1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Pemanfaatan energi dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari manusia sangatlah tinggi. Salah satu energi yang masih banyak digunakan pelaku industri dan masyarakat secara umum di dunia dan tak terkecuali di Indonesia adalah pemanfaatan energi fosil. Pemanfaatan energi fosil sering menafikan akan ketersediaan cadangan minyak bumi yang semakin hari semakin menipis karena terus menerus dieksploitasi. Berdasarkan salah satu data yang dikutip dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di bppt.go.id (www.bppt.go.id, 2018) dijelaskan bahwa pola konsumsi energi di Indonesia masih didominasi oleh energi fosil dalam bentuk minyak bumi, gas, dan batu bara. Di saat produksi minyak terus menurun, konsumsi bahan bakar minyak Indonesia justru terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan populasi kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil. Pada tahun 2017, penjualan mobil mencapai berbahan bakar fosil mencapai 1,079 juta unit, naik hampir 150 persen dalam 10 tahun atau rata-rata 10 persen per tahun. Hal yang sama juga ditunjukkan pada penjualan sepeda motor berbahan bakar fosil yang naik 33 persen atau 3,3 persen per tahun. Saat ini, negara-negara di seluruh dunia sedang berlomba-lomba mendorong penggunaan energi baru terbarukan sebagai alternatif dalam mengantisipasi akan ketersediaan energi fosil. Salah satunya adalah bagaimana berbagai negara di dunia dan juga di Indonesia melakukan riset mengenai peralihan akan penggunaan kendaraan listrik.
Dikutip dari Liputan6.com (www.liputan6.com, 2018), tren akan penggunaan kendaraan berbasis listrik di berbagai belahan dunia terus berkembang, tak terkecuali di Indonesia. Saat ini, penggunaan mobil berbahan bakar fosil masih mendominasi, tetapi bukan tidak mungkin
penggunaan akan kendaraan berbahan bakar fosil tergerus akan penggunaan kendaraan bertenaga listrik di masa yang akan datang. Kendaraan listrik digadang-gadang hadir untuk menggantikan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil yang mulai usang. Penggunaan mobil listrik diharapkan mampu mengurangi konsumsi bahan bakar minyak yang ketersediannya semakin berkurang di samping menekan emisi gas buang yang dikeluarkan dari kendaraan berbahan bakar fosil yang berimplikasi pada pencemaran udara. Indonesia merupakan salah satu pasar otomotif yang seksi. Tak heran jika berbagai pelaku industri otomotif di Indonesia kerap menggaungkan semangat akan peralihan kepada penggunaan kendaraan bertenaga listrik.
Dilansir dari laman Kompas.com (www.otomotif.kompas.com, 2019), Prestige Motorcars merupakan salah satu pelaku industri otomotif khususnya kendaraan listrik yang kerap mendengungkan semangat akan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Prestige Motorcars merupakan importir umum yang telah mendatangkan mobil listrik Tesla di tanah air sejak tahun 2017. Di Indonesia pun telah memiliki komunitasnya yang dinamakan Tesla Club Indonesia. Tesla Club Indonesia atau yang disingkat dengan TCI resmi dibentuk sebagai wadah bagi berkumpulnya pengguna mobil listrik Tesla di tanah air. Tesla Club Indonesia dibentuk pada tanggal 12 Desember 2019 di La Moda Restaurant, Plaza Indonesia dengan menggelar acara inaugurasi pertama dan mengumumkan susunan kepengurusan perdana serta pelantikannya. Kepengurusan Tesla Club Indonesia periode 2019 – 2020 memilih Ahmad Sahroni sebagai President Tesla Club Indonesia, Rudy Salim sebagai Executive Director Tesla Club Indonesia, Bambang Soesatyo & Romy Winata sebagai Executive Advisor Tesla Club Indonesia.
Menurut Suwatno (2018, p. 27) komunitas dapat diartikan sebagai kumpulan orang yang hidup dalam ruang fisik dan memiliki kepentingan yang sama. Komunitas ini hidup, tinggal, dan bekerja dekat dengan perusahaan di mana perusahaan tersebut berdiri yang kemudian memengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya. Hubungan dengan komunitas
ini dilakukan guna menghasilkan hubungan jangka panjang antara perusahaan dan masyarakatnya. Dengan adanya komunitas-komunitas ini, maka
sekelompok orang yang mempunyai ketertarikan, minat, dan hobi yang sama dapat berkumpul dan bersosialisasi secara leluasa.
Menurut Reza Rizki Handaru, member loyalty Tesla Club Indonesia, komunitas mobil listrik Tesla Club Indonesia adalah komunitas mobil listrik pertama yang berdiri di Indonesia.
Gambar 1.1 Logo Tesla Club Indonesia
Sumber: Data Olahan Penelitian, 2020
Prestige Motorcars selaku pemasok Tesla di tanah air turut menyokong berdiri dan berkembangnya komunitas ini dengan merancang berbagai program komunitas Tesla Club Indonesia yang terangkum dalam strategi
community relations Prestige Motorcars. Hal ini dilakukan agar harapannya
melalui pelibatan Prestige Motorcars secara aktif dalam kegiatan-kegiatan komunitas Tesla Club Indonesia dapat membangun kepercayaan antara Prestige Motorcars dengan anggota-anggota komunitas Tesla Club Indonesia dan anggota komunitas turut mendukung akan semangat penggunaan kendaraan listrik sebagai mana yang digalakkan oleh pelaku usaha kendaraan listrik Tesla di tanah air ini. Menurut Burke (1999, p. 28) perusahaan harus mengambil peran dalam membangun kepercayaan dalam komunitas agar dapat menjadi tetangga pilihan komunitas. Dalam rangka menjadi tetangga pilihan komunitas, perusahaan harus mendesain tiga strategi dan program
untuk mengimplementasikan prinsip tetangga pilihan komunitas yaitu membangun hubungan yang berkelanjutan yang dapat dipercaya dengan anggota komunitas, mengidentifikasi isu dan keprihatinan komunitas, dan membangun program dukungan komunitas yang dapat membangun hubungan yang dapat dipercaya, merespons terhadap keprihatinan komunitas, dan meneguhkan kualitas hidup dari komunitas tersebut.
Latar belakang dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara lebih mendalam strategi community relations Prestige Motorcars yang dilakukan dalam rangka mendorong anggota-anggota komunitas Tesla Club Indonesia agar ikut menyuarakan semangat penggunaan kendaraan listrik.
Peneliti ingin mengetahui bagaimana Prestige Motorcars membangun hubungan dengan anggota-anggota komunitas Tesla Club Indonesia yang berimplikasi pada terciptanya kepercayaan antara kedua belah pihak, hal-hal apa saja yang dilakukan Prestige Motorcars dalam mengidentifikasi isu yang menjadi keprihatinan komunitas, dan program dukungan komunitas seperti apa yang dilakukan oleh Prestige Motorcars dalam komunitas Tesla Club Indonesia sehingga mampu berimplikasi pada membangun kesadaran anggota-anggota untuk menggaungkan semangat penggunaan kendaraan listrik.
1.2
Rumusan Masalah
Prestige Motorcars merupakan salah satu pelaku usaha kendaraan listrik khususnya Tesla di Indonesia yang giat dalam membangun kesadaran akan penggunaan kendaraan listrik di masyarakat menengah ke atas di Indonesia. Di Indonesia pun Tesla telah memiliki komunitasnya yang dinamakan Tesla Club Indonesia yang beranggotakan pemilik-pemilik Tesla di tanah air. Prestige Motorcars turut menyokong berdirinya komunitas Tesla Club Indonesia dengan berperan secara aktif dalam setiap penyelenggaraan kegiatan komunitas ini agar harapannya melalui peran aktif Prestige Motorcars dalam komunitas Tesla Club Indonesia, anggota-anggota
komunitas ini juga berkenan untuk ikut menggaungkan semangat akan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia sebagai mana yang juga menjadi tujuan dari Prestige Motorcars dalam ikut berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan-kegiatan komunitas Tesla Club Indonesia. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan guna mengetahui strategi community relations yang dilakukan oleh Prestige Motorcars.
1.3
Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka pertanyaan penelitian yang akan diteliti adalah sebagai berikut:
Bagaimana strategi community relations Prestige Motorcars dalam upaya membangun kesadaran terhadap penggunaan kendaraan listrik di masyarakat melalui anggota komunitas Tesla Club Indonesia?
1.4
Tujuan Penelitian
Adapun penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah yang telah dipaparkan di atas, yakni:
Untuk mengetahui strategi community relations Prestige Motorcars dalam upaya membangun kesadaran terhadap penggunaan kendaraan listrik di masyarakat melalui anggota komunitas Tesla Club Indonesia.
1.5
Kegunaan Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka kegunaan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.5.1 Kegunaan Akademis
Harapannya penelitian ini dapat memberikan sumbangsih ataupun masukan bagi pengembangan konsep dalam bidang ilmu komunikasi khususnya dalam bidang community relations. Diharapkan pula penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada metode yang dipakai dalam penelitian ini.
1.5.2 Kegunaan Praktis
Dapat menjadi masukan bagi Prestige Motorcars sebagai acuan dalam menyempurnakan penerapan strategi community relations dalam membangun kesadaran terhadap penggunaan kendaraan listrik di masyarakat melalui anggota komunitas Tesla Club Indonesia.
1.5.3 Kegunaan Sosial
Penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat akan pentingnya beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil kepada penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
1.6
Keterbatasan Penelitian
Ruang lingkup pada penelitian ini dibatasi dengan tujuan untuk mengetahui strategi community relations yang dilakukan Prestige Motorcars dalam upaya membangun kesadaran terhadap penggunaan kendaraan listrik di masyarakat kalangan menengah ke atas melalui pelibatan anggota-anggota komunitas Tesla Club Indonesia dan tidak melakukan pengukuran terhadap seberapa tinggi kesadaran yang terbangun melalui strategi community
relations yang dijalankan.
Penelitian ini juga dibatasi dengan tidak dapatnya dilakukan wawancara secara tatap muka langsung dengan seluruh narasumber dikarenakan pada saat penelitian ini berlangsung, hampir seluruh dunia termasuk Indonesia sedang mengalami pandemi global yang disebabkan oleh mewabahnya virus
COVID-19 dan sebagai salah satu upaya preventif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka mencegah penularan COVID-19, diberlakukanlah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta yang juga berdampak pada narasumber-narasumber urung untuk melakukan pertemuan secara langsung.