• Tidak ada hasil yang ditemukan

USULAN KEBIJAKAN PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DI BAGIAN TTSK PT PHAPROS, TBK - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "USULAN KEBIJAKAN PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DI BAGIAN TTSK PT PHAPROS, TBK - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

USULAN KEBIJAKAN PENERAPAN

TOTAL

PRODUCTIVE MAINTENANCE

DI BAGIAN TTSK

PT PHAPROS, TBK

NAMA : Bagus Prima Musanto

NIM : L2H 001 667

PEMBIMBING I : Ir.Bambang Purwanggono, M.Eng

PEMBIMBING II : Rani Rumita, ST,MT

ABSTRAKSI

PT Phapros, Tbk adalah salah satu industri farmasi nasional yang sudah berdiri sejak tahun 1954 dan merupakan salah satu pemimpin pasar dibidang farmasi. Salah satu bagian produksi di PT Phapros yaitu bagian TTSK, bagian yang memproduksi tablet, tablet salut dan kapsul. Di bagian TTSK, proses produksi berjalan cukup baik karena ditunjang oleh kondisi mesin yang baik dan terawat. Namun ternyata downtime (waktu kerja yang tidak efektif) yang terjadi masih cukup besar sehingga mempengaruhi keefektifan fasilitas secara keseluruhan. Dari perhitungan keefektifan fasilitas yang diukur dari nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE), diketahui bahwa ternyata nilai OEE yang ditentukan dari perkalian tiga variabel yaitu Availability, Performance dan Quality, hanya sebesar 65,9 % atau masih dibawah kondisi ideal minimal 85 %. Nilai ideal minimal performance dan quality adalah sebesar 95 % dan 99 %. Nilai riil performance dan quality adalah 95,7 % dan 98,8 %. Sedangkan nilai ideal minimal untuk availability adalah 90 % dan kondisi riil hanya 69,7 %. Ini berarti masalah terletak pada nilai availability dimana nilai availability ini mengukur keefektifan waktu proses efektif dibandingkan waktu kerja yang tersedia. Downtime yang terjadi disebabkan karena waktu persiapan 23 %, kerusakan 1,6 % dan waktu tunggu 5,6 %. Waktu persiapan ini masih terlalu tinggi sehingga mengurangi keefektifan proses produksi.

Untuk itu perlu dilakukan perbaikan metode kerja dalam melakukan set up (persiapan) untuk meningkatkan efektivitas proses dan juga melakukan evaluasi terhadap sistem perawatan dengan menerapkan metode perawatan terpadu dan menyeluruh yaitu metode Total Productive Maintenance (TPM).

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai OEE Transfer Conveyor 17A yang digunakan sebagai dasar usulan perbaikan berdasarkan nilai terendah dari ketiga

Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin Turntable Vibrating Compactor periode April 2015 – Maret 2016 .... Persentase pencapaian mesin Turntable Vibrating

Overall equipment effectiveness (OEE) merupakan metode yang digunakan sebagai alat ukur dalam penerapan program total productive maintenance (TPM) guna menjaga peralatan

Six big losses dihitung untuk mengetahui overall equipment effectiveness (OEE) dari suatu peralatan agar dapat diambil langkah-langkah untuk perbaikan mesin tersebuta.

Evaluasi pelaksanaan Total Productive Maintenance dilakukan dengan menggunakan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai penanda dan mencari penyebab

Overall Equipment Effectiveness (OEE) menentukan seberapa efektif mesin, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan masalah dari

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE), menghitung nilai faktor Six Big Losses, dan mengetahui akar penyebab masalah

KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan adalah berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa nilai overall efectiveness equipment OEE pada