TERHADAP PENDAPATAN
(Studi Kasus pada Pengusaha Home Industry Makanan Produk Unggulan Kabupaten Purwakarta)
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh Ujian Sarjana Pendidikan pada Program Pendidikan Ekonomi
Oleh
Trie Herawati Januar 1106161
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
PENGARUH MODAL KERJA DAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PENDAPATAN (Studi Kasus pada Pengusaha Home Industry
Makanan Produk Unggulan Kabupaten Purwakarta)
Oleh
Trie Herawati Januar
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
© Trie Herawati Januar 2015
Universitas Pendidikan Indonesia
Oktober 2015
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,
PENGARUH MODAL KERJA DAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PENDAPATAN (STUDI KASUS PADA PENGUSAHA HOME
INDUSTRY MAKANAN PRODUK UNGGULAN KABUPATEN PURWAKARTA)
Bandung, Oktober 2015 Skripsi ini disetujui oleh:
Pembimbing
Prof. Dr. H. Disman, MS NIP.19590209 198412 1 001
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi
Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
UPI Bandung
.
Oleh
Trie Herawati Januar 1106161
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu pendapatan para pengusaha home industry makanan produk unggulan kabupaten purwakarta yang terus menerus mengalami penurunan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Modal Kerja dan Perilaku Kewirausahaan Terhadap Pendapatan Pengusaha home industry Makanan.
Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian yaitu para pengusaha home industry makanan di kabupaten purwakarta. Sampel 150 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survey eksplanatori yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara modal kerja terhadap pendapatan dan perilaku kewirausahaan terhadap pendapatan, dengan menggunakan angket sebagai alat pengumpul data dan teknik analisisnya menggunakan regresi linier berganda, sedangkan dalam analisis data menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for Windows.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa secara parsial variabel modal kerja dan perilaku kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Artinya semakin tinggi modal kerja dan perilaku kewirausahaan yang dimiliki pengusaha maka akan semakin tinggi pula pendapatan yang dimiliki pengusaha.
Trie Herawati Januar , 2015
By
Trie Herawati Januar 1106161
The main isue proposed in this study is about the entrepreneurs’ revenue which has reduction for the last three months. The aim of this research is to know the effect of capital asset and behavior of entrepreneurs to revenue home indutry food of Entrepreneurs.
The subject of this research is home indutry food of Entrepreneurs Featured Products in districts Purwakarta. This subject of this study is 150 entrepreneurs of home industry food. Then, the method used in this study is explanatory survey distributing questionnaire as the tool to gather the date. Besides, is also uses simple linear regression as the technique in collecting the data supporting by SPPS 16.00 for Windows.
Based on the research results obtained that partoally the capital asset and behavior of entrepreneurs variable shave a positive and significant effect on the entrepreneurs’ revenue. This means that the capital asset and entrepreneurial behavior of entrepreneurs who owned the higher the income owned by Entrepreneurs.
Keywords: Capital Assets, Enterpreneurial Behavior, Revenue
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
UCAPAN TERIMA KASIH...Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI ... 1 DAFTAR TABEL...Error! Bookmark not defined. DAFTAR GAMBAR ...Error! Bookmark not defined. BAB IPENDAHULUAN ...Error! Bookmark not defined.
1.1 Latar Belakang ...Error! Bookmark not defined.
1.2 Rumusan Masalah ...Error! Bookmark not defined.
1.3 Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian ...Error! Bookmark not defined.
BAB IIKAJIAN PUSTAKA,KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS ...Error! Bookmark not defined.
2.1 Kajian Pustaka ... Error! Bookmark not defined.
2.1.1 Konsep Pendapatan ... Error! Bookmark not defined.
2.1.1.1 Jenis-jenis Pendapatan... Error! Bookmark not defined.
2.1.1.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan ... Error!
Bookmark not defined.
2.1.2 Konsep Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ... Error!
Bookmark not defined.5
2.1.2.1 Pengertian Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) ... Error! Bookmark not defined.5
2.1.2.2 Kriteria Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) 16
2.1.3 Struktur Pasar ... Error! Bookmark not defined.7
2.1.4 Konsep Modal Kerja ... Error! Bookmark not defined.
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu not defined.
2.1.5 Konsep Perilaku Kewirausahaan.. Error! Bookmark not defined.5
2.1.5.1 Konsep Perilaku ... Error! Bookmark not defined.5
2.1.5.2 Konsep Kewirausahaan ... Error! Bookmark not defined.7
2.1.5.3 Karakteristik Perilaku KewirausahaanError! Bookmark not
defined.8
2.1.5.4 Unsur-unsur Perilaku Kewirausahaan ... 30
2.1.5.5 Pengaruh Perilaku Kewirausahaan Terhadap Pendapatan.. 35
2.2 Kajian Empiris... Error! Bookmark not defined.
2.3 Kerangka Pemikiran ... Error! Bookmark not defined.
2.4 Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.
BAB III METODE PENELITIAN ...Error! Bookmark not defined.3
3.1 Objek Penelitian ... Error! Bookmark not defined.3
3.2 Metode Penelitian... Error! Bookmark not defined.3
3.3 Populasi dan Sampel ... Error! Bookmark not defined.3
3.4 Operasional Variabel ... Error! Bookmark not defined.5
3.5 Sumber dan Jenis Data ... Error! Bookmark not defined.7
3.6 Teknik Pengumpulan Data ... Error! Bookmark not defined.7
3.7 Pengujian Instrumen, Skala Pengukuran dan Penguji Instrument Penelitian ... Error! Bookmark not defined.8
3.7.1 Instrumen Penelitian ... Error! Bookmark not defined.8
3.7.2 Skala Pengukuran ... Error! Bookmark not defined.8
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
3.9 Pengujian Hipotesis... Error! Bookmark not defined.4
3.9.1 Uji t ( Uji Hipotesis Parsial) ... Error! Bookmark not defined.4
3.9.2 Uji F ( Uji Hipotesis Simultan)... Error! Bookmark not defined.5
3.9.3 Koefisien Determinasi (R2) ... Error! Bookmark not defined.6
3.10 Pengujian Asumsi Klasik ... Error! Bookmark not defined.7
3.10.1 Uji Multikolinearitas... Error! Bookmark not defined.
3.10.2 Uji Heteroskedastisitas ... Error! Bookmark not defined.
3.10.3 Uji Autokorelasi... Error! Bookmark not defined.0
BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN ...Error! Bookmark not defined.2
4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian ... Error! Bookmark not defined.2
4.2 Gambaran Umum Responden ... Error! Bookmark not defined.2
4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Error! Bookmark
not defined.
4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ...Error! Bookmark not
defined.
4.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir .... Error!
Bookmark not defined.5
4.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Penga laman Usaha ... Error!
Bookmark not defined.6
4.2.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja .. Error!
Bookmark not defined.7
4.2.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Alasan Menekuni Usaha Error!
Bookmark not defined.8
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
4.4.1 Hasil Uji t (Parsial) ... Error! Bookmark not defined.6
4.4.2 Hasil Uji F (Simultan) ... Error! Bookmark not defined.7
4.4.3 Hasil Uji R2 ... 88
4.5 Uji Asumsi Klasik... 88
4.6 Pembahasan ... Error! Bookmark not defined.2
4.7 Implikasi Pendidikan ... Error! Bookmark not defined.6
BAB VKESIMPULAN DAN SARAN ... 98
5.1 Kesimpulan... 98
5.2 Saran ... 98
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
kontribusi penting dalam pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan disuatu
Negara. Dari perspektif dunia, diakui bahwa usaha mikro, kecil dan menengah
(UMKM) memainkan peran yang sangat vital di dalam pertumbuhan
pembangunan ekonomi tidak hanya di Negara-negara sedang berkembang, tetapi
juga di Negara maju. Bukti bahwa UMKM dapat berperan pada pertumbuhan
ekonomi di Negara berkembang menurut Tulus Tambunan (2002:19)
Negara-negara sebutan Newly Industrializing Countries (NICs) seperti korea selatan,
singapura dan Taiwan adalah contoh dari Negara yang memiliki laju pertumbuhan
PDB yang tinggi karena kinerja UMKM mereka yang sangat efisien, produktif
dan memiliki tingkat daya saing global yang tinggi. Begitupun UMKM di Negara
berkembang seperti di Indonesia, UMKM sangat penting tidak hanya karena
kelompok usaha tersebut menyerap paling banyak tenaga kerja dibandingkan
usaha besar (UB) tetapi juga di banyak negara karena kontribusinya terhadap
pembentukan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) lebih besar.
UMKM pula dapat bertahan dari krisis ekonomi dunia. Pada saat krisis
moneter melanda, dimana dalam kondisi tersebut banyak perusahaan besar yang
gulung tikar karena ketidakmampuan menahan krisis. Dari ketidakmampuan itu
akibatnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawan tersebut yang
membuat angka pengangguran bertambah. Akibat dari PHK tersebut banyak
masyarakat yang kehilangan pekerjaannya sementara kebutuhan akan hidupnya
semakin menghimpit. Dengan kondisi tersebut para pengusaha kecil menengah
justru dapat bertahan menghadapi badai krisis yang tidak bisa dihadapi
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
merupakan bukti bahwa sektor UMKM ini merupakan bagian dari industri yang
kuat.
Menurut Mudradjad Kuncoro dalam Harian Bisnis Indonesia pada tanggal
21 Oktober 2008 mengemukakan bahwa UMKM terbukti tahan terhadap krisis
dan mampu survive karena, pertama, tidak memiliki utang luar negeri. Kedua,
tidak banyak utang ke perbankan karena mereka dianggap unbankable. Ketiga,
menggunakan input lokal. Keempat, berorientasi ekspor. Selama 1997-2006,
jumlah perusahaan berskala UMKM mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha di
Indonesia.
UMKM sering dikaitkan dengan masalah-masalah ekonomi dan sosial
dalam negeri seperti tingginya tingkat kemiskinan, besarnya jumlah
pengangguran, ketimpangan distribusi pendapatan, proses pembangunan yang
tidak merata antara daerah perkotaan dan perdesaan, serta masalah urbanisasi.
Para ahli ekonomi sudah lama menyadari bahwa sektor industri kecil sebagai
salah satu karakteristik keberhasilan dan pertumbuhan ekonomi.
Tabel 1.1
Data Perkembangan UMKM di Indonesia tahun 2010-2013 Tahun Usaha besar Usaha menengah Usaha kecil Usaha mikro
2008 4.650 39.717 522.124 50.847.771
2009 4.676 41.336 546.643 52.176.771
2010 5.150 42.008 568.397 53.504.969
2011 4.952 44.280 602.195 54.559.969
2012 4.968 48.997 629.418 55.856.176
2013 5.066 52.106 654.222 57.189.393
Sumber : http://www.depkop.go.id
Berdasarkan tabel 1.1 dapat dilihat bahwa jumlah UMKM terus
mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yakni dari tahun 2008-2013. Pada
tahun 2008 jumlah UMKM sebanyak 51.409.612 unit sedangkan usaha besar
hanya 4.650 unit dan sampai pada tahun 2013 jumlah UMKM sebanyak
Trie Herawati Januar , 2015
digambarkan sebagai sektor yang mempunyai peranan yang penting, karena
sebagian besar jumlah penduduknya berpendidikan rendah dan hidup dalam
kegiatan usaha kecil baik disektor tradisional maupun modern.
Perekonomian Indonesia tahun 2014, UMKM dihadapkan pada
melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Melemahnya nilai tukar
rupiah terhadap dolar berimbas pada para pelaku usaha kecil menengah (UMKM)
di Jawa Barat. Wakil Ketua Kadin Jabar bidang Kemitraan dan UMKM, Iwan
Gunawan, mengatakan,melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar memang
sangat mempengaruhi para pelaku UMKM. Apalagi harga dolar telah tembus di
posisi Rp 12.000, itu akan sangat membebani para pelaku UMKM.1
Tabel 1.2
Perkembangan Jumlah Usaha Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) di Jawa Barat Tahun 2008-2012
Tahun Usaha Kecil Usaha Menengah Usaha Besar
2008 9.832 7.095 1.523
2009 106.752 7.496 1.536
2010 106.592 7.408 1.566
2011 116.062 8.181 3.728
2012 115.749 8.235 1.853
Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat
Berdasarkan tabel 1.2 dapat dilihat bahwa jumlah UMKM dari tahun
2008-2012 terus mengalami peningkatan sedangkan jumlah usaha besar
cenderung berfluktuatif, hanya pada tahun 2011 usaha besar mengalami
peningkatan sebesar 3.728. Jumlah UMKM dari tahun 2008 sampai tahun 2012
mengalami peningkatan sebesar 91,5% sedangkan usaha besar dari tahun 2008
1
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
samapi tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 17,80%. Hal ini menandakan
bahwa dalam pembangunan ekonomi di Indonesia UMKM selalu digambarkan
sebagai sektor yang mempunyai peranan yang penting, karena sebagian besar
jumlah penduduknya berpendidikan rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil
baik disektor tradisional maupun modern.
mengalami peningkatan. Untuk usaha besar pada tahun 2010 memiliki peranan
sebesar 46,25%. Pada tahun 2011 sebesar 45,80% dan pada tahun 2012 sebesar
45,45% bagi PDRB Provinsi Jawa Barat, yang berarti dari tahun ke tahun usaha
besar peranannya terhadap PDRB semakin menurun.
Provinsi Jawa Barat terdiri dari 17 kabupaten dan 9 Kota. Salah satu
Jumlah UMKM terbanyak salah satunya adalah Kabupaten Purwakarta. Menurut
Kasi Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan Dinas Perindustrian, Perdagangan,
Koperasi dan UMKM Kabupaten Purwakarta, Lukman Nul Hakim, setiap
tahunnya meningkat sekitar lima persen. Terutama, di wilayah pedesaan banyak
berjamuran industri makanan skala kecil. Sedangkan, di perkotaan
pertumbuhannya kecil. Sebab, masyarakat perkotaan lebih memilih jadi buruh
pabrik ketimbang pengusaha kecil. Kendalanya adalah Industri kecil ini kalah
bersaing dengan industri yang modalnya besar.2
Tabel 1.3
Trie Herawati Januar , 2015
NO JENIS TAHUN
2010 2011 2012 2013
1 UMKM (Unit) 839 1.075 1.267 1.442
2 Nilai Total Usaha (Rp 00,00) 50.876.690.000 54.973.000.000 57.496.000.000 285.000.000.000
3 Tenaga Kerja (orang) 3.213 3.195 3.095 3.445
Sumber : Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purwak arta
Berdasarkan Tabel 1.3 diatas menunjukkan bahwa Jumlah UMKM di Kab.
Purwakarta menunjukkan peningkatan dari tahun 2010-2013 sebesar 41,82%.
Sedangkan dalam Nilai total Usahanya menunjukan peningkatan sebesar 80,15%
sementara dari jumlah tenaga kerja terjadi penurunan sebesar 6,7% ini
dikarenakan masyarakat lebih memilih menjadi pegawai buruh pabrik dari pada
berwirausaha.
Tabel produk unggulan umkm
Tabel 1.4
Produk Unggulan UMKM Kabupaten Purwakarta Tahun 2013 Nama Produk Jumlah Unit
Usaha
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
Sumber : Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan
Kabupaten Purwakarta 2013
Dari tabel 1.4 menunjukan bahwa ada 3 jenis produk unggulan kabupaten
purwakarta, yaitu simping, emping melinjo dan tape singkong. Ketiganya adalah
usaha home industry yang ada di Kabupaten Purwakarta dan menjadi salah satu
makanan khas Indonesia. Pada tahun 2013 simping, emping melinjo dan tape
singkong dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 540 orang. Meskipun sedikit tapi
kurang lebih usaha simping ini dapat menyerap tenaga kerja yang dapat
menunjang kesejahteraan masyarakat sekitar.
Simping 71 134
Emping Melindo 23 54
Tape Singkong 145 352
Topi 186 295
Keramik 286 954
Genteng Press 295 1.098
Wayang Golek 34 53
Batu Templek 31 61
Bata Merah 45 34
Batu Belah/Split 25 76
Aneka Kue Kering 95 121
Meubel 49 84
Batako 35 94
Percetakan 21 35
Trie Herawati Januar , 2015
Tabel 1.5
Pendapatan Pengusaha Home Industry Makanan Tahun 2014
Sumber : Data hasil pra penelitian, diolah
Berdasarkan tabel 1.5, dapat dilihat bahwa dalam periode Juni-Desember
2014 pendapatan pengusaha simping cenderung berfluktuatif. Pada bulan Agustus
hampir semua pengusaha mengalami peningkatan pendapatan sebesar 59,00% dari
bulan juni, Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel perkembangan pendapatan
pengusaha rajut binongjati periode juli-desember 2014:
Tabel 1.6
Perkembangan Pendapatan Pengusaha home industry makanan Di Kabupaten Purwakarta Periode Juli-Desember 2014
(Rupiah)
Bulan Rata-rata pendapatan Presentase (%)
Juni 2.885.500 -
Juli 6.838.000 57,80
Agustus 7.038.000 2,84
September 5.610.000 -25,45
Oktober 4.158.800 -34,89
November 2.432.700 -70,95
Desember 1.127.300 -115,7
Sumber: Data hasil pra penelitian, diolah
Adanya penurunan pendapatan, menunjukkan bahwa perkembangan usaha
sedang tidak baik. Jika penurunan pendapatan terus saja dibiarkan maka akan
menimbulkan kelesuan pada usahanya karena tidak berkembang dan akhirnya
berdampak pada kesejahteraan masyarakat itu sendiri (Kurniawati dan
PENGUSAHA PENDAPATAN PENGUSAHA HOME INDUSTRY 2014
JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER
MA'ANI Rp3,412,500 Rp7,800,000 Rp9,750,000 Rp6,500,000 Rp5,213,000 Rp2,619,500 Rp1,319,500
CAHAYA
KAUM Rp5,285,000 Rp10,850,000 Rp10,500,000 Rp7,000,000 Rp6,377,000 Rp3,871,000 Rp2,415,000
SARI RAOS Rp1,950,000 Rp5,040,000 Rp5,040,000 Rp4,800,000 Rp3,150,000 Rp1,866,000 Rp648,000
TEH INA Rp2,310,000 Rp5,700,000 Rp5,100,000 Rp4,950,000 Rp3,354,000 Rp1,872,000 Rp936,000
ANANDA Rp1,470,000 Rp4,800,000 Rp4,800,000 Rp4,800,000 Rp2,700,000 Rp1,890,000 Rp318,000
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
Sasetyowati (2012). Kesejahteraan masyarakat yang menurun akan menyebabkan
banyak pengusaha yang tutup dan beralih profesi serta tenaga kerja dan
kontribusinya terhadap PDRB Kabupaten Purwakarta akan menurun.
Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan pengusaha
diantaranya adalah modal, perilaku kewirausahaan dan persaingan (Kurniawati
dan Sasetyowati (2012). Dalam hal modal pengusaha home industry makanan
mengalami kekurangan modal karena banyak aliran modal luar baik dari
perbankan maupun BUMN yang menyalurkannya. Mayoritas Pengusaha lebih
berfokus pada ketersediaan modal dan kurang menanamkan jiwa kewirausahaan
baik untuk dirinya sendiri maupun untuk generasi berikutnya. Keuntungan atau
pendapatan bisa tercipta dari penemuan yang dapat dilakukan para wirausaha.
Penemuan dari wirausaha dapat menciptakan keuntungan melalui penemuan
cara-cara baru dalam memberi pelayanan terbaik kepada pelanggan (Schumpeter dalam
Suryana, 2006:168). Penemuan dengan cara-cara baru disini adalah adanya
inovasi. Inovasi merupakan salah satu ciri dan perilaku kewirausahaan. Orang
yang memiliki perilaku kewirausahaan ditandai dengan melakukan inovasi. Jadi
secara langsung perilaku kewirausahaan dapat menciptakan pendapatan atau
mempengaruhi pendapatan.
Hasil wawancara pada saat pra penelitian dengan pengusaha home industry
bahwa penurunan pendapatan terjadi diantaranya karena kurangnya dana yang
lebih untuk menambah persediaan barang dagangannya. Sehingga ketersediaan
barang pun kurang, maka peluang untuk mendapatkan pendapatan yang lebih
besar pun hilang. Para pedagang rata-rata membiayain usahanya dari modal
sendiri atau keluarga. Jarang yang meminjam pada bank untuk modal usahanya
dikarenakan prosedur yang kurang dimengerti oleh para pengusaha home industry
makanan. Keterbatasan modal itulah yang merupakan masalah umum yang
dihadapi oleh para pengusaha home industry makanan.
Selanjutnya yang membuat pendapatan pengusaha home industry makanan
Trie Herawati Januar , 2015
pengusaha kurang bisa dalam membaca peluang yang dapat meningkatkan
pendapatan.
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa menurunnya
pendapatan pengusaha home industry makanan produk unggulan di Kabupaten
Purwakarta karena kurangnya modal yang dimiliki dan perilaku kewirausahaan
yang masih rendah. Oleh karena itu melihat dari permasalahan diatas maka
penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pendapatan pengusaha
home industry makanan produk unggulan Kabupaten Purwakarta. Adapun judul
penelitiannya yaitu “Pengaruh Modal Kerja dan Perilaku Kewirausahaan Terhadap Pendapatan” (Studi Kasus Pada home industry makanan produk unggulan di Kabupaten Purwakarta).
1.2Rumusan Masalah
Dalam penelitian ini peneliti membatasi ruang lingkup permasalahan yaitu
pada modal kerja dan perilaku kewirausahaan. Adapun rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah :
1. Bagaimana gambaran modal kerja, perilaku kewirausahaan dan pendapatan
pengusaha home industry makanan produk unggulan Kabupaten Purwakarta ?
2. Bagaimana pengaruh modal kerja terhadap pendapatan pengusaha home
industry makanan produk unggulan Kabupaten Purwakarta?
3. Bagaimana pengaruh perilaku kewirausahaan terhadap pendapatan pengusaha
home industry makanan produk unggulan Kabupaten Purwakarta ?
1.3Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian 1.3.1Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1. Mengetahui gambaran modal kerja, perilaku kewirausahaan dan
pendapatan pengusaha home industry makanan produk unggulan
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
2. Mengetahui pengaruh modal kerja terhadap pendapatan pengusaha home
industry makanan produk unggulan Kabupaten Purwakarta.
3. Mengetahui pengaruh perilaku kewirausahaan terhadap pendapatan
pengusaha home industry makanan produk unggulan Kabupaten
Purwakarta.
1.4Manfaat Penelitian
1) Dari segi ilmiah, penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu
pengetahuan, khususnya tentang ekonomi mikro dalam memberikan
gambaran dan infromasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi
pendapatan pengusaha kecil.
2) Secara praktis diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran serta
informasi mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan
pengusaha home industry makanan produk unggulan kabupaten
purwakarta. Selain itu, juga dapat memberikan masukan kepada para
pengusaha home industry makanan produk unggulan kabupaten
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
Objek penelitian merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari suatu
penelitian. Objek penelitian merupakan sumber diperolehnya data dari penelitian
yang dilakukan. Dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel
terikat. Dimana Pendapatan (Y) merupakan variabel terikat sedangkan Modal
Kerja (X1) dan Perilaku Kewirausahaan (X2) merupakan variabel bebas. Adapun
yang menjadi subjek penelitiannya adalah pengusaha Home Industry makanan
produk unggulan Kabupaten Purwakarta.
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan langkah-langkah kerja atau prosedur
penelitian yang akan dilakukan pada saat mengumpulkan, mengorganisir,
menganalisa, serta menginterpretasikan data. Metode penelitian atau metode
ilmiah adalah prosedur atau langkah-langkah dalam mendapatkan pengetahuan
ilmiah. Jadi metode penelitian adalah cara sistematis untuk menyusun ilmu
pengetahuan. (Suryana, 2010: 10).
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey
eksplanatory yaitu suatu metode penelitian yang bermaksud menjelaskan
hubungan antar variabel dengan menggunakan pengujian hipotesis.
Adapun pengertian penelitian survey menurut Masri Singarimbun (2005:
3) adalah penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan
menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Tujuan dari
penelitian eksplanatory adalah untuk menjelaskan atau menguji hubungan antar
variabel yang diteliti.
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
3.3.1 Populasi
Menurut Sudjana (2005 : 6) Populasi adalah totalitas semua nilai yang
mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif
mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan
jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya. Populasi adalah wilayah generalisasi
yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya (Sugiono, 2002:72). Jadi dapat disimpulkan bahwa populasi
merupakan keseluruhan karakteristik objek penelitian yang ingin dipelajari dan
dapat ditarik kesimpulan.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha home industry
makanan yang termasuk kedalam produk unggulan yang ada di kabupaten
Purwakarta yang berjumlah 239 orang.
3.3.2 Sampel
Sampel menurut Sudjana (2005 : 6) adalah sebagian yang diambil dari
populasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan rumus dari
Taro Yamane yang dikutip oleh Riduwan (2010:65). Adapun rumus pengambilan
sampel tersebut adalah sebagai berikut :
Dimana:
n : ukuran sampel keseluruhan
N : ukuran populasi sampel
d : tingkat presisi yang diharapkan
Trie Herawati Januar , 2015
Berdasarkan perhitungan tersebut maka sampel minimal yang digunakan
dalam penelitian ini adalah sebanyak 149,69 pengusaha home industry, dan
peneliti memutuskan bahwa sampel yang akan diambil yaitu sebanyak 150
pengusaha home industry.
3.4 Operasional Variabel
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
Konsep Teoritis Variabel Definisi Operasional Sumber Data
Dependent
Pendapatan adalah total penerimaan (TR) yang
diterima oleh
perusahaan dari hasil penjualannya (Case and Fair, 2007: 205)
Pendapatan (Y)
Jumlah pendapatan (PxQ) yang diterima oleh pengusaha home industry makanan dalam 3 bulan terakhir yang dinyatakan dalam rupiah.
Jawaban responden mengenai pendapatan bersih bulanan yang diterima, diukur melalui:
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN memproduksi barang
menunjukan jiwa, sikap dan perilaku kewirausahaan resiko, dengan indikator: - Menyukai tantangan sendiri dan optimis untuk sukses
3. Kemampuan Manajerial -Membuat perencanaan
Trie Herawati Januar , 2015
kualitas karyawan untuk menjaga kualitas
makanan
-Mengevaluasi hasil kerja minimal sekali dalam satu bulan apakah memenuhi target atau tidak
4. Kemampuan memimpin perusahaan
-Berkomunikasi dengan baik dengan karyawan
-Menerima saran, ide dan kritik dari karyawan
3.5 Sumber dan Jenis Data
Sumber Data dalam penelitian adalah subjek darimana data dapat
diperoleh (Suharsimi Arikunto, 2010: 172). Adapun sumber data dalam penelitian
ini yaitu
1. Data Primer
Data primer merupakan data yang dihimpun langsung oleh peneliti. Data ini
diperoleh dari pengusaha home industry makanan produk unggulan kabupaten
purwakarta.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh melalui tangan kedua. Data ini
diperoleh dari laporan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat
(DISPERINDAG), Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan
Kabupaten Purwakarta, artikel, jurnsl dan sumber lainnya.
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
Pengumpulan data dengan teknik tertentu sangat diperlukan dalam analisis
anggapan dasar dan hipotesis karena teknik-teknik tersebut dapat menentukan
lancer tidaknya suatu proses penelitian. Untuk mendapatkan data yang diperlukan,
maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Angket atau kuesioner, yaitu pengumpulan data melalui penyebaran
seperangkat pernyataan maupun pertanyaan tertulis yang disusun dan
disebarluaskan untuk mendapatkan keterangan sumber data. Teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya
(Sugiyono, 2012: 199). Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 268), sebelum
menyusun angket harus melalui beberapa prosedur yaitu:
1. Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner
2. Mengidentifikasi variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner
3. Menjabarkan setiap variabel menjadi sub-variabel yang lebih
spesifik dan tunggal.
4. Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus untuk
menentukan teknik analisisnya.
2. Wawancara, yaitu suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk
memperoleh informasi langsung dari sumbernya.
3. Observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek
penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan.
4. Studi Dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan mencatat
hal-hal yang sudah ada. Studi ini digunakan untuk memperoleh data langsung
dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan,
peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, dan data yang
Trie Herawati Januar , 2015
3.7 Pengujian Instrumen, Skala Pengukuran dan Penguji Instrument Penelitian
3.7.1 Instrumen Penelitian
Penyusunan instrument penelitian merupakan salah satu rangkaian
kegiatan yang sangat penting dalam penelitian, karena data yang digunakan untuk
menjawab masalah tersebut diperoleh melalui instrument.berkaitan dengan hal
tersebut, maka untuk memperoleh data tentang variabel-variabel yang akan diteliti
maka instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner.
3.7.2 Skala Pengukuran
Dalam penelitian ini, skala yang digunakan dalam instrumen penelitian ini
adalah skala likert. Skala likert sering disebut juga sebagai summated rattings
scale method yaitu teknik atau metode penskalaan berbasis pendekatan respon
dimana item-item pernyataannya disusun dalam lima kategori jawaban berjenjang
(Kusnendi, 2005 :63). Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat,
dan persepsi seseorang atau kelompok tentang kejadian atau gejala sosial, dengan
menggunakan skala likert maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi
dimensi. Dimensi tersebut akan dijabarkan menjadi sub variabel kemudian
dijabarkan lagi menjadi indikator-indikator yang dapat diukur. Indikator yang
terukur tersebut kemudian dijadikan sebagai titik tolak untuk membuat instrumen
yang berupa pertanyaan atau pernyataan yang perlu dijawab oleh responden.
(Riduwan: 2002).
Setiap jawaban dari pertanyaan ataupun pernyataan yang diajukan
kemudian diberikan skor seperti :
a) Sangat setuju/ sangat puas/ sangat sering/ sangat baik diberi skor 5
b) Setuju/ puas/ sering/ baik diberi skor 4
c) Ragu-ragu/ kadang-kadang 3
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN e) Sangat tidak setuju/ tidak pernah diberi skor 1
3.7.3. Penguji Instrumen
Sebagaimana dirancang dalam operasionalisasi variabel, data-data yang
terkumpul dari hasil kuisioner dianalisis kebenarannya melalui uji validitas dan
reliabilitas. Agar hasil penelitian tidak bias dan diragukan kebenarannya maka alat
ukur tersebut harus valid dan reliable. Untuk itulah terhadap kuisioneryang
diberikan kepada responden dilakukan 2 macam tes validitas dan tes reliabilitas.
1. Tes Validitas
Validitas menurut Suharsimi Arikunto (2010 : 211), adalah suatu ukuran
yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument.
Suatu instrument yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya,
instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Rumus korelasi
yang dapat digunakan adalah yang dikemukakan oleh Pearson, yang dikenal
dengan rumus korelasi product moment sebagai berikut :
diperoleh dari hasil perhitungan dibandingkan dengan nilai dari tabel korelasi nilai
r dengan derajat kebebasan (n-2), dimana n menyatakan jumlah banyaknya
responden dimana :
Trie Herawati Januar , 2015 r hitung r 0,05 = tidak valid.
Jika instrumen itu valid, maka dilihat kriteria penafsiran mengenai indeks
korelasinya (Suharsimi Arikunto, 2010: 75) yaitu sebagai berikut :
Antara 0,800 – 1,000 : sangat tinggi
Antara 0,600 – 0,799 : tinggi
Antara 0,400 – 0,599 : cukup tinggi
Antara 0,200 – 0,399 : rendah
Antara 0,000 – 0,199 : sangat rendah (tidak valid).
Penafsiran harga koefisien korelasi ada dua cara yaitu:
1. Dengan melihat harga r dan diinterpretasikan misalnya korelasi tinggi, cukup,
dan sebagainya.
2. Dengan berkonsultasi ke tabel harga kritik r product moment sehingga dapat
diketahui signifikan tidaknya korelasi tersebut. Jika harga r lebih kecil dari
harga kritik dalam tabel, maka korelasi tersebut tidak signifikan. Begitu juga
arti sebaliknya.
Suatu instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas tinggi.
Sebaliknya, instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah.
Pengujian ini dilakukan dengan menentukan item valid atau tidak valid
menggunakan tingkat signifikan koefisien korelasi dimana item dikatakan valid
jika r hitung > r tabel. Uji validitas instrument dalam penelitian ini adalah :
1. Pendapatan (Y)
Pendapatan Pengusaha selama 3 bulan yang diujikan pada 150 responden
2. Modal Kerja (X1)
Modal Kerja pengusaha selama 3 bulan yang diujikan pada 150 responden
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
Perilaku kewirausahaan yang terdiri dari 4 dimensi dan 20 item yang
diujikan pada 150 responden
Berdasarkan perhitungan didapat bahwa semua item soal valid
sebagaimana yang ditunjukan pada Tabel 3.2 berikut ini :
Tabel 3.2
Rekapitulasi Validitas Variabel Perilaku Kewirausahaan (X1) No
Trie Herawati Januar , 2015
2. Uji Reabilitas
Reliabilitas menurut Suharsimi Arikunto (2010: 221) menunjuk pada suatu
pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan
sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Untuk
menghitung uji reliabilitas, penelitian ini menggunakan rumus alpha dari
Cronbach sebagaimana berikut:
r : reliabilitas instrument
k : banyaknya butir pertanyaan
Selanjutnya, untuk melihat signifikansi reliabilitasnya dilakukan dengan
mendistribusikan rumus student t, yaitu:
thit = √ √
Dengan kriteria : Jika thitung> ttabel, maka instrument penelitian reliabel dan
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 221), reabilitas menunjuk pada suatu
instrument dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena
instrument tersebut sudah baik. Instrument yang sudah dapat dipercaya, yang
reliable akan menghasilkan data yang dipercaya juga. Pengujian ini dilakukan
dengan menentukan item valid atau tidak valid menggunakan tingkat signifikansi
koefisien korelasi dimana item dikatakan valid jika r hitung > r tabel. Uji validitas
ditunjukkan oleh tabel berikut ini:
Tabel 3.3
Uji Reabilitas Variabel Perilaku Kewirausahaan
∑Var Item 15.44
Var Total 118.16
Reabilitas 0.87
r tabel 0.16
Pada tabel 3.3 di atas, menunjukkan bahwa instrumen penelitian pada
variabel-variabel penelitian memiliki r hitung lebih besar dari pada r tabel untuk α
= 0,05 dan derajat bebas (df) yaitu 0,16. Dengan kata lain semua item
masing-masing variabel penelitian ini reliabel atau instrumen dapat dipercaya.
3.8 Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis 3.8.1 MSI (Methods of Succesive Interval)
Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda (multiple
linear regression method), tujuannya untuk mengetahui variabel-variabel yang
dapat mempengaruhi perilaku kewirausahaan. Alat bantu analisis yang digunakan
yaitu program komputer SPSS 16.
Agar hipotesis yang telah dirumuskan dapat diuji maka diperlukan
Trie Herawati Januar , 2015
dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data ordinal. Dengan adanya data
berjenis ordinal maka data tersebut harus diubah terlebih dahulu menjadi data
interval dengan menggunakan Methods of Succesive Interval (MSI) dengan
langkah-langkah sebagai berikut:
a) Untuk butir tersebut berupa banyak orang yang mendapatkan (menjawab)
skor 1,2,3,4,5 yang disebut frekuensi.
b) Setiap frekuensi dibagi dengan banyaknya responden dan hasilnya disebut
Proporsi (P).
c) Tentukan proporsi kumulatif (PK) dengan cara menjumlah antara proporsi
yang ada dengan proporsi sebelumnya.
d) Dengan menggunakan tabel distribusi normal baku, tentukan nilai Z untuk
setiap kategori.
e) Tentukan nilai densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh dengan
menggunakan tabel ordinat distribusi normal.
f) Hitung SV (Scale of Value = nilai skala) dengan rumus sebagai berikut:
SV= (Density of Lower Limit) – (Density at Upper Limit)
(Area Bellow Upper Limit) – (Area Bellow Lower Limit)
g) Tentukan nilai transformasi dengan menggunakan rumus:
Y = SV + (1+ |SV min|)
Dimana nilai k = 1 + |SV min|
Model analisis yang digunakan untuk melihat pengaruh antara
variabel-variabel bebas terhadap variabel-variabel terikat serta untuk menguji kebenaran dari
hipotesis akan digunakan model persamaan regresi berganda sebagai berikut:
Y = a0 + β1X1 + β2X2 + e
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN Y = Pendapatan
a = Konstanta β = Koefisien regresi
X2 = Perilaku Kewirausahaan
e = error
3.9Pengujian Hipotesis
3.10.1 Uji t ( Uji Hipotesis Parsial)
Uji t dilakukan guna mengetahui tingkat signifikasi secara statistik dari
pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Dengan kriteria pengujian
hipotesis yang digunakan adalah dengan menggunakan α = 0,05 dan derajat bebas
(df)= n-k-1.
1) Pengujian ini dilakukan untuk menguji hipotesis:
Ho : βi≤ 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh X terhadap Y.
Hi : βi > 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh X terhadap Y.
2) Menghitung nilai statistik t (t hitung) dan mencari nilai-nilai t kritis dari tabel
distribusi t pada α dan degree of fredom tertentu. Adapun nilai t hitung dapat
dicari dengan formula sebagai berikut :
(Yana Rohmana, 2010:74)
Dimana merupakan nilai dari hipotesis nul.
Atau, secara sederhana t hitung dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
(Yana Rohmana, 2010:74)
3) Membandingkan nilai t hitung dengan t kritisnya (t tabel) dengan α = 0,05.
Keputusannya menerima atau menolak H0, sebagai berikut :
Jika t hitung > nilai t kritis maka H0 ditolak atau menerima H1, artinya
Trie Herawati Januar , 2015
Jika t hitung < nilai t kritisnya maka H0 diterima atau menolak H1,
artinya variabel itu tidak signifikan.
Kaidah keputusan:
Tolak Ho jika t hit> t tabel, dan terima Ho jika t hit< t tabel.
3.10.2 Uji F ( Uji Hipotesis Simultan)
Uji F atau pengujian koefiien regresi secara simultan dilakukan untuk
mengetahui pengaruh bersama secara keseluruhan terhadap variabel terikat
dengan derajat bebas v1 = k dan v2 = n-k-1. Untuk mengetahui pengaruh secara
simultan digunakan rumus :
∑
Maka kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut :
Uji hipotesis dapat diketahui dengan membandingkan antara Fhitung dengan Ftabel
sebagai berikut :
a) Hipotesis
H0 : tidak terdapat pengaruh , , terhadap Y
H1 : terdapat pengaruh , , terhadap Y
b) Ketentuan
Jika Fhitung ≥ Ftabel(n-k-1), maka pengaruh bersama antara variabel bebas secara
keseluruhan terhadap variabel terikat adalah signifikan. (H0 ditolak, H1
diterima)
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
Menurut Gujarati (2001: 98) dijelaskan bahwa koefisien determinasi (R2)
adalah angka yang menunjukkan besarnya derajat kemampuan menerangkan
variabel bebas terhadap variabel terikat dari fungsi tersebut. Koefisien determinasi
sebagai alat ukur kebaikan dari persamaan regresi yaitu memberikan proporsi atau
presentase variabel total dalam variabel tidak bebas Y yang dijelaskan oleh
variabel bebas X.
Pengujian ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana perubahan variabel
terikat dijelaskan oleh variabel bebasnya. Untuk menguji hal ini digunakan rumus
koefisien determinasi sebagai berikut :
R2 = ESS
TSS
= ∑ ̂ – ̅
∑ ̅ (Agus Widarjono, 2005: 39)
Nilai R2 berkisar antara 0 dan 1 (0 < R2 < 1), dengan ketentuan sebagai berikut :
Jika R2 semakin mendekati angka 1, maka hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat semakin erat/ dekat atau dengan kata lain model
tersebut dapat dinilai baik
Jika R2 semakin menjauhi angka 1, maka hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat jauh atau tidak erat atau dengan kata lain model
Trie Herawati Januar , 2015
3.10 Pengujian Asumsi Klasik
Dalam menggunakan model regresi berganda dengan metode OLS maka
data harus bebas dari uji asumsi klasik yang terdiri dari multikolinieritas,
heteroskesdasitas dan autokorelasi.
3.10.1 Uji Multikolinearitas
Multikolinearitas adalah situasi di mana terdapat korelasi variabel bebas
antara satu variabel dengan yang lainnya. Dalam hal ini dapat disebut
variabel-variabel tidak ortogonal. Variabel yang bersifat ortogonal adalah variabel-variabel yang
nilai korelasi antara sesamanya sama dengan nol. Ada beberapa cara untuk
medeteksi keberadaan Multikolinearitas dalam model regresi OLS (Gujarati,
2001:166), yaitu:
1) Mendeteksi nilai koefisien determinasi (R2) dan nilai thitung. Jika R2 tinggi
(biasanya berkisar 0,7 – 1,0) tetapi sangat sedikit koefisien regresi yang
signifikan secara statistik, maka kemungkinan ada gejala multikolinieritas.
2) Melakukan uji kolerasi derajat nol. Apabila koefisien korelasinya tinggi, perlu
dicurigai adanya masalah multikolinieritas. Akan tetapi tingginya koefisien
korelasi tersebut tidak menjamin terjadi multikolinieritas.
3) Menguji korelasi antar sesama variabel bebas dengan cara meregresi setiap Xi
terhadap X lainnya. Dari regresi tersebut, kita dapatkan R2 dan F. Jika nilai
Fhitung melebihi nilai kritis Ftabel pada tingkat derajat kepercayaan tertentu,
maka terdapat multikolinieritas variabel bebas.
4) Regresi Auxiliary. Kita menguji multikolinearitas hanya dengan melihat
hubungan secara individual antara satu variabel independen dengan satu
variabel independen lainnya.
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
Dalam penelitian ini, cara mendeteksi ada atau tidaknya multikoliniearitas
dengan perhitungan nilai TOL & VIF
Apabila terjadi Multikolinearitas menurut Yana Rohmana (2010:149-154)
disarankan untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1) Tanpa ada perbaikan
2) Dengan perbaikan:
a. Adanya informasi sebelumnya (informasi apriori).
b. Menghilangkan salah satu variabel independen.
c. Menggabungkan data Cross-Section dan data Time Series.
d. Transformasi variabel.
e. Penambahan Data.
3.10.2 Uji Heteroskedastisitas
Salah satu asumsi pokok dalam model regresi linier klasik adalah bahwa
varian-varian setiap disturbance term yang dibatasi oleh nilai tertentu mengenai
variable-variabel bebas adalah berbentuk suatu nilai konstan yang sama dengan δ2
. inilah yang disebut sebagai asumsi heterokedastisitas (Gujarati, 2001:177).
Heteroskedastisitas berarti setiap varian disturbance term yang dibatasi
oleh nilai tertentu mengenai variabel-variabel bebas adalah berbentuk suatu nilai
konstan yang sama dengan atau varian yang sama. Uji heteroskedasitas
bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian
dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian residual satu
pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokesdasitas dan jika
berbeda disebut heteroskedasitas. Keadaan heteroskedastis tersebut dapat terjadi
karena beberapa sebab, antara lain :
1. Sifat variabel yang di ikutsertakan kedalam model.
2. Sifat data yang digunakan dalam analisis. Pada penelitian dengan
Trie Herawati Januar , 2015
Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mengetahui adanya
heteroskedastisitas (Agus Widarjono, 2005:147-161), yaitu sebagai berikut :
1) Metode grafik, kriteria yang digunakan dalam metode ini adalah :
a. Jika grafik mengikuti pola tertentu misal linier, kuadratik atau hubungan
lain berarti pada model tersebut terjadi heteroskedastisitas.
b. Jika pada grafik plot tidak mengikuti pola atau aturan tertentu maka pada
model tersebut tidak terjadi heteroskedastisitas.
2) Uji Park (Park test), yakni menggunakan grafik yang menggambarkan
keterkaitan nilai-nilai variabel bebas (misalkan X1) dengan nilai-nilai taksiran
variabel pengganggu yang dikuadratkan (^u2).
3) Uji Glejser (Glejser test), yakni dengan cara meregres nilai taksiran absolut
korelasi rank spearman tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi
heteroskedastisitas berdasarkan rumusan berikut :
5) Uji White (White Test). Pengujian terhadap gejala heteroskedastisitas dapat
dilakukan dengan melakukan White Test, yaitu dengan cara meregresi
residual kuadrat dengan variabel bebas, variabel bebas kuadrat dan perkalian
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN apabila χ2
hitung> χ2tabel maka hipotesis yang mengatakan bahwa terjadi
heterokedasitas diterima, dan sebaliknya apabila χ2
hitung < χ2tabel maka
hipotesis yang mengatakan bahwa terjadi heterokedasitas ditolak. Dalam metode White selain menggunakan nilai χ2
hitung, untuk memutuskan apakah
data terkena heteroskedasitas, dapat digunakan nilai probabilitas Chi Squares
yang merupakan nilai probabilitas uji White. Jika probabilitas Chi Squares
<α, berarti Ho ditolakjika probabilitas Chi Squares >α, berarti Ho diterima.
Dalam mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas penulis
menggunakan grafik dengan bantuan SPSS 16.
3.10.3 Uji Autokorelasi
Secara harfiah, autokorelasi berarti adanya korelasi antara anggota
observasi satu dengan observasi lain yang berlainan waktu. Dalam kaitannya
dengan asumsi metode OLS, autokorelasi merupakan korelasi antara satu residual
dengan residual yang lain. Sedangkan salah satu asumsi penting metode OLS
berkaitan dengan residual adalah tidak adanya hubungan antara residual satu
dengan residual yang lain (Agus Widarjono, 2005:177). Akibat adanya
autokorelasi adalah:
1. Varian sampel tidak dapat menggambarkan varian populasi.
2. Model regresi yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan untuk menduga nilai
variabel terikat dari nilai variabel bebas tertentu.
3. Varian dari koefisiennya menjadi tidak minim lagi (tidak efisien), sehingga
koesisien estimasi yang diperoleh kurang akurat.
4. Uji t tidak berlaku lagi, jika uji t tetap digunakan maka kesimpulan yang
diperoleh salah.
Adapun cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi pada model
Trie Herawati Januar , 2015
1) Graphical method, metode grafik yang memperlihatkan hubungan residual
dengan trend waktu.
2) Runs test, uji loncatan atau uji Geary (geary test).
3) Uji Breusch-Pagan-Godfrey untuk korelasi berordo tinggi
4) Uji dDurbin-Watson, yaitu membandingkan nilai statistik Durbin-Watson
hitung dengan Durbin-Watson tabel.
5) Nilai Durbin-Watson menunjukkan ada tidaknya autokorelasi baik positif
maupun negatif, jika digambarkan akan terlihat seperti pada gambar
6)
Gambar 3.1
Statistika d Durbin- Watson
Keterangan: dL = Durbin Tabel Lower
dU= Durbin Tabel Up
H0 = Tidak ada autkorelasi positif
H*0= Tidak ada autkorelasi negatif
Dalam penelitian ini, cara untuk mendeteksi adanya autokorelasi
menggunakan uji Uji Durbin-Watson, yaitu membandingkan nilai statistik
Durbin-Watson hitung dengan Durbin-Watson tabel.
Trie Herawati Januar , 2015
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari hasil pembahasan
analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yang terdapat variabel
modal kerja dan perilaku kewirausahaan maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Gambaran mengenai pendapatan pengusaha home industry makanan
produk unggulan kabupaten purwakarta sebagian besar berada dalam
kategori sangat rendah, modal kerja pengusaha home industry makanan
produk unggulan kabupaten purwakarta sebagian besar dalam kategori
sangat rendah sementara perilaku kewirausahaan pengusaha home industry
makanan produk unggulan kabupaten purwakarta berada dalam kategori
sedang yaitu diantara berada pada skor 6000-12000.
2. Modal Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan.
Artinya semakin tinggi modal kerja yang dimiliki pengusaha maka
pendapatan usaha akan semakin besar. Modal kerja pengusaha home
industry makanan produk unggulan kabupaten purwakarta sebagian besar
berada dalam kategori sangat rendah.
3. Perilaku kwirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pendapatan. Artinya semakin tinggi perilaku kewirausahaan yang dimiliki
pengusaha maka pendapatan usaha akan semakin besar. Perilaku
kewirausahaan yang dimiliki pengusaha home industry makanan produk
unggulan kabupaten purwakarta rata-rata berada dalam kategori sangat
tinggi atau sudah baik. Hal tersebut dapat dilihat dari indikator-indikator
dari perilaku kewirausahaan berupa inovasi, keberanian menghadapi
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah diuraikan, saran
yang penulis berikan adalah sebagai berikut :
1. Para pengusaha home industry makanan produk unggulan kabupaten
purwakarta untuk meningkatkan modal kerja agar pendapatan yang
diterimapun bisa meningkat.
2. Perlaku kewirausahaan berpengaruh terhadap pendapatan pengusaha home
industry makanan produk unggulan kabupaten purwakarta. Oleh karena itu
perilaku kewirausahaan pengusaha harus terus ditingkatkan meliputi aspek
inovasi, keberanian dalam mengambil risiko, kemampuan manajerial dan
kepemimpinan. Selain itu para pengusaha perlu meningkatkan
kemampuannya dalam bidang pengetahuan dan keterampilan serta
wawasan dengan cara mempelajari buku-buku, internet, atau menghadiri
seminar kewirausahaan sehingga dapat memperkaya pengetahuan
pengusaha dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatannya.
3. Bagi pemerintah perlunya kebijakan yang lebih berpihak kepada usaha
kecil terkait dengan kemudahan memperoleh modal dan kredit usaha
4. Selain faktor-faktor yang diteliti, faktor lainnya yang dapat mempengaruhi
pendapatan perlu diperhatikan oleh para pengusaha seperti daya saing,
pengalaman usaha, sarana prmosi, lokasi dsb. Juga dapat meneliti variabel
yang terdapat pada skripsi ini merupakan sesuatu yang besar yang dapat
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
____________. 2014. Purwakarta Dalam Angka. Purwakarta : Badan Pusat Statistik.
Ahman, E. R. (2009). Teori Ekonomi Mikro. Bandung: Laboratorium Prodi Pendidikan Ekonomi UPI Bandung.
Alma, B. (2007). Pengantar Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Andreas. (2011). Manajemen Industri. Bandung: Ramadhan Citra Grafika.
Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek . Jakarta: Rineka Cipta.
Budiwati, N. S. (2010). Manajemen Keuangan Koperasi Konsep dan Aplikasi. Bandung : Laboratorium Koperasi Universitas Pendidikan Indonesia.
Case and Fair.(2002). Prinsip-Prinsip Ekonomi Mikro. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Prenhallindo
Case, Fair. (2007). Prinsip-Prinsip Ekonomi. Jakarta: Erlangga
Damodar, Gujarati. (2001). Ekonometrika Dasar. Jakarta: Erlangga.
Gaspersz, Vincent. (2001). Ekonomi Manajerial : Pembuatan Keputusan Bisnis. Jakarta PT Gramedia Pustaka Utama
Hasibuan, M.S.P (2005). Manajemen: Dasar, Pengertian Dan Masalah. (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.
Henry Faizal Noor (2007). Ekonomi Manajerial, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada
Joesron, Tati Suhartati. 2002. Teori Ekonomi Mikro. Jakarta: PT Salemba Empat.
Kusnendi. (2005). Komputasi Statistik Analisis Jalur Melalui Aplikasi Program SPSS. Program Pendidikan Ekonomi dan Koperasi UPI; Bandung
Lipsey, RG & steiner PO.(2003). pengantar Mikro Ekonomi : Edisi kesepuluh terjemahan A. Jaka Wasana & Kibrandoko. Jakarta: Binarupa Aksara.
Mankiw, N. Gregory. 2006. Makroekonomi Edisi Keenam. Jakarta : Erlangga
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Riduwan. (2010). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta
Riyanto, Bambang. (1991). Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada; Yogyakarta
Rohmana,Yana. (2010). Ekonometrika Teori dan Aplikasi Eviews. Bandung: Laboratorium Ekonomi dan Koperasi.
S, Munawir. (2004). Analisis Laporan Keuangan. Edisi ke-4. Yogyakarta: Liberty. Sudjana. (2005). Metode Statistika Edisi Enam. Bandung: Tarsito.
Sugiono. (2002). Metode Penelitian Administrasi. Bandung; Alfabeta
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta
Sukirno, Sadorno.(2002). Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Samuelson, P.A. & W.D. Nordhaus. (1993) Mikro Ekonomi. Erlangga ; Jakarta
Samuelson, Paul A. (1997). Mikro Ekonomi. Jakarta :Erlangga.
Samuelson, Paul A. (2001). Mikro Ekonomi. Jakarta :Erlangga
Suryana. (2006). Kewirausahaan, Pedoman Praktis : Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat.
Suryana. (2010). Metodologi Penelitian. Universitas Pendidikan Indonesia.
Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. (2005). Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES
Swastha, Basu dan Irawan. (2000). Bisnis Pengantar Bisnis Modern (Edisi II, get VHI). Yogyakarta: Liberty.
Tambunan, Tulus. (2002). Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia. Jakarta : Salemba Empat.
Wasis. (1992). Pengantar Ekonomi Perusahaan. Penerbit Alumni; Bandung
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN
Kuncoro, Mudrajad.(2008). Online. Harian Bisnis Indonesia.. Diakses pada tanggal 20 Maret 2015, pukul 16.10 WIB.
Gunawa, Iwan.(2013) “Nilai tukar rupiah melemah berdampak pada UMKM di
Jabar” (online). Tersedia: http://www.dprd-bandungkota.go.id/beranda/
berita-umum/432-nilai-tukar-rupiah-melemah-berdampak-pada-UMKM-di-jabar.html. Diakses pada tanggal 20 Maret 2015, pukul 17.00 WIB.
Nul, Lukman Hakim. (2013). “industry kecil yang kantongi pirt masih minim”. (online). Tersedia: http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-barat-nasional/13/06/16/moh9d0-industri-kecil-yang-kantongi-pirt-masih-minim..
Diakses pada tanggal 20 Maret 2015, pukul 18.00 WIB.
Usaha Kecil dan Menengah (UKM).2008. [Online] Tersedia di :
http://infoukm.wordpress.com/2008/08/11/kinerja-ukm-di-indonesia/ [09/12/2013
http://www.depkop.go.id
Jurnal Dan Skripsi pada tanggal
Sasetyowati dan Kurniawati.(2012). Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Sembako (Studi Kasus Pada Pedagang Sembako di Pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran).Jurnal Upi Volume 7 No.2 Desember 2012.
Aprilianti, Santika.(2007). Pengaruh Perilaku Kewirausahaan, Persaingan dan Lokasi Usaha Terhadap Pendapatan Para Pengusaha Pakaian Jadi di Plaza Parahyangan Kota Bandung. Skripsi pada FPEB UPI tidak diterbitkan.
Widya.2011.Strategi Meningkatkan Kualitas Produk Untuk Menang Dalam
Kompetisi. Vol 10 No.3. April 2011.
Dila, Fila Sari. (2011). Pengaruh Perilaku Kewirausahaan Dan Persaingan Terhadap Pendapatan Pedagang Di Daerah Wisata Pantai Pangandaran (Studi Kasus Pada Pedagang Di Sepanjang Pantai Pangandaran Kabupaten Ciamis). Skripsi Upi tidak dipublikasikan.
Trie Herawati Januar , 2015
PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN