• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODAL KERJA DAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PENDAPATAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODAL KERJA DAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PENDAPATAN."

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

TERHADAP PENDAPATAN

(Studi Kasus pada Pengusaha Home Industry Makanan Produk Unggulan Kabupaten Purwakarta)

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh Ujian Sarjana Pendidikan pada Program Pendidikan Ekonomi

Oleh

Trie Herawati Januar 1106161

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS

(2)

PENGARUH MODAL KERJA DAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PENDAPATAN (Studi Kasus pada Pengusaha Home Industry

Makanan Produk Unggulan Kabupaten Purwakarta)

Oleh

Trie Herawati Januar

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

© Trie Herawati Januar 2015

Universitas Pendidikan Indonesia

Oktober 2015

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,

(3)

PENGARUH MODAL KERJA DAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PENDAPATAN (STUDI KASUS PADA PENGUSAHA HOME

INDUSTRY MAKANAN PRODUK UNGGULAN KABUPATEN PURWAKARTA)

Bandung, Oktober 2015 Skripsi ini disetujui oleh:

Pembimbing

Prof. Dr. H. Disman, MS NIP.19590209 198412 1 001

Mengetahui,

Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

UPI Bandung

(4)

.

Oleh

Trie Herawati Januar 1106161

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu pendapatan para pengusaha home industry makanan produk unggulan kabupaten purwakarta yang terus menerus mengalami penurunan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Modal Kerja dan Perilaku Kewirausahaan Terhadap Pendapatan Pengusaha home industry Makanan.

Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian yaitu para pengusaha home industry makanan di kabupaten purwakarta. Sampel 150 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survey eksplanatori yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara modal kerja terhadap pendapatan dan perilaku kewirausahaan terhadap pendapatan, dengan menggunakan angket sebagai alat pengumpul data dan teknik analisisnya menggunakan regresi linier berganda, sedangkan dalam analisis data menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for Windows.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa secara parsial variabel modal kerja dan perilaku kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Artinya semakin tinggi modal kerja dan perilaku kewirausahaan yang dimiliki pengusaha maka akan semakin tinggi pula pendapatan yang dimiliki pengusaha.

(5)

Trie Herawati Januar , 2015

By

Trie Herawati Januar 1106161

The main isue proposed in this study is about the entrepreneurs’ revenue which has reduction for the last three months. The aim of this research is to know the effect of capital asset and behavior of entrepreneurs to revenue home indutry food of Entrepreneurs.

The subject of this research is home indutry food of Entrepreneurs Featured Products in districts Purwakarta. This subject of this study is 150 entrepreneurs of home industry food. Then, the method used in this study is explanatory survey distributing questionnaire as the tool to gather the date. Besides, is also uses simple linear regression as the technique in collecting the data supporting by SPPS 16.00 for Windows.

Based on the research results obtained that partoally the capital asset and behavior of entrepreneurs variable shave a positive and significant effect on the entrepreneurs’ revenue. This means that the capital asset and entrepreneurial behavior of entrepreneurs who owned the higher the income owned by Entrepreneurs.

Keywords: Capital Assets, Enterpreneurial Behavior, Revenue

(6)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

UCAPAN TERIMA KASIH...Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI ... 1 DAFTAR TABEL...Error! Bookmark not defined. DAFTAR GAMBAR ...Error! Bookmark not defined. BAB IPENDAHULUAN ...Error! Bookmark not defined.

1.1 Latar Belakang ...Error! Bookmark not defined.

1.2 Rumusan Masalah ...Error! Bookmark not defined.

1.3 Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian ...Error! Bookmark not defined.

BAB IIKAJIAN PUSTAKA,KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS ...Error! Bookmark not defined.

2.1 Kajian Pustaka ... Error! Bookmark not defined.

2.1.1 Konsep Pendapatan ... Error! Bookmark not defined.

2.1.1.1 Jenis-jenis Pendapatan... Error! Bookmark not defined.

2.1.1.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan ... Error!

Bookmark not defined.

2.1.2 Konsep Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ... Error!

Bookmark not defined.5

2.1.2.1 Pengertian Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) ... Error! Bookmark not defined.5

2.1.2.2 Kriteria Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) 16

2.1.3 Struktur Pasar ... Error! Bookmark not defined.7

2.1.4 Konsep Modal Kerja ... Error! Bookmark not defined.

(7)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu not defined.

2.1.5 Konsep Perilaku Kewirausahaan.. Error! Bookmark not defined.5

2.1.5.1 Konsep Perilaku ... Error! Bookmark not defined.5

2.1.5.2 Konsep Kewirausahaan ... Error! Bookmark not defined.7

2.1.5.3 Karakteristik Perilaku KewirausahaanError! Bookmark not

defined.8

2.1.5.4 Unsur-unsur Perilaku Kewirausahaan ... 30

2.1.5.5 Pengaruh Perilaku Kewirausahaan Terhadap Pendapatan.. 35

2.2 Kajian Empiris... Error! Bookmark not defined.

2.3 Kerangka Pemikiran ... Error! Bookmark not defined.

2.4 Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.

BAB III METODE PENELITIAN ...Error! Bookmark not defined.3

3.1 Objek Penelitian ... Error! Bookmark not defined.3

3.2 Metode Penelitian... Error! Bookmark not defined.3

3.3 Populasi dan Sampel ... Error! Bookmark not defined.3

3.4 Operasional Variabel ... Error! Bookmark not defined.5

3.5 Sumber dan Jenis Data ... Error! Bookmark not defined.7

3.6 Teknik Pengumpulan Data ... Error! Bookmark not defined.7

3.7 Pengujian Instrumen, Skala Pengukuran dan Penguji Instrument Penelitian ... Error! Bookmark not defined.8

3.7.1 Instrumen Penelitian ... Error! Bookmark not defined.8

3.7.2 Skala Pengukuran ... Error! Bookmark not defined.8

(8)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

3.9 Pengujian Hipotesis... Error! Bookmark not defined.4

3.9.1 Uji t ( Uji Hipotesis Parsial) ... Error! Bookmark not defined.4

3.9.2 Uji F ( Uji Hipotesis Simultan)... Error! Bookmark not defined.5

3.9.3 Koefisien Determinasi (R2) ... Error! Bookmark not defined.6

3.10 Pengujian Asumsi Klasik ... Error! Bookmark not defined.7

3.10.1 Uji Multikolinearitas... Error! Bookmark not defined.

3.10.2 Uji Heteroskedastisitas ... Error! Bookmark not defined.

3.10.3 Uji Autokorelasi... Error! Bookmark not defined.0

BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN ...Error! Bookmark not defined.2

4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian ... Error! Bookmark not defined.2

4.2 Gambaran Umum Responden ... Error! Bookmark not defined.2

4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Error! Bookmark

not defined.

4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ...Error! Bookmark not

defined.

4.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir .... Error!

Bookmark not defined.5

4.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Penga laman Usaha ... Error!

Bookmark not defined.6

4.2.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja .. Error!

Bookmark not defined.7

4.2.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Alasan Menekuni Usaha Error!

Bookmark not defined.8

(9)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4.4.1 Hasil Uji t (Parsial) ... Error! Bookmark not defined.6

4.4.2 Hasil Uji F (Simultan) ... Error! Bookmark not defined.7

4.4.3 Hasil Uji R2 ... 88

4.5 Uji Asumsi Klasik... 88

4.6 Pembahasan ... Error! Bookmark not defined.2

4.7 Implikasi Pendidikan ... Error! Bookmark not defined.6

BAB VKESIMPULAN DAN SARAN ... 98

5.1 Kesimpulan... 98

5.2 Saran ... 98

(10)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

kontribusi penting dalam pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan disuatu

Negara. Dari perspektif dunia, diakui bahwa usaha mikro, kecil dan menengah

(UMKM) memainkan peran yang sangat vital di dalam pertumbuhan

pembangunan ekonomi tidak hanya di Negara-negara sedang berkembang, tetapi

juga di Negara maju. Bukti bahwa UMKM dapat berperan pada pertumbuhan

ekonomi di Negara berkembang menurut Tulus Tambunan (2002:19)

Negara-negara sebutan Newly Industrializing Countries (NICs) seperti korea selatan,

singapura dan Taiwan adalah contoh dari Negara yang memiliki laju pertumbuhan

PDB yang tinggi karena kinerja UMKM mereka yang sangat efisien, produktif

dan memiliki tingkat daya saing global yang tinggi. Begitupun UMKM di Negara

berkembang seperti di Indonesia, UMKM sangat penting tidak hanya karena

kelompok usaha tersebut menyerap paling banyak tenaga kerja dibandingkan

usaha besar (UB) tetapi juga di banyak negara karena kontribusinya terhadap

pembentukan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) lebih besar.

UMKM pula dapat bertahan dari krisis ekonomi dunia. Pada saat krisis

moneter melanda, dimana dalam kondisi tersebut banyak perusahaan besar yang

gulung tikar karena ketidakmampuan menahan krisis. Dari ketidakmampuan itu

akibatnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawan tersebut yang

membuat angka pengangguran bertambah. Akibat dari PHK tersebut banyak

masyarakat yang kehilangan pekerjaannya sementara kebutuhan akan hidupnya

semakin menghimpit. Dengan kondisi tersebut para pengusaha kecil menengah

justru dapat bertahan menghadapi badai krisis yang tidak bisa dihadapi

(11)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

merupakan bukti bahwa sektor UMKM ini merupakan bagian dari industri yang

kuat.

Menurut Mudradjad Kuncoro dalam Harian Bisnis Indonesia pada tanggal

21 Oktober 2008 mengemukakan bahwa UMKM terbukti tahan terhadap krisis

dan mampu survive karena, pertama, tidak memiliki utang luar negeri. Kedua,

tidak banyak utang ke perbankan karena mereka dianggap unbankable. Ketiga,

menggunakan input lokal. Keempat, berorientasi ekspor. Selama 1997-2006,

jumlah perusahaan berskala UMKM mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha di

Indonesia.

UMKM sering dikaitkan dengan masalah-masalah ekonomi dan sosial

dalam negeri seperti tingginya tingkat kemiskinan, besarnya jumlah

pengangguran, ketimpangan distribusi pendapatan, proses pembangunan yang

tidak merata antara daerah perkotaan dan perdesaan, serta masalah urbanisasi.

Para ahli ekonomi sudah lama menyadari bahwa sektor industri kecil sebagai

salah satu karakteristik keberhasilan dan pertumbuhan ekonomi.

Tabel 1.1

Data Perkembangan UMKM di Indonesia tahun 2010-2013 Tahun Usaha besar Usaha menengah Usaha kecil Usaha mikro

2008 4.650 39.717 522.124 50.847.771

2009 4.676 41.336 546.643 52.176.771

2010 5.150 42.008 568.397 53.504.969

2011 4.952 44.280 602.195 54.559.969

2012 4.968 48.997 629.418 55.856.176

2013 5.066 52.106 654.222 57.189.393

Sumber : http://www.depkop.go.id

Berdasarkan tabel 1.1 dapat dilihat bahwa jumlah UMKM terus

mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yakni dari tahun 2008-2013. Pada

tahun 2008 jumlah UMKM sebanyak 51.409.612 unit sedangkan usaha besar

hanya 4.650 unit dan sampai pada tahun 2013 jumlah UMKM sebanyak

(12)

Trie Herawati Januar , 2015

digambarkan sebagai sektor yang mempunyai peranan yang penting, karena

sebagian besar jumlah penduduknya berpendidikan rendah dan hidup dalam

kegiatan usaha kecil baik disektor tradisional maupun modern.

Perekonomian Indonesia tahun 2014, UMKM dihadapkan pada

melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Melemahnya nilai tukar

rupiah terhadap dolar berimbas pada para pelaku usaha kecil menengah (UMKM)

di Jawa Barat. Wakil Ketua Kadin Jabar bidang Kemitraan dan UMKM, Iwan

Gunawan, mengatakan,melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar memang

sangat mempengaruhi para pelaku UMKM. Apalagi harga dolar telah tembus di

posisi Rp 12.000, itu akan sangat membebani para pelaku UMKM.1

Tabel 1.2

Perkembangan Jumlah Usaha Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) di Jawa Barat Tahun 2008-2012

Tahun Usaha Kecil Usaha Menengah Usaha Besar

2008 9.832 7.095 1.523

2009 106.752 7.496 1.536

2010 106.592 7.408 1.566

2011 116.062 8.181 3.728

2012 115.749 8.235 1.853

Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat

Berdasarkan tabel 1.2 dapat dilihat bahwa jumlah UMKM dari tahun

2008-2012 terus mengalami peningkatan sedangkan jumlah usaha besar

cenderung berfluktuatif, hanya pada tahun 2011 usaha besar mengalami

peningkatan sebesar 3.728. Jumlah UMKM dari tahun 2008 sampai tahun 2012

mengalami peningkatan sebesar 91,5% sedangkan usaha besar dari tahun 2008

1

(13)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

samapi tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 17,80%. Hal ini menandakan

bahwa dalam pembangunan ekonomi di Indonesia UMKM selalu digambarkan

sebagai sektor yang mempunyai peranan yang penting, karena sebagian besar

jumlah penduduknya berpendidikan rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil

baik disektor tradisional maupun modern.

mengalami peningkatan. Untuk usaha besar pada tahun 2010 memiliki peranan

sebesar 46,25%. Pada tahun 2011 sebesar 45,80% dan pada tahun 2012 sebesar

45,45% bagi PDRB Provinsi Jawa Barat, yang berarti dari tahun ke tahun usaha

besar peranannya terhadap PDRB semakin menurun.

Provinsi Jawa Barat terdiri dari 17 kabupaten dan 9 Kota. Salah satu

Jumlah UMKM terbanyak salah satunya adalah Kabupaten Purwakarta. Menurut

Kasi Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan Dinas Perindustrian, Perdagangan,

Koperasi dan UMKM Kabupaten Purwakarta, Lukman Nul Hakim, setiap

tahunnya meningkat sekitar lima persen. Terutama, di wilayah pedesaan banyak

berjamuran industri makanan skala kecil. Sedangkan, di perkotaan

pertumbuhannya kecil. Sebab, masyarakat perkotaan lebih memilih jadi buruh

pabrik ketimbang pengusaha kecil. Kendalanya adalah Industri kecil ini kalah

bersaing dengan industri yang modalnya besar.2

Tabel 1.3

(14)

Trie Herawati Januar , 2015

NO JENIS TAHUN

2010 2011 2012 2013

1 UMKM (Unit) 839 1.075 1.267 1.442

2 Nilai Total Usaha (Rp 00,00) 50.876.690.000 54.973.000.000 57.496.000.000 285.000.000.000

3 Tenaga Kerja (orang) 3.213 3.195 3.095 3.445

Sumber : Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purwak arta

Berdasarkan Tabel 1.3 diatas menunjukkan bahwa Jumlah UMKM di Kab.

Purwakarta menunjukkan peningkatan dari tahun 2010-2013 sebesar 41,82%.

Sedangkan dalam Nilai total Usahanya menunjukan peningkatan sebesar 80,15%

sementara dari jumlah tenaga kerja terjadi penurunan sebesar 6,7% ini

dikarenakan masyarakat lebih memilih menjadi pegawai buruh pabrik dari pada

berwirausaha.

Tabel produk unggulan umkm

Tabel 1.4

Produk Unggulan UMKM Kabupaten Purwakarta Tahun 2013 Nama Produk Jumlah Unit

Usaha

(15)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

Sumber : Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan

Kabupaten Purwakarta 2013

Dari tabel 1.4 menunjukan bahwa ada 3 jenis produk unggulan kabupaten

purwakarta, yaitu simping, emping melinjo dan tape singkong. Ketiganya adalah

usaha home industry yang ada di Kabupaten Purwakarta dan menjadi salah satu

makanan khas Indonesia. Pada tahun 2013 simping, emping melinjo dan tape

singkong dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 540 orang. Meskipun sedikit tapi

kurang lebih usaha simping ini dapat menyerap tenaga kerja yang dapat

menunjang kesejahteraan masyarakat sekitar.

Simping 71 134

Emping Melindo 23 54

Tape Singkong 145 352

Topi 186 295

Keramik 286 954

Genteng Press 295 1.098

Wayang Golek 34 53

Batu Templek 31 61

Bata Merah 45 34

Batu Belah/Split 25 76

Aneka Kue Kering 95 121

Meubel 49 84

Batako 35 94

Percetakan 21 35

(16)

Trie Herawati Januar , 2015

Tabel 1.5

Pendapatan Pengusaha Home Industry Makanan Tahun 2014

Sumber : Data hasil pra penelitian, diolah

Berdasarkan tabel 1.5, dapat dilihat bahwa dalam periode Juni-Desember

2014 pendapatan pengusaha simping cenderung berfluktuatif. Pada bulan Agustus

hampir semua pengusaha mengalami peningkatan pendapatan sebesar 59,00% dari

bulan juni, Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel perkembangan pendapatan

pengusaha rajut binongjati periode juli-desember 2014:

Tabel 1.6

Perkembangan Pendapatan Pengusaha home industry makanan Di Kabupaten Purwakarta Periode Juli-Desember 2014

(Rupiah)

Bulan Rata-rata pendapatan Presentase (%)

Juni 2.885.500 -

Juli 6.838.000 57,80

Agustus 7.038.000 2,84

September 5.610.000 -25,45

Oktober 4.158.800 -34,89

November 2.432.700 -70,95

Desember 1.127.300 -115,7

Sumber: Data hasil pra penelitian, diolah

Adanya penurunan pendapatan, menunjukkan bahwa perkembangan usaha

sedang tidak baik. Jika penurunan pendapatan terus saja dibiarkan maka akan

menimbulkan kelesuan pada usahanya karena tidak berkembang dan akhirnya

berdampak pada kesejahteraan masyarakat itu sendiri (Kurniawati dan

PENGUSAHA PENDAPATAN PENGUSAHA HOME INDUSTRY 2014

JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

MA'ANI Rp3,412,500 Rp7,800,000 Rp9,750,000 Rp6,500,000 Rp5,213,000 Rp2,619,500 Rp1,319,500

CAHAYA

KAUM Rp5,285,000 Rp10,850,000 Rp10,500,000 Rp7,000,000 Rp6,377,000 Rp3,871,000 Rp2,415,000

SARI RAOS Rp1,950,000 Rp5,040,000 Rp5,040,000 Rp4,800,000 Rp3,150,000 Rp1,866,000 Rp648,000

TEH INA Rp2,310,000 Rp5,700,000 Rp5,100,000 Rp4,950,000 Rp3,354,000 Rp1,872,000 Rp936,000

ANANDA Rp1,470,000 Rp4,800,000 Rp4,800,000 Rp4,800,000 Rp2,700,000 Rp1,890,000 Rp318,000

(17)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

Sasetyowati (2012). Kesejahteraan masyarakat yang menurun akan menyebabkan

banyak pengusaha yang tutup dan beralih profesi serta tenaga kerja dan

kontribusinya terhadap PDRB Kabupaten Purwakarta akan menurun.

Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan pengusaha

diantaranya adalah modal, perilaku kewirausahaan dan persaingan (Kurniawati

dan Sasetyowati (2012). Dalam hal modal pengusaha home industry makanan

mengalami kekurangan modal karena banyak aliran modal luar baik dari

perbankan maupun BUMN yang menyalurkannya. Mayoritas Pengusaha lebih

berfokus pada ketersediaan modal dan kurang menanamkan jiwa kewirausahaan

baik untuk dirinya sendiri maupun untuk generasi berikutnya. Keuntungan atau

pendapatan bisa tercipta dari penemuan yang dapat dilakukan para wirausaha.

Penemuan dari wirausaha dapat menciptakan keuntungan melalui penemuan

cara-cara baru dalam memberi pelayanan terbaik kepada pelanggan (Schumpeter dalam

Suryana, 2006:168). Penemuan dengan cara-cara baru disini adalah adanya

inovasi. Inovasi merupakan salah satu ciri dan perilaku kewirausahaan. Orang

yang memiliki perilaku kewirausahaan ditandai dengan melakukan inovasi. Jadi

secara langsung perilaku kewirausahaan dapat menciptakan pendapatan atau

mempengaruhi pendapatan.

Hasil wawancara pada saat pra penelitian dengan pengusaha home industry

bahwa penurunan pendapatan terjadi diantaranya karena kurangnya dana yang

lebih untuk menambah persediaan barang dagangannya. Sehingga ketersediaan

barang pun kurang, maka peluang untuk mendapatkan pendapatan yang lebih

besar pun hilang. Para pedagang rata-rata membiayain usahanya dari modal

sendiri atau keluarga. Jarang yang meminjam pada bank untuk modal usahanya

dikarenakan prosedur yang kurang dimengerti oleh para pengusaha home industry

makanan. Keterbatasan modal itulah yang merupakan masalah umum yang

dihadapi oleh para pengusaha home industry makanan.

Selanjutnya yang membuat pendapatan pengusaha home industry makanan

(18)

Trie Herawati Januar , 2015

pengusaha kurang bisa dalam membaca peluang yang dapat meningkatkan

pendapatan.

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa menurunnya

pendapatan pengusaha home industry makanan produk unggulan di Kabupaten

Purwakarta karena kurangnya modal yang dimiliki dan perilaku kewirausahaan

yang masih rendah. Oleh karena itu melihat dari permasalahan diatas maka

penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pendapatan pengusaha

home industry makanan produk unggulan Kabupaten Purwakarta. Adapun judul

penelitiannya yaitu “Pengaruh Modal Kerja dan Perilaku Kewirausahaan Terhadap Pendapatan” (Studi Kasus Pada home industry makanan produk unggulan di Kabupaten Purwakarta).

1.2Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini peneliti membatasi ruang lingkup permasalahan yaitu

pada modal kerja dan perilaku kewirausahaan. Adapun rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah :

1. Bagaimana gambaran modal kerja, perilaku kewirausahaan dan pendapatan

pengusaha home industry makanan produk unggulan Kabupaten Purwakarta ?

2. Bagaimana pengaruh modal kerja terhadap pendapatan pengusaha home

industry makanan produk unggulan Kabupaten Purwakarta?

3. Bagaimana pengaruh perilaku kewirausahaan terhadap pendapatan pengusaha

home industry makanan produk unggulan Kabupaten Purwakarta ?

1.3Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian 1.3.1Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :

1. Mengetahui gambaran modal kerja, perilaku kewirausahaan dan

pendapatan pengusaha home industry makanan produk unggulan

(19)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

2. Mengetahui pengaruh modal kerja terhadap pendapatan pengusaha home

industry makanan produk unggulan Kabupaten Purwakarta.

3. Mengetahui pengaruh perilaku kewirausahaan terhadap pendapatan

pengusaha home industry makanan produk unggulan Kabupaten

Purwakarta.

1.4Manfaat Penelitian

1) Dari segi ilmiah, penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu

pengetahuan, khususnya tentang ekonomi mikro dalam memberikan

gambaran dan infromasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi

pendapatan pengusaha kecil.

2) Secara praktis diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran serta

informasi mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan

pengusaha home industry makanan produk unggulan kabupaten

purwakarta. Selain itu, juga dapat memberikan masukan kepada para

pengusaha home industry makanan produk unggulan kabupaten

(20)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

Objek penelitian merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari suatu

penelitian. Objek penelitian merupakan sumber diperolehnya data dari penelitian

yang dilakukan. Dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel

terikat. Dimana Pendapatan (Y) merupakan variabel terikat sedangkan Modal

Kerja (X1) dan Perilaku Kewirausahaan (X2) merupakan variabel bebas. Adapun

yang menjadi subjek penelitiannya adalah pengusaha Home Industry makanan

produk unggulan Kabupaten Purwakarta.

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan langkah-langkah kerja atau prosedur

penelitian yang akan dilakukan pada saat mengumpulkan, mengorganisir,

menganalisa, serta menginterpretasikan data. Metode penelitian atau metode

ilmiah adalah prosedur atau langkah-langkah dalam mendapatkan pengetahuan

ilmiah. Jadi metode penelitian adalah cara sistematis untuk menyusun ilmu

pengetahuan. (Suryana, 2010: 10).

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey

eksplanatory yaitu suatu metode penelitian yang bermaksud menjelaskan

hubungan antar variabel dengan menggunakan pengujian hipotesis.

Adapun pengertian penelitian survey menurut Masri Singarimbun (2005:

3) adalah penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan

menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Tujuan dari

penelitian eksplanatory adalah untuk menjelaskan atau menguji hubungan antar

variabel yang diteliti.

(21)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

3.3.1 Populasi

Menurut Sudjana (2005 : 6) Populasi adalah totalitas semua nilai yang

mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif

mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan

jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya. Populasi adalah wilayah generalisasi

yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu

yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya (Sugiono, 2002:72). Jadi dapat disimpulkan bahwa populasi

merupakan keseluruhan karakteristik objek penelitian yang ingin dipelajari dan

dapat ditarik kesimpulan.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha home industry

makanan yang termasuk kedalam produk unggulan yang ada di kabupaten

Purwakarta yang berjumlah 239 orang.

3.3.2 Sampel

Sampel menurut Sudjana (2005 : 6) adalah sebagian yang diambil dari

populasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan rumus dari

Taro Yamane yang dikutip oleh Riduwan (2010:65). Adapun rumus pengambilan

sampel tersebut adalah sebagai berikut :

Dimana:

n : ukuran sampel keseluruhan

N : ukuran populasi sampel

d : tingkat presisi yang diharapkan

(22)

Trie Herawati Januar , 2015

Berdasarkan perhitungan tersebut maka sampel minimal yang digunakan

dalam penelitian ini adalah sebanyak 149,69 pengusaha home industry, dan

peneliti memutuskan bahwa sampel yang akan diambil yaitu sebanyak 150

pengusaha home industry.

3.4 Operasional Variabel

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

Konsep Teoritis Variabel Definisi Operasional Sumber Data

Dependent

Pendapatan adalah total penerimaan (TR) yang

diterima oleh

perusahaan dari hasil penjualannya (Case and Fair, 2007: 205)

Pendapatan (Y)

Jumlah pendapatan (PxQ) yang diterima oleh pengusaha home industry makanan dalam 3 bulan terakhir yang dinyatakan dalam rupiah.

Jawaban responden mengenai pendapatan bersih bulanan yang diterima, diukur melalui:

(23)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN memproduksi barang

menunjukan jiwa, sikap dan perilaku kewirausahaan resiko, dengan indikator: - Menyukai tantangan sendiri dan optimis untuk sukses

3. Kemampuan Manajerial -Membuat perencanaan

(24)

Trie Herawati Januar , 2015

kualitas karyawan untuk menjaga kualitas

makanan

-Mengevaluasi hasil kerja minimal sekali dalam satu bulan apakah memenuhi target atau tidak

4. Kemampuan memimpin perusahaan

-Berkomunikasi dengan baik dengan karyawan

-Menerima saran, ide dan kritik dari karyawan

3.5 Sumber dan Jenis Data

Sumber Data dalam penelitian adalah subjek darimana data dapat

diperoleh (Suharsimi Arikunto, 2010: 172). Adapun sumber data dalam penelitian

ini yaitu

1. Data Primer

Data primer merupakan data yang dihimpun langsung oleh peneliti. Data ini

diperoleh dari pengusaha home industry makanan produk unggulan kabupaten

purwakarta.

2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh melalui tangan kedua. Data ini

diperoleh dari laporan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat

(DISPERINDAG), Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan

Kabupaten Purwakarta, artikel, jurnsl dan sumber lainnya.

(25)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

Pengumpulan data dengan teknik tertentu sangat diperlukan dalam analisis

anggapan dasar dan hipotesis karena teknik-teknik tersebut dapat menentukan

lancer tidaknya suatu proses penelitian. Untuk mendapatkan data yang diperlukan,

maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Angket atau kuesioner, yaitu pengumpulan data melalui penyebaran

seperangkat pernyataan maupun pertanyaan tertulis yang disusun dan

disebarluaskan untuk mendapatkan keterangan sumber data. Teknik

pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat

pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya

(Sugiyono, 2012: 199). Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 268), sebelum

menyusun angket harus melalui beberapa prosedur yaitu:

1. Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner

2. Mengidentifikasi variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner

3. Menjabarkan setiap variabel menjadi sub-variabel yang lebih

spesifik dan tunggal.

4. Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus untuk

menentukan teknik analisisnya.

2. Wawancara, yaitu suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk

memperoleh informasi langsung dari sumbernya.

3. Observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek

penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan.

4. Studi Dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan mencatat

hal-hal yang sudah ada. Studi ini digunakan untuk memperoleh data langsung

dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan,

peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, dan data yang

(26)

Trie Herawati Januar , 2015

3.7 Pengujian Instrumen, Skala Pengukuran dan Penguji Instrument Penelitian

3.7.1 Instrumen Penelitian

Penyusunan instrument penelitian merupakan salah satu rangkaian

kegiatan yang sangat penting dalam penelitian, karena data yang digunakan untuk

menjawab masalah tersebut diperoleh melalui instrument.berkaitan dengan hal

tersebut, maka untuk memperoleh data tentang variabel-variabel yang akan diteliti

maka instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner.

3.7.2 Skala Pengukuran

Dalam penelitian ini, skala yang digunakan dalam instrumen penelitian ini

adalah skala likert. Skala likert sering disebut juga sebagai summated rattings

scale method yaitu teknik atau metode penskalaan berbasis pendekatan respon

dimana item-item pernyataannya disusun dalam lima kategori jawaban berjenjang

(Kusnendi, 2005 :63). Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat,

dan persepsi seseorang atau kelompok tentang kejadian atau gejala sosial, dengan

menggunakan skala likert maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi

dimensi. Dimensi tersebut akan dijabarkan menjadi sub variabel kemudian

dijabarkan lagi menjadi indikator-indikator yang dapat diukur. Indikator yang

terukur tersebut kemudian dijadikan sebagai titik tolak untuk membuat instrumen

yang berupa pertanyaan atau pernyataan yang perlu dijawab oleh responden.

(Riduwan: 2002).

Setiap jawaban dari pertanyaan ataupun pernyataan yang diajukan

kemudian diberikan skor seperti :

a) Sangat setuju/ sangat puas/ sangat sering/ sangat baik diberi skor 5

b) Setuju/ puas/ sering/ baik diberi skor 4

c) Ragu-ragu/ kadang-kadang 3

(27)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN e) Sangat tidak setuju/ tidak pernah diberi skor 1

3.7.3. Penguji Instrumen

Sebagaimana dirancang dalam operasionalisasi variabel, data-data yang

terkumpul dari hasil kuisioner dianalisis kebenarannya melalui uji validitas dan

reliabilitas. Agar hasil penelitian tidak bias dan diragukan kebenarannya maka alat

ukur tersebut harus valid dan reliable. Untuk itulah terhadap kuisioneryang

diberikan kepada responden dilakukan 2 macam tes validitas dan tes reliabilitas.

1. Tes Validitas

Validitas menurut Suharsimi Arikunto (2010 : 211), adalah suatu ukuran

yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument.

Suatu instrument yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya,

instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Rumus korelasi

yang dapat digunakan adalah yang dikemukakan oleh Pearson, yang dikenal

dengan rumus korelasi product moment sebagai berikut :

  

diperoleh dari hasil perhitungan dibandingkan dengan nilai dari tabel korelasi nilai

r dengan derajat kebebasan (n-2), dimana n menyatakan jumlah banyaknya

responden dimana :

(28)

Trie Herawati Januar , 2015 r hitung r 0,05 = tidak valid.

Jika instrumen itu valid, maka dilihat kriteria penafsiran mengenai indeks

korelasinya (Suharsimi Arikunto, 2010: 75) yaitu sebagai berikut :

Antara 0,800 – 1,000 : sangat tinggi

Antara 0,600 – 0,799 : tinggi

Antara 0,400 – 0,599 : cukup tinggi

Antara 0,200 – 0,399 : rendah

Antara 0,000 – 0,199 : sangat rendah (tidak valid).

Penafsiran harga koefisien korelasi ada dua cara yaitu:

1. Dengan melihat harga r dan diinterpretasikan misalnya korelasi tinggi, cukup,

dan sebagainya.

2. Dengan berkonsultasi ke tabel harga kritik r product moment sehingga dapat

diketahui signifikan tidaknya korelasi tersebut. Jika harga r lebih kecil dari

harga kritik dalam tabel, maka korelasi tersebut tidak signifikan. Begitu juga

arti sebaliknya.

Suatu instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas tinggi.

Sebaliknya, instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah.

Pengujian ini dilakukan dengan menentukan item valid atau tidak valid

menggunakan tingkat signifikan koefisien korelasi dimana item dikatakan valid

jika r hitung > r tabel. Uji validitas instrument dalam penelitian ini adalah :

1. Pendapatan (Y)

Pendapatan Pengusaha selama 3 bulan yang diujikan pada 150 responden

2. Modal Kerja (X1)

Modal Kerja pengusaha selama 3 bulan yang diujikan pada 150 responden

(29)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

Perilaku kewirausahaan yang terdiri dari 4 dimensi dan 20 item yang

diujikan pada 150 responden

Berdasarkan perhitungan didapat bahwa semua item soal valid

sebagaimana yang ditunjukan pada Tabel 3.2 berikut ini :

Tabel 3.2

Rekapitulasi Validitas Variabel Perilaku Kewirausahaan (X1) No

(30)

Trie Herawati Januar , 2015

2. Uji Reabilitas

Reliabilitas menurut Suharsimi Arikunto (2010: 221) menunjuk pada suatu

pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan

sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Untuk

menghitung uji reliabilitas, penelitian ini menggunakan rumus alpha dari

Cronbach sebagaimana berikut:

r : reliabilitas instrument

k : banyaknya butir pertanyaan

Selanjutnya, untuk melihat signifikansi reliabilitasnya dilakukan dengan

mendistribusikan rumus student t, yaitu:

thit =

Dengan kriteria : Jika thitung> ttabel, maka instrument penelitian reliabel dan

(31)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 221), reabilitas menunjuk pada suatu

instrument dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena

instrument tersebut sudah baik. Instrument yang sudah dapat dipercaya, yang

reliable akan menghasilkan data yang dipercaya juga. Pengujian ini dilakukan

dengan menentukan item valid atau tidak valid menggunakan tingkat signifikansi

koefisien korelasi dimana item dikatakan valid jika r hitung > r tabel. Uji validitas

ditunjukkan oleh tabel berikut ini:

Tabel 3.3

Uji Reabilitas Variabel Perilaku Kewirausahaan

∑Var Item 15.44

Var Total 118.16

Reabilitas 0.87

r tabel 0.16

Pada tabel 3.3 di atas, menunjukkan bahwa instrumen penelitian pada

variabel-variabel penelitian memiliki r hitung lebih besar dari pada r tabel untuk α

= 0,05 dan derajat bebas (df) yaitu 0,16. Dengan kata lain semua item

masing-masing variabel penelitian ini reliabel atau instrumen dapat dipercaya.

3.8 Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis 3.8.1 MSI (Methods of Succesive Interval)

Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda (multiple

linear regression method), tujuannya untuk mengetahui variabel-variabel yang

dapat mempengaruhi perilaku kewirausahaan. Alat bantu analisis yang digunakan

yaitu program komputer SPSS 16.

Agar hipotesis yang telah dirumuskan dapat diuji maka diperlukan

(32)

Trie Herawati Januar , 2015

dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data ordinal. Dengan adanya data

berjenis ordinal maka data tersebut harus diubah terlebih dahulu menjadi data

interval dengan menggunakan Methods of Succesive Interval (MSI) dengan

langkah-langkah sebagai berikut:

a) Untuk butir tersebut berupa banyak orang yang mendapatkan (menjawab)

skor 1,2,3,4,5 yang disebut frekuensi.

b) Setiap frekuensi dibagi dengan banyaknya responden dan hasilnya disebut

Proporsi (P).

c) Tentukan proporsi kumulatif (PK) dengan cara menjumlah antara proporsi

yang ada dengan proporsi sebelumnya.

d) Dengan menggunakan tabel distribusi normal baku, tentukan nilai Z untuk

setiap kategori.

e) Tentukan nilai densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh dengan

menggunakan tabel ordinat distribusi normal.

f) Hitung SV (Scale of Value = nilai skala) dengan rumus sebagai berikut:

SV= (Density of Lower Limit) – (Density at Upper Limit)

(Area Bellow Upper Limit) – (Area Bellow Lower Limit)

g) Tentukan nilai transformasi dengan menggunakan rumus:

Y = SV + (1+ |SV min|)

Dimana nilai k = 1 + |SV min|

Model analisis yang digunakan untuk melihat pengaruh antara

variabel-variabel bebas terhadap variabel-variabel terikat serta untuk menguji kebenaran dari

hipotesis akan digunakan model persamaan regresi berganda sebagai berikut:

Y = a0 + β1X1 + β2X2 + e

(33)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN Y = Pendapatan

a = Konstanta β = Koefisien regresi

X2 = Perilaku Kewirausahaan

e = error

3.9Pengujian Hipotesis

3.10.1 Uji t ( Uji Hipotesis Parsial)

Uji t dilakukan guna mengetahui tingkat signifikasi secara statistik dari

pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Dengan kriteria pengujian

hipotesis yang digunakan adalah dengan menggunakan α = 0,05 dan derajat bebas

(df)= n-k-1.

1) Pengujian ini dilakukan untuk menguji hipotesis:

Ho : βi≤ 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh X terhadap Y.

Hi : βi > 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh X terhadap Y.

2) Menghitung nilai statistik t (t hitung) dan mencari nilai-nilai t kritis dari tabel

distribusi t pada α dan degree of fredom tertentu. Adapun nilai t hitung dapat

dicari dengan formula sebagai berikut :

(Yana Rohmana, 2010:74)

Dimana merupakan nilai dari hipotesis nul.

Atau, secara sederhana t hitung dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

(Yana Rohmana, 2010:74)

3) Membandingkan nilai t hitung dengan t kritisnya (t tabel) dengan α = 0,05.

Keputusannya menerima atau menolak H0, sebagai berikut :

 Jika t hitung > nilai t kritis maka H0 ditolak atau menerima H1, artinya

(34)

Trie Herawati Januar , 2015

 Jika t hitung < nilai t kritisnya maka H0 diterima atau menolak H1,

artinya variabel itu tidak signifikan.

Kaidah keputusan:

Tolak Ho jika t hit> t tabel, dan terima Ho jika t hit< t tabel.

3.10.2 Uji F ( Uji Hipotesis Simultan)

Uji F atau pengujian koefiien regresi secara simultan dilakukan untuk

mengetahui pengaruh bersama secara keseluruhan terhadap variabel terikat

dengan derajat bebas v1 = k dan v2 = n-k-1. Untuk mengetahui pengaruh secara

simultan digunakan rumus :

Maka kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut :

Uji hipotesis dapat diketahui dengan membandingkan antara Fhitung dengan Ftabel

sebagai berikut :

a) Hipotesis

H0 : tidak terdapat pengaruh , , terhadap Y

H1 : terdapat pengaruh , , terhadap Y

b) Ketentuan

Jika Fhitung ≥ Ftabel(n-k-1), maka pengaruh bersama antara variabel bebas secara

keseluruhan terhadap variabel terikat adalah signifikan. (H0 ditolak, H1

diterima)

(35)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

Menurut Gujarati (2001: 98) dijelaskan bahwa koefisien determinasi (R2)

adalah angka yang menunjukkan besarnya derajat kemampuan menerangkan

variabel bebas terhadap variabel terikat dari fungsi tersebut. Koefisien determinasi

sebagai alat ukur kebaikan dari persamaan regresi yaitu memberikan proporsi atau

presentase variabel total dalam variabel tidak bebas Y yang dijelaskan oleh

variabel bebas X.

Pengujian ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana perubahan variabel

terikat dijelaskan oleh variabel bebasnya. Untuk menguji hal ini digunakan rumus

koefisien determinasi sebagai berikut :

R2 = ESS

TSS

= ∑ ̂ – ̅

∑ ̅ (Agus Widarjono, 2005: 39)

Nilai R2 berkisar antara 0 dan 1 (0 < R2 < 1), dengan ketentuan sebagai berikut :

 Jika R2 semakin mendekati angka 1, maka hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat semakin erat/ dekat atau dengan kata lain model

tersebut dapat dinilai baik

 Jika R2 semakin menjauhi angka 1, maka hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat jauh atau tidak erat atau dengan kata lain model

(36)

Trie Herawati Januar , 2015

3.10 Pengujian Asumsi Klasik

Dalam menggunakan model regresi berganda dengan metode OLS maka

data harus bebas dari uji asumsi klasik yang terdiri dari multikolinieritas,

heteroskesdasitas dan autokorelasi.

3.10.1 Uji Multikolinearitas

Multikolinearitas adalah situasi di mana terdapat korelasi variabel bebas

antara satu variabel dengan yang lainnya. Dalam hal ini dapat disebut

variabel-variabel tidak ortogonal. Variabel yang bersifat ortogonal adalah variabel-variabel yang

nilai korelasi antara sesamanya sama dengan nol. Ada beberapa cara untuk

medeteksi keberadaan Multikolinearitas dalam model regresi OLS (Gujarati,

2001:166), yaitu:

1) Mendeteksi nilai koefisien determinasi (R2) dan nilai thitung. Jika R2 tinggi

(biasanya berkisar 0,7 – 1,0) tetapi sangat sedikit koefisien regresi yang

signifikan secara statistik, maka kemungkinan ada gejala multikolinieritas.

2) Melakukan uji kolerasi derajat nol. Apabila koefisien korelasinya tinggi, perlu

dicurigai adanya masalah multikolinieritas. Akan tetapi tingginya koefisien

korelasi tersebut tidak menjamin terjadi multikolinieritas.

3) Menguji korelasi antar sesama variabel bebas dengan cara meregresi setiap Xi

terhadap X lainnya. Dari regresi tersebut, kita dapatkan R2 dan F. Jika nilai

Fhitung melebihi nilai kritis Ftabel pada tingkat derajat kepercayaan tertentu,

maka terdapat multikolinieritas variabel bebas.

4) Regresi Auxiliary. Kita menguji multikolinearitas hanya dengan melihat

hubungan secara individual antara satu variabel independen dengan satu

variabel independen lainnya.

(37)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

Dalam penelitian ini, cara mendeteksi ada atau tidaknya multikoliniearitas

dengan perhitungan nilai TOL & VIF

Apabila terjadi Multikolinearitas menurut Yana Rohmana (2010:149-154)

disarankan untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1) Tanpa ada perbaikan

2) Dengan perbaikan:

a. Adanya informasi sebelumnya (informasi apriori).

b. Menghilangkan salah satu variabel independen.

c. Menggabungkan data Cross-Section dan data Time Series.

d. Transformasi variabel.

e. Penambahan Data.

3.10.2 Uji Heteroskedastisitas

Salah satu asumsi pokok dalam model regresi linier klasik adalah bahwa

varian-varian setiap disturbance term yang dibatasi oleh nilai tertentu mengenai

variable-variabel bebas adalah berbentuk suatu nilai konstan yang sama dengan δ2

. inilah yang disebut sebagai asumsi heterokedastisitas (Gujarati, 2001:177).

Heteroskedastisitas berarti setiap varian disturbance term yang dibatasi

oleh nilai tertentu mengenai variabel-variabel bebas adalah berbentuk suatu nilai

konstan yang sama dengan atau varian yang sama. Uji heteroskedasitas

bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian

dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian residual satu

pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokesdasitas dan jika

berbeda disebut heteroskedasitas. Keadaan heteroskedastis tersebut dapat terjadi

karena beberapa sebab, antara lain :

1. Sifat variabel yang di ikutsertakan kedalam model.

2. Sifat data yang digunakan dalam analisis. Pada penelitian dengan

(38)

Trie Herawati Januar , 2015

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mengetahui adanya

heteroskedastisitas (Agus Widarjono, 2005:147-161), yaitu sebagai berikut :

1) Metode grafik, kriteria yang digunakan dalam metode ini adalah :

a. Jika grafik mengikuti pola tertentu misal linier, kuadratik atau hubungan

lain berarti pada model tersebut terjadi heteroskedastisitas.

b. Jika pada grafik plot tidak mengikuti pola atau aturan tertentu maka pada

model tersebut tidak terjadi heteroskedastisitas.

2) Uji Park (Park test), yakni menggunakan grafik yang menggambarkan

keterkaitan nilai-nilai variabel bebas (misalkan X1) dengan nilai-nilai taksiran

variabel pengganggu yang dikuadratkan (^u2).

3) Uji Glejser (Glejser test), yakni dengan cara meregres nilai taksiran absolut

korelasi rank spearman tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi

heteroskedastisitas berdasarkan rumusan berikut :

 

5) Uji White (White Test). Pengujian terhadap gejala heteroskedastisitas dapat

dilakukan dengan melakukan White Test, yaitu dengan cara meregresi

residual kuadrat dengan variabel bebas, variabel bebas kuadrat dan perkalian

(39)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN apabila χ2

hitung> χ2tabel maka hipotesis yang mengatakan bahwa terjadi

heterokedasitas diterima, dan sebaliknya apabila χ2

hitung < χ2tabel maka

hipotesis yang mengatakan bahwa terjadi heterokedasitas ditolak. Dalam metode White selain menggunakan nilai χ2

hitung, untuk memutuskan apakah

data terkena heteroskedasitas, dapat digunakan nilai probabilitas Chi Squares

yang merupakan nilai probabilitas uji White. Jika probabilitas Chi Squares

<α, berarti Ho ditolakjika probabilitas Chi Squares >α, berarti Ho diterima.

Dalam mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas penulis

menggunakan grafik dengan bantuan SPSS 16.

3.10.3 Uji Autokorelasi

Secara harfiah, autokorelasi berarti adanya korelasi antara anggota

observasi satu dengan observasi lain yang berlainan waktu. Dalam kaitannya

dengan asumsi metode OLS, autokorelasi merupakan korelasi antara satu residual

dengan residual yang lain. Sedangkan salah satu asumsi penting metode OLS

berkaitan dengan residual adalah tidak adanya hubungan antara residual satu

dengan residual yang lain (Agus Widarjono, 2005:177). Akibat adanya

autokorelasi adalah:

1. Varian sampel tidak dapat menggambarkan varian populasi.

2. Model regresi yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan untuk menduga nilai

variabel terikat dari nilai variabel bebas tertentu.

3. Varian dari koefisiennya menjadi tidak minim lagi (tidak efisien), sehingga

koesisien estimasi yang diperoleh kurang akurat.

4. Uji t tidak berlaku lagi, jika uji t tetap digunakan maka kesimpulan yang

diperoleh salah.

Adapun cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi pada model

(40)

Trie Herawati Januar , 2015

1) Graphical method, metode grafik yang memperlihatkan hubungan residual

dengan trend waktu.

2) Runs test, uji loncatan atau uji Geary (geary test).

3) Uji Breusch-Pagan-Godfrey untuk korelasi berordo tinggi

4) Uji dDurbin-Watson, yaitu membandingkan nilai statistik Durbin-Watson

hitung dengan Durbin-Watson tabel.

5) Nilai Durbin-Watson menunjukkan ada tidaknya autokorelasi baik positif

maupun negatif, jika digambarkan akan terlihat seperti pada gambar

6)

Gambar 3.1

Statistika d Durbin- Watson

Keterangan: dL = Durbin Tabel Lower

dU= Durbin Tabel Up

H0 = Tidak ada autkorelasi positif

H*0= Tidak ada autkorelasi negatif

Dalam penelitian ini, cara untuk mendeteksi adanya autokorelasi

menggunakan uji Uji Durbin-Watson, yaitu membandingkan nilai statistik

Durbin-Watson hitung dengan Durbin-Watson tabel.

(41)

Trie Herawati Januar , 2015

(42)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari hasil pembahasan

analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yang terdapat variabel

modal kerja dan perilaku kewirausahaan maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Gambaran mengenai pendapatan pengusaha home industry makanan

produk unggulan kabupaten purwakarta sebagian besar berada dalam

kategori sangat rendah, modal kerja pengusaha home industry makanan

produk unggulan kabupaten purwakarta sebagian besar dalam kategori

sangat rendah sementara perilaku kewirausahaan pengusaha home industry

makanan produk unggulan kabupaten purwakarta berada dalam kategori

sedang yaitu diantara berada pada skor 6000-12000.

2. Modal Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan.

Artinya semakin tinggi modal kerja yang dimiliki pengusaha maka

pendapatan usaha akan semakin besar. Modal kerja pengusaha home

industry makanan produk unggulan kabupaten purwakarta sebagian besar

berada dalam kategori sangat rendah.

3. Perilaku kwirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap

pendapatan. Artinya semakin tinggi perilaku kewirausahaan yang dimiliki

pengusaha maka pendapatan usaha akan semakin besar. Perilaku

kewirausahaan yang dimiliki pengusaha home industry makanan produk

unggulan kabupaten purwakarta rata-rata berada dalam kategori sangat

tinggi atau sudah baik. Hal tersebut dapat dilihat dari indikator-indikator

dari perilaku kewirausahaan berupa inovasi, keberanian menghadapi

(43)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah diuraikan, saran

yang penulis berikan adalah sebagai berikut :

1. Para pengusaha home industry makanan produk unggulan kabupaten

purwakarta untuk meningkatkan modal kerja agar pendapatan yang

diterimapun bisa meningkat.

2. Perlaku kewirausahaan berpengaruh terhadap pendapatan pengusaha home

industry makanan produk unggulan kabupaten purwakarta. Oleh karena itu

perilaku kewirausahaan pengusaha harus terus ditingkatkan meliputi aspek

inovasi, keberanian dalam mengambil risiko, kemampuan manajerial dan

kepemimpinan. Selain itu para pengusaha perlu meningkatkan

kemampuannya dalam bidang pengetahuan dan keterampilan serta

wawasan dengan cara mempelajari buku-buku, internet, atau menghadiri

seminar kewirausahaan sehingga dapat memperkaya pengetahuan

pengusaha dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatannya.

3. Bagi pemerintah perlunya kebijakan yang lebih berpihak kepada usaha

kecil terkait dengan kemudahan memperoleh modal dan kredit usaha

4. Selain faktor-faktor yang diteliti, faktor lainnya yang dapat mempengaruhi

pendapatan perlu diperhatikan oleh para pengusaha seperti daya saing,

pengalaman usaha, sarana prmosi, lokasi dsb. Juga dapat meneliti variabel

yang terdapat pada skripsi ini merupakan sesuatu yang besar yang dapat

(44)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

____________. 2014. Purwakarta Dalam Angka. Purwakarta : Badan Pusat Statistik.

Ahman, E. R. (2009). Teori Ekonomi Mikro. Bandung: Laboratorium Prodi Pendidikan Ekonomi UPI Bandung.

Alma, B. (2007). Pengantar Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Andreas. (2011). Manajemen Industri. Bandung: Ramadhan Citra Grafika.

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek . Jakarta: Rineka Cipta.

Budiwati, N. S. (2010). Manajemen Keuangan Koperasi Konsep dan Aplikasi. Bandung : Laboratorium Koperasi Universitas Pendidikan Indonesia.

Case and Fair.(2002). Prinsip-Prinsip Ekonomi Mikro. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Prenhallindo

Case, Fair. (2007). Prinsip-Prinsip Ekonomi. Jakarta: Erlangga

Damodar, Gujarati. (2001). Ekonometrika Dasar. Jakarta: Erlangga.

Gaspersz, Vincent. (2001). Ekonomi Manajerial : Pembuatan Keputusan Bisnis. Jakarta PT Gramedia Pustaka Utama

Hasibuan, M.S.P (2005). Manajemen: Dasar, Pengertian Dan Masalah. (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.

Henry Faizal Noor (2007). Ekonomi Manajerial, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada

Joesron, Tati Suhartati. 2002. Teori Ekonomi Mikro. Jakarta: PT Salemba Empat.

Kusnendi. (2005). Komputasi Statistik Analisis Jalur Melalui Aplikasi Program SPSS. Program Pendidikan Ekonomi dan Koperasi UPI; Bandung

Lipsey, RG & steiner PO.(2003). pengantar Mikro Ekonomi : Edisi kesepuluh terjemahan A. Jaka Wasana & Kibrandoko. Jakarta: Binarupa Aksara.

Mankiw, N. Gregory. 2006. Makroekonomi Edisi Keenam. Jakarta : Erlangga

(45)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Riduwan. (2010). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta

Riyanto, Bambang. (1991). Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada; Yogyakarta

Rohmana,Yana. (2010). Ekonometrika Teori dan Aplikasi Eviews. Bandung: Laboratorium Ekonomi dan Koperasi.

S, Munawir. (2004). Analisis Laporan Keuangan. Edisi ke-4. Yogyakarta: Liberty. Sudjana. (2005). Metode Statistika Edisi Enam. Bandung: Tarsito.

Sugiono. (2002). Metode Penelitian Administrasi. Bandung; Alfabeta

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta

Sukirno, Sadorno.(2002). Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Samuelson, P.A. & W.D. Nordhaus. (1993) Mikro Ekonomi. Erlangga ; Jakarta

Samuelson, Paul A. (1997). Mikro Ekonomi. Jakarta :Erlangga.

Samuelson, Paul A. (2001). Mikro Ekonomi. Jakarta :Erlangga

Suryana. (2006). Kewirausahaan, Pedoman Praktis : Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat.

Suryana. (2010). Metodologi Penelitian. Universitas Pendidikan Indonesia.

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. (2005). Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES

Swastha, Basu dan Irawan. (2000). Bisnis Pengantar Bisnis Modern (Edisi II, get VHI). Yogyakarta: Liberty.

Tambunan, Tulus. (2002). Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia. Jakarta : Salemba Empat.

Wasis. (1992). Pengantar Ekonomi Perusahaan. Penerbit Alumni; Bandung

(46)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

Kuncoro, Mudrajad.(2008). Online. Harian Bisnis Indonesia.. Diakses pada tanggal 20 Maret 2015, pukul 16.10 WIB.

Gunawa, Iwan.(2013) “Nilai tukar rupiah melemah berdampak pada UMKM di

Jabar” (online). Tersedia: http://www.dprd-bandungkota.go.id/beranda/

berita-umum/432-nilai-tukar-rupiah-melemah-berdampak-pada-UMKM-di-jabar.html. Diakses pada tanggal 20 Maret 2015, pukul 17.00 WIB.

Nul, Lukman Hakim. (2013). “industry kecil yang kantongi pirt masih minim”. (online). Tersedia: http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-barat-nasional/13/06/16/moh9d0-industri-kecil-yang-kantongi-pirt-masih-minim..

Diakses pada tanggal 20 Maret 2015, pukul 18.00 WIB.

Usaha Kecil dan Menengah (UKM).2008. [Online] Tersedia di :

http://infoukm.wordpress.com/2008/08/11/kinerja-ukm-di-indonesia/ [09/12/2013

http://www.depkop.go.id

Jurnal Dan Skripsi pada tanggal

Sasetyowati dan Kurniawati.(2012). Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Sembako (Studi Kasus Pada Pedagang Sembako di Pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran).Jurnal Upi Volume 7 No.2 Desember 2012.

Aprilianti, Santika.(2007). Pengaruh Perilaku Kewirausahaan, Persaingan dan Lokasi Usaha Terhadap Pendapatan Para Pengusaha Pakaian Jadi di Plaza Parahyangan Kota Bandung. Skripsi pada FPEB UPI tidak diterbitkan.

Widya.2011.Strategi Meningkatkan Kualitas Produk Untuk Menang Dalam

Kompetisi. Vol 10 No.3. April 2011.

Dila, Fila Sari. (2011). Pengaruh Perilaku Kewirausahaan Dan Persaingan Terhadap Pendapatan Pedagang Di Daerah Wisata Pantai Pangandaran (Studi Kasus Pada Pedagang Di Sepanjang Pantai Pangandaran Kabupaten Ciamis). Skripsi Upi tidak dipublikasikan.

(47)

Trie Herawati Januar , 2015

PENGARUH MOD AL KERJA D AN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHAD AP PEND APATAN

Gambar

Tabel  1.1 Data Perkembangan UMKM di Indonesia tahun 2010-2013
Tabel 1.2 Perkembangan Jumlah Usaha Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar
Tabel produk unggulan umkm
Tabel 1.5 Home Industry
+4

Referensi

Dokumen terkait

Munasakhah tidak dapat diidentikkan sama dengan ahli waris pengganti, munasakhah dengan penggantian tempat atau ahli waris pengganti yang diatur oleh pasal 185 ayat (1) dan

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU DI SMK PASUNDAN 3 BANDUNG Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis melakukan penelitian sesuai dengan latar belakang tersebut, untuk mengkaji dasar-dasar hukum tentang pembagian harta warisan terhadap

berdasarkan seluruh kegiatan penelitian tentang “ Analisis Hasil Praktek Kebaya Pada Peserta Didik SMK Negeri 2 Baleendah” pada peserta didik program.. keahlian tata

sejumlah mobil tangki air / hari minggu kamarin memberikan suplai air kepada 4 pedukuhan diwilayah gunungkidul // bantuan yang menjadi program social bank Indonesia ini /

Dengan terciptanya sistem peminjaman perpustakaan SMU Negeri 109 yang terkomputerisasi diharapkan dapat membantu untuk memudahkan staf perpustakaan dalam melakukan proses

Masalah yang sering terjadi di Penyewaan Mobil ini yaitu dalam hal pencatatan data pemasukan dan secara manual yang sering mengalami kesalahan sehingga dengan menggunakan Visual

“Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Kebe radaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kawasan Tujuh Titik Bebas PKL Kota Bandung” ini beserta seluruh