• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Sains dan Teknologi Kesehatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Sains dan Teknologi Kesehatan"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA

PADA IBU HAMIL

Hilmah Noviandry R1*, Mifthahul Abidin 2*

Politeknik Negeri Madura 1,2*

*Corresponding author: [email protected]

PENDAHULUAN

Kehamilan Merupakan proses

fisiologis yang memberikan perubahan pada Ibu maupun lingkungannya. Dengan adanya kehamilan maka seluruh sistem gentalia wanita mengalami perubahan yang mendasar untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan janin dalam Rahim selama proses kehamilan berlangsung.

Selama proses kehamilan akan

menyebabkan perubahan fisikologis salah satunya yaitu pada sistem kardiovaskuler dimana pada ibu hamil akan mengalami peningkatan produksi sel darah meningkat ( Normal 4 juta/mm3 sampai dengan 5,5

juta/mm3). Namun tidak menutup

kemungkinan akan terjadi penurunan ,nilai

normal Hb ( 12-16 g/dl ) secara Menyolok ,yang disebut dengan Anemia Fisiologis . Dan jika nilai Hb menurun Sampai 35% atau Lebih, Ibu Hamil dalam Keadaan anemic [1]. Anemia itu sendiri merupakan Keadaan dimana Jumlah Sel darah merah atau jumlah Hemogloblin (Protein Pembawa Oksigen) dalam Sel darah Merah berada dibawah normal . Sel darah merah mengandung Heamoglobin, Yang memungkinkan mereka mengangkut

Oksigen dari Paru-Paru dan

mengantarkannya keseluruh tubuh [2]. Fenomena yang didapatkan di masyarakat proppo masih banyak ibu hamil yang mengalami anemia yang disebabkan karena tidak teratur minum tablet Fe dan konsumsi

Jurnal Sains dan Teknologi Kesehatan

Abstract. Penyakit anemia pada ibu hamil yaitu suatu keadaan dimana kadar haemoblobin

(Hb) darah kurang dari normal. Masih banyak ibu hamil yang mengalami anemia karena beberapa faktor yakni faktor pengetahuan, faktor dukungan suami dan faktor ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memepengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di puskesmas proppo kabupeten pamekasan.

Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan populasi sebanyak 36 responden yaitu semua ibu hamil yang mengalami kejadian anemia di Puskesmas Proppo Kabupaten Pamekasan. Metode sampling yang digunakan adalah Non Probability Total sampling dengan mengambil sampel sebanyak 36 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan pengolahan data menggunakan Coding,Editing, Tabulating dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi..

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar faktor pengetahuan hampir seluruhnya mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil (58%), faktor dukungan suami Sebagian besar mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak (53%), hampir seluruhnya (92%) faktor yang paling dominan yang mempengerahui kejadian anemia pada ibu hamil adalah status ekonomi responden.

Perlu adanya peningkatan kepedulian bagi perawat dan petugas kesehatan yang lain untuk memberi akses informasi yang tinggi dan adekuat untuk memberikan pemahaman pada ibu hamil tentang cara menghindari anemia selama kehamilan.

(2)

gizi dari kehamilan yang kurang. Menurut ibu hamil konsumsi nasi saja selama

kehamilan sudah cukup, tanpa

memperhatikan kebutuhan gizi selama kehamilan.

Anemia pada umumnya terjadi diseluruh dunia, Terutama di Negara berkembang ( developing countries ) dan pada kelompok sosio-ekonomi rendah. Pada kelompok dewasa, anemia terjadi pada wanita usia reproduksi, terutama wanita hamil dan wanita menyusui karena mereka yang banyak mengalami defisiensi Fe. Secara keseluruhan, anemia terjadi 45 % wanita dinegara berkembang dan 13 % di Negara maju ( developed contries ). Di Amerika, terdapat 12 % wanita usia subur ( WUS ) 15-49 tahun, dan 11 % wanita hamil usia subur mengalami anemia. Sementara presentase wanita hamil dari keluarga miskin terus meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan (8% anemia di Trimester 1, 12 % anemia di Trimester II dan 29 % anemia di trimester III) [3]. Berdasarkan [4] pravalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 37,1%. Pemberian tablet Fe di Indonesia pada tahun 2012 sebesar 85%. Berdasarkan data yang didapatkan di puskesmas proppo jumlah ibu hamil tahun 2017 sebanyak 599 ibu hamil dan yang mengalami anemia sebanyak 36 ibu hamil ( Survei data awal, 2018 ) .

Kejadia Anemia pada ibu hamil disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya Faktor pengetahuan, banyak ibu hamil yang tidak mengetahui tentang gejala anemia pada ibu hamil seperti halnya pucat sering pusing dan lemas, Mereka menganggap hal itu merupakan hal yang biasa terjadi pada ibu hamil. Faktor dukungan suami juga mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil banyak suami yang kurang mendukung terhadap Proses kehamilan sedangkan peran suami merupakan faktor dasar penting dalam proses kehamilan, Karena Selalu berada di sekeliling ibu hamil untuk selalu membantu ibu hamil dalam meningkatkan kepatuhannya mengkonsumsi tablet besi. Upaya ini sangat

penting dilakukan, sebab ibu hamil adalah seorang individu yang tidak berdiri sendiri, tetapi ia bergabung dalam sebuah ikatan perkawinan dan hidup dalam sebuah bangunan rumah tangga dimana faktor suami akan ikut mempengaruhi pola pikir dan perilakunya termasuk dalam memperlakukan kehamilan [5].

Status ekonomi juga

mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil masih banyak ibu hamil dengan status ekonomi yang rendah menganggap biaya perawatan, pemriksaan dan persalinan itu besar, sehingga untuk melakukan pemeriksaan kelas ibu hamil tidak lakukan karena kurangnya informasi, sedangkan pada ibu hamil dengan status ekonomi yang memadai akan mudah memperoleh informasi yang membutuhkan [6]. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan sel-sel tubuh termasuk sel-sel otak. Pada ibu hamil dapat mengakibatkan keguguran, lahir sebelum waktunya, Berat badan lahir rendah, Perdarahan sebelum dan selama persalinan bahkan dapat mengakibatkan kematian pada ibu dan janinnya. Ibu hamil dengan anemia zat besi tidak mampu memenuhi kebutuhan [7].

Berdasarkan permasalahan diatas, sebagai petugas kesehatan sebaiknya memberikan Pendidikan Kesehatan pada Ibu hamil tentang Anemia, serta dampak buruk dari anemia. Pendidikan kesehatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ( kognitif ) dan mengubah / memperbaiki perasaan (Afektif ) Misalnya perubahan sikap pendapat dan keyakinan, Penyuluhan tersebut dilakukan pada saat pelaksanaan kelas ibu hamil. Berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik untu meneliti tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di puskesmas proppo kabupaten pamekasan.

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Proppo Kabupaten Pamekasan

(3)

3

METODE

Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, dimana peneliti hanya menggambarkan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Proppo Kabupaten Pamekasan. Pada penelitian ini populasinya adalah Semua ibu hamil yang mengalami anemia di puskesmas proppo kabuapten pamekasan sebanyak 36 orang, dengan menggunakan tekhnik sampling total populasi yaitu cara pengambilan sampel dengan cara mengambil semua anggota populasi menjadi sampel [8]. Variable dalam penelitian ini adalah factor – factor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil yang meliputi factor pengetahuan, factor dukungan suami, factor ekonomi dan factor yang paling dominan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuisioner jenis dichotomy question, yang kemudian dilakukan pengolahan data secara Coding, Editing, Tabulating serta disajikan dalam bentuk tabel

dan narasi.

HASIL

Kecamatan Proppo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Kecamatan Proppo terdiri 27 (dua puluh tujuh) desa yang dilayani oleh 2 (dua) puskesmas yaitu UPTD Puskesmas Proppo dengan UPTD Puskesmas Panaguan. UPTD Puskesmas Proppo terletak disebelah barat Kabupaten Pamekasan dengan jarak dari ibu kota kabupaten sejauh 13 km dan dengan luas Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Proppo 30,15 Km2. Tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Proppo dalam memberikan pelayanan terdiri dari Dokter Umum 3 orang, Dokter Gigi 1 orang, Perawat Umum 39 orang, Bidan 20 orang, Sanitarian 1 orang, Nutrisionis 1 orang, Tenaga D1 Gizi 1 orang, Analis 2 orang , Pekarya 3 orang,Tenaga Tata Usaha 3 orang, Supir 1 orang Juru Kebun 1 orang.

Karakteristik Responden

Responden memiliki karakteristik dalam penelitian dapat dilihat tabel.

Tabel 1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan usia ibu di Puskesmas Proppo tahun 2018.

Berdasarkan tabel 1 di atas, dapat diketahui bahwa dari Sebagian besar responden berumur 21-15 tahun Sebanyak 24 responden (67%) dan tidak Satupun Responden yang berumur < 20 tahun Sebanyak 0 responden (0%).

Tabel 2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan tingkat pendidikan di Puskesmas Proppo tahun 2018. No Pendidikan Frekuensi (n) Presentase % 1 Tidak sekolah-tidak tamat SD 0 0 2 SD 8 22 3 SMP 14 39 4 SMA 11 31 5 Perguruan Tinggi 3 8 Total 36 100

Berdasarkan Tabel 2 di atas, dapat diketahui bahwa hampir setengahnya responden berpendidikan SMP sebanyak 14 responden (39%) dan tidak satupun responden yang tidak sekolah-tidak tamat SD Sebanyak 0 Responden (0%).

No Umur ibu Frekuensi (n) Presentase %

1 < 20 Tahun 0 0

2 21-25 Tahun 24 67

3 26-30 Tahun 8 22

4 > 30 Tahun 4 11

(4)

Tabel 3 Distribusi frekuensi

responden berdasarkan

pekerjaan ibu di Puskesmas Proppo tahun 2018.

No Pekerjaan Frekuensi (n) Presentase %

1 Ibu rumah tangga 12 33

2 Pns 3 8

3 Swasta 1 3

4 Wiraswasta 4 11

5 Petani 6 12

Total 36 100

Berdasarkan Tabel 3 di atas, dapat diketahui bahwa hampir Setengahnya Responden pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga Sebanyak 12 responden (33%) dan Sebagian kecil responden pekerjaannya Swasta sebanyak 1 responden (3%).

Tabel 4 Distribusi frekuensi

responden berdasarkan

sumber informasi yang

didapat di Puskesmas

Proppo tahun 2018.

No Sumber Informasi Frekuensi (n) Presentase % 1 Media elektronik 3 8 2 Media massa 2 6 3 Petugas kesehatan 26 72 4 Orang lain 5 14 5 Tidak.pernah mendapat informasi 0 0 Total 36 100

Berdasarkan Tabel 4 di atas, dapat diketahui bahwa Sebagian besar Responden mendapatkan sumber informasi dari petugas kesehatan sebanyak 26 (72%) dan tidak satupun responden tidak pernah mendapat informasi sebanyak 0 responden (0%).

Tabel 5 Distribusi frekuensi

responden berdasarkan

urutan kehamilan di

Puskesmas Proppo tahun 2018.

No Umur ibu Frekuensi (n) Presentase % 1 Kehamilan pertama 8 22 2 Kehamilan kedua 23 64 3 Kehamilan Ketiga 5 14 4 Kehamilan > 4 0 0 Total 36 100

Berdasarkan Tabel 5 di atas, dapat diketahui bahwa 36 responden hampir Setengahnya Responden merupakan urutan kehamilan kedua sebanyak 23 responden (64%) dan tidak satupun Responden hamil yang ke > 4 sebanyak 0 responden (0%).

Tabel 6 Distribusi frekuensi

responden berdasarkan

status ekonomi di Puskesmas Proppo tahun 2018.

No Status ekonomi Frekuensi (n) Presentase %

1 < 500.000 5 14

2 500.000 – 1.000.000 28 78

3 > 1.000.000 3 8

Total 36 100

Berdasarkan Tabel 6 di atas, dapat diketahui bahwa dari hampir Seluruh Responden yang status ekonominya 500.000 - 1.000.000 Sebanyak 28 responden (78%) dan sebagian kecil Responden yang status ekonominya > 1.000.000 sebanyak 3 responden (8%).

(5)

5

Data khusus

Tabel 7 Distribusi Frekuensi faktor yang mempengaruhi kejadian

anemia pada ibu hamil

berdasarkan pengetahuan di puskesamas proppo kabupaten pamekasan tahun 2018.

Pengetahuan Frekuensi Presentase %

Mempengaruhi 21 58

Tidak mempengaruhi 15 42

Jumlah 36 100

Berdasarkan tabel 7 diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar faktor pengetahuan dari responden adalah hampir seluruhnya mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 21 responden (58%), dan hampir setengahnya faktor pengetahuan tidak Mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 15 Responden (42%).

Tabel 8 Distribusi Frekuensi faktor

yang mempengaruhi

kejadian anemia pada ibu

hamil berdasarkan

Dukungan suami di

puskesamas proppo

kabupaten pamekasan tahun 2018.

Berdasarkan table 8 diatas dapat diketahui bahwa faktor dukungan suami dari responden adalah Sebagian besar mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 19 responden (53%), dan hampir setengahnya faktor dukungan suami Mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 17 Responden (47%).

Tabel 9 Distribusi Frekuensi faktor

yang mempengaruhi

kejadian anemia pada ibu hamil berdasarkan factor

ekonomi di puskesamas

proppo kabupaten

pamekasan tahun 2018.

Pengetahuan Frekuensi Presentase

Mempengaruhi 33 92

Tidak mempengaruhi 3 8

Jumlah 36 100

Berdasarkan tabel 9 diatas dapat diketahui bahwa dari faktor ekonomi dari responden adalah hampir seluruhnya mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 33 responden (92%), dan sebagian kecil factor ekonomi tidak mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 3 Responden (8%).

Tabel 10 Distribusi Frekuensi faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil yang paling dominan di puskesamas proppo kabupaten pamekasan tahun 2018.

Tabel 10 Tabulasi silang dukungan orang tua dengan prestasi siswa boarding school di SDI. Mambaul Ulum Powak Tlonto Raja Kec. Pasean Kabupaten Pamekasan tahun 2019 menunjukkan bahwa dari 11 orang (32%) yang memiliki dukungan baik, mendapatkan prestasi yang sangat memuaskan sebanyak 9 orang, prestasi memuaskan 2 orang dan tidak satupun yang memiliki prestasi kurang.

Pengetahuan Frekuen si Presentase Mempengaruhi 19 53 Tidak mempengaruhi 17 47 Jumlah 36 100 No Faktor-faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian Anemia Kategori Total Mempengaruhi Tidak mempengaruhi F P% F P% F P% 1 Pengetahuan 21 58 15 42 36 100 2 Dukungan Suami 23 64 13 36 36 100 3 Status ekonomi 33 92 3 8 36 100

(6)

PEMBAHASAN

Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian dalam tabel 7 di atas dapat ketahui bahwa sebagian besar faktor pengetahuan dari responden adalah hampir seluruhnya mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 21 responden (58%), dan hampir setengahnya faktor pengetahuan tidak Mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 15 Responden (42%).

Hasil penelitian responden yang didapatkan dapat diketahui bahwa hampir Setengahnya Responden berpendidikan SMP sebanyak 14 responden (39%), semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang mempengaruhi pengetahuan tentang faktor yang mempengaruhi kejadian anemia. Hal ini terbukti pendidikan merupakan modal utama yang sangat diperlukan oleh seseorang untuk menjalankan hidupnya dengan baik.

Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh [9], pendidikan dapat membawa wawasan ataupun pengetahuan seseorang. Secara umum, seseorang yang berpendidikannya lebih tinggi akan mempunyai pengetahuan yang lebih luas dibandingkan dengan seseorang yang tingkat pengetahuannya lebih rendah. Dengan pendidikan, seseorang akan mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mengetahui mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak seharusnya dilakukan.

Pendidikan ibu tingkat pendidikan sangat mempengaruhi bagaimanan seseorang untuk bertindak dan mencari penyebab serta solusi dalam hidupnya. Orang yang berpendidikan tinggi biasanya akan bertindak lebih rasional. Oleh karena itu orang yang berpendidikan akan lebih mudah menerima gagasan baru. Demikian halnya dengan ibu yang berpendidikan tinggi akan memeriksakan kehamilannya secara teratur demi menjaga keadaan kesehatan dirinya dan anak dalam kandungannya[10].

Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Tingkat rendahnya pendidikan eret kaitannya dengan tingkat pengertian tentang zat bezi (Fe) serta kesadarannya terhadap konsumsi tablet (Fe) untuk ibu hamil. Keadaan defisiensi besi ibu hamil sangat ditentukan oleh banyak faktor antara lain tingkat pendidikan ibu hamil. Tingkat pendidikan ibu hamil yang rendah akan mempengaruhi penerimaan informasi sehingga pengetahuan tentenga zat besi (Fe) menjadi terbatas dan berdampak pada terjadinya defisiensi besi[11].

Faktor dukungan suami jika berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian dalam tabel 8 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 19 responden (53%), dan hampir setengahnya faktor dukungan suami mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 17 Responden (47%).

Dalam kehamilan seorang ibu banyak memerlukan dukungan dari keluarga terutama suami, agar ibu hamil dapat menjalani masa kehamilannya dengan nyaman, karena suami merupakan orang terdekat dengan ibu dalam keluarga. Bentuk dukungan suami yang diberikan dapat berupa dukungan emosional Seperti individu yang menghadapi sebuah persoalan atau masalah akan terasa terbantu jika adanya dukungan yang mau mendengarkan dan memperhatikan masalah yang sedang dihadapi, dukungan penilaian keluarga bertidak sebagai penengah seperti menjadi fasilitator dalam pemecahan masalah yang sedang dihadapi, dukungan instrumental seperti dalam hal pengawasan, mencarikan solusi yang dapat membantu ibu hamil dalam melakukan kegiatan dan dukungan informasional seperti keluarga atau suami menjadi pencari informasi untuk ibu hamil dalam mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi ibu hamil.

(7)

7 Hal ini sesuai dengan yang di uraikan oleh [9] Yaitu Dukungan suami merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam mempengaruhi masa kehamilannya. Hal ini dikarenakan dukungan suami merupakan strategi koping penting pada saat menghadapi stres dan berfungsi sebagai preventif untuk mengurangi stress selama kehamilan.

Dukungan suami sebagai salah satu wujud rasa cinta kasih, tanggung jawab, perhatian, dan fungsi suami sebagai kepala rumah tangga yang melindungi, mengayomi, dan mengasihi istri dan anak-anaknya. Suami dengan usia kematangan dewasa perlu memiliki kesadaran yang tinggi mengenai pentingnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi selama periode kehamilan. Sebab, kebutuhan zat besi bagi ibu mengalami peningkatan guna memenuhi asupan zat besi baik bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya. Oleh sebab itu, dukungan suami sangat penting dalam menumbuhkan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi [12].

Adanya dukungan suami dari pihak keluarga dapat mendorong ibu hamil untuk lebih bersemangat dalam menghadapi perubahan – perubahan yang terjadi selama kehamilannya termasuk menjaga kesehatan kehamilannya melalui peningkatan kunjungan kehamilan dan konsumsi tablet besi. [13] juga menyebutkan Ibu hamil yang mendapatkan perhatian dan dukungan suami dan keluarga cenderung lebih mudah menerima dan mengikuti nasihat yang diberikan oleh petugas kesehatan dibandingkan dengan ibu hamil yang kurang mendapatkan perhatian dan dukungan dari suami dan keluarga. Peran serta keluarga (khususnya suami) adalah sebagai faktor penting yang ada di sekeliling ibu hamil dengan memberdayakan anggota keluarga terutama suami untuk ikut membantu para ibu hamil dalam meningkatkan kepatuhannya mengonsumsi tablet besi. Menurut [14], suami adalah orang yang terdekat dengan

ibu hamil, yang dapat menciptakan lingkungan fisik dan emosional yang mendukung kesehatan dan gizi ibu hamil. Kepeduliannya dalam memperhatikan kesehatan ibu hamil khususnya dalam memonitor konsumsi tablet besi setiap hari diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi. Factor ekonomi juga mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil. Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa faktor ekonomi dari responden adalah hampir seluruhnya mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 33 responden (92%), dan sebagian kecil factor ekonomi tidak mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 3 Responden (8%).

Social ekonomi berupa pendapatan, berkaitan erat dengan status ekonomi yang mana hasil penelitian yang telah dilakukan oleh [15] menjelaskan bahwa adanya hubungan antara sosial ekonomi dengan kejadian anemia. Tingkat sosial ekonomi terbukti sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil. Pada ibu hamil dengan tingkat sosial ibu hamil yang baik otomatis akan mendapatkan kesejahteraan fisik dan psikologi yang baik pula. Status gizi pun akan meningkat karena nutrisi yang didapatkan berkualitas, selain itu ibu tidak akan terbebani secara psikologis mengenai biaya persalinan dan pemenuhankebutuhan sehari-hari setelah bayinya lahir.

Faktor – faktor yang mempengaruhi gizi ibu hamil terutama dengan anemia salah satunya status ekonomi, karena ekonomi seseorang mempengaruhi dalam pemilihan makanan yang akan dikonsumsi sehari – hari. Seorang dengan ekonomi tinggi kemudian hamil maka kemungkinan besar sekali gizi yang dibutuhkan tercukupi ditambah lagi adanya pemeriksaan membuat gizi ibu semakin terpantau. Kurangnya pendapatan keluarga menyebabkan lokasi dan untuk pembelian makanan sehari-hari

(8)

sehingga mengurangi jumlah dan kualitas makanan ibu perhari yang berdampak pada penurunan status gizi yang umum pada perempuanadalah anemia, karena secara fisiologis mengalami menstruasi setiap bulan. Sumber makanan untuk mencegah anemia umumnya berasal dari sumber proteinyang lebih mahal dan sulit terjangkau oleh mereka yang berpenghasilan rendah. Kekurangan tersebut memperbesar resiko anemia pada remaja dan ibu hamilserta memperberat kesakitan pada ibu dan pada bayi baru lahir. Anemia berperan terhadap tingginya angka kematian ibu dan semakin meningkat seiring dengan pertambahan uasia kehamilan [15].

Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dari beberapa factor yang diteliti didapatkan data bahwa factor yang paling dominan dalam mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Proppo Kabupaten Pamekasan tahun 2018 adalah faktor Status ekonomi yaitu hampir seluruhnya kejadian Anemia Pada Ibu hamil dipengaruhi oleh faktor ekonomi, yaitu sebanyak 33 responden (92%).

status ekonomi adalah kedudukan seseorang atau keluarga dimasyarakat berdasarkan pendapatan perbulan. Tingkat sosial ekonomi terbukti sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil. Pada ibu hamil dengan tingkat sosial ibu hamil yang baik otomatis akan mendapatkan kesejahteraan fisik dan psikologi yang baik pula. Status gizi pun akan meningkat karena nutrisi yang didapatkan berkualitas, selain itu ibu tidak akan terbebani secara psikologis mengenai biaya persalinan dan pemenuhankebutuhan sehari-hari setelah bayinya lahir

.

[16]. Menurut [6], peran status ekonomi dalam kesehatan sangat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang dan cenderung mempunyai ketakutan akan besarnya biaya untuk pemeriksaan, perawatan, kesehatan dan persalinan.

Dan ibu hamil dengan status ekonomi yang rendah akan lebih berkurang pencapaian pelayanan

kesehatannya karena mereka berfikiran besarnya biaya untuk pemeriksaan, perawatan dan biaya persalinan, dalam hal ini perlu ditingkatkan lagi bimbingan dan layanan bagi ibu hamil dengan status ekonomi yang rendah dengan menfaatkan fasilitas yang disediakan puskesmas dan posyandu terdekat.

Untuk itu diperlukan suatu pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia pada ibu hamil dengan mengonsumsi sayur-sayuran yag banyak mengandung zat besi yaitu daun bayam, kangkung dan Brokoli dimana sayuran tersebut tidak harus dibeli dengan uang yang banyak. Sehingga anemia pada ibu hamil dengan status ekonomi yang sedang dapat diperbaiki dengan mengkonsumsi makanan dan sayuran dari jenis daun bayam, kangkung dan Brokoli.

Keterbatasan penelitian ini salah satunya adalah kesulitan mengatur waktu untuk bertemu dengan ibu hamil karena ibu hamil bekerja sebagai petani, serta memerlukan kerjasama dengan tokok masyarakat maupun kader posyandu untuk menadapatkan data yang dibutuhkan untuk keperluan penelitian. Factor budaya dengan mempercayai tokoh masyarakat masih melekat di masyarakat Proppo. Sedangkan kelebihan dalam penelitian ini adalah untuk mendeteksi penyebab kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Proppo Kabupaten Pamekasan sehingga denga mengetahui factor tersebut dapat dijadikan sebagai pemikiran tindak lanjut dalam menangani anemia pada ibu hamil untuk mencegah kejadian angka kematian ibu terutama di daerah Pamekasan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dari pengumpulan data yang telah dilakukan di Puskesmas Proppo Kabupaten Pamekasan mengenai Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia, dapat diambil kesimpulan bahwa faktor Yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu

(9)

9 hamil yakni hampir seluruhnya faktor pengetahuan mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil, sebagian besar faktor dukungan suami mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil dan faktor ekonomi hampir seluruhnya mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil. Sedangkan faktor yang paling dominan yakni factor status ekonomi yaitu Hampir seluruhnya mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Ana Mariza. 2016. Hubungan Pendidikan dan Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di BPS T Yohan Way Halim Bandar Lampung. Jurnal Kesehatan Holistik. Vol 10 : 5-8

[2] Desmawati. 2013. Sistem Hematologi & IMunologi Asuhan Keperawatan Umum Dan Maternitas Dilengkapi Dengan Latihan Soal-Soal. Jakarta: IN MEDIA

[3] Departemen Kesehatan RI. 2012. Survey Demografi Kesehatan Indonesia. Jakarta.

[4] Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). 2013. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan RI Tahun 2013.

[5] Friedman, M. 2010. Buku Ajar Keperawatan keluarga : Riset, Teori, dan Praktek. Edisi ke-5. Jakarta: EGC.

[6] Depkes RI., 2011. Panduan Pelayanan Antenatal. Jakarta : Depkes RI.

[7] Atik Purwandari, Freike Lumy, anda Feybe Polak, 2016. Faktor – factor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia. Jurnal Ilmiah Bidan, Vol 4 no.1, hal 62-67.

[8] Hidayat Alimul Aziz, A. 2010. Riset Kperawatan dan Tekhnik Penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba Medika [9] Notoatmodjo,S. 2009. Promosi

Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.

[10] Walyani Elisabeth, Siwi. 2015. Asuhan Kebidanan. Yogyakarta

.

[11] Elisabeth,Lalita. 2013. Asuhan

Kebidanan kehamilan. In Media.

[12] Agustina Maunaturrohmah. 2013. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan kejadian Anemia Defisiensi Zat Besi Pada Ibu Hamil. Jurnal Ilmiah Kesehatan STRADA, Vol 2, No 1. Hal 1-6

[13] Manuaba. 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan Dan KB. Jakarta: EGC

[14] Luthvi Nirma Alfiani. Hubungan Dukungan Suami Dengan

Kepatuhan Ibu Hamil

Mengkonsumsi Tablet Besi Di Puskesmas Piyungan Bantul. KTI. 2015

[15] Ana Mariza. Hubungan Pendidikan Dan Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di BPS T Yohan Way Halim Bandar Lampung. Jurnal Kesehatan Holistik, Vol 10 No 1. 2016

[16] Marni. 2011. Asuhan Kebidanan Pada Masa Antenatal. Yogyakarta

(10)
(11)

Gambar

Tabel 1  Distribusi  frekuensi  responden  berdasarkan  usia  ibu  di  Puskesmas Proppo tahun 2018
Tabel 3   Distribusi  frekuensi  responden  berdasarkan  pekerjaan  ibu  di  Puskesmas  Proppo tahun 2018

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0,000 (p&lt;0,05) yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia

Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil penilaian Kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang diterapi dengan CAPD adalah baik dan

Didapatkan hasil bahwaterdapat beberapa faktor penyebab kejadian anemia yang dialami remaja yaitu kurangnya pengetahuan anemia dan asupan gizi sehingga mempengaruhi

Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental One group pre and posttest design bertujuan mengetahui pengaruh pemberian bawang putih dan bawang bombay

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai Analisis Hubungan Motivasi Konsumsi Tablet Fe terhadap Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Rembang II

Berdasarkan hasil analisis data, simpu- lan dari penelitian ini yaitu variabel yang ber- hubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Purwoharjo Ka-

Kemudian dilakukan uji citra berdasarkan hasil training sehingga didapatkan label untuk citra jalan berlubang dan tidak berlubang 2.3 Sumber Data Sumber data penelitian ini berupa

Hasil Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai hubungan faktor resiko dengan kejadian anemia di MAS PP Nuruddin didapatkan hasil distribusi frekuensi dari analisis univariat