Memulai Bisnis
di Instagram
Membuat Akun Instagram dan
Menjadikan Akun Bisnis
Sebagai bagian dari generasi milenial, pastinya kita sudah memiliki akun instagram dong? Yap, syarat untuk mulai bisnis di instagram ya harus punya akun instagramnya dulu.
Nah, tapi sudahkah akun personal kita diubah ke akun bisnis?
Masuk ke profil instagram, lalu klik
setting Klik account
Klik switch to
professional account
Pilih business Pilih shopping & retail
Isi info kontak lalu klik next. setelah ini
muncul halaman untuk membuat page
facebook. buat halaman lalu profil bisnis Anda selesai.
Mengapa Akun Bisnis?
Pada akun bisnis
terdapat insight yang bisa kita gunakan untuk mempelajari followers kita, mulai dari jam aktif mereka, jumlah yang mengunjungi profil kita dll
Dengan akun bisnis kita bisa memulai beriklan untuk menjangkau lebih banyak calon
konsumen
Dengan akun bisnis, calon pembeli akan lebih mudah menghubungi kita. lewat menu kontak yang muncul pada profil, calon pembeli bisa langsung klik contact untuk mendapatkan email dan no hp kita.
Posting yang
Bikin Closing?
Mau closing di instagram? Bisa banget, tapi mesti ikutin caranya yaa..
Meskipun tren jualan di Instagram sudah berlangsung cukup lama, tetapi hingga saat ini peluang untuk meraup untung di Instagram masih terbuka lebar. Hanya saja makin ke sini tantangannya makin berat. Hal ini dikarenakan sudah banyak pebisnis yang juga masuk ke Instagram untuk menjual dan mempromosikan produk atau jasanya. Sehingga persaingannya juga makin banyak. Oleh karena itu untuk bisa sukses di Instagram mau tidak mau harus benar-benar kreatif dalam membuat dan mengelola konten.
Sebenarnya, pada dasarnya jualan di instagram tidak melulu bergantung pada banyaknya followers. Ada juga kisah nyata pebisnis yang memiliki jumlah followers sedikit penjualannya menyaingi akun yang followersnya banyak. Ini semua sangat bergantung pada kualitas konten.
Dengan konten yang menarik dan berkualitas serta pengelolaan yang baik InsyaAllah jualan jadi lebih seru.
Tau kah saat pertama kali orang mengunjungi akun kita, yang pertama mereka lihat adalah profil. Bagi pengunjung, profil kita bisa menjadi tolak ukur mereka akan tertarik, dan percaya atau tidak melalui apa yang kita tampilkan pada profil.
1. Optimasi Profil Instagram
1. Foto Profil
- Foto profil harus sesuai dengan bisnis kita, bisa merupakan foto logo toko ataupun foto produk yang paling populer. Jangan pasang foto profil yang tidak relevan dengan bisnis kita ya.
- Foto profil di instagram berbentuk lingkaran, sesuaikan foto yang kita pasang jangan
sampai terpotong atau terihat tidak pas dengan garis lingkarnya.
2. Username
Username merupakan nama toko kita yang akan dikenal oleh customer dan followers kita. Selain name, username juga merupakan komponen pada profil yang berperan dalam pencarian di instagram. Oleh karena itu, pastikan hal berikut ini pada
username kita :
- Pilih username yang mencerminkan bisnis kita Pilih username yang unik sekaligus mudah diingat
- Jangan gonta ganti username. Karena akan membuat customer bingung
3. Nama :
- Isi dengan Nama bisnis atau nama yang mewakili deskripsi toko/bisnis kita.
Contoh :
Agen Produk Muslim Warung Umat Produk Muslim Anak, Herbal, dan Buku Agen Produk Herbal Muslim
4. Website :
- isi website dengan link yang bisa langsung mengarahkan calon pembeli closing. bisa diisi dengan link whatsapp atau web replika kita.
- bungkus link dengan layanan bit.ly agar bisa di track berapa yang sudah klik web
5. Menulis Bio :
Penulisan Bio yang bagus mempunyai beberapa hal dibawah ini: 1. Deskripsi singkat dan padat siapa kita, apa yang kita lakukan 2. Mengandung click to action (website kita)
3. Gunakan Emoji
2.
Siapkan Hal Berikut Ini Sebelum Posting
1. Posting dengan tema yang konsisten dan menjaga kerapihan Feed
Posting dengan tema yang konsisten. Misalnya kita menjual produk Warung Umat yang notabene adalah produk-produk muslim, maka kita harus konsisten untuk posting hal-hal yang menargetkan konsumen
muslim. Jadi jangan tiba-tiba posting tentang hari valentine (hal-hal yang banyak perdebatan), atau jangan campur postingan keseharian di akun jualan kita ya.
Lalu untuk kerapihan feed sebenarnya cukup subjektif. contoh di bawah ini mungkin bisa jadi gambaran untuk mengatur layout feed agar lebih rapi.
2. Jam Posting
Kebanyakan netizen memang online di jam jam santai seperti : pagi : jam 8-10
siang : jam 12 - 2 siang saat jam makan siang malam : jam 8 malam
Tapi, kita juga bisa mengecek langsung jam aktif followers kita pada menu Insight/Wawasan. Sesuaikan jam posting kita dengan data hasil analisis instagram ya.
3. Posting Berapa Kali Dalam Sehari?
Jika akun kita adalah akun baru yang belum ada postingannya sama sekali, maka dalam sehari kita bisa posting sekitar 10 post di feed untuk mengisi kekosongan akunnya. Jika sudah rutin posting, dan feed mulai terlihat rapi, kita bisa posting 3 postingan dalam sehari: 1 di pagi, 1 di siang, 1 di malam hari.
4. Gunakan Hashtag Secara Tepat dan Benar
Hashtag yang tepat dan benar merupakan rahasia dalam jualan di Instagram. Karena hanya dengan hashtag yang benar dan tepat inilah yang bisa tetap mendatangkan pembeli biarpun followers kita masih sedikit. Dengan menambahkan hashtag yang tepat dan benar kita bisa mendapatkan kesempatan mendapatkan perhatian dari ribuan bahkan ratusan ribu pengguna instagram meskipun mereka bukan followers kita.
Hanya tambahkan hashtag yang berhubungan dan relevan dengan gambar yang kita posting ya. Gunakan 10-15 hashtag saja biarpun instagram memperbolehkan menggunakan hashtag sampai 30. Hal ini supaya konten kita tidak ditandai sebagai spam oleh Instagram.
5. Jadilah Aktif dalam Mengelola Akun
Tidak ada rumus pasti dalam menggunakan instagram. Namun, kita kembalikan instagram pada fungsi utamanya yaitu sebagai sosial media. Sehingga dalam menggunakannya kita harus bersosial. Bisa dimulai dengan follow akun yang memiliki minat sejenis. Dan jangan lupa aktif like dan comments di akun lain, misal di akun followers kita. Serta, 1 jam sehabis posting cek notifikasi dan balas segera jika ada yang memberikan komentar pada postingan kita.
6. Mulailah Posting
Sudah menyimak materi sebelumnya dengan seksama? Kalau sudah, langsung dicoba yuk. Mulai dari posting secara rutin dan konsisten dulu yaa nanti akan kelihatan hasilnya. Jangan lewatkan 1 hari
pun tanpa beraktifitas di akun kita, karena engagement/interaksi akun kita bisa turun. Nah disini lah
Sejak ada instagram story (IGS), sejenak pengguna instagram perlahan meninggalkan posting di feed dan sering mengecek IGS. Nah, kita juga harus memanfaatkan IGS untuk menarik perhatian followers.
IGS biasanya digunakan untuk mengupdate kegiatan yang baru saja terjadi atau kejadian terkini. Saat membuat IGS hasil yang di upload bisa dalam bentuk teks ataupun video. Karena sifatnya real time, IGS bisa memunculkan kedekatan antara pemilik akun dengan followers.
Followers pun bisa secara langsung mengomentari IGS yang dibuat oleh pemilik akun.
Untuk ketentuan posting IGS sebenarnya sama saja dengan posting di feed. bedanya konten di IGS hanya bertahan 24 jam, kecuali kita menjadikan kontennya menjadi highlight.
Fitur - Fitur IGS
Fitur-fitur yang ada di IGS cukup beragam dan pasti kita sudah cukup familiar dengan fitur tersebut. - Fitur Type untuk membuat IGS berupa tulisan
- Fitur Polling untuk membuat voting
- Fitur Question untuk membuat tanya jawab dengan followers - Fitur Highlight
- Dan masih banyak menu lainnya yang bisa dicek di instagram story.
Berapa Banyak Posting Instagram Story Dalam Sehari?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa semenjak awal kehadirannya fitur ini sedang populer di kalangan pengguna Instagram. Maka saat ini popularitas IGS bisa dibilang menandingi feed, oleh karena itu kita harus lebih banyak membuat IGS. Dan sejauh ini IGS sendiri tidak terlihat membatasi jumlah upload perhari. Kita bisa upload 20 hingga 30 IGS perharinya. Engagement/interaksi pada IGS juga cukup tinggi. Semakin bermanfaat, semakin orang melihat IGS kita, dan akun IGS kita pun akan selalu muncul di paling awal timeline mereka.
Eksplorasi Fitur yang Ada di IGS
Fitur yang ada pada IGS sangat beraneka ragam. Hal ini menuntut kita untuk lebih kreatif dan lebih original dalam menampilkan sebuah konten. Saat membuat IGS, disarankan jangan hanya upload gambar. Tapi pancing interaksi dengan fitur lainnya seperti adakan tanya jawab atau buatlah polling.
4. Dapatkan Followers
Follow for Follow (Akun Jualan Sejenis)
Cara pertama yang mudah dan bisa kita lakukan adalah melakukan follow for follow, temukan instagram-instagram besar dan lebih populer yang satu tema dengan produk-produk jualan kita.
Cobalah follow akun yang melakukan komentar di posting foto terbaru akun jualan tsb. Biasanya akun tersebut sedang online sehingga mendapatkan rasio follow back yang tinggi.
Follow Followers akun Selebgram
Cara ini sama dengan sebelumnya, hanya saja targetnya adalah followers dari selebgram yang kira-kira profilnya cocok dengan target produk jualan kita.
Penggunaan Hashtag yang Tepat
Gunakan hashtag yang tepat dan sesuai dengan maksud postingan kita. Misal posting produk anak, maka hashtag-nya harus berhubungan dengan anak. Dari hashtag akan muncul viewer baru yang mampir ke akun kita dan berpotensi menjadi follower.
Bangun Interaksi/Engagement (Komentar dan Like)
Kembali lagi instagram adalah media sosial, like dan komentar pada akun-akun yang sesuai target dan yang kita suka, natural saja.
Sambungkan ke Facebook
Jika akun instagram mempunyai akun facebook, maka dengan menyambungkan akun facebook akan memberitahukan ke teman-teman yang ada di friendlist kita jika mereka ada di instagram, hal tersebut membantu untuk mengumpulkan followers awal.
Untuk mendapatkan followers tidaklah instan, dan jumlah followers tidak selalu berbanding lurus dengan banyaknya penjualan. Maka, fokuslah untuk mendapatkan followers secara organik. karena followers yang sesungguhnya yang merupakan target jualan kita.
5. Baca Insight/Wawasan Akun
Berikut ini merupakan beberapa istilah yang ada di bagian insight/wawasan instagram. Silahkan dibaca untuk mengetahui maksud istilah tersebut ya..
Instagram secara keseluruhan – Profile analytics
Follower count: Jumlah akun yang lihat story kemudian menjadi followers kita. Impressions: Jumlah berapa kali semua postingan kita dilihat akun.
Reach: Jumlah akun yang telah melihat beberapa postingan kita. Profile views: Jumlah berapa kali profil kita dilihat.
Website clicks: Jumlah klik pada link website yang ada di bio profile kita.
Call clicks / Email clicks: jumlah klik untuk menghubungi atau mengirim email bisnis kita. Posts: Jumlah postingan yang sudah kita publish.
Mentions: Jumlah postingan yang menyebut akun kita.
Audience insights Instagram
Gender: Distribusi gender followers kita (pria atau wanita).
Age: Distribusi usia followers kita (13-17, 18-24, 25-34- 35-44, 45-54, 55-64, 65+). Top locations: Lima kota dan negara teratas tempat followers kita berada.
Followers – Hours: Waktu rata-rata (dalam jam) followers Kita berada di instagram pada setiap hari dalam
seminggu.
Followers – Days: Suatu hari dalam seminggu ketika followers kita paling aktif.
Postingan Instagram (Foto atau Video)
Impressions: Jumlah berapa kali sebuah postingan kita dilihat akun. Reach: Jumlah akun yang telah melihat sebuah postingan kita.
Likes: Jumlah akun yang menyukai sebuah postingan.
Comments: Jumlah komentar dalam sebuah postingan kita. Saved: Jumlah pengguna yang menyimpan sebuah postingan.
Engagement: Jumlah akun yang like (suka), save (menyimpan), atau comment (komentar pada sebuah
postingan kita.
Instagram Stories
Impressions: Jumlah berapa kali foto atau video tertentu dilihat lewat stories kita.
Reach: Jumlah pengguna yang melihat foto atau video tertentu di instagram stories kita. Exits: Jumlah berapa kali para pengguna pergi dari stories kita.
Replies: Jumlah balasan komentar di foto atau video tertentu pada stories.
People insights: Daftar akun yang telah melihat foto atau video tertentu dalam stories kita.
Sejak diperkenalkannya algoritma yang baru di instagram, mungkin tidak ada satu waktu terbaik untuk posting di instagram. Sebagai gantinya, masing-masing bisnis memiliki waktu yang tepat tersendiri untuk posting. Dengan analisis instagram, kita dapat menemukan waktu posting yang sempurna.
Dengan insights/wawasan instagram dari aplikasi instagram, kita dapat mengetahui hari-hari kapan follower kita paling aktif dan rata-rata mereka berada di instagram pada hari apa saja.
Kembangkan Konten Kita
Berdasarkan Kinerja atau Demografi
Pengikut
Dengan menggunakan insight/wawasan instagram, kita dapat dengan mudah mengetahui pos dan cerita teratas berdasarkan tayangan, jangkauan, dan keterlibatan. Setelah memilah-milah posting teratas, apakah Anda memperhatikan adanya tren? Coba lihat contoh berikut:
Kita dapat melihat konten mana saja yang berhasil mendapatkan interaksi/ engagement tinggi. Maka buatlah banyak konten dengan model seperti itu.
Nah lagi-lagi untuk memperoleh data yang cukup untuk dianalisa tentunya kita harus konsisten terlebih dahulu dalam memposting konten. baik di feed maupun di instagram story. Jika tidak, maka tidak ada data yang bisa bermanfaat bagi kita.
Nah, selamat menyelami insight/wawasan instagram yah!