NASKAH APA KABAR JOGJA
Judul :Prioritas RAPERDA Kota Yogyakarta 2005 Lokasi : Ruang Paripurna DPRD Kota YOgyakarta Reporter & Camerawan : Rina dan Deska
Tanggal Liputan : 9 Septemeber 2005
ACC Redaktur Narator Editor
1 Menumpuknya 16 Rancangan Peraturan Daerah ( Raperda ) / yang diajukan eksekutuf di DPRD Kta
Yogyakarta / lebih disebabkan karena keterbatasan dalam menyerap seluruh aspirasi masyarakat //Hal tersebut
disampaikan Ardianto / Sekertaris Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Jumat kemarin di Ruang Sidang
Paripurna // Hadir pula dalam kesempatan tersebut Chang Wendryanto SH ( Wakil Komisi A ) / serta anggota –
anggota komisi A diantaranya / Ary Dewanto / Ir H Sukardi Yani MM / Sri Kustantini S.Sos /dan R Bagus
Sumbarja //
Hingga akhir bulan juli 2005 / di DPRD Kota Yogyakarta mendapatkan 16 Raperda yang diajukan
eksekutif dan belum terbahas adalah Raperda Pasar / Raperda Retribusi Pedagang Kaki Lima / raperda Retribusi
Pelayanan Pasar / raperda ijin usaha industri / raperda Surat Izin Usaha Perdagangan / Raperda Retribusi Surat
Izin Usaha Perdagangan / Raperda Perubahan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta No 10 Tahun 2000 tentang
Retribusi Terminal Penumang / Raperda pengelolaan Air Limbah Domestik / raperda Retribusi pengelolaan Air
Limbah Domestik / Raperda Retribusi Pelayanan Kesehatan Pada Pusat Kesehatan Mayarakat //
Pembuatan prioritas raperda / atau yang lebih luas disebut program legalisasi daerah / atau Polekda
mestinya menjadi tanggung jawab panitia legalisasi // Namun karena saat ini / panitia legalisasi juga belum
terbentuk / maka penyusunan prioritas raperda tersebut diserahkan pelaksanaannya ke Komisi A //
Sedangkan dalam penyusunan Raperda / Komisi A melakukan beberapa tahapan meliputi pembuatn
resume raperda dan kajian bersama bagian hukum Pemerintah Kota / selain itu juga melakukan pencermatan di
komisi – komisi / dan melakukan dialog dengan warga sebagai upaya penjaringan aspirasi //
Selain itu juga dijelaskan penumpukan Raperda di DPRD Kota disebabkan karena terbatasnya jumlah
SDM dabn cukup banyaknya persoalan di masyarakat / yang perlu segera mendapatkan payung hukum dalam
penanganannya //