• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAHASAN - 1 AQIDAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMBAHASAN - 1 AQIDAH"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PEMBAHASAN - 1

“AQIDAH”

(3)

DALIL AQLI :

Keberadaan banyaknya makhluk membuktikan adanya Sang Pencipta

RUBUBIYAH : Allah pencipta dan pengatur segala urusan ULUHIYAH : Allah yang berhak diibadahi

ASMA WA SHIFAT : Memiliki nama-nama terbaik & tidak diserupakan

(4)

2. IMAN KEPADA MALAIKAT (QS. An-Nisa [4]:

136)

DALIL AQLI:

Jejak eksistensi malaikat di antaranya:

• Sampainya wahyu kepada Nabi dan Rasul,

• Wafatnya makhluk dengan dicabutnya ruh mereka,

• Penjagaan terhadap manusia dari gangguan jin dan setan, dll.

Merupakan makhluk ghaib yang senantiasa taat kepada Allah. Diciptakan dari cahaya. Allah telah mempercayakan beberapa tugas kepada mereka, seperti:

Menjaga para hamba,

Mencatat seluruh amalan hamba,

Menjaga surga berikut segala kenikmatannya, Menjaga neraka berikut segala siksaannya,

Dan ada juga yang tugasnya bertasbih siang dan malam

(5)

3. IMAN KEPADA KITABULLAH (QS. An-Nisa [4]:

136)

Ada 4 kitab samawi, yakni: 1. Taurat kepada Musa as, 2. Zabur kepada Daud as, 3. Injil kepada Isa as, dan

4. Al-Qur’an kepada Muhammad saw.

Al-Qur’an merupakan kitab samawi terbesar, terlengkap, dan menjadi penyempurna kitab-kitab samawi sebelumnya.

DALIL AQLI:

Lemahnya manusia membutuhkan petunjuk bagaimana memperbaiki jiwa dan raganya serta bagaimana menapaki kehidupan di dunia dari Sang Pencipta, Allah swt

(6)

IMAN KEPADA AL-QUR’AN (QS. Al-Furqon: 1)

DALIL AQLI:

Al-Qur’an mencakup berbagai macam ilmu, mulai dari ilmu alam, sejarah, sosial, hingga peperangan. Meski demikian, ia diturunkan kepada seorang hamba yang tidak bisa baca tulis. Jadi, Al-Qur’an itu murni kalam ilahi.

Al-Qur’an merupakan kitab samawi terbesar, terlengkap, dan menjadi penyempurna kitab-kitab samawi sebelumnya. Diturunkan kepada Nabi terakhir, Muhammad saw. Pemimpin umat akhir zaman.

Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab yang Allah telah menjamin keasliannya dari pengurangan dan penambahan, serta dari penggantian dan perubahan. Allah juga telah menjamin kekekalannya hingga Dia mengangkatnya ke sisi-Nya pada akhir kehidupan nanti. (QS. Al-Hijr: 9)

(7)

4. IMAN KEPADA UTUSAN ALLAH (QS. An-Nahl [16]: 36)

DALIL AQLI:

Allah menciptakan makhluk-Nya untuk beribadah kepadaNya. Oleh karena itu, perlu diutus para utusan Allah untuk

mengenalkan Rabb, mengarahkan pada kesempurnaan manusiawi, dan mengantarkan para hamba kepada

kebahagiaan dunia akhirat.

Para rasul adalah makhluk Allah yang paling sempurna dan paling mulia, meskipun mereka adalah manusia biasa yang juga makan, minum, sakit, sehat, lupa, ingat, meninggal, dan hidup.

Allah swt telah memilih dari kalangan manusia beberapa rasul, serta mewahyukan kepada mereka syariat-Nya dan mengambil janji dari mereka untuk menyampaikan wahyu tersebut sebagai hujjah pada hari Kiamat kelak.

(8)

IMAN KEPADA KERASULAN MUHAMMAD (An-Nisa :

170)

Beberapa tanda mukjizat kenabian, seperti:  Bulan terbelah (QS. Al-Qamar: 1-3)

Menyembuhkan bola mata shahabat Qatadah ketika perang Uhud dan

Ali bin Abi Talib ketika perang Khaibar

Pohon dapat berbicara dan batang pohon kurma rindu pada Rasulullah

Sebanyak 80 orang dapat makan kenyang hanya dari 1 mud gandum

Isra Mi’raj dari Masjidil Haram – Masjidil Aqsa – Sidratul Muntaha

dalam 1 malam

Menerima wahyu Al-Qur’an DALIL AQLI:

Allah sangat mungkin mengutus Muhammad kepada kaumnya, sebagaimana Dia juga mengutus para nabi kepada umat-umat sebelumnya.

(9)

5. IMAN KEPADA HARI AKHIR (QS. Ar-Rahman: 26-27)

DALIL AQLI:

Allah sangat berkuasa untuk menciptakan dan sudah pasti juga berkuasa untuk melenyapkan.

Rasulullah bersabda,

“Kiamat tidak akan terjadi hingga muncul sepuluh tanda; 1) Penenggelaman ke bumi di timur,

2) Penenggelaman ke bumi di barat,

3) Penenggelaman ke bumi di Jazirah Arab, 4) Keluarnya asap,

5) Dajjal,

6) Binatang melata, 7) Ya’juj dan Ma’juj,

8) Terbitnya matahari dari arah barat,

9) Api muncul dari dasar lembah Aden yang menggiring manusia, dan

(10)

SIKSA DAN NIKMAT DI ALAM KUBUR (QS. Al-Anfal: 50-51)

DALIL AQLI:

Iman kepada hal ghaib, seperti iman kepada Allah,

malaikat, dan hari Kiamat mengharuskan seorang hamba untuk juga beriman kepada siksa dan nikmat kubur.

“Jika salah seorang dari kalian meninggal dunia, maka akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya pada setiap pagi dan petang hari. Jika ia termasuk penduduk surga, maka akan (diperlihatkan) sebagai penduduk surga dan jika ia termasuk penduduk neraka, maka akan (diperlihatkan) sebagai penduduk neraka. Lalu dikatakan kepadanya, ‘Inilah tempat tinggalmu sampai Allah membangkitkanmu pada hari Kiamat’.” (HR Bukhari,

(11)

6. IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR (Al-Hadid: 22)

Qadha ialah hukum Allah swt yang bersifat azali

mengenai keberadaan atau ketiadan sesuatu.

Qadar ialah tindakan Allah mengadakan sesuatu dengan

cara yang khusus dan pada waktu yang khusus. Namun, adakalanya masing-masing dari keduanya dimutlakkan atas yang lainnya.

Rasulullah bersabda,

“Pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena. Lalu Allah berfirman kepadanya, ‘Tulislah!’ Pena itu menjawab,

‘Wahai Rabb, apa yang harus aku tulis?’ Allah menjawab, ‘Tulislah takdir segala sesuatu sampai datangnya hari

(12)

7. TAUHID DALAM IBADAH (Al-Baqarah: 21-22)

DALIL AQLI:

Keesaan Allah swt dalam hal mencipta, memberi rezeki, bertindak, dan mengatur, mewajibkan ibadah hanya

ditujukan untuk-Nya semata, tidak ada sekutu bagi-Nya sedikit pun dalam hal ini.

Hanya untuk Allah-lah seluruh amalan batinnya berupa rasa takut, pengharapan, tobat, kecintaan, pengagungan, dan tawakal.

Begitu juga amalan lahiriyahnya berupa shalat, puasa, haji, dan jihad.

(13)

8. TAWASUL (WASILAH) (Al-Baqarah: 21-22) Tawasul artinya :

Mengerjakan suatu amal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, atau

Memohon/berdoa kepada Allah dengan perantaraan nama seseorang yang dianggap suci dan dekat kepada-Nya

DALIL AQLI:

Ketidaktahuan seorang hamba terhadap perbuatan dan perkataan yang dicintai dan dibenci oleh Allah Ta’ala menuntut agar wasilah hanya terbatas pada apa-apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan dijelaskan oleh Rasulullah saw.

(14)

9. WALI ALLAH DAN WALI SETAN (Yunus [11]: 62-64)

Wali-wali Allah adalah orang-orang yang mencintai dan menolong Allah

Contoh peristiwa wali Allah dan karamahnya:

Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu jika ia bersumpah atas nama Allah dalam suatu perkara, maka Allah pasti

mengabulkan sumpahnya. Sampai ketika terjadi Perang Qadisiah, ia bersumpah atas nama Allah agar Allah

memenangkan kaum muslimin atas kaum musyrikin dan agar ia menjadi orang pertama yang syahid di medan pertempuran. Maka, terjadilah peritiwa seperti apa yang ia inginkan.

WALI ALLAH (Al-Baqarah:

(15)

WALI SETAN (Al-A’raf:

27)

Kalaulah seandainya muncul pada diri mereka sesuatu yang luar biasa, seperti mereka bisa terbang di langit atau berjalan di atas permukaan air, maka itu hanyalah istidraj (dilulu) dari Allah.

Di antara bentuk tipu daya setan:

> Ada yang didatangi setan dengan membawa macam makanan dan minuman.

> Ada yang diajak berbicara oleh setan tentang urusan-urusan

gaib dan diperlihatkan beberapa urusan-urusan yang tersembunyi.

> Ada yang tidak mempan ditebas senjata tajam.

> Ada yang didatangi setan yang menjelma sosok lelaki saleh

ketika ia meminta pertolongan orang saleh tersebut, dengan

tujuan untuk menipunya, menyesatkannya, dan membawanya

kepada kesyirikan kepada Allah dan memaksiati-Nya. Wali-wali setan adalah orang-orang yang memusuhi Allah.

(16)

10. AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR (Ali Imron: 104)“Barang siapa di antara kalian yang melihat suatu

kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan itulah

selemah-lemah iman.” (HR Muslim: 69)

Etika beramar ma’ruf nahi munkar :

1.Mengetahui betul syariat yang ia perintahkan

2.Orang yang beramar makruf nahi mungkar mempunyai sikap wara’ (hati-hati), yaitu ia tidak melakukan apa yang ingin ia larang dan tidak meninggalkan apa yang ingin ia perintahkan.

3.Memiliki akhlak yang baik, sabar, serta lemah lembut dalam memerintah dan melarang.

4.Tidak mencari tahu kemungkaran dengan cara memata-matai keburukan orang lain.

(17)

Etika beramar ma’ruf nahi munkar : (lanjutan)

5. Sebelum seseorang memerintah orang lain, hendaknya ia memberitahukan kepadanya tentang kebaikan yang ingin ia perintahkan.

6. Memerintah dan mencegah dengan cara yang makruf. 7. Jika seseorang tidak mampu merubah kemungkaran

dengan tangan dan lisannya, lantaran mengkhawatirkan keselamatan dirinya, hartanya, atau kehormatannya, dan ia tidak mampu bersabar atas apa yang akan

menimpanya, maka cukup baginya mengingkari kemungkaran dengan hatinya.

(18)

11. IMAN KEPADA SHAHABAT, IMAM, DAN PEMIMPIN

KAUM MUSLIMIN (QS. Al-Maidah: 54)Seorang muslim wajib mencintai dan mengutamakan para shahabat Nabi, menghargai para imam kaum muslimin, serta pemimpin kaum muslimin.

Ini mencakup:

Khulafaur Rasyidin : Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib radhiallahu

anhum.

Shahabat yg dijamin masuk surga : Khulafaur Rasyidin, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash, Sa’id bin Zaid, Abu Ubaidah Amir bin Jarrah, Abdurrahman bin Auf.

(19)

Para shahabat yang ikut serta dalam perang Badar. Para shahabat yang dijamin masuk surga selain

sepuluh orang yang telah disebutkan, yaitu Fathimah Az-Zahra’ dan kedua anaknya Hasan dan Husain, Tsabit bin Qais, Bilal bin Rabbah, dan yang lainnya.

Para shahabat yang turut serta dalam peristiwa Baiatur Ridwan. Jumlahnya mencapai 1.400 shahabat. Adapun yang termasuk imam yang dimaksud adalah: qari’ (orang yang hafal dan ahli dalam Al-Qur’an), faqih (ahli fikih) muhaddits (ahli hadits),

mufassir (ahli tafsir) dari kalangan tabi’in dan

tabiut tabi’in rahimahumullah.

Sedangkan untuk pemimpin yang dimaksud adalah: pemimpin kaum muslimin yang menerapkan syariat Islam.

(20)

Etika terhadap para shahabat Nabi dan keluarganya: 1.Mencintai mereka.

2.Mengimani keutamaan mereka atas kaum mukminin dan muslimin yang lain.

3.Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan shahabat Rasulullah saw yang paling utama, kemudian disusul Umar bin Khattab,

Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhum. 4.Mengakui kelebihan dan keunggulan para shahabat.

5.Menjauhkan diri dari mengungkit kesalahan-kesalahan mereka dan mengambil sikap diam terhadap perselisihan yang terjadi di antara mereka.

6.Mengimani kehormatan para istri Rasulullah saw. Mereka adalah para wanita yang suci dan disucikan. Ridha kepada mereka dan memiliki pandangan bahwa yang paling utama di antara mereka adalah Khadijah binti Khuwailid dan Aisyah binti Abu Bakar.

(21)

Etika terhadap para pemuka agama, yaitu para qari, ahli hadits, dan ahli fikih:

1.Mencintai mereka, memintakan rahmat dan ampunan untuk mereka, serta mengakui keutamaan-keutamaan yang mereka miliki.

2.Tidak menyebut mereka kecuali dengan cara yang baik dan tidak mencela mereka dengan perkataan maupun pemikiran.

3.Segala persoalan yang telah disusun oleh Imam yang empat; Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Imam Abu Hanifah, serta pendapat dan ucapan mereka yang berkaitan dengan masalah-masalah agama, fikih, dan syariat, semuanya bersandar pada Kitabullah dan sunnah Rasulullah saw.

4.Mengambil pendapat dalam masalah-masalah fikih dan agama dari apa yang telah disusun oleh salah seorang dari imam terkemuka tersebut adalah diperbolehkan, dan mengamalkannya termasuk mengamalkan syariat Allah, selama ia tidak bertentangan dengan nash yang jelas lagi shahih dari Kitabullah atau sunah Rasulullah saw.

(22)

5. Para imam adalah manusia biasa yang bisa benar dan bisa salah. Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh bersikap fanatik terhadap pendapat salah seorang dari mereka dan meninggalkan pendapat yang lain, kecuali jika menyelisihi firman Allah atau sabda Rasulullah saw.

6. Menerima alasan mereka dalam beberapa masalah cabang agama yang mereka perselisihkan.

Etika terhadap para pemimpin kaum muslimin

1.Wajibnya menaati mereka

2.Tidak boleh membelot dari perintah para pemimpin atau mengumumkan penentangannya kepada mereka.

3.Mendoakan mereka dengan kebaikan, kebenaran, taufik, dan penjagaan dari keburukan serta dari terjerumus ke dalam kesalahan.

4.Berjihad di bawah kepemimpinannya dan shalat berjamaah di belakangnya, sekalipun mereka melakukan kefasikan dan perbuatan-perbuatan haram yang tidak sampai tingkat kekafiran.

Referensi

Dokumen terkait

Disusun dalam rangka untuk memenuhi salah satu persyaratan menempuh Sarjana Strata 2 Magister (S-2) Pendidikan Agama Islam (M.Pd.I). Program Pascasarjana

Dari beberapa pendapat diatas tentang metode demonstrasi dan nilai-nilai agama dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi bisa menjadi salah satu sarana yang digunakan

Indikator, menyelesaikan masalah berkaitan dengan skala dan perbandingan Indikator Soal, menentukan salah satu dari jarak sebenarnya, skala, atau jarak pada

Disusun dalam rangka untuk memenuhi salah satu persyaratan menempuh Sarjana Strata 2 Magister (S-2) Pendidikan Agama Islam (PAI). Pada Program Pascasarjana

Disusun dalan rangka untuk memenuhi salah satu persyaratan menempuh Sarjana Strata 2 Magister (S-2) Pendidikan Agama Islam (M.Pd.I). Program Pascasarjana

Pada kajian fikih klasik muallaf itu jika baru memeluk agama Islam karena imannya masih lemah dan perlu dukungan serta pendampingan, mereka yang dikhawatirkan memberikan

Sebagai praktisi PR , apa pendapat anda mengenai Corporate social Responsibility ?CSR salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap masalah-masalah sosial di

Sebagai salah satu dokumen perencanaan tahunan, maka PPAS disusun berdasarkan RKPD dan merupakan pengejewantahan dari Kebijakan Umum Anggaran (KUA) yang mengacu