• Tidak ada hasil yang ditemukan

33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

33 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Penelitian tindakan kelas tentang upaya peningkatan keterampilan

berbicara tentang pembelajaran tematik tema 6 Cita-Citaku subtema 2

Hebatnya Cita-Citaku dan subtema 3 Giat Berusaha Meraih Cita-Cita melalui

PI-MTPS kelas IV SDN Tembarak Kabupaten Temanggung semester 2 tahun

pembelajaran 2017/2018.

Pelaksanaan Siklus 1 1. Perencanaan

Perencanaan tindakan dalam siklus 1 yaitu dengan menyusun rencana

pelaksanaan pembelajaran tematik. Dalam pembelajaran tematik ini tema yang

digunakan adalah tema 6 Citaku dengan Subtema 2 Hebatnya

Cita-Citaku. Dalam subtema Hebatnya Cita-Citaku, terdapat pemetaan KD dan mata

pelajara. Mata pelajaran yang digunakan adalah mata pelajaran IPA dan

Bahasa Indonesia, dengan KD 4.2 Membuat skema siklus hidup beberapa

jenis makhluk hidup yang ada di lingkungan sekitarnya, dan slogan upaya

pelestariannya dan KD 4.6 Melisankan puisi hasil karya pribadi dengan lafal,

intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri. Berdasarkan

tema, subtema yang telah dipilih kemudian dilanjutkan dengan penyusunan

RPP. RPP dirancang untuk 2 kali pertemuan, alokasi waktu sebanyak 5 x 35

menit dengan rincian pada pertemuan pertama 2 x 35 menit dan pertemuan

kedua 3 x 35. Selain menyiapkan RPP juga menyiapkan perangkat evaluasi

yang meliputi lembar observasi dan unjuk kerja yang dilengkapi dengan rubrik

pengukuran keterampilan berbicara (terlampir), menentukan indikator dan

tujuan pembelajaran serta media yang akan digunakan dalam pembelajaran

antara lain materi pembelajara tentang siklus hidup hewan dan upaya

pelestarian (terlampir), kisi-kisi pengukuran keterampilan berbicara (terlampir),

(2)

2. Tindakan dan Observasi 1) Tindakan

Pelaksanaan tindakan pada siklus 1 ini menggunakan model pembelajaran

PI-MTPS. Adapun tindakan dan observasi dapat dideskripsikan sebagai

berikut:

a. Pertemuan Pertama

Kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran ini, salah satu siswa

memimpin berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,

siswa memberikan salam kepada guru, kemudian siswa menjawab kehadiran

dengan cara menunjukan jari. Siswa menerima apersepsi dari guru berupa kuis

tertulis yaitu: siswa akan memperhatikan gambar dokter hewan yang berada di

layar LCD, perhatikan gambar di atas! Profesi apakah yang ditunjukkan pada

gambar di atas? Adakah di antara kamu yang ingin menjadi dokter hewan

seperti pada gambar di atas?, dan untuk menjadi seorang dokter hewan, tentu

kamu harus mengetahui segala hal tentang hewan, termasuk daur hidupnya.

Mengapa?. Siswa akan menerima tujuan pembelajaran.

Kegiatan Inti siswa menyimak materi bacaan tentang siklus hidup hewan

dan upaya pelestariannya, siswa dengan bimbingan guru berfikir tentang

rumusan masalah siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya, siswa berani

menyampaikan rumusan masalah siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya

di depan kelas dengan berani, siswa membentuk kelompok berpasangan, siswa

berdiskusi merumuskan masalah dengan pasangannya tentang siklus hidup

hewan dan upaya pelestariannya, siswa dengan pasangannya mengemukakan

hasil pemecahan masalah yang berkaitan dengan siklus hidup hewan dan upaya

pelestariannya dengan ekspresi tenang dan siswa dapat merumuskan hipotesis

tentang siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya.

Kegiatan penutup siswa melakukan refleksi pembelajaran, siswa

(3)

b. Pertemuan Kedua

Kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran ini guru memberi ice breaking dengan mengajaka siswa bersama-sama menyanyikan lagu “disini senang disana senang”, siswa menyimak tujuan pembelajaran dari guru.

Kegitan inti siswa bersama pasangannya membuat skema siklus hidup

hewan, siswa mengikuti diskusi pleno, siswa sharing tentang pembuktian hipotesis siklus hidup hewan dan upaya pelestarian dengan lancar, siswa

sharing skema siklus hidup hewan dengan lancar, siswa memperhatikan contoh

slogan yang ditanyangkan di LCD, siswa sharing slogan upaya pelestarian

dengan lancar, siswa memperhatikan guru yang menjelaskan isi puisi, siswa

menjelaskan kembali isi puisi, siswa membaca puisi dengan lafal yang tepat,

siswa membaca puisi dengan intonasi yang tepat, siswa membaca puisi dengan

ekspresi yang tepat.

Dalam kegiatan penutup siswa menyimpulkan pembelajaran hari ini

dengan bimbingan guru, menerima penguatan dari guru, siswa memimpin doa

untuk mengakhiri pembelajaran.

Dalam implementasi tindakan, secara bersama dilakukan observasi

terhadap langkah-langkah menggunakan model pembelajaran PI-MTPS.

Obsever yang menjadi pengamat jalannya pembelajaran dari awal sampai akhir

adalah teman sejawat. Lembar observasi implementasi tindakan menggunakan

pembelajaran PI-MTPS sub tema Hebatnya Cita-Citaku.

2) Observasi

Kegiatan observasi dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data

yang berhubungan dengan tindakan selama kegiatan pembelajaran

berlangsung. Obsever yang menjadi pengamat jalannya pembelajaran dari awal

sampai akhir yang dilakukan oleh teman sejawat. Observer bertugas untuk

mengamati pembelajaran melalui PI-MTPS. Observer menggunakan lembar

observasi aktivitas guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

Hasil dari observasi aktivitas guru dan siswa pada siklus 1 pertemuan 1 dan 2.

Kelebihan aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran melalui PI-MTPS

(4)

penilaian 3 pada nomor 2, 5, 6, 7, dan 9, aktivitas skor penilaian 2 atau rendah

pada nomor 3,8 dan 10. Bahwa skor aktivitas guru kelas IV SDN Tembarak

Temanggung dalam pembelajaran tematik terpadu melalui PI-MTPS siklus 1

secara rinci melalui lampiran 3.

Aktivitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran melalui PI-MTPS

melalui indikator mempersiapkan diri sebelum pembelajaran siswa yang

memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 9 siswa, skor penilaian 3 yaitu

sebanyak 11 siswa, skor penilaian 2 yaitu sebanyak 5 siswa, skor penilaian 1

yaitu sebanyak 2 siswa. Melalui indikator menyimak materi siklus hidup

hewan dan upaya pelestariannya siswa yang memperoleh skor penilaian 4 yaitu

sebanyak 9 siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 13 siswa, skor penilaian 2

yaitu sebanyak 4 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 1 siswa. Melalui

indikator berfikir merumuskan masalah siklus hidup hewan dan upaya

pelestariannya siswa yang memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 8

siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 15 siswa, skor penilaian 2 yaitu

sebanyak 3 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 1 siswa. Melalui indikator

berdiskusi merumuskan masalah dengan pasangannya siklus hidup hewan dan

upaya pelestariannya siswa yang memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak

10 siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 9 siswa, skor penilaian 2 yaitu

sebanyak 7 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 1 siswa. Melalui indikator

merumuskan hipotesis siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya siswa

yang memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 8 siswa, skor penilaian 3

yaitu sebanyak 14 siswa, skor penilaian 2 yaitu sebanyak 3 siswa, dan skor

penilaian 1 sebanyak 2 siswa. Melalui indikator merumuskan hipotesis siklus

hidup hewan dan upaya pelestariannya siswa yang memperoleh skor penilaian

4 yaitu sebanyak 15 siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 7 siswa, skor

penilaian 2 yaitu sebanyak 4 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 1 siswa.

Melalui indikator membuat skema siklus hidup hewan siswa yang memperoleh

skor penilaian 4 yaitu sebanyak 15 siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 7

siswa, skor penilaian 2 yaitu sebanyak 4 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 1

(5)

upaya pelestariannya dalam diskusi pleno siswa yang memperoleh skor

penilaian 4 yaitu sebanyak 15 siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 6 siswa,

skor penilaian 2 yaitu sebanyak 4 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 2 siswa.

Melalui indikator melisankan puisi siswa yang memperoleh skor penilaian 4

yaitu sebanyak 15 siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 8 siswa, skor

penilaian 2 yaitu sebanyak 1 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 1 siswa.

Bahwa skor aktivitas siswa kelas IV SDN Tembarak Temanggung dalam

pembelajaran tematik terpadu melalui PI-MTPS siklus 1 secara rinci melalui

lampiran 3.

3. Refleksi

Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus 1 maka

selanjutnaya diadakan refleksi dalam bentuk diskusi atas segala kegiatan dalam

proses pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah diadakan diskusi yang

digunakan untuk merefleksi pembelajaran yang dilakukan bersama guru kelas,

dan observer. Dalam diskusi berisi tentang pembelajaran tematik dapat

meningkatkan keterampilan berbicara melalui model PI-MTPS bagi guru kelas,

observer, dan siswa.

Berdasarkan kegiatan yang dilaksankan pada siklus 1 kemudian diambil

data secara kualitatif melalui penilaian proses yang terdiri dari penilaian tiap

indikator keterampilan berbicara dari seluruh kelas. Dalam penguasaan

keterampilan berbicara dibagi menjadi 3 kalsifikasi yaitu tinggi, sedang, rendah

(menurut Nana Sudjana, 2012;77). Berikut ini tabel distribusi skor

keterampilan berbicara siswa disetiap tahap pembelajaran tematik pada siklus

1.

Tabel 4.1

Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Beranian Merumuskan Masalah Siklus 1 No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)

1. 75-100 Tinggi 18 66,7

2. 50-74 Sedang 8 29,6

3. 25-49 Rendah 1 3,7

Jumlah 27 100

(6)

Tabel 4.1 menunjukkan bahwa pada tahap keberanian membuat

rumusan masalah siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi

tinggi sebanyak 18 siswa (66,7%), siswa yang masuk dalam klasifikasi

sedang 8 siswa (29,6%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi rendah

keterampilan berbicara dalam tahap membuat rumusan masalah sebanyak 1

siswa (3,7%).

Tabel 4.2

Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Ekspresikan Pendapat Dalam Diskusi Siklus 1

No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)

1. 75-100 Tinggi 18 66,7

2. 50-74 Sedang 9 33,3

Jumlah 27 100

Sumber: Data primer

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa pada tahap mengekspresikan pendapat

dalam diskusi siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi

tinggi sebanyak 18 siswa (66,7%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi

sedang sebanyak 9 siswa (33,3%).

Tabel 4.3

Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Sharing Skema Siklus Hidup Hewan Siklus 1

No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)

1. 75-100 Tinggi 20 74,1

2. 50-74 Sedang 7 25,9

Jumlah 27 100

Sumber: Data primer

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa pada tahap sharing skema siklus hidup hewan siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi 20

siswa (74,1%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang dalam

(7)

Tabel 4.4

Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Sharing Slogan Upaya Pelestarian Siklus 1 No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)

1. 75-100 Tinggi 24 88,9

2. 50-74 Sedang 3 11,1

Jumlah 27 100

Sumber: Data primer

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa pada tahap sharing slogan upaya

pelestarian siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi

sebanyak 24 siswa (88,9%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang

sebanyak 3 siswa (11,1%).

Tabel 4.5

Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Penyampaian Puisi Pelestarian Siklus Hidup Hewan Berdasarkan Lafal

Siklus 1

No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)

1. 75-100 Tinggi 16 59,2

2. 50-74 Sedang 9 33,3

3. 25-49 Rendah 2 7,4

Jumlah 27 100

Sumber: Data primer

Tabel 4.5 menunjukkan bahwa pada tahap penyampaian puisi pelestarian

siklus hidup hewan berdasarkan lafal siswa yang masuk dalam keterampilan

berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 16 siswa (59,2%), siswa yang masuk

dalam klasifikasi sedang 9 siswa (33,3%) dan siswa yang masuk dalam

klasifikasi rendah keterampilan berbicara dalam tahap intonasi sebanyak 2

siswa (7,4%).

Tabel 4.6

Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Penyampaian Puisi Pelestarian Siklus Hidup Hewan Berdasarkan

Intonasi Siklus 1

No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)

1. 75-100 Tinggi 16 59,2

2. 50-74 Sedang 9 33,3

3. 25-49 Rendah 2 7,4

Jumlah 27 100

Sumber: Data primer

Tabel 4.6 menunjukkan bahwa pada tahap penyampaian puisi pelestarian

(8)

keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak16 siswa (59,2%), siswa

yang masuk dalam klasifikasi sedang sebanyak 9 siswa (33,3%) dan siswa

yang masuk dalam klasifikasi keterampilan berbicara tingkat rendah sebanyak

2 siswa (7,4%).

Tabel 4.7

Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Penyampaian Puisi Pelestarian Siklus Hidup Hewan Berdasarka

Ekspresi Siklus 1

No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)

1. 75-100 Tinggi 23 85,2

2. 50-74 Sedang 4 14,8

Jumlah 27 100

Sumber: Data primer

Tabel 4.7 menunjukkan bahwa pada tahap penyampaian puisi pelestarian

siklus hidup hewan berdasarkan ekspresi siswa yang masuk dalam

keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 23 siswa (85,2%) dan

siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang keterampilan berbicara dalam

tahap kelancaran sebanyak 4 siswa (14,8%).

Tabel distribusi klasifikasi keterampilan berbicara siswa tiap tahap diatas

dapat digambarkan menggunakan diagram batang sebagai berikut:

Sumber: Data sekunder

Keterangan : 1 = Keberanian merumuskan masalah; 2 = Mengekspresikan pendapat dalam diskusi; 3 = sharing skema siklus hidup hewan; 4 = sharing slogan upaya pelestarian; 5 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan lafal; 6 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan intonasi; 7 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan ekspresi.

Gambar 4.1

Diagram Batang Distribusi Keterampilan Berbicara Dalam Pembelajaran Tematik Siklus 1

(9)

Keterampilan berbicara tinggi jika peserta didik memperoleh rentang

skor 75-100, sedangkan keterampilan sedang jika peserta didik memperoleh

rentang skor 50-74 dan keterampilan berbicara rendah jika peserta didik

memperoleh rentang skor 25-49. Dari Gambar 4.1 menunjukkan bahwa pada

indikator membuat rumusan masalah, siswa yang masuk dalam keterampilan

berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 18 siswa (66,7%), siswa yang masuk

dalam klasifikasi sedang sebanyak 8 siswa (29,6%) dan siswa yang masuk

dalam klasifikasi rendah sebanyak 1 siswa (3,7%). Indikator berani

mengemukakan pendapat siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara

klasifikasi tinggi sebanyak 18 siswa (66,7%) dan siswa yang masuk dalam

klasifikasi sedang sebanyak 9 siswa (33,3%). Indikator mengemukakan

pendapat, siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi

sebanyak 20 siswa (74,1%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang

sebanyak 7 siswa (25,9%). Indikator pelafalan, siswa yang masuk dalam

keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 24 siswa (88,9%) dan

siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang sebanyak 3 siswa (11,1%).

Indikator intonasi, siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara

klasifikasi tinggi sebanyak 16 siswa (59,2%), siswa yang masuk dalam

klasifikasi sedang sebanyak 9 siswa (33,3%) dan siswa yang masuk dalam

klasifikasi rendah sebanyak 2 siswa (7,4). Indikator ekspresi, siswa yang

masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 16 siswa

(59,2%), siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang sebanyak 9 siswa

(33,3%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi rendah sebanyak 2 siswa

(7,4). Indikator kelancaran siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara

klasifikasi tinggi sebanyak 23 siswa (85,2%) dan siswa yang masuk dalam

klasifikasi sedang sebanyak 4 siswa (14,8%).

Hasil siklus 1 nampak masih kurang karena siswa belum mencapai keberhasilan indikator ≥80% dengan skor ≥75% dari seluruh jumlah siswa yang masuk klasifikasi keterampilan berbicara tinggi, maka selanjutnya perlu

(10)

Berdasarkan dari hasil pengamatan pada siklus 1 maka secara

keseluruhan hasil refleksi yang diperoleh pada proses pembelajaran siklus 1

untuk ditingkatkan pada siklus 1 adalah sebagai berikut:

A. Kelebihan

1. Tersedia RPP, indikator pembelajaran mengarah pada pengembangan

keterampilan berbicara tingkat tinggi

2. Pada saat kegiatan pendahuluan guru menyampaikan apersepsi dan

tujuan pembelajaran, membantu siswa membangun pemahaman sendiri,

memberikan kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapat, serta

kesimpulan dan penguatan.

3. Pelaksanaan RPP sudah runtut sesuai dengan langkah-langkah

pembelajaran PI-MTPS

4. Pembelajaran menggunakan media gambar dan media LCD proyektor

sehingga siswa tertarik dan tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran.

5. Siswa sudah mulai berani dan tidak malu-malu mengemukakan pendapat

baik kepada guru maupun temannya yang sedang presentasi.

6. Siswa semakin aktif berkomunikasi dengan siswa lainnya dan terjalin

kerjasama yang baik dalam teman diskusinya.

7. Siswa dapat menyimpulkan gagasan beberapa pendapat menjadi sebuah

kesimpulan.

B. Kekurangan

1. Dalam awal pembelajaran kesiapan siswa juga harus diperhatikan

terutama dalam pengaturan tempat duduk siswa.

2. Harus memperhatikan waktu yang sudah dialokasikan agar implementasi

pembelajaran PI-MTPS dapat maksimal, guru belum sepenuhnya sebagai

fasilitator yang baik dan kurang melibatkan siswa dalam membuat

kesimpulan di akhir pembelajaran.

3. Siswa belum berani mengemukakan rumusan masalah yang berbobot

baik kepada guru.

4. Siswa masih ada yang bermain sewaktu siswa lain sedang membacakan

(11)

Kekurangan diatas dapat ditangani dengan yang pertama perlu

memperhatikan kesiapan siswa sebelum mengawali pembelajaran, perlu

memperhatikan dalam manajemen waktu pembelajaran sehingga dengan

pembelajaran PI-MTPS dapat berlangsung maksimal, semua siswa harus

beraktivitas positif dalam pembelajaran sehingga siswa memperoleh manfaar

pembelajaran terutama siswa dibimbing untuk berani mengemukakan

rumusan masalah yang berbobot, guru harus memberikan teguran kepada

siswa yang bermain sewaktu siswa lain sedang membacakan puisi didepan

kelas.

Pelaksanaan Siklus 2

Dalam pelaksanaan tindakan siklus 2 menggunakan pembelajaran

PI-MTPS dengan kelas IV SDN Tembarak Temanggung semester 2 tahun

pelajaran 2017/2018 melalui 3 prosedur. Prosedur yang dilakukan dalam

pelaksanaan siklus 2 yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan dan observasi,

dan tahap refleksi.

1. Perencanaan

Perencanaan tindakan dalam siklus 2 yaitu dengan menyusun rencana

pelaksanaan pembelajaran tematik. Dalam pembelajaran tematik ini tema yang

digunakan adalah tema 6 Citaku dengan Subtema 2 Hebatnya

Cita-Citaku. Dalam subtema Hebatnya Cita-Citaku, terdapat pemetaan KD dan mata

pelajara. Mata pelajaran yang digunakan adalah mata pelajaran IPA dan

Bahasa Indonesia, dengan KD 4.2 Membuat skema siklus hidup beberapa

jenis makhluk hidup yang ada di lingkungan sekitarnya, dan slogan upaya

pelestariannya dan KD 4.6 Melisankan puisi hasil karya pribadi dengan lafal,

intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri. Berdasarkan

tema, subtema yang telah dipilih kemudian dilanjutkan dengan penyusunan

RPP. RPP dirancang untuk 2 kali pertemuan, alokasi waktu sebanyak 5 x 35

menit dengan rincian pada pertemuan pertama 2 x 35 menit dan pertemuan

kedua 3 x 35. Selain menyiapkan RPP juga menyiapkan perangkat evaluasi

yang meliputi lembar observasi dan unjuk kerja yang dilengkapi dengan rubrik

(12)

tujuan pembelajaran serta media yang akan digunakan dalam pembelajaran

antara lain materi pembelajara tentang siklus hidup hewan dan upaya

pelestarian (terlampir), kisi-kisi pengukuran keterampilan berbicara (terlampir),

gambar tentang tahapan siklus hidup hewan (terlampir).

2. Tindakan dan Observasi 1) Tindakan

Pelaksanaan tindakan pada siklus 1 ini menggunakan model

pembelajaran PI-MTPS. Adapun tindakan dan observasi dapat dideskripsikan

sebagai berikut:

a. Pertemuan Pertama

Kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran ini, salah satu siswa

memimpin berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,

siswa memberikan salam kepada guru, kemudian siswa menjawab kehadiran

dengan cara menunjukan jari, guru mengulang sedikit materi yang telah

diajarkan pada pertemuan sebelumnya untuk mengetahui sejauh mana

pemahaman siswa tentang materi yang telah diajarkan. (apersepsi), menerima

tujuan pembelajaran.

Kegiatan inti siswa menyimak materi bacaan tentang siklus hidup

hewan dan upaya pelestariannya, siswa dengan bimbingan guru berfikir tentang

rumusan masalah siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya, siswa berani

menyampaikan rumusan masalah siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya

di depan kelas dengan berani, siswa membentuk kelompok berpasanga, siswa

berdiskusi merumuskan masalah dengan pasangannya tentang siklus hidup

hewan dan upaya pelestariannya, siswa dengan pasangannya mengemukakan

hasil pemecahan masalah yang berkaitan dengan siklus hidup hewan dan upaya

pelestariannya dengan ekspresi tenang, siswa dapat merumuskan hipotesis

tentang siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya.

Kegiatan penutup siswa melakukan refleksi pembelajaran, siswa

(13)

b. Pertemuan Kedua

Kegiatan pendahuluan guru memberi ice breaking dengan mengajaka siswa bersama-sama menyanyikan lagu “lihat kebunku”, siswa menyimak

tujuan pembelajaran dari guru.

Kegiatan inti siswa bersama pasangannya membuat skema siklus hidup

hewan, siswa mengikuti diskusi pleno, siswa sharing tentang pembuktian

hipotesis siklus hidup hewan dan upaya pelestarian dengan lancar, siswa

sharing skema siklus hidup hewan dengan lancar, siswa memperhatikan

contoh slogan yang ditayangkan di LCD, siswa sharing slogan upaya

pelestarian hutan dengan lancar, siswa memperhatikan guru yang sedang

menjelaskan isi puisi, siswa menjelaskan kembali isi puisi, siswa membaca

puisi dengan lafal yang tepat, siswa membaca puisi dengan intonasi yang

tepat, siswa membaca puisi dengan ekspresi yang tepat.

Kegiatan penutup siswa menyimpulkan pembelajaran hari ini dengan

bimbingan guru, menerima penguatan dari guru, siswa memimpin doa untuk

mengakhiri pembelajaran.

Dalam implementasi tindakan, secara bersama dilakukan observasi

terhadap langkah-langkah menggunakan model pembelajaran PI-MTPS.

Obsever yang menjadi pengamat jalannya pembelajaran dari awal sampai

akhir adalah teman sejawat. Lembar observasi implementasi tindakan

menggunakan pembelajaran PI-MTPS subtema 3 Giat Berusaha Meraih

Cita-Cita.

2) Observasi

Kegiatan observasi dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data

yang berhubungan dengan tindakan selama kegiatan pembelajaran

berlangsung. Obsever yang menjadi pengamat jalannya pembelajaran dari awal

sampai akhir yang dilakukan oleh teman sejawat. Observer bertugas untuk

mengamati pembelajaran melalui PI-MTPS. Observer menggunakan lembar

observasi aktivitas guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

Hasil dari observasi aktivitas guru dan siswa pada siklus 1 pertemuan 1 dan 2.

(14)

dari aktitivitas skor 4 semua indiaktor dari aktiviatas guru telah melaksanakan

dengan sangat baik dikarena 10 indikator mendapat skor 4. Bahwa skor

aktivitas guru kelas IV SDN Tembarak Temanggung dalam pembelajaran

tematik terpadu melalui PI-MTPS siklus 2 secara rinci melalui lampiran 3.

Aktivitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran melalui PI-MTPS

melalui indikator mempersiapkan diri sebelum pembelajaran siswa yang

memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 14 siswa, dan skor penilaian 3

yaitu sebanyak 13 siswa. Melalui indikator menyimak materi siklus hidup

hewan dan upaya pelestariannya siswa yang memperoleh skor penilaian 4 yaitu

sebanyak 15 siswa dan skor penilaian 3 yaitu sebanyak 12 siswa. Melalui

indikator berfikir merumuskan masalah siklus hidup hewan dan upaya

pelestariannya siswa yang memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 12

siswa, skor penilaian 3 yaitu sebanyak 13 siswa, dan skor penilaian 2 yaitu

sebanyak 2 siswa. Melalui indikator berdiskusi merumuskan masalah dengan

pasangannya siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya siswa yang

memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 11 siswa, skor penilaian 3 yaitu

sebanyak 15 siswa, dan skor penilaian 2 yaitu sebanyak 1 siswa. Melalui

indikator merumuskan hipotesis siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya

siswa yang memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 10 siswa, skor

penilaian 3 yaitu sebanyak 15 siswa dan skor penilaian 2 yaitu sebanyak 2

siswa. Melalui indikator membuat skema siklus hidup hewan siswa yang

memperoleh skor penilaian 4 yaitu sebanyak 16 siswa dan skor penilaian 3

yaitu sebanyak 11 siswa.

Melalui indikator membuat skema siklus hidup hewan siswa yang memperoleh

skor penilaian 4 yaitu sebanyak 12 siswa dan skor penilaian 3 yaitu sebanyak

15 siswa. Melalui indikator sharing pembuktian hipotesis siklus hidup hewan

dan upaya pelestariannya dalam diskusi pleno siswa yang memperoleh skor

penilaian 4 yaitu sebanyak 14 siswa dan skor penilaian 3 yaitu sebanyak 12

siswa, skor penilaian 2 yaitu sebanyak 4 siswa, dan skor penilaian 1 sebanyak 2

siswa. Dalam aktivitas siswa ini sudah tidak ada yang mendapat skor penilaian

(15)

pembelajaran tematik terpadu melalui PI-MTPS siklus 2 secara rinci melalui

lampiran 3.

3. Refleksi

Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus 2 maka

selanjutnya diadakan refleksi dalam bentuk diskusi atas segala kegiatan dalam

proses pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah diskusi yang digunakan

untuk merefleksi pembelajaran yang dilakukan bersama guru kelas, dan

observer. Dalam diskusi berisi tentang evaluasi bagaimana pembelajaran

tematik melalui PI-MTPS bagi guru kelas, observer, dan siswa.

Berdasarkan kegiatan yang dilakukan pada siklus 2 kemudian diambil

data secara kualitatif melalui penilaian proses yang terdiri dari tiap indikator

keterampilan berbicara dari seluruh kelas. Dalam penguasaan keterampilan

berbicara dibagi menjadi 3 klasifikasi yaitu tinggi, sedang, dan rendah.

Berikut ini tabel distribusi skor keterampilan berbiara siswa disetiap tahap

pembelajaran tematik melalui PI-MTPS pada siklus 2.

Tabel 4.8

Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Beranian Merumuskan Masalah Siklus 2 No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)

1. 75-100 Tinggi 24 88,9

2. 50-74 Sedang 3 11,1

Jumlah 27 100

Sumber: Data primer

Tabel 4.8 menunjukkan bahwa pada tahap keberanian merumuskan

masalah siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara tinggi sebanyak 24

siswa (88,9%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang sebanyak 3

siswa (11,1%).

Tabel 4.9

Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Ekspresikan Pendapat Dalam Diskusi Siklus 2

No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)

1. 75-100 Tinggi 26 96,3

2. 50-74 Sedang 1 3,7

Jumlah 27 100

(16)

Tabel 4.9 menunjukkan bahwa pada tahap mengekspresikan pendapat

dalam diskus siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi

sebanyak 26 siswa (96,3%), dan siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang

sebanyak 1 siswa (3,7%).

Tabel 4.10

Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Sharing Skema Siklus Hidup Hewan Siklus 2 No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)

1. 75-100 Tinggi 25 92,6

2. 50-74 Sedang 2 7,4

Jumlah 27 100

Sumber: Data primer

Tabel 4.10 menunjukkan bahwa pada tahap sharing skema siklus hidup

hewan siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi

sebanyak 25 siswa (92,6%), dan dan siswa yang masuk dalam klasifikasi

sedang sebanyak 2 siswa (7,4%).

Tabel 4.11

Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan Sharing Slogan Upaya Pelestarian Siklus 2 No. Rentang skor Klasifikasi Frekuensi Persentase (%)

1. 75-100 Tinggi 25 92,6

2. 50-74 Sedang 2 7,4

Jumlah 27 100

Sumber: Data primer

Tabel 4.11 menunjukkan bahwa pada tahap sharing slogan upaya

pelestarian siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi

sebanyak 25 siswa (92,6%), dan dan siswa yang masuk dalam klasifikasi

sedang sebanyak 2 siswa (7,4%).

Keterampilan Berbicara pada penyampaian puisi pelestarian siklus hidup

hewan berdasarkan lafal siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara

klasifikasi tinggi sebanyak 27 siswa (100%), dalam penyampaian puisi

pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan intonasi siswa yang masuk dalam

keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 27 siswa (100%), dan

(17)

yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 27 siswa

(100%).

Tabel distribusi klasifikasi keterampilan berbicara siswa tiap tahap

diatas dapat digambarkan menggunakan diagram batang pada gamabar 4.2

sebagai berikut:

Sumber: Data sekunder

Keterangan : 1 = Keberanian merumuskan masalah; 2 = Mengekspresikan pendapat dalam diskusi; 3 = sharing skema siklus hidup hewan; 4=sharing slogan upaya pelestarian; 5 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan lafal; 6 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan intonasi; 7 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan ekspresi.

Gambar 4.2

Diagram Batang Distribusi Keterampilan Berbicara Dalam Pembelajaran Tematik Siklus 2

Keterampilan berbicara tinggi jika peserta didik memperoleh rentang

skor 75-100, sedangkan keterampilan sedang jika peserta didik memperoleh

rentang skor 50-74 dan keterampilan berbicara rendah jika peserta didik

memperoleh rentang skor 25-49. Dari Gambar 4.2 menunjukkan bahwa pada

indikator membuat rumusan masalah, siswa yang masuk dalam keterampilan

berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 24 siswa (88,9%) dan siswa yang masuk

dalam klasifikasi sedang sebanyak 3 siswa (11,1%). Indikator berani

mengemukakan pendapat siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara

klasifikasi tinggi sebanyak 26 siswa (96,3%) dan siswa yang masuk dalam

klasifikasi sedang sebanyak 1 siswa (33,7%). Indikator mengemukakan

(18)

sebanyak 25 siswa (92,6%) dan siswa yang masuk dalam klasifikasi sedang

sebanyak 2 siswa (7,4%). Indikator pelafalan, siswa yang masuk dalam

keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 25 siswa (92,6%) dan siswa

yang masuk dalam klasifikasi sedang sebanyak 2 siswa (7,4%). Indikator

intonasi, siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi

sebanyak 27 siswa (100%). Indikator ekspresi, siswa yang masuk dalam

keterampilan berbicara klasifikasi tinggi sebanyak 27 siswa (100%). Indikator

kelancaran siswa yang masuk dalam keterampilan berbicara klasifikasi tinggi

sebanyak 27 siswa (100%).

Berdasarkan kegiatan yang dilakukan pada siklus 2 terjadi peningkatan

perkembangan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran tematik, dan

setiap indikator siswa tidak ada yang berada pada klasifikasi rendah rata-rata

siswa terdapat pada klaasiikasi tinggi. Berdasarkan data observasi mencapai 26

siswa (96,3%) menduduki klasifikasi keterampilan berbicara tinggi dan dapat

dikatakan bahwa penelitian yang dilakukan dinyatakan berhasil, karena siswa yang

mencapai keberhasilan indikator mencapai ≥80% dengan skor ≥75% dari seluruh

jumlah siswa. Hal ini berarti indikator kinerja sudah tercapai dan tidak perlu

diadakan siklus selanjutnya.

Berdasarkan dari hasil pengamatan pada siklus 2 maka secara keseluruhan

hasil refleksi antara lain:

A. Kelebihan

1. Pelaksanaan RPP sudah runtut sesuai dengan yang direncanakan

2. Ruang, alat, dan media pembelajaran serta kesiapan siswa sudah

disiapkan dengan baik

3. Selalu ada apersepsi yang dapat memotivasi siswa, dan tujuan

pembelajaran tersampaikan dengan baik dan jelas pada setiap pertemuan

4. Penguasaan materi sudah maksimal dan dikaitkan dengan realitas

kehidupan, strategi sudah pembelajaran juga sudah baik, tujuan sesuai

dengan kompetensi yang akan dicapai, dapat menguasai kelas, dapat

menghasilkan pesan menarik, dan siswa selalu dilibatkan dalam

(19)

5. Rasa ingin tahu siswa berkembang dengan baik yaitu siswa

mendengarkan penjelasan guru dengan mencatat hal-hal yang penting

atas kesadaran siswa sendiri.

6. Sebagian banyak siswa sudah berani mengemukakan pendapat untuk

mengajukan pertanyaan maupun pendapatnya siswa tidak merasa malu

saat mengemukakan pendapat baik kepada guru maupun temannya yang

sedang presentasi.

7. Siswa mampu mengembangkan keterampilan yang dimilikinya secara

maksimal yang dapat dilihat dari karya-karyanya berupa gambar yang

bagus dan bermakna

8. Siswa sangat aktif berkomunikasi dan bekerja sama dengan siswa lainnya

9. Siswa dapat menyimpulkan gagasan beberapa pendapat menjadi sebuah

kesimpulan yang tepat

10.Alokasi yang direncanakan sudah sesuai dengan yang dilaksanakan

B. Rekomondasi

1. Strategi pembelajaran sudah baik untuk membuat siswa terlibat aktif dan

mengembangkan keterampilan berbicara dalam pembelajaran tematik

kegiatan teman diskusinya yang menuntu kerja sama siswa meskipun

masih ada siswa yang perlu diperhatikan lebih khusus

2. Penghargaan untuk siswa yang berani menjawab dan menyampaikan

pendapat perlu ditingkatkan.

Berdasarkan hasil tindakan yang telah dilakukan dapat diketahui telah

terjadi peningkatan keterampilan berbicara siswa melalui PI-MTPS pada

pembelajaran tematik dengan tema 6 Cita-Citaku kelas IV SDN Tembarak

Temanggung pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018. Hasil dari observasi

kemudian dikelompokan menurut hasil skor masing-masing tahap dari

pembelajaran. Keterampilan berbicara dibagi menjasi 3 klasifikasi

keterampilan berbicara tinggi dengan menggunakan skor 75-100, klasifikasi

sedang dengan skor 50-74, dan klasifikasi rendah dengan perolehan skor

(20)

Tabel 4.12

Perbandingan Klasifikasi Keterampilan Berbicara Tiap Tahap Pada Pembelajaran Tematik Siklus 1 dan Siklus 2

Klasifikasi 1 2 3 4 5 6 7

Keterangan : 1 = Keberanian merumuskan masalah; 2 = Mengekspresikan pendapat dalam diskusi; 3 = sharing skema siklus hidup hewan; 4 = sharing slogan upaya pelestarian; 5 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan lafal; 6 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan intonasi; 7 = penyampaian puisi pelestarian siklus hidup hewan berdasarkan ekspresi.

Dari tabel diatas terlihat adanya peningkatan keterampilan berbicara

siswa pada setiap tahap pada pembelajaran tematik. Pada siklus 1 tahap

membuat rumusan masalah dari siklus 1 klasifikasi siswa masih ada yang

berada pada 3 klasifikasi. Pada siklus 2 siswa hanya ada pada klasifikasi tinggi

dan sedang. Untuk melihat perbandingan peningkatan dari masing-masing

siklus dapat pada tabel distribusi klasifikasi keterampilan berbicara tinggi.

Indikator kinerja pada penelitian ini semua siswa berada di klasifikasi tinggi

pada keterampia berbicara.

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian, nampak terjadi peningkatan keterampilan

berbicara tinggi siswa pembelajaran tematik Tema 6 Cita-Citaku subtema 2

Hebatnya Cita-Citaku pada siswa kelas IV SDN Tembarak Temanggung

semester 2 tahun pelajaran 2017/2018.

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus yang terdiri dari

pelaksanaan tindakan siklus 1 dan pelaksanaan tindakaan siklus 2. Pelaksanaan

tindakan pada setiap siklus dilaksankan dalam 2 kali pertemuan 2

pembelajaran. Dalam pelaksanaan setiap pertemua tindakan, observasi atau

(21)

terlepas dari adanya perencanaan tindakan. Perencanaan pelaksanaan tindakan

dalam pembelajaran yaitu berupa RPP. Dalam RPP siklus 1 dan siklus 2

memiliki kesamaan komponen dengan RPP pada umumnya yang terdiri dari

(identitas sekolah, kelas, semester, tema/subtema dan alokasi waktua),

komponen Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, tujuan pembelajaran,

materi pembelajaran, model pembelajaran, kegiatan pembelajaran (kegiatan

pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup), media, sumber belajar dan

penelitian hasil belajar. Namun yang membedakan RPP ini adalah

langkah-langkah pembelajaran pada kegiatan inti. Dalam kegiatan inti disusun indikator

untuk mengukur kemampuan keterampilan berbicara, indikator yang digunakan

mengadopsi dari pendapat beberapa ahli dipilih 7 indikator yang sesuai dengan

pembelajaran PI-MTPS. Tujuh indikator keterampilan berbicara siswa dalam

pembelajaran tematik terpadu pembelajaran PI-MTPS meliputi keterampilan

keberanian merumuskan masalah, mengekspresikan pendapat dalam diskusi,

sharing skema siklus hidup hewan, sharing slogan upaya pelestarian, penyampaian puisi berdasarkan lafal, penyampaian puisi berdasarkan intonasi

penyampaian puisi berdasarkan ekspresi. Pembelajaran PI-MTPS adalah

pembelajaran yang menekankan siswa untuk mencari dan menemukan sendiri

jawaban dari masalah yang dipertanyakan dengan cara, siswa berfikir sendiri,

berdiskusi dengan pasangannya dan berbagi kepada teman di kelas. Dengan

tema 6 Cita-Citaku, subtema 2 Hebatnya Cita-Citaku dan Berusaha Meraih

Cita-Cita dilakukan dengan langkah 1) menyimak materi pembelajaran siklus

hidup hewan dan upaya pelestariannya, 2) berfikir untuk merumuskan masalah

siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya, 3) berdiskusi merumuskan

masalah dengan pasangannya siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya, 4)

merumuskan hipotesis siklus hidup hewan dan upaya pelestariannya, 5)

membuat skema siklus hidup hewan, 6) sharing pembuktian hipotesis siklus

hidup hewan dan upaya pelestariannya dalam diskusi pleno, dan 7) melisankan

puisi. Langkah-langkah pembelajaran dalam RPP sesuai dengan

(22)

Peningkatan keterampilan berbicara siswa dengan persentase

kemampuan keterampilan berbicara pada siklus 1 dan siklus 2 dalam setiap

indikator. Dalam penguasaan keterampilan berbicara dibagi menjadi 3

kalsifikasi yaitu tinggi, sedang, rendah (menurut Nana Sudjana, 2012;77).

Keterampilan berbicara tinggi jika peserta didik memperoleh rentang skor

75-100, sedangkan keterampilan sedang jika peserta didik memperoleh rentang

skor 50-74 dan keterampilan berbicara rendah jika peserta didik memperoleh

rentang skor 25-49. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan

keterampilan berbicara tematik terpadu, yang diupayakan melalui PI-MTPS

antar siklus, yakni sebanyak 44,4% dari seluruh siswa mencapai keterampilan

berbicara tinggi di siklus 1 dan meningkat menjadi 81,4% dari seluruh siswa di

siklus 2. Keterampilan berbicara dalam pembelajaran tematik terpadu meliputi

keterampilan membuat rumusan masalah, keterampilan mengemukakan

pendapat, terampil membaca puisi dengan intonasi, pelafalan dan ekpresi yang

tepat serta lancar membaca puisi.

Keterampilan berbicara dapat ditingkatkan melalui skenario

pembelajaran. Penelitian tentang keterampilan berbicara dengan mendesain

pembelajaran telah dilakukan oleh Hanifah Yuniarti (2013) tentang ”Penerapan

Model Think Pair Share dengan Video Pembelajaran Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas III SDN Karanganyar 02 Semarang”. Pengukuran keterampilan berbicara pemilihan kata, pelafalan kalimat, sikap

siswa dan keberanian, ketepatan isi yang dibicarakan, dan kelancaran saat

berbicara. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan keterampilan

berbicara dari siklus 1 sebesar 2,4 meningkat menjadi 2,6 di siklus 2, dan siklus

3 mengalami peningkatan menjadi 2,72 melalui pembelajaran model TPS.

Pembelajaran di kelas dalam kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran

tematik terpadu.

(23)

peningkatan aspek keterampilan berbicara yang pada siklus 1 keterampilan

berbicara peserta didik masih masuk ke dalam kategori kurang dan siklus 2

keterampilan berbicara peserta didik mengalami peningkatan ke dalam kategori

baik sedangkan pada siklus 3 keterampilan berbicara peserta didik mengalami

peningkatan segnifikan ke dalam kategori sangat baik melalui model

pembelajaran TPS.

Berdasarkan pada pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya,

maka diperoleh hasil bahwa penerapan PI-MTPS dalam pembelajaran tematik

terpadu dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Selan itu hasil

observasi aktivitas guru yang dilakukan menunjukkan bahwa aktivitas guru

selama kegiatan pembelajaran dilakukan mengalami peningkatan sesuai

dengan lembar observasi aktivitas guru yang sudah dipersiapkan. Berdasarkan

hasil observasi aktivitas siswa menunjukan bahwa aktivitas siswa selama

kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan. Siswa sudah lebih aktif

berperan dalam kegiatan pembelajaran, siswa sudah siap dalam mengikuti

pembelajaran dengan baik seperti mempersiapkan diri sebelum pembelajaran,

menyimak pembelajaran, berfikir untuk merumuskan masalah, berdiskusi

dengan kelompoknya, merumuskan masalah, membuat siklus hidup hewan dan

melisankan puisi.

Jawaban dari hipotesis tindakan setelah dilakukan penelitian pada

penelitian tindakan kelas ini adalah dengan menerapkan pembelajaran

PI-MTPS mampu meningkatkan keterampilan berbicara. Hal ini dibuktikan

dengan meningkatnya persentase keterampilan berbicara siswa dalam setiap

klasifikasi dari siklus 1 ke siklus 2. Dengan hasil yang diperoleh terbukti

bahwa langkah-langkah kegiatan pembelajaran PI-MTPS mampu

Gambar

Tabel 4.1 Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara
Tabel 4.2 Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan
Tabel 4.6 menunjukkan bahwa pada tahap penyampaian puisi pelestarian
Tabel 4.7 Distribusi Klasifikasi Keterampilan Berbicara Berdasarkan
+6

Referensi

Dokumen terkait

Dari tabel di atas, Hasil Uji F dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 13,151 dengan tingkat probabilitas sebesar 0,000 yang artinya lebih kecil dari 0,05 maka model

Sebaliknya siswa dengan Self-Efficacy yang lemah atau rendah cenderung rentan dan mudah menyerah menghadapi masalah matematika tersebut, mengalami kesulitan dalam

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan rekaman video, wawancara dan observasi kegiatan guru dan siswa.Teknik analisis data yang digunakan dalam

Sedangkan yang membedakan dengan yang lain yaitu Perancangan E-Commerce menggunakan Web Service pada Makro Komputer Sintang ini lebih mencakup sistem web

Para PNS lingkungan Kecamatan dan Kelurahan wajib apel pagi setiap hari senin di Halaman Kantor Kecamatan Kebayoran Baru, dan akan diberikan teguran kepada yang tidak ikut apel

Saya selalunya menyediakan latihan yang sama untuk setiap murid walaupun saya tahu ada yang pastinya tidak boleh melakukannya serta ada yang akan merasa bahawa latihan

Skizogoni banyak terjadi pada organ dalam (hati, limpa, dan sumsum tulang) dan kelainan patologis pada organ tersebut sering ditandai dengan adanya pigmen malaria yang dideposit

Berdasarkan hasil analisis terhadap kelimpahan perifiton dengan logam berat baik Pb maupun Cd yang tercampur pada penempelan keduanya di daun lamun menunjukkan bahwa