2009-2-24 17:30 U6F8KDB0
2C
Bacalah buku pedoman ini dengan baik sebelum mengoperasikan motor
tem-pel ini. Simpanlah buku pedoman ini di perahu dan masukkan ke dalam tas
anti air selama berperahu. Buku pedoman ini harus tetap beserta motor
tem-BMU25105
Bagi pemilik
Terima kasih telah memilih motor tempel Yamaha. Buku Pedoman Pemilik ini berisi tentang informasi yang dibutuhkan untuk pengoperasian, perawatan dan pemelihara-an ypemelihara-ang benar. Pemahampemelihara-an menyeluruh tentang instruksi-instruksi sederhana ini akan membantu Anda mendapatkan kenya-manan pemakaian Yamaha baru Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang pengope-rasian atau perawatan motor tempel Anda, silakan menghubungi dealer Yamaha. Di dalam Buku Pedoman Pemilik informasi penting dibedakan secara khusus melalui berikut ini.
: Ini adalah simbol peringatan keselama-tan. Simbol ini digunakan untuk memperi-ngatkan adanya potensi bahaya cedera per-sonil. Patuhi seluruh pesan keselamatan yang menyertai simbol ini untuk menghindari kemungkinan cedera atau kematian.
BWM00781
Tanda PERINGATAN menunjukkan situa-si berbahaya dimana, jika tidak dihindari, dapat berakibat kematian atau cedera pa-rah.
BCM00701
Tanda PERHATIAN menunjukkan tinda-kan pencegahan khusus yang harus dila-kukan untuk menghindari kerusakan pa-da motor tempel atau benpa-da-benpa-da lain-nya.
CATATAN:
CATATAN memberikan informasi kunci agar prosedur menjadi lebih mudah dan jelas.
Yamaha melakukan peningkatan dalam de-sain maupun kualitas produknya secara te-rus-menerus. Oleh karena itu, karena buku pedoman ini berisi tentang informasi produk yang tersedia sewaktu buku ini dicetak, ada kemungkinan terdapat sedikit ketidakcoco-kan antara mesin Anda dengan buku pedo-man ini. Jika ada pertanyaan tentang buku manual ini, silakan menghubungi dealer Yamaha Anda.
Untuk memastikan keawetan produk, Yamaha menganjurkan agar Anda menggu-nakan produk ini dan melaksamenggu-nakan inspeksi dan perawatan berkala seperti yang telah di-tentukan dengan mengikuti instruksi yang tertulis dalam buku pedoman pemilik ini. Se-tiap kerusakan yang disebabkan oleh keti-dakpatuhan terhadap instruksi-instruksi yang diberikan tidak akan mendapatkan ja-minan garansi.
Beberapa negara memiliki undang-undang dan peraturan yang melarang para penggu-na mendapatkan produk dari negara lain tempat dibelinya produk tersebut dan mung-kin tidak dapat mendaftarkan produk terse-but di negara yang diinginkan. Selain itu, ga-ransi tidak berlaku di beberapa area. Jika Anda berencana mendapatkan produk dari negara lain, hubungi dealer tempat produk tersebut dibeli untuk informasi lebih lanjut. Jika akan menggunakan produk bekas, sila-kan menghubungi dealer terdekat Anda un-tuk pendaftaran ulang pelanggan, dan unun-tuk layak mendapatkan layanan tertentu.
CATATAN:
2CMH dan peralatan tambahan standar di-gunakan sebagai dasar untuk penjelasan dan ilustrasi di dalam buku pedoman ini. Oleh karena itu, beberapa item mungkin ti-dak berlaku di setiap model.
BMU25121
2C
BUKU PEDOMAN PEMILIK ©2009 oleh Yamaha Motor Co., Ltd.
Pertama Edisi, Februari 2009 Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Pencetakan ulang atau penggunaan
ti-dak semestinya tanpa izin tertulis dari Yamaha Motor Co., Ltd.
secara tegas dilarang. Dicetak di Jepang
Informasi keselamatan ... 1
Keselamatan motor tempel ... 1
Baling-baling ... 1
Bagian-bagian berputar ... 1
Bagian-bagian panas ... 1
Tersengat listrik ... 1
Tali kawat penghenti mesin (lanyard) ... 1
Bensin ... 1
Keterpaparan dan tumpahan bensin ... 1
Karbon monoksida ... 2
Modifikasi ... 2
Keselamatan berperahu ... 2
Alkohol dan obat-obatan ... 2
Alat pelampung tubuh ... 2
POrang-orang di dalam air ... 2
Penumpang ... 2 Pemuatan berlebihan ... 3 Hindari tabrakan ... 3 Cuaca ... 3 Pelatihan penumpang ... 3 Publikasi keselamatan berperahu ... 3
Undang-undang dan peraturan ... 3
Informasi umum ... 4
Catatan nomor identifikasi ... 4
Nomor seri motor tempel ... 4
Deklarasi Persesuaian EC ... 4
Tanda CE ... 4
Bacalah buku pedoman dan
label-label ... 5
Label peringatan ... 5
Spesifikasi dan persyaratan ... 8
Spesifikasi ... 8
Persyaratan pemasangan ... 9
Nilai tenaga kuda perahu ... 9
Memasang motor ... 9
Pemilihan baling-baling ... 9
Persyaratan oli mesin ... 10
Persyaratan bahan bakar ... 10
Bensin ... 10
Air berlumpur atau air asam ... 10
Cat anti pencemaran ... 10
Persyaratan pembuangan
motor ... 10
Peralatan keadaan darurat ... 11
Komponen-komponen ... 12
Diagram
komponen-komponen ... 12
Tangki bahan bakar ... 12
Tutup tangki bahan bakar ... 13
Sekrup ventilasi udara ... 13
Tombol bahan bakar ... 13
Tangkai pasak kemudi ... 13
Tuas akselerasi ... 14
Penyetel gesekan akselerasi ... 14
Tali kawat (lanyard) penghenti mesin dan jepitan ... 14
Tombol penghenti mesin ... 15
Tombol cok ... 15
Tangkai starter manual ... 15
Penyetel pergeseran kemudi ... 15
Batang keseimbangan (pin kemiringan) ... 16
Kenop penyokong kemiringan ... 16
Pemasangan ... 17
Pemasangan ... 17
Memasang motor tempel ... 17
Memasang kelem motor tempel ... 18
Pengoperasian ... 20
Pengoperasian untuk pertama
kali ... 20
Periode sela mesin ... 20
Serba-serbi perahu Anda ... 20
Pemeriksaan sebelum menstarter
mesin ... 21
Level bahan bakar ... 21
Sistem bahan bakar ... 21
Kontrol-kontrol ... 21
Tali kawat penghenti mesin (lanyard) ... 21
Oli ... 22
Mesin ... 22
Mengisi bahan bakar dan oli
mesin ... 22
Mengisi bahan bakar untuk tangki bahan bakar terpasang ... 22
Pencampuran bensin dan oli
(50:1) ... 22
Mengoperasikan mesin ... 24
Mengirim bahan bakar ... 24
Menstarter mesin ... 24
Pemeriksaan setelah menstarter
mesin ... 26
Air pendingin ... 26
Memanaskan mesin ... 27
Model-model penggerak langsung ... 27
Pemeriksaan setelah pemanasan
mesin ... 27
Saklar-saklar penghenti ... 27Pemindahan Perseneling ... 27
Maju ... 27 Mundur ... 27Menghentikan perahu ... 27
Menghentikan mesin ... 27
Prosedur ... 27Menyeimbangkan motor
tempel ... 28
Menyetel sudut keseimbangan untuk model dengan kemiringan manual ... 29
Menyetel keseimbangan perahu ... 29
Memiringkan ke atas dan ke
bawah ... 30
Prosedur untuk memiringkan ke atas (model-model kemiringan manual) ... 31
Prosedur untuk memiringkan ke bawah (model-model kemiringan manual) ... 32
Berlayar di kondisi lainnya ... 32
Perawatan ... 33
Mengangkut dan menyimpan motor
tempel ... 33
Model yang dipasang dengan sekrup kepitan ... 33
Menyimpan motor tempel ... 34
Prosedur ... 34
Pelumasan ... 35
Membersihkan motor tempel ... 35
Memeriksa permukaan motor yang bercat ... 35
Perawatan berkala ... 35
Suku cadang pengganti ... 36
Kondisi pengoperasian yang berat ... 36
Bagan perawatan 1 ... 37
Bagan perawatan 2 ... 39
Pelumasan ... 39
Membersihkan dan menyesuaikan pengaturan busi ... 40
Menginspeksi kecepatan diam ... 40
Mengecek jaringan kabel dan konektor ... 41
Pemeriksaan baling-baling ... 41
Melepas baling-baling ... 42
Memasang baling-baling ... 42
Mengganti oli gigi perseneling ... 43
Memeriksa dan mengganti anoda ... 44
Penyelesaian Masalah ... 45
Mencari dan memperbaiki
kesalahan ... 45
Tindakan sementara dalam
keadaan darurat ... 49
Kerusakan benturan ... 49
Starter tidak akan berfungsi ... 49
Menghidupkan mesin darurat ... 50
Perawatan motor yang
tenggelam ... 51
Daftar Isi
BMU33622
Keselamatan motor tempel
Patuhi tindakan pencegahan kecelakaan ini setiap waktu.
BMU37660
Baling-baling
Seseorang dapat terluka atau terbunuh jika bersentuhan dengan baling-baling. Baling-baling memiliki tepi yang tajam dan dapat menyebabkan cedera meskipun dalam kea-daan berputar di tempat.
● Matikan mesin jika ada seseorang berada di dalam air di dekat Anda.
● Jauhkan setiap orang dari jangkauan bal-ing-baling, bahkan meskipun mesin dalam keadaan mati.
BMU33630
Bagian-bagian berputar
Tangan, kaki, rambut, perhiasan, pakaian, tali pengikat PFD, dll. dapat tersangkut pada bagian-bagian berputar di dalam mesin, yang mengakibatkan cedera parah atau ke-matian.
Jagalah penutup atas tetap pada tempatnya. Jangan memindahkan atau mengganti penu-tup mesin ketika mesin sedang beroperasi. Operasikan mesin hanya jika penutup mesin telah dilepaskan sesuai dengan instruksi khusus di dalam buku pedoman. Jauhkan ta-ngan, kaki, rambut, perhiasan, pakaian, tali pengikat PFD, dll. dari bagian-bagian yang bergerak tanpa terlindung.
BMU33640
Bagian-bagian panas
Selama dan setelah pengoperasian, bagian-bagian mesin tidak cukup panas untuk dapat menyebabkan luka bakar. Hindari menyen-tuh bagian-bagian di bawah penutup atas sampai mesin benar-benar dingin.
BMU33650
Tersengat listrik
Jangan menyentuh bagian-bagian listrik se-lama menstarter atau mengoperasikan
me-sin. Hal ini dapat menyebabkan tersengat dan kesetrum.
BMU33671
Tali kawat penghenti mesin (lanyard)
Pasanglah tali kawat penghenti mesin se-hingga mesin akan mati jika operator terjatuh keluar dari perahu atau meninggalkan kemu-di. Hal ini mencegah perahu melaju tanpa kendali dengan mesin menyala dan mening-galkan orang-orang yang terdampar, atau menabrak orang atau benda.
Selalu memasang tali kawat penghenti me-sin pada tempat yang aman di pakaian atau lengan atau kaki Anda selama pengoperasi-an. Jangan melepaskannya untuk mening-galkan kemudi sewaktu perahu sedang ber-gerak. Jangan memasang tali kawat pada pakaian yang mudah robek atau menempat-kan tali kawat tersebut di tempat yang me-nyebabkannya mudah terbelit, yang mence-gahnya berfungsi dengan baik.
Jangan mengarahkan tali kawat ketika tali ini seperti akan tertarik keluar secara tiba-tiba. Jika tali kawat ini tertarik selama pengopera-sian, mesin akan mati dan Anda akan kehi-langan kontrol kemudi. Perahu akan segera melambat, dan melontarkan orang dan ben-da-benda di atasnya ke depan.
BMU33810
Bensin
Bensin dan uapnya sangat mudah terba-kar dan meledak. Selalu, mengisi ulang
se-suai dengan prosedur yang terdapat pada halaman 24 untuk mengurangi resiko ter-bakar atau meledak.
BMU33820
Keterpaparan dan tumpahan bensin
Berhati-hatilah untuk tidak menumpahkan bensin. Jika ada tumpahan bensin, segera usap dengan menggunakan lap kering. Bu-anglah lap tersebut dengan benar.
Jika ada tumpahan bensin mengenai kulit Anda, segera cucilah dengan sabun dan air. Ganti pakaian Anda jika bensin tumpah mengenainya.
Jika Anda menelan bensin, menghirup ba-nyak uap bensin, atau mata Anda terkena bensin, segera dapatkan perawatan medis. Jangan sekali-sekali mencoba menyedot ba-han bakar dengan mulut.
BMU33900
Karbon monoksida
Produk ini menghasilkan gas buangan yang berisi karbon monoksida, tak berwarna, tak berbau yang dapat menyebabkan kerusakan otak atau kematian jika terhirup. Gejala-ge-jalanya meliputi mual, pusing dan mengan-tuk. Jagalah agar ruang kokpit dan kabin me-miliki ventilasi yang baik. Jangan menyumbat saluran keluar pembuangan.
BMU33780
Modifikasi
Jangan mencoba memodifikasi motor tempel ini. Modifikasi terhadap motor tempel Anda dapat mengurangi keselamatan dan keta-hanan, serta menyebabkan motor tempel da-lam kondisi tidak aman atau melanggar ke-tentuan bilamana digunakan.
BMU33740
Keselamatan berperahu
Bagian ini mencakup beberapa di antara ba-nyak tindakan pencegahan keselamatan penting yang harus Anda ikuti selama berpe-rahu.
BMU33710
Alkohol dan obat-obatan
Jangan pernah mengoperasikan setelah me-minum alkohol atau dalam pengaruh obat. Kondisi mabuk merupakan salah satu dari banyak faktor yang berakibat kematian da-lam berperahu.
BMU33720
Alat pelampung tubuh
Pastikan tersedianya alat pelampung tubuh (PFD) yang disetujui di perahu bagi setiap penumpang. Yamaha menganjurkan agar Anda harus memakai PFD selama berpera-hu. Sedikitnya anak-anak dan penumpang yang tidak dapat berenang diwajibkan untuk selalu memakai PFD, dan setiap orang wajib memakai PFD ketika dalam kondisi berpera-hu yang berbahaya.
BMU33731
POrang-orang di dalam air
Waspadalah selalu terhadap orang-orang yang sedang berada di dalam air, seperti pa-ra perenang, pemain ski, atau penyelam se-tiap saat selama mesin sedang beroperasi. Jika seseorang sedang berada di dalam air dekat dengan perahu, pindahkan gigi ke ne-tral lalu matikan mesin.
Menjauhlah dari area berenang. Para pere-nang akan sulit terlihat.
Baling-baling dapat tetap berputar meskipun motor berada pada posisi netral. Matikan me-sin jika ada seseorang berada dalam air di dekat Anda.
BMU33751
Penumpang
Hubungi pabrik pembuat perahu Anda untuk informasi lebih lanjut tentang letak penum-pang yang benar di perahu Anda dan pasti-kan seluruh penumpang berada di tempat yang benar sebelum menambah akselerasi atau ketika sedang beroperasi di atas kece-patan diam. Posisi berdiri atau duduk di tem-pat yang tidak semestinya datem-pat berakibat penumpang terlempar keluar perahu atau di dalam perahu yang disebabkan oleh gelom-bang laut, ombak atau perubahan kecepatan dan arah secara tiba-tiba. Bahkan meskipun penempatan para penumpang sudah benar, mereka perlu diperingatkan sewaktu Anda akan melakukan manuver secara
dak. Jangan pernah melompati gelombang atau ombak.
BMU33760
Pemuatan berlebihan
Jangan memuat perahu secara berlebihan. Bacalah pelat penunjuk kapasitas perahu atau hubungi pabrik pembuat perahu untuk informasi berat dan jumlah maksimal penum-pang. Pastikan adanya distribusi berat yang benar sesuai instruksi pabrik pembuat pera-hu. Pemuatan yang berlebihan atau distribu-si berat yang tidak benar akan membahaya-kan perahu dan berakibat kecelakaan, terba-lik atau kemasukan air.
BMU33772
Hindari tabrakan
Amatilah terus-menerus terhadap orang, benda atau perahu lain. Waspadalah terha-dap kondisi yang membatasi penglihatan atau menghalangi jangkauan pandangan Anda.
ZMU06025
Operasikan secara berhati-hati pada kece-patan yang aman dan jagalah jarak yang aman dari orang, benda-benda, dan perahu lain.
● Jangan mengikuti langsung di belakang perahu atau orang yang sedang berski air.
● Hindari melakukan belokan tajam atau ma-nuver lain yang mempersulit perahu lain untuk menghindari Anda atau mengetahui arah Anda.
● Hindari daerah-daerah yang penuh benda-benda di bawah permukaan air atau perai-ran dangkal.
● Kendarai sesuai batasan Anda dan hindari manuver agresif untuk mengurangi resiko kehilangan kendali, terlempar keluar dan tabrakan.
● Lakukan tindakan awal untuk menghindari tabrakan. Ingatlah bahwa perahu tidak di-lengkapi dengan rem, dan menghentikan mesin atau mengurangi akselerasi dapat mengurangi penguasaan kemudi. Jika An-da tiAn-dak yakin An-dapat berhenti paAn-da waktu-nya sebelum menabrak sesuatu, gunakan akselerasi dan berputarlah ke arah lain.
BMU33790
Cuaca
Selalu memantau cuaca. Periksa ramalan cuaca sebelum berperahu. Hindari berpera-hu dalam cuaca yang berbahaya.
BMU33880
Pelatihan penumpang
Pastikan sedikitnya ada satu penumpang yang terlatih untuk mengoperasikan perahu tersebut seandainya mengalami keadaan darurat.
BMU33890
Publikasi keselamatan berperahu
Pastikan Anda mengetahui keselamatan berperahu. Publikasi dan informasi tamba-han bisa didapatkan dari banyak organisasi yang berhubungan dengan kegiatan berpe-rahu.
BMU33600
Undang-undang dan peraturan
Pahamilah dan patuhilah undang-undang dan peraturan untuk area dimana Anda akan berperahu. Beberapa peraturan diterapkan sesuai dengan lokasi geografi, namun pada dasarnya semuanya adalah sama dengan Peraturan Internasional di Jalanan.
BMU25171
Catatan nomor identifikasi
BMU31290
Nomor seri motor tempel
Nomor seri motor tempel tertera pada label yang dipasang pada bagian atas siku-siku pemutar.
Catat nomor seri motor tempel Anda pada bagian yang disediakan untuk membantu Anda dalam memesan komponen cadangan dari dealer Yamaha Anda atau untuk refe-rensi dalam kasus di mana motor Anda hi-lang.
1. Lokasi nomor seri motor tempel
BMU37290
Deklarasi Persesuaian EC
Motor tempel ini memenuhi ketentuan bagi-an-bagian petunjuk Parlemen Eropa tentang permesinan yang sesuai.
Setiap motor tempel yang sudah memenuhi ketentuan yang sesuai akan dilengkapi de-ngan Deklarasi Persesuaian EC. Deklarasi
Persesuaian EC mencakup informasi berikut ini;
● Nama Pabrik Pembuat Mesin
● Nama model
● Kode produk suatu model (Kode model yang disetujui)
● Kode pemenuhan ketentuan-ketentuan yang sesuai
BMU25203
Tanda CE
Motor tempel yang diberi tanda “CE” ini me-miliki ketentuan yang sesuai dengan; 98/37/ EC, 94/25/EC - 2003/44/EC dan 2004/108/ EC.
1. Lokasi tanda CE
ZMU06040
Informasi umum
BMU33520
Bacalah buku pedoman dan label-label
Sebelum mengoperasikan atau bekerja dengan motor ini:
● Bacalah buku pedoman ini.
● Bacalah buku pedoman yang tersedia bersama perahu.
● Bacalah seluruh label pada motor tempel dan perahu.
Jika Anda memerlukan informasi tambahan, hubungi dealer Yamaha Anda.
BMU33831
Label peringatan
Jika label-label ini rusak atau hilang, hubungi dealer Yamaha Anda untuk diganti.
2C
ZMU06031
2
1
3
ZMU05810
1
2
3
BMU33922 Isi label
Label peringatan di atas memiliki arti berikut ini.
1 BWM01701
Bensin bersifat sangat mudah terbakar dan meledak. Matikan mesin sebelum pengisian bahan bakar. Kencangkan tu-tup tangki dan sekrup ventilasi udara jika tidak digunakan.
2 BWM01681
● Jauhkan tangan, rambut dan pakaian dari bagian-bagian yang berputar ketika mesin sedang beroperasi.
● Jangan menyentuh atau melepaskan bagian-bagian listrik ketika sedang menstarter atau selama pengoperasian. 3
BWM01711
● Bacalah buku Pedoman Pemilik dan la-bel-label.
● Kenakanlah alat pelampung tubuh (PFD) yang disetujui.
● Pastikan kontrol perseneling berada pada posisi netral sebelum menstarter mesin.
BMU35132
Simbol-simbol
Simbol-simbol ini memiliki arti berikut ini.
Perhatian/Peringatan
ZMU05696
Bacalah Buku Pedoman Pemilik
ZMU05664
Bahaya yang disebabkan oleh putaran seca-ra terus-menerus
ZMU05665
Bahaya listrik
ZMU05666
Informasi umum
BMU31480
Spesifikasi
CATATAN:
“(AL)” yang tercantum dalam data spesifikasi di bawah ini menunjukkan nilai numerik untuk baling-baling aluminium yang terpasang. Demikian pula, “(SUS)” menunjukkan nilai untuk baling-baling baja anti karat dan “(PL)” untuk baling-baling plastik yang terpa-sang. BMU2821E Dimensi: Panjang total: 603 mm (23.7 in) Lebar total: 240 mm (9.4 in) Tinggi S total: 916 mm (36.1 in) Ketinggian transom S: 417 mm (16.4 in) Berat (PL) S: 9.8 kg (22 lb) Penampilan:
Kisaran pengoperasian akselerasi penuh: 4000–5000 putaran/menit
Output maksimum:
1.5 kW@4500 putaran/menit (2 HP@4500 putaran/menit) Kecepatan tanpa beban:
1150 ±50 putaran/menit Mesin: Jenis: 2-tak S Pemindahan: 50.0 cm³ Diameter × langkah: 42.0 × 36.0 mm (1.65 × 1.42 in) Sistem pengapian: CDI Busi (NGK): B7HS BR7HS Celah busi: 0.6–0.7 mm (0.024–0.028 in) Sistem kontrol: Pasak kemudi Sistem starter: Manual
Sistem karburator starter: Katup cok
Unit penggerak:
Posisi gigi perseneling: Maju
Rasio gigi perseneling: 2.08 (27/13)
Sistem keseimbangan dan kemiringan: Kemiringan manual
Tanda baling-baling: A
Bahan bakar dan oli:
Bahan bakar yang dianjurkan: Bensin regular tanpa timbal Kapasitas tangki bahan bakar (jenis terpasang):
1.2 L (0.32 US gal, 0.26 Imp.gal) Oli mesin yang dianjurkan:
YAMALUBE oli motor tempel 2-tak Perbandingan bahan bakar : oli: Bensin premium tanpa timbal:
50 :1 Pelumasan:
Bahan bakar campur oli
Oli gigi perseneling yang dianjurkan: Oli gigi perseneling hipoid SAE#90 Kuantitas oli gigi perseneling:
0.045 L (0.048 US qt, 0.040 Imp.qt)
Torsi pengencangan:
Busi:
25.0 Nm (2.55 kgf-m, 18.4 ft-lb)
Level kebisingan dan getaran:
Level tekanan suara operator (ICOMIA 39/94 dan 40/94):
81.2 dB(A)
Getaran pada tangkai pasak kemudi (ICOMIA 38/94):
5.2 m/s²
BMU33554
Persyaratan pemasangan
BMU33563
Nilai tenaga kuda perahu
BWM01560
Terlalu memaksa kekuatan perahu dapat menyebabkan perahu tidak stabil dan ber-akibat parah.
Sebelum memasang motor tempel, pastikan bahwa kekuatan tenaga kuda motor Anda secara keseluruhan tidak melebihi tingkat ke-kuatan tenaga kuda perahu. Bacalah pelat kapasitas perahu atau hubungi pabrik pem-buatnya.
BMU33571
Memasang motor
BWM01570
● Pemasangan motor tempel yang tidak tepat dapat mengakibatkan kondisi-kondisi yang berbahaya seperti pena-nganan yang tidak tepat, kehilangan kendali atau bahaya kebakaran. ● Motor ini sangat berat, oleh karena itu
diperlukan alat dan pelatihan khusus untuk memasangnya dengan aman.
Dealer Anda atau orang lain yang berpeng-alaman dalam pengangkatan yang benar ha-rus memasang motor dengan perlengkapan yang tepat dan mengikuti instruksi pengang-katan. Untuk informasi lebih lanjut, bacalah halaman 17.
BMU34192
Pemilihan baling-baling
Selain memilih motor tempel, menentukan baling-baling yang tepat merupakan salah satu keputusan pembelian yang paling pen-ting bagi seorang pengguna perahu. Jenis, ukuran dan desain baling-baling Anda akan berdampak langsung terhadap akselerasi, kecepatan maksimal, konsumsi bahan bakar dan keawetan mesin. Yamaha mendesain dan memproduksi baling-baling untuk setiap motor tempel Yamaha dan aplikasinya. Motor tempel Anda sudah dilengkapi dengan baling-baling Yamaha yang dipilih untuk da-pat berfungsi dengan baik pada berbagai aplikasi, namun akan ada penggunaan di-mana baling-baling yang berbeda akan ber-fungsi lebih tepat.
Dealer Yamaha Anda dapat membantu Anda memilih baling-baling yang tepat sesuai ke-butuhan Anda dalam berperahu. Pilihlah bal-ing-baling yang memungkinkan mesin men-capai setengah atau pun lebih dari setengah jangkauan pengoperasian pada akselerasi penuh dengan beban perahu maksimal. Bia-sanya, pilihlah baling-baling dengan gerak maju yang lebih besar untuk beban peng-operasian yang lebih kecil dan baling-baling dengan gerak maju yang lebih kecil untuk beban yang lebih berat. Jika Anda membawa beban dengan berat bervariasi, pilihlah bal-ing-baling yang membantu mesin beroperasi pada jangkauan yang tepat untuk beban maksimal, akan tetapi perlu diingat bahwa Anda mungkin perlu mengurangi pengaturan akselerasi agar tetap berada pada jangkau-an kecepatjangkau-an mesin yjangkau-ang dijangkau-anjurkjangkau-an ketika sedang membawa beban yang lebih ringan. Untuk instruksi penggantian dan pemasa-ngan baling-baling, baca halaman 41.
ZMU04604
-x
1
2 3
1. Diameter baling-baling dalam inci 2. Gerak maju baling-baling dalam inci 3. Jenis tanda baling-baling (merek
baling-bal-ing)
BMU25651
Persyaratan oli mesin
Oli mesin yang dianjurkan:
YAMALUBE oli motor tempel 2-tak
Jika oli mesin yang dianjurkan tidak tersedia, oli mesin 2-tak lain dengan nilai TC-W3 yang bersertifikasi NMMA dapat digunakan.
BMU36360
Persyaratan bahan bakar
BMU36762
Bensin
Gunakan bensin berkualitas tinggi. Jika ter-dengar suara ketukan atau dentingan, guna-kan bensin merek lain atau bahan bakar pre-mium tanpa campuran.
Bensin yang dianjurkan: Bensin regular tanpa timbal
BCM01981
● Jangan menggunakan bensin campu-ran. Bensin campuran dapat berakibat kerusakan parah pada mesin.
● Pastikan tangki bahan bakar bersih dari air dan bahan-bahan pencemar. Bahan bakar yang tercemar dapat menyebab-kan pengoperasian yang kurang baik
atau kerusakan mesin. Gunakan selalu bensin yang baru dan telah disimpan di dalam wadah yang bersih.
BMU36880
Air berlumpur atau air asam
Yamaha sangat menyarankan agar dealer Anda yang melakukan pemasangan perala-tan pompa air tambahan yang dilapisi bahan krom jika Anda menggunakan motor tempel di dalam kondisi air berlumpur atau asam. Namun, untuk beberapa model, pemasa-ngan ini tidak perlu dilakukan.
BMU36330
Cat anti pencemaran
Lambung kapal yang bersih akan mening-katkan kinerja perahu. Bagian bawah perahu juga harus tetap bersih dari organisme laut. Jika perlu, bagian bawah perahu dapat dila-pisi dengan cat anti pencemaran yang dise-tujui untuk area Anda yang akan mencegah pertumbuhan organisme laut.
Jangan menggunakan cat anti pencemaran yang mengandung tembaga dan grafit. Cat-cat jenis ini dapat mempercepat korosi pada mesin.
BMU36341
Persyaratan pembuangan
motor
Jangan pernah melakukan tindakan pem-buangan motor yang tidak sesuai dengan pe-raturan yang berlaku. Yamaha
kan Anda untuk menghubungi dealer Anda untuk informasi tentang pembuangan motor.
BMU36351
Peralatan keadaan darurat
Pastikan benda-benda berikut ini berada di dalam perahu untuk berjaga-jaga jika ada masalah pada motor.
● Perangkat peralatan dengan sekumpulan obeng, catut, kunci pas (termasuk ukuran metrik), dan selotip listrik.
● Senter kedap air dengan baterai tamba-han.
● Tali kawat (lanyard) penghenti mesin tam-bahan dengan jepitan.
● Suku cadang, seperti seperangkat busi tambahan.
Hubungi dealer Yamaha Anda untuk rincian informasi.
BMU2579M
Diagram komponen-komponen
CATATAN:
* Mungkin tidak tepat seperti yang terlihat; juga mungkin tidak termasuk sebagai peralatan standar di semua model.
2C
1. Sekrup ventilasi udara 2. Tutup tangki bahan bakar 3. Penutup atas
4. Pelat anti kavitasi 5. Baling-baling
6. Pemasukan air pendingin 7. Kepitan siku-siku 8. Sekrup kepitan 9. Tangkai pasak kemudi 10.Tombol bahan bakar 11.Tangkai starter manual 12.Tombol cok
13.Tombol penghenti mesin/Saklar penghenti mesin
14.Batang keseimbangan 15.Pemasangan kabel pengendali
16.Kenop penyokong kemiringan 17.Tuas akselerasi
BMU25821
Tangki bahan bakar
Jika model Anda termasuk tangki bahan ba-kar, bagian-bagian dan fungsi-fungsinya adalah sebagai berikut.
1. Sekrup ventilasi udara 2. Tutup tangki bahan bakar
BMU25850
Tutup tangki bahan bakar
Tutup ini menutup rapat tangki bahan bakar. Ketika tutup ini dilepas, tangki dapat diisi de-ngan bahan bakar. Untuk melepas tutup ini, putarlah berlawanan arah perputaran jarum jam.
BMU25860
Sekrup ventilasi udara
Sekrup ini terpasang di tutup tangki bahan bakar. Untuk mengendurkan sekrup, putar-lah berlawanan arah perputaran jarum jam.
BMU25872
Tombol bahan bakar
Tombol bahan bakar menghidupkan dan menghentikan pasokan bahan bakar dari tangki bahan bakar ke mesin.
1. Tombol bahan bakar
BMU25881 Tutup
Untuk menghentikan aliran bahan bakar ke mesin, putar tuas atau tombolnya ke posisi tutup.
Selalu putar tuas atau tombol ini ke posisi tu-tup ketika mesin sedang tidak berjalan.
1. Posisi tertutup
BMU25891 Buka
Dengan tuas/tombol pada posisi ini, bahan bakar mengalir ke dalam karburator. Mesin dijalankan secara normal dengan tuas/tombol pada posisi ini.
1. Posisi open
BMU25911
Tangkai pasak kemudi
Untuk mengubah arah, gerakkan tangkai pa-sak kemudi ke kiri atau kanan sesuai kebu-tuhan.
BMU25952
Tuas akselerasi
Untuk menambah kecepatan, tariklah tuas ke atas.
BMU25981
Penyetel gesekan akselerasi
Sebuah alat gesek yang dapat disetel di da-lam tutup pelindung akan memberikan ham-batan pada gerakan tuas akselerasi sesuai dengan kehendak operator.
Apabila menginginkan kecepatan yang kon-stan, kencangkan penyetel tersebut untuk
mempertahankan setelan akselerasi yang di-inginkan.
BWM01480
Jangan mengencangkan pengatur gese-kan secara berlebihan. Jika resistansi ter-lalu tinggi, tuas akselerasi akan menjadi sulit digerakkan, yang bisa berakibat ke-celakaan.
BMU25993
Tali kawat (lanyard) penghenti mesin
dan jepitan
Jepitan harus terpasang pada saklar peng-henti mesin agar mesin dapat menyala. Tali kawat harus terpasang di tempat yang aman pada pakaian, lengan atau kaki operator. Ji-ka operator jatuh keluar perahu atau mening-galkan kemudi, tali kawat akan menarik jepi-tan, dan menghentikan pengapian mesin. Hal ini akan mencegah perahu bergerak tan-pa kendali dengan daya. PERINGATAN!
Pa-sangkan tali kawat penghenti mesin di tempat yang aman pada baju Anda, atau lengan dan kaki Anda selama pengopera-sian. Jangan memasang tali kawat pada baju yang mudah robek atau longgar. Ja-ngan melingkarkan tali kawat karena da-pat berakibat kusut, sehingga tidak dada-pat digunakan lagi. Jangan menarik tali kawat secara tiba-tiba selama pengoperasian normal. Berkurangnya tenaga mesin ber-arti berkurangnya sebagian besar kontrol kemudi. Tanpa tenaga mesin, perahu juga akan segera melambat. Hal ini dapat me-nyebabkan orang atau benda di dalam pe-rahu akan terdorong ke depan. [BWM00122]
1. Jepitan 2. Tali kawat
3. Saklar penghenti mesin
BMU26001
Tombol penghenti mesin
Untuk membuka kontak pengapian dan menghentikan mesin, tekan tombol ini.
BMU26050
Tombol cok
Untuk memasok mesin dengan campuran kaya bahan bakar yang dibutuhkan untuk menghidupkan mesin, putar tombol ini sea-rah dengan perputaran jarum jam.
BMU26070
Tangkai starter manual
Untuk menstarter mesin, pertama-tama ta-riklah tangkai ini keluar perlahan-lahan sam-pai terasa ada hambatan. Dari posisi itu, ke-mudian tarik tangkai lurus keluar dengan ce-pat dan kuat untuk mengengkol mesin.
BMU26122
Penyetel pergeseran kemudi
Sebuah alat gesek memberikan tahanan/ hambatan yang dapat disetel terhadap me-kanisme pengemudian, dan ini dapat disetel sesuai dengan kehendak operator. Sebuah sekrup atau baut penyetel terpasang pada siku-siku pemutar.
Untuk meningkatkan tahanan, putar penyetel searah dengan putaran jarum jam.
Untuk memperkecil tahanan, putar penyetel berlawanan arah dengan putaran jarum jam.
BWM00040
Jangan mengencangkan penyetel
yang dipasang terlalu besar, kemudi da-pat menjadi sulit untuk digerakkan, yang dapat mengakibatkan kecelakaan.
BMU26261
Batang keseimbangan (pin
kemiri-ngan)
Posisi batang keseimbangan menentukan sudut keseimbangan minimum motor tempel terhadap transom.
BMU26321
Kenop penyokong kemiringan
Untuk mempertahankan motor tempel pada posisi miring ke atas, tekan kenop penyo-kong kemiringan yang terletak di bawah siku-siku pemutar.
BCM00660
Jangan menggunakan tuas atau kenop penyokong kemiringan ketika mengang-kut perahu dengan kereta gandengan. Motor tempel dapat terguncang dan lepas dari penyokong kemiringan itu dan jatuh.
Apabila motor tidak dapat diangkut de-ngan kereta gandeng dalam posisi peng-operasian normalnya, gunakan perangkat pendukung tambahan untuk mengaman-kannya pada posisi miring.
BMU26902
Pemasangan
Informasi yang diberikan di bagian ini hanya bertujuan sebagai acuan. Kami tidak mung-kin memberikan instruksi yang lengkap untuk setiap kombinasi perahu dan motor. Pema-sangan yang benar sebagian besar tergan-tung pada pengalaman dan kombinasi pera-hu dan motor tertentu.
BWM01590
● Terlalu memaksa kekuatan perahu da-pat berakibat parah pada kestabilan pe-rahu tersebut. Jangan memasang motor tempel dengan tenaga kuda yang melebihi kekuatan maksimal pada pelat penunjuk kapasitas perahu. Jika pera-hu tersebut tidak memiliki pelat penun-juk kapasitas, hubungi pabrik pembuat perahu tersebut.
● Pemasangan motor tempel yang tidak tepat dapat mengakibatkan kondisi-kondisi yang berbahaya seperti pena-nganan yang tidak tepat, kehilangan kendali atau bahaya kebakaran. Untuk model-model yang terpasang perma-nen, hanya dealer Anda atau orang lain yang berpengalaman dalam pengang-katan secara benar yang harus mema-sang motor tersebut.
BMU26911
Memasang motor tempel
BWM01720
Petugas dealer Anda atau orang lain yang berpengalaman dalam pemasangan motor tempel harus menunjukkan kepada Anda tentang cara memasang motor tem-pel Anda.
Motor tempel harus dipasang sedemikian se-hingga perahu dalam keadaan seimbang.
Ji-ka tidak, perahu aJi-kan sulit dikemudiJi-kan. Un-tuk perahu bermesin tunggal, pasanglah motor tempel pada garis sentral (garis lunas) perahu.
ZMU01760
1
1. Garis sentral (garis lunas)
BMU26923
Ketinggian pemasangan
Untuk dapat mengoperasikan perahu Anda pada efisiensi yang optimal, tahanan air (pe-nahan) perahu dan motor tempel harus dibu-at sekecil mungkin. Ketinggian pemasangan motor tempel akan sangat berpengaruh pada tahanan air. Ketinggian pemasangan yang terlalu tinggi akan cenderung menyebabkan kavitasi, yang akan mengurangi daya do-rong; dan jika ujung baling-baling membelah udara, kecepatan mesin akan meningkat se-cara tidak normal. Ketinggian pemasangan yang terlalu rendah akan menyebabkan ta-hanan air meningkat dan menyebabkan efi-siensi mesin menjadi berkurang. Pasanglah motor tempel sedemikian sehingga pelat anti kavitasi berada di antara bagian bawah pe-rahu dan level 25 mm (1 in) di bawahnya.
ZMU02011
0–25mm (0–1in)
BCM01631
● Periksa apakah lubang kecepatan diam tetap berada cukup tinggi sehingga air tidak dapat masuk ke bagian dalam me-sin meskipun meme-sin berada pada kece-patan diam dengan beban muatan mak-simal.
● Ketinggian mesin yang tidak tepat atau terdapatnya penghalang kelancaran ali-ran air (seperti ketidaksesuaian pada desain atau kondisi perahu, atau ada-nya asesoris tambahan seperti tangga transom atau transduser pengukur ke-dalaman) dapat menyebabkan sempro-tan air ke udara ketika perahu sedang berlayar. Jika motor dioperasikan seca-ra terus-menerus dalam kondisi terjadi semprotan air ke udara, air dapat masuk ke bagian mesin melalui bukaan pema-sukan pada bagian bawah mesin yang akan berakibat kerusakan mesin yang parah. Hindari semua penyebab terjadi-nya semprotan air ke udara.
CATATAN:
● Ketinggian pemasangan motor tempel yang optimal dipengaruhi oleh kombinasi perahu dan motor serta penggunaannya yang dikehendaki. Pengujian pengopera-sian pada ketinggian yang berbeda-beda akan membantu menentukan ketinggian
pemasangan yang optimal. Hubungi deal-er Yamaha Anda atau pabrik pembuat pe-rahu untuk informasi lebih lanjut tentang cara menentukan ketinggian pemasangan yang tepat.
● Untuk instruksi tentang pengaturan sudut keseimbangan motor tempel, lihat hala-man 28.
BMU26972
Memasang kelem motor tempel
1. Tempatkan motor tempel pada transom agar sedapat mungkin posisinya berada dekat dengan bagian tengah. Kencang-kan sekrup kelem transom dengan aman. Sekali-sekali periksalah kekenca-ngan sekrup kelemnya selama peng-operasian motor tempel karena pema-sangan bagian ini mudah mengendur oleh karena getaran mesin.
PERINGATAN! Sekrup kepitan yang kendur dapat membuat motor tempel jatuh atau bergerak pada transom. Ini dapat mengakibatkan kehilangan kontrol dan cedera serius. Pastikan bahwa sekrup-sekrup transom telah dikencangkan kuat-kuat. Sewaktu-waktu selama mesin dioperasikan, periksalah kekencangan sekrup-se-krup tersebut. [BWM00641]
ZMU02012
2. Jika pemasangan kabel pengendali ter-sedia pada mesin Anda, kabel atau ran-tai pengendali harus digunakan. Ikatlah
salah satu ujung pemasangan kabel pengendali tersebut dan ujung lainnya kepada titik pemasangan yang aman pa-da perahu. Jika tipa-dak, mesin pa-dapat hilang seluruhnya jika tiba-tiba terjatuh dari transom.
ZMU02013
3. Kencangkan siku-siku kelem ke transom dengan menggunakan baut-baut yang tersedia bersama dengan motor tempel (jika dalam paket). Untuk informasi lebih lanjut, hubungi dealer Yamaha Anda.
PERINGATAN! Hindari menggunakan baut, mur atau ring selain yang dise-diakan di dalam kemasan mesin. Apa-bila digunakan, komponen-kompo-nen itu harus memiliki kualitas bahan dan kekuatan yang sama dan harus dikencangkan kuat-kuat. Setelah di-kencangkan, cobalah hidupkan me-sin dan periksa kekencangannya. [BWM00651]
BMU36381
Pengoperasian untuk pertama
kali
BMU30174
Periode sela mesin
Mesin baru Anda memerlukan periode sela agar permukaan bagian-bagian yang berge-rak dapat berfungsi dengan baik. Periode se-la yang tepat akan menyebabkan kinerja yang baik dan keawetan mesin.
PERHATIAN: Kegagalan dalam
melaksa-nakan prosedur periode sela akan beraki-bat penurunan keawetan mesin atau bah-kan kerusabah-kan parah pada mesin. [BCM00801] BMU27050
Diagram pencampuran bensin dan oli me-sin (25:1)
1. : Bensin (bahan bakar) 2. : Oli mesin
BCM00150
Pastikan untuk mencampurkan bensin dan oli secara merata, karena bila tidak, mesin dapat rusak.
BMU27074
Prosedur untuk model-model campuran
Jalankan mesin dengan beban (masukkan gigi perseneling dengan baling-baling terpa-sang) selama 10 jam seperti berikut ini. 1. 10 menit pertama:
Jalankan mesin dengan kecepatan yang serendah mungkin. Paling baik pada ke-cepatan tanpa beban dengan posisi ne-tral.
2. 50 menit berikutnya:
Jangan melampaui setengah akselerasi (kira-kira 3000 putaran/menit). Sesekali rubahlah kecepatan mesin. Jika perahu Anda mudah mencapai keseimbangan laju, jalankan perahu pada akselerasi penuh hingga mencapai keseimbangan laju, kemudian segera turunkan aksele-rasinya hingga 3000 putaran/menit atau kurang.
3. Dua jam kemudian:
Jalankan mesin dengan akselerasi pe-nuh hingga mencapai keseimbangan la-ju, kemudian kurangilah kecepatan me-sin menjadi tiga-perempat akselerasi (ki-ra-kira 4000 putaran/menit). Sesekali ru-bahlah kecepatan mesin. Jalankan me-sin dengan akselerasi penuh selama sa-tu menit, kemudian biarkan tetap hidup selama 10 menit pada tiga-perempat ak-selerasi atau kurang untuk mendingin-kan mesin.
4. Tujuh jam terakhir:
Jalankan mesin pada kecepatan berapa pun. Akan tetapi, hindari mengoperasi-kan dengan akselerasi penuh selama 5 menit pada suatu saat.
5. Setelah 10 jam pertama:
Operasikan mesin secara normal. Gu-nakan rasio standar campuran bensin dan oli. Untuk rincian informasi tentang pencampuran bahan bakar dan oli, ba-calah halaman 22.
BMU36400
Serba-serbi perahu Anda
Perahu yang berbeda memerlukan pena-nganan berbeda pula. Berhati-hatilah dalam mengoperasikan sembari Anda belajar mengendalikan perahu Anda dalam kondisi dan sudut keseimbangan yang berbeda-be-da (bacalah halaman 28).
BMU36412
Pemeriksaan sebelum
mens-tarter mesin
BWM01920
Jika salah satu item dalam pengecekan sebelum menstarter mesin ternyata tidak dapat berfungsi dengan baik, lakukan in-speksi dan perbaikan sebelum mengope-rasikan motor tempel, atau kecelakaan dapat terjadi.
BCM00120
Jangan menstarter mesin di luar air. Pa-nas yang berlebih dan kerusakan mesin yang parah dapat terjadi.
BMU37141
Level bahan bakar
Pastikan Anda memiliki banyak bahan bakar untuk perjalanan Anda. Aturan yang baik adalah menggunakan 1/3 bahan bakar Anda untuk pergi ke tujuan, 1/3 untuk kembali, dan menyimpan 1/3 sebagai cadangan dalam kondisi darurat. Dengan level perahu pada kereta pengangkut atau di dalam air, periksa level bahan bakar. Untuk petunjuk pengisian bahan bakar, bacalah halaman 22.
BMU36442
Sistem bahan bakar
BWM00060
Bensin dan uapnya sangat mudah menya-la dan mudah meledak. Jauhkan dari per-cikan api, rokok, nyala api, atau sumber-sumber penyulut lainnya.
BWM00910
Bahan bakar yang bocor dapat menye-babkan kebakaran atau ledakan.
● Periksa adanya kebocoran bahan bakar
● Apabila ditemukan adanya kebocoran bahan bakar, sistem bahan bakar harus diperbaiki oleh mekanik yang berkuali-fikasi. Perbaikan yang kurang tepat da-pat membuat motor tempel tidak aman untuk dioperasikan.
BMU36451
Periksa untuk adanya kebocoran bahan bakar
● Periksa adanya kebocoran bahan bakar atau uap bensin di dalam perahu.
● Periksa adanya kebocoran bahan bakar dari sistem bahan bakar.
● Periksa tangki bahan bakar dan saluran bahan bakar untuk adanya retakan, meng-embang atau kerusakan lainnya.
BMU36912
Kontrol-kontrol
● Pindahkan tangkai pasak kemudi sepe-nuhnya ke kiri dan ke kanan untuk memas-tikan kelancaran pengoperasian.
● Pindahkan tuas akselerasi dari posisi ter-tutup sepenuhnya menjadi terbuka sepe-nuhnya. Pastikan pegangan tersebut ber-pindah dengan lancar dan dapat kembali lagi ke posisi tertutup sepenuhnya dengan baik.
BMU36481
Tali kawat penghenti mesin (lanyard)
Periksa tali kawat penghenti mesin untuk ke-rusakan, seperti terpotong, rusak atau aus.
1. Jepitan
2. Tali kawat
3. Saklar penghenti mesin
BMU27120
Oli
● Pastikan bahwa Anda membawa oli yang mencukupi untuk perjalanan Anda.
BMU27141
Mesin
● Periksa mesin dan pemasangan mesin.
● Periksa jika ada alat pengencang yang kendur atau rusak.
● Periksa baling-baling untuk adanya keru-sakan.
BMU27234
Mengisi bahan bakar dan oli
mesin
BMU37532
Mengisi bahan bakar untuk tangki
ba-han bakar terpasang
BWM01950
Pastikan motor tempel telah ditempatkan secara aman pada transom atau pangka-lan yang stabil.
BWM01830
● Bensin dan uapnya sangat mudah me-nyala dan meledak. Lakukan pengisian bahan bakar sesuai dengan prosedur ini untuk mengurangi resiko kebakaran atau ledakan.
● Bensin bersifat racun dan dapat menye-babkan cedera atau kematian. Tangani bensin dengan hati-hati. Hindari me-nyedot bensin lewat mulut. Jika Anda menelan bensin atau menghirup ba-nyak uap bensin secara tidak sengaja, atau mata Anda kemasukan bensin, se-gera dapatkan perawatan dokter. Jika bensin tumpah mengenai kulit Anda, basuhlah dengan sabun dan air. Jika
bensin mengenai pakaian Anda, segera ganti.
1. Pastikan mesin telah mati.
2. Putuskan saluran bahan bakar dari tang-ki bahan bakar portabel dan kencangkan sekrup ventilasi udara pada tutup tangki bahan bakar (jika dilengkapi dengan tangki bahan bakar portabel).
3. Lepaskan tangki portabel dari perahu. 4. Pastikan Anda berada di area luar
rua-ngan yang berventilasi baik, ditambat-kan atau diangkut dengan aman. 5. Jangan merokok dan jauhkan dari
perci-kan, nyala api, loncatan listrik statis, atau sumber pengapian lainnya.
6. Jika Anda menggunakan wadah porta-bel untuk menyimpan dan membuang bahan bakar, gunakan selalu wadah BENSIN yang telah disetujui di area An-da.
7. Sentuhkan selang bahan bakar pada bu-kaan alat pengisian atau corong agar ti-dak terjadi percikan elektrostatis. 8. Isilah tangki bahan bakar, tapi jangan
terlalu penuh. Bahan bakar dapat meng-embang dan meluap jika suhu mening-kat.
Kapasitas tangki bahan bakar: 1.2 L (0.32 US gal, 0.26 Imp.gal)
9. Kencangkan tutup pengisi erat-erat. 10. Usaplah setiap bensin yang tumpah
de-ngan kain lap kering. Buanglah kain lap dengan benar sesuai peraturan dan un-dang-undang setempat.
BMU27395
Pencampuran bensin dan oli (50:1)
BCM00811
● Hindari menggunakan oli apa pun se-lain jenis yang telah ditentukan.
● Gunakan campuran bahan bakar dan oli yang tercampur sempurna.
● Jika campuran tidak tercampur sem-purna, atau jika rasio pencampuran sa-lah, masalah berikut ini akan terjadi. ● Rasio oli rendah: Kekurangan oli dapat
menyebabkan kerusakan parah pada mesin, seperti kerusakan piston. ● Rasio oli tinggi: Terlalu banyak oli dapat
menyebabkan busi tidak berfungsi, asap pembuangan yang berlebihan ser-ta endapan karbon dalam jumlah yang banyak.
Rasio bensin terha-dap oli mesin
Periode sela 25:1
Setelah periode sela 50:1
50:1 1 L (0.26 US gal, 0.22 Imp gal) 12 L (3.2 US gal, 2.6 Imp gal) 14 L (3.7 US gal, 3.1 Imp gal) 24 L (6.3 US gal, 5.3 Imp gal) 0.02 L (0.02 US qt, 0.02 Imp qt) 0.24 L (0.25 US qt, 0.21 Imp qt) 0.28 L (0.3 US qt, 0.25 Imp qt) 0.48 L (0.51 US qt, 0.42 Imp qt) ZMU04682
1. : Bensin (bahan bakar) 2. : Oli mesin
Jika dilengkapi dengan tangki bahan bakar portabel
1. Tuangkan oli ke dalam tangki bahan ba-kar portabel, lalu tambahkan bensin. 2. Ganti penutup kaleng bahan bakar dan
tutuplah erat-erat.
3. Kocoklah tangki bahan bakar agar ba-han bakar tercampur dengan baik. 4. Pastikan bahwa oli dan bensin
tercam-pur dengan baik.
Jika dilengkapi dengan tangki bahan bakar terpasang
1. Tuangkan oli ke dalam kaleng bahan ba-kar yang bersih, lalu tambahkan bensin.
1. Oli mesin
2. Bensin (bahan bakar)
2. Ganti penutup kaleng bahan bakar dan tutuplah erat-erat.
3. Kocoklah kaleng bahan bakar agar ba-han bakar tercampur dengan baik. 4. Pastikan bahwa oli dan bensin
tercam-pur dengan baik.
5. Tuangkan campuran bensin dan oli ke dalam tangki bahan bakar terpasang.
CATATAN:
Jika menggunakan tangki yang terpasang permanen, tuangkan oli sedikit demi sedikit sambil menambahkan bensin ke dalam tang-ki tersebut.
BMU27451
Mengoperasikan mesin
BMU31511
Mengirim bahan bakar
BWM00420
● Sebelum menstarter mesin, pastikan bahwa perahu telah ditambatkan kuat-kuat dan bahwa anda dapat mengemu-dikan perahu menghindari setiap peng-halang. Pastikan tidak ada orang yang berenang di perairan dekat anda. ● Ketika sekrup ventilasi udara
dikendur-kan, uap bensin akan keluar. Bensin sa-ngat mudah menyala dan uapnya mu-dah menyala serta mumu-dah meledak. Ja-ngan merokok dan jauhkan dari nyala api terbuka dan percikan api ketika mengendurkan sekrup ventilasi udara. ● Produk ini mengemisikan gas buangan
yang mengandung karbon monoksida, yaitu suatu gas yang tidak berwarna, ti-dak berbau yang dapat mengakibatkan kerusakan otak atau kematian bila ter-hirup. Gejala yang ditimbulkan meliputi mual-mual, pusing, dan kantuk. Jaga agar daerah kokpit dan kabin mendapat ventilasi yang memadai. Jaga agar lu-bang-lubang keluar gas buang tidak ter-halang.
1. Kendurkan sekrup ventilasi udara pada tutup tangki bahan bakar dengan satu kali putaran.
2. Bukalah tombol bahan bakar.
BMU27493
Menstarter mesin
BWM01600
Sebelum menstarter mesin, pastikan pe-rahu telah ditambatkan dengan kuat dan bahwa Anda dapat mengemudikan pera-hu tanpa ada halangan apa pun. Pastikan tidak ada orang yang berenang di dekat Anda.
BMU27514
Model-model starter manual BWM01840
● Kegagalan memasang tali kawat peng-henti mesin dapat berakibat perahu me-laju tanpa kendali jika si operator ter-lempar ke luar. Pasanglah tali kawat penghenti mesin pada bagian yang aman di pakaian, lengan atau kaki Anda selama pengoperasian. Jangan
sang tali kawat pada pakaian yang long-gar atau mudah robek. Jangan melilit-kan tali kawat karena amelilit-kan menyebab-kan terbelit dan menghambat penggu-naannya.
● Jangan menarik tali kawat secara tiba-tiba selama pengoperasian normal. Berkurangnya tenaga mesin berarti ber-kurangnya sebagian besar kontrol ke-mudi. Tanpa tenaga mesin, perahu juga akan segera melambat. Hal ini dapat menyebabkan orang atau benda di da-lam perahu akan terdorong ke depan.
1. Jika tali kawat penghenti mesin telah ter-pasang, pasanglah pada bagian yang aman di pakaian, lengan atau kaki Anda. Lalu pasanglah jepitan pada ujung tali kawat yang lain ke dalam saklar peng-henti mesin.
2. Tempatkan tuas akselerasi ke posisi start. PERINGATAN! Baling-baling
berputar setiap kali mesin hidup. Ja-ngan menggerakkan tuas kontrol ak-selerasi dari posisi start selama pe-manasan. Bila ini dilakukan, perahu dapat bergerak tanpa disengaja, yang dapat mengakibatkan kecelakaan. [BWM00101]
3. Tempatkan tombol cok pada posisi hi-dup. Setelah mesin menyala, kembali-kan tombol ke posisi semula.
CATATAN:
● Cok tidak perlu digunakan saat menstarter mesin dalam keadaan panas.
● Jika tombol cok dibiarkan pada posisi hi-dup saat mesin menyala, mesin tersebut akan tersendat-sendat atau mogok. 4. Tariklah tangkai starter manual secara
perlahan-lahan hingga Anda merasakan adanya tahanan. Lalu tariklah lurus de-ngan kuat untuk menstarter mesin. Ula-ngi bila perlu.
5. Setelah mesin menyala, kembalikan tangkai starter manual secara perlahan-lahan ke posisi semula sebelum mele-paskannya.
6. Tempatkan tuas kontrol akselerasi se-cara perlahan-lahan ke posisi tertutup sepenuhnya.
CATATAN:
● Jika mesin dalam keadaan dingin, mesin tersebut perlu dipanaskan. Untuk informa-si lebih lanjut, bacalah halaman 27.
● Jika mesin tidak menyala saat pertama kali distarter, ulangi prosedur kembali. Jika mesin masih sulit menyala setelah 4 atau 5 kali distarter, bukalah sedikit akselerasi (antara 1/8 dan 1/4) dan ulangi kembali. Juga apabila mesin panas namun sulit dis-tarter, bukalah akselerasi pada ukuran yang sama lalu cobalah menstarternya kembali. Jika mesin masih sulit distarter, bacalah halaman 45.
BMU36510
Pemeriksaan setelah
menstar-ter mesin
BMU36520
Air pendingin
Pastikan adanya aliran air yang lancar dari lubang pilot air pendingin. Aliran air secara terus-menerus dari lobang pilot menunjuk-kan bahwa pompa air telah memompa air melalui saluran air pendingin. Jika saluran air pendingin membeku, hal ini akan menyebab-kan aliran air berhenti sejenak sebelum mulai mengalir keluar dari lubang pilot.
BCM01810
Jika air tidak mengalir keluar dari lubang pilot secara terus-menerus selama mesin dijalankan, panas berlebihan dan kerusa-kan parah dapat terjadi. Hentikerusa-kan mesin dan periksa apakah pemasukan air pen-dingin pada kotak bawah atau lubang pi-lot air pendingin dalam keadaan tersum-bat. Hubungi dealer Yamaha Anda jika masalah tidak dapat ditemukan atau di-perbaiki.
Pastikan tidak ada kebocoran air dari sam-bungan antara tutup pembuangan, kepala si-linder, dan badan silinder.
BMU27670
Memanaskan mesin
BMU27694
Model-model penggerak langsung
Sebelum memulai pengoperasian, biarkan mesin memanas pada kecepatan diam sela-ma 3 menit. Kelalaian melakukan hal ini da-pat mempengaruhi keawetan mesin.
PERINGATAN! Baling-baling berputar se-tiap kali mesin hidup. Jangan menggerak-kan tuas kontrol akselerasi dari posisi start selama pemanasan. Bila ini dilaku-kan, perahu dapat bergerak tanpa dise-ngaja, yang dapat mengakibatkan kecela-kaan. [BWM00101]
BMU36530
Pemeriksaan setelah
pemana-san mesin
BMU36970
Saklar-saklar penghenti
● Tekan tombol penghenti mesin dan pasti-kan mesin dapat berhenti.
● Pastikan bahwa dengan melepaskan jepi-tan dari saklar penghenti mesin akan me-matikan mesin.
● Pastikan bahwa mesin tidak dapat distarter dengan jepitan yang terlepas dari saklar penghenti mesin.
BMU27740
Pemindahan Perseneling
BWM00180
Sebelum memasukkan gigi perseneling, pastikan bahwa tidak ada orang berenang atau rintangan dalam air dekat Anda.
BCM00220
Untuk mengubah arah perahu atau posisi perseneling dari maju ke mundur atau se-baliknya, terlebih dahulu tutuplah aksele-rasi sehingga mesin berjalan tanpa beban (atau berjalan pada kecepatan rendah).
BMU27750
Maju
Ketika mesin distarter, baling-baling berputar dan perahu mulai bergerak maju.
BMU27770
Mundur
BWM00190
Pada saat pengoperasian mundur, jalan-kan pelan-pelan. Jangan membuka akse-lerasi lebih dari setengah. Bila dilakukan, perahu dapat menjadi tidak stabil, yang dapat mengakibatkan kehilangan kontrol dan kecelakaan.
Model-model motor tempel ini dapat berputar 360° penuh pada siku-siku pemasangnya (sistem pasak-penuh). Untuk memundurkan perahu, cukup putar mesin sejauh 180° de-ngan tangkai pasak kemudi menghadap ke arah Anda.
BMU38070
Menghentikan perahu
Perahu tidak dilengkapi dengan sistem peng-ereman terpisah. Hambatan air dapat meng-hentikan perahu setelah tuas akselerasi di-tarik ke belakang ke posisi tertutup sepenuh-nya. Jarak yang ditempuh hingga berhenti berbeda-beda tergantung pada berat kotor, kondisi permukaan air dan arah angin.
BMU27821
Menghentikan mesin
Sebelum menghentikan mesin, pertama-ta-ma biarkan mendingin terlebih dahulu sam-pai beberapa menit pada kecepatan diam atau rendah. Menghentikan mesin secara ti-ba-tiba setelah pengoperasian pada kecepa-tan tinggi sangat tidak dianjurkan.
BMU31521
Prosedur
1. Tekan dan tahanlah tombol penghenti mesin hingga mesin benar-benar mati.
2. Setelah mematikan mesin, kencangkan sekrup ventilasi udara pada tutup tangki bahan bakar dan tempatkan tombol ba-han bakar pada posisi tertutup.
CATATAN:
Mesin dapat juga dihentikan dengan menarik tali kawat dan melepaskan jepitan dari saklar penghenti mesin.
BMU27862
Menyeimbangkan motor
tem-pel
BWM00740
Keseimbangan yang berlebih untuk kon-disi pengoperasian (menyeimbangkan naik atau turun) dapat menyebabkan ke-tidakstabilan perahu dan dapat membuat pengemudian perahu lebih sulit dilaku-kan. Hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan. Apabila perahu mulai terasa tidak stabil atau sulit untuk dikemudikan, perlambat dan/atau setel kembali sudut keseimbangan.
Sudut keseimbangan motor tempel berfungsi menentukan posisi haluan kapal di dalam air. Sudut keseimbangan yang tepat akan mem-bantu meningkatkan kinerja dan penghema-tan bahan bakar serta menurunkan tegangan pada mesin. Ketepatan sudut keseimbangan akan dicapai tergantung pada kombinasi pe-rahu, mesin dan baling-baling. Ketepatan ke-seimbangan juga dipengaruhi oleh variabel-variabel seperti beban perahu, kondisi laut dan kecepatan berlayar.
ZMU02043
1
1. Sudut pengoperasian keseimbangan
BMU27872
Menyetel sudut keseimbangan untuk
model dengan kemiringan manual
Pada kepitan siku-siku tersedia 4 atau 5 lu-bang untuk menyetel sudut keseimlu-bangan motor tempel.
1. Matikan mesin.
2. Miringkan motor tempel ke atas, kemu-dian lepaskan batang keseimbangan da-ri kepitan siku-siku.
1. Batang keseimbangan
3. Masukkan kembali batang tersebut da-lam lubang yang diinginkan.
Untuk meninggikan haluan (“menyeimbang-kan keluar”), geser batang keseimbangan menjauhi transom.
Untuk merendahkan haluan (“menyeim-bangkan ke dalam”), geser batang keseim-bangan mendekati transom.
Lakukan uji pengoperasian dengan keseim-bangan disetel pada berbagai sudut yang berbeda untuk mengetahui posisi yang pa-ling baik untuk perahu Anda dan untuk kon-disi pengoperasian perahu.
BWM00400
● Hentikan mesin sebelum menyetel su-dut keseimbangan.
● Berhati-hatilah agar tidak terjepit ketika melepaskan atau memasang batang. ● Berhati-hatilah ketika mencoba suatu
posisi keseimbangan untuk pertama kalinya. Naikkan kecepatan secara ber-tahap dan perhatikan adanya tanda-tan-da ketitanda-tan-dakstabilan atau masalah peng-endalian perahu. Sudut keseimbangan yang tidak tepat dapat mengakibatkan kehilangan kontrol.
CATATAN:
Sudut keseimbangan motor tempel dapat di-ubah sekitar 4 derajat dengan menggeser batang keseimbangan sejauh satu lubang.
BMU27911
Menyetel keseimbangan perahu
Ketika perahu berada di permukaan datar, posisi haluan terangkat akan menghasilkan tarikan yang lebih kecil, dan stabilitas serta efisiensi yang lebih tinggi. Ini biasanya ketika garis lunas perahu terangkat sekitar 3 sam-pai 5 derajat. Dengan haluan terangkat, pe-rahu dapat memiliki kecenderungan yang le-bih tinggi untuk berbelok ke kanan atau ke
kiri. Imbangilah hal ini ketika Anda meng-emudikan perahu. Pengatur keseimbangan juga dapat disetel untuk membantu mengim-bangi efek ini. Ketika haluan perahu turun, akan lebih mudah untuk mempercepat pera-hu dari posisi diam atau lambat ke berjalan terangkat.
Haluan atas
Keseimbangan keluar yang terlalu banyak akan mengangkat haluan perahu terlalu ting-gi dalam air. Kinerja dan penghematan akan turun karena lambung perahu mendorong air dan tarikan udara lebih besar. Keseimba-ngan keluar yang terlalu besar juga dapat menyebabkan baling-baling keluar dari air, yang akan menurunkan kinerja lebih jauh la-gi, dan perahu dapat “melumba-lumba” (me-lompat-lompat di atas air), yang dapat mem-buat operator dan penumpang perahu ter-lempar keluar dari atas perahu.
Haluan bawah
Keseimbangan ke dalam yang terlalu besar menyebabkan perahu “membajak” air, se-hingga menurunkan penghematan bahan bakar dan membuat kecepatan perahu sulit ditingkatkan. Mengoperasikan perahu de-ngan keseimbade-ngan ke dalam yang terlalu besar pada kecepatan tinggi juga membuat perahu tidak stabil. Tahanan pada haluan akan jauh meningkat, sehingga memperbe-sar bahaya “pengemudian haluan” dan mem-buat pengoperasian perahu sulit serta ber-bahaya.
CATATAN:
Tergantung pada jenis perahunya, sudut ke-seimbangan motor tempel dapat memberi-kan efek yang kecil terhadap keseimbangan perahu ketika dioperasikan.
BMU27922
Memiringkan ke atas dan ke
ba-wah
Jika mesin akan dimatikan selama beberapa waktu atau jika perahu akan ditambatkan di air dangkal, motor tempel harus dimiringkan ke atas untuk melindungi baling-baling dan kotak bawah dari kerusakan akibat benturan dengan benda-benda lain, dan juga untuk melindungi dari korosi akibat garam.
BWM00221
Pastikan tidak ada orang di dekat motor tempel saat memiringkan ke atas maupun ke bawah. Bagian tubuh dapat cedera ka-rena terjepit di antara motor dan siku-siku kelem ketika motor diseimbangkan atau dimiringkan.
BWM00230
Bahan bakar yang bocor menimbulkan bahaya kebakaran. Kencangkan sekrup ventilasi udara dan setel tombol bahan bakar ke posisi tertutup bila motor tempel akan dimiringkan selama lebih dari bebe-rapa menit. Bila tidak demikian bahan ba-kar dapat bocor.
BCM00231
● Sebelum memiringkan motor tempel, ikuti prosedur yang diuraikan di bawah bagian “Menghentikan mesin” dalam bab ini. Jangan sekali-kali memiringkan motor tempel selagi mesin berjalan. Ke-rusakan parah akibat pemanasan berle-bih dapat terjadi.
● Jangan memiringkan mesin ke atas de-ngan mendorong tangkai pasak kemudi karena tindakan ini dapat membuat tangkai tersebut patah.
● Jaga agar unit daya selalu berada lebih tinggi daripada baling-baling setiap saat. Apabila tidak, air dapat mengalir ke dalam silinder dan menimbulkan ke-rusakan.
● Motor tempel tidak dapat dimiringkan ketika berada pada posisi mundur atau ketika motor tempel sedang diputar 180° (menghadap ke belakang).
BMU27965
Prosedur untuk memiringkan ke atas
(model-model kemiringan manual)
1. Tempatkan tuas pemindah gigi perse-neling ke posisi netral (bila dilengkapi) dan hadapkan motor tempel ke arah de-pan.
2. Kencangkan pengatur gesekan kemudi dengan memutarnya searah jarum jam untuk mencegah motor berputar bebas. 3. Kencangkan sekrup ventilasi udara. 4. Tutuplah tombol bahan bakar.
5. Model-model yang dilengkapi dengan batang penyokong kemiringan: Pegang-lah bagian belakang penutup atas atau pada tangkai pegangan (bila dilengkapi) dengan satu tangan dan miringkan motor tempel ke atas sepenuhnya hing-ga batang penyokong kemirinhing-gan meng-unci secara otomatis.
6. Model-model yang dilengkapi dengan kenop penyokong kemiringan: Pegang-lah bagian belakang penutup atas de-ngan satu tade-ngan, miringkan motor tem-pel ke atas sepenuhnya, lalu tekan ke-nop penyokong kemiringan ke dalam si-ku-siku kelem.
7. Model-model yang dilengkapi dengan tuas penyokong kemiringan: Peganglah tangkai pegangan dan miringkan mesin ke atas sepenuhnya hingga tuas
kong kemiringan mengunci secara oto-matis.
CATATAN:
Model-model yang dilengkapi dengan tuas/ batang penyokong kemiringan: Jika motor ti-dak menghadap ke arah depan, tuas/batang penyokong kemiringan tidak dapat secara otomatis dipindahkan ke posisi mengunci. Ji-ka tuas/batang penyokong kemiringan tidak mengunci secara otomatis, ayunkan motor sedikit ke kiri dan ke kanan.
BMU28033
Prosedur untuk memiringkan ke
ba-wah (model-model kemiringan
ma-nual)
1. Miringkan motor tempel sedikit ke atas. 2. Jika dilengkapi dengan batang
penyo-kong kemiringan: Miringkan motor tem-pel ke bawah secara perlahan-lahan sambil menarik tuas batang penyokong kemiringan ke atas.
3. Jika dilengkapi dengan kenop penyo-kong kemiringan: Tarik kenop keluar, la-lu miringkan motor tempel ke bawah se-cara perlahan-lahan.
4. Jika dilengkapi dengan tuas penyokong kemiringan: Miringkan motor tempel ke bawah secara perlahan-lahan sambil menarik tuas penyokong kemiringan ke atas.
5. Kendurkan pengatur pergeseran kemudi dengan memutarnya berlawanan arah
jarum jam, lalu setel pergeseran kemudi sesuai keinginan operator.
PERINGATAN! Apabila hambatan yang dipasang terlalu besar, kemudi dapat menjadi sulit untuk digerakkan, yang dapat mengakibatkan kecelaka-an. [BWM00721]
BMU28195
Berlayar di kondisi lainnya
Berlayar di air garam
Setelah beroperasi di air garam, semprotlah saluran air pendingin dengan air bersih agar tidak tersumbat. Cucilah juga bagian luar motor tempel dengan air bersih.
Berlayar di perairan berlumpur, keruh atau mengandung asam
Yamaha sangat menyarankan agar dealer Anda yang melakukan pemasangan perala-tan pompa air tambahan yang dilapisi bahan krom (baca halaman 10) jika Anda menggu-nakan motor tempel di dalam kondisi air asam atau air yang mengandung banyak en-dapan, seperti air berlumpur atau keruh. Se-telah mengoperasikan di kondisi air yang mikian, semprotlah saluran pendingin de-ngan air bersih untuk mencegah korosi. Juga cucilah bagian luar motor tempel dengan air bersih.
BMU28227
Mengangkut dan menyimpan
motor tempel
BWM00693
● LAKUKAN DENGAN HATI-HATI ketika memindahkan tangki bahan bakar, baik dengan menggunakan perahu maupun mobil.
● DILARANG mengisi tempat bahan ba-kar hingga kapasitas maksimal. Bensin akan mengembang pada saat pemana-san dan dapat menimbulkan tekanan pada tempat bahan bakar. Kondisi ini dapat mengakibatkan kebocoran bahan bakar yang berpotensi bahaya kebaka-ran.
BWM01860
Kebocoran bahan bakar merupakan ben-tuk bahaya kebakaran. Pada waktu me-mindahkan dan menyimpan motor tem-pel, tutuplah tombol bahan bakar untuk mencegah kebocoran bahan bakar. Ja-ngan pernah berdiri di bawah mesin saat mesin dimiringkan. Cedera parah dapat terjadi seandainya motor tempel tiba-tiba terjatuh.
BCM00660
Jangan menggunakan tuas atau kenop penyokong kemiringan ketika mengang-kut perahu dengan kereta gandengan. Motor tempel dapat terguncang dan lepas dari penyokong kemiringan itu dan jatuh. Apabila motor tidak dapat diangkut de-ngan kereta gandeng dalam posisi peng-operasian normalnya, gunakan perangkat pendukung tambahan untuk mengaman-kannya pada posisi miring.
Motor tempel harus diangkut dengan kenda-raan dan disimpan pada posisi berjalan nor-mal. Jika lebar jalan tidak mencukupi pada posisi ini, angkutlah motor tempel pada po-sisi miring dengan menggunakan alat penyo-kong motor seperti batang pengaman trans-om. Hubungi dealer Yamaha Anda untuk in-formasi lebih lanjut.
BMU28235
Model yang dipasang dengan sekrup
kepitan
Ketika mengangkut atau menyimpan motor tempel yang telah dilepas dari perahunya, pertahankan motor tempel pada posisi yang diperlihatkan.
ZMU02870
CATATAN:
Tempatkan handuk atau benda yang serupa di bawah motor tempel untuk melindunginya dari kerusakan.
BMU30272
Menyimpan motor tempel
Jika menyimpan motor tempel Yamaha Anda untuk periode waktu yang panjang (2 bulan atau lebih), beberapa prosedur penting harus dilaksanakan untuk mencegah timbulnya ba-nyak kerusakan.
Anda disarankan untuk menservis motor tempel Anda di dealer resmi Yamaha sebe-lum penyimpanan. Akan tetapi, Anda, sang pemilik, dengan peralatan minimum, dapat melaksanakan prosedur seperti berikut.
BCM01411
● Jangan tempatkan motor tempel pada bagian sampingnya sebelum sebelum air pendingin telah benar-benar kering, kalau tidak air dapat masuk ke dalam silinder melalui lubang pembuangan asap dan menyebabkan mesin berma-salah.
● Simpanlah motor tempel di tempat yang kering dengan ventilasi udara yang baik, tidak terkena sinar matahari seca-ra langsung.
BMU28304
Prosedur
BMU28315
Menyemprot tangki air
1. Cucilah badan motor tempel dengan menggunakan air bersih.
PERHATIAN: Jangan
menyemprot-kan air ke dalam pemasumenyemprot-kan udara. [BCM01840] Untuk informasi lebih lanjut,
ba-calah halaman 35.
2. Tempatkan tombol bahan bakar pada posisi tertutup dan putuskan sambungan saluran bahan bakar jika terpasang. Kencangkan sekrup ventilasi udara, jika terpasang.
3. Lepaskan penutup mesin atas dan tutup peredam suara.
4. Memasang motor tempel pada tangki pengetesan.
1. Permukaan air 2. Level air terendah
5. Isilah tangki dengan air bersih hingga di atas level pelat anti kavitasi.
PERHATIAN: Jika level air bersih
ber-ada di bawah level pelat anti kavitasi, atau jika suplai air tidak mencukupi, tenaga mesin menjadi berkurang. [BCM00291]
6. Penyemprotan sistem pendingin sangat perlu dilakukan untuk mencegah agar sistem pendingin tidak tersumbat oleh garam, pasir atau kotoran. Selain itu, pengabutan/pelumasan mesin wajib di-lakukan untuk mencegah kerusakan me-sin yang parah karena karat. Lakukan penyemprotan dan pengabutan secara bersama-sama. PERINGATAN!
Ja-ngan menyentuh atau melepas bagi-an-bagian listrik ketika akan menstar-ter atau selama pengoperasian. Jauh-kan tangan, rambut dan baju Anda da-ri roda gendeng dan bagian-bagian berputar lainnya selama mesin masih dijalankan. [BWM00091]
7. Jalankan mesin dengan kecepatan tan-pa beban selama beberatan-pa menit tan-pada posisi netral.
8. Sebelum mematikan mesin, segera semprotkan “Oli Pengabut” secara