• Tidak ada hasil yang ditemukan

Referat - Karsinoma Nasofaring

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Referat - Karsinoma Nasofaring"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

 Referat   Referat 

KARSINOMA NAS

KARSINOMA NASOF

OFARING

ARING

Disusun oleh: Disusun oleh: T

Tiiaarra a PPuuttrri i RRaammaaddhhaannii, , SS..KKeedd.. 0044008844882211661188116677 T

Thheeooffiilluus s AAsswwaaddii, , SS..KKeedd.. 040400448822117711!!11""!!

Pembimbing: Pembimbing: dr

dr. #enn$ . #enn$ Satria %tama, Satria %tama, S&T'TS&T'T(K), *.Si.*ed., +-S(K), *.Si.*ed., +-S

BAGIAN/DE

BAGIAN/DEP

PARTEMEN

ARTEMEN THT

THT-K

-K

RS!P D"# MOHAMMAD HOESIN PAEMBANG

RS!P D"# MOHAMMAD HOESIN PAEMBANG

FAK!TAS KEDOKTERAN !NI$ERSITAS SRI%I&A'A

FAK!TAS KEDOKTERAN !NI$ERSITAS SRI%I&A'A

()*+

()*+

(2)

HAAMAN PENGESAHAN

HAAMAN PENGESAHAN

Referat Referat KARSINOMA NASOFARING KARSINOMA NASOFARING Oleh: Oleh: T

Tiiaarra a PPuuttrri i RRaammaaddhhaannii, , SS..KKeedd.. 0044008844882211661188116677 T

Thheeooffiilluus s AAsswwaaddii, , SS..KKeedd.. 040400448822117711!!11""!!

Telah diterima dan disetuui se/aai salah satu s$arat dalam meniuti Telah diterima dan disetuui se/aai salah satu s$arat dalam meniuti Ke&aniteraan Klini

Ke&aniteraan Klini di aian3#e&artemen T'Tdi aian3#e&artemen T'T(K) +aultas Kedoteran(K) +aultas Kedoteran %niersitas Sriwia$a

%niersitas Sriwia$a RS%P #rRS%P #r. *ohammad 'oesin . *ohammad 'oesin Palem/anPalem/an Periode 28 Austus s.d. 2 5to/er

Periode 28 Austus s.d. 2 5to/er 20172017

Palem/an, 5to/er 2017 Palem/an, 5to/er 2017

dr. #enn$ Satria %ta

(3)

KATA PENGANTAR 

Pui dan s$uur &enulis haturan ehadirat Tuhan an *aha sa atas  /erah dan rahmat($a sehina &enulis da&at men$elesaian da&at men$elesaian referat $an /erudul “Karsinoma Nasofaring”. Referat ini disusun se/aai salah satu s$arat Ke&aniteraan Klini di aian3#e&artemen T'T(K) RS%P #r. *ohammad 'oesin Palem/an +aultas Kedoteran %niersitas Sriwia$a.

Pada esem&atan ini, &enulis menu9a&an terima asih e&ada dr. #enn$ Satria %tama, S&T'T(K), *.Si. *ed., +-S, selau &em/im/in $an telah mem/erian /im/inan selama &enulisan dan &en$usunan la&oran asus ini.

Penulis men$adari masih /an$a euranan dalam &en$usunan referat ini dise/a/an eter/atasan emam&uan &enulis. 5leh arena itu, riti dan saran $an mem/anun dari /er/aai &iha sanat &enulis hara&an demi &er/aian di masa $an aan datan. *udah(mudahan la&oran ini da&at mem/eri manfaat dan  &elaaran /ai ita semua.

Palem/an, 5to/er 2017

(4)

DAFTAR ISI

'A)A*A :%#%)... i

'A)A*A P;SA'A... ii

KATA P;ATAR... iii

#A+TAR S... i

A  P#A'%)%A... 1

A  T:A%A P%STAKA... "

AAT5* AS5+AR;... " KARS5*A AS5+AR;...  #+S...  P#*5)5;... 6 T5)5; #A +AKT5R RSK5... 7 PAT5;SS... 10 'ST5PAT5)5;... 12 ;:A)A K)S... 14 P;AKKA #A;5SS... 1 K)AS+KAS STA#%*... 18 PATA)AKSAAA... 1! PR5;5SS... 21  FOLLOW-UP ... .. 22 A  S*P%)A... 2" #A+TAR P%STAKA... 24

(5)

BAB I

PENDAH!!AN

Karsinoma nasofarin <K+= adalah aner $an /erasal dari muosa nasofarin, denan titi tenah tumor &alin serin /erada di fossa Rosenmuller, dari mana tumor meninasi ruan atau oran anatomi seitar.1,2,"  *esi&un

 /erasal dari alur sel atau arinan $an sama, arsinoma nasofarin meru&aan eanasan e&ala leher denan arateristi e&idemioloi, &resentasi linis, marer /ioloi, fator risio, dan fator &ronosti $an uni.1,",4

Pada tahun 2012 di&eriraan terda&at 86.700 asus /aru K+ dan 1.000 ematian ai/at K+, eduan$a mewailan seitar 0,6> dari semua asus eanasan, sehina arsinoma ini da&at diataan relatif lana. #istri/usi K+

 /er/eda sinifian menurut ondisi eorafis dan sum/er da$a, denan !2> asus /aru teradi di neara /erem/an, dan insidensi tertini di &o&ulasi Asia Tenara, $aitu men9a&ai setidan$a dua ali insidensi area lain. Tia neara denan insidensi nasional tertini ada di *ala$sia, ndonesia, dan Sina&ura, denan ana tertini &ada &o&ulasi Tionhoa dan *ela$u.6

#is&aritas antarelom&o denan fator risio tertentu telah di9atat /ahan sea tahun onferensi AR- tahun 1!78, dimana didua terda&at suatu aen $an memenaruhi &o&ulasi Tionhoa di Sina&ura, teta&i tida mam&u mem/erian dam&a &ada &o&ulasi ndia dan Paistan.22 )iteratur ter/aru telah menemuan

 /er/aai fator risio termasu eneti, diet, hiienitas, &eeraan, mediasi, dan infesi irus &stein(arr.7,8,!,10,11,12,1",14,1

Karsinoma nasofarin meru&aan eanasan ter/an$a <28,">= dari seluruh asus eanasan e&ala leher di ndonesia, denan 1.121 asus dila&oran selama &eriode 1!!(200.4 Penelitian di RS%P -i&to *anunusumo men9atat

terda&at 167 asus K+ &ada tahun 2010 denan eluhan utama &ada saat datan $aitu massa di leher dan hidun tersum/at.16 Semua &enelitian menemuan K+

le/ih /an$a teradi &ada lai(lai.4,16

nsidensi K+ $an tini di ndonesia, etio&atoenesis dan fator risio $an has &ada &o&ulasi tertentu, serta eala awal $an tida has mem/uat di&erluann$a &emahaman $an mendalam menenai eanasan e&ala leher 

(6)

ter/an$a ini. Pemahaman doter umum $an /ai dihara&an da&at menduun detesi dini dan &en9eahan K+ di fasilitas &ela$anan esehatan tinat &ertama sehina mam&u menurunan eadian K+ di ndonesia.

(7)

BAB II

TIN&A!AN P!STAKA

1. Anatomi asofarin

 asofarin meru&aan ruan atau rona /er/entu u/us $an terleta di /elaan rona hidun atau oana, te&at di /awah dasar  tenora $an /erhu/unan denan orofarin. asofarin di /aian anterior /er/atasan denan rona hidun melalui oana, /aian su&erior   /er/atasan denan dasar tenora, /aian &osterior /er/atasan denan

fasia &reerte/ralis dari atlas dan a?is, sedanan /aian inferior /er/atasan denan &alatum mole dan orofarin setini ismus farin. Pada edua dindin lateral nasofarin terda&at ostium tu/a usta9hius denan tonolan tulan rawan di /aian su&ero&osterior $an dise/ut torus tu/arius. #i  /aian &osterior torus tu/arius ini terda&at leuan e9il $an aa datar 

dise/ut resesus farineal lateralis atau fosa Rosenmuller, meru&aan tem&at terserin awal mula aner nasofarin. Te&i atas dari torus tu/arius adalah tem&at meleatn$a musulus leator eli &alatini. Perluasan tumor &ada K+ aan menanu funsi dari musulus ini untu mem/ua ostium tu/a.17

#indin nasofarin dili&uti oleh muosa denan /an$a li&atan atau ri&ta. Se9ara histolois muosa nasofarin di/entu oleh e&itel /erla&is silindris /ersilia atau &seudostritified 9iliated 9olumnar e&ithelium $an earah orofarin aan /eru/ah menadi e&itel e&en /erla&is atau stratified s@uamous e&ithelium. #iantara &ertemuan ata& nasofarin dan dindin lateral di daerah fosa Rosenmuller terda&at e&itel &eralihan atau transitional e&ithelium $an menadi tem&at asal dari tum/uhn$a tumor nasofarin.17

#indin nasofarin dili&uti oleh muosa denan /an$a li&atan atau ri&ta. Se9ara histolois muosa nasofarin di/entu oleh e&itel /erla&is silindris /ersilia atau &seudostritified 9iliated 9olumnar e&ithelium $an earah orofarin aan /eru/ah menadi e&itel e&en /erla&is atau stratified s@uamous e&ithelium. #iantara &ertemuan ata& nasofarin dan dindin lateral di daerah fosa Rosenmuller terda&at e&itel &eralihan atau transitional e&ithelium $an menadi tem&at asal dari tum/uhn$a tumor nasofarin.17

(8)

 asofarin mem&un$ai &lesus su/muosa limfati $an luas. Kelom&o &ertama adalah elom&o nodul &ada daerah retrofarineal $an terda&at &ada ruan retrofarin antara dindin &osterior nasofarin, fasia farino/asilar dan fasia &reerte/ra. Pada dindin lateral di daerah tu/a usta9hius &alin a$a aan &em/uluh limfe. Aliran limfe /eralan earah anterosu&erior dan /ermuara di elenar retrofarineal atau elenar $an  &alin &rosimal dari masin(masin sisi rantai elenar s&inal dan uularis interna, rantai elenar ini terleta di /awah otot sternoleidomastoideus. Pem/uluh limfe di daerah nasofarin sanat om&les dan mem/entu   &lesus $an salin men$ilan melewati aris tenah. Aliran etah /enin

menuu arah &osterior, selanutn$a e elenar etah /enin Rouiere di ruan retrofarin /aian lateral dan retro &arotis emudian menuu e ranaian elenar etah /enin di seitar ena uularis interna /aian su&erior, terutama elom&o uulo diastri.17

(9)

;am/ar. asofarin sisi sinistra dilihat denan scope.1!

2. Karsinoma asofarin 2.1. #efinisi

Karsinoma nasofarin <K+= adalah eanasan $an /erasal dari e&itel nasofarin. Titi tenah tumor di dalam wila$ah nasofarin &alin serin dium&ai di fossa Rosenmuller, dari mana tumor da&at meninasi ruan atau oran anatomi $an /erdeatan."

'5 mendefinisian K+ se/aai arsinoma $an /erasal di muosa nasofarin $an menunuan /uti diferensiasi suamosa dari ultrastrutur atau &emerisaan miroso&i 9aha$a. #efinisi ini tida  meniutsertaan adenoarsinoma dan arsinoma ti&e elenar salia.20

Komite Penaulanan Kaner asional dalam Pedoman asional Pela$anan Kedoteran Kaner asofarin ua mendefinisian arsinoma nasofarin se/aai eanasan $an mun9ul &ada daerah nasofarin <area di atas tenoro dan di /elaan hidun=. Ti&e K+ ter/an$a adalah eanasan sel suamosa.1

2.2. &idemioloi

Pada tahun 2012 di&eriraan terda&at 86.700 asus /aru K+ dan 0.800 ematian ai/at K+, eduan$a mewailan seitar 0,6> dari semua asus eanasan, sehina arsinoma ini da&at diataan relatif 

(10)

lana. :umlah &enderita K+ lai(lai le/ih /an$aa di/andin &erem&uan <rasio 2,"B1=. #istri/usi K+ /er/eda sinifian menurut ondisi eorafis

dan sum/er da$a, denan !2> asus /aru teradi di near a /erem/an, dan insidensi tertini di &o&ulasi Asia Tenara, $aitu men9a&ai setidan$a dua ali insidensi area lain. Tia neara denan insidensi nasional tertini ada di *ala$sia, ndonesia, dan Sina&ura, denan ana tertini &ada  &o&ulasi Tionhoa dan *ela$u.6

nsidensi tini ua dila&oran di -ina Tenara, termasu 'on Kon dan ;uandon, +ili&ina, ndia, Thailand, *ironesia, Asia Timur, dan Afria %tara. Po&ulasi lain denan insidensi relatif tini adalah etnis nuit di Alasa, ;reenland, dan Kanada %tara, serta etnis Tionhoa dan +ili&ina di Ameria Seriat. ndisendi eanasan ini le/ih rendah &ada se/aian /esar &o&ulasi $an tinal di tem&at lain di Ameria dan ro&a.6

Ana mortalitas K+ tertini &ada tahun 2012 ditemuan di 'on Kon, $aitu 4,1 &er 100.000 lai(lai dan 1,1 &er 100.000 &erem&uan. Penurunan ana mortalitas dari tahun 2002 diamati di /e/era&a neara dan didua arena &eru/ahan &ola maan ian asin dan maanan $an diawetan, serta &er/aian &enatalasanaan &en$ait. Per/edaan antarenis elamin didua dise/a/an oleh &er/edaan &realensi meroo dan onsumsi alohol.21

Karsinoma nasofarin meru&aan eanasan ter/an$a <28,">= dari seluruh asus eanasan e&ala leher di ndonesia, denan 1.121 asus dila&oran selama &eriode 1!!(200.4 Penelitian di RS%P -i&to

*anunusumo men9atat terda&at 167 asus K+ &ada tahun 2010 denan eluhan utama &ada saat datan $aitu massa di leher dan hidun tersum/at.16 Semua &enelitian menemuan K+ le/ih /an$a teradi &ada lai(lai.4,16

(11)

;am/ar. Prealensi K+ dan eanasan e&ala leher lain ndonesia tahun 2000(20016

2.". tioloi dan +ator Risio

tioloi arsinoma nasofarin di&enaruhi oleh /er/aai fator $an salin /erinterasi. #is&aritas antarelom&o denan fator risio tertentu telah di9atat /ahan sea onferensi AR- tahun 1!78, dimana didua terda&at suatu aen $an memenaruhi &o&ulasi Tionhoa di Sina&ura, teta&i tida mam&u mem/erian dam&a &ada &o&ulasi ndia dan Paistan.22 )iteratur ter/aru telah menemuan /er/aai fator risio termasu eneti, diet, hiienitas, &eeraan, mediasi, dan infesi irus &stein( arr.7,!,10,11,12,1",14,1

2.".1.nfesi irus &stein(arr dan 'PC

nfesi irus &stein(arr <C= munin adalah fator etioloi arsinoma nasofarin $an &alin /an$a di&elaari. erdasaran teni  hi/ridisasi in(situ terhada& RA terode C, irus terse/ut terdetesi han$a dalam sel tumor, teta&i tida dalam e&itel nasofarin normal."

*esi&un /er/aai &enelitian menemuan hu/unan uat antara infesi C dan K+, &eran infesi C dalam &atoenesis K+ masih /elum  elas.7

Se9ara histo&atoloi, infesi C memilii hu/unan denan arsinoma noneratinisasi su/ti&e terdiferensiasi dan ta terdiferensiasi, teta&i hu/unan denan arsinoma eratinisasi han$a ditemuan &ada

(12)

daerah /erisio tini. Pada K+, irus /erada &ada fase laten, han$a terda&at &ada sel tumor, dan tida ditemuan di arinan limfoid seitar.1

Selama fase laten, C menes&resian /e/era&a enn$a untu  menhindari detesi sistem imun. s&resi en laten &ada sel terinfesi C /erada di /awah reulasi e&ieneti. e/era&a ti&e &rofil es&resi en laten di sel terinfesi C telah diidentifiasi. )atensi ti&e 0 dienali &ada sel  memori, dimana es&resi en C ter/atas &ada EBV-encoded small   RNs <R= tan&a adan$a es&resi &rotein CD  EBV n!clear antigen "

<A1= han$a dies&resian di sel  memori $an menalami diisi. Pada K+ ditemuan irus dalam latensi ti&e .14

s&resi en &ada infesi C laten ti&e  men9au& R, A1, )*P1, )*P2, AR+1, ARTs, dan ART(miRAs. Se9ara umum es&resi en terse/ut memenaruhi &roliferasi sel, inasi irus, e/erlansunan hidu& irus, &er/aian #A, modulasi imunitas /awaan, resistensi terhada& a&o&tosis, c#ec$point silus sel, &otensi inasi dan metastasis sel arsinoma, dan transformasi sel nonmalina.14

tioloi iral lainn$a $an dihu/unan denan arsinoma nasofarin adalah #!man papilloma%ir!s <'PC=. Koinfesi 'PC dan C da&at mem/erian dam&a terhada& &eru/ahan sel menadi malinan. nfesi 'PC onoeni $an dida&at se9ara ertial dari i/u ditemuan /er&eran  &entin se/aai aen etioloi K+.",2"

2.".2.;eneti 

Peran erentanan eneti indiidu terhada& &atoenesis K+ diindiasian oleh insidensi K+ $an tini &ada etnis tertentu. 'al ini le/ih men9olo arena enerasi edua dan etia dari &endudu daerah  /erisio tini $an telah emirasi dan /erasimilasi denan /uda$a $an  /er/eda masih memilii risio K+ le/ih tini di/andin &endudu 

seitar.",7

Kerentanan eneti terhada& K+ &ada &o&ulasi /erisio tini telah dila&oran, terutama /erhu/unan denan en ')A elas  di lous *'-romosom 6&21. ;en ')A elas  menode &rotein $an da&at menidentifiasi dan mem&resentasian antien asin <termasu &e&tida hasil ode C= e&ada sel T sitotosi untu memi9u res&on imun terhada& sel $an terinfesi irus.7

(13)

e/era&a &enelitian asus(ontrol telah menemuan hu/unan antara  &olimorfisme eneti dan risio K+, denan memenaruhi erentanan eneti terhada& infesi C dan3atau transformasi sel terindusi arsinoen imiawi. Peninatan risio K+ ditemuan /erhu/unan denan &olimorfisme eneti $an terli/at dalam meta/olisme nitrosamin <-P21, -P2A6=, detosifiasi eletrofil arsinoeni <;ST*1=,  &er/aian #A <ER--1, h5;;1, S1, RA#1)1=, alur masu C e

e&itel nasofarin <P;R=, reulasi c#ec$point   silus sel <*#*2, TP"=, adhesi dan mirasi sel <**P2=, interleuin <)1A, )1, )2, )8, dan )10=, toll-li$e receptors <T)R", T)R4, T)R10=.",7

2.".".)inunan

Studi e&idemioloi sala /esar menusulan adan$a hu/unan  /e/era&a e/iasaan diet dan sosial denan &eninatan risio arsinoma nasofarin."  Salah satu fator $an &alin serin dise/ut adalah riwa$at

onsumsi ian asin.",7 Karsinoen $an /er&eran adalah sen$awa olatil (

nitrosamin $an da&at menindusi erusaan #A dan inflamasi roni  muosa nasofarin.",7 Konsumsi nitrosamin selama &eriode ana(ana da&at

men$e/a/an aumulasi lesi eneti a/eran dan &erem/anan arinan rentan arsinoma di nasofarin, $an &ada ilirann$a meninatan erentanan infesi C dan meninatan risio K+.7

Konsumsi maanan lain $an ditemuan /erhu/unan denan eadian K+ adalah asinan sa$ur, maanan $an diawetan, teh her/al, su&  slo&-coo$ed , alohol, &rodu hewani, ar/ohidrat, dan asam lema ta   enuh.",!,10  Selain diet, fator linunan lain $an diana& /er&enaruh

adalah hiienitas oral, inhalasi de/u a$u, asa&, formaldehida, dan /ahan imia.7,11 e/era&a literatur /er/eda &enda&at menenai inhalasi de/u a$u

se/aai fator risio arsinoma nasofarin.7  nhalasi de/u a$u diana&

 /erhu/unan denan adenoarsinoma hidun, teta&i tida denan arsinoma nasofarin.12 Penelitian lain menemuan /ahwa as&irin memilii

efe &rotetif terhada& arsinoma nasofarin.1"

2.4. Patoenesis

Keanasan &ada umumn$a da&at teradi melalui dua meanismeB  &emendean watu silus sel sehina menhasilan le/ih /an$a sel $an

(14)

di&rodusi dalam satuan watuD dan &enurunan umlah ematian sel ai/at anuan &ada &roses a&o&tosis. ;anuan &ada /er/aai &rotoonoen dan en &enean tumor <t!mor s!ppresor genes= $an menham/at  &enhentian &roses silus sel.24

Pada eadaan fisiolois &roses &ertum/uhan, &em/elahan, dan diferensiasi sel diatur oleh en $an dise/ut &rotoonoen $an da&at  /eru/ah menadi onoen /ila menalami mutasi. 5noen da&at men$e/a/an aner arena memi9u &ertum/uhan dan &em/elahan sel se9ara &atolois.24

Perem/anan lesi dimulai dari adan$a lesi &raaner < field  canceri'ation=. Pada K+, lesi &raaner ini da&at ter/entu di usia muda ai/at onsumsi arsinoen nitrosamin. )esi &raaner ini sendiri meru&aan fator &redis&osisi infesi C $an aan le/ih lanut men$e/a/an inflamasi dan alterasi eneti. nfesi laten C men$e/a/an dis&lasia $an semain &arah. er/aai fator es&resi en C men$e/a/an &erem/anan lesi menadi arsinoma in(situ dan ahirn$a aner inasif.14

(15)

;am/ar. *odel tumorienesis &atoenesis arsinoma nasofarin terait C.7

(16)

;am/ar. Peran C dalam &atoenesis K+.14

2.. 'isto&atoloi

 asofarin adalah ruan /er/entu ta/un $an terleta di /asis ranium. Ruan terse/ut mewailan area &eralihan antara aum nasi dan orofarin, mem/entu se/aian arinan limfoid 9in9in alde$er. *uosa nasofarin memilii /an$a li&atan dan ri&ta, dan terdiri atas e&itel &i&ih  /erla&is husus $an /iasa dise/ut e&itel intermedia atau transisional. &itel  &i&ih /erla&is 9am&uran dan e&itel /ersilia da&at ditemuan di dindin lateral dan &osterior nasofarin dalam /er/aai umlah. Pada stroma e&itel nasofarin ditemuan elenar seromuosa dan infiltrasi limfosit.7

Karsinoma nasofarin umumn$a mulai /erem/an dari dindin lateral nasofarin, terutama &ada fosa Rosenmuller dan dindin &osterior  su&erior.7 Klasifiasi '5 tahun 1!78 menenal tia su/ti&e histoloi

K+, $aitu arsinoma sel suamosa <'5 ti&e 1=, arsinoma noneratinisasi <'5 ti&e 2=, dan arsinoma ta terdiferensiasi <'5 ti&e "=. Pada tahun 1!!1 lasifiasi terse/ut dimodifiasi oleh '5.20

Klasifiasi '5 tahun 1!!1 mem/ai K+ menadi arsinoma sel suamosa tereratinisasi, arsinoma noneratinisasi, dan arsinoma sel suamosa /asaloid. Karsinoma noneratinisasi di/ai lai menadi

(17)

terdiferensiasi dan ta terdiferensiasi. Karsinoma se&erti limfoe&itelioma diana& se/aai ariasi morfoloi arsinoma ta terdiferensiasi.20

Cariasi ana &ela&oran su/ti&e menindiasian /atasan antarelom&o tida selalu elas. Kesalahan &enam/ilan sam&el meru&aan masalah sinifian ai/at uuran /io&si e9il dan re&rodusi/ilitas lasifiasi /elum o&timal. e/era&a &eneliti menana&  /ahwa arsinoma sel suamosa tereratinisasi dan arsinoma

noneratinisasi han$a ariasi dari elom&o tumor homoen.20

;am/ar. Karsinoma nasofarin tereratinisasi, terdiferensiasi /aiD A= tumor  meninasi stromaD = &ulau ireuler arsinoma meninfiltrasi stroma desmo&lasti denan diferensiasi dan eratinisasi terlihat elas20

;am/ar. Karsinoma nasofarin noneratinisasiD A= 9ontoh su/ti&e terdiferensiasi di9irian denan /erla&is tumor di&isahan oleh infiltrat limfosit dan sel &lasma &eatD = &ulau tumor dalam stroma a$a limfositD -= &ola tum/uh tra/eular $an aran ditemuan.20

;am/ar. Karsinoma nasofarin noneratinisasi su/ti&e ta terdiferensiasiD A= Sel memilii nuleus esiular, nuleoli &rominen, dan sito&lasma am&hofiliD = sel tam&a sinsitial dan memilii nuleus esiular, nuleoli

(18)

 elas, dan sito&lasma sediit eosinofiliD -= terda&at sel denan /atas antarsel $an elas dan sito&lasma eosinofili /erumlah sedan.20

;am/ar. Karsinoma sel suamosa nasofarin su/ti&e /asaloidD sel tumor   /asaloid menunuan &ola &ertum/uhan menuntai dan /erselan denan

sel tumor denan diferensiasi suamosa.20

;am/ar. Karsinoma nasofarin noneratinisasi, su/ti&e ta terdiferensiasiD A= hi/ridisasi in(situ &stein(arr encoded-RN <R= menunuan semua nuleus sel tumor mem&erlihatan &ela/elanD =  (mm!nostaining  untu &ansitoeratin menonolan e&itel &ermuaan dan um&ulan dan la&isan sel &ositif di stromaD -= (mm!nostaining untu sitoeratin /iasan$a menunuan &ola &ewarnaan earin.20

2.6. ;eala Klinis

;eala arsinoma nasofarin da&at di/ai dalam 4 elom&o, $aitu eala nasofarin, eala telina, eala mata dan saraf, serta metastasis atau eala di leher. ;eala nasofarin da&at /eru&a e&istasis rinan atau sum/atan hidun, untu itu nasofarin harus di&erisa denan 9ermat, alau  &erlu denan nasofarinoso&, arena serin teradi &ada /e/era&a asus $ani eala /elum ditemuan sementara tumor sudah tum/uh atau tida  tam&a arena masih terda&at di /awah muosa <9ree&in tumor=.2

(19)

;anuan &ada telina meru&aan eala dini $an tim/ul arena tem&at asal tumor deat muara tu/a usta9hius <fosa Rosenmuller=. ;anuan &ada telina da&at /eru&a tinnitus, rasa &enuh &ada telina sam&ai rasa n$eri di telina <otalia=. Tida aran &ada /e/era&a &asien denan anuan &endenaran /aru emudian dietahui /ahwa  &en$e/a/n$a adalah arsinoma nasofarin.2

;anuan /e/era&a saraf ota ua da&at teradi se/aai eala lanut dari arsinoma ini, arena nasofarin /erhu/unan deat denan rona tenora melalu /e/era&a lu/an. Penalaran melalui foramen laserum aan menenai saraf ota e , C, C dan ua e C, sehina tida aran eala di&lo&a <&enlihatan anda= lah $an mem/awa &asien terle/ih dahulu /ero/at e doter mata. Selain di&lo&ia, neuralia terminal ua meru&aan eala $an serin ditemuan oleh ahli saraf ia /elum terda&at eluhan lain $an /erarti. Proses arsinoma $an lanut aan menenai saraf  ota e E, E, E, dan E ia &enalaran melalui foramen uulare. ;anuan ini serin dise/ut denan sindrom :a9son. 2

Penelitian di RS%P #r. -i&to *anunusumo menemuan /ahwa eluhan utama &asien saat &ertama ali datan /ero/at adalah /enolan $an tera/a di leher <8,1>=, diiuti denan hidun tersum/at <4!,1>=, dan anuan &endenaran unilateral <"!,>=. Temuan terse/ut menunuan  /ahwa ma$oritas &asien datan saat telah teradi &en$e/aran e arah leher,  /uan &ada saat teradi eala awal $an nons&esifi, sehina &ronosis  &asien ua le/ih /uru.16

2.7. Peneaan #ianosis

Penegakkan

diagnosis

karsinoma

nasofaring

memerlukan

anamnesis,

pemeriksaan

sik,

serta

pemeriksaan penunjang lainnya. Deteksi dini di fasilitas

pelayanan kesehatan tingkat pertama melalui anamnesis

yang cermat sangat diperlukan untuk meningkatkan

kemungkinan prognosis pasien yang baik.

26

1.

Anamnesis

anifestasi klinis karsinoma nasofaring bergantung

pada luas lesi primer atau nodus.

!

"ejala a#al

(20)

karsinoma

nasofaring tidak

spesik.

assa

di

nasofaring dapat menyebabkan gejala obstruksi nasal,

a#alnya unilateral kemudian bisa bilateral jika massa

membesar. "ejala lain yang harus di#aspadai adalah

hidung beringus, epistaksis, post-nasal drip. "eala a#al

yang penting lain adalah gejala disfungsi tuba

$ustachius akibat obstruksi mekanis ataupun ekstensi

posterolateral. %bstruksi tersebut dapat menyebabkan

tuli konduktif unilateral, otalgia, dan tinnitus.

26

2.

Pemeriksaan fisik

1&

Pemeriksaan status generalis dan status lokalis

2&

Pemeriksaan nasofaring'

a&

(hinoskopi anterior dan posterior

b&

)asofaringoskopi *fber/rigid&

!.

Pemeriksaan penunjang

1&

Pemeriksaan nasoendoskopi dengan )+ *Narrow

Band Imaging& memainkan peran kunci dalam

deteksi a#al lesi -) untuk melihat mukosa

dengan kecurigaan kanker nasofaring, sebagai

panduan lokasi biopsi, dan follo# up terapi pada

kasus/kasus dengan dugaan residu dan residif.

1,26

2&

Pemeriksaan radiologik

a&

0 can

Pemeriksaan radiologik berupa 0 can

nasofaring mulai setinggi sinus frontalis

sampai dengan kla3ikula, potongan koronal,

aksial, dan sagital, tanpa dan dengan kontras.

b&

4" abdomen

4" abdomen dilakukan untuk menilai

metastasis organ/organ intra abdomen.

c&

oto horaks

Pemeriksaan foto thoraks dilakukan untuk

melihat adanya nodul di paru atau apabila

(21)

dicurigai adanya kelainan maka dilanjutkan

dengan 0 can oraks dengan kontras.

d&

+one can

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat

metastasis pada tulang.

1

!&

Pemeriksaan patologi anatomi

Diagnosis

pasti

ditegakkan

berdasarkan

pemeriksaan patologi anatomi dengan spesimen

dari biopsi nasofaring. Penegakkan diagnosis

dengan patologi anatomi bukan dengan spesimen

dari biopsi aspirasi jarum halus *fne needle

aspiration

biopsy 5)A+&.

+iopsi

nasofaring

dilakukan dengan tang biopsi le#at hidung atau

mulut dengan tuntunan rhinoskopi posterior atau

nasofaringoskopi rigid5ber.

&

Pemeriksaan laboratorium

7ematologi *darah perifer lengkap, 8$D, hitung

 jenis&, alkali fosfatase, 8D7, "%/"P

9&

Pemeriksaan serologi

+eberapa

penelitian

berusaha

menemukan

pemeriksaan yang efektif sebagai alat deteksi dini

-). alah satu penelitian menemukan bah#a

analisis D)A $+: di sampel plasma *p$+:& dapat

digunakan sebagai alat skrining -) asimtomatik.

2;

Penanda p$+: juga memiliki nilai prognosis dimana

p$+: digunakan dalam menyeleksi pasien -)

risiko tinggi untuk diberikan terapi aju3an.

<

Penelitian lain menemukan bah#a uji cepat

menggunakan

NPC

test

strip 

tidak

direkomendasikan

karena

sensiti3itas

dan

spesisitas yang rendah.

2<

eskipun beberapa

penelitian merekomendasikan penanda serologis

(22)

sebagai alat skrining -), telaah 0ochrane tidak

dapat menilai efekti3itas skrining karena belum

ada penelitian randomized controlled trial  yang

membandingkan kelompok skrining dan tanpa

skrining.

2=

;am/ar. Aloritma dianosis dan tatalasana K+1

2.8. Klasifiasi Stadium

Penentuan stadium karsinoma nasofaring digunakan sistem

 ) menurut A>00 2?1?'

1

Tumor Primer (T)

 @

' umor primer tidak dapat dinilai

 

?

' idak tampak tumor

 

1s

' -arsinoma in situ

 

1

' umor terbatas di nasofaring

 

2

' umor meluas ke jaringan lunak

 

2a

' Perluasan tumor ke orofaring dan 5 atau rongga

hidung tanpa perluasan ke parafaring

 

2b

' Disertai perluasan ke parafaring

 

!

' umor mengin3asi struktur tulang dan 5 atau sinus

(23)

 

' umor dengan perluasan intrakranial dan 5 atau

terdapat keterlibatan saraf kranial, fossa infratemporal,

hipofaring, orbita atau ruang mastikator

Kelenjar Getah Bening (KGB) Regional (N)

)@

' Pembesaran -"+ regional tidak dapat dinilai

)

?

' idak ada pembesaran

)

1

' etastasis kelenjar getah bening unilateral, dengan

ukuran terbesar kurang atau sama dengan 6 cm, di atas

fossa suprakla3ikula

)

2

' etastasis kelenjar getah bening bilateral, dengan

ukuran terbesar kurang atau sama dengan 6 cm, di atas

fossa suprakla3ikula

)

!

' etastasis kelenjar getah bening bilateral dengan

ukuran lebih besar dari 6 cm, atau terletak di dalam fossa

suprakla3ikula

)

!a

' ukuran lebih dari 6 cm

)

!b

' di dalam fossa suprakla3ikula

Metastasis Jauh (M)

@

' etastasis jauh tidak dapat dinilai

?

' idak ada metastasis jauh

1

' erdapat metastasis jauh

 abel. tadium -)

1 tadium  )  tadium ? 1s )? ? tadium  1s )? ? tadium A 2a )? ? tadium + 1 )1 ?  2a )1 ?  2b )?, )1 ? tadium  1 )2 ?  2a, 2b )2 ?  ! )2 ? tadium :a  )?, )1, )2 ?

(24)

tadium :b semua  )! ?

tadium :c semua  semua ) 1

2.!. Penatalasanaan

 erapi dapat mencakup radiasi, kemoterapi, kombinasi

keduanya, dan didukung dengan terapi simptomatik sesuai

dengan gejala.

29

 abel. odalitas erapi -) enurut tadium

1

tadium odalitas erapi

tadium  (adioterapi

tadium  -emoradiasi

tadium  -emoradiasi

tadium : dengan ) 6 cm -emoradiasi

tadium : dengan ) B6 cm -emoterapi dosis penuh dilanjutkan kemoradiasi

Radioterapi

(adiasi diberikan dengan sasaran radiasi tumor primer dan

-"+ leher dan suprakla3ikula kepada seluruh stadium *, ,

, : lokal&. (adiasi dapat diberikan dalam bentuk' radiasi

eksterna yang mencakup gross tumor *nasofaring& beserta

kelenjar getah bening leher, dengan dosis 66 "y pada 1/2

atau ;? "y pada !/C disertai penyinaran kelenjar

suprakla3ikula dengan dosis 9? "yC radiasi

intraka3iter

sebagai radiasi booster pada tumor primer tanpa

keterlibatan kelenjar getah bening, diberikan dengan

dosis *@! "y&, sehari dua kaliC bila diperlukan booster

pada kelenjar getah bening diberikan penyinaran dengan

elektron. Penggunaan teknik Intensity Modulated Radiation

Terapy *(& telah menunjukkan penurunan dari toksisitas

kronis pada kasus karsinoma orofaring, sinus paranasal, dan

(25)

kelenjar/kelenjar

ludah,

lobus temporal,

struktur

pendengaran *termasuk koklea&, dan struktur optik.

1

Obat-obatan imptomati! 

a&

(eaksi akut pada mukosa mulut, berupa nyeri untuk

mengunyah dan menelan ' obat kumur yang

mengandung antiseptik dan astringent, diberikan !  

kali sehari&

b&

anda/tanda moniliasis ' antimikotik

c&

)yeri menelan ' anestesi lokal

d&

)ausea, anoreksia ' terapi simptomatik

Kemoterapi

-ombinasi kemoradiasi sebagai radiosensitizer terutama

diberikan pada pasien dengan 

2

/

  dan )

1

/)

!

. -emoterapi

sebagai radiosensitizer diberikan preparat platinum based

!?/? mg5m

2

sebanyak 6 kali, setiap minggu sekali 2,9

sampai ! jam sebelum dilakukan radiasi. -emoterapi

kombinasi5dosis penuh dapat diberikan pada )

!

  B 6 c m

sebagai neoadju3an dan adju3an setiap ! minggu sekali,

dan dapat juga diberikan pada kasus rekuren5metastatik.

1

 erapi sistemik pada karsinoma nasofaring adalah dengan

kemoradiasi dilanjutkan dengan kemoterapi adju3an, yaitu

0isplatin

E (

diikuti

dengan

0isplatin59/4 atau

0arboplatin59/4. Dosis preparat platinum based !?/?

mg5m

2

 sebanyak 6 kali, setiap seminggu sekali.

1

"du!asi

Ada beberapa hal yang perlu diedukasikan kepada pasien

yakni seperti yang tercantum pada tabel berikut.

 abel. $dukasi pasien -)

1

(26)

"du!asi

1. (adioterapi

$fek samping radiasi akut yang dapat muncul *@erostomia, gangguan menelan, nyeri saat menelan&, maupun lanjut *brosis, mulut kering&

Anjuran untuk selalu menjaga kebersihan mulut dan pera#atan kulit *area radiasi& selama terapi

2. -emoterapi

$fek

samping

kemoterapi

yang

mungkin muncul *mual, muntah, dsb&

!. )utrisi

$dukasi jumlah nutrisi, jenis dan cara

pemberian

nutrisi

sesuai

dengan

kebutuhan

.

etastasis

pada tulang

-emungkinan fraktur patologis sehingga pada pasien yang berisiko diedukasi untuk berhati/hati saat akti3itas atau mobilisasi obilisasi menggunakan alat ksasi eksternal dan5atau dengan alat bantu jalan dengan pembebanan bertahap

9. 8ainnya

Anjuran untuk kontrol rutin pasca

pengobatan

/ anjuran untuk menjaga pola hidup yang sehat

2.10. Pronosis

Pronosis &ada &asien eanasan &alin serin din$ataan se/aai esintasan  tahun. Kesintasan relatif  tahun &ada &asien denan K+ stadium  hina C se9ara /erurutan se/esar 76,!>, 6>, "8,4>, dan 16,4>.2

)*""* Follo&-!p

Kontrol rutin dilauan meli&uti onsultasi dan &emerisaan fisi. Pada tahun &ertama tia& 1(" /ulanD tahun edua tia& 2(6 /ulanD tahun etia sam&ai elima tia& 4(8 /ulanD setelah tahun elima tia& 12 /ulan.1

 Follo&-!p imain tera&i uartif dilauan minimal tia /ulan &asa tera&i, $aitu *R denan ontras seuens T1, T2, +atsat, # F A#-D dan  Bone  scan untu menilai res&ons tera&i terhada& lesi metastasis tulan. Follo&-!p imain tera&i &aliatif denan tera&i emotera&i, $aitu -T +can &ada silus  &ertenahan tera&i untu melihat res&on emotera&i terhada& tumorD atau  Bone scan untu melihat metastasis tulan.1

(27)

BAB III

SIMP!AN

Karsinoma nasofarin meru&aan eanasan di /idan e&ala leher  ter/an$a di ndonesia. Prealensi K+ tini &ada &o&ulasi denan fator risio eneti dan linunan tertentu, se&erti etnisitas tertentu dan onsumsi ian asin.

#ianosis dini K+ tida mudah arena eala awal nons&esifi, men9au& anuan tu/a usta9hius, hidun tersum/at, dan seret. Se/aian /esar &asien datan etia sudah tera/a massa di leher, $an /erarti telah teradi &en$e/aran lesi eanasan e leher. Keaalan dianosis &ada stadium awal mem&er/uru   &ronosis &asien.

Patoenesis K+ $an meli/atan /er/aai fator risio, serta &erlun$a detesi dini untu &ronosis &asien $an le/ih /ai, meru&aan /aian dari tanunawa/ doter $an /eera di fasilitas &ela$anan esehatan tinat  &ertama. #oter harus mam&u menidentifiasi fator risio dari anamnesis  &asien dan meneliminasi fator risio terse/ut, serta 9ermat mendetesi eala(

(28)

DAFTAR P!STAKA

1. Adham *, ;ondhowiardo S, Soediro R, :a9 G, )isnawati, itasono +, *aniam R*, et al. Pedoman asional Pela$anan Kedoteran Kaner   asofarin. :aartaB Komite Penanulanan Kaner asional, 201

2. Simo R, Ro/inson *, )ei *, Si/tain A, 'i9e$ S.  Nasop#ar,ngeal  carcinoma United Kingdom National .!ltidisciplinar, /!idelines. : )ar$nol 5tol, 2016D 1"0 <Su&&l. S2=B S!7(10"

". -hua *)K, ee :TS, 'ui P, -han AT-.  Nasop#ar,ngeal 0arcinoma. )an9et, 201B doiB 10.10163S0140(67"6<1=000(0

4. Adham *, Kurniawan A, *uhtadi A, RoeHin A, 'ermani , ;ondhowiardo S, Tan , et al.  Nasop#ar,ngeal carcinoma in (ndonesia epidemiolog,1 incidence1 signs1 and s,mptoms at presentation. -hin : -an9er, 2012D "1<4=B 18(!6

. +erla$ :, Soeromataram , #ishit R, ser S, *athers -, Re/elo *, Parin #*, et al. 0ancer incidence and mortalit, &orld&ide so!rces1 met#ods and  ma2or patterns in /LOBO0N )3"). nt : -an9er IA99e&ted Arti9leJB doiB 10.10023i9.2!210

6. Torre )A, ra$ +, Sieel R), +erla$ :, )ortet(Tieulent :, :emal A. /lo4al  0ancer +tatistics1 )3"). -A -an9er : -lin, 201D 000B000(000

7. Tsao S, i& ), Tsan -*, Pan PS, )au C*, Ghan ;, )o K.  Etiological factors of nasop#ar,ngeal carcinoma. 5ral 5n9ol, 2014D 0B ""0(

8

8. 'ui P, *a , Allen -han K-, -han -*), on -S-, To K+, -han A'. 0linical Utilit, of Plasma Epstein-Barr Vir!s 5N and ER00" +ingle  N!cleotide Pol,morp#ism in Nasop#ar,ngeal 0arcinoma. -an9er, 201B doiB

10.100239n9r.2!41"

!. defonti C, i9olussi +, Polesel :, rai +, osetti -, ;araello , )a Ce99hia -, et al. N!trient-4ased dietar, patterns and nasop#ar,ngeal cancer e%idence from an e6plorator, anal,sis. r : -an9er, 201D 112B 446(4

10. on SK, 'a T-, eo *-R, ;a/orieau C, *9Ka$ :#, ee :.  ssociations of  lifest,le and diet &it# t#e ris$ of nasop#ar,ngeal carcinoma in +ingapore a case-control st!d,. -hin : -an9er, 2017D "6B "

11. )iu G, -han T, )iu , -ai , Ghan G, -hen ;, Eie S', et al. Oral   7,giene and Ris$ of Nasop#ar,ngeal 0arcinoma 8  Pop!lation-Based 

0ase-0ontrol +t!d, in 0#ina. -an9er &idemiol iomarers Pre, 2016D 2<8=B doiB 10.118310(!!6.P(16(014!

12. Siew SS, *artinsen :, Kaerheim K, S&aren P, Tr$adottir ), eider&ass , Puala . nt : -an9er IA99e&ted Arti9leJB doi B 10.10023i9."101

1". #i *aso *, osetti -, Ce99hia -), ;araello , *ontella *, )i/ra *, Serraino #, et al.  Reg!lar aspirin !se and nasop#ar,ngeal cancer ris$  case-control st!d, in (tal,. -an9er &idemiol, 201B htt&B33d?.doi.or310.10163.9ane&.201.04.012

(29)

14. Tsan -*, Tsao S. 9#e role of Epstein-Barr %ir!s infection in t#e  pat#ogenesis of nasop#ar,ngeal carcinoma. Ciroloi9a Sini9a, 201D "0<2=B

107(21

1. oun )S, #awson -.  Epstein-Barr %ir!s and nasop#ar,ngeal carcinoma. -hin : -an9er, 2014D ""<12=B 81(!0

16. :a$alie C+, Paramitha *S, :essi9a, )iu -A, Ramadianto AS, Trimartani, Adham *.  Profile of Nasop#ar,ngeal 0arcinoma in 5r* 0ipto  .ang!n$!s!mo National 7ospital1 )3"3. e:K, 2016D 4<"=B 16(62

17. Snell RS. Anatomi Klini untu *ahasiswa Kedoteran, ed. 6. :aartaB ;-, 2012

18. 'eadLe9 -an9er ;uide.  Nasop#ar,ngeal 0ancer . htt&B33headandne9  9an9eruide.or. diunduh tanal 1" Se&tem/er 2017

1!. %niersit$ of owa 'ealth -are.  (o&a 7ead and Nec$ Protocols. htt&sB33medi9ine.uiowa.edu. diunduh tanal 1" Se&tem/er 2017

20. -han :K-, ra$ +, *9-arron P, +oo , )ee A*, i& T, Kuo TT.  Nasop#ar,ngeal 0arcinoma. '5, 2012

21. -arioli ;, eri , Kawaita #, ;araello , )a Ce99hia -, *aleHHi *. /lo4al trends in nasop#ar,ngeal cancer mortalit, since ":;3 and predictions  for )3)3 foc!s on lo&-ris$ areas. nt : -an9er IA99e&ted Arti9leJB doiB

10.10023i9."0660

22. de The ;, to , #ais  <ds.=.  Nasop#ar,ngeal carcinoma etiolog, and  control . )$onB nternational Aen9$ for Resear9h on -an9er, 1!78

2". -han ', )o -*, )au ', )am T'. Verticall, transmitted nasop#ar,ngeal  infection of t#e #!man papilloma%ir!s 5oes it pla, an aetiological role in nasop#ar,ngeal cancer< 5ral 5n9ol, 2014B doiB 10.10163.oralon9olo$.201".12.02

24. Gen *S, Gen E.  Pat#ogenesis and Etiolog, of Nasop#ar,ngeal  0arcinoma. dalamB )u ::, -oo&er :S, )ee A* <ds.=.  Nasop#ar,ngeal  0ancer .!ltidisciplinar, .anagement . S&riner, 2010B !(2

2. RoeHin A, Adham *. Karsinoma asofarin. dalamB Soe&ardi A, sandar   , ashiruddin :, Restuti R# <ds.=. uu Aar lmu Kesehatan Telina

'idun Tenoro Ke&ala L )eher, ed. 7. :aartaB +K%, 2012

26. ia$a +5, Soeseno . #etesi #ini dan #ianosis Karsinoma asofarin. -#K(24, 2017D 44<7=B 478(81

27. Allen -han K-, oo :KS, Kin A, Gee -, :a9$ )am K, -han S), et al. nal,sis of Plasma Epstein-Barr Vir!s 5N to +creen for Nasop#ar,geal  0ancer .  nl : *ed, 2017D "77<6=B 1"(22

28. aHaruddin ', Saitri , Ail *A, -arolina :. Caliditas &emerisaan ra&id test immuno9hromatora&h$ /er/asis C &ada &enderita arsinoma nasofarin di *aassar. 5R), 2012D 42<1=B 40(7

2!. an S, u S, Ghou :, -hen E. +creening for nasop#ar,ngeal cancer . -o9hrane #ata/ase of S$stemati9 Reiews, 201D 11B -#00842"

Referensi

Dokumen terkait

Jika RDTR belum disusun Tujuan penataan ruang wilayah perencanaan adalah mewujudkan koridor Ampenan – Mataram – Muatan PZkawasan : disusun RDTR yang Cakranegara AMC sebagai

Berbekal keyakinan akan sejarah masa lalu bahwa Bone tak akan berhasil ditaklukkan oleh Gowa-Tallo, maka rakyat Bone lebih memilih mengusir La Tenrirua yang lemah

Pada produksi PHA menggunakan sel bakteri yang disuspensikan kembali setelah digunakan untuk memproduksi ramnolipid, diketahui pula bahwa pada penggunaan sumber

Cepiring Kabupaten Kendal 1 paket Kab Kendal 200.000.000 2 Pembangunan Saluran Irigasi Dukuh Gading Desa Kedung Gading Kec.. Ringinarum Kabupaten Kendal 1 paket Kab

Penelitian tahap sebelumnya telah menghasilkan beberapa hasil yang sangat positip, di antaranya setelah melalui proses pengolahan berupa pembakaran dan penggilingan,

Klik ganda Windows Update Menu Text dan masukkan input teks yang diinginkan pada Value Data. Menghilangkan Label Shortcut To Pada Internet Explorer Links

Menganalisis sebaran hewan dan tumbuhan Nomor Di daratan Afrika, setiap musim panas tiba kawanan Zebra bermigrasi dari satu lembah ke tempat lain : 36 Kunci : A untuk mencari

(2) Lakukan penekanan pada bahu yang terletak di depan dengan arah sternum bayi untuk memutar bahu dan mengecilkan diameter bahu. Jika bahu masih belum dapat dilahirkan :