Referat Referat
KARSINOMA NAS
KARSINOMA NASOF
OFARING
ARING
Disusun oleh: Disusun oleh: T
Tiiaarra a PPuuttrri i RRaammaaddhhaannii, , SS..KKeedd.. 0044008844882211661188116677 T
Thheeooffiilluus s AAsswwaaddii, , SS..KKeedd.. 040400448822117711!!11""!!
Pembimbing: Pembimbing: dr
dr. #enn$ . #enn$ Satria %tama, Satria %tama, S&T'TS&T'T(K), *.Si.*ed., +-S(K), *.Si.*ed., +-S
BAGIAN/DE
BAGIAN/DEP
PARTEMEN
ARTEMEN THT
THT-K
-K
RS!P D"# MOHAMMAD HOESIN PAEMBANG
RS!P D"# MOHAMMAD HOESIN PAEMBANG
FAK!TAS KEDOKTERAN !NI$ERSITAS SRI%I&A'A
FAK!TAS KEDOKTERAN !NI$ERSITAS SRI%I&A'A
()*+
()*+
HAAMAN PENGESAHAN
HAAMAN PENGESAHAN
Referat Referat KARSINOMA NASOFARING KARSINOMA NASOFARING Oleh: Oleh: TTiiaarra a PPuuttrri i RRaammaaddhhaannii, , SS..KKeedd.. 0044008844882211661188116677 T
Thheeooffiilluus s AAsswwaaddii, , SS..KKeedd.. 040400448822117711!!11""!!
Telah diterima dan disetuui se/aai salah satu s$arat dalam meniuti Telah diterima dan disetuui se/aai salah satu s$arat dalam meniuti Ke&aniteraan Klini
Ke&aniteraan Klini di aian3#e&artemen T'Tdi aian3#e&artemen T'T(K) +aultas Kedoteran(K) +aultas Kedoteran %niersitas Sriwia$a
%niersitas Sriwia$a RS%P #rRS%P #r. *ohammad 'oesin . *ohammad 'oesin Palem/anPalem/an Periode 28 Austus s.d. 2 5to/er
Periode 28 Austus s.d. 2 5to/er 20172017
Palem/an, 5to/er 2017 Palem/an, 5to/er 2017
dr. #enn$ Satria %ta
KATA PENGANTAR
Pui dan s$uur &enulis haturan ehadirat Tuhan an *aha sa atas /erah dan rahmat($a sehina &enulis da&at men$elesaian da&at men$elesaian referat $an /erudul “Karsinoma Nasofaring”. Referat ini disusun se/aai salah satu s$arat Ke&aniteraan Klini di aian3#e&artemen T'T(K) RS%P #r. *ohammad 'oesin Palem/an +aultas Kedoteran %niersitas Sriwia$a.
Pada esem&atan ini, &enulis menu9a&an terima asih e&ada dr. #enn$ Satria %tama, S&T'T(K), *.Si. *ed., +-S, selau &em/im/in $an telah mem/erian /im/inan selama &enulisan dan &en$usunan la&oran asus ini.
Penulis men$adari masih /an$a euranan dalam &en$usunan referat ini dise/a/an eter/atasan emam&uan &enulis. 5leh arena itu, riti dan saran $an mem/anun dari /er/aai &iha sanat &enulis hara&an demi &er/aian di masa $an aan datan. *udah(mudahan la&oran ini da&at mem/eri manfaat dan &elaaran /ai ita semua.
Palem/an, 5to/er 2017
DAFTAR ISI
'A)A*A :%#%)... i
'A)A*A P;SA'A... ii
KATA P;ATAR... iii
#A+TAR S... i
A P#A'%)%A... 1
A T:A%A P%STAKA... "
AAT5* AS5+AR;... " KARS5*A AS5+AR;... #+S... P#*5)5;... 6 T5)5; #A +AKT5R RSK5... 7 PAT5;SS... 10 'ST5PAT5)5;... 12 ;:A)A K)S... 14 P;AKKA #A;5SS... 1 K)AS+KAS STA#%*... 18 PATA)AKSAAA... 1! PR5;5SS... 21 FOLLOW-UP ... .. 22 A S*P%)A... 2" #A+TAR P%STAKA... 24
BAB I
PENDAH!!AN
Karsinoma nasofarin <K+= adalah aner $an /erasal dari muosa nasofarin, denan titi tenah tumor &alin serin /erada di fossa Rosenmuller, dari mana tumor meninasi ruan atau oran anatomi seitar.1,2," *esi&un
/erasal dari alur sel atau arinan $an sama, arsinoma nasofarin meru&aan eanasan e&ala leher denan arateristi e&idemioloi, &resentasi linis, marer /ioloi, fator risio, dan fator &ronosti $an uni.1,",4
Pada tahun 2012 di&eriraan terda&at 86.700 asus /aru K+ dan 1.000 ematian ai/at K+, eduan$a mewailan seitar 0,6> dari semua asus eanasan, sehina arsinoma ini da&at diataan relatif lana. #istri/usi K+
/er/eda sinifian menurut ondisi eorafis dan sum/er da$a, denan !2> asus /aru teradi di neara /erem/an, dan insidensi tertini di &o&ulasi Asia Tenara, $aitu men9a&ai setidan$a dua ali insidensi area lain. Tia neara denan insidensi nasional tertini ada di *ala$sia, ndonesia, dan Sina&ura, denan ana tertini &ada &o&ulasi Tionhoa dan *ela$u.6
#is&aritas antarelom&o denan fator risio tertentu telah di9atat /ahan sea tahun onferensi AR- tahun 1!78, dimana didua terda&at suatu aen $an memenaruhi &o&ulasi Tionhoa di Sina&ura, teta&i tida mam&u mem/erian dam&a &ada &o&ulasi ndia dan Paistan.22 )iteratur ter/aru telah menemuan
/er/aai fator risio termasu eneti, diet, hiienitas, &eeraan, mediasi, dan infesi irus &stein(arr.7,8,!,10,11,12,1",14,1
Karsinoma nasofarin meru&aan eanasan ter/an$a <28,">= dari seluruh asus eanasan e&ala leher di ndonesia, denan 1.121 asus dila&oran selama &eriode 1!!(200.4 Penelitian di RS%P -i&to *anunusumo men9atat
terda&at 167 asus K+ &ada tahun 2010 denan eluhan utama &ada saat datan $aitu massa di leher dan hidun tersum/at.16 Semua &enelitian menemuan K+
le/ih /an$a teradi &ada lai(lai.4,16
nsidensi K+ $an tini di ndonesia, etio&atoenesis dan fator risio $an has &ada &o&ulasi tertentu, serta eala awal $an tida has mem/uat di&erluann$a &emahaman $an mendalam menenai eanasan e&ala leher
ter/an$a ini. Pemahaman doter umum $an /ai dihara&an da&at menduun detesi dini dan &en9eahan K+ di fasilitas &ela$anan esehatan tinat &ertama sehina mam&u menurunan eadian K+ di ndonesia.
BAB II
TIN&A!AN P!STAKA
1. Anatomi asofarin
asofarin meru&aan ruan atau rona /er/entu u/us $an terleta di /elaan rona hidun atau oana, te&at di /awah dasar tenora $an /erhu/unan denan orofarin. asofarin di /aian anterior /er/atasan denan rona hidun melalui oana, /aian su&erior /er/atasan denan dasar tenora, /aian &osterior /er/atasan denan
fasia &reerte/ralis dari atlas dan a?is, sedanan /aian inferior /er/atasan denan &alatum mole dan orofarin setini ismus farin. Pada edua dindin lateral nasofarin terda&at ostium tu/a usta9hius denan tonolan tulan rawan di /aian su&ero&osterior $an dise/ut torus tu/arius. #i /aian &osterior torus tu/arius ini terda&at leuan e9il $an aa datar
dise/ut resesus farineal lateralis atau fosa Rosenmuller, meru&aan tem&at terserin awal mula aner nasofarin. Te&i atas dari torus tu/arius adalah tem&at meleatn$a musulus leator eli &alatini. Perluasan tumor &ada K+ aan menanu funsi dari musulus ini untu mem/ua ostium tu/a.17
#indin nasofarin dili&uti oleh muosa denan /an$a li&atan atau ri&ta. Se9ara histolois muosa nasofarin di/entu oleh e&itel /erla&is silindris /ersilia atau &seudostritified 9iliated 9olumnar e&ithelium $an earah orofarin aan /eru/ah menadi e&itel e&en /erla&is atau stratified s@uamous e&ithelium. #iantara &ertemuan ata& nasofarin dan dindin lateral di daerah fosa Rosenmuller terda&at e&itel &eralihan atau transitional e&ithelium $an menadi tem&at asal dari tum/uhn$a tumor nasofarin.17
#indin nasofarin dili&uti oleh muosa denan /an$a li&atan atau ri&ta. Se9ara histolois muosa nasofarin di/entu oleh e&itel /erla&is silindris /ersilia atau &seudostritified 9iliated 9olumnar e&ithelium $an earah orofarin aan /eru/ah menadi e&itel e&en /erla&is atau stratified s@uamous e&ithelium. #iantara &ertemuan ata& nasofarin dan dindin lateral di daerah fosa Rosenmuller terda&at e&itel &eralihan atau transitional e&ithelium $an menadi tem&at asal dari tum/uhn$a tumor nasofarin.17
asofarin mem&un$ai &lesus su/muosa limfati $an luas. Kelom&o &ertama adalah elom&o nodul &ada daerah retrofarineal $an terda&at &ada ruan retrofarin antara dindin &osterior nasofarin, fasia farino/asilar dan fasia &reerte/ra. Pada dindin lateral di daerah tu/a usta9hius &alin a$a aan &em/uluh limfe. Aliran limfe /eralan earah anterosu&erior dan /ermuara di elenar retrofarineal atau elenar $an &alin &rosimal dari masin(masin sisi rantai elenar s&inal dan uularis interna, rantai elenar ini terleta di /awah otot sternoleidomastoideus. Pem/uluh limfe di daerah nasofarin sanat om&les dan mem/entu &lesus $an salin men$ilan melewati aris tenah. Aliran etah /enin
menuu arah &osterior, selanutn$a e elenar etah /enin Rouiere di ruan retrofarin /aian lateral dan retro &arotis emudian menuu e ranaian elenar etah /enin di seitar ena uularis interna /aian su&erior, terutama elom&o uulo diastri.17
;am/ar. asofarin sisi sinistra dilihat denan scope.1!
2. Karsinoma asofarin 2.1. #efinisi
Karsinoma nasofarin <K+= adalah eanasan $an /erasal dari e&itel nasofarin. Titi tenah tumor di dalam wila$ah nasofarin &alin serin dium&ai di fossa Rosenmuller, dari mana tumor da&at meninasi ruan atau oran anatomi $an /erdeatan."
'5 mendefinisian K+ se/aai arsinoma $an /erasal di muosa nasofarin $an menunuan /uti diferensiasi suamosa dari ultrastrutur atau &emerisaan miroso&i 9aha$a. #efinisi ini tida meniutsertaan adenoarsinoma dan arsinoma ti&e elenar salia.20
Komite Penaulanan Kaner asional dalam Pedoman asional Pela$anan Kedoteran Kaner asofarin ua mendefinisian arsinoma nasofarin se/aai eanasan $an mun9ul &ada daerah nasofarin <area di atas tenoro dan di /elaan hidun=. Ti&e K+ ter/an$a adalah eanasan sel suamosa.1
2.2. &idemioloi
Pada tahun 2012 di&eriraan terda&at 86.700 asus /aru K+ dan 0.800 ematian ai/at K+, eduan$a mewailan seitar 0,6> dari semua asus eanasan, sehina arsinoma ini da&at diataan relatif
lana. :umlah &enderita K+ lai(lai le/ih /an$aa di/andin &erem&uan <rasio 2,"B1=. #istri/usi K+ /er/eda sinifian menurut ondisi eorafis
dan sum/er da$a, denan !2> asus /aru teradi di near a /erem/an, dan insidensi tertini di &o&ulasi Asia Tenara, $aitu men9a&ai setidan$a dua ali insidensi area lain. Tia neara denan insidensi nasional tertini ada di *ala$sia, ndonesia, dan Sina&ura, denan ana tertini &ada &o&ulasi Tionhoa dan *ela$u.6
nsidensi tini ua dila&oran di -ina Tenara, termasu 'on Kon dan ;uandon, +ili&ina, ndia, Thailand, *ironesia, Asia Timur, dan Afria %tara. Po&ulasi lain denan insidensi relatif tini adalah etnis nuit di Alasa, ;reenland, dan Kanada %tara, serta etnis Tionhoa dan +ili&ina di Ameria Seriat. ndisendi eanasan ini le/ih rendah &ada se/aian /esar &o&ulasi $an tinal di tem&at lain di Ameria dan ro&a.6
Ana mortalitas K+ tertini &ada tahun 2012 ditemuan di 'on Kon, $aitu 4,1 &er 100.000 lai(lai dan 1,1 &er 100.000 &erem&uan. Penurunan ana mortalitas dari tahun 2002 diamati di /e/era&a neara dan didua arena &eru/ahan &ola maan ian asin dan maanan $an diawetan, serta &er/aian &enatalasanaan &en$ait. Per/edaan antarenis elamin didua dise/a/an oleh &er/edaan &realensi meroo dan onsumsi alohol.21
Karsinoma nasofarin meru&aan eanasan ter/an$a <28,">= dari seluruh asus eanasan e&ala leher di ndonesia, denan 1.121 asus dila&oran selama &eriode 1!!(200.4 Penelitian di RS%P -i&to
*anunusumo men9atat terda&at 167 asus K+ &ada tahun 2010 denan eluhan utama &ada saat datan $aitu massa di leher dan hidun tersum/at.16 Semua &enelitian menemuan K+ le/ih /an$a teradi &ada lai(lai.4,16
;am/ar. Prealensi K+ dan eanasan e&ala leher lain ndonesia tahun 2000(20016
2.". tioloi dan +ator Risio
tioloi arsinoma nasofarin di&enaruhi oleh /er/aai fator $an salin /erinterasi. #is&aritas antarelom&o denan fator risio tertentu telah di9atat /ahan sea onferensi AR- tahun 1!78, dimana didua terda&at suatu aen $an memenaruhi &o&ulasi Tionhoa di Sina&ura, teta&i tida mam&u mem/erian dam&a &ada &o&ulasi ndia dan Paistan.22 )iteratur ter/aru telah menemuan /er/aai fator risio termasu eneti, diet, hiienitas, &eeraan, mediasi, dan infesi irus &stein( arr.7,!,10,11,12,1",14,1
2.".1.nfesi irus &stein(arr dan 'PC
nfesi irus &stein(arr <C= munin adalah fator etioloi arsinoma nasofarin $an &alin /an$a di&elaari. erdasaran teni hi/ridisasi in(situ terhada& RA terode C, irus terse/ut terdetesi han$a dalam sel tumor, teta&i tida dalam e&itel nasofarin normal."
*esi&un /er/aai &enelitian menemuan hu/unan uat antara infesi C dan K+, &eran infesi C dalam &atoenesis K+ masih /elum elas.7
Se9ara histo&atoloi, infesi C memilii hu/unan denan arsinoma noneratinisasi su/ti&e terdiferensiasi dan ta terdiferensiasi, teta&i hu/unan denan arsinoma eratinisasi han$a ditemuan &ada
daerah /erisio tini. Pada K+, irus /erada &ada fase laten, han$a terda&at &ada sel tumor, dan tida ditemuan di arinan limfoid seitar.1
Selama fase laten, C menes&resian /e/era&a enn$a untu menhindari detesi sistem imun. s&resi en laten &ada sel terinfesi C /erada di /awah reulasi e&ieneti. e/era&a ti&e &rofil es&resi en laten di sel terinfesi C telah diidentifiasi. )atensi ti&e 0 dienali &ada sel memori, dimana es&resi en C ter/atas &ada EBV-encoded small RNs <R= tan&a adan$a es&resi &rotein CD EBV n!clear antigen "
<A1= han$a dies&resian di sel memori $an menalami diisi. Pada K+ ditemuan irus dalam latensi ti&e .14
s&resi en &ada infesi C laten ti&e men9au& R, A1, )*P1, )*P2, AR+1, ARTs, dan ART(miRAs. Se9ara umum es&resi en terse/ut memenaruhi &roliferasi sel, inasi irus, e/erlansunan hidu& irus, &er/aian #A, modulasi imunitas /awaan, resistensi terhada& a&o&tosis, c#ec$point silus sel, &otensi inasi dan metastasis sel arsinoma, dan transformasi sel nonmalina.14
tioloi iral lainn$a $an dihu/unan denan arsinoma nasofarin adalah #!man papilloma%ir!s <'PC=. Koinfesi 'PC dan C da&at mem/erian dam&a terhada& &eru/ahan sel menadi malinan. nfesi 'PC onoeni $an dida&at se9ara ertial dari i/u ditemuan /er&eran &entin se/aai aen etioloi K+.",2"
2.".2.;eneti
Peran erentanan eneti indiidu terhada& &atoenesis K+ diindiasian oleh insidensi K+ $an tini &ada etnis tertentu. 'al ini le/ih men9olo arena enerasi edua dan etia dari &endudu daerah /erisio tini $an telah emirasi dan /erasimilasi denan /uda$a $an /er/eda masih memilii risio K+ le/ih tini di/andin &endudu
seitar.",7
Kerentanan eneti terhada& K+ &ada &o&ulasi /erisio tini telah dila&oran, terutama /erhu/unan denan en ')A elas di lous *'-romosom 6&21. ;en ')A elas menode &rotein $an da&at menidentifiasi dan mem&resentasian antien asin <termasu &e&tida hasil ode C= e&ada sel T sitotosi untu memi9u res&on imun terhada& sel $an terinfesi irus.7
e/era&a &enelitian asus(ontrol telah menemuan hu/unan antara &olimorfisme eneti dan risio K+, denan memenaruhi erentanan eneti terhada& infesi C dan3atau transformasi sel terindusi arsinoen imiawi. Peninatan risio K+ ditemuan /erhu/unan denan &olimorfisme eneti $an terli/at dalam meta/olisme nitrosamin <-P21, -P2A6=, detosifiasi eletrofil arsinoeni <;ST*1=, &er/aian #A <ER--1, h5;;1, S1, RA#1)1=, alur masu C e
e&itel nasofarin <P;R=, reulasi c#ec$point silus sel <*#*2, TP"=, adhesi dan mirasi sel <**P2=, interleuin <)1A, )1, )2, )8, dan )10=, toll-li$e receptors <T)R", T)R4, T)R10=.",7
2.".".)inunan
Studi e&idemioloi sala /esar menusulan adan$a hu/unan /e/era&a e/iasaan diet dan sosial denan &eninatan risio arsinoma nasofarin." Salah satu fator $an &alin serin dise/ut adalah riwa$at
onsumsi ian asin.",7 Karsinoen $an /er&eran adalah sen$awa olatil (
nitrosamin $an da&at menindusi erusaan #A dan inflamasi roni muosa nasofarin.",7 Konsumsi nitrosamin selama &eriode ana(ana da&at
men$e/a/an aumulasi lesi eneti a/eran dan &erem/anan arinan rentan arsinoma di nasofarin, $an &ada ilirann$a meninatan erentanan infesi C dan meninatan risio K+.7
Konsumsi maanan lain $an ditemuan /erhu/unan denan eadian K+ adalah asinan sa$ur, maanan $an diawetan, teh her/al, su& slo&-coo$ed , alohol, &rodu hewani, ar/ohidrat, dan asam lema ta enuh.",!,10 Selain diet, fator linunan lain $an diana& /er&enaruh
adalah hiienitas oral, inhalasi de/u a$u, asa&, formaldehida, dan /ahan imia.7,11 e/era&a literatur /er/eda &enda&at menenai inhalasi de/u a$u
se/aai fator risio arsinoma nasofarin.7 nhalasi de/u a$u diana&
/erhu/unan denan adenoarsinoma hidun, teta&i tida denan arsinoma nasofarin.12 Penelitian lain menemuan /ahwa as&irin memilii
efe &rotetif terhada& arsinoma nasofarin.1"
2.4. Patoenesis
Keanasan &ada umumn$a da&at teradi melalui dua meanismeB &emendean watu silus sel sehina menhasilan le/ih /an$a sel $an
di&rodusi dalam satuan watuD dan &enurunan umlah ematian sel ai/at anuan &ada &roses a&o&tosis. ;anuan &ada /er/aai &rotoonoen dan en &enean tumor <t!mor s!ppresor genes= $an menham/at &enhentian &roses silus sel.24
Pada eadaan fisiolois &roses &ertum/uhan, &em/elahan, dan diferensiasi sel diatur oleh en $an dise/ut &rotoonoen $an da&at /eru/ah menadi onoen /ila menalami mutasi. 5noen da&at men$e/a/an aner arena memi9u &ertum/uhan dan &em/elahan sel se9ara &atolois.24
Perem/anan lesi dimulai dari adan$a lesi &raaner < field canceri'ation=. Pada K+, lesi &raaner ini da&at ter/entu di usia muda ai/at onsumsi arsinoen nitrosamin. )esi &raaner ini sendiri meru&aan fator &redis&osisi infesi C $an aan le/ih lanut men$e/a/an inflamasi dan alterasi eneti. nfesi laten C men$e/a/an dis&lasia $an semain &arah. er/aai fator es&resi en C men$e/a/an &erem/anan lesi menadi arsinoma in(situ dan ahirn$a aner inasif.14
;am/ar. *odel tumorienesis &atoenesis arsinoma nasofarin terait C.7
;am/ar. Peran C dalam &atoenesis K+.14
2.. 'isto&atoloi
asofarin adalah ruan /er/entu ta/un $an terleta di /asis ranium. Ruan terse/ut mewailan area &eralihan antara aum nasi dan orofarin, mem/entu se/aian arinan limfoid 9in9in alde$er. *uosa nasofarin memilii /an$a li&atan dan ri&ta, dan terdiri atas e&itel &i&ih /erla&is husus $an /iasa dise/ut e&itel intermedia atau transisional. &itel &i&ih /erla&is 9am&uran dan e&itel /ersilia da&at ditemuan di dindin lateral dan &osterior nasofarin dalam /er/aai umlah. Pada stroma e&itel nasofarin ditemuan elenar seromuosa dan infiltrasi limfosit.7
Karsinoma nasofarin umumn$a mulai /erem/an dari dindin lateral nasofarin, terutama &ada fosa Rosenmuller dan dindin &osterior su&erior.7 Klasifiasi '5 tahun 1!78 menenal tia su/ti&e histoloi
K+, $aitu arsinoma sel suamosa <'5 ti&e 1=, arsinoma noneratinisasi <'5 ti&e 2=, dan arsinoma ta terdiferensiasi <'5 ti&e "=. Pada tahun 1!!1 lasifiasi terse/ut dimodifiasi oleh '5.20
Klasifiasi '5 tahun 1!!1 mem/ai K+ menadi arsinoma sel suamosa tereratinisasi, arsinoma noneratinisasi, dan arsinoma sel suamosa /asaloid. Karsinoma noneratinisasi di/ai lai menadi
terdiferensiasi dan ta terdiferensiasi. Karsinoma se&erti limfoe&itelioma diana& se/aai ariasi morfoloi arsinoma ta terdiferensiasi.20
Cariasi ana &ela&oran su/ti&e menindiasian /atasan antarelom&o tida selalu elas. Kesalahan &enam/ilan sam&el meru&aan masalah sinifian ai/at uuran /io&si e9il dan re&rodusi/ilitas lasifiasi /elum o&timal. e/era&a &eneliti menana& /ahwa arsinoma sel suamosa tereratinisasi dan arsinoma
noneratinisasi han$a ariasi dari elom&o tumor homoen.20
;am/ar. Karsinoma nasofarin tereratinisasi, terdiferensiasi /aiD A= tumor meninasi stromaD = &ulau ireuler arsinoma meninfiltrasi stroma desmo&lasti denan diferensiasi dan eratinisasi terlihat elas20
;am/ar. Karsinoma nasofarin noneratinisasiD A= 9ontoh su/ti&e terdiferensiasi di9irian denan /erla&is tumor di&isahan oleh infiltrat limfosit dan sel &lasma &eatD = &ulau tumor dalam stroma a$a limfositD -= &ola tum/uh tra/eular $an aran ditemuan.20
;am/ar. Karsinoma nasofarin noneratinisasi su/ti&e ta terdiferensiasiD A= Sel memilii nuleus esiular, nuleoli &rominen, dan sito&lasma am&hofiliD = sel tam&a sinsitial dan memilii nuleus esiular, nuleoli
elas, dan sito&lasma sediit eosinofiliD -= terda&at sel denan /atas antarsel $an elas dan sito&lasma eosinofili /erumlah sedan.20
;am/ar. Karsinoma sel suamosa nasofarin su/ti&e /asaloidD sel tumor /asaloid menunuan &ola &ertum/uhan menuntai dan /erselan denan
sel tumor denan diferensiasi suamosa.20
;am/ar. Karsinoma nasofarin noneratinisasi, su/ti&e ta terdiferensiasiD A= hi/ridisasi in(situ &stein(arr encoded-RN <R= menunuan semua nuleus sel tumor mem&erlihatan &ela/elanD = (mm!nostaining untu &ansitoeratin menonolan e&itel &ermuaan dan um&ulan dan la&isan sel &ositif di stromaD -= (mm!nostaining untu sitoeratin /iasan$a menunuan &ola &ewarnaan earin.20
2.6. ;eala Klinis
;eala arsinoma nasofarin da&at di/ai dalam 4 elom&o, $aitu eala nasofarin, eala telina, eala mata dan saraf, serta metastasis atau eala di leher. ;eala nasofarin da&at /eru&a e&istasis rinan atau sum/atan hidun, untu itu nasofarin harus di&erisa denan 9ermat, alau &erlu denan nasofarinoso&, arena serin teradi &ada /e/era&a asus $ani eala /elum ditemuan sementara tumor sudah tum/uh atau tida tam&a arena masih terda&at di /awah muosa <9ree&in tumor=.2
;anuan &ada telina meru&aan eala dini $an tim/ul arena tem&at asal tumor deat muara tu/a usta9hius <fosa Rosenmuller=. ;anuan &ada telina da&at /eru&a tinnitus, rasa &enuh &ada telina sam&ai rasa n$eri di telina <otalia=. Tida aran &ada /e/era&a &asien denan anuan &endenaran /aru emudian dietahui /ahwa &en$e/a/n$a adalah arsinoma nasofarin.2
;anuan /e/era&a saraf ota ua da&at teradi se/aai eala lanut dari arsinoma ini, arena nasofarin /erhu/unan deat denan rona tenora melalu /e/era&a lu/an. Penalaran melalui foramen laserum aan menenai saraf ota e , C, C dan ua e C, sehina tida aran eala di&lo&a <&enlihatan anda= lah $an mem/awa &asien terle/ih dahulu /ero/at e doter mata. Selain di&lo&ia, neuralia terminal ua meru&aan eala $an serin ditemuan oleh ahli saraf ia /elum terda&at eluhan lain $an /erarti. Proses arsinoma $an lanut aan menenai saraf ota e E, E, E, dan E ia &enalaran melalui foramen uulare. ;anuan ini serin dise/ut denan sindrom :a9son. 2
Penelitian di RS%P #r. -i&to *anunusumo menemuan /ahwa eluhan utama &asien saat &ertama ali datan /ero/at adalah /enolan $an tera/a di leher <8,1>=, diiuti denan hidun tersum/at <4!,1>=, dan anuan &endenaran unilateral <"!,>=. Temuan terse/ut menunuan /ahwa ma$oritas &asien datan saat telah teradi &en$e/aran e arah leher, /uan &ada saat teradi eala awal $an nons&esifi, sehina &ronosis &asien ua le/ih /uru.16
2.7. Peneaan #ianosis
Penegakkan
diagnosis
karsinoma
nasofaring
memerlukan
anamnesis,
pemeriksaan
sik,
serta
pemeriksaan penunjang lainnya. Deteksi dini di fasilitas
pelayanan kesehatan tingkat pertama melalui anamnesis
yang cermat sangat diperlukan untuk meningkatkan
kemungkinan prognosis pasien yang baik.
261.
Anamnesis
anifestasi klinis karsinoma nasofaring bergantung
pada luas lesi primer atau nodus.
!"ejala a#al
karsinoma
nasofaring tidak
spesik.
assa
di
nasofaring dapat menyebabkan gejala obstruksi nasal,
a#alnya unilateral kemudian bisa bilateral jika massa
membesar. "ejala lain yang harus di#aspadai adalah
hidung beringus, epistaksis, post-nasal drip. "eala a#al
yang penting lain adalah gejala disfungsi tuba
$ustachius akibat obstruksi mekanis ataupun ekstensi
posterolateral. %bstruksi tersebut dapat menyebabkan
tuli konduktif unilateral, otalgia, dan tinnitus.
262.
Pemeriksaan fisik
1&
Pemeriksaan status generalis dan status lokalis
2&
Pemeriksaan nasofaring'
a&
(hinoskopi anterior dan posterior
b&
)asofaringoskopi *fber/rigid&
!.
Pemeriksaan penunjang
1&
Pemeriksaan nasoendoskopi dengan )+ *Narrow
Band Imaging& memainkan peran kunci dalam
deteksi a#al lesi -) untuk melihat mukosa
dengan kecurigaan kanker nasofaring, sebagai
panduan lokasi biopsi, dan follo# up terapi pada
kasus/kasus dengan dugaan residu dan residif.
1,262&
Pemeriksaan radiologik
a&
0 can
Pemeriksaan radiologik berupa 0 can
nasofaring mulai setinggi sinus frontalis
sampai dengan kla3ikula, potongan koronal,
aksial, dan sagital, tanpa dan dengan kontras.
b&
4" abdomen
4" abdomen dilakukan untuk menilai
metastasis organ/organ intra abdomen.
c&
oto horaks
Pemeriksaan foto thoraks dilakukan untuk
melihat adanya nodul di paru atau apabila
dicurigai adanya kelainan maka dilanjutkan
dengan 0 can oraks dengan kontras.
d&
+one can
Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat
metastasis pada tulang.
1!&
Pemeriksaan patologi anatomi
Diagnosis
pasti
ditegakkan
berdasarkan
pemeriksaan patologi anatomi dengan spesimen
dari biopsi nasofaring. Penegakkan diagnosis
dengan patologi anatomi bukan dengan spesimen
dari biopsi aspirasi jarum halus *fne needle
aspiration
biopsy 5)A+&.
+iopsi
nasofaring
dilakukan dengan tang biopsi le#at hidung atau
mulut dengan tuntunan rhinoskopi posterior atau
nasofaringoskopi rigid5ber.
&
Pemeriksaan laboratorium
7ematologi *darah perifer lengkap, 8$D, hitung
jenis&, alkali fosfatase, 8D7, "%/"P
9&
Pemeriksaan serologi
+eberapa
penelitian
berusaha
menemukan
pemeriksaan yang efektif sebagai alat deteksi dini
-). alah satu penelitian menemukan bah#a
analisis D)A $+: di sampel plasma *p$+:& dapat
digunakan sebagai alat skrining -) asimtomatik.
2;Penanda p$+: juga memiliki nilai prognosis dimana
p$+: digunakan dalam menyeleksi pasien -)
risiko tinggi untuk diberikan terapi aju3an.
<Penelitian lain menemukan bah#a uji cepat
menggunakan
NPC
test
strip
tidak
direkomendasikan
karena
sensiti3itas
dan
spesisitas yang rendah.
2<eskipun beberapa
penelitian merekomendasikan penanda serologis
sebagai alat skrining -), telaah 0ochrane tidak
dapat menilai efekti3itas skrining karena belum
ada penelitian randomized controlled trial yang
membandingkan kelompok skrining dan tanpa
skrining.
2=;am/ar. Aloritma dianosis dan tatalasana K+1
2.8. Klasifiasi Stadium
Penentuan stadium karsinoma nasofaring digunakan sistem
) menurut A>00 2?1?'
1Tumor Primer (T)
@
' umor primer tidak dapat dinilai
?' idak tampak tumor
1s' -arsinoma in situ
1' umor terbatas di nasofaring
2' umor meluas ke jaringan lunak
2a' Perluasan tumor ke orofaring dan 5 atau rongga
hidung tanpa perluasan ke parafaring
2b' Disertai perluasan ke parafaring
!' umor mengin3asi struktur tulang dan 5 atau sinus
' umor dengan perluasan intrakranial dan 5 atau
terdapat keterlibatan saraf kranial, fossa infratemporal,
hipofaring, orbita atau ruang mastikator
Kelenjar Getah Bening (KGB) Regional (N)
)@
' Pembesaran -"+ regional tidak dapat dinilai
)
?' idak ada pembesaran
)
1' etastasis kelenjar getah bening unilateral, dengan
ukuran terbesar kurang atau sama dengan 6 cm, di atas
fossa suprakla3ikula
)
2' etastasis kelenjar getah bening bilateral, dengan
ukuran terbesar kurang atau sama dengan 6 cm, di atas
fossa suprakla3ikula
)
!' etastasis kelenjar getah bening bilateral dengan
ukuran lebih besar dari 6 cm, atau terletak di dalam fossa
suprakla3ikula
)
!a' ukuran lebih dari 6 cm
)
!b' di dalam fossa suprakla3ikula
Metastasis Jauh (M)
@
' etastasis jauh tidak dapat dinilai
?' idak ada metastasis jauh
1' erdapat metastasis jauh
abel. tadium -)
1 tadium ) tadium ? 1s )? ? tadium 1s )? ? tadium A 2a )? ? tadium + 1 )1 ? 2a )1 ? 2b )?, )1 ? tadium 1 )2 ? 2a, 2b )2 ? ! )2 ? tadium :a )?, )1, )2 ?tadium :b semua )! ?
tadium :c semua semua ) 1
2.!. Penatalasanaan
erapi dapat mencakup radiasi, kemoterapi, kombinasi
keduanya, dan didukung dengan terapi simptomatik sesuai
dengan gejala.
29abel. odalitas erapi -) enurut tadium
1tadium odalitas erapi
tadium (adioterapi
tadium -emoradiasi
tadium -emoradiasi
tadium : dengan ) 6 cm -emoradiasi
tadium : dengan ) B6 cm -emoterapi dosis penuh dilanjutkan kemoradiasi
Radioterapi
(adiasi diberikan dengan sasaran radiasi tumor primer dan
-"+ leher dan suprakla3ikula kepada seluruh stadium *, ,
, : lokal&. (adiasi dapat diberikan dalam bentuk' radiasi
eksterna yang mencakup gross tumor *nasofaring& beserta
kelenjar getah bening leher, dengan dosis 66 "y pada 1/2
atau ;? "y pada !/C disertai penyinaran kelenjar
suprakla3ikula dengan dosis 9? "yC radiasi
intraka3iter
sebagai radiasi booster pada tumor primer tanpa
keterlibatan kelenjar getah bening, diberikan dengan
dosis *@! "y&, sehari dua kaliC bila diperlukan booster
pada kelenjar getah bening diberikan penyinaran dengan
elektron. Penggunaan teknik Intensity Modulated Radiation
Terapy *(& telah menunjukkan penurunan dari toksisitas
kronis pada kasus karsinoma orofaring, sinus paranasal, dan
kelenjar/kelenjar
ludah,
lobus temporal,
struktur
pendengaran *termasuk koklea&, dan struktur optik.
1Obat-obatan imptomati!
a&
(eaksi akut pada mukosa mulut, berupa nyeri untuk
mengunyah dan menelan ' obat kumur yang
mengandung antiseptik dan astringent, diberikan !
kali sehari&
b&
anda/tanda moniliasis ' antimikotik
c&
)yeri menelan ' anestesi lokal
d&
)ausea, anoreksia ' terapi simptomatik
Kemoterapi
-ombinasi kemoradiasi sebagai radiosensitizer terutama
diberikan pada pasien dengan
2/
dan )
1/)
!. -emoterapi
sebagai radiosensitizer diberikan preparat platinum based
!?/? mg5m
2sebanyak 6 kali, setiap minggu sekali 2,9
sampai ! jam sebelum dilakukan radiasi. -emoterapi
kombinasi5dosis penuh dapat diberikan pada )
!B 6 c m
sebagai neoadju3an dan adju3an setiap ! minggu sekali,
dan dapat juga diberikan pada kasus rekuren5metastatik.
1erapi sistemik pada karsinoma nasofaring adalah dengan
kemoradiasi dilanjutkan dengan kemoterapi adju3an, yaitu
0isplatin
E (
diikuti
dengan
0isplatin59/4 atau
0arboplatin59/4. Dosis preparat platinum based !?/?
mg5m
2sebanyak 6 kali, setiap seminggu sekali.
1"du!asi
Ada beberapa hal yang perlu diedukasikan kepada pasien
yakni seperti yang tercantum pada tabel berikut.
abel. $dukasi pasien -)
1"du!asi
1. (adioterapi
$fek samping radiasi akut yang dapat muncul *@erostomia, gangguan menelan, nyeri saat menelan&, maupun lanjut *brosis, mulut kering&Anjuran untuk selalu menjaga kebersihan mulut dan pera#atan kulit *area radiasi& selama terapi
2. -emoterapi
$fek
samping
kemoterapi
yang
mungkin muncul *mual, muntah, dsb&
!. )utrisi
$dukasi jumlah nutrisi, jenis dan cara
pemberian
nutrisi
sesuai
dengan
kebutuhan
.
etastasis
pada tulang
-emungkinan fraktur patologis sehingga pada pasien yang berisiko diedukasi untuk berhati/hati saat akti3itas atau mobilisasi obilisasi menggunakan alat ksasi eksternal dan5atau dengan alat bantu jalan dengan pembebanan bertahap
9. 8ainnya
Anjuran untuk kontrol rutin pascapengobatan
/ anjuran untuk menjaga pola hidup yang sehat
2.10. Pronosis
Pronosis &ada &asien eanasan &alin serin din$ataan se/aai esintasan tahun. Kesintasan relatif tahun &ada &asien denan K+ stadium hina C se9ara /erurutan se/esar 76,!>, 6>, "8,4>, dan 16,4>.2
)*""* Follo&-!p
Kontrol rutin dilauan meli&uti onsultasi dan &emerisaan fisi. Pada tahun &ertama tia& 1(" /ulanD tahun edua tia& 2(6 /ulanD tahun etia sam&ai elima tia& 4(8 /ulanD setelah tahun elima tia& 12 /ulan.1
Follo&-!p imain tera&i uartif dilauan minimal tia /ulan &asa tera&i, $aitu *R denan ontras seuens T1, T2, +atsat, # F A#-D dan Bone scan untu menilai res&ons tera&i terhada& lesi metastasis tulan. Follo&-!p imain tera&i &aliatif denan tera&i emotera&i, $aitu -T +can &ada silus &ertenahan tera&i untu melihat res&on emotera&i terhada& tumorD atau Bone scan untu melihat metastasis tulan.1
BAB III
SIMP!AN
Karsinoma nasofarin meru&aan eanasan di /idan e&ala leher ter/an$a di ndonesia. Prealensi K+ tini &ada &o&ulasi denan fator risio eneti dan linunan tertentu, se&erti etnisitas tertentu dan onsumsi ian asin.
#ianosis dini K+ tida mudah arena eala awal nons&esifi, men9au& anuan tu/a usta9hius, hidun tersum/at, dan seret. Se/aian /esar &asien datan etia sudah tera/a massa di leher, $an /erarti telah teradi &en$e/aran lesi eanasan e leher. Keaalan dianosis &ada stadium awal mem&er/uru &ronosis &asien.
Patoenesis K+ $an meli/atan /er/aai fator risio, serta &erlun$a detesi dini untu &ronosis &asien $an le/ih /ai, meru&aan /aian dari tanunawa/ doter $an /eera di fasilitas &ela$anan esehatan tinat &ertama. #oter harus mam&u menidentifiasi fator risio dari anamnesis &asien dan meneliminasi fator risio terse/ut, serta 9ermat mendetesi eala(
DAFTAR P!STAKA
1. Adham *, ;ondhowiardo S, Soediro R, :a9 G, )isnawati, itasono +, *aniam R*, et al. Pedoman asional Pela$anan Kedoteran Kaner asofarin. :aartaB Komite Penanulanan Kaner asional, 201
2. Simo R, Ro/inson *, )ei *, Si/tain A, 'i9e$ S. Nasop#ar,ngeal carcinoma United Kingdom National .!ltidisciplinar, /!idelines. : )ar$nol 5tol, 2016D 1"0 <Su&&l. S2=B S!7(10"
". -hua *)K, ee :TS, 'ui P, -han AT-. Nasop#ar,ngeal 0arcinoma. )an9et, 201B doiB 10.10163S0140(67"6<1=000(0
4. Adham *, Kurniawan A, *uhtadi A, RoeHin A, 'ermani , ;ondhowiardo S, Tan , et al. Nasop#ar,ngeal carcinoma in (ndonesia epidemiolog,1 incidence1 signs1 and s,mptoms at presentation. -hin : -an9er, 2012D "1<4=B 18(!6
. +erla$ :, Soeromataram , #ishit R, ser S, *athers -, Re/elo *, Parin #*, et al. 0ancer incidence and mortalit, &orld&ide so!rces1 met#ods and ma2or patterns in /LOBO0N )3"). nt : -an9er IA99e&ted Arti9leJB doiB 10.10023i9.2!210
6. Torre )A, ra$ +, Sieel R), +erla$ :, )ortet(Tieulent :, :emal A. /lo4al 0ancer +tatistics1 )3"). -A -an9er : -lin, 201D 000B000(000
7. Tsao S, i& ), Tsan -*, Pan PS, )au C*, Ghan ;, )o K. Etiological factors of nasop#ar,ngeal carcinoma. 5ral 5n9ol, 2014D 0B ""0(
8
8. 'ui P, *a , Allen -han K-, -han -*), on -S-, To K+, -han A'. 0linical Utilit, of Plasma Epstein-Barr Vir!s 5N and ER00" +ingle N!cleotide Pol,morp#ism in Nasop#ar,ngeal 0arcinoma. -an9er, 201B doiB
10.100239n9r.2!41"
!. defonti C, i9olussi +, Polesel :, rai +, osetti -, ;araello , )a Ce99hia -, et al. N!trient-4ased dietar, patterns and nasop#ar,ngeal cancer e%idence from an e6plorator, anal,sis. r : -an9er, 201D 112B 446(4
10. on SK, 'a T-, eo *-R, ;a/orieau C, *9Ka$ :#, ee :. ssociations of lifest,le and diet &it# t#e ris$ of nasop#ar,ngeal carcinoma in +ingapore a case-control st!d,. -hin : -an9er, 2017D "6B "
11. )iu G, -han T, )iu , -ai , Ghan G, -hen ;, Eie S', et al. Oral 7,giene and Ris$ of Nasop#ar,ngeal 0arcinoma 8 Pop!lation-Based
0ase-0ontrol +t!d, in 0#ina. -an9er &idemiol iomarers Pre, 2016D 2<8=B doiB 10.118310(!!6.P(16(014!
12. Siew SS, *artinsen :, Kaerheim K, S&aren P, Tr$adottir ), eider&ass , Puala . nt : -an9er IA99e&ted Arti9leJB doi B 10.10023i9."101
1". #i *aso *, osetti -, Ce99hia -), ;araello , *ontella *, )i/ra *, Serraino #, et al. Reg!lar aspirin !se and nasop#ar,ngeal cancer ris$ case-control st!d, in (tal,. -an9er &idemiol, 201B htt&B33d?.doi.or310.10163.9ane&.201.04.012
14. Tsan -*, Tsao S. 9#e role of Epstein-Barr %ir!s infection in t#e pat#ogenesis of nasop#ar,ngeal carcinoma. Ciroloi9a Sini9a, 201D "0<2=B
107(21
1. oun )S, #awson -. Epstein-Barr %ir!s and nasop#ar,ngeal carcinoma. -hin : -an9er, 2014D ""<12=B 81(!0
16. :a$alie C+, Paramitha *S, :essi9a, )iu -A, Ramadianto AS, Trimartani, Adham *. Profile of Nasop#ar,ngeal 0arcinoma in 5r* 0ipto .ang!n$!s!mo National 7ospital1 )3"3. e:K, 2016D 4<"=B 16(62
17. Snell RS. Anatomi Klini untu *ahasiswa Kedoteran, ed. 6. :aartaB ;-, 2012
18. 'eadLe9 -an9er ;uide. Nasop#ar,ngeal 0ancer . htt&B33headandne9 9an9eruide.or. diunduh tanal 1" Se&tem/er 2017
1!. %niersit$ of owa 'ealth -are. (o&a 7ead and Nec$ Protocols. htt&sB33medi9ine.uiowa.edu. diunduh tanal 1" Se&tem/er 2017
20. -han :K-, ra$ +, *9-arron P, +oo , )ee A*, i& T, Kuo TT. Nasop#ar,ngeal 0arcinoma. '5, 2012
21. -arioli ;, eri , Kawaita #, ;araello , )a Ce99hia -, *aleHHi *. /lo4al trends in nasop#ar,ngeal cancer mortalit, since ":;3 and predictions for )3)3 foc!s on lo&-ris$ areas. nt : -an9er IA99e&ted Arti9leJB doiB
10.10023i9."0660
22. de The ;, to , #ais <ds.=. Nasop#ar,ngeal carcinoma etiolog, and control . )$onB nternational Aen9$ for Resear9h on -an9er, 1!78
2". -han ', )o -*, )au ', )am T'. Verticall, transmitted nasop#ar,ngeal infection of t#e #!man papilloma%ir!s 5oes it pla, an aetiological role in nasop#ar,ngeal cancer< 5ral 5n9ol, 2014B doiB 10.10163.oralon9olo$.201".12.02
24. Gen *S, Gen E. Pat#ogenesis and Etiolog, of Nasop#ar,ngeal 0arcinoma. dalamB )u ::, -oo&er :S, )ee A* <ds.=. Nasop#ar,ngeal 0ancer .!ltidisciplinar, .anagement . S&riner, 2010B !(2
2. RoeHin A, Adham *. Karsinoma asofarin. dalamB Soe&ardi A, sandar , ashiruddin :, Restuti R# <ds.=. uu Aar lmu Kesehatan Telina
'idun Tenoro Ke&ala L )eher, ed. 7. :aartaB +K%, 2012
26. ia$a +5, Soeseno . #etesi #ini dan #ianosis Karsinoma asofarin. -#K(24, 2017D 44<7=B 478(81
27. Allen -han K-, oo :KS, Kin A, Gee -, :a9$ )am K, -han S), et al. nal,sis of Plasma Epstein-Barr Vir!s 5N to +creen for Nasop#ar,geal 0ancer . nl : *ed, 2017D "77<6=B 1"(22
28. aHaruddin ', Saitri , Ail *A, -arolina :. Caliditas &emerisaan ra&id test immuno9hromatora&h$ /er/asis C &ada &enderita arsinoma nasofarin di *aassar. 5R), 2012D 42<1=B 40(7
2!. an S, u S, Ghou :, -hen E. +creening for nasop#ar,ngeal cancer . -o9hrane #ata/ase of S$stemati9 Reiews, 201D 11B -#00842"