1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar BelakangVideo klip lagu Seuseuh Beungeut yang dipopulerkan oleh Sundanis dan Rita dirilis pada 26 Januari 2017. Lagu tersebut diciptakan oleh Rudi Sundanis salah satu personil Sundanis. Pada lagu tersebut memiliki keunikan dibandingkan dengan musik tradisional sunda lainnya. Pada dasarnya musik tradisional mempunyai ciri khas pada alunan nada musik seperti kecapi, gendang dan lain-lain namun, lagu tersebut diaransemen dengan iringan musik hip hop. Dalam video klip lagu tersebut ada hal yang menayangkan bebrapa tanda untuk diteliti. Video tersebut dibuat dengan berdasarkan fenomena yang terjadi pada realitas kehidupan sosial. Video tersebut mengandung unsur budaya tetapi dibalik kentalnya unsur kebudayaan terdapat tanda atau simbol yang menunjukkan seorang perempuan Sunda yang materialistis. Hal tersebut dapat dilihat melalui tanda seperti pakaian, aksesoris, bahasa tubuh dan lainnya. Mengenakan kebaya dalam beraksesoris sangatlah sederhana, namun dalam video klip tersebut perempuan menggunakan aksesoris anting mewah yang berkilau. Selain itu perempuan tersebut menunjukkan bahwa dirinya menginginkan sesuatu dari pasangannya, dapat dilihat dari gerak-gerik tubuh yang menandakan untuk merayu agar menginginkan sesuatu.
Dalam video klip tersebut Sundanis berduet dengan pesinden sunda yaitu Rita Tila. Pesinden asal Bandung tersebut sudah menjadi ikon sunda. Saat berbicara tentang Rita Tila maka selalu dikaitkan dengan sunda, baik dalam musik maupun tentang perempuan-perempuan Sunda. Pardede (2018) mengatakan di ranah sunda tentunya tidak asing lagi mendengar nama Rita Tila. Rita Tila merupakan pesinden terbaik di tatar sunda dan Rita Tila disegani di kalangan seniman Jawa Barat. Memilih Rita Tila sebagai teman duet bernyanyi merupakan suatu apresiasi bagi penyanyi itu sendiri karena, Rita Tila merupakan pesinden terbaik di tanah Sunda tentunya menjadi suatu kebanggaan bagi para seniman. Tidak banyak lagu Rita Tila yang berduet, Rita Tila melakukan duet dengan penyanyi-penyanyi sunda yang sudah melegenda. Maka dalam video klip
2 tersebut merupakan suatu perpaduan yang unik tidak menghilangkan unsur kebudayaan sunda dengan adanya sinden dan dikolaborasi dengan rapper yaitu Rudi Sundanis.
Sundanis menjadi teman duet bernyanyi dengan Rita Tila dapat dikatakan Sundanis merupakan kelompok musik yang mempunyai kualitas berbeda dengan kelompok musik lainnya. Selain itu Sundanis juga merupakan kelompok musik yang unik karena menciptakan musik tradisional dengan mengkolaborasi musik genre hip hop dengan alunan musik tradisional yang memberikan kesan berbeda dan modern. Sundanis terdiri dari dua personil yaitu Rudi Sundanis dengan DJ (disk jockey) May. Rudi Sundanis sebagai penyanyi rapper dan DJ May sebagai DJ untuk men-aransemen musik.
Gambar 1.1 Personil Sundanis Sumber: Sundanis
Sundanis menciptakan musik tradisional yang dikemas secara berbeda dengan mengkolaborasi genre musik hiphop, sudah dilakukan sejak Sundanis terbentuk yaitu pada tahun 2006. Sundanis hingga saat ini tetap eksis didunia musik. Rudi Sundanis memaparkan visi dan misinya yakni ingin melestarikan kebudayaan dan bahasa sunda yang sudah ditinggalkan oleh anak muda sekarang ini. Oleh karena itu Sundanis merasa terpanggil untuk melestarikan kesenian sunda dengan dikemas dalam rap dan hip-hop
3 Sundanis dengan genre lagu-lagu hiphop sunda dapat diterima oleh masyarakat dengan baik, terutama bagi kalangan anak muda. Hal tersebut merupakan suatu penggebrakan baru bagi industri musik khususnya musik tradisional. Men-aransemen lagu dengan genre hip hop tetap memiliki unsur budaya Sunda yang kental mulai dari bahasa, alat musik hingga pakaian yang dikenakan. Karya-karya Sundanis tersebut membuat Sundanis manggung dibeberapa negara. Pada awalnya Sundanis dilirik oleh seniman asal Belanda lalu pada akhirnya mengajak Sundanis untuk manggung di beberapa negara, yaitu di Singapura, Malaysia dan Belanda (Putra: 2011). Dapat diartikan konsep dari kelompok musik Sundanis tersebut sangat menarik sehingga seniman asal Belanda teratrik mengundang Sundanis untuk perform. Sundanis melakukan perform dapat memperkenalkan budaya Indonesia kepada seluruh dunia. Saat berbicara mengenai musik, musik bersifat universal yang artinya secara umum dapat dinikmati oleh siapa saja, tanpa terkecuali lagu tradisional Sunda dapat didengar dimancanegara.
Perkembangan yang terjadi pada industri musik di Indonesia yang menghadirkan genre-genre musik berasal dari luar negeri membuat generasi anak muda menjadi melupakan lagu-lagu daerah. Salah satu musik luar yang hadir di Indonesia yaitu genre musik hip hop. Musik hip hop tidak hanya sekedar genre musik saja, melainkan hip hop merupakan sebuah budaya asing. Dimana musik hip hop berasal dari Amerika dengan gaya yang nyentrik mempunyai ciri khas pada musik. Musik hip hop dapat mencuri perhatian masyarakat Indonesia, dengan bermunculannya penyanyi hip hop atau rapper
sehingga menjadi musik populer saat ini. Mempertahankan lagu tradisional agar disukai oleh generasi anak muda sekarang perlu melakukan inovasi. Maka dari itu, Sundanis menggebrak suatu inovasi musik baru dengan mengkolaborasi musik tradisional sunda dan hiphop agar generasi muda tertarik dengan musik tradisional, sehingga musik tradisional tidak terlupakan.
Musik selelu berkaitan dengan video klip. Tanpa video klip musik terasa hampa. Video klip merupakan bentuk visual dari suatu lagu untuk menyampaikan pesan dan memberikan pemikiran bagi penontonnya. Pada awalnya video klip bagi seorang produser musik hanya menampilkan personil-personil band dari lagu tersebut tetapi,
4 dengan seiringnya industri musik berkembang, video klip disadari secara tidak langsung dapat digunakan sebagai media promosi musik. Menurut Moller (2011: 34) bahwa video klip adalah sebuah film pendek atau video yang mendampingi alunan musik, umumnya sebuah lagu, video klip modern berfungsi sebagai alat pemasaran untuk mempromosikan sebuah album. Melihat perkembangan industri musik, video klip tidak hanya sebagai media promosi grup band maupun musik, melainkan harus memiliki kreativitas pada video klip sehingga dapat menjadi daya tarik bagi penonton.
Video klip pada awalnya dapat dinikmati melalui kaset ataupun CD, dengan adanya perkembangan teknologi maka video klip dapat dinikmati melalui media. Media yang dapat menayangkan video klip yaitu televisi. Maka pada tahun 1990 muncul program televisi acara musik disertakan dengan menayangkan video klip. Namun, setelah munculnya media massa baru yaitu youtube, penayangan video klip dapat diakses melalui youtube. Penayangan video klip pada youtube merupakan bentuk dari komunikasi massa, dimana saat menyampaikan pesan melalui visual yang ditayangkan oleh media. Pada video klip tidak hanya menampilkan kelompok pemusik atau penyanyi, melainkan pada video klip memberikan kesan dan pesan yang ingin disampaikan oleh produser musik sesuai dengan lagu yang diiringkan. Pengertian komunikasi massa menurut Denis Mcquail dalam buku (Wibowo, 2013:153) mengatakan bahwa komunikator dalam komunikasi massa bukanlah satu orang, melainkan suatu organisasi. Pesan tersebut selalu diproses, distandarisasi dan selalu diperbanyak. Selain itu, pesan juga mempunyai nilai tukar dan acuan simbolik yang mengandung nilai kegunaan. Dapat diartikan bahwa segala sesuatu yang ditayangkan pada media akan memiliki pesan yang ingin disampaikan. Pesan yang dapat disampaikan oleh media yaitu cerita berupa kehidupan sosial. Salah satunya yaitu mengenai stereotip yang terbentuk di Indonesia.
Di seluruh wilayah penjuru Indonesia terdapat beberapa suku atau etnis yang berbeda. Perbedaan suku dan budaya mempunyai karakteristik masing-masing sesuai dengan suku yang dianutnya. Namun, perbedaan tersebut menimbulkan penilaian-penilaian oleh kelompok etnis lain terhadap etnis tertentu. Penilaian tersebut berdasarkan penilaian yang beredar di masyarakat. Penilaian tersebut secara langsung dapat
5 dipercayai tanpa melihat keberadaanya. Hal tersebut disebut dengan stereotip. Menurut Wallter Lippman dalam Sunarto (2010:237) mengatakan bahwa stereotip merupakan persepsi yang dianut dan dilekatkan pada kelompok-kelompok atau orang-orang dengan gegabah yang mengabaikan keunikan-keunikan individual. Stereotip oleh suatu kelompok tertentu akan menilai dengan cepat tanpa melihat kenyataannya. Stereotip juga dapat berupa positif maupun negatif. Salah satu suku yang terbentuk stereotip oleh masyarakat yaitu suku Sunda.
Stereotip yang terbentuk pada suku sunda, khususnya pada perempuan sunda selalu dinilai dengan perempuan materialistis. Menurut Renaldi (2018) mengatakan bahwa stereotip tentang perempuan sunda materialistis memang benar hal tersebut terbentuk oleh masyarakat. Terkadang masyarakat menilai hal tersebut karena perempuan sunda saat ingin menikah menginginkan pernikahan yang mewah. Banyak dari masyarakat juga memberikan asumsi bahwa “Jangan menikahi perempuan sunda karena perempuan sunda materialistis”. Penilaian tersebut menjadi mengendap dipikiran masyarakat. Masyarakat akan menilai seseorang berdasarkan penilaian yang dipercayainya. Perempuan sunda adalah perempuan yang suka menggoda laki-laki, mengandalkan pendapatan suami, tidak suka bekerja keras, suka bersolek, dan suka bergaya layaknya orang kaya (Kurnia, 2000:19). Artinya, perempuan sunda saat memilih pasangan melihat dari harta karena kehidupannya sangat bergantung pada pasangan. Koten (2018) menguatkan pernyataan tentang perempuan sunda yaitu mendengar pembicaraan di tengah masyarakat perempuan sunda itu cenderung materialistis.
Materialistis merupakan perilaku manusia yang sangat mengutamakan materi duniawi sebagai pemenuhan kebutuhan hidupnya. Sifat materialistis tersebut sangat mendorong manusia untuk melakukan pengumpulan sebanyak-banyaknya harta benda duniawi (Wuryanano, 2009:51). Materialistis dapat diartikan dalam kehidupannya sangat bergantung pada harta, dimana harta merupakan ukuran untuk kebahagiaan seseorang. Manusia pada kehidupan nyata memang sangat membutuhkan materi sebagai penunjang hidupnya. Stereotip-stereotip tersebut memang terjadi pada kehidupan sosial. Hal tersebut di tampilkan oleh media. Media menayangkan sesuatu berdasarkan realitas kehidupan. Maka peran media tersebut akan memperkuat kepercayaan kepada
6 masyarakat. Salah satu media yang menayangkan realitas kehidupan yaitu melalui video klip. Video klip Seuseuh Beungeut tersebut menggambarkan mengenai stereotip pada perempuan sunda yang materialistis.
Dalam meneliti video klip tersebut membutuhkan penafsir untuk memaknai stereotip materialistis pada perempuan Sunda. Meneliti makna stereotip materialistis perempuan Sunda melalui tanda maupun simbol peneliti menggunakan pendekatan semiotika Charles Sander Peirce. Peirce membagi tanda atas icon (ikon), index (indeks), dan
symbol (simbol) untuk memaknai suatu tanda. Tanda yang dapat dipahami tidak hanya berdasarkan pada simbol ataupun tanda, melainkan penafsir (interpretant) ikut terlibat dalam proses pemaknaan. Teori yang digunakan Pierce yaitu berdasarkan segitiga makna atau triangle meaning yaitu suatu tanda (representament), penafsir (interpretant)
lalu akan mengacu pada objek (object).
1.2Fokus Penelitian
Bagaimana stereotip materialistis pada perempuan sunda yang ditampilkan video klip “seuseuh beungeut” Sundanis feat Rita Tila.
1.3Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengungkapkan makna stereotip materialistis pada perempuan sunda dalam video klip “seuseuh beungeut” Sundanis feat Rita Tila. 1.4Manfaat penelitian
Pada penelitian ini diharapkan semoga bermanfaat bagi penulis maupun untuk penelitian selanjutnya. Adapun manfaat teoritis dan manfaat praktis, diantaranya:
1.4.1 Manfaat Teoritis
1. Penelitian ini dapat menjadi kajian khusunya pada bidang ilmu komunikasi mengenai pendekatan semiotika Charles Sander Pierce.
2. Penelitian ini dapat memberikan gambaran dalam memahami makna
stereotip pada video klip.
1.4.2 Manfaat Praktis
1. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan stereotip perempuan sunda.
7 2. Penelitian ini dapat menambah pengetahuan tentang stereotip yang terjadi
pada masyarakat sunda khususnya pada perempuan. 1.5Waktu Penelitian
Table 1.1 Jenis
Kegiatan
Tahun 2018-2019
Agustus September Oktober November Desember Januari februari
Menentukan Topik Penelitian Menyusun Laporan Penelitian Desk Evaluation Revisi Desk Evaluation Pengumpulan Data Penelitian Pengelolahan Data Penyajian Data Penyusunan Hasil Penelitian Penyusunan Skripsi Siding Skripsi