Arsitektur dan Desain Riset
Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan
Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan
Elektronik Jurnal Arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas
Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali
dalamsetahun.
www.ojs.unud.ac.id
Oka Saraswati, AAA; WidyaParamadhyaksa, IN; Syamsul,
AP; Mudra, IK; Yuda Manik, IW; Swanendri, NM; Rumawan
Salain, IP;Sueca, NP; Suartika, GAM;Susanta, IN; Suryada,
IGAB; Widja, IM; Kastawan, IW; Suryada, IGAB; Karel
Muktiwibowo, A.
V
ol
ume
(
4
)
N
omor
(1
)
Edi
si
J
a
n
ua
ri
201
6
JURUSAN ARSITEKTUR
e-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana
e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD adalah kumpulan artikel terbitan berkala yang merupakan hasil studi menyeluruh dan inter disiplin di bidang arsitektur, perencanaan, dan lingkungan terbangun. Tujuan JA UNUD adalah untuk menghubungkan teori dan praktik nyata dunia kerja dalam bidang arsitektur dan desain riset, serta perencanaan kota dan studi lingkungan binaan.
Kontributor artikel JA UNUD utamanya berasal dari para civitas akademika arsitektur, namun tetap terbuka peluang bagi pelaku dan pemerhati bidang arsitektur, seperti: arsitek bangunan, desainer interior, perencana kota, dan arsitek lansekap yang bekerja di institusi akademik, lembaga riset, institusi pemerintahan, universitas, maupun praktik swasta untuk turutberkontribusi.
JA UNUD mempublikasikan studi riset, kritik dan evaluasi objek arsitektur berskala mikro maupun makro, dll. Sub bidang yang dapat menjadi topik artikel di JA UNUD terbagi atas 3 (tiga) bagian:
1. Arsitektural dan Desain Riset:
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: teknologi dan desain berkelanjutan, komputer arsitektur, metoda desain dan teori, arsitektur perilaku, desain dan pemrograman arsitektur, pedagogi arsitektur, evaluasi pasca huni, aspek budaya dan sosial dalam desain, dll.Artikelbiasanyamerupakanhasilstudi/skripsi/tugasakhirmahasiswaarsitektur.
2. Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan:
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: konservasi perkotaan berkelanjutan, implikasi faktor administratif dan politik terhadap suatu komunitas dan ruang, kota dan daerah perkotaan, perencanaan lingkungan, kebijakan dan desain perumahan, kota baru, aplikasi GIS dalam arsitektur, dll.
3. Kritik Perencanaan Arsitektur dan Arsitektur Binaan:
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: hasil diskusi mengenai proyek arsitektur yang sedang direncanakan, dalam tahap konstruksi, dan setelah dihuni. Artikel biasanya merupakan hasil pengamatan terhadap studi kasus.
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Kampus Bukit Jimbaran-Bali, Indonesia
+62 361 703384
Pengurus e-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana
PenanggungJawab
AnakAgungAyu Oka Saraswati
Pengarah
I NyomanWidyaParamadhyaksa
Ketua
Syamsul Alam Paturusi
Sekretaris
I Wayan Yuda Manik
Bendahara
Ni Made Swanendri
Penyunting dan Reviewer Putu Rumawan Salain
Ngakan Putu Sueca Gusti Ayu Made Suartika I Nyoman Susanta I Gusti Agung Bagus Suryada
Tim Validasi
I Ketut Mudra I Made Widja Syamsul Alam Paturusi I Wayan Kastawan I Gusti Agung Bagus Suryada
Tim Penerbit
I Made Widja Ngakan Putu Sueca I Wayan Kastawan I Gusti Agung Bagus Suryada
Desainer Cover
Antonius Karel Muktiwibowo
Arsitektur dan Desain Riset
Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan
Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan
ejurnal nasional arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas
Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalamsetahun.
Volume (4) Nomor (1) Edisi Januari 2016
ISSN No. 9 772338 505750
Hak Cipta
2016 Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas
Udayana
Seluruh kontributor artikel telah mengijinkan Jurnal Arsitektur
UNUD
untuk
mereproduksi,
mendistribusikan,
dan
mempublikasikan substansi jurnal dalam format elektronik pada
website OJS Universitas Udayana
www.ojs.unud.ac.id
PenuntunPenulisandanPengirimanNaskahe-JurnalArsitektur (JA) UNUD
Tata tulisnaskah:
1. Kategorinaskahilmiahmerupakanhasilpenelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiahpopuler (aplikasi, ulasan, opini), diskusi, skripsi, danstugasakhir.
2. NaskahditulisdalamBahasa Indonesia danBahasaInggris (abstrak) diketikpadakertasukuran A-4, spasitunggal, denganbatasatas 1,55 cm; bagiandalam 2,5 cm; bagianluar 1,5 cm; danbawah 2,45 cm.
Font yang digunakanadalah Arial 11pt.
3. Batas panjangnaskah/artikeladalah 4 atau 6 halaman.
4. Judulharussingkat, jelastidaklebihdari 10 kata, cetaktebal, hurufkapital, di tengah-tengahkertas. Untukdiskusi, judulmengacupadanaskah yang dibahas (namapenulisnaskah yang dibahasditulissebagaireferensi).
5. Namapenulis/pembahasditulislengkaptanpagelar, di bawahjudul, disertaiinstitusiasalpenulisdanalamat email di bawahinstitusi.
6. Harusada kata kunci (keyword) darinaskah yang bersangkutan minimal 2 kata kunci. Daftar kata kunci
(keyword) diletakkansetelahabstrak
7. AbstrakditulisdalamBahasa Indonesia danInggrismaksimum 200 kata, dicetak miring, font Arial 10pt, spasitunggal. Judulbabditulis di tengah-tengahketikan, cetaktebalhurufkapital
8. Gambar, grafik, tabeldanfotoharusdisajikandenganjelas.
9. Definisinotasidansatuan yang dipakaidalamrumusdisatukandalamdaftarnotasi. Daftarnotasidiletakkansebelumdaftarpustaka
10. Kepustakaandiketik 1 spasi. Jarakantarjudul 2 spasidandiurutkanmenurutabjad. Penulisannyaharusjelasdanlengkapsesuaidengan: namapengarang, tahun, judul, kota: penerbit. Juduldicetak miring.
Keteranganumum:
1. Naskah yang dikirimsebanyaksatueksemplardanmenyerahkansoft copydalam program pengolahan kata MS Word atau format teks/ASCII.
2. Naskahbelumpernahdipublikasikanoleh media cetak lain.
3. Redaksiberhakmenolakataumengeditnaskah yang diterima. Naskah yang tidakmemenuhikriteria yang
ditetapkanakandikembalikan. Naskahdiskusi yang
Editorial
KetikaDirjenDikimelansirsuratnya No. 152/E/T/2012 yangberisikanWajibPublikasiIlmiahBagi S1/S2/S3, ide dasarnyadasarnyaadalahuntukmendongkrakjumlahkaryailmiahperguruantinggi yang dipublikasikansecaraluasdianggapsangatrendah. Kebijakaninilangsungmengguncangjagadperguruantinggi di Indonesia.Media yang digunakanuntukmewujudkankebijakantersebutadalahjurnalcetakdan e-jurnal.
Sosialisasi e-jurnal di UniversitasUdayanatelahdilakukan, namundalamimplementasinyabukanhal yang mudah.Untukmewujudkannyamelibatkanbanyakpihak, organisasimulaidarijurusanhinggaUniversitas, menempatkan orang-orang yang berkompeten (reviewerdan validator) danbadanpelaksanaannya.Selainitu, dukungankebijakan, sumberdayadanpengalokasiannya.Belumlagimekanismepemantauan, evaluasi, danpengawasanpelaksanaannya.Ditengahkompleksitaspermasalahanini, lahirlahjurnal volume 4 nomor 1 dengansegalaketerbatasannya. Sisikualitassebagaikaryailmiah, berkejarandenganbataswaktu yang sangatterbatasmewarnai volume keempatini.Inimenjadimasalahtersendiri, menransformasiTugasAkhirarsitektur yang didominasigambarperancanganmenjadilaporandalam format jurnalilmiah, bukanhalmudah.Namuniniadalahpilihansatu-satunyadalamkeadaanketerbatasanwaktu.
Diharapkanpadaedisimendatang, penyumbangartikelbukanhanyadarimahasiswa yang sedangtugasakhir, tetapiseluruhmahasiswaarsitekturtanpamemandang
semester.Sehinggadiharapkandiperolehkeberagamannaskah yang masuksekaligusterdistribusinyajumlahartikel di setiappenerbitan.Dalamkesempatan yang baikini, daridapurpelaksana e-jurnalAsitektur, mengucapkanterimakasihkepadaberbagaipihak yang telahmembantuterwujudnyajurnal volume 4 nomor 1 ini.
Daftar Isi
Halaman
eJurnalArsitekturUniversitasUdayana... ii
PenguruseJurnalArsitekturUniversitasUdayana ... ii
PenuntunPenulisandanPengirimanNaskah e-JurnalArsitektur (JA) UNUD ... iii
Editorial ... iii
Daftar Isi ... v
1. Tempat Penitipan dan Perawatan Anak Usia Sekolah di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Arsitektur Kontekstual pada Tampilan Bangunan.
(I Wayan Prasumartha Suaryadhi, Ida Ayu Armeli, AnakAgungAyu Oka Saraswati) ... 1-4
2. Apartemen Untuk Tenaga Kerja Asing di Badung, Bali
(Irfan Jois P. Nababan, Evert Edward Moniaga, I Putu Sugiantara) ... 5-10
3. Pengembagan Goa Maria Palasari di Jembrana sebagai Tempat Ziarah dan Rumah Retret, Bali. Suatu Studi Mengenai Pendekatan Konsep Ruang Hijau
(Denalia Chrisma, I Nyoman Surata, I Ketut Mudra) ... 11-16
4. Gedung Penjualan Sarana Pendidikan di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Ramah Lingkungan pada Tampilan Bangunan
(I Made Adi Astika, Gusti Ayu Made Suartika, I Wayan Wiryawan) ... 17-20
5. Gedung Pertunjukan Teater Modern di Denpasar, Bali. Suatu Pendekatan Tema Arsitektur Neo-Vernakular pada Konsep Tampilan Main Gate.
(Dewa Gede Surya Negara, Ciptadi Trimarianto, I Gusti Agung Bagus Suryada) ... 21-24
6. Gedung Teater Kontemporer di Badung, Bali. Penerapan Tema Future Elastic pada Tampilan Bangunan.
(Yosep Indra Aprilianto, I Wayan Gomudha, I Nyoman Widya Paramadhyaksa) ... 25-28
7. Klinik Bersalin di Gianyar, Bali
(Ida Ayu Dwi Sartika, Ida Bagus Gde Wirawibawa, I Ketut Mudra) ... 29-34
8. Pusat Kebugaran dan Spa di Denpasar, Bali
(Ni WayanWiwinDarsika, I WayanGomudha, I WayanKastawan) ... 35-40
9. GaleriBatu Akik di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Neo-Vernakular dalam Perancangan Galeri
(Gede Bambang Yudha Dharmawani, Syamsul Alam Paturusi, I Nyoman Susanta) ... 41-44
10. Suatu Studi Mengenai Konsep Struktur dan Tampilan Bangunan Bambu. Kasus Studi: Fasilitas Wisata Agro pada Simantri Budi Luhur Kintamani, Bali.
(Andika Surya Pramana, I Nengah Lanus, Putu Gede Sukarsana) ... 45-48
11. Penataan Fasilitas Wisata Pantai di Banjar Ponjok, Serangan, Bali. Suatu Studi Mengenai Perumusan Strategi Penataan Arsitektur.
(Putu Aditya Saputra, Ida Ayu Armeli, I Nyoman Widya Paramadhyaksa) ... 49-54
12. Taman Baca Pelajar di Kabupaten Tabanan, Bali. Suatu Studi Mengenai Konsep Tampilan Ruang Dalam.
(Made Ayu Intan Kripayani, Ida Bagus Gde Primayatna, Ida BagusNgurah Bupala) ... 55-58
13. Gereja Katolik Fransiscus Asisi di Denpasar, Bali
(Antonio Fransiscus Jaury, Ngakan Putu Sueca, I Ketut Muliawan Salain) ... 59-64
14. Klinik Perawatan Anjing di Kota Denpasar, Bali. Suatu Studi Mengenai Penerapan Konsep Arsitektur Tropis pada Klinik Perawatan Anjing di Kota Denpasar
15. Penataan Pantai Purnama Gianyar, Bali. Perpaduan yang Berkorelasi antara Sirkulasi Spiritual dengan Sirkulasi Wisata
(Agus Warma Viegas, Widiastuti, Anak Agung Gede Dharma Yadnya) ... 71-74
16. Spa dan Yoga di Kabupaten Badung, Bali. Suatu Studi Mengenai Perancangan Spa dan Yoga
(Anastasia Ayu, Ida Bagus Gde Primayatna, I Ketut Mudra) ... 75-78
17. Re-DesignTerminal Pelabuhan Penyeberangan Padangbai, Kab. Karangasem, Bali
(Putu Hendra Semaradana, Ciptadi Trimarianto, I Putu Sugiantara)... 79-84
18. Tempat Bermain Anak-anak Khusus Permainan Tradisional Bali di Denpasar
(Ni Ketut Ayu Adi Ardini, Ida Ayu Armeli, Ida Bagus Gde Wirawibawa)... 85-90
19. Sekolah Tinggi Pariwisata di Gianyar, Bali
(I Wayan Dedik Pariarta, Ciptadi Trimarianto, dan I Wayan Yuda Manik.) ... 91-94
20. Penangkaran Penyu di Desa Perancak Kab. Jembrana, Bali
(Gede Karang Subadra, I Made Widja, dan Ida Bagus Gde Wirawibawa) ... 95-98
21. Peternakan Burung di Badung Utara, Bali
(I Gede Suarjana, I Wayan Meganada, dan Ida Bagus Gde Primayatna) ...99-102
22. Dojo Karate Internasional di Denpasar, Bali
(Ida Bagus Oka Basudewa, Ida Ayu Armeli, dan I Gusti Agung Bagus Suryada.) ... 103-108
23. Wisata Taman Air di Sanur, Denpasar-Bali
(Made Ferry Irawan Saputra, Ida Bagus Gde Wirawibawa, dan I Gusti Bagus Budjana) ... 109-114
24. Taman Penitipan Anak di Denpasar, Bali
(Cokorda Gede Baskara Putra, I Nengah Lanus, dan I Ketut Mudra) ... 115-118
25. Pusat Pelestarian Kesenian Wayang Kulit Tradisional Bali di Badung, Bali
(I Putu Ekho Adi Putra, A.A. Gde Dharma Yadnya, dan Putu Gede Sukarsana) ... 119-124
26. Sekolah Menengah Kejuruan Seni Rupa di Blahbatuh-Gianyar, Bali
(I Kadek Udiana, Putu Rumawan Salain, dan Ngakan Ketut Acwin Dwijendra)... 125-130
27. GedungKonserMusikInternasionaldi Badung, Bali
(I G. N. Rio Brahmantya P, Ida Bagus Ngurah Bupala, dan I Wayan Yuda Manik) ... 131-136
28. Rumah Sakit Jiwa Kelas B di Kabupaten Badung, Bali
(I Made Wira Setiawan, Ida Ayu Armeli, dan I Putu Sugiantara) ... 137-142
29. Pusat Latihan Cabang Olah Raga Renang di Denpasar, Bali
(I GustiNgurahBagus Eka Dwipayana, I Made Widja, dan I Nyoman Widya Paramadhyaksa) ... 143-148
30. City Hotel di Denpasar, Bali
(I Gst. Pt. Anom Prasetya Utama Putra, A. A. Ayu Oka Saraswati, dan I G. A. Bagus Suryada) ... 149-154
31. Pusat Produksi & Distribusi Majalah Bog-Bog di Denpasar, Bali
(I Komang Yogi Purwanta, I Made Widja, dan Ni Made Swanendri) ... 155-160
32. Pusdiklat Tenis Lapangan Bali di Denpasar, Bali
(Anak Agung Ngurah Ryan Prasatya Putra, I Wayan Meganada, dan I Nyoman Widya Paramadhyaksa)... 161-166
33. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Ternak Sapi Bali di Kabupaten Tabanan, Bali
(A.A Gede Trisna Gamana Pratama, I Made Adhika, dan I Nyoman Widya Paramadhyaksa) ... 167-170
34. Hostel di Tanah Lot Tabanan, Bali
(Made NurjayaPermana, Ida BagusSarjana, I NyomanSusanta) ... 171-174
35. Galeri Kain Tenun Endek di Kota Denpasar, Bali
(PutuGdeSuwandi Putra Nugraha, Ida BagusNgurahBupala, PutuGedeSukarsana) ... 175-178
36. Sentra Penjualan Kerajinan Gamelan Bali di Desa Tihingan Klungkung, Bali
(TjokordaGedeAgungPradnya Putra, I GustiBagusBudjana, I NyomanSurata) ... 179-184
(I KadekIndraPurnama, I NyomanSudiarta, Ida BagusGdePrimayatna) ... 185-188
38. Fasilitas Rekreasi Taman Bunga di Kota Denpasar, Bali
(DwiAdintyaEradiputra, SyamsulAlamPaturusi, I WayanKastawan) ... 189-194
39. Restoran Aneka Boga Bali di Denpasar, Bali. Kasus Studi: Suatu Konsep Perancangan Restoran Dalam Pendekatan Hospitality
(FajarKurniaAdi, I Made Widja, Ida BagusGdeWirawibawa) ... 195-198
40. Taman Kota Mangupura
(George GedeRaditya, Evert Edward Moniaga, SyamsulAlamPaturusi) ... 199-202
41. Pengembangan Pasar Hewan Bebandem, Karangasem-Bali
(I PutuAgusSuartana, Widiastuti, Evert Edward Moniaga) ... 203-206
42. Pengembangan Kawasan Waterfront di Danau Buyan, Bali
(I Gede Made DiastawaGiri, I WayanGomudha, I WayanKastawan)... 207-212
43. Wisata Tenun Rangrang di Nusa Penida, Bali
(I WayanKuatrayana, I WayanMeganada, Evert Edward Moniaga) ... 213-216
44. Relokasi Pasar Seni Guwang di Kabupaten Gianyar, Bali
(I WayanGaniSeptiadi, Ida AyuArmeli, I WayanYudaManik) ... 217-220
45. Bangunan Multifungsi (Mixed-Use Building) Fasilitas Hotel dan Mall di Lovina, Buleleng, Bali
(I GedeUripSuputra, I WayanGomudha, GustiAyu Made Suartika) ... 221-226
46. Arena Kompetisi dan Pusat Pelatihan Barongsai di Denpasar, Bali. Suatu Pendekatan Konsep Arsitektural
(SaptaHartawan, A.A. Gde Dharma Yadnya, CiptadiTrimariarto) ... 227-230
47. Pusat Pelatihan dan Sarana Olahraga Menembak di Denpasar, Bali. Kasus Studi: Pendekatan Konsep Arsitektur Tehadap Penyediaan Sarana Olahraga Menembak
(I Dewa Made AdiyogaPramanaPurwa, I GustiBagusBudjana, I PutuSugiantara) ... 231-234
48. Toko Modern Bahan Bangunan di Kabuaten Badung
(I Nyoman Erin Diana, AnakAgungAyu Oka Saraswati, I WayanYudaManik) ... 235-240
49. Pendidikan Nonformal Bernuansa Alam untuk Pengembangan Kreatifitas Anak di Denpasar
(I KadekRakaWinda, Ida AyuArmeli, I WayanYudaManik) ... 241-246
50. Dynamic Active Space pada Perancangan Kantor Produksi Iklan di Badung, Bali
(I NyomanSatriaTrypartha, I WayanMeganada, Ni Made Swanendri) ... 247-252
51. Sekolah Fotografi di Denpasar, Bali
(Trihono Ari Prabowo, NgakanPutuSueca, I WayanWiryawan)... 253-258
52. Villa Resort in Tulamben Karangasem, Bali
(I Gst. Ag.AyuWulanSuantari, PutuRumawanSalain, Ida BagusGdePrimayatna) ... 259-264
53. Polemik Rumah Susun Sederhana Sewa di Denpasar, Bali
PENDAHULUAN
Jumlah atlit karate di Bali sudah mencapai angka 10.400 jiwa pada tahun 2014 dengan pemegang sabuk pu-tih sebanyak 1.200 orang, pemegang sabuk kuning sebanyak 1.700 orang, pemegang sabuk hijau/biru se-banyak 3.000 orang, dan pemegang sabuk coklat/hitam sese-banyak 4.500 orang yang tersebar di seluruh Bali. Dari jumlah atlit yang telah disebutkan, jumlah atlit terbanyak berada di kota Denpasar dengan jumlah atlit karate sebanyak 2.187 orang. Berdasarkan data yang di dapatkan dari federasi olahraga karate indonesia (FORKI), jumnlah fasilitas pendukung pelaksanaan olah raga karate di Bali khususnya di Denpasar masih terbilang kurang mencukupi sehingga pengadaan dojo karate internasional di Denpasar ini akan menjadi sebuah fasilitas yang akan beroperasi secara optimal karena telah dipertimbangkan berdasarkan jumlah civitas dan jumlah fasilitas yang telah ada. berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan, makan penambahan fasilitas penunjang olahraga seni bela diri karate di denpasar harus ditambahkan karena akan mempengaruhi kualitas dan tingkat kemampuan atlit-atlit daerah kedepannya, sehingga bisa didapatkan atlit-atlit berprestasi yang lebih banyak baik di kancah nasional maupun internasional.
DOJO KARATE INTERNASIONAL DI DENPASAR, BALI Suatu Studi Mengenai Perumusan Konsep Arsitektur
Ida Bagus Oka Basudewa1), Ida Ayu Armeli2), dan I Gusti Agung Bagus Suryada3)
1)
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana
3)
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana
ABSTRACT
International karate dojo is a training facility for martial art karate for athletes coming from Denpasar and surrounding this area. This facility is designed to accommodate international evens such as gashuku and exercise along with champion athletes from abroad as an effort to improve the quality or skills of local athletes. The provision of this facility based on the needs consideration of the number of facilities concerned and the number of perpetrators of activities that will be us-ing this facility in Denpasar, so that this facility became a trainus-ing facility that operates optimally. Whith this facility, can certainly facilitate the activities and improve the quality or ability of local athletes so that it can educate athletes become more accomplished.
Keywords: International dojo, karate, Denpasar
ABSTRAK
Dojo karate internasional ini merupakan fasilitas pelatihan yang diperuntukkan sebagai sarana pelatihan seni bela diri karate untuk atlit yang berasal dari daerah Denpasar dan sekitarnya. Fasilitas ini dirancang untuk mewadahi event-event internasional seperti kenaikan tingkat sabuk (gashuku) dan pelatihan bersama atlit berprestasi dari luar daerah sebagai upaya dalam meningkatkan mutu dan kemampuan atlit lokal. Penyediaan fasilitas dojo ini dilandasi dengan pertimbangan kebutuhan akan sarana pelatihan yang bersangkutan dan jumlah pelaku kegiatan yang akan menggunakan fasilitas dojo pelatihan di Denpasar sehingga fasilitas dojo karate ini menjadi sebuah fasilitas pelatihan yang beroperasi secara optimal. Dengan adanya dojo ini tentunya dapat mewadahi kegiatan dan meningkatkan mutu dari atlit dalam daerah sehingga dapat mencetak atlit-atlit berprestasi yang lebih banyak.
DOJO KARATE INTERNASIONAL DI DENPASAR, BALI
Dojo karate ini merupakan fasilitas pelatihan seni bela diri karate tradisional jepang yang dibuat untuk me-wadahi aktifitas pelatihan seni bela diri karate dengan ruang lingkup peserta latihan berasal dari atlit dalam maupun luar daerah Denpasar. Fasilitas ini juga merupakan fasilitas yang dapat digunakan sebagai wadah pelaksanaan event kelas internasional seperti gashuku dan pelatihan bersama.
Fungsi Pengadaan Dojo Karate Internasional di Denpasar, Bali
Fungsi pengadaan dojo karate internasional di Denpasar adalah sebagai wadah yang akan menampung aktifitas para atlit-atlit dari dalam maupun luar daerah kota Denpasar karena ketersediaan fasilitas sejenis di kota Denpasar masih belum mencukupi kebutuhan para atlit yang jumlahnya bertambah tiap tahunnya
Tujuan dan Sasaran
Bertujuan memberikan pelayanan dan fasilitas untuk atlit yang memerlukan sarana berlatih seni bela diri ka-rate, mengembangkan minat berolah raga untuk kaum muda di masa mendatang sehingga didapatkan ge-nerasi yang memiliki raga yang sehat dan berprestasi.
Sasaran dari fasilitas dojo karate internasional di Denpasar adalah atlit-atlit yang berasal dari dalam maupun luar daerah Denpasar baik atlit prapemula maupun atlit senior sehingga dengan penggabungan para atlit berdasarkan tingkatannya ini dapat memberikan peningkatan kemampuan bagi atlit-atlit pra pemula agar dapat mengembangkan kemampuan dengan cepat.
Lingkup Kegiatan
Kegiatan yang berlangsung dalam fasilitas dojo karate internasional di Denpasar mencakup kegiatan pen-gunjung fasilitas bangunan yang merupakan para atlit yang akan berlatih dan kegiatan staff kepengelolaan. Kegiatan pelatihan atlit akan berlangsung sebanyak 14 sesi dalam satu minggu dari pukul 14.00 - 20.00 wi-ta. Kegiatan kepengelolaan akan dibagi menjadi dua sift kerja yaitu pada pukul 08.00 – 15.00 dan 15.00 – 22.00.
Fasilitas Yang Disediakan
Penyediaan fasilitas yang disediakan dalam dojo karate internasional di Denpasar dibagi menjadi tiga ke-lompok fasilitas yang akan di tampilkan pada tabel 1. masing masing keke-lompok fasilitas memiliki fungsi yang berbeda dan terintegrasi satu dengan yang lainnya sehingga dapat mendukung jalannya kegiatan dengan optimal. Adapun fasilitas yang dimaksud dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel 1: Pengelompokan Fasilitas Pada Bangunan Sumber: Basudewa, 2015:69
No Kelompok fasilitas Jenis ruang
1 Ruang utama
Sport hall
Ruang pelatihan fisik Ruang latihan indoor Ruang latihan out door Ruang meditasi
2 Ruang pendukung
Area parkir pengunjung
Lobby
Front office
Ruang kerja
Loker atlit
Ruang treatment dan p3k
Toilet public
Ruang mandi atlit
Tabel 1: Pengelompokan Fasilitas Pada Bangunan,Lanjutan Sumber: Basudewa, 2015:69
no Kelompok fasilitas Jenis ruang
2 Ruang pendukung
Penginapan atlit
Ruang pelatih
Loker pelatih
Gudang peralatan latihan
Ruang tunggu
Ruang rapat
Area parkir staff
Ruang tamu
Ruang arsip
Pantry
Fasilitas persembahyangan
Toilet staff
Kasir
Ruang janitor
Ruang peralatan taman
Ruang panel
Ruang genzet
Ruang pompa air
Ruang peralatan
3 Ruang penunjang
Sport shop
Restoran
Spa
loading dock
storage
dapur
bar
Luasan Ruang
luasan ruang didaparkan berdasarkan perhitungan kebutuhan ruang pada masing masing kegiatan sehingga dari jumlah luasan total ruang yang di datapkan, akan digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan tapak. Berikut luas ruang yang didapatkan pada fasilitas dojo karate internasonal di Denpasar,Bali ini.
Luasan ruang lantai dasar = 6.012,62 m2 Koifisien dasar bangunan (KDB) = 40% luas lahan
Luasan ruang luar = 10.521,03 m2
Luas site yang di butuhkan = 6.012,62 m2 + 10.521,03 m2 = 16.533,65 m3
Jumlah total luas ruang yang telah didapatkan, penentuan kriteria tapak dapat pilih dengan tepat sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan dalam kebutuhan luasan tapak dalam pembangunan dojo karate in-ternasional di Denpasar.
Lokasi Tapak
Gambar 1: Peta Lokasi Tapak Sumber: Basudewa, 2015:Lampiran
Tema Rancangan
Tema yang digunakan pada perancangan dojo karate internasional di Denpasar didasari oleh pertimbangan yang dilakukan sehingga mendapatkan tema rancangan yang tepat dan dapat di aplikasikan pada rancan-gan. Pertimbangan yang dilakukan dalam penentuan tema yaitu pendekata fisik, pendekatan non fisik dan pendekatan fungsi. Berdasarkan pendekatan yang telah dilakukan, maka tema yang digunakan dalam pe-rancangan dojo karate internasional di Denpasar adalah sinergi dua arsitektur. Pada tema ini pe-rancangan akan memadukan 2 jenis arsitektur yang berbeda yaitu arsitektur Bali dan arsitektur Jepang pada perancan-gan bangunan.
KONSEP PERACANGAN
Konsep Zoning
Penempatan zoning pada tapak ditentukan berdasarkan sifat sifat ruang yang dikeluarkan. Ruang-ruang yang memiliki sifat lebih ke privat, akan ditempatkan dibagian yang lebih jauh dari akses umum.
Gambar 2. Konsep Zoning Sumber: Basudewa, 2015:Lampiran
Gambar di atas menunjukan peletakan zoning setiap masa bangunan pada rancangan, zona yang ditandai warna merah memiliki arti zona fasilitas pendukung, zona yang ditandai dengan warna biru memiliki arti zona fasilitas penunjang dan zona yang ditandai dengan warna hijau memiliki arti zona fasilitas utama pada fasili-tas ini. Fasilifasili-tas utama diletakkan pada bagian tengah site dengan tujuan menjaga zona ini dari gangguan baik yang bersifat fisik maupun non fisik.
Keterangan : 1 = area parkir 2 = spa dan restoran 3 = lobby
4 = ruang latihan indoor 5 = ruang latihan outdoor 6 = losmen atlit
Konsep Entrance
Enterance yang digunakan pada rancangan menggunakan system enterance 2 pintu. Pada pengaplikasian system ini, alur sirkulasi kendaraan yang masuk dapat menciptakan pola sirkulasi linier sehingga dapat mempermudah proses sirkulasi dan pencapaian menuju titik yang dituju.
Gambar 3. Konsep enterance Sumber: Basudewa, 2015:Lampiran
Konsep Tampilan Bangunan Dan Ruang Dalam
Tampilan bangunan pada rancangan menguunakan perpaduan antara 2 arsitektur, sesuai dengan tema yang telah diambil sebelumnya. Perpaduan antara arsitektur Bali dan arsitektur Jepang pada rancangan ti-dak akan memberikan contras yang terlalu mencolok pada lingkungan sekitar sehingga bangunan rancan-gan akan tetap terlihat harmonis denrancan-gan lingkunrancan-gan sekitar yang masih dominan mengaplikasikan gaya arsi-tektur Bali pada bangunan.
Gambar 4. Konsep Tampilan Bangunan Sumber: Basudewa, 2015:Lampiran
Pengaplikasian arsitektur Bali pada rancangan diaplikasikan pada perancangan bentuk masa bangunan, po-la masa dan ornament pada rancangan. Penetapan material, warna, aksen khusus serta penataan taman pada rancangan akan menggunakan gaya arsitektur Jepang sebagai wujud pengaplikasian arsitektur terse-but.
Gambar 5. Konsep Ruang Dalam Sumber: Basudewa, 2015:Lampiran
DESAIN RANCANGAN DOJO KARATE INTERNASIONAL DI DENPASAR,BALI
Desain rancangan didapatkan berdasarkan pendekatan pendekatan konsepsual yang telah dipaparkan se-belumnya,sehingga didapatkan desain rancangan dojo internasional karate sebagai berikut.
gambar 6. (a) layout plan, (b) perspektif menyeluruh Sumber: Basudewa, 2015:Lampiran
SIMPULAN DAN SARAN
Rancangan dojo karate internasional di Denpasar merupakan sebuah wadah yang diperuntukan sebagai fa-silitas untuk memenuhi kebutuhan para atlit yang berasal dari dalam maupun luar kota Denpasar. Berdasar-kan pertimbangan konsep serta studi kebutuhan, maka rancangan aBerdasar-kan berfungsi secara optimal. Penga-daan fasilitas dojo karate internasional di Denpasar akan memberikan dampak positif dalam mengembangkan atlit baik dalam segi kualitas maupun kemampuannya sendiri.
REFERENSI
PB FORKI, 2014. Peningkatan Praktisi Karate Di Bali, Denpasar
Basudewa, Oka. 2015. Dojo Karate Internasional di Denpasar. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universi-tas Udayana