• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL DIANA PUTRI NPM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL DIANA PUTRI NPM"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR, SUMBER BELAJAR DAN

KELENGKAPAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PRESTASI

BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS DI SMA N 1 V

KOTO KAMPUNG DALAM KABUPATEN PADANG

PARIAMAN

JURNAL

DIANA PUTRI

NPM.12090261

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT

PADANG

2017

(2)

HALAMAN PENGESAHAN JURNAL

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR,

SUMBER

BELAJAR DAN

KELENGKAPAN PERPUSTAKAAN TERHADAP

PRESTASI

BELAJAR EKONOMI

SISWA

KELAS

XI

IPS DI SMA

N

1

V

KOTO KAMPUNG

DALANI KABUPATEN PADANG

PARIAMAN

Oleh: DIANA PUTRI

12090261

Artikel ini disusun berdasarkan skripsi untuk wisuda tahun 2017 dan telah dip e riks a/disetuj u i o I e h ke du a p em bimbin g

Padang, Februari 2017 Disetujui Pembimbing

I

Pembi

\ ---'

--':fi-,a-""

\

(3)

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR, SUMBER BELAJAR DAN

KELENGKAPAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PRESTASI

BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS DI SMA N 1 V

KOTO KAMPUNG DALAM KABUPATEN PADANG

PARIAMAN

Oleh :

Diana Putri1, Nilmadesri Rosya2, Dessyta Gumanti3

Jl. Gunung Panggilun No.1 Padang Sumatera Barat, Telp. (0751) 7053731–Fax (0751) 7053826 Email:[email protected],

[email protected],[email protected]

1

Mahasiswa-prodi-pendidikan-ekonomi

2.3

Dosen STKIP PGRI Sumbar

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kemandirian belajar, sumber belajar dan kelengkapan perpustakaan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XII IPS di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemandirian belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar

0,176

dengan nilai thitung

3,674

> ttabel sebesar 1,9879. (2) sumber

belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa yang ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar

0,438

dengan nilai thitung sebesar

5,614

> ttabel

1,9879. (3) kelengkapan perpustakaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar yang ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar

0,262

dengan nilai thitung,

3,204

> ttabel sebesar 1,9879. (4) kemandirian belajar, sumber belajar dan kelengkapan

perpustakaan secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa yang ditunjukkan oleh nilai Fhitung

76,009

> Ftabel 2,71 dengan taraf

signifikan sebesar 0,000 < = 0,05. Hal ini berarti Haditerima dan H0ditolak. Kata Kunci: Kemandirian Belajar, Sumber Belajar dan Kelengkapan Perpustakaan

ABSTRACT

This study aims to determine and analyze the influence of independent learning,

learning resources and completeness of the library to the learning achievement of

economic class XII IPS in SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Padang Pariaman

district. The results showed that (1) independent learning positive and significant

effect on learning student achievement indicated by coefficient value of 0.176 with

3.674 t

count

> t

table

of 1.9879. (2) learning resources and significant positive effect

on student achievement indicated by coefficient value of 0.438 with 5.614 t

count

>

t

table

1.9879. (3) fittings library positive and significant effect on learning

achievement indicated by coefficient value of 0.262 with t

count

, 3.204 > t

table

of

1.9879. (4) independent learning, learning resources and library completeness

together positive and significant impact on student achievement indicated by the

value of F

count

76.009> F

table

2.71 with a significant level of 0.000 <α = 0.05. This

means H

a

accepted and H

0

is rejected.

(4)

PENDAHULUAN

Perkembangan suatu negara tidak akan terlepas dari sumber daya manusia yang ada di dalam negara tersebut. Untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas maka suatu negara juga

membutuhkan pendidikan yang

berkualitas. Pendidikan dikatakan berkualitas apabila hasil yang diperoleh pihak-pihak terkait memuaskan. Salah satu indikator untuk menilai keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari prestasi belajar selama menempuh masa pendidikan. Menurut (Tirtonegoro, 2001:43) yang dimaksud prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha dari kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu.

Keberhasilan proses pembelajaran siswa dapat dilihat dari tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan di sekolah. Pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman masih terlihat sulit bagi siswa, dimana prestasi belajar siswa yang tergolong rendah. Hal ini dilihat dari nilai kognitif siswa seperti yang terdapat pada tabel 1 berikut:

Tabel 1. Rata-rata Nilai Ujian Akhir Semester Genap Mata Pelajaran Ekonomi Siswa kelas XI IPS

Berdasarkan tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa rata-rata nilai UAS kelas XI IPS tidak ada satu pun siswa yang memperoleh nilai di atas KKM. Dimana

KKM yang ditentukan sekolah adalah 75. Ini merupakan permasalahan serius yang harus dituntaskan oleh pihak sekolah. Prestasi belajar merupakan proses akhir dari pembelajaran di sekolah yang ditunjukan melalui nilai yang diberikan oleh guru dari sejumlah bidang studi yang telah dipelajari oleh peserta didik.

Setiap pembelajaran tentu menginginkan hasil yang maksimal. Keberhasilan siswa dalam pembelajaran semata-mata bukan karena memiliki kecerdasan saja melainkan banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya. Untuk mengetahui permasalahan tersebut perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa menurut (Slameto, 2010:54-71) ada faktor eksternal dan internal. Berdasarkan teori diatas diduga faktor yang mempengaruhi prestasi belajar akademik yang diperoleh siswa rendah yaitu: kemandirian belajar, sumber belajar dan kelengkapan perpustakaan.

Dari observasi awal yang dilakukan oleh peneliti pada bulan Oktober 2016 terhadap 89 orang siswa kelas XII IPS pada mata pelajaran Ekonomi fenomena yang ada pada faktor kemandirian belajar adalah kemandiriannya masih kurang karena banyak ditemukan di kalangan siswa yang tidak mengerjakan tugas sampai selesai dan masih ada sebagian siswa yang tidak mengumpulkan tugas pada waktu yang telah ditentukan. Hal ini dilihat dari nilai tugas mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS yang masih banyak memperoleh nilai di bawah KKM, dimana KKM yang ditentukan sekolah adalah 75. Kurangnya kemandirian belajar siswa disebabkan karena masih banyak ditemukan di kalangan siswa yang kurang mengefektifkan waktu belajar baik di sekolah maupun di rumah

.

Rendahnya kemandirian belajar ini ditunjukkan dengan siswa menunggu untuk diperintah oleh orang lain dalam belajar terutama dalam mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah (PR), siswa menyontek hasil

Kelas KK M Juml ah Siswa Siswa yang tuntas Siswa yang tidak tuntas Jumlah Jumlah XI IPS1 75 28 - 28 XI IPS2 75 30 - 30 XI IPS3 75 29 - 29 XI IPS4 75 28 - 28 Jumlah 115

(5)

pekerjaan temannya karena merasa malas dan tidak yakin akan kemampuan diri sendiri, dan siswa belum bisa mengatur dan mengelola diri untuk kegiatan belajar.

Selanjutnya fenomema yang terjadi pada faktor sumber belajar adalah jaringan Wifi yang telah diberikan pihak sekolah untuk mencari tugas siswa, agar siswa tidak merasa kesulitan dalam mencari tugas yang telah diberikan guru. Tetapi masih banyak ditemukan siswa yang tidak mengerti dalam penggunaan internet, sehingga mereka kesulitan dalam mencari tugasnya. Jumlah koran yang berlangganan dengan sekolah pun belum memadai, sehingga siswa kesulitan dalam mencari tugas seperti mencari berita di dalam koran. Labor yang terdapat di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman juga belum memadai, sehingga siswa kesulitan dalam melakukan praktek karena seringkali terjadi pembentrokan jadwal praktek dengan jurusan lainnya sehingga siswa menggunakan kelas untuk melakukan praktek. Masalah lain tentang sumber belajar yaitu kurangnya jumlah komputer yang diberikan sekolah untuk siswa melakukan praktek komputer, sehingga dengan masalah ini membuat siswa kesulitan dalam belajar praktek komputer karena sebagian dari mereka menggunakan satu kompter dua orang siswa.

Fenomena yang terjadi pada faktor kelengkapan perpustakaan adalah kelengkapan perpustakaannya juga belum memadai dilihat dari fasilitas yang diberikan pihak sekolah seperti jumlah meja dan kursi yang masih sedikit. Adapun jumlah pegawai di perpustakaan di sekolah tersebut sebanyak 4 orang dan ada 3 aturan dalam menjalankan perpustakaan tersebut yaitu perpustakaan dibuka dari jam 08.00 s/d 13.00, siswa yang meminjam buku wajib melapor ke pengelola perpustakaan selama 1 bulan sekaligus memperlihatkan buku tersebut dan bagi siswa yang terlambat melaporkan buku dikenakan denda Rp200/buku.

Jumlah buku di sekolah belum memadai, khususnya buku paket ekonomi. Jumlah buku paket ekonomi yang tersedia untuk kelas XI yaitu sebanyak 76 buah buku, sedangkan jumlah siswanya sebanyak 115 orang dan kelas XII terdapat sebanyak 80 buah buku sementara jumlah siswa sebanyak 132 orang. Hal ini juga menjadi perhatian penting untuk pihak sekolah agar bisa memenuhi kebutuhan siswa dalam mendapatkan buku yang mereka inginkan.

TINJAUAN PUSTAKA Prestasi Belajar

Pengertian prestasi belajar menurut (Wardoyo, 2012:36) adalah hasil maksimal yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar mengajar yang diwujudkan dalam bentuk angka, huruf maupun tingkah laku lain dalam waktu atau periode tertentu sedangkan menurut (Wardoyo, 2012:92) prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar

.

Menurut (Sudjana, 2014:3) prestasi belajar pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sedangkan menurut (Syafruddin, 2004:25) prestasi belajar yang diperoleh adalah prestasi belajar yang bersifat proses pada saat kegiatan belajar, misalnya penguasaan pengetahuan mengenai fakta, teori, istilah-istilah, pendapat dan lain sebagainya. Menurut (Tirtonegoro, 2001:43) yang dimaksud prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha dari kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu. Dan menurut (Thohirin, 2005:151) prestasi belajar merupakan apa yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar itu merupakan hasil yang diperoleh oleh siswa setelah melakukan kegiatan proses belajar

(6)

mengajar dan untuk melihat sejauh mana siswa mencapai tujuan yang diinginkan yang diberikan dalam bentuk simbol, huruf ataupun angka.

Kemandirian Belajar

Menurut (Nursobah, 2009:28) remaja yang memperoleh kemandirian adalah remaja yang dapat memiliki kemampuan untuk mengatur diri sendiri secara bertanggung jawab, meskipun tidak ada pengawasan dari orang tua ataupun guru. Menurut pendapat (Nursobah, 2009:78) pembelajaran mandiri dapat menjadikan siswa berhasil. (Prasasti,

2004:2) mengemukakan bahwa

kemandirian adalah kemampuan untuk melakukan kegiatan atau tugas sehari-hari atau dengan sedikit bimbingan sesuai dengan tahapan perkembangan dan kapasitasnya. Menurut (Asrori, 2005:114) kemandirian merupakan suatu kekuatan internal individu yang diperoleh melalui proses individuasi. Proses individuasi adalah realisasi kedirian dan proses menuju kesempurnaan.

Menurut (Hamzah, 2007:51) metode belajar yang sesuai kecepatan sendiri juga disebut belajar mandiri. Maksud dari kecepatan sendiri adalah siswa memiliki tanggung jawab sendiri, sesuai dengan kecepatan sendiri untuk menciptakan belajar yang berhasil. Menurut (Desmita, 2011:185) kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, membuat keputusan-keputusan sendiri serta mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang lain. Menurut (Mutadin, 2002:19) kemandirian adalah suatu sikap individu yang diperoleh secara kumulatif selama perkembangan dimana individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam menghadapi situasi lingkungan, sehingga individu pada akhirnya akan mampu berfikir dan bertindak sendiri.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, kemandirian belajar adalah suatu

aktivitas belajar yang dilakukan oleh siswa atau kemauannya sendiri dengan tidak bergantung pada orang lain, serta mempunyai rasa percaya diri yang tinggi dalam menyelesaikan tugasnya.

Kelengkapan Perpustakaan

Kelengkapan perpustakaan sekolah biasanya mengacu pada standar yang telah ada. Standar yang telah ada tersebut yang mengatur adalah Rancangan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (2009)

meliputi, “standar koleksi perpustakaan,

standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar tenaga perpustakaan

dan standar pelayanan perpustakaan”.

Menurut KBBI dalam (Suharyoto, 2014:42) perpustakaan mempunyai dua pengertian, yaitu bangunan untuk menyimpan buku dan koleksi atau kumpulan buku-buku.

Menurut Basuki dalam (Suwarno, 2010:31) menyatakan bahwa perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan yang lainnya yang biasa disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual. Menurut (Rahayuningsih, 2007:5) menyatakan bahwa kelengkapan perpustakaan mempengaruhi minat baca siswa sehingga agar minat baca siswa dapat meningkat maka sekolah harus menyediakan kelengkapan perpustakaan yang memadai. Karena perpustakaan dianggap sebagai guru kedua setelah guru yang ada di sekolah tersebut.

Menurut (Suryosubroto, 2002:205) perpustakaan sekolah adalah suatu unit kerja yang merupakan bagian integral dari lembaga pendidikan sekolah, yang berupa tempat penyimpana koleksi bahan pustaka yang dikelola dan diatur secara sistematis dengan cara tertentu untuk digunakan oleh siswa dan guru sebagai sumber informasi, dalam rangka menunjang program belajar mengajar di sekolah. Kelengkapan perpustakaan sangat penting dalam kegiatan menambah pengetahuan, karena

(7)

dengan kelengkapan perpustakaan akan memudahkan siswa dalam mencari buku yang diinginkan.

Menurut (Bafadal, 2011:5) perpustakaan sekolah adalah kumpulan bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan buku yang diorganisasi secara sistematis dalam suatu ruangan sehingga dapat membantu murid-murid dan guru dalam pembelajaran di sekolah. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, perpustakaan adalah tempat atau gedung, ruangan yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku untuk dibaca, dipelajari dan dibicarakan. Jadi dapat disimpulkan bahwa perpustakaan merupakan tempat yang mengelola bahan perpustakaan seperti buku, majalah dan sebagainya sebagai

sumber informasi. Menurut

(Hardiningtyas, 2012:1) perpustakaan merupakan sarana rekreasi yang tepat untuk anak bahkan diwaktu senggang pada saat di sekolah siswa seharusnya dibiasakan untuk membaca buku di perpustakaan.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan kelengkapan perpustakaaan yaitu sarana penunjang yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai tujuan untuk memperoleh pengetahuan dan informasi yang kita butuhkan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan asosiatif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman, yang beralamat di Jalan Kampung Pauh Kenagarian Campago pada bulan Oktober 2016

.

Adapun yang menjadi populasi yang akan diteliti adalah seluruh siswa kelas XII IPS yang berjumlah 115 orang. Mengingat jumlah populasi yang cukup besar, maka pengambilan sampel dilakukan dengan teknik propotional random sampling

dengan menggunakan rumus slovin dengan menggunakan nilai kritis 5%.maka

diperoleh jumlah sampel sebanyak 89 orang.

Adapun variabel dalam penelitian ini adalah variabel prestasi belajar sebagai variabel terikat (Y), kemandirian belajar (X1), sumber belajar (X2) dan kelengkapan

perpustakaan (X3) sebagai variabel

bebasnya.

Teknik analisis data yang di-gunakan adalah analisis regresi linear berganda.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Variabel Prestasi Belajar (Y)

Setelah melakukan penelitian terhadap 89 orang siswa mengenai prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi, maka secara terperinci didapat rata-rata Ujian Akhir Semesternya sebesar

38,764

, nilai tengah dari Ujian Akhir Semester sebesar 37,5, nilai Ujian Akhir Semester yang sering muncul sebesar 35, standar deviasi Ujian Akhir Semester sebesar

9,5496

, Ujian Akhir Semester terendah yaitu 20 dan Ujian Akhir Semester tertinggi yaitu 72,5. Kelas interval yang paling tinggi berada pada Ujian Akhir Semester antara 69-75 yaitu sebanyak 1 orang atau 1,1236%, sedangkan kelas inteval Ujian Akhir Semester yang paling rendah berada pada 20–26 yaitu sebanyak 7 orang atau

7.86517

%.

Deskripsi Variabel Kemandirian Belajar (X1)

Dapat diperoleh informasi bahwa skor rata-rata variabel kemandirian belajar adalah sebesar 3,69 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 73,86%. Hal ini membuktikan kemandirian belajar siswa berada pada kategori cukup baik. Tanggapan responden yang paling tinggi terletak pada indikator bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya sebesar 3,88 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 77,53%. Sedangkan tanggapan responden paling rendah adalah pada indikator mampu mengambil keputusan dan inisiatif dalam menghadapi masalah

(8)

sebesar 3,37 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 67,47%.

Deskripsi Variabel Sumber Belajar(X2)

Dapat diperoleh informasi bahwa skor rata-rata variable sumber belajar adalah sebesar 3,65 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 73,09%. Hal ini membuktikan sumber belajar siswa berada pada kategori cukup baik. Tanggapan responden yang paling tinggi terletak pada indicator wifi sebesar 4,00 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 80,00%. Sedangkan tanggapan responden paling rendah adalah pada indikator majalah adalah sebesar 3,00 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 60,00%.

Deskripsi Variabel Kelengkapan Perpustakaan (X3)

Dapat diperoleh informasi bahwa skor rata-rata variabel kelengkapan perpustakaan adalah sebesar 3,61 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 72,18%. Hal ini membuktikan kelengkapan perpustakaan berada pada kategori cukup baik. Tanggapan responden yang paling tinggi terletak pada indikator unsur non fisik sebesar 3,76 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 75,24. Sedangkan tanggapan responden paling rendah adalah pada indikator unsur pendukung adalah sebesar 3,42 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 68,31%.

Analisis Regresi Linear Berganda

Model persamaan regresi pada penelitian ini adalah :

Y= -11,669+0,176X1+0,438X2+ 0,262X3

Nilai konstanta sebesar -11669 berarti tanpa adanya pengaruh dari variabel bebas maka nilai variabel terikat nilainya hanya sebesar -11,669 satuan. Hal ini berarti bahwa apabila variabel bebas nilainya nol (kemandirian belajar, sumber belajar dan kelengkapan perpustakaan) maka nilai variabel prestasi belajar hanya sebesar -11,669.

Koefisien regresi variabel kemandirian belajar (X1) sebesar 0,176

yang bertanda positif. Hal ini berarti adanya pengaruh positif kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa, apabila nilai variable kemandirian belajar meningkat sebesar satu satuan maka prestasi belajar akan meningkat sebesar 0,176 dalam setiap satuannya. Dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan.

Koefisien regresi variabel sumber belajar (X2) sebesar 0,438 yang bertanda

positif. Hal ini berarti adanya pengaruh positif sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa, apabila nilai variabel sumber belajar meningkat sebesar satu satuan maka prestasi belajar akan meningkat sebesar 0,438 dalam setiap satuannya. Dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan.

Koefisien regresi variabel kelengkapan perpustakaan (X3) sebesar

0,262 yang bertanda positif. Hal ini berarti adanya pengaruh positif kelengkapan perpustakaan terhadap prestasi belajar siswa, apabila nilai variabel kelengkapan perpustakaan meningkat sebesar satu satuan maka prestasi belajar akan meningkat sebesar 0,262 dalam setiap satuannya. Dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan.

Koefisien Determinasi ( )

Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilihat pada tabel model summary

diperoleh hasil nilai Rsquare sebesar 0,728

yang artinya 72,8% perubahan pada variabel dependen (prestasi belajar) dapat dijelaskan oleh variabel independen (kemandirian belajar, sumber belajar dan kelengkapan perpustakaan) sedangkan sisanya sebesar 27,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

Hasil Uji Hipotesis

Hipotesis 1, terdapat pengaruh yang signifikan antara kemandirian belajar (X1) terhadap prestasi belajar (Y). Untuk

(9)

variabel kemandirian belajar diperoleh nilai thitung sebesar 3,674 > ttabel sebesar

1,9879 dengan nilai signifikan 0,000 < = 0,05, berarti Ha diterima dan H0 ditolak

dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman.

Hipotesis 2, terdapat pengaruh yang signifikan antara sumber belajar (X2)

terhadap prestasi belajar (Y). Untuk variabel sumber belajar diperoleh nilai thitungsebesar 5,614 > ttabel sebesar 1,9879

dengan nilai signifikan 0,000 < = 0,05 berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan

demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman.

Hipotesis 3, terdapat pengaruh yang signifikan antara kelengkapan perpustakaan (X3) terhadap prestasi

belajar (Y). Untuk variabel kelengkapan perpustakaan diperoleh nilai thitung sebesar

3,204 > ttabel sebesar 1,9879 dengan nilai

signifikan 0,000 < = 0,05 berarti Ha

diterima dan H0 ditolak dengan demikian

dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara kelengkapan perpustakaan terhadap prestasi belajar siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman.

Hipotesis 4, terdapat pengaruh yang signifikan antara kemandirian belajar, sumber belajar dan kelengkapan perpustakaan terhadap prestasi belajar siswa. Dari hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai Fhitung 76,009 >

Ftabel 2,71 dan nilai signifikan 0,000 < α =

0,05. Hal ini berarti H0 ditolak dan Ha

diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kemandirian belajar, sumber belajar dan kelengkapan perpustakaan berpengaruh signifikan

terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi.

PEMBAHASAN

1) Pengaruh Kemandirian Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman

Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa secara parsial kemandirian belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai thitung sebesar 3,674 > ttabel sebesar 1,9879,

artinya H01 ditolak dan Ha1 diterima.

Koefisien regresi menunjukan bahwa prestasi belajar siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman meningkat sebesar 0,176 satuan jika kemandirian belajar meningkat sebesar satu satuan sedangkan variabel bebas lain tetap.

Menurut (Hamzah, 2007:51) metode belajar yang sesuai kecepatan sendiri adalah siswa yang memiliki tanggung jawab sendiri untuk menciptakan belajar yang berhasil. Untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik, siswa dituntut untuk mempunyai kemandirian belajar yang tinggi. Jadi semakin baik kemandirian belajar siswa maka akan semakin baik pula prestasi belajar yang diperoleh oleh siswa tersebut.

Hasil penelitian ini sesuai dengan yang dilakukan oleh Putri (2009) dengan

judul “Pengaruh Tingat Pendidikan Orang

Tua dan Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 15

Padang”. Hasil penelitiannya menunjukan

terdapat pengaruh antara kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 15 Padang.

(10)

Hasil Penelitiannya menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 15 Padang.

2) Pengaruh Sumber Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman.

Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa secara parsial sumber belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai thitung sebesar

5,614 > ttabel sebesar 1,9879 artinya H02

ditolak dan Ha2 diterima. Koefisien regresi

menunjukan bahwa prestasi belajar siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman meningkat sebesar 0,438 satuan jika sumber belajar meningkat sebesar satu satuan sedangkan variabel bebas lain tetap.

Sumber belajar akan

mempengaruhi aktivitas pembelajaran, karena siswa yang mempunyai sumber belajar akan belajar lebih sering dengan referensi yang mereka miliki. Sumber belajar mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap prestasi belajar siswa. Menurut (Mulyasa, 2004:48) Sumber belajar dapat dirumuskan sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan kepada siswa dalam memperoleh sejumlah informasi,

pengetahuan, pengalaman dan

keterampilan dalam proses belajar mengajar. Apabila sumber belajar disekolah belum memadai, maka prestasi belajar siswa tidak akan berjalan optimal. Karena prestasi belajar siswa bergantung pada sumber belajar, dengan sumber belajar yang memadai akan memudahkan siswa dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan yang dilakukan oleh Nurdin (2011) dengan

judul “Pengaruh Mminat Baca,

Pemanfaatan Fasilitas dan Sumber Belajar Terhadap Prestasi Belajar IPS Terpadu

SMP Negeri 13 Bandar Lampung”. Hasil

penelitiannya menunjukan sumber belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS Terpadu SMP Negeri 13 Bandar Lampung.

Hasil penelitiannya menunjukan kemampuan sumber belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS Terpadu SMP Negeri 13 Bandar Lampung.

3) Pengaruh Kelengkapan

Perpustakaan Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman

Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa secara parsial kelengkapan perpustakaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi prestasi belajar siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai thitung sebesar

3,204 > ttabel sebesar 1,9879, artinya H03

ditolak dan Ha3 diterima. Koefisien regresi

menunjukan bahwa prestasi prestasi belajar siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman meningkat sebesar 0,262 satuan jika kelengkapan perpustakaan meningkat sebesar satu satuan sedangkan variabel bebas lain tetap.

Kelengkapan perpustakaan yaitu sarana penunjang yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai tujuan untuk memperoleh pengetahuan dan informasi yang kita butuhkan. Menurut (Yusuf, 2010:5) penyelenggaraan kelengkapan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk mengumpulkan dan menyimpan bahan-bahan pustaka, tetapi dengan adanya penyelenggaraan perpustakaan sekolah yang lengkap dan nyaman dapat membantu siswa-siswa dan guru dalam setiap proses pembelajaran sehingga prestasi belajar siswa pun ikut meningkat.

(11)

Hasil penelitian ini sesuai dengan yang penelitian yang dilakukan oleh Nila

Susrita (2013) dengan judul “Pengaruh

Disilin Belajar dan Pemanfaatan Perpustaan Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas VII di SMP Negeri

13 Sijunjung”. Hasil penelitiannya

menunjukan kelengkapan perpustakaan berpengaruh terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas VII di SMP Negeri 13 Sijunjung.

Hasil penelitiannya menunjukan kelengkapan perpustakaan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa ekonomi siswa kelas VII di SMP Negeri 13 Sijunjung.

4) Pengaruh Kemandirian Belajar, Sumber Belajar dan Kelengkapan Perpustakaan Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman

Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui pengaruh kemandirian belajar, sumber belajar dan kelengkapan perpustakaan secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi prestasi belajar siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai Fhitung sebesar 76,009 > Ftabelsebesar 2,71,

artinya H04 ditolak dan Ha4 diterima. Dari

hasil analisa koefisien determinasi yang dilakukan diperoleh nilai Rsquare sebesar

0,728. Hal ini berarti 72,8% prestasi prestasi belajar siswa Kelas XII IPS Di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman dipengaruhi oleh kemandirian belajar, sumber belajar dan kelengkapan perpustakaa sedangkan sisanya sebesar 27,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

Dari hasil penelitian rata-rata TCR variabel kemandirian belajar yaitu sebesar 73,86%, rata-rata TCR variabel sumber belajar sebesar 73,09% dan rata-rata TCR

variabel kelengkapan perpustakaan sebesar 72,18%. Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian belajar berada dalam kategori cukup baik, sumber belajar berada dalam kategori cukup baik dan kelengkapan perpustakaan berada dalam kategori cukup baik. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin baik kemandirian belajar, sumber belajar dan kelengkapan perpustakaan maka akan semakin baik pula prestasi belajar yang diperoleh siswa.

1. PENUTUP Kesimpulan

Berdasarkan kepada permasalahan dan pertanyaan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Kemandirian belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XII IPS di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Dimana ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar 0,176. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai thitung 3,674 > ttabel sebesar 1,9879.

Artinya apabila kemandirian belajar meningkat sebesar 1%, maka prestasi belajar akan meningkat sebesar 0,176 dalam setiap satuannya.

2. Sumber belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XII IPS di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Dimana ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar 0,438. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai thitung 5,614 >

ttabel 1,9879. Artinya apabila sumber

belajar meningkat sebesar 1%, maka prestasi belajar akan meningkat sebesar 0,438 dalam setiap satuannya. 3. Kelengkapan perpustakaan

berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XII IPS di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten

Padang Pariaman. Dimana

(12)

sebesar 0,262. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai thitung 3,204 >

ttabel sebesar 1,9879. Artinya apabila

kelengkapan perpustakaan meningkat sebesar 1%, maka prestasi belajar akan meningkat sebesar 0,262 dalam setiap satuannya.

4. Kemandirian belajar, sumber belajar dan kelengkapan perpustakaan secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XII IPS di SMA N 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Dimana diperoleh nilai Fhitung 76,009 > Ftabel

2,71 dengan taraf signifikan sebesar 0,000 < α = 0,05. Hal ini berarti Hadi

terima dan H0ditolak. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah penulis uraikan, maka untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi menjadi lebih baik untuk masa yang akan datang penulis menyarankan:

1.

Siswa kelas XII IPS SMA N 1 V Kota Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman agar meningkatkan kemandirian belajar berupa kebiasaan bertanya jika ada pelajaran yang tidak dimengerti dan menggali sendiri informasi tentang materi pembelajaran bila tidak mengerti atau tidak menyimak materi dengan benar. Selain itu bisa juga harus mengerjakan sendiri segala tugas yang diberikan oleh guru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Selain itu, siswa hendaknya harus giat mencari informasi melalui internet tentang materi pelajaran yang dipelajari dan terus memacu diri untuk lebih semangat dalam belajar. Selanjutnya siswa sebaiknya memacu diri untuk terus semangat dalam belajar serta meningkatkan optimisme terhadap pembelajaran

.

2. Siswa harus selalu menggali

kemampuan dan menambah

pemahaman melalui sumber-sumber belajar yang tersedia. Siswa harusnya lebih mengerti dalam penggunaan internet dan pemanfaatan jaringan wifi dengan baik dan benar. Selain itu, siswa seharusnya juga memanfaatkan surat kabar sebagai sumber informasi dan siswa hendaknya dapat memanfaatkan labor dan fasilitas sekolah lainnya untuk keperluan belajar serta siswa siswa hendaknya dapat mengerti dengan cepat jika guru menjelaskan menggunakan media komputer.

3. Pihak sekolah juga harus mengawasi kelengkapan perpustakaan guna meningkatkan budaya belajar terhadap siswa agar siswa mendapatkan referensi belajar yang baik di sekolah. Bukan hanya dari materi yang diberikan guru saja. Namun juga dari buku-buku di perrpustakaan sebagai fasilitas untuk siswa. Selain itu, buku yang tersedia di perpustakaan hendaknya lengkap, memadai dan ditata dengan rapi sehingga meningkatkan rasa nyaman siswa dalam membaca buku di perpustakaan.

4.

Bagi Peneliti Selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya dapat

dijadikan

rujukan

dalam

melakukan penelitian yang sejenis

yang lebih mendalam di masa yang

akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Desmita.

(2011).

Psikologi

Perkembangan Peserta Didik.

BANDUNG:

PT.

Remaja

Rosdakarya.

HamzahB.uno.

(2007).

Profesi

Kependidikan. Jakarta.

Ibrahim Bafadal. (2011). Pengelolaan

Perpustakaan Sekolah. Jakarta:

(13)

M. Ali M. Asrori. (2005). Psikologi

Remaja In Psikologi Remaja.

Jakarta: PT. Bumi A,pp.

Mutadin. (2002). Kemandirian Sebagai

Suatu Kebutuhan Psikologi Pada

Remaja. Jakarta: Rineka Cipta.

Nana Sudjana. (2014). Penilaian Hasil

Proses

Belajar

Mengajar.

Bandung: Rineka Cipta.

Nursobah, A. (2009). Hubungan Antara

Kemandirian Belajar, Komunikasi

Interpersonal dan Identitas Sosial

Dengan Hasil Belajar Agama

Islam. Teknologi Pendidikan.

Prasasti S. (2004). 101 Cara Membina

Kemandirian

dan

Tanggung

Jawab Anak. Jakarta: PT. Elex

Media Komputindo.

Rahayuningsih. (2007). Pengelolaan

Perpustakaan.

Yogyakarta:

Remaja Rosdakarya.

Slameto. (2010). Belajar dan

Faktor-faktor

yang Mempengaruhinya.

Jakarta: Rineka Cipta.

Suryosubroto B. (2002). Proses Belajar

Mengajar Di Sekolah. Jakarta: PT.

Rineka Cipta.

Suharyoto. (2014).

Mengenal dan

Mengelola

Perpustakaan.

Yogyakarta: Naafi` Book Media.

Sutratinah Tirtonegoro. (2001). Anak

Super Normal dan Program

Pendidikannya.

Jakarta:

Bumi

Aksara.

Syafruddin.

(2004).

Buku

Ajar

Penilaian Hasil Belajar. Padang:

Jurusan Ekonomi FIS UNP.

Thohirin.

(2005).

Psikologi

Pembelajaran Pendidikan Agama

Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Persada.

Tri Hardiningtyas. (2012).

Peduli

Perpustakaan. Surakarta: UNS

Press.

Wardoyo, S. dan E. W. (2012). Peran

Kelengkapan Perpustakaan dan

Minat

Membaca

Terhadap

Prestasi

Belajar

Kelistrikan

Otomotif Siswa Kelas X1 Teknik

Kendaraan Ringan SMK Negeri

5 surakarta Tahun Pelajaran

2011/2012. Nosel, 1.

Wiji Suwarno. (2010). Pengetahuan

Dasar

Kepustakaan.

Bogor:

Gambar

Tabel  1. Rata-rata  Nilai  Ujian  Akhir Semester  Genap  Mata  Pelajaran Ekonomi Siswa kelas XI IPS

Referensi

Dokumen terkait

lingkungan fisik kelas dan kemandirian siswa terhadap prestasi

Hasil pengolahan data mengenai persepsi guru tentang gaya pengelolaan konflik oleh kepala sekolah, di SMP Negeri se-Kecamatan V Koto Kampung.. Dalam Kabupaten Padang Pariaman

Pengaruh Minat, Kemandirian, dan Sumber Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran.. Pengaruh Self-Efficacy Terhadap

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh Kemandirian Belajar terhadap Prestasi belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sewon Bantul Tahun

Ini berarti bahwa 47,2% perubahan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dipengaruhi oleh Think, Pair and Share dan Motivasi Belajarnya, sedangkan sisanya

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA, KEMANDIRIAN BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMPN 31 PADANG Oleh Sri

Penyebab Rendahnya Partisipasi Mayarakat Terhadap Program Posyandu Di Korong Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman Oleh Rice Yuliana4,Firdaus5,Darmairal

Keempat, kemampuan membawakan acara siswa kelas VIII SMP Negeri 1 V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman dengan menggunakan metode demonstrasi untuk indikator ketepatan mimik