan ketinggian yang bervariasi antara 1-25 meter dari permukaan laut. Kota Makassar merupakan daerah pantai yang datar dengan kemiringan 0 - 5 derajat ke arah barat, diapit dua muara sungai yakni sungai.Tallo yang bermuara di bagian utara kota dan sungai Jeneberang yang bermuara di selatan kota. Luas wilayah kota Makassar seluruhnya berjumlah kurang lebih 175,77 Km2 daratan dan termasuk 11 pulau di selat Makassar ditambah luas wilayah perairan kurang lebih 100 Km². Jumlah kecamatan di kota Makassar sebanyak 15 kecamatan dan memiliki 143 kelurahan. Diantara kecamatan tersebut, ada tujuh kecamatan yang berbatasan dengan pantai yaitu kecamatan Tamalate, Mariso, Wajo, Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, Biringkanaya dan Sangkarrang. Dengan batas-batas wilayah administratif sebagai berikut

Sebelah Utara : Kabupaten Maros

Sebelah Selatan : Kabupaten Gowa dan kabupaten Takalar Sebelah Timur : Kabupaten Gowa dan Maros

Sebelah Barat : Selat Makassar 2. Kondisi Penduduk

Makassar merupakan kota multi etnis penduduk makassar kebanyakan dari sukumakassar dan suku bugis sisanya berasal dari suku Toraja, Mandar,Buton, tionghoa, Jawa dan Sebagainya.

(2)

2

Kecamatan Populasi Penduduk Laju Pertumbuhan

Penduduk 2014 2015 Mariso 58.327 58.815 0,93 Mamajang 60.537 60.779 0,50 Tamalate 186.921 190.694 2,12 Rappocini 160.499 162.539 1,37 Makassar 84.014 84.396 0,56 Ujung Pandang 28.053 28.278 0,90 Wajo 30.505 30.722 0,82 Bontoala 55.937 56.243 0,65 Ujung Tanah 48.531 48.882 0,83 Tallo 137.997 138.598 0,54 Panakkukang 146.121 146.968 0,68 Manggala 131.500 135.049 2,80 Biringkanaya 190.829 196.612 3,13 Tamalanrea 109.471 110.826 1,34 Jumlah 1.429.242 1.449.401 1,50

Sumber : Potret Kota Makassar 2016

Tabel 1 Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan Kota Makassar

Berdasarkan data tersebut jumlah penduduk terbesar yang dirinci menurut Kecamatan terdapat di Kecamatan Biringkanaya sejumlah 196.612 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 3,13 sedangkan jumlah penduduk terkecil terdapat di Kecamatan Ujung Pandang sejumlah 28.278 dengan laju pertumbuhan (0,90).

Kode

Wilayah Kecamatan Persentasi

Kepadatan Penduduk 10 Mariso 4,06 32.316 20 Mamajang 4,19 27.013 30 Tamalate 13,16 9.436 31 Rappocini 11,21 17.610 40 Makassar 5,82 33.490 50 Ujung Pandang 1,95 10.752 60 Wajo 2,12 15.438 70 Bontoala 3,88 26.782 80 Ujung Tanah 3,37 8.229 90 Tallo 9,56 23.773 100 Panakkukang 10,14 8.620

(3)

3

101 Manggala 9,32 5.594

110 Biringkanaya 13,57 4.077

111 Tamalanrea 7,65 3.481

7371 Kota Makassar 100 8.246

Sumber : Potret Kota Makassar 2016

Tabel 2 Persentase Penduduk dan Kepadatan Penduduk menurut Kecamatan Kota Makassar

Berdasarkan tabel 2.9, persentase penduduk terbesar terdapat di Kecamatan Biringkanaya yaitu sebesar 13,57% dengan tingkat kepadatan penduduk 4.077 sementara kepadatan penduduk terkecil di Kecamatan UjungPandang dengan persentase penduduk 1,95%. Hal ini memberi gambaran bahwa distribusi penduduk yang terjadi di Kota Makassar tidak merata, dimana luas wilayah tidak berbanding lurus dengan jumlah penduduk, dalam artian bahwa luas wilayah yang besar tidak harus mempunyai jumlah penduduk yang besar demikian pula sebaliknya luas wilayah yang kecil tidak harus mempunyai jumlah penduduk yang kecil.

Sumber: Perda Nomor 4 Tahun 2015 Tentang RTRW Kota Makassar 2015-2034

3. Kondisi Perekonomian

Dari sisi ekonomi, Makassar menjadi simpul jasa distribusi yang tentinya akan menjadi lebih efisien menjadikan sebagai home base pengelolaan produk produk draft kawasan timur indonesia membuat makassar punya peluang untuk berkembang secara optimal dan otomatis akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan indonesia timur dan percepatan pembangunan. Dengan demikian dilihat dari sisi letak dan kondisi geografis , makassar memiliki keunggulan komparatif dibandingkan wilayah lain di kawasan timur indonesia. Saat ini kota makassar di jadikan inti pengembangan wilayah terpadu mamminasata. Kota ini menjadi kota menjadi kota metropolitan sebagai pusat pelayanan KTI, kota makassar berperan sebagai pusat perdagangan jasa, pusat kegiatan industri, pusat kegoatan pemerintahan, simpul jasa angkutan barang dan penumpang baik darat, lsut maupun udara dan pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Perekonomian suatu wilayah juga dapat dilihat dari laju inflasi di wilayah tersebut. Inflasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya

(4)

4 likuiditas di pasar yang memicu konsumsi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu, hal ini bila berlebihan dapat berdampak penurunan daya beli masyarakat.

Analisis inflasi Kota Makassar mulai tahun 2011-2015 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Uraian Tahun

2011 2012 2013 2014 2015

Inflasi (%) 2,87 4,57 6,24 8.51 5,18

Sumber : BPS Kota Makassar, Tahun 2016

Tabel 3 Inflasi Rata-Rata Tahun 2011 s.d 2015 Kota Makassar 4. Kondisi Sarana dan Prasarana

Kinerja jaringan jalan berdasarkan aspek kemantapan adalah merupakan kinerja gabungan dari aspek kondisi dan aspek pemanfaatan/kapasitas. Kinerja jaringan jalan dinyatakan sebagai Mantap Sempurna, Mantap Marginal dan Tidak Mantap, dimana hal tersebut lebih merupakan definisi secara kualitatif. Untuk keperluan teknis operasional diperlukan suatu definisi atau batasan/kriteria teknis ("engineering criteria”) yang lebih jelas dan bersifat kuantitatif.

Kinerja jaringan jalan berdasarkan kemantapan dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kategori yaitu :

 Mantap Sempurna, adalah semua ruas jalan dengan kondisi sedang sampai baik dan lebarnya memenuhi ketentuan lebar minimum perkerasan (berdasarkan LHR yang ada), atau semua ruas jalan yang mantap baik dari aspek kondisi maupun aspek pemanfaatan/kapasitas.

 Mantap Marginal, adalah semua ruas jalan dengan kondisi sedang sampai baik tetapi lebarnya kurang dari ketentuan berdasarkan jumlah LHR yang ada, atau sebaliknya yaitu jalan dengan lebar yang cukup tetapi kondisi rusak sampai rusak berat. Dapat dikatakan juga sebagai semua ruas jalan yang mantap dari aspek kondisi tetapi tidak mantap dari aspek pemanfaatan/kapasitas atau sebaliknya.

 Tidak Mantap, adalah semua ruas jalan baik secara kondisi maupun kapasitas tidak mantap.

No Kondisi Jalan Panjang Jalan (km)

2011 2012 2013 2014 2015

1 Kondisi Baik 727,69 627,39 722,46 764,64 813,94

2 Kondisi Sedang Rusak 264,04 423,46 356,36 364,47 366,66

3 Kondisi Rusak 283,15 304,15 335,50 314,12 293,83

4 Kondisi Rusak Berat 318,58 238,50 179,14 152,41 119,03

5 Jalan secara keseluruhan 1593,46 1593.46 1.593,46 1593.46 1.593,46 Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, 2016

Tabel 4 Panjang Jaringan Jalan Berdasarkan Kondisi Tahun 2011 s.d 2015 Kota Makassar

(5)

5

5. Kondisi sosial dan Budaya

Tempat ibadah adalah sebuah tempat yang digunakan oleh umat beragama untuk beribadah menurut ajaran agama atau kepercayaan masing-masing untuk menjamin kebebasan beribadah semua pemeluk agama. Diantara bangunan tempat ibadah yang terdapat di Kota Makassar mesjidlah yang terbanyak terbangun yakni terdapat 1.218 unit pada tahun 2014, hal ini sejalan dengan penduduk yang memeluk agama Islam adalah yang mayoritas di kota ini yakni sekitar 84,8% dari jumlah penduduk Kota Makassar. Dari data ini diketahui bahwa rasio mesjid terhadap penduduk Kota Makassar adalah 1.092, yang berarti rata-rata 1 unit mesjid untuk melayani 1.092 orang. Bangunan tempat ibadah di Kota Makassar dapat dilihat pada tabel berikut ini

No Bangunan tempat Ibadah Tahun 2011 2012 2013 2014 2015 1 Mesjid 1.076 1.076 1.080 1.218 1.165 2 Gereja 145 145 141 143 142 3 Pura 4 8 2 2 2 4 Vihara 2 2 26 26 19 5 Kelenteng 5 5 1 1 4 Jumlah 1.232 1.236 1.250 1.390 1.332

Sumber : Bagian Kesra, Sekretariat Kota Kata Makassar, 2016

Tabel 5 Jumlah Tempat Ibadah Tahun 2011 - 2015 Kota Makassar

B. DESKRIPSI BENTUK INOVASI DAERAH

1. Latar Belakang Inovasi Daerah

Inovasi bagi sebuah Pemerintahan Daerah merupakan suatu keharusan dalam upaya mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat dan daerahnya. Telah begitu banyak contoh yang dapat kita lihat mengenai inovasi program yang terbukti mampu membawa kemajuan bagi sebuah daerah yang sebelumnya tingkat minat baca rendah menjadi daerah yang maju secara nyata dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Hal ini dapat kita lihat misalnya dari pengalaman inovasi di kota Makassar di mana yang melakukan inovasi program yang terbukti mampu mengubah minat baca yang sebelumnya rendah secara nyata menjadi sebuah daerah yang sukses.

Adapun masalah yang dihadapi tingkat kunjungan perpustakaan masih rendah. Persentase budaya baca masih dibawah rata-rata. Penurunan daya beli buku mengalami penurunan setiap tahunnya di beberapa toko buku.

(6)

6 Tentu saja inovasi yang dilakukan oleh pemerintah Kota Makssar Khususnya Dinas Perpustakaan tersebut tidak begitu saja terjadi, melainkan melalui sebuah proses dan tahapan pelaksanaan yang cukup panjang serta didasarkan atas sejumlah filosofi dasar dan strategi program yang dirancang dengan baik. Merujuk kepada pengalaman tersebut dan kerangka teori yang ada, sebuah inovasi adalah merupakan proses yang dimulai dengan keinginan untuk menjadi lebih baik yang kemudian dilanjutkan dengan usaha untuk mewujudkannya dan membuatnya berjalan dengan baik. Inovasi sangat terkait dengan penemuan (invention),dimana secara umum inovasi muncul dari sebuah proses trial and error dan bukan dari sebuah perencanaan besar (Tabor, 2002). Untuk kasus Indonesia, selama kurun waktu tiga tahun terakhir semenjak diberlakukannya UU 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah, telah banyak dilakukan oleh sejumlah Pemerintahan Daerah. Sebut saja inovasi program yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perpustakaan Smart Library Card , melalui Pembentukan pembentukan sebagai Upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan perpustakaan serta melalui Pengembangan Kerjasama dengan beberapa stakeholder, beberapa penerbit dan toko toko buku melalui sejumlah inovasi programnya yang secara khusus menjadi obyek. Dari sejumlah inovasi program yang saat ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar khususnya Dinas Perpustakaan Kota makssar, terdapat sejumlah pertanyaan mendasar terkait dengan pelaksanaan inovasi program tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berkisar kepada pertanyaan seputar detail informasi mengenai inovasi program yang dilakukan serta sejauhmana inovasi program tersebut adalah benar-benar dapat dikatakan sebagai sebuah inovasi yang telah memenuhi sejumlah kriteria (indikator) tertentu dan menjadi best practices yang dapat menjadi pelajaran (lessons learned) dan contoh bagi Pemerintah Daerah lainnya

2. Pemasalahan Adanya/ Dilakukan Inovasi Daerah

Sejak terbentuknya beberapa taman baca samapai tahun 2010 kartu anggota perpustakaan diterbitkan masing-masing perpustakaan/taman baca di Kecamatan dan Kelurahan. Jika ada masyarakat yang ingin meminjam buku maka ia dapat meminjam buku di perpustakaan dimana ia memperoleh kartu. Untuk memperoleh akses yang luas mereka harus mendaftar dan memperoleh kartu diberbagai perpustakaan sehingga bisa saja mereka memiliki kartu lebih dari satu hanya untuk mengakses informasi di wilayah Kota Makassar. Dengan kondisi tersebut maka bisa saja masyarakat menjadi

(7)

7 bosan dengan keterbatasan akses dan berdampak kepada layanan perpustakaan itu sendiri. Berikut berbagai permasalahan yang dihadapi sebelumnya antara lain :

a. Tingkat kunjungan masyarakat di Perpustakaan Umum dan Taman Baca masih rendah khususnya masyarakat yang meminjam buku. Pengunjung Perpustakaan Umum di Tahun 2008 hanya mencapai 5.689 orang dan pengunjung Taman Baca yang tersebar di 14 Kecamatan hanya 61.547 orang hal itu terjadi karena keterbatasan akses masyarakat memanfaatkan perpustakaan dan meminjam buku di perpustakaan-perpustakaan umum karena masalah keanggotaan perpustakaan. b. Berdasarkan survey Independen Tri Tunggal Sejaya tahun 2010 khususnya di Kota

Makassar Presentasi budaya baca masih berada di angka 21,07 % . Hasil survey tersebut menjelaskan bahwa belanja buku per tahun masyarakat di Kota Makassar masih sangat rendah. Belanja buku antara 500 ribu hingga 1 juta dan diatas 1 juta masing-masing hanya 1 %, antara 150 hingga 500 ribu hanya 13 % dan kurang dari 150 ribu sebanyak 32 % dan yang paling mengejutkan sebanyak 54 % responden tidak pernah membeli buku. Selain itu masyarakat masih enggan mengoleksi buku dibanding kendaraan atau perabot rumah tangga lainnya. Masih berdasarkan survey tersebut sebanyak 55 % masyarakat di Kota Makassar tidak memiliki koleksi buku dirumahnya.

c. Daya beli buku disejumlah toko buku mengalami penurunan setiap tahun. Toko Buku Graha Media M’Tos dan Toko buku lainnya mengalami penurunan omzet penjualan berkisar 10 – 30 % per tahun.

3. Landasan Atau Dasar Peraturan

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan 2. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 3 Tahun 2001

Tentang Perpustakaan Desa/Kelurahan Menteri Dalam Negeri dan Otonmi Daerah 3. Peraturan kepala perpustakaan nasional RI no 10 tahun 2016 tentang pedoman

nomenklatur Dinas Perpustakaan daerah

4. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan Undang Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan

5. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 1991 Tentang Pelaksanaan Undang Undang Nomor 4 Tahun 1990 Tentang Serah Terima Karya Cetak dan Karya Rekam

(8)

8 6. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1999 Tentang Pelaksanaan serah simpan

dan pengelolaan karya rekam film cerita atau film Dokumenter

7. Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2013 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Peneririmaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Pperpustakaan Nasional Republik Indonesia

8. KEPPRES 50/1997 Tentang: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 9. KEPPRES 67/2000 Tentang: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

4. Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan yang ingin dicapai ari inovasi Smart Library Card adalah sebagai berikut:

1. Maksud dari inovasi yang ingin dicapai secara penuh sehingga inovasi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat dan masyarakat secara umum, secara rinci maksud yang ingin dicapai akan di jelaskan dibawah ini:

a. Koordinasi dengan pengelola Taman Baca binaan di 14 Kecamatan tentang kebijakan penggunaan kartu anggota perpustakaan“Smart Library Card” seragam diseluruh perpustakaan dan taman baca di Kota Makassar.

b. Peningkatan komitmen seluruh jejaring perpustakaan dan taman baca yang tersebar di 14 Kecamatan Kota Makassar;

c. Penguatan input rencana kegiatan yang terintegrasi dengan syarat-syarat keanggotaan yang berlaku sama se-Kota Makassar;

d. Penguatan proses yakni melalui fasilitasi koordinasi pelaksanaan kebijakan kartu perpustakaan “Smart Library Card”;

e. Pengendalian pelaksanaan kegiatan kartu perpustakaan “Smart Library Card”, yakni diarea kelembagaan (verifikasi data dan pembuatan kartu), evaluasi dan monitoring kegiatan, sistem manajemen informasi (data anggota perpustakaan), pendampingan (kepanitiaan) dan kemitraan.

f. Memfasilitasi masyarakat termasuk pelajar untuk memperoleh Kartu Anggota Perpustakaan“Smart Library Card” tanpa dipungut biaya.

g. Bekerjasama dengan penerbit dan toko buku yang ada di Kota Makassar untuk memberikan fasilitas diskon harga buku bagi anggota perpustakaan“Smart Library Card” kota Makassar. Bentuk kerjasama dilakukan dengan penandatanganan bersama (MoU).

(9)

9

2. Tujuan Inovasi

Tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan program kartu perpustakaan “Smart Library Card” adalah mempermudah akses bahan bacaan kepada seluruh masyarakat, meningkatkan kegemaran minat membaca dan daya beli buku. Berikut ini keluaran kongrit tujuan program kartu perpustakaan “Smart Library Card”: a. Peningkatan Jumlah anggota perpustakaan atau keanggotaan “Smart Library

Card”

b. Peningkatan Jumlah Kunjungan Perpustakaan

c. Peningkatan Presentasi budaya baca di Kota Makassar

d. Peningkatan Daya beli buku di Toko Buku dan Penerbit di Kota Makassar mulai bergairah walaupun pengaruh teknologi dengan keberadaan buku elektronik ( e-book) tidak dapat dipungkiri. Namun setidaknya keberadaan toko buku dan penerbit masih tetap terjaga eksistensinya.

5. Waktu Penyelenggaraan

Program yang rancang oleh Perpustakaan Kota Makassar ini berawal dari usulan Kepala Kantor Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar pada tahun 2007 yang menginginkan penyeragaman penggunaan kartu perpustakaan di Perpustakaan Umum dan Taman Baca Kecamatan dan Kelurahan dalam wilayah Kota Makassar. Usulan tersebut selanjutnya disosialisaikan dalam pertemuan pengelola taman baca se-Kota Makassar dan akhirnya dimasukkan dalam Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) tahun 2008 dalam kegiatan Kartu Anggota Gratis. Setelah berjalan 2 tahun maka pada tahun 2010 atas usulan Pustakawan maka Smart Library Card ditambahkan fasilitas diskon dibeberapa toko buku dan penerbit melalui perjanjian kerjasama (MoU). Sampai saat ini, toko buku dan penerbit yang berpartisipasi memberikan diskon telah mencapai 14 toko buku dan penerbit. Pada tahun 2017 sesuai dengan Perda Nomor 08 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah maka dibentuklah Dinas Perpustakaan yang mengambil alih tugas pembuatan kartu perpustakaan.

6. Indikator Keberhasilan

Sebelum pelaksanaan inovasi ini, kunjungan masyarakat di perpustakaan dan Taman Baca yang tersebar di 14 Kecamatan hanya 67.236. Selain itu presentasi budaya baca di Kota Makassar berdasarkan survey Independen Tri Tunggal Sejaya pada tahun

(10)

10 2010 baru berada di angka 21,07 % dan daya beli buku disejumlah toko buku di Kota Makassar mengalami penurunan omset setiap tahun rata-rata 10 – 30 %.

Indikator SEBELUM SMART CARD LIBRARY

2008 2009 2010 Rata Rata/Thn

Kunjungan Perpustakaan 67.236 125.695 115.350 24.057

Budaya Baca 20,12% 20,79% 21,07% 0,47%

Daya Beli 31% 34% 35% 1,5%

Sumber : Survey CV. Tri Tunggal Sejaya

Tabel 6 Persentase Keberhasilan Sebelum SCL

Indikator SETELAH SMART CARD LIBRARY

Pertumbuhan Rata Rata Pertahun 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Kunjungan Perpustakaan 104.231 172.957 188.447 202.833 473.097 1.232.990 188.126 Budaya Baca 21,53% 22,38% 23,41 24,80% 28,34% 39,49% 18,42% Daya Beli 38% 40% 42% 45% 47% 54% 3,16%

Sumber : Survey CV. Tri Tunggal Sejaya

Tabel 7 Persentase Keberhasilan setelah SCL

Untuk menggugah kesadaran masyarakat gemar membaca dan gemar berkunjung ke perpustakaan serta mendorong daya beli buku maka Pemerintah Kota makassar melalui Dinas Perpustakaan Kota Makassar pada tahun 2008 mengeluarkan Kartu Anggota Perpustakaan “Smart Library Card”. Kartu cerdas ini selain dapat diperoleh secara gratis juga dapat mengakses seluruh perpustakaan umum baik yang berada di Kecamatan atau Kelurahan di Kota Makassar dan dilengkapi fasilitas diskon dibeberapa toko buku dan penerbit. Hasilnya pada tahun 2016, jumlah pengunjung meningkat dan telah mencapai 255.081 orang/tahun. Angka budaya baca juga bertambah dari angka 28,34 % pada tahun 2015 menjadi 39,49% pada tahun 2016. Selain itu daya beli buku masyarakat di Toko Buku dan Penerbit di Kota Makassar mulai bergairah dan setidaknya keberadaan toko buku dan penerbit masih tetap terjaga eksistensinya.

Program kartu anggota perpustakaan“Smart Library Card”diupayakan dapat menjadi salah satu usaha percepatan pembudayaan kegemaran membaca menuju masyarakat

(11)

11 cerdas dan sejahtera. Satu kartu untuk semua merupakan implementasi mendekatkan peran perpustakaan dan memfasilitasi masyarakat memperoleh informasi yang seluas-luasnya. Selain dapat menimjam buku diseluruh Perpustakaan dan Taman Baca, kartu anggota perpustakaan “Smart Library Card”dapat dipergunakan sebagai potongan diskon dibeberapa toko buku dan penerbit yang telah bekerjasama dengan perpustakaan. Program ini sekaligus dapat mengantarkan kota Makassar menggapai mimpinya yakni menjadi Makassar Smart City, Makassar Dua Kali tambah Baik.

(12)

12

C. ANALISIS KRITERIA PENILAIAN

1. Mengandung Pembaharuan seluruh atau Sebagian Dari Unsur Inovasi

Program kartu anggota perpustakaan “Smart Library Card” sangat berbeda dengan keanggotaan perpustakaan lain yang ada di Indonesia. Biasanya kartu anggota perpustakaan diberbagai jenis perpustakaan dipungut biaya pembuatan kartu atau harus membayar uang jaminan tetapi kartu anggota perpustakaan kota Makassar“Smart Library Card” selain memperolehnya gratis juga dapat digunakan meminjam buku diseluruh jaringan perpustakaan dan taman baca yang telah bekerjasama dengan perpustakaan kota Makassar.

Yang lebih istimewa dan membedakan dengan kartu anggota perpustakaan lainnya adalah kartu anggota perpustakaan “Smart Library Card”kota Makassar dapat digunakan sebagai potongan harga diskon jika berbelanja buku atau ATK di beberapa toko buku dan penerbit yang telah bekerjasama dengan perpustakaan kota Makassar.

2. Memberi Manfaat Bagi Daerah dan/atau Masyarakat

Manfaat yang dihasilkan dari kegiatan kartu perpustakaan “Smart Library Card” adalah bersinerginya seluruh perpustakaan dan taman baca serta mitra dari penerbit dan toko buku untuk mendukung peningkatan minat baca masyarakat dan daya beli buku. Jalinan layanan bersama yang terintegrasi ini melalui kartu perpustakaan “Smart Library Card” sebagai modal awal untuk melakukan jejaring kerjasama antar perpustakaan sebagai amanah Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan mewujudkan perpustakaan untuk semua. Selanjutnya kehadiran kartu perpustakaan “Smart Library Card” dapat mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi/ bahan pustaka di perpustakaan dan taman baca dimana saja di Kota Makassar sehingga dapat meringankan beban kebutuhan hidup mereka karena pada prinsipnya layanan perpustakaan umum adalah layanan untuk semua yang dapat dinikmati seluruh masyarakat.

3. Tidak Mengakibatkan Pembebanan dan/Atau pembatasan pada masyarakat yang di larang oleh Peraturan Perundang Undangan.

Kartu perpustakaan “Smart Library Card” dengan berbagai manfaat yang dihasilkan merupakan salah satu layanan unggulan perpustakaan dalam mendorong peningkatan jumlah pengunjung perpustakaan dan budaya baca di Kota Makassar. Selain itu sebagai salah satu upaya menyediakan buku murah dan bermutu yang diamanahkan oleh

(13)

13 Undang-Undang No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan melalui pemberian potongan harga/ diskon pembelian buku di toko buku dan penerbit bagi pemegang kartu perpustakaan “Smart Library Card”.

4. Merupakan Urusan Pemerintah dan Merupakan Kewenangan Daerah

Kegiatan yang dirintis sejak tahun 2010 ini terus berlanjut dengan dimasukkan kegiatan kartu perpustakaan gratis “Smart Library Card”setiap tahun di DPA Dinas perpustakaan dan menjadi kegiatan unggulan di RENSTRA Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Kegiatan ini telah mendapat apresiasi dari Perpustakaan Nasional RI, Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sulawesi Selatan dan berbagai Perpustakaan Umum Daerah Kab/ Kota di Indonesia yang berkunjung di Perpustakaan Kota Makassar.

5. Dapat Direplikasi

Agar manfaat layanan kartu perpustakaan “Smart Library Card” dapat digunakan diseluruh taman baca maka Dinas Perpustakaan Kota Makassar harus memastikan seluruh unit Perpustakaan dan Taman Baca yang ada di Kota Makassar telah siap untuk menjalankan kebijakan tersebut. Selanjutnya masyarakat diberikan petunjuk baik melalui lisan atau media promosi termasuk brosur untuk mengetahui lokasi-lokasi taman baca dan tempat jaringan menggunakan kartu anggota perpustakaan“Smart Library Card”. Selain itu, memastikan juga ke pihak toko buku dan penerbit yang telah bekerjasama dengan perpustakaan untuk bersedia memberikan potonganharga bagi anggota perpustakaan“Smart Library Card”.

Program kartu perpustakaan “Smart Library Card”dikelola secara terintegrasi yang berlaku sama di seluruh perpustakaan dan taman baca yang ada di Kota Makassar. Berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program ini antara lain Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Tim/ Panitia pelaksana kartu perpustakaan Smart Library Card, pengelola perpustakaan dan taman baca binaan yang tersebar di 14 Kecamatan serta Toko Buku dan Penerbit yang telah bekerjasama (MoU) dengan Perpustakaan Kota Makassar

Strategi layanan kartu perpustakaan “Smart Library Card”dilakukan dalam upaya meningkatkan pelayanan perpustakaan kepada masyarakat yang mudah dan murah. Layanan kartu anggota perpustakaan“Smart Library Card”terjamin setiap saat dengan melibatkan seluruh tenaga perpustakaan, bahan dan alat cetak. Setiap tahun perpustakaan wajib menetapkan target perolehan kartu anggota perpustakaan“Smart

(14)

14

Library Card”yang dijabarkan melalui target tersebut setiap bulan. Untuk mempermudah masyarakat memperoleh kartu perpustakaan “Smart Library Card”, tenaga perpustakaan menyebarkan formulir kesekolah-sekolah dan instansi/ unit kerja termasuk di Taman Baca, dan Perpustakaan Kelurahan.

Kegiatan kartu perpustakaan “Smart Library Card” diupayakan dapat meningkatkan budaya baca dan daya beli buku masyarakat di Kota Makassar. Pemberian nilai tambah di fasilitas kartu perpustakaan multi fungsi dapat mempermudah akses masyarakat memperoleh informasi seluas-luasnya dan dapat mendapatkan buku-buku murah di berbagai toko buku atau penerbit terdekat yang ada di Kota Makassar. Berbagai pembelajaran yang didapat di kegiatan ini antara lain : 1. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, seluruh pengelola perpustakaan dan taman baca

yang terlibat didalamnya mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan kerjasama tim/ panitia.

2. Kerjasama dengan penerbit dan toko buku merupakan upaya untuk menjalin kemitraan dalam mengembangkan layanan perpustakaan.

Layanan kartu perpustakaan “Smart Library Card”diharapkan dapat meningkatkan jumlah anggota perpustakaan di Kota Makassar dapat dengan mudah di replikasi dan bermuara pada peningkatan kunjungan perpustakaan dan daya beli buku masyarakat untuk mendorong tumbuhnya pembudayaan kegemaran.

D.PENUTUP

Sebelum pelaksanaan inovasi banyak beredar kartu perpustakaandi Kota Makassar yang dikeluarkan oleh masing-masing perpustakaan dan taman baca yang tersebar di 14 Kecamatan di Kota Makassar sehingga masyarakat terbatas memanfaatkan layanan perpustakaan dan harus mengeluarkan biaya untuk memperoleh kartu anggota perpustakaan. Padahal Perpustakaan dan taman baca masih dibawah binaan Perpustakaan Kota Makassar. Setelah dilakukan inovasi kartu perpustakaan “Smart Library Card”dan penyeragaman satu kartu untuk akses ke semua perpustakaan maka masyarakat dapat memanfaatkan layanan perpustakaan di seluruh perpustakaan dan taman baca di Kota Makassar dengan mudah.

Selanjutnya sebelum pelaksanaan inovasi masyarakat masih malas membeli buku di Toko Buku dan Penerbit dan setelah pelaksanaan inovasi masyarakat tertarik menjadi anggota perpustakaan “Smart Library Card” dan bergairah untuk membeli buku di penerbit dan toko buku yang ada di Kota Makassar.

(15)

15

E.LAMPIRAN LAMPIRAN

1. Dokumentasi (foto-foto Inovasi Daerah yg di usulkan) a. Formulir kartu perpustakaan

Gambar Formulir Perpustakaan b. Pencetakan Kartu perpustakaan

(16)

16 c. Kartu Perpustakaan

Gambar :Kartu Anggota Perpustakaan “Smart Library Card” d. Spanduk media promosi

Gambar :Contoh spanduk/ media promosi yang dipublikasikan ke masyarakat e. Serah terima kartu kepada anggota perpustakaan baru

(17)

17

Gambar : Penandatanganan Perpanjangan MoU antara Perpustakaan Kota Makassar dengan 14 Penerbit dan Toko Buku disaksikan oleh Wakil Walikota Makassar. Dengan kerjasama ini, anggota perpustakaan memperoleh potongan harga/ diskon di beberapa

Penerbit/ Toko Buku. (27/8/15)

2. Perda atau Perkada atau Peraturan Lainnya

o Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah

o Peraturan Walikota Nomor 105 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi Tugas dan Fungsi serata tata Kerja Dinas Perpustakaan

(18)

18

(19)

19

4. Rekapitulasi Pembiayaan atau Sumber Pendanaan

Pelaksanaan program layanan kartu perpustakaan “Smart Library Card” dilakukan untuk meningkatkan layanan perpustakaan dalam rangka menumbuhkan budaya baca masyarakat dan daya beli buku. Sumber daya keuangan program ini setiap tahun dibiayai oleh Anggaran Pembiayaan Belanja Daerah (APBD) melalui kegiatan Kartu Anggota Perpustakaan pada DPA Badan Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar yang kini nomenklaturnya telah berubah menjadi Dinas Perpustakaan Kota Makassar.

(20)

20

Gambar :DPA Dinas Perpustakaan “Smart Library Card”

5. Ringkasan Profil (Bahan untuk Dipresentasikan)

Kartu anggota Perpustakaan “Smart Library Card”dikeluarkan oleh Badan Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar yang sekarang berubah nama Dinas Perpustakaan Kota Makassar dapat diperoleh secara gratis dengan mengisi formulir pendaftaran di Perpustakaan Khusus Balaikota, Perpustakaan Umum Kota Makassar dan seluruh taman baca binaan yang tersebar di 14 kecamatan di Kota Makassar. Selain sebagai identitas keanggotaan kartu ini sebagai alat yang sah untuk meminjam buku di perpustakaan khusus balaikota, perpustakaan umum dan seluruh taman baca yang tersebar di 14 kecamatan dengan jumlah Taman baca binaan sebanyak 40 buah taman baca.

(21)

21 Kartu anggota perpustakaan“Smart Library Card”kota Makassar memiliki spesifikasi sebagai berikut :

Gambar :Kartu Anggota Perpustakaan “Smart Library Card”tampak depan dan belakang a. Ukuran Kartu - Lebar : 8,55 cm - Panjang : 5,4 cm b. Bahan : VVC c. Keterangan Kartu

- Warna Dasar Kartu : Orange

- Halaman depan : Menerangkan Identitas anggota meliputi Foto Pemegang Kartu, Nomor Keanggotaan, nama anggota, masa berlaku dan klasifikasi pemegang kartu.

- Halaman Belakang : Berisi keterangan peringatan bagi pemegang kartu. - Bagian Khusus : Halaman depan dilengkapi dengan Barcode untuk

(22)

22 d. ID Number/ Nomor Anggota kartu lama dan kartu baru :

- Kode otomatis (autoincrement) dari sistem informasi perpustakaan (Integrated Library Sistem)

e. Masa Keanggotaan.

Semua kartu anggota memiliki masa berlaku kartu yang tertera di halaman depan atau halaman identitas anggota. Masa berlaku kartu selama 1 tahun untuk kartu baru yang dapat diperpanjang kembali setelah mengisi formulir keanggotaan seperti pada waktu pendaftaran pertama. Jika masa keanggotaan habis, anggota tidak memiliki hak meminjam buku dan fasilitas lain yang ada pada kartu anggota perpustakaan “Smart Library Card”.

SKEMA TATA KELOLA KARTU PERPUSTAKAAN “SMART LIBRARY CARD”

Penyerahan Kartu Perpustakaan “Smart Library Card”

Proses PendaftaranAnggota :

- Dinas Perpustakaan - Perpustakaan Umum - Taman Baca (40 titik) - Perpustakaan Keliling Masyarakat - Berdomisili di Kota Makassar - Usia minimal 7 tahun Mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi persyaratan Proses Penginputan anggota Perpustakaan di Dinas Perpustakaan

(23)

23 - Apa saja keluaran (output) yang paling berhasil

Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan program kartu perpustakaan “Smart Library Card” adalah mempermudah akses bacaan kepada seluruh masyarakat, meningkatkan kegemaran membaca dan daya beli buku. Berikut ini keluaran kongrit keberhasilan program kartu perpustakaan “Smart Library Card”:

1. Jumlah anggota perpustakaan atau keanggotaan “Smart Library Card” meningkat. Pada tahun 2008 jumlah anggota hanya 518 orang kemudian pada tahun 2010 bertambah 3.952 orang dan pada tahun 2016 jumlah anggota telah mencapai 7.400 orang sehingga Jumlah pengunjung perpustakaan pun bertambah. Jika pada tahun 2009 pungunjung perpustakaan yang terdiri dari perpustakaan umum, perpustakaan khusus balaikota, taman baca dan perpustakaan keliling hanya 125.695 orang/ tahun maka tahun 2016 ini jumlah pengunjung telah mencapai 255.081 orang/ per tahun. Berikut grafik jumlah pengunjung perpustakaan dari tahun 2009 sampai tahun 2016.

- Dinas Perpustakaan - Perpustakaan Umum - Taman Baca (40 titik) - Perpustakaan Keliling Masyarakat Yang sudah memiliki Kartu Perpustakaan Multi Fungsi Meminjam Buku

Proses Pemanfaatan Kartu Perpustakaan “Smart Library Card” :

Membeli Buku (memperoleh Diskon) - Toko Buku - Penerbit

(24)

24 JUMLAH PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN

2. Presentasi budaya baca di Kota Makassar meningkat (Berdasarkan survey independen Tri Tunggal Sejaya Makassar). Berdasarkan survey Independen Tri Tunggal Sejaya angka budaya baca di Kota Makassar pada tahun 2015 berada di angka 28,34 % sedangkan pada tahun 2016 setelah adanya program ini bertambah menjadi 39,49 %.

3. Daya beli buku di Toko Buku dan Penerbit di Kota Makassar mulai bergairah walaupun pengaruh teknologi dengan keberadaan buku elektronik (e-book) tidak dapat dipungkiri. Namun setidaknya keberadaan toko buku dan penerbit masih tetap terjaga eksistensinya.

Gambar :Contoh spanduk/ media promosi yang dipublikasikan ke masyarakat.

Tahun 2008 2009 2010 Pengunjung 67.236 125.695 115.350 Tahun 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Pengunjung 104.231 172.957 188.447 202.833 473.097 1.232.990 0 200.000 400.000 600.000 800.000 1.000.000 1.200.000 1.400.000 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 125.695115.350104.231172.957188.447210.934 473.097 1.232.990 PENGUNJUNG

(25)

25 - Sistem Apa saja yang diterapkan untuk memantau kemajuan dan mengevaluasi

kegiatan

Pengawasan, pemantauan dan evaluasi program kartu perpustakaan “Smart Library Card” dilaksanakan oleh Tim/ Panitia Pengelolaan Kartu Perpustakaan “Smart Library Card”yang dibentuk melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Pelaksanaan pengawasan, pemantauan dan evaluasi ditujukan untuk memastikan seluruh komponen input, proses, output dan outcome dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Bentuk-bentukkegiatan pengawasan yang dilakukan adalah :

- Memastikan formulir pendaftaran kartu perpustakaan “Smart Library Card” tersedia di seluruh perpustakaan/ taman baca yang tersebar di 14 Kecamatan se-Kota Makassar.

- Memastikan bahan dan perlengkapan pembuatan kartu perpustakaan “Smart Library Card” tersedia di bagian penginputan (pangkalan data)

- Memastikan seluruh perpustakaan dan taman baca binaan melayanai anggota perpustakaan dengan jaringan kartu anggota perpustakaan bersama“Smart Library Card”.

- Memastikan toko buku dan penerbit menjalankan prosedur pemberian diskon buku kepada seluruh anggota perpustakaan gratis sesuai dengan klausal perjanjian kerjasama (MoU) yang telah disepakati kedua belah pihak.

- Melakukan koordinasi dan perpanjangan kerjasama (MoU) kepada toko buku dan penerbit jika kerjasama sudah berakhir.

Gambar : Penandatanganan Perpanjangan MoU antara Perpustakaan Kota Makassar dengan 14 Penerbit dan Toko Buku disaksikan oleh Wakil Walikota Makassar. Dengan kerjasama ini, anggota perpustakaan memperoleh potongan harga/ diskon di beberapa Penerbit/ Toko Buku.(27/8/15)

Gambar

Tabel 1 Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan Kota Makassar
Tabel 2 Persentase Penduduk dan Kepadatan Penduduk   menurut Kecamatan Kota Makassar
Tabel 3 Inflasi Rata-Rata Tahun 2011 s.d 2015 Kota Makassar  4.  Kondisi Sarana dan Prasarana
Tabel 5 Jumlah Tempat Ibadah Tahun 2011 - 2015 Kota Makassar  B.  DESKRIPSI BENTUK INOVASI DAERAH
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jadi terdapat pengaruh sebesar 44,3%, antara kualitas pelayanan (variabel X) terhadap kepuasan anggota (variabel Y) di Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kota

Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga (Persipda) merupakan salah satu organisasi yang menerapkan otomasi sistem informasi yang disebut Senayan Library

Dalam segi pelayanan dan pengolahan bahan pustaka di perpustakaan AKPER/AKBID Pelamonia Kesdam VII/Wirabuana Makassar sebelumnya masih menggunakan sistem manual, tetapi

Pokok masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana Penerapan Ganesha Library Information Sistem (GLIS) di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi

Dalam proses membuat kartu anggota perpustakaan melalui aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS), 10 orang mahasiswa yang peneliti uji dapat melakukan

Dengan adanya aplikasi Smart Alert Sistem untuk pelayanan publik pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar diharapkan dapat membantu memaksimalkan peran masyarakat dalam

Dengan adanya aplikasi Smart Alert Sistem untuk pelayanan publik pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar diharapkan dapat membantu memaksimalkan peran masyarakat dalam