• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I LATAR BELAKANG, STRATEGI DAN TAKTIK PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I LATAR BELAKANG, STRATEGI DAN TAKTIK PERUSAHAAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

LATAR BELAKANG, STRATEGI DAN TAKTIK PERUSAHAAN A. Latar Belakang

Sejak tahun 1961, layanan telekomunikasi di Indonesia diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara. Sebagaimana terjadi pada negara berkembang lainnya, pengembangan dan modernisasi infrastruktur telekomunikasi berperan penting dalam perkembangan ekonomi secara umum. Selain itu, jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat telah mendorong permintaan yang tinggi akan layanan telekomunikasi. Persaingan bisnis telekomunikasi yang sangat ketat, menuntut pihak perusahaan penyedia layanan telekomunikasi untuk memikirkan kembali misi dan strategi bisnisnya. Jika perusahaan tidak memiliki strategi bisnis yang baik, maka tidak menutup kemungkinan perusahaan tersebut akan kalah dalam persaingan. Menghadapi persaingan tersebut, setiap perusahaan memiliki strategi tersendiri agar dapat tetap eksisis. Salah satu strategi manajemen perusahaan agar dapat tetap eksisis dan berkembang adalah dengan merubah identitas perusahaan. Sejumlah perusahaan di Indonesia yang telah melakukan perubahan identitas perusahaan di antaranya; Bank BNI, yang mengganti logo bergambar perahu layar berwarna hijau, diganti dengan kotak bertuliskan 46 berwarna oranye dan hijau pada tulisan BNI. Di bidang telekomunikasi, PT. Exelcom juga melakukan perubahan identitas perusahaan, yaitu Excelcom menjadi XL, berikut logo yang digunakannya. Identitas (termasuk logo) perusahaan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pembentukan citra perusahaan di masyarakat. Identitas perusahaan yang baik dan kuat merupakan pra-syarat membangun citra positif perusahaan di kelak kemudian hari. Hal ini disebabkan karena seperti halnya dalam kehidupan orang-perorangan, identitas perusahaan membentuk kesan pertama (Sutojo,2004:18). Identitas perusahaan begitu penting, ehingga perusahaan rela untuk mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengubah identitasnya. Hal ini disebabkan banyak orang melakukan kontak pertama kali dengan suatu perusahaan melalui identitas perusahaan yang mereka miliki, yaitu melalui iklan,kemasan, dan sebagainya. Sebagai bagian dari penerapan identitas perusahaan, logo perusahaan menjadi peletak dasar yang vital fungsinya. Logo sebagai bagian dari identitas perusahaan,dirancang terutama sebagai simbol pembeda untuk memberikan ciri khas suatu perusahaan atau merek tertentu. Bentuknya dapat berupa lambang, gambar, bentuk, huruf khusus, atau untaian kata, yang membentuk nama yang ditulis dengan cara khusus. Citra merek atau

(2)

brand image merupakan seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu merek. Kotler mengatakan bahwa sikap dan tindakan konsumen terhadap suatu merek sangat ditentukan oleh citra merek tersebut.(Simamora, 2003:63). Perusahaan memerlukan identitas yang dapat membedakannya dengan perusahaan lain untuk membentuk citra merek perusahaan tersebut. Identitas perusahaan mewakili karakter perusahaan yang dapat menciptakan citra di benak masyarakat yang melihatnya. Identitas perusahaan itu sendiri adalah semua perwakilan atau perwujudan media visual dan fisik yang menampilkan suatu jati diri organisasi, sehingga dapat membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lainnya. (www.wikipedia.com.id/identitas _perusahaan: diakses pada 8 Januari2011). Memasuki Oktober 2009, PT. Telkom Indonesia Tbk tampil dengan semangat dan logo baru. Identitas PT. Telkom Indonesia Tbk yang baru terdiri dari lingkaran berwarna biru dengan gambar lima jari tangan berwarna kuning yang melambangkan kelengkapan produk dan layanan serta pertumbuhan, identitas baru PT. Telkom Indonesia Tbk juga disertai tagline barunya ”TheWorld in your Hand” yang bermakna bahwa informasi di dunia ini dapat disatukan begitu dekat dan nyata dengan internet, sehingga informasi tersebutberada dalam genggaman tangan anda. Logo baru PT. Telkom Indonesia dirancang oleh sebuah perusahaan konsultan Brand Union, dalam pembuatan logo baru tersebut PT. Telkom Indonesia Tbk, mengeluarkan dana sebesar RP. 3,2 milyar. (www.detiknet.com diakses pada 27 Februari 2011). Perubahan identitas PT. Telkom Indonesia Tbk dilakukan karena adanya transformasi pada institusi bisnisnya yaitu dari institusi bisnis yang berbasis infokom menjadi institusi bisnis yang berbasis Telecommunication, Information, Media, Edutainment (TIME). Terkait dengan transformasi tersebut, PT. Telkom Indonesia Tbk juga melakukan perubahan mendasar dari sisi brand untuk meningkatkan citra perusahaan di mata seluruh stakeholdernya. Melalui citra baru tersebut diharapkan Telkom dapat memberikan sebuah pengalaman baru yang berbeda dari sebelumnya kepada para stakeholders.

Pengalaman baru tersebut adalah layanan yang lebih baik dari operator mana pun yang pernah mereka kenal dan rasakan. (www.telkom.co.id, diakses pada 27 Februari 2011) Berikut adalah gambar dari logo baru PT. Telkom Indonesia Tbk :

(3)

Logo PT Telkom (lama)

Arti Logo TELKOM

Bentuk bulatan dari logo melambangkan: Keutuhan Wawasan Nusantara; Ruang gerak TELKOM secara nasional dan internasional. TELKOM yang mantap, modern,

luwes, dan sederhana.

Warna biru tua dan biru muda bergradasi melambangkan teknologi telekomunikasi tinggi/ canggih yang terus berkembang dalam suasana masa depan yang gemilang.

Garis-garis tebal dan tipis yang mengesankan gerak pertemuan yang beraturan menggambarkan sifat komunikasi dan kerjasama yang selaras secara berkesinambungan dan dinamis.

Tulisan INDONESIA dengan huruf Futura Bold Italic,menggambarkan kedudukan perusahaan TELKOM sebagai Pandu Bendera Telekomunikasi Indonesia {Indonesian Telecommunication Flag Carrier).

(4)

Logo baru TELKOM mencerminkan brand positioning ”Life Confident” dimana keahlian dan dedikasi akan diberikan bagi semua pelanggan untuk mendukung kehidupan mereka dimanapun mereka berada. Brand positioning ini didukung oleh “service culture” baru yaitu: expertise, empowering, assured, progressive dan heart.

Sekilas logo bulat dengan siluet tangan terkesan simpel; Simplifikasi logo ini terdiri dari lingkaran biru yang ada di depan tangan berwarna kuning. Logo ini merupakan cerminan dari “brand value” baru yang selanjutnya disebut dengan “Life in Touch” dan diperkuat dengan tag line baru pengganti “committed 2U” yakni “the world is in your hand”.

Untuk lebih mengenal logo ini, ada baiknya kita memaknai arti dari simbol-simbol tersebut. Expertise : makna dari lingkaran sebagai simbol dari kelengkapan produk dan layanan dalam portofolio bisnis baru TELKOM yaitu TIME (Telecommunication, Information, Media & Edutainment. Empowering : makna dari tangan yang meraih ke luar. Simbol ini mencerminkan pertumbuhan dan ekspansi ke luar. Assured : makna dari jemari tangan. Simbol ini memaknai sebuah kecermatan, perhatian, serta kepercayaan dan hubungan yang erat Progressive : kombinasi tangan dan lingkaran. Simbol dari matahari terbit yang maknanya adalah perubahan dan awal yang baru. Heart : simbol dari telapak tangan yang mencerminkan kehidupan untuk menggapai masa depan.

Selain simbol, warna-warna yang digunakan adalah : Expert Blue pada teks Telkom melambangkan keahlian dan pengalaman yang tinggi Vital Yellow pada telapak tangan mencerminkan suatu yang atraktif, hangat, dan dinamis Infinite sky blue pada teks Indonesia dan lingkaran bawah mencerminkan inovasi dan peluang yang tak berhingga untuk masa depan.

(5)

Penampilan logo baru tersebut mencakup perubahan logo secara menyeluruh dan terintegrasi dengan empat aspek dasar perusahaan, yaitu transformasi bisnis, infrastruktur, sistem dan model operasi serta sumber daya manusia.

Filosofi Warna

Merah – Berani, Cinta, Energi, Ulet

Mencerminkan spirit Telkom untuk selalu optimis dan berani dalam menghadapi tantangan dan perusahaan.

Putih – Suci, Damai, Cahaya, Bersatu

Mencerminkan spirit Telkom untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa.

Hitam – Warna Dasar

Melambangkan kemauan keras.

Abu – Warna Transisi Melambangkan teknologi.

Dengan tetap mengacu kepada filosofi Telkom Corporate, yaitu Always The Best – sebuah keyakinan dasar untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan yang dilakukan dan senantiasa memperbaiki hal-hal yang biasa menjadi sebuah kondisi yang lebih baik, dan pada akhirnya akan membawanya menjadi yang terbaik.

(6)

Elemen logo PT Telkom Indonesia Tbk tersebut diharapkan dapat mencerminkan citra positif dari identitas perusahaan tersebut, di dalam benak konsumennya. Dalam ilmu komunikasi, bentuk, warna, garis grafis, simbol, dan ukuran yang terdapat dalam sebuah logo memberikan pengaruh psikologis yang sangat tinggi (goestoge.wordpress.com, diakses pada 27 Februari 2011). Perusahaan-perusahaan konsumen juga sangat mementingkan jargon atau slogan. Karena jika sudah terkenal, slogan akan menjadi ciri khas dan andalan

perusahaan. (Anggoro, 2000 : 285). Logo PT Telkom Indonesia Tbk digambarkan memiliki makna sederhana dan modern oleh perusahaan, yang seharusnya dapat membentuk pencitraan merek yang positif di kalangan anak muda dan mahasiswa yang menjadi salah satu target pasar dari PT. Telkom Indonesia Tbk. Dengan adanya pencitraan merek yang positif, tentunya akan memberikan dampak terhadap keinginan menggunakan produk-produk dan layanan-layanan yang ditawarkan oleh PT. Telkom Indonesia Tbk. Produk-produk dan layanan-layanan yang ditawarkan oleh PT. Telkom Indonesia Tbk adalah : 1. Sambungan telepon tidak bergerak (telepon rumah)

2. Sambungan telepon bergerak ( Seluler GSM: Telkomsel dan CDMA: Telkom flexi). 3. Sambungan langsung Internasional (SLI)

4. Layanan Internet Speedy.

5. Layanan tv kabel, Telkomvision & Usee Tv

Strategi Dan Taktik Perusahaan

1. Mengoptimalkan layanan POTS dan memperkuat infrastruktur broadband.

2. Mengkonsolidasikan dan mengembangkan bisnis sambungan telepon nirkabel tidak bergerak/Fixed Wireless Access (“FWA”) serta mengelola portofolio nirkabel.

3. Mengintegrasikan Solusi Ekosistem Telkom Group. 4. Berinvestasi di layanan Teknologi Informasi (TI). 5. Berinvestasi di bisnis media dan edutainment.

6. Berinvestasi pada peluang bisnis wholesale dan internasional yang strategis.

7. Berinvestasi pada peluang domestik yang strategis dengan mengoptimalkan penggunaan aset yang dimiliki.

8. Mengintegrasikan Next Generation Network (“NGN”) dan Operational support system, Business support system, Customer support system and Enterprise relations management (“OBCE”).

(7)

9. Menyelaraskan struktur bisnis dengan pengelolaan portofolio. 10. Melakukan transformasi budaya Perusahaan.

(8)

BAB II

PROSES PERUSAHAAN DALAM MENYUSUN STRATEGI BISNIS

A. Menguji Strategi Bisnis Terbaik

Proses perumusan strategi dan pelaksanaannya berisi lima tahapan kunci yang saling berhubungan, yaitu :

1. Membentuk visi strategis mengenai ke mana organisasi akan bergerak

Visi : Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommunication, Information, Media, Edutainment dan Services (“TIMES”) di kawasan regional.

2. Menetapkan tujuan — mengubah pandangan strategis menjadi hasil kinerja spesifik yang harus dicapai perusahaan.

Maksud dari menetapkan tujuan adalah untuk mengkonversi pernyataan visi dan misi managerial menjadi target kinerja spesifik – hasil dan keluaran yang ingin dicapai organisasi. Menetapkan tujuan dan kemudian mengukur apakah mereka telah mencapainya atau belum dapat membantu manajer untuk mengikuti perkembangan organisasi.

3. Merumuskan pilihan strategi untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Strategi membawa kepada isu penting tentang bagaimana cara mencapai target hasil sesuai dengan situasi organisasi dan prospeknya. Tujuan adalah ―hasil akhirnya‖ dan strategi adalah ―alat‖ untuk mencapainya.

4. Melaksanakan dan mengeksekusi strategi yang dipilih secara efisien dan efektif.

Visi dan strategi tak akan ada atinya apa-apa tanpa bisa di-eksekusi secara tuntas dan optimal. Untuk membantu agar strategi dapat diimplementasikan dengan baik, dibutuhkan sejumlah hal, antara lain : pada semua level muncul kepemimpinan yang kuat dan berorientasi pada tindakan (action oriented leadership), kapabilitas organisasi yang adaptif, dan juga keterkaitan antara strategi dan kebijakan remunerasi para karyawan. Selain itu, keberhasilan pelaksanaan strategi juga akan ditopang oleh dukungan sistem IT yang kuat dan juga adanya keterkaitan alokasi anggaran dengan strategi. Mengevaluasi efektivitas strategi dan dampaknya terhadap kinerja bisnis. Proses pelaksaaan strategi harus dievaluasi secara reguler. Dalam fase evaluasi ini dapat dilihat apakah segalanya sudah berjalan dengan baik,

(9)

dan elemen apa saja yang masih belum sempurna pelaksanaannya dan meleset dari target yang telah ditetapkan. Terhadap elemen ini perlu segera dilakukan tindakan korektif (coorective action and responses) agar arah dan pelaksanaan strategi dapat berjalan sesuai dengan rencana.

 Selalu bekerja dengan integritas

Beroperasi dengan integritas dan rasa hormat pada orang-orang, sentuhan bisnis kami pada organisasi dan lingkungan selalu menjadi pusat dari tanggung jawabcorporate kami.

 Dampak Positif

Kami bertujuan memberikan dampak positif dengan berbagai cara: melalui brandkami, melalui kegiatan komersial dan hubungan kami, melalui kontribusi sukarela, serta berbagai cara lain dimana kami berhubungan dengan masyarakat.

 Komitmen yang berlanjut

Kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan cara dalam menangani dampak lingkungan dan bekerja dengan tujuan jangka panjang kami dalam mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.

Strategi Promosi yang dapat dilakukan oleh PT. Telkom Tbk yaitu:

1. Periklanan → semua bentuk penyajian nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu.

2. Promosi Penjualan → Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.

3. Hubungan Masyarakat dan Publisitas → berbagai program untuk mempromosikan dan atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya. 4. Penjualan Secara Pribadi → interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau

lebih untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesan 5. Pemasaran Langsung → penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alat

penghubung non personal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan. Mengevaluasi efektivitas strategi, agar sasaran yang ingin diraih dapat direalisasikan dengan strategi yang telah ditetapkan, strategi perlu ditindaklanjuti dengan pelaksanaan (action). Pelaksanaan tidak akan efektif bila tidak didahului dengan perencanaan. Perencanaan yang baik minimal mengandung asas-asas untuk mencapai tujuan, realistis dan wajar, efisien serta merupakan cerminan dari strategi dan kebijakan perusahaan. Perencanaan yang masih dalam bentuk global hendaknya dibuat dalam bentuk yang lebih detail, misalnya dalam bentuk program-program kerja. Jika program kerja telah disiapkan berikut sumber daya yang dibutuhkan, maka pelaksanaan kerja sudah dapat dimulai. Pengendalian atau pengawasan dimaksudkan untuk lebih menjamin bahwa semua kegiatan yang diselenggarakan oleh perusahaan hendaknya didasarkan pada rencana yang telah disepakati, sehingga sasaran tidak menyimpang atau keluar dari batas-batas toleransi.

(10)

BAB III

PROSES PERUSAHAAN DALAM MENYUSUN

VISI, MISI, DAN TUJUAN

Visi

Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommunication, Information, Media, Edutainment dan Services (“TIMES”) di kawasan regional.

Misi

 Menyediakan layanan TIMES yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif.

 Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.

Visi dan Misi ditetapkan berdasarkan keputusan Komisaris PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk No.09/KEP/DK/2012 pada tanggal 30 Mei 2012.

Corporate Culture : The New Telkom Way Basic Belief : Always The Best Core Values : Solid, Speed, Smart Key Behaviors : Imagine, Focus, Action SERTA INISIATIF STRATEGIS

1. Pusat Keunggulan.

2. Menyelaraskan struktur bisnis dan pengelolaan portofolio.

3. Percepatan implementasi broadband melalui layanan konvergen. 4. Pengelolaan portofolio nirkabel.

5. Mengintegrasikan solusi ekosistem Telkom Group. 6. Berinvestasi di layanan teknologi informasi. 7. Berinvestasi di bisnis media dan edutainment.

8. Berinvestasi di bisnis wholesale dan peluang bisnis internasional yang strategis. 9. Memaksimalkan nilai aset di bisnis yang saling terkait.

Mengintegrasikan Next Generation Network (“NGN”) dan Operational support system, Business support system, Customer support system and Enterprise relations management (“OBCE”) untuk mencapai penyempurnaan beban biaya.

Tujuan

Menjadi posisi terdepan dengan memperkokoh bisnis legacy dan meningkatkan bisnis new wave untuk memperoleh 60% dari pendapatan industri pada tahun 2015.

(11)

BAB IV

ANALISA SWOT

STRENGHT, WEAKNESS, OPPORTUNITY Dan THREAT

Analisa SWOT

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.

Analisa SWOT terbagi atas empat komponen dasar yaitu :

 Strength adalah situasi atau kondisi internal yang merupakan kekuatan dari organisasi/perusahaan pada saat ini.

 Weakness adalah situasi atau kondisi internal yang merupakan kelemahan dari organisasi atau perusahaan pada saat ini.

 Opportunity adalah situasi atau kondisi eksternal yang merupakan peluang untuk berkembang bagi organisasi/perusahaan di masa depan.

 Threat adalah situasi atau kondisi eksternal yang merupakan ancaman bagi organisasi/perusahaan dan dapat mengancam eksistensi organisasi/perusahaan di masa depan.

Pada persentasi saya ini, saya akan menganalisa PT. TELKOM INDONESIA dengan metode analisis SWOT.

(12)

A. Strength (Kekuatan)

1. Telkom memiliki kekuatan finansial yang besar. Hal ini memudahkan Telkom untuk melakukan investasi peralatan telekomunikasi yang mahal. Selain itu, mereka juga telah memiliki jaringan dan infrastruktur yang luas mencakup segenap wilayah tanah air sehingga memudahkan untuk melakukan ekspansi dan penetrasi pasar.

2. Sepanjang tahun 2008, jumlah pelanggan Perusahaan terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat.

3. Pilihan produk dan cakupan serta beragam jenis layanan yang ditawarkan merupakan keunggulan strategis yang dimiliki Telkom.

4. Dari sisi keuangan, Telkom terus menunjukkan arus kas yang kuat dan rasio hutang terhadap ekuitas yang sehat.

5. Sejumlah departemen dan instansi Pemerintah (tidak termasuk BUMN) membeli layanan Telkom sebagai pelanggan langsung, dengan termin yang dinegosiasikan secara komersil.

B. Weakness (Kelemahan)

1. Jumlah pekerjanya terlampau besar; sehingga kurang efisien dan boros dalam anggaran untuk gaji pegawainya.

2. Langkah strategis merger & akuisisi, investasi & divestasi serta pengelolaan anak perusahaan mengandung peluang dan risiko yang dapat mempengaruhi performansi keuangan perusahaan.

3. Kepentingan Pemegang Saham Pengendali dapat berbeda dengan kepentingan Pemegang Saham Telkom lainnya.

4. Kebocoran Pendapatan berpotensi terjadi akibat kelemahan internal dan masalah eksternal dan jika terjadi dapat menimbulkan kerugian pada hasil usaha Telkom.

C. Opportunity

1. Industri telekomunikasi dan informasi akan terus memiliki peranan penting di Indonesia seiring pertumbuhan yang berkesinambungan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

2. Permintaan masyarakat yang tinggi akan akses internet merupakan pasar yang sangat potensial.

3. Selain itu jumlah penduduk Indonesia yang besar, dan baru sedikit yang telah memiliki akses broadband internet, tentu merupakan peluang pasar yang sangat baik bagi pertumbuhan bisnis Telkom.

D. Threats

1. Masyarakat semakin menuntut mobilitas dan fleksibilitas dari alat komunikasinya, telepon rumah “tradisional” tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

2. Kondisi persaingan akan menjadi semakin ketat, para operator bertarung untuk mendapatkan pelanggan-pelanggan yang jumlahnya makin kecil.

3. Tidak ada jaminan bahwa situasi politik di Indonesia akan stabil atau Pemerintah akan menerapkan kebijakan ekonomi yang kondusif untuk mempertahankan

(13)

pertumbuhan ekonomi atau yang tidak berdampak negatif terhadap kondisi regulasi telekomunikasi pada saat ini.

4. Kemungkinan krisis keuangan global akan berdampak buruk secara material terhadap Telkom.

5. Jaringan Telkom, khususnya jaringan akses kabel , dapat menghadapi potensi ancaman keamanan, seperti pencurian atau vandalisme yang dapat berdampak pada hasil usahanya.

V. Kesimpulan

Dari Analisis SWOT PT. TELKOM INDONESIA maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Dalam sebuah perusahaan sangat penting untuk menjaga dan memelihara hubungan yang baik antara perusahaan dengan masyarakat. Karena fungsi Public Relations adalah menciptakan opini publik yang positif bagi perusahaan agar citra perusahaan yang baik tetap terjaga.

2. Informasi yang diberikan Public Relations kepada publik internal, tidak terkesan melebih-lebihkan pendapat masyarakat luar terhadap perusahaan. Sehingga para karyawan / staf dapat melaksanakan tugasnya tepat sasaran atau sesuai target perusahaan. Dan informasi yang diberikan harus up to date agar kegiatan perusahaan tetap berjalan dengan lancar.

3. Selalu mempertahankan semangat dan loyalitas karyawan/staf kepada perusahaan. 4. Keinginan dan kebutuhan masyarakat, sebagai konsumen, sangat perlu diperhatikan

demi mempertahankan perusahaan.

5. Diterima tidaknya suatu perusahaan atau disukai tidaknya produksi perusahaan oleh masyarakat, salah satunya bergantung pada hasil kerja Public Relations sebuah perusahaan.

(14)

VALUE CHAIN model M.Porter

Value Chain adalah model yang digunakan untuk membantu menganalisa aktifitas-aktifitas spesifik bisnis yang terjadi, yang dapat menciptakan nilai dan keuntungan kompetitif bagi organisasi. Analisa yang dilakukan berdasarkan efisiensi dan efektifitas. Tiap langkah yang diambil pada suatu segmen, akan berdampak pada keseluruhan proses. Jadi dapat dikatakan bahwa semua segmen saling bergantungan.

Value Chain atau Rantai Nilai adalah pendekatan sistematik untuk mengembangkan keunggulan kompetitif sebuah perusahaan. Pendekatan ini diciptakan oleh Michael E. Porter yang berisi sekumpulan aktivitas yang membuat dan membangun nilai marjin atau nilai tambah (added value). Aktivitas tersebut dibagi menjadi Aktivitas Utama (Primary Activity) dan Aktivitas Pendukung (SupportActivity).

Rantai Nilai Porter

Pusat dari teori Michael E. Porter adalah marjin Marjin = nilai produk dan jasa – biaya

Perusahaan menciptakan nilai dengan melaksanakan aktivitas, yang disebut Porter dgn Aktivitas Nilai (value activity).

(15)

Kuesioner internal factor analysis strategi kekuatan

No Faktor Strategis

Nilai

Bobot Rating

Skor

1

Strategi promosi yang efektif

menggunakan model iklan

yang tipikal muda dan menarik

3

0.2

3

0,6

2

Gencar dengan kegiatan social

2

0.1

1

0,1

3

Pemimpin pasar

telekomunikasi Indonesia

1

0.1

1

0.1

4

Mempunyai jaringan distribusi

sendiri

4

0.3

4

1.2

5

Mempunyai perencanaan yang

baik dengan

pemasok,konsumen

3

0.2

3

0.6

Total

13

0.9

12

1.6

Ukuran Pembobotan :

 1=sedikit penting

 2=agak penting

 3=penting

 4=sangat penting

Ukuran rating kekuatan

 1=sedikit kuat

 2=agak kuat

 3=kuat

 4=sangat kuat

(16)

Kuesioner internal factor analysis strategi kelemahan

No Faktor Strategis

Nilai

Bobot Rating

Skor

1

Rendah nya respon pasar

terhadap produk2 tertentu

4

0.3

-4

-1.2

2

Jumlah karyawan yang tambun 2

0.1

-2

-0.2

3

Birokrasi yang panjang dalam

mengambil suatu keputusan

2

0.1

-2

-0.2

4

Struktur organisasi terlalu luas

1

0.1

-1

-0.1

5

Growth omzet penjualan di

bawah rata2 industri

3

0.2

-3

-0.6

Total

11

0.8

-12

-2.3

Ukuran Pembobotan :

 1=sedikit penting

 2=agak penting

 3=penting

 4=sangat penting

Ukuran rating Kelemahan

 1=sedikit lemah

 2=agak lemah

 3=kuat

Referensi

Dokumen terkait

STMIK BNJ merupakan lembaga pendidikan tinggi di bidang ICT dimana internet adalah salah satu fasilitas yang harus ada dalam proses pengembangan pendidikan di

Bentuk gerak yang sesuai dengan karakteristik tari anak – anak, pada umumnya. gerak – gerak yang dilakukannya tidaklah sulit dan

Material sedimen yang mengalami transportasi merupakan material hasil erosi batuan atau endapan di sepanjang pantai maupun material yang dimuntahkan

sosialisasi kepada masyarakat berkaitan dengan program KB. Berdasarkan hasil penelitian, sejauh ini dalam pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan oleh Penyuluh KB mengenai

Wawancara dilakukan dalam bentuk tanya jawab dan diskusi yang mengarah pada pemanfaatan hasil program pemberdayaan melalui pendidikan kecakapan hidup (life skills)

Diberikan  barisan  karakter  yang  terdiri  dari  alfabet  dan  angka  (‘a’..’z’,  ‘A’..’Z’,  ‘0’..’9’)  dengan  panjang  maksimal  255 

Suatu kesempatan yang berharga bagi penulis untuk dapat melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan

Adaptasi penglihatan pada hewan nokturnal khususnya terjadi di retina matanya, karena retina merupakan bagian dari mata yang berperan dalam melihat warna.. Dari