SKRIPSI
Oleh : Siti Maryemah NIM. 201693010761
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAM ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUL HIKMAH
BANGKALAN
2020
SKRIPSI
Diajukan Kepada Prodi Pendidikan agama islam
Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana (Pendidikan Agama Islam)
Oleh : Siti Maryemah NIM. 201693010761
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUL HIKMAH
BANGKALAN
2020
iii
Skripsi dengan judul “Pengaruh Minat Baca Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Siswa Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan” yang ditulis oleh Siti Meryemah, NIM. 201693010761 ini telah diperiksa dan disetujui, serta layak diujikan.
Bangkalan, 24 Agustus 2020 Pembimbing,
Imam Haromin, S.Pd, M.Pd NIDN/NIY : 990004044
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam
Dr. Tri Wahyudi Ramdhan, M.Pd,I NIDN : 990004033 / 211212890
iv
Skripsi dengan judul “Pengaruh Minat Baca Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Siswa Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan” yang ditulis oleh Siti Maryemah, NIM. 201693010761 ini telah dipertahankan di depan dewan penguji pada: tanggal 15 bulan: agustus tahun: 2020 dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan agama islam.
Dewan Penguji Tanda Tangan Penguji I :
Dr. Tri Wahyudi Ramdhan, M.Pd.I ……….. NIDN/NIY : 990004033 / 211212890 Penguji II : Imam Haromin, S.Pd, M.Pd ……….. NIDN/NIY : 990004044 Sekretaris: Miftahul Hasnan, S.Pd ……….. Mengetahui, Mengesahkan,
Ketua STAI Darul Hikmah Ketua Progran Studi Pendidikan Agama Islam
KH. Bustomi Arisandhi, SH, MH. Dr.Tri Wahyudi Ramdhan, M.Pd,I NIDN : 2115058001 NIDN/NIY : 990004033 / 211212890
v
selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.”
(Q. S. Al Insyirah: 6-8)
“Man jadda wajadah, selama kita bersungguh-sungguh maka kita akan memetik buah yang manis. Segala keputusan hanya ditangan kita sendiri, kita mampu untuk
itu.” (B.J Habibie)
“Usaha dan do’a harus beriringan untuk mencapai apa yang diinginkan, apapun yang terjadi hadapilah dan lakukan dengan sepenuh hati.”
vi
motivasi, perjuangan, kasih saying yang tulus pengorbanan dan selalu mendo’akan saya serta untuk anak saya yang mengiringi langkah-kangkah perjuangan saya, terimakasih semuanya atas ridhoMu, saya bisa menjadi seperti sekarang. Termasuk
vii
segala rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelasaikan skripsi yang berjudul “PENGARUH MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI SISWA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS V MI DARUL HIKMAH LANGKAP BURNEH BANGKALAN”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memenuhi ujian sarjana pendidikan agama islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
Dan tak lupa shalawat serta salam semoga senantiasa abadi tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menangkis kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang dengan agama islam yang diridhoi Allah SWT.
Sehubungan dengan selesainya penulisan skripsi ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Bapak KH. Bustomi Arisandhi, SH. MH. selaku Ketua STAI Darul Hikmah Bangkalan.
2. Bapak Dr. Tri Wahyudi Ramdhan, M.Pd,I, , selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Darul Hikmah Bangkalan.
3. Bapak Imam Haromin, S.Pd, M.Pd , sebagai pembimbing yang telah memberikan pengarahan dan koreksi sehingga penelitian dapat terselesaikan.
4. Segenap Bapak Dosen STAI Darul Hikmah Bangkalan yang telah membimbing dan memberikan wawasannya sehingga studi ini dapat terselesaikan.
5. Sagenap Staf STAI Darul Hikmah Bangkalan yang telah membantu penulis. 6. Bapak Abdul Aziz, S.Pd.I., M.H. selaku Kepala MI Darul Hikmah yang telah
memberi ijin melaksanakan penelitian.
7. Ayahanda dan ibunda serta suami saya tercinta yang senantiasa mendo’akan dan memberikan motivasi dukungan dalam penyelesaian tugas akhir Skripsi ini. 8. Semua pihak, secara langsung atau tidak langsung yang telah membantu dan
memberikan dukungan selama penyusunan tugas akhir skripsi ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu demi terselesainya penulisan laporan penelitian ini.
Tiada kata yang dapat penulis berikan sebagai balas budi, selain untaian do’a semoga jasa kebaikan mereka diterima Allah SWT dan tercatat sebagai amal shalih.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, karena keterbatasan kemampuan yang penulis miliki mengingat penulis hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari salah dan lupa, untuk itu
viii
Bangkalan, 27 juli 2020 Penulis
ix
Halaman Sampul Dalam ………. ii
Halaman Persetujuan ……….. iii
Halaman Pengesahan ……….. iv
Halaman Motto ………... v
Halaman Persembahan ……… vi
Kata Pengantar ……… vii
Daftar Isi ……….. ix
Daftar Tabel ………. xii
Daftar Gambar ………. xiv
Daftar Lampiran ……….. xv
Daftar Transliterasi ………. xvi
Abstrak ……… xvii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ………... 1
B. Rumusan Masalah ………. 4
C. Tujuan Penelitian ……….. 5
D. Manfaat Penelitian ……….... 5
E. Penegasan Istilah Judul ………. 6
F. Sistematika Pembahasan ………... 7
BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Tentang Minat Baca ……… 9
1. Pengertian Minat Baca ……….... 9
x
C. Tinjauan Tentang Prestasi Siswa ……… 20
1. Pengertian Prestasi Siswa ………..……... 20
2. Jenis-jenis Prestasi Siswa ……….. 21
3. Macam-macam Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Siswa … 22 D. Tinjauan Tentang Pendidikan Agama Islam ……….... 23
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam ……… 23
2. Fungsi Pendidikan Agama Islam ………... 24
3. Dasar dan Tujuan Pendidikan Agama Islam ………. 26
E. Penelitian Terdahulu ……… 27
F. Kerangka Pikir ………. 29
G. Hipotesis Penelitian ………. 30
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ……… 32
B. Populasi dan Sampel ……… 34
C. Data dan Sumber Data ………. 35
D. Tehnik Pengumpulan Data ……….. 36
E. Instrumen Penelitian ……… 38
F. Tehnik Analisis Data ………... 40
G. Uji Asumsi Klasik ………... 41
H. Uji Validitas dan Reabilitas ……… 45
I. Uji Hipotesis ……… 47
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian ………. 49
B. Penyajian Data dan Analisa Data ………... 54
C. Pembahasan ……….. 72 BAB V PENUTUP
xi Lampiran-Lampiran
xii
Tabel Halaman
3.1 Populasi Penelitian ……… 34
3.2 Alternatif Jawaban ……… 39
3.3 Kisi-kisi Instrumen Minat Baca ……… 39
3.4 Kisi-kisi Instrumen Motivasi Belajar ……… 40
4.1 Profil Madrasah ………. 50
4.2 Daftar Guru MI Darul Hikmah ………. 51
4.3 Susunan Komite Sekolah MI Darul Hikmah ……… 54
4.4 Skor Jawaban Dari Kuersioner Variabel X1 (Minat Baca)……… 55
4.5 Skor Jawaban Dari Kuersioner Variabel X2 (Motivasi Belajar)……… 56
4.6 Daftar Nilai Rapot Variabel Y (Prestasi Siswa)……….………... 57
4.7 Hasil Korelasi Antara Nilai Angket Minat Baca dan Nilai Angket Motivasi Belajar dengan Prestasi Siswa ………. 59
4.8 Hasil Uji Validitas Variabel X1 ………. 60
xiii
4.13 Hasil Uji Linieritas ……….. 66 4.14 Hasil Uji Heterokadestisitas ……… 68 4.15 Hasil Taraf Signifikan ……….. 72
xiv
Gambar Halaman 2.1 Kerangka Konseptual ……….. 29 3.1 Pola Hubungan Variabel ………. 33 4.1 Struktur Organisasi MI Darul Hikmah ……… 53
xv Lampiran 1 : Pedoman Kuersioner
Lampiran 2 : Foto Penyebaran Kuersioner Angket Lampiran 3 : Hasil Analisis Validitas dan Reliabilitas Lampiran 4 : Surat Permohonan Izin Penelitian Lampiran 5 : Kartu Bukti Bimbingan
Lampiran 6 : Surat Pernyataan Keaslian Tulisan Lampiran 7 : Daftar Riwayat Hidup
xvi أ ’ ط T{ / t} ب b ظ Z{ / z} ت t ع ‘ ث th غ gh ج j ف f ح H{/h} ق q خ kh ك k د d ل l ذ dh م m ر r ن n ز z و w س s ه h ش sh ء ’ ص S{ / s} ي y ض D{ / d}
xvii
Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan”
Nama : Siti Maryemah NIM : 201693010761
Program studi : Pendidikan Agama Islam Pembimbing : Imam Haromin, S.Pd, M.Pd
Prestasi siswa adalah suatu hasil usaha yang telah dicapai oleh siswa setalah melakukan proses kegiatan pembelajaran berupa penguasaan terhadap mata
pelajaran dengan hasil tes atau ujian yang dinyatakan dalam bentuk huruf maupun angka yang mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu. Minat memiliki nilai yang penting dalam dunia pendidikan, terutama minat baca (membaca). Kebiasaan baik yang dilakukan oleh siswa dengan suka membaca mata pelajaran pendidikan agama islam lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan baik bagi para siswa itu sendiri, sedangkan kebiasaan buruk dengan malas membaca akan merugikan siswa itu sendiri. Dengan motivasi sebagai pendorong dan penggerak kekuatan siswa agar bersungguh-sungguh untuk melakukan proses pembelajaran dalam dunia pendidikan yang bermuara pada hasil prestasi siswa itu sendiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh minat baca terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan, (2) pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan, (3) pengaruh minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V MI Darul Hikmah Langkap
Burneh Bangkalan yang berjumlah 20 siswa diambil dengan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik angket dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan regresi ganda dengan terlebih dahuludilakukan uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas dan uji
heterokedastisitas. Analisis data yang dilakukan tersebut untuk mengetahui hasil dari rumusan masalah dalam penelitian ini.
xviii
students after carrying out the process of learning activities in the form of mastery of subjects with test or exam results expressed in letters or numbers that reflect the results achieved by each child in a certain period. Interest has important values in the world of education, especially reading interest (reading). The good habits carried out by students who like to read Islamic religious education subjects will eventually become good habits for the students themselves, while the bad habits of lazy reading will harm the students themselves. With motivation as a driving force and driving force of students to be serious in carrying out the learning process in the world of education which leads to the results of student achievement.
This study aims to determine: (1) the effect of reading interest on student achievement in the subject of Islamic religious education in class V MI Darul
Hikmah Langkap Burneh Bangkalan, (2) the effect of learning motivation on student achievement in Islamic religious education subjects class V MI Darul Hikmah
Langkap Burneh Bangkalan, (3) the influence of reading interest and learning motivation on student achievement in the subject of Islamic religious education in grade V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan. This research is a
quantitative research. The subjects of this study were all students of class V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan, totaling 20 students taken with a saturated sampling technique. This research data collection technique using a questionnaire technique and documentation techniques. The data analysis technique used multiple regression with the normality test, linearity test, multicollinearity test and heteroscedasticity test first. The data analysis was carried out to determine the results of the problem formulation in this study.
1
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yang dilakukan oleh pemerintah, keluarga dan masyarakat melalui bimbingan, pengajaran dan latian yang berlangsung di sekolah maupun diluar sekolah, dalam mempersiapkan peserta didik agar dapat meningkatkan potensi dirinya untuk memiliki kecerdasan, kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan. Pendidikan ialah pengalaman belajar yang terprogram dalam bentuk pendidikan formal, non-formal dan informal.
Adanya pendidikan untuk peserta didik agar dapat menghadapi setiap perubahan dan perkembangan yang terjadi, hal ini menuntut pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dan memiliki kemampuan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Pendidikan agama islam adalah suatu upaya dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, hingga mengimani ajaran islam secara menyeluruh, lalu menghayati tujuan yang akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan islam sebagai pandangan hidup.1
1 Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kopetensi Konsep dan
Dalam kehidupan sehari-hari pendidikan agama islam sangat berguna, karena bisa membantu berpikiran secara masuk akal (logis) serta membantu dalam memperjelas menyelesaikan suatu masalah. Pendidikan agama islam dalam lembaga pendidikan bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan keimanan melalui penghayatan, pengalaman peserta didik serta pengetahuan tentang agama islam sampai menjadi muslim yang terus berkualitas dalam ketaqwaan dan keimanannya.2
Minat baca adalah keinginan yang kuat atau ketertarikan pada suatu kegiatan atau aktivitas tersebut tanpa ada yang menyuruh atau dilakukan dengan kesadarannya, diikuti dengan rasa senang. Seseorang yang mempunyai minat baca yang kuat akan diwujudkan dalam kesediaannya untuk mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadarannya sendiri sehingga memperoleh makna yang tepat menuju pemahaman yang dapat diukur.
Membaca sangat penting bagi kehidupan manusia, akan tetapi kenyataannya bahwa banyak orang dewasa apalagi anak-anak atau peserta didik khususnya siswa sekolah dasar belum menjadikan membaca sebagai suatu kebiasaan. Karana mereka belum menjadikan membaca sebagai suatu kebutuhan atau budaya. Dimana minat baca yang tinggi akan menyebabkan belajar siswa menjadi lebih mudah dan cepat. Selain minat baca juga perlu motivasi belajar.
Pembelajaran yang dilakukan dengan motivasi belajar pada diri siswa akan mempunyai hasil yang lebih baik, karena adanya motivasi belajar peserta didik menjadi terdorong aktif untuk mengikuti pelajaran, sebab motivasi salah satu faktor penting yang dapat menyebabkan prestasi siswa meningkat di sekolah. Motivasi belajar merupakan segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu, lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar.
Sehingga mutu prestasi peserta didik akan rendah. Karena itu motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus-menerus, agar siswa tersebut memiliki motivasi belajar yang tinggi sehingga semakin tinggi juga prestasi yang diperolahnya. Jika seorang guru mampu mendesain situasi pembelajaran dengan stimulus yang bervariasi dalam proses kegiatan pembelajaran yang baik agar tidak menjadi jenuh, kaku dan membosankan, sehingga siswa akan senang dalam mengikuti pembelajaran.
Proses kegiatan pembelajaran tersebut yang bisa membuat siswa mudah memahami materi yang diajarkan. Sehingga siswa dapat memperhatikan stimulus belajar mengandung pesan yang harus mereka terima untuk berlangsungnya kegiatan belajar karena untuk mempertahankan perhatian sangat diperlukan motivasi sehingga kegiatan pembelajaran tersebut berlangsung dengan baik. Namun rendahnya penguasaan peserta didik terhadap materi mata pelajaran terutama mata pelajaran pendidikan agama islam.
Siswa tidak mampu dalam memahami materi mata pelajaran pendidikan agama islam yang terlihat dari rendahnya prestasi siswa yang diperoleh melalui hasil nilai ujian atau rapot yang masih kurang dari rata-rata. Minat baca dan motivasi belajar merupakan faktor yang mempengaruhi prestasi siswa. Karena minat baca dan motivasi belajar yang tinggi akan mendukung berlansungnya proses belajar mengajar pendidikan agama islam. Dengan permasalahan yang terjadi di kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan penulis tertarik untuk menelitinya.
Dimana siswa memiliki minat baca yang kurang baik dalam materi pelajaran pendidikan agama islam, dan siswa juga kurang dukungan motivasi dalam belajar, karena mereka kurang dalam mengemukakan pendapat saat pembelajaran berlangsung. berdasarkan uraian diatas pentingnya minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Minat Baca dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan”
B. Rumusan Masalah
1. Adakah pengaruh minat baca terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Daril Hikmah Langkap Burneh Bangkalan?
2. Adakah pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan?
3. Adakah pengaruh minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh minat baca terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
2. Untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
3. Untuk mengetahui pengaruh minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agamas islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
D. Manfaat penelitian
1. Bagi sekolah
Hasil penelitian ini akan sangat berguna sebagai bahan masukan bagi guru dan civitas akademika untuk meningkatkan sekolah yang berkualitas dan sanggup bersaing dengan sekolahan lainnya.
2. Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan bisa menambah pengetahuan bagi peneliti dan menerapkan ilmu-ilmu yang diperoleh.
3. Bagi Pembaca
Umumnya dapat dimanfaatkan untuk menambah wawasan pengetahuan mengenai minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam.
E. Penegasan Istilah Judul
1. Minat Baca
Minat baca adalah Kecenderungan atau ketertarikan hati yang tinggi terhadap sesuatu untuk mengetahui lebih, sehingga melakukan kegiatan membaca dengan perasaan senang tanpa paksaan karena merasa ada kepentingan dengan sesuatu tersebut. Indikator minat baca: keinginan siswa untuk membaca, ketertarikan siswa terhadap membaca, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, perhatian siswa dalam proses pembelajaran, dan tujuan akhir untuk memahami materi yang disampaikan.
2. Motivasi Belajar
Motivasi belajar adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar untuk melakukan suatu tindakan karena ingin mencapai tujuan tertentu.
Indikator motivasi belajar: kesadaran melakukan belajar, keinginan untuk mendapatkan nilai bagus, memiliki kreativitas, tidak mudah bosan, dan selalu mengerjakan tugas dengan maksimal.
3. Prestasi siswa
Prestasi siswa adalah suatu hasil usaha yang telah dicapai oleh siswa setalah melakukan proses kegiatan pembelajaran berupa penguasaan terhadap mata pelajaran dengan hasil tes atau ujian yang dinyatakan dalam bentuk huruf maupun angka. Prestasi siswa yang digunakan penelitian ini diambil dari data nilai ujian atau rapot mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
F. Sistematika Pembahasan
Skripsi ini disusun dalam lima bab yang saling berkaitan antara bab satu dengan bab lainnya, dan tiap-tiap bab terdiri dari beberapa sub bagian yang disusun secara sistematika sebagai berikut:
Bab pertama skripsi ini merupakan pendahuluan yang terdiri Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Penegasan Istilah Judul dan Sistematika Pembahasan.
Bab kedua mengemukakan Landasan Teori yang berisi Tinjauan Tentang Minat Baca, Tinjauan Tentang Motivasi Belajar, Tinjauan Tentang Prestasi
Siswa, Tinjauan Tentang Pendidikan Agama Islam, Penelitian Terdahulu, Kerangka Berpikir, dan Hipotesis Penelitian.
Bab ketiga berisi Metodologi Penelitian yang mencakup Jenis Penelitian, Populasi dan Sampel, Tehnik Pengumpulan Data, Instrumen Penelitian, Uji Validitas dan Realiabilitas, Uji Asumsi Klasik, dan Teknik Analisis Data.
Bab keempat merupakan Hasil Penelitian dan Pembahasan yang mencakup Deskripsi Lokasi Penelitian, Penyajian Data dan Analisis Data serta Pembahasan.
Bab kelima merupakan bab Terakhir (Penutup) ini yang berisi Kesimpulan dan Saran-saran.
9
BAB 11
LANDASAN TEORI
A. Kerangka Teori
1. Tinjauan Tentang Minat Baca
a. Pengertian Minat Baca
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah kecenderungan hati atau jiwa yang tinggi terhadap sesuatu. Dalam memahami pengertian minat baca akan diuraikan dari beberapa pendapat dibawah ini:
1. Menurut Koko Srimulyo yang dikutip oleh Ali Rohmad mengatakan bahwa minat baca adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap aktivitas mambaca atau sebagai keinginan atau kegairahan yang tinggi terhadap aktivitas membaca, bahkan ada pendapat yang menyatakan minat baca itu bisa diidentikkan dengan kegemaran membaca.3
2. Menurut Farida Rahim, minat baca adalah keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca. Seseorang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkan dalam kesediaannya untuk mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadarannya sendiri.
Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian minat baca adalah suatu rasa ketertarikan atau rasa suka pada suatu kegiatan
penafsiran yang bermakna terhadap bahan tulis (membaca) yang ditunjukkan dengan keinginan, kecenderungan untuk memperhatikan kegiatan tersebut tanpa ada yang menyuruh, dilakukan dengan kesadaran dirinya sendiri dan diikuti dengan perasaan senang dalam waktu yang lama.
Usaha dalam membaca karena adanya motivasi dari dalam diri, sehingga seseorang mempunyai minat baca yang kuat lalu diwujudkan dalam kesediaannya untuk mendapatkan bahan bacaan, kemudian membacanya dengan kesadarannya sendiri sampai memperoleh makna yang dituju menuju pemahaman yang diukur. Kegiatan bisa menarik minat baca siswa akan dilakukan dengan senang hati dan lama kelamaan pesarta didik tersebut akan gemar dan suka membaca.
b. Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca
Menurut Farida Rahim ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat serta kemampuan membaca seorang anak antara lain:4
1. Fisiologis
Mencakup kesehatan fisik, pertimbangan neurologis, dan jenis kelamin. Kelelahan merupakan kondisi yang tidak baik bagi anak untuk belajar, terutama ketika membaca. Selain itu keterbatasan neurologis (misalnya cacat
otak), gangguan pendengaran dan penglihatan akan memperlambat anak dalam belajar, terutama ketika membaca.
2. Faktor Intelektual
Secara umum intelegensi anak tidak sepenuhnya mempengaruhi berhasil tidaknya anak dalam membaca, tetapi menunjukkan ada hubungan yang positif antara IQ dengan rata-rata remedial membaca.
3. Faktor Lingkungan
Lingkungan juga mempengaruhi kemajuan kemampuan membaca anak. Faktor lingkungan mencakup latar belakang dan pengalaman anak dirumah. Dalam hal ini seorang anak tidak akan mengembangkan minatnya terhadap sesuatu terutama membaca, jika mereka sebelumnya belum mengalaminya. Selain ini faktor ekonomi keluarga juga mempengaruhi minat baca seorang anak terutama dalam penyediaan buku bacaan.
4. Faktor Psikologis a. Motivasi
Merupakan faktor kunci dalam membaca. Siswa yang mempunyai motivasi yang tinggi terhadap membaca, maka akan mempunyai minat yang tinggi pula terhadap kegiatan membaca.
b. Tinggi Keterlibatan Tekanan
Jika siswa merasa dirinya mempunyai beberapa tingkat pilihan dan kurang tekanan, minat membaca mereka mungkin akan lebih tinggi. c. Kematangan Sosio dan Emosi
Seorang siswa harus mempunyai pengontrolan emosi pada tingkat tertentu. Kematangan sosio dan emosi lebih memudahkan anak dalam memutuskan perhatian pada bahan bacaan sehingga kemampuan anak dalam memahami bacaan akan meningkat.
2. Tinjauan Tentang Motivasi Belajar
a. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi adalah berasal dari kata motif. Motif menurut M. Ngalim Purwanto di dalam Fathorrohman adalah sesuatu yang mendorong diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan.5 Sedangkan menurut Sardimandi
dalam bukunya yang berjudul Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar mengemukakan beberapa definisi tentang belajar sebagai berikut:
1. Geoch mengetakan belajar ialah suatu perubahan dalam penampilan sebagai hasil dari suatu praktik.
5 Muhammad Fathurrohman dan Sulistyorini, Belajar dan Pembelajaran: Membantu
2. Cronbach mengartikan belajar yaitu menunjukkan sebuah perubahan kebiasaan untuk menghasilkan usaha.
3. Harold menyatakan bahwa belajar ialah mencoba sesuatu untuk membaca, meniru, mendengar, mengamati dan mengikuti arahannya.
Dari ketiga definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan contohnya dengan meniru, membaca, mengamati, mendengarkan dan lain sebagainya. Belajar akan menjadi lebih baik kalau si subjek belajar itu mengalami dan melakukannya, jadi tidak bersifat verbalistik.6
Menurut Afifudin motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri anak yang mampu menimbulkan kesemangatan atau kegairahan untuk belajar sedangkan menurut Uno motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, serta harapan akan cita-cita. Lalu faktor ekstrinsiknya adalah lingkungan belajar yang kondusif, kegiatan belajar yang menarik dan adanya penghargaan.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adakah kondisi psikologis yang mendorong siswa untuk belajar dengan senang dan
6 Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
belajar secara sungguh-sungguh pada akhirnya akan terbentuk cara belajar siswa yang sistematis dan penuh konsentrasi.
b. Faktor-faktor dan unsur-unsur yang mempengaruhi Motivasi Belajar
Tidak semua peserta didik atau siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi, namun guru tidak boleh pantang menyerah dalam memberikan motivasi belajar kepada anak didiknya. Karena itu motivasi belajar memiliki peranan yang sangat penting dalam mendorong kesuksesan belajar pada siswa. Menurut Syamsu Yusuf ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar antara lain:
1. Faktor Internal
a. faktor fisik merupakan faktor yang mempengaruhi dari tubuh dan penampilan individu, yang meliputi nutrisi (gizi), kesehatan, dan fungsi-fungsi fisik terutama panca indera.
b. faktor psikologis ialah faktor intrinsik yang berhubungan dengan aspek-aspek yang mendorong atau menghambat aktivitas belajar pada siswa, yang menyangkut kondisi rohani siswa.
2. Faktor Eksternal
a. faktor sosial adalah faktor yang berasal dari manusia di sekitar lingkungan siswa, yang meliputi guru, konselor, teman sebaya, orang tua, tetangga dan sebagainya.
b. faktor non sosial merupakan faktor yang berasal dari keadaan atau kondisi fisik di sekitar siswa, faktor ini meliputi keadaan udara (panas atau dingin), waktu (pagi, siang, dan malam), tempat (sepi, bising, atau kualitas sekolah tempat belajar), dan fasilitas belajar (sarana dan prasarana).
Menurut Dimyati dan Mudjiono ada beberapa unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar antara lain:
1. Cita-cita atau aspirasi siswa
Cita-cita dapat berlangsung sangat lama, bahkan sepanjang hayat. Cita-cita siswa untuk menjadi seseorang itu akan memperkuat semangat belajarnya.
2. Kemampuan belajar siswa
Kemampuan belajar yang meliputi aspek psikis yang terdapat dalam diri siswa. Contohnya ingatan, daya pikir, pengamatan, perhatian dan fantasi di dalam kemampuan belajar perkembangan berpikir siswa menjadi
ukuran. Siswa yang berpikirnya konkrit (nyata) tidak sama hasilnya dengan siswa yang berpikir secara operasional (berdasarkan pengamatan yang dikaitkan dengan kemampuan daya nalarnya).
3. Kondisi jasmani dan rohani siswa
Seorang siswa yang sedang lapar, sakit, mengantuk atau kondisi emosionalnya seperti marah-marah akan mengganggu konsentrasi dan perhatian belajar siswa.
4. Kondisi lingkungan siswa
Menurut Dwi Prasetya, dkk (dalam Fitria Rahmayanti) lingkungan sosial dibedakan menjadi 2 yaitu lingkungan social primer ialah lingkungan sosial dimana terdapat hubungan yang erat dan saling mengenal antara anggota satu dengan anggota lainnya, misalnya lingkungan keluarga, teman sebaya, dan guru. Lingkungan sosial sekunder adalah lingkungan sosial yang hubungan yang antara anggota satu dengan yang lainnya agak longgar dan sering tidak mengenal dengan baik, contohnya lingkungan masyarakat, tampat tinggal maupun sekitarnya.
5. Unsur-unsur dinamis belajar siswa
Unsur ini adalah unsur yang keberadaannya tidak stabil dalam proses belajar, kadang ada tapi lemah bahkan tidak ada sama sekali. Unsur dinamis
siswa terkait dengan kondisi siswa yang mempunyai kemauan, pikiran dan perhatian yang menyebabkan perubahan berkat untuk pengalaman hidup yang akan diberikan kepada lingkungan siswa.
6. Usaha guru mengajarkan siswa
Adalah cara bagaimana guru mempersiapkan diri untuk mengajarkan siswanya mulai dari cara menyampaikannya, penguasaan materi, manarik perhatian siswa dan mengatur peraturan tata tertib di dalam kelas maupun di sekolah.
7. Upaya dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar
Menurut Sardiman A.M, mengatakan ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah diantaran lain:7
a. Memberi Hadiah
Hadiah dapat membuat siswa termotivasi untuk memperoleh nilai yang tinggi. Hadiah tersebut dapat digunakan orang tua atau guru untuk memicu belajar siswa.
7Nurul Huda, "Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VII SMP
b. Kompetisi
Adalah persaingan, persaingan yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat untuk mendorong siswa belajar.
c. Memberi Ulangan
Ulangan bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Siswa akan menjadi giat belajar jika mengetahui akan ada ulangan. Siswa biasanya mempersiapkan diri dengan belajar jauh-jauh hari untuk menghadapi ulangan, oleh sebab itu memberi ulangan adalah strategi yang cukup baik untuk memotivasi siswa agar lebih giat belajar.
d. Memberi Hukuman
Hukuman merupakan reinforcement negatif, tetapi jika dilakukan dengan tepat dan bijak. Hukuman menjadi alat memotivasi yang lebih baik dan efektif.
e. Memberi Angka
Angka adalah simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar anak didik. Angka merupakan alat motivasi yang cukup memberi rangsangan kepada anak didik untuk mempertahankan atau lebih meningkatkan prestasi belajar di masa mendatang.
f. Memberi Pujian
Pujian adalah reinforcement positif sekaligus motivasi yang baik. Guru bisa memanfaatkan pujian untuk memuji keberhasilan siswa dalam mengerjakan pekerjaan sekolah, dengan pujian yang tepat akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar.
g. Hasrat untuk belajar
Adalah potensi yang ada dalam diri siswa. Motivasi ekstrinsik sangat diperlukan agar hasrat untuk belajar itu menjelma menjadi perilaku belajar.
h. Minat
minat sangat berpengaruh besar terhadap aktivitas belajar. Siswa yang berminat terhadap suatu mata pelajaran akan bersungguh-sungguh dalam mempelajarinya, karena ada daya tarik baginya. Minat dapat dibangkitkan dengan adanya kebutuhan, menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau, memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik.
3. Tinjauan Tentang Prestasi Siswa
a. Pengertian prestasi siswa
Prestasi di dalam kamus besar bahasa Indonesia ialah hasil yang sudah diperoleh (dari yang sudah dilakukan). Prestasi bisa diartikan sebagai hasil yang diraih karena adanya aktivitas belajar yang telah dilaksanakan. Sedangkan menurut Djamarah di dalam Fatturrohman, prestasi ialah hasil dari sebuah kegiatan yang telah dilakukan, baik secara individu atau kelompok. Prestasi siswa ialah hasil yang telah diperoleh dari sebuah kegiatan yang berupa dalam perubahan tingkah lalu yang dirasakan oleh subjek pelajar dalam suatu interaksi terhadap lingkungannya.8
Prestasi adalah hasil penilaian pendidikan tentang kemajuan siswa setelah melakukan aktivitas belajar. Prestasi merupakan perubahan tingkah laku yang meliputi kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik yang mancakup ukuran bagi keberhasilan siswa. Prestasi siswa dipengaruhi oleh bakat, mutu pelajaran kemampuan pemahaman dan waktu yang tersedia. Kemampuan-kemampuan tersebut antara lain:
1. Kemampuan kognitif adalah hasil belajar yang bersifat intelektual (pengetahuan)
8 Muhammad Fathurrohman dan Sulistyorini, Belajar dan Pembelajaran: Membantu
2. Kemampuan afektif adalah hasil yang berkaitan dengan perasaan atau emosi.
3. Kemampuan psikomotorik adalah hasil belajar yang bersifat dengan keterampilan
Dari macam-macam fungsi prestasi siswa tersebut, maka dapat disimpulkan begitu pentingnya kita memahami prestasi belajar siswa dengan baik secara individu atau kelompok. Selain itu prestasi siswa dapat digunakan sebagai umpan balik bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran sehingga mengetahui apa yang diperlukan dalam suatu bimbingan. Di dalam penelitian ini peneliti memakai hasil nilai ujian atau rapot kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan untuk mengetahui hasil prestasi siswanya. b. Jenis-jenis prestasi siswa
Prestasi siswa dapat dilihat dari keberhasil belajar siswanya sendiri. Hasil belajar sebagaimana yang telah dijelaskan di atas meliputi pemahanan konsep (aspek kognitif), keterampilan proses (aspek psikomotorik) dan sikap siswa (aspek afektif). Untuk lebih jelasnya sebagai berikut ini:
1. Pemahaman konsep
Pemahaman menurut Bloom mengartikan sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari. Menurut pemahaman ini adalah seberapa besar siswa mampu menerima, menyerap dan
memahami pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa, atau sejauh mana siswa dapat mengerti dan memahami apa yang ia lihat, baca, dialami, dan ia rasakan berupa hasil penelitian atau observasi yang ia lakukan.9
2. Sikap
Sikap adalah gejala internal yang berdimensi efektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tepat terhadap subjek dan objek. Baik bersifat positif maupun negatif.10
Menurut Sardiman di dalam Susanto menyatakan bahwa suatu sikap merupakan salah satu kecenderungan untuk mengerjakan sesuatu dengan metode, cara, pola, dan suatu tehnik terhadap lingkungan sekitarnya baik berupa objek-objek tertentu atau individu-individu. Sikap terlihat dari perilaku, suatu tindakan (perbuatan) seseorang.11
c. Macam-macam faktor yang mempengaruhi prestasi siswa
Menurut Wasliman di dalam Susanto, keberhasilan prestasi yang dicapai oleh peserta didik merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal maupun eksternal sebagai barikut:12
9 Ahmad Susanto, Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar, (Jakarta: Alfabeta, 2016),
6.
10Ibid., 9.
11 Ahmad Susanto, Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar, (Jakarta: Alfabeta, 2016),
11.
1. Faktor internal
Faktor ini merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik yang mempengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor ini meliputi minat, kecerdasan, ketekunan, sikap, motivasi belajar, kebiasaan belajar serta kesehatan dan kondisi fisik.
2. Faktor eksternal
Faktor ini berasal dari luar diri siswa yang dapat mempengaruhi hasil belajarnya contohnya sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keadaan di dalam lingkungan keluarga berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. Keluarga yang berantakan keadaan perekonominya, pertengkaran suami istri, serta perhatian orang tua yang kurang terhadap anaknya dalam kehidupan sehari-hari itu berpengaruh dalam keberhasilan belajar siswa.
4. Tinjauan Tentang Pendidikan agama islam
a. Pengertian pendidikan agama islam
Pendidikan agama islam ialah sebuah usaha untuk membimbing dan mengajarkan peserta didik agar bisa mamahami ajaran islam secara mendalam. Sedangkan menurut peraturan pemerintah No. 55 tahun 2007 bab 1 pasal 2 menyebutkan bahwa pendidikan agama islam adalah pendidikan yang
memberikan pengetahuan, kepribadian, keterampilan dan membentuk sikap peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan melalui mata pelajaran, jenjang dan jenis pendidikan.
Dalam bukunya M. Arifin yang berjudul ilmu pendidikan islam suatu tinjauan teoritis dan praktis berdasarkan pendekatan interdisipliner mengatakan bahwa hakikat pendidikan islam adalah usaha orang dewasa muslim yang bertaqwa secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan dengan perkembangan firah (kemampuan dasar) anak didik melalui ajaran islam kea rah titik maksimal pertumbuhan serta perkembangannya.13 Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa
pengertian pendidikan agama islam adalah usaha yang dilakukan oleh orang dewasa muslim kepada seseorang untuk membina, mengasuh, membimbing serta mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan fitrahnya agar dapat menghayati dan memahami ajaran islam secara menyeluruh yang akhirnya dapat mengamalkan dan menjadikan ajaran agama islam sebagai pedoman hidup.
b. Fungsi pendidikan agama islam
Di dalam kurikulum sekolah atau madrasah definisi fungsi pendidikan agama islam sebagai berikut:
13
Arifin, Ilmu Pendidikan Islam Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan
1. Penanaman
Penanaman adalah hasil sebagai pedoman hidup untuk mencari kabahagiaan hidup di dalam dunia dan akherat.
2. Proses mental
Adalah untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan fisik atau lingkungan social, dan bisa merubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama islam. 3. Peningkatan
adalah untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan peserta didik kepada Allah Swt yang sudah menanamkan di dalam lingkuangan keluarga. Lingkungan sekolah berguna untuk menumbuhkan kembangan lebih lanjut di dalam diri siswa melalui pengajaran, bimbingan serta pelatihan supaya keimanan dan ketaqwaan tersebut bisa berkembang secara optimal mengikuti tingkat perkembangannya.
4. Pengajaran
Adalah tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum, sistem dan fungsional.
5. Perbaikan
Adalah untuk memperbaiki kekurangan, kesalahan serta kelemahan siswa dalam pemahaman, keyakinan serta pengalaman ajaran di dalam kehidupan sehari-hari.
6. Pencegahan
Adalah untuk membuang hal-hal nagatif di lingkungan atau pun di budaya lain yang bisa membahayakan dirinya serta menghambat peningkatannya. 7. Penyaluran
Adalah untuk menyalurkan bakat khusus di dalam bidang agama islam supaya bakat tersebut bisa meningkat tinggi dan bisa digunakan untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.
c. Dasar dan tujuan pendidikan agama islam
Dasar pendidikan agama islam sudah jelas dan tegas dalam firman Allah Swt dan sunah Rasulullah Saw, kalau pendidikan di ibaratkan bangunan maka isinya adalah Qur'an dan Hadis yang menjadi fundamentalnya. Al-Qur'an adalah sumber kebenaran dalam islam yang kebenarannya tidak bisa diragukan lagi dan Al-Hadis yang di jadikan landasan pendidikan agama islam yaitu berupa perkataan, perbuatan dan pengakuan Rasulullah Saw dalam bentuk isyarat. Sedangkan tujuan pendidikan agama islam ialah untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan, pemahaman serta pengalaman peserta
didik tentang agama islam, sehingga menjadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara.
B. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu adalah penelitian yang digunakan sebagai perbandingan untuk menghindari manipulasi terhadap sebuah karya ilmiah dan menguatkan bahwa penelitian yang penulis lakukan belum diteliti oleh orang lain. Penelitian terdahulu pernah dilakukan oleh orang lain sebagai berikut:
a. Penelitian yang dibuat oleh Nur Fajriyatul Munawaroh tahun 2016 yang berjudul "Pengaruh Motivasi Belajar Dan Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Qur'an Hadits Kelas VIII SMP Wachid Hasyim 1 Surabaya". Penelitian tersebut merupakan penelitian ex-post facto dengan mengungkap fakta berdasarkan pengukuran gejala yang telah ada pada diri responden. Hasil penelitian menunjukkan koefisien regresi (r) sebesar 21,5% dengan nilai 𝑓ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 sebesar 8,227 dengan tingkat signifikansi uji 𝑓𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 sebesar 3,15. Penelitian ini sama-sama menggunakan variabel motivasi belajar sebagai variabel bebas dan menggunakan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Perbedaannya penelitian Nur Fajariyatul Munawaroh variabel bebas menggunakan perhatian orang tua sedangkan pada penelitian saya
menggunakan minat baca dan subjek pada penelitian Nur Fajariyatul Munawaroh dilakukan di kelas VIII SMP Wachid Hasim 1 Surabaya sedangkan penelitian saya dilakukan di kelas V SDN Petrah 2 Tanah Merah Bangkalan.
b. Penelitian yang dilakukan oleh Yulian Agung Firdaus tahun 2012 yang berjudul "Pengaruh Minat Belajar Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akutansi angkatan 2008 Universitas Negeri Yogyakarta". Penelitian tersebut merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan data angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan koefisien regresi (r) sebesar 0,278 yang berarti minat belajar dan motivasi belajar secara bersama-sama mempengaruhi prestasi belajar sebesar 27,8% dengan nilai 𝑓ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 sebesar 3,678 dengan tingkat signifikansi uji 𝑓𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 sebesar 0,029. Penelitian ini sama-sama menggunakan variabel minat belajar dan motivasi belajar sebagai variabel bebas untuk variabel terikat menggunakan variabel prestasi belajar. Perbedaannya terdapat pada objek penelitian, peda penelitian Yulian Agung Firdaus dilakukan terhadap mahasiswa Pendidikan Akutansi angkatan 2008, sedangkan penelitian saya dilakukan terhadap siswa kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
C. Kerangka Berpikir (Konseptual)
Berdasarkan dari landasan teori, kerangka berpikir (konseptual) dalam penelitian ini di gambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Minat Baca X1 Prestasi Siswa Y 1. 2. Keterangannya:
1. Jika minat baca siswa meningkat, maka akan ada peningkatan prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
Motivasi Belajar
2. Jika motivasi belajar siswa meningkat, maka akan ada peningkatan prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
3. Jika minat baca dan motivasi belajar siswa meningkat, maka akan ada peningkatan prestasi siswa dalam mata pelajaran agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban atau dugaan yang bersifat sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah sehingga diuji empiris. Tujuannya adalah untuk memberi arahan kepada peneliti serta membatasi variabel yang digunakan. Hipotesis penulis di dalam penelitian ini adalah:
1. Hipotesis Nihilnya (Ho):
a. Tidak ada pengaruh minat baca terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
b. Tidak ada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islamkelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
c. Tidak ada pengaruh minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islamkelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
2. Hipotesis Alternatinya (Ha):
a. Ada pengaruh minat baca terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islamkelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
b. Ada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
c. Ada pengaruh minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
32
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Metode penelitian adalah cara sistematis yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data yang diperlukan dalam proses identifikasi dan penjelasan berbagai fenomena yang sedang diteliti dan dianalisis. Berbeda dengan metodologi penelitian yang membahas konsep teoritis berbagai metode, kelebihan dan kekurangannya yang ada dalam karya ilmiyah dilanjutkan dengan pemilihan metode penelitian. Metode penelitian ini hanya membahas metode yang digunakan dalam aktivitas penelitian.14
Pendekatan atau metode penelitian ini yang berjudul "Pengaruh Minat Baca dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan", maka penulis menggunakan pendekatan atau metode penelitian kuantitatif yang menurut pendapat Sugiono dikatakan penelitian kuantitatif karena data penelitian berupa bilangan angka-angka dan analisis yang menggunakan statistik.15
14 Sugiono, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2015), 2. 15Sugiono, Statistika … … … …, 7.
Jenis penelitian ini adalah korelasi ganda yang mana menurut Arikunto ialah penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini menggunakan penelitian sebab akibat yang terdapat dua variabel bebas (X) dan satu variabel terikat (Y). dalam penelitian ini variabel yang menjadi objek penelitian antara lain:
1. Variabel independen (bebas) adalah variabel yang bisa mempengaruhi atau menjadi sebab adanya perubahan. Dalam penelitian ini variabel independennya (X) antara lain:
a. Minat baca (X1) b. Motivasi belajar (X2)
2. Variabel dependen (terikat) adalah variabel yang dapat dipengaruhi atau yang menjadi akibat adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel dependennya adalah prestasi siswa (Y) dalam mata pelajaran pendidikan agama islam kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
Dengan gambar 3.1 pola hubungan variabel sebagai berikut: X1
Y
Keterangan: X1 : Minat baca X2 : Motivasi belajar Y :Prestasi siswa
B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi yaitu daerah generalisasi yang meliputi obyek atau subyek yang memiliki kualitas dan kerakteristik tertentu yang dipilih oleh peneliti untuk dipelajari lalu ditarik kesimpulannya.16 populasi ialah keseluruhan obyek
penelitian yang kita jadikan perhatian dalam ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan yang berjumlah 20 siswa. Dapat dilihat pada tabel 3.1 dibawah ini:
Tabel 3.1Populasi Penelitian
No Nama Kelas Jumlah
1. Kelas V 4 siswa laki-laki
2. Kelas V 16 siswa perempuan
16 Sugiono, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2013),
Jumlah Populasi 20 siswa
2. Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti, atau sampel bisa diartikan sebagai anggota populasi yang dipilih dengan prosedur tertentu sehingga diharapkan dapat mewakili populasi.17 Dalam pengambilan sampel penelitian, menurut pendapat
Suharsimi Arikunto ''untuk sekedar ancer-ancer jika subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, selanjutnya jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih'', maka penelitian ini termasuk penelitian populasi karena mengambil keseluruh subjek dengan rumus pengambilan sampel penelitian ini menggunakan sampling jenuh.
C. Data dan Sumber Data
Data adalah catatan atas kumpulan fakta dalam penggunaan sehari-hari data juga berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini merupakan hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang berbentu berupa angka, kata-kata, dan citra. Sedangkan sumber data adalah subyek dari mana data diperoleh. Sumber data penelitian ini ada 2 macam sebagai berikut:
17 Nanang Martono, Metode Penelitian Kuantitatif Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder
1) Data Primer
Data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama dilokasi penelitian atau objek penelitian.18 Sumber data primer dalam penelitian
ini adalah suasana pembelajaran, penyampaian guru ketika memberi pengaruh minat baca dan motivasi belajar serta siswa kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
2) Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang telah tersusun dalam bentuk
dokumen-dokumen.19 Adapun data sekunder dalam penelitian ini berupa
arsip atau cacatan nilai ujian atau rapot siswa, daftar nama guru, struktur organisasi di sekolah dan daftar nama siswa kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah merupakan cara-cara yang dilakukan dan benda-benda yang digunakan untuk mengumpulkan data.20
Adapun cara atau teknik yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
18Burhan Bugin, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik
serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana, 2008), 122.
19 Suryadu Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008), 39. 20 Deni Darmawan, Metode Penelitian Kuantitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014), 159.
1) Teknik Angket
Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan responden sesuai dengan permintaan pengguna.21 Jadi
angkat ini digunakan untuk mendapatkan data yang sesuai dengan pendapat responden terkait informasi mengenai minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa, sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh minat baca dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa. Peneliti menyebarkan angket minat baca dan motivasi belajar kepada siswa kelas V MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan.22
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan skala likert untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok tentang fenomena social, yang mana fenomena sosial dalam penelitian ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti yang disebut sebagai variabel penelitian. Dengan skala likert variabel yang akan diukur dan dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.23
21Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Keryawan dan Peneliti Pemula
(Bandung:Alfabeta, 2009), 71.
22 Penyebaran Aangket, kelas V MI Darul Hikmah, 7 juli 2020. 23Ibid., 87.
2) Teknik Dokumentasi
Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, buku, transkip, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda dan lainnya.24 Dokumen resmi banyak terkumpul di setiap
kantor atau lembaga diantaranya ada yang mudah diperoleh dan terbuka untuk umum dan ada pula yang bersifat intern serta dirahasiakan demi keamanan dan kepentingan lembaga. Jadi teknik dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan peneliti untuk memperoleh sejarah berdirinya MI Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan, nilai ujian atau rapot siswa kelas V MI Darul Hikmah Langkap burneh Bangkalan, data guru dan struktur organisasi serta data-data yang berkenaan dengan penelitian.25
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti, dengan begitu jumlah instrumen yang akan digunakan untuk penelitian akan tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini menggunakan angket tertutup dengan skala bertingkat (skala likert) dengan memberi 4 jawaban alternatif sehingga responden tinggal memberi tanda check list (√) pada jawaban yang sudah tersedia. Alternatif jawaban yang sudah tersedia pada tabel 3.2 di bawah ini:
24 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, 132. 25 Dokumentasi, MI Darul Hikmah, 10 Juli 2020.
Tabel 3.2 Alternatif Jawaban No Minat Baca (X1) Motivasi Belajar (X2) Skor Untuk Pertanyaan 1. Selalu (SL) Selalu (SL) 4 2. Sering (SR) Sering (SR) 3 3. Kadang-Kadang (KK) Kadang-Kadang (KK) 2
4 Tidak Pernah (TP) Tidak Pernah (TP) 1
Berdasarkan definisi operasional masing-masing variabel dapat diketahui indikator-indikator masing-masing variabel yang kemudian dikembangkan menjadi pernyataan atau pertanyaan penelitian, adapun kisi-kisi instrumen minat baca dilihat pada tabel 3.3 dibawah ini:
Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Minat Baca
No Indikator No Item Jumlah
1. Keinginan siswa untuk membaca
1, 2, 3 3
2. Ketertarikan siswa terhadap membaca
4, 5, 6, 3
3. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran
7, 8, 9 3
4. Perhatian siswa dalam proses pembelajaran
10, 11, 12 3
5. Tujuan akhir untuk
memahami materi yang
disampaikan
13, 14, 15 3
Sedangkan untuk kisi-kisi instrumen motivasi belajar dapat dilihat di tabel 3.4 dibawah ini:
Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrumen Motivasi Belajar
No Indikator No Item Jumlah
1. Kesadaran melakukan belajar
1, 2, 3 3
2. Keinginan untuk
mendapatkan nilai bagus
4, 5, 6 3
3. Memiliki kreativitas 7, 8, 9 3
4. Tidak mudah bosan 10, 11, 12 3
5. Selalu mengerjakan tugas
dengan maksimal 13, 14, 15 3
Jumlah 15
F. Teknik Analisis data
Semua data yang terkumpul merupakan data yang masih mentah sehingga perlu dianalisa atau diolah untuk menentukan hasil, kemudian bisa menjawab permasalahan dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini. Menurut pendapat beberapa para ahli di dalam kamus besar bahasa Indonesia mengatakan bahwa “Analisa data adalah penelahaaan dan penguraian atas data sehingga menghasilkan kesimpulan-kesimpulan”. Jadi yang dimaksud analisa data adalah pengumpulan data menganalisa data yang berupa angka-angka dengan menggunakan tehnik matematika yang hasilnya berupa tabel atau grafik.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 atau signifikan korelasi ganda. Sebelum melakukan analisis korelasi ganda, maka perlu
dilakukan uji asumsi terlebih dahulu. Dalam uji asumsi ini nantinya data yang akan diuji dengan pengujian sebagai berikut:
1. Uji Normalitas 2. Uji Linieritas
3. Uji Heteroskedastisitas (Uji Homogenitas) 4. Uji Multikolinearitas
Setelah uji asumsi selesai, selanjutnya data diolah lagi dengan uji validitas dan uji realibilitas. Kemudian hasil dari uji validitas dan uji realibilitas data ini dilanjutkan dengan uji hipotesis, yang mana uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi ganda, kemudian dilanjutkan dengan uji F untuk mencari taraf keeratan (pengujian signifikan) hubungan antara variabel X1, X2 dan Y.
G. Uji Asumsi Klasik
Adalah persyaratan atau asumsi dasar yang digunakan dalam analisis regresi yang disebut asumsi klasik.26 Dalam penelitian ini menggunakan uji
normalitas, uji linieritas, uji heteroskedastisitas (uji homogenitas) dan uji multikoliniearitas sebagai berikut:
1) Uji Normalitas
Adalah sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah sebaran data
26 Edi Irawan, Pengantar Statistika Penelitian Pendidikan (Yogyakarta: Aura Pustaka, 2014),
tersebut berdistribusi normal atau tidak. Uji ini berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal. Berdasarkan pengalaman empiris beberapa pakar statistik, data yang banyaknya lebih dari 30 angka (n >30), maka sudah dapat diasumsikan berdistribusi normal biasa dikatakan sebagai sampel besar.
Namun untuk memberikan kepastian, data yang dimiliki berdistribusi normal atau tidaknya, sebaiknya perlu untuk dilakukan uji normalitas. Karena belum tentu data yang lebih dari 30 bisa dipastikan berdistribusi normal begitu sebaliknya jika data yang banyaknya kurang dari 30 belum tentu tidak berdistribusi normal, untuk itu perlu suatu pembuktian. Dalam penelitian ini uji normalitasnya menggunakan lilliefors. Metode lilliefors menggunakan data dasar yang belum diolah dalam tabel distribusi
frekuensi.Data ditransformasikan dalam nilai Z untuk dapat dihitung luasan kurva normal sebagai probabilitas komulatif normal. Dengan rumus:
𝑍1=𝑋1−𝑋̅ 𝑠 Hipotesis dari uji Liliefors:
Ho : Sampel berdistribusi normal Hi : Sampel tidak berdistribusi normal Kriteria:
Jika L hitung, < L tabel maka terima Ho dan tolak Ha Jika L hitung, >L tabel maka tolak Ho dan terima Ha
2) Uji Linieritas
Uji linieritas ini bertujuan untuk mengetahui apabila dua variabel mempunyai hubungan yang linier atau tidak secara signifikan. Uji ini biasanya digunakan sebagai persyaratan dalam analisis korelasi atau regresi linier. Kedua variabel harus diuji dengan menggunakan uji F pada taraf signifikan 5%. Uji F dikenal dengan uji model atau uji anova yaitu uji untuk melihat bagaimanakah pengaruh semua variabel bebasnya secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya, atau untuk menguji apakah model regresi yang kita buat baik signifikan atau tidak
signifikan.27 Dengan kriteria jika 𝐹
ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 0,05 maka data tersebut
linier, sedangkan jika 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 0,05 maka data tersebut tidak linier. Rumusnya sebagai berikut:
𝐹𝑟𝑒𝑔 = 𝑅
2 ( 𝑁−𝑚−1)
𝑚 (1−𝑅2) Keterangan :
𝐹𝑟𝑒𝑔 = harga garis korelasi
𝑁 = cacah kasus 𝑚 = cacah predictor 𝑅 = koefisien korelasi
27 Anwar Hidayat, “Statistikian”, dalam https://statistikian.com/2013/01/uji-f-dan-uji-t.html,
3) Uji Heteroskedastisitas (Uji Homogenitas)
Adalah pengujian mengenai sama tidaknya variansi-variansi dua buah distribusi atau lebih, dalam uji homogenitas yang akan dibahas adalah uji homogenitas variansi dan uji Bartlett. Uji homogenitas ini dilakukan untuk mengetahui data dalam variabel X dan variabel Y itu bersifat homogen atau tidak. Menurut Joko Widiyanto uji homogenitas digunakan sebagai bahan acuan untuk menentukan keputusan uji statistik selanjutnya yang dasar atau pedoman pengambilan keputusan dalam uji homogenetis ini adalah:
1. Jika nilai signifikansi atau Sig. < 0,05, maka dikatakan bahwa varians dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah tidak sama (tidak homogen).
2. Jika nilai signifikansi atau Sig. > 0,05, maka dikatakan bahwa varians dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah sama (homogen). Rumusnya uji homogenitas:
𝑓 =𝑆𝑆21 Keterangannya :
𝑆2 = varians terbesar
𝑆1 = varians terkecil
Penentuan kriteria menggunakan nilai F (tabel F) pada taraf signifikansi 0,05. Kriteria pengujiannya adalah apabila F hitung < F tabel (0,05), maka varians kedua kelompok adalah homogen.
4) Uji Multikolinearitas
Adalah uji yang dilakukan untuk memastikan apakah di dalam sebuah model regresi ada interkorelasi atau kolinearitas antar variabel bebas. Interkorelasi adalah hubungan yang linier atau hubungan yang kuat antara satu variabel bebas (variabel predictor) dengan variabel predictor lainnya di dalam sebuah model regresi. Uji ini bertujuan untuk mencari nilai R-square dengan kriteria jika R-R-square ≤ 0,8 maka ada multikolinearitas pada data tersebut, sedangkan jika R-square ≥ 0.8 maka tidak ada multikolinearitas pada data tersebut.
H. Uji Validitas dan Realibilitas
1) Uji Validitas
Adalah uji ketepatan atau ketelitian suatu alat ukur dalam mengukur apa yang sedang diukur. Uji ini bertujuan untuk menilai apakah seperangkat alat ukur sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam pengujian alat ukur pengumpulan data penelitian validitas itu ada dua macam yaitu validitas faktor dan validitas item. Proses mengukur validitas faktor itu dengan cara menghubungkan atau mengkolerasikan antara skor faktor (penjumlahan dari semua item dalam satu faktor) dengan skor total faktor (total keseluruhan dari faktor).
Sedangkan pengukuran validitas item itu dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total dari semua item yang
ada. Uji validitas dilakukan untuk menilai apakah soal sudah valid atau tidak untuk sebuah penelitian yang sesungguhnya. Rumus uji validitas ini menggunakan rumus produk moment sebagai berikut:
2) Uji Reliabilitas
Adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi adalah pengukuran yang dapat menghasilkan data yang reliabel. Reliabilitas itu adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan.
Bila suatu alat pengukur digunakan dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukur tersebut reliabel. Dengan kata lain reliabel ini menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam pengukur gejala yang sama. Rumus uji reliabilitas:
}
)
(
}{
)
(
{
)
)(
(
2 2 2 2Y
Y
n
X
X
n
Y
X
XY
n
r
xyI. Uji Hipotesis
Menurut Mikha Agus Widiyanto mengatakan bahwa hipotesis merupakan rumusan sementara mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu dan juga dapat mengarahkan penyelidikan selanjutnya. Dalam uji hipotesis ini data akan diuji T untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan dari dua buah mean sampel dari dua variabel yang dikomparatifkan.28 Dengan kriteria jika 𝑇
ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑇𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka Ho ditolak
dan Ha diterima, sedangkan jika 𝑇ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝑇𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Untuk melihat 𝑇𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (mencari df) dengan rumus ini:
n-k-1 keterangan:
n: Jumlah Responden
k: Jumlah Variabel
Dilanjutkan dengan uji F untuk mencari taraf keeratan (pengujian signifikan) hubungan antara variabel X1, X2 dan Y dengan rumus berikut ini: 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = R2 K ( 1−R2 ) ( n−k1 ) Keterangan :
R : koefisien korelasi ganda k : jumlah variabel independen n : jumlah anggota sampel Dengan kriteria pengujian sebagai berikut:
𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka signifikan, Ha diterima Ho ditolak.
𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka tidak signifikan, Ha ditolak Ho diterima.
Di mana distribusi dk pembilang k =2 dan dk penyebut (n-k-1) dengan mengambil taraf uji a = 0,05.