• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PROFIL SANITASI WILAYAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III PROFIL SANITASI WILAYAH"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

(1)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Penajam Paser Utara 2013 Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP)

III-1

BAB III

PROFIL SANITASI WILAYAH

Bab ini menjelaskan kondisi dari berbagai komponen dan permasalahan sanitasi yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara.

3.1 Promosi Higiene dan Sanitasi

Promosi higiene adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui proses pembelajaran dari-oleh-untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai dengan kondisi sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.

Tujuan dari Promosi Higiene ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang arti pentingnya melaksanakan hidup sehat dilingkungannya masing-masing.

Derajat kesehatan dan pola hidup masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara secara umum dapat terlihat dari angka kejadian penyakit yang disebabkan oleh sanitasi buruk. Salah satu indikator yang sangat berhubungan erat dengan permasalahan sanitasi adalah jumlah kasus kejadian penyakit diare.

Dari hasil Studi EHRA yang dilakukan wawancara terhadap responden sebanyak 400 responden mengenai kasus diare pernah terjadi yang dialami keluarga responden, mayoritas tidak pernah dengan persentase sebesar 75,8 %. Akan tetapi lebih dari enam bulan keluarga responden terkena kasus diare terdapat pada beberapa responden dengan persentase 9,8 % dan enam bulan terakhir sebesar 2,8 %, selanjutnya sebesar 6,8 % 1 bulan terakhir terdapat kasus, 3 bulan terakhir terjadi kasus sebesar 3 %, kasus 1 minggu terakhir sebesar 1,2 %, dan sisanya sebesar 0,7 % baru saja terjadi kasus diare. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar garfik di bawah ini:

(2)

III-2

terakhir terakhir terakhir yang lalu dari 6 bulan yang lalu

pernah

Gambar 3.1. Waktu Terjadi Kasus Diare Pada Keluarga Responden

Derajat kesehatan dan pola hidup masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara secara umum terlihat dari angka kejadian penyakit diare berada dalam posisi sanitasi yang baik. Hal ini terjadi karena tingkat kesadaran masyarakat untuk pola hidup bersih dan sehat semakin membaik, dan tentu saja hal ini juga di dukung oleh pendanaan sanitasi yang mengalami peningkatan dari tahun 2008 hingga 2012. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.1 Perhitungan Pendanaan Sanitasi oleh APBD Kab/Kota Tahun 2009 – 2013

Rata-r ata Per tumbuhan

2009 2010 2011 2012 2013

1 Belanja Sanitasi ( 1.1 + 1.2 + 1.3 + 1.4 )

1.1 Air Limbah Domestik 5.023.882.493 24.220.500.007 14.622.191.250

1.2 Sampah rumah tangga 5.360.466.763 9.054.405.070 10.163.976.843 8.192.949.559

1.3 Drainase lingkungan 34.583.442.000 1.918.365.500 38.432.057.000 24.977.954.833

1.4 PHBS 324.414.150 157.610.000 99.015.000 293.165.000 218.551.038

2 Dana Alokasi Khusus ( 2.1 + 2.2 + 2.3 )

2.1 DAK Sanitasi - - - - - -

2.2 DAK Lingkungan Hidup - - - - - -

2.3

DAK Perumahan dan

Permukiman - -

- - - -

3

Pinjaman/Hibah

untuk Sanitasi - -

- - - -

4

Bantuan Keuangan Provinsi untuk

Sanitasi - - - - - -

39.931.738.643 31.656.942.270

47.585.477.070 28.581.394.143 - 36.938.888.032

1.036.762.852.720 984.882.614.492 1.144.277.531.188 1.319.919.061.291 - 1.121.460.514.923

% APBD murni terhadap Belanja Langsung

No Uraian

Belanja Sanitasi (Rp.)

Belanja APBD murni untuk Sanitasi (1-2-3) Total Belanja Langsung

Sumber : APBD Kab.PPU tahun 2009– 2012, diolah

(3)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Penajam Paser Utara 2013 Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP)

III-3 Dari tabel diatas menunjukan bahwa pendanaan bidang sanitasi dari tahun 2009 – 2012 mengalami peningkatan. Peningkatan ini terjadi mengingat kebutuhan akan layanan sanitasi juga meningkat karena adanya peningkatan jumlah penduduk yang signifikan dari tahun 2009 – 2012 yaitu dari 129.785 Jiwa menjadi 163.761 jiwa atau selama kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 26,1%.

Komponen terbesar dalam peningkatan ini adalah bidang persampahan dan drainase. Kedua sector ini merupakan sector yang sangat mendesak untuk segera ditangani mengingat Kabupaten PPU sebagai kabupaten yang baru terbentuk harus melengkapi pelayanan dasarnya terkait pengelolaan persampahan dan pengurangan luas genangan banjir yang sering terjadi dibeberapa wilayah kecamatan. Dukungan lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah adanya komitment kepala daerah dalam meraih penghargaan tertinggi bidang kebersih yaitu Piala Adipura.

Hal lain yang mendukung adalah komitmen kepala daerah tersebut termuat dalam RPJMD 2008 – 2013, sehingga hal ini akan memudahkan dalam pengalokasian dana bagi kegiatan sektor terkait pengelolaan persampahan dan drainase. Dalam dokumen RPJMD ini dijelaskan secara detail indicator capaian pada 2 sektor tersebut, walaupun indicator yang dipakai masih bersifat global sesuai dengan Lampiran I Permendagri No. 54.tentang pedomen penyusunan RPJMD.

Tabel 3.2 Realisasi dan Potensi retribusi Sanitasi per Kapita

No SKPD Retribusi Sanitasi Tahun (Rp) Pertumbuha

n (%)

2009 2010 2011 2012 2013

1 Retribusi Air Limbah

1.a Realisasi retribusi - - - - - -

1.b Potensi retribusi - - - - - -

2 Retribusi Sampah

2.a Realisasi retribusi

15.640.000,00 5.522.500,00

- - - -

2.b Potensi retribusi - - - - - -

3 Retribusi Drainase

3.a Realisasi retribusi - - - - - -

3.b Potensi retribusi - - - - - -

4 Total Realisasi Retribusi Sanitasi (1a+2a+3a)

15.640.000,00 5.522.500,00

- - - -

5 Total Potensi Retribusi Sanitasi (1b+2b+3b)

- - - - - -

(4)

III-4 2013 retribusi yang sudah ada Perdanya terkait bidang sanitasi adalah sektor persampahan saja, sementara sektor limbah dan drainase belum termasuk dalam proyeksi untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Hal ini mengingat layanan sektor air limbah belum termasuk dalam program dan kegiatan prioritas sehingga belum ada kegiatan yang khusus menangani sektor tersebut. Sementara itu sektor drainase dalam penganggaran merupakan bagian dari usuran wajib pemerintah daerah, sehingga keberadaanya terkait mengurangan luas genangan yang sering terjadi di sebagian wilayah di Kabupaten PPU merupakan permasalahan yang mendesak terkait pengaruhnya terhadap kondisi permukiman penduduk dan berbagai kegiatan ekonomi dan sosial yang ada di wilayah tersebut.

Dalam Buku Putih Sanitasi (BPS) ini, yang akan dibahas mengenai permasalahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) hanya pada tataran rumah tangga dan sekolah saja. Hal ini dikarenakan pada kedua lokasi tersebut mempunyai peranan yang cukup signifikan dalam pencapaian program PHBS.

3.1.1. Tatanan Rumah Tangga

Promosi kesehatan di rumah tangga ditekankan pada kegiatan kampanye dan aktifitas yang dimulai pada sasaran komunitas tertentu dalam masyarakat. Kegiatan ini dilakukan oleh para kader dan petugas kesehatan yang ada baik di Pukesmas atau Pusban setempat seperti petugas kesehatan, bidan dan perawat (mantri) dengan sasaran ibu-ibu PKK, Kelompok Pengajian dan komunitas sosial lainnya yang ada dimasyarakat. Adapun target dari kegiatan ini adalah ibu rumah tangga, ibu hamil, remaja putri dan kelompok ibu muda yang mempunyai balita dan lain-lain.

Kegiatan promosi bagi ibu rumah tangga ini terdiri dari beberapa kegiatan yang dilakukan bersamaan dan berkesinambungan meliputi:

 Penyuluhan kelompok terbatas

 Penyuluhan kelompok besar (masa)

Penyuluhan perorangan (penyuluhan antar teman/peer group education)

 Penyuluhan dengan metode demonstrasi

 Pemasangan poster

 Pembagian leaflet

(5)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Penajam Paser Utara 2013 Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP)

III-5

 Kunjungan/wisata kerja ke daerah lain

 Kunjungan rumah

 Lomba kebersihan antar RT/RW/Desa

 Kegiatan pemeliharaan dan membersihkan tempat-tempat umum

 Kegiatan penghijauan di sekitar sumber air

 Pelatihan kader, unit kesehatan

 Program promosi kesehatan di tatanan

 Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan

 Memberi ASI eksklusif

 Menimbang balita setiap bulan

 Menggunakan air bersih

 Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

 Menggunakan jamban sehat

 Memberantas jentik di rumah sekali seminggu

 Makan buah dan sayur setiap hari

 Melakukan aktivitas fisik setiap hari

Tidak merokok di dalam rumah

Tabel 3.3 Permasalahan mendesak dan isu strategis

Permasalahan mendesak dan isu stategis terkait tatanan rumah tangga yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara adalah:

Permasalahan Mendesak Isu Stategis

 Masyarakat belum terbiasa cuci tangan

pakai sabun  Rendahnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun di 5 waktu penting

 Masih ada masyarakat yang BAB (buang

air besar ) sembarangan  Kurangnya kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

 Cara pengelolaan dan penyimpanan air minum di tingkat rumah tangga masih belum aman

 Rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan dan penyimpanan air minum

 Sampah lebih banyak di bakar oleh

masyarakat  Implementasi reuse, reduce, recycle (3R)

kurang maksimal

(6)

III-6 Pendataan PHBS Tatanan Rumah Tangga di Kabupaten Penajam Paser Utara tahun 2013 menggunakan metode Survey EHRA dengan jumlah sampel 400 Kepala Keluarga. Hasil pendataan berdasarkan survei random sampling menunjukkan bahwa kondisi untuk indikator kesehatan lingkungan sektor sanitasi adalah sebagai berikut:

Gambar 3.4 : Grafik CTPS di 5 (lima) Waktu Penting

Grafik diatas menunjukan bahwa perilaku masyarakat dalam melakukan cuci tangan pakai sabun pada 5 waktu penting masih rendah sekali, berdasarkan hasil studi EHRA diatas hanya 1,5% penduduk yang melalukan CTPS. Hal ini menunjukan bahwa kesadaran masyarakat PPU masih rendah yang berakibat masih banyaknya berbagai penyakit yang terkait dengan perilaku tersebut.

Penyakit-penyakit tersebut meliputi penyakit diare, disentri dll yang masih banyak terjadi khususnya pada masyarakat dengan ekonomi rendah dan berada pada kantong-kantong permukiman kumuh yang tersebar dibeberapa lokasi di 4 kecamatan.

Gambar 3.5 : Grafik Persentase Penduduk yang melakukan BABS

(7)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Penajam Paser Utara 2013 Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP)

III-7 Grafik diatas menunjukan bahwa kegiatan BABS yang ada di Kab. PPU hampir semua penduduk sudah mempunyai jamban pribadi. Diharapkan dengan adanya jamban pribadi ini memberikan dampak yang baik bagi kesehatan masyarakat khususnya dalam hal pembuangan limbah domestik agar tidak dilakukan di sembarang tempat, sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan akibat BABS.

Gambar 3.6 Grafik Pengelolaan Air Minum (pencemaran pada wadah penyimpanan dan penanganan air)

Untuk menghidari berbagai penyakit yang disebabkan oleh kuman yang ada di air minum salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menutup tempat air minum sehingga jentik-jentik dari nyamuk tidak dapat bertelur di dalam wadah air minum tersebut. Data diatas menunjukan bahwa perilaku masyarakat PPU dalam menempatkan air minum dalam teko tertutup mencapai 43.6%. Ini menunjukan bahwa kesadaran untuk mengkonsumsi air yang bersih dan sehat sudah dilakukan oleh masyarakat walaupun sebagian masih ada yang belum menyimpan air menggunakan wadah tertutup.

Gambar 3.7 Grafik Pengolahan Sampah Setempat

(8)

III-8 adalah dengan membuang sampah dari rumah tangga tersebut pada lahan-lahan kosong yang ada disekitar rumah.

Adanya perilaku membakar dan membuang sampah sembarangan ini selain disebabkan tingkat kesadaran yang rendah juga disebabkan karena jangkauan pelayanan persampahan yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum masih terbatas pada wilayah-wilayah perkotaan. Demikian juga dengan sarana penunjang lainnya seperti sebaran TPS yang masih minim khususnya pada daerah-daerah pedesaan yang jauh dari pusat ibukota kecamatan.

Kebiasaan pengelolaan sampah lainnya adalah disebabkan karena kondisi permukiman yang tersebar dengan perbandingan luas lahan dan jumlah penduduk yang masih jarang, sehingga masih banyak lahan kosong yang tidak produktif yang umumnya berupa semak belukar yang ada diperkampungan. Banyaknya lahan kosong disekitar permukiman tersebut dianggap sebagai tempat yang baik untuk membuang sampah karena tidak harus mengolah dan mengeluarkan biaya tambahan.

Adanya praktek pembakaran sampah yang ada diperdesaan untuk saat sekarang dengan kondisi kepadatan penduduk yang masih jarang dan dimanfaatkannya hasil bakaran tersebut untuk kegiatan pertanian, masih dapat ditolerir. Namun demikian prilaku tersebut akan sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar apabila dilakukan pada wilayah perkotaan yang ada di Penajam dan sekitarnya. Menginggat kondisi permukiman yang sudah padat, sehingga akan mengganggu lingkungan tempat tinggal masyarakat disekitarnya.

Gambar 3.8 Grafik Pencemaran karena SPAL

(9)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Penajam Paser Utara 2013 Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP)

III-9 Hasil studi EHRA menunjukan bahwa pembuangan air limbah yang ada di Kabupaten PPU yang ada disetiap rumah umumnya dalam kondisi tidak bersih dan penuh dengan sampah namun air masih dapat mangalir. Kondisi saluran pembuangan air kotor umumnya dibuat mandiri oleh masyarakat dengan kondisi seadanya namun masih dapat mengalirkan dan membuang air kotor dari rumah.

Sementara bagi masyarat dengan tingkat ekonomi yang baik, kondisi saluran air kotor dari rumah ini umumnya dibuatkan saluran dari semen untuk dialirkan kesaluran alam yang tersedia seperti di parit yang ada disekitar rumah mereka. Bahkan pada wilayah tertentu pembuangan air kotor dari rumah ini dibuang langsung dihalaman belakang atau langsung ke sungai dan laut.

3.1.2 Tatanan Sekolah

Para siswa yang duduk di bangku sekolah merupakan komunitas yang besar dan tersebar luas di pedesaan maupun perkotaan. Kegiatan disekolah yang dalam rangka meningkatkan pemahaman siswa terhadap kesehatan umumnya dimulai dengan adanya program UKS disetiap sekolah-sekolah yang ada di PPU. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan siswa mendapat pembelajaran perubahan perilaku di sekolah secara partisipatif, yang dapat mempengaruhi orang tua, keluarga serta tetangga setiap siswa tersebut.

Kegiatan promosi sehat di sekolah dilakukan diberbagai tingkatan pendidikan dari SD, SMP dan SMU baik sekolah negeri maupun sekolah swasta. Kegiatan ini dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan yang dilakukan beberapa kali dalam sebulan. Kegiatan ini terdiri dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut:

Siswa sekolah dasar terutama kelas 3, 4 dan 5 Sekolah Dasar merupakan kelompok umur yang mudah menerima inovasi baru dan mempunyai keinginan kuat untuk menyampaikan pengetahuan dan informasi yang mereka terima kepada orang lain. Program promosi kesehatan di sekolah harus diintegrasikan ke dalam program usaha kesehatan sekolah, melalui koordinasi dengan Tim Pembina UKS di tingkat Kecamatan, Kabupaten, Propinsi dan Pusat. Program promosi kesehatan di tempat ibadah dilakukan untuk menggalakan kegiatan promosi kesehatan dan melibatkan tokoh agama atau pemimpin tempat ibadah. Diharapkan dengan melibatkan tokoh dan pemimpin agama, perubahan perilaku kesehatan dapat segera terwujud.

Seringkali terjadi jamban di sekolah hanya terdiri atas dua unit, yaitu satu untuk guru dan yang lain untuk murid. Sementara kondisi jamban murid sangat berbeda jauh dengan jamban guru. Di mana jamban murid sangat jauh dari kondisi bersih dan terpelihara atau tidak jarang dalam kondisi rusak.

Akibatnya banyak murid yang kemudian buang air baik buang air kecil maupun buang air besar di halaman sekolah. Kebiasaan ini membuat sekolah menjadi bau dan sangat rentan untuk menjadi

(10)

III-10 Adapun lingkup kegiatan yang termasuk dalam kegiatan Promosi Kesehatan Sekolah adalah sebagai berikut :

a. Pembangunan sarana air bersih, sanitasi dan fasilitas cuci tangan termasuk pendidikan menjaga kebersihan jamban sekolah

b. Pendidikan pemakaian dan pemeliharaan jamban sekolah c. Penggalakan cuci tangan pakai sabun (CTPS)

d. Pendidikan tentang air minum, jamban, praktek kesehatan individu, dan kesehatan masyarakat e. Kampanye pemberantasan penyakit kecacingan

f. Pendidikan kebersihan saluran pembuangan/SPAL

g. Pengembangan tanggungjawab murid, guru dan pihak-pihak lain yang terlibat di sekolah, mencakup:

 Pengorganisasian murid untuk pembagian tugas harian, pembagian tugas guru pembina dan Komite Sekolah

 Meningkatkan peranan murid dalam mempengaruhi keluarganya

Beberapa jenis kegiatan yang dapat di lakukan dalam Promosi Kesehatan Sekolah, adalah :

 Penyuluhan kelompok di kelas, penyuluhan perorangan (penyuluhan antar teman)

 Pemutaran film/video

 Penyuluhan dengan metode demonstrasi

 Pemasangan poster, leaflet

 Lomba kebersihan kelas

 Kampanye kebersihan perorangan/murid

 Lomba cepat tepat tentang kesehatan dan lingkungan sehat

 Kegiatan pemeliharaan dan membersihkan jamban sekolah

 Penyuluhan terhadap warung sekolah, pedagang sekitar sekolah

 Pelatihan guru UKS

 Pelatihan siswa/kader UKS

 Membangunan ruangan dan sarana pendukung UKS disekolah tertentu

(11)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Penajam Paser Utara 2013 Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP)

III-11

(12)

III-12

1 SDN 001 PENAJAM

227 216 4 10 1 1 1 1

2 SDN 002 PENAJAM

243 204 5 18 1 1 1 1

3 SDN 003 PENAJAM

355 303 9 25 2 2 2 2

4 SDN 004 PENAJAM

123 110 4 8 1 1

5 SDN 005 PENAJAM

285 253 8 16 1 1 1 1

6 SDN 006 PENAJAM

36 31 5 3 1 1

7 SDN 007 PENAJAM

12 14 3 4 1 1 1 1

8 SDN 008 PENAJAM

65 45 6 3 1 1 1 1

9 SDN 009 PENAJAM

192 178 4 16 1 1 1 1

10 SDN 010 PENAJAM

22 14 4 3 1 1

11 SDN 011 PENAJAM

75 61 4 9 1 1 1 1

12 SDN 012 PENAJAM

75 78 4 8 1 1 1 1

13 SDN 013 PENAJAM

189 160 8 13 1 1 2 2

14 SDN 014 PENAJAM

220 162 7 13 1 1 1 1

15 SDN 015 PENAJAM

61 35 4 6 1 1

16 SDN 016 PENAJAM

171 120 6 15 1 1 1 1

(13)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Penajam Paser Utara 2013 Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP)

III-13

NO Nama

Sekolah Jumlah Siswa Jumlah

Guru Sumber Air Bersih

Jml Toilet/

WC Guru

Jumlah Toilet/W

C Murid

Tempat Pembuangan Air Kotor

Fas. Cuci Tangan

Persedia an Sabun

Siapa yang membersihkan Toilet

PDAM SPT SGL Toilet Talang Kmr

mandi Air

hujan Siswa Guru Pesuruh

17 SDN 017 PENAJAM

199 218 9 14 1 1 1 1

18 SDN 018 PENAJAM

90 76 3 6 1 1 1 1

19 SDN 019 PENAJAM

75 62 4 5 1 1

20 SDN 020

PENAJAM 99 85 6 4

1 1

21 SDN 021

PENAJAM 77 92 9 8

1 1 1 1

22 SDN 022

PENAJAM 79 74 3 6

1 1 1 1

23 SDN 023

PENAJAM 114 97 4 5

1 1 1 1

24 SDN 024

PENAJAM 134 115 7 8

1 1 1 1

25 SDN 025

PENAJAM 129 120 4 13

1 1 1 1

26 SDN 026

PENAJAM 121 105 7 13

1 1 1 1

27 SDN 027

PENAJAM 190 179 5 13

1 1 1 1

28 SDN 028

PENAJAM 142 142 5 12

1 1 1 1

29 SDN 029

PENAJAM 216 195 8 16

1 1 1 1

30 SDN 030

PENAJAM 126 102 7 9

1 1 1 1

31 SDN 031

PENAJAM 114 97 4 10

1 1 1 1

32 SDN 032

PENAJAM 51 87 6 8

1 1 1 1

33 SDN 033

PENAJAM 89 107 4 6

1 1 1 1

34 SDN 034

PENAJAM 70 55 4 5

1 1 1 1

35 SDN 035

PENAJAM 105 74 6 8

1 1 1 1

(14)

III-14

39 SLB SD

PENAJAM 10 9 2 2

1 1 1 1

40 SDIT SYEKH MUH.

ARSYAD 28 22 4 7

1 1 1 1

41 SD MUHAM MADIYAH

I 35 42 7 5

1 1 1 1

42

SDIT NURUL

HIKMAH 118 99 7 13

1 1 1 1

43

MI - AL MAUN

PENAJAM 55 45 3 7

1 1 1 1

SD/MI KEC

WARU

43 SDN 001

WARU 136 141 5 12

1 1 1 1

44 SDN 002

WARU 158 132 6 11

1 1 1 1

45 SDN 003

WARU 94 86 1 9

1 1 1 1

46 SDN 004

WARU 106 117 4 9

1 1 1 1

47 SDN 005

WARU 165 144 1 14

1 1 1 1

48 SDN 006

WARU 130 109 4 8

1 1 1 1

49 SDN 007

WARU 47 70 4 7

1 1 1 1

(15)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Penajam Paser Utara 2013 Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP)

III-15

NO Nama

Sekolah Jumlah Siswa Jumlah

Guru Sumber Air Bersih

Jml Toilet/

WC Guru

Jumlah Toilet/W

C Murid

Tempat Pembuangan Air Kotor

Fas. Cuci Tangan

Persedia an Sabun

Siapa yang membersihkan Toilet

PDAM SPT SGL Toilet Talang Kmr

mandi Air

hujan Siswa Guru Pesuruh

50 SDN 008

WARU 63 64 4 7

1 1 1 1

51 SDN 009

WARU 46 44 3 5

1 1 1 1

52 SDN 010

WARU 53 33 2 8

1 1 1 1

53 SDN 011

WARU 149 141 5 9

1 1 1 1

54

MI AL IKHLAS

WARU 32 24 0 7

1 1 1 1

SD/MI KEC

BABULU

55 SDN 001

BABULU 193 166 9 9

1 1 1 1

56 SDN 002

BABULU 76 74 7 2

1 1 1 1

57 SDN 003

BABULU 97 104 6 5

1 1 1 1

58 SDN 004

BABULU 137 147 7 8

1 1 1 1

59 SDN 005

BABULU 124 87 4 9

1 1 1 1

60 SDN 006

BABULU 165 153 5 11

1 1 2 2

61 SDN 007

BABULU 52 62 4 6

1 1 1 1

62 SDN 008

BABULU 106 106 9 5

1 1 1 1

63 SDN 009

BABULU 67 67 5 7

1 1 1 1

64 SDN 010

BABULU 175 115 3 15

1 1

65 SDN 011

BABULU 45 33 4 7

1 1

66 SDN 012

BABULU 70 66 6 5

1 1

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menggunakan model seperti dijelaskan sebelumnya diperoleh estimasi nilai k eff untuk masing-masing temperatur bahan bakar yang diterapkan dalam perhitungan

Perolehan ekstrak polifenol jika dilihat dari kombinasi antara rendemen dan kadar polifenol dalam ekstrak yang dihasilkan, maka diperoleh hasil optimal pada

Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan metode KLT-densitometri yang valid untuk penetapan kadar kolkisin dalam infus daun Gloriosa superba Linn.. berdasarkan

Berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan Diklat Prajabatan CPNS K2 Golongan I dan II Angkatan 136 Tahun 2015 yang dilaksanakan di Kantor Diklat Kabupaten Banyumas, dari

sebabkan bahwa rasa takut dan cemas terhadap nyeri persalinan sehingga ibu bersalin tidak merasa nyaman, saat ini timbul trend/kecendrungan para wanita muda lebih memilih

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi tepung cangkang kerang simping memberikan pengaruh yang sangat nyata (α = 0,01) terhadap kadar air, abu, lemak,

2) Pelatihan-pelatihan teknis PB terinstitusionalisasi pada propinsi sasaran dan tingkat nasional. Kerjasama dengan Mercy Corp Indonesia dengan BPBD Provinsi Jawa

Bab IV : Menjelaskan analisis terhadap positif di Indonesia dan hukum Islam dalam memberikan perlindungan hukum bagi anak yang menjadi korban tindak pidana