• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH GIRO, TABUNGAN DAN DEPOSITO TERHADAP PENYALURAN KREDIT PADA PT.BJB. TBK. Emul Mulyana 1, Selfiani 2 Universitas Mathla ul Anwar Banten

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH GIRO, TABUNGAN DAN DEPOSITO TERHADAP PENYALURAN KREDIT PADA PT.BJB. TBK. Emul Mulyana 1, Selfiani 2 Universitas Mathla ul Anwar Banten"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

23 PENGARUH GIRO, TABUNGAN DAN DEPOSITO TERHADAP

PENYALURAN KREDIT PADA PT.BJB. TBK

Emul Mulyana1, Selfiani2

Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Abstrak

Tujuan Tujuan lain dari pemberian kredit oleh perbankan adalah untuk memperoleh laba, diperoleh dari pendapatan bunga. Dimana pendapatan bunga ini akan menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar bagi bank sehingga memungkinkan perkembangan usahanya apabila kredit berjalan lancar. Kredit dipakai sebagai alat yang sangat baik untuk memasarkan produk dan jasa bank kepada nasabahnya.

Metode Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian asosiatif kausal. Menurut Husein Umar (2008:30) penelitian asosiatif kausal adalah “Penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya”. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: giro, tabungan, deposito sebagai variabel independen dan kredit sebagai variabel dependen.

Hasil Penelitian Tedapat pengaruh giro terhadap penyaluran kredit pada PT.BJB, Tbk, hal ini sesuai hasil pengujian hipotesis jumlah giro menunjukkan nilai t hitung sebesar 15,910 dan t table dengan sigifikasin 5% (df = n-k, df = 12-3 = 9) maka t table

= 1.833, hal ini berarti t jitung > t table;

Kata Kunci : Giro, Tabungan, Deposito dan Kredit

Abstract

Purpose Another purpose of providing credit by banks is to earn a profit, derived from interest income. Where this interest income will be one of the largest sources of income for banks so as to allow business development if credit runs smoothly. Credit is used as an excellent tool to market bank products and services to its customers.

(2)

24 Method The research method used is causal associative research. According to Husein Umar (2008:30) causal associative research is "Research that aims to analyze the relationship between one variable and another variable or how one variable affects other variables". The variables used in this study are: demand deposits, savings, time deposits as independent variables and credit as the dependent variable.

Research Results There is an effect of demand deposits on lending at PT.BJB, Tbk, this is in accordance with the results of hypothesis testing the number of current accounts shows the t-count value of 15.910 and t-table with a significance of 5% (df = nk, df = 12-3 = 9) then t table = 1.833, this means that t is > t table;

Keywords: Current Accounts, Savings, Deposits and Credit

Pendahuluan

Dalam UU No.10 tahun 1998 dikatakan bahwa “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya, dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak”. Dengan demikian, bank merupakan bagian dari lembaga keuangan yang memiliki fungsi intermediasi yaitu menghimpun dana dari masyarakat yang kelebihan dana dan menyalurkan dana yang dihimpunnya kepada masyarakat yang kekurangan dana (Abdullah, 2009:17).

Masyarakat yang kelebihan dana dapat menyimpan dananya di bank dalam bentuk giro, deposito, tabungan. Ketiga bentuk simpanan itu disebut dengan dana pihak ketiga.

Sementara masyarakat yang kekurangan dan membutuhkan dana dapat mengajukan pinjaman atau kredit pada bank. Dalam pemberian kredit akan dikenakan bunga dan jasa pinjaman dalam bentuk biaya administrasi, provisi, dan komisi.

Lukman Dendawijaya (2010:49) mengemukakan bahwa “Dana-dana yang dihimpun dari masyarakat dapat mencapai 80%-90% dari seluruh dana yang dikelola bank dan kegiatan perkreditan mencapai 70%-80% dari kegiatan usaha bank”. Menurut Dahlan Siamat (2009:349) “Salah satu alasan terkonsentrasinya usaha bank dalam penyaluran kredit adalah sifat usaha bank sebagai lembaga intermediasi antara unit surplus dengan unit defisit dan sumber utama dana bank berasal dari masyarakat

(3)

25 sehingga secara moral mereka harus menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit”. Sebagaimana umumnya negara berkembang, sumber pembiayaan dunia usaha di Indonesia masih didominasi oleh penyaluran kredit perbankan yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Keuntungan utama bisnis perbankan adalah selisih antara bunga dari sumber- sumber dana dengan bunga yang diterima dari alokasi dana tetentu. Oleh karena itu baik faktor-faktor sumber dana maupun alokasi dana memegang peranan yang sama pentingnya di dunia perbankan. Dan karena kegiatan pemberian kredit merupakan rangkaian kegiatan utama suatu bank, di mana pemberian kredit adalah tulang punggung kegiatan perbankan.

Bila diperhatikan dari neraca bank, akan terlihat bahwa sisi aktiva bank akan didominasi oleh besarnya jumlah kredit yang diberikan, sedangkan bila diperhatikan dari laporan laba rugi bank akan terlihat bahwa sisi pendapatan bank akan didominasi oleh besarnya pendapatan dari bunga dan provisi kredit. Ini dikarenakan aktivitas bank yang terbanyak akan berkaitan erat secara langsung ataupun tidak langsung dengan kegiatan perkreditan.

Bank dalam menyalurkan kreditnya dipengaruhi oleh faktor eksternal bank seperti peraturan moneter yang berlaku, persaingan, situasi sosial politik, karakteristik usaha nasabah, suku bunga dan sebagainya, maupun dipengaruhi faktor internal bank seperti kemampuan bank dalam menghimpun dana, financial position (capital adequacy ratio, aktiva tertimbang menurut resiko, batas maksimum pemberian kredit), kualitas aktiva produktifnya dan faktor produksi yang tersedia di bank (Teguh Pudjo Muljono, 2006:210).

Menurut Warjiyo (2009:435) “Perilaku penawaran atau penyaluran kredit perbankan dipengaruhi oleh suku bunga, persepsi bank terhadap prospek usaha debitur dan faktor lain seperti karakteristik internal bank yang meliputi sumber dana pihak ketiga, permodalan yang dapat diukur dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio) dan jumlah kredit bermasalah (non performing loan)”.

Muliaman Hadad (2009:22) menambahkan selain faktor-faktor tersebut, faktor profitabilitas atau tingkat keuntungan yang tercermin dalam rasio return on assets juga berpengaruh terhadap keputusan bank untuk menyalurkan kredit.

(4)

26 Krisis ekonomi global merupakan peristiwa dimana seluruh sektor ekonomi pasar dunia mengalami keruntuhan atau degresi dan mempengaruhi sektor lainnya diseluruh dunia. Krisis ekonomi global terjadi diakibatkan oleh permasalahan ekonomi pasar diseluruh dunia dan tidak dapat terelakan karena kebangkrutan ataupun terdapatnya situasi yang kacau. Sejarah mencatat krisis ekonomi global sudah terjadi dari ratusan tahun yang lalu dan terus berulang sampai saat ini. Salah satu krisis ekonomi global yang kita alami adalah pada tahun 2008 dimana terjadi depresi ekonomi yang berawal dari krisis keuangan amerika serikat yang diakibatkan oleh banyaknya default payment dari instrument credit default swap pada pasar keuangan Amerika Serikat

Krisis ekonomi global terebut telah mengakibatkan gangguan secara global diseluruh sekor perbankan. Dimana sebagian sektor riil mengalami pertumbuhan yang cenderung negatif bahkan mendekati kebangkrutan. Masyarakat tidak lagi percaya untuk menanamkan modalnya pada sektor perbankan. Tidak terlepas pada sektor perbankan sebagai pemberian kredit, karena para nasabah juga mengalami kesulitan dalam mengembalikan kredit yang diterimanya. Hal ini memacu peningkatan jumlah kredit bermasalah atau non performing loan serta menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat. Hal ini dapat mengganggu aktivitas utama bank sebagai penghimpun dana dan pemberian kredit bagi pihak yang membutuhkan.

Dana pihak ketiga merupakan sumber dana bank yang berasal dari masyarakat sebagai nasabah dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Berdasarkan UU No. 10 tahun 1998, dapat dikatakan bahwa besarnya penyaluran kredit bergantung kepada besarnya dana pihak ketiga yang dapat dihimpun oleh perbankan. Umumnya dana yang dihimpun oleh perbankan dari masyarakat akan digunakan untuk pendanaan aktivitas sektor riil melalui penyaluran kredit (Warjiyo, 2009:432). Dengan demikian dana pihak ketiga akan mendukung volume penyaluran kredit.

Tujuan lain dari pemberian kredit oleh perbankan adalah untuk memperoleh laba, diperoleh dari pendapatan bunga. Dimana pendapatan bunga ini akan menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar bagi bank sehingga memungkinkan perkembangan usahanya apabila kredit berjalan lancar. Kredit dipakai sebagai alat yang sangat baik untuk memasarkan produk dan jasa bank kepada nasabahnya.

(5)

27 Perkreditan sebagai salah satu produk atau jasa yang diberikan sektor perbankan kepada nasabahnya ternyata mempunyai variasi yang beranekaragam. Hal ini sangat beralasan sebab jenis-jenis usaha di masyarakat yang memerlukan pendanaan kredit juga cukup bervariasi. Dengan demikian pihak perbankan akan mencoba untuk dapat memaksimalkan pelayanan kepada para nasabahnya dengan menciptakan produk perkreditan yang sesuai dengan kebutuhan nasabahnya.

Tinjauan Pustaka

Bank adalah sebagai lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang (Kasmir, 2013:24). Bank adalah merupakan salah satu badan usaha lembaga keuangan yang bertujuan memberikan kredit dan jasa-jasa, adapun pemberian kredit itu dilakukan baik dengan modal sendiri atau dengan dana-dana yang dipercayakan oleh pihak ketiga maupun dengan jalan memperedarkan alat-alat pembayaran berupa uang giral.

Menurut Undang-Undang Perbankan No. 10 tahun 1998, giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro dan surat perintah pembayaran lainnya atau pemindah bukuan.

Menurut Lukman Dendawijaya dalam bukunya “Manajemen Perbankan“

menyatakan bahwa : “ Deposito adalah simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga dengan bank yang bersangkutan “. (2010: 27).

Definisi lain dari Deposito menurut Habib Nazir dan Muhammad Hassanudin (2008:132), mengatakan: ”Deposito atau simpanan berjangka adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai perjanjian antara pihak ketiga dengan bank yang bersangkutan”.

Menurut Kasmir (2012: 74), Simpanan Deposito merupakan simpanan jenis ketiga yang dikeluarkan oleh bank.

Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja atau sesuai dengan jatuh temponya sehingga deposito dikenal juga sebagai tabungan berjangka (Rini, 2008:52).

(6)

28 Menurut Tim penyusun PAPI ( Pedoman Akuntansi Pebankan Indonesia) dalam buku “Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia Buku 2” (2008 : 8) , Deposito adalah simpanan pihak lain pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan bank yang bersangkutan.

Menurut Abdullah (2005:84), “Tujuan pemberian kredit guna mendapatkan suatu nilai tambah baik bagi nasabah (debitur) maupun bagi bank sebagai kreditur”.

Muljono 2006:210)

Kompetensi

Pengembangan kompetensi dikonseptualisasikan sebagai peningkatan kompetensi profesional, pribadi dan sosial karyawan. Komitmen terhadap pengembangan kompetensi adalah kegiatan dan proses yang melibatkan identifikasi posisi kunci yang sistematis dan berbeda yang berkonstribusi terhadap keunggulan kompetitif organisasi, pengembangan bakat dengan kinerja dan potensi tinggi untuk mengisi peran posisi kunci, untuk memastikan komitmen mereka terhadap organisasi (Naim, 2017).

Kompetensi adalah kombinasi dari keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan perilaku yang diamati dan diterapkan secara kritis untuk suksesnya sebuah organisasi dan prestasi kerja serta kontribusi pribadi karyawan terhadap organisasinya. (Marguna, 2020)

Efektivitas

Kata efektif berasal dari bahasa inggris effective artinya berhasil, sesuatu yang dilakukan berhasil dengan baik. Konsep efektivitas merupakan konsep yang luas, mencakup berbagai faktor di dalam maupun di luar organisasi. Efektivitas merupakan hubungan antara output dengan tujuan. Semakin besar kontribusi output terhadap pencapaian tujuan, maka semakin efektif organisasi, program, atau kegiatan. Efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan-tujuan atau sasaran-sasaran yang tepat dan mencapainya. Karena itu efektivitas menunjuk pada kaitan antara output atau apa yang sudah dicapai atau hasil yang sesungguhnya dicapai dengan tujuan atau apa yang sudah ditetapkan dalam rencana atau hasil yang diharapkan. Suatu organisasi dikatakan efektif jika output yang dihasilkan bisa memenuhi tujuan yang diharapkan.

(7)

29 Mahmudi (2005:92) yang menyatakan bahwa efektivitas merupakan hubungan antara output dengan tujuan, semakin besar kontribusi (sumbangan) output terhadap pencapaian tujuan, maka semakin efektif organisasi, program atau kegiatan.

Selain itu, Kurniawan (2005:109) mendefinisikan efektivitas adalah kemampuan melaksanakan tugas, fungsi (operasi kegiatan program atau misi) daripada suatu organisasi atau sejenisnya yang tidak adanya tekanan atau ketegangan diantara pelaksanaannya.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian asosiatif kausal. Menurut Husein Umar (2008:30) penelitian asosiatif kausal adalah “Penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya”. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: giro, tabungan, deposito sebagai variabel independen dan kredit sebagai variabel dependen.

a. Pengujian Normalitas

Uji normalitas perlu dilakukan untuk menentukan alat statistik yang diperlukan. Jika data yang diperoleh terdistribusi normal dan atau variasinya tidak sama, maka pengujian hipotesis dilakukan dengan alat statistik nonparametrik.

Tujuan uji normalitas menurut Ghozali (2013:111) adalah ingin mengetahui apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik (grafik normal probability plot) dan uji satatistik (uji kolmogorov-smirnov).

b. Uji Multikolonieritas

Menurut Ghozali, (2013:91) uji multikolonieritas bertujuan menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen).

Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen. Jika antar variabel independen ada korelasi kurang dari 95%, dan nilai tolerance >0.1 juga nilai VIF < 10 maka dikatakan tidak terjadi adanya multikolonieritas. (Ghozali, 2013:93).

(8)

30 Menurut Ghozali (2013), cara yang dapat dilakukan jika terjadi multikolinearitas yaitu:

1) mengeluarkan satu atau lebih variabel independen yang mempunyai korelasi tinggi dari model regresi dan identifikasi variabel independen lainnya untuk membantu prediksi,

2) menggabungkan data cross section dan time series, 3) menambah data penelitian.

c. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan penggangu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan adanya autokorelasi. Pengujian autokorelasi meggunakan uji Durbin-Watson (DW test), dengan kriteria sebagai berikut:

1) Bila nilai D-W (Durbin Witson) terletak antara batas atas atau upper bound (du) dan (4-du), maka koefisien autokorelasi sama dengan nol, berarti tidak ada autokorelasi.

2) Bila nilai D-W (Durbin Witson) lebih rendah dari pada batas bawah atau lower bound (dl), maka koefisien autokorelasi lebih besar dari pada nol, berarti ada autokorelasi positif.

3) Bila nilai D-W (Durbin Witson) lebih besar dari pada (4-d1), maka koefisien autokorelasi lebih kecil dari nol, berarti ada autokorelasi negatif.

4) Bila nila D-W (Durbin Witson) terletak diantara batas atas (du) dan batas bawah (dl) atau terletak antara (4-du) dan (4-dl), maka hasilnya tidak dapat disimpulkan.

d. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dijelaskan oleh (Ghozali, 2005:105) sebagai berikut:

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.

(9)

31 Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas, menurut Ghozzali (2005:105) dapat dilihat dari grafik Scatterplot antara nilai prediksi variabel dependen yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur, maka telah terjadi heteroskedastisitas. Sebaliknya jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Berdasarkan uji normalitas output perhitungan di atas, bahwa semua variabel beristribusi normal, karena nilai Asymp. Sig. (2-tailed) lebih besar dari 0,05.

Berdasarkan uji multi kolonieritas menunjukkan bahwa nilai VIF semua variabel bebas dalam penelitian ini lebih besar dari 10 sedangkan nilai toleransi semua variabel bebas lebih kecil dari 10 % yang berarti tidak terjadi korelasi antar variabel bebas.

Berdasarkan uji heterokedastisitas terlihat titik-titik yang menyebar secara acak, tidak membentuk suatu pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y, hal ini berarti tidak terjadi penyimpangan asumsi klasik heterokedastisitas pada model regresi yang dibuat, dengan kata lain menerima hipotesis homoskedastisitas.

Berdasarkan uji autokorelasi memperlihatkan nilai statistik D-W sebesar 1,531. Angka ini terletak diantara -2 dan +2, dari pengamatan ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi positif maupun autokorelasi negatif.

Pengujian Hipotesis

Hipotesis 1, Dari tabel 5.12 terlihat bahwa hasil pengujian hipotesis jumlah tabungan menunjukkan nilai t hitung sebesar 15,910 dan t tabel dengan sigifikasin 5% (df = n- k, df = 12-3 = 9) maka t tabel = 1.833, hal ini berarti t hitung > t tabel. Sehingga dapat disimpul Ho ditolak dan Ha di terima.

Hipotesis 2, Dari tabel 5.12 terlihat bahwa hasil pengujian hipotesis jumlah tabungan menunjukkan nilai t hitung sebesar 48,125 dan t tabel dengan sigifikasin 5% (df = n- k, df = 12-3 = 9) maka t tabel = 1.833, hal ini berarti t hitung > t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh tabungan terhadap penyaluran kredit atau Ho ditolak dan Ha diterima

(10)

32 Hipotesis 3, Dari tabel 5.12 terlihat bahwa hasil pengujian hipotesis jumlah tabungan menunjukkan nilai t hitung sebesar 5,231 dan t tabel dengan sigifikasin 5% (df = n- k, df = 12-3 = 9) maka t tabel = 1.833, hal ini berarti t hitung > t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh depositi terhadap penyaluran kredit atau Ho ditolak dan Ha diterima.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka kesimpulan penelitian ini sebagai berikut:

1. Giro pada PT. BJB, Tbk tiap tahunnya sebagian mengalami peningkatan akan tetapi terdapat beberapa penurunan jumlah tabungan nasabah yaitu pada tahun 2007 menurun sebesar (-0,9%), kemudian tahun 2010 yang mengalami penurunan jumlah giro sebesar (-8,7%) dan juga pada Tahun 2015 menurun sebesar sebesar (-15,3%).

2. Tabungan pada PT. BJB, Tbk tiap tahunya mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2005 meningkat sebesar 10,6%, pada tahun 2006 meningkat sebesar 17,0%, pada tahun 2007 meningkat sebesar 19,8%, pada tahun 2008 meningkat sebesar 13,7%. Kemudian di tahun 2009 meningkat sebesar 17,4%, di tahun 2010 meningkat sebesar 22,0% sedangkan di tahun 2011 meningkat sebesar 22,2% dan di tahun 2012 meningkat cukup signifikan sebesar 30,7%, tahun 2013 naik sebesar 21,5%, tahun 2014 naik sebesar 8,7% dan pada tahun 2015 naik sebesar 13,0%.

3. deposito yang masuk ke PT. BJB, Tbk mengalami penurunan dan peningkatan setiap tahunnya, di mana pada tahun 2005 menurun sebesar (-13,1%), akan tetapi pada tahun 2006 mengalami peningkatan signifikan sebesar 36,9%, pada tahun 2007 meningkat sebesar 6,5%, pada tahun 2008 meningkat cukup besar yaitu sebesar 33,0%, pada tahun 2010 meningkat signifikan sebesar 40,2% pada tahun 2011 meningkat sebesar 9,9%, pada tahun 2012 meningkat sebesar 11,3%

dan pada tahun 2013 mengalami penurunan deposito cukup signifikan sebesar (- 31%), pada tahun 2014 mengalami peningkatan cukup kecil yaitu sebesar 2,6%

dan pada tahun 2015 megalami peningkatan cukup besar yaitu sebesar 36,1%

105

(11)

33 4. Tedapat pengaruh giro terhadap penyaluran kredit pada PT.BJB, Tbk, hal ini sesuai hasil pengujian hipotesis jumlah giro menunjukkan nilai t hitung sebesar 15,910 dan t tabel dengan sigifikasin 5% (df = n-k, df = 12-3 = 9) maka t tabel = 1.833, hal ini berarti t hitung > t tabel

5. Terdapat pengaruh tabungan terhadap penyaluran kredit, hal ini sesuai hasil pengujian hipotesis jumlah tabungan menunjukkan nilai t hitung sebesar 48,125 dan t tabel dengan sigifikasin 5% (df = n-k, df = 12-3 = 9) maka t tabel

= 1.833, hal ini berarti t hitung > t tabel

6. Terdapat pengaruh deposito terhadap penyaluran kredit, hal ini sesuai hasil pengujian hipotesis jumlah giro menunjukkan nilai t hitung sebesar 5,231 dan t tabel dengan sigifikasin 5% (df = n-k, df = 12-3 = 9) maka t tabel = 1.833, hal ini berarti t hitung > t tabel

7. Terdapat pengaruh secara simultan antara giro, tabungan dan deposito terhadap penyaluran kredit . Hal ini berdasarkan uji secara simultan atau secara serempak (uji-F). Hasil perhitungan statistik menunjukkan nilai F hitung = F hitung = 1071,770, sedangkan nlai F tabel dengan df=k-1 = 4-1 =3, dan df2 = n-k = 12-4

= 8 adalah didapat F tabel sebesar 4,07.. maka F hitung > F tabel atau 1071,770

> 4,07.

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 2012. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:

Rineka Cipta.

Abdullah, M. Faisal, 2008. Manajemen Perbankan, Edisi Kelima,Buku Satu,Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.

Dendawijaya, Lukman, 2008. Manajemen Perbankan, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Ghozali, Imam, 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Hadad, Muliaman, 2008. “Fungsi Intermediasi Dalam Mendorong Sektor Riil”, Bulletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Desember 2004.

Hartono, Jogiyanto. 2014. Metodologi Penelitian Bisnis (salah kaprah dan pengalaman- pengalaman). Yogyakarta: BPFE

(12)

34 Kasmir, 2013. Manajemen Perbankan, Edisi Kelima, Cetakan Pertama, PT. Raja

Grafindo Persada, Jakarta.

Meydianawathi, Luh Gede, 2007. Analisis Perilaku Penawaran Kredit Perbankan Kepada Sektor UMKM di Indonesia (2002-2006), Buletin Studi Ekonomi Volume 12 No 2.

Moh. Ramly, Fuad & Rustan, M, 2009.Akuntansi Perbankan, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Muljono, Teguh Pudjo, 2006. Bank Budgeting, Edisi Pertama, Cetakan Pertama Badan Pendidikan Fakultas Ekonomi, Yogyakarta.

Munawir. 2010. Analisis Laporan Keuangan. Edisi 4. Yogyakarta: Liberty

Republika Indonesia, 1998. Undang-undang No.10 tahun 1998 tentang perubahan Undang-undang No.7 tahun 1992 tentang perbankan, Jakarta.

Siamat, Dahlan, 2009. Manajemen Lembaga Keuangan, Edisi Kelima, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Bisnis, Edisi Pertama, Cetakan Kesepuluh, CV Alfabeta, Bandung.

Umar, Husein . 2008. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta. PT.

Rajagrafindo Persada

Warjiyo, Perry, 2009. Stabilitas Sistem Perbankan dan kebijakan Moneter, Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret 2004.

www.bankbjb.co.id www.bi.go.id

Tabel 5.7

Hasil Pengujian Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

X1 X2 X3 Y

N 12 12 12 12

Normal Mean 10751.83 6176.58 14628.67 28067.08

(13)

35 Parametersa,,b Std.

Deviation

5838.872 4600.691 8596.342 18684.96 5 Most Extreme

Differences

Absolute .248 .197 .203 .176

Positive .248 .197 .203 .176

Negative -.119 -.161 -.178 -.151

Kolmogorov-Smirnov Z .858 .683 .704 .611

Asymp. Sig. (2-tailed) .453 .740 .705 .849

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Tabel 5.5

Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardiz ed Coefficient

s

t Sig.

Collinearity Statistics

B

Std.

Error Beta

Toleranc

e VIF

1 (Constan t)

980.72 3

1158.08 4

.847 .422

X1 .619 .263 .193 2.352 .047 .046 21.79 0 X2 3.246 .399 .799 8.143 .000 .032 31.05

1 X3 .026 .081 .012 .323 .755 .222 4.509 a. Dependent Variable: Y

Tabel 5.6

(14)

36 Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin- Watson

1 .999a .998 .997 1091.535 1.531

a. Predictors: (Constant), X3, X1, X2 b. Dependent Variable: Y

Sumber : Lampiran diolah dari SPSS

Tabel 5.15

Hasil Uji Hipotesis Giro terhadap Penyaluran kredit Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardize d Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) -5679.691 2390.704 -2.376 .039

X1 3.139 .197 .981 15.910 .000

a. Dependent Variable: Y Sumber: Lampiran output SPSS

Tabel 5.15

Hasil Uji t Tabungan terhadap Penyaluran kredit Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

(15)

37 1 (Constan

t)

3035.867 638.848 4.752 .001

X2 4.053 .084 .998 48.125 .000

a. Dependent Variable: Y

(16)

38 Tabel 5.16

Hasil Uji t Deposito terhadap Penyaluran kredit Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta 1 (Constant

)

855.605 5968.404 .143 .889

X3 1.860 .356 .856 5.231 .000

a. Dependent Variable: Y

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil observasi lapangan yang dilakukan peneliti diketahui bahwa tersedianya layanan jasa yang bergerak dalam instalasi sistem operasi yang illegal,

Di Lampung terdapat Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung dengan tugas melakukan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba

Peraturan Bupati ini dimaksudkan untuk mengatur pelaksanaan apel masuk kerja, apel pulang kerja, dan presensi sidik jari pegawai di Lingkungan Pemerintah Kabupaten

[r]

• Pemanfaatan komputer untuk membuat &amp; menggabungkan teks, grafik, audio, video &amp; animasi dengan menggabungkan link &amp; tool yang memungkinkan pemakai melakukan

Dengan ini menyatakan bahwa penelitian saya dengan judul “...” yang diusulkan dalam jenis Penelitian Unggulan Kompetitif Tahun 2017 bersifat original dan belum pernah

Sebagai sarana pendukung proses belajar pada penelitian ini dilakukan perancangan aplikasi penerapan permainan Tic Tac Toe dalam pengenalan bahasa Jepang dengan

Untuk Mengatasi prokrastinasi akademik (penundaan tugas) melalui layanan konseling kelompok dengan teknik stimulus control pada siswa kelas IX-E SMP Negri 1 Bae