ii
Daftar Isi
KATA PENGANTAR ...i
Daftar Isi ... ii
Daftar Tabel ... iii
Daftar Gambar ... iv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1. LATAR BELAKANG ... 1
2. MAKSUD DAN TUJUAN ... 2
3. GAMBARAN UMUM DINAS KESEHATAN KABUPATEN GRESIK ... 3
4. SISTEMATIKA PENYUSUNAN ... 5
BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 7
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 10
1. Capaian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik ... 10
2. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja ... 14
3. REALISASI ANGGARAN ... 58
iii Daftar Tabel
Tabel 2. 1 Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2020 8
Tabel 3. 1 Skala Nilai Peringkat Kinerja ... 10 Tabel 3. 2 Pengukuran Capaian Kinerja Sasaran/ Utama Tahun 2020 ... 11 Tabel 3. 3 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2019 dengan Tahun 2020 Sasaran Strategis 1 ... 15 Tabel 3. 4 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 s.d. Akhir Periode
Renstra Sasaran Strategis 1 ... 15 Tabel 3. 5 Perbandingan Realisasi Kinerja tahun 2019 dengan tahun 2020 Sasaran Strategis 2 ... 30 Tabel 3. 6 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 s.d. Akhir Periode
Renstra Sasaran Strategis 2 ... 31 Tabel 3. 7 Perbandingan Realisasi Kinerja tahun 2019 dengan tahun 2020 Sasaran Strategis 3 ... 43 Tabel 3. 8 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 s.d. Akhir Periode
Renstra Sasaran Strategis 3 ... 43 Tabel 3. 9 Perbandingan Realisasi Kinerja tahun 2019 dengan tahun 2020 Sasaran Strategis 4 ... 49 Tabel 3. 10 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 s.d. Akhir Periode Renstra Sasaran Strategis 4 ... 50 Tabel 3. 11 Pencapaian Kinerja dan Anggaran Tahun 2020 ... 58 Tabel 3. 12 Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Tahun 2020 ... 62
iv Daftar Gambar
Gambar 3. 1 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya kesehatan keluarga, perbaikan gizi masyarakat, Promosi dan pemberdayaan masyarakat, serta
kesehatan lingkungan ... 16
Gambar 3. 2 Penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2020 ... 18
Gambar 3. 3 Pemantauan dan Pendampingan Ibu Hamil KEK (Kekurangan Energi Kronik) ... 19
Gambar 3. 4 Pelayanan Kesehatan Kunjungan Neonatal ... 20
Gambar 3. 5 Pelacakan dan Penanganan Kasus Gizi Buruk Tahun 2020... 21
Gambar 3. 6 Konfirmasi Status Gizi ... 22
Gambar 3. 7 Trend Realisasi Capaian Sasaran 1 Meningkatnya Kesehatan Keluarga, Perbaikan Gizi Masyarakat Tahun 2016-2020 ... 22
Gambar 3. 8 Pembinaan dan Pendampingan PONKESDES (Pondok Kesehatan Desa) ... 24
Gambar 3. 9 Jumlah Desa Siaga Aktif Menurut Strata ... 25
Gambar 3. 10 Penghargaan dari Dinas Kesehatan Provinsi terkait stop BABS/ODF... 27
Gambar 3. 11 Penghargaan dari Kementerian Kesehatan terkait STBM ... 28
Gambar 3. 12 Trend Realisasi Capaian Sasaran 1 (Meningkatnya promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, serta Kesehatan Lingkungan) Tahun 2016 s.d 2020... 29
Gambar 3. 13 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tahun 2020 ... 32
Gambar 3. 14 Pelaksanaan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) dalam rangka mengejar target pencapaian UCI ... 34
Gambar 3. 15 Pemberian penghargaan pada baduta yang telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap ... 34
v Gambar 3. 17 Kegiatan Screening Penyakit Tidak Menular (GERDU PTM) kepada Organisasi Dharmawanita (Pelaksanaan Kegiatan awal Tahun sebelum
Pandemi) ... 38
Gambar 3. 18 Pertemuan koordinasi penguatan TB bagi organisasi profesi ... 39
Gambar 3. 19 Distribusi Catridge TCM ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas) ... 40
Gambar 3. 20 Workshop Petugas Fogging Tahun 2020 (Pelaksanaan Kegiatan awal tahun 2020 sebelum Pandemi COVID-19) ... 41
Gambar 3. 21 Trend Realisasi Capaian Sasaran 2 (Meningkatnya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Tahun 2016 s.d 2020 ... 42
Gambar 3. 22 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kesehatan Tahun 2020 ... 44
Gambar 3. 23 Pendampingan Pasca Akreditasi Puskesmas Kesamben Kulon Tanggal 5 November 2020 ... 45
Gambar 3. 24 Pendampingan Pasca Akreditasi Puskesmas Sidayu Tanggal 12 November 2020 ... 46
Gambar 3. 25 Trend Realisasi Capaian Sasaran 3 (Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kesehatan) Tahun 2016 s.d 2020 ... 48
Gambar 3. 26 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Kuantitas dan Kualitas Sumber Daya Kesehatan (Indikator Rasio Tenaga Kesehatan) Tahun 2020... 51
Gambar 3. 27 Jumlah Tenaga Kesehatan (Dokter Spesialis Obgyn, Dokter Spesialis Anak, Dokter Umum, Bidan, Perawat, dan Apoteker) Tahun 2020 ... 53
Gambar 3. 28 Pencapaian Kinerja Sasaran ... 54
Gambar 3. 29 Kegiatan visitasi ke sarana kefarmasian Tahun 2020 ... 55
Gambar 3. 30 Tracing Pasien Covid-19 ... 56
1
BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Dalam perspektif yang luas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah mempunyai fungsi sebagai media pertanggungjawaban kepada publik atas penyelenggaran Pemerintahan. Untuk itu penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2020 ini secara garis besar berisi informasi mengenai rencana kinerja maupun capaian kinerja selama Tahun 2020. Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik ini berdasarkan pada amanat Peraturan perundangan sebagai berikut :
1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang mengisyaratkan pentingnya Akuntabilitas dalam Perencanaan anggaran dan pertanggungjawaban anggaran.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara, Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4689);
2 6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
7. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;
8. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 09/M.PAN/05/2007 tentang Pedoman Penyusunan Indikator Kinerja Utama di lingkungan Instansi Pemerintah;
9. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 20/M.PAN/11/2008 tentang Petunjuk Penyusunan Indikator Kinerja Utama;
10. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
11. Peraturan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik No. 440/35/ 437.52 Tahun 2020 tentang Review Ke-4 Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2016-2021.
Penyusunan laporan kinerja instansi pemerintah Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2020 berdasarkan pada Indikator Kinerja Utama (IKU) yang tertuang pada Review Ke-4 Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2016 – 2021, dan Dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2020.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2020 ini merupakan Laporan Pelaksanaan Kinerja tahun ke-lima dari Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Periode Tahun 2016-2021 dan yang telah direview. Maksud disusunnya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2020 adalah untuk memberikan gambaran kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang jelas, transparan, dapat dipertanggungjawabkan, sebagai wujud pertanggungjawaban keberhasilan/ kegagalan pencapaian target indikator kinerja utama dalam kurun waktu Tahun 2020 serta sebagai
3 wujud akuntabilitas kinerja yang dicerminkan dari hasil pencapaian kinerja berdasarkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Sedangkan tujuan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2020 adalah sebagai berikut :
1. Memberikan informasi mengenai perencanaan, pengukuran, pelaporan dan evaluasi kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik selama Tahun Anggaran 2020;
2. Sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik pada Tahun 2020;
3. Hasil evaluasi yang berupa kritik/saran diharapkan menjadi bahan acuan untuk perbaikan dan peningkatan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik di tahun selanjutnya serta masa yang akan datang;
4.
Meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dengan menerapkan azas transparansi, sistematik dan accountable (dapat dipertanggungjawabkan).3. GAMBARAN UMUM DINAS KESEHATAN KABUPATEN GRESIK 1) Kedudukan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik
Kedudukan Dinas Kesehatan sebagai Organisasi Perangkat Daerah diatur dalam Peraturan Bupati Gresik Nomor 47 Tahun 2016 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik. Adapun tugas Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik adalah : “Dinas Kesehatan mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan, mengkoordinasikan dan melaksanakan urusan pemerintahan dibidang Kesehatan”.
4 2) Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik
Dalam melaksanakan tugas, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik menyelenggarakan fungsi :
(1) Pelaksanaan pengkoordinasian penyusunan kebijakan dan program urusan kesehatan.
(2) Pengkoordinasian pelaksanaan kebijakan urusan kesehatan
(3) Pengkoordinasian pelaksanaan pelayanan administrasi urusan kesehatan
(4) Pengkoordinasian pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan
(5) Pengkoordinasian pelaksanaan pembinaan dan fasilitasi di bidang kesehatan
(6) Pengkoordinasian pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kesehatan
(7) Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.
3) Susunan Organisasi Perangkat Daerah
Susunan Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik tahun 2019 terdiri dari :
1. Kepala Dinas
2. Sekretariat, terdiri dari :
a) Subbagian Umum dan Kepegawaian b) Subbagian Program dan Pelaporan c) Subbagian Keuangan
3. Bidang Kesehatan Masyarakat, meliputi :
a) Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat b) Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat
c) Seksi Kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olahraga 4. Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, meliputi :
a) Seksi Survailans dan Imunisasi
b) Seksi Pencegahan dan pengendalian penyakit menular
c) Seksi Pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa
5 5. Bidang Pelayanan Kesehatan, meliputi :
a) Seksi Pelayanan kesehatan primer b) Seksi Pelayanan kesehatan rujukan c) Seksi Pelayanan kesehatan tradisional 6. Bidang Sumber Daya Kesehatan, meliputi :
a) Seksi Kefarmasian b) Seksi Alat kesehatan c) Seksi SDM Kesehatan
7. Unit Pelaksana Teknis Dinas (Puskesmas, Labkesda, UPPF)
4) Personil/ Pegawai
Salah satu instrumen penunjang pokok pelaksanaan tugas pokok dan fungsi OPD adalah pegawai dengan kuantitas dan kualitas yang memadai, sesuai dengan analisa jabatan dan berkompeten. Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik didukung oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terdiri dari 1.074 pegawai.
4. SISTEMATIKA PENYUSUNAN
Sistematika Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2020 terdiri dari 4 (empat) Bab yaitu sebagai berikut:
BAB I. PENDAHULUAN
Menjelaskan secara ringkas latar belakang, maksud dan tujuan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Gambaran Singkat tentang Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi dan Personil Perangkat Daerah, Sistematika Penyusunan serta Permasalahan utama/ Isu Strategis Bidang Kesehatan.
BAB II. PERENCANAAN KINERJA
Menjelaskan ringkasan/ikhtisar Perjanjian Kinerja tahun 2020 yang mendasarkan pada dokumen perencanaan.
6 BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA
Menjelaskan capaian kinerja berdasarkan hasil pengukuran kinerja tahun 2020. Diuraikan pula analisis capaian kinerja yang meliputi : pembandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2020; pembandingan capaian kinerja tahun 2020 dengan tahun 2019 berdasarkan dokumen Review Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2016 – 2021; Pernyataan kinerja sasaran strategis sesuai dengan hasil pengukuran kinerja; Analisis capaian kinerja mengenai keberhasilan/ kegagalan, hambatan/kendala dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah/ upaya antisipatif yang diambil; penyajian realisasi anggaran.
BAB IV. PENUTUP
Memuat kesimpulan umum atas capaian kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik 2020 dan upaya/langkah di masa mendatang yang akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dalam rangka peningkatan kinerja.
7
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
Perencanaan Kinerja merupakan tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan dicapai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik. Perjanjian kinerja ini menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dalam satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya.
Tujuan umum disusunnya Perjanjian Kinerja yaitu dalam rangka Intensifikasi pencegahan korupsi, Peningkatan kualitas pelayanan publik, Percepatan untuk mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, ruang lingkup ini lebih diutamakan terhadap berbagai program utama organisasi, yaitu program-program yang dapat menggambarkan keberadaan organisasi serta menggambarkan isu strategis yang sedang dihadapi organisasi. Untuk itu, penyusunan Perencanaan Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2020 merupakan sasaran dan target kinerja yang sepenuhnya mengacu pada Indikator Kinerja Utama yang tertuang di Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2016 – 2021 yang telah dilakukan review, dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2020, Dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2020, Serta dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020. Target Kinerja tersebut merepresentasikan nilai kuantitatif yang harus dicapai selama tahun 2020. Target Kinerja pada tingkat sasaran strategis akan dijadikan tolok ukur dalam mengukur keberhasilan organisasi didalam upaya pencapaian tujuan dan akan menjadi komitmen bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik untuk mencapainya dalam Tahun 2020.
Perjanjian Kinerja Tahun 2020 disusun berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan. Adapun Perencanaan Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 adalah sebagai berikut :
8 Tabel 2. 1Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun
2020
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET
2020 1 Meningkatnya kesehatan keluarga, perbaikan gizi masyarakat, Promosi dan pemberdayaan masyarakat, serta kesehatan lingkungan 1.1 AKI 100/ 100.000 KH 1.2 AKB 4/ 1.000 KH
1.3 Persentase balita gizi buruk
2%
1.4 Persentase Desa Siaga Aktif Purnama Mandiri 45% 1.5 Persentase Desa/ Kelurahan STBM 12% 2 Meningkatnya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 2.1 Persentase Desa/ Kelurahan yang mencapai UCI 92% 2.2 Persentase Kejadian Luar Biasa (KLB) skala Kabupaten yang ditanggulangi < 24 Jam 88% 2.3 Persentase Desa/ kelurahan yang memiliki Posbindu PTM aktif 75% 2.4 Persentase Keberhasilan Pengobatan pasien TB semua kasus 90%
2.5 Case Fatality Rate (CFR) DBD
9
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET
2020 3 Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kesehatan 3.1 Persentase FKTP terakreditasi 52% 3.2 Persentase RS terakreditasi 100% 3.3 Persentase FKTP dengan nilai SKM minimal 80% 100% 3.4 Persentase utilisasi peserta JKN di puskesmas 15% 4 Meningkatnya
Kuantitas dan Kualitas Sumber Daya Kesehatan 4.1 Rasio Dokter Spesialis Obgyn 2/ 100.000 Jumlah Penduduk 4.2 Rasio Dokter Spesialis Anak 2/ 100.000 Jumlah Penduduk 4.3 Rasio Dokter Umum 71/ 100.000
Jumlah Penduduk 4.4 Rasio Bidan Per
100.000 Penduduk
89/ 100.000 Jumlah Penduduk 4.5 Rasio Perawat Per
100.000 Penduduk
119/ 100.000 Jumlah Penduduk 4.6 Rasio Apoteker Per
100.000 Penduduk 24/ 100.000 Jumlah Penduduk 4.7 Persentase tenaga kesehatan yang memiliki izin 100% 4.8 Persentase sarana kefarmasian yang berizin 100%
10
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
1. Capaian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik
Pengukuran Capaian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik tahun 2020 diukur berdasarkan pada format Pengukuran Kinerja sebagaimana yang termuat dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan, yaitu dengan cara membandingkan antara realisasi capaian indikator kinerja dengan target indikator kinerja sasaran yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2020.
Adapun tujuan dilakukannya pengukuran kinerja adalah dalam rangka untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dan indikator kinerja sasaran/ utama yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2020.
Guna mempermudah interpretasi atas pencapaian indikator kinerja sasaran Pemerintah Kabupaten Gresik tersebut digunakan skala nilai peringkat kinerja yang mengacu pada formulir Tabel VII-C dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Predikat kinerja diisi dengan gradasi nilai (skala intensitas) berdasarkan kinerja yang dicapai pada baris rata-rata capaian kinerja, dengan skala nilai peringkat kinerja pada Tabel 3.1 sebagai berikut.
Tabel 3. 1 Skala Nilai Peringkat Kinerja No Interval Nilai Realisasi
Kinerja
Kriteria Penilaian Realisasi Kinerja
1. 91 ≥ Sangat Tinggi
2. 76 ≤ 90 Tinggi
3. 66 ≤ 75 Sedang
11 No Interval Nilai Realisasi
Kinerja
Kriteria Penilaian Realisasi Kinerja
5. ≤ 50 Sangat Rendah
Adapun realisasi dan tingkat capaian kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik pada Tahun 2020 berdasarkan hasil pengukuran diatas dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 3. 2 Pengukuran Capaian Kinerja Sasaran/ Utama Tahun 2020
NO SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA TARGET REALISASI
% CAPAIAN 1 Meningkatnya kesehatan keluarga, perbaikan gizi masyarakat, Promosi dan pemberdayaan masyarakat, serta kesehatan lingkungan 1.6 AKI 100/ 100.000 KH 59,1/ 100.000 KH 140.9% 1.7 AKB 4/ 1.000 KH 2,7/ 1.000 KH 132,25% 1.8 Persentase balita gizi buruk 2% 0,17 % 191,5% 1.9 Persentase Desa Siaga Aktif Purnama Mandiri 45% 49,16% 109,24% 1.10 Persentase Desa/ Kelurahan STBM 12% 15,73% 131,08% 2 Meningkatnya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 2.1 Persentase Desa/ Kelurahan yang mencapai UCI 92% 85,39% 92,8% 2.2 Persentase Kejadian Luar Biasa (KLB) skala Kabupaten yang ditanggulangi < 24 Jam 88% 100% 113,64% 2.3 Persentase Desa/ kelurahan yang memiliki Posbindu PTM aktif 75% 100% 133,33%
12
NO SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA TARGET REALISASI
% CAPAIAN 2.4 Persentase Keberhasilan Pengobatan pasien TB semua kasus 90% 91,65% 101,83% 2.5 Case Fatality Rate (CFR) DBD 0,58% 1.19% 48,74% 3 Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kesehatan 3.1 Persentase FKTP terakreditasi 52% 51.30% 98.2% 3.2 Persentase RS terakreditasi 100% 100% 100% 3.3 Persentase FKTP dengan nilai SKM minimal 80% 100% 93,8% 93,75% 3.4 Persentase utilisasi peserta JKN di puskesmas 15% 7,88% 52,55% 4 Meningkatnya Kuantitas dan Kualitas Sumber Daya Kesehatan 4.1 Rasio Dokter Spesialis Obgyn 2/ 100.000 Jumlah Penduduk 3,24/ 100.000 jumlah penduduk 162% 4.2 Rasio Dokter Spesialis Anak 2/ 100.000 Jumlah Penduduk 2,56/ 100.000 jumlah penduduk 128% 4.3 Rasio Dokter Umum 71/ 100.000 Jumlah Penduduk 83,61/ 100.000 jumlah penduduk 117,76% 4.4 Rasio Bidan Per 100.000 Penduduk 89/ 100.000 Jumlah Penduduk 90,47/ 100.000 jumlah penduduk 101,65% 4.5 Rasio Perawat Per 100.000 Penduduk 119/ 100.000 Jumlah Penduduk 119,95/100.000 jumlah penduduk 100,8% 4.6 Rasio Apoteker Per 24/ 100.000 26,46/ 100.000 110,25%
13
NO SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA TARGET REALISASI
% CAPAIAN 100.000 Penduduk Jumlah Penduduk jumlah penduduk 4.7 Persentase tenaga kesehatan yang memiliki izin 100% 100% 100% 4.8 Persentase sarana kefarmasian yang berizin 100% 100% 100%
14 2. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja
Pengukuran kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2020 menggunakan metode yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Selanjutnya berdasarkan hasil pengukuran kinerja diatas dilakukan evaluasi dan analisis pencapaian kinerja guna memberikan informasi yang lebih transparan mengenai pencapaian kinerja sebagaimana yang telah ditargetkan pada tujuan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2016 - 2021 melalui 4 (Empat) sasaran strategis dan 22 (Dua Puluh Dua) indikator kinerja sasaran/utama yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2020. Adapun evaluasi dan analisis tingkat pencapaian kinerja dari 4 (Empat) sasaran strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik pada Tahun 2020 tersebut adalah sebagai berikut :
Meningkatnya kesehatan keluarga, perbaikan gizi masyarakat, Promosi dan pemberdayaan masyarakat, serta kesehatan lingkungan
Sasaran strategis ini merupakan salah satu upaya mencapai tujuan : “Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, ibu dan anak, status gizi, dan pengendalian penyakit secara berkelanjutan didukung pemerataan akses dan mutu pelayanan”.
Untuk mengukur tingkat pencapaian sasaran yang pertama ini dapat dilihat pada tabel berikut :
SASARAN STRATEGIS 1
15 Tabel 3. 3 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2019 dengan Tahun 2020
Sasaran Strategis 1
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA
TARGET 2020 REALISASI 2019 2020 1 Meningkatnya kesehatan keluarga, perbaikan gizi masyarakat, Promosi dan pemberdayaan masyarakat, serta kesehatan lingkungan 1.1 AKI 100/ 100.000 KH 83,38/ 100.000 KH 59,1/ 100.000 KH 1.2 AKB 4/ 1.000 KH 3,82/ 1.000 KH 2,7/ 1.000 KH 1.3 Persentase balita gizi buruk 2% 0,12 % 0,17 % 1.4 Persentase Desa Siaga Aktif Purnama Mandiri 45% 43% 49,16% 1.5 Persentase Desa/ Kelurahan STBM 12% 12,07% 15,73%
Sumber : LKj-IP Dinas Kesehatan Kab. Gresik Tahun 2019
Tabel 3. 4 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 s.d. Akhir Periode Renstra Sasaran Strategis 1
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET AKHIR RENSTRA REALISASI 2020 TINGKAT KEMAJUAN 1 Meningkatnya kesehatan keluarga, perbaikan gizi masyarakat, Promosi dan pemberdayaan masyarakat, serta kesehatan lingkungan 1.1 AKI 95/ 100.000 KH 59,1/ 100.000 KH 137,8% 1.2 AKB 4/ 1.000 KH 2,7/ 1.000 KH 132,5% 1.3 Persentase balita gizi buruk 2% 0,17 % 191,5% 1.4 Persentase Desa Siaga Aktif Purnama Mandiri 50% 49,16% 98,3% 1.5 Persentase Desa/ Kelurahan STBM 15% 15,73% 104,87%
16 Gambar 3. 1 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya kesehatan keluarga,
perbaikan gizi masyarakat, Promosi dan pemberdayaan masyarakat, serta kesehatan lingkungan
Pada Sasaran 1 Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik yaitu Meningkatnya kesehatan keluarga, perbaikan gizi masyarakat, Promosi dan pemberdayaan masyarakat, serta kesehatan lingkungan, dapat diukur keberhasilannya melalui 5 indikator kinerja utama. Meliputi AKI (Angka Kematian Ibu), AKB (Angka Kematian Bayi) dan Persentase balita gizi buruk, Persentase desa siaga aktif purnama mandiri, serta persentase desa/kelurahan STBM.
Pada 3 indikator awal (AKI, AKB, Persentase balita gizi buruk) dapat dijelaskan bahwa semakin menurunnya nilai realisasi, maka semakin berhasil indikator tersebut. Indikator pertama yaitu Capaian AKI (Angka Kematian Ibu) pada tahun 2020 mencapai 140,9% yang berarti dalam skala nilai peringkat kinerja yaitu Sangat Tinggi. Hal ini dibuktikan dengan realisasi pada tahun 2020 sebesar 59,1/ 100.000 Kelahiran Hidup. Hasil realisasi lebih rendah dari target 95/100.000 yang berarti jumlah kematian ibu mengalami penurunan. Jumlah absolut kematian Ibu pada tahun 2020 sebanyak 12 kematian ibu dari 20.309 jumlah kelahiran hidup, lebih rendah dari tahun 2019 sebanyak 17 kematian ibu dari 20.388 jumlah kelahiran hidup.
17 Keberhasilan tersebut dicapai atas upaya - upaya yang telah dilakukan meliputi :
1. Penyediaan rumah tunggu kelahiran pada ibu hamil risiko tinggi yang ada di kepulauan Bawean. Sehingga jika terjadi keadaan gawat darurat bisa dilakukan rujukan dan penanganan terencana serta lebih dini.
2. Pembinaan Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar) dan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif) secara terpadu dibina langsung oleh dokter spesialis kandungan dan anak dalam meningkatkan deteksi dan penanganan ibu hamil dengan risiko tinggi serta kasus komplikasi obstetri dan neonatal.
3. Pelacakan dan pendampingan ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronik)
4. Dukungan pendanaan berupa jaminan persalinan pada ibu hamil yang kurang mampu dan memerlukan penanganan serius.
5. Pemeriksaan ANC (Ante Natal Care) terpadu yang berkualitas pada ibu hamil untuk kesehatan ibu dan bayi, terutama pencegahan kematian ibu dan bayi
6. Pemetaan bumil dan bumil risiko tinggi terutama di Kepulauan Bawean untuk RDB (Rujukan Dini Berencana)
7. Sesuai rekomendasi POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia), Dinas Kesehatan Kab. Gresik mengharusnkan semua ibu hamil umur kehamilan 37 minggu untuk dilakukan skrining pemeriksaan rapid tes (gratis) di puskesmas, bila hasilnya reaktif atau ada riwayat kontak erat ditindaklanjuti dengan swab, hal ini untuk keselamatan serta keamanan penolong persalinan beserta ibu hami yang melahirkan
8. Penjemputan ibu pasca salin yang menderita COVID-19 dari Rumah Sakit oleh Puskesmas dengan sistem zonasi wilayah
Sedangkan Hal – hal yang akan dilakukan di tahun berikutnya untuk mempertahankan penurunan AKI yakni dengan melaksanakan layanan inovasi pelayanan bagi ibu hamil dan balita melalui Grup WA (Whatsap) yang
18 beranggotakan bidan desa, ibu hamil, dan kader untuk pemantauan kesehatan dan kunjungan nifas, kelas ibu hamil secara virtual selama Pandemi COVID-19.
Gambar 3. 2 Penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Tahun 2020
19 Gambar 3. 3 Pemantauan dan Pendampingan Ibu Hamil KEK (Kekurangan
Energi Kronik)
Indikator Kedua yaitu Capaian AKB (Angka Kematian Bayi) pada tahun 2020 mencapai 132,5%, dalam skala nilai peringkat kinerja yaitu Sangat Tinggi. Realisasi kematian bayi pada tahun 2020 sebesar 2,7/1.000 Kelahiran Hidup. Realisasi tersebut lebih rendah dari tahun 2019 yaitu 3,82/1.000 Kelahiran Hidup. Adapun realisasi yang lebih rendah tersebut menunjukkan bahwa kematian bayi mengalami penurunan dari tahun lalu, dari 78 kematian bayi menurun menjadi 54 kematian bayi.
Prestasi yang dicapai dari keberhasilan penurunan kematian bayi tersebut dikarenakan adanya pemeriksaan ANC (Ante Natal Care) terpadu yang di laksanakan di seluruh puskesmas Kabupaten Gresik, dalam ANC terpadu seluruh aspek diperiksa, mulai dari kesehatan ibu hamil, kesehatan janin yang dikandung, kondisi gigi, cek laboratorium (Pemeriksaan HBsAg dan HIV) serta konsultasi gizi pada ibu hamil yang juga berpengaruh pada kondisi bayi yang dikandung.
Selain itu semua bidan harus melaksanakan Rujukan Dini Berencana (RDB), agar bayi yang risiko tinggi seperti BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) segera bias melahirkan di Rumah Sakit dengan fasilitas NICU yang memadai.
20 Kunjungan neonatal juga dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sampai Kunjungan neonatal ke 4 sebagai bentuk pemantauan terhadap bayi risiko tinggi.
Adapun upaya yang akan dilakukan pada tahun berikutnya untuk menurunkan Angka Kematian Bayi yaitu melalui :
1. Melaksanakan Kelas Ibu Balita, Kunjungan Neonatal (KN Lengkap) dilakukan secara virtual
2. Pemantauan SDIDTK (Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang) secara virtual selama pandemic COVID-19.
Gambar 3. 4 Pelayanan Kesehatan Kunjungan Neonatal
Kemudian Indikator ketiga dalam mencapai keberhasilan sasaran 1 yaitu persentase balita gizi buruk. Persentase balita gizi buruk yang ada di Kabupaten Gresik pada tahun 2020 lebih tinggi daripada tahun 2019, yaitu 0,17% berbanding dengan 0,12%, dan capaian yang dihasilkan sebanyak 191,5%. Meskipun presentasenya lebih tinggi daripada tahun sebelumnya,
21 untuk skala nilai peringkat kinerja tetap bernilai Sangat Tinggi.Realisasi masih di bawah target yang berarti semakin baik, karena indikator ini termasuk indikator negatif jadi semakin ditemukan sedikit balita gizi buruk semakin baik pula keadaan kesehatan di daerah.
Pencapaian keberhasilan ini disebabkan karena beberapa faktor yang telah dilakukan, diantaranya yaitu :
(1) Pengadaan PMT berupa susu untuk balita gizi buruk dari anggaran APBD
(2) Pelaksanaan pelacakan gizi buruk dan stunting
(3) Pemberian PMT Biskuit dari Kemenkes untuk sasaran balita gizi kurang, gizi buruk, stunting dan ibu hamil KEK.
22 Gambar 3. 6 Konfirmasi Status Gizi
Upaya yang terus dilakukan untuk tetap mempertahankan keberhasilan pencapaian persentase penurunan balita gizi buruk melalui pelaksanaan KIE PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak) secara virtual pada kader dan ibu balita dalam kelas ibu balita selama pandemic, serta pendampingan balita gizi buruk oleh kader secara virtual melalui grup Whatsapp.
Gambar 3. 7 Trend Realisasi Capaian Sasaran 1 Meningkatnya Kesehatan Keluarga, Perbaikan Gizi Masyarakat Tahun 2016-2020
23 Pada Gambar Grafik diatas dapat dijelaskan, bahwa capaian indikator AKI (Angka Kematian Ibu) mengalami kenaikan dari tahun 2016 s/d 2018. Namun, pada tahun 2019 dan 2020 sudah mengalami penurunan kematian ibu. Sedangkan untuk indikator AKB (Angka Kematian Bayi) Hanya mengalami kenaikan pada tahun 2017, selanjutnya ditahun 2018, 2019 dan 2020 berturut-turut mengalami penurunan. Pada indikator persentase balita gizi buruk dari tahun 2016 sampai 2019 mengalami penurunan sedangkan pada tahun 2020 mengalami kenaikan. Dikarenakan nilai ketiga capaian ini adalah indikator negatif, dimana semakin menurun semakin baik pula kinerja, maka dapat disimpulkan bahwa ditahun ke 5 pelaksanaan perencanaan strategis Dinas Kesehatan dalam rangka peningkatan kesehatan ibu dan keluarga berhasil.
Indikator ke 4 dan ke 5 dalam mencapai sasaran/ kinerja utama 1 adalah indikator positif, bahwa semakin naik nilai realisasi, maka semakin berhasil indikator tersebut. Indikator ke 4 yakni Persentase Desa Siaga aktif purnama mandiri. Capaian Desa Siaga Aktif Purnama Mandiri pada tahun 2020 sebesar 109,2% yang berarti dalam skala nilai peringkat kinerja yaitu Sangat Tinggi. Hal ini dibuktikan dengan realisasi pada tahun 2020 sebesar 49,16% (175 Desa) lebih tinggi dari realisasi pada tahun 2019 yang hanya sebesar 43% (153 Desa). Capaian berhasil dan realisasi dapat melampaui target yang telah ditentukan. Kerja keras ini merupakan hasil dari bentuk kerjasama secara baik dari kader, petugas dan masyarakat desa dalam mendukung desa siaga aktif purnama mandiri. Melalui beberapa kegiatan rapat koordinasi, pembinaan Lapangan (Pembinaan PONKESDES) dan lomba-lomba yang diselenggarakan untuk terciptanya Desa Siaga Purnama Mandiri.
24 Gambar 3. 8 Pembinaan dan Pendampingan PONKESDES (Pondok
Kesehatan Desa)
Desa Siaga Aktif merupakan gambaran dari Desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri. Kabupaten Gresik mempunyai 175 Desa Siaga Aktif Purnama Mandiri yang terbagi menjadi beberapa strata seperti gambar diagram dibawah ini.
25 Gambar 3. 9 Jumlah Desa Siaga Aktif Menurut Strata
Desa/ Kelurahan Siaga Aktif Purnama Mandiri Tahun 2020
Pada gambar diagram batang diatas dapat dijelaskan bahwa di Kabupaten Gresik mempunyai 356 Desa, dari 356 desa tersebut pada tahun 2020 terdapat 27 Desa Aktif Pratama, 164 Desa Aktif Madya, 126 Desa Aktif Purnama dan 39 Desa Aktif Mandiri. Jadi jumlah Desa Siaga Aktif purnama Mandiri/ PURI (Purnama Mandiri) sebesar 175 Desa, mengalami peningkatan dari tahun lalu sebanyak 22 Desa, dari 153 Desa pada tahun 2019.
Indikator terakhir dalam mengukur sasaran/ kinerja utama ke 1 yaitu Persentase Desa/ Kelurahan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Realisasi tahun 2020 yaitu sebesar 15,73%, sedangkan target yang ditetapkan ditahun 2020 ini sebesar 12%, sehingga capaian yang diperoleh yaitu 131,08%, yang berarti dalam skala nilai Sangat Tinggi. Pada tahun 2019 dari 356 Desa di Kabupaten Gresik, terdapat 56 Desa/ Kelurahan STBM, tahun ini mengalami peningkatan 13 Desa yang ber STBM dari tahun lalu yang hanya 43 Desa.
Keberhasilan ini didapatkan karena adanya dukungan beberapa hal meliputi :
1. MENETAPKAN ROLE MODEL a. Pendataan Akses Jamban
b. Tantangan yg dihadapi masyarakat (kebiasaan buruk) c. Mendapatkan Tokoh Kunci (natural leader)
26 d. Karakter masyarakat yg lebih mudah menerima perubahan (Demand) 2. PEMBAGIAN ZONA PEMICUAN DIBAGI PER KECAMATAAN
3. PENINGKATAN KOMPETENSI PELAKU PROGRAM a. Pelatihan Fasilitator Pemicuan
b. Pelatihan Wira Usaha Sanitasi ( SUPPLY ) c. Workshop
d. Kaji banding 4. VERIFIKASI ODF
a. Dilaksanakan berjenjang mulai Tingkat desa Kecamatan sampai Kabupaten
b. Evaluasi akses jamban sehat
c. Menagih komitmen masyarakat yang sudah dipicu 5. DEKLARASI ODF
a. Sebagai media promosi dan sosialisasi program kepada masyarakat b. Menginformasikan capaian keberhasilan kepada khalayak.
c. “Mengintimidasi” wilayah yang masih OD untuk meniru (DEMAND) d. Memicu Pemegang Kebijakan untuk Dukungan (ENABLING)
6. PENGGALANGAN KOMITMEN
a. Pemangku Kebijakan ( Regulasi, Penganggaran )
b. Pelibatan lintas sektor ( Dana Desa, Pemenuhan Sarana ) c. Sektor Swasta ( CSR )
d. Gotong royong dan Pemanfaatan dana desa
Kabupaten Gresik tahun 2020 mendapatkan penghargaan terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan dari Kementerian Kesehatan dan Provinsi sebagai Kabupaten Stop BABS/ ODF. Untuk itu, harus ada upaya untuk mempertahankan capaian dan prestasi tersebut. Upaya tersebut meliputi :
1. Peningkatan kualitas Jamban Sehat Aman (STBM pilar 1)
a. Koordinasi dan advokasi dengan lintas sektor terkait Dinas PKP dan Dinas PMD
b. Memaksimalkan peran serta CSR lewat fasilitator Bappeda dan IUWASH plus/NGO
27 c. Memaksimalkan penggunaan dana ADD
2. Pelaksanaan STBM Pilar 2, 3, 4, 5
d. Pemicuan dan monev 5 Pilar STBM ke masyarakat/komunitas
e. Koordinasi dan advokasi dengan lintas sektor terkait Dinas LH, Dinas PUPR dan Dinas PMD
f. Memanfaatkan media informasi ke masyarakat bekerja sama dengan lintas sektor terkait (Radio Suara Gresik/Kominfo)
g. Memaksimalkan peran serta CSR lewat fasilitator Bappeda dan IUWASH plus/NGO
h. Memaksimalkan penggunaan dana ADD
i. Melakukan Verifikasi desa yang sudah melakukan STBM 5 Pilar
Gambar 3. 10 Penghargaan dari Dinas Kesehatan Provinsi terkait stop BABS/ODF
28 Gambar 3. 11 Penghargaan dari Kementerian Kesehatan terkait STBM
29 Gambar 3. 12 Trend Realisasi Capaian Sasaran 1 (Meningkatnya promosi dan
Pemberdayaan Masyarakat, serta Kesehatan Lingkungan) Tahun 2016 s.d 2020
Pada Gambar Grafik diatas dapat dijelaskan, bahwa capaian indikator persentase Desa Siaga Aktif Purnama Mandiri dan Persentase Desa/ Kelurahan STBM dari tahun 2016 s/d 2020 mengalami kenaikan yang signifikan dan keberlanjutan. Pada kedua indikator ini merupakan indikator positif, dimana semakin naik realisasi maka semakin baik pula kinerja, maka dapat disimpulkan bahwa ditahun ke lima dalam mencapai rencana strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Indikator sasaran meningkatnya promosi dan pemberdayaan masyarakat berhasil.
30 Meningkatnya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Sasaran strategis ini juga merupakan salah satu upaya mencapai tujuan : “Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, ibu dan anak, status gizi, dan pengendalian penyakit secara berkelanjutan didukung pemerataan akses dan mutu pelayanan”.
Untuk mengukur tingkat pencapaian sasaran kedua ini dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3. 5 Perbandingan Realisasi Kinerja tahun 2019 dengan tahun 2020 Sasaran Strategis 2
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA
TARGET 2020 REALISASI 2019 2020 1 Meningkatnya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Persentase Desa/ Kelurahan yang mencapai UCI 92% 98,3% 85,39% Persentase Kejadian Luar Biasa (KLB) skala Kabupaten yang ditanggulangi < 24 Jam 88% 100% 100% Persentase Desa/ Kelurahan yang memiliki Posbindu PTM aktif 75% 89% 100% Persentase Keberhasilan Pengobatan pasien TB semua kasus 90% 94,72% 91,65%
Case Fatality Rate
(CFR) DBD
0,58% 0,45% 1,19%
Sumber : LKj-IP Dinas Kesehatan Kab. Gresik Tahun 2019
SASARAN STRATEGIS 2
31 Tabel 3. 6 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 s.d. Akhir Periode
Renstra Sasaran Strategis 2
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET AKHIR RENSTRA REALISASI 2020 TINGKAT KEMAJUAN 1 Meningkat-nya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Persentase Desa/ Kelurahan yang mencapai UCI 92% 85,39% 92,8% Persentase Kejadian Luar Biasa (KLB) skala Kabupaten yang ditanggulangi < 24 Jam 90% 100% 111,1% Persentase Desa/ Kelurahan yang memiliki Posbindu PTM aktif 80% 100% 125% Persentase Keberhasilan Pengobatan pasien TB semua kasus 90% 91,65% 101,83% Case Fatality Rate (CFR) DBD 0,5% 1,19% 42,01%
32 Gambar 3. 13 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Tahun 2020
Pada Sasaran 2 Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik yaitu Meningkatnya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dapat diukur keberhasilannya melalui 5 indikator kinerja Meliputi Persentase Desa/ Kelurahan mencapai UCI, Persentase KLB skala Kabupaten yang ditanggulangi <24 jam, Persentase Desa/ Kelurahan yang memiliki posbindu aktif, persentase keberhasilan pengobatan pasien TB, dan CFR DBD.
Indikator pertama sasaran kedua yakni Capaian Desa/ Kelurahan UCI (Universal Child Immunization) yang dapat menggambarkan suatu keadaan tercapainya imunisasi dasar secara lengkap pada Semua Bayi di Daerah Desa/ wilayah kerja Kabupaten Gresik. Capaian UCI Kabupaten Gresik pada tahun 2020 sebesar 92,8%, yang berarti dalam skala nilai peringkat kinerja yaitu Sangat Tinggi. Namun realisasi pada tahun 2020 mengalami penurunan dari tahun 2019 sebanyak 350 Desa, sedangkan tahun ini hanya 304 Desa dari 356 Desa yang ada di Kabupaten Gresik. Realisasi Desa UCI sebesar 85,4% dibawah target.
33 Penurunan Desa UCI ini disebabkan karena adanya pandemic COVID-19, sehingga terdapat beberapa kegiatan seperti Posyandu yang pelaksanaannya ditunda. Namun, saat Semester akhir tahun 2020 kegiatan Posyandu tersebut tetap dilaksanakan, dengan mematuhi Protokol Kesehatan secara ketat. Selain itu, adanya stigma negative terhadap penyakit COVID-19, sehingga kunjungan untuk melakukan imunisasi juga menurun. Kebanyakan orang memilih untuk tidak mengunjungi Fasilitas Kesehatan.
Adapun upaya untuk meningkatkan capaian kinerja ditahun selanjutnya yaitu melalui :
1. Monitoring dan RCA (Rapid Convenience Assesment) Kegiatan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas
2. Supervisi dan monitoring pelaksanaan kegiatan imunisasi di Rumah Sakit
3. Pencetakan media KIE kegiatan imunisasi baru 4. Pertemuan koordinasi akselerasi capaian UCI
5. Rapat koordinasi evaluasi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) 6. Pertemuan penyusunan microplanning kegiatan imunisasi
7. Pertemuan Lintas sectoral Komda KIPI 8. Sosialisasi vaksin baru
9. Workshop akselerasi kegiatan imunisasi dasar, imunisasi lanjutan dan vaksin baru
10. Pemeliharaan dan perbaikan saran coolchain vaksin
11. Sosialisasi untuk tetap menerapkan protocol Kesehatan selama kegiatan imunisasi berlangsung.
12. Pemberian sertifikat pada anak yang sudah mendapatkan imunisasi dasar
34 Gambar 3. 14 Pelaksanaan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) dalam
rangka mengejar target pencapaian UCI
Gambar 3. 15 Pemberian penghargaan pada baduta yang telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap
35 Indikator ke dua yang mempengaruhi keberhasilan dari sasaran 2 yaitu Persentase KLB (Kejadian Luar Biasa) skala kabupaten yang ditanggulangi < 24 jam. Realisasi pada tahun 2020 sebesar 100%, yang berarti dalam skala nilai peringkat kerja adalah Sangat Tinggi. Adapun KLB yang dapat ditanggulangi < 24 jam yaitu AFP (Accute Flaccid Paralysis), Difteri, Banjir, Puting Beliung dan Kebakaran. Pada tahun 2020 terdapat Kejadian KLB terbesar di Kabupaten Gresik bahkan ditetapkan WHO sebagai Pandemi yaitu Pandemi COVID-19. Pandemi ini dapat melumpuhkan seluruh kegiatan Dinas Kesehatan terutama yg bersifat pertemuan saat pertama kali di Kabupaten Gresik awal semester tahun 2020. Dikarenakan virus dapat menyebar terutama melalui udara Ketika orang-orang berada di dekat satu sama lain.
Beberapa hal yang dilakukan saat Pandemi COVID-19 di Kabupaten Gresik untuk mencegah dan menekan penambahan kasus, diantarnya pencegahan melalui 5M (Memakai masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun dan air mengalir, Menjaga Jarak, Menjauhi kerumunan, Membatasi mobilitas) sedangkan untuk menekan kasus dilakukan melalui 3T (Testing, Tracing dan Treatment).
Sedangkan untuk KLB (Kejadian Luar Biasa) lain selain pandemic COVID-19 juga tidak terabaikan dan mendapatkan penanganan < 24 Jam. Penanganan 100% sehingga seluruh KLB yang terjadi di Kabupaten Gresik dilakukan penanganan. Langkah yang sudah dilakukan yaitu :
1. Penganggarak komunikasi cepat system kewaspadaan dini dan respon KLB, verifikasi rumor dan sinyal Kesehatan, pelaporan EWARS dan penanggulangan bencana
2. Penyelenggaraan rapat koordinasi kegiatan surveilans dan Kesehatan matra
3. Melaksanakan pengiriman specimen KLB/ Pandemi ke Laboratorium rujukan
4. Melaksanakan pencetakan media KIE Kegiatan surveilans dan Kesehatan matra
5. Penganggaran kegiatan penyelidikan epidemiologi pada Kejadian Luar Biasa
36 Adapun rencana inovasi kegiatan dalam rangka mempertahankan capaian yakni :
1. Supervisi monitoring kegiatan surveilans, penyelidikan epidemiologi, system kewaspadaan dini dan respon KLB, verifikasi rumor dan sinyal masalah Kesehatan
2. Pertemuan koordinasi teknis surveilans dan update penyakit infeksi emerging
3. Meningkatkan frekuensi Feed Back penemuan kasus oleh Puskesmas, serta peningkatan SKDR dengan mengupayakan koordinasi ketat dengan jejaring Rumah Sakit dan laboratorium
37 Indikator ke 3 untuk mencapai sasaran 2 yaitu Persentase Desa/ Kelurahan yang memiliki posbindu PTM aktif. Persentase capaian yang dihasilkan sesuai pada Gambar 3.16 sebesar 133,3%, yang berarti dalam skala nilai peringkat kerja adalah Sangat Tinggi. Capaian tersebut diperoleh dari hasil realisasi pada tahun 2020 sebesar 100%. Dari 356 desa yang ada di Kabupaten Gresik, semuanya merupakan desa/ kelurahan yang sudah memiliki Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) aktif. Naik sebanyak 38 Desa dari tahun 2019.
Desa/ Kelurahan yang memiliki Posbindu PTM aktif diharapkan menjadi Desa yang mandiri dalam rangka pemeriksaan Kesehatan atas diri pribadi penduduknya untuk mendeteksi secara dini penyakit tidak menular agar tidak memperparah penyakit yang diderita. Keberhasilan akan capaian diatas dikarenakan oleh beberapa hal sebagai berikut :
1. Adanya support/ dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi dengan dilaksanakannya kegiatan Posbindu PTM lintas sector ditingkat kecamatan, yaitu Sosialisasi PTM, Pelatihan kader PTM dan implementasi screening PTM di semua Desa di Kabupaten Gresik. 2. Adanya kader Posbindu PTM yang terlatih di setiap Desa serta
didukung oleh pemerintah Desa maupun Kecamatan dalam pelaksanaan Posbindu PTM. Melalui penerbitan SK Kader PTM serta disiapkannya tempat pelaksanaan Posbindu PTM
3. Peran Puskesmas dalam melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan rutin factor risiko PTM
4. Pendampingan intensif yang dilakukan PJ PTM Puskesmas kepada kader PTM sehingga kegiatan posbindu PTM berjalan dengan baik sesuai tujuan
5. Peran Dinas Kesehatan dalam rangka pemenuhan prasarana dan alat Kesehatan Posbindu Kit melalui dukungan anggaran DAK (Dana Alokasi Khusus) sejumlah Desa yang ada di Kabupaten Gresik
38 6. Adanya inovasi program berupa “GERDU PTM” dalam rangka
peningkatan kesadaran masyarakat dalam melakukan skrining factor risiko penyakit tidak menular
Adapun upaya yang dilakukan agar Desa/ Kelurahan Posbindu PTM tetap ada dan terpelihara serta semakin meningkat fungsinya maka akan dilaksanakan stratifikasi Posbindu PTM dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan pelayanan kesehatan Posbindu PTM serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan agar posbindu PTM tetap aktif dan sesuai dengan tujuannya.
Gambar 3. 17 Kegiatan Screening Penyakit Tidak Menular (GERDU PTM) kepada Organisasi Dharmawanita (Pelaksanaan Kegiatan awal Tahun sebelum
39 Indikator selanjutnya yaitu berbasis pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Indikator ke 4 sasaran 2 mengenai persentase keberhasilan pengobatan pasien TB semua kasus, diperoleh capaian sebesar 101,83%. Jumlah semua kasus TB yang sembuh dan pengobatan lengkap yaitu sebanyak 2.305 orang. Sedangkan untuk Jumlah semua kasus TB yang diobati dan dilaporkan sebesar 2.515 orang sehingga bisa diperoleh realisasi pada tahun 2020 sebesar 91,65% dengan tingkat capaian kinerja 101,8% sehingga mendapatkan nilai peringkat kerja Sangat Tinggi.
Capaian kinerja keberhasilan pengobatan pasien TB semua kasus ini disebabkan karena adanya kelangsungan pengobatan penderita yang sangat baik, adanya pendampingan dari keluarga untuk keteraturan minum obat, serta penderita TB paham akan pentingya pengobatan. Selain itu, motivasi petugas puskesmas juga sangat mendukung akan keberhasilan ini.
Pemenuhan kebutuhan Bahan Medis Habis Pakai berupa Catrdige TCM juga sangat berguna untuk mendiagnosis penemuan kasus TB. Alat TCM ini juga tersebar di 7 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit Swasta yang sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Selain itu, juga dilakukan rapat koordinasi penguatan TB bagi organisasi profesi.
40 Gambar 3. 19 Distribusi Catridge TCM ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
(Puskesmas)
Indikator ke 5 yaitu Case Fatality Rate (CFR) DBD (Demam Berdarah Dengue). Di Kabupaten Gresik penderita DBD yang meninggal tahun 2020 sebanyak 1 orang dari jumlah semua penderita DBD yang ditemukan dan ditangani sebanyak 84 kasus. Penderita DBD ini turun dari tahun lalu dari 441 kasus ditahun 2019 menjadi 84 kasus. Namun terdapat 1 kasus meninggal, sehingga CFR DBD mengalami kenaikan yg cukup signifikan. Idealnya jika jumlah kasus turun, tidak boleh ada kasus kematian. Realisasi yang diperoleh yaitu sebesar 1,19%, lebih tinggi dari pada target sebesar 0,58%. Nilai capaian indikator ini Sangat Rendah dikarenakan indikator CFR DBD adalah indikator negatif. Semakin tinggi realisasi semakin buruk kondisinya.
Capaian yang sangat rendah disebabkan karena kasus DBD rendah namun ada 1 kematian, kasus yang rendah di sinyalir karena mobilisasi masyarakat yang menurun/ di rumah saja. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Selain itu, karena adanya pandemic COVID-19 yang menyebabkan adanya bias/ rancu saat diagnosis
41 DBD dan COVID-19. Pada dasarnya gejala yg ditimbulkan dari penyakit infeksi tersebut juga sama yang menyebabkan double diagnosis.
Kematian yang diakibatkan DBD ada 1 orang meninggal, hal itu dikarenakan stigma negative dalam COVID-19. Banyak masyarakat yang takut untuk berkunjung ke Rumah Sakit, sehingga terlambat dalam penanganan.
Meskipun capaian pada indikator ini sangat rendah, namun ada beberapa hal yang dilakukan sebagai antisipatif ditahun yang akan dating, meliputi :
1) Memaksimalkan TRC (Tim Reaksi Cepat) dalam pelaporan kasus DBD 2) Melaksanakan penyelidikan Epidemiologi (PE) setiap ada kasus DBD 3) Melaksanakan Fogging Fokus dilokasi penderita DBD
4) Memaksimalkan kader Jumantik
5) Melaksanakan pelatihan pada petugas foging
Gambar 3. 20 Workshop Petugas Fogging Tahun 2020 (Pelaksanaan Kegiatan awal tahun 2020 sebelum Pandemi COVID-19)
42 Gambar 3. 21 Trend Realisasi Capaian Sasaran 2 (Meningkatnya Pencegahan
dan Pengendalian Penyakit) Tahun 2016 s.d 2020
Pada Gambar Grafik diatas dapat dijelaskan, bahwa capaian indikator persentse Desa/ Kelurahan UCI (Universal Child Immunization) mengalami grafik yang fluktuatif, tahun 2020 mengalami penurunan. Indikator kedua mengalami kenaikan secara terus menerus dari tahun 2016 s/d 2020 yang berarti bahwa dari tahun 2016 s/d 2020 semua KLB ditangani < 24 jam. Selanjutnya indikator kinerja ke 3 yaitu persentase Desa/Kelurahan Posbindu PTM yang juga mengalami kenaikan, bahkan pada tahun 2020 semua Desa/ Kelurahan di Kabupaten Gresik sudah mempunyai Posbindu PTM untuk screening penyakit tidak menular.
Selanjutnya indikator ke-4 dan 5 mengalami fluktuasi, namun pada indikator terakhir adalah indikator negatif, mengalami kenaikan. Hal ini sangat mungkin terjadi karena pada tahun 2020 Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit terfokus pada Penanganan Pandemi COVID-19.
43 Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kesehatan
Sasaran strategis ini juga merupakan salah satu upaya mencapai tujuan : “Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, ibu dan anak, status gizi, dan pengendalian penyakit secara berkelanjutan didukung pemerataan akses dan mutu pelayanan”.
Untuk mengukur tingkat pencapaian sasaran ini dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3. 7 Perbandingan Realisasi Kinerja tahun 2019 dengan tahun 2020 Sasaran Strategis 3
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA
TARGET 2020 REALISASI 2019 2020 1 Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kesehatan Persentase FKTP terakreditasi 52% 30,4% 51,3% Persentase RS terakreditasi 100% 100% 100% Persentase FKTP dengan nilai SKM minimal 80% 100% 90,6% 93,8%
Sumber : LKj-IP Dinas Kesehatan Kab. Gresik Tahun 2019
Tabel 3. 8 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 s.d. Akhir Periode Renstra Sasaran Strategis 3
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET AKHIR RENSTRA REALISASI 2020 TINGKAT KEMAJUAN 1 Meningkat-nya Kualitas Pelayanan Kesehatan Persentase FKTP terakreditasi 89% 51,3% 57,64% Persentase RS terakreditasi 100% 100% 100% Persentase FKTP dengan nilai SKM minimal 80% 100% 93,8% 93,8% Persentase utilisasi peserta JKN di Puskesmas 15% 7,9% 52,6%
Sumber : Renstra Dinas Kesehatan Kab. Gresik Tahun 2016-2021
SASARAN STRATEGIS 3
44 Gambar 3. 22 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Kualitas Pelayanan
Kesehatan Tahun 2020
Sasaran/ Kinerja Utama yang ke tiga Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik tahun 2020 yaitu Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan. Sasaran ini dapat diukur melalui 3 indikator kinerja utama/sasaran yaitu Persentase FKTP terakreditasi, persentase RS terakreditasi, dan persentase FKTP dengan nilai SKM minimal 80%.
Pada indikator kinerja pertama yaitu persentase FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) terakreditasi mendapatkan capaian sebesar 99%, yang berarti dalam skala penilaian kinerja yaitu Sangat Tinggi. Capaian tersebut berasal dari perbandingan antara realisasi yang diperoleh pada tahun 2020 sebesar 51,3% dibandingkan dengan target yang ditetapkan sebesar 52%. Formulasi perhitungan pada indikator ini yaitu 50% FKTP (Puskesmas) ditambah dengan 50% FKTP (Klinik Swasta). Untuk FKTP Puskesmas, dari 32 Puskesmas di Kabupaten Gresik, dari tahun 2019 seluruhnya sudah dilakukan survey akreditasi puskemas. Namun ada beberapa puskesmas harus dilakukan Re-Akreditasi pada tahun 2020. Sedangkan capaian belum memenuhi target karena dari 78 klinik swasta yang ada di Kabupaten Gresik, hanya ada 2 klinik yang sudah terakreditasi.
Namun pada tahun 2020 dikarenakan adanya pandemic COVID-19 sehingga survey Akreditasi Klinik, maupun survey Re-Akreditasi puskesmas tidak bisa dilakukan. Hal ini sesuai dengan surat edar dari Kementerian Kesehatan Nomor HK. 02.02/ VI/ 0885/ 2020 tentang Pemberitahuan
45 Penangguhan Penyelenggaraan Survey Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama & Laboratorium.
Akreditasi puskesmas sangat penting untuk melihat standart kualitas dalam pelayanan Kesehatan, oleh karena itu setiap 3 tahun sekali akan ada Survey Re-Akreditasi Puskesmas. Dalam mempersiapkan survey akreditasi puskesmas perlu pendampingan Kembali untuk tim kelompok kerja. Dikarenakan pandemic COVID-19 sehingga yang dapat dilakukan hanya pendampingan akreditasi. Nilai yang tertera pada capaian realisasi adalah jumlah kumulatif Puskesmas/ Klinik yang terakreditasi s.d Tahun 2020.
Gambar 3. 23 Pendampingan Pasca Akreditasi Puskesmas Kesamben Kulon Tanggal 5 November 2020
46 Gambar 3. 24 Pendampingan Pasca Akreditasi Puskesmas Sidayu Tanggal 12
November 2020
Indikator sasaran kinerja kedua yaitu mengenai Persentase Rumah Sakit yang terakreditasi. Capaian pada indikator ini sebesar 100% dalam skala penilaian kinerja yaitu Sangat tinggi. Capaian tersebut sama dengan tahun lalu dikarenakan target yang ditetapkan pada tahun 2020 sebesar 100% dalam artian dari 19 Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Gresik, seluruh Rumah Sakit tersebut semuanya sudah terakreditasi.
Sebanyak 19 Rumah Sakit sudah terakreditasi, sebagai upaya selanjutnya dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan. Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik memaksimalkan SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu) yang sudah terbentuk di Dinas Kesehatan berupa PSC (Public Safety Center). Sistem ini dapat menghubungkan puskesmas dan Rumah Sakit untuk penanganan gawat darurat.
47 Indikator ke 3 dan ke 4 untuk mencapai sasaran/ kinerja utama 3 yaitu Persentase FKTP dengan nilai SKM (Survey Kepuasan Masyarakat) minimal 80%. Indikator ke 3 ini dapat menggambarkan kualitas pelayanan yang diperoleh masyarakat selama ini. Target tahun 2020 sebesar 100%, realisasi yang dihasilkan pada indikator ini sebesar 93,8%, dari 32 Puskesmas di Kabupaten Gresik, ada 30 puskesmas yang medapatkan nilai SKM diatas 80%. Sehingga capaian yang diperoleh sebesar 93,8%. Dalam skala nilai peringkat kerja adalah Sangat Tinggi. Namun meskipun hasil peringkat kinerja sangat tinggi, masih ada PR untuk mewujudkan dan meningkatkan mutu kualitas pelayanan di 2 Puskesmas yg belum mencapai nilai SKM 80%.
Ada 2 Puskesmas yang berasumsi bahwa terdapat beberapa sasaran masyarakat yang tidak memahami pertanyaan dalam kuesioner, sehingga tindak lanjutnya perlu penjelasan dan pendampingan dari petugas pada saat pengisian kuesioner survey kepuasan masyarakat.
Adapun pada tahun 2020 terdapat indikator baru dalam pengukuran meningkatnya kualitas pelayanan Kesehatan, yakni persentase utilisasi peserta JKN di Puskesmas. Indikator ini mendukung pelaksanaan kegiatan BLUD Puskemas, yang mana dalam pengelolaan keuangannya bersifat lebih fleksibel dari puskesmas yang non BLUD. Sehingga karena pengelolaan keuangan bersifat fleksibilitas dan mandiri, maka diharuskan puskesmas untuk lebih berperan aktif dan gencar untuk memberikan pelayanan Kesehatan. Baik melalui upaya promotive maupun inovasi-inovasi yang dibentuk.
Namun, pada tahun 2020 adalah masa pandemi COVID-19, sehingga target kinerja yang sudah tertuang dalam perjanjian kinerja tidak tercapai. Dari gambar diatas dapat disampaikan bahwa dari target 15%. Persentase utilisasi (penggunaan/ angka kontak) pasien JKN ke puskesmas hanya 7,9% yang berarti capaian kinerja sebesar 52,55 dengan nilai kinerja Rendah. Hal ini disebabkan karena jumlah kunjungan (pelayanan kontak langsung) peserta JKN di FKTP Puskesmas selama pandemic berkurang. Sedangkan karena indicator baru, sehingga pelayanan kontak tidak langsung di entry oleh petugas FKTP karena petugas belum mengetahui bahwa angka kontak harus di entry.
48 Gambar 3. 25 Trend Realisasi Capaian Sasaran 3 (Meningkatnya Kualitas
Pelayanan Kesehatan) Tahun 2016 s.d 2020
Pada Gambar Grafik diatas dapat dijelaskan, bahwa capaian indikator Persentase FKTP Terakreditasi tahun 2020 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Selanjutnya indikator yang ke-2 yaitu persentase RS terakreditasi mengalami peningkatan dari tahun 2016-2020, dan ditahun 2019 Rumah Sakit se-Kabupaten Gresik sudah terakreditasi semua sehingga pada tahun 2020 tidak mengalami kenaikan. Indikator terakhir yaitu persentase FKTP dengan nilai SKM minimal 80% juga mengalami kenaikan dari tahun 2016-2020. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ditahun ke empat dalam mencapai rencana strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Indikator sasaran meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan berhasil.
49 Meningkatnya Kuantitas dan Kualitas Sumber Daya Kesehatan
Sasaran strategis terakhir ini juga merupakan salah satu upaya mencapai tujuan : “Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, ibu dan anak, status gizi, dan pengendalian penyakit secara berkelanjutan didukung pemerataan akses dan mutu pelayanan”.
Untuk mengukur tingkat pencapaian kinerja utama/ sasaran ini dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3. 9 Perbandingan Realisasi Kinerja tahun 2019 dengan tahun 2020 Sasaran Strategis 4
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA
TARGET 2020 REALISASI 2019 2020 1 Meningkatnya Kuantitas dan Kualitas Sumber Daya Kesehatan
Rasio Dokter Spesialis Obgyn Per 100.000 Penduduk
2 2,62 3,24
Rasio Dokter Spesialis Anak 100.000 Penduduk
2 2,39 2,56
Rasio Dokter Umum Per 100.000 Penduduk
71 74,03 83,61
Rasio Bidan Per 100.000 Penduduk
89 83,35 90,47
Rasio Perawat Per 100.000 Penduduk
119 164,38 119,95
Rasio Apoteker Per 100.000 Penduduk
24 26,65 26,46
Persentase Tenaga kesehatan yang memiliki izin
100% 100% 100%
Persentase sarana kefarmasian yang berizin
100% 100% 100%
Sumber : LKj-IP Dinas Kesehatan Kab. Gresik Tahun 2019
SASARAN STRATEGIS 4
50 Tabel 3. 10 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 s.d. Akhir Periode
Renstra Sasaran Strategis 4
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET AKHIR RENSTRA REALISASI 2020 TINGKAT KEMAJUAN 1 Meningkat-nya Kuantitas dan Kualitas Sumber Daya Kesehatan Rasio Dokter Spesialis Obgyn 2 3,24 162% Rasio Dokter Spesialis Anak 2 2,56 128% Rasio Dokter Umum 71 83,61 117,76%
Rasio Bidan Per 100.000 Penduduk
89 90,47 101,65%
Rasio Perawat Per 100.000 Penduduk
120 119,95 99,96%
Rasio Apoteker Per 100.000 Penduduk
25 26,46 105,84%
Persentase
Tenaga kesehatan yang memiliki izin
100% 100% 100%
Persentase sarana kefarmasian yang berizin
100% 100% 100%
51 Gambar 3. 26 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Kuantitas dan Kualitas Sumber Daya Kesehatan (Indikator Rasio Tenaga Kesehatan) Tahun
2020
Sasaran strategis meningkatnya kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan dapat diukur melalui 8 indikator kinerja utama/ sasaran, yang dibagi menjadi dua mengenai indikator Rasio tenaga Kesehatan (Dokter Spesialis Obgyn, Dokter Spesialis Anak, Dokter Umum, Bidan, Perawat, apoteker tiap 100.000 Penduduk) untuk menunjukkan kuantitas SDMK (Sumber Daya Manusia Kesehatan) terhadap jumlah penduduk yang ada di kabupaten Gresik dan indikator Persentase tenaga kesehatan yang memiliki izin serta tenaga kefarmasian yang memiliki izin.
Pada indikator Sub bagian pertama yaitu indikator Rasio tenaga kesehatan. Dapat dilihat dari gambar diatas, bahwa capaian untuk 5 Rasio tersebut sudah mencapai target tahun 2020. Hal itu dapat diketahui bahwa hasil capaian semuanya melebihi 100%. Capaian dokter spesialis obgyn/ kandungan sebesar 162% berdasarkan realisasi sebesar 3,24 per 100.000 penduduk, berarti dari setiap 100.000 penduduk ada 3-4 dokter spesialis Obgyn yang menangani. Capaian Rasio dokter anak sebesar 128% berdasarkan
52 realisasi sebesar 2,56 per 100.000 penduduk, berarti dari setiap 100.000 penduduk ada 2-3 dokter spesialis Anak yang menangani.
Capaian Rasio dokter umum sebesar 117,76% berdasarkan realisasi sebesar 83,61 per 100.000 penduduk, berarti dari setiap 100.000 penduduk ada 84 dokter umum yang menangani. Capaian Rasio Bidan sebesar 102% berdasarkan realisasi sebesar 90,47 per 100.000 penduduk, yang berarti dari setiap 100.000 penduduk ada 90 Bidan yang menangani. Capaian Rasio perawat sebesar 100,8% berdasarkan realisasi sebesar 119,95 per 100.000 penduduk, yang berarti dari setiap 100.000 penduduk ada 120 perawat yang menangani. Terakhir yakni Capaian Rasio apoteker sebesar 110,25% berdasarkan realisasi sebesar 26,46 per 100.000 penduduk, yang berarti dari setiap 100.000 penduduk ada 27 apoteker yang menangani.
Capaian dari indikator rasio tenaga kesehatan sesuai dengan skala nilai peringkat kinerja dapat disimpulkan yaitu Sangat Tinggi. Rasio kecukupan dan kesesuaian antara kebutuhan tenaga kesehatan dengan jumlah penduduk yang sebanyak 1.326.420 jiwa pada tahun 2020 di Kabupaten Gresih sesuai dan memenuhi. Pada Capaian tersebut didukung oleh data jumlah tenaga kesehatan (Dokter Spesialis Obgyn, Dokter Spesialis Anak, Dokter Umum, Bidan, Perawat, dan Apoteker) yang dapat digambarkan melalui gambar diagram berikut ini :
53 Gambar 3. 27 Jumlah Tenaga Kesehatan (Dokter Spesialis Obgyn, Dokter Spesialis Anak, Dokter Umum, Bidan, Perawat, dan Apoteker) Tahun 2020
Diagram diatas dapat dijelaskan bahwa jumlah dokter spesialis kandungan yang ada di Kabupaten Gresik ada 43 Dokter, Dokter spesialis anak sebanyak 34 Dokter, Dokter umum sebanyak 1109 Dokter, Bidan sebanyak 1.200, Perawat sebanyak 1.591 dan Tenaga Apoteker sebanyak 351 Apoteker. Untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian pada tahun selanjutnya di indikator rasio tenaga kesehatan, terdapat beberapa upaya yang sudah dilaksanakan peningkatan jumlah anggota di organisasi profesi, selain itu karena koordinasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dengan Organisasi Profesi sehingga kesadaran mereka untuk mengurus surat izin juga meningkat.
Indikator selanjutnya yang mendukung keberhasilan pencapaian
sasaran /kinerja utama ke 4 ini yaitu persentase tenaga kesehatan yang berizin dan persentase sarana kefarmasian yang berizin. Untuk keberhasilan dari kedua indikator tersebut dapat dilihat dari diagram batang berikut ini :