• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATERI IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT TAHUN PELAJARAN 2022/2023

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATERI IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT TAHUN PELAJARAN 2022/2023"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

337

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII

PADA MATERI IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Alwiyah

Email : [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tapung Hulu pada materi Iman Kepada Kitab-kitab Allah Swt tahun Tahun Pelajaran 2022/2023 melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan 3 kali pertemuan setiap siklusnya. Setiap siklus terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Siklus pertama dan kedua membahas materi pokok penyimpangan sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tapung Hulu yang terdiri dari 20 siswa.

Teknik utama dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan observasi, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara, dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII mulai dari pratindakan, siklus I dan siklus II, yaitu 70 pada tahap pratindakan meningkat menjadi 81,5 pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 84,5 pada siklus II. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi iman kepada kitab-kitab Allah Swt.

Kata Kunci : PTK, Prablem Based Learning (PBL), Hasil Belajar

(2)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

338 PENDAHULUAN

Sebagai suatu lembaga formal, tentu sekolah mempunyai aturan-aturan dan tujuan yang jelas, salah satunya dalam hal pemberlakuan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Kurikulum berisi rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk pendidikan tertentu. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diingginkan.

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti di kelas VIII SMP Negeri 9 Tapung Hulu, dapat diketahui bahwa terdapat beberapa permasalahan dalam pembelajaran di kelas tersebut, diantaranya guru hanya melakukan metode ceramah dengan memanfaatkan buku LKS sepanjang pembelajaran berlangsung, dan banyak siswa yang masih sulit memahami materi pelajaran PAI dan Budi Pekerti. Hal ini dapat terlihat saat siswa diberikan pertanyaan oleh guru, hanya beberapa siswa saja yang mampu menjawab pertanyaan, jawabannya pun masih terkesan seadanya dengan membaca kembali tulisan atau penjelasan yang ada di buku LKS tanpa menggunakan analisis ataupun pendapat pribadi. Adanya permasalahan tersebut mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi rendah.

Adanya beberapa permasalahan yang terlihat di kelas VIII SMP Negeri 9 Tapung Hulu tersebut memerlukan sebuah solusi yaitu dengan mengadakan sebuah penelitian tindakan kelas yang di harapkan dapat mengatasi permasalahan yang timbul. Berdasarkan identifikasi permasalahan yang telah dilakukan, peneliti bersama guru mata pelajaran sosiologi melakukan refleksi mengenai permasalahan yang dianggap paling penting dan harus segera diatasi. Peneliti dan guru sepakat bahwa permasalahan yang mendesak untuk segera diatasi yang terdapat dalam pembelajaran PAI pada materi Iman kepada kitab-kitab Allah Swt yaitu masih banyak siswa yang belum memahami konsep atau materi Iman kepada kitab-kitab Allah Swt sehingga menyebabkan hasil belajar siswa menjadi rendah, terbukti dengan banyaknya siswa yang mempunyai nilai di bawah KKM (75). Oleh sebab itu, peneliti

(3)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

339

bersama guru sepakat untuk memilih model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sebagai pilihan tindakan yang diharapkan mampu membantu siswa dalam memahami konsep ataupun materi Iman kepada kitab-kitab Allah Swt yang diajarkan dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan dengan beberapa tahap diantaranya perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan dan refleksi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis data secara kualitatif yaitu dengan observasi atau pengamatan proses pembelajaran yang berlangsung dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Sedangkan analisis data secara kuantitatif yaitu dengan melakukan pre-test dan post-tes untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar siswa yang kemudian diolah dengan menggunakan Ms.Excel.

Data penelitian dikumpulkan dari berbagai sumber, antara lain melalui informan yaitu guru mata pelajaran PAI di kelas VIII dan seluruh siswa kelas VIII tahun ajaran 2022/2023, selain itu melalui peristiwa yaitu berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar mata pelajaran PAI di kelas VIII dan melalui dokumen yang berisi silabus, RPP, nilai siswa serta, dokumentasi selama pembelajaran.

1. Siklus 1 : pada tanggal 23 September 2022 2. Siklus 2 : pada tanggal 26 September 2022

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan tes sebagai teknik pengumpulan data utama. Sedangkan, teknik pengumpulan data pendukung menggunakan wawancara dan dokumentasi.

Table 1. Tafsiran persentase hasil tes

Harga Persentase Tafsiran

0 Tidak Seorang pun

1 – 25 Sebagian kecil

(4)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

340

26 – 49 Hamper setengahnya

50 Setengahnya

51 – 75 Sebagian besr

76 – 99 Hampir seluruhnya

100 Seluruhnya

Tafsiran persentase hasil tes siswa dihitung dengan rumus sebagai berikut : 𝑓

𝑃 = × 100%

𝑁 Keterangan : 𝑃 = % 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛

𝑁 = 𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑓 = 𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛

HASIL PENELITIAN

Data kondisi awal dalam penelitian tindakan kelas ini diperoleh setelah peneliti melakukan observasi dan tes pada pratindakan. Kemudian dari hasil pratindakan diketahui beberapa permasalahan dalam pembelajaran materi Iman kepada kitab-kitab Allah Swt, permasalahan yang harus segera diatasi adalah masih rendahnya hasil belajar siswa dengan rata-rata kelas 70.

Dari data pratindakan tersebut, kemudian dilaksanakan tindakan dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I dan siklus II. Berikut merupakan deskripsi hasil penelitian yang didapatkan peneliti selama melaksanakan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning.

Deskripsi Siklus I dan Siklus II

Setelah menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning, pada hasil belajar siswa kelas VIII dapat diketahui hasil belajar siswa yang dapat digambarkan pada tabel berikut ini :

(5)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

341

Tabel 2. Hasil Belajar Siswa Setiap Siklus

Tahap

Nilai Rata-rata Hasil Belajar Siswa

Pratindakan 70

Siklus I 81,5

Siklus II 84,5

Berdasarkan tabel 2 tersebut, dapat terlihat bahwa terdapat peningkatan rata-rata nilai hasil belajar mulai dari pratindakan, siklus I, hingga siklus II.

Pada pratindakan, nilai rata-rata siswa hanya mencapai 70 hal ini masih jauh dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan di SMP Negeri 9 Tapung Hulu yaitu 75.

Berdasarkan tes yang diberikan pada tahap observasi awal atau pra tindakan, diperoleh nilai siswa yang dapat terlihat pada tabel berikut ini.

Tabel 3. Hasil Tes Observasi Awal No. Nama/No. Urut Tes Nilai

Tes

Keterangan

1 Adel Miqratul Husna 80 Tuntas 2 Ahmad Rayhan

Arrasyid

60 Tidak Tuntas

3 Andika Ahmad Evendi

80 Tuntas

4 Frans Ade Sadewa 60 Tidak Tuntas 5 Fachri Nur

Ramadhani

80 Tuntas

6 Ferlinda 60 Tidak Tuntas

(6)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

342

7 Farnesa Fila Nauva 60 Tidak Tuntas 8 Ferdi Nur Apriyanto 80 Tuntas 9 Guntur Erlangga 80 Tuntas 10 Ika Yulianti 60 Tidak Tuntas 11 Julia Permata Sari 80 Tuntas 12 Maherda Damar

Prayoga

60 Tidak tuntas

13 Nimas Sekar Arum 60 Tidak Tuntas 14 Nawa Luna

Rahmadini

80 Tuntas

15 Nisrina Aliya Putri 60 Tidak Tuntas 16 Raffi Zakia Refanata 80 Tuntas 17 Saskia Febianti 80 Tuntas 18 Muhammad Yusuf 60 Tidak Tuntas 19 Savia Laura 60 Tidak Tuntas 20 Syarifah Nil Hikmah 80 Tuntas

Jumlah 1400

Rata-rata 70

Tafsiran persentase hasil tes pada tahap observasi awal dapat terlihat pada penjabaran berikut:

a. Hanya 10 siswa yang memperoleh nilai 60 (50%) dengan tafsiran persentase (50) termasuk dalam kategori setengahnya.

(7)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

343

b. Hanya 10 siswa yang memperoleh nilai 80 (50%) dengan tafsiran persentase (50) termasuk dalam kategori setengahnya.

Hasil secara keseluruhan rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 70. dengan rumus:

Σ(𝑥) = 1400 = 70.

𝑓 20

Rata – rata nilai siswa pada observasi awal ini adalah 70 dan masih berada dibawah KKM yaitu 75. Dengan demikian pembelajaran dengan metode konvensional dapat dikatakan gagal atau tidak maksimal dan tidak kondusif.

Dari hasil observasi awal, peneliti mengidentifikasi permasalahan yang ditemukan untuk dijadikan refleksi dalam merencanakan tindakan pada tiap siklusnya.

Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan dalam siklus I yang mana dalam pembelajaran tersebut telah menerapkan model Problem Based Learning (PBL). Berdasarkan refleksi dan observasi dari pembelajaran siklus 1, dengan kontribusi nilai yang diperoleh adalah hasil belajar rata-rata siswa yang diperoleh sebesar 81,5. Hal ini menunjukkan peningkatan nilai dibanding dengan hasil pra siklus dengan kenaikan rata - rata sebesar 11,25. Pada pembelajaran siklus I ini sudah mulai mengalami perubahan peningkatan hasil belajar siswa disertai pula sudah dimunculkannya peran dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, walaupun belum seluruhnya maksimal, akan tetapi perhatian dan respon siswa sudah mulai muncul, dengan penerapan Problem Based Learning (PBL). Hal ini menunjukkan peningkatan kearah yang lebih baik dan hal itu harus lebih ditingkatkan lagi.

Berdasarkan tes yang diberikan pada tahap siklus 1, diperoleh nilai siswa yang dapat terlihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4. Hasil Tes Siklus I

No. Nama/No. Urut Tes Nilai Tes Keterangan

1 Adel Miqratul Husna 90 Tuntas

2 Ahmad Rayhan Arrasyid 90 Tuntas

(8)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

344

3 Andika Ahmad Evendi 90 Tuntas

4 Frans Ade Sadewa 70 Tidak Tuntas

5 Fachri Nur Ramadhani 90 Tuntas

6 Ferlinda 80 Tuntas

7 Farnesa Fila Nauva 70 Tidak Tuntas

8 Ferdi Nur Apriyanto 90 Tuntas

9 Guntur Erlangga 90 Tuntas

10 Ika Yulianti 70 Tidak Tuntas

11 Julia Permata Sari 90 Tuntas

12 Maherda Damar Prayoga 70 Tidak Tuntas

13 Nimas Sekar Arum 70 Tidak Tuntas

14 Nawa Luna Rahmadini 80 Tuntas

15 Nisrina Aliya Putri 70 Tidak Tuntas

16 Raffi Zakia Refanata 80 Tuntas

17 Saskia Febianti 90 Tuntas

18 Muhammad Yusuf 80 Tuntas

19 Savia Laura 80 Tuntas

20 Syarifah Nil Hikmah 90 Tuntas

Jumlah 1630

Rata-rata 81,5

(9)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

345

Tafsiran persentase hasil tes pada tahap siklus 1 dapat terlihat pada penjabaran berikut.

a. Hanya 6 siswa yang memperoleh nilai 70 (50%) dengan tafsiran persentase

(50) termasuk dalam kategori setengahnya.

b. Hanya 5 siswa yang memperoleh nilai 80 (12,5%) dengan tafsiran persentase (1-25) termasuk dalam kategori sebagian kecil.

c. Hanya 9 siswa yang memperoleh nilai 90 (37,5%) dengan tafsiran persentase (26 – 49) termasuk dalam kategori hampir setengahnya.

Hasil secara keseluruhan rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 81,5. Dengan rumus :

Σ(𝑥) = 1630 = 81,5 𝑓 20

Dalam pembelajaran yang dilaksanakan di siklus II ini, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari kegiatan kegiatan observasi awal, siklus I dan pada siklus II ini. Pada kegiatan observasi awal menunjukkan nilai rata – rata yang diperoleh siswa adalah 70, kemudian pada siklus I nilai rata – rata yang diperoleh siswa adalah 81,5; sedangkan pada siklus II ini nilai yang diperoleh siswa adalah 84,5. Hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan pada nilai rata – rata yang diperoleh siswa dan hal ini menunjukkan bahwa penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran yang dilakukan memberikan dampak yang positif dalam pembelajaran yang dilakukan.

Berdasarkan tes yang diberikan pada tahap siklus 2, diperoleh nilai siswa yang dapat terlihat pada tabel berikut ini.

Tabel 5. Hasil Tes Siklus II

No. Nama/No. Urut Tes Nilai Tes Keterangan 1 Adel Miqratul Husna 100 Tuntas 2 Ahmad Rayhan Arrasyid 80 Tuntas 3 Andika Ahmad Evendi 90 Tuntas

(10)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

346

4 Frans Ade Sadewa 80 Tuntas

5 Fachri Nur Ramadhani 90 Tuntas

6 Ferlinda 80 Tuntas

7 Farnesa Fila Nauva 80 Tuntas

8 Ferdi Nur Apriyanto 100 Tuntas

9 Guntur Erlangga 100 Tuntas

10 Ika Yulianti 80 Tuntas

11 Julia Permata Sari 90 Tuntas 12 Maherda Damar Prayoga 80 Tuntas

13 Nimas Sekar Arum 80 Tuntas

14 Nawa Luna Rahmadini 90 Tuntas 15 Nisrina Aliya Putri 90 Tuntas 16 Raffi Zakia Refanata 90 Tuntas

17 Saskia Febianti 90 Tuntas

18 Muhammad Yusuf 100 Tuntas

19 Savia Laura 90 Tuntas

20 Syarifah Nil Hikmah 100 Tuntas

Jumlah 1690

Rata-rata 84,5

Tafsiran persentase hasil tes pada tahap siklus 1 dapat terlihat pada penjabaran berikut.

(11)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

347

a. Terdapat 7 siswa yang memperoleh nilai 80 (43,75%) dengan tafsiran persentase (26 – 49) termasuk dalam kategori hampir setengahnya.

b. Terdapat 8 siswa yang memperoleh nilai 90 (37,5%) dengan tafsiran persentase (26-49) termasuk dalam kategori sebagian besar.

c. Terdapat 5 siswa yang memperoleh nilai 100 (18,75%) dengan tafsiran persentase (1-25) termasuk dalam kategori sebagian kecil.

Hasil secara keseluruhan rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 84,5.

Dengan rumus : Σ(𝑥) = 1690 = 84,5 𝑓 20

Pada pembelajaran siklus II sudah menunjukkan hasil pembelajaran yang sesuai dengan harapan. Artinya partisipasi dan respon siswa yang meliputi perhatian, aktivitas dan kerjasama antar siswa serta hasil belajar siswa sudah sepenuhnya dimunculkan, dan pembelajaran sudah menunjukkan kondisi yang kondusif dan optimal.

Gambar 2. Grafik Hasil Belajar Siswa Setiap Siklus

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI dan Budi Pekerti di SMP Negeri 9 Tapung Hulu dapat disimpulkan beberapa hal seperti berikut :

(12)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

348

1. Penerapan model Problem Based Learning pada pembelajaran PAI dan Budi Pekerti menunjukkan peningkatan ke arah yang lebih baik dalam hal aktivitas belajar, diskusi dan keaktifan dalam pelaksanaan pembelajaran. Dalam hal ini dengan penerapan model Problem Based Learning siswa menjadi lebih mampu membangun komunikasi, diskusi dan kerja sama yang baik sesama siswa serta siswa mampu membangun komunikasi yang baik dengan guru. Dengan penerapan model pembelajaran ini, dapat menstimulus keaktifan siswa melalui kerja sama antar kelompok dan anggota kelompok.

2. Hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dengan penerapan model Problem Based Learning. Hal ini terlihat dari rata-rata hasil belajar siswa yang diperoleh pada observasi awal adalah 70, rata – rata hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus I adalah 78,75 dan rata – rata hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus II adalah 87,5. Hal ini menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan dengan hasil belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 50% dan pada siklus II sebesar 100%.

DAFTAR PUSTAKA

Made. (2008). Penerapan Model Problem Base Learning untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar dan Hasil Belajar Teori Akuntansi Mahasiswa Jurusan Ekonomi Undiksha. Laporan Penelitian. Hlm. 74-84.

Sudjana, Nana. (2010). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:

PT Remaja Rosdakarya.

Rusmono.(2014). Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning itu perlu.

Bogor : Penerbit Ghalia Indone

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta : Menteri Pendidikan Nasional.

Wina, Sanjaya. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Gulo, W.2007. Metode Penelitian. Jakarta : PT. Grasindo

Referensi

Dokumen terkait

2015.. PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP NIAT PEMBELIAN YANG DI MEDIASI OLEH CITRA MEREK PADA.. PRODUK LAPTOP

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu penelitian dengan menggunakan uji statistic untuk menguji hipotesis agar bisa dijelaskan hubungan variabel

Tan- pa adanya direksi dan komisaris, suatu PT tidak dapat men- jalankan fungsinya sebagai sebuah institusi atau badan yang melakukan aktivitas usaha untuk mencari keuntungan

Interactive use of performance measurement systems and the organization’s customers-focused strategy: the mediating role of organizational learning, Problems and Perspectives

PENGARUH METODE PROCESS GOAL SETTING TERHADAP MOTIVASI OLAHRAGA DAN PENGUASAAN KETERAMPILAN DASAR DROPSHOT CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS PADA ATLET PEMULA PB. 27) menyatakan

Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan menggunakan metode perbandingan dengan cara melakukan pengujian laboratorium pada benda uji Marshall yang dibuat

Itu berarti skor ketuntasan siswa kelas IV hanya 34,5% dari batas minimal ketuntasan rata-rata kelas, yaitu 75% sedangkan sesudah diterapkan model Inkuiri Sosial menunjukkan

Pada akhir PLPG dilakukan uji kompetensi yang meliputi uji tulis dan uji kinerja (ujian praktik). Ujian tulis bertujuan untuk mengungkap kompetensi profesional dan