• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Toko Rumah Muslimah merupakan salah satu usaha yang terdapat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang bergerak di bidang fashion khususnya dalam busana dan aksesoris mulismah. Toko ini merupakan salah satu toko yang terkena dampak adanya Covid-19 yang membuatnya harus beradaptasi cara baru untuk berjualan agar dapat diterapkan pada masa pandemi.

Toko Rumah Muslimah saat ini masih melakukan kegiatan bisnisnya secara konvensional dimana pelanggan mendatangi toko untuk membeli produk yang dijual. Jika terdapat pelanggan yang menanyakan tentang ukuran dan stok maka pegawai toko akan melakukan cek ukuran dan stok produk yang tersedia secara manual. Pembayaran juga dilakukan dengan cara pelanggan membayar secara langsung ke kasir. Kasir memberikan struk belanja sekaligus dengan produk yang dibeli. Kendala yang sering terjadi adalah pelanggan membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya agar dapat mencari produk yang sesuai dengan kriteria mereka.

Hal ini dapat merepotkan penjual jika terjadi penumpukkan pelanggan di dalam toko karena terbatasnya sumber daya manusia yang tersedia. Kendala selanjutnya adalah sistem promosi yang masih menggunakan informasi dari mulut ke mulut. Hal ini berakibat tidak semua pelanggan toko Rumah Muslimah bisa mendapatkan informasi mengenai promo yang sedang berlaku. Kendala terakhir adalah perhitungan mengenai penjualan masih dilakukan secara manual. Tidak ada sistem yang menghitung tentang keuntungan dan pendapatan yang dihasilkan dalam jangka waktu tertentu.

Agar permasalahan di atas dapat diatasi makan peneliti mencoba untuk merancang sebuah apliakasi M-commerce [1] yang dapat digunakan oleh toko Rumah Muslimah. Dengan adanya aplikasi yang akan dibuat dapat memangkas waktu belanja pelanggan dikarenakan tidak adanya penumpukan dalam melayani pelanggan di dalam toko. Pelanggan bebas menggunakan waktunya untuk mencari produk yang diinginkan. Informasi detail mengenai produk juga dapat dilihat langsung. Aplikasi juga dapat menjadi sebuah media pemasaran bagi toko Rumah Muslimah seperti memberikan potongan-potongan harga dan pembelian gratis dengan kondisi tertentu. Aplikasi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Tidak adanya batasan jarak dan waktu membuat pelanggan yang berada di Kabupaten atau Provinsi lain juga dapat

(2)

menikmati promo promo yang diberikan oleh toko Rumah Muslimah. Pembayaran juga tersedia melalui beberapa pilihan seperti transfer antar bank atau pembayaran langsung di toko.

Selain itu dengan adanya aplikasi, pemilik toko dapat merekapitulasi hasil penjualan secara otomatis berdasarkan produk produk yang telah terjual sebelumnya dalam jangka waktu tertentu.

Terdapat kelebihan yang didapatkan ketika pelanggan menggunakan marketplace sebagai media penjualan. Pertama adalah kemudahan yang ditawarkan oleh marketplace, dimana pengguna hanya perlu memasukan produk dan harga. Selanjutnya adalah kemudahan dari segi promosi, dimana bagian promosi akan dibantu oleh pihak platform marketplace. Selain kelebihan dari menggunakan marketplace, juga terdapat kelebihan dari merancang aplikasi toko sendiri dibandingkan dengan menggunakan jasa marketplace. Kelebihan yang pertama dengan menggunakan aplikasi adalah brand yang dipasarkan (dalam hal ini Rumah Muslimah) akan memperkuat brand image ketika pelanggan berbelanja di aplikasi. Hal tersebut disebabkan karena tidak adanya kompetitor brand lain saat pelanggan akan berbelanja.

Selanjutnya adalah margin keuntungan yang didapatkan akan lebih besar daripada saat menjual produk di marketplace dikarenakan setiap marketplace mempunyai kebijakan tersendiri dalam pemotongan biaya keuntungan. Kelebihan terakhir adalah pemilik toko bebas mengkustomisasi aplikasi sesuai dengan keinginannya seperti tampilan produk, kebijakan harga, kebijakan pemesanan, dll.

Sebagai Perbandingan, peneliti telah melakukan perbandingan terhadap dua aplikasi M- commerce yang terdapat pada playstore yaitu aplikasi brand HIJUP dan MYSHOP. Untuk aplikasi HIJUP memiliki tampilan produk yang lebih banyak dan tersedia produk berdasarkan brand-nya dibandingkan dengan aplikasi MYSHOP yang cenderung lebih umum dan tidak memilah berdasarkan brand. Dari segi pembayaran, aplikasi HIJUP menerapkan pembayaran dengan cara memberikan dua opsi yaitu: bayar langsung di toko dan pembayaran dengan menggunakan kartu kredit. Sedangkan untuk aplikasi MYSHOP menyediakan pembayaran via transfer atm yang nantinya bukti dari transfer akan dikirim oleh pelanggan sebagai bukti pembayaran pelanggan. Lalu pada aplikasi HIJUP terdapat promo yang dapat digunakan pelanggan untuk mendapatkan potongan harga produk. Sementara pada aplikasi MYSHOP tidak terdapat fitur seperti potongan harga ataupun promo. Fitur chat yang ditawarkan oleh kedua aplikasi hampir memiliki kesamaan. Perbedaan terletak pada MYSHOP yang menyediakan opsi untuk chat melalui aplikasi Whatsapp.

Fitur yang akan menjadi acuan dalam pemgembangan aplikasi salah satunya adalah

(3)

langsung bayar di toko dan metode pembayaran dengan kartu kredit. Untuk poin pembayaran dengan kartu kredit, pengembang akan mengganti kartu kredit mejadi payment gateway yang lebih mudah untuk diakses seperti Gopay, OVO, dll.

Penelitian yang telah dilakukan dengan contoh kasus yang sama yaitu penjualan pada busana muslim oleh Melin pada toko Kanaya [2], Sistem yang dibuat masih berbasiskan website. Masih terdapat beberapa fitur yang tidak tersedia seperti adanya diskon produk, dan rekapitulasi hasil penjualan secara langsung melalui website tersebut. Untuk melengkapi kekurangan tersebut maka pada penelitian ini peneliti akan merancang sebuah aplikasi M- commerce yang lebih user-friendly. Fitur fitur yang tidak ada didalam penelitian sebelumnya akan dilengkapi dalam penelitian ini seperti chat admin, tampilan diskon produk, dan lain lain.

Penelitian ini mengimplementasikan model Personal Extreme Programming (PXP) dalam pengembangannya. Personal Extreme Programming adalah Turunan dari metode pengembangan perangkat lunak yaitu Extreme Programming [3]. Extreme Programming adalah sebuah metode yang dibentuk dalam skala kecil sampai medium. Pengembangan perangkat lunak ini menggunakan pendekatan OOP (Object Oriented Programming). Extreme Programming menerapkan pengembangan aplikasi yang terdiri dari sebuah tim. Hal tersebutlah yang mendorong peneliti untuk menggunakan metode turunannya yaitu Personal Extreme Programming. Metode PXP ini cocok karena pada penelitian ini hanya dilakukan oleh satu orang programmer dan tidak bergantung pada sebuah tim. Perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat mengenai kebutuhan klien akan sistem yang dibangun juga menambah nilai tambah untuk menggunakan metode PXP dikarenakan PXP selalu siap akan perubahan yang terjadi selama dalam masa pengembangan. Berbeda dengan metode waterfall yang harus dilakukan secara urut dan tidak bisa kembali ke tahap-tahap sebelumnya. Selain itu, penelitian ini memiliki skala projek menengah yang cocok untuk diimplementasikan dengan menggunakan PXP. Beberapa yang telah disebutkan menjadi sebuah pertimbangan bagi peneliti untuk memilih Personal Extreme Programming sebagai metode pengembangan dibandingkan dengan metode lainnya.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan Latar Belakang yang telah didapatkan, maka Peneliti merumuskan beberapa poin sebagai berikut:

a. Apakah terdapat perubahan proses bisnis yang terjadi setelah adanya aplikasi yang digunakan oleh Rumah Muslimah?

(4)

b. Bagaimana merancang sebuah aplikasi M-commerce dengan menggunakan metode Personal Extreme Programming (PXP)

1.3 Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Personal Extreme Programming (PXP) dalam pengembangan sebuah aplikasi M-commerce pada toko Rumah Muslimah. Diharapkan dengan menggunakan metode tersebut dapat membangun sebuah aplikasi yang dapat memenuhi kebutuhan dari toko Rumah Muslimah.

1.4 Batasan Masalah

Untuk memudahkan dalam pembangunan aplikasi M-commerce ini, Peneliti telah menentukan beberapa poin batasan masalah sebagai berikut:

a. Aplikasi yang dirancang dan diimplementasikan nantinya akan berbentuk hybrid yaitu dapat diakses melalui Android dan juga IOS.

b. Menerapkan bahasa pemrograman dart

c. Menggunakan Firebase sebagai collection data yang akan digunakan.

1.5 Sistematika Penulisan

Pada tahap ini, peneliti akan menulis laporan penelitian yang telah dilakukan. Laporan tersebut dibuat berlandaskan dari penelitian serta hasil analisis yang telah dilakukan.

Sistematika penuisan laporan ini terdiri dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, serta penutup.

BAB I PENDAHULUAN

Menerangkan latar belakang dilakukannya penelitian ini yang terdiri dari hasil observasi awal, pengumpulan data untuk penelitian, tinjauan dari penelitian yang relevan dengan penelitian yang sedang diteliti serta metode yang akan diimplementasikan selama penelitian, serta perbandingan penelitian yang sedang diteliti dengan penelitian terdahulu. Berdasarkan latar belakang tersebut, akan dilakukan perumusan permasalahan, penentuan tujuan serta batasan-batasan yang ada dari penelitian yang sedang diteliti.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Membahas informasi relevan yang telah dikumpulkan oleh peneliti yang berhubungan dengan penelitian yang sedang diteliti, baik itu berupa jurnal, buku, penelitian terdahulu, dan

(5)

literatur lainnya. Informasi-informasi tersebut didapatkan dari sumber referensi yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.

BAB III METODE PENELITIAN

Menjelaskan tentang metode yang diimplementasikan dalam penelitian. Penjelasan tersebut juga disertai dengan gambar atau bagan terkait dengan metode 4 yang digunakan serta menjelaskan pengumpulan data serta skema pengujian penelitian yang dilakukan oleh peneliti.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Membahas pengolahan dari data yang telah dikumpulkan serta implementasi dari metode yang dijelaskan pada bab metode penelitian. Setelah implementasi telah dilakukan, peneliti akan melanjutkannya dengan pengujian berdasarkan skema yang telah dijelaskan pada bab metode penelitian.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Membahas tentang kesimpulan yang didapatkan peneliti berdasarkan hasil penelitian serta saran untuk pengembangan dari penelitian tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Latar Belakang: Persiapan mental merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam proses persiapan operasi karena mental pasien yang tidak siap atau labil dapat

Strategi harga pemasaran produk pembiayaan di BPRS Puduarta Insani, ialah dari ketentuan margin dan nisbah, dimulai dari perhitungan operasional, biaya tenaga

Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: (a) nilai rata-rata postes keterampilan komu- nikasi siswa pada kelas yang diterap- kan model pembelajaran berbasis

Hasil penelitian untuk faktor permintaan secara simultan ada pengaruh nyata antara tingkat pendapatan, selera, jumlah tanggungan dan harapan masa yang akan datang

20 Tahun 2001 Tentang Pemilikan Saham Dalam Perusahaan yang Didirikan Dalam Rangka Penanaman Modal Asing yakni dalam rangka lebih mempercepat peningkatan dan perluasan kegiatan

pendidikan rumah tangga miskin di Kelurahan Binuang Kampung Dalam Kecamatan Pauh Kota Padang, 2) Pekerjaan rumah tangga miskin di Kelurahan Binuang Kampung Dalam

Seperti halnya penerapan ICT berdasarkan sarana dan prasarana (infrastruktur) yang ada di Museum Angkut, dimana penerapan ICT ini bertujuan untuk mempermudah

Nilai cr dan mr yang digunakan dalam kombinasi nilai cr dan mr ini dilakukan sebanyak 10 kali dengan parameter dari hasil uji coba ukuran populasi dan hasil uji