Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 55
B B A A B B . . I I I I I I A A K K U U N N T T A A B B I I L L I I T T A A S S K K I I N N E E R R J J A A
A. PENGUATAN IMPLEMENTASI SAKIP PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH.
S
ebagai sebuah instansi sektor publik, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mempunyai rencana strategis yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah . Berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 5 (lima) tahun, yaitu untuk tahun 2010 – 2015, dengan memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada atau mungkin timbul.Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang mencakup visi, misi, tujuan, sasaran, serta cara pencapaian tujuan dan sasaran tersebut akan diuraikan dalam bab ini. Kemudian, sasaran yang dicapai dalam tahun 2013 akan dijelaskan dalam Capaian Kinerja 2013 (Performance Plan).
• Dalam sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, perencanaan strategis merupakan langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah. Perencanaan strategis instansi pemerintah memerlukan integrasi antara keahlian sumber daya manusia dan sumber daya lain.
• Dalam penguatan Implementasi Sakip Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah berusaha agar semua aparatur mampu memenuhi keinginan stakeholders dan menjawab tuntutan perkembangan lingkungan strategis baik nasional maupun global. Melalui website Kalteng go.id telah ditayangkan adanya keterbukaan informasi, diantaranya tayangan tentang LAKIP Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 56 website : www /// Kalteng go.id -- Biro Org --- Lakip
• Kemudian Melalui pelatihan-pelatihan dengan bermacam-macam Bimtek yang berhubungan dengan Kinerja pada semua SKPD Provinsi Kalimantan Tengah.
• Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui :
– Bappeda Provinsi dengan penyusunan RPJMD, RENSTRA, RKPD, terakhir adanya review RPJMD Provinsi Kalimantan Tengah.
– Biro Keuangan Setda Provinsi Kalimantan Tengah dengan pembahasan Anggaran berbasis kinerja.
– Biro Pemerintahan Evaluasi Pelaksanaan Pemerintah Daerah.
– Biro Organisasi Setda Provinsi Kalimantan Tengah dengan Bimtek LAKIP; Asistensi Lakip, Desiminasi LAKIP dan Evaluasi LAKIP, DLL.
Untuk mengetahui hasil kinerja Instansi Pemerintah, baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota: dengan LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH. Rencana strategis yang disusun oleh suatu instansi pemerintah setidaknya mengandung visi, misi, tujuan, sasaran, program dan kegiatan yang realistis dengan mengantisipasi dan mengarahkan anggota organisasi dalam mengambil keputusan tentang masa depannya, membangun operasi dan prosedur untuk mencapainya, dan menentukan ukuran keberhasilan/kegagalannya. Dengan visi, misi, dan strategi yang jelas dan tepat, maka diharapkan instansi pemerintah akan dapat menyelaraskan dengan potensi, peluang, dan kendala yang dihadapi. Perencanaan strategis bersama pengukuran, penilaian, dan evaluasi kinerja serta pelaporan akuntabilitas kinerja
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 57 merupakan tolok ukur penting dari suatu sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
B. KERANGKA PENGUKURAN KINERJA
Guna mengetahui capaian sasaran, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melakukan pengukuran dengan cara membandingkan target dengan realisasi indikator sasaran yang dituangkan dalam format Pengukuran Kinerja Pencapaian Sasaran yang menjadi lampiran-2 pada Laporan ini. Atas hasil pengukuran kinerja tersebut dilakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan capaian sasaran kinerja yang telah di tetapkan.
Untuk dapat memberikan kesimpulan pada pengukuran kinerja berdasarkan capaian rata-rata atas indikator kinerja menjadi empat katagori sebagai berikut :
KATEGORI PENCAPAIAN KINERJA SASARAN
Urutan Rentang Capaian Katagori Capaian
I Lebih dari 100 %
Sangat BerhasilII 91 % sampai 100 %
BerhasilIII 81 % sampai 90 %
Cukup BerhasilIV Kurang dari 81 %
Kurang BerhasilSelanjutnya berdasarkan hasil capainya kinerja dilakukan analisis pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau tidaknya kinerja yang diharapkan.
C. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2013
Sebagai bukti keberhasilan pelaksanaan kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah; dan sebagai tindak lanjut dari Rencana Strategis Tahun 2011- 2015, yang telah disusun suatu Rencana Kinerja (Performance Plan) setiap tahunnya melalui Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah (RKPD).
Pengukuran kinerja ini merupakan penjabaran atas target kinerja yang harus dicapai dalam satu tahun pelaksanaan. Target kinerja ini menunjukkan nilai kuantitatif yang melekat pada setiap indikator kinerja, baik pada tingkat sasaran strategis maupun tingkat kegiatan, dan merupakan pembanding bagi proses pengukuran keberhasilan organisasi yang dilakukan setiap akhir periode pelaksanaan.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 58 Dalam Rencana Kinerja Tahun 2013, telah diuraikan pada Bab. II yang mana merupakan komitmen seluruh anggota organisasi untuk mencapai kinerja yang sebaik-baiknya dan sebagai bagian dari upaya memenuhi misi organisasi. Dengan demikian, seluruh proses perencanaan dan pengendalian aktivitas operasional Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sepenuhnya dapat dirujukkan pada Rencana Kinerja Tahun 2013.
Pengukuran Kinerja Tahun 2013, dengan memperhatikan indikator kinerja dan target kinerja dapat dilihat pada tabel –tabel sasaran kinerja.
Pengukuran kinerja mencakup, yaitu ukuran tingkat pencapaian target (rencana tingkat capaian) dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan yang dapat dilakukan dengan menggunakan Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK).
Prosentase pencapaian rencana tingkat capaian (target) dari masing-masing indikator kinerja kegiatan yang ditetapkan melalui realisasi yang dicapai.
Semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik, dapat digunakan rumus sebagai berikut :
Sedangkan apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendah pencapaian kinerja maka digunakan rumus sebagai berikut :
Selengkapnya realisasi dari kelompok indikator kinerja Tahun 2013 dapat dilihat pada Evaluasi Capaian Kinerja.
D. EVALUASI PENCAPAIAN SASARAN DAN PENGUKURAN KINERJA 2013
Tujuan pembangunan Kalimantan Tengah telah ditetapkan dan dituangkan dalam pernyataan Visi dan Misi secara lebih detail dan terinci dengan jelas dan akan menjadi dasar dalam penyusunan kerangka kinerja secara keseluruhan, oleh karenanya kebijakan yang telah ditetapkan harus dapat menginformasikan sejauh mana kebijakan tersebut dapat dijalankan.
Pada RPJMD Bab.V ada 7 (tujuh) Misi
merupakan komitmen untuk dilaksanakan sebagai agenda utama yang menjadi penentu keberhasilan pencapaian visiRealisasi
Prosentase pencapaian rencana kinerja = --- x 100 % Rencana
Rencana (Realisasi – rencana)
Prosentase pencapaian rencana kinerja = --- x 100 % Rencana
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 59 pembangunan. Untuk mewujudkan visi di atas, yang menjadi kontinuitas dari arah pembangunan Kalimantan Tengah dalam lima tahun terakhir, Tahun 2013 telah terealisasi
pencapaian kinerja sasaran Misi tersebut dapat dirinci dalam matrik sebagai berikut :
PENGUKURAN TINGKAT KEBERHASIL KINERJA SASARAN
No. Sasaran Jumlah
Indikator Ketercapaian
Target Keterangan
Misi 1 : Sinergi dan harmonisasi Pembangunan Kewilayahan1.
A. Meningkatnya kekuatan ekonomi pada umumnya dankesejahteraan masyarakat
14 11
1 2
Sangat berhasil Berhasil Cukup berhasil B.
Sinergi dan harmonisasipembangungan kewilayahan.
4 2
2
Sangat baik 2 Indikator NA
No. Sasaran Jumlah
Indikator Ketercapaian
Target Keterangan Misi 2 Menciptakan Pendidikan berkualitas dan terakses serta merata
“dengan Semboyan “KALTENG HARATI”
1. Meningkatnya pendidikan berkualitas dan terakses serta merata
13 7
3 2
1Sangat berhasil Berhasil
Kurang berhasil 1 Indikator NA Misi 3 Menjamin dan meningkatnya kesehatan masyarakat yang merata dan mudah Dijangkau, dengan semboyan “Kalteng Barigas”
1 Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dengan
meningkatkan sistem layanan kesehatan bermutu dan terjangkau
11 7
1 1
1Sangat berhasil Cukup berhasil Kurang berhasil 1 Indikator NA Misi 4 Pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang menjangkau kantong-
kantong pemukiman penduduk dan memfasilitasi pembangunan ekonomi rakyat 1 Terbangunnya Infrastruktur Jalan
Yang menjangkau Kantong- kantong Penduduk
9 6
1 1
1Sangat berhasil Cukup berhasil Kurang berhasil 1 Indikator NA Misi 5 Pengembangan dan penguatan ekonomi kerakyatan yang saling bersinergi dan berkelanjutan
1 Tersedianya kualitas dan poduktifitas SDM dibidang ketenaga kerjaan dan ketransmigrasian
8 1
1 2 3
1Sangat berhasil Berhasil Cukup Berhasil Kurang berhasil 1 Indikator NA 2 Pemenuhan infrasturktur yang
mendukung sektor ketahanan pangan
6 4
1
Sangat berhasil
Kurang berhasil
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 60
1
1 Indikator NA
3 Swasembada pangan 2 2 Cukup berhasil
No. Sasaran Jumlah
Indikator Ketercapaian
Target Keterangan Misi 6 Pelembagaan sistem penguatan kapasitas SDM masyarakat dan pemerintah
1 Meningkatnya peran serta perempuan pada bidang pembangunan (tabel.3.6)
5 4
1 Sangat berhasil Kurang berhasil 2 Meningkatnya pelayanan publik
kepada seluruh lapisan masyarakat, dengan sistem penuatan kapasitas SDM dan Pemerintah ( tabel.3.7 )
9 5
4
Sangat berhasil Cukup berhasil
3 Meningkatnya Pendayagunaan Aparatur keamanan
5 3
1
1Sangat berhasil Kurang berhasil 1 Indk NA Misi 7 Terciptanya kerukunan dan kedamaian serta sinergitas dan harmonisasi kehidupan bermasyarakat di Kalimantan Tengah
1 Meningkatnya pemantapan Persatuan, dan kesatuan kerukunan beragama
5 2
2
1Sangatberhasil Berhasil 1 Indk NA 2 Terlaksananya Pelayanan dan
Rehabilitasi Kesejahteran Sosial (tabel.3.20)
5 3
2
Sangat Berhasil Cukup berhasil
Keberhasilan pencapaian Kinerja Meningkatnya Kekuatan Ekonomi pada Umumnya dan kesejahteraan masyarakat,( Sinergi dan harmonisasi pembangunan kewilayahan Kalimantan Tengah ) dapat dilihat dari awal tahun RPJMD sampai dengan 2013 diukur melalui 12 (dua belas) indikator kinerja utama, dengan rincian target dan realisasi indikator kinerja utama pada tabel berikut ini :
SASARAN. I
Meningkatnya Kekuatan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat
( Sinergi dan harmonisasi pembangunan kewilayahan Kalimantan Tengah )Guna meningkatkan kekuatan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat , dan agar tercipta sinergi dan harmonisasi pembangunan kewilayahan Provinsi Kalimantan Tengah, maka ditetapkan beberapa indikator kinerja seperti pada tabel 3.1.
Perekonomian Kalimantan Tengah tahun 2013 pada Triwulan IV (year on year) sebesar 8,61% pada triwulan ke III yang lalu sebesar 7,32% dilihat dari peningkat dibandingkan tahun 2012 yang tumbuh sebesar 6,69%. Pertumbuhan
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 61 ekonomi Kalimantan Tengah tahun 2013 ini lebih besar dibanding pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2013 yang mencapai 5,62%. Demikian juga dengan pertumbuhan Cum to Cum, perekonomian Kalimantan, maupun dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.
PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN DAN NASIONAL TRIWULAN III - 2013
PROVINSI PERTUMBUHAN ( % )
Q to Q Y on Y Cum to Cum
Kalimantan Barat 6,95 6,41 5,86
Kalimantan Tengah 4,98 7,32 7,09
Kalimantan Selatan 6,17 5,04 5,27
Kalimantan Timur -0,28 1,77 1,37
Kalimantan 2,53 3,67 5,29
Indonesia 2,96 5,62 5,83
Pertumbuhan perekonomian Kalimantan Tengah triwulan III - 2013 terhadap triwulan II - 2013 (Q to Q) secara siklikal mengalami pertumbuhan sebesar 4,98%. Sektor paling tinggi pertumbuhannya adalah sektor Pertanian (9,73%) dan terendah pada sektor Industri Pengolahan (0,84%).
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 62 SASARAN 1
A. MENINGKATNYA KEKUATAN EKONOMI PADA UMUMNYA DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Tabel. 3.1
Ekonomi dan sinergi harmonisasi pembangunan kewilayahan.
Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian
1. Pertumbuhan Ekonomi ( % ) % 7,1 8,61 121,26
2. Pertumbuhan PDRB % 7,1 7,51 105,77
3. PDRB Perkapita Juta/Rp. 24,0 24,48 102,00
4. Jumlah Investor berskala
Nasional Unit 407 430 105,65
5. Nilai investasi :
PMDN ( 000 ) $ 23.600 36.525 154,77
PMA ( 000 ) $ 8.700 17.390 199,89 6. Rasio Penduduk yang bekerja % 97,25 76,56 78,72
7. Nilai Eksport $ 150,68 jt 132,66 jt 88,04
Nilai Import $ 6,50 jt 82,65 jt 1.271,54
8. Dana Perimbangan Daerah Milyar (Rp.) 1.375.916 jt 1.406.916 jt 102,25 9. Nilai PAD Milyar (Rp.) 874.484 jt 1.046.981 jt 119,72
10. Laju inplasi % 4,0 5,44 136,00
11. Angka kemiskinan % 3,0 6,23 207,66
12. Tingkat Pengangguran % 3 3,09 97,09
13. Rangking IPM % 6 75,06
B. MENINGKATNYA KEKUATAN EKONOMI PADA UMUMNYA DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian
1. Luas Lingkungan Pemukiman Ha 1.655.810 NA 0
2. Ruang terbuka hilaju Ha 1 1 100
3. Dokumen RTRWP
(Yang ditetapkan) Dokumen 1 0 0
4. Dokumen RKPD
(Yang ditetapkan) Dokumen 1 1 100
Kondisi Ekonomi Daerah tahun 2012 dan tahun 2013
Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah Pada Triwulan IV Tahun 2013
Year on year - y on y ) sebesar 8,61% merupakan tertinggi lainnya di Pulau Kalimantan
Pada Triwulan ke III saja sudah mencapai 7,32% sebagaimana telah diuraikan pada Gambar
di atas, Dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,69% pada tahun 2012 dan
perkembangan pertumbuhan investasi yang cukup baik serta didukung dengan kebijakan
percepatan pertumbuhan ekonomi nasional maka sesuai dengan pertumbuhan ekonomi
Kalimantan Tengah tahun 2013 pada awal triwulan III Tahun 2013 sudah menjadi 7,32% hal
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 63
ini sesuai dengan target pertumbuhan ekonomi dalam dokumen RPJMD Provinsi Kalimantan Tengah.
Grafik 3.1.
Pertumbuhan Ekonomi terhadap angkatan kerja dan garis kemiskinan PER-
TUMBUHAN
(Persentase) 2009 2010 2011 2012 2013 Keterangan
10
9 Pertumbuhan
Ekonomi
8 8,61
7 7,14 7,4 6,69 Kemiskinan
6
5,26 6,64 6,19
5 5,44 Pengangguran
4 4,14
3 3,29 3,13 3,09
2 2,55
1
Realisasi Pertumbuhan ekonomi :
Sumber data : BPS Kalteng Desember 2013 dan Biro Ekonomi 3. PDRB PERKAPITA
Berdasarkan penghitungan atas dasar harga berlaku, PDRB per kapita Kalimantan Tengah pada tahun 2013 mencapai Rp. 24,48 juta. PDRB per kapita atas dasar harga konstan juga meningkat dari Rp. 7,82 juta tahun 2008 menjadi Rp. 9,38 Juta tahun 2012 PDRB per kapita Rp. 24 juta atas dasar harga konstan mengalami trend menaik dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012 pertumbuhan PDRB perkapita atas dasar harga konstan mencapai 5,07 persen (lihat gambar 2.5). Walaupun angka ini masih belum dikurangi dengan pendapatan yang keluar-masuk Kalimantan Tengah, namun telah menunjukkan adanya peningkatan pendapatan masyarakat dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Peningkatan pendapatan yang tinggi merupakan salah satu ukuran terhadap meningkatnya pendapatan dan tingkat kemakmuran masyarakat.
Pendapatan masyarakat ini didekati dengan PDRB per kapita. PDRB per kapita dihitung dengan membagi nilai nominal PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Untuk memacu peningkatan PDRB per kapita, maka laju pertumbuhan ekonomi harus jauh lebih besar dari pada laju pertumbuhan penduduk. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa PDRB perkapita yang disajikan disini belum memperhitungkan pendapatan yang keluar atau pendapatan yang masuk ke Provinsi Kalimantan Tengah.
Sumber : BPS Provinsi Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 64 Jumlah Investor berskala Nasional
Secara komulatif, realisasi PMA/PMDN dari tahun 2009 s/d 2013 telah mencapai target sesuai apa yang diharapkan.
Tabel.3.1.1
TAHUN JUMLAH PERUSAHAAN
PERSETASE
TARGET REALISASI
2009 359 366 101,94
2010 374 372 99,46
2011 387 380 98,19
2012 392 420 107,14
2013 407 430 105,65
GRAFIK TARGET DAN REALISASI
2009 2010 2011 2012 2013
Pertumbuhan Investasi asing naik di Provinsi Kalimantan Tengah
Pertumbunan Investasi untuk penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terjadi kenaikan tidak begitu signifikan, jumlah perusahaan ditargetkan 407 menjadi 430, namun realisasi investasi PMDN semula ditargetkan $ 23.600.000 sebagaimana RPJMD hal IX-15 dapat terealisasi sebesar $ 36.525.000 atau 154,77% demikian juga untuk PMA semula ditargetkan $ 8.700.000 terealisasi sebesar $ 17.390.000 atau sebesar 199,85%.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 65 Realisasi tingkat kemiskinan.
Penurunan tingkat kemiskinan 7,14% pada tahun 2010 pada tahun 2011 turun menjadi 7,4% dan pada tahun 2012 turun menjadi 6,19% sedangkan angka kemiskinan pada tingkat pedesaan yang semula hanya sebesar 270.626 menjadi 269.940 tahun 2012. Tahun 2013 angka kemiskinan Provinsi Kalimantan Tengah 6,23% atau naik 0,04%
Realisasi angka pengangguran.
Penurunan angka pengangguran di Kalimantan Tengah pada tahun 2010 sebesar 4,14% pada tahun 2011 dan turun 2,55% tetapi cenderung naik pada tahun 2012 yaitu sebesar 3,13%, angka tersebut diambil dari Rasio Penduduk yang bekerja dengan angkatan kerja.
Tabel. 3.1.2
Realisasi pendapatan Asli daerah Kalimantan Tengah Tahun Target (Miliar) Realisasi (Miliar) Pencapaian Targer (%)
Pertumbuhan Realisasi (%)
1 2 3 4 5
2012 709.585 748.307 105,46 -
2013 874.484 1.046.981 119,73 14,27
Realisasi pendapatan daerah Provinsi Kalimantan Tengah 2012 - 2013
Pendapatan Asli Daerah Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2013 Target Rp. 874.484.773.005,- terealisasi sebesar Rp. 1.046.981.744.984,- atau naik
sebesar Rp. 172.496.9871.979,- dibandingkan dengan tahun 2012 pertumbuhan sebesar 14,27 %
Inflasi Kalimantan Tengah
Ditengah menanjaknya kinerja pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah, inflasi Kalimantan Tengah ternyata relatif terkendali. Inflasi Kalimantan Tengah Tahun 2013 mencapai 6,69% sedangkan target RPJMD Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 4,0%, namun masih lebih tinggi dibandingkan pencapaian inflasi nasional sebesar 8,38% Sebagai lebih rinci inflasi Kalimantan Tengah sebagai agregasi dari inflasi Kota Palangka Raya dan Sampit inflasi terendah di Kalimantan Tengah 6,45% dan 7,25% Inflasi Sampit merupakan terendah di bandingkan Kota lainnya.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 66 PENGANGGURAN DI KALIMANTAN TENGAH
Jumlah pengangguran terbuka di Kalimantan Tengah dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan cukup signifikan pada 2011. Namun kondisi tersebut sebenarnya berbanding terbalik dengan jumlah lapangan kerja yang ada di Kalimantan Tengah. Lowongan pekerjaan di Kalimantan Tengah saat ini jumlahnya cukup besar, terutama di sektor swasta, lebih-lebih dibidang perkebunan dan pertambangan. Sudah selayaknya banyaknya lapangan pekerjaan itu mengurangi atau meniadakan pengangguran terbuka.
Kita memang tidak bisa menyalahkan (Para pencari kerja) yang menginginkan pekerjaan yang baik dan layak bagi mereka. Meski cukup banyak, lapangan kerja namun tidak sesuai dengan keinginan mereka (Para pencari kerja).
Lowongan kerja yang saat ini paling banyak ada dibidang perkebunan sawit dan pertambangan. Namun kebanyakan perusahaan mencari pekerja kasar dan akan ditempatkan di daerah sekitar wilayah kerja. Sebagian dari para pencari kerja yang latar belakangnya hanya lulusan SMP atau SMA tentunya akan sedikit berpikir jika harus menjadi pekerja kasar dan ditempatkan di daerah perkebunan dan persawahan yang notabene jauh dari keramaian.
Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah, jumlah pengangguran terbuka hingga bulan Juli 2011 sebanyak 33.363 orang. Jumlah tersebut menurun 16% jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 39.686 orang Pada Tahun 2012 pengangguran terbuka hanya sebesar 13.496 orang tahun 2013 Pencari Kerja terdaftar sebanyak 27.360 orang, data tersebut sebenarnya bukan angka pasti yang diambil hanya
berdasarkan Kartu kuning yang dikeluarkan oleh Disnakertrans Kab/Kota se Kalimantan Tengah, data tersebut juga kemungkinan dipengaruhi oleh adanya
Kebijakan Pemerintah Moratorium penerimaan CPNS seluruh Indonesia dan tak terkecuali di Kalimantan Tengah.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 67 Tabel.3.1.3
BERDASARKAN PENDIDIKAN
PENGANGGURAN TERBUKA DI KALIMANTAN TENGAH
38.821
39.928 39.686
33.363
13.496
27.360
2008 2009 2010 2011 2012 2013
Per, Desember 2013.
Sumber : Disnakertrans Kalteng ( Koran Kaltengpost, Kamis, 08/12/2011) Lakip Disnakertrans 2013.
SASARAN. 2
TERBANGUNNYA INFRASTUKTUR YANG MENJANGKAU KANTONG-KANTONG PEMUKIMAN PENDUDUK.
Meneruskan dan menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan guna menjangkau kantong-kantor penduduk, ini dimaksudkan meneruskan pembangunan yang selama ini sudah berjalan dengan baik maka, dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur, seperti jalan baru dan diperlukan pemeliharaan dan pembangunan jalan tersebut, serta infrastruktur lainnya seperti bidang ciptakarya, sumber daya air dan tata ruang :
Pendidikan 2009 2010 2011 2012 2013
Tidak tamat SD 326 329 - - -
SD 414 240 237 1.266 591
SMTP 1.756 1.928 6.251 970 598
SMTA 29.094 27.817 20.347 5.832 5.480
D.I/D.II/D.III/S.Muda 5.036 3.246 2.740 1.800 4.997
S.1 / S2 3.302 6.129 3.788 3.628 15.694
Jumlah 39.928 39.686 33.363 13.496 27.360
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 68 Tabel. 3. 2
Pembangunan Infrastruktur
Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian ( % )
3 4 5 6 7
Infrastruktur jalan
1 Jumlah Panjang Jalan dalam kondisi baik
Km 1.269,15 1.647,08 129,78 2 Jumlah Panjang Jalan
Provinsi di Kab. Dapat dilalui > 40 km/jam
Km 1.599 1.647,08 103
3 Panjang jalan dilalui roda 4 (empat )
Km 1.679,96 1.100,00 65,47 4 Penambahan Panjang
Jalan
Km 100,00 0 0
Perumahan serta drainase.
1 Rumah Layak Huni Unit 573,229 566.139 98,76 2 Rasio Rumah Layak Huni
Per 100 buah rumah
% 1 : 4,20 1 : 4,20 100 3 Drainase dalam kondisi
baik/pembuangan air tidak tersumbat
meter 1.400 2.697 192,64
Sumber Daya Air
1 Luas Irigasi di Kab. Dalam kondisi baik
Ha 87.288 93.775 107,43
Tata Ruang
1 Koordinasi dan Fasilitasi Pengendalian
Pemanfaatan Ruang Lintas Kabupaten/Kota.
Dokumen 1,00 1,00 100
Pengembangan Database Pemanfaatan Ruang dan Kelengkapan Studio.
ANALISA CAPAIAN KINERJA 1. Infrastruktur Jalan
Untuk panjang jalan yang dalam kondisi baik dalam RPJMD hal IX-8 ditargetkan 1.269,15
Km dan yang terealisasi sampai dengan tahun 2013 sepanjang 1.647,08 Km persentase
yang dicapai sekitar 129,78% Realisasi perkembangan dapat dilihat pada diagram berikut.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 69
2011 2012 2013
TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET REALISASI 1.133,35 1.039,00 1.197,90 1.197,90 1.269,15 1.647,08
Jalan Provinsi dan Nasional Mantap
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bentuk Tim Percepatan Pembangunan dalam upaya untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Sebanyak 50% lebih, jalan provinsi dan nasional dalam kondisi mantap.
Infrastruktur jalan provinsi di WILAYAH Kabupaten yang dapat dilalui kecepatan 40Km/jam lebih pada tahun 2010 sepanjang 6.000 km hal ini termuat dalam RPJMD hal.IX-9 target yang diinginkan setiap tahun bertambah 100 km pertahun Pada kondisi Juli 2010 panjang jalan Panjang jalan yang Provinsi mantap 3.560 km, 67% dalam keadaan mantap, sampai dengan Tahun 2013 berdasarkan sumber data Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalteng target 1.599 Km terealisasi 1.647,08 Km atau 103%; Sementara Panjang jalan yang bisa dilalui roda empat target RPJMD 2013 sepanjang 1.679,96 Km pada tahun 2013 dapat terealisasi sepanjang 1.100 Km .
2. Sumber Daya Air
Untuk Sumber Daya Air Luas Irigasi dalam kondisi baik yang ditargetkan 56.138 Ha dan yang terealisasi 68.538 Ha jadi disini ada penambahan volume luas pekerjaan Rehabilitasi 12.400 Ha.
Kalimantan Tengah Merupakan Provinsi terbesar ke Tiga di Indonesia dengan luas wilayah 153.567 Km2 (1,5 Kali Pulau Jawa) sesuai undang-undang Nomor 5 Tahun 2002 Kalimantan Tengah terdiri dari 1 Kota dan 13 Kabupaten, dengan 108 Kecamatan 67 Kademangan, 120 Kelurahan 1,336 Desa serta
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 70 terdapat 11 Sungai besar yang mempunyai potensi cukup besar dalam bidang sumber daya air. Menurut penggunaannya 7% untuk sawah ladang 4,32%
untuk perkebunan 0,81% permukiman dan bangunan lainnya serta hutan dan pertanahan lainnya 87,87% (Kalimantan Tengah dalam angka 2003).
Kalimantan Tengah mempunyai 35 Daerah Irigasi (D.I.) yang terbesar di 1 Kota dan 13 Kabupaten dengan luas rencana 17.427 Ha dan luas potensi 9.265 Ha dari 35 Daerah irigasi hanya 11 irigasi yang sudah dibangun.
2/3 dari luas wilayah Kalimantan Tengah adalah rawa yang terhampar seluas 4.361.304 H dan seluas 1.124.567 Ha diantaranya dikategorikan daerah perlindungan dan konservasi, sehingga potensi daerah rawa adalah 3.236.737 Ha. Namun hanya sebagian kecil saja yang sudah disentuh oleh masyarakat dan pemerintah yaitu 460.498 Ha.
Sumber daya air, Kalimantan Tengah merupakan Provinsi yang masih tergantung dari pemanfaatan air baku yang bersumber dari sungai dan air hujan, disamping itu Provinsi Kalimantan Tengah mempunyai potensi Sumber daya air yang melimpah, seperti sungai, danau, mata air, air hujan, air tanah dan lain-lain. Namun keberadaannya masih belum dapat dimanfaatkan sepenuhnya.
Secara Umum Kondisi Infrastruktur Sumber Daya Air sampai saat ini antara lain :
Saluran Primer sepanjang 1.423,19 Km, Saluran Sekunder 1.891,46 Km, Saluran tersier 5.993,80 Km dan bangunan pelengkap/pembuang, terdiri dari : Bendung sebanyak 12 buah, Pintu air/Check Dam 791 buah, Bangunan Bagi/sadap 267 buah, gorong-gorong/Jembatan 1.184 buah, bangunan terjun 331 buah. Bangunan ukur 28 buah, Jalan inspeksi 888,85 Km, tanggul 10.204,59 m’ Sumur bor 126 titik.
PERMASALAHAN/KENDALA DAN TANTANGAN.
Sumur bor, dalam pengelolaan masyarakat belum mampu secara organisasi untuk memelihara dan mengoperasikan seperti pembelian BBM (Solar), pembelian spare part yang rusak dan lain-lain.
Belum adanya badan khusus yang mengelola wilayah sungai, yang mampu merencanakan, melaksanakan, mengendalikan kegiatan secara terpadu dan mandiri (tidak dalam bentuk organisasi, tim koordinasi).
3. Cipta Karya
Rumah layak huni mempunyai target sebanyak 573.229 unit rumah layak huni dan direalisasikan menjadi 566.139 unit rumah layak huni jadi ada
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 71 peningkatan atau penambahan rumah layak huni 7.090 unit atau sekitar 98,76 % untuk prosentasenya. Untuk drainase yang dalam keadaan kondisi baik/pembuangan air tidak tersumbat dalam target yang dicapai 1.400,00 M dan yang terealisasi 2.697 M jadi ada penambahan volume panjang 1.297 M atau sekitar 192,64 % untuk persentasenya.
4. Tata Ruang
Tersusunnya Perda RTRWP Kalimantan Tengah yang mengakomodir arahan pembangunan kewilayahan Provinsi Kalimantan Tengah Koordinasi dan Fasilitasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Lintas Kabupaten/Kota mempunyai target 1 dokumen yang terealisasi 1 dokumen jadi prosentase yang dicapai 100% dan untuk Pengembangan Database Pemanfaatan Ruang dan Kelengkapan Studio mempunyai target 1 dokumen yang terealisasi 1 dokumen jadi persentase yang dicapai 100%.
SASARAN 3.
MENINGKATNYA INVESTASI BARU UNTUK MENGEMBANGKAN INDUSTRI TURUNAN/INDUSTRI HILIR, SERTA MENINGKATNYA
EKSPORT NON MIGAS.
Industri dan perdagangan menunjang Ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan Tabel. 3.3.1
SEKTOR INDUSTRI DAN PERDAGANGAN
Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian (%)
3 4 5 6 7
1. Jumlah Pasilitasi Pasar murah menjelang hari besar keagamaan.
Kali/Tahun 28 14 50
2. Jumlah Peningkatan Pengawasan terhadap industri barang sembako dan barang strategis
Kali/Tahun 56 40 80
3. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan perlindungan konsumen
orang 300 250 83,33
4. Jumlah alat UTTP yg telah ditera/tera ulang sesuai standard yg berlaku
buah 3000 3000 100
5 Besaran Eksport bersih perdagangan
US $ Milyar 1,18 1,40 118,64
6 Jumlah eksportir yang di bina di 3 (tiga)Kab/Kota
eksportir 15 14 93,33
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 72 Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian
(%) 7 Jumlah pengunjung pameran
Produk kerajinan unggulan Dekranasda 1 kali
Pengunjung Stand.
1000 1000 100
8 Jumlah Pertumbuhan industri unit 5.999 NA 0
9 Prosaentase Kontribusi sector perdagangan terhadap PDRB
% 22 21.27 96.68
10 Jumlah orang yang Terbina pengrajin industri aneka
orang 45 NA 0
11 Jumlah orang yang mengikuti kemampuan dan pengetahuan SDM dibidang perdagangan luar negeri
orang 30 NA 0
Dengan adanya pluktuasi bermacam harga kebutuhan masyarakat maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil kebijakan yaitu dengan mengadakan Pasilitasi Pasar murah baik menjelang hari besar keagamaan maupun adanya perayaan 17 Agustus untuk tahun 2013 telah dilaksanakan sebanyak 21 kali hal ini terlaksana karena banyaknya minat masyarakat walaupun target 28 kali atau sebesar 75 %, untuk kegiatan yang sifatnya pembinaan semuanya tercapai 100 %.
Guna penyeimbang harga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 2013 telah mengadakan fasilitasi pasar murah target 28 kali terlaksana 21 kali hal ini karena telah habisnya persediaan berbagai bahan sembako yang dibeli Pemerintah serta berhubungan dengan ketersediaan anggaran.
PENINGKATAN INOVASI SEKTOR INDUSTRI DAN PERDANGANGAN
Peningkatan inovasi sektor industri dan perdagangan untuk menggerakkan dan memfasilitasi kegiatan pembangunan ekonomi rakyat Kalimantan Tengah yang saling bersinergi dan berkelanjutan. Sasaran pembangunan industri dan perdagangan daerah Kalimantan Tengah sebagaimana dalam rencana strategis pembangunan jangka menengah, yang mana diarahkan untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan serta pemberdayaan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia secara maksimal, ditandai dengan sasaran berikut :
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 73 1. Sektor Industri
1) Meningkatnya kemandirian pengusaha dan pengrajin yang berbasis agro industri.
2) Meningkatnya jumlah industri kecil dan menengah yang bertumpu pada potensi sumber daya lokal yang berkelanjutan.
2. Sektor Sektor Perdagangan
1) Terwujudnya kestabilan harga barang pokok dan barang strategis.
2) Meningkatnya nilai ekspor non migas.
3) Terciptanya peredaran barang dan jasa yang aman terkendali serta meningkatnya kesadaran penggunaan alat UTTP secara tertib dan benar.
4) Terwujudnya peredaran barang di pasaran yang berstandar SNI.
5) Meningkatnya jumlah ekspor produk unggulan daerah.
SASARAN 4
MENINGKATNYA DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN MENINGKATKAN SISTEM LAYANAN KESEHATAN
DASAR YANG BERMUTU DAN TERJANGKAU
Untuk meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dengan
meningkatkan Sistem layanan kesehatan yang bermutu,
meningkatnya derajat kesehatan masyarakat tersebut diharapkan dapat meningkatkan sejalan dengan peningkatan Sistem layanan kesehatan bermutu dan terjangkau,dengan indikator
sasaran kinerja sbb :
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 74 Tabel. 3.4.
Menjamin dan meningkatnya kesehatan masyarakat yang merata dan mudah terjangkau dengan semboyan “Kalteng Barigas”
Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian (%)
1 2 3 4 5
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Angka kematian bayi per 1000 kelahiran
Angka kematian ibu melahirkan per 100.000 Umur harapan hidup (UHH) Rasio dokter per 1000 penduduk.
Rasio tenaga medis per 1000 penduduk Masyarakat miskin tertangani
Peningkatan Kepuasan Pasien.
Customer acgisition Customer loyality Indek kepuasan pasien tingkat keluhan yg ditangani
Orang Orang Thn
%
%
%
%
%
%
%
%
28 180 71,70
0,57 3,13 100 0 60 40 90 90
49 228 71.7 0,80 2,64 100 NA 36,30 63,70 76,35 100
175 114.00 100.99 140,4
84,3 100 - 60,50 159,25
84,50 111 10
11
Terpenuhi SDM Kesehatan Kesediaan peralatan, kesediaan ruangan
%
%
96 96
NA NA
- -
Analisa Capaian Kinerja.
1. Angka kematian bayi (AKB) Kalimantan Tengah berdasarkan hasil proyeksi tahun 2005 angka kematian bayi tahun 2012 sebesar 23 artinya setiap 1000 kelahiran hidup terdapat 23 bayi meninggal sebelum usia 1 tahun. Angka kematian Bayi di Kalimantan Tengah berdasarkan hasil survey Demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2007 sebesar 30 per 1000 kelahiran hidup, angka ini menurun dibandingkan DKI 2012 sebesar 40 per 1000 kelahiran hidup. Kalimantan Tengah tahun 2013 dari 1000 kelahiran Bayi yang meninggal 49 Orang.
2. Angka kematian ibu (AKI) Masih mengikuti angka Nasional yaitu hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2007 sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah Kematian Ibu yang dilaporkan di Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2012 sebesar 79 jumlah ini tidak jauh berbeda dengan tahun 2011 adalah 79 kematian ibu. Jumlah kematian terbanyak pada masa ibu bersalin dan penyebab terbanyak akibat komplikasi dalam persalinan.
3. Angka pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dalam peristiwa melahirkan berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) Tahun 2012 Provinsi Kalimantan Tengah adalah 79,5% mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan cakupan persalinan ditolong oleh tenaga-tenaga
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 75 kesehatan tahun 2011 (72.13 %) hasil Riskesdas 2010 cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan masih rendah hanya 56,4% masih dibawah angka nasional 82,2 %.
Sedangkan Umur Harapan Hidup penduduk Kalimantan Tengah dari tahun 2006 adalah 70,8 tahun, pada tahun 2010 adalah 71,9 sampai dengan tahun 2011 dan 2012 UHH terus meningkat menjadi 71,7 % di tahun 2013.
Grafik Angka Usia Harapan Hidup di Kalimantan Tengah
Sumber Data : Dinas Kesehatan Prov. Kalteng 2013.
Keluarga miskin yang mendapatkan pelayanan kesehatan, cakupan pelayanan masyarakat miskin (dan hampir miskin) pada tahun 2013 di Kalimantan Tengah sebanyak 712.509, cakupan Askeskin/Jamkesmas 74,4% mendapatkan perawatan kesehatan dasar; (Pasien miskin di sarana kesehatan Strata 1) 39,4%, sedangkan yang mendapat pelayanan kesehatan kesehatan rujukan (pasien miskin disarana kesehatan strata 2 dan strata 3) sebesar 1,4%.
Faktor Penyebab : Ada beberapa faktor Penyebab angka kematian bayi belum bisa mencapai target 100% yang antara lain - Tenaga Kesehatan masih kurang, dimana Jumlah sumber daya manusia kesehatan se Provinsi Kalimantan Tengah, tersebar di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu dan Polindes, Jumlah SDM kesehatan, yang ada dibedakan menurut 7 kelompok yaitu : Medis, keperawatan, farmasi, gizi, teknis medis & fisioterapis, sanitasi, kesehatan masyarakat. SDM Kesehatan di Kalimantan Tengah masih belum memadai terlebih masalah distribusi tenaga kesehatan. Sejak tahun 1992 telah diterapkannya kebijakan penempatan tenaga dokter dan bidan dengan sistem PTT. Selain distribusi yang tidak merata juga kualitas SDM masih perlu ditingkatkan, sehingga kualitas pelayanan kesehatan dapat meningkat.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 76 Jumlah Tenaga kesehatan di Kalimantan Tengah pada tahun 2010 akhir sebanyak 5.748 dengan rincian di Puskesmas 4.769; Rumah Sakit 2.175; Sarana kesehatan lainnya 59; Institusi Disnakes/Diklat 78, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Provinsi 447 orang. Dibandingkan dengan tahun 2009 jumlah tenaga kesehatan sampai dengan tahun 2013 masih tidak ada perubahan.
Solusi dan Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk dapat meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan kesehatan yang makin terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Disamping itu dalam penanganan masalah kesehatan harus dilakukan secara terarah dan terpadu dengan memperhatikan kondisi sosial, ekonomi dan budaya.
Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan mencanangkan program “ KALTENG BARIGAS”.
Hal ini dimaksudkan akan meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya hidup sehat.
Capaian Indikator Kinerja Utama tahun 2013 adalah :
1. Kunjungan Pasien Baru (Customer Acquisition)masih dibawah target, kemungkinan dikarenakan keberhasilan program preventif dan promotif di bidang kesehatan serta semakin berkembangnya rumah sakit pesaing yang ada, sehingga masyarakat mempunyai alternatif tempat berobat.
2. Jumlah Kunjungan Pasien Lama (Customer Loyality)telah melampaui target, kemungkinan dipengaruhi oleh karena penyakit pasien yang memerlukan pengobatan lanjutan, pengobatan/terapi dan pemeriksaan pasien memerlukan peralatan medis canggih yang hanya ada di RSUD dr. Doris Sylvanus maupun dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan pasien terhadap pengobatan/terapi dan pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit.
3. Indeks kepuasan pasien 76,35% dari target 90%. Walaupun sudah cukup baik namun masih perlu ditingkatkan lagi.
4. Tingkat keluhan yang ditangani telah melebihi target sebanyak 90%, ternyata semua keluhan telah ditangani.
5. Persentase masyarakat miskin yang ditangani tidak dapat dinilai karena tidak tersedia data. Untuk tahun berikutnya diharapkan data-data dapat diperoleh dengan akurat.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 77 6. Jumlah rujukan dari rumah sakit lainnya yang mampu ditangani tidak ada data.
Perlu didata untuk tahun berikutnya dan dapat dimasukkan di dalam laporan tahunan rekam medik.
7. BOR (Bed Occupation Rate) atau tingkat pemanfaatan tempat tidur belum melampaui target yang ditetapkan namun masih dalam kategori ideal (60% - 85%) sesuai ketentuan Depkes RI Tahun 2005.
8. BTO (Bed Turn Over)atau rata-rata frekuensi pemakaian tempat tidur sebesar 67,5% telah melebihi angka ideal (45 kali), kemungkinan karena pasien dengan jenis penyakit tertentu yang banyak atau kalau dihubungkan dengan LOS yang tidak ideal kemungkinan bisa terjadi karena pasien yang seharusnya bisa dirawat jalan tetapi dirawat inap.
9. TOI (Turn Over Interval) atau rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati saat ke saat sampai terisi pasien berikutnya sudah termasuk kategori ideal.
10. AVLOS (Average Length Of Stay) atau rata-rata lama pasien dirawat, masih belum ideal sesuai target. Hal tersebut dapat disebabkan oleh semakin meningkatnya mutu pelayanan di rumah sakit sehingga untuk lama hari perawatan pasien dapat diperpendek, namun tidak tertutup kemungkinan akibat adanya pasien yang seharusnya tidak perlu dirawat inap tetapi pasien tersebut dirawat inap (berdasarkan indikasi non klinis). Hal ini masih perlu dilakukan kajian lebih mendalam.
11. GDR (Gross Death Rate) atau angka kematian kasar yang menggambarkan angka kematian pasien sebelum 48 jam dirawat masih relatif tinggi (4,6%). Hal tersebut dapat terjadi karena sebagian besar pasien datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan kritis sehingga tindakan pengobatan/terapi yang diberikan untuk mencegah terjadinya kematian jarang berhasil.
12. NDR (Net Death Rate)atau angka kematian yang terjadi setelah pasien dirawat selama >48 Jam sebesar 1,4% yang melebihi standar sebagaimana halnya GDR perlu mendapatkan perhatian dan penelitian lebih lanjut, apakah kematian tersebut karena keterlambatan pasien dirujuk, ditangani, karena keparahan penyakit atau pelayanan belum optimal.
13. Layanan unggulan tahun 2013 yaitu hemodialisa (cuci darah) masih tetap merupakan unggulan. Untuk pemeriksaan diagnostik telah difungsikan CT-Scan.
14. Penetapan target terakreditasi 16 pelayanan tidak terlaksana, karena penetapan akreditasi yang telah diperoleh 12 pelayanan masih berlaku hingga akhir tahun 2013. Untuk akreditasi rumah sakit sistem yang baru tidak lagi
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 78 menggunakan sistem akreditasi yang lama, tetapi telah menggunakan sistem akreditasi rumah sakit versi 2012. Pelaksanaan penilaian akreditasi versi baru tersebut direncanakan pada tahun 2014.
15. Dengan telah berdirinya Program Studi Pendidikan Dokter pada Universitas Palangka Raya dan telah mulai menerima praktek klinik bagi dokter muda, RSUD dr. Doris Sylvanus telah melaksanakan kegiatan visitasi penilaian untuk peningkatan status akreditasi rumah. Penetapan status sebagai rumah sakit pendidikan sebagai pendukung Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Palangka Raya sampai saat ini masih dalam proses menunggu penetapan hasil penilaian dari Kementerian Kesehatan.
16. Untuk tingkat pemenuhan SDM sesuai target masih belum dapat diukur karena ketersediaan data tentang jumlah dan jenis SDM yang direncanakan dan yang harus dipenuhi tidak memadai.
17. Data mengenai jumlah karyawan yang mengikuti diklat/tugas belajar tahun 2013 belum dapat diperoleh, sehingga tidak bisa ditampilkan. Diharapkan untuk selanjutnya bidang/bagian terkait di rumah sakit dapat memberikan data dengan lebih lengkap dan akurat.
18. Ketersediaan peralatan masih belum didapat, analisa data berdasarkan standar peralatan yang direncanakan. Data sementara ini yang didapatkan terbatas antara lain tentang jenis, jumlah dan kondisi.
19. Tingkat kemandirian rumah sakit dinilai berdasarkan SGR (Sales Growth Rate) dan CRR (Cost Recovery Rate) dan saat ini masih belum mencapai target yang ditetapkan.
3.2 Pencapaian Sasaran Strategis
Sasaran strategis dari indikator kinerja tahun 2013 mengacu pada rencana kerja tahunan dan penetapan kinerja dengan capaian sebagai berikut :
1. Meningkatnya Kepuasan Pasien
Pencapaian sasaran strategis mempunyai 4 indikator kinerja yaitu Customer Acquisition, Customer Loyality, Indeks kepuasan pasien dan tingkat keluhan yang ditangani. Rata-rata pencapaiannya adalah 101,06%.
2. Meningkatnya pelayanan kepada masyarakat miskin
Indikator kinerjanya adalah persentase masyarakat miskin yang ditangani.
Target pada tahun 2013 yaitu 100% pasien miskin yang berobat ditangani semuanya. Namun data mengenai berapa persen pasien miskin yang
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 79 ditangani di RSUD dr. Doris Sylvanus, berapa persen yang dirujuk ke fasilitas kesehatan lainnya tidak dapat diperoleh. Diharapkan pada tahun 2014 data-data dapat disiapkan oleh bagian/bidang terkait.
3. Meningkatnya rujukan dari rumah sakit lainnya
Seperti juga pada poin sebelumnya, data rumah sakit yang merujuk pasien ke RSUD dr. Doris Sylvanus belum bisa diperoleh datanya.
4. Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan :
a. Mutu pelayanan di dalam hal ini dinilai dari BOR, BTO, TOI, GDR, NDR dan AvLOS (LOS). BOR masih dalam kategori ideal. BTO sebesar 67,5%
telah melebihi angka ideal (45 kali), kalau dihubungkan dengan LOS kemungkinan bisa terjadi karena masih banyak pasien yang dirawat inap tidak hanya karena indikasi medis. TOI sudah ideal, AVLOS masih belum ideal sesuai target. GDR masih relatif tinggi (4,6%). NDR sebesar 1,4%
masih cukup tinggi melebihi standar.
SASARAN 5.
MENINGKATNYA PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS DAN TERAKSES SERTA MERATA,
DENGAN SEMBOYAN “KALTENG HARATI”
Perumusan kebijakan teknis bidang pendidikan, yang telah ditetapkan di Kalimantan Tengah berdasarkan peraturan dan perundang-undangan. Diantaranya adalah :
1. Pembinaan pendidikan non formal dan informal.
2. Penyelenggaraan dan atau pengelolaan satuan pendidikan progam studi baik pendidikan dasar maupun menengah.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 80 3. Perencanaan strategis pendidikan anak usia dini, sesuai dengan perencanaan
stategis pendidikan nasional.
4. Pemberian dukungan sumber daya terhadap penyelenggaraan Perguruan Tinggi.
5. Pengawasan pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan dari satuan pendidikan dasar sampai dengan satuan pendidikan atas.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas pendidikan dalam hal mempercepat penanggulangan pemberantasan buta aksara tersebut memperbanyak Taman Bacaan Masyarakat (TBM), memberikan pendidikan lanjutan melalui program kelompok belajar, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mencanangkan program “KALTENG HARATI”.
tabel. 3.5.
P e n d i d i k a n
Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian (%)
1 2 3 4 5
1 Rasio guru dan murid :
- SD / MI Guru/Murid 1 : 19 1 : 25 105,04
2 Rasio guru dan Murid : - SMP/SLTP
Guru/murid 1 : 19 1 : 22 102,52 3 Rasio guru dan Murid :
- SMA/SLTA
Guru/murid 1 : 18 1 : 20 101,69 4 Rasio ketersediaan
sekolah terhadap penduduk usia (sekolah)
- SD/MI - SMP/SLTA - SMA/SLTA
%
%
%
90,55 43,68 24,50
70,00 70,00 NA
102,05 160,26 5 Angka Partisipasi NA
Sekolah (APS) - SD/MI
- SMP/SLTA/MTs - SMA/SMK/MA
%
%
%
98,87 88,59 65,24
69,15 61,00 58,88
69,94 68,87 90,25 6 Angka Partisipasi Murni
Paket “A” Tingkat SD/MI (APM)
% 98,86 98,95 100,09
7 Angka Partisipasi Kasar Paket “B” Tingkat
SMP/MTs (APK) % 93,62 92,38
98,67
8 Angka Partisipasi Kasar Paket “C” Tingkat
SMA/MA (APK) % 67,09 65,42 97,51
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 81 Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian (%) 9
10
Prosentase Guru SMA/MAN/SMK, berkualitas S1/D4,&
bersertifikasi
Prosentase sekolah SMA/MAN/SMK, melaksanakan E-Pembelajaran (e-learning)
%
%
79,16
12
80,14
12
101,23
100
11
12 13
Jumlah masyarakat yang menjadi anggota perpustakaan (pemustaka)
Jumlah bantuan buku untuk 7(tujuh) Kab/Kota Jumlah masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan
Orang
Eks/buku orang
289.366
7.000 3.200
300.470
11.000 5.600
103
157,14 175
ANALISIS CAPAIAN KINERJA :
- Peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan di Kalimantan Tengah Rasio Guru dan Siswa target tahun 2013 baik SD, SMP dan SMA target sesuai RPJMD hal IX – 6 yaitu :
- Tingkat SD/MI Target 1 : 19 realisasi 1 : 22 , Capaian = 105,04 - Tingkat SMP /MTs target 1 : 18 realisasi 1 : 22 capaian = 102, 52 dan - Tingkat SMA/MA target 1 : 18 realisasi 1 : 20 capaian = 101, 69.
- Rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia (sekolah) terhadap anak usia sekolah :
- SD/MI Target 90,55%, realisasi 70 %, Capaian = 102,05 %
- SMP/SLTA Target 43,68%, mampu terealisasi 70%, Capaian = 160,26%
Sangat baik
- SMA/SLTATarget 24,50%, Realisasi NA.
ANGKA PARTISIPASI SEKOLAH (APS)
- SD/MI Target 98,87%, realisasi 69,15%, capaian 69,94%
- SMP/SLTA/MTs Target 88,59%, realisasi 61,00%, capaian 68,87%
- SMA/SMK/MA Target 65,24%, terealisasi sebesar 58,88%, capaian 90,25%
diatas tingkatan capaian SD dan SMP
- Indikator Kinerja sebagaimana ditargetkan APM SD/MI Paket A 98,86%
dengan realisasi capaian 98,95%
- Indikator kinerja prosentase ditargetkan APM SMP/MTs Paket B 93,62%
dengan realisasi capaian 92,38%
- Indikator kinerja prosentase ditargetkan APM SMP/MTs Paket C 67,69%
dengan realisasi capaian 65,42%
- Persentase Sekolah yang menerapkan E-Pembelajaran target 12 realisasi 12 sama dengan tahun 2013.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 82 Program peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan merupakan program penting didalam peningkatan mutu maka pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan Provinsi untuk mendukung terjaminnya kepastian memperoleh layanan Peningkatan Pendidikan dan tenaga kependidikan (PTK) di semua jenis dan jenjang.
Selain hal tersebut di atas dimana Penduduk Kalimantan Tengah yang belum mengerti baca tulis, ternyata masih banyak, Tahun 2010 s/d 2013 Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat 37.770 warga buta aksara, mereka banyak ditemukan didaerah pedesaan/daerah terpencil. Untuk memberantas buta aksara tersebut pemerintah harus bergerak cepat membangkitkan semangat masyarakat agar mau belajar, melengkapi semua sarana, terutama tenaga pendidik untuk memerangi buta huruf.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas pendidikan untuk mempercepat penanggulangan pemberantasan buta aksara tersebut memperbanyak Taman Bacaan Masyarakat (TBM), memberikan pendidikan lanjutan melalui program kelompok belajar, Kalimantan Tengah telah mencanangkan program “KALTENG HARATI”.
Perkembangan Anggaran Pendidikan di Kalimantan Tengah sejak tahun 2008 sampai dengan 2013 adalah sbb :
Sasaran Program KALTENG HARATI 1. PELATIHAN GURU
Guru TK dengan program pelatihan PAUD 160 orang
Guru SD :
- Pelatihan Kompetisi Tenaga Pendidik 1.500 orang - Pelatihan Penyusunan Kurikulum 267 orang - Pelatihan Manajemen Sekolah 70 orang
- Pendidikan dan Latihan Bantuan Operasional Sekolah 112 orang
Guru SMP :
- Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidikan berjumlah 1.500 orang
Guru SMA :
- Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidikan SMA berjumlah 1.000 orang
- Pelatihan Penyusunan Kurikulum berjumlah 100 orang
Guru SMK :
- Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidikan SMK berjumlah1.250 orang
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 83 Tabel. 3. 5. 2.
Perkembangan Anggaran Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2008 -2013
Tahun Jumlah Pagu Anggaran
Kenaikan Anggaran
Pemenuhan dari APBD
1 2 3 4
2008 Rp. 88.666.798.081 22,75%
2009 Rp. 249.442.937.614 181,33% 20,00 %
2010 Rp. 405.689.992.000 62,44% 20,00 %
2011 Rp. 360.043.138.774 -11,25% 20,43 %
2012 Rp. 359.811.096.686 -0,64% 15,98 %
2013 Rp. 204.957.347.348 -43,04% 19,58 %
Tabel. 3. 5.3.
Perkembangan Anggaran Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Sumber Dana APBN
Tahun 2008 -2013
Tahun Jumlah Pagu Anggaran Kenaikan Anggaran
1 2 3
2008 Rp. 258.373.018.000 18,04%
2009 Rp. 370.404.912.000 43,36%
2010 Rp. 254.115.297.000 - 33,50%
2011 Rp. 172.470.094.000 -32,12%
2012 Rp. 190.381.060.990 10,38%
2013 Rp. 184.738.314.592 -2,96%
SASARAN 6.
MENINGKATNYA PERAN SERTA PEREMPUAN PADA BIDANG PEMBANGUNAN
Dalam meningkatkan peran serta perempuan pada bidang pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, telah membuat program-program.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 84 Tabel. 3.6.
Pemberdayaan Perempuan dan KB
Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian (%)
1 2
3 4 5
Partisifasi angkatan kerja perempuan (%) Penyelesaian
pengaduan perempuan dan anak dari tindak kekerasan
Rasio akseptor KB Cakupan peserta KB aktif
Jumlah Keluarga pra sejahtera & keluarga sejahtera I
%
%
% Orang Orang
34,99 6
22,77 345.241 172.805
51,20 6
62,90 275.250 295.000
146,33 100
276,62 79,72 167,79
Analisa Capaian Kinerja
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan (%)
Perempuan berpeluang sama besarnya dengan laki-laki dalam memasuki lapangan kerja. Perempuan merupakan sumber daya ekonomi yang tidak kalah penting dibandingkan dengan pria, perempuan sesungguhnya memegang fungsi yang sangat penting dalam keluarga. Keberadaan perempuan dalam rumah tangga bukan sekedar pelengkap reproduksi saja, namun lebih daripada itu banyak penelitian membuktikan bahwa wanita ternyata seringkali memberikan sumbangan yang besar bagi kelangsungan ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga serta masyarakat.
Tenaga kerja perempuan merupakan potensi yang harus dimanfaatkan untuk menunjang kelancaran proses pembangunan. Pemberdayaan perempuan harus dilakukan agar perempuan dapat mengisi kegiatan pembangunan sehingga anggapan bahwa wanita itu hanya menjadi beban pembangunan bisa dihilangkan.
Berbagai kecenderungan perempuan selama beberapa tahun terakhir ini, ditandai makin meningkatnya angka partisipasi angkatan kerja perempuan, yang didominasi oleh mereka yang berusia relatif muda. Kenaikan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan sebagian disebabkan oleh bertambahnya kemiskinan dan merebaknya pengangguran.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 85 Dari data TPAK selama dua tahun (2010-2012) terlihat di Provinsi Kalimantan Tengah terjadi fluktuasi angka partisipasi ang katan Penyelesaian pengaduan.
kasus kekerasan perempuan dan anak belum mendapatkan data untuk Kalimantan Tengah. Rasio akseptor KB target sebesar 22,79%, Capaian sebesar 62,09 % cakupan peserta KB di Provinsi Kalimantan Tengah data sementara, untuk tahun 2012 ditargetkan pertambambahan peserta KB baru 7.000 orang terealisasi 2.936 orang perMei 2012 atau sebesar 0,85% dari cakupan yang diinginkan.
Jumlah keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera target 172.805 orang terealisasi 204.916 orang atau capaian 118,58%.
SASARAN. 7.
MENINGKATNYA PELAYANAN PUBLIK KEPADA SELURUH LAPISAN MASYARAKAT, DENGAN SISTEM PENGUATAN KAPASITAS SDM DAN PEMERINTAHAN
Peningkatan Pelayanan Publik kepada seluruh lapisan masyarakat, Keamanan dan kenyamanan guna terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan Pemerintah Provinsi Kalimatan Tengah, telah menetapkan beberapa indikator kinerja yang antara lain :
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 86 Tabel. 3.7.
Pelayanan Publik, Keamanan dan kenyamanan, Pemberdayaan Masyarakat Desa Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian (%) 1
2 3 4 5 6 7
8.
9.
Pelayanan kasus tanah Negara
Jumlah konflik dalam masyarakat
Jumlah Kegiatan pembinaan politik daerah (parpol) Jumlah layanan terpadu (satu atap)
Jumlah unjuk rasa Pemilikan KTP
Penerapan KTP Nasional berbasis NIK
Terlaksanakan program PMPN Mandiri
Gerakan PM2L-PMPN Mandiri
Kejadian Kejadian Parpol
Unit kali Buah Kab/kota
Kab/Kota Desa
78 350
11 13 70 1.255.262 13 Kab + 1 Kota
7 42
NA 322
11 13 63 1.202.363 13 Kab + 1
Kota 7 42
0 92 100 100 90 95,78
100
100 100
Analisa Capaian Kinerja :
1. Pelayanan kasus tanah negara target 78 realisasi kasus tanah tertangani belum ada data.
2. Jumlah konflik dalam masyarakat Indikator Kinerja Jumlah konflik dalam masyarakat selama tahun 2013 memiliki target sebesar 350 kejadian, hasil dari pemantauan didapatkan data jumlah konflik sebanyak 322 kejadian selama tahun 2013, dengan prosentase capaian indikator kinerja sebesar 92%.
3. Kegiatan pembinaan politik daerah (parpol)
Realisasi capaian sebesar 11 parpol tersebut dikarenakan hanya 11 parpol yang mendapat kursi di DPRD Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan hasil pemilu tahun 2009-2014 dan ini sesuai target yang tertuang dalam Rencana Kinerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Tengah, sebagai penanggung jawab, sehingga prosentase capaian indikator yang diperoleh sebesar 100 %.
4. Jumlah unjuk rasa
Indikator Jumlah Unjuk Rasa untuk tahun 2013 memiliki target indikator kinerja sebanyak 3 pada Rencana kinerja provinsi pada SKPD Penaggung jawab 70 kejadian, hasil dari pemantauan didapatkan data unjuk rasa sebanyak 63 kejadian selama tahun 2013, dengan prosentase capaian indikator kinerja sebesar 90%.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 87 5. Jumlah Kegiatan pembinaan LSM, Ormas dan OKP
Pada tahun 2013 target yang direncanakan untuk kegiatan pembinaan ormas sebanyak 200 ormas tetapi yang terealisasi hanya sebesar 100 ormas hal ini disebabkan dukungan anggaran yang tertuang dalam DPA Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Tengah hanya untuk 100 ormas, sehingga prosentase capaian indikator yang diperoleh sebesar 50%.
6. Jumlah Kegiatan pembinaan LSM, Ormas dan OKP
Pelaksanaan pemantauan konflik dalam masyarakat selama tahun 2013 tidak mengalami hambatan atau masalah. Kegiatan pembinaan politik daerah (parpol) Peserta Pemilu tahun 2009-2014 sebayak 38 partai politik, sedangkan hasil pemilu 2009-2014 yang mendapat kursi di DPRD Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 11 partai politik, dan berdasarkan Undang-Undang No. 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang No.2 Tahun 2011 tentang Partai Politik, bahwa bantuan keuangan dari APBN/APBD diberikan secara proporsional kepada partai politik yang mendapatkan kursi di DPR, DPRD Provinsi, dan DPR Kabupaten/Kota, sehingga yang dibina hanya 11 partai politik, yang mempengaruhi persentase capaian sebesar 28,95%.
Jumlah unjuk rasa
Pelaksanaan pemantauan unjuk rasa untuk tahun 2013 tidak mengalami hambatan atau masalah, unjuk rasa aksi damai.
Jumlah 38 partai politik adalah jumlah peserta pemilu 2009-2014, sedangkan hasil dari pemilu 2009-2014 hanya berjumlah 11 partai politik, sehingga target pembinaan jumlah partai politik berdasarkan hasil Pemilu 2009-2014 hanya 11 partai politik, karena hanya 11 partai politik yang mendapatkan kursi di DPRD Provinsi Kalimantan Tengah.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 88
Jumlah untuk rasa yang berlangsung aman 3 kali dan semua berjalan dengan aman.
Jumlah pemilikan KTP Penduduk Kalimantan Tengah target 1.591.244 orang/buah KTP terealisasi 1.202.363 jumlah penduduk atau sebesar 75,56 % dari target.
Jumlah Kabupaten dan Kota yang telah menerapkan KTP Nasional berbasis NIK terealisasi pada 13 Kabupaten dan + 1 Kota.
Jumlah program PMPN Mandiri pada 7 Kabupaten dapat terealisasi sesuai rencana.
Gerakan Membangun desa atau PM2L sebanyak 42 Desa pada tahun 2013 dari semua Kabupaten dan Kota dapat terealisasi 100%.
PM2L Bukan hanya program Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, namun merupakan program sinergitas atara Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, dalam upaya mengentaskan desa tertinggal. Sebanyak 168 Desa/Kelurahan di Kalimantan Tengah sudah mendapat Program Mamangun Tuntang Mahaga Lewu (PM2L), yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.
PM2L dilaksanakan secara bertahap dari tahun 2008 hingga 2012 yang setiap tahun sebanyak 42 Desa/Kelurahan telah dilaksanakan. Dari program pembangunan pedesaan ini diharapkan bisa melepaskan desa tertinggal dan mampu menjadi desa mandiri. Bahkan dari program ini dapat melepaskan dari desa tertinggal dan mampu menjadi desa mandiri, sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.
Desa yang mendapat program PM2L diharapkan tidak kembali lagi menjadi desa tertinggal dan angka kemiskinannya kembali meningkat. Untuk itu dinas terkait di Kabupaten/Kota dan Provinsi harus menjaganya dan dapat memberikan bimbingan untuk kemandirian desa tersebut.
Gubernur Kalimantan Tengah pada tahun 2013 telah mengeluarkan Keputusan Nomor : 188.44/78/2013 tanggal 13 Pebruari 2013, telah menetapkan 42 Desa /Kelurahan lokasi Program Mamangun Tuntang Mahaga Lewu (PM2L)
Secara Nasional Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan, semua pemimpin daerah menjalankan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Desa (PNPM) Mandiri.
Program tersebut meningkatkan kesejahteraan Rakyat. Oleh karena itu Presiden mengajak seluruh pemimpin daerah untuk menjalankan PNPM Mandiri dengan sepenuh hati. Dia juga meminta agar kepala daerah program di daerah APBD yang berkaitan langsung dengan bidang bidang ini diperhatikan dengan sungguh- sungguh.
Kalimantan Tengah, Bumi Pancasila, Bumi Isen Mulang 89 Program PNPM Mandiri sampai tahun anggaran 2010 telah berhasil mendapatkan partisipasi masyarakat sebanyak 12.446.306 orang atau 55% dari rumah tangga miskin dan mampu mendanai 363 ribu lebih kelompok kegiatan ekonomi produktif.
Anggaran PNPM Mandiri Tahun 2011 dituangkan dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp. 8,26 triliun dengan rincian Rp. 6,62 triliun dari APBN dan Rp. 1,64 triliun dari APBD. Tahun 2011 lokasi PNPM Mandiri sebanyak 32 Provinsi, 391 Kabupaten di 5.020 Kecamatan.
Di Kalimantan Tengah disetiap Desa/Kelurahan yang termasuk Desa tertinggal mendapat bantuan sebesar Rp.12,152 juta/tahun dan untuk Desa program PM2L telah menerima bantuan Keuangan dari Provinsi sebesar Rp. 83,33 juta/pertahun demikian disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupaya menuntaskan desa tertinggal melalui Program Mamangun Tuntang Mahaga Lewu (PM2L) atau Membangun dan menjaga Desa sehingga menjadi desa mandiri. Program PM2L pertama kali diberi nama program bedah desa yang diluncurkan di Kabupaten Katingan, Namun program tersebut berganti nama menjadi PM2L yang secara resmi dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2008 di Palangka Raya.
SASARAN 8
MENINGKATNYA PENDAYAGUNAAN APARATUR KEAMANAN, MELALUI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA
Untuk meningkatkan pendayagunaan Aparatur bidang keamanan PemerintahProvinsi Kalimantan Tengah, telah menetapkan Indikator Kinerja sebagai berikut
Tabel. 3. 8.
Pendayagunaan Aparatur Bidang Keamanan
No Sasaran Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian 8. Meningkatnya
Pendayagunaan aparatur
keamanan
1.
2.
3.
4.
5.
Rasio jlh Polisi
Pamong Praja
100.000 penduduk Jumlah Tambahan Personil Polisi Pamong Praja Rasio Pos siskamling
per jlh desa
/kelurahan.
Petugas LINMAS di Kab/Kota
Kegiatan Pembinaan LSM,Ormas dan CK
Org Org
Buah Org Ormas/LS M
73 1000
10 14.061
20
43 NA
10 14.061
20
58,90 0
100 100 100