A B S T R A K
PENGARUH V I T A M I N N E U R O T R O P I K T E R H A D A P
WAKTU REAKSI
Daniel Kurniawan, 2 0 0 1 , Peinbimbing :Dr . Iwan Budiman, dr.,MS.
Latar belakang : Banyak pekerjaan yang memerlukan konsentrasi pada saat mengerjakannya, diantaranya mengemudi, operator mesin, petugas laboratorium, dan masih banyak lagi. Pekerjaan tersebut mempunyai resiko yang berbahaya bila pekerj a kurang konsentrasi dalam mengerjakannya. Vitamin neurotropik sudah dikenal oleh sebagian besar masyarakat kota sebagai vitamin yang dapat meningkatkan kesegaran. Kesegaran yang didapat dari meminum vitamin neurotropik ini diharapkan dapat menambah Konsentrasi pada saat orang telah lelah.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apakah dengan meningkatnya kesegaran seseorang dengan meminum vitamin neurotropik, mempengaruhi waktu reaksi orang tersebut. Sehingga hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk mencegah kecelakaan kerja akibat kurangnya konsentrasi pada saat bekerja.
Metode : Pada penelitian ini menggunakan 10 mahasiswi dengan umur antara 2 1 - 2 2 tahun sebagai subjek penelitian, dimana subjek penelitian diperiksa waktu reaksi sebelum meminum vitamin neurotropik dan setelah subjek penelitian meminum vitamin neurotropik. Pemeriksaan waktu reaksi menggunakan cara mengukur waktu reaksi sederhana yang diberitahu. Analisis statistik yang digunakan uji ' t ' yang berpasangan, a = 0,15.
Hasil : Waktu reaksi sesudah meminum vitamin neurotroik ( 2 1 5 mdetik) lebih cepat daripada waktu reaksi sebelum minum vitamin neurotroik ( 2 8 8 mdetik) (p<0,05)
Kesimpulan : Vitamin neurotropik memperpendek waktu reaksi.
ABSTRACT
The Influence of NeurotropicVitwmin on Simple Reaction Time Daniel Kurniawan, 2001. Tutor :Dr
.
lwan Budiman, dr.,MS.Background : A lot of work must do with full concentration, such as driver, laboratory work, machine operator and may others. This work had risk if they doing it with poor concentration. Neurotropic vitamin known as vitamin wich can increase body condition by people. By increase body condition they expect can increase their concentration when they become tired.
Objective : This experiment aim to find out effect between increased the body condition with reaction time. So the result can use to prevent accident in work for poor concentration.
Methods : The experiment use 10 female students within 21 - 22 yearsold as subject they drink 3 tablets Neurotropic vitamin. They will be observed before and after they drink neurotropic vitamin. Design with posttest and pretest. Analisa statistic use ‘t’ test, 0,15.
Result : The shortter reaction time after drink neurotropic vitamin compared with reaction time before drink neurotropic vitamin.(p<0,05)
Conclusions :Vitamin neurotropik make reaktion time shorter.
DAFTAR ISI
J udul ... ...
Persetujuan pembimbing
..
... Pemyataan mahasiswa ...1.2. Identifikasi masalah . .
1.3. Maksud dan tujuan
Bab IV : Hasil, Pembahasan dan Pengujian
Hipotesa Penelitian ... 14 Bab V : Kesimpulan dan saran .... .... ... 20 Daftar pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Banyak sekali pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi yang baik dalam
mengerjakannya, apabila seorang pekerja bekerja dengan konsentrasi yang kurang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Hal tersebut sangat merugikan baik itu pekerja, pengusaha dan keluarga pekerja. Kurangnya konsentrasi seorang pekerja bukan hanya pekerja yang malas dan ceroboh karena tidak menyukai pekerjaannya tetapi ada juga pekerja yang kurang konsentrasi disebabkan kurangnya kesegaran. Kurangnya kesegaran dari seseorang bisa diakibatkan
karena kelelahan saraf.
Vitamin neurotropik mempunyai efek terhadap jaringan saraf. Hal ini dikarenakan kandungan dari vitamin neurotropik adalah vitamin B 1, B6. dan B 12. Biasanya vitamin neurotropik dikonsumsi untuk mendapatkan kesegaran yang lebih baik, terutama dikonsumsi oleh orang yang mempunyai jam kerja yang padat dan hanya mempunyai waktu istirahat yang singkat.
1.2. Identifikasi Masalah
2
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah unuk mengetahui efek dari vitamin neurotropik terhadap waktu reaksi.
1.4. Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian berguna pada bidang-bidang pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, dimana keselamatan din sendiri dan keselamatan orang lain tergantung dari konsentrasi orang tersebut.
1.5. Kerangka Pemikiran
Waktu reaksi dipengaruhi susunan saraf pusat, karena waktu reaksi merupakan waktu dari mulai pemberian rangsang pada reseptor sensoris kemudian dihantarkan ke susunan saraf pusat melalui serabut saraf, diproses di susunan saraf pusat dan dibawa ke organ yang memberi reaksi dan rangsangan yang diberikan
Waktu reaksi yang baik didapat bila keadaan dan organ sensoris, sistim
penghantar impuls yang baik. susunan saraf pusat yang baik, dan organ yang memben reaksi juga harus baik
3
Hipotesa : Vitamin neurotropik memperpendek waktu reaksi.
1.6. Metodologi
Penelitian ini bersifat prospektif eksperimental sungguhan, bersifat komparatif, memakai Rancangan PercobaanAcak Lengkap(RAL) dengan desain pra tes dan pos tes. Data yang diukur adalah waktu reaksi sederhana dalam mdetik sebelum dan sesudah meminum vitamin neurotropik. Analisis statistik yang digunakan untuk membuktikan apakah data dari percobaan bermakna atau tidak bermakna menggunakan uji ' t yang berpasangan, dengan a = 0,05.
1.7. Lokasi dan Waktu
B A B V
K E S I M P U L A N D A N S A R A N
Kesimpulan : Vitamin neurotropik memperpendek waktu reaksi
Saran
Para pekerja yang membutuhkan waktu reaksi yang baik
dapat di bantu dengan meminum vitamin neurotropik.
Para pekerja yang kerja lembur atau sampai larut malam.
DAFTAR PUSTAKA
Dewoto R.. S. Wardhini B.P, Vitamin dan Mineral, Farmakologi dan Terapi UI, Edisi 4, 1995; Hal :7 17-722
Eyzaguirre Fidone, Physiology of the Nervous System, Year Book Medical Publisher, INC, Second edition, 1975 ;page : 3 1-40
Ganong W.F.. Review of Medical Physiology. Eight edition, 1977: page :
5 1.86-88
Goodman and Gilman’s, The Pharmacological Baesis of Theraputics, Sixth
edition,1980; page : 1560 - 1572
Guyton, Textbook of Medical Physiology, Eight edition, 1977; Page : 1991 Robert S. Woodworth, Harold Schlosberg, Experimental Psychology, Methuen
Lauritzen, C., H.D. Reuter, R. Repges, K.-J. Bohnert, U. Schmidt. 1997. Treatment of premenstrual tension syndrome with Vitex agnus-castus.
Controlled, double-blind study versus pyridoxine. Phytomedicine, Vol. 4, No. & CO LTD, 1955; 8-42
DAFTAR PUSTAKA
Dewoto R.. S. Wardhini B.P, Vitamin dan Mineral, Farmakologi dan Terapi UI, Edisi 4, 1995; Hal :7 17-722
Eyzaguirre Fidone, Physiology of the Nervous System, Year Book Medical Publisher, INC, Second edition, 1975 ;page : 3 1-40
Ganong W.F.. Review of Medical Physiology. Eight edition, 1977: page :
5 1.86-88
Goodman and Gilman’s, The Pharmacological Baesis of Theraputics, Sixth
edition,1980; page : 1560 - 1572
Guyton, Textbook of Medical Physiology, Eight edition, 1977; Page : 1991 Robert S. Woodworth, Harold Schlosberg, Experimental Psychology, Methuen
Lauritzen, C., H.D. Reuter, R. Repges, K.-J. Bohnert, U. Schmidt. 1997. Treatment of premenstrual tension syndrome with Vitex agnus-castus.
Controlled, double-blind study versus pyridoxine. Phytomedicine, Vol. 4, No. & CO LTD, 1955; 8-42