19 8 3/Pansus/7 5 .• 01.
DEWAN FERWJJ<:ILAN
RAKYllT
. REPUBLIK .INDONESLA---
PERSID.PJ'JGAN KE -
IV.TAHON SIDANG
1974/1975.
'~ - . . . -.~ - - - . - - - - . . . - - - ~ .... - i - - . . . - - - - ... 'e:' - ... - - ... - - - f
I Koreksian dapat segera disampaikan I I dalam waktu
4 1x 24 jam setelah di· t
r terima.; · · · · I
'-~---~---~---~---'
Rapat-ke - : 55. ·
CJ•T.ATAN SEMENTJJl.il RJff .AT Pi~NITLA KHUSUS ·
R9"U• U. TENT.ANG P.lillT.AI POLITIK D.L~N GOLONGJ~ Ki'.RYA
Rapat Kerja·Panitia Khusus ke - Dengan
Sifat·Rapat
Pada hari / tanggal lHmulai
j amTemp a t Ketua·Rapat
Sekretaris Rapat
A·c a r a
H
a
d ir
1.
'Prapto Prajitrio
2.
Drs. Cosmas Batubara
3. Warsito Poespoj o, SH.
4. Ny. Soegiarti Salman,
5. Dr. Mediµn Sirait 6. Sajuti Melik
7. R.
0. ·Tamblinan,
SHB. Mustafa Kemal Bondan, 9.
J.Sudark_o r.
10.
Andi Mochtar, SH
11.H. Imam Sofwan
12. H.M~Jusuf Hasjim 13. Drs. A. Chalik Ali.
SH
iSH
Hadi! dari pihak l?emerintah :
0
47.
•
•
Menteri Kehakimar1.
•
0 ~erpuka.
•
0
Sabtu 24 Mei 1975.
•
'
. 10 .. 15 diakhiri jam
10.45 .. ·
•
•. CR. III.
• -
•
Prapto Prajitno •
0
: Batnbnng · Ira wan, SH.,, · Soebij o-·
no, SH •. , S. 11-dibrata, dkk.
: Membahas
RUUtentang Partai
Pol~tik
dan Golongan.
~arya.: 23 dari 46 1'.nggota sbb. :
14,Drs. Moh. Cholil Badawi 15. Moh. lmiin Elly
16. Bustaman, SH
17. Sardjono Soeprapto
18~
Piola Isa, SH
19. Drs. Soekandar Soerodjo- tanojo, SH
20.
Rahnrdjo.Frodjopradoto
21.Sadjarwo, SH
22. H.
Pa-~u d'j.i 23. V .. B. dan C9sta,
SH~1 ..
I>rof •
D:r~.·Mochtar Kusumaatmadja, 9H - Menteri Kehakiman
2 •. Suhartono, SH - Ir.Jen.Dep.Kehakiman.
3. Sukarton, SH - Set.Kab.
4. Staff Menteri, lainnya.
KETU..il :
I'll '. .
1983/Pansus/75. 01.
... 2 -
KETUA : s etelah membuka rapa t ( j an~ 10o15) . mengemukakan bahwa atas permintaan Menteri Kehakiman9 maka pada hari Se.nin 'tgl.26 Mei yang ~kart datang tidak diadakan rapat karena'beliau ada tugas
keluar kota, sehingga rapat be:ri1mtnya baru dindalmn pada ha:ri Se- lasa tgl. 27 Mei.
S-elanjutnya Ketua menerangkan bahvra tipgka t pembicara~an kema- rin kita bersama teiah mendengarkan·pendapat2 dari _masing2 Frak~i mengenai Pasal 7 ayat _(2), t.etapi belum terdapat sua·tu _korisensus mengenai ma terinya. Dari p embi'Caraon2 kemarin ada saran2 .. agar· p em- bi caraan2 pa,da hari iniditeruskan untuk mengadakan·1~1:lbying2 antar Frak.si maupun kalau perlu antara Pemcrintah· dengan Fraksi2 yang bersangkutan. paripad.a itu s.ebelum. rapat_ dimulai, tadi diantara Pimpinan Panitia Khusus.juga telah disepakati bahwa acara hari ini adalah untuk mengadakan lobbying2 termaksud. Oleh karena itu se- suai dengan prosedure yang pernah ditempuh, mq.ka ·rapat sebentar lagi akan ditutup dengan catatan setelah· rapat ditutup akan 'diberi•
kan kesempatan kepada Fraksi2 maupun kepada pihak Pemerintah untuk mengadakan 10bbying2 seperti. dikemukak2;.n diatas, dan ke1ri.udian ra-
, '
pat I'anitia Khusus berikutnya bebagaimal?-a telah diterangkan diat/as akan diadakan pada hari Selasa tgl. 27 Mei mulai jam 09.00 diruangan yang sama.
' . . , I
. Seb¢lum rc:pat ditutup K~tua mempersilakan Fraksi Persatuan I'embangunan mengemukakan sarannya •
.ANGGOTJ.1,. H. M •. JUSUF HASYIM (FRAKSI PERS.ii TU.AN PEMBANGUNiJJ) m.eng-
\
harapkan kesediaan Ketua untuk menawnrkan ·kepadn flcor barangkali masih ada Fraksi2 yang akan menambahkan penjelasarlnya,-
K~TUil ,: .merrienuhi ·u.sul dari Anggota Jusuf Hasyim maka akan
diberikan ke1sempatan kepada Fr2.ksi2 yang ingin h'iengemukakan s esuatu, dan dip~rsilakan Anggota V.B. dn Costa SH.
J,..NGGOT.ll V
.B•
DA COSTA, SH (FRhKSI FlillTl<i.I DEMOKRASI INDONESll) : Inengemukakan bahwa fraksinya meny_etujui atau menyokong apa yang di- kemukakan oleh Anggota Jusuf Hasyim dari Fraksi P~rsatuan Pembangun-.an, dan int~nya Pembicara setu~u untuk ditutupnya rapat d an diterus- kan dengan lobbyirig2; tetapi/diharapkan supaya apa yang sudah di- -... capai · pada lobbying yang lalu dapat terk0nsulidir cliharapkan dalam
\
kesempatan sekarang Ketu~ memqerikano semacani -resume dari apa yang sud0h clicapai padn. lobbying2 yang lalu sehingga kegiatan2 PANSUS
· nanti dilanjutkan d:tri apct- yanEt sud~h ter·capai·; jangan sampai apa yang sudnh tercapai, karen~1 tidak diingatkan kembali' menjadi hi- lang lagi, d an Segala s·esun tu bis a mentah kembali.
KETUl1 :
.·.
1983/Pansus/75. 01.
~
- j -
KETUA :
menjawab yang diajukan anggota VOB.
da Costa~ SH ba'.hwapada lobbying2 yang lalu memanr: ada beberapa hal yang
telrJ~dike- mukakan oleh.beberapa Fraksi, tetapi juga diputuskanbahwa hal-hal yang telah.
dikem~akandalamL.tj __ dak perlu. dikemukakan didalam forum .pleno PanitiaKhusus, kecuali kalau dikehendaki oleh
Fraksi~lain-
Llobbying .
nya. :.
Mengenai res.ume rapa
t_Pani tia Khus us, Ketua menerangkan kira- nya dapat diikuti
didalam r1snlah
y2,ngtelah dibagikan kepada para Anggota Panitia Khusus; daripada itu dijelaskan pokok2 yang
t~lahdicap~i
dalam rapat kemarin, khususnya yang menyangkut Pasal 7
ayat (2), dimana Fraksi Fartai Demokrasi Indonesia memberikan ru- musan bahwa :'pada dasarnya regawai Negeri 'Sipil herhak menjadi
~ggota
Fartai Politik atau Golongan Karya dengan memberitahukan kepada pej.abat yang berwenang; sedan.g untuk j_aba tan2 tertentu hendaknya minta
:ijin.
Dari .Pada i
tuFralrn i
;.ABRIber:p endapat ka ta2. Hmemberi · tahu"
digunakan kata2 "sepengetahuan", sedang lain2nya, prinsipny?- sama. · ' Demikian penjelasan Ketua.
Selanjutnya dipersilakan dari Fraksi J?ersatuan Pembangurian.
ANGGOTA
DRS. GHJtLIK liLI (FRl.1.KS I PERSATU.ANPEMMNGUNJ4N l :
mengemukakan
. bahw~ . .sebelum melangkah kepctda lobbying ada baiknya
\dari Fraksinya mengemUkakan catatan sepanjang sudah berhari-hari
P~:a.NSUS
riiengadakan
pembicaraa~selama ini.
Dikemukakan lebih lanjut bahwa kira2 sudah ad.a dua atau tiga pola .df dalam m,embahas masalah f!egawai Negeri tersebut; pertama pola yang- diajukan al.eh remerintah, bnhwa regawai Negeri Sipil diharuskan mendapat,ijin.dan seterusnyao
· Pola yang
lain~vangterdiri dari_ dua unsur, ialah bahwa meli- hat Pegawai Negeri dari
s~gi warg~negara
d~noleh karena itu ber- hak untuk menjadi 'anggota organisasi'pol;i.tik dan di dalam "berhak"
tersebut ada "4plus
0-nya
9yaitu misq.lnya "berhaktt-nya itu dengan sepengetahuan seperti usul dz.ri Frnksi J:i.BRI,. dan ada yang "berhak"
yang "plusn-nya itu memberitahukan, ialah yang diajukan oleh Frak- si Persatuan-dan Partai Demokrasi Indonesia.
Disamping persoalan
berhak~nyaPegawai Negeri tersebut ada ja- batan2 tertentu yang dikecualikan, misr:,lnya yang diajukan oleh .ABRI maupup Fraksi Par,tai
Demokras~Indonesia,"· agar supaya jabatan2 ter- tentu yang dikecualikan tersebut dengan ijin tertulis; sedang me-·
nurut Fraksi Persatuan maka jabatan tertentu/agar supaya dilarang.
' "'
Demi~iahlah
pola2 yang dapat_ditangkap oleh _Pembicara sampai
' '
sekarang, dan
se~ertiyang dikemukakan oleh Fraksi Persatuan pada satu atau dua hari yang lalu, bahwn Fraksi r·ersatuan menghendaki
I
supaya yang' mendapat prioritas penyele.saian pertama lebih da:hulu
• • • 0
Ldan
198
13/Pansus/75
o 01.- 4
ialah mengenai mas"'1.lah ynng pertai}m?
yaitu
tentang _ ttberhak"' dengan ,nplusrr_nya, apakn_h dengan 1tsepengetahuan" atau dengan "pembe~'itahuann.Selanjutnya mengenai ijin atau larangan menurut Pemb-:_cara da- pat dibicarakan berikutnya setelnh point· yang pertamn selesai, de- mikian prosedure pembicaraan yang diusulkan rembicara;i,sekci.li iagi
- \
di tekartkan ol eh rembj~cara. mengenai · point kedua ten tang larangan yang pernah ~tiga diajukan, ialah bahwcz bagi I'egawai Ne_geri terten~
tu. yang karena jabatannya t:i/lnk dapat di-rangkap dengan l}eanggota-.
an Partai Politik atau.Golongan Karya dilnranG menjadi anggota Partai rolitik maupun Golongan Ka'rya; dnlam hal tersebut perlu di-
jelaskan maksudnya agar dapat dihindarkan kegiatan2 politik yang tidak sesuai dengan martabat, kedudukan dan kewajiban sebagai abdi- Negara dan sebagai. abdi masyarakat, dan agar dapat "tS'erdiri diatas semua golongan tanpa menimbulkan diskri_1ninasi, maka diiara.nglah menjadi anggota r0.:t'tai ?olitik atau Golongan Karya hagi Pegawai Negeri atau pejabat dnri semua jabatan yang dirnaksi.ld oleln.
PP.6/1970 maupun
Kepala2 Daerah. \_Hal tersebut dikemukakan oleh Pembicara· untUk menjelaskan point kedua dan sekalipun demikian diulangi lagi bahwa Fraksi Pe!'satuan berpendapat hendakrtya prosedure pembicaraan supaya' dq.pat d.iselesai- kan point pertama dUlu, ~alah mengenai hak Pegawai Negeri, apakah dengan '1pemberi tahuan", nsepengetahuan11 a tau menurut pola da~i P.e ....
merintah, ialah "ijin".
Sebelum Fembicar.a me~gakhiri masalah tersebut sekali lagi di- ingatkan bahwa F:fiaksi rersatuan di·dalam meng-npproach pe;rsoalan Pegawai N.egeri tersebut adn,lah dari segi Pegnw0,i Negeri sebagai
· warga negara Indones~a; di~elaskan bahwa 1appr_oach Pegnwai Negeri
, • . ' . . ..
sebagai
warga
negara Indonesia tersebut sebenarnya juga dipakai oleh Pemerintah, dalam judul : Keanggotaan clan Kepengurusan, dimanapa~a Pasal 1 disebutkan_ : bnhwa yang dapa t Ilfenjadi- anggota Partai Politik dan·Golongan Knryn.:adalah wt;irga, negara Indonesia. Jadi approachmasa1ah keanggotaan tersebut adalah dari segi orang Indo-
- .
nesia sebe,g;ni warga negara; Fraks·1 Per~atuan memang tidak melihat Pega':'ai Negeri tersebut dn.ri segi jabatannya oran9 ~ndonesia seba~·
gai Pegawai Negcr:j.7 tetapi lebih banyak dibobotkan sebagai warga- negara Indonesia, ialah yang oleh karena sebagai ·warga negara Indo- nesia,
dapat menggunakan Pasal 28 UUD
'45;
do.n approach ti-tik tolak t-erse- butlah yang diharapkan agar_ konform di dalarn fl1oor sekarnng sebelum memastik1 tingkat lobbying.KETUll : mengucapkan te:rima kasih kepada . .l~nggota Chalik Ali. yang telah memberikan pen.J elasa:µ mengepai pendirian· Frnksi P.ersa'tluan, dan ada ayat2 yang tidak dibacakan'Ketua karena konsensus dalam
lobbying •o••
r·
1983/Pansus/75.01,
- 5 -
lobbying ~adc1'waktu· itu mengc .. ~·1gghp tidak perlu dlkernukakan, ( teta- . . Pi sekarang sudah dikernukaknn bebera.pa: kalima t oleh ilnggota Chalik
• I • ' '
ltii untuk memb,erikan penj elasan tentang pendirian dnri Fraksi. Fer- satuan. ·
.ANGGOTA DES 0 CHALIK J~LI (FRhKSI P.ERSATUl~N' rEMBl.NGUNla.N) . : men- j elaskan bahwa apa yang telah .dibacak2"'n tadi mem2:iig dikemukakan di dalam lobbying yang· lalu, tetapi beberapa puluh meni~ sebelum·1obby- Si1g_ termaksud telah diba~akan di dalc.,m f:JUISUS. Jadi sebenar,nya
kembali kepada forum ~ANSUS sebelUJ.Yi 19bbying termaksud, jadi .se- benarnya sudah dikemukakan dalam rapat ranitia Khusus •. • , If • . . •
KETUi~ . : mempersilakan Pembictlra dari Fraksi Karya Pembangunan.
ANGGOTA.
J .•. ·StJDARKO ·P.. \FRAKST l5J.1.RYATEVJ31~NGUNJ~N)
. : · inengemukakan)
bahwa' ·sebelum rapat dimulai sudah. diadp,kan pembicar.aan diluar. ag~r rapat ini ditutup kemutlinn.dilanjutkan dengan lobbying antara
Fra"ks:i. maupun dengan I'emerintaho. Tetapi karenp. ad.a us~2 barang- · . kali ad~ t~mba,han dan S'ebagainya, do.ri Fraksi rPartai. pem.okr~si
Indonesia juga_.sudah mengutara1.rnn permintaan~ demikian juga. dari Fraksi "Persatuan sud.ah menguta:rakan titik tolnk pemb:lcaraan,·· maka kir~nyR tidak b~rkelebihan apabila dari :Fraksi Karya juga menguta~
,rakan ·titi~ pangkal pembaht'vs~ui tersebut, dan untuk itu Fro_ksi
Karya
ingin mengingatkan kembali, bahwa pemb?-hasan .Pasai
7 RUU
ini padapembic~r~an ,pertama sebetulnyt<sudah smna2 diadakan. kons;en~us, ··
ba~wa mengenai. p.embicar~an adanya HUU ini yang. menya~gkut Pas al
? ·
tersebut ·titik pangkalnya adalnh,. konsensus antara Pemerintah dan
DFR
ketika membahasRUU
tentang.Ketcntuan2 Pokok,Kepegawaian;hend.aknya hal itu supaya dipegang lehih C:ah~lu.· Didala~ ~onsensus
ters~but kita membicarakan i:1engenai masalah ·: Pegawai Negeri; ·
ti-
dak yang lain; tidak pejabo.t Negara.', tid0-k pejabat Negeri, teta- pf Pegawai ij"egeri. Itulah konsensus ynng didalam pembicaraan'menge- nai niasalah Pasnl
7.
t_ersebut sudah disetujui bersama,_ bahwri· tit~k ·. ·tola~!fYU adalah konsensus antara Komisi II .dulu dengan Pemerintah, :menyangkut nanya Pegaw0,i lJGgeri, tido.k yang lairi2o
Mengenai masalah Pegawai Negeri sendiri m·enurut ](em1;:>icara me"".'~
mang adc:_, .beberapa approach yang cligunakan, ialah, Pegawai Negeri se- bagai. warga negara, dan Pegaw~ai Negeri. sebagai salah satu aparatur"
Negara; jadi ada dua .fungsi; dan kalau demikian makatitik tolak
'ditinjauari Frak,si Karya:
m~ngenai ~asnlah.
terse butia~ah
menggW?:akan ._,'pendekat~n Pegawai Negeri baik 's·~bagai wn~ga negara maupun Pegawai Negeri sebagni salah sa tu aparatur Negara; dan
1
.dua hal i tu harus .
• ! • -·
menj.adi ·sstu, tidak hanya ~sutu ma'salah saja yang dipergunakan pen- dekatan. ·,
Uutµk;.itu
• • • 0 •2983/ransus/75.01.
- 6·-
Untlik itumaka
di dalam rumusari kelihatan bahwa Pegawai Negeri se- bagai warga negar2. pada dase!.rr::'"a dia dapa t memasuki Parted I'oli tik dan Golongan Karyc1.• Jadi semua warga negara dapat masuk Partai Po- litik ·da~ Golongan Karya; ini approach w~~,rn negarac1Seda:qg appr,o~ch Pegawcd Negeri sebagai aparatur Negara menurut Pembicara, karena mempunyai fune:;si yang lain dnri pada warga negara yang
aaa·,
maka rl;tlnusa.~nyo. bahwa regaw~:d .Negeri itu untuk menjadi\ '
Anggota PartaiI'olitik clan Golongan Karya cliperlUkan ijin, sehi!1g- ga ·dengan·demikian dua-duanya terca~up, baik sebagai warga negara maupun s~bagai aparatur Negara. ~ebagai
warga
negara rUiniusannya'~pada d.a.sarnya dia·dapat menjadi 1-.hggota rartai Politik0 , sama. de- ngan wqrga negara'yang lain:. dan sebagai·salah scztu aparatur Nega- ra ada prosedur "rnirtta ijinn. ·
. · De!llikian penj eiasan Fraksi Karyn supaya · diketf1hui bahwQ- ti tik tolak pembicaraan kita adalah dari konsensus mengenai Pegawai Ne- , geri, 11aik regawai Negeri ditinjau dari wnrga negara maupun sebagai aparatur Negara, lalu terjacli kesimpulan seperti tersebut' diatas.
KETUA : mempersilakan Fraksi ABRI.
J,.NGGOTA RJ.UIARDJO I'RODJOI'RlillOTO (FBJ.i.KSI llBRI) : membenarkan bahwa rupa•rupar1:ya yang menjad1 konsensus adalah proses· perkem ... , :bangan masalah tersebut a'dalah tiga masnlah, ialah pertama tentang
".pada dasn:rnya" Pegawai Negeri dapat menjadi "anggota Partai Folitik .atau Golohgan Karya dengan sepengetahuan pejabat yang berwenang •
. Kemudian rumus ya_ng kedua adal8.h dengan "memberi tahukan~, dan se.lanjutnya masalah.pejabat dalnm jabatan2 tertentu yang perlu men- dapa t ·ijin· tertulis ,· dnn ada juga pola. 1111p~lnrangan". ·
Dijelaskan lebih lanjut oleh Pembicara, bahwa mengenai .inasalah pertam~, Fraksi ABRI mengajukan istilah "sepcngetahuan1', maksudnya· ; ada.lah s ekedar · memenuhi apa yang dika takan · s e bagai ta ta krq.ma ke-, . . \
biasaan yang sudah menjadi suatu kaidah. Di dalam Undnng? No.
8
di~' - .
sebutkan bahwa pembinaan Pegawai Negeri itu sepenuhnya
di
tangan Presiden; jadi kalau. Pegawai Neger.i tersebut 1.1memberitahukan", makatata kramanya_ seolah-olah seorang Fega~ni.memberitahu kepacla Presi- den. Tetapi kalau istilah "sepengetahua_n", me~kipun. prakteknya juga
m~mberi tah~an9 i tu .artinya lain •. Jadi. hal tersehtJt benar2 merupa·..;, kan. ta.ta. krama a tau kebiasaan yang sudah menjadi kaidah. Maka s.oal2 · tersebut nanti. bisa dib~carakan, dan kira2 pendekatannya suclah agak sama, dan yang pendekatannya belum sama yaitu mengenai masalah,_:
. . . . ~
kalau Fraksi .A.BRI dan :i:artai Demokrasi Indonesia merumuskan.jabatan tertep.tu itu d53ngan.ijin tert~lis dari pihak yang·berwenang, sedang
·, Fraksi Persatuan berpendapat. adanya jabatan tertentti yang· dinyata- . kan dilarang.
..
Demikianlah 0 0 • •
198 3/Pansus/7 5. 01.
- ? -
·nemikianlah maso.lah!1:Ya rnenurut Fr2.ksi JillRI, dan sekarctng apa- kah masalah tersebut
~kand·iungko.pkan dalmn
rorumterbukn., apakah perlu melalui suatu lobbying;.
menuru~rembicara kelihatannya akan lebih illegant
kahmdiadakan secara lobbying, supnya lrnlau membu- ka isi hQ.ti·diantara kita harc..ngkali ncla latar belakang akan lebih enak pendekatannya d'n.ripadc.. kala"U: biaso..nya saling memberikan argu- mentasi yang pada dasarnya itu- itu saja yang dicapai.
Oleh karena·itu maka dengan penjelasan tersebut Fraksi _ABRI menyerahkan kembali kepada PirnpinQn apakah akan dilanjutkan melalui forum terbuka_ataukah melalui lobbying; tetn.pi Fraksinya cenderung untuk bisa dilanjutkan dalQm iobbying.
KETUli :
selanjutnya mempe·rsi1akan pihak Pemerintah.
MENTERI
KEHAKIMlili(PROF. DR.
MOCHTl~R KUSUlVLll.flTMtillJA,SH) : menge- mukakan bahwa pihak Pemerintah merasa gembira melihat perkembangan yang telah terjadi sesuai dengan y;ang telah disarankannya_kemarin, bahwa kiranya lebih baik setelah
perke~banganyang terlihat.seka- rang pembicaraan dilakUkan_didalam suasana ·yang lebih relax, tentu dengan harapan tidak terlalu relax.
Dikemukakan lebih lanjut bahwa pihak Pemerintah tictak akan memberikan tnnggapan mengenai materi persoalan,
hany~Pemerintah
· ingin memberiktm tnnggapnn atas suatu usul atau pendapat tentang prosedure yang dikemukakan
oleh.Jmg~otaCha.lik Ali yang mengusul- kan agar ·dibicarakan lebih dahulu pqi.nt pertama mengenai s oal '.'de- ngan ijin", ,-,dengan
sepengetahu~n"a tau dengan
11pemberi tahuan", dan_
kemudian point kedua soal jabatc.n tertentu.
Mengenai persoalnn
ters~butpihak Pemerintah berpenclapat bahwa usul untuk membicarakan point pertama mennng pr2..ktis dan secara kronologis hal tsb. aclc.;i..lahlogis, asal saja soal tersebut dibicara- kan sebagai satu sistim_yGng menye1uruh, jadi tidak mekanisme pem- beritahuan saja yanr;
dibica~akandan diputuskan, tetapi sebagai sistim, artinya sepengetahuan atau pemberitahuan atau ijin oleh , siapa, kepada siapa dan dnri siapa.
Jaclisetelah
jelas il•apa "-nya,, supaya
t~q.akterlepas s:J.tu samn lain karena hal tersebut pada hake- katriya. merupakan satu sistim. Sebab dikhawatirkan oleh pihak Peme-, rintah, nanti kalc..u tidak d.emikian akan sulit, clan juga memuda,hkan·
bagi Pe1nerintah untuk kemudian menyatnkan pendapatnya. Kemarin hal tersebut berulang-ulang dikemukaknn oleh Pemerintah, dan perlu di ...
tegaskan oleh remerintah -µntuk menghilatigkan kesan seolah-olah Pe- merintah. tidak ada fleksibilitas atau tidak ada
ke~ediaan;btikan
1demikian, tetapi karena
Pemerint~::.hmclihat. diambil satu-:-s0,tu, hal itu menurut remerintah tidak bisa, karena itu merupakan suatu rang- kaian yang tidak bisa
dipi~o.h-pisabkan.Ditekank.an
o.; • •.•
•
I' '
'
'
Q
- J -
' '
.. >Di'tekanknn l_ebih +~njut olch Ivlenteri Keho.kiman, bahwa ·pada
dasarnya.
untuk kepf\rlunn t.ercap2inyn konsensus bagi Pemerinto:h. :. . . . ·. . ~
.• '
. . .pers~edia, bo)1kan Wt:.jib. inempertim:bnngkan S-Uatu alternatif .tcrha_dap rumusnn
"ya~g. c1ikemik.ak:i~n;
d2"n. lml. i tu ac1alah lo.gis .kalnu niaksudnya ,untuk mencap2.i rnufri.lmt, hanya ten'tu hnrus cti d_'.J.lmn keseluruhan. .Denga:r:i clemikj_an mo.kn _pihak l'emcrintah sucl.::lh bisa menj i:j~askan
hal ....
hal yanc kemr.rih ditangk2p s8.lah, knrenn kurc.ng jelas per- soalannya. Maka kalau cU1iha:t sebagai sntu sistim dn,n digunakan' . ,.,.- . .
rurnUs ·"tiga W atqu elnpat W" ina.ka Pemcrintah bisa kemudian mende-
kat~an pendiriannya dongan lebih jelns.
· S eknli · lC\gi· dit'ekankan oleh Menteri Kehnkiman bahwa pada
prihS'ipl'.lYa r·er.aerint~h tentu selo_lu bersed:i,a untuk mempertimbangkan
al
te:rna tif-alter~a tif . terhac~2.p rumusnn yang, dikemukaknn dalamnuu,-
'Dernikian penjelasan pihak Pemerintah.
KETUJ~ : men~~ucapkan terimn kasih kepo.do. .pihnk Pemerintah
yang telah mengemukakan. penc1aj1atnya, dan selanjutnya Ketua menanya-
~an kepada para Anggota, npCL°kah do.pat disetujui kq.lcm ·rapat dilan- jutkan d~ngan lobbyingD
Kala.u disetujui maka seperti yhng dikemulmkan dinta's rQ.pat akan ditutup, dan sesuclah itu w2,ktu .akan digunakan· u~tuk mengadakan lobbying antar Fra~si maupun Fr~ksi dengan pihak Pemerirttah, dan waktunya 'juga dapat_ dilanjutkan pad~ hari Senin tgl. · 26 Mei, kare- na seperti telah clikemukakan pada. permulaan rapa~., bahwa pada hari S,enin tersebut pihak Pemerintah tidak dapnt hadir karena adn tugas
tertentu, sehingga ·rapnt bnru bisr~ climulni lagi padn hari Selasa tangeal
27
Mei. Untuk,lobbying terscbut disediakan ruangan di Komisi.II maupun diruangan tunggu di depan.Kemud.io.n Ketua meriutup rapat dengnn meneknnkan bahwa rapat akan dimulai lng,i pnda· hari Sele.so. t~,nggal
27
Mei ·jam09.00
diruangan yang sama.Rapat ·ditutup jam
10.45.
Ja1mrta,
24
Mei1975 •.
Sekretaris
f i;.NITLl KHUSUS RUU TENTANG FJl.IlT.AI roLITIK DAI1J GO LONGllN K:ARYA,