CARA CERDAS MENINGKATKAN PRODUKSI TBS KELAPA SAWIT
3 KUNCI UTAMA KEBERHASILAN PENINGKATAN PRODUKSI TBS
1. Menerapkan standar budi daya tanaman kelapa sawit dengan benar. a. Dimulai dengan survai lahan yang sesuai
b. Persiapan lahan dan Penanaman Awal c. Pembibitan
d. Perawatan pada TBM
e. Perawatan TM menjelang panen dan selama masa produktif
2. Prosedur panen yang tepat.
3. Pemupukan yang tepat sasaran
Tujuan perkebunan kelapa sawit
1. Produktifitas maksimum : TBS dan CPO / PKO (Ton/Ha/Thn) 2. Kualitas hasil panen terbaik
3. “COST EFFECTIVE” Untuk setiap tahapan pekerjaan
Berikut kita lihat jalan yang panjang menuju pencapaian produksi TBS maksimal:
Lahan yang sesuaiSifat Tanah yang baik:
a. Tanah (solum) tebal: ≥ 80 cm untuk perkembangan akar sehingga penyerapan unsur hara lebih efisien
b. Tekstur ringan : pasir (20- 60%), debu (10 – 40%), liat (20 – 50%) c. Struktur baik : gembur – agak teguh, permeabilitas sedang d. pH sedang : 5 – 5,5
e. C/N ratio ± 10 dimana C ± 1% dan N ± 0.1% f. Mg(dd) 0,4 – 1,0 me/100 gr
KRITERIA KESESUAIAN LAHAN DAN FAKTOR PEMBATAS PADA LAHAN KELAPA SAWIT
Tanpa Ringan Sedang Berat
(0) (1) (2) (3)
1 Hujan >1750 1450 - 1750 1250 - 1450 < 1250
2 Bulan Kering < 1 1 - 2 2 - 3 > 3
3 Tinggi (m, dpl) 0 - 200 200 - 300 300 - 400 > 400
4 Topografi datar - ombak ombak - gelombang gelombang - bukit bukit - gunung
5 Lereng (%) 0 - 15 16 - 25 26 - 36 > 36
Lereng (derajat) 0 - 7 7 - 11 12 - 16 > 16
6 Solum (cm) > 100 50 - 100 25 - 50 < 25
7 Tekstur ld, llip,lip lli, lp, l pl, d li, p
8 Batuan (%) < 8 8 - 15 15 - 30 > 30
9 Drainase baik agak terhambat cepat s. cepat
sedang terhambat terhambat s. terhambat
10 Keasaman (pH) 5 - 6 4 - 5 3,5 - 4 < 3,5
6 - 7 6,5 - 7 > 7
S1 = tidak lebih dari satu faktor pembatas
S2 = lebih dari 1 pembatas ringan atau tidak lebih dari 1 pembatas sedang S3 = lebih dari 1 pembatas sedang atau tidak lebih dari 1 pembatas berat N1 = lebih dari 2 pembatas berat yang dapat diperbaiki
N2 = mempunyai pembatas berat yang tidak dapat diperbaiki
No Keadaan
Perawatan tanaman menghasilkan (
1. Pemeliharaan Piringan & 2. Pemeliharaan Gawangan 3. Pemberantasan Lalang 4. Tunas Pokok
5. Penyisipan & Konsolidasi 6. Survey & Sensus Pokok 7. Pemeliharaan Jalan 8. Pemeliharaan Jembatan 9. Pemeliharaan Parit 10.Tapak Kuda dan Kontur
11.Pengendalian Hama, Penyakit dan Gulma
12.Pemupukan
erawatan tanaman menghasilkan ( TM )
iringan & Pasar Rintis Pemeliharaan Gawangan alang onsolidasi Pokok okok embatan ontur
PRODUKSI TBS
Jumlah janjang1. Jumlah pelepah : setiap pelepah berpeluang menghasilkan 1 bunga (bisa jantan, betina, hermaprodit/banci)
2. Sex Ratio : rasio bunga betina per total bunga 90% pada tanaman muda, 30% tanaman tua)
3. Tingkat Aborsi bunga dan calon buah: 4 bulan sebelum anthesis dan 3 bulan sebelum panen
4. Aborsi bunga umumnya terjadi pada bunga betina karena faktor : a. Stress air
b. Tunasan terlalu berat
c. Kanopi terlalu berat (tunasan terlambat) 5. Aborsi buah karena faktor :
a. Tidak cukup pollinasi b. Jamur (marasmius)
Berat Tandan
1. Komponen berat tandan (fruitlet, spikelet, gagang) ditentukan oleh kondisi lingkungan pada 15 bulan sebelum anthesis
2. Berat tandan meningkat sejalan dengan umur dan meningkatnya ukuran buah. Faktor : a. Perkembangan buah
b. Asimilasi Karbon (fotosintesis)
Faktor eksternal (TBS) 1. Polinasi : SPKS 2. Kerapatan Tanaman 3. Pemupukan 4. Kecukupan air 5. Umur tanaman
6. Pendukung proses fotosintesis (asimilasi)
7. Polinasi sempurna menentukan jumlah buah jadi sehingga ukuran TBS menjadi lebih besar
8. Kerapatan tanaman yang cukup sehingga tidak ada kompetisi antar tanaman, kecukupan bunga jantan (pollen), lingkungan yang sesuai untuk SPKS
9. Pemupukan : aplikasi pupuk K meningkatkan berat tandan, aplikasi pupuk N meningkatkan jumlah tandan (dibahas lebih lanjut di PEMUPUKAN)
10.Kecukupan air : defisit air sangat berpengaruh pada jumlah jajang
11.Umur tanaman : ukuran tandan meningkat serta jumlah tandan menurun sejalan dengan umur
PANEN
1. Pekerjaan terpenting pada TM adalah panen
2. Jika buah masak tidak dipanen sempurna (seluruhnya dan sesuai kriteria matang panen) Maka, kegiatan mulai dari awal (survai kesesuai lahan) hingga UPKEEP dan pemupukan menjadi sia-sia
3. Kastrasi / Ablasi 4. Pruning / Tunas pasir 5. Pruning / Tunas selektif 6. Persiapan panen 7. Sarana panen 8. Peralatan panen
9. Kualitas tandan dipanen 10.Rotasi / Pusingan panen 11.Kerapatan panen 12.Ancak panen
13.Pruning / Tunas rutin 14.Pengawasan panen 15.Tenaga panen
KASTRASI / ABLASI
1. Dimulai pada saat tanaman mulai berbunga (umur 12 bulan) 2. Bunga betina dan jantan semuanya dibuang menggunakan dodos 3. Rotasi 1 x sebulan
4. Dihentikan setelah tanaman berumur 24 bulan
Tujuan KASTRASI/ABLASI
1. Merangsang pertumbuhan vegetatif
2. Menghemat penggunaan hara dan air tanah 3. Tanaman menjadi lebih bersih
4. Tandan yg muncul berikutnya lebih seragam dan lebih besar
TUNAS PASIR
1. Dilakukan 6 bulan sebelum TM
2. Cabang dipotong rapat ke pangkal dengan dodos kecil (mata dodos 7-8 cm) atau arit kecil, dikeluarkan dari piringan dan disusun di gawangan mati.
3. Hingga masa tunas selektif, dilarang keras memotong cabang untuk tujuan apapun
4. Pemotongan pelepah tua/kering yang dibawa dari bibitan atau yang tergeletak di tanah, dilakukan mepet pada batang tanaman
5. Agar garuk piringan lebih mudah
6. Memperbaiki aerasi sehingga penyerbukan SPKS lebih lancar 7. Mencegah gangguan tikus, thirataba, dan cendawan Marasmius 8. Mempermudah pemupukan dan pengutipan brondolan
TUNAS SELEKTIF
1. Pada tanaman berumur 3 - 4 tahun (TM) 2. Tujuan mempersiapkan pokok untuk dipanen
3. Suatu blok tanaman dapat mulai ditunas selektif jika sekurang-kurangnya 40 % telah mempunyai tandan buah yang hampir masak pada tinggi ± 90 cm dari tanah (diukur dari permukaan tanah ke pangkal tandan tertua).
Cara tunas selektif
1. Ditinggal 3 cabang dibawah buah terendah (songgo 3)
2. Semua cabang dibawah 3 songgo, supaya ditunas secara timbang air keliling pokok.
3. Semua rumput-rumputan seperti pakis dan lain-lain yang tumbuh di pokok sawit harus dicabut/dibersihkan.
4. Penunasan sisa pokok yang 60% lagi dilaksanakan 4 bulan kemudian, sehingga semua pokok di blok tersebut akhirnya akan tertunas.
5. Menggunakan dodos besar yang dipakai juga untuk potong buah. Lebar mata tajam 14 cm.
6. Alat yang sama masih terus dipakai untuk tunas biasa hingga pokok mencapai ketinggian ± 2,5 meter.
7. Alat ini diberi gagang sepanjang 1,5 - 2 meter. Cabang dipotong rapat ke pangkal dari arah samping dan membentuk tapak kuda untuk menghindari pelukaan pokok.
PERSIAPAN PANEN
1. Panen dilakukan setelah tanaman berumur 30 bulan 2. Areal dianggap panen jika pohon yang berbuah (matang
panen) sebanyak 60% berat rata-rata tandan 3 kg
3. Pembuatan jalan pikul dengan interval 2 baris tanaman dan lebar 1 m, cara manual atau kimia
4. Membuat tempat pengumpulan hasil (TPH) setiap 2 jalan pikul
5. Membuat tangga-tangga panen pada areal berlereng
Jalan pikul
Tempat pengumpulan hasil (TPH)
Tangga panen
PROGRAM PEMUPUKAN SEPAKET
DOSIS PUPUK DISUSUN BERDASARKAN :
• Percobaan pemupukan
• Nutrient balance di tanah
• Status hara di tanaman
• Historis dan target produksi TBS
• Data meteorologis
• Dll
Percobaan di Riau (tanah Oxic Dystropepts)
• Urea = 2,25 kg / phn / thn
• MOP = 2,70 kg / phn / thn
TABEL. KRITERIA STATUS HARA DAUN Umur
Tanaman Unsur Defisiensi
N (%) < 2.3 P (%) < 0.140 K (%) < 0.75 > 5 THN Mg (%) < 0.20 Ca (%) < 0.25 B ( ppm) < 8 Cu ( ppm) < 3 Zn ( ppm) < 10 Mn ( ppm) < 30
TABEL. KRITERIA STATUS HARA DAUN Status
Defisiensi Rendah Optimum Tinggi
2.30 - 2.39 2.40 - 2.79 2.80 - 2.99 0.140 0.140 - 0.149 0.150 - 0.179 0.180 - 0.249 0.75 0.75 - 0.89 0.90 - 1.19 1.20 - 1.59 0.20 0.20 - 0.24 0.25 - 0.39 0.40 - 0.69 0.25 0.25 - 0.49 0.50 - 0.74 0.75 - 0.99 8.0 - 14.9 15.0 - 24.9 25.0 - 39.9 3.0 - 4.9 5.0 - 7.9 8.0 - 14.9 10 - 11.9 12.0 - 17.9 18 - 79.9 30 - 99 100 - 299 300 - 999 Ekses Tinggi 2.99 3.00 0.249 0.250 1.59 1.60 0.69 0.70 0.99 1.00 39.9 40.0 14.9 15 79.9 80 999 1,000 > > > > > > > > >
B u la n U r e a R P M O P K I S H G F B g r a m p e r p o h o n 0 5 0 0 5 0 0 I 1 1 0 0 1 0 0 4 1 0 0 5 0 0 1 0 0 1 5 0 8 5 0 8 1 5 0 2 0 0 3 5 0 1 2 2 5 0 3 0 0 5 0 6 0 0 I I 1 6 2 5 0 8 5 0 4 0 0 2 5 0 1 , 7 5 0 2 0 5 0 0 6 0 0 5 0 1 , 1 5 0 2 4 5 0 0 8 5 0 6 0 0 2 5 0 2 , 2 0 0 II I 3 0 7 5 0 8 5 0 1 , 0 0 0 4 0 0 5 0 3 , 0 5 0 3 6 1 , 0 0 0 1 , 2 5 0 1 , 0 0 0 4 0 0 3 , 6 5 0 J u m la h :T a h u n I 6 0 0 1 , 0 0 0 6 0 0 1 5 0 5 0 2 , 4 0 0 T a h u n I I 1 , 2 5 0 1 , 7 0 0 1 , 6 0 0 5 0 0 5 0 5 , 1 0 0 T a h u n I II 1 , 7 5 0 2 , 1 0 0 2 , 0 0 0 8 0 0 5 0 6 , 7 0 0 J u m la h 3 T a h u n 3 , 6 0 0 4 , 8 0 0 4 , 2 0 0 1 , 4 5 0 1 5 0 1 4 , 2 0 0 P e r ta m a T a h u n k e J u m l a h g r a m C o n t o h R e k o m en d a s i P em u p u k a n T B M u n tu k T a n a h M in e r a l B u la n U re a R P M O P K I S H G F B g r a m p e r p o h o n 0 5 0 0 5 1 5 I 2 1 0 0 2 , 2 0 0 4 1 0 0 5 0 0 1 0 0 1 5 0 8 5 0 8 1 5 0 2 0 0 3 5 0 1 2 2 5 0 4 0 0 5 0 7 0 0 II 1 6 2 5 0 1 , 0 0 0 5 0 0 2 5 0 1 , 9 5 0 2 0 2 5 0 7 5 0 7 5 1 , 0 7 5 2 4 4 0 0 1 , 0 0 0 1 , 6 0 0 I II 3 0 5 0 0 5 0 0 1 , 5 0 0 7 5 3 , 0 7 5 3 6 6 0 0 6 0 0 1 , 5 0 0 2 , 1 0 0 J u m la h :T a h u n I 6 0 0 1 , 0 0 0 7 0 0 1 5 0 5 0 4 , 6 1 5 T a h u n I I 9 0 0 1 , 0 0 0 2 , 2 5 0 7 5 4 , 6 2 5 T a h u n I II 1 , 1 0 0 1 , 0 0 0 3 , 0 0 0 7 5 8 , 1 7 5 J u m la h 3 T a h u n 2 , 6 0 0 3 , 0 0 0 5 , 9 5 0 1 5 0 2 0 0 1 7 , 4 1 5 P er ta m a T a h u n k e J u m l a h g r a m C o n t o h R e k o m en d a s i P em u p u k a n T B M u n tu k T a n a h G a m b u t 2 7 3 , 0 0 0 D O L C u S O 4 2 , 0 0 0 2 , 0 0 0 2 , 0 0 0 3 , 0 0 0 5 , 0 0 0 1 5 1 0 0 2 0 0 2 0 0 11 5 4 0 0 5 1 5 U m ur T ana m a n (t a hu n ) D os is p u p u k ra t a -rat a ( kg / po h on /t ah u n) U r ea S P -3 6 M O P K i es e ri te T O TA L 0 3 – 0 8 2 ,0 0 1 ,5 0 1 , 50 1 ,0 0 6 ,0 0 0 9 – 1 3 2 ,7 5 2 ,2 5 2 , 25 1 ,5 0 8 ,7 5 1 4 – 2 0 2 ,5 0 2 ,0 0 2 , 00 1 ,5 0 7 ,7 5 2 1 – 2 5 1 ,7 5 1 ,2 5 1 , 25 1 ,0 0 5 ,2 5 D o s is r a t a - r a ta r e k o m e n d a s i p e m u p u k a n T M d i In d o n e s i a ( P P K S , 1 9 9 8 )
FAKTA DILAPANGAN SEPUTAR PEMUPUKAN:
1. Pemberian pupuk banyak tidak menjamin peningkatan produksi tanaman sawit
2. Pemberian pupuk teratur namun dalam beberapa tahun pohon berubah berbuah jantan 3. Sawit jantan tidak memiliki solusi selain hanya di ganti dengan tanaman baru
4. Buruh harian berpengalan makin susah dan upah buruh harian dapat naik kapan saja 5. Rentan dengan manipulasi HK atau data dilapangan
Kami, Bisyon Perkasa Trade selaku penjual Pupuk organik bertekhnologi nano DIGROW telah melakukan banyak percontohan selama 1 dekade dibidang pertanian di Indonesia dan lebih dari 3 tahun fokus pengembangan pemupukan pada lahan sawit dengan hasil yang sangat memuaskan karena mampu meningkatkan produksi TBS hingga 20% - 100% dan dengan penanganan khusus bahkan sawit jantan dapat kembali menghasilkan TBS. Pupuk DIGROW kami telah dipergunakan di 71 negara.
SPESIFIKASI PUPUK D.I.GROW
1. Bahan dasar: Rumput laut (acadian Seaweed dari Jenis Ascophylum Nodusum (Alga coklat dari lautan Atlantik Utara) 2. Bentuk : Cair (Ekstrak Organik)
3. Kandungan :
D.I.GROW Green (HIJAU)
Unsur Hara: pH=6.2 ; C-organik=9.37% ; N=5.24% ; P2O5=3.36% ; K2O=4.37% ; Mg=0.24% ; S=1.33% ; Ca=0.01% ; Cl=0.53% ; Fe=340ppm ; Mn=318ppm ; Cu=279ppm ; Zn=273ppm ; B=182ppm ; Mo=9ppm
Logam Berat: Pb=2ppm ; Cd=0.03ppm ; Co=12ppm ; As=0.2ppm ; Hg=ttd ; La=0ppm ; Ce=0ppm
Hormon/ZPT: IAA=39.04ppm ; Zeatin=35.28ppm ; Kinetin=40.07ppm ; GA3=80.23ppm
Mikroba patogen: E.coli=Negatif ; Salmonela=Negatif Asam Amino total=0.336% Asam Humik=0.16% ; Asam Fulfik=0.11%
D.I.GROW Red (MERAH)
Unsur Hara: pH=6.1 ; C-organik=8.70% ; N=4.45% ; P2O5=4.92% ; K2O=4.57% ; Mg=0.03% ; S=0.69% ; Ca=0.005% ; Cl=0.50% ; Fe=397ppm ; Mn=2166ppm ; Cu=507ppm ; Zn=359ppm ; B=149ppm ; Mo=5ppm
Logam Berat: Pb=0.4ppm ; Cd=0.1ppm ; Co=16ppm ; As=0.1ppm ; Hg=ttd ; La=0ppm ; Ce=0ppm
Hormon/ZPT: IAA=33.62ppm ; Zeatin=32.45ppm ; Kinetin=40.87ppm ; GA3=94.80ppm
Mikroba patogen: E.coli=Negatif ; Salmonela=Negatif Asam Amino total=0.282% Asam Humik=0.15% ; Asam Fulfik=0.03%
4. Produsen : PT. Diamond Interest International di Penang Malaysia 5. Legalitas : D.I.GROW Green : 02.02.2012.085
D.I.GROW Red : 02.02.2012.086
6. Kemasan : Gallon Plastik 4 Liter
7. Manfaat :
D.I.GROW Green (HIJAU) : Untuk fase vegetatif (pertumbuhan), Untuk peternakan dan perikanan D.I.GROW Red (MERAH) : Untuk fase generatif (bunga/buah)
Disaat bicara tentang pupuk ataupun manfaatnya maka, yang harus dibahas adalah masalah isi dan kelebihan dari sisi tekhnologi nya. Dan untuk itu kami akan lampirkan table yang akan membantu anda memahami mengapa tekhnologi pupuk kami mampu meningkatkan produksi TBS dan meringankan pemilik perkebunan dari sisi biaya pemupukan.
dalam pengaplikasian pupuk digrow ini kami secara lengkap melakukan blending dengan pupuk
majemuk dan zat additive yang mampu meningkatkan hasil humit acid yang dihasilkan secara
alami guna kebutuhan tanaman.
Dan didalam melakukan pemupukan yang harus kita ingat adalah bahwa tanaman membutuhkan pupuk dalam jumlah CUKUP bukan BANYAK (cukup tidak berarti banyak), unsur hara sesuai dengan kebutuhan, tepat waktu pemupukan. Dan sekarang coba kita lihat bila pemupukan dilakukan dengan tekhnologi pemupukan menggunakan Pupuk tunggal / majemuk rata-rata dengan jumlah sebagai berikut :
No Jenis pupuk Kg/phn/Thn Nominal/Ha
1 UREA / ZA 2.5 650.000 2 KCl 2.25 585.000 3 TSP/SP36 2.25 585.000 4 KIESRITE 1.5 390.000 TOTAL BIAYA 2.210.000 Biaya tambahan :
Upah buruh harian untuk lansir Pupuk : Rp 5.000/50kg x 7 krg = Rp 35.000 Upah buruh harian pemupukan/ha : Rp 40.000
Keuntungan tambahan bagi pemilik kebun bila memanfaatkan jasa pemupukan sepaket yang dikelola oleh Bisyon Perkasa Trade sebagai berikut:
a) Laporan di Pembukuan sangat Singkat,
b) Dapat meminimalisasi Manipulasi HK atau Data di Lapangan, c) Berfokus dalam Pemeriksaan Kondisi tanaman secara keseluruhan. d) Waktu pemupukan tidak bergantun musim (musim hujan/kemarau) e) Pengawasan (Mandor) dapat diawasi 1 Orang Mandor saja.
f) Apalagi jika Pelaksanaan di lapangan dilakukan dengan sistem PLOT. g) Pemilik / Management dapat dengan Mudah Menghitung Anggaran Biaya.
Ditambah dengan adanya jaminan dalam bentuk alternative system pembayaran : 1. 50% DP dan 50% dibayar dalam 30 hari dengan cash back 1% dari sisa hutang
2. 50% DP dan 50% cicilan 10 bulan. syarat dan ketentuan ini sangat membantu bagi pemilik kebun didalam mengelola keuangan untuk operasional perawatan kebun jangka panjang sekaligus sebagai wujud garansi untuk kepuasan pemilik/management akan hasil akhir yang diharapkan.
Metode Pelaksanaan dengan Sistem PLOT seperti diatas, maksudnya adalah melaksanakan pekerjaan pada satu hamparan yang bersebelahan tanpa terpencar pencar, sehingga mudah diawasi dan diperiksa karena dilakukan lokasi yang satu hamparan.
Contoh.:
Kebun MAHKOTA IMPIAN berluas 1500 Ha.
Masing masing Plot dibagi 400 Ha, dan menjadi 3 Bagian. Plot A = 500
Plot B = 500 Plot C = 500.
Plot A yakni Blok A1 sampai A 12 Plot B yakni Blok B1 sampai B 12 Plot C yakni Blok C1 sampai C 12.
Sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak berpindah pindah, pengawasan pemilik perusahaan tersentralisasi, dan rotasi pekerjaan berkesinambungan.
A1 B1 C1 2 2 2 3 3 3 4 4 4 5 5 5 6 6 6 7 7 7 8 8 8 9 9 9 10 10 10 11 11 11
Plot A dikerjakan Bulan Januari, Plot B dikerjakan Bulan Pebruari, dan Plot C dikerjakan di bulan Maret. Sehingga pemeriksaan dan pelaksanaan dilapangan dapat dengan mudah di laksanakan, dibanding jika di Kerjakan dengan sistem berpindah pindah tanpa di Plotting.
Untuk mengatasi masalah diatas, kami CV. BISYON PERKASA TRADE – Pekanbaru, memberikan Penawaran menarik untuk pemupukan sepaket ke perkebunan sawit anda, dengan tenaga pelaksana di lapangan yang telah berpengalaman.
Kami menyediakan tenaga kerja, menanggung bahan (pupuk yang dipakai) dan peralatan yang dipergunakan untuk pelaksanaan di lapangan dengan kontrak jangka pendek atau jangka panjang.
Kontrak Jangka Pendek yang kami layani minimal untuk waktu 1 tahun, dan Jangka Panjang hingga 3 tahun dengan harga (Tenaga, Alat dan Bahan) sudah termasuk menjadi tanggung Jawab kami.
Disamping itu, Pajak, Asuransi (BPJS pekerja), THR dan kecelakaan kerja menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya.
Surat perjanjian kontrak jangka panjang atau jangka pendek dengan kami, biasanya dilakukan dihadapan NOTARIS dan disaksikan oleh saksi dari kedua belah Pihak.
Hingga saat ini, kami masih berjalan sebagai kontraktor di perkebunan kelapa sawit, baik Perusahaan Perkebunan maupun perorangan.
Untuk Informasi Lebih Lanjut, dapat menghubungi kami..
BISYON PERKASA TRADE
Drs Syahrial (Direktur)
Lihardo M Purba (General Manager)
Marketing Koordinator
1. Pirmansyah (Pekanbaru,Kandis, Duri) 2. Rully Pridatama (Kampar)
3. Ruslan (Pelalawan)
4. Dodi Pernandez (Rokan Hulu)