1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Departemen Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa industri kreatif yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu digunakan untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan atau mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu, yang telah menjadi penopang perekonomian suatu negara dan juga dalam beberapa tahun terakhir ini, industri kreatif telah banyak berkembang di Indonesia (Indonesiakreatif, 2014).
Tabel 1.1 Nilai Tambah Bruto Ekonomi Kreatif Indonesia tahun 2010-2013
Sumber: Badan Pusat Statistik (diolah),2013 Rp0
Rp20,000 Rp40,000 Rp60,000 Rp80,000 Rp100,000
2010 2011 2012 2013
NTB Ekonomi Kreatif Indonesia Sub- sektor Kerajainan Tahun 2010-2013 Atas
Dasar Harga Berlaku (Milyar Rupiah)
NTB Ekonomi Kreatif Indonesia Sub-sektor Kerajainan Tahun 2010- 2013 Atas Dasar Harga Berlaku (Milyar Rupiah)
2 Tabel 1.1 menunjukkan bahwa subsektor kerajinan memperoleh rata-rata kenaikan Nilai Tambah Bruto (NTB) sebesar 8,4% per tahunnya. Kondisi NTB yang meningkat tiap tahunnya menunjukkan peluang bisnis yang berkaitan dengan kerajinan souvenir masih terbuka lebar dan sangat menjanjikan.
Castle Shop merupakan salah satu industri kreatif, dimana memerlukan
adanya pemanfaatan kreativitas sumber daya manusia sebagai aset utama untuk menciptakan nilai tambah ekonomi (Indonesiakreatif, 2014). Perusahaan ini bergerak di bidang sabun unik dan souvenir terutama hampers, birthday gift,dan anniversary gift yang sudah membuka gerai di Surabaya dan Malang. Sekarang
ini, setiap tahunnya kebutuhan akan barang-barang kerajinan tangan (hand made) sangat beragam. Peningkatan permintaan para konsumen terhadap souvenir yang unik, dengan harga yang murah membuat para pengusaha souvenir berlomba- lomba untuk mendapatkan banyak pesanan. Saat ini souvenir tidak hanya dibutuhkan untuk acara-acara pernikahan saja, tetapi bisa juga untuk acara ulang tahun, perpisahan sekolah, ataupun sebagai hadiah tambahan (doorprize). Selain pesanan dalam jumlah besar, kadang souvenir pun dapat dibeli satuan bagi para peminat barang-barang kerajinan tangan.
Bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan jasa, keputusan pembelian konsumen merupakan aspek yang harus mendapatkan perhatian serius.
Keputusan pembelian konsumen yang utama adalah menyangkut keputusan konsumen untuk membeli ataupun tidak membeli sebuah produk (Lamb, Hair, dan Mc. Daniel, 2011: 97). Tentunya perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan ini harus mengkondisikan konsumen agar memutuskan membeli produk
3 yang dijual. Faktor keputusan untuk membeli dalam penelitian ini difokuskan pada kegiatan pemasaran perusahaan meliputi harga, lokasi, dan promosi penjualan. Hal ini didasarkan oleh teori yang dikemukakan oleh Kotler dan Keller (2009:63) yang mengklasifikasikan bauran pemasaran menjadi 4 kelompok besar 4P yaitu Product (Produk), Price (Harga), Place (Lokasi), dan Promotion (Promosi).
Tabel 1.2 Perbandingan Omzet Castle Shop Omzet Castle Shop sebelum membuka
store
Omzet Castle Shop saat membuka store
Juni 2013 Rp 450.000,00 November 2013 Rp 3.544.500,00
Juli 2013 Rp 1.050.000,00 Desember 2013 Rp 3.756.000,00 Agustus 2013 Rp 525.000,00 Januari 2014 Rp 1.567.000,00 September 2013 Rp 1.875.000,00 Februari 2014 Rp 5.768.000,00 Oktober 2013 Rp 1.124.000,00 Maret 2014 Rp 7.017.500,00
Sumber: Internal data perusahaan
Pada tahun 2013, Castle Shop membuka store di Surabaya dan di Malang.
Tabel 1.2 menunjukkan perbandingan besar omzet antara sebelum membuka store dengan setelah membuka store. Omzet penjualan saat membuka store lebih tinggi dibanding saat sebelum membuka store. Peningkatan omzet tersebut mengindikasikan bahwa store dengan lokasi strategis merupakan salah satu media pemasaran untuk membantu meningkatkan keputusan pembelian. Lokasi Castle Shop store adalah di Pakuwon Trade Center (PTC) dan di jalan Cengkeh Malang (Lampiran A). Oleh karena itu, pihak perusahaan melakukan observasi lapangan untuk lebih mengetahui faktor dan alasan konsumen melakukan keputusan
4 pembelian. Observasi dilakukan dengan melihat perilaku pelanggan saat mengunjungi store. Dari 10 pelanggan yang datang, 9 diantaranya hanya melihat- lihat barang yang di store dan mengatakan bahwa harga yang ditawarkan masih terlalu mahal.
Tabel 1.3 Perbandingan Harga Castle Shop dan Kompetitor
Jenis produk Harga per unit (Rp)
Castle Shop Kompetitor
Souvenir 10.000 – 300.000 5.000 – 250.000
Hampers 150.000 – 500.000 50.000 – 500.000
Gift 300.000 – 700.000 250.000 – 650.000
Sumber: Data internal perusahaan dan survei tanggal 8 Maret 2013
Tabel 1.3 menunjukkan tentang perbandingan harga jual produk Castle Shop dengan kompetitor yaitu toko souvenir Ken n So.Ken n So adalah
perusahaan yang bergerak di bidang souvenir sama seperti Castle Shop, namun Ken n So bisa membuat souvenir sesuai keinginan pelanggan mulai dari bentuk
sampai budget harga yang diinginkan. Data yang ada menunjukkan bahwa harga jual Castle Shop lebih mahal dibandingkan dengan Ken n So untuk produk yang sama.
Faktor promosi penjualan juga berpengaruh terhadap keputusan pembelian yang diambil (Kotler dan Keller, 2009:24). Berbagai cara pemasaran telah perusahaan upayakan demi mendapat perhatian dari para konsumen dan juga terbentuknya citra produk yang baik dalam benak konsumen sehingga banyak konsumen yang menggunakan produk dari perusahaan tersebut. Promosi
5 penjualan Castle Shop adalah melalui media sosial dan juga ikut dalam pameran- pameran hingga memberikan potongan harga untuk reseller serta pembelian dengan jumlah banyak.
Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas, maka dilakukan sebuah penelitian berkaitan tentang keputusan pembelian konsumen dengan judul penelitian adalah “Analisis Pengaruh Harga, Lokasi, dan Promosi Penjualan terhadap Keputusan Pembelian pada Castle Shop”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan fenomena yang ada di latar belakang, maka rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah harga berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian konsumen di Castle Shop?
2. Apakah lokasi berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian konsumen di Castle Shop?
3. Apakah promosi penjualan berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian konsumen di Castle Shop?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh harga secara parsial terhadap keputusan pembelian di Castle Shop.
2. Untuk mengetahui pengaruh lokasi secara parsial terhadap keputusan pembelian di Castle Shop.
6 3. Untuk mengetahui pengaruh promosi penjualan secara parsial
terhadap keputusan pembelian di Castle Shop.
1.4 Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Sebagai sarana penambah pengetahuan/wawasan tentang strategi dan teori pemasaran untuk sarana pengembangan ilmu pengetahuan sehingga dapat mengaplikasikan teori yang didapat selama bangku kuliah.
2. Manfaat Praktis
Sebagai bahan pertimbangan dan dasar pedoman untuk mengetahui strategi pemasaran yang akan dilakukan untuk meningkatkan penjualan di Castle Shop.