33 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Penelitian tindakan kelas tentang upaya peningkatan keterampilan
berbicara tentang pembelajaran tematik tema 6 Cita-Citaku subtema 2
Hebatnya Cita-Citaku dan subtema 3 Giat Berusaha Meraih Cita-Cita melalui
PI-MTPS kelas IV SDN Tembarak Kabupaten Temanggung semester 2 tahun
pembelajaran 2017/2018.
Pelaksanaan Siklus 1 1. Perencanaan
Perencanaan tindakan dalam siklus 1 yaitu dengan menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran tematik. Dalam pembelajaran tematik ini tema yang
digunakan adalah tema 6 Citaku dengan Subtema 2 Hebatnya
Cita-Citaku. Dalam subtema Hebatnya Cita-Citaku, terdapat pemetaan KD dan mata
pelajara. Mata pelajaran yang digunakan adalah mata pelajaran IPA dan
Bahasa Indonesia, dengan KD 4.2 Membuat skema siklus hidup beberapa
jenis makhluk hidup yang ada di lingkungan sekitarnya, dan slogan upaya
pelestariannya dan KD 4.6 Melisankan puisi hasil karya pribadi dengan lafal,
intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri. Berdasarkan
tema, subtema yang telah dipilih kemudian dilanjutkan dengan penyusunan
RPP. RPP dirancang untuk 2 kali pertemuan, alokasi waktu sebanyak 5 x 35
menit dengan rincian pada pertemuan pertama 2 x 35 menit dan pertemuan
kedua 3 x 35. Selain menyiapkan RPP juga menyiapkan perangkat evaluasi
yang meliputi lembar observasi dan unjuk kerja yang dilengkapi dengan rubrik
pengukuran keterampilan berbicara (terlampir), menentukan indikator dan
tujuan pembelajaran serta media yang akan digunakan dalam pembelajaran
antara lain materi pembelajara tentang siklus hidup hewan dan upaya
pelestarian (terlampir), kisi-kisi pengukuran keterampilan berbicara (terlampir),
2. Tindakan dan Observasi 1) Tindakan
Pelaksanaan tindakan pada siklus 1 ini menggunakan model pembelajaran
PI-MTPS. Adapun tindakan dan observasi dapat dideskripsikan sebagai
berikut:
a. Pertemuan Pertama
Kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran ini, salah satu siswa
memimpin berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,
siswa memberikan salam kepada guru, kemudian siswa menjawab kehadiran
dengan cara menunjukan jari. Siswa menerima apersepsi dari guru berupa kuis
tertulis yaitu: siswa akan memperhatikan gambar dokter hewan yang berada di
layar LCD, perhatikan gambar di atas! Profesi apakah yang ditunjukkan pada
gambar di atas? Adakah di antara kamu yang ingin menjadi dokter hewan
seperti pada gambar di atas?, dan untuk menjadi seorang dokter hewan, tentu
kamu harus mengetahui segala hal tentang hewan, termasuk daur hidupnya.
Mengapa?. Siswa akan menerima tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti siswa menyimak materi bacaan tentang siklus hidup hewan
dan upaya pelestariannya, siswa dengan bimbingan guru berfikir tentang
rumusan masalah siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya, siswa berani
menyampaikan rumusan masalah siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya
di depan kelas dengan berani, siswa membentuk kelompok berpasangan, siswa
berdiskusi merumuskan masalah dengan pasangannya tentang siklus hidup
hewan dan upaya pelestariannya, siswa dengan pasangannya mengemukakan
hasil pemecahan masalah yang berkaitan dengan siklus hidup hewan dan upaya
pelestariannya dengan ekspresi tenang dan siswa dapat merumuskan hipotesis
tentang siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya.
Kegiatan penutup siswa melakukan refleksi pembelajaran, siswa
b. Pertemuan Kedua
Kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran ini guru memberi ice breaking dengan mengajaka siswa bersama-sama menyanyikan lagu “disini senang disana senang”, siswa menyimak tujuan pembelajaran dari guru.
Kegitan inti siswa bersama pasangannya membuat skema siklus hidup
hewan, siswa mengikuti diskusi pleno, siswa sharing tentang pembuktian hipotesis siklus hidup hewan dan upaya pelestarian dengan lancar, siswa
sharing skema siklus hidup hewan dengan lancar, siswa memperhatikan contoh
slogan yang ditanyangkan di LCD, siswa sharing slogan upaya pelestarian
dengan lancar, siswa memperhatikan guru yang menjelaskan isi puisi, siswa
menjelaskan kembali isi puisi, siswa membaca puisi dengan lafal yang tepat,
siswa membaca puisi dengan intonasi yang tepat, siswa membaca puisi dengan
ekspresi yang tepat.
Dalam kegiatan penutup siswa menyimpulkan pembelajaran hari ini
dengan bimbingan guru, menerima penguatan dari guru, siswa memimpin doa
untuk mengakhiri pembelajaran.
Dalam implementasi tindakan, secara bersama dilakukan observasi
terhadap langkah-langkah menggunakan model pembelajaran PI-MTPS.
Obsever yang menjadi pengamat jalannya pembelajaran dari awal sampai akhir
adalah teman sejawat. Lembar observasi implementasi tindakan menggunakan
pembelajaran PI-MTPS sub tema Hebatnya Cita-Citaku.
2) Observasi
Kegiatan observasi dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data
yang berhubungan dengan tindakan selama kegiatan pembelajaran
berlangsung. Obsever yang menjadi pengamat jalannya pembelajaran dari awal
sampai akhir yang dilakukan oleh teman sejawat. Observer bertugas untuk
mengamati pembelajaran melalui PI-MTPS. Observer menggunakan lembar
observasi aktivitas guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Hasil dari observasi aktivitas guru dan siswa pada siklus 1 pertemuan 1 dan 2.
Kelebihan aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran melalui PI-MTPS
penilaian 3 pada nomor 2, 5, 6, 7, dan 9, aktivitas skor penilaian 2 atau rendah
pada nomor 3,8 dan 10. Bahwa skor aktivitas guru kelas IV SDN Tembarak
Temanggung dalam pembelajaran tematik terpadu melalui PI-MTPS siklus 1
secara rinci melalui lampiran 3.
Aktivitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran melalui PI-MTPS
melalui indikator mempersiapkan diri sebelum pembelajaran siswa yang
memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 9 siswa, skor penilaian 3 yaitu
sebanyak 11 siswa, skor penilaian 2 yaitu sebanyak 5 siswa, skor penilaian 1
yaitu sebanyak 2 siswa. Melalui indikator menyimak materi siklus hidup
hewan dan upaya pelestariannya siswa yang memperoleh skor penilaian 4 yaitu
sebanyak 9 siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 13 siswa, skor penilaian 2
yaitu sebanyak 4 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 1 siswa. Melalui
indikator berfikir merumuskan masalah siklus hidup hewan dan upaya
pelestariannya siswa yang memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 8
siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 15 siswa, skor penilaian 2 yaitu
sebanyak 3 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 1 siswa. Melalui indikator
berdiskusi merumuskan masalah dengan pasangannya siklus hidup hewan dan
upaya pelestariannya siswa yang memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak
10 siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 9 siswa, skor penilaian 2 yaitu
sebanyak 7 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 1 siswa. Melalui indikator
merumuskan hipotesis siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya siswa
yang memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 8 siswa, skor penilaian 3
yaitu sebanyak 14 siswa, skor penilaian 2 yaitu sebanyak 3 siswa, dan skor
penilaian 1 sebanyak 2 siswa. Melalui indikator merumuskan hipotesis siklus
hidup hewan dan upaya pelestariannya siswa yang memperoleh skor penilaian
4 yaitu sebanyak 15 siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 7 siswa, skor
penilaian 2 yaitu sebanyak 4 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 1 siswa.
Melalui indikator membuat skema siklus hidup hewan siswa yang memperoleh
skor penilaian 4 yaitu sebanyak 15 siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 7
siswa, skor penilaian 2 yaitu sebanyak 4 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 1
upaya pelestariannya dalam diskusi pleno siswa yang memperoleh skor
penilaian 4 yaitu sebanyak 15 siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 6 siswa,
skor penilaian 2 yaitu sebanyak 4 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 2 siswa.
Melalui indikator melisankan puisi siswa yang memperoleh skor penilaian 4
yaitu sebanyak 15 siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 8 siswa, skor
penilaian 2 yaitu sebanyak 1 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 1 siswa.
Bahwa skor aktivitas siswa kelas IV SDN Tembarak Temanggung dalam
pembelajaran tematik terpadu melalui PI-MTPS siklus 1 secara rinci melalui
lampiran 3.
3. Refleksi
Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus 1 maka
selanjutnaya diadakan refleksi dalam bentuk diskusi atas segala kegiatan dalam
proses pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah diadakan diskusi yang
digunakan untuk merefleksi pembelajaran yang dilakukan bersama guru kelas,
dan observer. Dalam diskusi berisi tentang pembelajaran tematik dapat
meningkatkan keterampilan berbicara melalui model PI-MTPS bagi guru kelas,
observer, dan siswa.
Berdasarkan kegiatan yang dilaksankan pada siklus 1 kemudian diambil
data secara kualitatif melalui penilaian proses yang terdiri dari penilaian tiap
indikator keterampilan berbicara dari seluruh kelas. Dalam penguasaan
keterampilan berbicara dibagi menjadi 3 kalsifikasi yaitu tinggi, sedang, rendah
(menurut Nana Sudjana, 2012;77). Berikut ini tabel distribusi skor
keterampilan berbicara siswa disetiap tahap pembelajaran tematik pada siklus
1.
Tabel 4.1
Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Beranian Merumuskan Masalah Siklus 1 No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)
1. 75-100 Tinggi 18 66,7
2. 50-74 Sedang 8 29,6
3. 25-49 Rendah 1 3,7
Jumlah 27 100
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa pada tahap keberanian membuat
rumusan masalah siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi
tinggi sebanyak 18 siswa (66,7%), siswa yang masuk dalam klasifikasi
sedang 8 siswa (29,6%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi rendah
keterampilan berbicara dalam tahap membuat rumusan masalah sebanyak 1
siswa (3,7%).
Tabel 4.2
Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Ekspresikan Pendapat Dalam Diskusi Siklus 1
No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)
1. 75-100 Tinggi 18 66,7
2. 50-74 Sedang 9 33,3
Jumlah 27 100
Sumber: Data primer
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa pada tahap mengekspresikan pendapat
dalam diskusi siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi
tinggi sebanyak 18 siswa (66,7%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi
sedang sebanyak 9 siswa (33,3%).
Tabel 4.3
Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Sharing Skema Siklus Hidup Hewan Siklus 1
No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)
1. 75-100 Tinggi 20 74,1
2. 50-74 Sedang 7 25,9
Jumlah 27 100
Sumber: Data primer
Tabel 4.3 menunjukkan bahwa pada tahap sharing skema siklus hidup hewan siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi 20
siswa (74,1%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang dalam
Tabel 4.4
Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Sharing Slogan Upaya Pelestarian Siklus 1 No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)
1. 75-100 Tinggi 24 88,9
2. 50-74 Sedang 3 11,1
Jumlah 27 100
Sumber: Data primer
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa pada tahap sharing slogan upaya
pelestarian siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi
sebanyak 24 siswa (88,9%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang
sebanyak 3 siswa (11,1%).
Tabel 4.5
Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Penyampaian Puisi Pelestarian Siklus Hidup Hewan Berdasarkan Lafal
Siklus 1
No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)
1. 75-100 Tinggi 16 59,2
2. 50-74 Sedang 9 33,3
3. 25-49 Rendah 2 7,4
Jumlah 27 100
Sumber: Data primer
Tabel 4.5 menunjukkan bahwa pada tahap penyampaian puisi pelestarian
siklus hidup hewan berdasarkan lafal siswa yang masuk dalam keterampilan
berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 16 siswa (59,2%), siswa yang masuk
dalam klasifikasi sedang 9 siswa (33,3%) dan siswa yang masuk dalam
klasifikasi rendah keterampilan berbicara dalam tahap intonasi sebanyak 2
siswa (7,4%).
Tabel 4.6
Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Penyampaian Puisi Pelestarian Siklus Hidup Hewan Berdasarkan
Intonasi Siklus 1
No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)
1. 75-100 Tinggi 16 59,2
2. 50-74 Sedang 9 33,3
3. 25-49 Rendah 2 7,4
Jumlah 27 100
Sumber: Data primer
Tabel 4.6 menunjukkan bahwa pada tahap penyampaian puisi pelestarian
keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak16 siswa (59,2%), siswa
yang masuk dalam klasifikasi sedang sebanyak 9 siswa (33,3%) dan siswa
yang masuk dalam klasifikasi keterampilan berbicara tingkat rendah sebanyak
2 siswa (7,4%).
Tabel 4.7
Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Penyampaian Puisi Pelestarian Siklus Hidup Hewan Berdasarka
Ekspresi Siklus 1
No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)
1. 75-100 Tinggi 23 85,2
2. 50-74 Sedang 4 14,8
Jumlah 27 100
Sumber: Data primer
Tabel 4.7 menunjukkan bahwa pada tahap penyampaian puisi pelestarian
siklus hidup hewan berdasarkan ekspresi siswa yang masuk dalam
keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 23 siswa (85,2%) dan
siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang keterampilan berbicara dalam
tahap kelancaran sebanyak 4 siswa (14,8%).
Tabel distribusi klasifikasi keterampilan berbicara siswa tiap tahap diatas
dapat digambarkan menggunakan diagram batang sebagai berikut:
Sumber: Data sekunder
Keterangan : 1 = Keberanian merumuskan masalah; 2 = Mengekspresikan pendapat dalam diskusi; 3 = sharing skema siklus hidup hewan; 4 = sharing slogan upaya pelestarian; 5 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan lafal; 6 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan intonasi; 7 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan ekspresi.
Gambar 4.1
Diagram Batang Distribusi Keterampilan Berbicara Dalam Pembelajaran Tematik Siklus 1
Keterampilan berbicara tinggi jika peserta didik memperoleh rentang
skor 75-100, sedangkan keterampilan sedang jika peserta didik memperoleh
rentang skor 50-74 dan keterampilan berbicara rendah jika peserta didik
memperoleh rentang skor 25-49. Dari Gambar 4.1 menunjukkan bahwa pada
indikator membuat rumusan masalah, siswa yang masuk dalam keterampilan
berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 18 siswa (66,7%), siswa yang masuk
dalam klasifikasi sedang sebanyak 8 siswa (29,6%) dan siswa yang masuk
dalam klasifikasi rendah sebanyak 1 siswa (3,7%). Indikator berani
mengemukakan pendapat siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara
klasifikasi tinggi sebanyak 18 siswa (66,7%) dan siswa yang masuk dalam
klasifikasi sedang sebanyak 9 siswa (33,3%). Indikator mengemukakan
pendapat, siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi
sebanyak 20 siswa (74,1%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang
sebanyak 7 siswa (25,9%). Indikator pelafalan, siswa yang masuk dalam
keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 24 siswa (88,9%) dan
siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang sebanyak 3 siswa (11,1%).
Indikator intonasi, siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara
klasifikasi tinggi sebanyak 16 siswa (59,2%), siswa yang masuk dalam
klasifikasi sedang sebanyak 9 siswa (33,3%) dan siswa yang masuk dalam
klasifikasi rendah sebanyak 2 siswa (7,4). Indikator ekspresi, siswa yang
masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 16 siswa
(59,2%), siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang sebanyak 9 siswa
(33,3%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi rendah sebanyak 2 siswa
(7,4). Indikator kelancaran siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara
klasifikasi tinggi sebanyak 23 siswa (85,2%) dan siswa yang masuk dalam
klasifikasi sedang sebanyak 4 siswa (14,8%).
Hasil siklus 1 nampak masih kurang karena siswa belum mencapai keberhasilan indikator ≥80% dengan skor ≥75% dari seluruh jumlah siswa yang masuk klasifikasi keterampilan berbicara tinggi, maka selanjutnya perlu
Berdasarkan dari hasil pengamatan pada siklus 1 maka secara
keseluruhan hasil refleksi yang diperoleh pada proses pembelajaran siklus 1
untuk ditingkatkan pada siklus 1 adalah sebagai berikut:
A. Kelebihan
1. Tersedia RPP, indikator pembelajaran mengarah pada pengembangan
keterampilan berbicara tingkat tinggi
2. Pada saat kegiatan pendahuluan guru menyampaikan apersepsi dan
tujuan pembelajaran, membantu siswa membangun pemahaman sendiri,
memberikan kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapat, serta
kesimpulan dan penguatan.
3. Pelaksanaan RPP sudah runtut sesuai dengan langkah-langkah
pembelajaran PI-MTPS
4. Pembelajaran menggunakan media gambar dan media LCD proyektor
sehingga siswa tertarik dan tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran.
5. Siswa sudah mulai berani dan tidak malu-malu mengemukakan pendapat
baik kepada guru maupun temannya yang sedang presentasi.
6. Siswa semakin aktif berkomunikasi dengan siswa lainnya dan terjalin
kerjasama yang baik dalam teman diskusinya.
7. Siswa dapat menyimpulkan gagasan beberapa pendapat menjadi sebuah
kesimpulan.
B. Kekurangan
1. Dalam awal pembelajaran kesiapan siswa juga harus diperhatikan
terutama dalam pengaturan tempat duduk siswa.
2. Harus memperhatikan waktu yang sudah dialokasikan agar implementasi
pembelajaran PI-MTPS dapat maksimal, guru belum sepenuhnya sebagai
fasilitator yang baik dan kurang melibatkan siswa dalam membuat
kesimpulan di akhir pembelajaran.
3. Siswa belum berani mengemukakan rumusan masalah yang berbobot
baik kepada guru.
4. Siswa masih ada yang bermain sewaktu siswa lain sedang membacakan
Kekurangan diatas dapat ditangani dengan yang pertama perlu
memperhatikan kesiapan siswa sebelum mengawali pembelajaran, perlu
memperhatikan dalam manajemen waktu pembelajaran sehingga dengan
pembelajaran PI-MTPS dapat berlangsung maksimal, semua siswa harus
beraktivitas positif dalam pembelajaran sehingga siswa memperoleh manfaar
pembelajaran terutama siswa dibimbing untuk berani mengemukakan
rumusan masalah yang berbobot, guru harus memberikan teguran kepada
siswa yang bermain sewaktu siswa lain sedang membacakan puisi didepan
kelas.
Pelaksanaan Siklus 2
Dalam pelaksanaan tindakan siklus 2 menggunakan pembelajaran
PI-MTPS dengan kelas IV SDN Tembarak Temanggung semester 2 tahun
pelajaran 2017/2018 melalui 3 prosedur. Prosedur yang dilakukan dalam
pelaksanaan siklus 2 yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan dan observasi,
dan tahap refleksi.
1. Perencanaan
Perencanaan tindakan dalam siklus 2 yaitu dengan menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran tematik. Dalam pembelajaran tematik ini tema yang
digunakan adalah tema 6 Citaku dengan Subtema 2 Hebatnya
Cita-Citaku. Dalam subtema Hebatnya Cita-Citaku, terdapat pemetaan KD dan mata
pelajara. Mata pelajaran yang digunakan adalah mata pelajaran IPA dan
Bahasa Indonesia, dengan KD 4.2 Membuat skema siklus hidup beberapa
jenis makhluk hidup yang ada di lingkungan sekitarnya, dan slogan upaya
pelestariannya dan KD 4.6 Melisankan puisi hasil karya pribadi dengan lafal,
intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri. Berdasarkan
tema, subtema yang telah dipilih kemudian dilanjutkan dengan penyusunan
RPP. RPP dirancang untuk 2 kali pertemuan, alokasi waktu sebanyak 5 x 35
menit dengan rincian pada pertemuan pertama 2 x 35 menit dan pertemuan
kedua 3 x 35. Selain menyiapkan RPP juga menyiapkan perangkat evaluasi
yang meliputi lembar observasi dan unjuk kerja yang dilengkapi dengan rubrik
tujuan pembelajaran serta media yang akan digunakan dalam pembelajaran
antara lain materi pembelajara tentang siklus hidup hewan dan upaya
pelestarian (terlampir), kisi-kisi pengukuran keterampilan berbicara (terlampir),
gambar tentang tahapan siklus hidup hewan (terlampir).
2. Tindakan dan Observasi 1) Tindakan
Pelaksanaan tindakan pada siklus 1 ini menggunakan model
pembelajaran PI-MTPS. Adapun tindakan dan observasi dapat dideskripsikan
sebagai berikut:
a. Pertemuan Pertama
Kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran ini, salah satu siswa
memimpin berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,
siswa memberikan salam kepada guru, kemudian siswa menjawab kehadiran
dengan cara menunjukan jari, guru mengulang sedikit materi yang telah
diajarkan pada pertemuan sebelumnya untuk mengetahui sejauh mana
pemahaman siswa tentang materi yang telah diajarkan. (apersepsi), menerima
tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti siswa menyimak materi bacaan tentang siklus hidup
hewan dan upaya pelestariannya, siswa dengan bimbingan guru berfikir tentang
rumusan masalah siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya, siswa berani
menyampaikan rumusan masalah siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya
di depan kelas dengan berani, siswa membentuk kelompok berpasanga, siswa
berdiskusi merumuskan masalah dengan pasangannya tentang siklus hidup
hewan dan upaya pelestariannya, siswa dengan pasangannya mengemukakan
hasil pemecahan masalah yang berkaitan dengan siklus hidup hewan dan upaya
pelestariannya dengan ekspresi tenang, siswa dapat merumuskan hipotesis
tentang siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya.
Kegiatan penutup siswa melakukan refleksi pembelajaran, siswa
b. Pertemuan Kedua
Kegiatan pendahuluan guru memberi ice breaking dengan mengajaka siswa bersama-sama menyanyikan lagu “lihat kebunku”, siswa menyimak
tujuan pembelajaran dari guru.
Kegiatan inti siswa bersama pasangannya membuat skema siklus hidup
hewan, siswa mengikuti diskusi pleno, siswa sharing tentang pembuktian
hipotesis siklus hidup hewan dan upaya pelestarian dengan lancar, siswa
sharing skema siklus hidup hewan dengan lancar, siswa memperhatikan
contoh slogan yang ditayangkan di LCD, siswa sharing slogan upaya
pelestarian hutan dengan lancar, siswa memperhatikan guru yang sedang
menjelaskan isi puisi, siswa menjelaskan kembali isi puisi, siswa membaca
puisi dengan lafal yang tepat, siswa membaca puisi dengan intonasi yang
tepat, siswa membaca puisi dengan ekspresi yang tepat.
Kegiatan penutup siswa menyimpulkan pembelajaran hari ini dengan
bimbingan guru, menerima penguatan dari guru, siswa memimpin doa untuk
mengakhiri pembelajaran.
Dalam implementasi tindakan, secara bersama dilakukan observasi
terhadap langkah-langkah menggunakan model pembelajaran PI-MTPS.
Obsever yang menjadi pengamat jalannya pembelajaran dari awal sampai
akhir adalah teman sejawat. Lembar observasi implementasi tindakan
menggunakan pembelajaran PI-MTPS subtema 3 Giat Berusaha Meraih
Cita-Cita.
2) Observasi
Kegiatan observasi dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data
yang berhubungan dengan tindakan selama kegiatan pembelajaran
berlangsung. Obsever yang menjadi pengamat jalannya pembelajaran dari awal
sampai akhir yang dilakukan oleh teman sejawat. Observer bertugas untuk
mengamati pembelajaran melalui PI-MTPS. Observer menggunakan lembar
observasi aktivitas guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Hasil dari observasi aktivitas guru dan siswa pada siklus 1 pertemuan 1 dan 2.
dari aktitivitas skor 4 semua indiaktor dari aktiviatas guru telah melaksanakan
dengan sangat baik dikarena 10 indikator mendapat skor 4. Bahwa skor
aktivitas guru kelas IV SDN Tembarak Temanggung dalam pembelajaran
tematik terpadu melalui PI-MTPS siklus 2 secara rinci melalui lampiran 3.
Aktivitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran melalui PI-MTPS
melalui indikator mempersiapkan diri sebelum pembelajaran siswa yang
memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 14 siswa, dan skor penilaian 3
yaitu sebanyak 13 siswa. Melalui indikator menyimak materi siklus hidup
hewan dan upaya pelestariannya siswa yang memperoleh skor penilaian 4 yaitu
sebanyak 15 siswa dan skor penilaian 3 yaitu sebanyak 12 siswa. Melalui
indikator berfikir merumuskan masalah siklus hidup hewan dan upaya
pelestariannya siswa yang memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 12
siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 13 siswa, dan skor penilaian 2 yaitu
sebanyak 2 siswa. Melalui indikator berdiskusi merumuskan masalah dengan
pasangannya siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya siswa yang
memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 11 siswa, skor penilaian 3 yaitu
sebanyak 15 siswa, dan skor penilaian 2 yaitu sebanyak 1 siswa. Melalui
indikator merumuskan hipotesis siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya
siswa yang memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 10 siswa, skor
penilaian 3 yaitu sebanyak 15 siswa dan skor penilaian 2 yaitu sebanyak 2
siswa. Melalui indikator membuat skema siklus hidup hewan siswa yang
memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 16 siswa dan skor penilaian 3
yaitu sebanyak 11 siswa.
Melalui indikator membuat skema siklus hidup hewan siswa yang memperoleh
skor penilaian 4 yaitu sebanyak 12 siswa dan skor penilaian 3 yaitu sebanyak
15 siswa. Melalui indikator sharing pembuktian hipotesis siklus hidup hewan
dan upaya pelestariannya dalam diskusi pleno siswa yang memperoleh skor
penilaian 4 yaitu sebanyak 14 siswa dan skor penilaian 3 yaitu sebanyak 12
siswa, skor penilaian 2 yaitu sebanyak 4 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 2
siswa. Dalam aktivitas siswa ini sudah tidak ada yang mendapat skor penilaian
pembelajaran tematik terpadu melalui PI-MTPS siklus 2 secara rinci melalui
lampiran 3.
3. Refleksi
Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus 2 maka
selanjutnya diadakan refleksi dalam bentuk diskusi atas segala kegiatan dalam
proses pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah diskusi yang digunakan
untuk merefleksi pembelajaran yang dilakukan bersama guru kelas, dan
observer. Dalam diskusi berisi tentang evaluasi bagaimana pembelajaran
tematik melalui PI-MTPS bagi guru kelas, observer, dan siswa.
Berdasarkan kegiatan yang dilakukan pada siklus 2 kemudian diambil
data secara kualitatif melalui penilaian proses yang terdiri dari tiap indikator
keterampilan berbicara dari seluruh kelas. Dalam penguasaan keterampilan
berbicara dibagi menjadi 3 klasifikasi yaitu tinggi, sedang, dan rendah.
Berikut ini tabel distribusi skor keterampilan berbiara siswa disetiap tahap
pembelajaran tematik melalui PI-MTPS pada siklus 2.
Tabel 4.8
Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Beranian Merumuskan Masalah Siklus 2 No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)
1. 75-100 Tinggi 24 88,9
2. 50-74 Sedang 3 11,1
Jumlah 27 100
Sumber: Data primer
Tabel 4.8 menunjukkan bahwa pada tahap keberanian merumuskan
masalah siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara tinggi sebanyak 24
siswa (88,9%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang sebanyak 3
siswa (11,1%).
Tabel 4.9
Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Ekspresikan Pendapat Dalam Diskusi Siklus 2
No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)
1. 75-100 Tinggi 26 96,3
2. 50-74 Sedang 1 3,7
Jumlah 27 100
Tabel 4.9 menunjukkan bahwa pada tahap mengekspresikan pendapat
dalam diskus siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi
sebanyak 26 siswa (96,3%), dan siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang
sebanyak 1 siswa (3,7%).
Tabel 4.10
Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Sharing Skema Siklus Hidup Hewan Siklus 2 No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)
1. 75-100 Tinggi 25 92,6
2. 50-74 Sedang 2 7,4
Jumlah 27 100
Sumber: Data primer
Tabel 4.10 menunjukkan bahwa pada tahap sharing skema siklus hidup
hewan siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi
sebanyak 25 siswa (92,6%), dan dan siswa yang masuk dalam klasifikasi
sedang sebanyak 2 siswa (7,4%).
Tabel 4.11
Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Sharing Slogan Upaya Pelestarian Siklus 2 No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)
1. 75-100 Tinggi 25 92,6
2. 50-74 Sedang 2 7,4
Jumlah 27 100
Sumber: Data primer
Tabel 4.11 menunjukkan bahwa pada tahap sharing slogan upaya
pelestarian siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi
sebanyak 25 siswa (92,6%), dan dan siswa yang masuk dalam klasifikasi
sedang sebanyak 2 siswa (7,4%).
Keterampilan Berbicara pada penyampaian puisi pelestarian siklus hidup
hewan berdasarkan lafal siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara
klasifikasi tinggi sebanyak 27 siswa (100%), dalam penyampaian puisi
pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan intonasi siswa yang masuk dalam
keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 27 siswa (100%), dan
yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 27 siswa
(100%).
Tabel distribusi klasifikasi keterampilan berbicara siswa tiap tahap
diatas dapat digambarkan menggunakan diagram batang pada gamabar 4.2
sebagai berikut:
Sumber: Data sekunder
Keterangan : 1 = Keberanian merumuskan masalah; 2 = Mengekspresikan pendapat dalam diskusi; 3 = sharing skema siklus hidup hewan; 4=sharing slogan upaya pelestarian; 5 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan lafal; 6 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan intonasi; 7 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan ekspresi.
Gambar 4.2
Diagram Batang Distribusi Keterampilan Berbicara Dalam Pembelajaran Tematik Siklus 2
Keterampilan berbicara tinggi jika peserta didik memperoleh rentang
skor 75-100, sedangkan keterampilan sedang jika peserta didik memperoleh
rentang skor 50-74 dan keterampilan berbicara rendah jika peserta didik
memperoleh rentang skor 25-49. Dari Gambar 4.2 menunjukkan bahwa pada
indikator membuat rumusan masalah, siswa yang masuk dalam keterampilan
berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 24 siswa (88,9%) dan siswa yang masuk
dalam klasifikasi sedang sebanyak 3 siswa (11,1%). Indikator berani
mengemukakan pendapat siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara
klasifikasi tinggi sebanyak 26 siswa (96,3%) dan siswa yang masuk dalam
klasifikasi sedang sebanyak 1 siswa (33,7%). Indikator mengemukakan
sebanyak 25 siswa (92,6%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang
sebanyak 2 siswa (7,4%). Indikator pelafalan, siswa yang masuk dalam
keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 25 siswa (92,6%) dan siswa
yang masuk dalam klasifikasi sedang sebanyak 2 siswa (7,4%). Indikator
intonasi, siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi
sebanyak 27 siswa (100%). Indikator ekspresi, siswa yang masuk dalam
keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 27 siswa (100%). Indikator
kelancaran siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi
sebanyak 27 siswa (100%).
Berdasarkan kegiatan yang dilakukan pada siklus 2 terjadi peningkatan
perkembangan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran tematik, dan
setiap indikator siswa tidak ada yang berada pada klasifikasi rendah rata-rata
siswa terdapat pada klaasiikasi tinggi. Berdasarkan data observasi mencapai 26
siswa (96,3%) menduduki klasifikasi keterampilan berbicara tinggi dan dapat
dikatakan bahwa penelitian yang dilakukan dinyatakan berhasil, karena siswa yang
mencapai keberhasilan indikator mencapai ≥80% dengan skor ≥75% dari seluruh
jumlah siswa. Hal ini berarti indikator kinerja sudah tercapai dan tidak perlu
diadakan siklus selanjutnya.
Berdasarkan dari hasil pengamatan pada siklus 2 maka secara keseluruhan
hasil refleksi antara lain:
A. Kelebihan
1. Pelaksanaan RPP sudah runtut sesuai dengan yang direncanakan
2. Ruang, alat, dan media pembelajaran serta kesiapan siswa sudah
disiapkan dengan baik
3. Selalu ada apersepsi yang dapat memotivasi siswa, dan tujuan
pembelajaran tersampaikan dengan baik dan jelas pada setiap pertemuan
4. Penguasaan materi sudah maksimal dan dikaitkan dengan realitas
kehidupan, strategi sudah pembelajaran juga sudah baik, tujuan sesuai
dengan kompetensi yang akan dicapai, dapat menguasai kelas, dapat
menghasilkan pesan menarik, dan siswa selalu dilibatkan dalam
5. Rasa ingin tahu siswa berkembang dengan baik yaitu siswa
mendengarkan penjelasan guru dengan mencatat hal-hal yang penting
atas kesadaran siswa sendiri.
6. Sebagian banyak siswa sudah berani mengemukakan pendapat untuk
mengajukan pertanyaan maupun pendapatnya siswa tidak merasa malu
saat mengemukakan pendapat baik kepada guru maupun temannya yang
sedang presentasi.
7. Siswa mampu mengembangkan keterampilan yang dimilikinya secara
maksimal yang dapat dilihat dari karya-karyanya berupa gambar yang
bagus dan bermakna
8. Siswa sangat aktif berkomunikasi dan bekerja sama dengan siswa lainnya
9. Siswa dapat menyimpulkan gagasan beberapa pendapat menjadi sebuah
kesimpulan yang tepat
10.Alokasi yang direncanakan sudah sesuai dengan yang dilaksanakan
B. Rekomondasi
1. Strategi pembelajaran sudah baik untuk membuat siswa terlibat aktif dan
mengembangkan keterampilan berbicara dalam pembelajaran tematik
kegiatan teman diskusinya yang menuntu kerja sama siswa meskipun
masih ada siswa yang perlu diperhatikan lebih khusus
2. Penghargaan untuk siswa yang berani menjawab dan menyampaikan
pendapat perlu ditingkatkan.
Berdasarkan hasil tindakan yang telah dilakukan dapat diketahui telah
terjadi peningkatan keterampilan berbicara siswa melalui PI-MTPS pada
pembelajaran tematik dengan tema 6 Cita-Citaku kelas IV SDN Tembarak
Temanggung pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018. Hasil dari observasi
kemudian dikelompokan menurut hasil skor masing-masing tahap dari
pembelajaran. Keterampilan berbicara dibagi menjasi 3 klasifikasi
keterampilan berbicara tinggi dengan menggunakan skor 75-100, klasifikasi
sedang dengan skor 50-74, dan klasifikasi rendah dengan perolehan skor
Tabel 4.12
Perbandingan Klasifikasi Keterampilan Berbicara Tiap Tahap Pada Pembelajaran Tematik Siklus 1 dan Siklus 2
Klasifikasi 1 2 3 4 5 6 7
Keterangan : 1 = Keberanian merumuskan masalah; 2 = Mengekspresikan pendapat dalam diskusi; 3 = sharing skema siklus hidup hewan; 4 = sharing slogan upaya pelestarian; 5 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan lafal; 6 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan intonasi; 7 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan ekspresi.
Dari tabel diatas terlihat adanya peningkatan keterampilan berbicara
siswa pada setiap tahap pada pembelajaran tematik. Pada siklus 1 tahap
membuat rumusan masalah dari siklus 1 klasifikasi siswa masih ada yang
berada pada 3 klasifikasi. Pada siklus 2 siswa hanya ada pada klasifikasi tinggi
dan sedang. Untuk melihat perbandingan peningkatan dari masing-masing
siklus dapat pada tabel distribusi klasifikasi keterampilan berbicara tinggi.
Indikator kinerja pada penelitian ini semua siswa berada di klasifikasi tinggi
pada keterampia berbicara.
4.2 Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian, nampak terjadi peningkatan keterampilan
berbicara tinggi siswa pembelajaran tematik Tema 6 Cita-Citaku subtema 2
Hebatnya Cita-Citaku pada siswa kelas IV SDN Tembarak Temanggung
semester 2 tahun pelajaran 2017/2018.
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus yang terdiri dari
pelaksanaan tindakan siklus 1 dan pelaksanaan tindakaan siklus 2. Pelaksanaan
tindakan pada setiap siklus dilaksankan dalam 2 kali pertemuan 2
pembelajaran. Dalam pelaksanaan setiap pertemua tindakan, observasi atau
terlepas dari adanya perencanaan tindakan. Perencanaan pelaksanaan tindakan
dalam pembelajaran yaitu berupa RPP. Dalam RPP siklus 1 dan siklus 2
memiliki kesamaan komponen dengan RPP pada umumnya yang terdiri dari
(identitas sekolah, kelas, semester, tema/subtema dan alokasi waktua),
komponen Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, tujuan pembelajaran,
materi pembelajaran, model pembelajaran, kegiatan pembelajaran (kegiatan
pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup), media, sumber belajar dan
penelitian hasil belajar. Namun yang membedakan RPP ini adalah
langkah-langkah pembelajaran pada kegiatan inti. Dalam kegiatan inti disusun indikator
untuk mengukur kemampuan keterampilan berbicara, indikator yang digunakan
mengadopsi dari pendapat beberapa ahli dipilih 7 indikator yang sesuai dengan
pembelajaran PI-MTPS. Tujuh indikator keterampilan berbicara siswa dalam
pembelajaran tematik terpadu pembelajaran PI-MTPS meliputi keterampilan
keberanian merumuskan masalah, mengekspresikan pendapat dalam diskusi,
sharing skema siklus hidup hewan, sharing slogan upaya pelestarian, penyampaian puisi berdasarkan lafal, penyampaian puisi berdasarkan intonasi
penyampaian puisi berdasarkan ekspresi. Pembelajaran PI-MTPS adalah
pembelajaran yang menekankan siswa untuk mencari dan menemukan sendiri
jawaban dari masalah yang dipertanyakan dengan cara, siswa berfikir sendiri,
berdiskusi dengan pasangannya dan berbagi kepada teman di kelas. Dengan
tema 6 Cita-Citaku, subtema 2 Hebatnya Cita-Citaku dan Berusaha Meraih
Cita-Cita dilakukan dengan langkah 1) menyimak materi pembelajaran siklus
hidup hewan dan upaya pelestariannya, 2) berfikir untuk merumuskan masalah
siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya, 3) berdiskusi merumuskan
masalah dengan pasangannya siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya, 4)
merumuskan hipotesis siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya, 5)
membuat skema siklus hidup hewan, 6) sharing pembuktian hipotesis siklus
hidup hewan dan upaya pelestariannya dalam diskusi pleno, dan 7) melisankan
puisi. Langkah-langkah pembelajaran dalam RPP sesuai dengan
Peningkatan keterampilan berbicara siswa dengan persentase
kemampuan keterampilan berbicara pada siklus 1 dan siklus 2 dalam setiap
indikator. Dalam penguasaan keterampilan berbicara dibagi menjadi 3
kalsifikasi yaitu tinggi, sedang, rendah (menurut Nana Sudjana, 2012;77).
Keterampilan berbicara tinggi jika peserta didik memperoleh rentang skor
75-100, sedangkan keterampilan sedang jika peserta didik memperoleh rentang
skor 50-74 dan keterampilan berbicara rendah jika peserta didik memperoleh
rentang skor 25-49. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan
keterampilan berbicara tematik terpadu, yang diupayakan melalui PI-MTPS
antar siklus, yakni sebanyak 44,4% dari seluruh siswa mencapai keterampilan
berbicara tinggi di siklus 1 dan meningkat menjadi 81,4% dari seluruh siswa di
siklus 2. Keterampilan berbicara dalam pembelajaran tematik terpadu meliputi
keterampilan membuat rumusan masalah, keterampilan mengemukakan
pendapat, terampil membaca puisi dengan intonasi, pelafalan dan ekpresi yang
tepat serta lancar membaca puisi.
Keterampilan berbicara dapat ditingkatkan melalui skenario
pembelajaran. Penelitian tentang keterampilan berbicara dengan mendesain
pembelajaran telah dilakukan oleh Hanifah Yuniarti (2013) tentang ”Penerapan
Model Think Pair Share dengan Video Pembelajaran Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas III SDN Karanganyar 02 Semarang”. Pengukuran keterampilan berbicara pemilihan kata, pelafalan kalimat, sikap
siswa dan keberanian, ketepatan isi yang dibicarakan, dan kelancaran saat
berbicara. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan keterampilan
berbicara dari siklus 1 sebesar 2,4 meningkat menjadi 2,6 di siklus 2, dan siklus
3 mengalami peningkatan menjadi 2,72 melalui pembelajaran model TPS.
Pembelajaran di kelas dalam kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran
tematik terpadu.
peningkatan aspek keterampilan berbicara yang pada siklus 1 keterampilan
berbicara peserta didik masih masuk ke dalam kategori kurang dan siklus 2
keterampilan berbicara peserta didik mengalami peningkatan ke dalam kategori
baik sedangkan pada siklus 3 keterampilan berbicara peserta didik mengalami
peningkatan segnifikan ke dalam kategori sangat baik melalui model
pembelajaran TPS.
Berdasarkan pada pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya,
maka diperoleh hasil bahwa penerapan PI-MTPS dalam pembelajaran tematik
terpadu dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Selan itu hasil
observasi aktivitas guru yang dilakukan menunjukkan bahwa aktivitas guru
selama kegiatan pembelajaran dilakukan mengalami peningkatan sesuai
dengan lembar observasi aktivitas guru yang sudah dipersiapkan. Berdasarkan
hasil observasi aktivitas siswa menunjukan bahwa aktivitas siswa selama
kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan. Siswa sudah lebih aktif
berperan dalam kegiatan pembelajaran, siswa sudah siap dalam mengikuti
pembelajaran dengan baik seperti mempersiapkan diri sebelum pembelajaran,
menyimak pembelajaran, berfikir untuk merumuskan masalah, berdiskusi
dengan kelompoknya, merumuskan masalah, membuat siklus hidup hewan dan
melisankan puisi.
Jawaban dari hipotesis tindakan setelah dilakukan penelitian pada
penelitian tindakan kelas ini adalah dengan menerapkan pembelajaran
PI-MTPS mampu meningkatkan keterampilan berbicara. Hal ini dibuktikan
dengan meningkatnya persentase keterampilan berbicara siswa dalam setiap
klasifikasi dari siklus 1 ke siklus 2. Dengan hasil yang diperoleh terbukti
bahwa langkah-langkah kegiatan pembelajaran PI-MTPS mampu