• Tidak ada hasil yang ditemukan

Intoksikasi Alkohol

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Intoksikasi Alkohol"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

)A) II )A) II TIN(AUAN PUSTAKA TIN(AUAN PUSTAKA *$,$ DE0INISI *$,$ DE0INISI

Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat ke dalam tubuh Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat ke dalam tubuh y

yanang g dadappat at memengngakakibibatatkkan an ggananggguguan an kkesesehehatatan an bbahahkkan an ddapapatat menyebabkan kematian. Semua zat dapat menjadi racun bila diberikan menyebabkan kematian. Semua zat dapat menjadi racun bila diberikan dal

dalam am dosdosis is yanyang g tidtidak ak sehseharuarusnysnya. a. BerBerbedbeda a dendengan gan aleralergi, gi, kerkeracuacunannan memiliki gejala yang bervariasi dan harus ditindaki dengan cepat dan tepat memiliki gejala yang bervariasi dan harus ditindaki dengan cepat dan tepat karena penanganan yang kurang tepat tidak menutup kemungkinan hanya karena penanganan yang kurang tepat tidak menutup kemungkinan hanya akan memperparah keracunan yang dialami penderita.

akan memperparah keracunan yang dialami penderita.22

Intoksikasi akut sering dikaitkan dengan tingkat dosis zat yang Intoksikasi akut sering dikaitkan dengan tingkat dosis zat yang digu

digunakan nakan (dose(dosedependependent!, individu dent!, individu dengadengan n kondkondisi isi orgaorganic nic tertenttertentuu yang mendasari (misalnya insu"isiensi ginjal atau hati! yang dalam dosis yang mendasari (misalnya insu"isiensi ginjal atau hati! yang dalam dosis kecil dapat menyebabkan e"ek intoksikasi berat yang tidak proporsional. kecil dapat menyebabkan e"ek intoksikasi berat yang tidak proporsional.##

$alam ilmu kimia alkohol atau alkanol adalah istilah yang umum $alam ilmu kimia alkohol atau alkanol adalah istilah yang umum untuk senya%a organik yang memiliki gugus hidroksil (&'! yang terikat untuk senya%a organik yang memiliki gugus hidroksil (&'! yang terikat  pada

 pada atom atom karbon dimana karbon dimana atom atom karbon itu karbon itu sendiri sendiri juga juga terikat terikat pada pada atomatom hidro

hidrogen atau gen atau atom karbon yang lain. atom karbon yang lain. til alkohol juga disebut sebagaitil alkohol juga disebut sebagai etanol merupakan bentuk alkohol yang umum, sering kali disebut alkohol etanol merupakan bentuk alkohol yang umum, sering kali disebut alkohol minuman. )umus kimia untuk etanol adalah *'

minuman. )umus kimia untuk etanol adalah *'##*'*'22&'. $ari semua&'. $ari semua  jenis

 jenis alkohol alkohol yang yang diketahui diketahui dalam dalam ilmu ilmu kimia, kimia, etanol etanol merupakan merupakan satusatu satunya yang digunakan dalam batas tertentu oleh manusia untuk berbagai satunya yang digunakan dalam batas tertentu oleh manusia untuk berbagai maksud dan tujuan (sebagian besar alkohol lainnya terlalu toksik untuk  maksud dan tujuan (sebagian besar alkohol lainnya terlalu toksik untuk  diminum!.

diminum!.+,,-

+,,-Intoksikasi alkohol akut dapat dikenali dengan gejalagejala : Intoksikasi alkohol akut dapat dikenali dengan gejalagejala :

• ataksia dan bicara cadel/tak jelasataksia dan bicara cadel/tak jelas •

• emosi emosi labil labil dan dan disinhibisidisinhibisi •

(2)

• mood yang bervariasi

0omplikasi akut pada intoksikasi atau overdosis :

•  paralisis pernapasan, biasanya bila muntahan masuk saluran  pernapasan

• obstructive sleep apnoea

• aritmia jantung "atal ketika kadar alkohol darah lebih dari 1, mg/ml

ejala klinis sehubungan dengan overdosis alkohol dapat meliputi:

•  penurunan kesadaran, stupor atau koma •  perubahan status mental

• kulit dingin dan lembab, suhu tubuh rendah

*$* EPIDEMIOLO'I

Berdasarkan penelitian pria  kali lebih sering menjadi pecandu alkohol dibandingkan %anita. 0irakira 3-4 dari semua penduduk  5merika Serikat pernah menggunakan minuman yang mengandung alkohol sekurangkurangnya satu kali dalam hidupnya. $an kirakira -+4 dari semua orang de%asa di 5merika Serikat merupakan pengguna alkohol saat ini. $i Indonesia sendiri ada sekitar #, juta orang pecandu alkohol yang 314 diantaranya berusia 212 tahun dan hampir 34 orang de%asa.+,-,6

*$1 E0EK 0ISIOLO'I DARI ALKOHOL

0arakteristik rasa dan bau berbagai minuman yang mengandung alkohol tergantung kepada metode pembuatannya, yang menghasilkan  berbagai senya%a dalam hasil akhirnya. Senya%a tersebut termasuk 

metanol, butanol, aldehida, "enol, tannins, dan sejumlah kecil berbagai logam. 7alaupun senya%a ini dapat menyebabkan suatu e"ek psikoakti"  yang berbeda pada berbagai minuman yang mengandung alkohol,

(3)

 perbedaan tersebut dalam e"eknya adalah minimal dibandingkan dengan e"ek etanol itu sendiri.+

a2 A!s3rpsi

0irakira +14 alkohol yang dikonsumsi diabsorpsi di lambung, dan sisanya di usus kecil. 0onsentrasi puncak alkohol didalam darah dicapai dalam %aktu #181 menit, biasanya dalam -1 menit, tergantung apakah alkohol diminum saat lambung kosong, yang meningkatkan absorbsi atau diminum bersama makanan yang memperlambat absorbsi.+

7aktu untuk mencapai konsentrasi puncak dalam darah juga merupakan suatu "aktor selama alkohol dikonsumsi, %aktu yang singkat menurunkan %aktu untuk mencapai konsentrasi puncak. 5bsorbsi paling cepat +-#14 (kemurnian #1 sampai 1!.+

9ubuh memiliki alat pelindung terhadap masuknya alkohol. Sebagai contoh, jika konsentrasi alkohol menjadi terlalu tinggi didalam lambung, mukus akan disekresikan dan katup pilorik ditutup, hal tersebut akan memperlambat absorbsi dan menghalangi alkohol masuk ke usus kecil. adi, sejumlah besar alkohol dapat tetap tidak terabsorbsi didalam lambung selama berjamjam. Selain itu, pilorospasme sering kali menyebabkan mual dan muntah.+

ika alkohol telah diabsorbsi ke dalam aliran darah, alkohol didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh. aringan yang mengandung  proporsi air yang tinggi memiliki konsentrasi alkohol yang tinggi. "ek 

intoksikasi menjadi lebih besar jika konsentrasi alkohol didalam darah tinggi.+

!2 Meta!3lise

0irakira 814 alkohol yang diabsorbsi dimetabolisme di hati, sisanya dieksresikan tanpa diubah oleh ginjal dan paruparu. 0ecepatan oksidasi di hati konstan dan tidak tergantung pada kebutuhan energi tubuh. 9ubuh mampu memetabolisme kirakira +- mg/dl setiap jam dengan rentan berkisar antara +1# mg/dl per jamnya.+

(4)

5lkohol dimetabolisme dengan bantuan 2 enzim yaitu alkohol dehidrogenase (5$'! dan aldehida dehidrogenase. 5$' mengkatalisasi konversi alkohol menjadi asetilaldehida yang merupakan senya%a toksik. 5ldehida dehidrogenase mengkatalisasi konversi asetaldehida menjadi asam asetat. 5ldehida dehidrogenase diinhibisi oleh disul"iram ( 5n tabuse!, yang sering digunakan dalam pengobatan gangguan terkait alkohol.+

Beberapa penelitian menunjukkan bah%a pada %anita memiliki 5$' yang lebih rendah dari pada lakilaki, yang mungkin menyebabkan %anita cenderung menjadi lebih terintoksikasi dibanding lakilaki setelah minum alkohol dalam jumlah yang sama. ;enurunan "ungsi enzim yang memetabolisme alkohol akan menyebabkan mudahnya seseorang terjadi intoksikasi alkohol dan gejala toksik.+

42 E5ek pa#a 3tak  Biokimia%i

9eori yang telah lama menunjukkan bah%a e"ek biokimia%i alkohol terjadi pada membran neuron. Sejumlah hipotesis mendukung bah%a alkohol akan menimbulkan e"ek karena ikatannya dengan membran yang menyebabkan meningkatnya "luiditas membran pada penggunaan jangka  pendek. 9etapi, pada penggunaan jangka panjang teori menyatakan bah%a membran akan menjadi kaku. <luiditas membran penting untuk dapat  ber"ungsi sebagai reseptor, saluran ion, dan protein "ungsional pada membran lainnya secara normal. Secara spesi"ik, suatu penelitian menunjukkan bah%a e"ektivitas saluran alkohol yang berhubungan dengan reseptor asetilkolin nikotinik, serotonin (-hydro=ytryptamine! tipe # (-'9#! dan 5B5 tipe 5 (5B5 5! diperkuat oleh alkohol, sedangkan aktivitas saluran ion yang  berhubungan dengan reseptor glutamat dan saluran kalsium gerbang voltasi

(voltagegated calcium channel! yang yang akan di inhibisi.+ #2 E5ek prilaku

(5)

'asil akhir aktivitas molekular adalah bah%a alkohol memiliki "ungsi depresan yang sangat mirip dengan barbiturat dan benzodiazepin. ;ada konsentrasi 1,1-4 alkohol didalam darah, maka pikiran, pertimbangan, dan  pengendalian akan mengalami kemunduran dan sering kali terputus. ;ada

konsentrasi 1,+ aksi motorik akan canggung. ;ada konsentrasi 1,24 "ungsi seluruh daerah motorik menjadi terdepresi, bagian otak yang mengontrol  prilaku emosional juga terpengaruhi. ;ada konsentrasi 1,#4 seseorang  biasanya mengalami kon"usi dan dapat menjadi stupor. ;ada konsentrasi 1, 1,-4 dapat terjadi koma. ;ada konsentrasi yang lebih tinggi, pusat primiti" di otak yang mengontrol pernapasan dan kecepatan denyut jantung akan terpengaruhi dan dapat terjadi kematian.+

e2 E5ek 5isi3l3"is lain 'ati

"ek dari penggunaan alkohol yang utama adalah terjadinya kerusakan hati. ;enggunaan alkohol %alaupun dalam jangka %aktu yang pendek dapat menyebabkan akumulasi lemak dan protein yang dapat menimbulkan  perlemakan hati ("atty liver! yang pada pemeriksaan "isik ditemukan adanya  pembesaran hati.+

Sistem gastrointestinal

>eminum alkohol dalam jangka %aktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya eso"agitis, gastritis, aklorhidria, dan ulkus lambung. ;erkembangan menjadi varises eso"agus dapat menyertai pada seseorang dengan  penyalahgunaan alkohol yang berat, pecahnya varises eso"agus merupakan suatu kega%atdaruratan medis yang sering menyebabkan perdarahan bahkan kematian. 0adangkadang juga dapat terjadi gangguan pada usus, pankreatitis, insu"isiensi pankreas, dan kanker pankreas. 5supan alkohol yang banyak  dapat mengganggu proses pencernaan dan absorbsi makanan yang normal. Sebagai akibatnya makanan yang dikonsumsi dalam penyerapannya menjadi tidak adekuat.+

(6)

5supan alkohol yang signi"ikan dihubungkan dengan meningkatnya tekanan darah, disregulasi lipoprotein dan trigliserida serta meningkatkan terjadinya in"ark miokardium dan penyakit serebrovaskular. Buktibukti telah menunjukkan bah%a alkohol dapat merugikan sistem hemopoetik dan dapat meningkatkan insidensi kanker, khususnya kanker otak, leher, eso"agus, lambung, hati, kolon, dan paruparu. Intoksikasi akut juga dapat menyebabkan hipoglikemia, yang jika tidak cepat terdeteksi akan menyebabkan kematian mendadak pada orang yang terintoksikasi.+

9es laboratorium

0adar gammaglutamiyl transpeptidase meningkat pada kirakira 314 dari semua pasien dengan gangguan berhubungan dengan alkohol, dan volume korpuskular ratarata (>*?@ mean corpuscular volume! meningkat kirakira 14. 'asil tes laboratorium lain yang mungkin berhubungan dengan gangguan berhubungan dengan alkohol adalah asam urat, trigliserida, glutamat oksaloasetat transaminase serum (S&9! atau aspartat aminotrans"erase (5S9!, dan glutamatpiruvat transaminase (S;9! atau alanin aminotrans"erase (5A9!.+

(7)

*$- 'AN''UAN.'AN''UAN

0adar 5lkohol $alam $arah dan 'ubungannya $engan ejala ;ada Siste m Sara"  ;usat.

0&S9)5SI (g/dl! ;>IC> S;&)5$I0 

;>IC> 0)&I0 

1,1-11,16- (tara" pesta! u"oria, Suka  berkumpul

(gregarious!, suka mengomel

(garroulous!

9ak tampak gejala Sering masih terlihat segar 

1,+11 (intoksikasi secara

hukumD!

9idak terkoordinasi ejala minimal

1,+2-1,+-1 ;erilaku tak

9erkontrol

>enyenangkan, mulai eu"oria, kurang

(8)

1,2111,2-1 'ilang

ke%aspadaan, lethargy

>embutuhkan

usaha untuk mem  pertahankan

emosi/kontrol motorik  1,#111,#-1 Stupor sampai koma >engantuk, lamban Aebih dari 1,-11 <atal, mungkin mem

 butuhkan 'emodialysis

0oma

D! $i beberapa egara (atau negara bagian di 5S seperti *ali"ornia! secara hukum kadar 1.131 sudah ditetapkan sebagai intoksikasi.

*$/ Keter"antun"an Alk3h3l #an Penyalah"unaan Alk3h3l

$iagnosis dan gambaran klinis:

;ola penggunaan alkohol sering kali disertai dengan prilaku berikut ini:+ a. 0etidak mampuan memutuskan atau berhenti minum

 b. Csaha berulang untuk mengontrol atau menurunkan minum yang  berlebihan dengan tidak minum minuman keras (periode abstinensia

temporer! atau membatasi minum pada %aktu tertentu

c. ;esta minuman keras (tetap terintoksikasi sepanjang hari untuk  sekurangnya dua hari!

d. >engkonsumsi kadangkadang - takaran minuman keras (atau ekuivalennya pada bir atau anggur!

e. ;eriode amnestik untuk peristi%a yang terjadi selama terintoksikasi (blackout!

". 9erus minum %alaupun adanya suatu gangguan "isik serius yang telah diketahuinya dieksaserbasi oleh penggunaan alkohol

g. >inum alkohol yang bukan minuman, seperti bahan bakar atau produk  komersial yang mengandung alkohol

$isamping itu orang dengan ketergantungan alkohol dan  penyalahgunaan alkohol menunjukkan gangguan "ungsi sosial dan  pekerjaan karena penggunaan alkohol, seperti kekerasan saat terintoksikasi, tidak hadir kerja, kehilangan pekerjaan, masalah hukum (contoh: ditahan karena prilaku terintoksikasi atau kecelakaan lalu lintas saat terintoksikasi!, dan perdebatan atau kesulitan dengan keluarga atau teman karena penggunaan alkohol yang berlebihan.+

(9)

*$6 Int3ksikasi Alk3h3l

$iagnosis dan gambaran klinis:

0riteria menekankan sejumlah cukup konsumsi alkohol, perubahan  prilaku maladapti" spesi"ik, tanda gangguan neurologis, dan tidak adanya

diagnosis atau kondisi lain yang membaur.+

Intoksikasi alkohol bukan merupakan kondisi yang ringan. Intoksikasi alkohol yang parah dapat menyebabkan koma, depresi  pernapasan dan kematian, baik karena henti pernapasan atau karena aspirasi muntah. ;engobatan untuk intoksikasi berat berupa bantuan  pernapasan mekanik diunit pera%atan intensi", dengan perhatian pada keseimbangan asam basa pasien, elektrolit, dan temperatur. Beberapa  penelitian aliran darah serebral selama intoksikasi alkohol mengalami  peningkatan tetapi akan menurun pada minum alkohol selanjutnya.+

Beratnya gejala intoksikasi alkohol berhubungan secara kasar  dengan konsentrasi alkohol dalam darah, yang mencerminkan intoksikasi alkohol didalam otak. ;ada onset intoksikasi, beberapa orang menjadi suka  bicara dan suka berkelompok, beberapa menjadi menarik diri dan cemberut, yang lainnya menjadi suka berkelahi. Beberapa pasien menunjukkan labilitas mood, dengan episode terta%a dan menangis yang saling bergantian (intermiten!. 9oleransi jangka pendek terhadap alkohol dapat terjadi, orang tersebut tampak kurang terintoksikasi setelah berjam  jam minum daripada setelah hanya beberapa jam.+

0omplikasi medis intoksikasi alkohol sering disebabkan karena terjatuh yang dapat menimbulkan hematoma subdural dan "raktur. 9anda yang menggambarkan intoksikasi akibat sering bertanding minum adalah hematoma %ajah, khususnya disekitar mata, yang disebabkan terjatuh atau  berkelahi saat mabuk.+

Kriteria Dia"n3stik untuk Int3ksikasi Alk3h3l 5. Baru saja menggunakan alkohol

B. ;rilaku maladapti" atau perubahan psikologis yang bermakna secara klinis (misalnya, prilaku seksual atau agresi" yang tidak tepat, labilitas mood,

(10)

gangguan pertimbangan, gangguan "ungsi sosial atau pekerjaan! yang  berkembang selama atau segera setelah ingesti alkohol

*. Satu (atau lebih! tanda berikut ini, yang berkembang selama atau segera setelah pemakaian alkohol

+! Bicara cadel 2! Inkoordinasi

#! aya berjalan tidak mantap ! istagmus

-! angguan atensi atau daya ingat ! Stupor atau koma

$. ejala tidak disebabkan oleh kondisi medis umum dan tidak lebih baik  diterangkan oleh gangguan mental lain

9abel didasarkan dari $S>I?, $ignostic and Statistical >anual o" >ental $isorders, ed . 'ak cipta 5merican ;syciatric 5ssociation, 7ashington +88.+

*$7 Pen"3!atan

Penatalaksanaan int3ksikasi se4ara uu* +. Stabilisasi

;enatalaksanaan keracunan pada %aktu pertama kali berupa tindakan resusitasi kardiopulmoner yang dilakukan dengan cepat dan tepat berupa  pembebasan jalan napas, perbaikan "ungsi pernapasan, dan perbaikan sistem

sirkulasi darah. 2. $ekontaminasi

$ekontaminasi merupakan terapi intervensi yang bertujuan untuk  menurunkan pemaparan terhadap racun, mengurangi absorpsi dan mencegah kerusakan.

#. $ekontaminasi pulmonal

$ekontaminasi pulmonal berupa tindakan menjauhkan korban dari  pemaparan inhalasi zat racun, monitor kemungkinan ga%at napas dan berikan

oksigen lembab +114 dan jika perlu beri ventilator. . $ekontaminasi mata

$ekontaminasi mata berupa tindakan untuk membersihkan mata dari racun yaitu posisi kepala pasien ditengadahkan dan miring ke posisi mata yang terburuk kondisinya. Buka kelopak matanya perlahan dan irigasi larutan

(11)

aEuades atau a*A 1,84 perlahan sampai zat racunnya diperkirakan sudah hilang.

-. $ekontaminasi kulit (rambut dan kuku!

9indakan dekontaminasi paling a%al adalah melepaskan pakaian, arloji, sepatu dan aksesorisd lainnnya dan masukkan dalam %adah plastik  yang kedap air dan tutup rapat, cuci bagian kulit yang terkena dengan air  mengalir dan disabun minimal +1 menit selanjutnya keringkan dengan handuk kering dan lembut.

. $ekontaminasi gastrointestinal

;enelanan merupakan rute pemaparan yang tersering, sehingga tindakan pemberian bahan pengikat (karbon akti"!, pengenceran atau mengeluarkan isi lambung dengan cara induksi muntah atau aspirasi dan kumbah lambung dapat mengurangi jumlah paparan bahan toksik.

6. liminasi

9indakan eliminasi adalah tindakan untuk mempercepat pengeluaran racun yang sedang beredar dalam darah, atau dalam saluran gastrointestinal setelah lebih dari  jam

3. 5ntidotum

;ada kebanyakan kasus keracunan sangat sedikit jenis racun yang ada obat antidotumnya dan sediaan obat antidot yang tersedia secara komersial sangat sedikit jumlahnya.

Me#ikasi

9erapi obat untuk intoksikasi dan putus alkohol

>asalah klinis &bat alur $osis 0eterangan emetaran dan

agitasi ringan sampai sedang

chlordiazepo=ide &ral 2-+11 mg tiap   jam

$osis a%al dapat diulangi tiap 2 jam sampai pasien tenang@

(12)

dosis selanjutnya harus ditentukan secara

individual dan dititrasi 'alusinosis 5gitasi parah $iazepam Aorazepam chlordiazepo=ide &ral &ral Intravena -21 mg tiap   jam 2+1 mg tiap   jam 1,- mg/kg pada +2,-mg/mnt

Berikan sampai pasien tenang@ dosis

selanjutnya harus ditentukan secara indivisual dan dititrasi 0ejang putus $iazepam Intravena 1,+- mg/kg pada

2,-mg/mnt $elirium

tremens

Aorazepam Intravena 1,+ mg/kg pada 2,1 mg/mnt

;rotap tatalaksana intoksikasi alcohol dari 0epmenkes )I 21+1 yaitu: • Bila terdapat kondisi 'ipoglikemia injeksi -1 mg $e=trose -14

• Bila keadaan 0oma :

 ;osisi "ace do%n untuk cegah aspirasi

 &bservasi ketat tanda vital setiap +- menit

 Injeksi 9iamine +11 mg i.v untuk pro"ilaksis terjadinya 7ernicke ncephalopathy.lalu -1 ml $ekstrose -14 iv (urutan jangan sampai terbalik!

• ;roblem ;erilaku (gaduh/gelisah!:

 ;etugas keamanan dan pera%at siap bila pasien agresi" 

 9erapis harus toleran dan tidak membuat pasien takut atau merasa terancam

 Buat suasana tenang dan bila perlu ta%arkan makan

 Beri dosis rendah sadati": Aorazepam +2 mg atau 'aloperidol -mg oral, bila gaduh gelisah berikan sacara parenteral (I.m!

Psik3terapi

;sikoterapi memusatkan pada alasan seseorang mengapa minum. <okus spesi"ik adalah dimana pasien minum, dorongan premotivasi dibelakang minum, hasil yang diharapkan dari minum, dan cara alternati" untuk mengatasi situasi

(13)

tersebut. >elibatkan pasangan yang tertarik dan bekerja sama dalam terapi  bersama (conjoint therapy! untuk sekurangnya satu sesion adalah sangat e"ekti".+

Me#ikasi Disul5ira

$isul"iram (antabuse! menghambat secara kompetiti" enzim aldehida dehidrogenase, sehingga biasanya minuman segelaspun biasanya menyebabkan reaksi toksik karena akumulasi asetaldehida didalam darah. ;emberian obat tidak   boleh dimulai sampai 2 jam setelah minuman terakhir pasien. ;asien harus dalam

kesehatan yang baik, sangat termotivasi, dan bekerja sama. $okter harus memberitahukan pasien akibat meminum alkohol saat menggunakan obat dan selama 2 minggu setelahnya.+

>ereka yang menggunakan alkohol sambil meminum disul"iram 2-1 mg setiap harinya akan mengalami kemerahan dan perasaan panas pada %ajah, sklera, anggota gerak atas dan dada. >ereka akan menjadi pucat, hipotensi" dan mual  juga mengalami malaise yang serius. ;asien juga akan mengalami rasa pusing,  pandangan kabur, palpitasi, sesak dan mati rasa pada anggota gerak. $engan dosis

lebih dari 2-1 mg maka dapat terjadi gangguan daya ingat dan kon"usi.+

Psik3tr3pika

&bat antiansietas dan antidepresan dapat mengobati gejala kecemasan  pada pasien dengan gangguan terkait alkohol.

Terapi Prilaku

9erapi prilaku mengajarkan seseorang dengan gangguan berhubungan alkohol untuk menurunkan kecemasan. Aatihan ditekankan pada latihan relaksasi, latihan ketegasan, keterampilan mengendalikan diri, dan strategi baru untuk  menguasai lingkungan. Sejumlah program pembiasaan prilaku (operant conditioning! membiasakan orang dengan gangguan berhubungan alkohol untuk  memodi"ikasi prilaku minum mereka atau untuk berhenti minum. $orongan  berupa hadiah keuangan, kesempatan untuk tinggal dalam lingkungan ra%at inap

(14)
(15)

)A) III

LAPORAN KASUS

A$ IDENTITAS PASIEN  ama : >;$S eniskelamin : Aakilaki Cmur : 23 tahun ;endidikan : 9amat SA95 ;ekerjaan : 7iras%asta Status ;erka%inan : Belum >enikah

5gama : 'indu

Suku : Bali

0ebangsaan : Indonesia

5lamat : alan Bhayangkara agapati 9anggal >)S : +8 ovember 21+

9anggal ;emeriksaan : +8 ovember 21+

)$ ANAMNESIS 8ALLOANAMNESIS #en"an keluar"a pasien2 0eluhan Ctama : ;enurunan 0esadaran

0eluhan 9ambahan : >untahmuntah dengan cairan ber%arna kehitaman dan berbuih.

Ri9ayat Penyakit Sekaran"

;asien datang ke I$ )S9rijata ;olda Bali dengan penurunan kesadaran sejak kurang lebih #1 menit S>)S. a"as pasien berbau alkohol. Sebelumnya (kurang lebih + jam S>)S! pasien  bersama dengan kakak dan saudara lainnya mengkonsumsi alkohol di rumahnya. 0emudian  pasien mendadak muntahmuntah. >untahan ber%arna merah gelap dan bercampur buih. ;asien

muntah sebanyak kurang lebih # kali dengan volume kurang lebih #11 cc.

;asien sebelumnya juga sempat memegangi bagian perutnya dan mengatakan nyeri ulu hati. ;asien tidak sempat mendeskripsikan nyeri nya kemudian pasien tidak sadarkan diri dan segera

(16)

diba%a ke rumah sakit. 5lkohol yang dikonsumsi dikatakan jenis )ed Aabel dengan volume kurang lebih 11 cc. $ikatakan bah%a alkohol ini tidak dicampur dengan minuman apapun.

Ri9ayat Pen"3!atan:

;asien dikatakan belum pernah mendapat pengobatan sebelumnya untuk meringankan gejala yang dialaminya.

Ri9ayat Penyakit Se!elunya:

0eluhan muntah darah ini menurut keluarga pasien merupakan kejadian pertama yang dialami  pasien. 0eluhan nyeri ulu hati memang sering dialami pasien sejak kurang lebih # bulan yang lalu dan hilang timbul. )i%ayat penyakit jantung, ginjal, asma, hipertensi dan diabetes mellitus disangkal pasien. )i%ayat alergi juga disangkal pasien. ;asien dikatakan memang sering mengkonsumsi alkohol sejak usia belasan tahun.

Ri9ayat Penyakit Keluar"a:

9idak ada anggota keluarga yang menderita keluhan yang sama dengan pasien. )i%ayat  penyakit jantung, ginjal, asma, hipertensi dan diabetes mellitus disangkal.

PEMERIKSAAN 0ISIK 

0eadaan umum : Aemah, 5gitasi 0esadaran : Somnolen

9anda vital : 9$ : +11/1mm'g

 adi : 81 =/menit, regular, isi cukup )espirasi : 21 =/menit

Suhu : #,6 F* Saturasi : 814

STATUS 'ENERAL:

>ata : anemis (/!, ikterus (/!, re"leks pupil (G/G! isokor, oedema palpebrae (/! 17

(17)

9'9

9elinga : sekret tidak ada, pendengaran menurun tidak ada

'idung : sekret tidak ada

9enggorokan : tonsil 9+/9+, hiperemis (!, pharing hiperemis (! Aidah : ulkus (!, papil lidah atropi (!

0elenjar parotis : tidak ditemukan pembesaran >ukosa bibir : basah, stomatitis angularis (! Aeher 

?; : ;) G 1 cm'2&

0elenjar getah bening : tidak ditemukan pembesaran 0elenjar parotis dan tiroid : tidak ditemukan pembesaran

9horaks : Simetris

*or:

Inspeksi : iktus kordis tidak terlihat ;alpasi : iktus cordis tidak teraba

;erkusi : batas atas jantung I*S II midclavicular line sinistra, batas kanan jantung  parasternal line dekstra, batas kiri jantung midclavicular line sinistra I*S ? 5uskultasi : S+S2tunggal, regular, murmur (!

;ulmo :

Inspeksi : simetris saat statis.

;alpasi : vocal "remitus tidak dapat dievaluasi

;erkusi : sonor (G/G!

(G/G! (G/G!

5uskultasi : vesikuler (G/G!, ronchi (/!, %heezing(/!

(G/G! (/! (/!

(G/G! (/! (/!

5bdomen

Inspeksi : distensi (!

5uskultasi : bising usus (G! normal

;alpasi : ascites (!, nyeri tekan tidak dapat dievaluasi, massa (!, hepar dan lien tidak teraba, ginjal tidak teraba,

;erkusi : timpani di semua regio =tremitas : hangat (G/G!, edema (/!

(G/G! (/!

enitalia ksterna : tidak di evaluasi

(18)

DIA'NOSIS KER(A

Intoksikasi 5lkohol G 'ematemesis e.c. suspek Clkus ;eptikum d d/ Clkus $uodenum

PENATALAKSANAAN DAN 0OLLO UP Ren4ana Terapi

>edikamentosa

 >)S

 In"us )inger Aaktat 21 tpm

 Inj. &ndansetron #=3 mg

 &ttozol 2=+ I?

 >ucin #=*I

 on>edikamentosa

 Istirahat di tempat tidur sampai terdapat perbaikan keluhan.

 $iet lunak dengan pola makan teratur # kali makan dan 2 kali cemilan.

 >enghindari "aktor pencetus seperti menghentikan atau mengurangi konsumsi

obatobat S5I$, mengurangi mengkonsumsi makanan pedas, asam, rokok, ka"ein, ataupun minuman beralkohol.

Ren4ana Dia"n3sis ndoskopi Ren4ana M3nit3rin" ?ital sign 0eluhan 0OLLO UP PASIEN

Tan""al Ananesis Peeriksaan 5isik Assesent Terapi

+8/++/ 21+

&S masih tampak tidak sadar dan gelisah. >untah 0C: lemah 9$: +11/1  : 33 Intoksikasi 5lkohol G 'ematemesis  In"us )A 21 tpm  ;asang 9  astric *ooling 19

(19)

(G! kehitaman. )i%ayat: >inum alkohol (G!, ;erokok (G! $> (!, sakit jantung (! '9 (!, 5sma (!, alergi (! ): +3 9: #,3 >ata : *5 /, SI / Aeher : ?; H (! 9hora=: vesikuler G/ G, )BB /, *or: S+ S2 reguler, Bising (! 5bdomen: 9 (!, supel (G!, BC (G!  kstremitas: akral hangat, nadi kuat, udem tungkai (/!. e.c. suspek Clkus ;eptikum dd/ Clkus $uodenum dengan 5*A +-11 cc  &ttozol 2=1 mg  &ndansetron 2=3 mg  >ucin syrup #=+ *I  $iet lunak   ;lanning $=.: $&S0&;I 21/++/ 21+

&S sudah mulai sadarkan diri dan mengeluh nyeri ulu hati. >ual (! muntah (! diare (!. )i%ayat: >inum alkohol (G!, ;erokok (G! $> (!, sakit jantung (! '9 (!, 5sma (!, alergi (! 0C: lemah, *> 9$: ++1/1  : 31 ): 21 9: #,# >ata : *5 /, SI / Aeher : ?; H (! 9hora=: vesikuler G/ G, )BB /, *or: S+ S2 reguler, Bising (! 5bdomen: 9 (!, supel (G!, BC (G!  kstremitas: akral hangat, nadi kuat, udem tungkai (/!. Intoksikasi 5lkohol G 'ematemesis e.c. suspek Clkus ;eptikum dd/ Clkus $uodenum  In"us )A 21 tpm  &ttozol 2=1 mg  &ndansetron 2=3 mg  >ucin syrup #=+ *I  $iet lunak   5"" 9  ;lanning $=.: $&S0&;I 2+/++/ 21+

&S sadar baik.  yeri ulu hati (G!

>ual (! muntah (! diare (!.

 a"su makan baik, B5B (G! baik, B50 (G! baik  0C: baik, *> 9$: ++1/61  : 63 ): 22 9: #,->ata : *5 /, SI / Aeher : ?; H (! 9hora=: vesikuler G/ G, )BB /, *or: S+ S2 reguler, Bising (! 5bdomen: 9 (!, supel (G!, BC (G!  kstremitas: akral hangat, nadi kuat,

Intoksikasi 5lkohol G 'ematemesis e.c. suspek Clkus ;eptikum dd/ Clkus $uodenum  In"us )A 21 tpm  &ttozol 2=1 mg  &ndansetron 2=3 mg  >ucin syrup #=+ *I  $iet 909; lunak   ;lanning $=.: $&S0&;I 20

(20)

udem tungkai (/!. 22/++/

21+

&S sadar baik.  yeri ulu hati (G!

>ual (! muntah (! diare (!.

 a"su makan baik, B5B (G! baik, B50 (G! baik  0C: baik, *> 9$: ++1/61  : 63 ): 22 9: #,->ata : *5 /, SI / Aeher : ?; H (! 9hora=: vesikuler G/ G, )BB /, *or: S+ S2 reguler, Bising (! 5bdomen: 9 (!, supel (G!, BC (G!  kstremitas: akral hangat, nadi kuat, udem tungkai (/!. '5SIA $&S0&;I : • )eallus Clcer  • astritis Super"icialis <undus Stress )elated • >ucosal ;rocase S<  >allory 7eiss Syndrome e.c 5lcohol Induce  In"us )A 21 tpm  &meprazol 2=21 mg  &ndansetron 2=3 mg  >ucin syrup #=+ *I  $iet 909; lunak  0$ Pr3"n3sis

. 5d vitam : dubia ad bonam  5d "ungsionam : dubia ad bonam

(21)

)A) III PEM)AHASAN

;enegakan diagnosis pada pasien intoksikasi alkohol dengan melalui anamnesis,  pemeriksaan "isik dan laboratorium.

'asil anamnesis menunjukan bah%a pasien mengalami p enurunan kesadaran setelah mengkonsumsi alkohol jenis )ed Aabel. )ed Aabel merupakan minuman yang mengandung alkohol dengan konsentrasi 14. ;asien dikatakan mengkonsumsi minuman tersebut kurang lebih sebanyak 11 cc. Selain itu pasien juga diketahui muntahmuntah cairan ber%arna merah kehitaman dan berbuih. $ari ri%ayat sosial memang diketahui bah%a paasien selalu mengkonsumsi alkohol dan juga merupakan seorang perokok.

$ari pemeriksaan "isik didapatkan bah%a keadaan umum pasien lemah dan agitasi, kesadaran somnolen, 9anda vital tekanan darah +11/1mm'g, adi 81 =/menit , )espirasi 21 =/menit , Suhu #,6 F*

Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan "isik didapatkan diagnosis Intoksikasi 5lkohol dengan kriteria berdasarkan dari $S>I? yaitu pasien baru saja menggunakan alkohol. 5dapun  pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk melakukan penegakan diagnosis ulkus peptikum

adalah dengan endoskopi. $ari hasil endoskopi didapatkan gambaran: Reallus Ulcer, Gastritis Superficialis Fundus Stress Related , dan Mucosal Procase

;enatalaksanaan yang diberikan untuk keadaan pasien tersebut diantaranya :  In"us )inger Aaktat 21 tpm

 Inj. &ndansetron #=3 mg  &ttozol 2=+ I?

 >ucin #=*I

 Bilas Aambung dengan a*l +-11 cc.

Bilas lambung dilakukan pada pasien tersebut untuk mengurangi konsentrasi toksik dari alkohol dan melindungi mucosa lambung akibat paparan alkohol yang dapat menggerus lambung sekaligus sembagai terapi untuk menghentikan perdarahan. Berkurangnya konsentrasi alkohol yang masuk kedalam tubuh dan beredar pada sirkulasi tubuh, dapat membantu menurunkan e"ek  toksik alkohol yang semakin memburuk bila konsentrasi pada peredaran darah semakin tinggi.

&batobatan agen antian=ietas seperti pada golongan benzodiazepine belum perlu digunakan karena tidak terjadi sampai gejala agitasi berat, halusinasi ataupun kejang pada pasien.

(22)

DA0TAR PUSTAKA

(23)

$S>I?, $ignostic and Statistical >anual o" >ental $isorders, ed . 'ak cipta 5merican ;syciatric 5ssociation, 7ashington +88.+

0atz 0 $, Sakamoto 0 >, ;insky > ). &rganophosphate 9o=icity. >edscape e>edicine, 21++. 5vailable on: http://emedicine.medscape.com/article/+662overvie%. 5ccessed: th >ay 21++.

Sudoyo 5 7, Setiyohadi B, 5l%i I et al. Buku 5jar Ilmu ;enyakit $alam. ilid I, edisi I?. 211. ;usat ;enerbitan ilmu ;enyakit $alam <akultas 0edokteran Cniversitas Indonesia. ;age 2++

&oi S, >anning ;. uide to ssentials in mergency >edicine. Singapore: >cra%'ill, 211. ;age: #86+

5ri" >ansjoer dkk, 0apita Selekta 0edokteran, >edia 5esculapius, edisi #, jilid I, +888, hal : # J #6.

>> ;anggabean, Buku 5jar Ilmu ;enyakit $alam edisi I?, jilid +, $epartemen Ilmu ;enyakit $alam <0CI, 211, hal : +-+# J +-+.

uyton 5*, 'all . Buku 5jar <isiologi 0edokteran. akarta: *@ 2116.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi landasan untuk penelitian selanjutnya, khususnya penelitian manfaat latihan kontraksi isometrik volunter EMS dalam

(ODGJ ) Orang dengan gangguan jiwa: Seseorang yang mengalami gangguan prilaku, pikiran, perasaan yang menifestasi dalam sekumpulan gejala/ perubahan prilaku yang bermakna yang

Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan 1) terdapat pengaruh Penggunaan “Malartamia” sebagai media pembelajaran dengan strategi Team Game Tournament (TGT)

Elektroda Selektif Ion (ESI) merupakan salah satu alat ukur dalam metode potensiometri yang dalam pelaksanaan analisisnya cepat, mudah dan tidak membutuhkan sampel

Beton ringan pada umumnya memiliki campuran yang sama dengan beton normal, hanya saja agregat kasar pada beton ringan perlu dikurangi berat jenisnya Penelitian

Tabel 4.13 Data Rata-Rata Selisih Koordinat Plumbon.....

Yang menjadi permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk dan faktor-faktor timbulnya Conflict of Interest tidak langsung oleh direktur terhadap eksistensi Perseroan

45 Prodajalna Vrtnarski center oziroma Zadruga Mozirje, kjer je vodstvo te prodajalne, kakor tudi Vrtni hram se zavedajo pomena marketinškega komuniciranja, vendar pa je samo