54
Universitas Kristen Petra 3. KONSEP PERANCANGAN
3.1. Tinjauan Tentang Gambar
3.1.1. Tinjauan Tentang Unsur Gambar
Komposisi adalah bentuk abstrak dari sebuah gambar, basis acuan dan kerangka yang mendukung keseluruhan struktur dan konstruksi dari elemen-elemen pada gambar tersebut. Komposisi mempergunakan kaidah grid, yaitu pedoman terdiri atas garis-garis lurus yang saling memotong satu sama lain dan membentuk persegi. Grid juga ibarat sebuah peta sehingga posisi yang tepat dari suatu objek dapat ditemukan sehingga enak dilihat mata dan juga mencapai keseimbangan gambar. Saat menyusun komposisi gambar, area atau daerah-daerah yang kosong, jarak-jarak di antara objek juga menjadi bahan pertimbangan, sekalipun bidang-bidang ini bukan menjadi subjek utama dari pengamat. Tujuan utama di dalam menata komposisi yaitu dicapai keseimbangan tanpa pembagian berkesan simetris yang membosankan.
Unsur-unsur komposisi antara lain: Garis (line), tekanan atau terang-gelap (value) bidang atau bentuk (shape or form), tekstur (texture), ruang (space) dan warna (colors).
3.1.1.1. Garis (Line)
Garis merupakan unsur dasar komposisi dan memiliki peranan penting karena dapat dipergunakan untuk menjelaskan bentuk-bentuk dan observasi visual atau pengungkapan secara subjektif akan gagasan, membangkitkan berbagai pengalaman , pikiran atau paham, intuisi. Garis yang sederhana menggambarkan suatu arah, membagi ruang, memiliki panjang, lebar, corak atau warna dan tekstur atau kontur. Garis yang tergambar mampu mengungkapkan emosi dan temperamen yang secara natural diekspresikan oleh subjek yang digambar .Garis dibedakan menjadi:
1. Garis Kontur, yaitu garis yang melukiskan bagian tepi dari suatu bentuk sehingga memisahkan setiap volume atau area yang ada di sekitarnya. Garis kotur yang sangat sederhana umumnya tidak bervariasi dari segi ketebalan, tidak diperkuat dengan gradasi gelap-terang atau bayangan. Sedangkan garis kontur yang ekspresif
55
Universitas Kristen Petra akan mengajak mata pengamat untuk menerima garis tersebut sebagai sebuah bentuk karena dibentuk dengan variasi tebal tipis garis serta memiliki detail.
2. Garis Kaligrafi atau penulisan indah. Garis kaligrafi terjadi apabila keindahan dari garis yang ditampilkan menjadi aspek utama bagi keindahan gambar. Garis ini menunjukkan karakteristik masing-masing pribadi yang menggambarnya karena garis ini bersifat ekspresif. Garis kaligrafi menggunakan kekuatan tebal dan tipis untuk mempersepsikan bentuk, tepi yang berpotongan, terang dan gelap. Misalnya garis yang membentuk objek digambarkan dengan ringan, kemudian menajdi lebih tebal dan berat akhirnya ringan dan tipis kembali.
Fungsi garis:
1. Untuk memberikan representasi atau citra struktur, bentuk dan bidang. Garis ini sering disebut garis blabar (garis kontur) berfungsi sebagai batas/ tepi.
2. Untuk menekankan nilai ekspresi seperti nilai gerak atau dinamika (movement), nilai irama (rhythm) dan nilai arah (direction). Garis ini disebut juga garis grafis. 3. Untuk memberikan kesan matra (dimensi) dan kesan barik (tekstur). Garis ini
sering disebut garis arsir atau garis tekstur. Garis tekstur lebih bisa dihayati dengan jalan meraba.
Sifat garis menunjuk adanya beberapa jenis garis, seperti:
1. Garis lurus vertikal dan horizontal yang dapat mengungkapkan kesan tertentu, seperti tenang, statis atau stabil.
2. Garis putus yang dapat mengungkapkan kesan gerak dan gelisah.
3. Garis silang atau diagonal yang dapat mengungkapkan kesan gerak, tegang dan ragu.
4. Garis lengkung yang dapat mengungkapkan kesan lamban, irama dan santai.
3.1.1.2. Kualitas Terang Gelap (Value)
Putih merupakan tekanan paling rendah atau paling terang sedangkan hitam merupakan kualitas yang paling gelap, di antara keduanya terdapat abu-abu. Setiap
56
Universitas Kristen Petra benda walaupun tidak berwarna hitam dan putih, namun tetap memiliki tingkatan gelap dan terang yang dapat dianalisa dan dikategorikan sebagai value. Bila garis mendeskripsikan bentuk objek, maka value akan memperjelas dan memperkaya garis sehingga bentuk 3 dimensi menjadi lebih hidup, tempat dan hubungan antar bentuk dapat ditentukan, membentuk pola untuk menggambarkan tekstur objek serta memberikan kesan dramatis. Derajat perubahan value tergantung dari kekontrasan antar bayangan dengan cahaya, juga dari sumber cahaya yang menimpa objek. Ada dua macam tehnik value: Chiaroscuro: peralihan bertahap (gradasi), Silhouette: bayangan tanpa gradasi
Chiaroscuro, pada lukisan untuk mendapatkan bentuk seringkali dipakai tehnik peralihan gelap terang (gradasi). Dan tehnik ini dikembangkan oleh para seniman Rennaissance seperti Leonardo da Vinci. Seniman-seniman Baroque kemudian melanjutkannya dengan tehnik iluminasi, pencahayaan untuk mendramatisir gambar yang sanggup membentuk volume, meski dengan sedikit saja terang dari satu sumber cahaya. Sementara Rembrandt, pelukis asal Belanda lebih menggunakan pencahayaan untuk efek psikologis dari subyeknya.
Dalam senirupa modern, kegiatan gelap terang banyak diambil alih oleh tehnik fotografi. Seni grafis masa kini juga banyak memanfaatkan tehnik fotografi tersebut untuk mencapai gradasi dan nuansa gelap terang. Seniman menggunakan tehnik gelap terang untuk mencapai kontras suatu bentuk. Seperti pada karya grafis (woodcut) bisa dikatakan memanfaatkan tehnik kontras untuk mencapai bentuk yang diinginkan (chiaroscuro woodcut). Kontras yang paling sederhana adalah silhouette, mirip bayangan tubuh yang diterpa sinar pada jendera.
Fungsi gelap terang (value):
1. Unsur value pada karya senirupa memberikan nilai ekspresi, misalnya untuk menampilkan kesan dramatis pada lukisan, seperti pada tema peperangan dengan ungkapan gelap terang.
57
Universitas Kristen Petra 2. Unsur value pada karya senirupa memberikan nilai emosi, misalnya cahaya yang
membus jendela kaca patri yang menimbulkan suasana khidmat pada interior masjid atau gereja.
3. Unsur value pada karya senirupa memberikan kesan trimatra atau plastis pada benda yang diterpa oleh cahaya seperti pada bangunan dan benda. Dalam hal ini value dapat memperkuat sifat benda trimatra.
3.1.1.3. Bentuk dan Ruang (Shape dan Space)
Bentuk merupakan sebuah representasi abstrak, sebuah garis imajinasi yang menggambarkan suatu objek di dalam hubungannya dengan latar belakang, karakter 3 dimensi yang terbentuk seperti bola, balok, piramid, kepala manusia, dan lainnya. Sedangkan ruang merupakan aspek negatif dari sebuah bentuk. Ruang dapat dikenali dengan adanya gelap terang cahaya sehingga objek menjadi suatu bentuk yang terpisah dari suatu ruang.
Fungsi bentuk:
1. Pada karya senirupa, bentuk diciptakan sesuai dengan kebutuhan praktis, seperti membuat bentuk kursi untuk diduduki. Dalam hal ini bentuk yang dicipta sesuai dengan nilai kegunaannya (functional form).
2. Bentuk dicipta sebagai ungkapan (bentuk ekspresi), seperti pada lukisan dan patung.
Jenis/ sifat bentuk:
1. Bentuk organik, yaitu bentuk pada karya senirupa yang mengingatkan pada bentuk mahluk hidup, seperti manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan.
2. Bentuk dwi-matra, yaitu bentuk pada karya senirupa yang terbatas pada bidang, bentuk yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, seperti bentuk pada gambar dan lukisan.
3. Bentuk tri-matra, yaitu bentuk pada karya senirupa yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi, seperti bentuk patung dan bangunan
58
Universitas Kristen Petra 5. Bentuk berirama (ritmis) seperti pada bangunan, patung.
6. Bentuk agung dan abadi (monumental) seperti pada bangunan dan patung.
Ruang adalah suatu kehampaan tiga dimensional, dimana benda yang ada mempunyai kedudukan dan arah yang relatif. (Webster). Didalam senirupa dikenal ruang 2D dan ruang 3D. Ruang dapat dihayati di alam dan pada karya senirupa, karenanya dibedakan antara ruang alamiah dan ruang yang diciptakan (disengaja atau tidak disengaja). Contonya adalah sebagai berikut:
1. Ruang alamiah:
Ruang yang terdapat di alam yang dibatasi oleh benda-benda alam dan karena pengaruh cahaya seperti pada pemandangan alam.
2. Ruang yang diciptakan:
Ruang interior dan eksterior sebuah bangunan yang dapat memberikan suasana yang dikehendaki, seperti sebuah interior kantor atau gereja.
3. Ruang yang timbul karena penempatan berbagai warna, jarak gelap terang, seperti pada sebuah lukisan.
Fungsi ruang:
1. Untuk memberikan kesan trimatra (3 dimensi), seperti kesan kedalaman, jarak dan plastisitas pada sebuah lukisan alam.
2. Untuk menekankan nilai ekspresi seperti irama, gerak, kepadatan dan kehampaan, seperti pada karya arsitektur dan seni patung.
3. Untuk memberikan kesan nilai guna (nilai praktis), seperti ruang pada gelas (rongga gelas), ruang pada lemari dsb.
Sifat ruang:
1. Ruang terbuka atau ruang tak terbatas, yaitu ruang berada di luar/ di sekeliling benda, seperti ruang eksterior bangunan yang dapat memberikan kesan keabadian/ kelanggengan.
59
Universitas Kristen Petra 2. Ruang tertutup atau ruang terbatas, yaitu ruang berada dalam batasan benda,
seperti ruang interior bangunan atau ruang patung.
3. Ruang perlambangan, yaitu ruang yang memberikan arti perlambangan kehadiran ruang, seperti pada pernyataan ruang alam kecil (microcosmos) dan ruang alam besar (macrocosmos).
4. Ruang gelap terang, yaitu ruang yang timbul karena pengaruh cahaya atau karena pembubuhan warna, seperti pada lukisan.
3.1.1.4. Pola (Pattern)
Merupakan bentuk dekoratif yang bersifat datar dan tidak memiliki gradasi gelap terang sehingga menyerupai siluet dan meminimalkan volume objek. Apabila pola bersifat dekoratif maka hanya bertujuan untuk memperindah seperti pola dekoratif pada tekstil dapat diaplikasikan dalam bentuk pengulangan atau repetisi pada suatu bentuk atau desain. Pola umumnya terdapat pada gaya desain Art Nouveau yang sangat menonjolkan aspek dekoratif yang datar.
3.1.1.5. Tekstur (Texture)
Kualitas permukaan benda yang dapat dirasakan,baik kasar maupun halus, keras maupun lembut disebut tekstur. Tekstur merupakan elemen desain yang bersifat ekspresif dan emosional serta menggambarkan cirri khas pelukisnya (Rubin 8). Tekstur dapat menimbulkan kesan ekspresif, jika tekstur kurang maka gambar menjadi lemah. Tekstur dapat dihasilkan menjadi berbagai variasi kuat lemah warna atau arsiran dan juga dapat diperoleh melalui percobaan dengan menggunakan alat-alat yang ada di sekitar kita secara kreatif. Tekstur dapat berbentuk: seragam (seperti teknik pointilisme), tekstur yang diperoleh melalui penemuan (penggunaan alat-alat seperti spons, garam, pasir, yang dicampur dengan cat), serta tekstur yang ekspresif (terkesan kasar dan unik). Fungsi tekstur adalah untuk memberikan watak tertentu pada bidang permukaan yang dapat menimbulkan nilai estetik. Misalnya tekstur dari urat-urat kayu ditonjolkan pada permukaan bidang patung sesuai dengan bentuk patung.
60
Universitas Kristen Petra 3.1.1.6. Warna (Colors)
Warna merupakan elemen yang bercahaya dari sebuah objek yang memiliki berbagai kualitas yang memberikan kesan volume dan kompleksitas dari objek (Wilco 33). Warna dihasilkan dari gelombang cahaya, sejenis radiasi elektromagnetik, yang terukur dengan satuan mikron. Warna-warna yang dapat kita lihat berada antara 400-700 mikron, namun ada juga warna-warna yang tidak terjangkau untuk dilihat karena panjang gelombangnya berada di luar jangkauan kita.
Gambar 3.1. Lingkaran Warna
a. Klasifikasi Warna Berdasarkan Spektrum Warna 1. Warna Primer
Warna-warna dasar terdiri dari merah (magenta red), kuning (lemon yellow) dan biru (turquoise blue). Warna-warna lainnya merupakan kombinasi dari ketiga warna tersebut. Warna-warna dasar tersebut dikenal dengan istilah warna primer.
61
Universitas Kristen Petra Yaitu warna-warna yang tidak dapat tercapai melalui pencampuran warna-warna lainnya.
2. Warna Sekunder
Warna sekunder merupakan hasil dari percampuran bersama antara berbagai warna-warna primer, di mana di dalam lingkaran warna dia merupakan lawan dari warna-warna primer. Warna-warna sekunder yang berada pada posisi yang saling berlawanan dengan warna-warna primer disebut juga warna-warna komplementer. 3. Warna Tertier
Warna tertier merpakan warna yang berada di antara berbagai warna –warna yang ada, biasanya ditulis lebih dari satu nama warna, seperti: merah kekuningan, biru kehijauan.
4. Warna Komplementer
Warna-warna yang saling berlawanan di dalam lingkaran warna merupakan warna komplementer. Warna-warna komplementer selalu berlawanan secara kontras jika keduanya tercampur, maka akan dihasilkan warna abu-abu netral. Misalnya ungu dengan kuning, merah dengan hijau, biru dengan oranye. Warna komplementer dapat menetralkan intensitas warna yang terlalu kuat.
5. Warna Analogus
Warna-warna yang mempergunakan terang gelap dan intensitas dari warna yang terdekat, misalnya kuning kehijauan, kuning oranye (dominasi kuning). Sekalipun lebih berwarna dari monochromatic, namun warna analogus juga menciptakan keharmonisan dan suasana hati yang tenang karena hubungan yang dekat antara warna-warna yang dipakai.
b. Klasifikasi Warna Berdasarkan Gambar/Ilustrasi 1. Warna Monochrome
Warna yang menambahkan maupun mengurangi intensitas dari satu warna saja. Gambar yang hanya memiliki satu warna (monochrome), warna yang kedalamannya tergambarkan pada kualitas warna gelap ataupun terang. Gambar monochrome tidak merepresentasikan kenyataan atau realitas yang ada, namun
62
Universitas Kristen Petra mengidentifikasikan sebuah keseimbangan antara cahaya dan juga gelap dari sebuah objek, bukan warna-warni objek yang sesungguhnya ataupun gradasi dari berbagai warna-warni tersebut. Gambar monochrome memberikan kesan volume dari sebuah warna, memberikan kesan kelonggaran dan kebebasan dari pengamatnya untuk memiliki imajinasi tentang objek gambar serta partisipasi di dalam memahami objek.
2. Warna Polychrome atau Optical Color
Warna yang menggunakan banyak kandungan warna yang dicampurkan, tidak semata-mata menambah intensitas dan kuat lemahnya seperti halnya monochromatic. Polychrome membuat objek menjadi lebih realis dan ekspresif sebab percampuran warna didasarkan kepada warna-warna yang sesungguhnya dilihat.
c. Klasifikasi Warna Berdasarkan Sensasinya
1. Warna-warna panas (hot). Termasuk antara lain: warna merah, kuning dan pencampuran-pencampuran di antaranya.
2. Warna-warna dingin (cold). Termasuk antara lain: biru dan juga hijau serta kombinasi-kombinasi di antaranya.
3. Warna-warna netral (neutral). Termasuk di antaranya yaitu: putih, abu-abu dan juga hitam.
d. Klasifikasi Warna Berdasarkan Karakteristiknya
1. Warna positif atau aktif: kuning, merah, kuning kemerahan (oranye) dan juga merah kekuningan. Warna-warna ini memberikan kesan sifat dan karakter yang aktif.
2. Warna negative atau pasif: biru, biru kemerahan, merah kebiruan. Warna-warna ini mengidentifikasikan kegelisahan, kepatuhan, kegairahan, pemikiran yang lemah lembut.
63
Universitas Kristen Petra e. Klasifikasi Warna Berdasarkan Kualitasnya
1. Hue: yaitu posisinya di dalam lingkaran warna , mengacu dari nama-nama warna-warna tersebut (misalnya: biru, merah, kuning). Hue merupakan kualitas yang membedakan antara warna satu dengan warna yang lainnya atau keunikan masing-masing warna.
2. Chroma: kekuatan dan kelemahan warna, mengacu kepada intensitas warna, misalnya warna kuning memiliki intensitas warna yang kuat sedangkan warna ungu kurang kuat intensitasnya.
3. Value: kualitas warna, terang atau gelap bila dibandingkan dengan hitam dan putih. Penambahan warna hitam dapat menyebabkan warna menajdi gelap, sedangkan penambahan warna putih dapat menyebabkan warna menjadi lebih muda dan terang. Value warna dapat dibedakan menjadi:
Tint, warna dengan value tinggi, warna-warna yang dianggap lebih ringan dan terang oleh karena tambahan warna putih.
Shade, warna dengan value rendah, warna-warna yang dianggap lebih berat dan gelap oleh karena tambahan unsur hitam.
Untuk mencapai suatu target value tertentu dari sebuah warna, sangat dipengaruhi dari warna-warna sekitarnya. Warna-warna yang saling berdampingan dapat mempengaruhi bentuk objek dan juga penampilan warna itu sendiri dengan memperbandingkan apakah warna tersebut lebih terang atau gelap dibandingkan denganwarna yang mendampinginya.
f. Klasifikasi Warna Berdasarkan Maknanya
Warna seperti halnya kata-kata, memiliki makna-makna tertentu. Warna biru tentunya memiliki makna yang berbeda dengan warna merah maupun kuning. Warna-warna yang ditangkap oleh mata kita seperti halnya suara yang didengar oleh telinga kita. Oleh karena itu terjadi sebuah standar warna yang diklasifikasikan berdasarkan atas makna-makna simbolik dan persepsi individu terhadap warna. Anne Dameria dalam bukunya Color Basic mengatakan bahwa tanpa disadari seriap orang memiliki pengalaman tertentu dalam mengasosiasikan suatu warna. Seseoran gyang memiliki
64
Universitas Kristen Petra pengalaman trauma dengan darah akan mengasosiasikan warna merah identik dengan darah dan kesakitan, sementara orang yang lain mengasosiasikan warna merah dengan sekuntum mawar yang pernah diberikan oleh kekasihnya. Oleh sebab itu dapat diklasifikasikan makna warna beserta psikologinya, antara lain:
Merah: Berani, penuh semangat, agresif, memicu emosi, dan menarik perhatian. Secara positif, warna merah mengandung arti hidup, cerah, pemimpin, cinta, gairah, berani, kuat, agresif, merdeka, kebebasan, dan hangat. Negatifnya adalah punya arti bahaya, perang, darah, anarki, panas, emosi yang meledak dan tekanan. Merah identik dengan rona buah apel, kelopak mawar, warna darah dan panasnya nyala api sehingga berasosiasi pada sesuatu yang membangkitkan selera, kegairahan, emosi, menggelegak, dan semangat yang membara. Merah banyak digunakan sebagai lambagn keberanian, kekuatan, sensualitas dan bahaya. Merah sangat ekspresif dan dinamis dalam mempresentasikan cinta dan kehidupan. Dalam lingkaran warna. Merah adalah warna paling panas dan memiliki gelombang warna paling panjang. Sehingga warna inilah yang paling cepat tertangkap mata. Itu sebabnya merah biasanya merupakan warna pertama yang dikenali anak-anak sekaligus emnjadi warna yang paling menarik bagi mereka.
Merah Muda (Pink): Warna yang dapat memberikan suasana berbeda-beda tergantung pada intensitasnya, tetapi kecenderungannya mengarah kepada kelembutan dan romantis. Pink terlihat sebagai warna yang enerjik, terlihat muda dan menciptakan perasaan yang lembut dan bebas. Pink dengan mudah menggambarkan permukaan material yang halus lembut. Pink identik dengan wanita atau karakter feminism. Warna pink terutama pink yang mengandung banyak warna putih atau tint menggambarkan kelembutan, kehalusan, rasa sensitif dan romantis. Warna pink juga diambil sebagai warna logo untuk kanker serviks.
Kuning: Menciptakan perasaan optimis, percaya diri, pengakuan diri, akrab, dan lebih kreatif ditambah lagi kuning juga memberikan kesan segar, cepat, jujur, adil, tajam, cerdas. Kuning juga dapat merugikan kita karena menyampaikan pesan perasaan ketakutan, kerapuhan secara emosi, depresi, kegelisahan, dan keputusasaan selain itu juga kuning negatif memberikan efek murah atau tidak ekslusif, sinis, kritis.
65
Universitas Kristen Petra Pilihan warna kuning yang tepat dan penggunaan yang sesuai akan mengangkat semangat kita dan lebih percaya diri. Kuning merupakan sebuah warna yang cocok dipakai untuk penjualan atau dalam pameran karena lebih menarik mata dibandingkan dengan warna lain. Kuning adalah warna matahari, sumber energy dan sumber cahaya alam di bumi. Cerahnya bias sinar matahari pagi dengan latar langit yang biru adalah suasana yang terekam dalam ingatan kita ketika mengasosiasikan warna ini. Begitu pula dengan segarnya warna jeruk lemon. Sebagai salah satu warna primer, kuning adalah warna dengan efek yang kuat, sehingga secara psikologis warna ini sangat efektif diterapkan pada hal-hal yang membutuhkan motivasi dan menaikkan mood.
Oranye: berarti muda, kreatif, keakraban, dinamis, persahabatan. Sedangkan oranye yang bersifat negative berarti dominan, arogan. Orange bukan merupakan warna yang serius, umumnya lebih disukai oleh orang-orang berkepribadian terbuka. Dalam lingkaran warna, oranye berada di tengah-tengah antara warn-warna merah dan kuning. Oranye meruoakan warna yang paling hangat karena memiliki energi dua warna: merah yang panas dan kuning yang hangat-lembut. Warna ini menebarkan energi, menghangatkan hati, sekaligus memancarkan keceriaan. Dalam kehidupan sehari-hari warna oranye juga diasosiasikan pada kehangatan alam, khususnya warna khas sore pada saat matahari terbenam di iklim tropis. Dari sisi psikologi, oranye merupakan lambang persahabatan. Warna ini dapat memecah kekauan dan menciptakan rasa akrab. Pada otak manusia, oranye merangsang kreativitas dan gaya cipta, sehingga cocok diaplikasikan untuk ruang kerja bagi merekan yang berprofesi di dunia desain dan seni.
Hijau: berarti kesehatan, keseimbangan, rileks, dan kemudaan. Unsur negatif warna ini di antaranya memberi kesan pencemburu, licik, terasa jenuh, serta dapat melemahkan pikiran dan fisik. Di dalam sejarah China, warna hijau adalah warna perempuan. Lain dengan budaya muslim, yang menganggap warna hijau adalah warna yang suci. Warna untuk perdamaian juga hijau. Hijau positif melambangkan sensitive, stabil, formal, toleran, harmonis, keberuntungan. Warna hijau negatif melambangkan pahit. Warna hijau adalah warna yang langsung mengasosiasikan kita
66
Universitas Kristen Petra akan pemandangan alam. Hijaunya pepohonan yang teduh, segarnya rumput, sawah adalah sebagian besar imajinasi yang pada umumnya tercipta pada saat mengingat warna hijau. Asosiasi terhadap warna bukan hanya secara visual, tetapi juga indera yang lain terutama penciuman dan rasa. Ketika memvisualkan warna hijau seketika itu juga terbayabg segarnya udara pagi dan sejuknya hawa pegunungan. Oleh karena itu hijau sangat tepat untuk merefleksikan kesegaran dan relaksasi.
Biru: Melambangkan intelektualitas, kepercayaan, ketenangan, keadilan, pengabdian, seorang pemikir, konsistensi, dan dingin. Selain itu, dapat memicu rasa depresi dan ragu-ragu. Biru gelap akan membantu berpikir tajam, tampil jernih, dan ringan. Biru muda akan menenangkan dan menolong berkonsentrasi dengan tenang. Terlampau banyak biru akan menimbulkan rasa terlalu dingin, tidak akrab, dan tak punya emosi atau ambisi. Biru positif melambangkan kebenaran, kontemplatif, damai, intelegensi tinggi, meditatif. Biru negatif melambangkan emosional, egosentris, racun. Banyak orang beranggapan bahwan warna biru adalah warna yang dapat memberikan inspirasi dan biasanya warna tersebut cocok untuk situs web, kemasan produk atau kartu identitas perusahaan dan untuk hal-hal penting lainnya. Biru yang memberikan ketenangan juga merupakan pilihan yang tepat untuk area yang membutuhkan konsentrasi atau suasana meditasi. Untuk alasan ini sekarang banyak rumah sakit., pada tembik kamar operasi menggunakan warna biru.
Ungu: Memberi efek spiritual, kemewahan, keaslian, artistik, personal, mistis, spiritual dan kebenaran. Ungu mampu menunjang kegiatan bermeditasi dan berkontemplasi. Kemerosotan, angkuh, sombong, diktator dan mutu yang jelek adalah sifat-sifat negatif warna ini. Ungu dapat mempunyai banyak arti dari eksan sederhana sampai agung tergantung banyaknya sebagai latar belakang yang digunakan. Ungu merupakan warna yang unik karena karakternya berubah-ubah begitu drastis tergantung intensitas yang dimilikinya. Warna ungu tua dengan intensitas penuh berkarakter misterius, mistis, dalam dan angkuh. Sebaliknya warna ungu muda pastel justru digemari oleh mereka yang berjiwa unik seperti paranormal, desainer, entertainer dan mereka yang memiliki kemampuan artistic yang tinggi. Warna ungu yang elbih didominasi warna merah adalah warna yang kuat dan
67
Universitas Kristen Petra mencerminkan kemuliaan, keagungan dan kemewahan sehingga warna ini banyak dipakai dalam simbol kerajaan. Sedangkan warna ungu yang cenderung ke biru memiliki karakter yang hikmat dan banyak dipakai untuk melambangkan dukacita, agama atau sesuatu yang sakral.
Putih: Warna murni, suci, steril, bersih, sempurna, jujur, sederhana, baik, polos dan netral. Warna putih melambangkan malaikat dan tim medis. Warna ini juga bisa berarti kematian karena berkonotasi kehampaan, hantu, monoton, kaku dan kain kafan. Putih adalah warna yang melambangkan kesucian. Karena itulah, warna putih sering digunakan untuk acara-acara yang bersifat sakral seperti pernikahan atau acara ibadah keagamaan. Secara psikologis, putih melambangkan kejujuran, ketulusan dan juga keikhlasan. Warna ini juga mengasosiasikan kita terhadapa rasa bersih atau higienis dan klinis. Putih membuat suatu produk terlihat jernih dan bersih. Untuk produk bayi atau produk yang berhubungan dengan kebersihan pribadi dan kesehatan putih merupakan pesan yang bagus untuk ditampilkan karena mengasosiasikan rasa higienis. Putih juga sering diasosiasikan sebagi sesuatu yang dingin seperti salju.
Abu-abu: Bijaksana, dewasa, tidak egois, tenang, dan seimbang. Warna abu-abu juga mengandung arti lamban, kuno, lemah, kehabisan energi, dan kotor. Karena warnanya tergolong netral atau seimbang, warna ini banyak dipakai untuk warna alat-alat elektronik, kendaraan, perangkat dapur, dan rumah. Warna abu-abu dilihat sebagai warna “aman” dan sopan. Warna ini tidak akan membuat sebuah produk terlihat kuno karena warna ini selalu trendi. Warna abu-abu tidak bersifat dominan dan apabila dipadukan dengan warna lain, warna ini akan menjadi warna latar belakang. Warna abu-abu cocok dipadukan dengan warna apapun, khususnya dengan warna yang lebih kuat. Misalnya dengan warna merah, oranye, hijau, ungu, dan seterusnya.
Hitam: Berkesan elit, elegan, memesona, kuat, agung, teguh, kuat, kreativitas, magis, idealis, fokus dan rendah hati. Kesan negatifnya adalah hampa, sedih, ancaman, penindasan, putus asa, dosa, kematian, atau bisa juga penyakit, terlalu kuat, superior, merusak, menekan. Tak seperti putih yang memantulkan warna, hitam menyerap segala warna. Dengan hitam, segala energi yang datang akan diserap.
68
Universitas Kristen Petra Walau mampu memesona dan berkarakter kuat, tapi banyak orang yang takut akan "gelap". Warna hitam berkonotasi gelap. Hitam dapat menggambarkan keheningan, kematangan berpikir dan kedalaman akal yang menghasilkan karya. Terutama karya-karya yang bernilai seni. Tak heran jika para seniman, seperti pelukis, penyair dan pelakon teater juga menggemari warna ini. Demikian juga mereka yang berkecimpung di dunia desain seperti para arsitek, desainer dan fotografer. Bagi para penggemar mode, warna hitam adalah warna yang abadi, selalu terlihat modern dan gaya. Hitam juga sangat digemari sekaligus menampilkan kesan elegan dan mewah.
Coklat: warna coklat dihubungkan dengan kesederhanaan dan abadi. Coklat sangat identik dengan warna tanah dan warna kayu, sehingga penggunaan warna coklat memberi perasaan dekat dengan lingkungan alam seperti halnya hijau. Namun berbeda dengan hijau yang sejuk, coklat lebih memiliki karakter yang hangat. Karena itulah panduan warna kecoklatan sering dipilih sebagai warna utama dari rumah. Coklat juga merupakan salah satu warna netral sehingga warna ini dapat dengan mudah diterapkan untuk seluruh ruangan, terutama melalui material kayu dan material alami lainnya. Cokalt berdekatan dengan hal-hal yang bersifat alamiah. Coklat juga merupakan warna yang mencerminkan tradisi segala sesuatu yang berbau kebudayaan. Rempah-rempah, ukiran kayu yang cantik, kain batik yang klasik dengan perhiasan emas dan keindahan latar bangunan-bangunan tua adalah visualisasi lain dari warna ini
Warna Lembut: warna lembut yang dimaksud di sini adalah warna merah muda, biru muda, hijau muda. Warna lembut mempunyai sifat cenderung menunjukkan sifat kewanitaan yang mendalam.
Warna Pastel: warna yang termasuk pastel adalah warna-warna krem, cokelat muda, putih susu, hijau kaki, dan kuning gading. Warna pastel mempunyai sifat cenderung menunjukkan sifat kejantanan yang lembut atau mendalam.
3.1.2. Tinjauan Tentang Tipografi
Tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif. Hadirnya tipografi
69
Universitas Kristen Petra dalam sebuah media visual merupakan faktor yang membedakan antara desain grafis dan media ekspresi visual lain seperti lukisan. Lewat kandungan nilai fungsional dan nilai estetiknya, huruf memiliki potensi untuk menterjemahkan atmosfir-atmosfir yang tersirat dalam sebuah komunikasi verbal yang dituangkan melalui abstraksi bentuk-bentuk visual.
Pada dasarnya huruf memiliki energi yang dapat mengaktifkan gerak mata. Energi ini dapat dimanfaatkan secara positif apabila dalam penggunaannya senantiasa diperhatikan kaidah-kaidah estetika, kenyamanan keterbacaannya, sertainteraksi huruf terhadap ruang dan elemen-elemen visual di sekitarnya. Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai diterapkan pada awal masa kejayaan kerajaan ROMAWI. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya alfabet Latin hanya terdiri dari 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan
sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.
Kemajuan teknologi selanjutnya terjadi pada tahun 1984 ketika Adobe Systems merilis Postscript Font dan di tahun 1991 Apple Computer dan Microsoft Corporations mengeluarkan TrueType Font. Postscript Font dan TrueType Font adalah huruf elektronik atau yang disebut font. Huruf digital sesungguhnya berupa bahasa komputer yang berfungsi menerjemahkan kode-kode untuk menghasilkan tampilan bentuk huruf yang sempurna baik di layar monitor amupun pada saat pencetakan. Saat ini dapat ditemukan bergam jenis huruf digital yang digunakan dalam program komputer.
3.1.2.1. Anatomi Huruf
Setiap bentuk huruf dalam sebuah alfabet memiliki keunikan fisik yang menyebabkan mata kita dapat membedakan antara huruf „m‟ dengan „p‟ atau „C‟
70
Universitas Kristen Petra dengan „Q‟. Keunikan ini disebabkan oleh cara mata kita melihat korelasi antara komponen visual yang satu dengan yang lain. Sekelompok pakar psikologi dari Jerman dan Austria pada tahun 1900 memformulasikan sebuah teori yang dikenal dengan teori Gestalt. Teori ini berbasis pada „pattern seeking‟ dalam perilaku manusia. Setiap bagian dari sebuah gamabar dapat dianalsisi dan dievaluasi sebagai komponen yang berbeda. Salah satu hukum persepsi dan teori ini membuktikan bahwa untuk mengenal atau „membaca‟ sebuah gambar diperluakan adanya kontras atara ruang positif yang disebut dengan figure dan ruang negatis yang disebut dengan ground.
3.1.2.2. Jenis - Jenis Huruf
Berikut ini beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh James Craig , antara lain sbb :
1. Roman:
Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.
2. Egyptian:
Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulakn adalah kokh, kuat, kekar dan stabil.
3. Sans Serif:
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.
71
Universitas Kristen Petra 4. Script:
Huruf script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.
5. Miscellaneous:
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.
Dalam pemilihan jenis huruf, yang senantiasa harus diperhatikan adalah karakter produk yang akan ditonjolkan dan juga karakter segmen pasarnya. Seperti misalnya pada produk minyak wangi untuk wanita jarang yang menggunakan jenis huruf Egyptian karena berkesan kuat dan keras dan biasanya mempergunakan jenis huruf Roman yang bernuansa klasik dan lembut sehingga cocok dengan karakter minyak wangi dan wanita.
3.1.3. Tinjauan Unsur Komposisi 3.1.3.1. Penataan Layout
a. Komposisi secara Umum (Vertikal-Horisontal)
Bentuk yang paling umum untuk mengkomposisikan adalah pada bidang gambar berbentuk segi empat panjang di amna terdapat dua sisi memanjang dan dua sisi pendek, baik mendatar maupun tegak. Namun subjek dari gambar tersebut yang umumnya menentukan bentuk dari bidang yang dikehendaki, misalnya untuk penggambaran pemandangan alam atau landscape, maka umumnya bidang berbentuk datar dan memanjang atau horizontal sedangkan bagi lukisan potret atau potret berdiri maka bentuk yang sesuai adalah vertical atau persegi panjang yang berada pada posisi tegak. Hal ini disebabkan, gambar potret yang berdiri membutuhkan persegi panjang yang tegak dan tinggi sedangkan beberapa pemandangan alam atau landscape yang lebar dapat menjadi semakin berkesan dramatis pada bidang yang juga lebar.
72
Universitas Kristen Petra Pada penggambaran portrait, maka posisi yang umum yaitu tampak depan atau badan agak menyamping namun wajah menghadap ke depan, tipe penggambaran ini banyak dijumpai pada lukisan klasik dan kuno. Bebrapa lukisan portrait, penggambaran wajahnya agak menyamping ke kiri atau kanan dari garis tengah namun tetap memberi kesan frontal. Komposisi demikian terkesan aman karena tidak mengambil resiko di dalam mengambil tata letak.
b. Perkembangan Komposisi
Komposisi tersebut banyak dilanggar untuk mencapai bentuk yang lebih menarik. Komposisi yang beraneka ragam terjadi sejak ditemuaknnya kamera sehingga orang mulai berani melakukan manipulasi komposisi (Raynes 90). Hal ini dapat dilakukan dengan permainan grid sebagai garis bantu sehingga objek dapat berada pada tempat yang unik namun juga menarik dan seimbang. Sekarang banyak dijumpai penggambaran objek yang terpotong, terletak di sisi paling kanan atau kiri. Umumnya pengaturan komposisi tersebut tetap menggunakan elemen-elemen untuk menjaga keseimbangan gambar, seperti bayangan, subjek pembantu, latar belakang, pewarnaan, gradasi, dan sebagainya.
c. Warna dalam Komposisi
Kuat lemahnya warna juga sangat berpengaruh dalam komposisi yang menarik. Warna-warna netral serta area yang bertekstur datar cenderung mengurangi berat dari sebuah komposisi. Sebuah area bidang yang sangat luas dapat diseimbangkan dengan area yang sempit dengan menggunakan warna yang berintensitas kuat dan kontras tinggi. Misalnya background yang gelap dan polos, mempunyai efek mengkonsentrasiakn perhatian secara frontal pada wajah atau figure subjek yang dilukis. Kesan kompoisi seperti ini bersifat formal dan tradisional.
Namun warna background tidak selalu disajikan secara polos, namun dapat dengan detail walaupun tetap memusatkan perhatian terhadap subjek utama yang dianggap menonjol. Penggambaran background yang detail dapat dipergunakan untuk menggambarkan situasi dan suasana yang ada di sekitar objek. Namun
73
Universitas Kristen Petra demikian untuk menimbulkan kesan yang tidak terlalu berat, maka umumnya diberikan ruang negatif (misalnya warna pucat atau putih) pada gambar. Pembuatan background yagn detail tersebut juga dapat menonjolkan dan menimbulkan ketertarikan terhadap subjek utama, misalnya denganmenggunakan elemen pembantu seperti bunga, detail motif pakaian, topi, dan sebagainya yang justru membantu membuat objek tampak lebih nyata dan menambah kesan dramatis.
3.1.3.2. Tinjauan Teori Perspektif Sederhana
Perspektif adalah hukum yang memprediksi dan menjelaskan tentang ragam dan cara suatu objek yang tampak semakin berkurang dan semakin kecil ukurannya saat objek tersebut berada pada jarak yang jauh dari pengamat (Raynes 18). Basis dari semua perspektif adalah titik terang dari semua garis paralel pada horizon. Horizon adalah batas di amna mata kita melihat terjauh kaki langit atau tepi langit. Hukum perspektif yaitu semua garis parallel atau sejajar yang tampak akan menuju pada sebuah titik yang sama. Aspek penting lainnya yaitu objek-objek yang berjarak sama, tampak semakin mengecil hingga mendekati horizon. Jarak antara objek yang berjarak sama tersebut dilakukan secara konstan.
Pengamatan yang dilakukan terhadap objek yang salah satu atau beberapa sisinya berbentuk datar dan lurus pada posisi tertentu menyebabkan titik lenyapnya berada pada dua sisi (dua titik lenyap), maka salah satu titik lenyap berada pada pengamatan sedangkan sisi kedua akan menuju jauh kepada titik lainnya pada horizon, bahkan di luar dari bidang gambar (misalnya: penggambaran perspektif sebuah meja dan kursi). Lingkaran yang berada pada perspektif akan disebut sebagai elips. Lingkaran-lingkaran dimulai dari yang berukuran sangat datar atau juga mendekati bentuk lingkaran, didasarkan pada tingkat pengamatan mata (misalnya tutup dari sebuah kaleng, dan sebagainya).
3.1.3.3. Tinjauan Teori Tata Cahaya
Pencahayaan di dalam gambar berkaitan dengan aspek kualitas atau terang-gelap (value) karena aspek cahaya menentukan kualitas gradasi suatu objek. Dengan
74
Universitas Kristen Petra tekanan gelap dan terang maka dapat dicapai bentuk tiga dimensi. Elemen-elemen dari cahaya yang menentukan skala gradasi antara lain (Mendelowitz dan Wakeham 84):
a. Highlights (cahaya maksimum) atau bagian dari objek yang memiliki warna paling ringan atau paling terang dibandingkan dengan bagian lainnya dan biasanya muncul dari permukaan yang paling halus dan mengkilap. Highlights merupakan bintik sinar yang kuat dan mengena pada bagian puncak yang menghadap ke arah sumber cahaya.
b. Lights (cahaya) dan shadow (bayangan) merupakan kualitas gelap terang yang paling luas areanya, berada di antara highlights dan juga pusat bayangan.
c. Core of The Shadow (pusat bayangan) yaitu area di mana konsentrasi bayangan paling gelap, posisinya paralel dengan sumber cahaya, pusat bayangan tidak menerima penerangan.
d. Reflected Light (pantulan cahaya) yaitu area di mana cahaya dipantulkan kembali dari permukaan yang tidak seberapa jauh, berfungsi sebagai pengisi dan membuat objek semakin jelas bentuknya.
e. Cast Shadow (pantulan bayangan) yaitu bayangan yang terjadi dari objek pada bidang yang berdekatan, biasanya lebih gelap daripada pusat bayangan.
Berbagai jenis pencahayaan di dalam membuat gambar ilustrasi antara lain: 1. Cahaya natural (Outdoor)
Penggambaran subjek yang ditimpa cahaya langsung dari matahari memiliki kesulitan tersendiri karena dipengaruhi oleh banyak musim, warna dan arah dari cahaya serta daerah bayangan yang terjadi secara konstan mengalami perubahan sejalan dengan waktu. Hal ini menyebabkan, pada saat terjadi perubahan cahaya maka pola cahaya yang menimpa subjek dan juga bayangannya, mengalami perubahan. Namun demikian penggambaran subjek yang langsung tertimpa cahaya ini, terkesan menarik dan menimbulkan kesan kontras serta suasana tertentu.
75
Universitas Kristen Petra 2. Cahaya Membaur (Indoor)
Pencahayaan dalam ruangan dianggap bersifat ideal karena cahaya tidak langsung mengena (dari atas) sehingga pewarnaan yang diakibatkan oleh cahaya tersebut menjadi halus dan membaur serta tidak mudah mengalami perubahan. Pencahayaan seperti ini tidak memiliki bayangan yang bertepian kontras seperti halnya dengan cahaya natural sehingga gambar tidak terlalu kuat dan menonjol. Pencahayaan menjadi tampak emrata dan mendominasi secara mayoritas dari lukisan atau gambar. Namun demikian, bila subjek ditimpa oleh cahaya langsung dari atas, maka bayangan hamper tidak ada dan penggambaran menajdi datar. Oleh karena itu maka pewarnaan jenis ini mempergunakan berbagai macam penekanan baik teranng maupun gelap. Umumnya penggunaan dari pencahayaan ini akan semakin menonjol dan baik apabila penggunaannya pada wajah yang berwarna pucat serta rambut berwarna hitam karena selain pewarnaan wajah tidak gelap juga garis wajah dapat semakin menonjol oleh karena rambut hitam yang berada di sekitar wajah.
3. Cahaya Latar Belakang (Background Light atau Against Daylight)
Teknik ini menggunakan pencahayaan di belakang model serta menggunakan pantulan cahaya untuk membuat objek tampak menonjol. Tampilan pencahayaan yang gemerlap dari teknik ini, disebabkan oleh kombinasi dari warna yang halus dengan pinggiran subjek yang terang atau banyak pantulan cahaya dari belakang. Pencahayaan ini banyak ditemui melalui pantulan cahaya matahari yang memiliki banyak cahaya yang dipantulkan pada bagian belakang dari subjek sehingga figur subjek menjadi menonjol, misalnya objek yang berada di depan jendela yang memantulkan cahaya matahari. Namun demikian penggambaran menjadi terkesan menyilaukan dan sulit untuk mengamati bagian depan objek secara nyaman karena detail yang suram dan kurang mendapat cahaya dibandingkan dengan daerah oinggiran objek. Oleh karena itu keberadaan reflektor sangat diperlukan untuk mengimbangi pencahayaan yang kontras tersebut. Dengan pantulan cahaya tersebut maka subjek akan memiliki kanduangan warna hangat maupun dingin pada saat yang sama.
76
Universitas Kristen Petra 4. Cahaya Buatan (Artificial Light)
Cahaya buatan berasal dari sumber cahaya selain matahari seperti pencahayaan lampu, baik lampu tunggal maupun lampu laser yang umumnya dipergunakan di panggung dan konser music. Keuntungan dari pencahayaan lampu elektrik yaitu cahaya yang disorotkan tidak terlalu berlainan arah dan juga refleksi tampak kuat dan tegas. Namun kekurangannya yaitu pencahayaan ini menghasilkan cahaya yang terlalu keras dan bayangan yang jelas dan kontras sehingga menghilangkan karakteristik dan detail objek. Namun demikian untuk memperoleh cahaya yang lebih lembut dan natural, cahaya buatan dapat lebih mudah untuk direfleksikan pada dinding yang berwarna terang atau langit-langit di atas subjek gambar. Penggunaan lampu yang semakin besar maka cahaya akan menjadi semaking lembut, seperti penggunaan lampu softbox pada teknik pencahayaan fotografi atau paying reflektor.
3.1.4. Tinjauan Gambar Ilustrasi
Ilustrasi pada jaman sekarang dibedakan dari lukisan akibat timbulnya berbagai pergerakan seni yang semakin lama semakin modern. Dengan banyaknya desainer dan seniman yang mempergunakan teknik ilustrasi ke dalam karya-karya mereka yang bergaya pop dan postmodern maka ilsutrasi menjadi bentuk ilustrasi yang sifatnya kontemporer. Namun yang membuahkan perbedaan adalah pada pergeseran fungsinya seiring dengan perkembangan jaman. Seni lukis lebih diarahkan pada perasaan pribadi pelukisnya, bersifat independen dan tidak bergantung pada kepuasan orang lain. Berlawanan dengan hal tersebut, ilustrasi sekarang diciptakan untuk tujuan komersial dan reproduksi sehingga gambar dibuat untuk menyukakan hati klien atau orang lain bahkan dibatasi oleh tenggat waktu pembuatan. Ilustrasi jgua dituntut untuk dapat dipahami oleh banyak orang yang melihatnya dan seringkali digabungkan dan dihubungkan dengan teks (artikel, cerita, teks atau copy iklan, dan sebagainya).
Hal tersebut menyebabkan ilustrasi umumnya diartikan sebagai bahasa visual yang dapat dihasilkan melalui berbagai media, baik fotografi, bentuk-bentuk huruf,
77
Universitas Kristen Petra grafik dan diagram (tidak terbatas gambar manual). Gambar ilustrasi merupakan salah satu cara di dalam memvisualkan sesuatu, namun ilustrasi mempergunakan bentuk lukisan ataupun gambar sehingga gambar ilustrasi diartikan sebagai bentuk gambar atau lukisan yang mengkomunikasikan ide, gagasan, pendapat, perasaan dan juga suatu cerita.
3.1.4.1. Tinjauan Gambar Ilustrasi Berdasarkan Bidang Kajian a. Ilustrasi editorial antara lain:
Ilustrasi Buku. Ilustrasi seperti ini dijumpai pada novel-novel, buku-buku bacaan anak dan orang dewasa, buku-buku olahraga, kartun dan karikatur (politik), dan sebagainya.
Ilustrasi buku anak-anak banyak bertemakan ilustrasi sehingga ilustrasi sangat penting karena mampu mengembangkan cerita. Sedangkan ilustrasi surat kabar dan majalah berkaitan dengan artikel yang diangkat serta bersifat komunikasi massa, berupa gambar maupun fotografi. Ilustrasi ini juga berbentuk pengisi ruang-ruang kosong dan berfungsi untuk menarik perhatian pada halaman tersebut. Ilustrasi juga diperguankan sebgai sampul buku untuk menarik perhatian para
pembeli, baik berbentuk kata-kata maupun gambar yang menggambarkan isi buku secara efektif. Ilustrasi buku berfungsi untuk menguraikan teks sehingga antara ilustrasi dan teks saling bergantung dan mendukung.
b. Ilustrasi Periklanan yaitu ilustrasi ditujukan kepada fungsi promosi dan pemasaran dan mempengaruhi ketertarikan konsumen. Ilustrasi periklanan meliputi:
Ilustrasi Fashion, dapat berbentuk fotografi maupun gambar memiliki tujuan sebagai bentuk laporan dan berita sekitar fashion maupun mempromosikan dan menjual produk-produk fashion.
Ilustrasi Produk, berfungsi untuk menggambarkan produk apapun yang diproduksi dan ditawarkan kepada konsumen serta bertujuan menggambarkan produk semenarik mungkin.
Ilustrasi Pariwisata, ilustrasi yang umumnya menggambarkan pemandangan alam, arsitektur dan figur-figur tertentu di daerah yang dipromosikan.
78
Universitas Kristen Petra c. Ilustrasi Medis, ilustrasi ini berkaitan dengan pengetahuan kedokteran sehingga
illustrator ditunutut memiliki pengetahuan kedokteran di samping untuk memvisualkan.
d. Ilustrasi Ilmiah, ilustrasi ini bertujuan untuk menggambarkan material-material tertentu yang membutuhkan ketepatan, kejelasan dan kerapian seperti bangunan dan arsitektur bentuk-bentuk geometri lainnya.
3.1.4.2. Tinjauan Gambar Ilustrasi berdasarkan Sifat dan Fungsi
Berdasarkan sifat dan fungsinya, gambar ilustrasi dapat dibedakan menjadi (Mendelowitz dan Wakeham 6):
a. Gambar ilustrasi yang bertujuan untuk menjelaskan keadaan yang dilihat, baik berupa sketsa kasar serta garis-garis yang cepat maupun gambar yang detail, contoh: sketsa cepat atau bahkan photo realism (mirip foto karena detail yang akurat).
b. Gambar ilustrasi yang memvisualkan apa yang diimajinasikan, yaitu menggambarkan objek atau keadaan yang tidak ada di dalam kenyataan. Visualisasinya dapat berupa penggambaran yang mewakili sesuatu bahkan dalam bentuk abstrak. Contoh: gaya surrealism (Salvador Dali) yang memberikan penggambaran seperti fantasi dan mimpi.
c. Gambar ilustrasi yang memvisualkan suatu ide dan konsep, misalnya dalam bentuk simbolisasi. Gambar Ilustrasi yang tidak hanya sekedar menekankan permasalahan teknik dan kemampuan namun menuntut kedalaman isi yang digambarkan. Tipe penggambaran ini menghadirkan sudut pandang, perasaanm dan emosi, interpretasi dan ekspresi orang yang menggambarnya (Ekspresif).
d. Gambar Ilustrasi yang berfungsi untuk menghias atau sebagai unsur dekoratif yang mengisi komposisi atau bidang yang ada sehingga memberikan daya tarik besar dan memenuhi kepuasan estetis pengamatnya.
e. Gambar Ilustrasi yang menjelaskan atau berfungsi sebagai jembatan didalam pemahaman terhadap bahasa verbal. Biasanya ilustrasi dan verbalisasi berdampingan dan saling mendukung serta mengarahkan pembaca sesuai dengan
79
Universitas Kristen Petra keinginan penulis. Ilustrasi dapat memperluas cerita dan mempermudah pemahaman atas sesuatu yang abstrak.
3.1.4.3. Tinjauan Gambar Ilustrasi Berdasarkan Alat Sarana ataupun perlengkapan yang dipergunakan antara lain:
a. Perlengkapan Sketsa, yang meliputi: pensil 2B dan HB, charcoal atau pensil arang, bolpoin dan penghapus pensil. Pensil ini menunjang di dalam menciptakan garis-garis bantu yang bersih dan tipis sebelum mewarnai. Penggunaan charcoal atau pensil arang di dalam pembuatan sketsa memudahkan untuk diaplikasikan namun juga untuk dihapus. Charcoal bermanfaat untuk memberikan kesan dramatis, berupa arsiran yang kuat dan gelap. Penghapus berfungsi untuk mengoreksi kesalahan tanpa merusak permukaan kertas sedangkan bolpoin dapat digunakan untuk menghasilkan garis-garis yang beragam ketebalan dan dipergunakan untuk membuat outline namun sukar untuk dihapus.
b. Perlengkapan Warna. Pewarnaan mempergunakan berbagai macam sarana: cat air, cat minyak, pensil berwarna, crayon, pastel, dan sebagainya.
c. Kertas (untuk cat air, pastel, crayon, sketsa, dan sebagainya) atau kanvas (bagi cat minyak) dengan berbagai macam ukuran. Bagi cat air, material kertas antara lain: permukaan yang kasar, cold-press dan hot-press (Rubin 11) yang mengacu pada bagaimana kertas tersebut mengering. Pada permukaan yang kasar, tekstur lebih mudah dihasilkan misalnya dengan sistem cat kering (dry brush). Kertas cold-press berada di antara kasar dan halus, sapuan cat pada media ini lebih halus. Sedangkan hot-press sangat halus karena di dalam proses pembuatannya ditekan dengan besi panas. Sapuan cat melekat dan saling mencampur dengan baik, teknik tekstur dapat dicapai dengan menggunakan kuas karena tidak dapat memanfaatkan tekstur kertas yang terlalu halus tersebut.
d. Kuas. Macam-macam kuas antara lain: kuas berujung bulat dan datar dengan ukuran yang beragam pula. Pada kuas yang berujung bulat apabila dalam keadaan basah, ujungnya dapat meruncing dan baik untuk menciptakan detail serta mampu menahan cukup banyak air sekaligus cat. Sedangkan kuas berujung datar, tidak
80
Universitas Kristen Petra dapat menahan air terlalu banyak dan sangat baik apabila dipergunakan untuk menciptakan efek semburan cat (spatter).
e. Palet dan Air. Palet dipergunakan untuk menghasilkan campuran cat yang dikehendaki sedangkan air berfungsi untuk menambah ataupun mengurangi kepekatan campuran tersebut.
3.1.4.4. Tinjauan Gambar Ilustrasi berdasarkan Teknik Teknik ilustrasi dibedakan menjadi:
a. Fotografi merupakan teknik ilustrasi yang dipergunakan sejak ditemukannya alat kamera tahun 1665. Fotografi yang dipergunakan sebagai sarana yang merekam peristiwa penting tanpa memperhatikan unsur estetisnya, disebut juga fotografi dokumentasi. Sedangkan yang dimaksudkan dalam ilustrasi fotografi yaitu jenis fotogradi yang sangat memperhatikan aspek estetis sehingga menjadi media ekspresi keindahan dan seni baru. Jenis fotografi ini disebut sebagai Fotografi Piktorial. Teknik fotografi ini menjadi semakin meluas sejak ditemukannya percetakan sehingga peran seniman mulai tergeser oleh fotografi.
b.Manual merupakan teknik gambar yang hanya dihasilkan dengan ketrampilan tangan dan tidak mempergunakan alat bantu mesin. Penggunaan teknik ini menyebabkan kekhassn dan keunikan gaya masing-masing seniman atau illustrator, terungkap di dalam gaya dan ciri khas goresan. Oleh karena itu, maka teknik amnual dirasakan emmiliki kelebihan dari segi nilai estetiknya dibandingkan dengan komputer.
c. Komputer merupakan teknik gambar ilustrasi yang berbasis teknologi. Dengan penggunaan komputer maka teknik manual secara perlahan tergeser oleh karena sifatnya yang serna otomatis dan terkontrol. Kelebihan komputerisasi yaitu pada kemampuannya untuk menghasilkan bentuk-bentuk desain yang canggih dan berlapis-lapis dalam waktu yang relatif singkat seperti: Gaya American New Wave. Namun demikian, goresan seniman sama sekali tidak terasa nilainya.
d. Kubisme Sintetik atau Kolase atau Collage, Photomontage. Collage berarti menempel yaitu teknik yang mempergunakan kertas, kain, gambar maupun
81
Universitas Kristen Petra bermacam-macan benda lainnya yang ditempelkan pada suatu permukaan dan menjadi satu kesatuan. Gaya gambar ini pertama kali dipergunakan ileh aliran Kubism. Sedangkan Photomontage, menerapkan prinsip yang sama dengan kolase namun teknik ini mempergunakan fotografi (Phaidon 504). Photomontage banyak dipergunakan pada gaya Punk, Surealism, Pop Art, Dadaism.
3.1.4.5. Tinjauan Gambar Ilustrasi berdasarkan Goresan
a. Arsir merupakan teknik yang menggambarkan bentuk dari objek dengan mengisi daerah yang terkena bayangan sehingga bentuk dari objek dengan mengisi daerah yang terkena bayangan sehingga volume benda dapat dideskripsikan. Teknik arsir dapat dibedakan menjadi:
Arsiran garis lurus, antara lain: garis-garis pralel (hatching) yaitu goresan garis dengan pola sejajar, garis-garis berpotongan (cross hatching) yaitu pola garis yang memotong garis yang sejajar, garis bervariasi (scribbling) yaitu garis-garis yang bersifat acak ke segala arah, dapat menambah corak atau warna, bentuk dan volume.
Arsiran mengikuti bentuk atau melengkung, antara lain: garis-garis kontur (contour hatching) berupa garis-garis lengkung yang mengikuti perubahan bentuk objek baik bentuk melingkar maupun perspektifnya, serta garis-garis kontur yang saling memotong (cross contour hatching) yang mendeskripsikan volume dan detail-detail benda.
b.Dry-Brush merupakan teknik pembuatan gambar dengan menggunakan sapuan cat dan kuas setengah kering atau tanpa campuran air, dilakuakn dengan cara menyapukan kuas ke permukaan kertas yang kasar untuk menghasilkan efek pecah-pecah. Sehingga sesungguhnya teknik ini sama dengan teknik untuk menghasilkan tekstur gamabr yang bersifat detail.
c. Blocking atau disebut sebagai pengecatan plakat. Bentuk cat plakat yang modern, memunculkan gaya gambar yang mengaplikasikan teknik ini, disebut sebagai Plakatstil. Pewarnaan plakat ini biasanya berkesan datar, sedikit, tanpa gradasi dan
82
Universitas Kristen Petra umumnya minim ornamen karena bertujuan untuk memusatkan perhatian pada objek utama yang sederhana.
d. Pointilism atau Texture merupakan teknik menggambar dengan memangaatkan kualitas permukaan suatu bidang, baik kasar, maupun halus, keras dan lembut. Teknik ini bersifat ekspresif, representasional dan inovatif karena ditentukan oleh material, teknik serta kreativitas seniman atau ilustratornya. Bentuk pola tekstur yang terkenal yaitu gaya pontilism oleh George Seurat. Bidang gambar diberikan titik-titik warna yang dari kejauhan tampak menyatu. Pada gaya ini, tekstur dapat mencapai persepsi 3 dimensi yang menggambarkan cahaya,volume dan suasana melalui pewarnaan kuat dan lemah, bahkan seringkali tidak memperhatikan penggunaan outline pada objek karena tergantikan oleh bentuk tekstur.
3.1.4.6. Tinjauan Gambar Ilustrasi berdasarkan Gaya Gambar
a. Realis merupakan salah satu gaya gambar di mana segala sesuatu digambarkan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya dalam kehidupan nyata. Realis yang sempurna dan memiliki kemiripan yang akurat dengan objek aslinya, disebut sebagai Photorealism atau foto realis karena agak sukar dibedakan dengan foto.
Gambar 3.2. Contoh ilustrasi realis Sumber: The Artist
83
Universitas Kristen Petra b. Kubisme analitik merupakan merode menggambar yang ditemukan oleh Pablo Picasso
dan George Braque pada awal abad ke-20. Kubisme wakaupun menggambarkan objek yang real namun ilustrasinya bersifat abstrak dan geometris, bersifat dua dimensi dan datar. Bentuk kubisme ini membuat perubahan di dalam gaya gambar dan desain modern.
3.3. Gaya Kubisme (Pablo Picasso: Woman In Armchair) Sumber: http://fc.nrsbgym.dk/~lf/menneskekroppen/kub
c. Dekoratif merupakan teknik gambar yang menarik dan penuh ornamen namun tidak sepenuhnya memiliki kegunaan karena hanya memnuhi fungsi estetis atau sebagai penghias. Gaya dekoratif ini berkembang sebagai bentuk gerakanyang menghidupkan kembali ketrampilan tangan manusia dalam seni dan kriya serta menolak kehadiran industri yang menggunakan tenaga mesin (Adityawan 11). Beberapa gaya gambar dekoratif yang terkenal yaitu: Victorian, Art and Craft, dan Art Nouveau.
84
Universitas Kristen Petra Gambar 3.4. Gaya dekoratif Art Nouveau
d. Kartun merupakan bentuk gambar yang lucu dan menghibur yang disajikan dalam bentuk gambar maupun tangkaian cerita baik komik atau film animasi. Gambar kartun lebih banyak diidentikkan untuk konsumen anak-anak karena sifatnya yang lucu dan kekanak-kanakan oleh karena itu juga sering digambarkan dengan tokoh binatang karena dianggap dekat dengan anak-anak. Namun demikian, dalam perkembangannya, kartun juga mulai dibuat bagi remaja dan juga dewasa karena ringan dan menghibur. Bentuk kenyataan juga tidak proposional. Penggambaran tokoh kartun yang galak misalnya digambarkan memiliki kepala kecil dan badan yang lebar, sedangkan tokoh yang imut didasarkan atas bentuk proporsi bayi (Blair 2). Contohnya adalah kucing yang mempunyai kepala besar, hidung kecil dan badan yang mungil.
85
Universitas Kristen Petra Gambar 3.5. Contoh kartun Amerika (Walt Disney: Mickey Mouse)
Sumber: Hinamagazine
e. Karikatur, sebenarnya memiliki kemiripan dengan kartun bahkan seringkali masyarakat mengategorikannya sebagai bagian dari kartun.karikatur biasanya dimuat di majalah dan juga surat kabar, umumnya bertemakan berita-berita aktual yang sedang hangat dibicarakan dan dengan penggambaran dan cerita yang bersifat menyindir namun juga lucu dan menghibur pembacanya. Berbagai prioritas yang biasanya diutamakan dalam menggambar, seperti proporsi yang tepat dan kemiripan figure yang akurat dan realistis, menjadi diputarbalikkan dalam teknik penggambaran karikatur. Figur yang digambarkan kemungkinan sangat jauh dari realitas namun hal tersebut justru tetap diterima dan dianggap sebagai simbol yang mewakili dan mengingatkan pengamat terhadap orang yang digambarkan (Raynes 70). Karikatur yang ekstrem bersifat melebih-lebihkan dan dikembangkan berdasarkan pengetahuan dasar wajah dan daerah kepala, misalnya apabila keunikan seseorang terletak pada hidung yang besar maka hal tersebut yang ditonjolkan sehingga menjadi lebih dikenali dan mirip dengan orang yang digambar. Figur yang digambar kebanyakan selalu berkepala besar dan berbadan kecil. Sehingga karikatur biasanya dibuat dengan goresan dan arsiran bolpoin atau spidol hitam sehingga memiliki kesan monumental.
86
Universitas Kristen Petra 3.6. Contoh karikatur Barrack Obama
Sumber: Fanpop
3.2. Konsep Kreatif Perancangan Buku Panduan 3.2.1. Khalayak Sasaran
Khalayak sasaran adalah target utama dari perancangan buku panduan ini. Yang mana nantinya bentuk dan konsep perancangan akan disesuaikan dengan karakteristik dari target audience. Target audience ini dibagi menjadi 4 kategori yaitu: demografis, gerografis, psikografis dan behavioristis.
Secara demografis, target audience dari buku panduan ini adalah ibu-ibu muda yang berusia 18-24 tahun dengan status sosial menengah ke atas. Tingkat pendidikan bebas dengan syarat dapat membaca. Pekerjaan tidak ada spesifikasi khusus, baik ibu muda yang bekerja maupun ibu rumah tangga. Suku bangsa dan agama, tidak ada batasan tertentu. Family life cycle, seorang wanita yang baru menikah dan sedang dalam masa hamil sehingga masih memiliki waktu untuk mempersiapkan perawatan bayi. Ukuran keluarga wanita baru saja menikah, ataupun sedang hamil atau baru saja melahirkan.
Dari segi geografis, target audience buku panduan ini meliputi ibu-ibu muda yang tinggal di daerah perkotaan yang cukup besar seperti Surabaya, Malang, Jakarta,
87
Universitas Kristen Petra Semarang dan daerah di mana ibu-ibu muda dapat menemukan buku panduan ini di took-toko buku seperti Gramedia, Gunung Agung.
Psikografis dari target audience buku ini meliputi ibu-ibu muda dengan life style digolongkan sebagai masyarakat modern. Ibu-ibu muda yang sayang anak, peduli akan perawatan anak, mandiri, tidak menyerahkan sepenuhnya perawatan anak kepada babysitter, mementingkan quality time dalam keluarga. Suka membaca, tidak ketinggalan jaman (up to date). Media yang sering digunakan antara lain adalah handphone, internet, majalah, tabloid.
Kebiasaan (behavioristis) dari ibu-ibu muda ini antara lain adalah, suka berbelanja, terlebih ke pusat perbelanjaan. Dalam mencari informasi yang dibutuhkan menggunakan internet dan buku maupun majalah. Ibu-ibu muda yang suka membaca majalah untuk bayi, berbelanja buku minimal satu bulan sekali. Mengunjungi toko buku pada saat berbelanja di pusat perbelanjaan. Mempunyai banyak teman, rekan sekerja dan keluarga yang mendukung perkembangan bayi. Senang dalam berbelanja keperluan untuk bayinya baik dengan media online maupun langsung di pusat perbelanjaan.
3.2.2. Tujuan Kreatif
Tujuan dari perancangan buku panduan cara merawat bayi ini adalah agar ibu-ibu muda, khususnya yang membutuhkan panduan dalam merawat bayi mereka dapat mempraktekkan langsung panduan secara langkah demi langkah tanpa membuat bingung ibu-ibu muda. Dengan instruksi singkat namun jelas dan gambar yang dapat menolong ibu muda dalam merawat bayi mereka. Mulai dari layout, penggambaran tokoh, isi dalam buku, tekhnik pewarnaan, setting, akan mendukung untuk mewujudkan penyampaian cara merawat bayi yang mudah kepada ibu-ibu muda. Tidak sebatas demikian, sekiranya buku ini dapat memuat pengetahuan yang memang diperlukan oleh ibu-ibu muda, sekaligus tidak membuat ibu-ibu muda merasa bosan dalam membaca buku panduan ini. Sehingga buku ini nantinya benar-benar berguna bagi target audience.
88
Universitas Kristen Petra 3.2.3. Strategi Kreatif
Agar tujuan kreatif tersebut di atas dapat tercapai, maka diperlukan strategi kreatif untuk dapat mempresentasikan tujuan kreatif tersebut, maka dilakukan:
a. Menghadirkan pewarnaan dengan warna-warna pastel. Hal ini sangat mendukung karena warna-warna pastel yang lembut cocok dengan karakteristik bayi yang lembut, menyenangkan, memberikan kesan ringan, halus dan nyaman.
b. Layout disesuaikan dengan isi, antara gambar dan teks. Untuk halaman yang memberikan penjelasan langkah demi langkah, perbandingan antara gambar dan isi adalah 70:30. Sedangkan untuk halaman yang berisi tips dan informasi yang kebanyakan berisi teks, perbandingan gambar dan teks adalah 20:80. Tata halaman dibuat serasi antara halaman namun tidak monoton sehingga pembaca tidak merasa bosan.
c. Penggunaan tipografi yang sesuai dengan isi buku, tipografi dengan karakter yang memiliki legibilitas tinggi namun tetap sesuai dengan karakter ilustrasi yang ada. d. Ilustrasi yang ringan, tidak rumit dan jelas. Ilustrasi ini sebagai isi utama dalam
buku, sehingga ilustrasi yang ditampilkan bukan ilustrasi yang terlalu rumit dan malah membuat bingung ibu-ibu muda.
e. Menggunakan penokohan ibu muda. Selain itu ditambahkan dengan tips-tips penting seputar perawatan bayi seperti pertolongan pertama pada saat bayi sakit, informasi mengenai imunisasi, permainan-permainan yang dapat dilakukan dengan bayi.
f. Tebal buku disesuaikan dengan informasi yang dibutuhkan dalam setiap tema. Buku panduan berukuran 18x18 cm.
3.3. Konsep Rancangan Buku Panduan 3.3.1. Judul Seri Buku Panduan
Judul seri ini adalah judul yang mana akan menyatukan setiap tema dari buku panduan yang lainnya. Judul ini merupakan judul utama yang merupakan judul dari buku seri ini. Judul yang dipilih adalah “My Baby‟s Time”. Judul ini dipilih karena buku panduan yang akan dibuat nantinya menceritakan mengenai hal-hal yang
89
Universitas Kristen Petra dilakukan ibu dalam satu hari, seperti memandikan bayi, memberi makan, menggantikan popok. Rutinitas yang selalu dilakukan setiap hari oleh ibu dalam merawat bayi. Buku ini memiliki lima sub judul yaitu:
3.3.1.1. Sub Judul Pertama
Sub judul pertama diberi judul “Bayiku Sayang”, berisi panduan awal untuk ibu seperti cara menggendong bayi, bagaimana mengatasi bayi saat sakit (pertolongan pertama pada bayi), membungkus bayi dengan kain untuk menghangatkan (bedong), informasi mengenai imunisasi.
3.3.1.2. Sub Judul Kedua
Sub judul kedua dari buku ini diberi judul “Waktunya Mandi!” Dalam buku ini dijelaskan bagaimana cara memandikan bayi hingga memasangkan popok dan apa saja yang dibutuhkan si bayi pada saat mandi, setelah mandi hingga berpakaian. Mulai dari hal-hal yang dibutuhkan, hingga cara pemakaian yang benar.
3.3.1.3. Sub Judul Ketiga
Sub judul ketiga dari buku ini diberi judul “Mari Makan” Buku ini berisi mengenai cara pemberian ASI, tips-tips yang dibutuhkan oleh ibu mengenai cara mengeluarkan ASI, menyimpan ASI, informasi mengenai makanan tambahan pada bayi. Selain itu akan diberikan beberapa resep makanan yang diperlukan oleh ibu setelah bayi dapat mengunyah makanan (bubur bayi).
3.3.1.4. Sub Judul Keempat
Sub judul keempat dari buku ini diberi judul “Ayo Bermain!” Isi buku ini adalah permainan-permainan dan cara-cara memainkan permainan tersebut dengan si bayi. Berisi panduan singkat dan apa saja yang didapatkan bayi lewat permainan tersebut. Permainan disesuaikan untuk bayi dari umur 0-12 bulan.
90
Universitas Kristen Petra 3.3.1.5. Sub Judul Kelima
Sub judul kelima dari buku ini diberi judul “Tidurlah Sayang” Isi buku ini adalah informasi dan tips-tips untuk menidurkan bayi. Dilengkapi pula dengan panduan singkat memijat bayi.
3.3.2. Tema Cerita
Di sini akan diceritakan satu karakter ibu muda dan bayinya. Isi keseluruhan buku ini adalah menceritan keseharian ibu dan bayi, mulai dari bangun pagi hingga bayi tidur. Kegiatan-kegiatan rutin yang dilakukan oleh ibu kepada bayinya, merawat dan bermain serta hinga akhirnya bayi tidur.
3.3.3. Maksud dan Tujuan
Memberi panduan kepada ibu mengenai cara perawatan bayi dengan media buku dan visualisasi yang menarik, mudah dimengerti, jelas, dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter ibu muda. Dengan demikian, ibu muda dapat dengan mandiri dalam merawat bayi mereka.
3.3.4. Jumlah Seri
Terdapat 5 sub judul buku panduan yang berisi panduan-panduan dasar yang paling dibutuhkan oleh ibu muda setelah melahirkan. Panduan-panduan dengan visual untuk memudahkan ibu-ibu muda dalam mempraktekkan secara langsung kepada bayi. Hal-hal dasar tersebut antara lain berisi mengenai: cara menggendong bayi, cara memandikan bayi, pemberian ASI dan makanan pada bayi, permainan-permainan yang dapat dilakukan pada bayi dan cara-cara menidurkan bayi.
3.3.5. Ukuran dan Jumlah Halaman
Ukuran buku adalah 18 x 18 cm, dan jumlah halaman disesuaikan dengan setiap informasi yang dibutuhkan dalam setiap seri (kurang lebih 20 halaman per seri).