Analisa keefektifan dengan membandingkan antara
sampo herbal dan sampo kemasan
Riza Adrianti Spupono ([email protected])
Abstrak
Shampo terdiri dari dua macam, yaitu shampoo herbal dan shampoo kemasan, yang banyak dijual di warung, minimarket ataupun supermarket. Sampo herbal merupakan campuran dari ekstrak bahan-bahan alami yang biasanya diambil dari tumbuh-tumbuhan, minyak, buah, sayuran, serta rempah-rempah, sedangkan shampoo kemasan menggunakan bahan-bahan kimia yang siap pakai. riset, kami memiliki hipotesis bahwa sampo kemasan akan memiliki keefektifan lebih dibandingkan sampo herbal. Hal ini dikarenakan jumlah bahan kimia yang telah dimasukan kedalam sampo kemasan. Walaupun komponen dalam tumbuhan dapat memberikan hasil kepada rambut, kami prediksi bahwa bahan kimia tentu memiliki kandungan yang kuat serta akan berdampak lebih kepada rambut. Metode eksperimental digunakan untuk menguji satu variabel terhadap dampak munculnya variabel yang lain. tidak semua sampo yang digunakan bekerja seperti seharusnya. Selain itu, mungkin saja sampo yang mengandung lebih banyak kimia dengan sampo yang herbal tidak beda jauh. Eksperimen ini membantu kami menginvestigasi keefektifitasan sampo dengan bahan yang berbeda. Karena itu, kami bisa menginformasikan banyak orang bahwa sampo herbal sama efektifitasnya dengan sampo yang biasa dibeli di pasaran
Pendahuluan
Sampo herbal merupakan campuran dari ekstrak bahan-bahan alami yang biasanya diambil dari tumbuh-tumbuhan, minyak, buah, sayuran, serta rempah-rempah. Menggunakan dan memanfaatkan
kandungan-kandungan bahan alami dibandingkan bahan kimia buatan. Pada umumnya, sampo sering sekali menggunakan berbagai macam susu karena dipercayai memiliki kandungan yang dapat membuat rambut menjadi sehat dan indah. Menurut jurnal karya Fakhrizal dan
Saputra, tertulis bahwa susu menjadi bahan campuran baik untuk tanaman-tanaman ekstrak yang nantinya dapat menjadi obat untuk rambut yang rusak. Tertulis juga bahwa di Malaysia, solusi alami untuk rambut rontok adalah dengan cara mengabungkan daun katuk dengan susu. Penelitian menganalisa kandungan berbagai macam sampo ditujukan untuk mengetahui tingkat keefektifan shampo herbal maupun sampo kemasan.
Dalam sampo herbal yang dibuat ini terkandung ekstrak beberapa tanaman termasuk; aloe vera, seledri, daun mint, batang pohon pisang, dan bayam.
Merawat rambut dengan pemakaian aloe vera sudah sangat populer. Gel di dalam daun aloe vera ini memiliki kandungan Vitamin B12 dan asam folat yang sangat baik untuk merawat rambut rontok (Yulianto). Tidak hanya sebagai solusi rambut rusak, aloe vera juga dapat menjadi solusi untuk gatal di kulit kepala.
Dalam Ekstrak daun seledri dengan kandungan magnesium, kalium serta berbagai macam vitamin ini juga berkontribusi dalam kondisi keefektifan hasil. Daun seledri diketahui dapat menyuburkan serta membuat rambut lebih sehat (Mustinda).
Setelah melakukan riset, kami memiliki hipotesis bahwa sampo kemasan akan memiliki keefektifan lebih dibandingkan sampo herbal. Hal ini dikarenakan jumlah bahan kimia yang telah dimasukan kedalam sampo kemasan. Walaupun komponen dalam tumbuhan dapat memberikan hasil kepada rambut, kami prediksi bahwa bahan kimia tentu memiliki kandungan yang kuat serta akan berdampak lebih kepada rambut.
Metode
Metode yang digunakan adalah eksperimen. Metode eksperimental digunakan untuk menguji satu variabel terhadap dampak munculnya variabel yang lain.
Kami menguji keefektifitasan sampo menggunakan piring agar yang sudah ada bakteri dari kulit kepala. Selain itu, kami menghitung surfactant dari sampo.
Bahan bahan alami akan dipotong sampai kecil, namun direndam di cairan etanol 70% selama dua hari untuk diambil ekstraknya. Setelah itu, ekstrak akan disaring dan direbus dalam temperatur sebesar 60 derajat celcius. Lalu semua bahan kimia dicampur di dalam mangkok stainless steel untuk diaduk selama 15 menit. Dilanjutkan dengan mencampurkan susu dan ekstrak natural kedalam mangkok tersebut.
Setelah shampo sudah jadi, efektifitas shampo tersebut akan diuji di atas piring agar yang sudah ada bakterinya.
Lalu, kami melakukan pengukuran surfactant dengan cara menghitung jumlah tetesan air dengan campuran sampo hingga gelembung air tersebut pecah. Tetesan tersebut dilakukan menggunakan ukuran pipet. Disini kami melakukan tiga kali uji coba dan menghitung rata-rata terhadap setiap jenis sampo serta melakukan perbandingan dengan air mineral.
Alat Alat
- Wadah stainless steel - Blender - Kertas saring - Pengukur pH - Tabung reaksi Bahan Bahan Bahan kimia: - Texapon - Lexaine - c - Ethanol 70% Bahan alami: - Lidah buaya - Seledri - Daun mint
- Batang pohon pisang - Bayam
- Susu almond - Susu kedelai
Hasil dan Pembahasan
Pada penelitian ini, telah dihasilkan beberapa hasil tiap-tiap eksperimen yang kita laksanakan. Untuk mendapatkan hasil yang cukup akurat mengenai keefektifan sampo per-individu, dilakukanlah uji tes bakteri pada agar dan besarnya molekul pada air (surfactant).
Hasil pembuatan sampo herbal
Dua sampo yang telah dibuat menggunakan ekstrak tumbuh-tumbuhan, namun setiap sampo menggunakan jenis susu yang berbeda.
Pada percobaan pertama, produk sampo tidak memiliki konsistensi serta tekstur yang ingin kita capai. Hal ini dikarenakan
kekurangan riset, alhasil ada kesalahan takaran bahan dalam pembuatan. Menggunakan takaran yang akurat sangatlah penting karena sedikit perubahan dalam pengukuran dapat merubah hasil. Walau sampo yang kita buat pada percobaan pertama ini berguna, namun kondisi masih sangat cair.
Sebagai refleksi percobaan pertama, kami mengulang pembuatan shampo herbal ini dengan takaran yang berbeda. Dengan meng-ekstrak tumbuhan yang jauh lebih banyak, serta ukuran air mineral yang dikurangi, hasil produk memiliki tekstur yang tebal dan berbusa. Selain itu, dalam segi penampilan dan odor, herbal sampo pada percobaan kedua ini memiliki warna hijau daun yang indah serta memiliki odor yang berbau herbal, terutama pada ekstrak bayam. Namun jika disimpan terlalu lama, sampo herbal ini akan mengeras dengan sendirinya, untuk memperbaikinya, hanya dibutuhkan penambahan air mineral.
Hasil uji bakteria dalam agar
Setelah menumbuhkan bakteri selama 5 hari, kami menguji keefektifan dua sampo herbal yang telah kita buat dan sampo bermerek, yaitu; Pantene dan Tresemme. Hasil observasi menunjukan bahwa sampo herbal dengan susu kedelai dan sampo merek Tresemme memiliki keefektifan yang tinggi, sehingga bakteri rambut hilang dari agar. Sedangkan sampo herbal dengan susu almond mampu menghilangkan setengah dari seluruh bakteri yang diuji. Namun ternyata, produk sampo dengan merek Pantene ini tidak memiliki keefektifan yang baik dalam pengurangan bakteri.
Hasil uji besar molekul dalam air sampo
Menggunakan surfactant untuk menguji besar molekul dalam air sampo serta membandingkannya dengan air mineral. Berikut adalah tabel hasil uji coba;
Jenis air t.1 t.2 t.3 Rata-rata Air 49 53 52 51.3 Herbal sampo (almon) 32 41 23 32 Herbal sampo (kedelai) 28 30 27 28.3 Pantene 23 38 33 31.3 Tresemme 45 41 31 38.3
Menurut teori surfactant, semakin kecil nominal rata-rata maka semakin bagus kualitas sampo untuk dipakai. Bisa terlihat di tabel di atas bahwa sampo herbal dengan susu kedelai memiliki kebesaran molekul dalam air yang rendah, dengan begitu, sampo tersebut lebih bagus untuk digunakan dibandingkan sampo lainnya dalam segi molekul air.
Simpulan dan Saran
Hipotesis kami hampir sepenuhnya benar karena prediksi kami adalah bahwa sampo yang terbuat dari susu kedelai akan lebih bagus daripada sampo yang terbuat dari susu almond. Bagian yang salah dari hipotesis kami adalah memprediksikan bahwa sampo yang dibeli di pasaran akan mempunyai keefektifitasan yang lebih bagus karena lebih banyak mengandung bahan kimia, namun ternyata sampo herbal yang kami buat pun memiliki keefektifitasan yang hampir sama.
Kesimpulan dari eksperimen kami adalah bahwa tidak semua sampo yang digunakan bekerja seperti seharusnya. Selain itu, mungkin saja sampo yang mengandung lebih banyak kimia dengan sampo yang herbal tidak beda jauh. Eksperimen ini membantu kami menginvestigasi keefektifitasan sampo dengan bahan yang berbeda. Karena itu, kami bisa
menginformasikan banyak orang bahwa sampo herbal sama efektifitasnya dengan sampo yang biasa dibeli di pasaran.
Sumber
Hanif Sri Yulianto, “7 Manfaata Lidah Buaya untuk Kesehatan Rambut dan Cara Penggunaannya, 12 Agustus 2020 URL : https://www.bola.com/ragam/read/4328723/ 7-manfaat-lidah-buaya-untuk-kesehatan- rambut-dan-cara-penggunaannya#:~:text=Bermasalah%20de ngan%20rambut%20rontok%3F,berfungsi% 20mengurangi%20kerontokan%20rambut% 20Anda .
Etis Wicaksono dan Dra. Hariyatmi, Pemanfaatan Ekstrak Daun Lidah Buaya (Aloe Vera) Dan Ekstrak Daun Seledri (Apium Graveolens L.) Terhadap Laju Pertumbuhan Rambut Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Galur Wistar, ISSN : 2527 – 533X, Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek III (2018)
URL :
https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/h
andle/11617/10479/p.%20131-135%20Etis%20Wicaksono.pdf?sequence= 1&isAllowed=y
D. K. Sastrawidana, Preparation and Characterization of herbal shampoo from goat milk and natural extract, Journal of Physics Conference Series 1317 – 012033
URL :
https://www.researchgate.net/publication/33 7139046_Preparation_and_characterization _of_herbal_shampoo_from_goat_milk_and_ natural_extract