• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH BUDAYA KERJA DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) PADA KANTOR WALIKOTA BANDA ACEH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH BUDAYA KERJA DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) PADA KANTOR WALIKOTA BANDA ACEH"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

94 | Nila S dan Mirza M, Pengaruh Budaya Kerja Dan Komitmen…

PENGARUH BUDAYA KERJA DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) PADA KANTOR WALIKOTA BANDA

ACEH

Nila Sharlina

(Alumni Mahasiswa Fakultas Muhammadiyah Aceh) Mirza Murni

(Dosen Fakultas Muhammadiyah Aceh)

ABSTRAK

Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh budaya kerja terhadap kinerja pegawai Negeri Sipil (PNS) pada kantor Walikota Banda Aceh, Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komitmen terhadap kinerja pegawai Negeri Sipil (PNS) pada kantor Walikota Banda Aceh, dan Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh budaya kerja dan komitmen terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor Walikota Banda Aceh. Ukuran sampel penelitian ini sebanyak 99 Pegawai Negeri Sipil (PNS). Data penelitian dikumpulkan melalui daftar pertanyaan/kuesioner dan studi dokumentasi. Pengujian hipotesis menggunakan analisis linier berganda yang diolah menggunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) 20.0. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa budaya kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada kantor Walikota Banda Aceh, sedangkan komitmen tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor Walikota Banda Aceh. Dan hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa budaya kerja dan komitmen secara bersama-sama memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor Walikota Banda Aceh.

Kata Kunci: Budaya kerja, komitmen, dan Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS)

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Pengelolaan negara tidak lepas dari peran Aparatur Sipil Negara sebagai penggerak utama roda pemerintahan. Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat dengan ASN adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina

kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan (Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara).

Sumber daya manusia

Aparatur Sipil Negara menjadi faktor sentral yang sangat menentukan keberhasilan pemerintah dalam

(2)

95 | Nila S dan Mirza M, Pengaruh Budaya Kerja Dan Komitmen…

pelaksanaan visi dan misi. Organisasi pemerintah dijalankan berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan masyarakat dan dalam pencapaian misi dan visi tersebut harus selalu melibatkan pola perencanaan, kepemimpinan, serta pengawasan dan pengendalian yang melibatkan kualitas SDM. Ciri-ciri SDM yang berkualitas adalah terlihat dari tindakan kontruktif, percaya diri, mempunyai rasa tanggung jawab, memiliki rasa cinta terhadap pekerjaan, mempunyai pandangan

jauh kedepan, dan mampu

menyelesaikan persoalan

(Darmawan,2013: 2).

Sejak kewenangan

manajemen kepegawaian sipil dilimpahkan ke daerah pasca desentralisasi fiskal, maka di daerah banyak terjadi permasalahan yang berkaitan dengan SDM aparatur pemerintah terutama rendahnya kinerja (Thoha, 2007:2). Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi

Birokrasi, saat ini masalah utama ASN adalah alokasi dalam hal kuantitas, kualitas, dan distribusi PNS yang masih rendah. Hal ini terjadi karena manajemen SDM belum dilaksanakan secara optimal

untuk meningkatkan

profesionalisme, kinerja pegawai, dan organisasi.

Kantor Walikota Banda Aceh

merupakan suatu lembaga

pemerintah yang mempunyai

hubungan erat dengan masyarakat, dimana dalam organisasi kantor Walikota Banda Aceh mempunyai visi antara lain, Banda Aceh yang maju, mandiri dan harmonis berbasis masyarakat. Yang dimaksud dengan birokrasi yang maju dalam visi adalah kapasitas dan kehandalan birokrat kota dalam pelayanan publik

secara profesionalisme,

berkomitmen, integritas, jujur, dengan etos yang tinggi dalam tugas-tugas di pemerintah kota, terutama

(3)

96 | Nila S dan Mirza M, Pengaruh Budaya Kerja Dan Komitmen…

Kantor walikota Banda Aceh memiliki 146 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1.1

Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor walikota Banda aceh

No Nama Bagian Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS)

1 Sekda 1

2 Asisten III 3

3 Staff Ahli 4

4 DPB 5

5 Bag. Organisasi 11

6 Bag. Adm Pembangunan 16

7 Bag. Keistimewaan 10

8 Bag. Humas 11

9 Bag. Adm Perekonomian 9

10 Bag. Hukum 10

11 Bag Tata Pemerintah 11

12 Bag. Umum 55

Jumlah 146

Agar tercapainya suatu visi dan misi serta tujuan maksimal, maka diperlukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berprestasi baik dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dapat dicapai oleh seorang Pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang

diberikan kepadanya

(Mangkunegara, 2011:67).

Berdasarkan hasil survei awal kepada beberapa orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada kantor Walikota Banda

Aceh rata-rata responden menjawab masih ada Pegawai Negeri Sipil

(PNS) yang belum mampu

menyelesaikan tugas dengan baik, sehingga pekerjaan yang telah ditetapkan sesuai target yang telah ditentukan oleh pimpinan belum dapat diselesaikan dengan baik.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah budaya kerja. Budaya kerja menurut Nawawi dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia menjelaskan bahwa:

(4)

97 | Nila S dan Mirza M, Pengaruh Budaya Kerja Dan Komitmen…

Budaya kerja adalah

kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang oleh pegawai dalam suatu organisasi, pelanggaran terhadap kebiasaan ini memang tidak ada sangsi tegas, namun dari pelaku organisasi secara moral telah menyepakati bahwa kebiasaan tersebut merupakan kebiasaan yang harus ditaati dalam rangka pelaksanaan pekerjaan untuk mencapai tujuan. Selama ini budaya kerja berbasis syariat islam memang

terus ditingkatkan untuk

mewujudkan budaya kerja yang sehat pada Kantor Walikota Banda Aceh, tetapi belum sepenuhnya dijalankan karena budaya kerja islam harusnya mempunyai nilai-nilai kejujuran, Konsisten dalam iman, memahami kewajiban, dan memiliki tanggung jawab (Hafidhuddin, 2003:30).

Kemudian komitmen juga menjadi salah satu faktor yang ikut mempengaruhi kinerja Pegawai. Komitmen merupakan kondisi psikologis yang mencirikan hubungan antara pegawai dengan tugas-tugasnya dalam organisasi dan memiliki implikasi bagi keputusan individu untuk tetap bekerja dalam

suatu organisasi. Komitmen adalah sifat hubungan seorang individu

dengan organisasi yang

memungkinkan seseorang yang mempunyai keikatan yang tinggi dengan memperlihatkan keinginan kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi atau mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi, kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin atau bekerja keras demi kepentingan organisasi tersebut, dan kepercayaan yang kuat dan penerimaan yang penuh terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi.

Komitmen berusaha

menciptakan situasi yang mampu menumbuhkan perasaan memiliki dari setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) kantor Walikota Banda Aceh terhadap program kerja instansi.

Pegawai dengan komitmen

organisasi yang baik akan memiliki perhatian lebih terhadap aktivitas pekerjaan dan rekan kerja, respon dan toleran terhadap membangun sikap positif dalam bekerja. Selain itu, pegawai dengan komitmen yang baik juga lebih tahan terhadap pertentangan dan tekanan yang terjadi dalam waktu singkat,

(5)

98 | Nila S dan Mirza M, Pengaruh Budaya Kerja Dan Komitmen…

sehingga pegawai dengan komitmen kerja yang baik akan memiliki perilaku kerja yang baik.

Namun dari hasil penelitian awal dapat diketahui bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor Walikota Banda Aceh memiliki komitmen yang berbeda dalam bekerja. Hanya ada 50% Pegawai Negeri Sipil (PNS) bekerja dengan mengutamakan waktu dan tanggung jawabnya dengan baik, dan selebihnya banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang suka menunda pekerjaan dan lebih mengutamakan hal-hal lainnya yang kurang bermanfaat seperti bermain telepon genggam dan berbicara dengan rekan kerjanya. Bahkan ada beberapa pegawai yang sering menghabiskan waktu kerja diluar kantor dengan berbagai alasan.

Dari uraian diatas maka penulis tertarik melakukan penelitian dalam bentuk penelitian dengan judul “Pengaruh Budaya Kerja Dan Komitmen Terhadap Kinerja pegawai Negeri Sipil (PNS) Pada Kantor Walikota Banda Aceh”.

METODE PENELITIAN Lokasi Dan Objek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor walikota Banda Aceh yang beralamat di jl. Tgk. Abu Lam U No 7 Banda Aceh, kota Banda Aceh. Objek penelitian ini adalah pengaruh budaya kerja dan komitmen terhadap kinerja pegawai Negeri Sipil (PNS) pada kantor Walikota Banda Aceh.

Populasi Dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan ( Sugiyono, 2012:80). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Negeri Sipil (PNS) pada kantor

Walikota Banda Aceh yang

berjumlah 146 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik slovin. Menurut Notoatmajo (2011:115) rumus sederhana dalam menentukan sampel dijelaskan sebagai berikut :

(6)

99 | Nila S dan Mirza M, Pengaruh Budaya Kerja Dan Komitmen…

n

=

Keterangan :

e = Presentase kelonggaran ketelitian karena kesalahan pengambilan sampel. N = Ukuran populasi n = Ukuran Sampel

Dengan menggunakan tingkat kelonggaran pengambilan sampel sebesar 10%, maka jumlah pegawai dengan status PNS yang menjadi sampel penelitian dapat dicari sebagai berikut : = = ( , ) n

=

, n = 99,31 n = 99

Jadi, sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 99 orang pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor Walikota Banda Aceh dilakukan secara proportional

random sampling, dengan

menggunakan rumus Nazir

(2011:311), sebagai berikut:

ni = xn Keterangan :

ni = Besarnya sampel pada kelas ke –i

Ni = Besarnya populasi pada kelas ke –i

N = Besarnya populasi secara keseluruhan

n = Besarnya sampel dari populasi

Adapun rincian sampel masing-masing bagian kerja pada kantor Walikota Banda Aceh dapat dilihat pada tabel 3.1

Tabel 3.1

Pembagian sampel Berdasarkan Jumlah Populasi

No Nama Bagian Jumlah Populasi Jumlah sampel

1 Sekda 1 1

2 Asisten III 3 1

3 Staff Ahli 4 2

4 DPB 5 2

5 Bag. Organisasi 11 7

6 Bag. Adm Pembangunan 16 12

7 Bag. Keistimewaan 10 5

(7)

100 | Nila S dan Mirza M, Pengaruh Budaya Kerja Dan Komitmen…

9 Bag. Adm Perekonomian 9 4

10 Bag. Hukum 10 5

11 Bag Tata Pemerintah 11 7

12 Bag. Umum 55 45

Jumlah 146 99

Sumber : kantor walikota Banda Aceh (Desember 2016)

HASIL PENELITIAN DAN

PEMBAHASAN

Sejarah Singkat Kantor Walikota Banda Aceh

Kota Banda Aceh adalah salah satu kota yang berada di Aceh dan menjadi ibukota Provinsi Aceh,

Indonesia. Sebagai pusat

pemerintahan, Banda Aceh menjadi pusat segala kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Kota Banda Aceh merupakan kota islam yang paling tua di Asia Tenggara, dimana kota Banda Aceh merupakan ibukota dari Kesultanan Aceh.

Balai kota Banda Aceh merupakan bangunan administratif utama bagi pemerintahan dan pusat pelayanan publik pemerintah kota Banda Aceh. Gedung yang terletak dekat dengan Taman Sari dan Mesjid Raya Baiturrahman ini (Jl. Tgk. Abu Lam U No. 7, koordinat 50 33’ 0.42” N 950 19’ 9.22” E), yang baru dibangun atas bantuan BRR NAD-Nias pasca tsunami itu, diresmikan oleh Menpan EE Mangidaan pada Senin 6/12/2010. Di kantor ini, walikota Banda Aceh (periode 2012-2017) Ir. Mawardy Nurdin, M.Eng, Sc menjalankan fungsinya dibantu oleh Wakil Walikota Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE. Terdapat perbedaan antara kepemimpinan mereka dengan kepemimpinan sebelumnya yaitu dengan adanya peraturan yang lebih menegakkan syariat islam, seperti tidak boleh

merayakan tahun baru masehi, tidak boleh ada perempuan yang masih berkeliaran diluar rumah tanpa tujuan yang jelas diatas jam 11 malam, tidak membenarkan adanya tempat hiburan malam di Banda Aceh, dan lain-lain.

Lantai I gedung ini digunakan untuk pelayanan publik, dengan adanya Kantor Palayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Lantai II untuk Sekretariat Daerah, Lantai III untuk Walikota, Wakil Walikota dan Asisten, Dan Lantai IV untuk Aula.

Dalam kompleks Balaikota juga terdapat gedung Balaikota lama (kini digunakan oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset

Daerah/DPKAD dan sebagian

Sekretariat Daerah), Gedung DPRK, Aula Lama, Mushalla, Kantor Satpol PP dan WH, dan sekretariat TP. PKK Kota. Banda Aceh dengan letak geografis antara 050 16’15’ – 050 36’16” Lintang Utara dan 950 16’15” – 950 22’35” Bujur Timur serta tinggi rata-rata 0,80 meter diatas permukaan laut mempunyai luas wilayah administratif sebesar 61.359 Ha (61,36 Km2), terdiri dari 9 kecamatan, 17 Mukim, 90 Gampong.

Banda Aceh sebagai ibukota Kesultanan Aceh Darussalam berdiri pada abad ke-14. Kesultanan Aceh Darussalam dibangun diatas

(8)

puing-101 | Nila S dan Mirza M, Pengaruh Budaya Kerja Dan Komitmen…

puing kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha yang pernah ada sebelumnya, seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan kerajaan Indrapura (Indrapuri). Dari batu nisan Sultan Firman syah, salah seorang sultan yang pernah memerintah Kesultanan

Aceh, didapat keterangan

bahwaKesultanan Aceh beribukota di Kutaraja. Kemudian Kesultanan Aceh Darussalam yang beribukota di Banda Aceh tidak lepas dari eksistensi Kerajaan Islam Lamuri. Pada akhir abad ke-15, dengan terjalinnya suatu hubungan baik dengan kerajaan tetangganya, maka pusat singgasana Kerajaan Lamuri dipindahkan ke Meukuta Alam. Lokasi istana Meukuta Alam berada diwilayah Banda Aceh.

Sultan Ali Mughayat Syah memerintah kiesultanan Aceh Darussalam yang beribukota di Banda Aceh, hanya selama 10 tahun. Menurut prasasti yang ditemukan dari batu nisan Sultan Ali Mughayat Syah, pemimpin pertama Kesultanan Aceh Darussalam ini meninggal

dunia pada 12 Dzulhijjah tahun 936 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1530 Masehi. Kendati masa pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah relatif singkat, namun ia berhasil membangun Banda Aceh sebagai pusat beradaban Islam di Asia Tenggara. Pada masa ini, Banda Aceh telah berevolusi menjadi salah satu kota pusat pertahanan yang ikut mengamankan jalur perdagangan maritim dan lalu lintas jemaah haji dari perompakan yang dilakukan armada Portugis.

Setiap Instansi pasti ada struktur organisasi, struktur organisasi Kantor Walikota Banda Aceh berdasarkan Qanun kota Banda Aceh dimulai dari Walikota kemudian wakil Walikota, setelah itu Sekretaris Daerah dan disusul oleh Asisten Pemerintah, Asisten

Keistimewaan, Ekonomi dan

Pembangunan serta Asisten

Administrasi Umum, untuk lebih jelas mengenai struktur organisasi dapat dilihat pada lampiran 11 (bagan susunan organisasi). Visi Walikota Banda Aceh

Model Kota Madani.Sedangkan Misi adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan Kualitas

Pengamalan Agama Menuju Pelaksanaan Syariat Islam Secara Kaffah

2. Memperkuat Tata Kelola Pemerintah Yang Baik

3. Memperkuat Ekonomi

Kerakyatan

4. Menumbuhkan Masyarakat Yang Berintelektualitas Sehat Dan Sejahtera

5. Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Yang Islami

6. Meningkatkan Partisipasi Perempuan Dalam Ranah Publik Dan Perlindungan Anak

7. Meningkatkan Peran Generasi

Muda Sebagai Kekuatan

Pembangunan kota

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

(9)

102 | Nila S dan Mirza M, Pengaruh Budaya Kerja Dan Komitmen…

1. Hasil penelitian secara parsial dapat diambil kesimpulan bahwa budaya kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada kantor Walikota Banda Aceh.

2. Hasil penelitian secara parsial dapat diambil kesimpulan bahwa

komitmen berpengaruh

signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor Walikota Banda Aceh.

3. Hasil penelitian dapat diambil kesimpula bahwa budaya kerja dan komitmen secara simultan berpengaruh terhadap kinerja 4. Pegawai Negeri Sipil (PNS)

pada kantor Waliota Banda

Aceh. Dengan demikian,

hipotesis pada penelitian ini yang menduga bahwa

variabel-variabel yang meliputi budaya kerja dan komitmen secara

bersama-sama memiliki

pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja 5. Pegawai Negeri Sipil (PNS)

pada Kantor Walikota Banda Aceh.

Saran

Penelitian ini diharapkan

bermanfaat sebagai bahan

pertimbangan bagi peneliti selanjutnya. Saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah sebagai berikut:

1. Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor Walikota

Banda Aceh agar lebih

meningkatkan budaya kerja yang baik selama bekerja, seperti meningkatkan kedisiplinan dan dapat menyelesaikan pekerjaan secara cepat dan akurat.

2. Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor Walikota

Banda Aceh agar lebih

berkomitmen untuk dalam mengerjakan tugas yang telah ditetapkan supaya dapat meningkatkan kinerja.

3. Menjalankan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai undang-undang kepegawaian yang telah ditetapkan.

DAFTAR PUSTAKA

Arianto, Dwi Agung Nugroho.

(2013). Pengaruh

Kedisiplinan, Lingkungan Kerja Dan Budaya Kerja terhadap

Kinerjatenagapengajar. Jurnal Economia,Volume 9, Nomor 2. Universitas Islam Nahdlatul Ulama. Jepara.

Arikunto. (2009). Prosedur Penelitian. Jakarta: Raneka Cipta.

Darmawan (2013). Prinsip-prinsip perilaku Organisasi. Yogyakarta: Pena Semesta.

(10)

103 | Nila S dan Mirza M, Pengaruh Budaya Kerja Dan Komitmen…

Dessler, Gory. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Indeks.

Fitriani (2014). Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Harapan

Nasabah Terhadap

Kepuasan Serta

Dampaknya Pada Loyalitas Nasabah PT Bank Syariah Mandiri Cabang Banda Aceh. Skripsi.

Gibson, J. L., J. M. Ivancevich, J. H.

Donally. Jr. Dan R.

Konopaske (2012).

Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses. Jakarta: Erlangga.

Hafidhuddin, Didin dan Hendri Tanjung. 2003. Manajemen Syariah dalam Praktik. Jakarta: Gema Insani Press. Hasibuan, Malayu Sp. (2011).

Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.

Http: www. menpan.go.id. Di akses 11 Desember 2016.

Liana (2015). Pengaruh Motivasi Kerja Dan Budaya Kerja Terhadap Kinerja Guru SMA Islam Al-Falah ABU LAM U. Skripsi.

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2011. Manajemen Daya manusia Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Malhotra, Naresh. (2009). Marketing

Research: An Applied

Orientation, 4th ed,Prentice

Hall,Inc.

Mathis R.L dan Jackson, John h (2013). Human Resourch management, manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat.

Mathis dan Jackson. (2010). manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat.

(11)

104 | Nila S dan Mirza M, Pengaruh Budaya Kerja Dan Komitmen…

Nazir, Moh.(2011). Metode

Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Ndraha, Taliziduhu. (2011). Teori Budaya Organisasi. Cet. 2. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Nofendri. (2013). Pengaruh Konflik Peran, Karakteristik

Individu Terhadap

Komitmen Organisasi Dengan Kepuasan Kerja

Sebagai Variabel

Intervening. Universitas Brawijaya Malang.

Purba, J. M. & Pujiastuti, S. E. (2009). Dilema Etik & Pengambilan Keputusan Etis. Jakarta: EGC.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.

Robins, Stephen P dan Timothy A. Judge. (2009). Perilaku Organisasi : Organizational Behavior, Edisi 12. Jakarta: Salemba Empat.

Sopiah. 2008. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Cv Andi Offset.

Sudarmanto Gunawan (2005). Analisis Regresi Ganda dengan SPSS. Yogyakarta: Graha Ilmu Yogyakarta.

Sutrisno, Edy. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sumber: kantor Walikota Banda Aceh.

(12)

105 | Nila S dan Mirza M, Pengaruh Budaya Kerja Dan Komitmen…

Susanto, Franky dan Prof. Dr. Hatane Samuel MS (2013). Pengaruh Relationship

Marketing Terhadap

Loyalitas Pelanggan PT Mitra 10 Surabaya. Jurnal Manajemen Pemasaran. Vol 1. No. 1. Ha 1-15. Universitas Kristen Petra Surabaya.

Syafruddin, Chan, Dkk. ( 2014). Pengaruh budaya Kerja, Kemampuandan Komitmen Pegawai terhadap kinerja Pegawai Serta Dampaknya pada kinerja Dinas Pertambangan Dan Energi aceh. Jurnal Manajemen, Volume 3, No. 2.

Thoha, Miftha. 2007. Manajemen Kepegawaian Sipil Di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Triguno, Tony. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia: Elex Media Komputindo. Jakarta.

Tobing, Diana Sulianti K.L. (2009).

Pengaruh Komitmen

Organisasional dan

Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara III di Sumatera Utara. Jurnal

Manajemen Dan

Kewirausahaan, Vol.11, No. 1, Maret 2009: 31-37. Universitas Jember. Sumatera Utara.

Yanti, Armila. (2014). Pengaruh Karakteristik Pekerjaan

Terhadap Komitmen

Pegawai Pada Museum Tsunami Aceh. Skripsi.

Zulganef. (2006). Pemodelan Persamaan Struktur dan Aplikasinya Menggunakan AMOS 5. Pustaka Bandung.

Zurnali, cut. (2010). Learning Organization, Competency, Organizational

Commitment, Dan

Customer Orientation : Knowledge Worker Kerangka Riset Manajemen Sumber Daya Manusia Dimasa Depan. Bandung: Unpad Press.

(13)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaroh yang signifikan antara budaya kerja yang terdiri dari kejujuran, ketekunan, kreativitas, kedisiplinan dan iptek terhadap

Berdasarkan hasil penelitian pegawai di Disperindagkop DIY diketahui bahwa budaya organisasi dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh positif terhadap komitmen

Motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi dan kinerja karyawan secara parsial maupun secara simultan berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja Bank Aceh

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian tugas, komitmen organisasi, dan budaya organisasi kerja secara simultan maupun parsial berpengaruh terhadap kepuasan

Secara partial budaya kerja berpen- garuh positif dan signifikan terhadap kin - erja pegawai Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kota Pekanbaru,

Variabel budaya organisasi, mutasi pekerjaan, motivasi kerja secara simultan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Distrik

Disiplin kerja, budaya kerja, dan perilaku kerja berpengaruh positif dan signifikan secara simultan (bersama sama) terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan dan

Hal ini memberikan makna bahwa variabel kepuasan kerja, disiplin kerja, dan budaya kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai