i
TAHUN AJARAN 2014/2015
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam
dalam Ilmu Pendidikan Islam
Oleh :
MUH IMAM FAUZI
NIM : 11110126
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) SALATIGA
vi
“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi
kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka
berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” ( QS. Mujadillah : 11).
vii
Untuk kedua orang tuaku yang tak pernah lelah, tak pernah
berhenti menyayangiku dan selalu menasehatiku, Ibunda
Sumiyatun dan Ayahanda Supa’at.
Untuk para dosenku, terutama Ibu Ruhayati, M.Ag yang
membimbingku dengan sabar hingga selesai skripsi ini.
Untuk kakakku dan istrinya, Mas Badrudin & Mbak Umi
Zulfah yang menjadi tampat bertukar pengalaman dan
menjadi motivator dalam menyelesaikan skripsi ini.
Untuk sahabat – sahabatku, konco – konco ngopi di kantin Mas Sabar (umi, indru, penyok, dian, pitek, yusuf, juprek,
japrak, wawong, kambing, simbah, mas arif, kang umam)
yang selalu menjadi penyemangat dan mewarnai dunia
kampus dengan kejailan- kejailan, keunikan, kelucuan
mereka.
Untuk seseorang yang special, yang selalu menjadi
penyemangat dan selalu setia menemaniku.
viii
Fauzi, Muh Imam. 2015. Hubungan Intensitas Pemanfaatan Situs Keagamaan Dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Bringin Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Jurusan Pendidikan Agama Islam. Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing : Siti Rukhayati. M.Ag.
Kata Kunci : Intensitas Pemanfaatan Situs Keagamaan, Prestasi Belajar.
Dalam internet banyak sekali situs-situs yang dapat dimanfaatkan untuk sumber belajar, salah satunya situs keagamaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana intensitas pemanfaatan situs keagamaan dalam pembelajaran PAI siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin, (2) Bagaimana prestasi belajar PAI siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin, (3) Adakah hubungan intensitas pemanfaatan situs keagamaan dengan prestasi PAI siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, untuk menjawab rumusan masalah diatas menggunakan metode observasi, angket, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan teknik pengumpulan data variabel intensitas pemanfaatan situs keagamaan (X) menggunakan instrumen angket, sedangkan untuk prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (Y) menggunakan nilai tes semester gasal Pendidikan Agama Islam. Sampel sebanyak 55 responden dari 218 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin tahun ajaran 2014/2015. Analisis datanya menggunakan teknik korelasi product moment.
ix
x
SAMPUL ... i
LEMBAR BERLOGO ... ii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv
PENGESAHAN KELULUSAN ... v
MOTO ... vi
D. Hipotesis Penelitian ... 5
E. Manfaat Penelitian ... 6
1. Teoritis ... 6
2. Praktis ... 6
F. Definisi Operasional ... 7
1. Pemanfaatan Situs Keagamaan sebagai Sumber Belajar 7 2. Teori Belajar ... 9
3. Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam ... 11
G. Metode Penelitian ... 12
1. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 12
2. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Data ... 12
3. Metode Pengumpulan Data ... 14
4. Instrumen Penelitian ... 15
5. Analisis Data ... 16
xi
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 20
A. Internet Sebagai Sarana Penunjang Pembelajaran ... 20
1. Pengertian Internet ... 20
2. Manfaat Internet ... 20
3. Strategi Pembelajaran ... 21
B. Intensitas Pemanfaatan Situs Keagamaan ... 23
1. Pengertian Intensitas ... 23
2. Situs Keagamaan ... 24
C. Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam ... 31
1. Pengertian Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam .. 31
2. Jenis-jenis Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam .. 35
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar PAI 36 4. Fungsi Prestasi Belajar ... 37
D. Hubungan Situs Keagamaan dengan Prestasi Belajar PAI 37 BAB III HASIL PENELITIAN ... 39
A. Gambaran Umum SMA Negeri 1 Bringin ... 39
1. Profil Sekolahan SMA Negeri 1 Bringin ... 39
2. Sejarah Singkat SMA Negeri 1 Bringin ... 39
3. Keadaan Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 Bringin . 40 4. Keadaan Siswa SMA Negeri 1 Bringin ... 44
5. Sarana dan Prasarana SMA Negeri 1 Bringin ... 44
B. Penyajian Data ... 46
1. Data Responden ... 46
2. Data Jawaban Angket Situs Keagamaan ... 48
3. Data Klasifikasi Nilai Prestasi ... 50
BAB IV ANALISIS DATA ... 53
A. Analisis Pertama ... 53
1. Analisis Data Mengenai Intensitas Situs Keagamaan .. 53
2. Analisis Data Mengenai Prestasi Belajar PAI ... 62
3. Mengklasifikasikan Nilai Prestasi ... 64
xii
1. Membuat Tabel Persiapan Kerja ... 67
2. Hasil Hitung Product Moment ... 70
BAB V PENUTUP ... 72
A. Simpulan ... 72
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Jumlah Populasi dan Sampel ... 13
Tabel 1.2 Instrumen Angket Intensitas Pemanfaatan Situs Keagamaan 15 Tabel 3.1 Data Pendidik ... 40
Tabel 3.2 Tenaga Administrasi ... 40
Tabel 3.3 Tenaga Khusus ... 41
Tabel 3.4 Daftar Nama Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 Bringin 41 Tabel 3.5 Peserta Didik ... 44
Tabel 3.6 Distribusi Peserta Didik Per Rombong Belajar ... 44
Tabel 3.7 Sarana dan Prasarana ... 44
Tabel 3.8 Daftar Responden Kelas XI SMA Negeri 1 Bringin ... 46
Tabel 3.9 Data Jawaban Angket Intensitas Situs Keagamaan ... 48
Tabel 3.10 Data Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam ... 50
Tabel 4.1 Daftar Hasil Angket Intensitas Situs Keagamaan ... 54
Tabel 4.2 Daftar Nilai Distribusi Frekuensi Situs Keagamaan ... 56
Tabel 4.3 Interval Skor Inensitas Pemanfaatan Situs Keagamaan ... 58
Tabel 4.4 Data Nominasi Interval Pemanfaatan Situs Keagamaan ... 59
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Jawaban Situs Keagamaan ... 62
Tabel 4.6 Daftar Nilai Distribusi Prestasi Belajar PAI ... 62
Tabel 4.7 Klasifikasi Nilai Belajar PAI Siswa Kelas XI ... 64
Tabel 4.8 Interval Skor Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam ... 67
Tabel 4.9 Tabel Kerja Product Moment ... 68
1 A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini, perkembangan teknologi sangat cepat dan sulit terbendung lagi, termasuk salah satunya teknologi komunikasi dan informasi. Perkembangan teknologi dan informasi antara kota, antara negara, bahkan antara benua sekalipun.
Dengan menggunakan internet, seseorang dapat mencari informasi yang ia butuhkan, misalnya informasi tentang sekolah, beasiswa, bisnis, pemerintahan, pelajaran (pendidikan agama islam), berita terbaru, film terbaru, dan permainan (game). Tidak hanya itu , banyak hal yang lain dapat melalui internet. Internet menawarkan dirinya sebagai sumber informasi, alat komunikasi dan hiburan bagi penggunanya (Ricky Brilianto S, 2008 : 2).
Teknologi internet telah hadir dan berkembang di sepuluh tahun terkini. Kehadiran internet ternyata cukup menarik minat berbagai kalangan masyarakat. Hal ini terlihat dari jumlah pertumbuhan pengguna internet yang secara mengesankan terus meningkat dari waktu ke waktu. Demikian juga jasa layanan internet bagi publik hadir secara meluas (Jasmadi, 2004 : 1).
Internet pada dasarnya adalah kumpulan informasi yang tersedia di komputer yang bisa diakses karena adanya jaringan yang tersedia dalam komputer tersebut. Sementara itu, internet menyediakan sumber belajar dalam berbagai bentuk: teks, gambar, vidio, suara, peranti lunak. Seluruhnya dapat di download sehingga memungkinkan pula dilakukan proses belajar jarak jauh. Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi yang demikian pesat, membuka peluang yang lebih besar bagi pembelajar untuk mengeksplorasi berbagai data dan informasi, sehingga memungkinkannya membangun pengetahuan sendiri.
Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antar guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Interaksi dalam peristiwa belajar mengajar arti yang lebih luas, tidak sekedar hubungan antara guru dengan siswa, tetapi berupa interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa materi palajaran, melainkan penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar. Banyak siswa dalam dunia pendidikan yang menggunakan internet untuk membantu mereka dalam belajar. Baik mencari informasi yang terkait dengan mata pelajaran yang terkait atau info-info lain yang bisa menambah wawasan siswa yang lebih luas lagi (Moh. Uzer Osman, 2001 : 4).
mencari materi pelajaran yang diajarkan oleh guru dan juga untuk media membaca dan belajar dalam menambah wawasan.
Untuk menunjang proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam guru juga melibatkan internet. Dimana siswa-siswi disuruh untuk membuka situs keagamaan yang terkait dengan materi Pendidikan Agama Islam. Karena diharapkan mempermudah siswa-siswi dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan akan memperoleh prestasi hasil yang baik dan maksiamal.
Berpijak dari asumsi maupun gambaran yang telah diuraiakan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut yang tertuang dalam judul ” HUBUNGAN INTENSITAS PEMANFAATAN SITUS KEAGAMAAN DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BRINGIN TAHUN AJARAN 2014/2015 ”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dikemukakan permasalahannya sebagai berikut :
1. Bagaimana intensitas pemanfaatan situs keagamaan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin Tahun Ajaran 2014/2015.
3. Adakah hubungan intensitas pemanfaatan situs keagamaan dengan prestasi Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin Tahun Ajaran 2014/2015.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui intensitas pemanfaatan situs keagamaan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin Tahun Ajaran 2014/2015.
2. Untuk mengetahui prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin Tahun Ajaran 2014/2015.
3. Untuk mengetahui apakah ada hubungan intensitas pemanfaatan situs keagamaan dengan prestasi Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin Tahun Ajaran 2014/2015.
D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis berasal dari kata “hypo” yang artinya di bawah dan “thesa”
artinya kebenaran. Pengertian hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin atau paling tinggi tingkat kebenarannya (Soekadijo R.G 1993). Secara definitif, Sutrisno Hadi memberikan batasan sebagai berikut: “hipotesa adalah dugaan yang
antara intensitas pemanfaatan situs keagamaan dengan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin Tahun Ajaran 2014/2015”.
E. Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat membawa manfaat secara teoritis maupun praktis :
1. Teoritis
Penelitian ini sebagai bagian usaha untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan di Fakultas Tarbiyah umumnya dan jurusan Pendidikan Agama Islam khususnya.
2. Praktis
a. Memberikan acuan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dalam suatu lembaga pendidikan.
b. Bagi sekolah, khususnya kepala sekolah SMA Negeri 1 Bringin merupakan bahan laporan atau sebagai pedoman dalam mengambil kebijakan tentang proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Bringin yang terkait dengan pemanfaatan situs keagamaan dan prestasi balajar Pendidikan Agama Islam.
d. Hasil dari penelitian ini sedikit banyak menyadarkan siswa akan pentingnya pemanfaatan situs keagamaan untuk menunjang pembelajaran sehingga akan memperoleh hasil belajar yang maksimal. F. Definisi Oprasional
Agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam memberikan interpretasi serta mempermudah dalam pemahaman, maka perlu dijelaskan kerangka teoritik yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini.
1. Pemanfaatan Situs Keagamaan sebagai Sumber Belajar
Menurut kamus umum bahasa indonesisa pemanfaatan adalah penggunaan atau faidah (W.J.S. Poerwadarmita, 1966 : 158).
Sementara itu internet menyediakan sumber belajar dalam bentuk : teks, gambar, vidio, suara, dan peranti lunak seluruhnya dapat di download
sehingga memudahkan pula dilakukannya proses belajar jarak jauh. Dalam bukunya Jasmadi yang berjudul “panduan praktis menggunakan fasilitas
internet”, menjelaskan beberapa manfaat internet diantaranya adalah
bersifat global tanpa batas, tersedia berbagai macam informasi, sarana komunikasi yang efektif dan efisien, biaya internet lebih ringan (Jasmadi, 2004).
Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi yang demikian pesat telah membuka peluang bagi siswa untuk mengeksplorasi berbagai data dan informasi sehingga memungkinkan membangun pengetahuan sendiri. Menurut Schenck belajar akan terjadi lebih optimal bila dilakukan
aligment antara teknologi yang digunakan dan pemprosesan informasi dalam otak (Schenck, www.ciconline.org). Sedangkan menurut teori konstruktivisme belajar merupakan proses aktif peserta didik dalam mengkonstruksikan konsep dan pengalamannya. Belajar berarti pula mengasimilasikan dan menghubungkan materi pelajaran dengan pengertian atau pengalaman yang telah dimiliki (Lilik Sriyanti.,dkk, 2012 : 56).
Paulin Pannen (2001), pengetahuan bukanlah gambaran dunia nyata belaka, tetapi merupakan konstruksi kenyataan melalui kegiatan subyek. Struktur konsep dapat membentuk pengetahuan apabila konsep baru yang diterima dapat dikaitkan dengan pengalaman yang dimiliki (Lilik Sriyanti.,dkk, 2012 : 55).
Dengan demikian, pemanfaatan situs keagamaan sebagai sumber belajar dapat dipandang sebagai respons siswa yang menekankan pada pengalaman kemandirian dalam proses belajar. Indikator pemanfaatan situs keagamaan sebagai variabel X adalah : kemahiran mengakses internet, frekuensi pemanfaatan, lama pemanfaatkan, sumber belajar. Dalam pemanfaatannya peran guru sangatlah penting, untuk memotivasi dan menumbuhkan semangat belajar siswa. Karena dengan adanya motivasi yang baik dari diri siswa dapat dijadikan pendorong terhadap aktivitas belajar dan kemampuan daya serap siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi akademik mereka.
2. Teori belajar
Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. (learning is defined as the modification or streng-thening of behavior through experiencing).
Banyak sekali teori belajar, diantaranya ada tiga rumpun besar psikologi yaitu : teori disiplin mental, teori behaviorisme, teori cognitive-gestalt-field.
a. Teori Disiplin Mental
Menurut psikologi daya atau faculty psycology, individu memiliki sejumlah daya-daya, yaitu: daya mengenal, mengungat, menganggap, mengkhayal, berfikir, merasakan, berbuat. Daya-daya itu dapat dikembangkan melalui latihan dalam bentuk ulangan-ulangan.
b. Teori Behaviorisme
Menurut teori ini tingkah laku manusia tidak lain dari satu hubungan antara perangsang jawaban atau stimulus respons. Belajar adalah pembentukan hubungan stimulus respon sebanyak-banyaknya. Progam pengajaran dari skinner adalah programmed intruction,
dengan menggunakan media buku atau mesin pengajaran. c. Teori Cognitive-Gestalt-Field
2. Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
Pengertian prestasi belajar adalah bukti atau hasil yang telah dicapai siswa dengan kemampuan dirinya dalam menerima dan memahami materi yang diberikan atau usaha anak didik untuk mencapai tujuan yang diharapkan ( Kamus Bahasa Indonesia, t.t : 895). Prestasi dapat juga di artikan kemampuan, ketrampilan, dan sikap dalam menyelsaikan suatu hal (Zainal Arifin, 1988 : 4). Belajar adalah suatu proses dari diri seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan (Oemar Hamalik, 2001 : 28).
Menurut Ahmadi sebagaiman dikutup oleh Mutoli‟ah, Pendidikan Agama Islam adalah usaha yang lebih khusus ditekankan untuk mengembangkan fitrah keagamaan subyek siswa agar lebih mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran – ajaran Islam (Mutholi‟ah, 2002 : 18). Pengertian prestasi belajar Pendidikan Agama Islam adalah bukti usaha yang didapat atau telah dicapai dalam belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri Bringin tahun ajaran 2014/2015. Idikator prestasi belajar sebagai variabel Y adalah nilai akademik yang diambil dari nilai tes semester gasal Pendidikan Agama Islam.
prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin tahun ajaran 2014/2015.
G. Metode Penelitian
1. Lokasi dan Waktu Penelitian
Adapun tempat atau lokasi yang penulis teliti adalah di SMA Negeri 1 Bringin. Lokasi ini sengaja dipilih dengan alasan selain tempatnya yang strategis, di lokasi ini juga fasilitas hotspot area yang mendukung akan keberhasilan siswa dalam belajarnya. Penelitian ini dimulai tanggal 10 November 2014 sampai dengan 10 Januari 2015. 2. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
a. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Suharsimi Arikunto, 1998 : 115). Adapun populasi dari siswa kelas XI SMA Negeri 1 Beringin tahun ajaran 2014/2015 adalah 218 siswa. Dari populasi tersebut akan diambil sampel secara random, oleh karena itu hak semua subjek sama.
b. Sampel
populasi, jadi sebanyak 54,5 siswa dibulatkan menjadi 55 siswa sebagai responden.
c. Teknik Pengambilan Sampel
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik sampel random atau sampel acak. Diberi nama demikian karena di dalam pengambilan sampelnya, peneliti ”mencampur” subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek dianggap sama. Oleh karena itu hak setiap subjek sama, maka peneliti terlepas dari perasaan ingin mengistimewakan satu atau beberapa subjek untuk dijadikan sampel. Adapun pengambilah data diperoleh dari penyebaran angket yang dilakukan peneliti. Di bawah ini di jelaskan pengambilan sampel di gambarkan dengan tabel :
Tabel 1.1 Jumlah Populasi dan Sampel Terhadap Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Bringin
NO KELAS JUMLAH PROSENTASE SAMPEL
1 XI IPA 1 30 25 % 8
2 XI IPA 2 30 25 % 8
3 XI IPA 3 31 25 % 8
4 XI BHS 29 25 % 7
5 XI IPS 1 32 25 % 8
6 XI IPS 2 33 25 % 8
7 XI IPS 3 33 25 % 8
3. Metode Pengumpulan data
Adapun metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini sebagai berikut :
a. Metode Obsevasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian (Jamal Ma‟mur Asmani, 2011 :123). Metode observasi disini digunakan untuk mengetahui intensitas pemanfaatan situs keagamaan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas XI SMA Negeri 1 Bringin.
b. Metode Angket
Metode angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Jamal Ma‟mur Asmani, 2011 :123). Setelah diisi, angket dikirim kembali atau dikembalikan kepetugas atau kepeneliti.
Dalam penelitian ini, angket ditunjukkan kepada siswa yang menjadi sampel penelitian terkait dengan intensitas pemanfaatan situs keagamaan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.
c. Metode dokumentasi
Islam, yaitu nilai tes semester gasal pendidikan agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin tahun pelajaran 2014/2015.
d. Wawancara
Wawancara adalah salah satu cara menggali data (Jamal Ma‟mur Asmani, 2011 :123).Wawancara di sini ditujukan kepada kepala sekolah terkait dengan gambaran umum keadaan sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam terkait dengan pemanfaatan situs keagamaan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin tahun pelajaran 2014/2015.
4. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data (Arikunto, 2012 : 203). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket.
Kisi – kisi angket penelitian adalah sebagai berikut : Tabel 1.2
Instrumen Angket Intensitas Pemanfaatan Situs Keagamaan
No Aspek Indikator No Soal Jumlah
belajar 11,12,13,14,15 5
Selanjutnya penulis akan menjelaskan alternatif jawaban yang di peroleh dari responden, yaitu dengan mengubah data-data jawaban angket tersebut ke dalam bentuk angka kuantitatif. Adapun alternatif jawaban intensitas pemanfaatan situs keagamaan sebagai berikut:
a. Untuk alternatif jawaban A diberi angka 3 b. Untuk alternatif jawaban B diberi anagka 2 c. Untuk alternatif jawaban C diberi anagka 1
Sedangkan untuk prestasi belajar penulis tidak menggunakan angket, dalam hal ini penulis mengambil dari daftar nilai tes semester gasal Pendidikan Agama Islam kelas XI SMA Negeri 1 Bringin. Setelah perhitungan dengan angka disusun dalam tabel penulis mengelompokkan jawaban intensitas pemanfaatan situs keagamaan diatas dalam tabel distribusi frekuensi skor mean dalam 3 (tiga) kategori nilai kualitas. Adapun kriterianya sebagai berikut :
a. Untuk nilai A di kategorikan Baik b. Untuk nilai B di kategorikan Cukup c. Untuk nilai C di kategorikan Kurang 5. Analisis Data
korelasi. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Analisis awal Rumus
Keterangan : P : Prosentase F : Frekuensi
N : Jumlah total sampel b. Analisis lanjutan
Selanjutnya untuk mengetahui adanya hubungan intensitas pemanfaatan situs keagamaan dengan prestasi belajar, maka penulis menggunakan analisis product moment (Suharsimi Arikunto, Edisi Revisi VI. 275 : 2007).
Rumus
( )( )
√*( ( ) ( ( ) )+
Keterangan :
= Koefisien korelasi antara x dan y
X = Variabel intensitas pemanfaatan situs keagamaan Y = Variabel presentasi ujian
Y² = Hasil kuadrat variabel y XY = Produk x-y
Σ
= JumlahAnalisis ini digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis yang diajukan, dengan demikian dapat dibuktikan kebenarannya secara penghitungan statistik, adapun jalan analisisnya adalah melalui pengolahan yang akan mencari hubungan data variabel (X) dengan variabel (Y). Dalam penelitian ini: HUBUNGAN INTENSITAS PEMANFAATAN SITUS KEAGAMAAN DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BRINGIN TAHUN AJARAN 2014/2015, mempunyai variabel (X) yaitu intensitas pemanfaatan situs keagamaan dan variabel (Y) yaitu prestasi belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Bringin tahun pelajaran 2014/2015.
H. Sistematika Penulisan
Sistematika disini dimaksudkan sebagai gambaran umum yang akan dibahas dalam skripsi ini yang terdiri dari 5 bab dengan rincian sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
Bab II Kajian Pustaka
Dalam kajian pustaka mengkaji tentang internet sebagai sarana penunjang pembelajaran, prestasi belajar pendidikan agama islam dan hubungan antara intensitas pemanfaatan situs keagamaan dengan prestasi belajar pendidikan agama islam siswa.
Bab III Hasil Penelitian
Pada bab ini penulis melaporkan hasil penelitian yang telah dilakukan meliputi gambaran umum sekolah SMA Negeri 1 Bringin, daftar responden, hasil jawaban angket dan klasifikasi nilai prestasi siswa yang ada di SMA Negeri 1 Bringin serta penyajian data.
Bab IV Analisis Data
Pada bab ini penulis melakukan analisis terhadap data dengan menggunakan analisis pendahuluan betujuan untuk mengetahui nilai intensitas pemanfaatan situs keagamaan terhadap prestasi siswa, selanjutnya analisis uji hipotesis dengan menggunakan teknik korelasi product moment serta pembahasan.
Bab V Penutup
20 1. Pengertian Internet
Secara harfiah, internet ( kependekan dari interconnected-networking ) jaringan komputer yang terhubung dengan komputer lainnya (Budi Agus .R, 2003 : 9). Internet adalah jaringan komputer. Ibarat jalan raya, internet dapat dilalui berbagai sarana transportasi, seperti bus, mobil, dan motor yang memiliki kegunaan masing-masing (Erima Oneta dan Yosep.S, 2009 : 1). Sarana atau fasilitas yang ada di internet itu meliputi Email, FTP, Newsgroup, Mailing list, Gropher, Telnet, IRC, dan World Wide Web (WWW).
2. Manfaat Menggunakan Internet
Internet merupakan suatu media yang sangat besar sekali manfaatnya, maka tidak terlalu dibesar-besarkan jaka disebut Ciberspace
komunikasi baru dari masyarakat dunia. Berbagai kalangan mulai dari usahawan, intelektual, pelajar hingga para ibu rumah tangga bahkan anak-anak dapat mengambil keuntungan dengan hadirnya internet.
Jika anda sudah memiliki akses ke internet, kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan adalah:
a. Berkirim e-mail.
c. Mencari informasi (berita) yang berskala nasional maupun internasional.
d. Mengunduh file atau dokumen yang dibutuhkan. e. Bermain gameonline atau chatting.
f. Mendengarkan radio dan menonton streaming vidio.
g. Keperluan usaha atau memperoleh penghasilan h. Mencari informasi tentang pelajaran.
i. Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa di akses menggunakan internet (Toni Setiawan, 2009 : 18-19).
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manfaat intrnet dari penggunaan internet diantarnya adalah sebagai alat komunikasi, sarana mendapat informasi, sarana bisnis, sarana hiburan dan sarana memelihara hubungan.
3. Strategi Pembelajaran
Dalam proses belajar mengajar guru sebagai pendidik harus senantiasa menggunakan pendekatan mengajar yang memungkinkan siswanya menggunakan strategi belajar yang berorientasi pada pemahaman terhadap isi materi pelajaran yang dipelajari. Strategi pembelajaran dikemukakan oleh para ahli pembelajaran (intructional technology), di antaranya sebagai berikut :
yaitu yang dapat memberiakan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu.
b. Dick dan Carey (1990) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang atau digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Menurut mereka strategi pembelajaran bukan hanya terbatas hanya prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.
c. Ghopper (1990) mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Ia menegaskan bahwa setiap tingkah laku yang harus diharapkan dapat dicapai oleh pesrta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat dipraktikkan (Hamzah B.Uno, 2007 : 1).
B. Intensitas Pemanfaatan Situs Keagamaan 1. Pengertian Intensitas
a. Penggunaan harian: Kekuatan
Amplitudo Derajat Jarak b. Fisika:
Intensitas (fisika), daya per luas wilayah(W/m2)
Kekuatan bidang listrik, magnet, maupun elektromagnetik (V/m, T, dll.)
c. Optik:
Intensitas radian, daya per satuan sudut benda (W/sr)
Intensitas cahaya, aliran cahaya per satuan sudut benda (lm/sr atau cd)
Iradiansi, daya per luas permukaan (W/m2) d. Astronomi:
Radiansi, daya per unit sudut benda per satuan daerah yang diproyeksikan (W·sr-1·m-2)
e. Seismologi:
Skala intensitas Mercalli, ukuran dampak gempa bumi
Akselerasi tanah puncak, ukuran akselerasi gempa bumi (g atau m/s2)
f. Penggunaan lain:
Dalam emitansi cahaya video, aliran cahay per luas permukaan (lm/m2 atau lux)
Intensitas energi, ukuran ekonomis atas energi yang dikonsumsi per satuan PDB (J/$, dll.)
Intensitas karbon, beberapa ukuran pelepasan karbon ke lingkungan
Intensitas latihan, ukuran seberapa banyak kerja dilakukan selama latihan (% dari denyut jantung maksimal)
Zeer intense vormen van aanheid (Wikipedia, http//:id.m.wikipedia.org/wiki/Intensitas di akses 5 Maret 2015). Intensitas berarti keadaan tingkatan atau ukuran intensitasnya ( Agung Tri Haryanto, t.t :100 ). Intensitas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tingkat keseringan di dalam penggunaan internet (situs keagamaan).
2. Situs Keagamaan
a. Pengertian Situs Keagamaan
(domain name) atau subdomain di World Wide Web (WWW) di internet. WWW terdiri dari seluruh situs web yang tersedia kepada publik. Halaman – halaman sebuah situs web diakses dari sebuah URL yang menjadi “akar” (root), yang disebut homepage (halaman
induk; sering diterjemahkan menjadi “beranda”, “halaman muka”
atau halaman web), dan dapat diakses secara gratis. Beberapa situs web memerlukan pembayaran agar dapat menjadi pelanggan, misalnya situs-situs berita, layanan surat elektronik (e-mail), dan lain-lain. Situs yang dimaksud penulis ialah situs yang di dalamnya menyimpan informasi (pelajaran).
WWW (World Wide Web) dalam internet banyak sekali salah satunya Yahoo, dengan membuka Yahoo kita dapat memperoleh banyak hal yang gratis antara lain :
1) Pencarian kata kunci lewat seart engine
2) Email – berkirim surat elektronik dalam hitungan detik 3) Website atau homepage – membuat media online 4) Chatting – bercakap-cakap secara langsung 5) Game – bermain game online
6) Mendengarkan musik dan melihat vidio musik 7) Menyebarkan atau sharing foto dengan teman 8) Dan lain –lain ( Probo Hindarto, 2006 : 1 ).
menggunakan search engine. Yahoo merupakan portal, di mana orang mengunjunginya untuk mendapatkan berita, pelajaran, hiburan, game dll ( Probo Hindarto, 2006 : 5 ).
Dalam bukunya Andi yang berjudul ( 101 situs populer yang anda butuhkan ) menjelaskan banyak sekali situs yang dapat kita dapatkan di Internet baik secara gratis maupun berbayar, di antaranya adalah :
1) www.amazon.com, www.gramedia.com, www.ketoko.com. Situs yang menyediakan fasilitas belanja buku secara online di internet.
2) www.suaramerdeka.com, www.detik.com, www.sctv.co.id, www.kompas.com, www.replubika.com.
Situs yang berisi tentang berita yang selalu up to date di internet.
3) www.bolanews.com, www.F1.com, www.motogp.com Situs yang berisi tentang berita – berita dunia olahraga yang lebih aktual dibandingkan dengan versi cetakannya.
Keagamaan ialah yang berkaitan dengan agama ( Emzul Fajri.dkk, t.t :23 ). Keagamaan secara Etimologi, istilah keagamaan itu berasal dari kata “Agama” yang mendapat awalan “ke” dan
akhiran “an” sehingga menjadi keagamaan. Kaitannya dengan hal
ini, W.J.S. Poerwadarminta (1986 : 18), memberikan arti keagamaan sebagai berikut : Keagamaan adalah sifat-sifat yang terdapat dalam agama atau segala sesuatu mengenai agama, misalnya perasaan keagamaan, atau soal-soal keagamaan.
Adapun secara istilah H.M Arifin (1985 :69) memberi pengertian “Agama” dapat dilihat dari 2 aspek yaitu :
1) Aspek Subjektif (pribadi manusia)
Aspek subjektif agama mengandung pengertian tingkah laku manusia yang dijiwai oleh nilai-nilai keagamaan yang berupa getaran batin yang dapat mengatur dan mengarahkan tingkah laku tersebut kepada pola hubungan antara manusia dengan Tuhannya dan pola hubungan dengan masyarakat serta alam sekitarnya.
2) Aspek Obyektif
Aspek obyektif agama dalam pengertian ini mengandung nilai-nilai ajaran Tuhan yang bersifat menutut manusia kearah tujuan sesuai dengan kehendak ajaran tersebut.
di luar manusia, satu sistama ritus (tata peribadatan) manusia kepada yang dianggapnya mutlak itu dan satu sistema norma (tata kaidah) yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dan alam lainnya, sesuai dan sejalan dengan tata keimanan dan tata peribadatan.
Dalam kaitan dengan hal ini penulis membatasi bahwa situs keagamaan yang dimaksud di sini adalah situs-situs yang terdapat di Internet yang di dalamnya terdapat halaman-halaman yang berisi tentang topik atau materi tentang Agama Islam yang terkait dengan materi pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA.
Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa situs keagamaan adalah home page ( halaman presentasi ) di dalam internet yang berisi data-data atau materi tentang pelajaran yang berkaitan Pendidikan Agama Islam.
b. Contoh Situs Keagamaan 1) www.rumahfiqih.com
istilah-istilahnya, urgensinya, dalilnya, hingga perbedaan implementasinya.
2) www.dakwatuna.com
Situs yang dirilis tahun 2007 dengan visinya yaitu menjadi portal uamat, bangsa dan peradaban. Merupakan satu dari sedikit situs islam yang dikategorikan layak untuk menjadi rujukan dalam mengambil sikap terhadap suatu peristiwa. Artikel dalam situs ini merupakan kontribusi dari para da‟i yang lebih senior, bahkan beberapa adalah ustadz / ustadzah populer seperti Habiburrahman El Shirazy, Hidayat Nur Wahid dan (alm) Yoyoh Yusroh.
3) www.islamchanel.com
Sesuai namanya, situs yang diprakasai ikhwah (saudara sesama muslim) di London, Inggris dan sudah berdiri sejak 2004 ini memfokuskan berita, peristiwa aktual, dan hiburan dari presfektif Islam melalui siaran televisi berkualitas baik, hal ini terbukti dengan peforma siaran yang selalu prima. Kita juga dapat melihat secara langsung azan dan suasana salat dari Masjidil Haram setiap hari dari situs ini. Yang menarik konten dari situs ini ditunjukan bukan hanya untuk muslim, melainkan non-muslim.
karena dalam internet telah disediakan search engine ( situs pencarian ) yang dapat menemukan home page ( halaman yang sesuai dengan topik pembaca ). Adapun langkah – langkanya sebagai berikut :
a. Menghidupkan komputer
b. Pastikan komputer anda dalam keadaan terkoneksi dengan internet
c. Membuka sofware browser (Mozila, Opera, Internet Explorer, Netscape dan sebagainya)
d. Ketiklah pada addres bar di browser-mu www.yahoo.com, www.google.com, atau www.lycos.com dan tekan Enter.
e. Selanjutnya kamu bisa melakukan pencarian topik di search. f. Misal kamu ketik : perkembangan Islam di indonesia, toleransi
beragama, perilaku terpuji, rukun iman dll.
g. Akan muncul berbagai hal tentang topik yang anda ketik, anda juga masih memiliki pilihan lain untuk pencarian bila ingin mencari :
- Image (gambar) - Vidio
- News (berita terbaru dengan kata kunci „topik yang anda ketik‟)
- Shopping (direktori khusus untuk belanja barang atau jasa dengan kata kunci „topik yang anda ketik‟). (Probo Hindarto,2006 : 7 – 12).
Dari pemaparan di atas dapat penulis simpulkan bahwa intensitas pemanfaatan situs keagamaan yang di maksud adalah tingkat keseringan siswa dalam memanfaatkan situs keagamaan sebagai fasilitas ataupun penunjang dalam mencari informasi berdasarkan topik tertentu ( pelajaran Pendidikan Agama Islam).
C. Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
1. Pengertian Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
Prestasi belajar bukan istilah yang baru dalam dunia pendidikan. Dua istilah tersebut memiliki peran yang penting dalam bidang pendidikan yakni sebagai petunjuk dan penentu keberhasilan pelaksanaan dan proses belajar mengajar.
Guna mendekatkan pada pengertian prestasi belajar pendidikan agama islam terlebih dahulu penulis jelaskan tentang pengertian prestasi belajar secara umum oleh para tokoh sebagai berikut :
a. Prestasi
Crinbach, bergantunglah kepada ahli dan versinya masing – masing namun diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Sebagai umpan balik bagi pendidik dalam mengajar 2) Untuk keperluan diagnosa
3) Untuk kepentingan bimbingan dan penyuluhan 4) Untuk keperluan seleksi
5) Untuk keperluan penempatan / kejuruan 6) Untuk menentukan isi kurikulum
7) Untuk menentukan kebijakan ( Zainal Arifin, 1988 : 4). b. Belajar
Pengertian belajar secara umum dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :
1) Baharudin dan Esa Nur Wahyuni
“Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk
mendapatkan perubhan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman” (2010 :12).
2) Eric Jensen dan Le Ann Nickelen
Belajar (learning) adalah proses mendapatkan pengetahuan, ketrampilan, sikap, kontruk mental, atau nilai-nilai melalui studi, pengalaman, atau pengajaran yang menyebabkan satu perubahan yang dapat di ukur dalam otak yang dikenal sebagai memori (2011 : 8).
3) Jabir Abdul Hamid Jabir
“Belajar adalah perubahan dalam kinerja atau perubahan
perilaku melalui pengalaman dan penelitihan” (1978 : 8).
4) Sedangkan menurut Gronbach sebagaimana dikutip oleh Syaiful Bahri Djamarah “learning is show by change in
behavior as a result of experience”. Belajar sebagai suatu
aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (2007 : 17).
Dari pemaparan di atas dapat ditarik kesimpulan Prestasi belajar yaitu perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa baik yang berdimensi cita rasa maupun yang tertendensi karsa.
c. Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Menurut Ahmadi sebagaimana dikutip oleh muntholi‟ah, Pendidikan Agama Islam adalah usaha yang lebih khusus ditekankan untuk mengembangkan fitrah keagamaan subjek siswa agar lebih mampu memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam.
Materi Pelajaran Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Bringin Semester Gasal :
1) Ayat – ayat Al –qur‟an, tentang anjuran bertoleransi. 2) Ayat – ayat tentang etos kerja.
3) Iman kepada hari kiamat.
4) Perilaku terpuji, adil, rida dan saleh.
5) Hukum Islam tentang hukum keluarga (munakahat). 6) Perkembangan Islam di Indonesia.
Dari beberapa penjelasan pendapat para tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu hasil yang telah dicapai anak didik dalam menerima dan memahami serta mengamalkan meteri pelajaran agama islam di lingkungan sekolah dan keluarga serta masyarakat, sehingga anak memiliki prestasi dan bakat sesuai yang dipelajarinya sebagai bekal hidup di masa mendatang serta beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al – Mujadalah ayat 11 :
orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
2. Jenis – Jenis Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
Dari beberapa batasan prestasi belajar yang di kemukakan para ahli di atas, maka dapat dipahami bahwa prestasi belajar Pendidikan Agama Islam tidak cukup digambarkan dengan kemampuan saja dalam arti kecakapan intelektual semata, tetapi yang ideal harus mencakup tiga aspek sekaligus yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.
Muhibbin Syah menjelaskan dalam bukunya psikologi pendidikan
(2005, 151–152) dari ketiga aspek belajar tersebut yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik hasil belajar yang paling mudah dapat diketahui adalah perubahan hasil belajar yang bersifat psikomotorik yaitu melakukan suatu gerakan fisik karena perubahan ini dapat dilihat secara visual. Adapun hasil belajar dalam aspek kognitif dapat diketahui jika tujuan belajarnya dapat dirumuskan secara operasional seperti kemampuan dapat mengindetifikasi, menyebutkan, membedakan, menyimpulkan, dapat menunjumlahkan dan sebagainya. Hasil belajar yang paling sulit diketahui adalah yang berkaitan dengan aspek afektif, karena menyangkut masalah keyakinan, emosi, perasaan dan sikap.
Hasil belajar ini dapat diketahui melalui interprestai terhadap prilaku yang tampak dan diindikasikan sebagai gejala afeksi.
Problem belajar pelajaran Pendidikan Agama Islam atau pendidikan umum tidak hanya terbatas hanya pada ruang lingkup di sekolah saja akan tetapi di dalam keluarga, masyarskat, serta keadaan geografis juga mempengaruhi belajar dan prestasi seseorang.
Muhibbin Syah ( 2004 : 132 ), mengklasifikasikan faktor – faktor yang mempengaruhi presentasi (hasil) belajar, yaitu :
a. Faktor internal, yakni keadaan atau kondisi dan rohani siswa. b. Faktor eksternal, yakni kndisi lingkungan di sekitar siswa. c. Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis
upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi – materi pelajaran.
Menurut Abu Ahmad dan Widodo ( 1998 : 130 – 131 ), terbagi menjadi dua, yaitu :
a. Faktor internal, meliputi faktor jasmani (fisiologis), faktor psikologis dan faktor kematangan fisik maupun psikis.
b. Faktor eksternal, meliputi sosial, faktor budaya dan faktor lingkungan.
Prestasi belajar dalam kehidupan manusia dapat memberikan kepuasan tertentu. Untuk prestasi belajar memiliki banyak fungsi, antara lain :
a. Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai anak didik.
b. Prestasi belajar sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu. c. Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi
pendidikan, asumsinya adalah bahwa prestasi belajar dapat dijadikan pendorong bagi anak didik dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
d. Prestasi belajar sebagai indikator intern dan ekstern, karena prestasi belajar dapat dijadikan indikator produktivitas pendidikan secara ekstern, karena tinggi rendahnya prestasi sebagai indikator kesuksesan anak didik di masyarakat.
e. Prestasi belajar dapat dijadikan indikator terhadap daya serap (kecerdasan) siswa ( Zainal Arifin, 1988 : 4).
D. Hubungan Situs Keagamaan Dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
Seiring dengan meluasnya akses terhadap fasilitas komunikasi massa dan alat informasi termasuk internet dimana salah satu didalamnya banyak situs – situs keagamaan, dalam beberapa tahun terkhir ini telah menciptkan transformasi yang besar dalam interaksi sesama manusia. Situs – situs agama yang kaitannya dengan pendidikan semakin berarti bagi pesrta didik. Dimana peserta didik dimungkinkan mengambil dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun informasi dari situs – situs keagamaan yang dikunjunginya tanpa adanya batasan jarak dan waktu.
39 1. Profil Sekolah
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Bringin Status Sekolah : Negeri
Provinsi : Jawa Tengah Kabupaten : Semarang Kecamatan : Bringin
Jalan : Jl. Wibisono Gg. II, No.3 Bringin Kode Pos : 50772
Telepon : (0298) 710050/B
2. Sejarah Singkat Berdirinya SMA Negeri 1 Bringin
siswa – siswa sekolah ini sudah berani tampil ikut perlombaan baik akademik maupun non-akademik. Dan hasilnya dalam beberapa lomba, berhasil menjadi juara 1 walaupun masih tingkat kabupaten (dari 25 SMA di Kabupaten Semarang). Transportasi yang digunakan oleh para guru dan peserta didik dalam kesehariannya adalah sepeda motor dan mobil pribadi serta Angkutan Kota (Angkot).
Tabel 3.3 Tenaga Khusus Jumlah Pesuruh Penjaga
Malam Satpam Pustakawan Koperasi
8 1 4 1 1 1
Tabel 3.4
Dafrtar Nama Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 Bringin Tahun Ajaran 2014/2015
NO NAMA NIP GOL
1 Dra. Yulia Susilowati, M.Pd. 19680713 199512 2
002 IV/a
7 Endardiyono, S.Pd. 19630228 199101 1
15 Erny Yuliati, S.Pd. 19690719 200212 2
20 Wahyu Haryatno, S.Pd. 19701012 200501 1
007 III/c
21 Mujiyati, S.Pd. 19680610 200604 2
001 III/c
22 Didik Arijanto, S.Pd. 19711025 200604 1
027 III/c
23 Yusnita Ariyansyah, S.Pd. 19790528 200604 2
015 III/c
24 Dra. Dwi Lestariningsih 19641129 200701 2
008 III/b
25 Sidiq Joko Purnomo, S.Pd. 19691225 200701 1
018 III/b
26 Titik Insiroh, S.S. 19690618 200801 2
009 III/b
27 Muhamad Fitri Krisnawan, S.Pd.
19790831 200801 1
004 III/a
28 Siti Zulaihah, S.Pd. 19740103 200902 2
001 III/a
29 Anjas Karuniawan, S.Pd. 19810117 200902 1
005 III/a
30 Rusmiah, S.Kom. 19761021 201001 2
010 III/a
31 Iza Aziza, S.Pd. 19860128 201001 2
036 III/a
32 Riska Yudha Wardhana, S.Pd. 19880314 201101 1
009 III/a
33 Dra. Warsiyah - -
34 Moris Natangku - -
35 Titik Setyorini, S.Pd. - -
37 Jumhadi, S.Pd.I. - -
38 Sumanta, S.Pd. - -
39 Anggun Monika - -
40 Dani Pratama, S.Pd - -
41 Endang Wihatmani - -
42 Bernadeta Beka Fitri Aprianti - -
43 Siti Masturotun, S.Ag - -
44 Dhimifri Frita Ainnur, S.Pd. - -
45 Imam Fachrurozi, S.H.I - -
46 Alifyani Khairun Nisa, S.S - -
47 Afrida Fitriyani, S.Pd. - -
48 Diah Purwaningsih 19660327 199303 2
002 -
49 Rosana Binarsih - -
50 Nasiroh - -
51 Catur Setyaningsih - -
52 Handayani - -
53 Triyono Budi Santoso - -
54 Supiyadi - -
55 Gunarman - -
56 Mujahidin - -
57 Jupri - -
4. Keadaan Siswa SMA Negeri 1 Bringin Mempunyai 669 siswa
Distribusi Peserta Didik Per Rombongan Belajar Kelas X
5. Sarana Prasarana SMA Negeri 1 Bringin Tabel 3.7
Sarana dan Prasarana
NO NAMA RUANGAN JUMLAH LUAS SATUAN
1 Bangunan Sekolahan 1 2.465 m²
3 Ruang Guru 1 120 m²
4 Ruang TU 1 45 m²
5 WC Guru 1 18 m²
6 WC Siswa 3 60 m²
7 Masjid 1 100 m²
8 Koperasi 1 9 m²
9 Kantin 1 80 m²
10 Ruang UKS 1 20 m²
11 Ruang OSIS 1 24 m²
12 Ruang BK 1 64 m²
13 Ruang Kelas 21 1512 m²
14 Perpustakaan 1 120 m²
15 Laboratorium Fisika 1 120 m²
16 Laboratorium Bahasa 1 72 m²
17 Laboratorium Multimedia 1 72 m²
18 Ruang PSB 1 72 m²
19 Ruang Ketrampilan 1 72 m²
20 Ruang Seni Tari 1 72 m²
B. Penyajian Data 1. Data Responden
Tabel 3.8
Daftar Responden Kelas XI SMA Negeri 1 Bringin Tahun Ajaran 2014/2015
NO NAMA KELAS
1 Septi Ambar XI MIA 1
2 Izzah Iswara XI MIA 1
3 Dewi Setiyawati XI MIA 1
4 Murti Wardani XI MIA 1
5 Hihmatul Arifah XI MIA 1
6 Novia Sofwatinin‟mah XI MIA 1
7 Ayu Wardira XI MIA 1
8 Aida Childa Rosida XI MIA 1
9 Faza Puspita XI MIA 1
10 Amalia Mirwacha XI MIA 2
11 M. Syaiful Anam XI MIA 2
12 Fuat Hasyim As‟ari XI MIA 2
13 Laila Rahmawati XI MIA 2
14 Syarifa Ulfa XI MIA 2
15 M. Rifqul Umam XI MIA 2
16 M. Lukman Asy‟ary XI MIA 2
17 Siti Maryam XI MIA 3
19 Siti Awaliyah XI MIA 3
20 Rika Retno Bifanti XI MIA 3
21 Rina Afni Datusshova XI MIA 3
22 Menik Gustinasari XI MIA 3
23 Andi Ssantoso XI MIA 3
24 Yumna Maulidiya Husna XI MIA 3
25 Hanik Sa‟adah XI IIS 1
26 Ridi Pramesti XI IIS 1
27 Anisaul Faoziah XI IIS 1
28 Hanum Zuroul XI IIS 1
29 Ria Enta XI IIS 1
30 Dila Istikasari XI IIS 1
31 Sri Partinah XI IIS 1
32 Fatkhul Khoiri XI IIS 2
33 Fery Wicahyo XI IIS 2
34 Risma Munawaroh XI IIS 2
35 Cici Maulidiyah XI IIS 2
36 Dwi Arfiyanti XI IIS 2
37 M. Farid Kusaini XI IIS 2
38 Qurratul Laily XI IIS 2
39 Kiki Wulansari XI IIS 2
40 Nizar Ali Alfariz XI IIS 2
41 Arika Wardani XI IIS 3
43 Zahara XI IIS 3
44 Ika Putri Lestari XI IIS 3
45 Nurul Afni Faizah XI IIS 3
46 Nurul Huda Septiani XI IIS 3
47 Novi Al Frandi XI IIS 3
48 Vicky Wulan Soraya XI BHS
49 Abdul Rosyid XI BHS
50 Nur Indah XI BHS
51 Maratus Sholikah XI BHS
52 Fajar Irawan XI BHS
53 Layla XI BHS
54 Novia K. XI BHS
55 Ida Intan Desmatasari XI BHS
2. Data Jawaban Angket Situs Keagamaan SMA Negeri 1 Bringin Tahun Pelajaran 2014/2015
Tabel 3.9
Data Jawaban Angket Intensitas Pemanfaatan Situs Keagamaan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Bringin Tahun Ajaran 2014/2015 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
44 A B A B A A B C C B A A B A A
Data Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Bringin Tahun Ajaran 2014/2015
52 Fajar Irawan XI BHS 4.00 4.00 3.92 3.97
53 Layla XI BHS 2.92 3.67 2.33 2.97
54 Novia K. XI BHS 3.00 3.67 3.70 3.46
55 Ida Intan Desmatasari XI BHS 4.00 4.00 4.00 4.00
Keterangan :
NA diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Dari hasil penelitian tersebut akan di cari korelasi intensitas pemanfaatan situs keagamaan dengan prestasi belajar pendidikan agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin dengan menggunakan teknik korelasi product moment.
Rumus :
( )( )
√*( ( ) ( ( ) )+
Keterangan :
= Koefisien korelasi antara x dan y
X = Variabel intensitas pemanfaatan situs keagamaan Y = Variabel presentasi ujian
53
adalah menganalisis data. Adapun data yang akan penulis analisis adalah sebagai berikut:
1. Tingkat intensitas pemanfaatan situs keagamaan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin tahun ajaran 2104/2015 .
2. Tingkat prestasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin Pendidikan Pendidikan Agama Islam tahun ajaran 2014/2015.
3. Hubungan intensitas pemanfaatan situs keagamaan dengan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin tahun ajaran 2014/2015.
A. Analisis Pertama
1. Analisis data mengenai intensitas pemanfaatan situs keagamaan siswa kelas XI diperoleh dari penyebaran angket yang terdiri dari 15 (lima belas) pertanyaan. Masing-masing pertanyaan disediakan 3 (tiga) alternatif jawaban dengan bobot nilai sebagai berikut:
1) Alternatif jawaban A memiliki nilai 3 2) Alternatif jawaban B memiliki nilai 2 3) Alternatif jawaban C memilIki nilai 1
a. Membuat tabel daftar nilai dan nominasi hasil observasi dalam daftar rating scale pada variabel intensitas pemanfaatan situs keagamaan.
b. Membuat tabel distribusi frekuensi jawaban dari angket. c. Memprosentasekan jawaban.
49 3 2 1 2 2 3 2 1 1 1 2 3 2 1 1
Tentang Intensitas Pemanfaatan Situs Keagamaan
Dari data di atas dapat dicari skor tertinggi dan terendah kemudian dicari intervalnya dengan menggunakan rumus:
Keterangan: i : Interval Xt : Nilai tertinggi Xr : Nilai terendah
Ki : Kelas interval (tinggi, sedang, rendah)
Dari data hasil angket intensitas pemanfaatan situs keagamaan, diperoleh nilai tertinggi adalah 41 dan nilai terendah adalah 27. Dengan menggolongkan data tersebut ke dalam 3 kelas maka dapat diketahui interval kelasnya, yaitu:
i=
i= = 5
Jadi intervalnya adalah :5
Tabel 4.3
Interval Skor Intensitas Pemanfaatan Situs Keagamaan
Interval Jumlah Responden Keterangan
37-41 14 A
32-36 27 B
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui:
1. Untuk hasil intensitas pemanfaatan situs keagaman yang termasuk dalam kategori baik memperoleh skor antara 37-41 sebanyak 14responden.
2. Untuk hasil intensitas pemanfaatan situs keagaman yang termasuk dalam kategori cukup memperoleh skor antara 32-36 sebanyak 27 responden.
3. Untuk hasil intensitas pemanfaatan situs keagaman yang termasuk dalam kategori kurang memperoleh skor antara 27-31 dengan jumlah sebanyak 14 responden.
Tabel 4.4 Data Nominasi Interval
Tentang Intensitas Pemanfaatan Situs Keagamaan
51 Maratus Sholikah 41 A
52 Fajar Irawan 34 B
53 Layla 34 B
54 Novia K. 32 B
55 Ida Intan Desmatasari 36 B
Setelah diketahui berapa banyak responden yang memanfaatkan situs keagamaan yang di kategorikan baik, cukup dan kurang, kemudian diprosentasekan dengan rumus sebagai berikut:
P=
1. Untuk hasil intensitas pemanfaatan situs keagamaan yang masuk ke dalam kategori baik mendapatkan nilai A dengan jumlah sebanyak 14 responden :
P=
= 25,45%
2. Untuk hasil intensitas pemanfaatan situs keagamaan yang masuk ke dalam kategori baik mendapatkan nilai B dengan jumlah sebanyak 27 responden :
P=
= 49,09%
3. Untuk hasil intensitas pemanfaatan situs keagamaan yang masuk ke dalam kategori baik mendapatkan nilai C dengan jumlah sebanyak 14 responden :
P= = 25,45%
Tabel 4.5
Interval Frekuensi Prosentase
1 Kategori baik (A) 38-42 14 25,45%
2 Kategori cukup (B) 33-37 27 49,09%
3 Kategori kurang (C) 28-32 14 25,45%
TOTAL 55 99,99%
Dari perhitungan persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa intensitas pemanfaatan situs keagamaan kategori baik adalah 25% dengan jumlah 14 reponden, intensitas pemanfaatan situs keagamaan kategori cukup adalah 49% dengan jumlah 27 reponden, intensitas pemanfaatan situs keagamaan kategori kurang adalah 25% dengan jumlah 14 reponden. Dengan demikian intensitas pemanfaatan situs keagamaan adalah cukup.
2. Selanjutnya menganalisis hasil prestasi yang di dapatkan dari hasil observasi melalui data yang telah di peroleh sebagai berikut :
Tabel 4.6
Daftar Nilai Distribusi Frekuensi
Tentang Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
NO NAMA KELAS NA
1 Septi Ambar XI MIA 1 4.00
2 Izzah Iswara XI MIA 1 3.75
41 Arika Wardani XI IIS 3 3.25
3. Mengklasifikasikan nilai prestasi responden dengan pedoman skala SMA Negeri 1 Bringin sebagai berikut :
a. Skala 75 – 100 dengan angka 3.00 – 4.00 nilai SB b. Skala 50 – 74 dengan angka 2.00 – 2.99 nilai B c. Skala 25 – 49 dengan angka 1.00 – 1.99 nilai C d. Skala 0 – 24 dengan angaka 0.00 – 0.99 nilai K
Tabel 4.7
Klasifikasi Nilai Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Bringin Tahun Ajaran 2014/2015
45 Nurul Afni Faizah 3.11 SB
Kemudian mencari banyaknya individu dalam kategori : a) Kategori SB sejumlah 51 responden
b) Kategori B sejumlah 4 responden
Selain itu, mencari presentase pada tiap kategori dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
P = Keterangan : P : Prosentase F : Frekuensi
N : Jumlah Total Sampel
Setelah dilakukan perhitungan, maka kategori prestasi belajar dapat dijelaskan sebagai berikut :
a) Prestasi belajar pada kategori SB sebanyak 51 responden : P =
b) Prestasi belajar pada kategori B sebanyak 3 responden : P =
= 7.27 %
Untuk lebih jelasnya penulis sajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut : Tabel 4.8
Interval Skor Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
No Kategori Skala Frekuensi Persentase
1 SB 3.00 – 4.00 51 92.72 %
2 B 2.00 – 2.99 4 7.27 %
JUMLAH 55 99.99 %
Berdasatkan tabel di atas, dapat diketahui hasil prestasi belajar Pendidikan Agama Islam tahun ajaran 2014/215 yang termasuk dalam kategori SB sebesar 92.72 % , kategori B sebesar 7.27 %.
B. Analisis Lanjut / Analisis Uji Hipotesis
Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara intensitas pemanfaatan situs keagamaan dengan prestasi belajar pendidikan agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin tahun ajaran 2014/2015. Maka penulis menggunakan teknik korelasi product moment untuk menganalisisnya. Langkah –langkahnya yaitu :
1. Membuat tabel persiapan atau tabel kerja Rumus :
( )( )
Keterangan :
= Koefisien korelasi antara x dan y
X = Variabel intensitas pemanfaatan situs keagamaan Y = Variabel presentasi ujian
N = Jumlah responden X² = Hasil kuadrat variabel x Y² = Hasil kuadrat variabel y XY = Produk x-y
Σ
= JumlahTabel 4.9
Tabel Kerja Product Moment Hubungan Intensitas Pemanfaatan Situs Keagamaan dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa
Kelas XI SMA Negeri 1 Bringin Tahun Ajaran 2014/2015
Jadi pada tabel di atas dapat diketahui bahwa :
Σ X = 1868 Σ X² = 64134 Σ XY = 6507.57
Σ Y = 190.86 Σ Y² = 667.585 N = 55
Untuk menjawab rumusan masalah “Adakah hubungan intensitas
pemanfaatan situs keagamaan dengan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin tahun ajaran 2014/2015”, maka dilakukan
perhitungan dengan menggunakan korelasi product moment. Adapun hasil hitung dari data tersebut adalah sebagai berikut :
( )( )
√*( ( ) ( ( ) )+
= ( )( )
√*( ( ) )( ( ) )+
=
√*( )( )
=
√( )( )
=
√
=
= 0.42
Untuk lebih jelasnya penulis sajikan tabel sebagai berikut : Tabel 4.10
Nilai Product Moment Untuk N = 55
N HASIL PERHITUNGAN TARAF SIGNIFIKANSI
1% 5%
55 0.42 0.345 0.266
Dan perlu untuk mengetahui dalam kriteria penyajian hipotesis tersebut : a. Apabila ≤
r
tabel, maka Ho diterima .b. Apabila ≥
r
tabel, maka Ho ditolak . Keterangan :Ho : Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. Ha : Ada hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y.
72
Setelah data terkumpul dan di analisis menggunakan teknik perhitungan korelasi product moment sebagaimana dalam bab IV, maka hasil akhirnya dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Intensitas pemanfaatan situs keagamaan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin tahun ajaran 2014/2015 termasuk dalam kategori “Baik”, yaitu 25,45% dengan jumlah responden 14 siswa. Kategori “Cukup”, yaitu 49,09% dengan jumlah responden 27 siswa. Kategori “Kurang”, 25,45% dengan jumlah responden 14 siswa.
2. Prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bringin tahun ajaran 2014/2015 termasuk dalam kategori “Sangat Baik”, yaitu 92,72% dengan jumlah responden 51 siswa. Kategori “Baik”, yaitu 7,27 % dengan jumlah responden 4 siswa.
B. Saran
Peneliti memberikan beberapa saran berkaitan dengan telah terujinya hipotesis dalam penelitian, yaitu:
1. Kepada Kepala SMA Negeri 1 Bringin
Kepada kepala sekolah SMA Negeri 1 Bringin, Ibu Dra. Yulia Susilowati, M.Pd perlu mempertahankan dan meningkatkan sarana media pembelajaran elektronik khususnya internet guna memotivasi siswa sehingga dapat memaksimalkan prestasi belajarnya.
2. Kepada Guru PAI
Kepada guru PAI, Bapak Jumhadi, S.Pd.I dan Ibu Siti Masturotun, S.Ag agar lebih ditingkatkan pemanfaatan situs keagamaan dalam pembelajaran PAI karena menghasilkan hubungan positif dengan psertasi belajar siswa.
3. Kepada Peserta Didik
ANGKET
1. Tulislah nama, no dan kelas sebelum mengerjakan pertanyaan. 2. Bacalah dengan baik seluruh pertanyaan serta alternatif jawaban.
3. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat menurut anda dengan memberikan tanda (X) pada huruf a, b atau c.
1. Apakah Anda bisa mengoprasikan internet untuk membuka situs keagamaan? a. Ya, saya bisa mengoprasikannya
b. Saya belum lancar mengoprasikannya c. Saya tidak bisa mengoprasikannya
2. Apakah Anda sering mendapatkan kesulitan ketika membuka situs keagamaan?
a. Tidak pernah b. Kadang – kadang c. Sering
3. Apakah Anda tau tentang situs keagamaan ? a. Ya, saya tau
b. Saya kurang tau c. Saya tidak tau
4. Apa yang mendorong Anda untuk membuka situs keagamaan? a. Karena kesadaran diri
b. Karena ada tugas PAI c. Ikut-ikutan teman
5. Apakah anda membuka situs keagamaan untuk kegiatan belajar ? a. Ya, Sering
6. Apakah anda membuka situs keagamaan untuk mengerjakan tugas PAI dari guru ?
a. Ya, Sering
b. Ya, Jarang – jarang c. Tidak pernah
7. Apakah anda menyempatkan diri menggunakan internet untuk membuka situs keagamaan setiap hari ?
a. Ya, Sering
b. Ya, Jarang – jarang c. Tidak pernah
8. Dalam satu hari, berapa kali anda membuka situs keagamaan? a. Lebih dari 3 kali
b. 3 kali
c. Kurang dari 3 kali
9. Berapa kali Anda menggunakan internet untuk membuka situs keagamaan dalam seminggu?
a. 5 – 6 kali perminggu b. 3 – 4 kali perminggu c. 1 – 2 kali perminggu
10. Berapa lama Anda menggunakan internet untuk membuka situs kegamaan dalam sehari?
a. 2 jam – 4 jam b. 1 jam – 3 jam c. Kurang dari 1 jam
11. Apakah Anda merasa ada manfaatnya ketika membuka situs keagamaan? a. Ya, sangat bermanfaat
12. Menurut Anda ketika membuka situs keagamaan, apakah dapat membantu menyelsaikan tugas PAI?
a. Ya, sangat membantu b. Kurang membantu c. Tidak membantu
13. Apakah Anda selalu mendapat materi PAI ketika membuka situs keagamaan? a. Selalu
b. Kadang – kadang c. Tidak pernah
14. Apakah Anda merasa puas dengan adanya hotspot area untuk membantu proses belajar PAI?
a. Saya merasa puas
b. Saya merasa kurang puas c. Saya merasa tidak puas
15. Apakah dengan adanya hotspot area sebagai penunjang belajar PAI Anda merasa semangat dalam belajar?