• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. TEORI PENUNJANG. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2. TEORI PENUNJANG. Universitas Kristen Petra"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

2. TEORI PENUNJANG

2.1 Individual differences (Perbedaan Individu)

Perbedaan yang ada dalam dimensi individu itu mewujudkan apa yang disebut sebagai perbedaan individu (individual differences) yang memberikan ciri tersendiri pada setiap individu, yang membedakan invididu satu dari individu lainnya (Prayitno, 2009). Sosiodemografi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk melihat perbedaan individu. Sosiodemografi terbentuk dari kata sosio dan demografi. Sosial adalah salah satu komponen variabel non demografi, sedangkan demografi adalah ilmu yang mempelajari penduduk di suatu wilayah terutama mengenai, jumlah, struktur, dan proses perubahannya (Desa, 2008).

Menurut Rita dan Kusumawati (2010) menyatakan faktor sosiodemografi terdiri dari jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, jabatan, dan pendapatan. Salah satu alasan variabel demografis banyak digunakan karena variabel ini mampu menunjukkan dengan jelas perbedaan yang ada pada masing- masing individu. Berikut ini variabel-variabel demografis meliputi: jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, status pekerjaan, usia, jumlah anak yang ditanggung, sumber pendapatan.

A. Jenis kelamin

Jenis kelamin adalah perbedaan biologis dan fisiologis yang dapat membedakan laki-laki dan perempuan. Menurut Robb dan James (2009), jenis kelamin adalah suatu konsep yang membedakan seseorang antara pria dan wanita dalam berperilaku. Prince (1995) mengemukakan jenis kelamin merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan uang. Wanita cenderung lebih berhati-hati dalam menggunakan uang yang dimilikinya dibandingkan pria, sebab wanita cenderung memikirkan kebutuhan masa depan (Lim, 1997).

B. Status Perkawinan

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 status perkawinan adalah ikatan antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Seseorang yang terikat pada ikatan perkawinan

(2)

tentunya akan mempunyai pemikiran yang lebih panjang tentang masa depannya dan akan lebih mempersiapkannya, antara lain dengan kegiatan menabung.

Status perkawinan dapat dilihat dari tiga kondisi, yaitu (Ihromi, 2004):

1. Kawin 2. Belum kawin

3. Pernah kawin (janda/ duda) C. Pendidikan

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (Budyarti, 2014). Seiring dengan peningkatan tingkat pendidikan, maka kualitas kepribadian dan kecerdasan orang tersebut akan mengalami peningkatan. Peningkatan kepribadian dan kecerdasan ini akan berdampak pada kesadaran diri untuk mempersiapkan masa depan dengan cara menabung. Menurut Mahdzan dan Tabiani (2013) semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan lebih financially literate (melek keuangan) sehingga akan membuat persiapan untuk masa yang akan datang, salah satunya adalah dengan menabung.

D. Status Pekerjaan

Menurut BPS (2013), status pekerjaan adalah kedudukan seseorang dalam melakukan pekerjaan di suatu unit usaha/kegiatan. Mulai tahun 2001 status pekerjaan dibedakan menjadi 7 kategori yaitu:

1. Berusaha sendiri, adalah bekerja atau berusaha dengan menanggung risiko secara ekonomis, yaitu dengan tidak kembalinya ongkos produksi yang telah dikeluarkan dalam rangka usahanya tersebut, serta tidak menggunakan pekerja dibayar maupun pekerja tak dibayar, termasuk yang sifat pekerjaannya memerlukan teknologi atau keahlian khusus.

2. Berusaha dibantu pekerja tidak tetap, adalah bekerja atau berusaha atas risiko sendiri, dan menggunakan pekerja tidak tetap.

3. Berusaha dibantu pekerja tetap, adalah berusaha atas risiko sendiri dan mempekerjakan paling sedikit satu orang pekerja tetap yang dibayar.

(3)

4. Pekerja/Karyawan/Pegawai, adalah seseorang yang bekerja pada orang lain atau instansi/kantor/perusahaan secara tetap dengan menerima upah/gaji baik berupa uang maupun barang. Buruh yang tidak mempunyai majikan tetap, tidak digolongkan sebagai karyawan, tetapi sebagai pekerja bebas. Seseorang dianggap memiliki majikan tetap jika memiliki 1 (satu) majikan (orang/rumah tangga) yang sama dalam sebulan terakhir, khusus pada sektor bangunan batasannya tiga bulan.

5. Pekerja bebas di bidang pertanian, adalah seseorang yang bekerja pada orang lain/majikan/institusi yang tidak tetap (lebih dari 1 majikan dalam sebulan terakhir) di usaha pertanian baik berupa usaha rumah tangga maupun bukan usaha rumah tangga atas dasar balas jasa dengan menerima upah atau imbalan baik berupa uang maupun barang, dan baik dengan sistem pembayaran harian maupun borongan. Usaha pertanian meliputi: pertanian tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan perburuan, termasuk juga jasa pertanian.

6. Pekerja bebas di bidang nonpertanian adalah seseorang yang bekerja pada orang lain/majikan/institusi yang tidak tetap (lebih dari 1 majikan dalam sebulan terakhir), di usaha non pertanian dengan menerima upah atau imbalan baik berupa uang maupun barang dan baik dengan sistem pembayaran harian maupun borongan. Usaha non pertanian meliputi: usaha di sektor pertambangan, industri, listrik, gas dan air, sektor konstruksi/ bangunan, sektor perdagangan, sektor angkutan, pergudangan dan komunikasi, sektor keuangan, asuransi, usaha persewaan bangunan, tanah dan jasa perusahaan, sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan.

7. Pekerja keluarga/tak dibayar adalah seseorang yang bekerja membantu orang lain yang berusaha dengan tidak mendapat upah/gaji, baik berupa uang maupun barang.

E. Usia

Usia adalah batasan atau tingkat ukuran hidup yang mempengaruhi kondisi fisik seseorang (Muskananfola, 2013). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia usia atau umur menunjukkan jangka waktu hidup. Usia seseorang pasti akan terus bertambah dan dengan penambahan usia tersebut, semakin banyak

(4)

kejadian yang didengar, dilihat dan dialami, sehingga menambah pengalaman seseorang tentang suatu obyek (Pongtuluran, 2014).

Usia seseorang dapat dikategorisasikan sesuai dengan ketentuan Departemen Kesehatan (Lestari, 2014):

1. Masa balita : 0-5 tahun 2. Masa kanak-kanak : 6-11 tahun 3. Masa remaja awal : 12-16 tahun 4. Masa remaja akhir : 17-25 tahun 5. Masa dewasa awal : 26-35 tahun 6. Masa dewasa akhir : 36-45 tahun 7. Masa lansia awal : 46-55 tahun 8. Masa lansia akhir : 56-65 tahun

9. Masa manula : 65 – sampai ke atas F. Jumlah Anak yang ditanggung

Jumlah anak yang ditanggung adalah banyaknya anak yang ditanggung yang terdapat dalam suatu keluarga baik laki-laki maupun perempuan. Menurut NKKBS sebagaimana dikutip oleh Octavia (2014) mengatakan bahwa suatu keluarga yang memiliki anak kurang dari sama dengan 2 dikategorikan sebagai keluarga kecil atau sedikit dan yang memiliki anak lebih dari 2 dikategorikan sebagai keluarga besar atau mempunyai banyak anak.

Pendapat yang lain mengkategorikan keluarga menjadi tiga kategori, yaitu (Hartoyo, Latifah, & Mulyani, 2011):

1. Keluarga kecil (kurang dari sama dengan 4 orang) 2. Keluarga sedang (5-7 orang), dan

3. Keluarga besar (lebih dari sama dengan 8 orang)

Kategori di atas dilakukan dengan menghitung orang tua (ayah dan ibu).

G. Sumber Pendapatan

Sumber pendapatan adalah sesuatu yang dapat memberikan suplai uang secara teratur (Collins Dictionary, 2014). Seseorang dapat mempunyai lebih dari satu sumber pendapatan. Haughton dan Khander (2009) mengatakan bahwa jenis- jenis sumber pendapatan antara lain adalah:

(5)

1. Pendapatan dari bekerja sendiri

2. Pendapatan yang diperoleh dari gaji karena bekerja pada orang lain

2.2 Cash surplus

Cash surplus adalah sisa dari total pendapatan dikurangi dengan total

biaya dalam suatu periode tertentu. Cash surplus dapat digunakan untuk tujuan menabung atau berinvestasi, membeli aset, atau mengurangi utang. Jika digunakan untuk menabung atau berinvestasi, dapat meningkatkan pendapatan dimasa yang akan datang dan nilai bersih (Koh & Fong, 2011).

A. Cash surplus

Cash surplus merupakan jumlah nominal, berasal dari selisih antara

pendapatan dan pengeluaran yang dimiliki seseorang. Semakin besar cash surplus yang dimiliki, maka kemungkinan untuk dapat menabung semakin besar.

2.3 Tujuan Menabung

Tujuan menabung merupakan hal yang menjadi dasar seseorang untuk menabung. Menurut Schunk (2007) tujuan menabung dibagi menjadi 3 yaitu persediaan hari tua, berjaga-jaga, dan membeli rumah.

A. Persediaan Hari Tua

Salah satu tujuan menabung adalah untuk persediaan hari tua, atau juga disebut sebagai dana pensiun. Menurut Sholihin (2010), dana pensiun adalah sekumpulan aset yang dikelola dan dijalankan oleh suatu lembaga untuk menghasilkan suatu manfaat pensiun yaitu suatu pembayaran berkala yang dibayarkan kepada peserta pada saat dan dengan cara yang ditetapkan dalam ketentuan yang menjadi dasar penyelenggaraan program pensiun yang pembayaran manfaat tersebut dikaitkan dengan pencapaian usia tertentu.

Tabungan pensiun semakin penting, karena kebutuhan hidup semakin meningkat dengan ketidak pastian keadaan fisik di masa mendatang disertai naiknya biaya hidup dari tahun ke tahun dengan ketidak pastian keadaan ekonomi di masa yang akan datang.

(6)

Menurut Koh dan Fong (2011), dana pensiun adalah suatu dana yang telah dialokasikan untuk diinvestasikan guna memenuhi kebutuhan hidup seseorang ketika memasuki masa pensiun.

B. Berjaga-jaga

Alasan lain untuk menabung adalah berjaga-jaga untuk keadaan darurat.

Tabungan darurat atau sering disebut juga dengan istilah emergency funds. Sesuai dengan namanya, penempatan dana dialokasikan secara terpisah guna berjaga-jaga untuk kebutuan yang sifatnya darurat.

Menurut Tan (2010), dana darurat adalah sejumlah dana yang disimpan dalam tabungan yang likuid, yang hanya digunakan dalam kondisi darurat. Dalam kondisi normal, seseorang disarankan untuk memiliki dana darurat sebanyak lima kali pengeluaran bulanannya. Hal-hal yang menyangkut kebutuhan darurat, misalnya:

1. Kebutuhan biaya karena sakit, serta biaya rumah sakit yang tidak bisa ditunda 2. Kecelakaan di jalan, serta biaya untuk kecelakaan

3. Terjadinya pemutusan hubungan kerja atau kehilangan pekerjaan oleh sebab lainnya

4. Kebutuhan biaya apabila terjadi kematian anggota keluarga 5. Peluang untuk mendapatkan hasil investasi yang kompetitif C. Membeli tempat tinggal

Tempat tinggal merupakan komponen penting dalam kehidupan termasuk bagi masyarakat berpendapatan rendah sekalipun, sehingga banyak orang menabung untuk membeli tempat tinggal. Menurut Dewman (2013), dana membeli rumah adalah dana yang dipersiapkan untuk suatu kepentingan membeli rumah di masa mendatang dan menentukan dimana lokasi membeli rumah, berapa luas rumah, dan mengestimasikan harga rumah sesuai dengan nilai sekarang.

2.4. Utang

Utang adalah dana dari pihak ketiga yang pada waktu jatuh tempo harus dikembalikan. Utang memang dapat menjadi dewa penyelamat, akan tetapi pada waktu yang lain utang bisa menjadi awal malapetaka yang akan memporak- porandakan keuangan keluarga (Rodhiyah, 2010). Utang bukan merupakan hal

(7)

yang terlarang, akan tetapi perlu untuk disiasati dan disikapi, sehingga tidak akan merusak keluarga.

A. Jumlah Utang

Jumlah utang merupakan jumlah nominal utang yang harus dikembalikan seseorang. Semakin besar jumlah utang yang dimiliki, maka kemungkinan untuk dapat menabung semakin kecil.

B. Sumber Utang

Sumber utang dapat berdampak pada jumlah utang seseorang. Ketika jumlah sumber utang banyak, maka otomatis jumlah utang yang harus dibayar seseorang akan banyak juga.

2.5. Keputusan menabung

Menurut Tanuwidjaya (2009) menabung adalah menyimpan nilai atau manfaat uang untuk digunakan suatu saat di masa depan. Uang yang dapat dibelanjakan saat ini, disimpan agar dapat digunakan di masa yang akan datang.

Sedangkan menurut Manurung (2008) saving adalah salah satu instrumen investasi umum yang digunakan masyarakat untuk berjaga-jaga. Seseorang yang melakukan kegiatan menabung bukan untuk tujuan mencari keuntungan, melainkan untuk tujuan penempatan dana untuk kebutuhan darurat karena tabungan merupakan produk perbankan yang sangat liquid.

A. Jumlah Uang yang ditabung

Jumlah nominal uang untuk disisihkan sebagai hasil sisa pendapatan untuk dikumpulkan sebagai cadangan dana. Semakin besar sisa pendapatan yang disishkan, semakin besar jumlah uang yang ditabung.

B. Bentuk Tabungan

Jenis-jenis tabungan yang dapat digunakan sebagai tempat menyimpan uang sisa dari pendapatan.

C. Keteraturan Menabung

Keteraturan menyisihkan uang sisa hasil pendapatan untuk ditabung secara rutin dalam jangka waktu yang sama

(8)

2.6. Hubungan Antar Konsep

A. Hubungan Antara Jenis Kelamin Dan Keputusan Menabung

Jenis kelamin memiliki hubungan dengan keputusan menabung. menurut penelitian yang dilakukan oleh Pratama (2013) menyatakan bahwa laki-laki memiliki motivasi menabung lebih tinggi dari pada perempuan. Ini dikarenakan laki-laki adalah kepala keluarga. Seorang kepala keluarga harus memiliki biaya cadangan untuk keperluan tidak terduga. Oleh karena itu, kepala keluarga cenderung lebih termotivasi menyimpan kelebihan penghasilan dengan cara menabung.

B. Hubungan Status Perkawinan Dan Keputusan Menabung

Status perkawiann memiliki hubungan dengan keputusan seseorang untuk menabung. Seseorang yang menikah umumnya memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada seseorang yang belum menikah atau pernah menikah sehingga mempengaruhi keputusan menabung. Tetapi penelitian yang dilakukan oleh Pangeran (2013) mengatakan bahwa faktor demografis seperti status perkawinan tidak berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan perillaku rumah tangga terhadap kegiatan menabung.

C. Hubungan Pendidikan Dan Keputusan Menabung

Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan. Pendidikan juga memiliki hubungan dengan keputusan seseorang untuk merencanakan keuangannya termasuk menabung. Berdasarkan penelitian Schunk (2007) terhadap 2184 rumah tungga di Jerman memberikan hasil bahwa rumah tangga yang paling tidak salah satu pasangan memiliki pendidikan sekolah menengah ke atas, memiliki rata-rata saving rate 3 persen lebih tinggi dari pada rumah tangga yang memiliki pendidikan sekolah menengah ke bawah. Ini menujukan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang maka kesadaran untuk menabung juga semakin tinggi.

D. Hubungan Status Pekerjaan Dan Keputusan Menabung

Status pekerjaan adalah kedudukan seseorang dalam melakukan pekerjaan disuatu unit usaha/kegiatan. Berdasarkan penelitian Schunk (2007) diperoleh hasil, bahwa rumah tangga yang kepala keluarganya tidak bekerja memiliki saving rate 8 persen lebih rendah daripada rumah tangga yang kepala keluarganya

(9)

bekerja. Ini menujukan bahwa seseorang yang memiliki pekerjaan cenderung memiliki tabungan yang lebih banyak daripada yang tidak bekerja.

E.Hubungan Antara Usia Dan Keputusan Menabung

Usia memiliki hubungan yang erat dengat keputusan seseorang untuk menabung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menurut Pratama (2013), bahwa semakin tua seseorang, maka semakin tinggi keinginan untuk menabung.

Ini dikarenakan adanya persepsi seseorang menabung untuk keperluan hari tua.

F. Hubungan Jumlah Anak yang ditanggung Dan Keputusan Menabung Seorang anak dapat merupakan hal yang sangat diinginkan oleh orang tua dan merupakan suatu anugrah dari Tuhan. Namun kehadiran seorang anak suatu beban di dalam keluarga. Dengan kenaikan jumlah anggota keluarga, agar pendapatan yang diterima dapat mencukupi maka suatu keluarga yang memiliki anak yang lebih banyak harus disiplin dalam mengatur dan mengelola keuangannya. Hal ini tentunya akan berakibat pada tidak adanya uang yang akan ditabungkan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Saragih (2009) yang menunjukkan bahwa jumlah tanggungan mempunyai hubungan yang negatif dengan perilaku menabung.

G. Hubungan Sumber Pendapatan Dengan Keputusan Menabung

Sumber pendapatan adalah sesuatu yang dapat memberikan suplai uang secara teratur. Semakin banyak sumber pendapatan berarti semakin banyak juga sumber suplai uang yang teratur yang akan menjadi pendapatan seseorang bertambah (Haughton & Khander, 2009). Ketika pendapatan seseorang mengalami peningkatan, maka dirinya mempunyai potensi untuk menabung dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Dynan, Skinner, dan Zeldes (2004) bahwa pada subjek penelitian yang berumur 30–59 ditemukan bahwa semakin besar pendapatan, semakin besar juga porsi uang yang ditabungkan.

H. Hubungan Cash surplus Dan Keputusan Menabung

Cash surplus adalah sisa dari total pendapatan dikurangi dengan total biaya

dalam suatu periode tertentu (Koh & Fong, 2011). Besar kecilnya pendapatan mempengaruhi besarnya tabungan. Makin besar pendapatan, semakin besar peluang seseorang untuk menabung. Sebaliknya pendapatan yang kecil akan

(10)

mengakibatkan hampir semua uang dihabiskan untuk konsumsi sehingga kesempatan disisihkan untuk ditabung cenderung rendah (Tambunan & Nasution, 2013).

Menurut Tambunan & Nasution (2013) pada teori JM Keynes, menyatakan bahwa pengeluaran seseorang untuk konsumsi dan tabungan dipengaruhi oleh pendapatannya. Menurut Keynes pendapatan seseorang dapat dirumuskan menjadi Y = C+S. Dimana Y adalah pendapatan, C adalah konsumsi dan S adalah tabungan.

I. Hubungan Utang Dan Keputusan Menabung

Utang merupakan kewajiban yang harus dibayarkan. Keberadaan utang tentu akan memotong pendapatan bulanan yang diterima karena utang tersebut harus dibayar. Semakin besar utang seseorang, maka pendapatan yang terpotong untuk membayar utang semakin besar sehingga uang yang tersisa untuk kebutuhan yang lain juga semakin kecil. Akibatnya porsi uang yang ditabung juga akan menjadi semakin kecil. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Prinsloo (2002) yang menunjukkan bahwa ketika utang seseorang semakin besar, uang yang ditabungkan menjadi semakin kecil. Sebaliknya, ketika utang semakin kecil, maka uang yang ditabungkan menjadi semakin besar.

J. Hubungan Tujuan Menabung Dan Keputusan Menabung

Seseorang yang menabung akan diawali dengan tujuan menabung. Menurut Schunk (2009), terdapat empat tujuan menabung yaitu persedian untuk hari tua, berjaga-jaga, membeli tempat tinggal dan hibah wasiat. Tujuan berjaga-jaga merupakan tujuan yang paling penting dalam menabung, disusul dengan persedian hari tua, membeli rumah dan hibah wasiat.

(11)

2.7 Kerangka berpikir

Gambar 2.1. Kerangka Berpikir

1. Individual differences (jenis kelamin ,usia, status perkawinan, pendidikan,status pekerjaan, jumlah anak yang ditanggung, sumber pendapatan) berpengaruh signifikan terhadap keputusan menabung (jumlah uang yang ditabung, bentuk tabungan, keteraturan menabung)

2. Cash surplus (cash surplus) berpengaruh signifikan terhadap keputusan menabung (jumlah uang yang ditabung, bentuk tabungan, keteraturan menabung).

3. Tujuan menabung (persediaan hari tua, berjaga-jaga, membeli tempat tinggal) berpengaruh signifikan terhadap keputusan menabung (jumlah uang yang ditabung, bentuk tabungan, keteraturan menabung).

4. Utang (jumlah utang, sumber utang) berpengaruh signifikan terhadap keputusan menabung (jumlah uang yang ditabung, bentuk tabungan, keteraturan menabung).

Individual Differences:

1. Jenis kelamin 2. Usia

3. Status perkawinan 4. Pendidikan

5. Status pekerjaan 6. Jumlah anak yang

ditanggung

7. Sumber pendapatan

Cash Surplus 1. cash surplus

Tujuan menabung 1. Persediaan hari tua 2. Berjaga-jaga 3. Membeli tempat

tinggal.

Utang 1. Jumlah utang 2. Sumber utang

Keputusan Menabung

Referensi

Dokumen terkait

Bagi yang minta bantu klaim garansi hardisk ke saya, saya butuh ongkos kirim PP hardisk ke mangga 2 jakarta Rp 45.000, khusus hardisk eksternal 3,5 beratnya 2kg jadi Rp 90.000

Selanjutnya, skor tes kompetensi pengetahuan yang diperoleh peserta didik dikonversikan ke dalam nilai dengan skala 0 – 100 dengan rumus sebagai berikut:4. Skor Akhir

Pekerja Bebas di pertanian adalah seseorang yang bekerja pada orang lain/majikan/ institusi yang tidak tetap (lebih dari satu majikan dalam sebulan terakhir) di usaha pertanian

Perancangan basis data dengan mendefinisikan tabel-tabel yang terlibat dalam pembuatan sistem pemantauan perolehan suara partai dalam pemilu.Tabel-tabel yang diperlukan untuk

Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan Asas, Teori dan Konsep International Legal Personality dan Subyek Hukum Internasional: Studi Kasus dalam kasus-kasus

Prosentase skor concept map yang menunjukkan kemampuan menemukan dan menghubungkan konsep mengalami peningkatan dari prasiklus sampai dengan siklus II. Perbandingan skor

Fenomena ini membuka peluang bagi pengrajin untuk mengembangkan usaha kerajinan batu akik di kawasan Kecamatan Tampan Pekanbaru.Kecamatan Tampan Pekanbaru sebagai

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas terbesar ditunjukkan oleh ekstrak tembakau dengan berbagai konsentrasi mencapai 100% tidak berbeda nyata dengan