• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III.AKUNTABILITAS KINERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III.AKUNTABILITAS KINERJA"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

(1)

19

BAB III.AKUNTABILITAS KINERJA

Dalam tahun anggaran 2014, Sekretariat Badan Penelitian dan

Pengembangan Pertanian telah menetapkan 5 (lima) sasaran yang akan

dicapai. Ke lima sasaran tersebut yaitu : (1) Terwujudnya program dan

anggaran yang berbasis kinerja menuju laporan kinerja yang akuntabel

serta data dan informasi manajemen yang akurat; (2) Tersedianya SDM

sesuai kapasitas, kualitas, profesionalisme dan mendukung pelaksanaan

kegiatan litbang pertanian; (3) Terwujudnya laporan Pengelolaan Barang

Milik Negara dan Keuangan dengan opini wajar tanpa pengecualian; (4)

Terselenggaranya pengelolaan kerja sama dalam negeri/luar negeri; (5)

Terwujudnya perlindungan invensi hasil litbang pertanian dan alih

teknologi. Ke lima sasaran tersebut selanjutnya diukur dengan 23(dua

puluh tiga) indikator kinerja. Realisasi sampai akhir tahun 2014

menunjukkan bahwa kelima sasaran tersebut dapat tercapai dengan baik,

dengan capaian melebihi 100%.

A.

PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2014

Pengukuran tingkat capaian kinerja Sekretariat Badan Penelitian dan

Pengembangan Pertanian Tahun 2014 dilakukan dengan cara

membandingkan antara target indikator kinerja sasaran dengan

realisasinya. Rincian tingkat capaian kinerja masing-masing indikator

sasaran tersebut dapat diilustrasikan dalam tabel 4 sebagaimana tertera di

bawah ini.

Dilihat dari hasil tabel 4 tersebut, kinerja Sekretariat Badan Penelitian dan

Pengembangan Pertanian tahun 2014secara umum menunjukkan

keberhasilan dengan tercapainya setiap indikator kinerja sebagaimana

telah ditetapkan pada tahun 2014 awal.

(2)

20

No SASARAN INDIKATOR KINERJA

URAIAN TARGET CAPAIAN %

1. Terwujudnya program dan anggaran yang berbasis kinerja menuju laporan kinerja yang akuntabel serta data dan informasi manajemen akurat

-

Jumlah dokumen perencana

-

Jumlah laporan hasil pemantauan dan pelaksanaan program

-

Jumlah buku statistik penelitian pertanian

-

Jumlah sistem informasi manajemen penelitian pertanian

-

Jumlah data base pertanian 14 laporan 34 Laporan 1 judul 1 sistem informasi 1 data base 14 laporan 34 Laporan 1judul 1 sistem informasi 1 data base 100 100 100 100 100 2. Tersedianya SDM sesuai kapasitas, kualitas, profesionalisme dan kompetensi SDM mendukung pelaksanaan kegiatan litbang pertanian

-

Jumlah SDM yang mengikuti S3, S2, S1, training dan scientific exchange

-

Jumlah SDM Fungsional peneliti yang mendukung Litbang Pertanian

-

Jumlah Peneliti Utama yang diusulkan menjadi Prof Riset

-

Jumlah pegawai dengan jabatan fungsional non 1795 orang 1783 orang 12 orang 1225 orang 1529 orang 1895 orang 6 orang 1209 orang 85,20 106,3 50 98,7

(3)

21

peneliti

-

Jumlah nama jabatan sesuai profesi

-

Jumlah pegawai yang diusulkan naik pangkat 100 jabatan 700 orang 117 jabatan 638 orang 117 91,14 3. Terwujudnya laporan keuangan dengan opini wajar tanpa pengecualian serta Pengelolaan Barang Milik Negara sesuai ketentuan yang berlaku

-

Jumlah pengadaan barang/jasa

-

Prosentase Laporan Keuangan (LK) yang sesuai dengan Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP)

-

Jumlah data sumber daya potensi Kebun Percobaan dan Laboratorium Badan Litbang Pertanian

-

Jumlah tanggapan dan tindak lanjut LHP lingkup Badan Litbang Pertanian

-

Jumlah UK/UPT yang mengelola inventarisasi BMN secara tertib 20 kontrak 2 laporan 1 data 40 LHP 35 UK/UPT 20 kontrak 2 laporan 1 data 69 LHP 48 UK/UPT 100 100 100 172,5 137

(4)

22

B.

ANALISIS CAPAIAN KINERJA

Analisis dan evaluasi capaian kinerja tahun 2014 Sekretariat Badan

Penelitian dan Pengembangan Pertanian dapat dijelaskan sebagai berikut :

Sasaran 1 :

Terwujudnya program dan anggaran yang berbasis

kinerja menuju laporan kinerja yang akuntabel serta

data dan informasi manajemen yang akurat

sama dalam negeri / luar negeri posisi DELRI

-

Jumlah kerja sama kemitraan dengan perguruan tinggi, Pemerintah, LSM, Swasta, Lembaga Riset Luar Negeri dan Dalam Negeri

-

Jumlah layanan informasi teknologi Badan Litbang Pertanian 225 kerja sama 1 paket 601 kerja sama 1 paket 267 100 5 Terwujudnya perlindungan invensi hasil penelitian dan pengembangan pertanian dan alih teknologi

-

Jumlah rekomendasi dan requlasipengelola an HKI dan Alih Teknologi

-

Jumlah invensi yang terpelihara perlindungan HKI

-

Jumlah naskah perjanjian kerjasama lisensi 2 rekomendasi 45 invensi 15 lisensi 4 rekomendasi 102 invensi 17 lisensi 200 226,6 113,3

(5)

23

Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan 5 (lima) indikator kinerja.

Adapun pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja dapat

digambarkan dalam tabel 5 sebagai berikut:

Tabel 5. Capaian Kinerja Sasaran 1

No Indikator Kinerja Target Realisasi %

a. Jumlah dokumen perencanaan 14 laporan 14 laporan 100

b. Jumlah laporan hasil pemantauan dan pelaksanaan program

34 laporan 34 laporan 100

c. Jumlah buku statistik penelitian pertanian 1 judul 1 judul 100

d. Jumlah sistem informasi manajemen penelitian pertanian

1 sistem 1 sistem 100

e. Jumlah data base pertanian 1 data 1 data 100

Adapun penjelasan pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja

pada tabel 5 dapat digambarkan sebagai berikut:

a. Indikator kinerja yang berupa dokumen perencanaan berjumlah 14

dokumen yang dihasilkan dari mekanisme Perencanaan Penelitian dan

Pengembangan Pertanian. Mekanisme umum perencanaan penelitian

dan pengembangan pertanian adalah sebagai berikut:

1)

Perencanaan dan penetapan kegiatan penelitian dan

pengembangan pertanian Badan Litbang Pertanian, secara

umum mengikuti tahapan dan siklus perencanaan program dan

anggaran pemerintah No. 44 tahun 2011, dengan mengacu

pada kebijakan pembangunan pertanian (Renstra Kementerian

Pertanian)

2)

UK/UPT menyusun RPTP/RDHP sesuai dengan target output

yang telah ditetapkan dalam RPJM dan Renstra Badan Litbang

Pertanian Pedoman Umum Perencanaan Penelitian dan

Pengembangan Pertanian

3)

RPTP/RDHP dievaluasi tiap tahun dan dapat disesuaikan apabila

ada perubahan kebijakan dan lingkungan strategis

4)

Penyusunan dan pembahasan RPTP/RDHP dilakukan secara

berjenjang dengan melibatkan pakar di masing - masing

UK/UPT, dan bila dianggap perlu dapat melibatkan berbagai

(6)

24

untuk dievaluasi lebih lanjut.

5)

Kepala Pusat/Puslitbang/BB akan mempresentasikan Rencana

Kinerja Tahunan (RKT) untuk dibahas di tingkat Badan Litbang

Pertanian dalam rangka penajaman program atau refocusing

program litbang pertanian.

6)

Kepala Badan menyetujui Rencana Kinerja Tahunan (RKT) yang

akan dilakukan oleh masing-masing Pusat/Puslitbang/BB

Hasil penyusunan RPTP/RDHP, digunakan sebagai salah satu dasar

dalam penyusunan rencana anggaran, yang diawali dengan

penyusunan Rencana Kerja Badan Litbang Pertanian sesuai dengan

pagu indikatif, penyusunan konsep nota keuangan, penetapan pagu

anggaran dan alokasi anggaran, penelaahan RKA-KL, sampai dengan

diterbitkannya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang

dijabarkan lebih rinci dalam Petunjuk Operasional Kegiatan (POK).

Mekanisme umum perencanaan program dan anggaran penelitian dan

pengembangan pertanian disajikan pada Gambar 1.

(7)

25

Gambar 1. Mekanisme umum perencanaan program dan anggaran

litbang pertanian.

Berdasarkan Mekanisme umum perencanaan penelitian dan

pengembangan pertanian tersebut pada tahun 2014 dihasilkan 14

dokumen perencanaan yang meliputi :

1)

Draft Rencana Strategis (Renstra) Badan Litbang Pertanian TA.

2015-2019

2)

Dokumen Rencana Kinerja Tahunan lingkup Badan Litbang

Pertanian TA. 2015

3)

Dokumen Penetapan Kinerja lingkup Badan Litbang Pertanian

TA. 2014 beserta revisinya

(8)

26

5)

Dokumen I-Program TA. 2015 (soft file)

6)

Dokumen revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)

lingkup UK/UPT TA. 2014 beserta revisinya

7)

Dokumen revisi Petunjuk Operasional Perkantoran (POK)

lingkup UK/UPT TA. 2014 beserta revisinya

8)

Dokumen rekap Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian

Negara/Lembaga (RKAKL) pagu sementara lingkup UK/UPT

tahun 2015

9)

Dokumen rekap Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian

Negara/Lembaga (RKAKL) pagu definitif lingkup UK/UPT tahun

2015

10) Dokumen Evaluasi Proposal TA. 2015

11) Dokumen Raker I dengan judul ”Bridging Rencana Strategis dan

Tata Kelola Litbang Pertanian 2010-2014 ke 2015-2019”

12) Draft Model dan Peta Pengembangan Kawasan Pertanian

Bioindustri Berkelanjutan

13) Draft Indonesian Agricultural Research and Development

Outlook 2030 (IARDO 2030)

14) Draft Agenda Riset Nasional Komisi Pangan dan Pertanian

2015-2019

Walaupun pencapaian indikator kinerja ”jumlah dokumen

perencanaan” telah mencapai 100 %, namun demikian substansi

yang terkandung dalam dokumen perencanaan itu agak berbeda dari

tahun lalu (2013), seperti pada raker, dimana tahun 2014 ini hanya

diadakan 1 (satu) kali dan terdapat 2 (dua) penambahan kegiatan

yaitu Model dan Peta Pengembangan Kawasan Pertanian Bioindustri

Berkelanjutan dan Indonesian Agricultural Research and Development

Outlook 2030 (IARDO 2030) serta pengurangan kegiatan Perbaikan

Kebijakan Sistem Perbenihan dan Rapat Kerja II.

(9)

27

Setelah menghasilkan 14 dokumen laporan perencanaan tersebut,

diharapkan dokumen tersebut dapat dijadikan acuan/landasan bagi

UK/UPT dalam menyusun program dan kegiatan masing-masing

UK/UPT sehingga sesuai dengan tujuan, visi, misi dan perannya

Badan Litbang Pertanian yang merupakan salah satu wakil dari

Kementerian Pertanian dimana selain memiliki kegiatan-kegiatan yang

mendukung tupoksinya juga harus memiliki kegiatan yang

mendukung 4 target sukses Kementerian Pertanian.

(10)

28

Tabel 6. Hasil perbandingan capaian kinerja antara tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada tabel berikut :

Jenis

Laporan Target Realisasi % Target Realisasi 2010 2011 % Target Realisasi 2012 % Target Realisasi 2013 % Target Realisasi 2014 % Jumlah

dokumen Perencanaan

- - - 14 lap 14 lap 100 14 lap 14 lap 100 14 lap 14 lap 100 14 lap 14 lap 100

(11)

29

b. Indikator kinerja sasaran untuk jumlah laporan hasil pemantauan dan

pelaksanaan program yang telah ditargetkan 34 laporan dalam Tahun

2014 telah dapat direalisasikan sebesar 100% (berhasil). Adapun

rincian per jenis laporan tersebut adalah 1) Laporan bulanan Badan

Penelitian dan Pengembangan Pertanian dari target 12 laporan,

terealisasi 12 laporan (100%); 2) Laporan kegiatan Kepala Badan

Penelitian dan Pengembangan Pertanian dari target 12 laporan,

terealisasi 12 laporan (100%); 3) Laporan perkembangan

pelaksanaan program dan kegiatan Badan Penelitian dan

Pengembangan Pertanian dari target 4 laporan, terealisasi 4 laporan

(100%); 4) Laporan kegiatan utama Badan Penelitian dan

Pengembangan Pertanian dari target 4 laporan, terealisasi 4 laporan

(100%); 5) LAKIP Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

tahun 2014 target 1 laporan, terealisasi 1 laporan (100%); 6) Laporan

Sistem Pengendalian Intern (SPI) Badan Penelitian dan

Pengembangan Pertanian target 1 laporan, terealisasi 1 laporan

(100%).

Berdasarkan capaian hasil kegiatan diatas, realisasi pada tahun 2014

telah mencapai target dimana dari 34 laporan telah tercapai 34

laporan (100%). Dualaporan, yaitu LAKIP dan Laporan Sistem

Pengendalian Intern (SPI) Badan Penelitian dan Pengembangan

Pertanian, adalah laporan yang diselesaikan paling terakhir diantara

semua jenis laporan. Hal ini disebabkan LAKIP dan Laporan Sistem

Pengendalian Intern (SPI) Badan Penelitian dan Pengembangan

Pertanian tersusun di awal tahun 2015.

(12)

30

Tabel 7. Hasil perbandingan capaian kinerja antara tahun 2011 – 2014 dapat dilihat pada tabel berikut :

Jenis Laporan Target Realisasi 2011 % Jenis Laporan Target Realisasi 2012 % Jenis Laporan Target 2013 Realisasi % Target Realisasi 2014 % Jumlah

laporan Sistem Pengendalian Intern (SPI)

1 lap 1 lap 100 Jumlah laporan hasil pemantauan dan pelaksanaan program

34 lap 41 lap 100 Laporan bulanan Badan Litbang Pertanian 12 lap 12 lap 100 12 lap 12 lap 100 Laporan kegiatan Kepala Badan Litbang Pertanian 12 lap 12 lap 100 12 lap 12 lap 100 Laporan perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan Badan Litbang Pertanian

4 lap 4 lap 100 4 lap 4 lap 100

Laporan kegiatan

utama Badan

Litbang Pertanian

4 lap 4 lap 100 4 lap 4 lap 100

LAKIP Badan

Litbang Pertanian tahun 2012

1 lap 1 lap 100 1 lap 1 lap 100

Laporan SPI Badan Litbang Pertanian

1 lap 1 lap 100 1 lap 1 lap 100

(13)

31

Capaian kinerja yang mencapai target tersebut tetaplah masih

menyisakan kendala-kendala seperti:

1. Dalam menyusun laporan bulanan Badan litbang Pertanian yang

digunakan sebagai bahan Rapim Kementan, bahasa yang

digunakan masih terlalu teknis sehingga sukar dipahami. Dalam

beberapa kesempatan pertemuan dengan UK/UPT lingkup Badan

Litbang pertanian, telah disampaikan agar laporan tersebut

disusun dengan bahasa semi popular.

2. Pengumpulan data dalam penyusunan laporan kegiatan Kepala

Badan Litbang sedikit terhambat karena penyampaian data dari

UK/UPT terkait sering terlambat dari deadline yang ditentukan.

Upaya-upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi kendala yang

terjadi, antara lain dengan meningkatkan intensitas koordinasi dengan

UK/UPT dan pembuat aplikasi, baik dalam forum pertemuan atau

surat formal ataupun melalui sarana informal dengan menggunakan

perangkat telepon, email ataupun sms.

Namun dibalik kendala yang ada, tercapainya kinerja dipengaruhi oleh

beberapa faktor internal Antara lain :

1. Adanya koordinasi yang sangat baik antara sekretariat sebagai

eselon II Pembina/koordinator dengan UK/UPT di lingkup Badan

Litbang Pertanian.

2. Sarana dan prasarana telah cukup memadai untuk mendukung

kegiatan seperti fasilitas komputer, jaringan internet, ruangan ber

AC, kendaraan dll.

Sedangkan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi keberhasilan

kegiatan antara lain adalah telah terjalinnya komunikasi dan

koordinasi yang cukup baik dengan instansi terkait, baik di lingkup

Kementerian Pertanian, seperti Ditjen/Itjen/Badan, maupun instansi di

luar Kementerian Pertanian seperti Kementerian PAN-RB,

DJA-Kemenkeu dan Bappenas.

c. Dilihat dari hasil kinerjatahun 2014, secara umum menunjukkan hasil

yang baik dan telah mencapai keberhasilan sebagaimana telah

(14)

32

penelitian pertanian, 1 data base pertanian meliputi data hasil-hasil

penelitian (varietas, teknologi, produk, kebijakan, rekomendasi), data

profil SDM Badan Litbang Pertanian, dan data artikel inovasi teknologi

pertanian dan Jumlah informasi manajemen penelitian pertanian.

Setelah menghasilkan 1 buku statistik penelitian pertanian dan 1 data

base pertanian tersebut, diharapkan pengguna dapat menggunakan

data tersebut sebagai acuan dalam penyusunan program dan

kegiatan masing-masing.

Walaupun pencapaian UK/UPT sehingga sesuai dengan tujuan, visi,

misi dan peran Badan Litbang Pertanian dalam mendukung

pencapaian 4 target sukses Kementerian Pertanian, namun terdapat

beberapa kendala diantaranya berupa distribusi data dari UK/UPT

lingkup Badan Litbang Pertanian sebagai sumber data belum berjalan

dengan tepat waktu sehingga data untuk artikel inovasi teknologi

kadang-kadang terlambat untuk ditayangkan. Solusi yang dilakukan

adalah dengan secara rutin adalah menghubungi UK/UPT lingkup

Badan Litbang Pertanian agar menyampaikan data yang diperlukan

secara tepat waktu.

(15)

33

Tabel 8. Hasil perbandingan capaian kinerja antara tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada tabel berikut :

Jenis

Laporan Target Realisasi % Target Realisasi 2010 2011 % Target Realisasi 2012 % Target Realisasi 2013 % Target Realisasi 2014 % Jumlah buku statistik penelitian pertanian - - - 1 buku 1 buku 100 1 buku 1 buku 100 1 judul 1 judul 100 1 judul 1 judul 100 Jumlah - 100 100 100 100

(16)

34

komunikasi di Badan Litbang Pertanian dalam mendukung manajemen

penelitian dan pengembangan pertanian (aplikasi, database dan

website). Sistem Informasi meliputi kumpulan teknologi informasi dan

komunikasi yang dimanfaatkan oleh orang untuk mendukung kegiatan

manajemen.

Sistem

informasi

manajemen

penelitian

pertaniandiharapkan dapat menjadi acuan bagi UK/UPT dalam

penyusunan program dan kegiatan masing-masing sehingga sesuai

dengan tujuan, visi, misi dan peran Badan Litbang Pertanian dalam

mendukung pencapaian 4 target sukses Kementerian Pertanian.

(17)

35

Tabel 9. Hasil perbandingan capaian kinerja antara tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada tabel berikut :

Jenis

Laporan Target Realisasi % Target Realisasi % 2010 2011 Target 2012 Realisasi % Target 2013 Realisasi % Target 2014 Realisasi % Jumlah sistem informasi manajemen penelitian pertanian - - - 1 sistem informasi 1 sistem informasi 100 1 sistem informasi 1 sistem informasi 100 1 sistem informasi 1 sistem informasi 100 Jumlah - - 100 100 100

(18)

36

hasil penelitian Badan Litbang Pertanian yang disajikan dalam situs

web. Diantaranya: database varietas, teknologi, alsintan dan produk.

Publikasi diantara: artikel, jurnal, prosiding dll.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan yaitu:

1. Setiap hasil terbarukan dari UK/UPT disampaikan dengan cepat ke

Badan Litbang Pertanian.

2. Jaringan data dan informasi di masing-masing satuan kerja.

3. Insfrastruktur (sarana dan prasarana) yang baik.

4. SDM yang memadai.

Walaupun pencapaian indikator kinerja sasaran telah mencapai 100%

namun terdapat kendala yaitu perubahan kebijakan dari level

manajement.

Pada tahun 2014 jumlah pengunjung yang mengunjungi web Badan

Litbang Pertanian sebanyak 16.394orang. Web Badan Litbang

diharapkan agar dapat menjadi sumber ilmu bagi masyarakat pada

umumnya dan petani pada khususnya dalam mencari informasi

terbaru tentang pertanian.

(19)

37

Tabel 10. Hasil perbandingan capaian kinerja antara tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada tabel berikut:

Jenis

Laporan Target Realisasi % Target Realisasi 2010 2011 % Target 2012 Realisasi % Target 2013 Realisasi % Target 2014 Realisasi % Jumlah

data base pertanian

- - - 1 data 1 data 100 1 data

base 1 data base 100 1 data base 1 data base 100 1 data base 1 data base 100 Jumlah - 100 100 100 100

(20)

38

profesional

dan

kompetensi

untuk

mendukung

pelaksanaan kegiatan litbang pertanian

Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan 5 (lima) indikator kinerja.

Adapun pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja dapat

digambarkan dalam tabel 11 sebagai berikut:

Tabel 11. Capaian Kinerja Sasaran 2

Adapun penjelasan pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja

pada tabel 11 dapat digambarkan sebagai berikut:

a. Dari hasil indikator kinerja diatas dapat dilihat bahwa, Jumlah SDM

yang mengikuti S3, S2, S1, Training dan Scientific Exchange tahun

2014 secara umum belum menunjukkan hasil sebagaimana telah

ditetapkan pada tahun 2014, dari target yang ditetapkan sejumlah

1.795 orang baru tercapai realisasi sejumlah 1.529 orang. Pencapaian

sebesar 85,20%, hal ini dikarenakan dari total anggaran 27 Miliar

untuk pengembangan SDM ada penghematan anggaran menjadi 25

Miliar. Dengan adanya pengurangan ini maka target jumlah pegawai

yang mengikuti S3, S2, S1 dikurangi demikian juga kegiatan training

dikurangi target pesertanya. Selain itu, karena adanya pendanaan

No Indikator Kinerja Target Realisasi %

a. Jumlah SDM yang mengikuti S3, S2, S1, training dan scientific exchange

1795 orang

1529 org 85,20 b. Jumlah SDM Fungsional peneliti yang mendukung

Litbang Pertanian

1783 orang

1895 orang 106,3 c. Jumlah Peneliti Utama yang diusulkan menjadi Prof

Riset

12 orang

6 orang 50

d. Jumlah pegawai dengan jabatan fungsional non peneliti

1225 orang

1209 orang 98,7

e. Jumlah kompetensi jabatan sesuai profesi 100

jabatan

117 jabatan 117

f. Jumlah pegawai yang diusulkan naik pangkat 700

orang

(21)

39

dari proyek SMARTD, petugas belajar luar negeri tahun 2014 dan

kegiatan diluar negeri lainnya (training jangka panjang dan jangka

pendek) melalui program tersebut. Sedangkan kegiatan scientific

exchange (SE) tetap. Berdasarkan hasil dari capaian 85,20% tercatat

sebanyak 264 orang petugas belajar dalam negeri dan sebanyak 17

orang petugas belajar luar negeri, sehingga total 281 orang.

Sedangkan untuk training/kegiatan non gelar tercatat sebanyak 1.209

orang mengikuti training dalam negeri. Untuk kegiatan scientific

exchange (SE) atau pertukaran ilmiah pada tahun 2014 ditugaskan

sebanyak 39 orang peserta yang dilaksanakan di beberapa Negara

untuk mengikuti workshop, konferensi, kunjungan ke lembaga

pertanian lain, dan sebagai anggota Delegasi RI untuk menghadiri

pertemuan international.

(22)

40

Tabel 12. Hasil perbandingan capaian kinerja antara tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada tabel berikut:

Jenis Laporan 2010 2011 2012 2013 2014

Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi %

Jumlah SDM yang mengikuti S3, S2, S1, training dan scientific exchangepada tahun 2013 - - - 250 org 1908 org 750 430 org 1525 org 354,6 1400 org 1760 org 125,71 1.795 org 1.529 85,20 Jumlah - 750 354,6 125,71 85,20

(23)

41

b. Jumlah SDM Fungsional peneliti yang mendukung Litbang Pertanian.

Pada tahun 2014 jumlah SDM fungsional peneliti yang mendukung

Litbang pertanian secara umum menunjukkan hasil yang sesuai

sebagaimana telah ditetapkan pada tahun 2014. Dari 1783 orang

terealisasi 1895 orang atau 106,3%.

(24)

42

Tabel 13. Hasil perbandingan capaian kinerja antara tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada tabel berikut:

Jenis Laporan 2010 2011 2012 2013 2014

Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi %

Jumlah SDM Fungsional peneliti yang mendukung Litbang Pertanian - - - 2269 org 2669

org 125 1724 org 1725 org 100,06 1778 org 1766 org 99,33 1783 org 1895 org 106,3

(25)

43

c.

Jumlah Peneliti Utama yang diusulkan menjadi Prof Riset. Realisasi

jumlah peneliti utama yang diusulkan menjadi Profesor Riset tahun

2014 tidak memenuhi target karena pada tahun 2014 hanya 6 orang

fungsional peneliti yang mengusulkan untuk dikukuhkan menjadi

profesor riset .

(26)

44

Tabel 14. Hasil perbandingan capaian kinerja antara tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada tabel berikut :

Jenis Laporan 2010 2011 2012 2013 2014

Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi %

Jumlah Peneliti Utama yang diusulkan menjadi Prof Riset

- - - 12 org 9 org 75 12 org 9 org 75 12 org 6 org 50

(27)

45

d. Jumlah pegawai dengan jabatan fungsional non peneliti

Dilihat dari hasil tabel indikator kinerja, persentase Fungsional yang

mendukung Badan Litbang Pertanian tahun 2014 secara umum

menunjukkan hasil yang telah sesuai sebagaimana ditetapkan pada

tahun 2014. Jumlah Pejabat Fungsional Badan Litbang Pertanian

Tahun 2014 adalah 3104 orang seluruhnya mendukung kegiatan

penelitian dan pengembangan pertanian. Adapun jabatan fungsional

non-peneliti yang mendukung Badan Litbang Pertanian adalah: 1)

Perekayasa, 2) Penyuluh; 3) Teknisi Litkayasa; 4) Pustakawan; 5)

Arsiparis; 6) Pranata Humas; 7) Pranata Komputer; 8) Statistisi; 9)

Analis Kepegawaian; dan 10) Perencana.

Kurangnya pencapaian target disebabkan oleh :

1. Ada beberapa non peneliti yang dibebaskan dari jabatannya.

2. Tidak adanya penambahan pegawai baru selama 3 tahun.

(28)

46

Tabel 15. Hasil perbandingan capaian kinerja antara tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada tabel berikut:

Jenis Laporan 2010 2011 2012 2013 2014

Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi %

Jumlah pegawai dengan jabatan fungsional non peneliti - - - 969 org 1042 org 107,53 1025 org 1193 org 116,39 1225 org 1209 org 98,7 Jumlah - - 107,53 116,39 98,7

(29)

47

e. Jumlah kompetensi jabatan sesuai profesi

Dilihat dari hasil tabel indikator kinerja, jumlah kompetensi jabatan

sesuai profesi secara umum menunjukkan hasil yang relatif baik dan

telah mencapai keberhasilan diatas 100% sebagaimana telah

ditetapkan pada tahun 2014.

Keberhasilan kompetensi jabatan sesuai profesi didukung oleh:

1) Jumlah nama jabatan struktural sebanyak 319 jabatan yang telah

di inventarisir pada tahun lalu sehingga pada tahun ini tidak

ditetapkan sebagai target.

2) Jumlah nama jabatan fungsional tertentu sebanyak 52 jabatan

yang merupakan target capaian pada tahun ini setelah

diinventarisir ternyata tidak mencapai 100 jabatan.

3) Jumlah nama jabatan fungsional umum telah diinventarisir

sebanyak 138 jabatan namun terdapat nama jabatan yang belum

sesuai sebanyak 80 jabatan, sehingga nama jabatan yang sesuai

dengan Permentan 865/Kpts/OT.140/8/2014 adalah sejumlah 58

jabatan.

4) Jumlah penggabungan nama jabatan fungsional tertentu dan

jabatan fungsional umum setelah digabungkan mencapai

sejumlah 117 jabatan dan menjadikannya mampu melebihi target

capaian.

Walaupun komptensi jabatan ini melebihi target, tetap ditemui

kendala-kendala seperti:

1) Pemahaman yang masih kurang baik dari eselon I maupun

UK/UPT.

2) Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan kompetensi ini relative

singkat, sehingga kompetensi jabatan fungsional tertentu dan

jabatan fungsional umum belum dilaksanakan.

(30)

48

Tabel 16. Hasil perbandingan capaian kinerja antara tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada tabel berikut:

Jenis Laporan 2010 2011 2012 2013 2014

Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi %

Jumlah kompetensi jabatan sesuai profesi - - - 50 jab 71 jab 142 100 jabatan 71 jabatan 71 100 jabatan 117 jabatan 117 Jumlah - - 142 71 117

(31)

49

f. Jumlah pegawai yang diusulkan naik pangkat

Realisasi jumlah pegawai yang diusulkan naik pangkat belum

memenuhi target di tahun 2014 ini dikarenakan dipindahkannya mulai

tahun 2015 untuk alur usulan kenaikan pangkat golongan III/b

kebawah melalui Kantor Regional (Kanreg) sesuai kebijakan dari Biro

Organisasi dan Kepegawaian dalam Permentan Nomor 10 Tahun 2010.

(32)

50

Tabel 17. Hasil perbandingan capaian kinerja antara tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada tabel berikut:

Jenis Laporan 2010 2011 2012 2013 2014

Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi %

Jumlah pegawai yang diusulkan naik pangkat - - - 700 orang 638 91,4 Jumlah - - - - 91,4

(33)

51

Sasaran 3 :

Terwujudnya laporan keuangan dengan opini wajar

tanpa pengecualian serta pengelolaan Barang Milik

Negara sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan 5 (lima) indikator kinerja

sebagaimana tercantum dalam tabel 18 berikut

Tabel 18. Capaian Kinerja Sasaran 3

Adapun penjelasan pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja

pada tabel 18 dapat digambarkan sebagai berikut:

a. Dilihat dari tabel diatas terlihat bahwa realisasi yang dicapai Sekretariat

Badan Litbang Pertanian tahun 2014 tentang jumlah pengadaan

barang/jasa pemerintah dari target 20 kontrak tercapai realisasi 100%

namun demikian dari pengadaan yang sudah di kontrak belum semua

selesai pada akhir bulan Desember 2014, yaitu Pembangunan/Renovasi

Gedung dan Bangunan yang dibiaya LOAN SMARTD WORLD BANK, hal ini

tidak masalah karena dana bantuan World Bank dapat diluncurkan ke

tahun anggaran berikutnya.

No Indikator Kinerja Target Realisasi %

a. Jumlah pengadaan barang / jasa 20 kontrak 20 kontrak 100

b. Prosentase Laporan Keuangan (LK) yang sesuai dengan Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP)

2 laporan 2 laporan 100

c. Jumlah data sumber daya potensial Kebun Percobaan dan Laboratorium Badan Litbang Pertanian

1 data 1 data 100

d. Jumlah tanggapan dan tindak lanjut LHP lingkup Badan Litbang Pertanian

40 LHP 69 LHP 172,5

e. Jumlah UK/UPT yang mengelola inventarisasi BMN secara tertib

(34)

52

Pengadaan BMN serta secara teknis mengacu pada Peraturan Presiden

Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 dan perubahannya tentang

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan pedoman pengadaan

barang/jasa dari World Bank. Sekretariat Badan Litbang Pertanian pada

Tahun 2014 anggaran pengadaan barang/jasa sebesar Rp.

168.338.126.000,- baik di danai dari APBN maupun World Bank, dengan

realisasi pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah yang telah

dilaksanakan dengan total kontrak sebesar Rp. 122.999.558.096,- dengan

rincian pada tabel 19.

Tabel 19. Rincian Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2014

No Nama Pengadaan Pagu (Rp) Nilai Kontrak (Rp)

1 2 3 4

Sekretariat Badan Litbang

I Pengadaan alat pengolah data dan komunikasi 600.000.000 460.444.050

1 Pekerjaan Pengadaan Alat Pengolah Data 500.000.000 372.096.450

100.000.000 88.347.600

2 Pekerjaan Jasa Konsultasi Perencanaan Renovasi Gedung TP2I 44.550.000 3 Pekerjaan Jasa Konsultasi Perencanaan Renovasi Gedung

SMARTD 43.797.600

SMARTD

II Pengadaan Peralatan /Perlengkapan Perkantoran 52.360.168.000 41.208.128.000

4 Pekerjaan Pengadaan Alat Laboratorium Nano 51.860.168.000 31.399.925.400 5 Pengadaan peralatan pendukung perkantoran BPTP Jambi (SMARTD) 9.461.782.000 6 Pekerjaan Pengadaan Peralatan Kantor 500.000.000 346.420.800

III Pembangunan Gedung, Renovasi Laboratorium dan

Kebun percobaan 115.377.958.000 81.330. 985.846

7 Pekerjaan Construction of Nano Food Laboratory (A) 5.167.195.000 4.769.095.320 8 Pembangunan Laboratorium Terpadu Balittra (B) 6.580.947.000 6.386.911.560 Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Laboratorium Terpadu Balai

Penelitian Pertanian Lahan Rawa 6.138.000.000

(35)

53

laboratorium terpadu Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Pekerjaan jasa konsultasi pengawasan pembangunan laboratorium terpadu Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

132.103.800 8 Pembangunan Laboratorium terpadu Balitpalma (c) 5.881.943.000 5.700.000.000 9 Renovasi dan Pembangunan Laboratorium Terpadu dan Gedung

Kantor Balitsa (D) 7.909.911.000 6.171.726.436

Pekerjaan Construction of Integrated Laboratory and Office

Building IVEGRI

5.929.176.436

Pekerjaan JASA KONSULTANSI PERENCANAANConstruction of Integrated Laboratory and Office Building IVEGRI 44.550.000 Pekerjaan Jasa KonsultansiPengawasan Construction of Integrated Laboratory and Office Building IVEGRI

198.000.000

10 Pembangunan Laboratorium Terpadu Balittas (E) 4.643.792.000 7.363.599.390 Pekerjaan Jasa Konsultasi Perencanaan Pembangunan

Laboratorium Terpadu Balittas 182.178.000

Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Laboratorium Terpadu Balittas 7.181.421.390 11 Pembangunan Laboratorium Bank Gen BB Biogen (F) 8.795.000.000 8.377.098.300

Pekerjaan Jasa Konsultasi Perencanaan Pembangunan Bank

Gen BB Biogen 309.172.500

Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Bank Gen BB-Biogen 7.881.058.800 Pekerjaan Jasa Konsultasi Pengawasan Pembangunan Bank

Gen BB-Biogen 186.867.000

12 Pembangunan Gedung Kantor dan Infrastruktur BPTP Jambi (G) 1.323.373.000 9.899.289.180

Pekerjaan Jasa Konsultasi Perencanaan Pembangunan Gedung

Kantor dan Infrastruktur BPTP Jambi 313.236.000

Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Gedung Kantor dan Infrastruktur

BPTP Jambi 9.367.164.180

Pekerjaan Jasa Konsultasi Pengawasan Pembangunan Gedung

Kantor dan Infrastruktur BPTP Jambi 218.889.000

13 Pembangunan Gedung kantor dan Infrastruktur BPTP Sulawesi Utara

(H) 17.889.168.000

5.994.356.000 Pembangunan gedung kantor dan infrastruktur BPTP Sulawesi Utara 9.000.388.000 -

(36)

54

14 Housing Kebun Percobaan BPTP

Papua Barat (I) 13.350.547.000 592.812.000

Pekerjaan Jasa Konsultasi

Perencanaan Pembangunan Gedung Kantor, Perumahan dan Sarana Kebun Percobaan BPTP Papua Barat

592.812.000

15 Pembangunan Gedung Kantor dan Infrastruktur Pusat Produksi Benih

Buah Tropika Subang (J) 16.443.969.000 9.240.090.300

Pekerjaan Construction of Office Buildings and Infrastructure of Center of Production of Tropical Fruits Subang - West Java

9.240.090.300 16 Pembangunan Infrastruktur KP Jakenan Balingtan (K) 5.559.188.000 5.209.720.560

Pekerjaan Construction of Jakenan Research Station 5.209.720.560

Pembangunan Infrastruktur KP Gowa; KP Jeneponto BPTP Sulawesi

Selatan (L) 18.787.942.000 8.681.986.800

17 Pekerjaan Construction of Jeneponto Research Station 4.340.929.500

18 Pekerjaan Construction of Gowa Research Station 4.341.057.300

Pembangunan Infrastruktur KP. Kayuwatu; KP. Kima Atas Balitpalma

M) 3.044.983.000 2.944.300.000

19 Pembangunan infrastruktur KP Kayuwatu

20 Pembangunan infrastruktur Kima Atas Balitpalma

(37)

55

Tabel 20. Hasil perbandingan capaian kinerja antara tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada tabel berikut:

Jenis

Laporan Target Realisasi % Target Realisasi 2010 2011 % Target Realisasi 2012 % Target Realisasi 2013 % Target Realisasi 2014 % Jumlah pengadaan barang / jasa - - - 70 kontrak 21 kontrak 30 15 kontrak 39 kontrak 260 20 kontrak 20 kontrak 100 Jumlah - - 30 260 100

(38)

56

Keuangan Semester I TA 2014 dan LK semester II TA2013 UAPPA

E-1 (Badan Litbang) berupa Neraca, Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

secara software dan manual, dan Catatan atas Laporan Keuangan

(CaLK) dan Arsip Data Komputer (ADK).

Hasil dari pengukuran kinerja tahunan tersebut rata-rata telah

mencapai target yang telah ditetapkan. Laporan Keuangan yang

sesuai dengan SAP telah terealisasi 100 persen, hal ini didukung

oleh:

1) Satuan Kerja (UK/UPT) lingkup Badan Litbang Pertanian telah

melaksanakan Laporan Keuangan sesuai SAP yang dikoordinatori

oleh Sekretariat Badan Litbang Pertanian

2) Dukungan perangkat lunak SAP dari Kementerian Keuangan

untuk menghasilkan laporan keuangan tingkat Eselon I Badan

Litbang.

3) Pembinaan SDM yang menangani Sistem Akuntansi Pemerintah

secara berkelanjutan.

4) Dukungan fasilitas penunjang seperti komputer dan internet

yang

compatible.

5) Diadakannya Workshop Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat

UAPPA-E1 sehingga permasalahan dan perbaikan dapat

diklarifikasikan dengan jelas dalam workshop.

(39)

57

Tabel 21. Hasil perbandingan capaian kinerja antara tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada tabel berikut:

Jenis

Laporan Target Realisasi % Target Realisasi 2010 2011 % Target Realisasi 2012 % Target Realisasi 2013 % Target Realisasi 2014 % Laporan Keuangan (LK) yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)

- - - 2 lap 2 lap 100 100 % 100 % 100 100 % 100 % 100 2 lap 2 lap 100

(40)

58

4.617,94 ha tersebar di 45 UPT. Secara umum kondisinya sangat

bervariasi, baik luas, status lahan, penggunaan dan pemanfaatan,

maupun keragaannya. Kebun Percobaan tersebut tersebar di

berbagai wilayah pada kondisi agroklimat yang berbeda-beda

dengan ketinggian mulai dataran rendah sampai dengan dataran

tinggi dan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 22. Tabel Pemuktahiran Data Kebun Percobaan lingkup Badan

Litbang Pertanian

No. dan Nama KP Satuan Kerja Luas Tanah (Ha) Agro-Ekosistem Fasilitas yang Tersedia Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

1. Sukamandi 395,69 Sawah Irigasi, lahan

kering, dan lahan rawa

Gedung kantor, perumahan negara, jalan, lahan penelitian/percobaan, dan rumah kaca

2. Pusaka Negara 47,68 Sawah irigasi Gedung kantor, lahan

penelitian/percobaan, dan lantai jemur

3. Kuningan 29,30 Sawah Irigasi, tadah

hujan, dan lahan kering

Gedung kantor, jalan, lahan penelitian/percobaan, dan lantai jemur

4. Muara 40,16 Sawah irigasi dan

lahan kering Gedung negara, kantor, jalan, perumahan lahan penelitian/percobaan, rumah kaca, dan lantai jemur

Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi

5. Kendal Payak 28,24

Sawah irigasi dan

tadah hujan Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/percobaan

6. Jambegede 11,13 Sawah irigasi Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/percobaan

7. Muneng 28,65 Tadah hujan dan

lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/percobaan

8. Genteng 31,35 Sawah irigasi dan

lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/percobaan

9. Ngale 48,12 Sawah irigasi dan

lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/percobaan

Balai Penelitian Tanaman Serealia

10. Maros 142,07 Sawah irigasi dan

lahan kering Gedung negara, jalan, kantor, dan perumahan lahan penelitian/percobaan

11. Bajeng 50,00 Lahan kering Lahan penelitian/percobaan

12. Bontobili 20,93 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/percobaan

Loka Penelitian Penyakit Tungro

13. Lanrang 41,69 Tadah hujan dan

lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/percobaan

Balai Penelitian Tanaman Sayuran

14. Margahayu 40,53 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/percobaan

(41)

59

penelitian/percobaan

Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika

16. Aripan 96,80 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/percobaan

17. Sumani 25,00 Sawah irigasi dan

lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/percobaan

18 Subang 108,80 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/percobaan

19 Cukur Gondang 13,02 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/percobaan

20 Kraton 7,68 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/percobaan

21 Pandean 3,42 Lahan kering dataran

rendah Gedung kantor, gudang benih dan alat, dan kebun produksi mangga

Balai Penelitian Tanaman Hias

22. Segunung 10,60 Lahan Kering Bangunan kantor, aula,

emplasemen, laboratorium, musholla, guest house, mess, rumah dinas, rumah kaca, rumah sere rumah plastik, lahan penelitian/percobaan, koleksi plasma nutfah, agro widya wisata dan lahan tanaman produksi.

22. Segunung 10,60 Lahan Kering Bangunan kantor, aula,

emplasemen, laboratorium, musholla, guest house, mess, rumah dinas, rumah kaca, rumah sere rumah plastik, lahan penelitian/percobaan, koleksi plasma nutfah, agro widya wisata dan lahan tanaman produksi.

22. Segunung 10,60 Lahan Kering Bangunan kantor, aula,

emplasemen, laboratorium, musholla, guest house, mess, rumah dinas, rumah kaca, rumah sere rumah plastik, lahan penelitian/percobaan, koleksi plasma nutfah, agro widya wisata dan lahan tanaman produksi.

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika

25. Tlekung 12,96 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/percobaan

26. Punten 2,70 Lahan basah dataran

tinggi Gedung kantor, dan lahan penelitian/ percobaan

27. Banjarsari 4,76 Sawah irigasi dan

lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/percobaan

28. Banaran 1,20 Lahan basah dataran

tinggi Gedung kantor, gudang benih dan alat, sebagai koleksi pohon induk apel

29. Kliran 0,60 Lahan kering dataran

tinggi Gedung kantor, gudang benih dan alat, sebagai koleksi pohon induk apel

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

30. Cimanggu 44,63 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/ percobaan

31. Manoko 20,70 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/ percobaan

(42)

60

34. Sukamulya 48,56 Tadah hujan dan

lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/ percobaan

35. Cikampek 14,94 Lahan kering Gedung kantor, dan lahan

penelitian/percobaan

36. Cibinong 5,12 Lahan kering Gedung kantor, rumah, dan lahan

penelitian

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

37.

Karangploso-Kalipare-Cobanrondo 17,88 Sawah irigasi, tadah hujan, dan lahan kering

Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/ percobaan

38. Pasirian 4,38 Tadah hujan dan

lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/percobaan

39. Asembagus 40,06 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/ percobaan 40.

Sumberrejo-Pekuwon-Ngampal 26,50 Sawah irigasi, tadah hujan, dan lahan kering

Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/ percobaan

41. Muktiharjo-Ngemplak 74,40 Lahan kering Gedung kantor dan lahan

penelitian/percobaan

Balai Penelitian Tanaman Palma

42. Paniki 40,00 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/ percobaan

43. Mapanget 47,59 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/ percobaan

44. Kayuwatu 39,70 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/ percobaan

45. Kima Atas 50,00 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/ percobaan

Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar

46. Pakuwon 159,60 Lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/ percobaan

47. Cahaya Negeri 30,00 Lahan kering Gedung kantor, perumahan, jalan,

lahan penelitian

48. Gunung Putri 6,74 Lahan kering Gedung kantor, mess, rumah

kaca, jalan, dan lahan penelitian/ percobaan

49. Ciawi 5,00 Lahan kering Jalan dan lahan

penelitian/percobaan

50. Paseh Subang 38,03 Lahan kering Gedung kantor, perumahan

negara, dan lahan

penelitian/percobaan

51. Cilember 1,11 Lahan sawah Lahan penelitian pakan

52. Pasir Jambu Kaum Pandak 10,48 Lahan tadah hujan Gedung kantor, gudang, alat-alat pertanian, dan lahan penelitian/percobaan

53. Cicadas 5,88 Lahan kering Lahan penelitian dan kandang

percobaan

Loka Penelitian Kambing Potong

54. Sungei Putih 48,80 Lahan kering, tadah

hujan, dan lahan rawa

Gedung kantor, dan lahan penelitian/percobaan

Loka Penelitian Sapi Potong

(43)

61

dataran rendah

56. Gratitunon 10,05 Lahan kering,

dataran rendah Gudang dan lahan penelitian dan percobaan

57. Sumberagung 4,83 Lahan kering,

dataran rendah Gudang dan lahan penelitian dan percobaan

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

58. Banjarbaru 44,18 Tadah hujan, lahan

kering, dan lahan rawa

Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/percobaan

59. Binuang 21,57 Tadah hujan, lahan

kering, dan lahan rawa

Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/ percobaan

60. Kuala Tanggul 49,00 Lahan rawa Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/ percobaan

61. Balandean 23,18 Lahan pasang surut Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/ percobaan

62. Handil Manarap 21,61

Lahan pasang surut Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/percobaan

Balai Penelitian Tanah

63. Taman Bogo 20,14 Sawah irigasi dan

lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/ percobaan

Balai Penelitian Lingkungan Pertanian

64. Jakenan 30,90 Tadah hujan Gedung kantor, jalan, dan lahan

penelitian/ percobaan

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

65. Pacet 2,88 Sawah irigasi dan

lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/ percobaan

66. Cikeumeuh 11,66 Lahan kering Gedung kantor, jalan, lahan

penelitian/percobaan, dan rumah kaca

67. Citayam 2,28 Sawah irigasi dan

lahan kering Gedung kantor, jalan, dan lahan penelitian/ percobaan

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

68 Serpong 35,00 Lahan kering Bangunan kantor, lahan untuk

penelitian dan percobaan

BPTP Nanggroe Aceh Darussalam

69. Lampineung 3,20 Lahan sawah tadah

hujan  Visitor plot Kantor, Rumah Dinas, Gudang UPBS, Bengkel,

70. Paya Gajah 141,12 Lahan kering  Kantor, Gudang (UPBS) dan

Rumah Dinas

 Kebun kelapa dan kakao.

71. Gayo 19,78 Lahan kering  Kantor, Gudang/bengkel,

Rumah Dinas

 Tanaman kopi: kebun plasma nutfah dan kebun produksi.

BPTP Sumatera Utara

72. Gurgur 40,00 Lahan kering Kantor, rumah dinas, mess, lahan

kering untuk pertanaman

73. Pasar Miring 20,00 Lahan sawah Kantor, rumah dinas, mess,

gudang alat, gudang hasil, lantai jemur, lahan sawah untuk pertanaman padi

BPTP Sumatera Barat

(44)

62

rumah kawat, bengkel, gudang peralatan, gudang hasil, ruang pertemuan, Guest House, stasiun Klimatologi, waduk, lantai jemur, traktor

76. Bandarbuat 1,20 Dataran rendah Kantor, Mess dan Gudang

77. Rambatan 6,90 Lahan kring Gedung kantor, stasiun

klimatologi, gudang, bengkel dan lahan penelitian dan pengkajian

BPTP Sumatera Selatan

78. Kayu Agung 26,06 Dataran rendah Kantor, bengkel, rumah genset,

lantai jemur, rumah jabatan, rumah dinas, mess.

79. Karang Agung 20,00 Pasang Surut/

Dataran rendah Kantor, Rumah dinas, Aula, Dormitory, Lantai jemur, gudang

alat/bahan

BPTP Lampung

80. Tegineneng 10,95 Dataran rendah Gedung Kantor, gudang,

Perumahan, embung dan lahan pertanian

81. Natar 60,00 Dataran rendah Gedung kantor, Mess, lab., show

room, green house, bengkel, musholla

BPTP Bangka Belitung

82. Pangkal Pinang 28,33 Dataran rendah Visitor plot dengan jenis tanaman

kebun induk durian, kebun kelapa, kebun karet, koleksi lada, tanaman rempah dan obat.

BPTP Banten

83. Singamerta 6,98 Dataran rendah Kantor BPTP, kantor KP, Mess,

Tempat /lantai jemur, gudang benih, rumah dinas, gudang saprodi, pagar pengaman beton berkawat, lab paengolahan hasil, saung meeting/gazebo,tower instalasi air bersih.

84. Pulau Panjang 0,96 Pesisir pantai Kantor, lahan darat, batu karang,

tambak

BPTP Jawa Barat

85. Cipaku 3,50 Lahan kering Gedung kantor, gudang, traktor,

greenhouse dan screenhouse

BPTP Jawa Timur

86. Karangploso 8,03 Lahan kering Kantor , rumah dinas, garasi,

green house, rumah mesin

pompa air, infrastruktur

Koleksi buah-buahan dan tanaman semusim

87. Mojosari 29,94 Lahan sawah irigasi Gudang dan lantai jemur,

kandang, bengkel dan peralatan

(45)

63

BPTP Bali

88. KP Negara 1,60 Lahan Beriklim Basah Kering Pos Jaga dan Bak Penampungan Air

BPTP Kalimantan Barat

89. Simpang Monterado 159,90 Lahan kering Gedung kantor, gudang benih, gudang pupuk, gudang bengkel, bangunan rumah dinas, rumah dinas tipe 50 sebanyak 2 unit, pagar kayu dan kawat, rumah kaca, rumah dinas tipe 70 sebanyak 1 unit, rumah dinas tipe 28 kopel sebanyak 6 unit, stasiun klimatologi

90. Selakau 49,30 Lahan pasang surut Kantor dan laboratorium, gudang saprodi, bengkel, rumah kaca, jembatan, jalan kebun, bangunan clean drying sistem pembakaran, bangunan clean drying sistem

blower, gedung serbaguna/aula,

garasi mobil, reservoir/sarana air bersih, pagar kawat dan kayu, rumah jabatan

91. Sungai Sakap 12,54 Lahan pasang surut Garasi dan gudang benih, green

house, kandang sapi, kandang

kambing, kandang itik, rumah pemijahan ikan dan kolam, pagar keliling kebun, rumah dinas

BPTP Kalimantan Tengah

92. Unit Tatas 25,00 Lahan pasang surut Gedung kantor, rumah dinas

(terbakar oktober 2004), genset, traktor mini

BPTP Kalimantan Selatan

93. Barabai 9,88 Lahan Kering Gedung Kantor, Rumah Dinas,

Lantai Jemur (rusak), Gudang, Hand Tracktor, Threser, Sepeda Motor roda 2 dan roda 3 (Kaisar)

94. Pleihari 12,56 Lahan Sawah Tadah

Hujan dan Lahan Kering

Gedung Kantor, Rumah Dinas, Lantai Jemur, Gudang Peralatan, Gudang (UPBS), , Hand Tracktor, Threser, Sepeda Motor roda 2 dan roda 3 (Kaisar), Drier

95. Alabio 6,97 Lahan Lebak Gedung Kantor, Rumah Dinas,

Lantai Jemur, Kandang Itik, Sepeda Motor roda 2

BPTP Kalimantan Timur

96. Lempake 10,04 Lahan sawah irigasi Bangunan kantor, perpustakaan,

gudang/bengkel, bangunan penunjang, genset, rumah jabatan, lantai jemur

97. Semboja 10,00 Lahan kering Bangunan kantor, gudang, lantai

jemur, kandang, rumah negara tipe C, mess

BPTP Nusa Tenggara Barat

(46)

64

lantai jemur, kandang ternak.

Koleksi plasma nutfah

Koleksi hijauan makanan ternak (HMT)

99. Naibonat 40,00 Dataran rendah iklim

kering Gedung bangunan tempat tinggal perkantoran dan

100. Maumere 5,99 Lahan kering Gedung kantor, bangunan tempat

tinggal, hand tractor, dan peralatan klimatologi

101. Lili 41,00 Lahan kering Gedung kantor, bangunan tempat

tinggal, alat besar/traktor dan truk roda 4

102. Waingapu 100,13 Lahan kering Gedung kantor, hand tractor,

kandang sapi, timbangan sapi dan truk roda 4

BPTP Sulawesi Utara

103. Kalasey 50,00 Lahan kering Bangunan kantor dan rumah

tinggal

104. Pandu 92,50 Dataran rendah Ditetapkan sebagai pusat plasma

nutfah kelapa Internasional Asia

Tenggara dan Timur

BPTP Sulawesi Tengah

105. Sidondo 30,00 Lahan kering Kantor/laboratorium, green house,

lantai jemur, bengkel/garasi, gudang pupuk, gudang benih

BPTP Sulawesi Selatan

106. Luwu 34,00 Lahan kering Tanah sawah, tanah tegalan,

kantor, rumah type 70, gudang, lantai jemur, sepeda motor, traktor besar, traktor mini, traktor tangan, hand sprayer, pemipil jagung, perontok padi

107. Jeneponto 27,60 Lahan kering Kantor, mess, rumah tipe 70,

rumah tipe 45, rumah tipe 36, rumah kaca, bangunan peneliti, rumah sere, garasi/bengkel, lantai jemur, rumah genset, mini traktor.

108. Bone-Bone 36,20 Lahan kering Tanah kebun, tanah konservasi,

mess, rumah tipe 70, gardu listrik, spd motor, traktor besar, generator, power sprayer, mesin potong rumput, pompa air

BPTP Sulawesi Tenggara

110. Wawotobi 19,70 Lahan sawah irigasi Gedung kantor, rumah dinas, gudang

111. Onembute 20,00 Lahan kering Tidak ada bangunan, tanaman

jambu mete (terpelihara-plasma

nutfah) BPTP Gorontalo

112. Tilong Kabila 3,5 Lahan kering Lahan penelitian/percobaan

(47)

65

113. Makariki 307,00 Lahan kering Gedung kantor, mess, rumah

dinas (rusak), alat pertanian (rusak)

BPTP Maluku Utara

114. Bacan 279,00 Lahan kering Gedung kantor, aula/rapat,

gudang bahan, gedung teknisi, ruang genset, gedung bengkel dan bahan, gedung mess, instalasi air bersih dan bak penampung.

BPTP Papua

115. Koya Barat 50,00 Lahan kering dataran

rendah Gedung kantor, rumah dinas, rumah jabatan, lab tanah dan tanaman, green house, bengkel, kolam, kandang, lantai jemur, alat pertanian

116. Jayawijaya 0,19 Lahan kering dataran

tinggi Rumah dinas

117. Merauke 0,72 Lahan kering dataran

rendah Kantor, rumah dinas, rumah jabatab, guest house

BPTP Papua Barat

118. Manokwari 2,00 Lahan kering dataran

rendah Pagar, instalasi air, gedung kantor, rumah negara, guest house, bak air, mesin potong rumput

119. Sorong 1,20 Lahan kering dataran

rendah dan rawa Tanah menara/bak air, gedung kantor, bangunan kantor, gudang alat, rumah dinas, hand

tractor, mesin sanyo

Badan Litbang Pertanian telah dan terus mengembangkan kegiatan

manajemen dengan melakukan sinkronisasi dan konsolidasi dalam

penyusunan strategi, arah kebijakan dan kebijakan Litbang Pertanian.

Pengembangan KP sesuai fungsinya berdasarkan antara lain 1)

Kegiatan konservasi, evaluasi dan pemanfaatan plasmanutfah, 2)

Kegiatan penelitian pemuliaan meliputi peningkatan produktivitas

(contoh padi: perakitan PTB, hibrida PTB dan peningkatan

adaptabilitas (toleran terhadap cekaman biotik/abiotik,

low-external

input tolerance

, fiksasi N

2

,

external

-P

2

O

5

-

release

), 3) Kegiatan

penelitian PTT meliputi peningkatan produktivitas (pencapaian potensi

hasil VUB/PTB dan mitigasi degradasi lingkungan (polusi, emisi

VOC/GRK, 4) Kegiatan pengujian lapangan (uji produktivitas,

UDHL/UML, uji dampak terhadap lingkungan) dengan validitas

(akurasi, presisi) yang sesuai dengan persyaratan regulasi, 5)

(48)

66

sentinel, Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3), 6) Pengembangan

teknologi dalam skala luas (komersial) sebagai media diseminasi

(profitabilitas ekonomi merupakan motor penggerak sustainabilitas

meliputi Produksi benih sumber VUB,

Visitor plots

, ekspo, 7)

Pemantauan dan pembinaan kinerja Kebun Percobaan meliputi

evaluasi kinerja pengujian Kebun Percobaan, investigasi (

root cause

analysis

, penanganan pengaduan), tindakan korektif dan pencegahan.

8) Pembinaan untuk meningkatkan efektivitas implementasi sistem

manajemen ISO 9001 dalam pengelolaan KP (

network

peningkatan

efektivitas SMM).

Hingga saat ini, dari sebanyak 169 laboratorium di lingkup Badan

Litbang Pertanian, terdapat 35 laboratorium di BB/Balit/Lolit dan 7

laboratorium di BPTP (26%) telah mendapatkan pengakuan

kesesusaian (akreditasi) penerapan sistem manajemen dengan

persyaratan ISO/IEC 17025:2005 dari Komite Akreditasi Nasional

(KAN). Hal ini dirasa masih kurang memadai , oleh karena itu upaya

percepatan untuk mendapatkan akreditasi Lab (bagi Lab yang belum

diakreditasi), meningkatkan kompetensi, kualitas, dan peringkat Lab

(bagi Lab yang sudah diakreditasi), serta sertifikasi KP sangat penting

dilakukan. Melalui program SMARTD percepatan akreditasi dan

sertifikasi mencakup sembilan UK/UPT lingkup Badan Litbang

Pertanian, tujuh UK/UPT mempunyai laboratorium yang sudah

terakreditasi, yaitu BBP Mektan, BB Pasca Panen, BB Biogen, Balittra,

Balitkabi, Balitsa, dan Balittas. Dua UK/UPT laboratoriumnya belum

terakreditasi, yaitu Balit Palma dan Balittri, program percepatan

akreditasi laboratorium dan sertifikasi KP akan terus dilakukan untuk

meningkatkan kualitas hasil penelitian. Data Profil laboratorium dapat

dilihat pada tabel dibawah ini.

(49)

67

Tabel 23. Data Profil Laboratorium

No. Laboratorium Jenis Jenis Pelayanan Status Akreditasi Akreditasi Tahun 1. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

1 Laboratorium

Fisiologi Hasil Analisis proximat, Mutu fisik gabah dan beras dan mutu benih serta analisis asam amino, dan asam lemak

Terakreditasi SNI ISO/IEC 19–17025:2005

2005

2 Laboratorium

Kultur Antera Perakitan varietas padi/pembentukan galur homozygote melalui kultur anthera Terakreditasi Belum 3 Laboratorium

Penguji Analisis Proksimat Terakreditasi SNI ISO/IEC

19–17025:2005

2002

4 Laboratorium

Penguji Pengujian mutu gabah, uji mutu beras (mutu fisik dan fisiko kimia beras) Terakreditasi SNI ISO/IEC 19–17025:2005

2010

5 Laboratorium

Proteksi Tanaman penelitian dan pengembangan ekobiologi hama padi, skrining hama dan penyakit padi, uji efikasi pestisida, pengembangan biopestisida dan monitoring populasi hama padi Belum Terakreditasi 6 Laboratorium Aplikasi Marka Molekuler

sidik jadi DNA varietas unggul, tetua hibrida, dan aksesi koleksi plasma nutfah, serta MAS (Molecular Assisted Selection) untuk karakter ketahanan terhadap WBC (wereng batang coklat), HDB (hawar daun bakteri), dan sifat ultra genjah

Belum Terakreditasi

7 Laboratorium Plasma Nutfah dan Optim

pengujian mutu benih dari koleksi plasma Belum Terakreditasi 8 LaboratoriumGold

en Rice (KP Muara)

Analisis kandungan karotenoid dan analisis

molekuler Terakreditasi Belum

2. Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian

9 Laboratorium Tanah dan Tanaman

Analisis KA, pH, DHL, N, P, K, Ca, Mg, Na,

Ma, Cu, S, Fe, Zn Terakreditasi SNI ISO/IEC 19–17025:2005

2011

10 Laboartorium Hama/Penyakit Centomology

- Menunjang penelitian tentang biopestisida, perbanyakan serangga ptahogen, produksi skala kecil untuk kegiatan penelitian dan pengenalan - Identifikasi Serangga Belum Terakreditasi 11 Laboratorium Pemuliaan/Lab Uji Mutu Benih

Pengujian Kadar Air, Kemurnian Fisik dan Daya kecambah

Terakreditasi SNI ISO/IEC 19–17025:2005

2011

12 Laboratorium Sifat Fisik dan Panas Biji-bijian

Mengukur diameter ekuivalen biji kedelai Mengukur volume biji kedelai

Mengukur sudut luncur biji kedelai Mengukur porositas biji

Mengukur indeks keseragaman biji Mengukur panas jenis biji Mengukur konduktivitas panas biji Mengukur diversifitas panas biji

Belum Terakreditasi

(50)

68

14 Laboratorium Plasma Nutfah

- Menyediakan informasi dan benih/bibit sumberdaya genetik aneka kacang dan umbi

- Informasi berupa katalog (data paspor, karakterisasi dan evaluasi SDG kacang dan umbi Belum Terakreditasi 15 Laboratorium Mikrobiologi Tanah

Melakukan isolasi dan karakterisasi bakteri rhizobium dan pelarut P, perbanyakan isolasi, dan pembuatan inokulasi rhizobium dan pelarut P

Belum Terakreditasi

3. Balai Penelitian Tanaman Serealia

16 Laboratorium Tanah dan Servis Kimia

Analisis lengkap sampel tanah, analsiis lengkap sampel jaringan, analisis proksimat bahan pangan, analisis khusus bahan pangan (amilosa, vitamin C, mineral dan lainnya) Belum Terakreditasi 17 Laboratorium Pengujian (Perbenihan)

Analisis daya kecambah, kadar air, dan

kemurnian fisik Terakreditasi SNI ISO/IEC 19–17025:2005

2012

18 Laboratorium Hama dan Penyakit

- Menguji dan mengidentifikasi jenis mikroorganisme yang bersifat intogen dan antagonis

- Mengevaluasi varietas/galur yang tahan terhadap patogen-patogen (penyakit utama) sehingga bisa dirilis atau screening ketahanan varietas

- Menyiapkan atau memperbanyak mikroorganisme antagonis/patogen sebagai bahan penelitian

Belum Terakreditasi

19 Laboratorium

Biologi Molekuler Analisis molekuler, kerasaman genetik, dan sekuensing Terakreditasi Belum

4. Loka Penelitian Penyakit Tungro

20 Laboratorium Hama dan Penyakit (Mikrobiologi)

Analisis karakterisasi bakteri Belum

Terakreditasi

5. Balai Penelitian Tanaman Sayuran

21 Laboratorium

Sentral Analisis residu pestisida (pengajuan pengujian), perkembangan Callus SE bawang merah, dan uji tekstur tanaman dan produk makanan

Belum Terakreditasi 22 Laboratorium

Fisiologi Hasil Pengujian kadar air, uji kandungan abu, uji kandungan protein, Pengujian kandungan karbohidrat/pati, serat, gula keasaman, lemak vit C, anti oksigen, dam beta karoten

Pengujian total soluble solid dan kekentalan

Pengujian tekstur, diameter dan berat jenis

Terakreditasi SNI ISO/IEC 19–17025:2008

23 Laboratorium

Tanah Analisa hara makro pada tanah meliputi: pH, unsur-unsur C, P, N, Cadd, Mgdd, Kdd, Nadd, KTK, tekstur, Aldd + Hdd, P+K total

Terakreditasi SNI ISO/IEC 19–17025:2008

Gambar

Tabel 5. Capaian Kinerja Sasaran 1
Tabel 11. Capaian Kinerja Sasaran 2
Tabel 18. Capaian Kinerja Sasaran 3
Tabel 19. Rincian Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2014
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sebanyak 50 responden yang terdiri dari pekerja kandang dan pemilik peternakan di Kawasan Usaha Ternak (KUNAK) Cibungbulang Kabupaten Bogor dijadikan responden untuk

Manajemen risiko pada proyek dapat memberikan kontrol lebih baik untuk masa yang akan datang dan secara signifikan memberikan peluang pencapaian sasaran proyek (waktu, anggaran,

Model pembelajaran yang diarahkan untuk Model pembelajaran yang diarahkan untuk Model pembelajaran yang diarahkan untuk Model pembelajaran yang diarahkan untuk membantu peserta

Adapun solusi yang dilakukan oleh pihak DPKAD adalah membuat surat peringatan kepada wajib pajak yang tidak mau membayar pajak, meningkatkan sistem dalam pengawasan di

supaya terjadi reaksi, molekul reaktan harus bertumbukan dengan orientasi yang benar dan dengan energi yang mencukupi untuk membentuk produk. Contoh : Cl + NOCl NO + Cl

Data geospasial yang berisi tentang lokasi geografis, dimensi/ukuran, dan karakteristik objek digunakan dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan dan pelaksanaan

Kalau dikaji dari telaah historis ditemukan pemahaman bahwa pada dasarnya setiap masyarakat mengembangkan sistem pengobatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dari

Berdasarkan spektra FTIR pada Gambar 2 dapat diketahui gugus fungsi khas dari senyawa yang terdapat dalam kaolin.. Puncak serapan pada bilangan gelombang 3618