APLIKASI TEKNIK PEMBUATAN KERIS
PADA KOMPOSIT LAMINATE BAJA- NIKEL
Disusun Oleh :
Gogod Mei Dwi Cahyono
NRP. 2102 100 051
Dosen Pembimbing
Mem anfaatkan teknologi p em bu atan keris
p ad a kom p osit lam inat logam d engan
logam
Masih m inim nya kom p osit antara logam
d engan logam khu su snya baja d an nikel
Bisa d itentu kannya sifat m ekanik
kom p osit d engan m engetahu i sifat
m ekanik d an vraksi volu m e bahan
p em bentu knya
Dibu at kom p osit antara baja d an nikel d engan
m engam ati p engaru h variasi ju m lah lip atan
antara baja AISI 1020 d an nikel ju ga AISI 1045
sebagai m atriks inti, p ad a sifat m ekaniknya.
Untu k analisa sifat m ekanik, ketebalan antar
m m asing lap isan baja d an m
asing-m asing lap isan nikel d alaasing-m setiap sp esiasing-m en
d ianggap sam a d an lu ru s.
Untu k analisa sifat m ekanik p engelasan tem p a
antar lap isan d ianggap sem p u rna.
Mengetahu i sifat m ekanik yaitu keku atan tarik,
keu letan, kekau an d an kekerasan d ari kom p osit
lam inate baja d an nikel d engan variasi ju m lah
lip atan antara baja AISI 1020 d an nikel ju ga AISI
1045 sebagai m atrik inti
Komposit dibentuk dari dua jenis material yang
berbeda, dengan sifat yang dihasilkan berbeda
dengan sifat bahan asalnya yaitu:
Matriks, punya kekuatan yang lebih rendah
Penguat, punya kekuatan yang lebih tinggi
D alam menganalisa karakteristik komposit
terdapat dua macam konsep pemahaman, yaitu:
Analisa Mikromekanik
Asu m si bahw a tegangan kom p osit, m atriks d an
p engu at sam a ( f = m = c), sehingga tid ak ad a
slip d i interface m atrik d an p engu at, m aka :
fiber komposit matrik f = m = c Permodelan Diagram -Matrik Penguat 1 1 2 Arah pembebanan
Sehingga d id ap at ru m u san tegangan kom p osit :
c = f Vf+ mVm
Dimana c = kekuatan tarik komposit
m = kekuatan tarik matriks
f = kekuatan tarik penguat
Vf = fraksi volume penguat ( Vf/Vc)
Vm = fraksi volume matriks (vm/Vc)
Analisa m akrom ekanik kom p osit lam inate
d id asarkan p ad a satu kesatu an p enu h sehingga
keku atannya d id asarkan p ad a keku atan tiap lap isan
yang m em bentu knya. Keku atan p ad a lap isan
d ip eroleh d ari m engasu m sikan gaya-gaya p ad a
lap isan sep anjang ketebalan kom p osit sehingga
d ip eroleh resu ltan gayanya. Untu k lebih jelasnya bisa
d ilihat p ad a gam bar beriku t ini :
Pengelasan tem p a yaitu m enyam bu ng d u a m eterial logam
secara m etalu rgi d engan p em anasan d an p enem p aan.
Penem p aan (forging) ad alah m em berikan gaya p enekanan
p ad a logam d alam kond isi tem p eratu re tinggi (H ot
Working).
Akibat pemanasan terjadi perubahan komposisi
kimia pada benda kerja, yaitu:
D ekarburisasi : Oksidasi yang khusus terjadi pada
karbon (C). Sehingga terjadi pengurangan atom
karbon dari baja
STUDI LITERATUR PENELITIAN LAPANGAN PEMBUATAN SPESIMEN START PERUMUSAN MASALAH KESIMPULAN FINISH ANALISA UJI TARIK UJI KEKERASAN
PEMOTONGAN SPESIMEN
FOTO MAKRO & MIKRO
Persiapan bahan : - Nikel
- AISI 1020 - AISI 1045
Penempaan baja AISI 1020 pada 1100°C dari tebal 3cm ke 1cm
Pembuatan bahan komposit awal
Pelipatan bahan komposit awal
Jumlah lipatan n x lipatan
n=1, 3, 5
Pembuatan komposit akhir dengan n lipatan
NO
YES
Ni
AISI 1045
Flowchart pembuatan spesimen
Persiap an bahan
Penem p aan AISI
1020
Pem bu atan bahan
kom p osit aw al
Pelip atan kom p osit
aw al
Pem bu atan kom p osit
akhir n lip atan
1. AISI 1020 sebagai matriks pengikat pada komposit awal n lipatan - Berat : 250 gr
- komposisi kimia : 0,2 %C ; 0,3 0,6 %Mn ; 0,04%P dan 0,05%S
- kekuatan tarik : 448,2 N/mm2 - Elongation : 36%
- kekerasan : 150 HV
2. Nikel sebagai bahan penguat komposit awal n lipatan - Berat : 70 gr
- komposisi kimia : 90 %Ni sisanya Fe - kekuatan tarik : 1196 N/mm2
- Elongation : 40% - Kekerasan : 188 HV
3. Baja karbon medium AISI 1045 sebagai matriks pada komposit akhir - Berat : 300 gr
- komposisi kimia : 0,48 %C ; 0,7 %Mn dan 0,3%Si - kekuatan tarik : 564 N/mm2 - Elongation : 12% - Kekerasan : 223 HV 3 cm 9 cm 3 cm 0.2 cm 4.5 cm 17.5 cm 8.5 cm 1 cm 5 cm
AISI 1020 d item p a p ad a tem p eratu r 1100o C d ari ketebalan
3cm m enjad i ketebalan 1cm . Kem u d ian lem baran baja karbon
rend ah tersebu t d ilip at arah m em anjang, sep erti gam bar
berikut :
Penempaan AISI 1020 a). AISI 1020 yang belum ditempa, b). AISI 1020 yang sudah ditempa pada 1100° C, c). AISI 1020 yang sudah dilipat
AISI 1020 c a b AISI 1020
AISI 1020
N ikel d engan tebal 0,2cm d im asu kkan d itengah-tengah lipatan
AISI 1020. Su su nan tersebu t d item p a p ad a tem p eratu re 1100
°
C dari tebal 2,2cm m enjad i bahan kom p osit aw al d engan
ketebalan 1cm.
Pembuatan bahan komposit awal a). Bahan Nikel yang akan diselipkan pada AISI 1020, b). Bahan komposit awal
Nikel
a
AISI 1020
Bahan komposit awal dilipat
arah memanjang dan ditempa
1100
°
C dari tebal 2cm
menjadi 1cm, begitu
seterusnya sampai didapat :
a. komposit awal 1 lipatan
b. komposit awal 3 lipatan
c. komposit awal 5 lipatan
Bahan Komposit Awal
Komposit Awal 1 Lipatan
Komposit Awal 3 Lipatan
Komposit Awal 5 Lipatan
a
kom p osit aw al n lip atan d ip otong m enjad i d u a arah m elebar. Kem u d ian disusun bersam a AISI 1045 tebal 1cm d engan su su nan lem baran kom p osit aw al n lipatan-AISI 1045-lembaran komposit awal n lipatan dan ditempa pada temperature
1100° C d ari tebal 3cm sam p ai ketebalan 0,7cm . Dihasilkan kom p osit akhir 1, 3 dan 5 lipatan yaitu :
Komposit awal n kali lipatan
a
Dipotong
AISI 1045
b
Komposit awal n kali lipatan
Komposit awal n kali lipatan
Spesimen komposit akhir n kali lipatan
c
Pembuatan komposit akhir n lipatan
= AISI 1045 = nikel = AISI 1020
Pot A
Pot A Pot A - A
Pem otongan sp esim en u ntu k iju tarik d an kekerasan
Uji Tarik m enggu nakan stand ard JIS Z 2201 typ e 13B
Uji kekerasan Pad a Pot A-A
12 3 4 5 1 2 31.Komposit akhir 1 lipatan:
(komposit awal 1 lipatan)
AISI 1045
Ni
(komposit awal 1 lipatan)
AISI1020 Ni AISI1020 Ni
foto makro foto mikro
(komposit awal 3 lipatan)
(komposit awal 3 lipatan) AISI 1045
Ni
2.Komposit akhir 3 lipatan:
AISI 1045
(komposit awal 5 lipatan) Ni
(komposit awal 5 lipatan)
3.Komposit akhir 5 lipatan: foto makro foto makro AISI1020 Ni foto mikro AISI1020 Ni AISI1020 Ni foto mikro
- Pola Patahan
:
Kualitas pengelasan tempa komposit akhir 1 lipatan Kualitas pengelasan tempa komposit akhir 3 lipatan
Kualitas pengelasan tempa komposit akhir 5 lipatan
Kualitas pengelasan tempa antar lapisan semakin bagus dengan semakin banyak lipatan dikarenakan faktor temperatur dan gaya untuk pengelasan tempa akan semakin cukup seiring lipatan diperbanyak
- Tabel H asil Uji tarik Kom p osit Lam inat Baja - Nikel
Komp osit
Hasil pengujian Hasil Perhitungan
Ao (mm) Lo (mm) Lf (mm) Lel astik (mm) Lplastis (mm) Py (KN) Pmax y ( N/mm2) u ( N/mm2) (%) E ( Nmm2) 1 lipatan 100.75 50.1 59.25 4,57 9.15 42.05 58.2 417,27 396,2 578,2 562 18.26 18.21 4574,4 4868,55 100.75 50.1 59.2 3,64 9.1 37.8 55 375,1 545,8 18.16 5162,7 3 lipatan 84.6 50.7 60 5,07 9.3 43.75 50.5 517,2 476,16 596,9 575,9 18.34 18.345 5171,9 4721,25 91.94 49.85 59 5,08 9.15 40 51.2 435,12 554,9 18.35 4270,6 5 lipatan 87 50.5 61 8,75 10.5 54 61 620,76 625 701,1 7 690,2 20.79 20.59 3582,6 3456,9 96.85 50.5 60.8 9,0 10.3 60.95 65.8 629,39 679,4 20.4 3331,3
- Grafik hu bu ngan keku atan tarik d engan ju m lah lip atan
Grafik u vs jumlah lipatan300 350 400 450 500 550 600 650 700 750
1 x lipatan 3 x lipatan 5 x lipatan
N
/m
m
2
Kekuatan tarik ( u ) semakin tinggi dengan semakin
banyaknya jumlah lipatan.
Dengan kata lain komposit akhir 5 lipatan punya kekuatan tarik sebesar 690,2 ( N/mm2) lebih tinggi dari komposit akhir 3 lipatan yang punya kekuatan tarik 575,9 ( N/mm2) dan
komposit akhir 1 lipatan dengan kekuatan tarik hanya 562 (
Nilai kekuatan tarik bisa di analisa dengan membuat permodelan diagram - d engan m enghitu ng nilai keku atan tarik kom p osit secara teori d engan c = f Vf+ mVm
Komposit akhir 1 lipatan Komposit akhir 3 lipatan Komposit akhir 3 lipatan
Nilai kekuatan tarik komposit berbeda dengan kekuatan tarik matriks dan
penguat yang membentuknya. kekuatan tarik naik seiring bertambahnya lipatan dikarenakan pengelasan tempa yang semakin banyak dan lapisan semakin
banyak dan rapat. sehingga tegangan semakin bertambah seiring banyaknya lapisan
- Grafik hu bu ngan keu letan d engan ju m lah lip atan
Grafik vs jumlah lipatan17 17.5 18 18.5 19 19.5 20 20.5 21
1 x lipatan 3 x lipatan 5 x lipatan
%
Keuletan semakin tinggi dengan semakin banyaknya lipatan.
dengan kata lain komposit akhir 5 lipatan punya keuletan sebesar 20.59 % lebih tinggi d ari kom p osit akhir 3 lipatan dengan keuletan 18.345 % dan komposit akhir 1 lipatan dengan keuletan hanya 18.21%. Nilai keuletan bisa di analisa dengan asumsi tegangan antara komposit, matriks dan penguat sama f = m = c
f = m = c
Sehingga didapat nilai keuletan komposit yang
berbeda dengan bahan pembentuknya. Naiknya nilai keuletan dengan semakin banyaknya lipatan
dikarenakan pengelasan tempa dan lapisan yang terbentuk semakin banyak sehingga regangan semakin bertambah seiring banyaknya lapisan
- Grafik hu bu ngan kekaku an d engan ju m lah lip atan
Kekakuan semakin tinggi dengan semakin banyaknya jumlah lipatan Dengan semakin banyak lipatan, pengelasan tempa dan lapisan yang terjadi akan semakin banyak dan pososi antara penguat dan matriks akan semakin rapat., sehingga
tegangan luluh dari komposit akan naik sehingga kekakuanya akan naik.
- Tabel u ji m icrohard ness
AISI 1045 AISI 1020 Nikel AISI 1020 AISI 1020No HV Lokasi dan foto perbesaran 100x 1 219 2 174 3 186 4 174 5 172
No HV Lokasi dan foto perbesaran 100x 1 219 2 180 3 168 4 185 5 168
No HV Lokasi dan foto perbesaran 100x 1 218 2 180 3 178 4 175 5 162 AISI 1045
AISI 1020 & Nikel
AISI 1020
AISI 1020 & Nikel
AISI 1020
AISI 1045
AISI 1020 & Nikel
AISI 1020 & Nikel
AISI 1020 & Nikel
AISI 1020
- Tabel uji brinnel
Lokasi d1 d2 d HB 1 1,25 1,25 1,25 143 2 1,2 1,2 1,2 156 3 1,3 1,3 1,3 131 Rata - rata 143,3 Lokasi d1 d2 d HB 1 1,1 1,1 1,1 187 2 1,2 1,2 1,2 156 3 1,2 1,2 1,2 156 Rata-rata 166,33 Lokasi d2 d2 d HB 1 1,1 1,1 1,1 187 2 1,1 1,1 1,1 187 3 1,2 1,2 1,2 156 Rata-rata 176,67Komposit akhir 1 lipatan
Komposit akhir 3 lipatan
- Tabel u ji Vickers
No d1 d2 d HV 1 0,215 0,195 0,205 221 2 0,220 0,210 0,215 201 3 0,230 0,230 0,230 175 4 0,225 0,245 0,235 168 5 0,230 0,220 0,225 183 Rata-rata 188 No d1 d2 d HV 1 0,215 0,195 0,205 221 2 0,215 0,225 0,22 192 3 0,230 0,230 0,230 175 4 0,230 0,230 0,230 175 5 0,230 0,220 0,225 183 Rata-rata 189,2 No d1 d2 d HV 1 0,200 0,200 0,200 232 2 0,215 0,195 0,205 221 3 0,215 0,225 0,22 192 4 0,230 0,230 0,230 175 5 0,230 0,220 0,225 183 Rata-rata 200,6Komposit akhir 1 lipatan
Komposit akhir 3 lipatan
- Grafik hu bu ngan kekerasan d engan ju m lah lip atan
Gr af i k Vi cker s dan Br i nnel vs Juml ah Li pat an 100 115 130 145 160 175 190 205 220 235
1 x l i pat an 3 x l i pat an 5 x l i pat an
H V / H B Vi cker s Br i nnel
Pada kekerasan vickers dan brinnel menunjukkan bahwa, kekerasan komposit semakin naik dengan semakin banyaknya lipatan. Dengan lipatan yang banyak lapisan nikel sebagai penguat yang mempunyai
kekerasan lebih tinggi dari AISI 1020 akan terbentuk lebih
merata sehingga akan mempengaruhi kekerasan komposit secara keseluruhan menjadi naik.
1. Nilai kekuatan tarik komposit laminat baja dan nikel semakin naik seiring naiknya jumlah lipatan pada baja AISI 1020 dan nikel. Dengan nilai u
komposit akhir 1 lipatan yaitu 562 N/mm2 , u komposit akhir 3 lipatan yaitu 575,9 N/mm2 dan u komposit akhir 5 lipatan yaitu 690,2 N/mm2
2. Keuletan pada komposit laminat baja dan nikel mengalami kenaikan seiring naiknya jumlah lipatan . Dengan nilai keuletan komposit akhir 1 lipatan yaitu 18,21% , keuletan komposit akhir 3 lipatan yaitu 18,345% dan keuletan komposit akhir 5 lipatan yaitu 20,59%
3. Nilai kekakuan dari komposit laminat baja dan nikel semakin menurun dengan banyaknya lipatan. Dengan nilai kekakuan komposit akhir 1 lipatan yaitu
4868,55 N/mm2, kekakuan komposit akhir 3 lipatan yaitu 4721,25 N/mm2 dan kekakuan komposit akhir 5 lipatan yaitu 3456,9 N/mm2
4. Kekerasan dari komposit laminat baja dan nikel semakin naik dengan
banyaknya lipatan. Dengan nilai kekerasan komposit akhir 1 lipatan yaitu 143,3 HB dan 188 HV , kekerasan komposit akhir 3 lipatan yaitu 166,3 HB dan 189,2 HV, kekerasan komposit akhir 5 lipatan yaitu 176,67 HB dan 200,6 HV