• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penentuan Kondisi Perkerasan Jalan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penentuan Kondisi Perkerasan Jalan."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

ix Universitas Kristen Maranatha

PENENTUAN KONDISI PERKERASAN JALAN

Nama : Elvira Christine Siregar

NRP : 0621039

Pembimbing : Dr. Budi Hartanto Ir.,M.Sc

ABSTRAK

Kegiatan pemeliharaan jalan diperlukan untuk mempertahankan agar kondisi jalan tetap berfungsi dalam melayani masyarakat. Dalam tahapan awal kegiatan pemeliharaan jalan dilakukan perencanaan umum untuk penyusunan program pengelolaan pemeliharaan jalan. Penyusunan program pemeliharaan jalan didasarkan pada kondisi perkerasan jalan. Oleh karena itu, survei kondisi perkerasan jalan sangat dibutuhkan untuk menentukan program kerja, memperoleh prioritas pemeliharaan jalan, dan usulan penanganan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dan menganalisis nilai kondisi perkerasan jalan sehingga diperoleh nilai prioritas penanganan jalan serta usulan penanganan yang dapat diberikan. Lokasi studi dilakukan di jalan Cibogo wilayah Bojonegara. Survei lapangan dilakukan untuk memperoleh data teknis kerusakan jalan yang akan digunakan untuk memperoleh kondisi perkerasan jalan..

Berdasarkan survei lapangan diperoleh panjang jalan Cibogo sebesar 1235 meter dengan lebar perkerasan 5 meter. Analisis kondisi perkerasan jalan ini menggunakan dua metode yaitu, metode Bina Marga Kota Bandung dan Dirjen Binamarga Bidang Pembinaan Jalan Kota. Hasil dari analisis metode Bina Marga Kota Bandung yaitu nilai kondisi perkerasan jalan sebesar 9 dengan angka prioritas 14. Metode kedua, menurut Dirjen Binamarga Bidang Pembinaan Jalan Kota nilai kondisi perkerasan sebesar 5 dengan angka prioritas 8. Berdasarkan nilai kondisi perkerasan jalan dan skala prioritas tersebut, usulan penanganan yang diberikan adalah pemeliharaan rutin dengan perkiraan biaya sebesar Rp 80.710.00,00

Kata Kunci : Pemeliharaan Jalan, Kondisi Perkerasan Jalan, Skala Prioritas dan

(2)

x Universitas Kristen Maranatha

PERNYATAAN ORISINILITAS TUGAS AKHIR ... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xv 2.1 Pengertian Pemeliharaan Jalan ... 3

2.2 Jenis KegiatanPemeliharaan Jalan ... 5

2.2.1 Pekerjaan Pemeliharaan ... 5

2.2.2 Pekerjaan Berat ... 6

2.2.3 Pekerjaan Penyangga ... 7

2.3 Kegiatan Survei ... 8

2.3.1 Survei Pendahuluan ... 8

2.3.2 Survei Penyaringan Ruas Jalan ... 9

2.3.3 Survei Lalu Lintas ... 10

2.3.4 Survei Kecepatan Kendaraan ... 10

2.4 Klasifikasi Jalan ... 11

(3)

xi Universitas Kristen Maranatha

2.4.2 Klasifikasi Jalan Berdasarkan Peranannya... 12

2.4.3 Klasifikasi Jalan Berdasarkan Wewenang Pembinaan Jalan 13 2.4.4 Klasifikasi Jalan Berdasarkan Konstruksinya ... 14

2.4.5 Klasifikasi Jalan Berdasarkan Fungsinya... 15

2.5 Mekanisme Kerusakan Jalan ... 17

2.5.1 Kerusakan Struktural ... 18

2.5.2 Kerusakan Fungsional ... 19

2.5.3 Jenis Kerusakan Jalan PadaPerkerasan Lentur ... 19

2.6 Jenis Kerusakan Jalan ... 18

3.2.2 Pengumpulan Data dan Inventarisasi Jalan ... 48

3.2.3 Survei Lapangan... 49

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Lokasi Studi ... 63

4.2 Hasil Survei Lapangan ... 65

4.3 Analisis Menggunakan Metode Bina Marga Kota Bandung .... 71

4.3.1 Nilai Kondisi Perkerasan Jalan ... 71

4.3.2 Fungsi Jalan ... 73

4.3.3 Volume Lalu lintas ... 74

(4)

xii Universitas Kristen Maranatha

4.3.5 Usulan Penanganan dan Prakiraan Biaya ... 75

4.4 Analisis Tata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan ... 76

Jalan Kota ... 76

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 86

5.2 Saran ... 86

DAFTAR PUSTAKA ... 88

(5)

xiii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN

PP = Peraturan pemerintah, peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah IRI = International Rougness Index, yaitu standar pengukuran kekasaran

(m/Km)

PU = Pekerjaan Umum, salah satu departemen dalam pemerintahan Po = Tingkat Pelayanan Awal

Lataston = Lapis Tipis Aspal Beton LP = Lapis Pondasi

FK = Faktor Keamanan AP = Arteri Primer

KP1 = Kolektor Primer yang menghubungkan Ibu Kota Propinsi

KP2 = Kolektor Primer yang menghubungkan Ibu Kota Propinsi ke Kota Kabupaten/Kotamadya

KP3 = Kolektor Primer yang menghubungkan Kota Kabupaten Kotamadya KP4 = Kolektor Primer diluar KP1-KP3

(6)

xiv Universitas Kristen Maranatha LOS = Tingkat Pelayanan/LOS (Level Of Service), yaitu Perbandingan

antara volume lalu lintas dibagi dengan besarnya kapasitas jalan tersebut.

VJP

=

Volume Jam Perencanaan, biasa disebut Design Hourly Volume (DHV) VJP dirumuskan dari hubungannya dengan LHRT dimana hubungan ini diturunkan dari suatu penelitian terhadap distribusi volume lalu-lintas jam-jaman selama satu tahun

Notasi dan Singkatan Pada Kerusakan Jalan F = Fatty (Kegemukan)

H = Hungry (Kekurusan)

(7)

xv Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Hubungan umur jalan dan kondisi perkerasan ... 4

Gambar 2.2 Hubungan Jaringan jalan primer dan sekunder ... 12

Gambar 2.3 Hubungan Jalan Berdasarkan Peranannya ... 13

Gambar 2.4 Mekanisme dan Interaksi Kerusakan Beraspal ... 18

Gambar 2.5 Retak Rambut (hair cracking) di Jalan Cibogo ... 22

Gambar 2.6 Retak Kulit Buaya (Alligator Crack) di Jalan Cibogo ... 23

Gambar 2.7 Retak Pinggir (Crack) di Jalan Cibogo ... 24

Gambar 2.8 Retak Refleksi Berbentuk Melintang di Jalan Cibogo ... 26

Gambar 2.9 Retak Refleksi Berbentuk Memanjang di Jalan Cibogo ... 26

Gambar 2.10 Retak Refleksi Berbentuk Blok/kotak di Jalan Cibogo ... 26

Gambar 2.11 Retak Susut (Shrinkage cracks) di Jalan Cibogo ... 27

Gambar 2.12 Retak Selip (Slippage crack) di Jalan Cibogo ... 28

Gambar 2.13 Alur (ruts) di Jalan Cibogo ... 29

Gambar 2.14 Sungkur (shoving) di Jalan Cibogo ... 30

Gambar 2.15 Amblas (grade depressions) di Jalan Cibogo ... 31

Gambar 2.16 Jembul (upheavel) di Jalan Cibogo ... 31

Gambar 2.17 Lubang (Patholes) di Jalan Cibogo ... ` 33

Gambar 2.18 Pelepasan Butir (raveling) di Jalan Cibogo ... 33

Gambar 2.19 Pengelupasan Lapisan Permukaan (stripping) di Jalan Cibogo 34 Gambar 3.1 Bagan Alir Tahap Kegiatan Penelitian ... 46

Gambar 3.2 Pembagian Stasioning ... 48

Gambar 4.1 Lokasi Jalan Cibogo Pada Peta Bandung ... 63

Gambar 4.2 Ruas Jalan Cibogo Tanpa Skala ... 64

(8)

xvi Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penaksiran Kondisi Jalan Berdasarkan Kecepatan ... 11

Tabel 2.2 Fungsi Dan Peranan Jalan Yang Dikaitkan Dengan ... 17

Penanggung Jawab Pembinaan Dan Pendanaan ... 17

Tabel 2.3 Jenis Kerusakan Perkerasan Beraspal ... 19

Tabel 2.4 Matriks Prioritas Pemeliharaan Jalan ... 36

Tabel 2.5 Kategori Lalu Lintas ... 36

Tabel 2.6 Kelas Lalu Lintas Untuk Pekerjaan pemeliharaan ... 37

Tabel 2.7 Nilai Kondisi Perkerasan Jalan ... 38

Tabel 2.8 Standar Penanganan Jalan Beraspal ... 39

Tabel 3.1 Koefisien kerusakan jalan ... 52

Tabel 3.2 Koefisien Fungsi Jalan ... 52

Tabel 3.3 Koefisian Volume Lalu lintas ... 53

Tabel 3.4 Harga Satuan Penanganan jalan ... 55

Tabel 3.5 Nilai Kondisi Jalan ... 60

Tabel 3.6 Kelas Lalu lintas Untuk Pekerjaan Pemeliharaan ... 61

Tabel 4.1 Jenis Kerusakan Jalan ... 66

Tabel 4.2 Data Kerusakan Jalan Cibogo ... 68

Tabel 4.3 Skala Prioritas Penanganan Jalan ... 77

Tabel 4.4 Formulir Kondisi Perkerasan Jalan ... 78

Tabel 4.5 Penentuan Angka Kerusakan Jalan ... 79

Tabel 4.6 Nilai Kondisi Jalan ... 80

Tabel 4.7 Nilai Kelas Lalu Lintas ... 82

Tabel 4.8 Himpuan Kondisi perkerasan ... 84

(9)

xvii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Contoh Tabel Skala Prioritas Penanganan Jalan ... 90

Lampiran 2 Contoh Formulir Survei Kondisi Jalan ... 91

Lampiran 3 Contoh Tabel Penentuan Angka Kerusakan Jalan ... 92

Lampiran 4 Contoh Himpunan Kondisi Perkerasan ... 93

(10)

87 Universitas Kristen Maranatha

(11)

Universiras Krieten Maranatha 88

(12)

89 Universitas Kristen Maranatha

(13)

Universiras Kristen Maranatha

(14)

91 Universitas Kristen Maranatha

(15)
(16)

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Transportasi adalah pemindahan manusia, barang, dan jasa dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah wahana yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Pemindahan ini menggunakan sarana dan prasarana transportasi. Prasarana transportasi yang sangat dibutuhkan adalah jalan raya. Jalan akan mengalami penurunan kondisi yang diindikasikan dengan terjadinya kerusakan pada permukaan perkerasan jalan. Laju kerusakan jalan tersebut dapat dikurangi sehingga jalan dapat melayani lalu lintas sesuai dengan umur rencananya dengan melakukan kegiatan pemeliharaan.

Kegiatan pemeliharaan diperlukan untuk mempertahankan agar kondisi jalan tetap berfungsi dalam melayani. Dalam tahapan awal kegiatan pemeliharaan jalan dilakukan penyusunan program pemeliharaan jalan. Kegiatan ini menyangkut analisis jaringan jalan (network analysis) secara keseluruhan yang ditujukan untuk mengetahui kondisi perkerasan jalan dalam menentukan prioritas penanganan dan memperkirakan kebutuhan biaya sesuai dengan kondisi ruas jalan dan dana yang tersedia.

Data kondisi perkerasan jalan merupakan dasar utama dalam penentuan nilai kondisi perkerasan jalan dan penanganan yang akan dilakukan pada ruas jalan yang ditinjau. Kondisi perkerasan jalan harus selalu diperbaharui dalam melakukan kegiatan pemeliharaan. Oleh karena itu selanjutnya akan dibahas mengenai cara menentukan kondisi perkerasan jalan yang ditinjau dari beberapa metode untuk memahami mengenai penentuan nilai kondisi perkerasann

1.2 Tujuan Penelitian

(17)

2 Universitas Kristen Maranatha

1. Menentukan dan menganalisis nilai kondisi perkerasan jalan pada suatu ruas jalan

2. Menganalisis data kondisi perkerasan jalan sehingga diperoleh nilai skala prioritas untuk usulan kegiatan pemeliharaan.

1.3 Ruang Lingkup Pembahasan

Untuk memfokuskan penelitian maka pembahasan dibatasi sesuai judul Tugas Akhir ini. Batasan kegiatan adalah melakukan survei lapangan pada suatu jalan tertentu untuk memperoleh data kondisi perkerasan jalan. Ruas jalan yang menjadi lokasi studi yaitu Jalan Cibogo kecamatan Sukasari wilayah Bojonegara. Penentuan kondisi perkerasan jalan berdasarkan metode yang digunakan oleh Dinas Bina Marga kota Bandung. Metode ini berdasarkan panduan yang telah dikeluarkan Direktorat Jenderal Bina Marga dan telah disesuaikan dengan kepraktisan di lapangan setempat.

1.4 Sistematika Penulisan

(18)

84 Universitas Kristen Maranatha

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis pada bab 4 diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Jalan Cibogo memiliki panjang 1235 meter dan lebar perkerasan 5 m. Berdasarkan metode yang digunakan diperoleh nilai kondisi perkerasan dan nilai skala prioritas Jalan Cibogo sebagai berikut:

Bina Marga Kota Bandung

Tata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan Kota jalan Cibogo yaitu pemeliharaan rutin berupa pekerjaan yang dilaksanakan secara terus menerus (sepanjang tahun) untuk mengatasi kerusakan jalan yang bersifat minor dan memerlukan penanganan segera seperti penambalan lubang, penutupan retak-retak, pembersihan saluran dan sebagainya

3. Perkiraan biaya yang dibutuhkan dalam pemeliharaan rutin ini adalah sebesar delapan puluh juta tujuh ratus sepuluh ribu (Rp 80.710.00,00).

5.2 Saran

(19)
(20)

88 Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

1. Austroads, 1987, A Guide to The Visual Assessment of Pavement Condition, ISBN 085588198 4, Sydney,Australia.

2. Departemen Pekerjaan Umum, 2005, Seri Panduan Pemeliharaan Jalan

Kabupaten, Badan Penerbit Pekerjaan Umum, Jakarta.

3. Direktorat Jendral Bina Marga, 1983, Manual Pemeliharaan Jalan. No.03/MN/B/1993, Badan Penerbit Bina Marga, Jakarta.

4. Direktorat Jendral Bina Marga, 1990, Tata Cara Pelaksanaan Survei

Inventarisasi Jalan dan jembatan Kota, NO. 017/T/BNKT/1990, Badan Penerbit

Bina Marga, Jakarta.

5. Direktorat Jendral Bina Marga, 1990, Tata cara Penyusunan Program

Pemeliharaan Jalan Kota, NO. 018/T/ BNKT/ 1990, Badan Penerbit Bina

Marga, Jakarta.

6. Direktorat Jendral Bina Marga, 1991, Survei Kondisi Perkerasan Jalan Kota, No 05/BNKT/1991, Badan Penerbit Bina Marga, Jakarta.

7. Http://www.AwierPoenya.blogspot.com/2009/01.Pemeliharaan-Jalan.html,

diakses pada Oktober 2009.

8. NAASRA, 1979, Interm Guide to Pavement Thickness Design, Sidney, Australia.

9. Pemerintah Republik Indonesia, 2004, Undang-Undang No.34 tahun 2004

tentang Jalan, Jakarta.

10.Pemerintah Republik Indonesia, 2006, Peraturan Pemerintah No.34 tahun 2006

tentang Jalan, Jakarta.

11.Robinson, R., Danielson U., and Snaith M., 1998. Road Maintenance

Management, Macmillan Press Ltd, London, UK.

12.Sukirman, S., 1999, Perkerasan Lentur Jalan Raya, Nova, Bandung

Referensi

Dokumen terkait

Bila appendiks yang meradang kontak dengan obturator internus yang merupakan dinding panggul kecil, maka tindakan ini akan menimbulkan nyeri. Pemeriksaan

Untuk soal nomor 1-6, pilihlah kata atau frasa yang mempunyai arti sama atau arti paling dekat dengan kata yang dicetak dengan huruf kapital yang terdapat di atas

Jika A adalah matriks n x n yang mempunyai vektor eigen bebas linear yang lebih dari n, maka kita namakan A adalah detektif Teorema 6.3.2 maka suatu detektif tidak dapat

mengikuti pelatihan bagi peserta pelatihan yang dinyatakan belum kompeten untuk semua unit kompetensi dalam program pelatihan melalui asesmen di tempat kerja kompetensi

Disini dapat terlihat adanya bimbingan dari Allah kepada Daud dengan diberikan keutamaan ditundukannya gunung-gunung dan burung-burung untuknya serta dilunakkannya

Kebanyakan selama ini pemanfaatan limbah ban bekas ini terbatas pada ban luar bekas yang dipakai untuk membuat tempat sampah, sandal (teklek/terompah), karet untuk jok

Kapal speed boat KM Safinatul „Is „Aaf merupakan hasil perancangan kapal yang dilakukan oleh saudara Basuki Tri Prehantoro (L2G006015) sebagai kapal penyelamat (

Berda sarkan tingkat pengetahuan responden diperoleh hasil uji sta tistiknya dengan menggunakan uji Chi Square tidak signifikan (p>0,05) a tau tidak terda pat perbedaan