• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gresik, Februari 2021 KEPALA DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN GRESIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gresik, Februari 2021 KEPALA DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN GRESIK"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

i Puji syukur kehadlirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penyusunan Laporan Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020 dapat terselesaikan sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Laporan Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020 disusun sebagai perwujudan pertanggung jawaban penyelenggaraan pemerintahan dalam mencapai tujuan dan sasaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik sebagaimana tercantum dalam Rencana Strategis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2016–2021.

Dengan tersusunnya Laporan Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020 ini, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Sekretaris Dinas, seluruh Kepala Bidang, Kepala Sub Bagian dan Kepala Seksi di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik dan semua pihak baik yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu hingga tersusunnya laporan ini. Akhirnya semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

Gresik, Februari 2021

KEPALA DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMANKABUPATEN GRESIK

Ir. ACHMAD WASHIL M.R., MT.

Pembina Tingkat I NIP. 19661027 199803 1 001

(3)

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. LATAR BELAKANG ... 1

B. MAKSUD DAN TUJUAN ... 2

C. GAMBARAN UMUM DINAS ... 3

D. ISU STRATEGIS DAN PERMASALAHAN UTAMA ... 8

E. SISTEMATIKA PENYUSUNAN... 12

BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 14

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 18

A. CAPAIAN KINERJA DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN ... 18

B. EVALUASI DAN ANALISIS KINERJA ... 20

C. REALISASI ANGGARAN ... 38

(4)
(5)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam perspektif yang luas, Laporan Kinerja Pemerintah mempunyai fungsi sebagai media/wahana pertanggungjawaban kepada publik atas penyelenggaran Pemerintahan. Untuk itu penyusunan Laporan Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020 ini secara garis besar berisi informasi mengenai rencana kinerja maupun capaian kinerja selama Tahun 2020. Penyusunan Laporan Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik ini berdasarkan pada amanat Peraturan perundangan sebagai berikut:

1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang mengisyaratkan pentingnya Akuntabilitas dalam Perencanaan anggaran dan pertanggungjawaban anggaran.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara, Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4689);

6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

(6)

2 7. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2004 tentang

Percepatan Pemberantasan Korupsi;

8. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 09/M.PAN/05/2007 tentang Pedoman Penyusunan Indikator Kinerja Utama di lingkungan Instansi Pemerintah;

9. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 20/M.PAN/11/2008 tentang Petunjuk Penyusunan Indikator Kinerja Utama; 10. Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan Tata Cara, Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

11. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

12. Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kabupaten Gresik;

13. Peraturan Bupati Nomor 49 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Struktur Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Laporan Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020 ini merupakan Laporan Pelaksanaan Kinerja tahun ketiga dari Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik periode Tahun 2016-2021. Maksud disusunnya Laporan Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan PermukimanKabupaten Gresik Tahun 2020 adalah untuk memberikan gambaran kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang jelas, transparan, dapat dipertanggung jawabkan, sebagai wujud pertanggungjawaban keberhasilan/kegagalan pencapaian target sasaran dalam kurun waktu Tahun 2020 serta sebagai wujud akuntabilitas kinerja yang dicerminkan dari hasil pencapaian kinerja berdasarkan visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

(7)

3 Sedangkan tujuan penyusunan Laporan Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan PermukimanKabupaten Gresik Tahun 2020 adalah sebagai berikut: 1. Memberikan informasi mengenai perencanaan, pengukuran, pelaporan

dan evaluasi kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik selama Tahun Anggaran 2020;

2. Sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan PermukimanKabupaten Gresik pada Tahun 2020;

3. Hasil evaluasi yang berupa kritik/saran diharapkan menjadi bahan acuan untuk perbaikan dan peningkatan kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan PermukimanKabupaten Gresik di tahun selanjutnya serta masa yang akan datang;

4. Meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik dengan menerapkan azas transparansi, sistematik dan accountable (dapat dipertanggungjawabkan).

C. GAMBARAN UMUM DINAS

1. Kedudukan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik

Kedudukan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik sebagai Perangkat Daerah diatur dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kabupaten Gresik, yang selanjutnya dalam pelaksanaan tugas diatur dalam Peraturan Bupati Gresik Nomor 49 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Fungsi, dan Tata Kerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik. Adapun Tugas dan Fungsi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik adalah :

“Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan di bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.”

2. Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik

(8)

4 Dalam melaksanakan tugas, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik menyelenggarakan fungsi :

a. Pengkoordinasian penyusunan kebijakan urusan di bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman;

b. Pengkoordinasian pelayanan administrasi pelaksanaan urusan di bidang perumahan dan kawasan permukiman;

c. Pengkoordinasian pelaksanaan kebijakan urusan di bidang perumahan dan kawasan permukiman;

d. Pengkoordinasian pembinaan dan fasilitas pelaksanaan urusan di bidang perumahan dan kawasan permukiman;

e. Pengkoordinasian pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan urusan di bidang perumahan dan kawasan permukiman; dan f. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Bupati sesuai

dengan bidang tugasnya.

3. Susunan Organisasi Perangkat Daerah

Susunan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik terdiri dari :

1. Kepala Dinas;

2. Sekretariat, terdiri dari:

a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; b. Sub Bagian Program dan Pelaporan; c. Sub Bagian Keuangan;

3. Bidang Rumah Umum, terdiri dari:

a. Seksi Pendataan dan Perencanaan Rumah Umum b. Seksi Penyediaan Rumah Umum; dan

c. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Rumah Umum. 4. Bidang Rumah Swadaya, terdiri dari:

a. Seksi Pendataan dan Perencanaan Rumah Swadaya;

b. Seksi Pemberdayaan dan Pelaksanaan Rumah Swadaya; dan c. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Rumah Swasadaya.

(9)

5 5. Bidang Kawasan Permukiman, terdiri dari:

a. Seksi Pendataan dan Perencanaan Kawasan Permukiman;

b. Seksi Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman; c. Seksi Pemanfaatan dan Pengendalian Kawasan Permukiman.

6. Bidang Prasarana dan Sarana Utilitas Umum, terdiri dari: a. Seksi Perencanaan Prasarana dan Sarana Utilitas Umum; b. Seksi Pelaksanaan Prasarana dan Sarana Utilitas Umum; dan

c. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Prasarana dan sarana Utilitas Umum.

7. Unit Pelaksana Teknis Dinas, terdiri dari : a. UPT Rusunawa

(10)

6

STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN

(11)

7

4. Personil/Pegawai

Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik memiliki sumberdaya organisasi berupa sumberdaya manusia dan sarana serta prasarana. Adapun jumlah sumber daya manusia Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik adalah sebagai berikut :

Tabel 1. 1 Jumlah Pegawai Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

Kabupaten Gresik

NO URAIAN JABATAN JUMLAH

1. Eselon II 1 2. Eselon III 3 3. Eselon IV 15 4. JFU 39 5. Non PNS 82 TOTAL KESELURUHAN 140

Tabel 1. 2 Rekapitulasi Pegawai Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

Kabupaten Gresik Tahun 2019 Berdasarkan Pendidikan

Sumber Data : Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik

No.

Uraian Pendidikan

Jumlah Pangkat/ Golongan SD SMP SMA D3 D4 S1 S2

1. Juru Muda (Ia) - - - -

Juru Muda Tingkat I (Ib) - - - -

Juru (Ic) - - - -

Juru Tingkat I (Id) - - - -

2. Pengatur Muda (IIa) - - - -

Pengatur Muda Tingkat I (IIb) - - 3 - - - - 3

Pengatur (IIc) - - 1 7 - - - 8

(12)

8

3. Penata Muda (IIIa) - - 1 1 - 9 - 11

Penata Muda Tingkat I (IIIb) - - 1 2 - 1 - 4

Penata (IIIc) - - - 7 - 7

Penata Tingkat I (IIId) - - - 4 - 4

4. Pembina (IVa) - - - 6 6

Pembina Tingkat I (IVb) - - - 2 2

Pembina Utama Muda (IVc) - - - -

Pembina Utama Madya (IVd) - - - -

Pembina Utama (IVe) - - - -

JUMLAH - - 14 10 - 21 8 53

D. ISU STRATEGIS DAN PERMASALAHAN UTAMA

Isu strategis yang dibahas dalam Kabupaten Gresik merupakan intisari dari kompilasi permasalahan pembangunan berkaitan dengan sinkronisasi terhadap isu strategis berskala internasional, nasional, hingga regional provinsi. Adapun isu strategis yang ditelaah meliputi ;

a. Pengentasan Kawasan Kumuh dan Pelayanan Sanitasi Dasar Pengentasan Kawasan Kumuh

Pengentasan kawasan kumuh masih belum optimal disebabkan perencanaan makro yang masih belum komprehensif sehingga upaya pengentasan berdasarkan data parsial dengan metodologi penetapan kawasan kumuh tertentu. Penetapan kawasan kumuh di Kabupaten Gresik didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 050/970/HK/437.12/2014 tentang Penetapan Lokasi Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh di Kabupaten Gresik. Dalam SK Bupati tersebut terdapat 50 (lima puluh) lokasi kawasan kumuh yang tersebar di seluruh Kabupaten Gresik, namun rencana penanganan permukiman kumuh yang tertuang dalam dokumen Penyusunan Rencana Penanganan Permukiman Kumuh Perkotaan lebih difokuskan pada kawasan perkotaan saja yaitu pada 23 lokasi yang tersebar pada Kecamatan Gresik, Kecamatan Kebomas dan Kecamatan Manyar.

(13)

9

Pelayanan Sanitasi Dasar

Fasilitas sanitasi yang layak adalah fasilitas sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan antara lain dilengkapi dengan leher angsa, tanki septik (septic tank)/Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL), yang digunakan sendiri atau bersama.

Adapun di sektor pengolahan persampahan tingkat layanan sampah masih sangat kecil hanya berkisar 20.91 %, paling besar masyarakat mengelola sampah rumahtangga dengan cara dibakar hingga mencapai 49.43 %, dibuang ke lahan kosong 18.21%, dan masih ada 8,7 % yang dibuang ke sungai, sedangkan pengolahan limbah cair grey water di Kabupaten Gresik sesuai data keluarga dengan kepemilikan sanitasi dasar SPAL menunjukkan jumlah keluarga memiliki SPAL 60,99%, sehingga masih ada 39,01% yang belum memiliki SPAL. SPAL yang dimaksud adalah saluran drainase kedap air, dan sisanya dibuang di saluran tidak kedap air (halaman rumah). Produksi limbah cair rumah tangga secara keseluruhan mencapai 70% - 80% dari pemakaian air bersih di mana rata-rata penggunaan air 100 l/orang/hari.

b. Konektivitas Daerah

Ditinjau dari segi infraktutur jalan jalan kabupaten di Kabupaten Gresik yang mencapai 512,16 km didominasi jenis perkerasan aspal yaitu sepanjang 329,29 km. Jalan Kabupaten dengan kondisi baik sepanjang 261,28 km (51,01%); kondisi sedang 140,18 km (27,37%); kondisi sedang/rusak sepanjang 36,57 km (7,14%); kondisi rusak sepanjang 19,30 km (3,77%); dan rusak berat sepanjang 54,83 km (10,71%). Dengan demikian jalan yang yang memenuhi kriteria mantap yaitu jalan dengan kondisi baik dan sedang sepanjang 401,46 km atau sebesar 78,39% sedangkan sisanya adalah tidak mantap.

Adapun ditelaah secara kondisi geografis, kabupaten Gresik merupakan wilayah penyangga Surabaya dengan dominasi beban dalam sektor industri, permukiman, perdagangan dan jasa. Aksesibilitas merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang seluruh aktivitas kegiatan ekonomi dan sosial. Pergantian dan integrasi antar moda merupakan hal sangat penting dalam lingkup perhubungan, untuk itu perlu adanya Integrasi transportasi melalui

(14)

10 terminal kargo dan pemfungsian kembali jalur kereta api di Gresik, untuk menunjang sektor angkutan barang ke pelabuhan (internasional kalimireng, kali lamong, perak) dan kawasan-kawasan industri, serta integrasi terminal orang (bunder) dengan stasiun kereta api di Duduksampean.

Selain itu, dperlukan evaluasi dan penataan ulang jalur (trayek) angkutan umum pedesaaan dan perkotaan dilihat dari karakteristik skala pelayanan serta pergerakan diseluruh wilayah perbatasan hingga perkotaaan. Serta peningkatan infrastruktur Jalan (Jalan Kabupaten, Jalan Nasional, Jalan Tol dan Kebutuhan Flyover), lapangan terbang (bandara) dan pelabuhan harus diikuti dengan kemajuan teknologi yang ada sekarang. Untuk itu perlu Pusat Informasi dan Pengendalian Lalu Lintas yang dikelola secara online, agar permasalahan lalu-lintas yang terjadi bisa diatasi lebih sangat cepat saat itu juga.

Di sektor perhubungan laut, peningkatan sarana dan pelayanan moda angkutan perhubungan laut, seperti penambahan armada transportasi kapal laut dari Gresik ke Pulau Bawean yang mampu berlayar ketika ombak/gelombang besar. Sedangkan untuk sektor perhubungan udara dalam hal ini adalah lapangan terbang bawean adalah melalui pengembangan dan peningkatan fasilitas serta tata kelola di Lapter Bawean, agar segera beroperasi dengan baik.

c. Permukiman Inklusif

Selain upaya pengentasan kawasan kumuh yang mencakup permukiman kumuh, ketersediaan permukiman yang layak bagi seluruh masyarakat secara inklusif adalah isu strategis utama yang membutuhkan penguatan lintas sektor. Dalam hal infrastruktur drainase, Kondisi sistem drainase permukiman di wilayah-wilayah kecamatan atau desa di Kabupaten Gresik, selain di wilayah kota masih banyak terdapat daerah terbuka yang mampu berfungsi sebagai daerah resapan air sehingga potensi banjir dan genangan kecil. Sedangkan di wilayah perkotaan Gresik, khusunya di wilayah Kecamatan Gresik, Kebomas, dan Manyar walaupun telah memiliki sistem drainase yang terbangun cukup lengkap dan merata di seluruh wilayah kota, tetap saja banjir dan genangan masih sering terjadi di beberapa lokasi terutama apabila terjadi hujan yang cukup lebat. Keadaan ini disebabkan oleh saluran-saluran tersier dan sekunder yang dimensinya terlalu kecil, tersumbat sampah, dan bozem-bozem yang tidak

(15)

11 lagi berfungsi akibat pendangkalan dan pengurukan menjadi kawasan permukiman.

Dalam hal ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH), masih belum optimalnya pengawasan terutama dalam implementasi ketentuan penyedianan Prasarana dan Sarana Umum (PSU) telah diatur komposisi penyediaan lahannya dalam Peremenpera Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pedoman Keserasian Kawasan Perumahan dan Permukiman sehingga pembangunan baik perumahan ataupun rumah atau bangunan pribadi dalam proses perijinannya sudah sesuai dengan IMB namun dalam pelaksanaan pembangunan maupun dengan berjalannya waktu ternyata bangunan tidak sesuai atau terjadi perubahan dengan yang tercantum dalam IMB. Sedangkan dalam rangka mernberikan jaminan ketersediaan prasarana, sarana, dan utilitas perumahan dan permukiman, perlu dilakukan pengelolaan prasarana, sarana, dan utilitas. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Perumahan dan Permukiman di daerah, pengelolaan prasarana, sarana, dan utilitas perumahan dan permukiman dilakukan dengan cara penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas dari pengembang kepada pemerintah daerah. Namun, kondisi di lapangan, penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas perumahan dan permukiman seringkali tidak sesuai antara yang akan diserahkan dengan ketentuan yang dipersyaratkan baik dari persyaratan umum, persyaratan teknis maupun persyaratan administrasi, sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan.

Adapun estimasi kebutuhan rumah, berdasarkan hasil Analisis dan Kajian RP3KP Kabupaten Gresik, diproyeksikan dalam dua puluh tahun kedepan (tahun 2035), Kabupaten Gresik mengalami backlog perumahan sebesar 1,700,708 unit rumah dengan asumsi ketersediaan rumah dengan type landed housing (rumah horisontal).

d. Pengendalian Banjir

Bencana Banjir di Kabupaten Gresik yang disebabkan oleh Bengawan Solo terdapat 5 (Lima) Kecamatan terdampak banjir meliputi Kecamatan Dukun, Bungan, Sidayu, Ujungpangkah dan Manyar. Pengendalian bencana banjir akibat Bengawan Solo telah diminimalisir dengan ketersediaan tanggul dan didukung dengan terbangunnya Bandung Gerak Sembayat. Bencana banjir

(16)

12 akibat luapan Kali Lamong berpengaruh terhadap 5 (Lima) kecamatan terdampak meliputi Benjeng, Cerme, Balongpanggang, Menganti, dan sebagian kecil Kecamatan Kebomas. Pengendalian banjir akibat luapan kali lamong teruatama pada Kecamatan Benjeng, Cerme, dan Balongpanggang menjadi prioritas dalam pembangunan pertanian dalm rangka mendukung ketahanan dan kerawanan pangan. Adapun pengendalian banjir masih belum optimal karena belum tersedianya tanggul. Pembangunan tanggul terhambat akibat masih belum selesainya pembebasan lahan terhadap Daerah Aliran Sungai.

Bencana banjir selanjutnya adalah akibat luapan Kali Surabaya pada Daerah Driyorejo. Pengendalian banjir pada segmen ini masih belum optimal disebabkan tanggul yang belum tersedia. Wilayah terdampak banjir adalah daerah perkotaan yang menjadi salah satu aglomerasi industry sehingga diperlukan penguatan lintas sektor dalam pengendaliannya. Sedangkan banjir Perkotaan pada Kecamatan Kebomas dan Gresik telah dikendalikan dengan fasilitas Rumah Pompa didukung sistem drainase melalui Bozem. Hal ini ditunjang dengan dirumuskannya masterplan drainase yang telah mencakup wilayah perkotaan. Adapun Di Pulau Bawean telah terdapat sistem drainase permukiman, terutama permukiman-permukiman yang terdapat di tepi jalan raya. Kondisi system drainase masih belum optimal dan cenderung berpotensi tertimbun longsoran tanah dari lereng-lereng bukit atau kebun disekitarnya.

E. SISTEMATIKA PENYUSUNAN

Sistematika Penyusunan Laporan Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020 terdiri dari 4 (empat) Bab yaitu sebagai berikut:

BAB I. PENDAHULUAN

Menjelaskan secara ringkas latar belakang, maksud dan tujuan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Gambaran Singkat tentang Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi dan Personil Perangkat Daerah, penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi, serta Sistematika Penyusunan.

(17)

13

BAB II. PERENCANAAN KINERJA

Pada bab ini, diuraikan ringkasan/ikhtisar perjanjian kinerja tahun 2020.

BAB III. AKUNTABILITA KINERJA A. Capaian Kinerja Organisasi

Pada sub bab ini disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis Organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut:

1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;

2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir;

3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi;

4. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/ penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan;

5. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya;

6. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.

B. REALISASI ANGGARAN

Pada sub bab ini diuraikan realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja. Perlu dijelaskan pula tentang cost per outcome (perbandingan antara capaian kinerja dan capaian keuangan)

BAB IV. PENUTUP

Pada bab ini diuraikan simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya

(18)
(19)

14

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Perencanaan Kinerja merupakan tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan dicapai oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik. Perjanjian kinerja ini menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya.

Tujuan umum disusunnya Perjanjian Kinerja yaitu dalam rangka Intensifikasi pencegahan korupsi, Peningkatan kualitas pelayanan publik, Percepatan untuk mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, ruang lingkup ini lebih diutamakan terhadap berbagai program utama organisasi, yaitu program-program yang dapat menggambarkan keberadaan organisasi serta menggambarkan isu strategik yang sedang dihadapi organisasi. Untuk itu, penyusunan Perencanaan Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020 merupakan sasaran dan target kinerja yang sepenuhnya mengacu pada Rencana Strategis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2016 – 2021, dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2020, Dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2020, serta dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020. Target Kinerja tersebut merepresentasikan nilai kuantitatif yang harus dicapai selama tahun 2020. Target Kinerja pada tingkat sasaran strategis akan dijadikan tolok ukur dalam mengukur keberhasilan organisasi didalam upaya pencapaian visi misi dan akan menjadi komitmen bagi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik untuk mencapainya dalam Tahun 2020.

Rencana Strategis ( Renstra-SKPD ) adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 5 ( lima ) tahun 2016 – 2021 yang disusun sebagai Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Renstra ini merupakan langkah awal untuk

(20)

15 melaksanakan mandat yang diemban Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik sebagaimana ketentuan Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 12 tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kabupaten Gresik.

Berangkat dari pemikiran diatas, perencanaan pembangunan, dilihat dari sisi proses manajemen maupun sebagai sebuah kebijakan, merupakan salah satu instrumen pembangunan jangka menengah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang sangat penting, karena didalamnya terkandung formulasi visi, misi, tujuan dan sasaran serta berbagai cara yang dipilih untuk mencapai tujuan dan sasaran yang dimaksud. Adapun sasaran dan target kinerja Renstra Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman tahun 2016-2021 sebagai beikut :

Tabel 2. 1 Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

N

O SASARAN

INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA TUJUAN PADA TAHUN KE- KONDISI KINERJA PADA PERIODE RPJMD TH 1 TH 2 TH 3 TH 4 TH 5 TH 6 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1. Mewujudkan perrmukiman yang berkelanjutan melalui penyediaan rumah umum dan swadaya yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah Penurunan Rumah tidak layak huni 23,30 % 24,96 % 25,46 % 26,48 % 27,49 % 28,51 % 28,51% Pertumbuha n Kapasitas Rumah Umum 7,25 % 14,58 % 21,97 % 29,45 % 36,99 % 44,61 % 44,61%

(21)

16

N

O SASARAN

INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA TUJUAN PADA TAHUN KE- KONDISI KINERJA PADA PERIODE RPJMD TH 1 TH 2 TH 3 TH 4 TH 5 TH 6 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2. Mewujudukan sasarana dan utilitas umum yang komprehensif dalam mendukung lingkungan hunian yang kondusif dalam penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi Ketersediaa n Prasarana Sarana dan Utilitas Umum dalam Kondisi baik 1,79 % 2,79 % 3,79 % 4,78 % 5,78 % 6,77 % 6,77% 3. Meningkatnya kualitas pengelolaan dan pembangunan di kawasan kumuh Penurunan Kawasan Kumuh 0,00 % 0 Ha 1,59 % 3 Ha 9,32 % 17,56 Ha 24,08 % 45,37 Ha 38,85 % 73,20 Ha 53,62 % 101,03 Ha 53,62% 101,03 Ha

Perjanjian Kinerja Tahun 2020 disusun berdasarkan pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan. Adapun Perjanjian Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020 sebagai berikut :

Tabel 2. 2 Perjanjian Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

UTAMA TARGET

1. Mewujudkan perrmukiman yang berkelanjutan melalui penyediaan rumah umum dan swadaya yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah

Penurunan Rumah Tidak Layak Huni

27,49%

Pertumbuhan Kapasitas Rumah Umum

(22)

17 2. Mewujudukan sasarana dan

utilitas umum yang komprehensif dalam mendukung lingkungan hunian yang kondusif dalam penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan

ekonomi

Ketersediaan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum dalam Kondisi baik

5,78%

3. Meningkatnya kualitas pengelolaan dan

pembangunan di kawasan kumuh

Penurunan Kawasan Kumuh 38,85% 73,20 Ha

(23)
(24)

18

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN

PERMUKIMAN

Format Pengukuran Capaian Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020 diukur berdasarkan pada format Pengukuran Kinerja sebagaimana yang termuat dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan, yaitu dengan cara membandingkan antara realisasi capaian indikator kinerja dengan target indikator kinerja sasaran yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020. Adapun tujuan dilakukannya pengukuran kinerja adalah dalam rangka untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran strategis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik dan indikator kinerja sasaran yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020.

Guna mempermudah interpretasi atas pencapaian indikator kinerja sasaran Pemerintah Kabupaten Gresik tersebut digunakan skala nilai peringkat kinerja yang mengacu pada formulir Tabel VII-C dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah sebagaimana pada Tabel 3.1 sebagai berikut :

Tabel 3. 1 Skala Nilai Peringkat Kinerja

No Interval Nilai Realisasi Kinerja

Kriteria Penilaian Realisasi Kinerja

1. ≥ 91 Sangat Tinggi

2. 76 ≤ 90 Tinggi

(25)

19

No Interval Nilai Realisasi Kinerja

Kriteria Penilaian Realisasi Kinerja

4. 51 ≤ 65 Rendah

5. ≤ 50 Sangat Rendah

Adapun tingkat capaian kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik pada Tahun 2020 berdasarkan hasil pengukuran diatas dapat diilustrasikan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 3. 2 Pengukuran Realisasi Tujuan Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Terhadap RPJMD Kabupaten Gresik

Tujuan Dinas PKP (Sasaran RPJMD ke-12) Base line R P JM D 2016

Target RPJMD Realisasi Dinas PKP

Kinerja Utama Indikator (Sasaran RPJMD ke-12) 2017 2018 2019 2020 2017 2018 2019 2020 Mendorong percepatan pengentas an lingkungan kumuh didukung kemudaha n akses terhadap perumahan dan peningkata n kualitas rumah layak huni. Luas Penurunan kawasan permukima n kumuh D a ri 1 8 1 .9 2 h a men jad i 1 6 9 .4 2 h a 88% (10 ha) 79% (15 ha) 63% (30 ha) 41% (40 ha) 43,05 % (19,93 ha) 6,60% (68,67 ha) -0,93% (14,19 ha) -0,93% (14,19 Ha) Persentas e RPJMD Rumah Layak Huni 85,94 % 85,75 % 85,86 % 85,97 % 86,08 % 89.24 % 89.47 % 90.37 % 90.80 %

Tabel 3. 3 Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2020

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA

UTAMA

TARGET REALISASI CAPAIAN

1. Mewujudkan

permukiman yang berkelanjutan melalui penyediaan rumah umum dan swadaya yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah Penurunan Rumah tidak layak huni 27,49% 36,02% 131,03% Pertumbuhan Kapasitas Rumah Umum 36,99% 64,59% 174,61%

(26)

20

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA

UTAMA

TARGET REALISASI CAPAIAN

2. Mewujudukan sasarana

dan utilitas umum yang komprehensif dalam mendukung lingkungan hunian yang kondusif dalam penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi

Ketersediaan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum dalam Kondisi baik 5,78% 5,05% 87,37% 3. Meningkatnya kualitas pengelolaan dan pembangunan di kawasan kumuh Penurunan Kawasan Kumuh 73,20 Ha 38,85% 181,92 Ha100% 257,4% (dari total 181,92 Ha)

B. EVALUASI DAN ANALISIS KINERJA

Pengukuran kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020 menggunakan metode yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Selanjutnya berdasarkan hasil pengukuran kinerja diatas dilakukan evaluasi dan analisis pencapaian kinerja guna memberikan informasi yang lebih transparan mengenai mengenai pencapaian kinerja sebagaimana yang telah ditargetkan pada tujuan Rencana Strategis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tahun 2016 - 2021 melalui 3 (tiga) sasaran strategis dengan 4 (empat) indikator kinerja sasaran dan 4 (empat) program dengan 4 (empat) indikator program yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020. Adapun evaluasi dan analisis tingkat pencapaian kinerja dari 3 (tiga) sasaran strategis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik pada Tahun 2020 tersebut adalah sebagai berikut :

1. Mewujudkan permukiman yang berkelanjutan melalui penyediaan rumah umum dan swadaya yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah;

(27)

21

2. Mewujudukan sasarana dan utilitas umum yang komprehensif dalam mendukung lingkungan hunian yang kondusif dalam penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi;

3. Meningkatnya kualitas pengelolaan dan pembangunan di kawasan kumuh.

Sasaran strategis tersebut merupakan upaya mencapai tujuan :

“Mendorong percepatan pengentasan linkungan kumuh didukung kemudahan akses terhadap perumahan dan peningkatan kualitas rumah layak huni.”

Untuk mengukur tingkat pencapaian sasaran tersebut di atas, dapat dijabarkan pada tabel dan uraian setiap sasaran sebagai berikut:

“Mewujudkan permukiman yang berkelanjutan melalui penyediaan rumah umum dan swadaya yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.”

Untuk mengukur tingkat pencapaian sasaran yang pertama ini, didasarkan pada 2 (dua) indikator kinerja yang dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3. 4 Pengukuran Capaian Kinerja Sasaran Strategis 1 Tahun 2020

NO SASARAN

STRATEGIS-1

INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

1.

Mewujudkan permukiman yang berkelanjutan melalui penyediaan rumah umum dan swadaya yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah 1. Penurunan Rumah tidak layak huni 27,49% 36,02% 131,03% 2. Pertumbuhan Kapasitas Rumah Umum 36,99% 64,59% 174,61% SASARAN STRATEGIS - 1

(28)

22 Berdasarkan hasil pengukuran capaian kinerja tahun 2020 di atas, diketahui bahwa capaian kinerja pada sasaran-1 sudah melebihi target di tahun 2020. Hal tersebut dikarenakan dua indikator kinerja sasaran dapat direalisasikan dengan predikat sangat baik, tidak terlepas juga dari peran pihak di luar OPD yang turut berpartisipasi dalam pencapaiannya. Beberapa pihak tersebut antara lain : TNI AL dan Habitat of Humanity Indonesia yang dalam hal ini memberikan bantuan berupa pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta OPD lain yang berperan dalam pencapaian Pertumbuhan Kapasitas Rumah Umum melalui Focus Group Disscussion (FGD) yang rutin dilaksanakan, yaitu : Dinas PTSP, PLN, PDAM, Dinas PUTR, dan lain-lain.

Tabel 3. 5 Perbandingan Realisasi Kinerja Th. 2020 dengan Beberapa Tahun Terakhir

NO SASARAN STRATEGIS-1 INDIKATOR KINERJA TARGET 2019 REALISASI 2018 2019 2020 1. Mewujudkan permukiman yang berkelanjutan melalui penyediaan rumah umum dan swadaya yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah 1. Penurunan Rumah Tidak Layak Huni 27,49% 25,54% 33,02% 36,02% 2. Pertumbuhan Kapasitas Rumah Umum 36,99% 26,14% 46,19% 64,59%

Realisasi kinerja pada sasaran pertama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik mengalami peningkatan setiap tahunnya mulai dari tahun 2018 hingga tahun 2020. Hal tersebut membuktikan bahwa setiap tahunnya target program-program pada sasaran pertama dapat terlakasana dengan baik, yang dapat digambarkan dengan grafik di bawah ini:

(29)

23 Gambar 3. 1 Grafik Perbandingan Realisasi Kinerja Sasaran Strategis-1 Tahun 2018

sampai dengan 2020

Tabel 3. 6 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 dengan Target Akhir Renstra

NO SASARAN STRATEGIS-1 INDIKATOR KINERJA TARGET AKHIR RENSTRA REALISASI 2020 TINGKAT KEMAJUAN 1. Mewujudkan permukiman yang berkelanjutan melalui penyediaan rumah umum dan swadaya yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah 1. Penurunan Rumah Tidak Layak Huni 28,51% 36,02% + 7,51% 2. Pertumbuhan Kapasitas Rumah Umum 44,61% 64,59% + 19,98%

Target Akhir Renstra pada indikator kinerja pertama yaitu sebesar 28,51% , sedangkan realisasi yang telah tercapai hingga tahun 2020 sudah sebesar 36,02%. Ini berarti tingkat kemajuan pada capaian sasaran telah melebihi target di tahun 2021 sebesar 7,51%. Keberhasilan Capaian Kinerja tersebut didukung oleh beberapa faktor antara lain :

Penurunan RLTH Pertumbuhan Kapasitas Rumah

Umum 25,54% 26,14% 33,02% 46,19% 36,02% 64,59%

Realisasi 2018 Realisasi 2019 Realisasi 2020

(30)

24 1. Peran serta masyarakat dalam membantu pelaksanaan program bantuan

stimulan perumahan swadaya.

2. Pengaplikasian petunjuk teknis sebagai pedoman dalam pelaksanaan program bantuan stimulan perumahan swadaya.

3. Koordinasi intensif yang dilakukan dengan stakeholder mempermudah pelaksanaan.

4. Kesigapan dinas dalam menangani berbagai bentuk permasalahan yang terjadi di lapangan.

5. Adanya penanganan RTLH oleh pihak luar melalui Dana Desa, CSR dan APBD Provinsi yang pelaksanaannya dilakukan oleh Koramil Gresik.

6. Tersedianya data rumah tidak layak huni yang valid dan up to date sehingga memudahkan untuk melakukan pencarian calon penerima bantuan agar tepat sasaran.

7. Adanya program pendataan rumah tidak layak huni yang dapat membantu dalam perencanaan pengusulan rumah tidak layak huni.

8.

Adanya sistem informasi pendataan rumah tidak layak huni (SIGAP

– RTLH) sehingga proses pendataan dapat dilakukan secara cepat dan realtime.

Namun dalam pelaksanaan kegiatan peningkatan kualitas rumah swadaya masih terdapat permasalahan yang dihadapi yaitu :

1. Akses menuju lokasi penerima bantuan yang susah di jangkau sehingga menghambat pekerjaan dalam hal pendistribusian material.

2. Kondisi cuaca yang kurang kondusif sehingga menghambat proses pelaksanaan fisik bangunan.

3. Masih banyak yang menjunjung tinggi budaya daerah perihal menentukan hari baik dalam pelaksanaan pembangunan.

4. Keterbatasan jumlah tukang dan pekerja di beberapa lokasi kegiatan.

5. Masih ada beberapa penerima bantuan yang melaksanakan kegiatan belum sesuai petunjuk teknis dan pelaksanaan.

6. Adanya penerima bantuan yang mengundurkan diri dikarenakan alasan/permintaan sendiri.

(31)

25 8. Kurangnya kerjasama antara perangkat desa/kecamatan dengan masyarakat calon penerima bantuan terkait dengan pengusulan rumah tidak layak huni.

9. Keterbatasan besaran anggaran masing-masing penerima bantuan sehingga kurang maksimal dalam pembangunan rumah tidak layak huni. Adapun upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas rumah swadaya dalam rangka meningkatkan capaian kerja antara lain :

1. Melaksanakan peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan penuh tanggung jawab.

2. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun pihak terkait dalam mengaplikasikan petunjuk teknis dan pedoman pelaksanaan program bantuan stimulan perumahan swadaya.

3. Melakukan koordinasi, monitoring dan evaluasi secara intensif mengenai perkembangan pekerjaan dilapangan.

4. Melakukan koordinasi yang intens dengan perangkat desa dan kecamatan untuk sinkronisasi data rumah tidak layak huni.

5. Melakukan monitoring secara berkala terkait dengan rumah tidak layak huni yang akan dilakukan pengusulan RTLH di kegiatan tahun selanjutnya.

DOKUMENTASI REALISASI SASARAN-1 INDIKATOR KINERJA – 1 TAHUN 2020 BIDANG RUMAH SWADAYA

Kondisi 0% Kondisi 100%

Gambar 3. 2 Foto Kegiatan Bantuan Rumah Swadaya (DAK) Kondisi Fisik 0% dan 100% Rumah Bpk. Ngataji Desa Sembung

(32)

26

Kondisi 0% Kondisi 50% Kondisi 100%

Gambar 3. 3 Foto Kegiatan Bantuan Stimulan Pembangunan Perumahan Bagi Masyarakat Kurang Mampu

Kondisi Fisik 0%-100% Rumah Bpk.Imam Hafas Desa Kepuh Teluk

Kondisi 0% Kondisi 100%

Gambar 3. 4 Foto Kegiatan Bantuan RTLH oleh TNI AL Kondisi Fisik 0% dan 100% Rumah Bpk. Mulyono Desa Sumbersari

Target Akhir Renstra pada indikator kinerja pertama yaitu sebesar 44,61% , sedangkan realisasi yang telah tercapai hingga tahun 2020 sudah sebesar 64,59%. Ini berarti tingkat kemajuan pada capaian sasaran telah melebihi target di tahun 2021 sebesar 19,98%. Keberhasilan Capaian Kinerja tersebut didukung oleh beberapa faktor antara lain:

1. Adanya SOP pelaksanaan tugas yang dilaksanakan dengan baik

2. Adanya pemantauan, pembangunan dan pengendalian perumahan secara berkala

3. Adanya fasilitasi dan pembinaan perumahan secara berkala melalui Focus

Group Discussion (FGD) antara Asosiasi Pengembang dengan OPD

terkait, diantaranya : Dinas PTSP, PLN, PDAM, Dinas PUTR, dan lain-lain.

(33)

27 Namun dalam mencapai Pertumbuhan Kapasitas Rumah Umum masih terdapat permasalahan yang dihadapi yaitu:

1. Harga tanah yang terus meningkat sehingga kebutuhan rumah umum bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) semakin sulit.

2. Perubahan peruntukan bangunan 3. Penambahan luas bangunan

4. Pelanggaran: batas persil bangunan, Kdb/RTH privat

Adapun upaya yang dilakukan dalam meningkatkan Pertumbuhan Kapasitas Rumah Umum dalam rangka meningkatkan capaian kerja antara lain:

1. Mengusulkan penyediaan lahan untuk dibangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)

2. Melaksanakan pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana Rusunawa dengan baik

3. Menjalin kerja sama dengan pengembang

4. Mengusulkan pembangunan hunian baik vertikal maupun petak kepada Pemerintah Pusat.

5. Forum diskusi (FGD) bersama Asosiasi Pengembang dan OPD terkait

DOKUMENTASI REALISASI SASARAN-1 INDIKATOR KINERJA – 2 TAHUN 2020 BIDANG RUMAH UMUM

Kondisi 0% Kondisi 50% Kondisi 100%

Gambar 3. 5 Foto Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Rusunawa Proses Foto Kegiatan Pemasangan Instalasi Pipa PDAM di Rusunawa Kambingan

(34)

28

Kondisi 0% Kondisi 50% Kondisi 100%

Gambar 3. 6 Foto Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Rusunawa Proses Pemasangan paving dan ubin di Rusunawa Kambingan

Gambar 3. 7 Foto Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang OPD lain yang terkait

“Mewujudukan sasarana dan utilitas umum yang komprehensif dalam mendukung lingkungan hunian yang kondusif dalam penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi.”

Untuk mengukur tingkat pencapaian sasaran yang kedua ini dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3. 7 Pengukuran Capaian Kinerja Sasaran Strategis 2 Tahun 2020

NO SASARAN

STRATEGIS-2

INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

1. Mewujudukan

sasarana dan utilitas umum yang

komprehensif dalam mendukung

lingkungan hunian yang kondusif dalam

Ketersediaan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum dalam Kondisi baik 5,78% 5.05% 87,37% SASARAN STRATEGIS - 2

(35)

29

penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi

Berdasarkan tabel pengukuran capaian kinerja di atas, untuk capaian kinerja pada sasaran strategis kedua ini tergolong tinggi walau belum mencapai 100%. Hal ini dikarenakan secara keseluruhan, indikator kinerja yang berupa ketersediaan prasarana, sarana dan utilitas umum dalam kondisi baik, belum meliputi spesifikasi tertentu dari prasarana, sarana dan utilitas itu sendiri. Dalam hal ini, pencapaian yang selama ini telah dihasilkan adalah dengan mendasarkan pembangunan jalan lingkungan yang sudah dianggap meliputi saluran lingkungan dan penerangan jalan umum di kanan-kirinya. Sedangkan untuk pembangunan sarana dan prasarana pemakaman maupun IPAL komunal belum terhitung di dalamnya. Sehingga, untuk kedepannya akan dipersiapkan perhitungan yang lebih spesifik agar ukuran capaian kinerja dapat mencakup keseluruhan indikator sasaran strategis.

Tabel 3. 8 Perbandingan Realisasi Kinerja Th.2020 dengan Beberapa Tahun Terakhir

NO SASARAN STRATEGIS-2 INDIKATOR KINERJA TARGET 2019 REALISASI 2018 2019 2020 1. Mewujudukan

sasarana dan utilitas umum yang

komprehensif dalam mendukung

lingkungan hunian yang kondusif dalam penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi Ketersediaan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum dalam Kondisi baik 5,78% 3,61% 4,16% 5,05%

Realisasi kinerja pada sasaran kedua Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik mengalami peningkatan setiap tahunnya mulai dari tahun 2018 hingga tahun 2020. Hal tersebut membuktikan bahwa setiap

(36)

30 tahunnya target program pada sasaran strategis ini dapat terlakasana dengan baik, yang dapat digambarkan dengan grafik di bawah ini:

Gambar 3. 8 Grafik Perbandingan Prosentase Realisasi Kinerja Sasaran Strategis-2 Tahun 2018 sampai dengan 2020

Tabel 3. 9 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 dengan Target Akhir Renstra

NO SASARAN STRATEGIS-2 INDIKATOR KINERJA TARGET AKHIR RENSTRA REALISASI 2020 TINGKAT KEMAJUAN 1. Mewujudukan sasarana dan utilitas umum yang komprehensif dalam mendukung lingkungan hunian yang kondusif dalam penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi Ketersediaan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum dalam Kondisi baik

6,77% 5,05% - 1,72%

Target Akhir Renstra pada indikator kinerja sasaran kedua yaitu sebesar 6,77% , sedangkan realisasi yang telah tercapai hingga tahun 2020 sudah sebesar 5,05%. Ini berarti tingkat kemajuan pada capaian sasaran kurang dari target di tahun 2021 sebesar -1,72%, namun meski demikian,

2018 2019 2020

3.61%

4.16%

(37)

31 capaian tersebut masih tergolong tinggi. Keberhasilan Capaian Kinerja tersebut didukung oleh beberapa faktor antara lain :

1. Inovasi percepatan dalam melaksanakan kegiatan dari seluruh pegawai di lingkungan bidang Prasarana dan Sarana Utilitas Umum (SPU);

2. Adanya kerjasama yang baik antara pimpinan dan staf dalam melaksanakan tugas;

3. Memaksimalkan tenaga, sarana dan prasarana yang tersedia.

Namun dalam pelaksanaannya, pemenuhan indikator kinerja sasaran kedua ini masih terdapat permasalahan yang dihadapi yaitu :

1. Kurangnya tingkat pemahaman masyarakat akan tugas dan fungsi Bidang Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU);

2. Keterpaduan koordinasi para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Bidang Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU) belum tercapai;

3. Prasarana dan sarana kerja yang kurang memadai;

4. Ada ketidak serasian antara peraturan yang satu dengan yang lain pada pendanaan oleh APBN.

Adapun upaya yang dilakukan dalam Penyediaan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum dalam rangka meningkatkan capaian kerja antara lain :

1. Menyusun petunjuk dan prosedur dalam melaksanakan tugas

2. Meningkatkan kemampuan individu agar dapat mencapai target kerja yang terus meningkat

3. Melakukan inventarisasi data yang dapat menunjang pelaksanaan kegiatan, baik dengan cara koordinasi dengan pihak terkait maupun dengan jasa konsultasi

4. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun pihak terkait dalam upaya meningkatkan hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas. 5. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait pengadaan

sarana yang dapat menunjang kinerja

6. Melaksanakan kegiatan penyediaan prasarana sarana utilitas umum dengan baik.

(38)

32

DOKUMENTASI REALISASI SASARAN-2 TAHUN 2020 BIDANG PSU

Kondisi 0% Kondisi 50% Kondisi 100%

Gambar 3. 9 Foto Proses Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Jalan Lingkungan di Kecamatan Driyorejo

Kondisi 0% Kondisi 50% Kondisi 100%

Gambar 3. 10 Foto Proses Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Saluran Lingkungan di Kelurahan Sidokumpul

“Meningkatnya kualitas pengelolaan dan pembangunan di kawasan kumuh.”

Untuk mengukur tingkat pencapaian sasaran yang ketiga ini dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3. 10 Pengukuran Capaian Kinerja Sasaran Strategis 3 Tahun 2020

NO SASARAN

STRATEGIS-3

INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

1. Meningkatnya kualitas pengelolaan dan pembangunan di kawasan kumuh Penurunan Kawasan Kumuh 38.85% (73,20 Ha) 100% (181,92 Ha) 257.4% SASARAN STRATEGIS - 3

(39)

33 Capaian Indikator Penurunan Luas Kawasan Kumuh diperoleh dari perbandingan antara luasan kawasan kumuh yang ditangani dengan jumlah luasan Kawasan kumuh Kabupaten Gresik, dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2019 telah tertangani 102,79 ha pada kawasan perkotaan. Untuk kawasan diluar perkotaan sampai tahun 2019 telah tertangani 79,13 ha yang belum terlaporkan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Selama tahun 2016-2020 kawasan kumuh yang berhasil dientaskan secara akumulatif mencapai 181,92 Ha atau 100%, sehingga pada tahun 2020 kegiatan penanganan kumuh bersifat pencegahan seluas 20,13 Ha yang tersebar di wilayah perkotaan.

Faktor pendukung tercapainya penurunan luasan kumuh adalah dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Program Penanganan Kawasan Permukiman yaitu Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kabupaten Gresik yang didanai oleh APBN. Selain itu, juga mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah melalui sumber dana APBD, sedangkan penanganan kumuh yang lain didanai oleh Dana Desa dan CSR. Dengan adanya beberapa dukungan uapaya pencapaian penurunan kawasan kumuh dari pihak luar, maka didapatkan capaian yang sangat tinggi hingga melebihi 100%.

Tabel 3. 11 Perbandingan Realisasi Kinerja Th. 2020 dengan Beberapa Tahun Terakhir NO SASARAN STRATEGIS-3 INDIKATOR KINERJA TARGET 2020 REALISASI 2018 2019 2020 1. Meningkatnya kualitas pengelolaan dan pembangunan di kawasan kumuh Penurunan Kawasan Kumuh 38,85% (73,20 Ha) 47,02% (88,60 Ha) 54,55% (102,79 Ha) 100% (181,92 Ha)

Realisasi kinerja pada sasaran ketiga Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik mengalami peningkatan setiap tahunnya mulai dari tahun 2018 hingga tahun 2020. Hal tersebut membuktikan bahwa setiap tahunnya target rpogram pada sasaran startegis ini dapat terlaksana dengan baik, yang dapat digambarkan dengan grafik di bawah ini:

(40)

34 Gambar 3. 11 Grafik Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2018 sampai dengan

Tahun 2020

Meskipun target akhir Renstra lebih kecil dari realisasi yang dicapai tahun 2020, bukan berarti tahun berikutnya tidak ada lagi kawasan kumuh yang perlu ditangani, hal itu karena target kumuh yang harus ditangani selama ini adalah mengacu pada SK Bupati tentang kumuh. Bagi lokasi-lokasi yang sudah tergolong tidak kumuh maupun yang ada di luar dari SK kumuh, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman masih berkewajiban untuk mencegah terjadinya kekumuhan pada lokasi-lokasi yang rawan kumuh.

Tabel 3. 12 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 dengan Target Akhir Renstra

NO SASARAN STRATEGIS-3 INDIKATOR KINERJA TARGET AKHIR RENSTRA REALISASI 2020 TINGKAT KEMAJUAN 1. Meningkatnya kualitas pengelolaan dan pembangunan di kawasan kumuh Penurunan Kawasan Kumuh 53,62% (101,03 Ha) 100% (181,92 Ha) + 46,38%

Target Akhir Renstra pada indikator kinerja sasaran strategi-3 yaitu sebesar 53,62%, sedangkan realisasi yang telah tercapai hingga tahun 2020 sudah sebesar 100%. Ini berarti tingkat kemajuan pada capaian sasaran telah melebihi target di tahun 2021 sebesar 46,38%. Keberhasilan Capaian Kinerja tersebut didukung oleh beberapa faktor antara lain :

2018 2019 2020

47,02%

54,55%

(41)

35 1. Adanya program kegiatan setiap tahun yang dianggarkan oleh anggaran APBD tahun 2020 untuk penanganan kawasan kumuh di wilayah kelurahan pada kecamatan Gresik dan kecamatan Kebomas, dengan nilai anggara sebesar Rp. 6.802.904.815,00. Sehingga target dalam penanganan kawasan kumuh sesuai dengan baseline dan target tahunan dapat tercapai walaupun masih perlu adanya beberapa kelurahan yang perlu ditingkatkan penanganan infrastruktur permukimannya;

2. Melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat dalam rangka penanganan kawasan kumuh bersama konsultan KOTAKU kabupaten Gresik (ditugaskan oleh kementrian PUPR) beserta kelurahan BKM/LKM;

3. Melaksanakan cross-cutting dalam rangka penanganan kawasan kumuh di perkotaan agar tercapai sesuai sasaran bersama dengan beberapa OPD yang membidangi 7 indikator kumuh. Beberapa OPD tersebut antara lain Dinas Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja/Pemadam Kebakaran, dan kecamatan.

4. Masyarakat bersama-sama dengan OPD terkait membantu dalam pelaksanaan penanganan kumuh dalam bentuk kerja bakti normalisasi saluran air/drainase Pulo Pancikan, Kali Tenger (Jl. Bali, GKB), dan kali Tengah (Balai Pesusukan, Lumpur).

5. Adanya partisipasi dari beberapa stake holder (perusahaan BUMN & swasta) yang ikut berperan dalam penanganan kumuh. Partisipasi tersebut dalam bentuk bantuan CSR kepada masyarakat untuk menumbuh kembangkan permukiman yang layak huni dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Beberapa stake holder tersebut antara lain PT. Petrokimia Gresik, PT. Pertamina Lubricants, Pegadaian, PJB Gresik, PT. Pelindo 3, dan lain-lain.

Namun dalam pelaksanaan Penurunan Kawasan Kumuh ini masih terdapat permasalahan yang dihadapi yaitu :

1. Permasalahan dan kendala dalam mempercepat penanganan kumuh di permukiman pada sektor Pemerintahan antara lain belum maksimalnya sosialisasi kepada masyarakat akibat keterbatasan anggaran dan personil ASN dan dukungan sebagian masyarakat yang belum maksimal dan perlu adanya peningkatan anggaran setiap tahun untuk menangani kawasan

(42)

36 permukiman kumuh yang layak huni baik di perkotaan maupun di pedesaan sehingga capaian 7 aspek indikator kumuh dapat terlaksana semua.

2. Terdapat sebagian masyarakat yang kurang berpartisipasi dalam rangka penanganan kumuh sehingga program-program yang melibatkan masyarakat langsung belum maksimal, diantaranya belum maksimalnya KPP dan masyarakat dalam memelihara infrastruktur yang sudah dibangun pemerintah pusat maupun daerah.

3. Belum tumbuhnya kesadaran pada perusahaan-perusahaan di kabupaten Gresik untuk ikut berperan serta dalam rangka memberikan andil bantuan CSR kepada masyarakat untuk penanganan kawasan kumuh sehingga hanya beberapa perusahaan saja yang berperan aktif.

Adapun upaya yang dilakukan dalam pencapaian target penanganan kumuh antara lain :

1. Pemerintah Daerah perlu meningkatkan alokasi anggaran setiap tahun dari sumber dana APBD dalam rangka terus menerus mengupayakan penuntasan kawasan kumuh dan layak huni di permukiman;

2. Perlu melakukan adanya trobosan-trobosan untuk menggali sumber dana dari APBN melalui kementrian PUPR dan kementrian lainnya yang terkait dengan penanganan kawasan permukiman kumuh, diantaranya program sekala lingkungan dan sekala kawasan melalui program KOTAKU;

3. Memaksimalkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dalam rangka penanganan kawasan kumuh dengan anggaran dan personil ASN seadanya.

4. Memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih berpartisipasi dalam rangka pemeliharaan dan pengelolaan infrastruktur yang sudah dibangun pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dan ikut berperan serta dalam cross-cutting kegiatan OPD-OPD dalam rangka penanganan kebersihan.

5. Perlu melakukan pendekatan dengan stake holder/perusahaan yang ada di kabupaten Gresik agar bisa memberikan partisipasinya melalui program CSR yang dialokasikan pada wilayah kumuh dan diharapakan perusahaan untuk memberikan pembinaan yang berorientasi pada peningkatan ekonomi masyarakat baik dari penanganan kawasan permukiman kumuh

(43)

37 maupun pembentukan pariwisata-pariwisata lokal dengan mengangkat tematik-tematik pada wilayah masing-masing.

DOKUMENTASI REALISASI SASARAN-3 TAHUN 2020 BIDANG KAWASAN PERMUKIMAN

Kondisi 0% Kondisi 50% Kondisi 100%

Gambar 3. 12 Foro Proses Pembangunan Saluran Lingkungan Kumuh di Kelurahan Sidokumpul

Kondisi 0% Kondisi 50% Kondisi 100%

Gambar 3. 13 Foto Proses Pemeliharaan Perbaikan Bangunan Kuno Cagar Budaya “Gajah Mungkur”

Kondisi 0% Kondisi 50% Kondisi 100%

Gambar 3. 14 Foto Proses Rehabilitasi Jalan Makam Desa Sawo Kecamatan Dukun

(44)

38

C. REALISASI ANGGARAN

Dalam rangka untuk mencapai target kinerja sebanyak 4 (empat) sasaran strategis sebagaimana yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2020, maka besaran alokasi dan realisasi belanja untuk sasaran strategis dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 3. 13 Penjabaran Anggaran Sasaran Strategis Tahun 2020

NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR SASARAN ANGGARAN (Rp.) ANGGARAN (%)

1.

Mewujudkan permukiman yang berkelanjutan melalui penyediaan rumah umum dan swadaya yang layak huni bagi

masyarakat berpenghasilan rendah

Penurunan Rumah Tidak Layak Huni 4.335.286.175,00 19,63 Pertumbuhan Kapasitas Rumah

Umum 1.347.107.928,00 6,10

2.

Mewujudukan sasaran dan utilitas umum yang komprehensif dalam mendukung lingkungan hunian yang kondusif dalam

penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi

Ketersediaan Prasarana Sarana dan

Utilitas Umum dalam Kondisi baik 6.508.671.268,00 29,48

3. Meningkatnya kualitas pengelolaan dan

pembangunan di kawasan kumuh Penurunan Kawasan Kumuh 6.802.904.815,00

(45)

39 Tabel 3. 14 Pencapaian Kinerja dan Anggaran Tahun 2020

NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA UTAMA

KINERJA ANGGARAN

TARGET REALISASI CAPAIAN PAGU (Rp) REALISASI (Rp) CAPAIAN

1. Mewujudkan permukiman yang berkelanjutan melalui penyediaan rumah umum dan swadaya yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah Penurunan Rumah Tidak Layak Huni 27,49% 36,02% 131,03% 4.335.286.175,00 3.092.902.344,00 71,34% Pertumbuhan Kapasitas Rumah Umum 36,99% 64,59% 174,61% 1.347.107.928,00 1.303.230.335,00 96,74% 2. Mewujudukan sasaran dan utilitas umum yang komprehensif dalam mendukung lingkungan hunian yang kondusif dalam penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi

Ketersediaan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum dalam Kondisi baik 5,78% 5,05% 87,37% 6.508.671.268,00 5.569.812.738,31 85,58% 3. Meningkatnya kualitas pengelolaan dan pembangunan di kawasan kumuh Penurunan Kawasan Kumuh 38,85% 73,20 Ha 100% 181,92 Ha 257,4% (dari total 181,92 Ha) 6.802.904.815,00 6.167.094.977,36 90,65%

Rata-rata Capaian Kinerja 162,6% 86,08%

(46)

40 Terlampaunya capaian kinerja jauh melebihi capaian anggaran, bahkan melebihi 100% itu dikarenakan adanya beberapa dukungan pemenuhan indikator kinerja dari pihak luar. Untuk sasaran mengenai penurunan jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Gresik, selain dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, juga didukung oleh TNI AL dan Habitat. Sedangkan dalam hal penanganan kumuh, ada bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Dengan kata lain, capaian kinerja yang tinggi tersebut juga didukung anggaran dana yang berasal dari luar dana APBD.

Tabel 3. 15 Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Tahun 2020

NO. SASARAN INDIKATOR SASARAN %

CAPAIAN KINERJA % PENYERAPAN ANGGARAN % TINGKAT EFISIENSI 1.

Mewujudkan permukiman yang berkelanjutan melalui penyediaan

rumah umum dan swadaya yang layak huni bagi masyarakat

berpenghasilan rendah

Penurunan Rumah tidak layak huni (RTLH)

131,03 71,34 59,69

Pertumbuhan Kapasitas

Rumah Umum 174,61 96,74 77,87

2.

Mewujudukan sasarana dan utilitas umum yang komprehensif dalam mendukung lingkungan hunian yang

kondusif dalam penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan

sosial, budaya, dan ekonomi

Ketersediaan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum

dalam Kondisi baik

87,37 85,58 1,79

3.

Meningkatnya kualitas pengelolaan dan pembangunan di kawasan

kumuh

Penurunan Kawasan

(47)

41 Pada tabel di atas, tingkat efisiensi tertinggi merupakan pencapaian dari Indikator Penurunan Kawasan Kumuh, yaitu sebesar 166,75%. Hal tersebut dikarenakan target pada pencapaian mengacu pada dana APBD 2020. Untuk capaian terendah adalah Sasaran pada Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum, yaitu mewujudukan sasaran dan utilitas umum yang komprehensif dalam mendukung lingkungan hunian yang kondusif dalam penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi dengan nilai 1,79%. Hal tersebut dikarenakan oleh target yang menyesuaikan anggaran pada renstra yang semakin tahun semakin meningkat, sedangkan pada tahun 2020, kegiatan yang menunjang tercapainya indikator pada sasaran tersebut mengalami penurunan anggaran dari tahun sebelumnya, maka realisasi yang didapatkan adalah rendah. Hal ini juga dikarenakan kurang spesifiknya perhitungan capaian kinerja mengingat pekerjaan pada Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum meiliki perbedaan yang bermacam-macam meliputi : jalan lingkungan, saluran lingkungan, penerangan jalan umum, IPAL komunal dan sarana prasarana makam, sedangakan perhitungan capaian hanya didasarkan pada panjang jalan terbangun dengan asumsi terbangunnya juga infrastruktur lainnya di sepanjang jalan tersebut, sehingga dirasa kurang akurat hasilnya jika diperbandingkan

(48)
(49)

42

BAB IV

PENUTUP

Laporan Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020 ini merupakan laporan capaian kinerja (performance

results) selama tahun 2020. Dengan kata lain Laporan Kinerja ini bermaksud

untuk menyajikan satu informasi yang utuh atas upaya pelaksanaan pembangunan yang telah dilakukan dilihat dari tingkat capaian dan target sasaran strategis, selain itu juga mengungkapkan keberhasilan dan atau kegagalan pelaksanaan program, kegiatan, hambatan-hambatan / kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan maupun strategi pemecahan masalah yang akan dilaksanakan di masa mendatang agar sasaran yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai yang direncanakan.

Secara garis besar terlihat bahwa capaian kinerja sasaran strategis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik selama tahun 2020 menunjukkan keberhasilan dalam mewujudkan misi dan tujuan dalam Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik 2016-2021 sebagaimana yang telah ditargetkan. Dalam konteks pengklasifikasian tingkat keberhasilan yang diukur dari tingkat capaian yang telah ditetapkan, maka secara umum kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik dapat dinyatakan berhasil dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian target dari indikator kinerja sasaran yang dilakukan pengukuran kinerja.

Dalam pelaksanaan pencapaian target indikator kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik didukung dengan adanya alokasi anggaran belanja daerah dalam APBD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 22.080.924.161,00. Jumlah tersebut telah direalisasikan sebesar Rp 19.010.530.625,67 atau 92.32%.

Keberhasilan capaian kinerja Tahun 2020 tidak terlepas dari adanya solusi untuk mengatasi hambatan dan kendala yang bersifat internal maupun eksternal. Terhadap berbagai target capaian maupun yang tidak tercapai Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik akan melakukan langkah yang konstruktif dan kongkrit melalui analisis dan evaluasi agar dapat

(50)

43 dilakukan perbaikan dan penanganan di masa mendatang. Kekurangan yang terjadi selama 2020 menjadi catatan yang tentunya akan menjadi bahan evaluasi penyusunan kebijakan guna memperbaiki kinerja tahun mendatang, sasaran program yang belum tercapai seratus persen akan dievaluasi, sehingga seluruh sasaran program tahun mendatang nantinya dapat dicapai lebih baik dari tahun sebelumnya. Evaluasi juga akan dilakukan terhadap capaian dari pembangunan jangka menengah, agar kendala yang dihadapi dan resiko kegagalanya dapat ditekan dan diperbaiki sedini mungkin dan dicari solusi untuk mengatasinya.

Demikian laporan Kinerja Instansi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Tahun 2020 ini. Secara ringkas seluruh capaian kinerja tersebut di atas, telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik untuk meningkatkan kinerja di masa-masa mendatang.

Gambar

Tabel 1. 1 Jumlah Pegawai Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman  Kabupaten Gresik
Tabel 2. 1 Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas Perumahan dan Kawasan  Permukiman
Tabel 2. 2 Perjanjian Kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
Tabel 3. 1 Skala Nilai Peringkat Kinerja
+7

Referensi

Dokumen terkait

Format Pengukuran Capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Gresik tahun 2019 diukur berdasarkan pada format Pengukuran Kinerja sebagaimana yang termuat dalam Peraturan

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “terdapat perbedaan tingkat kemampuan menulis Al-Qur’an surat pendek antara murid yang di TPQ dengan yang

Pengukuran Capaian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik tahun 2020 diukur berdasarkan pada format Pengukuran Kinerja sebagaimana yang termuat dalam Peraturan

Format Pengukuran Capaian Kinerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik tahun 2020 diukur berdasarkan pada format Pengukuran Kinerja sebagaimana yang termuat dalam

Format Pengukuran Capaian Kinerja Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Gresik tahun 2017,diukurberdasarkan pada format Pengukuran Kinerja sebagaimana yang

Format Pengukuran Capaian Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik tahun 2016 diukur berdasarkan pada format Pengukuran Kinerja sebagaimana yang termuat dalam Peraturan

Format Pengukuran Capaian Kinerja Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik tahun 2017 diukur berdasarkan pada format Pengukuran Kinerja sebagaimana yang termuat dalam

Format Pengukuran Capaian Kinerja Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik tahun 2017 diukur berdasarkan pada format Pengukuran Kinerja sebagaimana yang termuat dalam