• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU PEDOMAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUKU PEDOMAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

1

BUKU

PEDOMAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN

MASYARAKAT

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO

(2)

2

DAFTAR ISI

BAB I: PENELITIAN KOMPETITIF UNGGULAN…(4) A. Pendahuluan … (4)

B. Dasar Hukum … (4)

C. Tujuan dan Hasil yang diharapkan … (5) D. Tema dan Subtema … (5)

E. Dana Penelitian Unggulan … (5)

BAB II: PENELITIAN KOMPETITIF BERMUTU… (6)

A.Pendahuluan … (6) B. Dasar Hukum … (6)

C.Tujuan dan Hasil yang diharapkan … (7) D.Tema dan Subtema … (7)

E. Dana Penelitian Kompetitif … (7)

BAB III: PENELITIAN KOMPETITIF PENGEMBANGAN KEILMUAN…(8)

A.Pendahuluan … (8) B. Dasar Hukum … (8)

C.Tujuan dan Hasil yang diharapkan … (9) D.Dana Penelitian Kompetitif … (9)

BAB IV: KETENTUAN UMUM DAN ADMINISTRASI PROGRAM PENELITIAN KOMPETITIF UNGGULAN DAN BERMUTU... (10)

A.Ketentuan Umum ... (10) B. Ketentuan Administrasi ... (10) C.Ketentuan Penulisan Proposal ... (10)

D.Ketentuan Proposal yang dinyatakan lulus ... (11)

E. Ketentuan Pencairan Dana dan Format Laporan Akhir ... (12) BAB V: KETENTUAN UMUM DAN ADMINISTRASI PROGRAM PENELITIAN KOMPETITIF PENGEMBANGAN KEILMUAN... (13)

A.Ketentuan Umum ... (13) B. Ketentuan Administrasi ... (13) C.Ketentuan Penulisan Proposal ... (13)

D.Ketentuan Proposal yang dinyatakan lulus ... (14)

E. Ketentuan Pencairan Dana dan Format Laporan Akhir ... (14) BAB VI: FORM PENILAIAN PROPOSAL PENELITIAN…(16)

A.Penilaian Proposal … (16) B. Penilaian Presentasi … (19)

BAB VII: PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT…(20) A.Pendahuluan … (20)

(3)

3 C.Tujuan … (21) D.Tema … (21) E. Manfaat… (21) F. Output….(21) G.Dana Pengabdian (22) H.Klaster Pengabdian (22) I. Bentuk Pengabdian (22)

BAB VIII: KETENTUAN UMUM DAN ADMINISTRASI PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT KOMPETITIF… (24)

A.Ketentuan Umum ... (24) B. Ketentuan Administrasi ... (24) C.Ketentuan Penulisan Proposal ... (24) D.Kriteria Penilaian... (25)

E. Ketentuan Proposal yang dinyatakan lulus ... (26)

F. Ketentuan Pencairan Dana dan Format Laporan Akhir ... (26) G.Form Penilaian Proposal Penelitian Penbagdian… (27)

BAB IX: TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PENELITIAN DAN PENGABDIAN … (29)

(4)

4

BAB I: PENELITIAN KOMPETITIF UNGGULAN A.Pendahuluan

Kemajuan sebuah negara ditentukan oleh peradaban keilmuan, baik ilmu-ilmu kealaman, sosial dan humaniora maupun ilmu-ilmu keagamaan. Setiap negara mempunyai dua peradaban keilmuan, ilmu-ilmu umum dan ilmu-ilmu agama. Relasi kedua bidang keilmuan itu dipahami dan ditempatkan berbeda oleh para intelektual maupun negara. Ada yang memisah, mendialogkan dan ada pula yang mengintegrasikannya. Konsep keilmuan seperti ini ditentukan oleh realitas masing-masing negara. Akan tetapi, karena saat ini batas-batas realitas antarnegara sudah mulai mencair akibat globalisasi, teknologi, informasi, dan tranfortasi, maka problem keilmuan muncul di masing-masing negara termasuk Indonesia.

Justru kondisi ini memancing para ilmuan dan intelektual untuk merumuskan ulang pandangan keilmuannya agar ia mampu mengiringi perkembangan zaman yang kian tidak terkendali ini. Di sinilah, penelitian digalakkan. Karya-karya besar ilmuwan dan intelektual pada umumnya dilahirkan dari proses penelitian baik dalam bentuk penelitian kepustakaan (libraryresearch) maupun penelitian lapangan (field research). Kebutuhan pengembangan keilmuan melalui karya ilmiah sebagai hasil refleksi para ilmuan dan intelektual itu kemudian ditransformasikan, baik melalui seminar-seminar, muktamar pemikiran, maupun dipublikasikan ke dalam Jurnal dan buku.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo sebagai lembaga yang bergelut dalam dunia keilmuan dan pengabdian, dua unsur penting dari civitas akademika, bermaksud menawarkan program penelitian unggulan sebagai salah satu bentuk sumbangsih kita untuk memajukan bangsa dan Negara Indonesia. Unggul dalam pengertian baru, kritis, orginal dan aktual. Bentuk penelitian yang dilakukannya juga bervariasi, baik penelitian lapangan yang menghasilkan sumbangan pragmatis, maupun penelitian kepustakaan yang sangat berguna dalam pengembangan keilmuan agama dan keilmuan yang sifatnya umum. Atas dasar itulah, LPP IAIN Ponorogo melalui divisi Pusat Penelitian menawarkan penelitian unggulan bagi dosen IAIN Ponorogo.

B. Dasar Hukum

Program bantuan dana penelitian unggulan IAIN Ponorogo merupakan implementasi dari peraturan perundang-undangan sebagai berikut :

1) Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 5;

2) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4219); 3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 4) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;

5) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;

6) Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2005 tentang Alih Teknologi Kekayaan Intelektual serta Hasil Penelitian dan Pengembangan oleh Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 43);

(5)

5

7) Keputusan Menteri Agama RI Nomor 59 Tahun 2016 tentang STATUTA IAIN Ponorogo;

8) DIPA IAIN Ponorogo Nomor: SP DIPA-025.04.2.423821/2017. C. Tujuan dan Hasil yang diharapkan

1. Tujuan

a. Meningkatkan dan memperluas cakrawala keislaman, keilmuan, pluralisme, multikulturalisme, inklusifisme, dan sebagainya.

b. Menghasilkan studi-studi unggulan (par excellence), yaitu baru, kritis, orisinil dan aktual yang dilandasi oleh cara berpikir kritis, inklusif, dan toleran mengenai masalah-masalah aktual yang dihadapi bangsa Indonesia. 2. Hasil yang diharapkan

a. Layak dipublikasikan, baik dalam jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional;

b. Naskah hasil penelitian akan dipublikasikan oleh penerbit berskala nasional. D. Tema dan Subtema

1. Tema

Penelitian unggulan diprioritaskan untuk mengkaji persoalan keilmuan, keislaman, dan ke-Indonesiaan dengan tema besar: “Kontribusi Ilmu Keislaman dalam Membangun Peradaban Umat Manusia”.

2. Subtema

Subtema yaitu: (1) Islam dan Problematika Kontemporer; (2) Islam dan Modernitas; (3) Islam dan Demokrasi; (4) Islam dan Radikalisme; (5) Islam dan Pluralisme; (6) Islam dan Hak Asasi Manusia.

E. Dana Penelitian Unggulan

Proposal penelitian kompetetif unggulan sepenuhnya ditanggung dana DIPA Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pada tahun ini kuota yang diterima sejumlah 12 judul dengan bantuan dana penelitian @ Rp 15.000.000.

(6)

6

BAB II: PENELITIAN KOMPETITIF BERMUTU A.Pendahuluan

Kemajuan sebuah negara ditentukan oleh peradaban keilmuan, baik ilmu-ilmu kealaman, sosial dan humaniora maupun ilmu-ilmu keagamaan. Setiap negara mempunyai dua peradaban keilmuan, ilmu-ilmu umum dan ilmu-ilmu agama. Relasi kedua bidang keilmuan itu dipahami dan ditempatkan berbeda oleh para intelektual dan negara. Ada yang memisah, mendialogkan dan ada pula yang mengintegrasikannya. Konsep keilmuan seperti ini ditentukan oleh realitas masing-masing negara. Akan tetapi, karena saat ini batas-batas realitas antarnegara sudah mulai mencair akibat globalisasi, teknologi, informasi, dan transportasi, problem keilmuan muncul pada masing-masing negara termasuk Indonesia.

Justru kondisi ini memancing para ilmuan dan intelektual untuk merumuskan ulang pandangan keilmuannya agar ia mampu mengiringi perkembangan zaman yang kian tidak terkendali ini. Di sinilah, penelitian digalakkan. Karya-karya besar ilmuwan dan intelektual pada umumnya dilahirkan dari proses penelitian baik dalam bentuk penelitian kepustakaan (library research) maupun penelitian lapangan (field research). Kebutuhan pengembangan keilmuan melalui karya ilmiah sebagai hasil refleksi para ilmuan dan intelektual itu kemudian ditransformasikan, baik melalui seminar-seminar, muktamar pemikiran, maupun dipublikasikan ke dalam Jurnal dan buku.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo sebagai lembaga yang bergelut dalam dunia keilmuan dan pengabdian, menawarkan program penelitian bermutu sebagai salah satu bentuk sumbangsih kita untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia. Penelitian ini lebih diorientasikan pada peningkatan keilmuan yang sejalan dengan disiplin keilmuan akademik yang ada di IAIN Ponorogo. Bentuk penelitian yang dilakukannya juga bervariasi, ada penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Ditawarkan dua model penelitian bermutu: individual dan kolektif. Atas dasar itulah, Divisi Penelitian LPPM IAIN Ponorogo menawarkan penelitian bermutu yang dikompetisikan bagi dosen yang ada di lingkungan IAIN Ponorogo.

B. Dasar Hukum

Program bantuan dana penelitian bermutu kolektif dan individual LPPM IAIN Ponorogo merupakan implementasi dari peraturan perundang-undangan sebagai berikut :

1) Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 5;

2) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4219); 3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 4) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;

5) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi; f. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2005 tentang Alih Teknologi Kekayaan Intelektual serta Hasil Penelitian dan Pengembangan oleh Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 43);

(7)

7

6) Keputusan Menteri Agama RI Nomor 59 Tahun 2016 tentang STATUTA IAIN Ponorogo;

7) DIPA IAIN Ponorogo Nomor: SP DIPA-025.04.2.423821/2017. C. Tujuan dan Hasil yang diharapkan

1. Tujuan

a. Meningkatkan dan memperluas cakrawala paradigma keilmuan islam di kalangan dosen IAIN Ponorogo dalam bidang Ilmu-ilmu Pendidikan Islam, Hukum Islam, Ekonomi Islam, Ushuluddin, Adab dan Dakwah serta Ilmu Budaya.

b. Menghasilkan karya-karya penelitian yang baru, orisinil, teoretis dan aktual mengenai masalah-masalah aktual yang dihadapi bangsa Indonesia.

2. Hasil yang diharapkan

a. Layak dipublikasikan dalam jurnal Kodifikasia-IAIN Ponorogo dan atau jurnal nasional terakreditasi.

b. Layak dipublikasikan oleh penerbit IAIN Po Press dan atau berskala nasional

D. Tema dan Subtema 1. Tema

Dengan tujuan di atas, penelitian kompetItif bermutu mengambil tema besar: “Membangun Paradigma Keilmuan Islam”.

2. Subtema

Subtema/kluster yang terkait dengan tema di atas adalah Ilmu-ilmu Pendidikan dan Pendidikan Islam, Hukum dan Hukum Islam, Ekonomi dan Ekonomi Islam, Ushuluddin, Adab dan Dakwah serta Ilmu Budaya.

E. Dana Penelitian

Biaya penelitian bermutu sepenuhnya ditanggung dana DIPA Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pada tahun ini kuota penelitian kompetitif individu yang diterima sebanyak 40 judul dengan bantuan dana @ Rp. 9.800.000, sedangkan kuota penelitian kompetitif kelompok yang diterima sebanyak 10 judul dengan bantuan dana penelitian masing-masing kelompok sejumlah @ Rp 14.000.000.

(8)

8

BAB III: PENELITIAN KOMPETITIF PENGEMBANGAN KEILMUAN A.Pendahuluan

Program doktor merupakan salah satu jenjang pendidikan tinggi secara formal diselenggarakan oleh perguruan tinggi (UU Nomor 20 Tahun 2003). Dalam pendidikan program doktor, dosen harus dapat menyelesaikan pendidikannya sesuai dengan kemampuan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang telah ditetapkan. Pemerintah melalui kementerian terkait telah mencanangkan bahwa jumlah dosen yang memenuhi kualifikasi S-3 harus ditingkatkan dari tahun ke tahun, termasuk yang berkaitan dengan jumlah publikasi ilmiah, buku ajar, dan jumlah perolehan hak kekayaan intelektual (HKI). Program penelitian ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian program doktor dan meningkatkan mutu penelitian disertasi doktor.

Mahasiswa program doktor di lingkungan IAIN Ponorogo banyak tersebar di perguruan tinggi dengan ragam bidang ilmu (studi agama, sosial-humaniora, eksakta, dan lain-lain), sebagian sedang melakukan penelitian dengan tahapan yang sistematis melalui bimbingan promotor dan/atau ko-promotor secara intensif dan berkesinambungan, sehingga pelaksanaan penelitian tersebut dapat dipertanggung-jawabkan. Kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak kendala teknis maupun non-teknis yang disebabkan oleh keterbatasan dana, sehingga mahasiswa program doktor tidak dapat menyelesaikan studinya tepat waktu sesuai dengan ketetapan yang berlaku. Oleh karena itu, perlu adanya terobosan percepatan program doktor bagi dosen di lingkungan IAIN Ponorogo melalui bantuan penelitian dalam rangka penyelesaian disertasi. Untuk mengatasai berbagai permasalahan tersebut, IAIN Ponorogo melalui LPPM berkomitmen untuk memberikan dukungan melalui Program Penelitian Pengembangan Keilmuan untuk percepatan penyelesaian Disertasi Doktor bagi dosen yang sedang menempuh program doktor.

B.Dasar Hukum

Program bantuan dana penelitian pengembangan umtuk percepatan penyelesaian disertasi LPPM IAIN Ponorogo merupakan implementasi dari peraturan perundang-undangan sebagai berikut :

1) Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 5;

2) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4219); 3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 4) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;

5) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;

6) Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2005 tentang Alih Teknologi Kekayaan Intelektual serta Hasil Penelitian dan Pengembangan oleh Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 43);

7) Keputusan Menteri Agama RI Nomor 59 Tahun 2016 tentang STATUTA IAIN Ponorogo;

(9)

9 C.Tujuan dan Hasil yang Diharapkan

a. Memberikan bantuan dana Penelitian Pengembangan Keilmuan untuk Percepatan Penyelesaian Disertasi, yang substansi penelitiannya merupakan bagian dari penelitian disertasinya;

b. Mempercepat penyelesaian studi doktor sehingga dapat meningkatkan jumlah dan kompetensi lulusan program doktor;

c. Meningkatkan jumlah publikasi artikel ilmiah internasional dan penulisan bahan ajar yang layak dipublikasikan, baik dalam bentuk jurnal maupun buku.

D.Dana Penelitian

Biaya penelitian percepatan penyelesaian penulisan desertasi sepenuhnya ditanggung dana DIPA Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pada tahun ini kuota penelitian yang diterima sebanyak 5 judul dengan bantuan dana penelitian sejumlah @ Rp 15.000.000.

(10)

10

BAB IV: KETENTUAN UMUM DAN ADMINISTRASI PROGRAM PENELITIAN KOMPETITIF UNGGULAN DAN BERMUTU

A. Ketentuan Umum

Para peneliti dan dosen yang berkeinginan mengajukan proposal penelitian kompetitif unggulan dan penelitian kompetitif bermutu baik individual atau kelompok harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1) Peneliti adalah dosen tetap PNS IAIN Ponorogo, kecuali anggota pada penelitian kelompok diperbolehkan dari Dosen Tetap Non PNS dan Dosen Tetap PNS yang belum mempunyai jabatan fungsional Asisten Ahli.

2) Peneliti menyerahkan proposal penelitian sesuai dengan jadwal yang ditentukan. 3) Peneliti tidak menjadi peneliti ganda, yaitu satu orang mengajukan dua proposal

atau lebih, baik dalam penelitian kompetitif unggulan maupun penelitian kompetitif bermutu baik individual atau kolektif.

4) Peneliti tidak sedang mengajukan bantuan dana penelitian dari DIKTIS pada tahun yang sama, oleh karena itu peneliti sejak awal sudah menentukan pilihan akan ikut penelitian di Diktis atau di LPPM IAIN Ponorogo.

5) Peneliti tidak sedang menerima Beasiswa MORA atau LPDP.

6) Tidak ada istilah penelitian individu atau kelompok untuk program penelitian unggulan.

7) Program penelitian kompetitif bermutu ada dua, yaitu individual dan kelompok. 8) Jumlah peneliti pada penelitian kelompok (baik penelitian unggulan maupun

bermutu) minimal 3 orang, anggota kelompok diperbolehkan dari Dosen Tetap PNS atau Dosen Tetap Non PNS.

9) Peneliti mandiri minimal Asisten Ahli, ketua kelompok peneliti minimal Lektor. 10) Diutamakan penelitian lapangan (field researche)

B. Ketentuan Administrasi

Syarat administrasi proposal penelitian kompetitif unggulan dan penelitian kompetitif bermutu harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1) Bersedia untuk mempresentasikan proposal dan hasil penelitian, dan menyempurnakannya sesuai masukan reviewer dan atau peserta seminar.

2) Membuat surat pernyataan keaslian (bukan plagiasi) dengan menyertakan tandatangan di atas materai Rp. 6000,00. Apabila ternyata dikemudian hari diketahui terjadi pelanggaran terhadap syarat ini, maka peneliti harus bersedia dituntut secara hukum untuk mengembalikan semua biaya penelitian ke negara, dan akan diblacklist (dilarang mengikuti) untuk satu kali program penelitian berikutnya.

3) Menandatangani kontrak perjanjian penelitian jika dinyatakan lulus. C. Ketentuan Penulisan Proposal

Sistematika penulisan proposal penelitiankompetitif unggulan dan bermutu baik kelompok dan atau individual yang diusulkan ke LPPM sebagai berikut:

1) Judul Proposal sesuai dengan tema/topik yang ditawarkan; 2) Proposal memuat unsur-unsur:

(11)

11 b) Latar Belakang

c) Rumusan Masalah

d) Tujuan dan Manfaat penelitian e) Kajian Riset Sebelumnya f) Kerangka Teori

g) Metode Penelitian h) Sumber Bacaan i) Daftar isi sementara j) Jadwal Penelitian k) Rincian Anggaran

l) Daftar Judul penelitian yang pernah diikuti (termasuk judul skripsi, tesis dan disertasi bagi yang sudah doktor).

3) Proposal penelitian diketik pada kertas HVS berukuran A4 (kwarto), spasi 1,5, huruf Times New Roman, size 12 font, margin kiri: 4 cm, kanan: 3 cm, atas: 4 cm, bawah: 3 cm. Mencantumkan sumber bacaan; teknik penulisan rujukan memakai foot note; jumlah halaman proposal antara 10-20 halaman.

4) Cover proposal penelitian kompetitif unggulan memuat tulisan ”Proposal Penelitian Unggulan”, Judul Penelitian, Nama Peneliti, NIP, (untuk kelompok ditulis Nama Ketua dan Anggotanya), Nama Lembaga, Tempat, Tahun. Proposal penelitian unggulan dijilid soft cover berwarna merah hati.

5) Cover proposal penelitian kompetitif bermutu: kelompok memuat tulisan ”Proposal Penelitian Kompetitif kelompok”; dan Individu memuat tulisan “Proposal Penelitian Kompetitif Individual”, Judul Penelitian, Nama Peneliti, NIP, (untuk kelompok: Nama Ketua Kelompok, dan Nama Anggota), Nama Lembaga, Tempat, dan Tahun. Proposal penelitian kompetitif bermutu untuk kelompok dijilid soft cover berwarna kuning, dan untuk individual dijilid soft cover berwarna coklat tua.

6) Soft file proposal penelitian dilengkapi Nama Peneliti dan Jenis Penelitian yang dipilih diemailkan ke [email protected]

7) Naskah proposal penelitian diserahkan rangkap 2 (dua); 1 (satu) eksemplar dilengkapi halaman sampul sesuai ketentuan no. 4 dan 5 di atas, disertai lampiran persyaratan administratif sesuai yang diminta; dan 1 (satu) eksemplar disertai judul penelitian, tetapi tidak disertai identitas peneliti (tanpa nama pada cover dan tanpa lampiran).

8) Proposal Penelitian diserahkan ke kantor LPPM sesuai dengan tanggal yang ditetapkan.

D. Ketentuan Proposal yang Dinyatakan Lulus

Ketentuan proposal yang dinyatakan lulus dalam program penelitian kompetitif unggulan dan bermutu, baik individual maupun kelompok adalah:

1) Kelulusan administrasi proposal akan diseleksi oleh review internal dari LPPM. 2) Proposal yang dinyatakan lulus secara administrasi akan dipilah sesuai kluster

oleh LPPM, kemudian proposal diserahkan ke reviewer (penilai) eksternal sesuai kluster masing-masing.

3) Setiap proposal hanya berkompetisi dalam masing-masing kluster bagi proposal penelitian kompetitif bermutu.

(12)

12

4) Kelulusan proposal sepenuhnya ditentukan oleh rangking nilai proposal yang diberikan oleh tim reviewer (penilai) eksternal yang ditunjuk LPPM.

5) Nilai akhir proposal yang diberikan penilai eksternal mengacu pada dua hal, yaitu nilai proposal (70%) dan nilai presentasi (30%).

6) Proposal yang dinyatakan lulus berdasarkan sidang team LPPM sesuai dengan ketentuan di atas akan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Ponorogo.

7) Peneliti yang proposalnya dinyatakan lulus bersedia menandatangani kontrak perjanjian penelitian.

E. Ketentuan Pencairan Dana dan Format Laporan Akhir Penelitian

Dana penelitian dicairkan setelah peneliti menyerahkan laporan penelitian ke LPPM melalui tahap-tahap sebagai berikut:

1) Mempresentasikan hasil penelitian kompetitif unggulan dan bermutu baik kelompok atau individual dalam seminar hasil penelitian yang diselenggarakan LPPM.

2) Merevisi hasil penelitian sesuai pertimbangan peserta seminar.

3) Laporan hasil penelitian dibuat dalam bentuk buku (format Dumy) dengan ukuran kertas HVS berukuran A5, spasi 1,15, huruf Times New Roman, size 12 font, margin kiri: 2 cm, kanan: 2 cm, atas: 2 cm, bawah: 2 cm; mencantumkan sumber bacaan; teknik penulisan rujukan memakai foot note. File dumy dapat di download di Website http://p3m.stainponorogo.ac.id

4) Laporan hasil penelitian kompetitif unggulan minimal berjumlah 150 halaman; kompetitif bermutu untuk penelitian kelompok minimal berjumlah 130 halaman; dan untuk penelitian individual minimal berjumlah 110 halaman; di luar biografi penulis, dalam format buku (dumy).

5) Laporan hasil penelitian dalam format buku dumy digandakan sebanyak 6 eks, dan mengirimkan via email dalam bentuk soft file ke: [email protected]. 6) Cover laporan hasil penelitian kompetitif: 1) unggulan berwarna merah hati, 2) bermutu: individual berwarna coklat tua dan kelompok berwarna kuning.

7) Executive Summary penelitian dalam bentuk artikel jurnal diketik pada kertas HVS berukuran A4 (kwarto), spasi 1,5, huruf Times New Roman, size 12 font, margin kiri: 4 cm, kanan: 3 cm, atas: 4 cm, bawah: 3 cm; mencantumkan sumber bacaan; teknik penulisan rujukan memakai foot note; jumlah halaman Executive Summarypenelitian dalam bentuk artikel antara 20-25 halaman.

8) Naskah executive summary dalam bentuk artikel jurnal hasil penelitian kompetitif unggulan dan kompetitif bermutu berjumlah 20-30 halaman diserahkan dalam bentuk soft file CD/Flash disk/diemailkan ke: [email protected]

9) Naskah executive summary dalam bentuk artikel jurnal dijilid soft cover sejumlah 2 eksemplar untuk unggulan warna merah hati, individual warna coklat tua dan kelompok warna kuning, diserahkan ke kantor LPPM.

10) Membuat LPJ Keuangan asli sejumlah 1 eks. dan foto copy 1 eksemplar. 11) Semua laporan hasil penelitian dan LPJ Keuangan diserahkan ke kantor LPPM.

(13)

13

BAB V: KETENTUAN UMUM DAN ADMINISTRASI PROGRAM PENELITIAN PENGEMBANGAN KEILMUAN

A. Ketentuan Umum

Para dosen yang berkeinginan mengajukan proposal bantuan percepatan penyelesaian desertasi harus memenuhi ketentuan umum sebagai berikut:

1) Peneliti adalah dosen tetap IAIN Ponorogo.

2) Peneliti sudah mengikuti ujian proposal Desertasi yang dibuktikan dengan persetujuan tim penguji.

3) Peneliti menyerahkan proposal penelitian sesuai dengan jadwal yang ditentukan. 4) Peneliti tidak sedang mengajukan bantuan dana penelitian dari DIKTIS pada

tahun yang sama.

5) Peneliti maksimal mahasiswa doktor semester dua belas.

6) Peneliti tidak sedang menerima bantuan beasiswa dari MORA atau LPDP. 7) Peneliti tidak menjadi peneliti ganda, yaitu satu orang mengajukan dua proposal

atau lebih, baik dalam penelitian kompetitif unggulan maupun penelitian kompetitif bermutu baik individual atau kolektif.

B.Ketentuan Administrasi

Syarat administrasi proposal penelitian pengembangan keilmuan untuk percepatan penyelesaian desertasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1) Bersedia untuk mempresentasikan proposal dan hasil penelitian, dan

menyempurnakannya sesuai masukan reviewer dan atau peserta seminar.

2) Membuat surat pernyataan keaslian (bukan plagiasi) dengan menyertakan tandatangan di atas materai Rp. 6000,00. Apabila ternyata dikemudian hari diketahui terjadi pelanggaran terhadap syarat ini, maka peneliti harus bersedia dituntut secara hukum untuk mengembalikan semua biaya penelitian ke negara. 3) Menandatangani kontrak perjanjian penelitian jika dinyatakan lulus.

C.Ketentuan Penulisan Proposal

Sistematika penulisan proposal penelitian percepatan penyelesaian desertasi yang diusulkan ke LPPM sebagai berikut:

1) Judul Proposal sesuai dengan tema/topik yang ditawarkan; 2) Proposal memuat unsur-unsur:

a) Judul Penelitian b) Latar Belakang c) Rumusan Masalah

d) Tujuan dan Manfaat penelitian e) Kajian Riset Sebelumnya f) Kerangka Teori

g) Metode Penelitian h) Sumber Bacaan i) Daftar isi sementara j) Jadwal Penelitian k) Rincian Anggaran

(14)

14

3) Daftar Judul penelitian yang pernah diikuti (termasuk judul skripsi dan tesis). 4) Proposal penelitian diketik pada kertas HVS berukuran A4 (kwarto), spasi 1,5,

huruf Times New Roman, size 12 font, margin kiri: 4 cm, kanan: 3 cm, atas: 4 cm, bawah: 3 cm. Mencantumkan sumber bacaan; teknik penulisan rujukan memakai foot note; jumlah halaman proposal antara 10-20 halaman.

5) Cover proposal penelitian penelitian percepatan penyelesaian desertasi memuat tulisan ”Proposal Penelitian Pengembangan Keilmuan”, Judul Penelitian, Nama Peneliti, NIP, Nama Lembaga, Tempat, dan Tahun. Proposal kemudian dijilid soft cover berwarna putih.

6) Soft file proposal penelitian dilengkapi Nama Peneliti dan Jenis Penelitian yang dipilih diemailkan ke [email protected]

7) Naskah proposal penelitian diserahkan rangkap 2 (dua); 1 (satu) eksemplar dilengkapi halaman sampul sesuai ketentuan no. 4 di atas, disertai lampiran persyaratan administratif sesuai yang diminta; dan 1 (satu) eksemplar disertai judul penelitian, tetapi tidak disertai identitas peneliti (tanpa nama pada cover dan tanpa lampiran).

8) Proposal Penelitian diserahkan ke kantor LPPM sesuai dengan tanggal yang ditetapkan.

D.Ketentuan Proposal yang Dinyatakan Lulus

Ketentuan proposal yang dinyatakan lulus dalam program penelitian ini adalah: 1) Kelulusan administrasi proposal akan diseleksi oleh reviewer internal dari

LPPM.

2) Proposal yang dinyatakan lulus secara administrasi akan dipilah sesuai kluster oleh LPPM, kemudian proposal diserahkan ke reviewer (penilai) sesuai kluster masing-masing.

3) Kelulusan proposal sepenuhnya ditentukan oleh rangking nilai proposal yang diberikan oleh tim reviewer (penilai) yang ditunjuk LPPM.

4) Nilai akhir proposal yang diberikan reviewer mengacu pada dua hal, yaitu nilai proposal (70%) dan nilai presentasi (30%).

6) Proposal yang dinyatakan lulus sesuai dengan ketentuan di atas akan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Ponorogo.

7) Peneliti yang proposalnya dinyatakan lulus bersedia menandatangani kontrak perjanjian penelitian.

E.Ketentuan Pencairan Dana dan Format Laporan Akhir Penelitian

Dana penelitian dicairkan setelah peneliti menyerahkan laporan penelitian ke LPPM melalui tahap-tahap sebagai berikut:

1) Mempresentasikan hasil penelitian dalam seminar hasil penelitian yang diselenggarakan LPPM.

2) Merevisi hasil penelitian sesuai pertimbangan peserta seminar.

3) Laporan hasil penelitian dibuat dalam bentuk buku (format Dumy) dengan ukuran kertas HVS berukuran A5, spasi 1,15, huruf Times New Roman, size 12 font, margin kiri: 2 cm, kanan: 2 cm, atas: 2 cm, bawah: 2 cm; mencantumkan sumber bacaan; teknik penulisan rujukan memakai foot note. File dumy dapat di download di Website http://p3m.stainponorogo.ac.id

(15)

15

4) Laporan hasil penelitian Pengembangan Keilmuan (mulai dari bab pendahuluan sampai pada kesimpulan) minimal berjumlah 200 halaman; di luar biografi penulis, dalam format buku (dumy).

5) Laporan hasil penelitian dalam format buku dumy digandakan sebanyak 6 eks,

dan mengirimkan via email dalam bentuk soft file ke:

[email protected].

6) Cover laporan hasil penelitian Percepatan Penyelesaian Desertasi: berwarna putih.

7) Executive Summary penelitian dalam bentuk artikel jurnal diketik pada kertas HVS berukuran A4 (kwarto), spasi 1,5, huruf Times New Roman, size 12 font, margin kiri: 4 cm, kanan: 3 cm, atas: 4 cm, bawah: 3 cm; mencantumkan sumber bacaan; teknik penulisan rujukan memakai foot note; jumlah halaman Executive Summary penelitianantara 20-25 halaman.

8) Naskah executive summary dalam bentuk artikel jurnal hasil penelitian berjumlah 20-30 halaman diserahkan dalam bentuk soft file CD/Flash disk/diemailkan ke: [email protected]

9) Naskah executive summary dalam bentuk artikel jurnal dijilid soft cover

sejumlah 2 eksemplar berwarna putih, diserahkan ke kantor LPPM. 10)Membuat LPJ Keuangan asli sejumlah 1 eks. dan foto copy 1 eksemplar. 11)Semua laporan hasil penelitian dan LPJ Keuangan diserahkan ke kantor LPPM.

(16)

16

BAB VI: FORM PENILAIAN PROPOSAL PENELITIAN

Penilaian proposal penelitian meliputi dua aspek, yaitu penilaian proposal (70%) dan penilian presentasi (30%). Rinciannya adalah sebagai berikut:

A.Penilaian Proposal ASPEK

PENILAIAN INDIKATOR PENILAIAN

SKOR MAKSIMAL NILAI REVIEWER (1) (2) (3) (4) TOPIK PENELITI AN

1. Apakah topik yang diangkat

menarikdan mencerminkan masalah atau problem yang perlu diteliti?

a) Sangat menarik dan merupakan topik yang aktual dan penting untuk diteliti

b) Menarik dan merupakan topik yang penting untuk diteliti

c) Hanya sebagian aspek yang

menarik, namun tidak penting untuk diteliti

d) Tidak menarik dan tidak penting untuk diteliti

2. Apakah topik/isu yang diteliti memiliki unsur inovasi?

a) Sangat inovatif dan/atau

menggunakan pendekatan yang

belum pernah dipergunakan

sebelumnya

b) Inovatif dalam beberapa aspek dan belum banyak dikaji dengan pendekatan serupa

c) Cukup inovatif, namun sudah banyak dikaji dengan pendekatan serupa

d) Sama sekali tidak inovatif

5

5

LATAR BELAKAN

G

3. Apakah latar belakang yang ditulis memberikan penjelasan terhadap topik penelitian?

a) Sangat menjelaskan topik

penelitian dan didukung dengan berbagai data kuantitatif maupun kualitatif yang relevan

b) Menjelaskan topik penelitian, namun tidak disertai dengan data kuantitatif maupun kualitatif yang relevan

c) Tidak menjelaskan topik

penelitian sekalipun disertai dengan data kuantitatif maupun kualitatif yang juga tidak relevan d) Sama sekali tidak menjelaskan

(17)

17 ASPEK

PENILAIAN INDIKATOR PENILAIAN

SKOR MAKSIMAL

NILAI REVIEWER

(1) (2) (3) (4)

topik penelitian dan tidak disertai data kuantitatif maupun kualitatif

MASALAH PENELITI

AN

4. Bagaimanakan masalah penelitian diangkat?

a) Masalah penelitian sesuai dengan latar belakang

b) Masalah penelitian yang diangkat fokus pada core problem dan dirumuskan dengan redaksi yang baik

c) Masalah penelitian yang diangkat fokus pada core problem, namun tidak dirumuskan dengan redaksi yang baik

d) Masalah penelitian yang diangkat kurang fokus pada core problem, namun dirumuskan dengan redaksi yang baik

e) Massalah penelitian yang diangkat tidak fokus pada core problem dan tidak dirumuskan dengan redaksi yang baik

6

KAJIAN RISET SEBELUM

NYA

5. Apakah disebutkan kajian tentang beberapa penelitian sejenis yang dilakukan sebelumnya?

a) Memaparkan beberapa penelitian sejenis yang telah dilakukan

sebelumnya secara lengkap

dengan menyebutkan nama

peneliti, topik penelitian, masalah penelitian, tujuan penelitian, teori,

waktu penelitian, lokasi

penelitian, dan sebagainya serta

menegaskan titik perbedaan

penelitian dengan beberapa

penelitian sebelumnya

b) Memaparkan secara cukup

memadai beberapa penelitian sejenis yang telah dilakukan sebelumnya tanpa disertai detail nama peneliti, topik penelitian,

masalah penelitian, tujuan

penelitian, teori, waktu penelitian, lokasi penelitian, dan sebagainya serta tetap menegaskan titik perbedaan penelitian dengan beberapa penelitian sebelumnya c) Hanya memaparkan secara sekilas

beberapa penelitian sejenis yang telah dilakukan sebelumnya dan

(18)

18 ASPEK

PENILAIAN INDIKATOR PENILAIAN

SKOR MAKSIMAL

NILAI REVIEWER

(1) (2) (3) (4)

menegaskan titik perbedaan

penelitian dengan beberapa

penelitian sebelumnya

d) Sama sekali tidak memaparkan beberapa penelitian sejenis yang telah dilakukan sebelumnya dan juga tidak menegaskan titik perbedaan penelitian dengan beberapa penelitian sebelumnya

KERANGK A TEORI

6. Bagaimana kerangka teori dipergunakan dalam riset?

a) Menggunakan/menyebutkan

kerangka teori yang tepat dengan masalah penelitian dan dielaborasi secara mendalam

b) Menggunakan/menyebutkan

kerangka teori yang tepat dengan masalah penelitian, tetapi tidak dielaborasi secara memadai

c) Menggunakan/menyebutkan

kerangka teori yang tidak tepat dengan masalah penelitian

d) Sama sekali tidak menggunakan kerangka teori

15

METODE PENELITI

AN

7. Apakah metode penelitian yang digunakan dapat beroperasi secara maksimal untuk menjawab pertanyaan penelitian?

a) Sangat operasional dan diprediksi

kuat mampu menjawab

pertanyaan riset

b) Operasional, namun masih perlu beberapa penajaman agar mampu menjawab pertanyaan riset

c) Kurang operasional sehingga

memerlukan penajaman yang

cukup kuat agar mampu

menjawab pertanyaan riset

d) Sama sekali tidak operasional, sehingga diprediksi tidak mampu menjawab pertanyaan riset

13

SUMBER BACAAN

8. Bagaimana kualitas dan kuantitas sumber bacaan/referensi yang dijadikan rujukan pembahasan? a) Lebih dari 10 sumber bacaan dan

75% lebih relevan dengan isu penelitian yang diangkat. b) Lebih dari 10 sumber bacaan,

namun kurang dari 75% yang relevan dengan isu penelitian.

(19)

19 ASPEK

PENILAIAN INDIKATOR PENILAIAN

SKOR MAKSIMAL

NILAI REVIEWER

(1) (2) (3) (4)

c) Kurang dari 10 sumber bacaan dan 50% lebih relevan dengan isu penelitian yang diangkat.

d) Kurang dari 10 sumber bacaan, namun kurang dari 50% yang relevan dengan isu penelitian.

JUMLAH 70

B.Nilai Presentasi

INDIKATOR PENILAIAN SKOR MAKSIMAL NILAI REVIEWER

(1) (2) (3)

Latar Belakang 8

Masalah Penelitian 4

Kerangka Teori 7

Metode Penelitian 6

Kehadiran penuh dalam kegiatan presentasi

5

JUMLAH 30

Keterangan:

(20)

20

BAB VII: PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT A.Pendahuluan

Program peningkatan mutu pengabdian kepada masyarakat IAIN Ponorogo adalah salah satu program penunjang guna mendukung kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program bantuan peningkatan mutu pengabdian kepada masyarakat merupakan wujud komitmen untuk memberikan akses yang luas bagi dosen dan mahasiswa dalam rangka peningkatan kapasitas (capacity building) di ranah akademik khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Secara umum, program bantuan peningkatan mutu pengabdian memfasilitasi upaya pengembangan bidang ilmu yang dikembangkan di PTKI, studi Islam (Islamic studies) maupun kajian yang akhir-akhir ini juga menjadi fokus kajian yaitu pengembangan studi kajian Islam Nusantara. Di samping

concern terhadap pengembangan bidang ilmu, program bantuan pengabdian kepada masyarakat memberikan ruang yang cukup lapang untuk aksi partisipatif, di mana pengabdian tidak hanya mengetahui, menjelaskan, atau menafsirkan namun juga mentransformasi kondisi sosial khususnya penguatan kualitas hidup komunitas Muslim.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo sebagai lembaga yang bergelut dalam dunia keilmuan dan pengabdian, dua unsur penting dari civitas akademika, bermaksud menawarkan program pengabdian masyarakat sebagai salah satu bentuk sumbangsih kita untuk memajukan masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia. Atas dasar itulah, LPPM Ponorogo melalui Pusat Pengabdian menawarkan pengabdian berbasis penelitian kepada dosen IAIN Ponorogo.

B.Dasar Hukum

Program bantuan dana pengabdian masyarakat LPPM IAIN Ponorogo merupakan implementasi dari peraturan perundang-undangan sebagai berikut:

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang

Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 04 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan

Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5500);

4. Peraturan Presiden Nomor 47 tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementrian Negara;

5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pola Pengelolaan Badan Layanan Umum;

(21)

21

7. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2014 tentang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat;

8. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 59 Tahun 2016 tentang STATUTA IAIN Ponorogo;

9. DIPA IAIN Ponorogo Nomor: SP DIPA-025.04.2.423821/2017. C.Tujuan

1. Mengamalkan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diperoleh dari pembelajaran dan penelitian di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dalam rangka mewujudkan pemberdayaan dan kesejahteraan serta pengembangan masyarakat, kehidupan demokratis dan keadilan sosial bagi kehidupan bangsa.

2. Memperkuat dan meningkatkan kompetensi dosen serta produktivitas pengabdian berbasis riset;

3. Meningkatkan kesempatan dosen untuk bekerjasama dengan lembaga-lembaga mitra baik di tingkat lokal, nasional maupun international yang mempunyai concern di bidang pemberdayaan masyarakat.

4. Melahirkan ilmuwan di kalangan PTKI yang memiliki keahlian otoritatif dan implementatif pada bidang tertentu.

D.Tema

Tema program bantuan pengabdian kepada masyarakat adalah Kemitraan Universitas-Masyarakat (KUM) dalam penerapan ilmu-ilmu keislaman untuk meneguhkan kesadaran kritis masyarakat menghadapi perubahan pemahaman keagamaan masyarakat dan perubahan ekonomi global untuk kesejahteraan sosial.

E.Manfaat

1. Memperkuat hubungan Kemitraan antara Universitas dan Masyarakat.

2. Menumbuhkan kesadaran warga masyarakat melalui kegiatan-kegiatan pelibatan yang difasilitasi oleh perguruan tinggi.

3. Memaksimalkan partisipasi perguruan tinggi dalam menerjemahkan ilmu dan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat.

4. Peningkatan jejaring kerjasama kelembagaan baik dengan instansi lokal, maupun nasional;

F. Output

1. Tersedianya dokumen kemitraan antara Universitas dan Masyarakat 2. Publikasi kegiatan pembangunan kesadaran masyarakat

3. Knowledge sharing hasil-hasil pengabdian berbasis penelitian. 4. Jejaring berkelanjutan dengan masyarakat.

(22)

22 G.Dana Pengabdian Masyarakat

Biaya proposal pengabdian sepenuhnya ditanggung dana DIPA Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pada tahun ini, pengabdian yang diterima sejumlah 15 Judul, dengan bantuan dana pengabdian @ Rp 10.000.000.

H.Kluster Program Pengabdian

Untuk pengelompokannya, program bantuan pengabdian kompetitif ini dibagi ke dalam beberapa klaster, yaitu:

1. Pengabdian Masyarakat berbasis Madrasah (PMM)

Ruang lingkup pengabdian berbasis madrasah ini adalah sebagai berikut: a. Madrasah menjadi pintu utama untuk memperkuat tradisi keilmuan masyarakat. Untuk itu, program pengabdian dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan (capacity bulding).

b. memperkuat penyelenggaraan pendidikan inovatif dan kreatif;

c. Menjadikan madrasah sebagai laboratorium program studi pada perguruan tinggi.

2. Pengabdian Masyarakat berbasis Pesantren (PMP)

Ruang lingkup pengabdian berbasis pesantren ini adalah untuk:

a. Memperkuat fungsi pesantren selain sebagai lembaga pendidikan dengan misi utama penguatan pemahaman keagamaan (tafaqquh fiddin), disamping meneguhkan potensi tambahannya seperti halnya sebagai pusat pengembangan potensi kewirausahaan;

b. Memperkuat penyelenggaraan pendidikan inovatif dan kreatif; c. Menjadikan pesantren sebagai laboratorium lembaga;

3. Pengabdian Masyarakat berbasis Masjid (PMTI)

Ruang lingkup pengabdian berbasis masjid ini adalah meliputi hal-hal sebagai berikut:

a. Manajemen penyelenggaraan masjid

b. Perluasan fungsi dari masjid yang—pada umumnya—berfungsi sebagai tempat ibadah an sich. Model pengabdian ini didesain untuk menjadikan pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya (Islamic Center) seperti bidang ekonomi atau pemberdayaan masyarakat lainnya.

4. Pengabdian Masyarakat berbasis Komunitas (PMC)

Ruang lingkup pengabdian berbasis komunitas ini adalah meliputi: a. Penguatan komunitas marginal/mustad’afin.

b. Penguatan daerah tertinggal. c. Komunitas petani dan buruh. d. Komunitas adat tertinggal. I. Bentuk Pengabdian

1. Pembelajaran Masyarakat, yakni suatu kegiatan yang ditujukan untuk belajar bersama masyarakat atau menguatkan kemampuan, potensi dan aset masyarakat, termasuk dialog, lokakarya, dan pelatihan.

2. Pendampingan Masyarakat, yakni kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara intensif dan partisipatif agar tercapai kemandirian dari komunitas atau kelompok mitra.

(23)

23

3. Advokasi, yakni kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa

menumbuhkan kepekaan sosial, politik, dan budaya, serta

kapasitas/kemampuan untuk memperjuangkan dan memperoleh hak-hak sebagai warganegara.

4. Pemberdayaan Ekonomi, yakni kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalamrangka peningkatan kesejahteraan dan pendapatan.

5. Layanan Masyarakat, yakni penyediaan layanan masyarakat seperti layanan keagamaan, kesehatan, mediasi, resolusi konflik, konsultansi (psikologi, keluarga, hukum, pembuatan rencana bisnis, proyek), pelatihan, penelitian, dan lain-lain.

6. Ujicoba, Adaptasi serta Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) berbasis IPTEKS, yakni kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pengembangan dan penerapan hasil penelitian (action research) ataupun teknologi sederhana untuk mengembangkan potensi dan peluang yang terdapat pada suatu komunitas masyarakat. Misalnya pembuatan alat produksi, pembuatan sistem manajemen, dll.

(24)

24

BAB VIII: KETENTUAN UMUM DAN ADMINISTRASI PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT

A.Ketentuan Umum

Para dosen yang berkeinginan mengajukan proposal pengabdian masyarakat harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1. Peneliti adalah dosen tetap PNS IAIN Ponorogo, kecuali anggota pada penelitian kelompok diperbolehkan dari Dosen Tetap Non PNS dan Dosen Tetap PNS yang belum mempunya jabatan fungsional Asisten Ahli.

2. Peneliti menyerahkan proposal pengabdian sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

3. Penelitian pengabdian berbentuk kelompok.

4. Jumlah anggota penelitian pengabdian minimal 3 orang.

5. Peneliti harus melibatkan mahasiswa IAIN Ponorogo sebagai anggota kelompok pengabdian.

6. Peneliti diperbolehkan melibatkan Karyawan IAIN Ponorogo dan/atau Dosen Tetap PNS maupun Non PNS sebagai anggota kelompok pengabdian.

7. Peneliti tidak boleh mengajukan lebih dari 1 judul proposal pengabdian. 8. Ketua peneliti minimal Asisten Ahli.

9. Peneliti tidak sedang mendapatkan dana bantuan penelitian baik dari LPPM IAIN Ponorogo maupun bantuan dana penelitian dan pengabdian dari DIKTIS pada tahun yang sama.

10.Lokasi penelitian pengabdian difokuskan di Kecamatan Badegan dan Kecamatan Sampung, kecuali pengabdi melanjutkan (follow up)

pengabdian dari pengabdian tahun sebelumnya. B.Ketentuan Administrasi

Syarat administrasi proposal pengabdian harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Bersedia untuk mempresentasikan proposal dan hasil pengabdian, dan menyempurnakannya sesuai masukan peserta seminar.

2. Presenter proposal adalah ketua kelompok (Dosen).

3. Membuat surat pernyataan keaslian (bukan plagiasi) dengan menyertakan tandatangan di atas materai Rp. 6000,00. Apabila ternyata dikemudian hari diketahui terjadi pelanggaran terhadap syarat ini, maka peneliti harus bersedia dituntut secara hukum untuk mengembalikan semua biaya penelitian ke negara, dan akan diblacklist (dilarang mengikuti) untuk satu kali program penelitian berikutnya.

4. Menandatangani kontrak perjanjian pengabdian jika dinyatakan lulus. C.Ketentuan Penulisan Proposal

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengusulan proposal pengabdian kepada masyarakat kompetitif adalah sebagai berikut:

1. Untuk seleksi tahap awal, pihak LPPM mensyaratkan bagi Tim Pengusul untuk menyusun Proposal tidak lebih dari 10 (sepuluh) halaman yang diketik pada

(25)

25

kertas HVS berukuran A4 (kwarto), spasi 1,5, huruf Times New Roman, size 12 font, margin kiri: 4 cm, kanan: 3 cm, atas: 4 cm, bawah: 3 cm. Mencantumkan sumber bacaan; teknik penulisan rujukan memakai footnote; 2.Proposal minimal mencakup beberapa unsur sebagai berikut:

a. Isu dan Fokus Pengabdian

b. Alasan Memilih Subyek Dampingan c. Kondisi Subyek Dampingan Saat Ini d. Kondisi dampingan yang diharapkan e. Strategi yang Dipergunakan

f. Pihak-pihak yang Terlibat (stakeholders) dan Bentuk Keterlibatannya 3. Sistematika penulisan proposal pengabdian kompetitif yang diusulkan ke

LPPM sebagai berikut:

1) Judul Proposal sesuai dengan tema/topik yang ditawarkan; 2) Proposal memuat unsur-unsur:

a. Judul Penelitian Pengabdian b. Latar Belakang

c. Rumusan Masalah

d. Tujuan dan Manfaat penelitian Pengabdian e. Metode Penelitian Pengabdian

f. Daftar isi sementara

g. Jadwal Penelitian Pengabdian h. Rincian Anggaran

4.Proposal program pengabdian dijilid sebanyak 2 (dua) bendel:Naskah proposal penelitian diserahkan rangkap 2 (dua) disertai lampiran persyaratan administratif sesuai yang diminta; dijilid dengan sampul muka (cover) yang mencantumkan judul program pengabdian dan nama tim.

5. Masing-masing berkas dijilid dengan ketentuan warna sampul muka (cover)

menurut cluster program sebagai berikut:

a. Pengabdian Masyarakat berbasis Madrasah (PMM) bersampul Biru b. Pengabdian Masyarakat berbasis Pesantren (PMP) bersampul Hijau c. Pengabdian Masyarakat berbasis Masjid (PMTI) bersampul Merah d. Pengabdian Masyarakat berbasis Komunitas (PMC) bersampul Kuning

6. Soft file proposal penelitian pengabdian dilengkapi Nama Peneliti dan Jenis kluster pengabdian yang dipilih diemailkan ke [email protected] 7. Proposal Penelitian diserahkan ke kantor LPPM.

D.Kriteria Penilaian

Ada beberapa aspek penting yang digunakan Tim Reviewer untuk menentukan mutu proposal program pengabdian kepada masyarakat:

1. Isu aktual dan relevan dengan latar belakang keilmuan; fokus pengabdian yang diangkat adalah isu aktual, relevan dengan basis keilmuan, memiliki manfaat nyata bagi masyarakat serta memiliki prospek keberlanjutan (sustainability).

2.Alasan memilih dampingan, mencantumkan alasan dan argumen yang kuat dalam memilih komunitas mitra pengabdian berdasarkan harapan masyarakat dan memilik pengaruh yang penting bagi masyarakat mitra.

(26)

26

3. Riset Pendahuluan dan Basis Teori; menjelaskan secara nyata kondisi komunitas yang akan didampingi sesuai dengan hasil penelitian pendahuluan

(prelemenaryresearch) yang telah dilakukan. Deskripsi perlu disertai data-data kuantitatif maupun kualitatif yang memadai, sehingga tergambar kondisi umum dan kondisi spesifik komunitas yang akan menjadi fokus dampingan. Proposal juga mengungkapkan tentang KERANGKA TEORI yang dipergunakan untuk melaksanakan proses pendampingan.

4. Kondisi dampingan yang diharapkan, menjelaskan kondisi yang diharapkan selama dan setelah proses dampingan berlangsung sebagaimana hasil penelitian pendahuluan (prelemenary research). Dengan dasar penelitian pendahuluan dan teori yang melandasinya, maka pengusul menggambarkan harapan perubahannya.

5. Strategi Aksi. menyebutkan sejumlah strategi yang akan dilakukan untuk mencapai kondisi yang diharapkan dan bagaimana kaitannya satu sama lain. Hal ini bisa meliputi metode, teknik, atau kegiatan, yang akan dilakukan agar strategi yang dirancang dapat berjalan. Penggunaan Logical Framework (salah satunya) adalah untuk melakukan analisis lebih tajam tentang persoalan yang dihadapi masyarakat. Sehingga dimungkinkan dapat dilakukan untuk mencapai tujuan akhir program pengabdian.

6. Keterlibatan Stakeholder, melibatkan pihak-pihak yang relevan dengan isu danfokus pengabdian yang akan dilakukan.

7. Resources yang sudah dimiliki, baik dari tim pengabdi maupun masyarakat dampingan. menyebutkan secara gamblang kapasitas tim dan lembaga pengusul untuk melakukan program ini, dan resources apa yang dimiliki untuk menjalankan program pengabdian.

E.Ketentuan Proposal Pengabdian yang Dinyatakan Lulus

Ketentuan proposal yang dinyatakan lulus dalam program penelitian pengabdian adalah:

1. Kelulusan administrasi proposal akan diseleksi oleh reviewer internal dari LPPM.

2. Proposal yang dinyatakan lulus secara administasi akan dipilah sesuai kluster. 3. Nilai akhir proposal yang diberikan mengacu pada dua hal, yaitu nilai proposal

(70%) dan nilai presentasi (30%).

4. Proposal yang dinyatakan lulus berdasarkan sidang team LPPM sesuai aturan di atas akan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Ponorogo. 5. Peneliti yang proposalnya dinyatakan lulus bersedia menandatangani kontrak

perjanjian penelitian pengabdian.

F. Ketentuan Pencairan Dana dan Format Laporan Akhir Pengabdian Kompetitif

Dana penelitian Pengabdian dicairkan setelah peneliti menyerahkan laporan penelitian pengabdian ke LPPM melalui tahap-tahap sebagai berikut:

1. Mempresentasikan hasil pengabdian.

2. Merevisi hasil penelitian pengabdian sesuai pertimbangan peserta seminar. 3. Laporan hasil penelitian dibuatdalam bentuk buku (format Dumy)

(27)

27

size 12 font, margin kiri: 2 cm, kanan: 2 cm, atas: 2 cm, bawah: 2 cm; mencantumkan sumber bacaan; teknik penulisan rujukan memakai foot note. File dumy dapat di download di Website http://p3m.stainponorogo.ac.id

4. Laporan hasil penelitian pengabdian kompetitif minimal berjumlah 100 halaman; dalam format buku (dumy).

5. Laporan hasil penelitian dalam format buku dumy digandakan sebanyak 6 eks,

dan mengirimkan via email dalam bentuk soft file ke:

[email protected].

6. Executive Summary penelitian diketik pada kertas HVS berukuran A4 (kwarto), spasi 1,5, huruf Times New Roman, size 12 font, margin kiri: 4 cm, kanan: 3 cm, atas: 4 cm, bawah: 3 cm; mencantumkan sumber bacaan; teknik penulisan rujukan memakai foot note; jumlah halaman Executive Summary

penelitianantara 15-25 halaman.

7. Cover laporan hasil penelitian pengabdian kompetitif disesuaikan dengan cluster yang diajukan.

8. Naskah executive summary dijilid soft cover sejumlah 2 eksemplar diserahkan ke kantor LPPM.

9. Membuat LPJ Keuangan asli sejumlah 1 eks. dan foto copy 1 eksemplar.

10. Semua laporan hasil penelitian dan LPJ Keuangan diserahkan ke kantor LPPM.

G.Form Penilaian Proposal Penelitian Pengabdian Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

1. Poin penilaian proposal (70%) ASPEK

PENILAIAN INDIKATOR PENILAIAN

SKOR MAKSIMAL NILAI REVIEWER (1) (2) (3) (4) ISU AKTUAL DAN RELEVANSI

1. Fokus Pengabdian yang diangkat adalah isu actual

2. Isu dan fokus pengabdian relevan basis keilmuan pengusul 3. Memiliki Manfaat nyata bagi

Masyarakat/Komunitas mitra pengabdian

4. Isu dan Fokus Pengabdian memiliki prospek keberlanjutan (sustainability) program 20 LATAR BELAKANG PENGABDI AN

1. Gagasan yang diangkat memiliki makna yang signifikan

2. Ketepatan pemilihan masyarakat dampingan sesuai isu yang diangkat

3. Tujuan akhir program

pengabdian adanya perubahan dan kesadaran

(28)

28 ASPEK

PENILAIAN INDIKATOR PENILAIAN

SKOR MAKSIMAL

NILAI REVIEWER

(1) (2) (3) (4)

4. Proyeksi perubahan yang terjadi memiliki pengaruh yang sangat penting bagi masyarakat/ komunitas mitra pengabdian RISET

TERDAHUL U

1. Mendiskripsikan Riset-riset dahulu yang relevan

2. Ketepatan teori dan riset berkenaan dengan pelaksanaan pengabdian

15

STRATEGI AKSI

1. Kerangka kerja disusun secara logis

2. Metode, teknik dan program yang disusun RELEVAN dengan tujuan akhir program pengabdian 3. Rencana strategi aksi yang

disusun STRATEGIS untuk

mencapai tujuan akhir program pengabdian

4. Rencana aksi yang disusun

OPERASIONAL dan

dimungkinkan dapat dilakukan untuk mencapai tujuan akhir program pengabdian

5. Kegiatan yang dirancang sesuai

dengan kebutuhan tujuan

pengabdian

6. Kejelasan bentuk keterlibatan sejumlah stakeholders dalam program pengabdian

15

Total Nilai 70

2. Poin Presentasi Proposal (30%)

INDIKATOR PENILAIAN SKOR

MAKSIMAL

NILAI REVIEWER

(1) (2) (3)

ISU AKTUAL DAN RELEVANSI 5

LATAR BELAKANG PENGABDIAN 10

RISET TERDAHULU 5

STRATEGI AKSI 5

KEHADIRAN PENUH DALAM KEGIATAN PRESENTASI

5

JUMLAH 30

Keterangan:

(29)

29

BAB IX: TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PENELITIAN DAN PENGABDIAN

Berikut ini adalah tahapan pelaksanaan program penelitian dan pengabdian masyarakat yang ditawarkan oleh LPPM IAIN Ponorogo pada tahu 2017.

No KEGIATAN Waktu

(1) (2) (3)

1 Penerimaan proposal penelitian & Pengabdian

3 April-3 Mei 2017

2 Seleksi administrasi 4 Mei 2017

3 Pengumuman hasil seleksi administrasi penelitian dan Pengabdian

5 Mei 2017

4 Penilaian Proposal oleh Reviewer 8-15 Mei 2017

5 Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian

16-24 Mei 2017

6 Sidang kelulusan Proposal Penelitian dan Pengabdian

29-30 Mei 2017

7 Pengumuman kelulusan Proposal

Penelitian dan Pengabdian

31 Mei 2017

8 Kontrak Perjanjian Penelitian dan Pengabdian dan Penyerahan SK

5 Juni 2017

9 Pelaksanaan Penelitian 8 Juni - 8 September 2017

10 Pelaksanaan Pengabdian 1 Agustus -8 September 2017

11 Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian 12-15 September 2017 12 Penyerahan naskah hasil dan executive

summary dalam bentuk buku dan soft file

22 September 2017

13

Proses Penerbitan Hasil Penelitian Unggulan; dan penerbitan hasil penelitian pada Jurnal Kodifikasia

Referensi

Dokumen terkait

Dengan mengetahui kewajiban dan hak sebagai warga negara berkaitan dengan lingkungan, siswa dapat menceritakan pengalamannya menjalankan kewajiban dan hak sebagai

(1) Besaran pokok Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 dengan dasar pengenaan pajak

Kepatuhan dalam pengobatan menurut Slamet (2007) merupakan tingkat ketaatan pasien melaksanakan cara pengobatan dan perilaku yang disarankan oleh dokter atau orang

Tahap ke empat adalah tahap Decision Tree yang dilakukan dengan menggunakan metode decision tree ID3 yaitu proses pembuatan tree yang terdiri dari beberapa

Dengan menggunakan bahan yang sama dengan pengolahan minyak kelapa tradisional maka dengan pendekatan 3 (tiga) metode ini dapat menghasilkan lebih banyak produk sehingga

Melihat nilai keterpengaruhan yang cukup besar antara variabel bebas terhadap variabel terikat pada penelitian ini yaitu mencapai 92.3%, maka model kombinasi ketiga variabel bebas

Dari keputusan atau tindakan tersebut akan menghasilkan atau diperoleh kejadian-kejadian tertentu yang akan di gunakan kembali sebagai data yang nantinya akan di

Peternak dan perusahan peternakan yang melakukan budi daya burung puyuh harus membuat laporan secara tertulis baik teknis maupun administrasi secara berkala