113/UN40.FPEB.1.PL/2013
PENGARUH BEBAN OPERASIONAL TERHADAP
NET PROFIT MARGIN PADA
PT. GARUDA INDONESIA (PERSERO) TBK
(TAHUN 2004-2011)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Menempuh Ujian Sidang Sarjana Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Manajemen Bisnis
Oleh: Triana Wulandari
(0807065)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MANAJEMEN BISNIS
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
PENGARUH BEBAN OPERASIONAL TERHADAP
NET PROFIT MARGIN
PADA
PT. GARUDA INDONESIA (PERSERO) TBK TAHUN 2004-2011
Oleh Triana Wulandari
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
© Triana Wulandari 2013 Universitas Pendidikan Indonesia
Maret 2013
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu ABSTRAK
Triana Wulandari (0807065), Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net
Profit Margin pada PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2004-2011, di
bawah bimbingan Dr. Ikaputera Waspada, MM dan Mayasari, SE., M.M.
Tujuan perusahaan baik yang besar ataupun yang kecil adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan yang optimal dalam rangka mempertahankan kelangsungan perusahaan. Besar atau kecilnya laba perusahaan menjadi ukuran dalam menilai kesuksesan perusahaan. Besarnya np, yang di peroleh dapat dilihat dari bagaimana sebuah perusahaan melakukan strategi untuk mengefisiensikan biaya yang dikeluarkan.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) memperoleh gambaran beban operasional PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 2) memperoleh gambaran NPM PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 3) memperoleh informasi pengaruh beban operasional terhadap NPM PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif verifikatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah time series
design. Metode pengamatan untuk beban operasional dan NPM dimulai dari tahun
2004–2011.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan beban operasional memiliki pengaruh negatif terhadap perkembangan NPM, jadi setiap ada kenaikan beban operasional akan menurunkan NPM atau dengan kata lain NPM akan meningkat sebesar apabila terjadi penurunan beban operasional.
ABSTRACT
Triana Wulandari (0807065), The Influence of Operating Expenses Towards Net Profit Margin of PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk years 2004-2011,
guided by Dr. Ikaputera Waspada, MM and Mayasari, SE., M.M.
Every company's goal either large or small is to obtain the optimal profit or gain in order to maintain the continuity of the company. Large or small profits become a measure how success the company. The profits earned can be seen from how a company pursuing a strategy to efficiently costs.
This study aims to find out 1) get an overview about operating expense at PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 2) get an overview about Net Profit Margin at PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 3) get an overview about operating expenses in affecting to PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk’s Net Profit Margin
The method used in this study is a quantitative method which the type of research method is descriptive verificative. The data used is secondary data. the type of research design is time series design. Observation period for operating expenses and Net Profit Margin beguns in 2004-2011
The results showed that the growth of operating expenses has a negative impact on the development of NPM, so whenever there is increase in operating expenses will decrease NPM or in other words NPM will increase by a decline in operating expenses.
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu4 DAFTAR ISI
2.1.1 Konsep Beban Operasional ... 14
2.1.1.1 Definisi Beban Operasional ... 19
2.1.1.2 Tujuan Beban Operasional ... 22
2.1.2 Konsep Net Profit Margin ... 22
2.1.2.1 Definisi Net Profit Margin ... 24
2.1.2.1.2 Komponen Net Profit Margin ... 26
2.1.3 Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin ... 28
2.1.4 Orisinalitas Penelitian ... 31
2.3. Hipotesis ... 39
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian ... 41
3.2 Metode Penelitian ... 42
3.2.1 Jenis Penelitian dan Metode yang Digunakan ... 42
3.2.2 Operasionalisasi Variabel ... 43
3.2.3 Jenis dan Sumber Data ... 45
3.2.4 Populasi dan Sampel ... 46
3.2.4.1 Populasi ... 46
3.2.4.2 Sampel ... 46
3.2.4.3 Teknik Sampel ... 47
3.2.5 Teknik Pengumpulan Data ... 48
3.2.6 Rancangan Analisis Data ... 49
3.2.6.1 Rancangan Analisis Data Deskriptif ... 49
3.2.6.2 Rancangan Analisis data ... 49
3.2.6.3 Pengujian Hipotesis ... 50
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Objek Penelitian ... 51
4.2 Gambaran Beban Operasional PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk ... 52
4.3 Gambaran Net Profit Margin (NPM) PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk ... 63
4.4 Pengaruh Beban Operasional terhadap NPM PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk ... 67
4.5 Temuan Hasil Penelitian ... 70
4.5.1 Temuan Hasil Penelitian Bersifat Teoritis ... 70
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu4
4.6 Implikasi Hasil Penelitian Terhadap Pengembangan Pendidikan
Manajemen Bisnis ... 73
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
5.1 Kesimpulan ... 75
5.2 Rekomendasi ... 76
DAFTAR TABEL
No Tabel Judul Tabel Hal
1.1 Perkembangan Beban Operasional PT. Garuda Indonesia Tbk ... 4
2.1 Definisi Beban ... 15
2.2 Hasil Penelitian yang berkaitan ... 31
3.1 Operasionalisasi Variabel ... 44
3.2 Jenis dan Sumber Data ... 45
4.1 Perkembangan Beban Operasional PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2004-2011 ... 53
4.2 Rincian Beban Operasional PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk ... 59
4.3 Perolehan Net Profit Margin PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk 63
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu4 DAFTAR GAMBAR
No
Gambar Judul Gambar Hal
1.1 Perkembangan Net Profit Margin PT. Garuda Indonesia
(Persero),Tbk ... 5
2.2 Paradigma penelitian ... 38
4.1 Perkembangan Beban Operasional PT Garuda Indonesia
(Persero),Tbk ... 54
4.2 Beban Operasional PT Garuda Indonesia (Persero),Tbk ... 60
BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Penelitian
Pertumbuhan global diproyeksikan tumbuh sebesar 3,5 % pada
2012,seperti yang tercantum pada theglobal-review.com menyatakan bahwa
pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan
negara ASEAN lainnya. Pertumbuhan ini dipicu oleh tingginya konsumsi
masyarakat dan konsumsi pemerintah juga kenaikan besarnya investasi dan
volume ekspor-impor.
Kondisi perekonomian domestik diperkirakan meningkat tahun ini
dibandingkan tahun 2011 yang lalu, namun industri penerbangan dunia 2012
diprediksi lesu sebagai imbas dari melemahnya perekonomian Eropa dan Amerika
yang masih belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan, serta naiknya harga
bahan bakar (sumber:bisnis.com- diakses 26 januari 2012). Hal tersebut adalah
kesimpulan International Air Transport Association atau Asosiasi Pengangkutan
Udara Internasional ( IATA), melihat banyaknya maskapai penerbangan dunia
yang menutup tahun 2011 dengan penurunan pendapatan. IATA menurunkan
prediksi laba 6,9 -3,5 miliar dollar AS turun 49 % tahun ini.
Sejalan dengan perkembangan ekonomi di Indonesia, dunia bisnis telah
mengalami kemajuan. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya berbagai macam
perubahan, baik di lingkungan perusahaan sendiri maupun di luar lingkungan
perusahaan, khususnya perusahaan dan pelaku bisnis yang ada di Indonesia. Tidak
dapat dipungkiri lagi dengan kondisi perekonomian Indonesia yang tidak stabil
2
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Kondisi ini menuntut perusahaan untuk selalu memperbaiki dan
menyempurnakan kegiatan usahanya agar mencapai tujuan perusahaan dan
menjaga kelangsungan hidup (going concern). Selain itu perusahaan juga harus
bisa menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien sehingga
dapat memberikan keputusan yang tepat supaya dapat mencapai tujuan
perusahaannya.
Perusahaan adalah suatu unit kegiatan ekonomi yang diorganisasi dan
dijalankan sebagai organisasi produksi yang tujuannya untuk menggunakan dan
mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan untuk menyediakan
barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan cara yang
menguntungkan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa setiap perusahaan
memiliki unsur-unsur penting seperti organisasi, produksi, sumber ekonomi,
kebutuhan konsumen dan perolehan laba atau keuntungan.
PT Garuda Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan BUMN yang
bergerak di bidang transportasi. PT Garuda Indonesia Tbk yang lebih dikenal
Garuda Indonesia Airways adalah perusahaan penerbangan nasional yang sudah
menyediakan layanan transportasi udara sejak tahun 1949 sampai sekarang ini.
Garuda Indonesia telah menerima berbagai penghargaan dari luar maupun dari
dalam negeri atas prestasinya dibidang transportasi dan pelayanan. Pada bulan
November tahun 2010 Garuda Indonesia bergabung dengan aliansi maskapai
penerbangan global SkyTeam.
Garuda Indonesia termasuk pada Skytrax bintang empat yaitu kategori
3
yang bagus, mengkombinasikan produk dan kualitas. Skytrax bintang 4
merupakan penghargaan yang tertinggi yang diberikan kepada maskapai yang
memberikan pelayanan baik onboard di dalam pesawat dan di airport dengan
memuaskan, kualitas produk yang bagus dan kenyamanan yang baik. Selain
survei,Skytrax juga memiliki forum maskapai penerbangan tempat penumpang
pesawat dapat memberikan ulasan untuk di lihat calon penumpang lain. Skytrax
juga di kenal dengan penghargaan maskapai dunia dan bandara udara dunia
tahunan. Berdasarkan survei Skytrax, Garuda telah mencapai empat bintang, yang
artinya satu kelas dengan 29 maskapai lainnya, seperti British Airways dan
Qantas.
Selain itu Garuda Indonesia sendiri merupakan peringkat pertama dalam
ranking maskapai penerbangan menurut Dephub pada tahun 2008, tahun terakhir
diumumkannya peringkat maskapai penerbangan Indonesia, disusul oleh Air Asia
dan Sriwijaya Air.
Semua perusahaan memiliki satu tujuan yang sama yakni mencari
keuntungan. Begitu pula dengan Garuda Indonesia yang berupaya untuk mencari
keuntungan dari kegiatan usahanya yaitu dengan memperbesar jumlah pendapatan
dan meminimalkan biaya yang dikeluarkan. Sebagai maskapai penerbangan
terbesar di Indonesia, Garuda Indonesia sebisa mungkin memperlihatkan
kelebihannya dibandingkan dengan maskapai penerbangan lain, kelebihan
tersebut bisa dilihat dari pendapatan yang diterima yang dapat dilihat dalam
laporan keuangan, hal ini dapat menarik minat investor karena penilaian suatu
4
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Investor menilai baik atau buruknya suatu perusahaan dengan menilai
kinerja keuangan perusahaan tersebut. Kinerja keuangan yang baik dan terus
meningkat dapat meningkatkan kepercayaan calon investor untuk berinvestasi di
perusahaan. Salah satu unsur yang dilihat dalam laporan keuangan adalah
besarnya pendapatan perusahaan, semakin besar pendapatan perusahaan maka
semakin besar pula keuntungan yang akan diterima investor.
Efisiensi biaya dan beban operasional dibutuhkan untuk mendapatkan
keuntungan yang lebih besar. Semakin efisien perusahaan mengendalikan
pengeluaran biayanya, maka semakin besar pula keuntungan yang diperoleh
perusahaan. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Simamora
(2000:528) :
Profit Margin merupakan suatu ukuran persentase dari setiap rupiah
penjualan yang menghasilkan laba bersih (net income). Hubungan laba bersih dan penjualan kerap kali di pakai untuk mengevaluasi efisiensi perusahaan dalam mengendalikan biaya dan beban yang berkaitan dengan penjualan.
Jadi untuk melihat seberapa besar efisiensi biaya dalam perusahaan dapat
di lihat dari net profit margin atau persentase pencapaian laba bersih dari
pendapatan perusahaan. Berikut adalah gambar fluktuasi net profit margin Garuda
5
Sumber: Annual Report PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. GAMBAR 1.1
PERKEMBANGAN NET PROFIT MARGIN PT. GARUDA INDONESIA TAHUN 2009-2011
Berdasarkan gambar 1.2 Perkembangan net profit margin mengalami
penurunan. Meskipun pendapatan yang di raih oleh Garuda Indonesia cukup
tinggi namun tidak sebanding dengan perolehan laba bersihnya, pada tahun 2008
dan tahun 2009 perusahaan memasuki masa turnaround dimana di tahun 2008
perusahaan sudah memulai proses privatisasi dimana perusahaan sudah tidak
tergantung lagi kepada pemerintah mengenai pendanaan untuk
operasionalnya,terbukti dengan meningkatnya pendapatan pada tahun 2008 dan
tahun 2009. Hal yang sama dikemukakan artikel dalam
www.indonesiafinancetoday.com bahwa “Laba bersih PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk (GIAA) turun 49,3% dari Rp 1,01 triliun pada 2009 menjadi Rp
2009 2010 2011
NPM 6% 2,80% 2,60%
6
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
515,52 miliar pada 2010. Penurunan laba bersih didorong oleh peningkatan beban
operasional perseroan yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan pendapatan dan
penurunan ini masih terjadi sampai dengan kuartal ketiga pada tahun 2011."
Perolehan laba bersih yang berfluktuasi akan mempengaruhi kepercayaan investor
yang akan menanamkan modalnya pada perusahaan. Untuk itu perusahaan
sebaiknya menjaga kinerja keuangannya dan meningkatkan kinerja keuangan
yang sudah baik.
Investor pasti melakukan tinjauan dahulu sebelum memutuskan
berinvestasi pada sebuah perusahaan. Keuntungan yang di dapatkan suatu
perusahaan bisa di jadikan acuan untuk mengambil keputusan. Karena biasanya
semakin besar keuntungan yang di hasilkan perusahaan maka keuntungan yang di
dapatkan investor pun akan besar pula.
Pada tahun 2011 Garuda Indonesia mengeluarkan penawaran saham
perdana ke publik, namun harga saham yang di tawarkan ke publik dianggap
terlalu mahal. Sehingga saham Garuda Indonesia kurang diminati oleh para
investor, walapun saham perusahaan BUMN sebenarnya dianggap cukup
menjanjikan. Kurang diminatinya saham Garuda juga menyebabkan penurunan
pendapatan pada tahun 2010 sampai dengan pertengahan tahun 2011. Selain itu
naiknya beban asuransi, beban gaji dan tunjangan pilot juga terjadi.
Dalam kegiatan usahanya, setiap perusahaan pasti tidak terlepas dari
peningkatan beban dan biaya yang dialami untuk memperoleh keuntungan dan
memperpanjang keberlangsungan perusahaan. Perusahaan yang baik dapat
7
menarik keuntungan di akhir periodenya, namun jika perusahaan tersebut tidak
dapat mengatasi kenaikan beban maka perusahaan tersebut bisa merugi.
Beban operasional merupakan biaya berkelanjutan untuk menjalankan
suatu usaha. Berikut merupakan data mengenai beban operasional Garuda
Indonesia tahun 2009-2011:
TABEL 1.1
PERKEMBANGAN BEBAN OPERASIONAL PT GARUDA INDONESIA TBK TAHUN 2009-2011
Tahun Jumlah Beban
Operasional
Persentase Kenaikan/ penurunan
1 2009 15.983.271.860.677 -5,4%
2 2010 18.569.548.960.868 16%
3 2011 24.735.430.971.579 33%
Sumber: laporan laba rugi perusahaan
Berdasarkan Tabel 1.1 dapat dilihat bahwa beban operasional Garuda
Indonesia mengalami kenaikan dari tahun ke tahunnya. Beban operasional
meliputi biaya yang berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan. Jika
peningkatan beban operasional ini terus terjadi maka bisa berakibat kerugian pada
perusahaan, meskipun kinerja perusahaan dianggap sudah baik.
Beban operasional penerbangan meningkat terutama disebabkan oleh
kenaikan beban bahan bakar avtur, Beban operasional penerbangan tercatat
sebesar Rp15.849 miliar di tahun 2011, meningkat sebesar 60,6% dibandingkan
8
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
sebesar 57,6% dari Rp 6.325 miliar di tahun 2010 menjadi Rp 9.967 miliar di
tahun 2011.
Menurut Jumingan (2006: 165) faktor yang berpengaruh pada perolehan
laba adalah: 1). Naik turunnya jumlah unit yang dijual dan harga jual per unit; 2).
Naik turunnya harga pokok penjualan; 3). Naik turunnya beban operasional yang
dipengaruhi oleh jumlah unit yang dijual, variasi dalam tingkat harga dan efisiensi
operasi perusahaan; 4). Adanya perubahan dalam metode akuntansi.
Selama tahun 2011 porsi penjualan melalui travel agent merupakan
penyumbang terbesar dibandingkan seluruh channel distribusi, dengan jumlah
agen aktif sebanyak 618 IATA agent di seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah
member Garuda Online System (GOS/ badan usaha selain travel agent/sub agent)
mencapai 3.804, meningkat 69% dari tahun sebelumnya. Tiket penumpang
rata-rata per kilometer – domestik mengalami peningkatan dari USc 10,9 di tahun
2010 menjadi USc 11,8 di tahun 2011, demikian halnya dengan yield penumpang
untuk pasar internasional yang juga meningkat dari USc 7,2 di tahun 2010
menjadi USc 8,2 di tahun 2011. Secara total, yield meningkat dari USc 8,6 di
tahun 2010 menjadi USc 9,6 di tahun 2011. Peningkatan yield ini di samping
disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar di tahun tersebut namun juga
merupakan hasil dari penerapan strategi revenue management. Sementara itu
frekuensi penerbangan internasional tercatat sebanyak 21.662 kali atau meningkat
23,2% dari tahun sebelumnya. Pada akhir tahun 2011, Garuda Indonesia
mengelola 16 buah pesawat (Airbus 330-300, Airbus 330-200, dan Boeing
9
sebanyak 78 buah untuk melayani 25 rute internasional.Penyesuaian harga
dilakukan melalui peningkatan Fuel Surcharge untuk penerbangan Internasional
dan kenaikan harga di penerbangan domestik.
Di samping perbaikan kinerja operasional perusahaan, beban operasional
pun ikut mengalami kenaikan. Beban operasional penerbangan tercatat sebesar
Rp15.849 miliar di tahun 2011, meningkat sebesar 60,6% dibandingkan dengan
Rp 11.513 miliar di tahun lalu akibat peningkatan beban bahan bakar sebesar
57,6% dari Rp 6.325 miliar di tahun 2010 menjadi Rp 9.967 miliar di tahun 2011.
Peningkatan bahan bakar ini sejalan dengan peningkatan harga rata-rata avtur dari
USc 65,9/liter di tahun 2010 menjadi USc 89,7/liter di tahun 2011. Beban bahan
bakar merupakan penyumbang terbesar dari beban operasional penerbangan, yaitu
mencakup 62,9% dari total beban operasional penerbangan di tahun 2011.
Sementara itu, beban sewa dan charter pesawat yang merupakan penyumbang
terbesar kedua yaitu 22,4% dari total beban operasional penerbangan mengalami
peningkatan sebesar 31,6% menjadi Rp 3.545 miliar di tahun 2011 sebagai akibat
dari penambahan armada yang dilakukan selama tahun 2011.
Berdasarkan faktor-faktor di atas diketahui bahwa beban operasional
merupakan salah satu faktor yang berpengaruh negatif terhadap laba, Menurut
David Maguire (2008) “Operational Expense is an ongoing cost for running a
product, business, or system.” Beban operasional merupakan biaya berkelanjutan untuk menjalankan sebuah produk, bisnis ataupun sistem.
Meskipun perolehan laba bersih perusahaan yang meningkat dan jumlah
10
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
sebanding dengan kenaikan beban operasional perusahaan. Selain itu perolehan
net profit margin yang cenderung menurun.
Berdasarkan fenomena tersebut maka perlu diadakan penelitian mengenai
“Pengaruh Beban Operasional terhadap Net Profit Margin pada PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011”.
1.2Identifikasi Masalah
Kondisi perekonomian suatu negara dapat membawa pengaruh terhadap
kegiatan suatu perusahaan. Hal ini menyebabkan suatu perusahaan harus berupaya
keras untuk menjaga keberlangsungan hidup perusahaannya. Tujuan perusahaan
baik yang besar ataupun yang kecil adalah untuk memperoleh laba atau
keuntungan yang optimal dalam rangka mempertahankan kelangsungan
perusahaan. Besar atau kecilnya laba perusahaan menjadi ukuran dalam menilai
kesuksesan perusahaan. Besarnya laba yang di peroleh dapat dilihat dari
bagaimana sebuah perusahaan melakukan strategi untuk mengefisiensikan biaya
yang dikeluarkan. Hal ini dapat dilihat dari perolehan Net Profit Margin
Perusahaan.
PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk merupakan maskapai penerbangan
terbesar di Indonesia. Sebagai maskapai penerbangan yang sudah lama bergerak
dibidang transportasi udara, Garuda Indonesia sudah memiliki kepercayaan di
masyarakat. Kendati demikian, tak dapat dipungkiri bahwa persaingan bisnis di
dalam industri penerbangan di Indonesia tetap berlangsung, baik persaingan
antara sesama operator nasional. Selama tahun 2004 sampai dengan tahun 2011
11
mengalami peningkatan namun tidak sebanding dengan peningkatan beban
operasionalnya.
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka yang menjadi
tema sentral dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut:
Selama tahun 2004 sampai dengan tahun 2011 laba bersih yang di peroleh
perusahaan berfluktuatif dan sempat mengalami rugi bersih. meskipun
pada tahun 2011 laba bersih mengalami peningkatan namun tidak
sebanding dengan peningkatan beban operasional yang berdampak
menurunnya Net Profit Margin. Beban operasional penerbangan
meningkat terutama disebabkan oleh kenaikan beban bahan bakar,
kenaikan beban sewa dan charter pesawat dan beban gaji serta tunjangan
pegawai. Bila hal ini terus terjadi maka dapat mempengaruhi perolehan
laba bersih dan mengurangi kepercayaan investor untuk berinvestasi di
perusahaan yang baru go publik. Untuk mencegah hal tersebut maka perlu
dilakukan pengelolaan beban operasional secara profesional agar beban
operasional yang dikeluarkan menjadi lebih efektif dan tidak mengganggu
jalannya kegiatan usaha.
1.3Rumusan Masalah
Sesuai latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan
beberapa permasalahan yang diteliti sebagai berikut:
1. Bagaimana gambaran beban operasional pada PT. Garuda Indonesia
12
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
2. Bagaimana gambaran Net Profit Margin pada PT. Garuda Indonesia
(Persero) Tbk tahun 2004-2011.
3. Bagaimana pengaruh beban operasional terhadap Net Profit Margin pada
PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2004-2011.
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan pada rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini untuk
memperoleh hasil temuan mengenai:
1. Gambaran beban operasional pada PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk
tahun 2004-2011.
2. Gambaran Net Profit Margin pada PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk
tahun 2004-2011.
3. Gambaran pengaruh beban operasional terhadap Net Profit Margin bersih
pada PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2004-2011.
1.5Kegunaan Penelitian 1. Kegunaan Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas kajian mengenai ilmu
ekonomi khususnya ilmu manajemen keuangan. Serta dapat memberikan
informasi bagi peneliti dalam mengembangkan ilmu manajemen keuangan
internasional. Selain itu penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan
sebagai tambahan referensi dan wawasan kepada peneliti lain yang tertarik
13
2. Kegunaan Praktis
Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan
bagi pihak manajemen Garuda Indonesia atau perusahaan sejenis dalam
menentukan kebijakan khususnya untuk meningkatkan kinerja perusahaan
sehingga dapat dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan apabila
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu BAB III
OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian
Variabel bebas atau independent variabel dalam penelitian ini yaitu beban
operasional. Kemudian yang menjadi variabel terikat atau dependent variabel
adalah Net Profit Margin. Adapun objek penelitian ini adalah PT. Garuda
Indonesia Tbk tahun 2004-2011.
Penelitian ini dilakukan dengan mempelajari laporan keuangan khususnya
laporan laba rugi PT Garuda Indonesia Tbk pada 2004-2011. Alasan mendasar
PT. Garuda Indonesia Tbk sebagai objek penelitian adalah sebagai perusahaan
penerbangan terbesar di Indonesia yang juga tergabung dalam Asosiasi
Perusahaan Penerbangan Internasional atau (IATA) sempat mengalami kerugian.
Periode penelitian dari tahun 2004-2011 dikarenakan pada tahun 2004 perusahaan
mengalami rugi bersih yang berdampak pada pergantian manajemen di tahun
2008 sampai dengan tahun 2009. Selain itu perkembangan laba bersih yang
berfluktuasi tidak sebanding dengan perkembangan beban operasional yang
menyebabkan net profit margin mengalami penurunan.
Berdasarkan objek penelitian tersebut, maka akan dianalisis mengenai
pengaruh beban operasional terhadap net profit margin pada PT. Garuda
Indonesia Tahun 2004-2011. Dalam penelitian ini peneliti memfokuskan pada
perkembangan beban operasional yang mempengaruhi perkembangan net profit
42
3.2. Metode Penelitian
3.2.1 Jenis Penelitian dan Metode yang dipergunakan
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis data sekunder, yaitu
dengan mengolah data yang telah dikumpulkan oleh pihak tertentu atau oleh
lembaga pengumpul data yang berupa data kuantitatif yaitu perputaran persediaan,
rasio hutang dan pengaruhnya terhadap laba bersih. Maka desain penelitian yang
digunakan adalah time series design. Time series design adalah desain penelitian
yang bermaksud untuk mengetahui kestabilan dan kejelasan suatu keadaan, yang
tidak menentu dan tidak konsisten (Sugiyono, 2009:78). Dalam penelitian ini
peneliti memfokuskan pada beban operasional yang memengaruhi net profit
margin PT. Garuda Indonesia Tbk.
Metode penelitan merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data,
baik data yang bersifat data sekunder maupun data primer, dengan
tujuan dan kegunaan tertentu. Kegiatan penelitian ini didasarkan pada ciri-ciri
keilmuan yang rasional, empiris, dan sistematis guna memperoleh data-data tepat,
sehingga dapat dijadikan sebagai sebuah informasi yang penting dan
berguna dalam proses penyusunan suatu penelitian.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
dan verifikatif. Metode deskriptif menurut Sugiyono (2008:29) adalah sebagai
berikut :
43
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Melalui jenis penelitian deskriptif maka dapat diperoleh deskripsi
mengenai: (1) Gambaran perkembangan beban operasional, (2) Gambaran
perkembangan net profit margin. Kegiatan penelitian deskriptif melibatkan
pengumpulan data yang digunakan untuk mendeskripsikan ciri-ciri, unsur-unsur,
sifat-sifat suatu fenomena biasanya dalam bentuk kuantitatif/tabel ataupun
kualitatif.
Sedangkan menurut Iqbal Hasan (2008:11) bahwa “metode verifikatif
yaitu menguji kebenaran sesuatu (pengetahuan) dalam bidang yang telah ada dan
digunakan untuk menguji hipotesis yang menggunakan perhitungan statistik”.
Dalam penelitian ini diuji mengenai pengaruh beban operasional terhadap net
profit margin PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2004-2011.
3.2.2 Operasionalisasi Variabel
Menurut Sugiyono (2009: 35) mengemukakan bahwa, ”Variabel penelitian
pada dasarnya adalah sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh
penelitian untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut,
kemudian ditarik kesimpulan”. Menurut Suharsimi Arikunto (2009: 96)
mengatakan bahwa, " Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik
perhatian suatu penelitian". Dan menurut Hatch & Farhady dalam Sugiyono
(2009: 23), “Variabel dapat didefinisikan sebagai atribut dari seseorang atau objek
yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu objek
dengan objek yang lain”.
Berdasarkan judul yang penulis kemukakan yaitu “Pengaruh
44
(persero) Tbk periode 2004-2011”, maka dapat ditentukan dua variabel yang
digunakan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:
1. Beban Operasional sebagai variabel Independen (X)
Menurut Sugiyono (2009:39) bahwa “Variabel Independen atau
Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variable dependen (terikat)”
2. Net Profit Margin variabel Dependen (Y)
Menurut Sugiyono (2009:39) bahwa “Variabel Dependen atau variabel
terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat,
karena adanya variabel bebas”.
TABEL 3.1
OPERASIONALISASI VARIABEL
Variabel Konsep variabel Indikator Skala
Beban - biaya administrasi dan
umum
Ukuran persentase setiap rupiah keuntungan yang dihasilkan laba bersih dari penjualan.
NPM=
x 100%
45
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu 3.2.3 Jenis dan Sumber Data
Jenis skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala
rasio. Selanjutnya jenis sumber data yang digunakan yaitu data sekunder. Data
sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh para peneliti, data yang
diterbitkan dalam jurnal statistik dan informasi yang tersedia dari sumber
publikasi atau non publikasi baik dari dalam atau luar organisasi, semua yang
dapat berguna bagi peneliti. Menurut Sugiyono (2009:137) menjelaskan
pengertian sumber data primer dan sumber data sekunder sebagai berikut :
Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupkan sumber yang tidak langsung memberikan langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen.
Penelitian ini yang menjadi sumber data sekunder adalah literatur artikel,
jurnal ilmiah, serta situs di internet yang berkenaan dengan penelitian. Data-data
yang dibutuhkan adalah:
Sekunder Annual report pada Website PT.
Garuda Indonesia (Persero),
Sekunder Laporan laba rugi dalam laporan keuangan PT. Garuda Indonesia
(Persero), Tbk tersedia pada
Website PT. Garuda Indonesia
(Persero), Tbk. dan
Sekunder Laporan laba rugi dalam laporan keuangan PT. Garuda Indonesia
(Persero), Tbk tersedia pada
Website PT. Garuda Indonesia
(Persero), Tbk.dan
46
No Data Jenis Data Sumber Data
4 Perkembangan Laba Bersih PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk
Sekunder Laporan laba rugi dalam laporan keuangan PT. Garuda Indonesia
(Persero), Tbk tersedia pada
Website PT. Garuda Indonesia
(Persero), Tbk.dan
www.idx.co.id
3.2.4 Populasi, Sampel dan Teknik Sampel 3.2.4.1. Populasi
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obje/subjek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Menurut Suharsimi
Arikunto (2009:108), menyatakan bahwa “Populasi adalah keseluruhan atau
himpunan objek dengan ciri yang sama”.
Menurut Lili Adi Wibowo (2010:82) menyatakan bahwa,:
Populasi adalah keseluruhan elemen, atau unit elementer, atau unit penelitian, atau unit analisis yang memiliki karakteristik tertentu yang diijadikan sebagai objek penelitian. Populasi tidak hanya berkenaan dengan siapa tetapi juga berkenaan dengan apa yang diteliti.
Berdasarkan pengertian populasi tersebut maka yang menjadi populasi
berdasarkan unit elementer pada penelitian ini adalah laporan keuangan PT.
Garuda Indonesia Tbk, yang terdiri dari laporan laporan laba rugi sejak PT.
Garuda Indonesia Tbk tahun 2004-2011.
3.2.4.2. Sampel
Menurut Suharsimi Arikunto (2009:131), “Sampel adalah sebagian atau
wakil populasi yang diteliti.”. Agar memperoleh sampel yang representatif dari
47
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
yang sama untuk menjadi sampel. Maka dari itulah peneliti mengambil sebagian
dari objek populasi yang ditentukan, dengan catatan bagian yang diambil tersebut
mewakili yang lain yang tidak diteliti.
Menurut Sugiyono (2009: 79) menyatakan bahwa:
Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi, untuk itu sampel dari populasi harus benar-benar representatif.
Berdasarkan pengertian sampel tersebut, maka yang menjadi sampel pada
penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Garuda Indonesia Tbk yang terdiri dari
laporan laba rugi periode tahun 2004-2011.
3.2.4.3. Teknik Sampel
Menurut Sugiyono (2008:82) “Teknik sampling adalah merupakan teknik
pengambilan sampel”. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teknik sampel jenuh.
Menurut Sugiyono (2008:85) “Sampling jenuh adalah teknik penentuan
sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel”. Hal ini sering
dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian
yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil.
Berdasarkan pengertian tersebut, maka dalam penelitian ini sampel yang
diambil peneliti adalah data laporan keuangan tahunan dan data mengenai beban
48
3.2.5 Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2009:402), “Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian
adalah mendapatkan data.” Berdasarkan sumber datanya, pengumpulan data dapat
menggunakan sumber primer, dan sumber sekunder. Menurut Sugiyono
(2009:402), “Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data
ke pada pengumpul, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung
memberikan data kepada pengumpul data.”
Menurut Sugiyono (2009:402), “Jika dilihat dari segi cara atau teknik
pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan
observasi (pengamatan), interview (wawancara), kuesioner (angket), dokumentasi
dan gabungan keempatnya.” Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
adalah metode studi pustaka dan metode dokumentasi. Metode studi pustaka
dilakukan dengan mengumpulkan data informasi dari artikel, jurnal, literatur, dan
hasil penelitian terdahulu yang digunakan untuk mempelajari dan memahami
literatur yang memuat pembahasan yang berkaitan dengan penelitian.
Menurut Sugiyono (2009:422), “Dokumen merupakan catatan peristiwa
yang sudah berlalu.” Dokumentasi dapat berbentuk tulisan, gambar, atau
karya-karya monumental dari seseorang. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi
ini, peneliti menyelidiki arsip-arsip tertulis seperti laporan keuangan perusahaan
dan dokumen lain dalam perusahaan yang relevan dengan kepentingan penelitian.
Berdasarkan teknik tersebut, penulis mengumpulkan data dokumentasi berupa
49
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu 3.2.6Rancangan Analisis Data
3.2.6.1 Rancangan Analisis Data Deskriptif
Sesuai dengan metode penelitian yang digunakan, untuk menghitung nilai
beban operasional (variabel X) dan net profit margin (variabel Y), yaitu dengan
cara mendeskripsikan setiap indikator-indikator variabel tersebut dari hasil
pengumpulan data yang di dapat. Adapun cara untuk menghitung indikator dari
setiap variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Untuk menghitung beban operasional:
Beban Operasional = beban operasional penerbangan + beban bandara,
beban pemeliharaan dan perbaikan + beban pelayanan penumpang +beban
tiket, penjualan dan promosi + beban penyusutan +beban administrasi dan
umum +beban lainnya.
b. Untuk menghitung persentase Net Profit Margin:
3.2.6.2Rancangan Analisis Data
Menurut Sugiyono (2009:270), menyatakan bahwa “Analisis regresi linier
sederhana dipergunakan untuk mengetahui hubungan kausial antara variabel
independen dengan variabel independen”. Analisis ini digunakan untuk
mengetahui hubungan antara beban operasional sebagai variabel X terhadap net
profit margin sebagai variabel Y. Adapun persamaan umum regresi linier
sederhana adalah :
50
Dimana :
Ŷ = (baca Y topi), subjek variabel terikat yang diproyeksikan.
X = variabel bebas yang mempunyai nilai tertentu untuk diprediksikan
a = nilai konstanta harga Y jika X = 0
b = nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) yang menunjukkan nilai
peningkatan (+) atau nilai penurunan (-) variabel Y.
n = banyak sampel
3.2.6.4 Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk mencari jawaban dari inti penelitian.
Pengujian terhadap statistik yang telah dikemukakan, penulis menggunakan
statistik uji regresi linier sederhana. Sesuai dengan hipotesis yang telah diajukan
bahwa “beban operasional berpengaruh terhadap net profit margin”, maka kriteria
penerimaan dan penolakan hipotesis ditentukan sebagai berikut:
a. Berdasarkan persamaan regresi linier sederhana, jika nilai koefisien arah
regresi yang disimbolkan dengan b memiliki tanda negatif (-), maka
hipotesis yang diajukan diterima.
b. Berdasarkan persamaan regresi linier sederhana, jika nilai koefisien arah
regresi yang disimbolkan dengan b memiliki tanda positif (+), maka
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dan hasil penelitian pada bagian sebelumnya,
maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Gambaran beban operasional PT. Garuda Indonesia Tbk tahun
2004-2011 cenderung meningkat.
2. Gambaran Net Profit Margin (NPM) PT. Garuda Indonesia Tbk
tahun 2004-2011 berfluktuasi namun cenderung menurun.
3. Peningkatan beban operasional tidak sebanding dengan
peningkatan NPM meskipun laba bersih meningkat. Hal ini
berarti beban operasional belum cukup efisien. Dari perhitungan
statistik diketahui bahwa peningkatan beban operasional
berpengaruh negatif terhadap peningkatan NPM.
5.2 Rekomendasi
Dari kesimpulan yang telah diuraikan, maka rekomendasi yang
diajukan penulis dari penelitian yang telah dilakukan antara lain adalah
sebagai berikut :
1. Beban operasional yang tercatat di laporan laba rugi berasal dari
biaya-biaya yang telah di keluarkan perusahan untuk kegiatan
operasionalnya demi mendapatkan keuntungan yang maksimal.
76
perusahaan disarankan untuk bisa mengurangi biaya operasional
yang tidak perlu.
2. PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk sebagai perusahaan jasa
penerbangan terbesar di Indonesia yang selalu memprioritaskan
kualitas layanannya kepada pelanggan, hendaknya terus
melakukan strategi-strategi bisnis seperti melakukan promosi yang
menarik konsumen dan membuka rute penerbangan baru, supaya
dapat terus meningkatkan perolehan laba bersih yang akan
menaikan besarnya Net Profit Margin.
3. Bagi para peneliti selanjutnya, yang akan meneliti mengenai laba
bersih dan Net Profit Margin (NPM) sebaiknya melihat
faktor-faktor lain yang berhubungan atau yang mempengaruhi kenaikan
atau penurunan laba bersih dan Net Profit Margin (NPM) yang
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Angelico A. Groppelli, Ehsan Nikbakht. 2000. Finance. Fifth Edition. Barron’s: USA
Agus Sartono. 2005. Manajemen Keuangan: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE
Armanto Witjaksono. 2006. Akuntansi Biaya. Jakarta: Penerbit: Mitra Wacana Media
Bambang Riyanto. 2008. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: BPFE.
Barry J. Epstein, Eva K. Jermakowicz. 2007. Interpretation and
Application of International Financial Reporting Standards
Bastian Bustani dan Nurlela.2007. Akuntansi Biaya : Kajian Teori dan
Aplikasi. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Besley, Scott, dan Brigham, E.F. 2008. Principles of Finance. Fourth Edition. South Western Educational Publishing. United States of America.
Brad M. Barber, Terrance Odean. LU Zheng. 2005. Out of sight, Out of
mind: The effects of expenses on mutual fund flows
Brigham, Eugene F, Joel F. Houston.2010. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
78
Eldon S. Hendriksen, Michael F. Van Breda.1992. Accounting Theory. Chicago: Irwin
Fabozzi, Frank J. & Pamela Peterson Drake (2010). The basic of finance:
an introduction to financial markets, bussines finance, and portofolio management. Joh Wiley & Sons, Inc.,
Francis, Jennifer. Schipper, Katherine. Stickney, Clyde P. Weil, Roman L. 2010 Financial Accounting: An Introduction to Concepts, Methods, and Uses
Gede Edy Prasetya. 2005. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : PT Raja Grafindo.
Hansen, Don R. & Mowen, Marryanne M. 2001. Management Accounting and Control. Sixth Edition. New Jersey: Rhomson South Western:.
Hennie van Greuning. 2010. Analisis Risiko Perbankan. Jakarta: Salemba Empat.
Henry Simamora. 2000. Akuntansi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat
Imam Ghazali. 2006. Aplikasi Analisis Mutivariate dengan Program
SPSS. Edisi ketiga. Semarang: Badan Penerbit Universitas
Diponegoro
Jonathan Sarwono. 2006. SPSS 14. Yogyakarta : Andi Offset.
Jopie Jusuf. 2008. Analisis Kredit Untuk Account Officer. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
79
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
H. Sutrisno. 2007. Manajemen Keuangan Teori, Konsep, dan Aplikasi. Yogyakarta: Ekonisia
Ikatan Akuntansi Indonesia, 2004, Standar Akuntansi Keuangan, Jakarta : Salemba Empat.
Iqbal Hasan. 2008. Pokok-Pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensif). Jakarta: Bumi Aksara
Kasmir. 2008. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers
Kieso, Donald L. and Jerry J. Weygandt. 2010. Accounting Principles. US: Wiley Foundation
Kusnadi, Lukman Syamsudin, Kertahadi, 2001, Teori Akuntansi, Malang : Universitas Brawijaya.
Lowson, Robert H. 2002. Assessing the operational cost of offshore
sourcing strategies
Lukman Syamsuddin. 2007. Manajemen Keuangan perusahaan (konsep aplikasi dalam perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan) edisi baru. Jakarta: Rajawali Pers.
M. Hanafidan Abdul Halim2007. Analisis Laporan Keuangan. Edisi ketiga. UPP STIM YKPM. Yogyakarta.
Mahmud Machfoed. 2005. Pengantar Bisnis Modern. UPP AMP YKPN
Masyhuri dan M. Zainuddin. 2008. Metode Penelitian: Pendekatan
Praktis dan Aplikatif. Bandung: Refika Aditama.
80
Martono dan Agus Harjito. 2007. Manajemen Keuangan, Edisi Pertama. Yogyakarta: Ekonisia
Maria E.M. Simanjuntak. 2007. pengaruh biaya operasi terhadap laba
operasi. Bandung: Universitas Komputer Indonesia.
Moyer, R. Charles Moyer, James R. McGuigan, Ramesh P. Rao, William J. Kretlow 2012. Contemporary Financial Management.
South western,USA. Cengage Learning.
Munawir. 2010. Analisa Laporan Keuangan Edisi 4. Yogyakarta: Liberty
Mulyadi. 2005. Akuntansi Biaya Edisi 5. Yogyakarta : YKPN.
Nafarin, M. 2007. Penganggaran Perusahaan. Jakarta: Salemba empat
Needles, et al. (2010) Financial Accounting. Cengage Learning
Peter E. Hansen, Brian H. Kleiner. 1996. Viewpoint: How Organizations
Should Manage Expense Accounts
Petronila, Thio Anastasia dan Mukhlasin. 2003. “Pengaruh Profitabilitas
Perusahaan Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Laporan Keuangan Dengan Opini Audit Sebagai Moderating Variabel.” Jurnal ekonomi dan bisnis no. 1 (februari): 17-25.
S. Munawir. 2004. Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty
_________,2007,Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty
Sheny Amaliah. 2009.Analisis Dampak Beban Operasional terhadap
Tingkat Profit Margin pada Unit Usaha Susu Perah Koperasi Unit Desa Sarwa Mukti Cisarua Bandung. Bandung: Universitas
81
Triana Wulandari, 2013
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Net Profit Margin Pada Pt. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2004-2011
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Sinsin Hasinah. 2007. Digital Library Initiative. Jurnal Biaya
Operasional Terhadap Laba Bersih Pada PT Telekomunikasi Indonesia (Persero).
Siti Anisah. 2008. Pengaruh biaya operasional terhadap laba operasional. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Soemarsono S.R. 2004. Akuntansi: Suatu Pengantar Edisi Revisi 5. Salemba Empat
Sofyan Safri Harahap.2006. Analisis Kritis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
_________________. 2008. Teori Akuntansi. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Susan Irawati. (2006). Manajemen Keuangan. Bandung: Penerbit Pustaka
Stickney, et al. 2009.Financial Accounting: An Introduction to Concepts,
Methods, and Uses. Cengage Learning.
Subranyam, K.R., James D & Skousen, K. Fred. 2009. Financial Statement
Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti. 2004. Dasar-dasar Manajemen
Keuangan. Yogyakarta : UPP AMP YPKN.
Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta.
________.2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.
82
Thomas Madritsch, David Steixner, Herwig Ostermann, Roland Staudinger. 2008. Operating cost analyses of long term care
facilities
Usry, Milton F., dan Lawrence, H. Hammer, 2000. Akuntansi Biaya :
Perencanaan dan Pengendalian, Edisi Kesepuluh, Jilid I,
Penerjemah Alfonsus Sirait, Jakarta: Erlangga.
Van Horne, James C. 2002. Financial Management and policy.
International edition 12th edition. New jersey: Prentice Hall, Inc.
Van Horne, James C. & John M. Wachowicz, JR. 2009. Fumdamentals of
Financial Management: Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan.
Jakarta: Salemba Empat.
Winarno, Sigit. 2007. Kamus Besar Ekonomi. Pustaka Grafika
Uma Sekaran. 2009. Metode Penelitian Untuk Bisnis,Jakarta: Salemba Empat,
Zaki Baridwan. 2004. Intermediate Acoounting. Yogyakarta: BPFE.
Sumber Lain:
Website Garuda Indonesia.
www.scribd.com/doc/40584796/PSAK-2009
website bisnis.com
www.ericfebrian.wordpress
website IATA
www. Idx.co.id