• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI KONSERVATIF DALAM PENGELOLAAN WISATA BAHARI DI PULAU MAPUR, KABUPATEN BINTAN, KEPULAUAN RIAU 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STRATEGI KONSERVATIF DALAM PENGELOLAAN WISATA BAHARI DI PULAU MAPUR, KABUPATEN BINTAN, KEPULAUAN RIAU 1"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.   Persentase  indeks  mortalitas  pada  setiap  stasiun  pengamatan  di  Pulau  Mapur  (Sumber: Data Primer  2009)
Gambar 5.  Peta  kesesuaian  wisata  snorkeling  di  Pulau Mapur
Gambar 6.   Peta  kesesuaian  wisata  selam  di  Pulau Mapur

Referensi

Dokumen terkait

4.4 Potensi Pulau Mursala sebagai Obyek dan Daya Tarik Wisata Bahari di Kabupaten Tapanuli Tengah. Pulau – pulau kecilmerupakan kumpulan pulau-pulau (gugusan

Berdasarkan hasil pengamatan terumbu karang yang dilakukan di perairan Pulau Kunyit sebelah timur dari kedalaman 4 – 7 meter untuk wisata diving, hampir pada semua

1) Potensi obyek wisata pantai di Pulau Bintan dari kelima obyek pantai yang diteliti, potensi terrendah yaitu pantai Trikora 3 dengan skor 41.0 kemudian

Data di atas menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang di Perairan Pulau Sembilan masih jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi terumbu karang di perairan sebelah timur

Berdasarkan hasil pengamatan terumbu karang yang dilakukan di perairan Pulau Kunyit sebelah timur dari kedalaman 4 – 7 meter untuk wisata diving, hampir pada semua

Data di atas menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang di Perairan Pulau Sembilan masih jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi terumbu karang di perairan sebelah timur

PREVALENSI PENYAKIT KARANG PADA EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PESISIR PULAU BINTAN TIMUR SKRIPSI ANTON CANDRA SAPUTRA PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN

Tabel Matriks SWOT Identifikasi Faktor Kekuatan Strength Kelemahan Weakness Internal Eksternal 1 Kealamian panorama pantai 2 Potensi keunikan wisata ekologi terumbu karang 3